Peningkatan Menulis Aksara Jawa SD
Peningkatan Menulis Aksara Jawa SD
SKRIPSI
Oleh
Oleh
Elia Arsiati Jani Wilyadi
NIM 12108241025
i
ii
iii
iv
MOTTO
1. Ilmu itu murah dan mudah. Kemauan untuk belajar itulah yang mahal dan
2. “Every student can learn, just not on the same day, or the same way”
(Setiap siswa dapat belajar, tidak di hari yang sama, atau dengan cara yang
v
PERSEMBAHAN
Dengan penuh rasa syukur atas penyelesaikan penulisan skripsi ini, maka
1. Kedua orang tuaku yang telah memberikan kasih sayang, dukungan baik
vi
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS AKSARA
JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
TEAMS GAMES TOURNAMENT DI KELAS V SD NEGERI
NGLENGKING SLEMAN
Oleh:
Elia Arsiati Jani Wilyadi
NIM 12108241025
ABSTRAK
Menulis aksara Jawa masih dirasa sulit bagi siswasehingga siswa pasif
dalam pembelajaran. Hal tersebut menjadikan keterampilan menulis aksara Jawa
rendah, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
menulis aksara Jawa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games
Tournament di kelas V SD Negeri Nglengking Sleman.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan
menggunakan model Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa
kelas V SD Negeri Nglengking yang berjumlah 13 siswa. Penelitian ini terdiri dari
duasiklus. Setiap siklus melalui empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2)
pelaksanaan,(3) observasi, (4) refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dan deskripsi kuantitatif.
Hasil penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan model
TeamsGames Tournament dapat meningkakan keterampilan menulis aksara Jawa
pada kelas V SD Negeri Nglengking. Terdapat peningkatan keterampilan menulis
siswa pada siklus I sebesar 58,3% dan meningkat menjadi 83,3%. Hasil penelitian
menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa kelas V yang berjumlah 13
siswa sebesar 11,41%.
Kata kunci: keterampilan menulis, aksara Jawa, model Teams Games Tournament
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan
Sleman” dapat terselesaikan. Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
Keberhasilan skripsi ini dapat terwujud berkat bimbingan, bantuan, dan kerjasama
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ucapan terima kasih saya berikan kepada:
1. Rektor UNY yang telah mengijinkan penulis untuk kuliah di PGSD FIP UNY.
2. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yang telah memberikan ijin dalam
3. Ketua Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar FIP UNY yang telah menyetujui dan
permasalahan akademik.
6. Bapak/Ibu dosen yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat, serta seluruh
viii
8. Guru Bahasa Jawa kelas V SD Negeri Nglengking atas kerjasama dan
terselesaikannya penelitian ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
10. Siswa kelas V SD Negeri Nglengking atas partisipasi aktif dalam kegiatan
11. Bapak, Ibu, dan keluargaku atas dukungan, doa, dan kasih sayang yang selalu
diberikan.
12. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak
senantiasa diharapkan oleh penulis. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat
Penulis
ix
DAFTAR ISI
hal
HALAMAN JUDUL................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN .................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iv
MOTTO ...................................................................................................... v
PERSEMBAHAN ....................................................................................... vi
ABSTRAK .................................................................................................. vii
KATA PENGANTAR ................................................................................ viii
DAFTAR ISI ............................................................................................... x
DAFTAR TABEL ....................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................... 6
C. Batasan Masalah ......................................................................... 7
D. Rumusan Masalah....................................................................... 7
E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 7
F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 8
G. Definisi Operasional ................................................................... 9
xii
DAFTAR TABEL
hal
Tabel 1 Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar ............................... 14
Tabel 2 Aksara Legena dan Pasangannya ............................................... 20
Tabel 3 Sandhangan Bunyi Vokal........................................................... 21
Tabel 4 Sandhangan Konsonan Penutup Suku Kata (Panyigeg) ............ 22
Tabel 5 Sandhangan Wyanjana ............................................................... 23
Tabel 6 Fase-fase Dalam Pembelajaran Kooperatif ................................ 26
Tabel 7 Skor individu dalam Turnamen .................................................. 35
Tabel 8 Skor Tim dalam Turnamen ......................................................... 35
Tabel 9 Papan Skor Individu ................................................................... 36
Tabel 10 Papan Skor Kelompok ................................................................ 36
Tabel 11 Kisi-Kisi Instrumen Lembar Observasi Guru Pelaksanaan
Pembelajaran Model Pembelajaran Teams Games Tournament 57
Tabel 12 Kisi-Kisi Instrumen Lembar Observasi Aktivitas belajar bahasa
Jawa Siswa Kelas V Menggunakan Model Pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT) ......................................................... 58
Tabel 13 Kisi-kisi Post-test Keterampilan Menulis aksara Jawa .............. 58
Tabel 14 Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis aksara Jawa ............... 59
Tabel 15 Kriteria Penilaian keterampilan menulis aksara Jawa ................ 60
Tabel 16 Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran Bahasa Jawa ...... 62
Tabel 17 Kriteria Keberhasilan Proses Pembelajaran Aktivitas Siswa ..... 63
Tabel 18 Kriteria Hasil Aktivitas Siswa .................................................... 63
Tabel 19 Nilai Pre-test Pra Tindakan Menulis Aksara Jawa Kelas V ...... 65
Tabel 20 Pembentukan Kelompok Belajar Pertemuan Pertama ................ 67
Tabel 21 Pembagian Kelompok untuk Turnamen I................................... 74
Tabel 22 Hasil Nilai yang Diperoleh Kelompok pada Turnamen I ........... 76
Tabel 23 Pembentukan Kelompok Belajar Pertemuan Kedua .................. 80
Tabel 24 Pembagian Kelompok untuk Turnamen .................................... 82
Tabel 25 Hasil Nilai yang Diperoleh Kelompok pada Turnamen II ......... 82
Tabel 26 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ............... 85
Tabel 27 Kriteria Presentase Skor ............................................................. 86
Tabel 28 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I .............. 87
xiii
Tabel 29 Rekapitulasi Nilai Post-test Siswa Siklus I ................................ 92
Tabel 30 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pre-test dan Post-test Siklus I 93
Tabel 31 Refleksi Hasil Siklus I ................................................................ 97
Tabel 32 Pembentukan Kelompok Belajar Pertemuan Ketiga .................. 102
Tabel 33 Pembagian Kelompok untuk Turnamen III ................................ 103
Tabel 34 Hasil nilai yang diperoleh kelompok pada Turnamen III ........... 104
Tabel 35 Pembentukan Kelompok Belajar Pertemuan Keempat .............. 107
Tabel 36 Pembagian Kelompok untuk Turnamen IV ................................ 109
Tabel 37 Hasil Nilai yang diperoleh kelompok pada Turnamen IV .......... 110
Tabel 38 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Guru Mengajar Siklus II 111
Tabel 39 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ............. 113
Tabel 40 Hasil Belajar Siklus II ................................................................ 118
Tabel 41 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pre-test, Post-test Siklus I dan
Siklus II ...................................................................................... 120
xiv
DAFTAR GAMBAR
hal
Gambar 1 Penempatan siswa dalam Meja Turnamen ............................. 34
Gambar 2 Alur Kerangka Pikir ............................................................... 41
Gambar 3 Desain Penelitian Model Kemmis dan Mc Taggart ............... 44
Gambar 4 Hasil Tingkat Ketuntasan Pre-test Menulis Aksara Jawa ...... 66
Gambar 5 Hasil Tingkat Ketuntasan Post-test Menulis Aksara Jawa
Siklus I.................................................................................... 93
Gambar 6 Perbandingan Nilai Menulis Aksara Jawa Siswa pada Pretest
dan Post-test ........................................................................... 94
Gambar 7 Perbandingan Presentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus dengan
Siklus I.................................................................................... 95
Gambar 8 Diagram Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I dan Siklus II 113
Gambar 9 Diagram hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II 118
Gambar 10 Hasil Ketuntasan Post-test Menulis Aksara Jawa Siklus II ... 119
Gambar 11 Perbandingan Hasil Tingkat Ketuntasan Post-test Menulis
Aksara Jawa Siklus I dan II .................................................... 120
Gambar 12 Perbandingan Nilai Membaca Aksara Jawa pada Pre-test,
Post-test Siklus I, dan Post-test Siklus II ............................... 122
Gambar 11 Perbandingan Presentase Ketuntasan Siswa Pra siklus, Siklus I,
dan Siklus II ........................................................................... 123
xv
DAFTAR LAMPIRAN
hal
Lampiran 1 Data Subyek Penelitian ........................................................ 131
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ....................... 133
Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ..................... 153
Lampiran 4 Soal Post-test Siklus I .......................................................... 169
Lampiran 5 Soal Post-test Siklus II ......................................................... 172
Lampiran 6 Hasil Post-test Siklus I ......................................................... 174
Lampiran 7 Hasil Post-test Siklus II........................................................ 176
Lampiran 8 Rekapitulasi Hasil Nilai Siklus I dan II ............................... 178
Lampiran 9 Aturan Turnamen Akademik ............................................... 179
Lampiran 10 Bagan Pertandingan Turnamen 1 ........................................ 180
Lampiran 11 Teknik Penyekoran Individu Siswa Turnamen I ................. 181
Lampiran 12 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen I ............ 183
Lampiran 13Bagan Pertandingan Turnamen II ......................................... 184
Lampiran 14 Teknik Penyekoran Individu Siswa Turnamen II ................ 185
Lampiran 15 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen II ........... 187
Lampiran 16Bagan Pertandingan Turnamen III ....................................... 189
Lampiran 17 Teknik Penyekoran Individu Siswa Turnamen III .............. 190
Lampiran 18 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen III.......... 192
Lampiran 19 Bagan Pertandingan Turnamen IV ...................................... 194
Lampiran 20 Teknik Penyekoran Individu Siswa Turnamen IV .............. 195
Lampiran 21 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen IV ......... 197
Lampiran 22 Hasil Menulis aksara Jawa Siswa ........................................ 199
Lampiran 23 Lembar Observasi Kegiatan Guru ....................................... 203
Lampiran 24 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa ......................... 206
Lampiran 25 Hasil Observasi Guru pada Siklus I Pertemuan 1................ 209
Lampiran 26 Hasil Observasi Guru pada Siklus I Pertemuan 2................ 212
Lampiran 27 Hasil Observasi Guru pada Siklus II Pertemuan 1 .............. 215
Lampiran 28 Hasil Observasi Guru pada Siklus II Pertemuan 2 .............. 218
Lampiran 29 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I
Pertemuan 1 ........................................................................ 221
xvi
Lampiran 30 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I
Pertemuan 2 ........................................................................ 224
Lampiran 31 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II
Pertemuan 1 ........................................................................ 227
Lampiran 32 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II
Pertemuan 2 ........................................................................ 230
Lampiran 33 Dokumentasi Penelitian ....................................................... 233
Lampiran 34 Surat Ijin Penelitian ............................................................. 237
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
dapat melakukan aktivitas belajar secara optimal dan memperoleh hasil belajar
materi, partisipasi aktif siswa serta prestasi belajar. Semakin tinggi tingkat
pemahaman siswa, penguasaan materi, partisipasi aktif, serta prestasi belajar yang
dicapai siswa maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran. Perlu
kita ketahui, bahwa hakikat pembelajaran yang efektif bukan hanya terletak pada
hasil yang dicapai oleh peserta didik, namun proses dari pembelajaran itu sendiri
kehidupan mereka. Hal tersebut juga senada dengan pendapat E. Mulyasa (2002:
1
Setiap proses pembelajaran, peranan guru selaku pendidik bertugas
membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik dan mudah dalam
menerima apa yang diajarkan oleh guru. Guru bukan hanya menjadi pusat dari
kegiatan pembelajaran, namun keterlibatan aktif menjadi hal yang tidak kalah
pentingnya agar dapat memancing siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan
kelas yang kooperatif menjadi bagian penting dari tugas guru. Tujuan
pembelajaran dicapai tidak hanya oleh dan untuk siswa saja tetapi dicapai bersama
sama antara guru dengan siswa. Siswa selaku peserta didik berusaha untuk
dari proses pendidikan adalah proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.
