Saudara Mahasiswa, berikan tanggapan Anda atas wacana di bawah.
Terkait dengan konsep mobilitas, dimensi stratifikasi dan kaitannya dengan posisi individu
tersebut dalam stratifikasi sosial di masyarakat.
Hebat! Anak Tukang Becak Lulusan ITB Menjadi Dosen Kimia di Usia 22 Tahun
Januari 22, 2022
zonamahasiswa.id – Kisah hebat Herayati yang mungkin beberapa orang mengetahuinya, seorang
anak tukang becak lulusan ITB yang kini menjadi dosen. Herayati menghabiskan pendidikan S1
dan S2nya di ITB.
Pada tahun 2018 lalu, Herayati si anak tukang becak berhasil lulus S1 berpredikat cumlaude
dengan IPK 3,77 dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah 10 bulan kemudian ia lulus dari
ITB juga dengan IPK 3,8.
Mengutip dari Kompas.com (26/07/2019), Herayati asal Cilegon, Banten lulus dengan perdikat
cumlaude dari Institut Teknologi Bandung. Kemudian, salah satu kampus ternama di Banten,
Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) meminangnya untuk menjadi dosen.
Walaupun berasal dari keluarga sederhana, ayahnya pengayuh becak, Heryati berhasil
mewujudkan cita-cita sebagai dosen saat usianya masih sangat muda.
S2 Hanya 10 Bulan
Hera, panggilan akrab dari kawannya, ia mengambil program fast track di ITB dan melanjutkan
kuliah S2. Akhirnya Hera lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,8. Dari target lulus satu
tahun karena program fast track.
Hera mampu menyelesaikannya dalam waktu 10 bulan saja. Hal itu ia lakukan setengah masa
kuliahnya habis di Chulalongkorn University Thailand melalui program student exchange.
Menjadi Dosen di Usia 22 Tahun
Gambar mahasiswa jadi dosen muda (Foto: Banten News)
Perempuan hebat yang lahir pada 17 April 1997, melanjutkan kuliahnya di ITB setelah tamat
SMA. Setelah lulus S1, Universitas Sultan Agung Tirtayasa meminangnya agar mengajar
mahasiswanya.
“2018 lalu saya diminta datang ke Untirta, tapi saat itu saya baru lulus S1, sementara jadi dosen
minimal S2,” kata Hera, mengutip dari Kompas.com, Rabu (24/7/2019).
Hera melanjutkan kuliah S2 dan setelah lulus ia langsung diberi amanah untuk mengabdi sebagai
dosen luar biasa di Jurusan Teknik. Setelah menyelesaikan program fast track di ITB, dan ia mulai
mengajar kimia dasar pada bulan September 2019 ketika usianya yang masih tergolong muda
yakni 22 tahun.
“Maunya jadi dosen tetap, tapi harus PNS, sambil menunggu penerimaan, jadi dosen luar biasa
dulu sementara di teknik untuk kimia dasar, mulai ngajar bulan September ini,” kata perempuan
kelahiran 17 April 1997 itu.
https://hasbisip.blogspot.com/2022/05/diskusi-5-pengantar-sosiologi-54.html
Pada kenyataannya sosok Hera pun bisa membanggakan keluarga dan daerahnya. Meski pernah
gagal tidak masuk ITB di seleksi pertama lewat jalur undangan. Akhirnya, Hera merupakan lulusan
ITB dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,8.
Tidak patah semangat, Hera mengikuti seleksi berikutnya lewat tes tertulis dan lolos di Teknik
Kimia. Menjadi bagian dari ITB adalah cita-cita Hera saat dia masih duduk SMP.
Dari target lulus satu tahun karena program fast track, Hera mampu menyelesaikannya dalam
waktu 10 bulan saja. Itu pun setengah masa kuliahnya dihabiskan di Chulalongkorn University
Thailand lewat program student exchange.
Mencari Uang Tambahan
Pada masa mahasiswa baru, Hera telah mendapat sejumlah beasiswa, di antaranya dari program
bidik misi dan bantuan dari Pemerintah Kota Cilegon. Namun, beasiswa tersebut terkadang masih
kurang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Apabila, mengandalkan kiriman dari orangtuanya juga mustahil akan tercukupi. Hal ini karena
Ayah Hera bekerja sebagai pengayuh becak, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Akhirnya Hera mencari tambahan, mulai dari jadi asisten dosen, hingga ngajar bimbel. Hera
mengatakan kerja kerasnya selama ini tidak lepas dari dukungan kedua orangtuanya. Meski
mereka tidak mampu membiayai kuliah, dukungan dan doanya tidak pernah berhenti.
“Walaupun tidak punya, Bapak dan Mama tidak pernah melarang, walaupun diam, tapi tidak
pernah bilang jangan, selalu mendukung, walaupun tidak lewat materi, tapi doanya luar biasa,”
kata dia.
