Asuhan Keperawatan Persalinan Spontan
Asuhan Keperawatan Persalinan Spontan
Disusun Oleh :
FIRDA FATIKA SARI
P1337420519022
No.Register : 0300561
I. Pengkajian
A. Demografi
1. Identitas Pasien
Nama : Ny. F
Umur : 24 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Demangan Ngadirejo
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama orangtua : Tn. A
Umur : 24 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Demangan Ngadirejo
Hub.dengan pasien : Suami
B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan utama : Nyeri kenceng-kenceng
2. Riwayat kesehatan sekarang : pasien masuk IGD tanggal 6 Maret 2022
dengan usia kehamilan 40+3 minggu mengeluh nyeri kenceng-kenceng sejak
jam 02.00.
3. Riwayat penyakit dahulu : pasien mengatakan tidak memiliki riwayat
penyakit
4. Riwayat penyakit keluarga : pasien mengatakan tidak ada keluarga yang
menderita penyakit menurun maupun menular
5. Riwayat kehamilan sekarang
Pasien G1 P0 A0 dengan HPL 3 Maret 2022 usia kehamilan 40+3 minggu
Pasien mengatakan melakukan ANC pada trimester 1 hingga trimester 3
dengan pengawasan bidan dan dokter selama 3x
Kala 1 : tidak melewati garis waspada
Kala 2 : terdapat episiotomi dengan indikasi pelebaran jalan lahir, tidak
terdapat gawat janin, dan pasien didampingi suami
Kala 3 : terdapat inisiasi menyusui dini, lama kala 3 10 menit, diberikan
oksitosin 10 U im 1 menit setelah persalinan, tidak diberikan oksitosin
ulang (2x), penanganan tali pusat terkendali, dilakukan massase fundus
uteri, plasenta lahir lengkap, plasenta tidak lahir lebih hari 30 menit,
terdapat luka laserasi dengan derajat 2 dilakukan penjahitan dengan
anestesi, tidak terdapat atonia uteri, dan jumlah darah yang keluar 200 ml
Kala 4 : KU baik, TD 114/78 mmHg, nadi 92 x/menit, RR 22 x/menit
6. Riwayat menstruasi
Menarche : 13 tahun
Lama haid : 7 hari
Masalah selama haid : tidak ada
7. Riwayat perkawinan
Usia perkawinan : 9 bulan
8. Riwayat KB
Pasien mengatakan belum pernah KB
9. Riwayat alergi
Pasien mengatakan tidak ada alergi obat-obatan dan makanan
C. Pemeriksaan fisik
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : composmentis
3) BB/TB : 78 Kg / 168 cm
4) Tanda-tanda vital :
a) TD : 138/90 mmHg
b) N : 90 x/menit
c) Suhu : 36,6C
d) RR : 20 x/menit
e) SpO2 : 99%
5) Head to toe
a) Kepala/leher : tidak ada benjolan atau lesi pada kepala, tidak ada nyeri
tekan, wajah simetris, tidak ada massa pada leher, tidak ada benjolan pada
kelenjar tiroid, dan tidak ada bendungan vena jugularis.
b) Mata : simetris kanan dan kiri, konjungtiva tidak anemis, tidak ada nyeri,
sklera tidak ikterik
c) Telinga : simetris kanan kiri, pendengaran baik, tidak ada nyeri, bersih
d) Hidung : simetris, bersih, tidak ada nyeri
e) Mulut/lidah: tidak ada karies, tidak ada perdarahan gusi, mukosa bibir
lembab, lidah bersih
f) Thorak
Payudara
I : simetris kanan kiri, puting susu menonjol, areola hitam
P : tidak ada edema
P : tidak ada nyeri tekan
Paru-paru :
I : simetris kanan kiri, tidak ada keluhan sesak, tidak ada benjolan
P : vocal premitus getaran sama kanan dan kiri, ekspansi paru
pengembangan dada sama kanan dan kiri
P : tidak ada nyeri tekan
A : sonor di kedua lapang paru, suara napas vesikuler
Jantung :
I : simetris kanan kiri, tidak ada keluhan nyeri dada, tidak ada sianosis
P : tidak ada pembesaran jantung
P : tidak ada nyeri tekan
A : suara irama jantung teratur
g) Abdomen :
I : tidak ada benjolan di sekitar perut, tidak ada bekas luka, ada stretch
mark
P:
Leopold 1 : TFU 33 cm
Leopold 2 : punggung janin sebelah kiri
Leopold 3 : teraba kepala
Leopold 4 : kepala sudah masuk ke dalam rongga panggul (divergen)
P : kontraksi 2x/10 menit dengan interval 25 detik
A : DJJ + teratur 139 x/menit
h) Integumen : kulit berwarna sawo matang, tidak ada edema
