Modul Ajar
TeraphiKomplementer
TRI ENDAH SURYANI, S.ST
1
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
karunia dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Modul “Teraphy
Komplementer”. Modul ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi S1
Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu.
Modul ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik demi
kesempurnaan modul ini sangat penulis harapkan. Semoga modul ini
bermanfaat dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan
kebaikan dan kemudahan bagi kita semua.
Bengkulu, Mei 2021
Penulis
2
Ucapan Terima Kasih
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Ketua STIKes Sapta Bakti Bengkulu Ibu Hj. Djusmalinar, M.Kes yang selalu
memotivasi penulis dan para dosen pada umumnya untuk selalu berkarya
dengan banyak mengembangkan bahan ajar berupa menulis buku atau modul
baik untuk kepentingan beban kerja dosen maupun untuk akreditasi institusi.
Terima kasih pula disampaikan pada Ka.Prodi Kebidanan Ibu Erli Zainal,
M.Keb, yang telah memberikan semangat kepada dosen di jajaran Prodi
Kebidanan untuk selalu berkompetisi di dalam penulisan karya ilmiah untuk
pengembangan bahan pengajaran, sumbangan telaah terhadap isi modul ini
dan ikut memberikan kata pengantar sebagai pelengkap isi modul sekaligus
tim pada mata kuliah Asuhan Kebidanan pada remaja dan perimenopause.
Kepada teman sejawat dosen lainnya, yang telah meluangkan waktu
memberikan masukan beberapa poin penting tentang materi kegiatan belajar
di beberapa bab untuk kelengkapan isi modul ini sesuai keahlian masing-
masing. Kepada segenap tim penerbit Prodi Kebidanan, penulis mengucapkan
terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja samanya
selama ini.
3
Daftar Isi
DEWAN REDAKSI i
KATA PENGANTAR ii
UCAPAN TERIMA KASIH iii
BAB I Praktik teraphi komplemener kebidanan dengan teknik
Akrupresure
BAB II Praktik teraphi komplemener kebidanan dengan body
mass
BAB III Praktik teraphi komplemener kebidanan dengan herbal
DAFTAR PUSTAKA
4
MEKANISME PEMBELAJARAN
5
BAB I
Praktik Teraphi Komplemener Kebidanan Dengan Teknik
Akrupresure
KOMPLEMENTER
ASUHAN PADA IBU HAMIL
BAB I
KEBIDANAN NORMAL TEKNIK
AUPRESURE
A. Capaian Pembelajaran
1. Mampu memahami, menganalisis, dan menilai asuhan kebidanan pada
kehamilan dengan penggunaan komplementer
2. Mampu melakukan praktik asuhan kebidanan komplementer kehamilan
untuk mengatasi keluhan masa kehamilan dengan Teknik akupresure
B. Konsep Asuhan Kebidanan Komplementer
Pelayanan kebidanan merupakan bagian dari sistem pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan dalam lingkup kesehatan ibu dan anak
yang telah terdaftar, dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan
kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, bayi dan anak, serta
wanita usia reproduksi dan usia lanjut (Kepmenkes RI , No. 369/ME
NKES/SK/I II /2007). Pelayanan kebidanan saat ini mengalami pergeseran dan
dinamika. Diantara pergesaran tersebut back to nature, yaitu kembali
menerapkan terapi komplementer dalam aplikasi pelayanan kebidanan.
Penyelenggaraan pengobatan komplementer secara umum telah diatur
dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang
pengobatan komplementer-alternatif. Pelayanan kebidanan komplementer
merupakan bagian dari penerapan pengobatan komplementer dan alternatif
dalam tatanan pelayanan kebidanan.
No.1109/Menkes/Per/IX/2007 Bagi banyak bidan dan wanita,
pelayanan kebidanan komplementer adalah pilihan untuk mengurangi
intervensi medis saat hamil dan melahirkan, dan berdasarkan pengalaman hal
6
tersebut cukup membantu. Namun, sebagian besar terapi ini tidak dianggap
bermakna dalam pengobatan konvensional (Ernst & Watson, 2012) Hal ini
disebabkan oleh kelangkaan dalam hal bukti klinis dan informasi yang
diterbitkan sehubungan dengan efektivitas pelayanan kebidanan
komplementer pada kehamilan, persalinan dan nifas. Meskipun demikian,
seperti yang telah disebutkan dalam paragraf pertama bahwa telah terjadi
peningkatan tajam dalam jumlah dan berbagai informasi mengenai terapi
komplementer dalam kebidanan selama satu dekade terakhir (Ernst &
Watson, 2012).