Perbaikan mutu pendidikan harus dimulai dengan menata dan meningkatkan mutu
pembelajaran yang ada di kelas, salah satunya pada mata pelajaran bahasa Jawa.
tujuan yang berbeda. Bahasa Jawa diajarkan dalam rangka melestarikan bahasa
dan budaya yang mulai tergerus oleh kemajuan jaman. Pelestarian nilai–nilai
budaya yang adiluhung atau tinggi nilainya harus dilakukan sebagai upaya
bahasa Jawa menjadi penting untuk diberikan kepada siswa sebagai bagian dari
upaya menjaga nilai budaya bangsa Indonesia. Bahasa Jawa adalah salah satu
2
SMA/MA/SMK, bahkan di Propinsi Yogyakarta menjadi mulok wajib bagi semua
pembelajaran bahasa Jawa, siswa tidak hanya diajarkan cara menulis huruf
alphabet namun siswa juga harus trampil menulis aksara Jawa. Aksara Jawa
merupakan bagian dari mata pelajaran bahasa Jawa, bagi siswa pelajaran bahasa
Kepasifan siswa juga ditunjukan saat pembelajaran aksara Jawa. Siswa mau
materi, sedangkan sebagian siswa yang tidak menulis asyik berbicara dengan
3
teman. Siswa mengaku jika saat latihan menulis kata dalam aksara Jawa masih
melihat tulisan guru di papan tulis, lalu siswa ditugasi untuk menulis. Hal ini juga
didapatkan bahwa beberapa siswa kesulitan mengingat aksara Jawa karena jumlah
Keadaan tersebut juga didukung dengan hasil belajar yang diperoleh siswa
untuk materi menulis aksara Jawa jauh dari rata-rata. Guru melakukan penilaian
untuk tiga aspek yaitu: 1) menulis aksara legena atau aksara tanpa pasangan
yaitu 65. Hasil yang diperoleh siswa dalam menulis aksara Jawa masih kurang
dari 65, hal tersebut juga mengindikasikan hasil belajar siswa yang rendah
dibawah KKM. Sebagian besar siswa belum hafal aksara Jawa legena terlebih jika
menggunakan pasangannya.
digunakan guru untuk mengajarkan menulis aksara Jawa kurang variatif, yang
mengakibatkan siswa merasa bosan. Masalah ini juga dikemukakan oleh Mubiar
Agustis (2011: 17) berpendapat bahwa yang menjadi masalah sampai saat ini
adalah masih banyak guru-guru menggunakan metode ceramah dan bersifat satu
arah, guru berbicara sedangkan siswa mendengarkan. Selain itu sikap dari guru
yang tidak dapat menyatu dengan siswa. Seharusnya seorang guru dapat
berhubungan baik dengan siswa-siswa agar siswanya merasa senang dengan guru
dan tidak merasa jenuh serta pasif. Namun dalam hal ini tidak dapat sepenuhnya
4
menyalahkan pada guru, guru di SDN Nglengking sudah berusaha untuk
pelajaran dengan menambah 1 jam pada mata pelajaran lain. Media dan sumber
belajar bahasa Jawa relatif kurang sehingga beberapa materi pembelajaran yang
menulis aksara Jawa, yang merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia, bagi
anak-anak Jawa usia sekolah dasar itu sendiri dapat dikatakan memprihatinkan.
Bahasa Jawa salah satu salah satunya dengaan menggunakan model pembelajaran
yang dapat memunculkan minat belajar siswa yaitu Teams Games Tournament
(TGT).
suku kata atau ras yang berbeda. Senada dengan pendapat Miftahul Huda (2013:
adalah 4 siswa yang heterogen, baik dalam hal akademik, jenis kelamin, ras,
maupun etnis. Inti dari model ini adalah adanya game dan turnamen akademik.
Teams Games Tournament (TGT) melibatkan aktivitas seluruh siswa dan terdapat
5
memungkinkan peserta didik dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kejujuran,
kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar juga rasa percaya diri bagi
peserta didik. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar yang sangat
kesiapan siswa dalam menjawab pertanyaan yang pada akhirnya mereka dituntut
B. Identifikasi Masalah
1. Hasil belajar menulis aksara Jawa siswa yang rendah kurang dari 65.
3. Rendahnya minat siswa untuk belajar menulis aksara Jawa karena materi
6
C. Batasan Masalah
membatasi masalah sebagai ruang lingkup dari penelitian ini yaitu masih
D. Rumusan Masalah
Nglengking?
E. Tujuan Penelitian
Negeri Nglengking.
Nglengking.
7
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Guru
pembelajaran.
b. Bagi Siswa
8
c. Bagi Sekolah
d. Bagi Peneliti
G. Definisi Operasional
gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang
membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik. Aksara Jawa atau
carakan adalah huruf yang bersifat silabis yaitu setiap huruf mewakili satu
suku kata. Jadi menulis aksara Jawa adalah pengalih-hurufan dari abjad latin
ke aksara Jawa.
soal.
9
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teori
Pembelajaran muatan lokal Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa diarahkan agar
Jawa dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta
menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya Jawa (Tim
yaitu pembelajaran yang mempermudah para siswa agar lebih akrab dalam
pergaulan dengan menggunakan bahasa Jawa dan melatih siswa untuk lebih
senang berbicara menggunakan bahasa Jawa yang benar dan tetap sesuai
dengan situasinya.
agar para siswa lebih menyenangi budaya bangsa khususnya Budaya Jawa.
Menumbuhkan cipta, rasa dan karsa, siswa akan diajak untuk mengenal dan
10
kehidupan sehari-hari serta internalisasi diri dalam budaya Jawa yang
sikap, watak dan perilaku peserta didik agar sesuai dengan budaya bangsa.
tingkah laku, tata karma halus budi bahasanya dan menjadi insan yang
beradab.
memahami bahasa dan sastra Jawa, diharapkan tumbuh rasa bangga dalam
diri siswa terhadap bahasa Jawa. Siswa tidak akan malu dan rendah diri
lainnya ketika rasa suka dan rasa bangga telah tertanam dalam dirinya. Selain
itu, pembelajaran bahasa Jawa juga dijadikan sarana untuk melestarikan nilai-
11
nilai luhur dalam bahasa dan sastra Jawa dengan cara meningkatkan
tersebut.
nilai-nilai unggah-ungguh dan budi pekerti luhur seperti, tahu sopan santun,
tata krama berbahasa, dan bisa menempatkan diri di tengah pergaulan umum.
1) Berkomunkasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika dan unggah
ungguh yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
2) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana
berkomunikasi dan sebagai lambang kebanggaan serta identitas daerah.
3) Memahami bahasa Jawa dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif
untuk berbagai tujuan.
4) Menggunakan bahasa Jawa dan meningkatkan kemampuan intelektual,
serta kematangan emosional dan sosial.
5) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra dan budaya Jawa untuk
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan berbahasa.
6) Menghargai dan membanggakan sastra Jawa sebagai khazanah budaya
dan intelektual Indonesia.
bahasa Jawa dalam mata pelajaran Bahasa, sastra, dan Budaya Jawa berfungsi
sebagai sarana yang menumbuhkan rasa bangga dan lebih senang akan
12
budaya bangsa khususnya Budaya Jawa. Apabila siswa SD sudah mampu
bahan ajar atau pokok bahasan dalam pembelajaran bahasa Jawa di sekolah
dasar. Berdasarkan kurikulum muatan lokal mata pelajaran bahasa, sastra, dan
Alokasi waktu untuk muatan lokal bahasa Jawa di sekolah dasar adalah 2 x
13
d. Menulis: mengungkapkan gagasan wacana tulis sastra dan nonsastra
dalam kerangka budaya Jawa. Pokok-pokok pembelajarannya antara lain
menuliscerita dalam bahasa Jawa, geguritan, aksara Jawa, dan lain-lain.
bahasa Jawa seharusnya meliputi lima kompetensi, yaitu (1) kompetensi budi
Jawa, (3) kompetensi lambang Jawa, (4) kompetensi sesorah, (5) kompetensi
menulis sastra dan non sastra. Kelima kompetensi tersebut diturunkan dalam
kurikulum muatan lokal Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa SD (Tim, 2010: 11).
bahasa Jawa kelas V semester 2 di atas, penelitian ini difokuskan pada standar
fisik maupun mental. Aktivitas yang melibatkan fisik maupun mental terjadi
keterampilan saja. Namun, guru harus mampu membawa siswa untuk aktif
dalam belajar.
dalam belajar yang digolongkan oleh Paul [Link] (Sardiman, 2011: 101)
siswa sangat kompleks. Aktivitas belajar bahasa Jawa siswa dapat dilihat
Jawa, bertanya kepada guru jika ada materi yang belum dipahami, diskusi,
16
mengerjakan LKS, dan mempresentasikan hasil diskusi.
turnamen akademik.
seperti ejaan dan tanda baca. Pendapat tersebut juga disampaikan oleh Saleh
lain dengan melalui bahasa tulis. Pada prinsipnya fungsi utama dari tulisan
tatap muka dengan pihak lain. Sama halnya dengan pendapat-pendapat di atas
17
sehingga pembaca tulisan harus dapat memahami dan mengerti maksud dari
tulisan tersebut.
penyampaian pesan kepada orang lain secara tertulis atau tidak langsung yang
yang dapat dimengerti oleh penulis dan dipahami oleh orang lain yang
aksara Jawa.
Aksara Jawa merupakan abjad Jawa yang terdiri atas dua puluh
Aksara Jawa berbeda dengan abjad latin yang sering digunakan dalam
langsung dan diwujudkan dalam rangkaian lambang huruf carakan yang dapat
dimengerti oleh pembaca. Menulis aksara Jawa pada hakikatnya sama dengan
menuntut adanya pemahaman, ketelitian, dan latihan yang teratur. Hal ini
bertujuan supaya dapat menghasilkan tulisan aksara Jawa dengan baik dan
benar. Tulisan yang baik dalam menulis aksara Jawa dapat dilihat pada
18
Mengacu pada pengertian menulis yang dikemukakan di depan,
grafis berupa aksara Jawa. Aksara Jawa memiliki 20 huruf utama yang
disebut aksara legena atau aksara telanjang dan memiliki vokal dasar "a".
Aksara ini sudah dapat membentuk kata/kalimat tanpa diberi imbuhan apapun
sebagai cara untuk mematikan huruf yang diberi pasangan digunakan untuk
mematikan huruf di tengah kata atau kalimat (apabila untuk mematikan huruf
sebagai urutan aksara Jawa yang dimulai dari aksara legena (ha) hingga
19
Tabel 2 Aksara Legena dan Pasangannya
Nama Bentuk Pasangan Nama Bentuk Pasangan
Aksara Aksara aksara Aksara
ha pa
a ......H p ......P
na dha
n N
......N
...... d D
.....D
.....
ca ja
c C
.....C
....... j .....JJ....
ra ya
r R
.....R
....... y Y
....Y
.....
ka nya
k K
......K
...... v .....V.....
da ma
f F
......F
...... m M
.....M
.....
ta ga
t T
......T
...... g G
.....G
.....
sa ba
s .....S b B
.....B
.....
wa tha
w W
......W
...... q Q
.....Q
.....
la nga
l L
.......L
..... z Z
.....Z
.....
Catatan:
1) Aksara pasangan ha, sa, dan pa ditulis di belakang aksara konsonan
akhir suku kata di depannya. Aksara pasangan selain yang disebutkan itu
2) Aksara ha, ca, ra, wa, dha, ya, tha, dan nga tidak dapat diberi aksara
20
wignyan ( h), aksara sigegan ra ( r ) diganti layar ( /), aksara sigegan nga
( z ) diganti cecak ( = ), dan hampir tidak ada suku kata yang berakhir
b. Sandhangan
memberi suara pada huruf atau pasangan. Vokal a di dalam bahasa Jawa
seperti o pada kata bom, pokok, tolong, tokoh di dalam bahasa Indonesia.
Vokal a dilafalkan /a/, seperti a pada kata: pas, ada, siapa, dan semua, di
dalam bahasa Indonesia. Sandhangan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (a)
21
Nama Bentuk Bunyi Contoh
Suku u Kuku putu
......u
k uk up ut u
taling tarung yang melekat pada pasangan ditulis pada aksara yang mati
dan pasangannya.
Wanda)
wanda, yaitu:
22
Nama Bentuk Bunyi Contoh
Cecak -ng Kolang kaling
......=
...
[ k ol =
k l i+
=
3) Sandhangan Wyanjana
Keret Kreneng
....}
k }n _
Pengkal Setya
.....-
s et - a
juga dapat digunakan untuk pengganti pada lingsa (koma) jika pangkon
diberi lingsa; (iii) pangkon digunakan supaya penulisan aksara Jawa tidak
Jawa, sandhangan pepet tidak dipakai untuk menuliskan suku kata re dan
le yang bukan sebagai pasangan. Hal ini karena suku kata re dan le yang
23
bukan pasangan dilambangkan dengan x (pa cerek) dan le yang bukan
model pembelajaran ini yaitu memahami kata, frasa, klausa dan kalimat
suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-
24
materi yang disampaikan oleh guru dan saling melakukan diskusi dan kerja
sama.
diskusi antar anggota kelompok yang dipimpin atau diarahkan oleh guru. Hal
kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja
diarahkan oleh guru”. Istilah kooperatif dalam hal ini bermakna lebih luas,
belajar dari guru kepada siswa, namun siswa dapat saling membelajarkan
25
sesama teman siswa lainnya. Berbeda dengan model-model pembelajaran
yang lain, model ini lebih menekankan pada proses kerja sama dalam bentuk
1) Fase pertama
pembelajaran.
26
2) Fase kedua
dari akademik.
3) Fase ketiga
mendukung tercapainya tujuan kelompok. Fase ketiga ini guru harus benar-
benar mengawasi dan membimbing siswa agar siswa lain tidak saling
tergantung.
