0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan10 halaman

Panduan SADARI untuk Deteksi Dini Kanker

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan mengenai SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada wanita usia subur tentang pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara memeriksa payudara sendiri secara teratur. Dokumen ini juga menjelaskan pengertian, manfaat, waktu dan cara melakukan SADARI secara rinci.

Diunggah oleh

Melati Dwi Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan10 halaman

Panduan SADARI untuk Deteksi Dini Kanker

Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan mengenai SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada wanita usia subur tentang pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara memeriksa payudara sendiri secara teratur. Dokumen ini juga menjelaskan pengertian, manfaat, waktu dan cara melakukan SADARI secara rinci.

Diunggah oleh

Melati Dwi Putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SADARI (PERIKSA PAYUDARA SENDIRI)

Pokok Bahasan : Penyuluhan Kebidanan Pada WanitaUsia Subur (PUS)


Sub pokok bahasan : a. Pengertian SADARI
b. Manfaat Melakukan SADARI
c. Waktu Melakukan SADARI
d. Cara Melakukan SADARI
Hari/Tanggal : Kamis, 09 November 2017
Waktu : 19.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Kp. Kaningan Masjid

I. Tujuan
a. tujaun umum
Memberikan informasi pada wanita usia subur agar dapat melakukan
deteksi secara dini kanker payudara degan SADARI .

b. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, Ibu – ibu dapat menjelaskan
kembali tentang :
a. Pengertian SADARI
b. Manfaat Melakukan SADARI
c. Waktu Melakukan SADARI
d. Cara Melakukan SADARI

II. Materi
Terlampin

1
III. Sasara
Remaja putri dan wanita usia subur

IV. Metode Penyuluhan


Ceramah
Tanya Jawab
Demonstrasi

V. Media Penyuluhan
Leaflet
Infokus dan Leptop

VI. Kegiatan Penyuluhan

N KEGIATAN
LANGKAH WAKTU
O PENYULUH SASARAN

1 Pendahuluan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam


2. Memperkenalkan diri 2. Menyimak
3. Menjelaskan tujuan perkenalkan diri
penyuluhan 3. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan waktu menjawab 5 menit
penyuluhan dan strategi
penyuluhan
2 Pelaksanaan Menjelaskan materi 1. Mendengarkan
penyuluhan secara berurutan dengan penuh

dan teratur perhatian


2. Menanyakan hal hal
Materi :
yang belum jelas
1. Pengertian Kanker
3. Memperhatikan
Payudara
jawaban penyuluh
2. Gejala-gejala Kanker
4. Menjawab 20 menit
payudara

2
3. Faktor resiko Kanker pertanyaan dari
Payudara penyuluhan

4. Pengertian SADARI menyimak


penjelasan
5. Tujuan SADARI
6. Prosedur/Teknik
SADARI
3 Penutup 1. Menyimpulkan 1. Mendengarkan
2. Salam penutup 2. Menjawab salam 5 menit

VII. Evaluasi
A. Prosedur : lisan
B. Jumlah soal : 4 soal
C. Pertanyaan :
a) Jelaskan Pengertian SADARI ?
b) Sebutkan Manfaat Melakukan SADARI ?
c) Kapan Waktu Melakukan SADARI ?
d) Bagaimana Cara Melakukan SADARI ?
D. Jawaban
a) Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah
usaha menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara
dini, dengan cara memeriksa payudara sendiri.
b) Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita
semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan
pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada
payudaranya. Sehingga ketika di dapatkan kelainan, pemeriksaan bisa
segera dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera diberikan,
dan tingkat kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.

c) Waktu Melakukan SADARI

3
1. SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7
sampai 10 setelah hari pertama menstruasi.
2. Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari
yang sama setiap bulannya.
3. ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran,
bentuk, kontur, warna payudara dan puting, serta deteksi adanya
benjolan, retraksi kulit, warna, dan cairan abnormal pada
payudara.
d) Cara Melakukan SADARI
1. Mengamati payudara
2. Meraba dan Merasakan

VIII DAFTAR PUSTAKA


1. Chopra, D., 2006, PanduanHolistikKehamilandanKelahiran, Bandung:
Kaifa
2. Prawirohardjo, S., 2002, IlmuKebidanan, Jakarta: YayasanBinaPustaka
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
payudara
6. [Link]
7. [Link]
8. [Link]
9. 9.
[Link]
sendiri/#ixzz1tzvpr9kQ

4
SADARI

A. Pengertian
Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah
usaha menemukan adanya kelainan atau tumor pada payudara secara dini,
dengan cara memeriksa payudara sendiri. (Nurcahyo, 2010)
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita
semakin waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan
pada payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada
payudaranya. pemeriksaan bisa segera dilakukan, pengobatan yang
dibutuhkan bisa segera diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa lebih
cepat dicapai.

B. Latar Belakang SADARI di Indonesia


a. penderita kanker payudara (CaMammae) di Indonesia
b. Sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut.
c. lebih dari 80% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien.
d. SADARI yang dilakukan teratur setiap bulan bisa mempertinggi
kewaspadaan wanita terhadap adanya kelainan pada payudara.
e. Motto setiap benjolan di payudara di anggap kanker payudara, kecuali
bila kemudian terbukti bukan kanker.

C. Waktu Melakukan SADARI


a. SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari ke 7 sampai
10 setelah hari pertama menstruasi.