C. Asuhan Kebidanan Komplementer pada Ibu hamil dengan
Terapi Akupresure
Bidan memiliki peran yang sangat krusial terhadap peningkatan
kualitas ibu dan anak salah satunya pada pelayanan ante natal care (Global
Health Workforce Alliance, Kementerian Kesehatan RI, 2011). Bidan
diharapkan dapat mengupgrade kompetensi dalam memberikan pelayanan
atau asuhan secara komprehensif dan komplementer. Salah satu pelayanan
komplementer yang dapat diberikan oleh bidan kepada ibu hamil adalah
melakukan terapi akupresur. Terapi akupresure berguna untuk kesehatan ibu
hamil.
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, uterus akan membesar
dan gravitasi akan berpusat ke arah depan, hal ini membuat ibu hamil saat
berdiri harus benar-benar bisa memposisikan dirinya, karena selama
kehamilan ibu lebih banyak bertumpu pada kekuatan otot, berat badan yang
bertambah sifat relaksasi sendi, kelelahan serta postur sebelum hamil. Saat ibu
hamil tidak bisa menyesuaikan postur tubuh dengan tepat maka akan terjadi
peregangan yang maksimal dan menyebabkan kelelahan dan pegal di area
punggung bagian bawah sehingga timbul rasa sakit atau nyeri pada punggung
bagian bawah (Aswitami & Mastiningsih, 2018).
Nyeri merupakan rasa tidak menyenangkan yang dirasakan seseorang
secara subjektif dimana rasa itu merupakan suatu pengalaman sensorik
maupun emosional. Nyeri punggung bawah pada kehamilan dianggap menjadi
7
penyebab terganggunya kenyamanan ibu dalam melewati kondisi hamil
(Stewart, 2014). Negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Iceland, Turki,
Korean dan Israel, insiden nyeri pada ibu hamil yaitu sebanyak 50%. Ibu hamil
mengalami nyeri punggung bawah yang mengganggu aktifitas ibu sehari-hari,
dan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil tersebut
(Sneag & Bendo, 2007). Di Indonesia sendiri, prevalensi nyeri punggung
bawah di masa kehamilan baru diperoleh dari data yang didapat dari
penelitian Suharto (2001) dilaporkan bahwa dari 180 ibu hamil yang dijadikan
subjek penelitian, 47% mengalami nyeri punggung bawah.
Banyak ibu hamil yang menganggap nyeri punggung bawah bukanlah
suatu hal yang perlu di khawatirkan, namun sebenarnya apabila tidak
ditangani dengan baik dan lebih awal, prognosis nyeri punggung bawah akan
menjadi buruk. Biasanya ibu hamil dengan nyeri punggung bawah akan
kesulitan saat beraktivitas, misalnya kesulitan untuk mengambil posisi dari
duduk lalu berdiri, begitu pula sebaliknya, bahkan ibu akan mengalami
kesulitan untuk turun dari tempat tidur. Jika hal tersebut berlangsung terus
menerus dan tidak ditangani dengan baik, maka jangka panjangnya nyeri akan
menyebar ke daerah panggul dan lumbar, hal ini akan menyebabkan ibu
kesulitan untuk berjalan.
Berbagai teknik komplenter diantaranya: terapi pijat (61,4°/e),
relaksasi (42,6°/e), yoga (40,6°/c) dan akupresur (44,6°/c) sudah diteliti dan
dikembangkan untuk mengatasi nyeri punggung bawah pada ibu hamil (Wang
eel., 2005). Akupresur merupakan bagian dari fisioterapi dimana teknik ini
diberikan dengan pemijatan dan stimulasi yang difokuskan pada titik-titik
tertentu pada tubuh, sehingga sakit dan nyeri yang dirasakan akan berkurang
serta peredaran energi vital dan chi akan aktif kembali. Pengertian
akupressure ini sangat sesuai dengan research yang dilakukan oleh peneliti
Taiwan tentang terapi akupressure yang digunakan untuk mengobati nyeri
punggung bawah dimana hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa nyeri
punggung bawah dapat diatasi dengan terapi akupresure dan manfaatnya
terbukti efektif selama 6 bulan.
8
Akupresur merupakan terapi komplementer dengan prinsip healing
touch yang lebih menunjukkan perilaku caring pada pasien sehingga dapat
memberikan perasaan tenang, nyaman dan rileks. Ada juga yang menyatakan
akupresur adalah seni penyembuhan kuno dengan menggunakan jari untuk
menekan titik-titik penyembuhan secara bertahap yang merangsang
kemampuan tubuh untuk penyembuhan secara alami (Noviyanti, 2016).