4) Fase keempat
tugas-tugas yang dikerjakan siswa dan waktu yang dialokasikan. Pada fase
ini bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, pengarahan, atau
5) Fase kelima
6) Fase keenam
siswa. Variasi reward dapat dicapai tanpa tergantung pada apa yang
dilakukan orang lain. Struktur reward kompetitif adalah jika siswa diakui
27
usaha individualnya berdasarkan perbandingan dengan orang lain. Struktur
bersaing.
teman satu tim untuk mencerna materi pembelajaran. Tujuan yang lain yaitu
dapat membina kebersamaan, peduli satu sama lain, tenggang rasa, tertanam
pekerti antarsiswa dan siswa dengan gurunya untuk keberhasilan tim saat
Isjoni 2009: 11-26) ada berbagai macam tipe, yaitu Student Teams
28
Achievement Division (STAD), Team Game Tournament (TGT), Jigsaw
Instruction, dan Structure Dyadic Methods. Nur Asma (2006: 51) juga
berikut.
menulis aksara Jawa di kelas V. Model Teams Games Tournament ini sangat
29
sesuai dengan karakteristik siswa yang suka berkelompok dengan teman
sebaya, memiliki rasa ingin tahuyang kuat, dan memandang nilai sebagai
dengan teman sebaya. Hal ini akan membuat siswa saling bertukarinformasi
serta saling mengajari satu sama lain. Adanya kompetisi dan penghargaan di
mungkin.
dengan STAD kecuali satu hal yaitu TGT menggunakan turnamen akademik,
dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, dimana para
siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang
Sejalan dengan hal tersebut, menurut Nur Asma (2006: 54), model
yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri
30
pertanyaan yang diajukan oleh guru digunakan untuk melakukan permainan
bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament adalah salah satu tipe
Tournament (TGT)
diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus
guru, materi yang disampaikan dalam menulis aksara Jawa dalah menulis
Pelaksanaan Pembelajaran.
31
2) Team (Kelompok)
heterogen dilihat dari hasil akademik siswa dan jenis kelaminnya. Fungsi
agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game dan turnamen.
Pada tahap ini siswa belajar bersama dengan anggota kelompoknya untuk
3) Games (Permainan)
dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Game yang digunakan pada
4) Tournament (Pertandingan/Kompetisi)
32
turnamen. Kelompok turnamen terdiri dari tiga siswa. Fungsi kelompok
dengan baik dan optimal pada saat game. Pada tahap ini setiap siswa
pertemuan tersebut.
kerja. Aturan dalam turnamen ini dalam satu permainan terdiri dari
atau rendah dapat menjadi siswa yang mendapat poin tertinggi bagi
33
diakumulasikan dalam poin kelompok. Berikut ini gambar penempatan
TIM A
TIM B TIM C
34
sebagai penentu penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok dapat
dengan anggota kelompok lain, sehingga skor turnamen akhir didapatkan dari
jumlah skor individu setiap anggota kelompok. Anggota kelompok bertugas untuk
turnamen dibedakan menjadi 2 yaitu skor individu dan skor kelompok. Skor
individu nantinya akan digabungkan dengan anggota satu tim dalam kelompok
35
Tabel 9 Papan Skor Individu
Meja Turnamen I
Nama Nama siswa No pertanyaan Jumlah Skor
kelompok (inisial) pertanyaan
yang
1 2 3 4 5 dst terjawab
1. Setiap siswa mengerjakan soal sejumlah 3 soal atau sesuai dengan jumlah
siswa yang berada dalam meja turnamen tersebut.
2. Nomor soal yang dikerjakan berdasarkan undian, siswa yang mendapatkan
undian tertinggi dalam satu meja tersebut akan menjadi pembaca soal dan
soal yang dibaca berdasarkan nomor undian tersebut.
3. Jika ada satu huruf aksara jawa (legena, sandhangan, maupun pasangan)
yang salah atau kurang tepat dalam penulisan maka jawaban untuk soal
tersebut dianggap salah, agar memudahkan penilaian bagi siswa dan
disesuaikan dengan skor pada Teams Games Tournament.
4. Setiap nomor yang benar dalam menjawab akan mendapatkan nilai 20. Jika
benar semua ketiganya mendapatkan nilai 60.
Skor individu yang telah dikumpulkan dalam turnamen kemudian dimasukan
dalam papan skor kelompok untuk menentukan kelompok terbaik. Berikut papan
skor kelompok.
36
6. Karakteristik Siswa Usia Kelas V (Lanjut)
Piaget (dalam Dwi, 2004 : 41) mengemukakan bahwa masa umur 7-11
Masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa
Suyati (1992: 14–16) karakteristik anak umur 10-13 tahun atau kelas 5-6
2) Karakteristik Mental
a) Anak-anak masa ini lebih gemar bermain-main dengan
mempergunakan bola.
b) Anak-anak lebih berminat dalam permainan-permainann berregu
atau berkelompok.
c) Anak-anak sangat terpengaruh apabila ada kelompok yang menonjol
atau mencapai prestasi tinggi.
37
d) Sementara anak masa ini mudah putus asa, karena itu usahakan
bangun kembali atau bangkit kembali apabila tidak berhasil dalam
mencapai sesuatu.
e) Dalam melakukan sesuatu usaha, selalu berusaha mendapat
persetujuan dari guru terlebih dahulu.
f) Anak-anak masa ini pada umumnya memperhatikan soal waktu,
karena itu berusaha bekerja tepat pada waktunya.
jika masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar umur 10 sampai 12 tahun memiliki
pembelajaran menulis aksara Jawa adalah yang bisa membuat siswa aktif
sebagai penguatan. Satu hal yang tidak terlupakan lagi adalah pembelajaran harus
model Teams Games Tournament merupakan salah satu model yang sesuai untuk
38
B. Penelitian yang Relevan
yaitu.
Ngetal kelas V. Melalui pengamatan dan analisis data diperoleh hasil sesuai
sebesar 20 %.
keterampilan menulis aksara jawa yaitu ketepatan bentuk tulisan pada pra
siklus 58,88%, siklus I 70%, siklus II 82,22%. Keutuhan tulisan pada pra
siklus 57,22%, siklus I 69,17%, siklus II 80,83%. Kerapian letak tulisan pada
pra siklus 50%, siklus I 72,5%, siklus II 82,5%. Pola tulisan pada pra siklus
39
meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa peserta didik kelas III SD
yang akan peneliti lakukan pada kelas V atau kelas tinggi. Sehingga aspek-
aspek yang akan diteliti terutama pada materi ajar berbeda karena untuk kelas
V siswa akan belajar bukan hanya aksara Legena saja namun sudah
menggunakan pasangannya.
C. Kerangka Pikir
sebagai suatu wujud reaksi. Proses belajar mengajar di sekolah terutama pada
mata pelajaran Bahasa Jawa yang dianggap sulit oleh siswa karena materi
yang banyak salah satunya pada menulis aksara Jawa, perlu melibatkan siswa
secara aktif dalam belajarnya, maka guru juga dituntut untuk aktif dalam
merupakan suatu kegiatan yang integral antara siswa sebagai pelajar dan guru
sebagai pengajar.
Bahasa Jawa harus disajikan dalam suasana yang menarik dan menyenangkan
40
dapat berinovasi terutama dalam hal metode dan media pembelajaran. Salah
satu alternatif metode yang dapat dipilih untuk meningkatkan aktivitas belajar
Games Tournament ini siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan,
yang telah diuraikan di atas maka kerangka pikir dari peneliti dapat
Pelaksanaan tindakan
41
D. Hipotesis Tindakan
42
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Kelas (classroom action research). Menurut Pardjono dkk (2007: 12), Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) adalah salah satu jenis penelitian tindakan yang dilakukan
merupakan orang yang tahu akan kondisi dan situasi di dalam kelasnya. Penelitian
dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa
dapat meningkat.
kolaborasi, yaitu pihak yang melakukan tindakan adalah guru mata pembelajaran
proses tindakan adalah peneliti dan bukan seorang guru yang sedang melakukan
guru mata pelajaran bahasa Jawa, yang tergabung dalam satu tim untuk
terhadap situasi pembelajaran kelas yang perlu ditingkatkan. Secara singkat dalam
43
menyusun rencana tindakan bersama–sama, bertindak mengamati secara
B. Desain Penelitian
Desain penelitian menurut Mc. Millan (dalam Ibnu Hadjar 1999: 102)
tindakan kelas ini peneliti menggunakan desain penelitian model Kemmis dan Mc
Taggart. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari tiga
44
Berikut keterangan dari masing-masing tahapan:
Pada tahapan ini, dilakukan identifikasi awal pada permasalahan yang ada
tipe Teams Games Tournament yang akan digunakan sebagai pedoman dalam
ajar, lembar observasi, tes hasil belajar dan penetapan indikator keberhasilan
c. Pengamatan (observation)
Pada tahapan ini, peneliti dan observer mengambil data aktivitas belajar siswa dan
penelitian.
45
d. Refleksi (reflecting)
berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama observasi. Tahap ini juga
C. Setting Penelitian
melakukan penelitian. Seperti yang telah dikemukakan oleh Pardjono dkk, (2007:
67), Setting penelitian adalah situasi, kondisi dan tempat di mana responden
1. Tempat Penelitian
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2016. Waktu
46
D. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 13 siswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan
kelas tersebut aktivitas dalam pembelajaran masih rendah, pencapaian hasil unjuk
kerja juga masih banyak yang di bawah KKM, dan kesulitan dalam menerima
2. Objek Penelitian
peningkatan aktivitas belajar siswa dan keterampilan menulis aksara Jawa melalui
Nglengking Sleman.
1. Observasi
memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Efek dari suatu
47
penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dan
aktivitas belajar siswa dalam proses belajar bahasa Jawa. Pengumpulan data
melalui observasi dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru sebagai objek
2. Dokumentasi
hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,
dilakukan sesudah para siswa mempelajari materi yang telah diajarkan dan
48
F. Prosedur Penelitian
kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dan kompetensi yang dicapai siswa
pada mata pelajaran bahasa Jawa dengan pembelajaran kooperatif tipe Teams
a. Observasi Awal
49
bersangkutan. RPP ini berguna sebagai pedoman guru
pembelajaran.
b. Penentuan Kolaborator
kolaborator yang mampu diajak bekerja sama secara langsung yaitu guru
50
guru untuk menghindari munculnya pandangan individualistik dengan
2. Tahap Tindakan
a. PraSiklus
Tahap pra siklus adalah tahap dimana siklus belum dimulai. Tahap
siswa.
b. Siklus I
1) Perencanaan
51
dan membagi siswa secara heterogen menjadi kelompok-
kelompok.
(observing students).
2) Tahap Tindakan
(a) Pendahuluan
(ii) Presensi
Games Tournament.
52
(b) Pelaksanaan
53
dalam kelompok diharapkan untuk mengerjakan satu
soal pertanyaan.
didapatkan.
54
mengadakan pengamatan atas dampak danhasil dari
maksimum.
(c) Penutup
kegiatan pembelajaran.
55
(iv) Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam
penutup.
2. Siklus 2
G. Instrumen Penelitian.
yang berbentuk tes untuk mengukur prestasi belajar dan instrumen nontest untuk
mengukur sikap. Instrumen dalam penelitian tindakan kelas ini terbagi menjadi
56
Tabel 11 Kisi-Kisi Instrumen Lembar Observasi Guru dalam
Pelaksanaan Pembelajaran Model Pembelajaran Teams Games
Tournament.
No Aspek yang diamati Jumlah No.
butir Butir
1. Membuka pelajaran 3 1,2,3
2. Menyampaikan materi ajar 2 4,5
3. Memberikan siswa kesempatan untuk bertanya 1 6
mengenai hal-hal yang belum dipahami.
4. Membimbing siswa membentuk kelompok 1 7
5. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan 1 8
6. Membimbing siswa mengerjakan LKS sebagai 1 9
game.
7. Melakukan pembahasan LKS dan penilaian 2 10,11
8. Menjelaskan aturan turnamen. 1 12
9. Membimbing dan mengawasi siswa melakukan 1 13
turnamen.
10. Melakukan penilaian/penyekoran akhir dari game 1 14
dan turnamen siswa
11. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang 1 15
memiliki nilai tertinggi.
12. Membimbing siswa dalam menyimpulkan materi 1 16
yang telah dipelajari
13. Menutup pembelajaran. 2 17,18
Jumlah 18
berlangsung. Aktivitas belajar siswa diukur dari seberapa besar peran dan
57
Tabel 12 Kisi-Kisi Instrumen Lembar Observasi Aktivitas belajar bahasa
Jawa Siswa Kelas V Menggunakan Model Pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT).
No Aspek yang diamati Jumlah No
butir Butir
1. Mengemukakan pengetahuan awal tentang materi 1 1
aksara Jawa.
2. Memperhatikan penjelasan guru tentang materi 2 2,3
aksara Jawa.
3. Bertanya kepada guru jika ada materi yang belum 1 4
dipahami siswa.
4. Membentuk kelompok dengan bimbingan guru. 1 5
5. Berdiskusi mengerjakan LKS yang berupa game. 2 6,7
6. Mempresentasikan hasil diskusi 1 8
7. Menanggapi teman yang sedang memaparkan hasil 1 9
diskusi.
8. Mendengarkan penjelasan guru tentang aturan 1 10
turnamen akademik.
9. Melakukan turnamen akademik 11
10. Menghitung skor yang diperoleh dari individu 1 12
maupun kelompok.