Herayati, sosok inspiratif asal Cilegon, Banten lulus dengan predikat cumlaude dari Institut
Tekhnologi Bandung. Setelah itu, salah satu kampus ternama di Banten, Universitas Sultan Agung
Tirtayasa (Untirta) meminangnya untuk mengajar mata
https://zonamahasiswa.id/anak-tukang-becak-lulusan-itb/
Jawaban :
Setiap orang dalam lapisan masyarakat punya hak istimewa dibandingkan dengan individu dari
lapisan bawah. Distribusi hak istimewa ini berupa penghasilan, wewenang, dan tingkat kekayaan.
Advertising
Advertising
Dalam kelompok masyarakat, lambang tertentu dipakai sebagai status dan kedudukan. Contoh
simbol yaitu mobil mewah, jam tangan mahal, mode pakaian, dan hobi tertentu.
Individu dan kelompok bisa menduduki lapisan sosial yang sama dalam masyarakat. Penyebab
terbentuknya lapisan sosial ini karena perasaan senasib dan mencapai tujuan bersama.
Individu bisa memperoleh gambaran berpindahnya lapisan sosial untuk meningkatkan kedudukan.
Gambaran tingkat mudah dan sukarnya bertukar kedudukan, dilihat dari stratifikasi yang berlaku
tertutup, terbuka, dan campuran.
Sifat Stratifikasi Sosial
https://hasbisip.blogspot.com/2022/05/diskusi-5-pengantar-sosiologi-54.html
Menurut Soerjono Soekanto, berdasarkan sifatnya stratifikasi sosial dibagi menjadi tiga antara
lain:
Mengutip dari modul Sosiologi, stratifikasi sosial tertutup bisa membatasi kemungkinan seseorang
berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain. Misalnya, seseorang ingin berpindah ke lapisan atas
atau sebaliknya.
Sistem pelapisan sosial tertutup tersebut, jalan masuknya hanya melalui kelahiran. Contoh,
stratifikasi sosial tertutup yaitu sistem kasta di India.
Sistem lapisan sosial ini memberi kesempatan individu naik ke lapisan sosial lebih tinggi. Mereka
bisa naik karena punya kemampuan dan kecakapan. Sebaliknya, individu bisa turun ke lapisan
yang lebih rendah.
Stratifikasi sosial campuran adalah perpaduan antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Contohnya,
kaum sudra yang bertahan di tengah masyarakat yang memiliki sistem kasta, sehingga dia tidak
bisa mendapatkan kedudukan terhormat. Cara mengubah kasta, masyarakat bisa berpindah ke
tempat yang tidak mengenal kasta.
Contoh Stratifikasi Sosial
Berdasarkan sifatnya, berikut contoh stratifikasi sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat beragama Hindu menganut sistem kasta dalam lapisan masyarakat. Dari kasta
tertinggi, ada kasta Brahmana (pendeta), Kshatriya (bangsawan dan raja), Waisya (perdagangan
dan pegawai pemerintah), dan terakhir Sudra (masyarakat biasa).
Sistem kasta ini sudah ada sejak kehidupan sosial dilahirkan. Adanya sistem kasta membuat
lapisan terendah tidak bisa naik kasta. Namun, ada pengecualian jika individu ini berada pada kasta
di atasnya.
Stratifikasi sosial terbuka bisa naik dan turun kelas sosial. Penyebabnya, karena seseorang
membutuhkan usaha secara tekun, rajin, dan memiliki prestasi sehingga naik kelas sosial lebih
tinggi.
Contohnya, seorang karyawan bisa naik jabatan menjadi manajer, karena dia rajin dan loyal. Selain
itu, karyawan tersebut menguntungkan pihak perusahaan sesuai bidangnya.
Stratifikasi terbuka ini juga bisa membuat seseorang turun dari status sosial sebelumnya.
Penyebabnya, karena dia kurang gigih, kurang berprestasi dan malas dalam berusaha.
Masyarakat yang tinggal di tempat yang memiliki kasta bisa pindah ke tempat lain. Contohnya,
masyarakat Bali tinggal di Jakarta, dia berupaya mendapatkan kedudukan sesuai dengan
kemampuan tanpa kasta.
Contoh lainnya, yaitu jabatan tinggi di pemerintahan bisa diduduki oleh masyarakat umum sesuai
kriteria, tanpa melihat kasta sosialnya.
Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial
Ada dua faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya stratifikasi sosial, yaitu faktor tanpa
sengaja (berdiri sendiri) dan faktor yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Faktor penggolongan kelas sosial ini contohnya, perbedaan kepandaian, harta benda, umur, jenis
kelamin, dan sifat asli individu dalam suatu masyarakat.
https://hasbisip.blogspot.com/2022/05/diskusi-5-pengantar-sosiologi-54.html
Sedangkan faktor yang disusun berhubungan dengan organisasi formal, pembagian wewenang dan
kekuasaan, perusahaan, partai politik, pemerintahan, dan organisasi dalam lembaga masyarakat.
https://hasbisip.blogspot.com/2022/05/diskusi-5-pengantar-sosiologi-54.html