Melalui terapi akupresur, tubuh akan melepaskan ketegangan otot,
meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kekuatan hidup energi tubuh
(qi) untuk membantu penyembuhan. Terapi akupresur dapat digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit dan meringankan nyeri otot punggung
(Noviyanti,2016).
Akupresur memiliki manfaat sebagai berikut:
a. Pencegahan penyakit Akupresur dipraktikkan secara teratur pada saat
tertentu sesuai dengan aturan yang ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya
untuk mencegah masuknya penyebab penyakit dan mempertahankan
kondisi tubuh.
b. Penyembuhan penyakit Akupresur dapat digunakan untuk proses
penyembuhan keluhan sakit dan dilakukan dalam keadaan sakit.
c. Rehabilitasi Akupresur digunakan untuk meningkatkan kondisi kesehatan
sesudah sakit.
Menurut penelitian (Pravikasari, 2014), terdapat ratusan titik
akupresur pada permukaan tubuh. Titik ini adalah tempat terakumulasinya
(berkumpulnya) energi vital. Semua titik- titik tersebut dapat digunakan
sebagai titik diagnosis maupun titik terapi. Menurut fungsinya ada tiga jenis
titik akupresur. Titik pertama yaitu titik tubuh atau titik umum. Titik ini
adalah titik yang berada di sepanjang meridian. titik ini langsung berhubungan
dengan organ dan daerah lintasan meridiannya.
Titik kedua yaitu titik istimewa. Titik ini berada di luar lintasan
meridian dan mempunyai fungsi khusus. Terakhir adalah titik nyeri. Titik
nyeri adalah titik yang terdapat pada daerah keluhan jika di berikan tekanan
selalu terasa nyeri dan fungsinya hanya simptomatis, penghilang rasa nyeri.
9
Cara menentukan lokasi titik pemijatan yang benar ada beberapa cara
yang dapat dilakukan, antara lain:
a. menggunakan tanda anatomis tubuh, seperti benjolanbenjolan tulang,garis
siku atau garis telapak tangan, putting susu, batas rambut, lipatan tangan
dan sebagainya.
b. Cara kedua yaitu pembagian sama rata, dimana suatu bagian tubuh tertentu
dibagi sama rata untuk mendapat titik yang tepat serta menggunakan
pedoman lebar jari.
c. Dalam penekanan atau perangsangan akupresur ada beberapa hal yang
harus diperhatikan, yaitu reaksi yang akan ditimbulkan, kondisi pasien dan
jenis keluhan yang dialami pasien. Arah pemijatan disesuaikan dengan sifat
penyakit yang diderita oleh pasien. Sifat penyakit Yang, se, panas, luar maka
pemijatan pada titik akupresur yang dilakukan adalah berlawanan dengan
jarum jam sebanyak 60 putaran atau dengan istilah sedate. Sedangkan, sifat
penyakit Yin, si, dingin, dalam maka pemijatan yang dilakukan adalah
searah dengan jarum jam sebanyak 30 putaran.
d. Dalam pemijatan, sebaiknya jangan terlalu keras dan membuat pasien
kesakitan. Pemijatan yang benar harus dapat menciptakan sensasi rasa
nyaman, pegal, panas, perih, kesemutan dan lain sebagainya. Apabila
sensasi rasa dapat tercapai maka sirkulasi chi (energi) dan xue (darah)
menjadi lancar, juga akan merangsang keluarnya hormon endorphin.
Akupresur menerapkan beberapa teknik pemijatan.
a. Teknik pertama yaitu menekan.
Penekanan dapat dilakukan dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah
yang disatukan dalam kepalan tangan. Penekanan dilakukan di daerah
keluhan dengan tujuan untuk mendeteksi jenis keluhan meridian atau
organ, selain untuk melancarkan aliran energi dan darah.
b. Teknik kedua yaitu memutar.
Memutar dilakukan didaerah pergelangan tangan atau kaki. Tujuan
dari metode memutar adalah meregangkan dan merelaksasikan otot- otot
yang mengalami ketegangan.
10
c. Teknik ketiga adalah mengetuk.
Mengetuk biasanya melibatkan gerakan mengetukngetuk titik- titik
meridian organ. Biasanya dengan menggunakan jari tengah, atau ibu jari,
jari telunjuk dan jari tengah yang disatukan dan dilakukan setiap 2-3 detik
sekali selama beberapa menit.
d. Teknik keempat yaitu menepuk.
Menepuk digunakan untuk mendorong aliran energi dan darah.