Jumlah 12
penelitian ini adalah tes tertulis. Bentuk tes yang diberikan berupa soal
individual. Soal individu berupa soal yang berisi kata, frasa, klausa, dan
kalimat sederhana. Alat tes yang digunakan berisi lembar soal menulis
58
No Indikator Jumlah No
soal soal
4. Menulisfrasa menggunakanaksaraJawa yang 2 7,8
bersandhangan panyigeg, swara, dan wyanjana.
5. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa yang 2 9,10
bersandhangan dan berpasangan
6. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang 2 1,2
bersandhangan panyigeg, swara, dan wyanjana.
7. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang 3 3,4,5
bersandhangan dan berpasangan.
8. Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara 2 7,8
Jawa yang bersandhangan.
9. Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara 3 9,10
Jawa yang bersandhangan dan berpasangan.
tersendiri dalam menilai hasil menulis aksara Jawa yang dilakukan oleh
59
Aspek Skor
4 3 2 1
Menulis Apabila 4 kata Apabila 3 kata Apabila 2 kata Apabila 1 kata
kalimat pada kalimat pada kalimat pada kalimat pada kalimat
sederhana beraksara Jawa beraksara Jawa beraksara Jawa beraksara
menggunakan yang yang yang Jawa yang
aksara Jawa menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
yang sandhangan sandhangan sandhangan sandhangan
bersandhangan. swara, swara, swara, swara,
panyigeg ditulis panyigeg ditulis panyigeg ditulis panyigeg
dengan benar. dengan benar. dengan benar. ditulis dengan
benar.
Menulis Apabila 4 kata Apabila 3 kata Apabila 2 kata Apabila 1 kata
kalimat pada kalimat pada kalimat pada kalimat pada kalimat
sederhana beraksara Jawa beraksara Jawa beraksara Jawa beraksara
menggunakan yang yang yang Jawa yang
aksara Jawa menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
yang sandhangan sandhangan sandhangan sandhangan
bersandhangan dan dan dan dan
dan berpasangan berpasangan berpasangan berpasangan
berpasangan ditulis dengan ditulis dengan ditulis dengan ditulis dengan
benar. benar. benar. benar.
aksara Jawa yang dilakukan oleh siswa karena jumlah aksara Jawa yang
berbeda di setiap soal, sehingga dibuat pedoman penilaian menulis aksara Jawa.
Pada penelitian tindakan kelas, analisis data yang dilakukan oleh peneliti
telah dilakukan sejak awal penelitian. Analisis tersebut dilakukan pada setiap
aspek dan proses kegiatan penelitian. Pada waktu dilakukan pencatatan lapangan
60
melalui observasi atau pengamatan tentang kegiatan pembelajaraan di kelas,
peneliti akan langsung menganalisis situasi atau suasana kelas. Pada pelaksanaan
penelitian tindakan kelas ini, data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif
yaitu mengklasifikasikan data menjadi dua kelompok yaitu data kualitatif dan
kuantitatif.
dan catatan lapangan. Data kualitatif, yaitu data yang berupa informasi
pelajaran, pandangan atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru,
61
1) Rumus untuk menghitung persentase ketuntasan belajar adalah
sebagai berikut.
∑ � �
P= %
∑ ℎ
Keterangan:
X = Nilai rata-rata
62
Tabel 17 Kriteria Keberhasilan Proses Pembelajaran Aktivitas Siswa
No Tingkat Keberhasilan Predikat Keberhasilan
1. 86 - 100% Sangat tinggi
2. 71 - 85% Tinggi
3. 56 - 70 % Sedang
4. 41 - 55 % Rendah
5. < 40% Sangat rendah
Rentang 15%
Sumber: Zainal Aqib (2009: 41)
Setelah diperoleh nilai hasil aktivitas siswa dan kinerja guru, kemudian nilai
bawah ini.
I. Indikator Keberhasilan
belajar dan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa. Penelitian ini
kalimat aksara Jawa, daya dukung sekolah dan keterampilan guru, serta
63
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
tindakan awal, yaitu melakukan wawancara dengan guru serta siswa dan observasi
tahap awal dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data yang nantinya
Bahasa Jawa yang menjadi kesulitan bagi siswa-siswi kelas V adalah menulis
aksara Jawa serta. Aksara Jawa dianggap sulit oleh siswa karena banyaknya
jumlah aksara belum dengan pasangan maupun sandhangan dan guru tidak
pembelajaran bersifat monoton dan siswa cenderung pasif. Akibatnya hasil belajar
yang dicapai siswa dalam pembelajaran menulis aksara Jawa masih rendah. Guru
juga menjelaskan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan dalam menulis
aksara Jawa. Peneliti kemudian melakukan pre-test menulis aksara Jawa kepada
64
setiap siswa yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menulis
aksara Jawa. Berikut ini adalah data nilai pre-test menulis aksara Jawa di kelas V.
belum memenuhi KKM. Presentase untuk tingkat ketuntasan sebesar 41,7% dan
yang tidak tuntas 58,3%. Berikut ini adalah diagram batang mengenai hasil pre-
65
Nilai Menulis Aksara Jawa Pre-test
Siswa Kelas V
70,0%
Presentase Ketuntasan
60,0%
50,0%
40,0%
30,0%
20,0%
10,0%
0,0%
Tuntas Tidak Tuntas
Pra Siklus 41,7% 58,3%
siswa, yaitu ADP, EMS, FNA, MRR, dan SNS. Nilai rata-rata kelas dihitung
mendapatkan nilai kurang dari 65. Hasil rata-rata seluruh kelas menunjukan
bahwa nilai untuk menulis aksara Jawa masih di bawah Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) yaitu 65. Nilai 65 merupakan nilai kriteria ketuntasan minimal
pada mata pelajaran bahasa Jawa yang ditetapkan sekolah, dengan melihat hasil
yang diperoleh siswa, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya
keseluruhan siswa dengan nilai ≥ 65. Jika belum mendapatkan 75% maka
66
Data yang diperoleh dari melakukan pre-test, dijadikan peneliti dalam
dalam kegiatan pembelajaran pertama dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
67
B. Pelaksanaan Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus
II. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23, 30, 6, dan 8 April 2016. Siklus I
terdiri dari dua pertemuan, siklus II terdiri dari dua pertemuan. Penentuan jumlah
pertemuan pada setiap siklus disesuaikan dengan silabus Bahasa Jawa yang
Negeri Nglengking.
1. Penelitian Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
yang telah disepakati oleh peneliti dan guru yaitu menulis kalimat
2) Menyiapkan soal dan kunci jawaban untuk pre-test dan post-test, serta
soal yang akan dicantumkan dalam kartu soal dan kartu jawaban yang
68
pembelajaran Teams Games Tournament, baik untuk sikuls I maupun II.
guru kelas.
pembelajaran.
dilakukan pada hari Sabtu disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran Bahasa Jawa
pada hari Sabtu tanggal 23 April 2016 mulai pukul 07.00 – 08.20 WIB. Jumlah
siswa yang hadir sebanyak 12 siswa, 1 siswa tidak hadir karena sudah hampir satu
69
1) Siklus I Pertemuan Pertama
a) Kegiatan Awal
Hanacara. Pada saat guru menceritakan Ajisaka, salah satu siswa yaitu
yaitu agar siswa mampu menulis kalimat sederhana Aksara Jawa yang
Jawa dilakukan secara bertahap dimulai dari kata, frasa, klausa, dan
70
b) Kegiatan Inti
2 siswa yaitu LRA dan SDR belum hafal semua aksara Jawa. Guru
(a u[ w =
o ), dan marang (m r = ). Guru kemudian memberikan
71
menuliskan kata kanthi (k n Q
i ) serta mendhong ([ m [ n D
=
o ), kedua
mengerjakan.
72
Siswa bersama guru membahas hasil LKS bersama dan
menuliskan hasil jawabannya yaitu ADP, EMS, NA, FFH, dan SDR.
Gatotkaca (g [ t ot K
c ), Pangandaran (p z n F
r n \ ), Sidomukti
(s i[ f om uk T
i), dan Purworejo (p u/[ w ox [ j o). Pada kata
dahulu oleh guru kelas. Siswa diminta untuk menghitung nilai yang
73
sesuai dengan pedoman penilaian menulis kalimat aksara Jawa. LKS
meja turnamen.
74
dilakukan sebelum memulai turnamen. masing-masing siswa
meja turnamen yang berisi tiga siswa akan mengerjakan tiga soal
belum mampu menulis aksara Jawa dengan baik dan benar akan
75
Tabel 22 Hasil Nilai yang Diperoleh Kelompok pada Turnamen I
Kelompok Nama Skor Skor Rata-rata keterangan
Siswa Total Skor
(Inisial)
Gareng MRR 60
EMS 40
NVA 40 180 45 Tim Baik
PDMS 40
SW -
Bagong SNS 40 160
FNA 60 40 Tim Baik
SAK 40
SDR 20
Semar ADP 60 140
NA 40 35 Tim Baik
FFH 40
LRA 0
Gareng mendapatkan total nilai yang tertinggi yaitu 180 dengan rata-
76
c) Kegiatan Penutup
motivasi kepada siswa untuk terus belajar menulis aksara Jawa. Pelajaran
a) Kegiatan Awal
pembelajaran yaitu agar siswa mampu menulis frasa Aksara Jawa yang
Tournament (TGT).
b) Kegiatan Inti
77
gabungan dua kata atau lebih yang di antara kedua kata itu tidak ada
berpola sebagai subyek saja atau dalam bahasa Jawa disebut jejer
78
adalah sendal jepit (s en F
l Jep it \ ), pasar kembang (p s / k em B
=
),
menuliskan (p s r K
em B
z \ ). Jika dibaca aksara Jawa tersebut juga
79
Pembentukan kelompok asal dalam kegiatan pembelajaran kedua
(3) Game
80
kelompok Semar berhasil menjawab dengan benar semua soal,
81
Tabel 24 Pembagian Kelompok untuk Turnamen II
Meja turnamen 1 Meja turnamen 2 Meja turnamen 3 Meja turnamen 4
(siswa (siswa (siswa (siswa
berkemampuan berkemampuan berkemampuan berkemampuan
akademik tinggi) akademik sedang akademik sedang akademik rendah)
I) II)
FNA EMS PDMS NVA
ADP FFH NA SDR
MRR SNS SAK LRA
SW
82
Kelompok Nama Skor Total Rata-rata Keterangan
Siswa skor Skor
(Inisial)
Bagong ADP 60
FFH 40 160 40 Tim Baik
NA 40
SDR 20
Semar MRR 60
SNS 60 180 45 Tim Baik
SAK 40
LRA 20
83
bernyanyi lagu “hanacara”, agar siswa kembali bersemangat dalam
c) Kegiatan Penutup
kedua yaitu tentang frasa aksara Jawa. Kemudian guru melakukan post test
I. Jumlah soal yang ada dalam post-test I ada 10 butir, 5 butir soal siswa
menulis agar jangan berkecil hati. Guru berpesan agar siswayang belum
bisa minta diajari oleh yang sudah lancar menulis aksara Jawa. Guru juga
berpesan kepada siswa yang sudah lancar menulis aksara Jawa agar tetap
giat berlatih menulis aksara Jawa dan maumengajari temannya yang belum
menggunakan model Teams Games Tournament, aktivitas siswa, dan hasil belajar
84
setelah dilakukan penelitian pada siklus I. Hasil observasi siklus I dapat
85
No Aktivitas yang diamati Skor Keterlaksanaan
Pertemuan I Pertemuan II
11. Guru meberikan kesempatan 3 3
kepada siswa untuk membahas
hasil diskusi.
pada pertemuan pertama adalah 72,2 % dan pertemuan kedua 83,3%. Rata-
rata keterlaksanaan model Teams Games Tournament pada siklus I ini adalah
86
Berdasarkan tabel kriteria presentase skor di atas, dapat disimpulkan
bahwa proses pembelajaran bahasa Jawa materi menulis kata dan frasa aksara
baik. Kegiatan mengajar yang dilakukan guru baik pada pertemuan pertama
dan kedua, termasuk dalam kategori baik meskipun skor belum mencapai
100%.
Tournament yang diterapkan atau belum. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil
87
No Aktivitas yang diamati Presentase siswa dengan Rata-rata
Indikator yang muncul (%) (%)
Pertemuan I Pertemuan II
8. Siswa mempresentasikan hasil 58,3 77,1 67,7
diskusi.
9. Siswa menanggapi teman yang 58,3 72,9 65,6
sedang memaparkan hasil
diskusi.
10. Siswa mendengarkan 68,7 70,8 69,75
penjelasan guru tentang aturan
turnamen akademik.
11. Siswa melakukan turnamen 70,8 72,9 71,85
akademik.
12. Siswa menghitung skor yang 60.4 68,7 64,55
diperoleh dari individu maupun
kelompok.
