1.
Oposisi kontraris yaitu pertentangan
antara dua pernyataan universal atas dasar
satu term yang sama. Akan tetapi berbeda
dalam kualitasnya.
o Hukumnya:
▪ Bila pernyataan yang satu benar, yang lain pasti
salah
o [Link] pernyataan yang satu salah, maka yang lain dapat
juga benar dan dapat juga salah.
2. Contoh: Semuanya adalah menulis
▪ Semuanya tidak ada yang menulis.
3. II. Oposisi Subkontrarisyaitu
pertentangan antara dua pernyataan
particular atas dasar term yang sama,
tetapi berbeda dalam kualitasnya.
o Hukumnya:
o a. Bila pernyataan yang satu salah maka yang lain dapat
diakui benar.
o jika pernyataan yang satu benar maka yang lain dapat
benar dan juga dapat salah[3]
o Contoh: Sebagian adalah sarjana Teknik
▪ Sebagian bukan sarjana Teknik
4. III. Oposisi Kontradiktorisyaitu dimana
yang satu menyengkal apa yang diakui oleh
yang lain.
o Contoh: Semua manusia berfikir
o Beberapa manusia tidak
berfikir
o Proposisi yang satu memakai “semua” yang lain
memakai “beberapa” dan memakai “ada” yang lain
“tidak ada” karena itu dalam kontradiktoris yang
berbeda ada pada kuantitas (semua, beberapa)
dan dalam kualitas (ada, tidak ada). Dalam oposisi
ini mempunyai tabiat bila satu salah, yang lain
benar. Dan bila yang satu benar yang lain harus
salah, tidak mungkin benar keduanya atau salah
keduanya.[4]
5. Oposisi Subalternasi yaitu pertentangan antara dua pernyataan atas dasar
satu term yang sama dan berkualitas sama tapi berbeda dalam kuantitasnya.
Subalternasi ini dibagi dua yaitu :
• Sub implikasi, yaitu hubungan logis pernyataan particular
terhadap pernyataan universal atas dasar term yang
sama serta kualitas sama.
6. Hukumnya : a. Bila pernyataan particular salah, maka pernyataan universal
pasti salah.
7. b. Bila pernyataan particular benar, maka yang universal tidak dapat diketahui
benar atau salah.
8. Contoh : Sebagian adalah seniman
• Semuanya adalah seniman.
• Super implikasi, yaitu hubungan logis pernyataan
universal terhadap pernyataan particular atas dasar term
yang sama serta kualitas yang sama
9. Hukumnya :a. Bila pernyataan universal benar, maka yang particular pasti
benar
10. b. Bila pernyataan universal salah, maka yang particular tidak dapat diketahiu
benar atau salah.
11. Contoh : Semua adalah pemberontak
12. Ada sebagian yang memberontak[
[Link]
2. Contoh silogisme beraturan Sub-Pre:
• Semua benda adalah makhluk tak hidup
• Meja adalah benda
• Jadi, Meja adalah makhluk tak hidup
Contoh silogisme beraturan Bis-Pre:
• Bila aku mendapat nilai yang jelek aku akan dihukum.
• Aku mendapatkan nilai yang bagus,
• Jadi, aku tidak akan dihukum.
Contoh silogisme beraturan Bis-Sub:
• Ibu berada di Jakarta atau Bandung
• Ibu berada di Jakarta
• Jadi, ibu tidak berada di Bandung
Contoh silogisme beraturan Pre-Sub:
• Bu Gina sedang menjelaskan materi IPS atau PPKn.
• Ternyata Bu Gina sedang menjelaskan materi PPKn.
• Bu Gina menjelaskan materi PPKn bukan materi IPS.
3. Dalam logika matematika, tautologi adalah suatu pernyataan majemuk yang bernilai benar untuk
setiap kemungkinan. Jadi, tautologi berlawanan dengan kontradiksi. Hal ini dapat dibuktikan
menggunakan tabel kebenaran ataupun sifat-sifat logika.
Contoh tautologi adalah:
p ~p p ∨ ~p
B S B
B S B
S B B
S B B
[(p → q) ∧ ~q] →
p q ~p ~q p → q (p → q) ∧ ~q
~p
B B S S B S B
B S S B S S B
S B B S B S B
S S B B B B B
Dari tabel di atas, bisa dilihat bahwa apapun nilai kebenaran premis p dan q, semua pernyataan di atas
tetap bernilai benar, sehingga di-golongkan sebagai "Tautologi".
Sumber: [Link]