Caranya dengan menepuk telapak tangan yang terbuka sebanayak 5-10
kali pada berbagai meridian. Teknik yang terakhir adalah menarik.
Menarik dilakukan untuk menarik jari-jari tangan atau kaki dengan cara
diurut terlebih dahulu kemudian ditarik secara perlahan menggunakan
jari jempol dan telunjuk dengan tenaga yang pelan dan tidak secara
mendadak.
Alat yang harus disiapka sebelum melakukan asuhan kebidanan
komplementer pada ibu hamil dengan teknik akupresure adalah sebagai
berikut:
a. Baby oil atau minyak terapi yang lain seperti minyak VCO, Minyak biji bunga
matahari dll.
b. Pakaian massage
c. Tempat yang nyaman dan penerangan yang nyaman
d. Musik klasik atau musik yang menenangkan
Teknik dan Titik akupresure pada ibu hamil:
11
12
Kontra indikasi area pemijatan (akupresure) pada ibu hamil:
1. Abdominal massage
Meskipun pemijatan perut secara lembut dapat dilakukan secara
aman pada sebagian besar wanita hamil, beberapa terapis lebih memilih
untuk menghindari pemijatan perut pada ibu hamil selama trimester
pertama untuk memastikan keselamatan pasien.
2. Leg massage
Pengulangan terhadap teknik tertentu terutama di kaki bagian
samping berpotensi membawa resiko yang cukup tinggi seperti halnya
praktik pijat di Swedia sebelum tahun 1985 yang menganggap bahwa
kehamilan adalah sebuah kontraindikasi mutlak untuk pemijatan pada
semua bagian tubuh.
Kontraindikasi keadaan pemijatan
Ada beberapa kondisi yang harus dipahami tenaga kesehatan ketika akan
melakukan pemijatan pada ibu hamil. Pemijatan tidak dapat dilakukan pada
ibu hamil dengan kondisi sebagai berikut:
13
1) Perdarahan
2) Demam
3) Mual
4) Diare
5) Inflamasi vaskuler akut seperti flebitis
6) Tekanan darah tingi
7) Pnemonia akut
8) Penyakit infeksi
9) Diabetes dengan komplikasi seperti gangguan pada ginjal
10)Kanker
TEKNIK PENGURANGAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL
Alat dan bahan
1. Baby oil, atau minyak lain yang bersumber dari biji
2. Tempat yang nyaman bisa meja atau tempat yang datar
3. Alat cuci tangan
4. Waslap
Langkah kerja:
N Langkah kerja Gambar
o
1 Informed concent
a. Memperkenalkan diri
b. Menjelaskan maksud dan tujuan
c. Menjelaskan langkah kerja
d. Meminta persetujuan pasien
2 Langkah I
Mencuci tangan
Melumuri telapak tangan dengan oil
Letakkan tangan di atas meja dengan
tangan menghadap ke atas
14
3 Temukan titik acupresure di
bawah pergelangan tangan
4 Tekan titik acupresure searah
jarum jam
5 Langkah II
Cari titik accupresure di sela
telunjuk dan ibu jari
6 Pijat memutar searah jarum jam
dan lakukan hingga rasa mual
berkurang
8 Langkah 3
Cari titik acupresure di ujung jari
manis
9 Kemudian pijat titik tersebut
dengan ujubg jari telunjuk dan ibu jari
15
1 Terminasi
0 Tanyakan respon dari pasien
Evaluasi dan tugas:
1. Carilah jurnal jurnal yang mendukung teknik accupresure dalam mengatasi
masalah kebidanan
2. Lakukan praktik mandiri accupresure untuk mengurangi mual muntah pada
ibu hamil TM 1
Capaian Pembelajaran :
Mahasiswa mampu mengaplikasikan
a. Definisi Akupresur
Akupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan
pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Berguna untuk
mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan,
kelelahan dan penyakit. pada titik-titik penekanan ini, lebih dari 1000 darinya
sebenarnya merupakan syaraf kecil dengan diameter kurang lebih satu
sentimeter, dengan kedalaman yang bervariasi antara seperempat hingga
beberapa inci. yang menempel atau dekat dengan otot atau tendon. Titik-titik
akupresur terletak pada kedua telapak tangan begitu juga pada kedua
telapak kaki.