Rata-rata 66,13 73,76 69,94
tentang materi aksara Jawa. Ada 70,8 % siswa yang mampu mengemukakan
dengan baik adalah SDR, ADP, FFH, dan SNS. Pada pertemuan kedua
siswa pada pertemuan kedua. Ada kenaikan jumlah rata-rata siswa yang mau
guru di buku tulis masing-masing. Pada pertemuan pertama siswa yang mau
88
pertemuan kedua. Berdasarkan catatan yang ada, kebanyakn siswa tidak mau
mencatat apa yang sudah dijelaskan oleh guru pada pertemuan pertama,
pelajaran yang belum dipahami. Ada 72,9% siswa pada pertemuan pertama
yang mau bertanya kepada guru dan sebanyak 79,1% siswa pada pertemuan
kedua siswa sudah mampu membentuk kelompok yang telah ditetapkan oleh
guru, namun ada beberapa siswa yang susah untuk bergabung dengan
kedua dengan rata-rata 75%. Indikator yang keenam adalah siswa berdiskusi
mengerjakan soal game (LKS). Indikator ini melihat sejauh mana siswa
mampu bekerja sama dalam kelompok. Ada 66,7% siswa yang mampu
kelas dan tidak mau ikut mengerjakan. Sedangkan di pertemuan kedua ada
pertama dan kedua tidaklah tinggi, hal ini menunjukan belum semua siswa
Kerja Siswa (LKS). Indikator ini terkait dengan indikator nomor 6. Karena
89
banyak siswa yang mampu berdiskusi kelompok dengan baik maka rata-rata
mengalami kenaikan yang cukup tinggi menjadi 75% pada pertemuan kedua.
menambahkan nilai jika ada yang mau maju. Sehingga pada pertemuan
pada pertemuan kedua karena guru sudah memberikan penguatan maka naik
memperhatikan apa yang ditulis siswa lain di papan tulis apabila dalam
presentasi dari kelompok lain pada pertemuan pertama dan ada 72,9% siswa
dengan baik aturan yang dijelaskan oleh guru pada pertemuan pertama dan di
aturan yang sudah diberikan oleh guru. Indikator kesebelas adalah siswa
dengan penuh antusias, 70,8% siswa pada pertemuan pertama dan 72,9%
90
pada pertemuan kedua. Indikator yang terakhir atau kedua belas adalah siswa
dibantu oleh guru dan peneliti. Ada 60,4% siswa yang mampu menghitung
skor turnament pada pertemuan pertama. Pertemuan kedua ada 68,7% siswa
perhatian siswa tertuju pada materi, diskusi kelompok, game dan turnamen.
pada tanggal 30 Mei 2016 dengan menggunakan soal menulis kata dan frasa
91
yang berjumlah 10 butir soal. Hasil dari post-test siklus I dapat dilihat sebagai
berikut.
ketuntasan pada siklus I ini adalah 58,3%, sedangkan siswa yang belum
memenuhi KKM ada 41,7% atau 5 siswa. Nilai terendah siswa pada post-test
siklus I adalah 30,00 yang diperoleh oleh LRA, sedangkan nilai tertinggi
adalah 100 yang diperoleh oleh MRR. Data di atas dapat digambarkan dalam
92
Nilai Post-test Menulis Aksara Jawa
Siswa Kelas V Siklus I
70,0%
60,0%
Presentase Tetuntasan
50,0%
40,0%
30,0%
20,0%
10,0%
0,0%
Tuntas Tidak Tuntas
Siklus I 58,3% 41,7%
yang diperoleh siswa pada saat pre-test untuk mengetahui seberapa besar
93
Nilai terendah 25 30
Rata-rata 63,12 75,92
Ketuntasan 41,7 58,3
Kenaikan presentase
ketuntasan 20,35%
25 sedangkan pada post-test30 nilai terendah ini masih diperoleh oleh siswa
yang sama yaitu LRA. Nilai tertinggi siswa juga diperoleh oleh orang yang
sama yaitu MRR dengan nilai 95 pada pre-test dan 100 pada post –test. Siswa
yang telah memenuhi KKM pada saat pre-test dan post-test juga meningkat
20,13% siswa. Perbandingan data pre-test dengan data post-test di atas dapat
Gambar 6 Perbandingan Nilai Menulis Aksara Jawa Siswa pada Pre-test dan
Post-test
94
Berdasarkan gambar perbadingan di atas menyebutkan bahwa hasil
Selisih rata-rata pada hasi di atas adalah 12,50, artinya dari nilai pre-test
Pra Siklus
41,70%
Siklus I
58,30%
berpedoman pada data hasil observasi yang pada saat pelaksanaan tindakan siklus
95
menemukan beberapa masalah yang menjadi bahan refleksi pada tindakan siklus I,
pasangan.
6) Siswa yang maju atau mampu menjawab pertanyaan dari guru kurang
bervariasi.
8) Apabila guru meminta siswa untuk menuliskan kata atau frasa di papan
96
Berdasarkan pada hasil refleksi siklus I, maka pembelajaran masih
belum optimal. Peneliti dan guru kelas perlu menyusun kembali rencana
tindakan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu siklus II. Tindakan yang
berikut.
2. Penelitian Siklus II
97
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi
yang telah disepakati oleh peneliti dan guru yaitu menulis klausa serta
3) Menyiapkan kartu soal dan kartu jawaban serta Lembar Kerja Siswa
dalam pembelajaran.
98
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
pertemuan kedua dilaksanakan pada 9 Mei 2016. Berikut ini adalah pemaparan
a) Kegiatan Awal
siswa. Suasana kelas masih gaduh ketika guru membuka pembelajaran. Guru
menulis kalusa agar mudah dalam menulis kalimat sederhana pada pertemuan
99
b) Kegiatan Inti
terdiri dari subyek (jejer) dan predikat (wasesa) serta berpotensi menjadi
menjelaskan ada 1 anak yang bertanya pada guru yaitu ADP. ADP
oleh guru terdiri dari dua kata saja. Contoh klausa yang dituliskan di
100
papan tulis adalah Sinta ngumbahi (s in T z um B
ha i) dan nulis surat
(n ul is S ur t \ ).
banyak yaitu terdiri dari 6 siswa, sedangkan yang dipih oleh guru adalah
SDR, NVA, dan FFH. SDR memberikan contoh klausa adhik turu
(a d ik T
ur u ), NVA memberikan contoh ngombe susu ([ z o[ m B
tersebut menuliskan dengan benar, guru lalu meminta siswa lain untuk
101
Tabel 32 Pembentukan Kelompok Belajar Pertemuan Ketiga
Kategori Kode Jenis Nilai Post- Nama kelompok
Siswa Kelamin test
Siswa MRR L 100 Bagong
berkemampuan
EMS P 97,5 Gareng
akademik tinggi.
ADP L 95 Semar
Siswa NA P 95 Bagong
berkemampuan
SNS P 92,5 Gareng
akademik sedang I
NVA P 87,5 Semar
Siswa FNA L 85 Bagong
berkemampuan
PDMS P 62,5 Gareng
akademik sedang II
SAK P 62,5 Semar
Siswa FFH L 57,5 Bagong
berkemampuan
SDR P 45 Gareng
akademik rendah I
LRA L 15 Semar
Siswa SW L - Bagong
berkemampuan
akademik rendah II
dan terus mengingatkan waktu yang tersisa agar siswa tidak membuat
jawabannya, yaitu PDMS, SAK, LRA, FNA, dan SNS. Semua siswa
102
sandhangan maupun pasangan. Dari 3 kelompok yang ada kelompok
([ m n ik P in T
e/) seharusnya (m en ik P in T
e/). Mereka kurang tepat
103
bertandingnya pun ada yang berbeda. Aturan yang dilakukan juga
turnamen dibantu oleh peneliti dan observer, agar siswa mudah untuk
sebagai berikut.
termasuk tim baik. Kelompok Bagong dan Gareng yang termasuk tim
104
(5) Penghargann Kelompok
duduk masing-masing.
c) Kegiatan Penutup
berlatih dan tetap semangat belajar menulis aksara Jawa bagi kelompok
Mei 2016. Penelitian dilaksanakan hari Senin karena pada hari Sabtu ruang
kelas akan digunakan latihan ujian kelas VI. Durasi waktu yang digunakan 2
a) Kegiatan Pendahuluan
Tidak ada doa bersama karena dimulai pada jam terakhir. Siswa
105
untuk membangkitkan motivasi dan semangat siswa dalam belajar. Siswa
b) Kegiatan Inti
bahasa Jawa dengan materi yaitu menulis kalimat aksara Jawa yang
contoh kalimat lemut bisa ngisep getih dan menawarkan pada siswa
siapa yang akan maju. NVA maju untuk menuliskan kalimat tersebut
( 2 m ut B
is z is ep G
et ih ), NVA sudah mengerti jika aksara (l e)
deso dan yang ingin maju adalah FNA. FNA menuliskan kalimat
106
(m u[ b =
m u[ b = [ f ol [ n F
[ s o ). Penulisan yang benar adalah
tepat, namun guru dan siswa tetap memberikan tepuk tangan sebagai
107
Siswa FFH L 40 Bagong
berkemampuan
LRA L 20 Gareng
akademik rendah
SDR P 20 Semar
Siswa SW L - Bagong
berkemampuan
akademik rendah II
108
akademik sama akan bertanding. Berikut merupakan pembagian
jalannya turnamen yang dilakukan oleh siswa agar tidak gaduh, karena
sebagai berikut.
109
Bagong NA 60
MRR 60 200 50 Tim Sangat Baik
PDMS 20
FFH 60
Semar SNS 60
ADP 60 180 45 Tim Baik
SAK 20
SDR 40
memperoleh nilai yang sama yaitu dengan jumlah nilai 48, termasuk
c) Kegiatan Penutup
Guru memberikan pesan moral kepada siswa agar lebih giat dalam menulis
110
aksara Jawa bagi yang belum hafal. Pembelajaran kemudian ditutup
Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan observer terhadap proses
pembelajaran yang berlangsung pada siklus II ini diperoleh dari isian pada lembar
oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran pada materi menulis klausa dan
111
kepada siswa untuk bertanya
apabila ada hal yang belum
dipahami
7. Guru membentuk kelompok 4 4
secara heterogen.
8. Guru menjelaskan kegiatan 4 3
yang akan dilakukan.
9. Guru membagikan lembar LKS 4 4
berupa game.
10. Guru membimbing siswa 3 4
melakukan diskusi kelompok.
11. Guru meberikan kesempatan 3 4
kepada siswa untuk membahas
hasil diskusi.
pada pertemuan pertama adalah 83,3 % dan pertemuan kedua 93,6 %. Rata-
rata keterlaksanaan model Teams Games Tournament pada siklus I ini adalah
112
menggunakan model Teams Games Tournament telah dilaksanakan oleh guru
dengan baik. Berikut ini diagram yang menggambarkan aktivitas guru pada
Aktivitas Guru
90,00%
88,00%
Presentase Ketuntasan
86,00%
84,00%
82,00%
80,00%
78,00%
76,00%
74,00%
72,00%
Siklus I Siklus II
Aktivitas Guru 77,75% 88,45%
Berikut ini adalah rekapitulasi hasil observasi aktivitas belajar siswa pada
siklus II.
113
No Aktivitas yang diamati Presentase siswa dengan Rata-rata
Indikator yang muncul (%) (%)
Pertemuan I Pertemuan II
2. Siswa memperhatikan 91,7 93,8 92,75
penjelasan guru tentang materi
aksara Jawa.
3. Siswa mencatat materi 91,7 93,8 92,75
pelajaran yang disampaikan
guru di buku tulis masing-
masing.
4. Siswa bertanya kepada guru 77,1 91,7 84,4
apabila ada pelajaran yang
belum dipahami.
5. Siswa membentuk kelompok 79,7 95,8 87,75
heterogen dengan bimbingan
guru
6. Siswa berdiskusi mengerjakan 81,3 93.8 87,55
soal game (LKS).
7. Siswa menuliskan hasil diskusi 81,3 87,5 84,4
pada lembar kerja LKS.
8. Siswa mempresentasikan hasil 81,3 91,7 86,5
diskusi.
9. Siswa menanggapi teman yang 85,4 89,6 87,5
sedang memaparkan hasil
diskusi.
awalnya tentang materi aksara Jawa Ada 75% siswa mengemukakan apa
Berdasarkan hasil yang telah dicapai siswa menujukan belum semua siswa
114
mampu mengemukakan pengetahuan awalnya tentang aksara Jawa.
materi aksara Jawa. Ada 91,7% siswa yang memerhatikan penjelasan guru
masing. Sebanyak 91,7% siswa sudah mau mencatat apa materi yang
sehingga siswa juga mengikuti perintah dari guru untuk menempatkan diri
berkenaan dengan game yang berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) berturut-
115
hasil diskusi mengerjakan LKS. Pada pertemuan pertama indikator
dengan baik ada 93,8%. Ini menunjukan sebagian besar siswa sudah
menuliskan hasil diskusinya pada lembar LKS. Siswa menulis aksara Jawa
dilakukan secara bergilir, walaupun masih ada yang belum mau menulis
ataupun tulisannya tidak jelas dibaca sehingga tidak mau untuk menulis.
116
dalam menentukan skor. Rata-rata seluruh indikator observasi yang
Aktivitas Siswa
100,00%
90,00%
Presentase Ketuntasan
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
10,00%
0,00%
Sikus I Siklus II
Aktivitas Siswa 66,13% 87,24%
117
3) Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar didapat dari post-test yang dilakukan pada akhir siklusII.