5
b. Pada wanita yang tidak menstruasi, SADARI dilakukan pada hari
yang sama setiap bulannya.
c. ketika melakukan SADARI, focus perhatian adalah ukuran, bentuk,
kontur, warna payudara dan puting, serta deteksi adanya benjolan,
retraksi kulit, warna, dan cairan abnormal pada payudara.

D. Cara SADARI
1. Mengamati payudara
a. Berdiri di depan cermin dan lihat kedua payudara sendiri.
b. Perhatikan ukuran, bentuk, kontur, warna, dan arah kedua
payudara dan puting
c. Selanjutnya angkat ke dua tangan lurus keatas, lalu amati apakah
ada tarikan kulit payudara ke arah dalam. Lakukan pengamatan
sambil berputar perlahan-lahan agar setiap sisi terlihat.
d. Letakkan kedua tangan pada pinggul dan dorong kedua bahu ke
belakang. Perhatikan masing-masing payudara.
2. Meraba dan Merasakan
a. Tetap berdiri di depan cermin dan lakukan perabaan pada
payudara mulai dari bawah tulang klavikula.
b. Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Olesi
telapak 3 jari dengan body lotion, kemudian rabalah dengan
tekanan mantap. Arah gerakan dari depan kebelakang secara
sirkuler melingkupi seluruh payudara termasuk putting.
c. Lanjutkan pemeriksaan payudara di daerah bawah lengan (ketiak).
Lakukan dengan tidur berbaring dan angkat salah satu lengan
keatas. Periksa payudara seperti sebelumnya, termasuk daerah di
bawah lengan.
d. Ulangi SADARI pada payudara satunya. Catat hasil pengamatan
SADARI dan tandai tanggal pemeriksaan SADARI.

6
E. Etiologi
Indikasi utama sadari adalah karena untuk mendeteksi terjadinya
kangker payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan
sisi kanan, apakah ada benjolan, perubahan warna kulit, puting bersisik
dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah.
Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus
terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar
penderita baru terdeteksi di stadium lanjut karena kanker tidak bergejala.
Semakin bertambahnya usia, makin besar pula risiko seorang
perempuan terkena kanker. Hal ini tentu membuat kita khawatir. Meski
begitu, kita bisa mengubah ketakutan menjadi sebuah tindakan nyata
untuk mencegah penyakit yang menakutkan kaum wanita ini.
1. Aktif bergerak
Tidak ada kata tua untuk mulai berolahraga. Penelitian
menyebutkan, olahraga akan menurunkan kadar hormon estrogen,
yang berkaitan dengan kanker. Lakukan olahraga minimal 30 menit
sehari.
2. Kurangi berat badan
Setelah menopause, perempuan yang obesitas punya risiko lebih
besar terkena kanker payudara dibanding rekannya yang punya berat
badan normal. Meski begitu, kenaikan bobot tubuh pada wanita yang
tadinya beratnya ideal juga mendatangkan risiko yang sama.
3. Cukupi kebutuhan vitamin D
Studi yang menegaskan manfaat vitamin D sebagai anti-kanker
terus bermunculan. Yang terakhir menyebutkan, 94 persen pasien
kanker payudara yang kekurangan vitamin D, kankernya lebih cepat
menyebar dibanding mereka yang cukup vitamin D.
4. Batasi alkohol

7
Data terbaru dari National Cancer Institute menunjukkan
perempuan yang minum satu atau dua gelas alkohol setiap hari
memiliki risiko terkena kanker payudara 32 persen lebih besar. Para
ahli menyarankan untuk membatasi alkohol tidak lebih dari satu gelas
perhari.
5. Perhatikan gejalanya
Gejala awal kanker payudara dapat berupa benjolan yang biasanya
dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak
menimbulkan nyeri, dan biasanya memiliki pinggiran tidak teratur.
Tanda lain yang mungkin timbul adalah benjolan di ketiak, perubahan
ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting
susu, dan perubahan warna atau tekstur kulit payudara.
6. Lakukan deteksi dini
Skrining dan deteksi dini sebetulnya dapat secara signifikan
menurunkan stadium pada temuan kasus kanker payudara. Selain
mamografi, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dapat
diajarkan, kemudian dipraktikkan sendiri oleh perempuan, jika
dilakukan secara teratur bisa mendeteksi tumor 1,2 sentimeter

F. Waktu Pelaksanaan
Pemeriksaan payudara dilakukan setelah menstruasi, pada waktu
payudara tidak keras atau bengkak.

G. Prosedur Pelaksanaan
SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan
(Clinical Breast Examination / CBE) oleh seorang ahli dan mamografi,
sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Ada tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu:
1. Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.

8
Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan,
angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari
tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah
sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.
2. Pemeriksaan raba pada saat berbaring.
Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan
pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak
kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan
jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut
dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian
paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak
ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12.
Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting.
Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian
payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama
pada payudara sebelah kiri. Teknik SADARI yang benar harus
menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari.
Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar
dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun
penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang
rusuk dan akan terasa seperti benjolan
3. Tempo pemeriksaan
Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan
sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan
pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula,
ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.
Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada
payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke
dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya
menunjukkan tidak adanya kelainan tapi anda masih tetap resah, anda

9
bisa meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat
kedua dari seorang dokter spesialis.
Para wanita yang telah berusia 20 tahun dianjurkan untuk mulai
melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan
pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki
usia 40.

10

Anda mungkin juga menyukai