0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan3 halaman

Perbaikan Sistem Administrasi Negara RI

Sistem administrasi negara Indonesia membutuhkan perbaikan sistemik, antara lain pada tugas dan kewenangan, SDM, transparansi, dan peraturan hukum. Budaya nepotisme mempengaruhi pelaksanaan administrasi negara. Perlu direkrut pegawai berkompeten bukan hanya dari keluarga. Administrasi perlu dilakukan secara terbuka dan didasari aturan hukum yang jelas.

Diunggah oleh

Dwi Ananda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan3 halaman

Perbaikan Sistem Administrasi Negara RI

Sistem administrasi negara Indonesia membutuhkan perbaikan sistemik, antara lain pada tugas dan kewenangan, SDM, transparansi, dan peraturan hukum. Budaya nepotisme mempengaruhi pelaksanaan administrasi negara. Perlu direkrut pegawai berkompeten bukan hanya dari keluarga. Administrasi perlu dilakukan secara terbuka dan didasari aturan hukum yang jelas.

Diunggah oleh

Dwi Ananda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Izin menjawab pertanyaan diskusi sesi 7 di atas yang diberikan oleh Bapak Deni Fauzi

Ramdani selaku tutor mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Negara yang membahas
tentang Sistem Administrasi Negara di Indonesia.

Silakan diskusikan tentang sistem administrasi negara indonesia, menurut Anda


dari sisi manakan perlu ada nya perbaikan sistemik, dukung dengan teori yang
Anda pahami pada BMP ADPU 4130 PIAN, Edisi 2,  modul 9  (sembilan) dan
berikan argumentasi ilmiahnya!

Tanggapan penulis :

Sistem Administrasi Negara Indonesia merupakan penyelenggaraan umum kekuasaan


pemerintahan negara Indonesia melalui segenap kemampuan aparatur negara, sarana
dan prasarana negara dalam rangka mencapai tujuan nasional dan melaksanakan
tugas negara kesatuan. Republik Indonesia yang diatur dalam UUD 1945.

Indonesia termasuk ke dalam jajaran demokrasi dengan sistem adminitrasi negara yang
mulai berkembang. Cara berpikir untuk menyusun suatu sistem yang utuh secara
keseluruhan tidak lagi dapat dilihat secara parsial, tetapi secara holistik. Artinya, tugas
membangun negara bukan hanya tugas pimpinan, tetapi juga tugas seluruh elemen
negara. Dalam hal penerapan sistem administrasi negara, Indonesia memiliki banyak
mengalami perubahan. Hal Ini dapat memiliki efek baik dan buruk. Sehingga dapat
dipahami bahhwa betapa pentingnya suatu negara memiliki sistem administrasi yang
menjadi ciri khas negara tersebut. Sistem administrasi Negara Indonesia dinilai mampu
membuat peran lembaga negara Indonesia lebih efektif dan efisien.

Indonesia pernah terseret ke dalam krisis multidimensi yang serius pada tahun 1990-
an. Meskipun pembangunan nasional saat itu dipengaruhi oleh perkembangan
internasional, namun banyak faktor fundamental dari dalam yang berperan besar dalam
timbulnya krisis multidimensi ini, sehingga berlangsung cukup lama.

Salah satu faktor yang menimbulkan krisis multidimensi yang sangat mendasar adalah
buruknya perkembangan “sistem dan proses penyelenggaraan administrasi negara dan
pembangunan bangsa”, yang utama dan paling esensial adalah penyimpangan
berbagai dimensi nilai. yang seharusnya menjadi acuan bagi perilaku individu dan
institusional. yang berperan dalam penyelenggaraan sistem administrasi negara.
Kondisi atau inkonsistensi ini menyebabkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip administrasi
yang baik, yang sebenarnya melekat pada atau sebagian dari ciri sistem administrasi
publik, diabaikan atau tidak diperhitungkan sepenuhnya, sehngga sistem administrasi
negara dan komunitas nasional menjadi rentan.