Nilai post-test ditelaah untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberi
tindakan. Berikut ini adalah data nilai post-test pada siklus II.
atau 2 orang siswa. Nilai terendah siswa pada post-test siklus II adalah
42,5 yang diperoleh oleh LAK, sedangkan nilai tertinggi adalah 100 yang
diperoleh oleh MRR, NVA, dan NA. Hasil tersebut memberikan gambaran
118
target keberhasilan yaitu (83,3%). Oleh karena itu penelitian dicukupkan
sampai siklus II. Data di atas dapat digambarkan dalam diagram batang
sebagai berikut.
Siklus II
90,0%
Presentase Ketuntasan Siswa
80,0%
70,0%
60,0%
50,0%
40,0%
30,0%
20,0%
10,0%
0,0%
Tuntas Tidak Tuntas
Siklus II 83,3% 16,7%
119
Perbandingan Tingkat Ketuntasan Hasil
Belajar Siklus I dan Siklus II
100,0%
Presentase Ketuntasan
80,0%
60,0%
40,0%
20,0%
0,0%
Siklus I Siklus II
Tuntas 58,3% 83,3%
Tidak Tuntas 41,7% 16,7%
data nilai yang diperoleh siswa pada saat pra-tindakan dan pada saat post-
peningkatan yang terjadi setelah ada perbaikan tindakan pada siklus II.
120
12. SAK 57,5 62,5 80
13. SNS 90 92,5 97,5
Jumlah 757,5 911 1015
Rata-rata 63,12 75,92 84,58
Nilai Tertinggi 95 100 100
Nilai Terendah 25 30 42,5
Ketuntasan 41,7% 58,3% 83,3%
Kenaikan
presentase 11,41%
ketuntasan
siklus I dan II
63,12 pada pre-test pra-tindakan, 75,92 pada post-test siklus I, dan 84,58
pada post-test siklus II. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa juga
meningkat, yaitu 95,00 pada pre-test, 100 pada post-test siklus I, dan 100
pada saat post-test siklus II. Apabila dilihat dari nilai yang diperoleh siswa
pada siklus I dan siklus II, keterampilan menulis hampir semua siswa telah
nilai dari post-test I 97,5 turun menjadi 92,5. Nilai terendah siswa
menjadi 42,5. Peningkatan nilai hasil tes menulis aksara Jawa siswa pada
121
Perbandingan Nilai pada Pra Tindakan, Siklus I,
dan Siklus II
Presentase Ketuntasan 120
100
80
60
40
20
0
Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-rata
Pra Tindakan 25 95 63,12
Siklus I 30 100 75,92
Siklus II 42,5 100 84,58
42,5 Siklus II. Nilai tertinggi yang diperoleh pada pra-tindakan 95,
122
Pra Siklus;
41,7%
Siklus II;
83,3%
Siklus I;
58,3%
d. Refleksi Siklus II
yang dilakukan sudah sesuai dengan yang direncanakan. Peneliti dan guru
berpedoman pada data hasil observasi yang pada saat pelaksanaan tindakan siklus
II.
siklus II telah sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Guru telah terlebih dahulu
membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif dengan melakukan beberapa tepuk
perhatian siswa sebelum masuk ke materi yang akan disampaikan. Guru juga
pembelajaran berlangsung lebih kondusif. Siswa juga telah dilibatkan oleh guru
123
model Teams Games Tournament, baik di pertemuan pertama maupun pertemuan
karena itu, penelitian tindakan ini dikatakan telah berhasil dan penelitian
C. Pembahasan
aksara Jawa pada pelajaran bahasa Jawa dengan materi menulis kata, frasa, klausa,
dan kalimat yang bersandhangan serta berpasangan. Penelitian tindakan kelas inii
Hasil belajar menulis aksara Jawa pada prasiklus, siklus I dan siklus II selanjutnya
rendahnya keterampilan menulis aksara Jawa. Data hasil pre-test pra tindakan
beberapa huruf aksara Jawa, sandhangan, maupun pasangan. Selain itu, siswa
juga mengaku kurang tertarik belajar aksara Jawa karena setiap belajar aksara
Jawa siswa biasanya hanya diminta mengerjakan soal. Pembelajaran aksara Jawa
yang biasa dilakukan oleh guru adalah memberi tugas kepada siswa menulis
124
aksara Jawa. Setelah selesai mengerjakan guru menuliskan jawaban benar dan
karena merasa kurang diperhatikan dan tidak mendapat tindak lanjut dari guru.
Kurangnya variasi metode pembelajaran membuat siswa mudah bosan dan kurang
mengajar yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut Slameto (2003:
60) faktor ekstern yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa salah
satunya adalah faktor sekolah yang meliputi metode mengajar guru. Hasil belajar
umum pada penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe
TGT (Team Games Tournament) terjadi peningkatan hasil belajar siswa di setiap
[Link] belajar pada siklus I didapatkan 58,3% siswa yang tuntas dalam
mengerjakan soal post-test. Ini artinya sebanyak 7 siswa telah mencapai kriteria
ketuntasan yaitu ≥ 65. Pada siklus II, hasil belajar yang diperoleh dari
mengerjakan soal post-test meningkat yaitu 84,58% atau sebanyak 10 anak yang
sudah tuntas.
Peningkatan hasil belajar siswa yang selalu meningkat pada setiap siklus
karena setelah guru memberikan proses belajar mengajar, guru selalu mengadakan
sebelumnya dan peningkatan hasil belajar siswa ini disebabkan oleh model
125
Pembelajaran menulis aksara Jawa menggunakan model Teams Games
Tournament membuat siswa lebih aktif, menumbuhkan minat siswa untuk belajar
aksara Jawa, dan siswa tidak merasa bosan selama proses pembelajaran
bahwa usia anak sekolah dasar beradadi antara tahap praoperasional dan
operasional formal. Anak usia ini memiliki beberapa sifat, yaitu (1) rasa ingin
tahu yang kuat, (2) suka bermain atau senang dengan suasana yang
belajar efektif apabila merasa senang dengan situasi yang ada, dan (5)belajar
dengan cara bekerja dan suka mengajarkan apa yang dia ketahui kepada temannya.
peningkatan. Berdasarkan data yang didapat, nilai rata-rata menulis aksara Jawa
63,12 pada pre-test pra tindakan, 75,97 pada post-test siklus I, dan 84,58 pada
post-test siklus II. Hal tersebut menunjukkan bahwa model Teams Games
126
D. Keterbatasan Penelitian
sebagai berikut.
dan dua siswa belum mencapai KKM (dibawah ≤ 65), sehingga peneliti
127
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
game yang berupa Lembar Kerja Siswa, turnamen akademik dan pemberian
127
B. Saran
1. Bagi Guru
perhatian menarik.
2. Bagi Siswa
Teams Games Tournament agar bisa lebih aktif serta memiliki rasa
128
DAFTAR PUSTAKA
129
Pustaka Pelajar.
Zainal Aqib. (2009). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru, SD, SLB, TK..
Bandung: Yrama Widya.
130
LAMPIRAN
Lampiran I Data Subyek Penelitian
2. LRA
3. ADP
4. EMS
5. FFH
6. FNA
7. MRR
8. NVA
9. NA
10. PDMS
11. SDR
10. SAK
11. SNS
131
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
A. Standar Kompetesi
8. Mengungkapkan gagasan wacana tulis sastra dan nonsastra dalam
kerangka budaya Jawa.
B. Kompetensi Dasar
8.2 Menuliskan kalimat beraksara Jawa yang menggunakan pasangan.
C. Indikator
1. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan panyigeg
dan swara.
2. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang berpasangan.
3. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dan
berpasangan.
4. Menulisfrasa menggunakanaksaraJawa yang bersandhangan panyigeg
dan swara.
5. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan
danberpasangan.
132
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menulis kata
menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan panyigeg danswara
dengan benar.
2. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa dapat menulis kata
menggunakan aksara Jawa yang berpasangan dengan benar.
3. Setelah melakukan Teams Games Tournament, siswa dapat menulis kata
menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dan berpasangan dengan
benar.
4. Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menulisfrasa
menggunakanaksaraJawa yang bersandhangan panyigeg danswara
dengan benar.
5. Setelah melakukan Teams Games Tournament, siswa dapat menulis frasa
menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dan berpasangan dengan
benar.
133
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi
waktu
Pembuk a. Siswa menjawab salam dari guru. 5 menit
aan b. Salah satu siswa memimpin berdoa untuk memulai
pembelajaran.
c. Guru mempresensi kehadiran siswa.
d. Siswa menanggapi apersepsi dari guru dengan
bercerita tentang “Ajisaka” yang merupakan asal-
usul aksara Jawa Hanacaraka
e. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
kegiatan dan tujuan pembelajaran yang akan
dilakukan
Inti a. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai 50 menit
macam-macam aksara Jawa beserta pasangannya.
b. Guru meminta salah satu siswa untuk menulis 5
macamaksaraJawa.
c. Siswa yang lain menanggapi apabilaa dakesalahan
dalam penulisan.
d. Siswa diberikan contoh kata menggunakan aksara
Jawa yang bersandhangan dilanjutkan dengan
kata berpasangannya.
e. Siswa diberikan contoh oleh guru menulis kata
beraksara Jawa dengan menerapkan sandhangan
dan pasangan.
f. Guru membagi siswa ke dalam 3 kelompok secara
heterogen. Masing-masing anggota kelompok
berjumlah 4 siswa.
g. Siswa dibagikan LKS berupa game
h. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS.
i. Siswa bersama guru membahas LKS.
134
j. Guru mengarahkan aturan turnamen .
k. Setiap perwakilan dari tiap kelompok diminta
untuk maju ke meja turnamen.
l. Pada meja turnamen ada yang bertugas sebagai
pembaca soal, penantang 1, penantang II.
m. Guru mengumumkan bahwa waktu untuk
turnamen telah selesai.
n. Siswa bersama guru menghitung skor yang
mereka peroleh pada saat turnamen..
o. Pemberian penghargaan pada kelompok yang
mendapatkan skor tinggi.
Penutup a. Siswa bersama guru menyimpulkan materi 15menit
pembelajaran yang diajarkan.
b. Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
c. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari
materi yang telahdiajarkan dan materi selanjutnya.
d. Siswa diberikan pesan moral.
e. Siswa bersama guru berdoa.
f. Salam penutup.
2. Pertemuan Kedua
Kegiatan DeskripsiKegiatan Alokasi
Waktu
Pembuka a. Siswa menjawab salam dari guru. 5 menit
b. Salah satu siswa memimpin berdoa untuk
memulai pembelajaran.
c. Guru mempresensi kehadiran siswa.
d. Siswa menanggapi apersepsi dari guru dengan
menyanyikan lagu “Hanacaraka”.
e. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
kegiatan dan tujuan pembelajaran yang akan
dilakukan
135
a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang 50 menit
materi sebelumnya yaitu menulis macam-macam
aksara Jawa dan kata dengan menerapkan
sandhangan-pasangan.
b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya sebelum mengajarkan materi
selanjutnya.
c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang
menulisfrasa dengan sandhangan dan pasangan.
d. Beberapa siswa diminta maju kedepan untuk
menulis frasa aksara Jawa.
e. Guru membagi siswa ke dalam 3 kelompok secara
heterogen. Masing-masing anggota kelompok
berjumlah 4 siswa.
f. Siswa dibagikan LKS berupa game melengkapi
aksara Jawa.
g. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS.
h. Siswa bersama guru membahas LKS.
i. Guru mengarahkan aturan turnamen.
j. Setiap perwakilan dari tiap kelompok diminta
untuk maju ke meja turnamen.
k. Pada meja turnamen ada yang bertugas sebagai
pembaca soal, penantang 1, penantang II.
l. Guru mengumumkan bahwa waktu untuk
turnamen telah selesai.
m. Siswa bersama guru menghitung skor yang
mereka peroleh pada saat turnamen..
n. Pemberian penghargaan pada kelompok yang
mendapatkan skor tinggi.
a. Siswa bersama guru menyimpulkan materi 15 menit
pembelajaran yang diajarkan.
b. Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
136
c. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari
materi yang telah diajarkan dan materi
selanjutnya.
d. Siswa diberikan pesan moral.
e. Siswa bersama guru berdoa.
f. Salam penutup.
I. Penilaian (terlampir)
Indikator Jenis Instrumen
Penilaian Penilaian
1. Menulis kata menggunakan aksara Jawa Tes Isian
yang bersandhangan panyigeg dan swara
2. Menulis kata menggunakan aksara Jawa Tes Isian
yang berpasangan.
3. Menulis kata menggunakan aksara Jawa Tes Isian
yang bersandhangan dan berpasangan.
4. Menulisfrasa menggunakanaksaraJawa Tes Isian
yang bersandhangan panyigeg dan swara.
5. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa Tes Isian
yang bersandhangan dan berpasangan
J. Lampiran-lampiran
1. Lampiran materi.
2. Lampiran soal gamedan turnamen.
3. Lampiran soal evaluasi.
137
Sleman,16 April 2016
Mengetahui,
138
Lampiran
Materi
Pertemuan I
A. Macam-macam aksara Jawa Beserta Pasangannya.
na dha
n N
......N
...... d D
.....D
.....
ca ja
c C
.....C
....... j .....JJ....
ra ya
r R
.....R
....... y Y
....Y
.....
ka nya
k K
......K
...... v .....V.....
da ma
f F
......F
...... m M
.....M
.....
ta ga
t T
......T
...... g G
.....G
.....
sa ba
s .....S b B
.....B
.....
wa tha
w W
......W
...... q Q
.....Q
.....
la nga
l L
.......L
..... z Z
.....Z
.....
Macam-macam sandhangan.
1. Sandhangan Swara (Bunyi Vokal)
139
m et ut el u
[s o
Sirna
s i/n
140
uwong
a u[ w =
o
Marang
mr =
Sawah
s wh
Handaka
a n F
k
Sapta
s p T
Kandha
k n D
Ngasta
z s T
141
Nandang
n n F
=
Rambutan
r mB
ut n \
Pangkat
p =
k t \
Prastawa
p ]s T
w
Pertemuan II
A. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa bersandhangan
frasa Bentuk aksara Jawa
Lagi nyapu
l g iv p u
Kowe kabeh
[ k o[ w k [ b h
Saka pasar
s k p s /
Gajah mungkur
g j hm u=
k u/
Telung piring
t el u=
p ir i=
142
B. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa dengan pasangan dan sandhangan.
Buku tulis
b uk ut ul is \
Pasar kembang
p s /k em B
=
Sak piring
s k P ir i=
Pitung pincuk
p it u=
p in C
uk \
143
Lembar Kerja Siswa
Nama kelompok :
Panuntun gladen! 1.
2.
3.
4.
144
Papan tembung
P A N G A N D A R A N H I K
S G V A R I H S T W O P K C
N H I T B A A Q C N I M B T
K Q A O C G N J S K O C E Y
I I K T Z A D F I N K T R W
A W P K I K H M D B H T I A
H J U A N T A Y O N C X A Q
T U M C B I N W M K U N P T
I C T A A Q G U U B X R F I
R I S R E Q G C K I T H C S
L K N B C Z U A T K K L O N
B O T R O I L Z I B N M K I
D O F T T U A Z N K I N G D
O K O G V K P T S I K J U I
Y U J P U R W O R E J O H I
Tembung:
1. __________________ =
2. __________________ =
3. __________________ =
4. __________________ =
5. __________________ =
145
Kunci Jawaban
P A N G A N D A R A N H I K
S G V A R I H S T W O P K C
N H I T B A A Q C N I M B T
K Q A O C G N J S K O C E Y
I I K T Z A D F I N K T R W
A W P K I K H M D B H T I A
H J U A N T A Y O N C X A Q
T U M C B I N W M K U N P T
I C T A A Q G U U B X R F I
R I S R E Q G C K I T H C S
L K N B C Z U A T K K L O N
B O T R O I L Z I B N M K I
D O F T T U A Z N K I N G D
O K O G V K P T S I K J U I
Y U J P U R W O R E J O O I
Tembung:
1. Pangandaran =p z n F
r n \
2. Gatotkaca = g [ t ot K
c
3. Dhandhanggula = d n D
=
g ul
4. Sidomukti = s i[ f ok M
uk T
i
5. Purworejo = p u/[ w o x [ j o
146
Lembar Kerja Siswa
Nama Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Panuntun Gladen!
147
1.
Sendal karet
s en F
a ................
2.
Maju mundur
m j u............F
u/
3.
Minggu esok
............[ a [ s o......
4.
Kembang mekar
k em B
=
m ..............
5.
Omah cilik
........................c il ik \
148
Kunci Jawaban.
1.
Sendal karet
s en F
a K
[r t \
2.
Maju mundur
m j um un F
u/
3.
Minggu esok
m i=
g u[ a [ s ok \
4.
Kembang mekar
k em B
=
m ek /
5.
Omah cilik
[ a om hc il ik \
149
Desain Kertu Pitakon Turnamen
lanang
150
Soal-soal dan kunci jawaban untuk turnamen 1.
Gegandengan g eg [ n F
z n \ Maskumambang ms K
um m B
=
Pananjakan p n n Jk n \ Sangkuriang s =
k ur ia =
Nguwasani z uw s n i Pawiyatan p w iy t n \
Pangandikan p z n F
ik n \ Purwokerto p u/[ w ok e/[ t o
Adiluhung a f i l ua u=
151
Soal-soal dan Kunci Jawaban Turnamen 2
Kembang mawar k em B
=
mw /
Lunga mancing l uz m n C
i=
Rambut lurus r m b ut L
ur us \
Anak pitik a n a P it ik \
Pinter banget p in T
e/b z et \
Jaran kepang j r [n K
p =
Kanggo bapak k =
[ g ob p k \
Bocah nakal [ b oc hn k l \
Pasar Senen p s / s e[ n n \
Andhap Asor a n D
p H [ s o/
Tempe goreng [ t [ m P [ g o[ r =
152
Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II
A. Standar Kompetesi
9. Mengungkapkan gagasan wacana tulis sastra dan nonsastra dalam
kerangka budaya Jawa.
B. Kompetensi Dasar
a. Menuliskan kalimat beraksara Jawa yang menggunakan pasangan.
C. Indikator
6. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan
panyigeg dan swara.
7. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dan
berpasangan.
8. Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa yang
bersandhangan
9. Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa yang
bersandhangan dan berpasangan.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menulis klausa
aksara Jawa yang bersandhangan panyigeg dan swara dengan benar.
153
2. Setelah mengikuti kegiatan Teams Games Tournament, siswa dapat
menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dan
berpasangan dengan benar
3. Setelah mengikuti kegiatan diskusi, siswa dapat menulis kalimat
sederhana menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan dengan benar.
4. Setelah mengikuti kegiatan Teams Games Tournament, siswa dapat
menulis kalimat sederhana yang bersandhangan dan berpasangan dengan
benar.
*karakter siswa yang diharapkan : jujur disiplin, tekun, tanggungjawab,
kerjasama, toleransi, keberanian, kerja keras.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu
mbukaan a. Siswa menjawab salam dari guru. 5 menit
b. Salah satu siswa memimpin berdoa untuk
memulai pembelajaran.
c. Guru mempresensi kehadiran siswa.
d. Siswa menanggapi apersepsi dari guru
dengan menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh guru mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan materi yang akan
disampaikan.
e. Siswa mendengarkan penjelasan guru
154
mengenai kegiatan dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan
a. Siswa mendengarkan penjelasan guru 50 menit
cara menulis klausa yang
bersandhangan.
b. Guru meminta salah satu siswa untuk
menulis klausa yang bersandhangan.
c. Siswa yang lain menanggapi apabila ada
kesalahan dalam penulisan.
d. Siswa diberikan contoh klausa
menggunakan aksara Jawa yang
bersandhangan dilanjutkan dengan
pasangannya.
e. Siswa diberikan contoh oleh guru
menulis klausa beraksara Jawa dengan
menerapkan sandhangan dan pasangan.
f. Guru membagi siswa ke dalam 3
kelompok secara heterogen. Masing-
masing anggota kelompok berjumlah 4
siswa.
g. Siswa dibagikan LKS berupa game.
h. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS.
i. Siswa bersama guru membahas LKS.
j. Guru mengarahkan aturan turnamen.
k. Setiap perwakilan dari tiap kelompok
diminta untuk maju ke meja turnamen.
l. Pada meja turnamen ada yang bertugas
sebagai pembaca soal, penantang 1,
penantang II
m. Guru mengumumkan bahwa waktu untuk
turnamen telah selesai.
n. Siswa bersama guru menghitung skor
155
yang mereka peroleh pada saat turnamen.
o. Pemberian penghargaan pada kelompok
yang mendapatkan skor tinggi.
nutup a. Siswa bersama guru menyimpulkan 15 menit
materi pembelajaran yang diajarkan.
b. Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
c. Guru mengingatkan siswa untuk
mempelajari materi yang telah diajarkan
dan materi selanjutnya.
d. Siswa diberikan pesan moral.
e. Siswa bersama guru berdoa.
f. Salam penutup.
Pertemuan Kedua
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
mbuka a. Siswa menjawab salam dari guru. 5 menit
b. Salah satu siswa memimpin berdoa untuk
memulai pembelajaran.
c. Guru mempresensi kehadiran siswa.
d. Siswa menanggapi apersepsi dari guru
dengan menyanyikan lagu “Hanacaraka”
e. Siswa mendengarkan penjelasan guru
mengenai kegiatan dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan
Inti a. Siswa mendengarkan penjelasan guru
menit
tentang materi sebelumnya yaitu menulis
klausa menggunakan aksara Jawa yang
bersandhangan dan berpasangan.
b. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya sebelum
mengajarkan materi selanjutnya.
c. Siswa mendengarkan penjelasan guru
156
tentang menulis kalimat sederhana
menggunakan aksara Jawa yang
bersandhangan dan dilanjutkan
berpasangan.
d. Beberapa siswa diminta maju kedepan
untuk menulis kalimat sederhana aksara
Jawa.
e. Guru membagi siswa ke dalam 3
kelompok secara heterogen. Masing-
masing anggota kelompok berjumlah 4
siswa.
f. Siswa dibagikan LKS berupa game
menyusun kata menjadi kalimat sederhana
g. Siswa berdiskusi mengerjakan LKS.
h. Siswa bersama guru membahas LKS.
i. Guru mengarahkan aturan turnamen
akademik.
j. Setiap perwakilan dari tiap kelompok
diminta untuk maju ke meja turnamen.
k. Pada meja turnamen ada yang bertugas
sebagai pembaca soal, penantang 1,
penantang II.
l. Guru mengumumkan bahwa waktu untuk
turnamen telah selesai.
m. Siswa bersama guru menghitung skor yang
mereka peroleh pada saat turnamen..
n. Pemberian penghargaan pada kelompok
yang mendapatkan skor tinggi.
Penutup a. Siswa bersama guru menyimpulkan materi 15 menit
pembelajaran yang diajarkan.
b. Siswa melakukan evaluasi pembelajaran.
c. Guru mengingatkan siswa untuk
157
mempelajari materi yang telah diajarkan
dan materi selanjutnya.
d. Siswa diberikan pesan moral.
e. Siswa bersama guru berdoa.
f. Salam penutup.
I. Penilaian (terlampir)
Indikator Jenis Penilaian Instrumen Penilaian
1. Menulis klausa menggunakan Tes Isian
aksara Jawa yang
bersandhangan panyigeg dan
swara.
2. Menulis klausa menggunakan Tes Isian
aksara Jawa yang
bersandhangan dan
berpasangan.
3. Menulis kalimat sederhana Tes Isian
menggunakan aksara Jawa
yang bersandhangan
4. Menulis kalimat sederhana Tes Isian
menggunakan aksara Jawa
yang bersandhangan dan
berpasangan.
158
J. Lampiran-lampiran
1. Lampiran materi.
2. Lampiran soal game dan turnamen.
3. Lampiran soal evaluasi.
Mengetahui,
159
Lampiran
Materi Pembelajaran
Pertemuan 3
A. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa yang bersandhangan.
Klausa yaitu kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan
predikat.
Contoh Bentuk aksara Contoh Bentuk aksara Jawa
Klausa Jawa klausa
Banyu mili Desone rame
b v um il i [ s o[ n r [ m
Rini turu
r in it ur u
Santa lara
s n T
l r
160
Manuk mabur
m n uk M
b u/
Adol minyak
a [ f ol M
iv k \
Astuti lunga
a s T
ut i l uz
Pertemuan 4
A. Menulis kalimat sederhana menggunakan aksara Jawa bersandhangan
ontoh kalimat ntuk aksara Jawa
Ani maca ana latar
a n im c a n l t /
ni makani sapi
m /n im k n i s p i
161
Lampiran Permainan
Nama kelompok:
1. ________________
2. ________________
3. ________________
4. ________________
_
Panuntun Gladen!
162
sregep tindhak macul
kembang
Wangsulan:
2.
3.
4.
5.
163
Lampiran permainan 2
Game 4 “Nyusun Ukara”
Jeneng kelompok:
1. ____________________
2. ____________________
3. ____________________
4. ____________________
_____
Panuntun Gladen!
biji 100!
164
“Nyusun Ukara”
165
Kunci jawaban.
166
Soal turnamen 3
Soal Bentuk aksara Jawa
Nembang jawi n em B
=j w i
Resti mumet [r s T
i m um et \
Ngangkat meja z =
k [t M
j
Nyerok sampah [ v [ r ok S m P h
Nutup kardus n ut up K
/f us \
Ngumbah piring z um B
h p ir i=
Harno dolan a /[ n o [ f ol n \
Nendang kursi n en F
=k u/s i
Mangan bubur mz n B
ub u/
Pindah omah p in F
h [ a om h
Ngobong kertas [ z o[ b =
o k /et s \
Tuku beras t uk ub e
r s \
167
Soal turnamen 4
Soal Bentuk aksara Jawa
Ibu nembe tumbas tigan a ib un e[ m Bt um B
s T
ig n \
168
Lampiran 4 Soal Post-test I
Soal Post-Test
Nama : ............................
No : ............................
