Nama : Siti Zubaidah
Nim : 041774011
Mata Kuliah : Manajemen proyek
Tugas 1
No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial
1 Uraikan mengenai 15 Modul 1, Kegiatan Belajar 1 BMP
hakikat manajemen ADPU4338 Manajemen Proyek
proyek
2 Jelaskan mengenai 15 Modul 1, Kegiatan Belajar 2 BMP
konsep manajemen ADPU4338 Manajemen Proyek
proyek
3 Jelaskan perbedaan 20 Modul 1, Kegiatan Belajar 2 BMP
kegiatan proyek ADPU4338 Manajemen Proyek
dengan kegiatan
operasional
4 Jelaskan siklus 25 Modul 2, Kegiatan Belajar 1 BMP
proyek menurut ADPU4338 Manajemen Proyek
UNIDO. Menurut
Anda tahapan
mana yang paling
banyak menemui
kendala? Jelaskan
argumen Anda
disertai contohnya.
5 Jelaskan beberapa 25 Modul 3, Kegiatan Belajar 1 BMP
faktor yang ADPU4338 Manajemen Proyek
digunakan untuk
evaluasi proyek.
Dan menurut Anda
faktor apakah yang
banyak terjadi
penyelewengan?
Berikan jawaban
dengan disertai
contohnya
Jawab:
1. Menurut Kerzner (2003) manajemen proyek adalah sebuah perencanan ,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari sumber daya perusahaan
untuk tujuan jangka pendek yang relatif singkat, yang di bangun untuk
menyelesaikan tujuan atau suatu tujuan tertentu.
Sumber modul adpu4338
2. Konsep manajemen identik dengan kegiatan ilmiah. Artinya,
bahwa konsep manajemen dapat digunakan untuk menjawab
persoalan organisasi secara ilmiah. Persoalan organisasi dalam
rangka mencapai tujuan dapat diurai dengan menggunakan
konsep-konsep manajemen. Indikator yang berpengaruh terhadap
kinerja organisasi dari aspek manajemen bisa dijelaskan secara
ilmiah. Konsep manajemen yang demikian inilah yang dikenal
sebagai konsep manajemen secara ilmu. Manajemen secara ilmu
memang dapat dipelajari dan dikembangkan dengan baik sehingga
dapat digunakan untuk memperbaiki dan menjalankan aktivitas
organisasi dalam mencapai tujuannya.
Terlepas dari keberhasilan konsep manajemen secara ilmu, tidak
bisa dipungkiri bahwa manajemen pun dapat dipahami sebagai
seni (art). Manajemen sebagai seni jauh dari kegiatan ilmiah.
Dalam faktanya, kegiatan organisasi dapat berhasil lebih didasari
oleh aspek kewibawaan, keuletan.
Berdasar uraian di atas, konsep manajemen dapat
diidentifikasi sebagai berikut.
1. Kegiatan manajemen memiliki unsur seperti kumpulan orang,
kerja sama, dan tujuan yang ingin dicapai.
2. Kegiatan manajemen dapat berhasil jika didukung oleh prinsip-
prinsip manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengendalian.
3. Kegiatan manajemen dapat berhasil jika didukung oleh sumber
daya manajemen mulai dari sumber daya manusia, uang,
material, metode kerja yang baik, mesin.
4. Kegiatan manajemen dilakukan dalam rangka untuk mencapai
tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pencapaian tujuan
organisasi yang ideal adalah kombinasi terbaik dari efektif dan
efisien.
Sumber modul adpu4338
3. Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu manajemen operasional
dengan manajemen proyek.
Pengertian Manajemen operasional adalah suatu bentuk dari pengelolahan yang
menyeluruh dan optimal pada suatu masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan,
bahan baku atau produk apapun yang dapat dijadikan barang atau jasa yang tentunya
dapat di perjual belikan. Yang dimana terdapat manajer operasional yang tanggung jawab
terhadap penghasilan produk atau jasa, mengambil keputusan yang berhubungan dengan
fungsi operasi dan sistem transformasi, serta menimbangkan pengambilan keputusan
dari fungsi operasi. (Sumber : [Link]
manajemen-operasional-tujuan-fungsi-ciri-ruang-lingkup-dan-contoh-manajemen-
[Link]
Pengertian Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan,
pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai
tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah
ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh
waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan
hasil yang spesifik dan unik,[1] dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan
yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara
atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi)[2],
dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya
biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk
menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada
kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen
strategis yang spesifik. (Sumber : [Link]
Perbedaan anatara manajemen operasional dengan manajemen proyek antara lain
adalah sebagai berikut.:
Manajemen operasinal
1. Berulang dan rutin
2. Intentitas kegiatan relatif lama, sehingga dalam rencana strategis organisasi memiliki
jangka waktu dan capaian indikator
3. Breakdown jadwal anggaran masih berupa garis besar sehingga tidak terlalu tajam
4. Macam kegiatan sudah terkunci dan terbatas dengan sumber daya yang relatif
konstan dan terukur
5. Repetitif dan bersifat pengulangan.
Sedangkan untuk proyek, :
1. Kegiatannya dinamis dan non-rutin
2. Intensitas kegiatan sifatnya relatif singkat, dan penjadwalan kegiatan didalamnya
memiliki potensi perubahan jadwal serta terbagi dalam beberapa unit kerja yang
memiliki kompartemen penugasan
3. Breakdown jadwal anggaran dan pelaksanaan pekerjaan sudah detil, terukur, dan
memiliki batasan waktu penugasan.
4. Terdapat kolaborasi latar belakang keahlian yang berbeda-beda dari para pihak
terkait.
5. Kebutuhan akan sumber daya cenderung bervariasi dan membutuhkan mitigasi risiko
secara berkala
Sumber [Link]
operasional/
4. UNIDO membagi siklus proyek menjadi 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap
implementasi. Kegiatan pada kedua tahap itu diperinci menjadi sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan:
- Identifikasi gagasan atau analisis pendahuluan.
- Pengembangan ide menjadi konsep-konsep alternatif.
- Formulasi lingkup proyek.
- Evaluasi lanjutan dan keputusan untuk investasi.
2. Tahap Implementasi
- Penyiapan desain-engineering terinci, jadwal induk, dan anggaran.
- Pengadaan kontrak dan pembelian.
- Pengerjaan aplikasi, kontruksi, uji coba, dan start-up.
[Link]
i_22.html
Menurut saya kendala banyak terjadi pada saat pelaksanaan, karena kadang ada saja kendala
yang tidak terduga. Contoh seperti terjadinya bencana alam sehingga proyek mau tak mau harus
di hentikan.
5. Beberapa faktor menentukan intensitas studi evaluasi proyek:
a. Besarnya dana yang ditanamkan: semakin besar dana yang ditanamkan, intensitas studi
akan semakin mendalam.
b. Tingkat ketidakpastian proyek: semakin sulit memperkirakan penghasilan penjualan,
biaya, aliran kas, dan lain-lain, maka biasanya studi evaluasi proyek akan semakin hatihati.
c. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek: semakin kompleks
faktorfaktor yang mempengaruhi proyek, semakin hati-hati dan mendalam studi evaluasi
proyek tersebut.
Menurut pendapat saya dan informasi yang saya dapatkan penyelewengan banyak terjadi
pada pendanaan dan material pembuatan suatu proyek. Contoh pada material yaitu misal
anjuran untuk memakai semen sekirar 100 sak semen di kurangi menjadi 95 sak saja.