Dalam upaya membangun sistem administrasi negara untuk mencapai tujuan


berbangsa dan bernegara harus berpandangan bahwa sistem administrasi negara
adalah subsistem dari rakyat, dan sistem pemerintahannya berdasarkan Undang-
Undang Dasar. 1945. Jika dua hal ini diabaikan, tidak akan ada ciptaan atau hasil di
dalamnya. Konsep kebangsaan yang tetap sejalan dengan karakteristik bangsa
Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa sentralisme yang ada dalam sistem
administrasi negara kita pada era Orde Baru mengakibatkan munculnya ketidakpuasan
yang berkepanjangan dan konflik yang mendalam. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu
pemicu lahirnya reformasi di Indonesia.

Litchfield dan Rankin mengusulkan tiga syarat yang harus dipenuhi untuk
mengembangkan efisiensi manajemen administrasi.guna mengatasi kelemahan sistem
administrasi Indonesia yaitu terselenggaranya pendidikan yang ketat, pengembangan
kepribadian yang kreatif serta pengalaman yang luas.

Merujuk pada pembahasan di atas, tentunya hal tersebut menjadi perhatian penting
dalam mewujudkan sistem administrasi negara yang sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Oleh karena itu, diperlukan beragama upaya untuk memperbaiki
sistem administrasi publik, diantaranya.

 Tugas dan kewenangan

Dalam sistem administrasi negara, tidak dapat langsung diterapkan di suatu negara
atau wilayah karena keberadaan budaya lokal memiliki pengaruh yang kuat pada
praktiknya. Budaya nepotisme/nepotisme tidak bisa dipisahkan dalam penyelenggaraan
pemerintahan, rasa kekeluargaan di Indonesia sangat kental. Jika ada saudara, kerabat
atau tetangga yang ingin menjalankan proses penyelenggaraan administrasi tentunya
kita meminta mereka untuk tetap tertib dan antri, namun mereka tidak memperdulikan
hal tersebut. Sedangkan pemerintah harus tetap melayani sesuai prosedur yang
semestinya tanpa memandang status sosial.

 Sumber Daya Manusia (kualitas kepegawaian)

Sumber Daya Manusia (SDM) masih dinilai rendah karena masih banyak pemerintah
daerah yang memiliki kewenangan merekrut pegawai yang biasanya direkrut dari
keluarga atau kerabat dekat mereka. Seharusnya yang dicari adalah karyawan yang
ahli di bidangnya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan mencapai tujuan
administrasi dengan lancar.

 Transparan

Dalam proses administrasi, diharapkan agar pelaksanaan didalamnya dilakukan secara


terbuka dan transparasn, sehingga tida ada perilaku menyimpang yang dilakukan
administrator.

 Peraturan hukum
Diperlukan adanya peraturan hukum yang lebih tegas terkait sistem administrasi negara
guna terwujudnya sistem administrasi negara beradasarkan kepastian hukum, efisiensi,
proporsionalitas, efisiensi, ketertiban dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,
keadilan, kebenaran dan demokrasi.

Sumber referensi :

BMP APDU4130, Edisi 2. Modul 9 (Sistem Administrasi Publik Indonesia), hal 9.23 –
9.32, Tangerang Selatan : Universitas Terbuka

https://jhansem.wordpress.com/2009/03/10/sistem-administrasi-negara-indonesia/

https://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/02/
pustaka_unpad_implementasi_sistem_administrasi_negara_indonesia.pdf

Demikian jawaban saya terkait soal diskusi di atas. Apabila masih terdapat kekurangan
dan kesalahan dalam tulisan saya, makaa koreksi dari tutor akan sangat membantu
penulis dalam penunjang pemahaman menjadi lebih baik ke depannya terkhusus materi
pada diskusi sesi 7 ini. Terima kasih.

Anda mungkin juga menyukai