Wangsulan:
169
Kunci jawab soal Post-test siklus 1
1. a d ed s /
2. a m /s uf i
3. p n C
wl
4. p z k S m
5. k [ ms W
r i
6. p n em P m
7. g em hr ip h
8. [ s ol hb w
9. [ l [ l j u[ m B
o
10. c n D
im en F
ut \
170
Penilaian Post-Test
No Indikator Jumlah No
soal soal
1. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang 2 1,2
bersandhangan panyigeg danswara
2. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang 2 3,4
berpasangan.
3. Menulis kata menggunakan aksara Jawa yang 2 5,6
bersandhangan dan berpasangan.
4. MenulisfrasamenggunakanaksaraJawayang 2 7,8
bersandhangan panyigeg danswara.
5. Menulis frasa menggunakan aksara Jawa yang 2 9,10
bersandhangan danberpasangan
Skor maksimal : 40
171
Lampiran 5. Soal Post-test II
Soal Post Test
Nama : ____________
No : ____________
Wangsulan:
172
Kunci jawaban post-test II
1. k uc i=
t ur u 6. w iz ia k ut uk ub uk u
2. m ul =
k el s \ 7. k /n is in a ua n k m /
3. t um B
s T
ig n \ 8. s im B
hn e[ m B
d a /s ek ul \
4. z um B
hk [ a os \ 9. p [ k D
t in F
k D
t e_k [ n T
o/
5. m [ a o[ s K
or n \ 10. a d ik B
n Ju/m il hb uk u
Lampiran Penilaian
No ndikator Jumlah butir No butir
1. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa 2 1,2
yang bersandhangan panyigeg danswara
2. Menulis klausa menggunakan aksara Jawa 3 3,4,5
yang bersandhangan dan berpasangan.
Skor maksimal : 40
jumlah skor perolehan
Nilai = x %
skor maksimal
173
Lampiran 6 Hasil Post-test I
174
175
Lampiran 7 Hasil Post-test II
176
177
Lampiran 8 Rekapitulasi Nilai Siswa Siklus I dan II
178
Lampiran 9 Aturan Turnamen Akademik
Peraturan Permainan
Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
179
Lampiran 10 Bagan Pertandingan Turnamen I
TIM Gareng
180
Lampiran 11 Teknik Penyekoran Individu Siswa dalam Turnamen Akademik I
a. Meja Turnamen I
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng MRR 3 60
Bagong SNS 2 40
Semar ADP 2 40
b. Meja Turnamen II
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng EMS 2 40
Bagong FNA 3 60
Semar NA 2 40
181
c. Meja Turnamen III
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng NVA 2 40
Bagong SAK 2 40
Semar FFH 2 40
d. Meja Turnamen IV
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng PDMS 2 40
Bagong SDR 1 20
Semar LRA 0 0
Gareng SW
182
Lampiran 12 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen Akademik I
a. Kelompok Gareng
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
7. MRR 60
4. EMS 40
8. NVA 40
10. PDMS 40
1. SW -
Jumlah skor kelompok 180
Rata-rata skor selompok 45
(tim baik)
b. Kelompok Bagong
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
13. SNS 40
6. FNA 60
12. SAK 40
13. SDR 20
Jumlah skor kelompok 160
Rata-rata skor selompok 40
(tim baik)
183
c. Kelompok Semar
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
3. ADP 60
9. NA 40
5. FFH 40
2. LRA 0
Jumlah skor kelompok 140
Rata-rata skor selompok 35
(tim baik)
Keterangan Penyekoran
Kriteria (Rata-rata Tim) Penghargaan
40 Tim Baik
50 Tim Sangat Baik
60 Tim Super
184
Lampiran 13 Bagan Pertandingan Turnamen II
TIM Gareng
185
Lampiran 14 Teknik Penyekoran Individu Siswa dalam Turnamen Akademik II
a. Meja Turnamen I
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng FNA 3 60
Bagong ADP 3 60
Semar MRR 3 60
b. Meja Turnamen II
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng EMS 2 40
Bagong FFH 2 40
Semar SNS 3 60
186
c. Meja Turnamen III
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng PDMS 3 60
Bagong NA 2 20
Semar SAK 2 20
d. Meja Turnamen IV
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng NVA 3 60
Bagong SDR 1 20
Semar LRA 1 20
Gareng SW
187
Lampiran 15 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen Akademik II
a. Kelompok Gareng
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
6. FNA 60
4. EMS 40
8. NVA 60
10. PDMS 40
1. SW -
Jumlah skor kelompok 200
Rata-rata skor selompok 50
(tim sangat baik)
b. Kelompok Bagong
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
3. ADP 60
5. FFH 40
9. NA 40
13. SDR 20
Jumlah skor kelompok 160
Rata-rata skor selompok 40
(tim baik)
188
c. Kelompok Semar
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
3. ADP 60
9. NA 40
5. FFH 40
2. LRA 0
Jumlah skor kelompok 140
Rata-rata skor selompok 35
(tim baik)
Keterangan Penyekoran
Kriteria (Rata-rata Tim) Penghargaan
40 Tim Baik
50 Tim Sangat Baik
60 Tim Super
189
Lampiran 16 Bagan Pertandingan Turnamen III
TIM Gareng
190
Lampiran 17 Teknik Penyekoran Individu Siswa dalam Turnamen Akademik III
a. Meja Turnamen I
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng EMS 3 60
Bagong MRR 3 60
Semar ADP 3 60
b. Meja Turnamen II
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng SNS 3 60
Bagong NA 3 60
Semar NVA 3 60
191
c. Meja Turnamen III
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng PDMS 3 60
Bagong FNA 3 60
Semar SAK 2 40
d. Meja Turnamen IV
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng SDR 1 20
Bagong FFH 2 40
Semar LRA 1 20
Gareng SW
192
Lampiran 18 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen Akademik III
a. Kelompok Gareng
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
4. EMS 60
13. SNS 60
10. PDMS 60
11. SDR 20
Jumlah skor kelompok 200
Rata-rata skor selompok 50
(tim sangat baik)
b. Kelompok Bagong
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
7. MRR 60
9. NA 60
6. FNA 60
5. FFH 40
Jumlah skor kelompok 220
Rata-rata skor selompok 55
(tim sangat baik)
193
c. Kelompok Semar
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
3. ADP 60
8. NVA 60
12. SAK 40
2. LRA 20
Jumlah skor kelompok 180
Rata-rata skor selompok 45
(tim baik)
Keterangan Penyekoran
Kriteria (Rata-rata Tim) Penghargaan
40 Tim Baik
50 Tim Sangat Baik
60 Tim Super
194
Lampiran 19 Bagan Pertandingan Turnamen IV
TIM Gareng
195
Lampiran 20 Teknik Penyekoran Individu Siswa dalam Turnamen Akademik IV
a. Meja Turnamen I
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng FNA 3 60
Bagong NA 3 60
Semar SNS 3 60
b. Meja Turnamen II
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng EMS 3 60
Bagong MRR 3 60
Semar ADP 3 60
196
c. Meja Turnamen III
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng NVA 3 60
Bagong PDMS 3 60
Semar SAK 2 40
d. Meja Turnamen IV
Kelompok Nama Siswa No Pertanyaan Jumlah Skor
(Inisial) pertanyaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
terjawab
Gareng LRA 2 20
Bagong SDR 2 40
Semar FFH 3 60
Semar SW - -
197
Lampiran 21 Teknik Penyekoran Kelompok setelah Turnamen Akademik IV
a. Kelompok Gareng
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
6 FNA 60
4 EMS 60
8. NVA 40
2. LRA 20
Jumlah skor kelompok 180
Rata-rata skor selompok 45
(tim baik)
b. Kelompok Bagong
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
9. NA 60
7. MRR 60
10. PDMS 20
5. FFH 60
Jumlah skor kelompok 200
Rata-rata skor selompok 50
(tim sangat baik)
198
c. Kelompok Semar
No Nama Siswa (Inisial) Skor Turnamen
Absen yang diperoleh
13. SNS 60
3. ADP 60
12. SAK 20
11 SDR 40
Jumlah skor kelompok 180
Rata-rata skor selompok 45
(tim baik)
Keterangan Penyekoran
Kriteria (Rata-rata Tim) Penghargaan
40 Tim Baik
50 Tim Sangat Baik
60 Tim Super
199
Lampiran 22 Hasil Menulis Aksara Jawa Siswa
Menulis Kata Beraksara Jawa
200
Menulis Frasa Beraksara Jawa
201
Menulis Klausa Beraksara Jwa
202
Menulis Kalimat Sederhana Beraksara Jawa
203
Lampiran 23 Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Menerapkan Model TGT
Lembar Observasi Guru
Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games
Tournament
(TGT) di Kelas V SD Negeri Nglengking Sleman
Mata Pelajaran :
Hari/tanggal :
Siklus/Pertemuan ke :
Waktu :
Materi :
Petunjuk Pengisian :
1. Instrumen ini digunakan selama proses belajar menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk memberikan
skor terhadap guru.
2. Berilah skor 1-4 pada kolom yang tersedia.
Keterangan:
4 = Guru dalam pembelajaran selalu sesuai dengan aspek yang diamati.
3 = guru dalam pembelajaran sering sesuai dengan aspek yang diamati.
2 = guru dalam pembelajaran jarang sesuai dengan aspek yang diamati.
1 = guru dalam pembelajaran tidak pernah sesuai dengan aspek yang diamati.
No Aspek yang diamati Skor Keterangan
4 3 2 1
1. Guru membuka pelajaran
dengan doa dan salam.
2. Guru melakukan apersepsi
3. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
4. Guru menggali pengetahuan
awal siswa tentang materi
aksara Jawa.
204
No Aspek yang diamati Skor Keterangan
4 3 2 1
5. Guru menjelaskan materi aksara
Jawa
6. Guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya
apabila ada hal yang belum
dipahami
7 Guru membentuk kelompok
secara heterogen.
8. Guru menjelaskan kegiatan
yang akan dilakukan.
9 Guru membagikan lembar LKS
berupa game.
10. Guru membimbing siswa
melakukan diskusi kelompok.
205
No Aspek yang diamati Skor Keterangan
4 3 2 1
17. Guru memberikan kesimpulan
18. Guru menutup pembelajaran.
Jumlah Skor
206
Lampiran 24 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa
Mata Pelajaran :
Hari/tanggal :
Siklus/Pertemuan ke :
Waktu :
Materi :
Petunjuk Pengisian :
1. Instrumen ini digunakan selama proses belajar menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk memberikan
skor terhadap aktivitas belajar siswa.
2. Berilah skor 1-4 pada kolom yang tersedia.
Keterangan:
4= Siswa dalam pembelajaran selalu sesuai dengan aspek yang diamati.
3= Siswa dalam pembelajaran sering sesuai dengan aspek yang diamati.
2= Siswa dalam pembelajaran jarang sesuai dengan aspek yang diamati.
1= Siswa dalam pembelajaran tidak pernah sesuai dengan aspek yang diamati.
Aspek yang No. Absen Keterangan
diamati 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Skor (4,3,2,1)
Siswa
mengemukakan
pengetahuan
awalnya tentang
materi aksara
Jawa.
Siswa
memperhatikan
penjelasan guru
tentang materi
aksara Jawa.
207
Aspek yang No. Absen Keterangan
diamati
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Skor (4,3,2,1)
Siswa mencatat
materi pelajaran
yang disampaikan
guru di buku tulis
masing-masing.
Siswa bertanya
kepada guru
apabila ada
pelajaran yang
belum dipahami.
Siswa membentuk
kelompok
heterogen dengan
bimbingan guru.
Siswa berdiskusi
mengerjakan soal
game (LKS).
Siswa menuliskan
hasil diskusi pada
lembar kerja LKS.
Siswa
mempresentasikan
hasil diskusi.
Siswa
menanggapi
teman yang
sedang
memaparkan hasil
diskusi.
208
Aktivitas yang No. Absen Keterangan
diamati 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Skor (4,3,2,1)
Siswa
mendengarkan
penjelasan guru
tentang aturan
turnamen
akademik.
Siswa melakukan
turnamen
akademik.
Siswa menghitung
skor yang
diperoleh dari
individu maupun
kelompok.
Skor
209
Lampiran 25 Hasil Observasi Guru pada Siklus I Pertemuan 1
210
211
212
Lampiran 26 Hasil Observasi Guru pada Siklus I Pertemuan 2
213
214
215
Lampiran 27 Hasil Observasi Guru pada Siklus II Pertemuan 1
216
217
218
Lampiran 28 Hasil Observasi Guru pada Siklus II Pertemuan 2
219
220
221
Lampiran 29 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 1
222
223
224
Lampiran 30 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 2
225
226
227
Lampiran 31 Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Pertemuan 1
228
229
230
Lampiran 32 Hasil Observasi Belajar Siswa Siklus II Pertemuan 2
231
232
233
Lampiran 33 Dokumentasi Pelaksanaan Tindakan
2. Bekerja Kelompok
234
4. Penghargaan Terhadap Tim
B. Siklus II
1. Guru meminta siswa menuliskan aksara Jawa
235
3. Siswa melakukan Turnamen Akademik
236
Lampiran 34 Surat Ijin Penelitian
237
238
239
240