Di telapak kita terdapat titik akupresuruntuk jantung, paru, ginjal,
mata, hati, kelenjar tiroid, pankreas, sinus dan otak. Jika anda tidak
mengetahui secara tepat dimana titik -titik itusecara tepat di tangan anda
maka tepukkanlah tangan anda selama dua menit dan tangan anda akan
mendapatkan tekanan yang diperlukan. Akupresur adalah terapi dengan
menekan titik di bagian tubuh yang merupakan jalur meridian (saluran
dalam tubuh yang dilewati energi Chi) dengan penekanan menggunakan
16
tangan, terutama jempol, sehingga dengan penekanan tersebut akan
mempengaruhi Chi (energi), Xie (darah) dan organ-organ tubuh baik organ
padat (Cang) dan organ berongga (Fu), sehingga keseimbangan panas-
dingin tubuh bisa harmonis, daya tahan tubuh meningkat, seingga
patogen penyakit bisa ditangani oleh imunitas tubuh tersebut (Wei Chi).
Akupresur dengan akupuntur secara prinsip sama, hanya perbedaannya
ialah pada cara merangsang jalur meridian itu kalau pada akupuntur
dipakai alat yaitu jarum kalau dengan akupresur dengan menggunakan
pijatan jari atau tangan.
b. Manfaat Terapi Akupresur
1) Manajemen Stress dan keseimbangan tubuh energy
Akupresur membantu seseorang dalam pengelolaan stress. Ini
menenangkan ketegangan syaraf dan meningkatkan ketahanan stres
individu karena langsung bekerja pada sistem saraf otonom. Akupresur
meningkatkan relaksasi tubuh dan menciptakan pikiran positif.
Akupresurampuh dalam mengurangi ketidaknyamanan dan bekerja
dalam meningkatkan seseorang kesejahteraan mental serta kesejahteraan
emosional karena kunci untuk gangguan belajar dan trauma emosional.
Dengan membebaskan stress, meningkatkan kekebalan
akupresurseseorang untuk berbagai penyakit, mempromosikan kesehatan
dan mengembalikan aliran energi positif dalam tubuh.
2) Meringankan Nyeri
Akupresur dikenal memiliki efek jangka panjang pada nyeri di bagian
tubuh yang berbeda. Akupresur dipraktekkan di seluruh dunia untuk
mengobati radang sendi, nyeri otot di lengandan leher, nyeri leher, nyeri
sendi, spondilitis, osteoartritis, nyeri yang disebabkan oleh olahraga dan
atletik dan nyeri tubuh lainnya. Terapis Akupresurberpendapat bahwa
akupresurharus digunakan sebagai pengobatan utama untuk gangguan
lokomotif. Satudapat belajar perawatan diri aplikasi akupresuruntuk
mengatasi kelelahan, sakit kepala, nyeri otot kronis dan fibromyalgia.
Dengan teknik akupresur, seseorang dapat menyingkirkan gangguan saraf
17
seperti kelumpuhan wajah, gangguan saraf perifer, epilepsi, vertigo,
multiple sclerosis, sinusitis, insomnia, masalah libido dan gangguan
perut
3) Berkaitan dengan Bersalin
Akupresur sangat membantu dalam menangani perubahan dan risiko
kehamilan. Berlatih akupresur selama kehamilan melemaskan otot-otot
Anda, menyeimbangkan mood dan emosi, meredakan gejala fisiologis
yang berhubungan dengan kehamilan seperti kembung, retensi air,
kram otot, nyeri pada leher, punggung, pinggul, linu panggul, sakit
kepala, mual, tekanan darah, aliran darah dll. Pada trimester terakhir
kehamilan, akupresur menginduksi akhir persalinan, memudahkan
proses pengusiran dan mengurangi nyeri persalinan. Setelah melahirkan,
ia membantu seorang wanita dengan memperkuat kekuatan
penyembuhan dari tubuhnya. Secara alami mengurangi depresi pasca
melahirkan, stres, masalah laktasi dan gangguan kelamin.
Akupresurterapi pijat sangat membantu seorang wanita trauma
postmenstrual, menopause, nyeri menstruasi, perubahan suasana hati dan
sakit punggung
c. Teori Dasar Praktek Akupresur
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pijat akupresur:
1) Pijat akupresur tidak boleh dilakukan terhadap orang yang :
- Dalam keadaan yang terlalu lapar
- Dalam keadaan terlalu kenyang
- Dalam keadaan terlalu emosional (marah, sedih, khawatir)
- Dalam keadaan hamil muda
2) Selain kondisi si penderita, ruangan untuk terapi akupresurpun harus
diperhatikan :
- Suhu ruangan jangan terlalu panas atau terlalu dingin.
- Sirkulasi udara baik, tidak terlalu pengap dan tidak melakukan
pemijatan di ruang berasap.