i) Ekstremitas : tidak ada kelainan ekstremitas, turgor kulit baik, tidak ada
luka, tidak ada edema, turgor kulit baik
j) Genetalia : tidak ada pembengkakan, area vagina dan anus menghitam, VT
: V/V tenang, 3cm, portio tipis lunak, KK +, STLD +
ANALISIS DATA
(I.09326)
6/3/2022 II Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 1x15 1. Identifikasi penurunan
menit diharapkan tingkat tingkat energy,
nyeri menurun dengan ketidakmampuan
kriteria hasil : berkonsentrasi, atau
1) Nyeri dengan gejala lain yang
kontraksi menurun menganggu kemampuan
2) Nyeri punggung kognitif
berkurang 2. Identifikasi teknik
3) Dilatasi serviks relaksasi yang pernah
meningkat efektif digunakan
3. Identifikasi kesediaan,
(L.07060) kemampuan, dan
penggunaan teknik
sebelumnya
4. Periksa ketegangan otot,
frekuensi nadi, tekanan
darah, dan suhu sebelum
dan sesudah latihan
5. Monitor respons
terhadap terapi relaksasi
Terapeutik
1. Ciptakan lingkungan
tenang dan tanpa
gangguan dengan
pencahayaan dan suhu
ruang nyaman, jika
memungkinkan
2. Berikan informasi
tertulis tentang persiapan
dan prosedur teknik
relaksasi
3. Gunakan pakaian
longgar
4. Gunakan nada suara
lembut dengan irama
lambat dan berirama
5. Gunakan relaksasi
sebagai strategi
penunjang dengan
analgetik atau tindakan
medis lain, jika sesuai
Edukasi
1. Jelaskan tujuan, manfaat,
batasan, dan jenis,
relaksasi yang tersedia
(mis. music, meditasi,
napas dalam, relaksasi
otot progresif)
2. Jelaskan secara rinci
intervensi relaksasi yang
dipilih
3. Anjurkan mengambil
psosisi nyaman
4. Anjurkan rileks dan
merasakan sensasi
relaksasi
5. Anjurkan sering
mengulang atau melatih
teknik yang dipilih
6. Demonstrasikan dan
latih teknik relaksasi
(mis. napas dalam,
pereganganm atau
imajinasi terbimbing )
(I.09326)
6/3/2022 III Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 1x15 1. Identifikasi riwayat
menit diharapkan alergi terhadap anestesi
integritas kulit dan 2. Identifikasi adanya
jaringan membaik, dengan riwayat keloid
kriteria hasil : 3. Identifikasi jenis benang
1) Kerusakan jaringan jahit yang sesuai
menurun 4. Identifikasi jenis jarum
2) Perdarahan menurun jahit yang sesuai
5. Identifikasi metode
(L.14125) jahitan yang sesuai
berdasarkan jenis luka
Terapeutik
1. Cukur rambut yang
berada di sekitar luka
2. Bersihkan daerah luka
dengan larutan antiseptik
3. Lakukan teknik steril
4. Berikan anastesi topikal
atau injeksi di daerah
luka
5. Jahit luka dengan
memasukkan jarum
tegak lurus terhadap
permukaan kulit
6. Tarik jahitan cukup
kencang sampai kulit
tidak tertekuk
7. Kunci jahitan dengan
simpul
8. Angkat jahitan, sesuai
indikasi
Edukasi
1. Jelaskan tujuan dan
prosedur tindakan
2. Jelaskan tanda-tanda
infeksi
3. Ajarkan cara merawat
jahitan
4. Informasikan waktu
pelepasan jahitan
Kolaborasi
1. Kolaborasi penjahitan
luka yang dalam, wajah,
sendi, atau luka yang
berpotensi infeksi
(I.14556)
6/3/2022 IV Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 1x15 1. Identifikasi lokasi,
menit diharapkan status karakteristik, frekuensi,
kenyamanan pasca partus intensitas nyeri
meningkat, dengan kriteria 2. Identifikasi skala nyeri
hasil : 3. Identifikasi faktor
1) Ekspresi wajah tidak penyebab nyeri
meringis kesakitan 4. Monitor efek samping
2) Luka episiotomi penggunaan analgetik
membaik
Terapeutik
(L.07061) 6. Berikan teknik non
farmakologis (tarik
napas dalam, kompres
hangat atau dngin)
7. Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
(suhu, pencahayaan,
kebisingan)
8. Fasilitasi istirahat dan
tidur
Edukasi
1. Jelaskan penyebab dan
pemicu nyeri
2. Jelaskan strategi pereda
nyeri
3. Anjurkan monitor nyeri
secara mandiri
4. Anjurkan teknik
nonfarmakologis untuk
mengurangi nyeri
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian
analgetik (jika perlu)
(I.08238)
V. Catatan Perkembangan