18
- Terapi bisa dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring dengan
tenang, tidak dalam keadaan tegang.
3) Cara Memijat Akupresur
- Pijatan bisa kita lakukan setalah menemukan titik meridian yang
tepat, yaitu timbulnya reaksi pada titik pijat berupa rasa nyeri, linu
atau pegal.
- Pijatan bisa dilakukan dengan menggunakan jari tangan, (Jempol
dan Jari telunjuk)
- Lama dan banyaknya tekanan (pemijatan)
- Pijatan untuk menguatkan (Yang), untuk kasus penyakit dingin,
lemah, pucat/lesu, dapat dilakukan dengan maksimal 30 kali
tekanan, untuk masing-masing titik dan pemutaran pemijatannya
searah jarum jam.
- Pemijatan yang berfungsi melemahkan (Yin) untuk kasus penyakit
panas, kuat, muka merah, berlebihan/hiper dapat dilakukan dengan
minimal 50 kali tekanan dan cara pemijatannya berlawanan jarum jam.
d. Terapi akupresur dapat dilakukan di berbagai bagian tubuh, termasuk
pada wajah. Ini merupakan alat untuk menyehatkan kulit, yang juga dapat
membuat panjang umur. Facial akupresur/totok wajah membuat kulit
wajah Anda bersih dan kencang. Facial akupresur/totok wajah
menghasilkan aliran darah lokal di kapiler-kapiler wajah dan
melepaskan Anda dari berbagai keluhan seperti sakit kepala, insomnia,
ketegangan saraf, sinus, mata lelah, dan sumbatan hidung.Facial
akupresurbekerja secara spesifik untuk menghasilkan kesehatan kulit.
Cara kerja dari facial akupresurpada wajah adalah sebagai berikut :-
Membantu mengatur aliran bebas dari Qi dan darah serta memfasilitasi
penyerapan nutrisi-nutrisi.-Merangsang/menstimulasi drainase limfatik dan
membantu kulit untuk bernapas.-Merangsang/menstimulasi kulit untuk
memproduksi kolagen, serta melembutkan dan menghaluskan kulit, juga
mengatur keseimbangan hormon.-Mengatur kerja normal dari organ-organ
dalam dan menyebabkan kontraksi otot
19
BAB II
Praktik Teraphi Komplemener Kebidanan Dengan Teknik
Body Mass
KOMPLEMENTER
ASUHAN
BAB II PADA IBU HAMIL
KEBIDANAN
BODY MASS
A. Capaian Pembelajaran
1 Mampu memahami, menganalisis, dan menilai asuhan kebidanan pada
kehamilan dengan penggunaan komplementer Body mass
2 Mampu melakukan praktik asuhan kebidanan komplementer kehamilan
untuk mengatasi keluhan masa kehamilan dengan body mass ( Massage
dan Yoga.)
B. Asuhan Kebidanan Komplementer pada Ibu hamil dengan
Terapi Body Mass (Massage dan Yoga)
Pada Pedoman Bagi Ibu Hamil, Bersalin Nifas dan Bayi Baru Lahir di Era
Pandemic COVID–19 yang di terbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI 2020,
ibu hamil diharapkan senantiasa menjaga kesehatan dengan menkonsumsi
makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan tetap mempraktikkan
aktivitas berupa senam ibu hamil, yoga/pilates/aerobic peregangan secara
mandiri di rumah agar ibu tetap bugar dan sehat.
Yoga merupakan salah satu bagian dari terapi komplementer. Yoga yang biasa
diterapkan pada ibu hamil disebut prenatal yoga. Prenatal yoga merupakan
jenis yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil dalam mempersiapkan
proses persalinan yang nyaman. Manfaat yang didapatkan dalam melakukan
prenatal yoga adalah menjaga keseimbangan hormon, mengurangi morning
sickness, mengurangi keluhan sembelit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
mencegah terjadinya sakit saat hamil, meningkatkan sirkulasi darah,
20
meremajakan otot-otot kaki, menguatkan lutut, pergelangan kaki dan paha dan
meredakan gejala linu pinggul yang biasa di rasakan oleh ibu hamil
disebabkan oleh tekanan bayi. Kontra indikasi prenatal yoga adalah
preeklamsia, placenta previa, cervix incompetent, hipertensi dan riwayat
perdarahan/ keguguran berulang pada kehamilan sebelumnya.
Pregnancy massage dengan konsep holistic adalah salah satu terapi holistik
yang diawali dengan relaksasi pernafasan kemudian berdoa kepada Tuhan
memaohon kesejahteraan body, mind dan spirit, dilanjutkan dengan
memunculkan rasa peduli, mencintai dan penuh kasih pemijat pada ibu
dengan tulus. Teknik pijat dilakukan dengan cara efflurage, petrisage, dan love
kneading pada bagian tubuh tertentu untuk meningkatkan darah dan sirkulasi
(Wahyuni, 2007).
Pijat kehamilan dapat membantu menenangkan dan merelaksasikan ibu hamil
yang sering mengalami kecemasan, sehingga ibu hamil dapat merasakan tidur
yang lebih berkualitas. Ibu hamil relaks akan lebih merasa bahaga, sehat dan
melahirkan lancar (Sutarmi, dkk, 2014).
Kontra indikasi area pemijatan (akupresure) pada ibu hamil:
1. Abdominal massage
Meskipun pemijatan perut secara lembut dapat dilakukan secara aman pada
sebagian besar wanita hamil, beberapa terapis lebih memilih untuk
menghindari pemijatan perut pada ibu hamil selama trimester pertama
untuk memastikan keselamatan pasien.
2. Leg massage
Pengulangan terhadap teknik tertentu terutama di kaki bagian samping
berpotensi membawa resiko yang cukup tinggi seperti halnya praktik pijat
di Swedia sebelum tahun 1985 yang menganggap bahwa kehamilan adalah
sebuah kontraindikasi mutlak untuk pemijatan pada semua bagian tubuh.
21
Kontraindikasi keadaan pemijatan
Ada beberapa kondisi yang harus dipahami tenaga kesehatan ketika akan
melakukan pemijatan pada ibu hamil. Pemijatan tidak dapat dilakukan pada
ibu hamil dengan kondisi sebagai berikut:
1. Perdarahan
2. Demam
3. Mual
4. Diare
5. Inflamasi vaskuler akut seperti flebitis
6. Tekanan darah tingi
7. Pnemonia akut
8. Penyakit infeksi
9. Diabetes dengan komplikasi seperti gangguan pada ginjal
10. Kanker
Manfaat Pregnancy Massage
1. Menciptakan hubungan yang harmonis antara ibu dan bayi
2. Meningkatkan sirkulasi darah
3. Mengurangi kecemasan
4. Meningkatkan pola tidur
5. Membantu mengurangi edema
6. Memperbaiki postur tubuh
7. Mengurangi nyeri punggung, bahu, dan leher pada ibu dan kondisi otot
secara umum kehamilan
8. Menstabilkan perubahan hormon dan tekanan darah
Posisi pregnancy massage
1. Prone (telungkup)
2. Supinasi (telentang)
3. Semireclining (semi fowler)
4. Sidelying (menyamping)
22
Tahap persiapan sebelum melakukan Massage
Persiapan alat:
1. Kursi/ tempat duduk dan tempat bersandar
2. Kasur sprei putih,
3. Slimut
4. Aroma therapi diffuser
5. Minyak aromateraphy sesuai keinginan pasien
6. Handuk
Persiapan bidan
1. Menyiapkan alat
2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
3. Mencuci tangan
Langkah kerja:
No Langkah kerja Gambar
1 Informed concent
e. Memperkenalkan diri
f. Menjelaskan maksud dan tujuan
g. Menjelaskan langkah kerja
h. Meminta persetujuan pasien
2 Langkah I
Persiapan alat
Menyiapkan alat alat yang digunakan
Kursi/ tempat duduk dan tempat
bersandar
Kasur sprei putih,
Slimut
Aroma therapi diffuser
Minyak aromateraphy sesuai
keinginan pasien
handuk
mengatur posisi pasien senyaman
mungkin
23
3 Persiapan Bidan
Mencuci tangan
Melumuri telapak tangan dengan oil
4 Persiapan Lingkungan
Menutup gorden atau pintu
Pastikan privasi pasien terjaga
6 Pijat memutar searah jarum jam dan lakukan
hingga rasa mual berkurang
8 Langkah 3
Cari titik acupresure di ujung jari manis
9 Kemudian pijat titik tersebut dengan ujubg
jari telunjuk dan ibu jari
10 Terminasi
Tanyakan respon dari pasien
24
BAB III
Praktik Teraphi Komplemener Kebidanan Dengan Teknik
Herbal
KOMPLEMENTER
ASUHAN
BAB III PADA IBU HAMIL
KEBIDANAN
HERBAL
A. Capaian Pembelajaran
1 Mampu memahami, menganalisis, dan menilai asuhan kebidanan pada
kehamilan dengan penggunaan komplementer Body mass
2 Mampu melakukan praktik asuhan kebidanan komplementer kehamilan
untuk mengatasi keluhan masa kehamilan dengan terapi Herbal
B. Asuhan kebidanan Komplementer pada ibu Hamil dengan
Terapi Herbal
Pandemi covid-19 juga telah menyebabkan terjadinya masalah
pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan terutama pelayanan kesehatan
maternal dan neonatal. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PP Pogi yang
disampaikan oleh ketua Himpunan Obstetric Ginekologi Sosial Indonesia
(HOGSI), Dr. dr R. Soerjo Hadijono SpOG (K) pada acara Webinar Ikatan Bidan
Indonesia (IBI) bekerja sama dengan USAID Jalin pada tanggal 22 April dan 30
April 2020 tentang Pelayanan Antenatal Pada Masa Pandemi Covid–19. Dr. dr
R. Soerjo Hadijono menjelaskan bahwa pada trimester 1 pemeriksaan
antenatal dibutuhkan untuk skrining faktor resiko dan pemeriksaan
ultrasonograpi bila ada keluhan serta kecurigaan terhadap kejadian kehamilan
ektopik, pada trimester II pemeriksaan ANC dapat dilakukan melalui tele
konsultasi/konseling kecuali di jumpai kondisi gawat darurat, pada trimester
III pemeriksaan antenatal harus dilakukan dengan tujuan utama untuk
25
menyiapkan proses kehamilan. Adapun kondisi yang membutuhkan
pemerikasaan antenatal adalah mual/muntah hebat, perdarahan banyak,
gerakan janin berkurang, ketuban pecah, nyeri kepala hebat, tekanan darah
tinggi, kontraksi berulang, ibu kejang, ibu hamil dengan DM Gestasional, PEB,
pertumbuhan janin terhambat dan penyakit penyerta lain.
Ramuan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan asuhan
komplementer pada ibu hamil seperti aromaterapi, jeruk, sere, beras, dll yang
dikemas dalam bentuk produk.
Keluhan yang sering kita temui pada ibu hamil adalah masalah mual
muntah terutama pada trimester pertama. Hampir 50% wanita hamil
mengalami mual dan biasanya mual ini mulai dialami sejak awal
kehamilan. Salah satu bentuk terapi komplementer dalam mengurangi
terjadinya mual adalah pemberian aromaterapi. Mekanisme kerja aromaterapi
pada tubuh manusia adalah sebagai berikut : minyak tumbuh-tumbuhan yang
merupakan sumber aromaterapi dapat masuk ke dalam tubuh dengan 2 cara
yaitu diabsorbsi kulit dan inhalasi, pemberian aromaterapi dapat dilakukkan
dengan cara Inhalasi, Topikal atau dioles, Pijatan, dan Semprotan untuk
ruangan. Penelitian yang berkaitan dengan pemberian aromaterapi pada ibu
hamil mengatakan bahwa pemberian aromaterapi pepermint inhalasi pada ibu
hamil trimester I efektif menurunkan mual muntah dan menurut Tillett (2010)
dan Burns (2000) dalam Systematic Review Smith (2011) belum ada penelitian
atau bukti nyata bahwa pemberian aromaterapi pada ibu berdampak
merugikan ibu maupun janin.
26
Sedangkan pada masa nifas salah satu terapi komplementer yang
dapat diterapkan adalah herbal compresses. Teknik ini merupakan gabungan
antara teknik di Swedia dan Thailand. Di Thailand sendiri biasanya disebut
dengan hot herbal compresses. Herbal compresses terbuat dari kain yang dibuat
dalam bentuk bola kemudian ujung-ujung kain diikat mejadi satu di dalamnya
terdapat ramuan herbal yang terdiri dari jeruk purut, kunyit, kapur barus,
serai, serta rempah-rempah lainnya, kemudian bola ini di panaskan (dikukus)
terlebih dahulu. Manfaat dari herbal compresses adalah melancarkan
peredaran darah, mengurangi pembengkakan, menghilangkan peradangan
otot, menghilangkan rasa sakit dan menghilangkan pembengkakan pada
payudara. Penelitian yang dilakukan oleh Ketsuwan et al (2018) menunjukkan
bahwa herbal compresses dapat mengurangi rasa sakit pada payudara ibu post
partum yang mengalami pembengkakan, hal–hal yang perlu diketahui sebelum
menggunakan herbal compresses adalah tidak boleh diberikan pada pada saat
panas. Pada saat digunakan lapisi herbal compresses dengan handuk yang
bersih, jangan menekan terlalu keras, kompres pada daerah yang sudah di
tentukan.
27