0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan4 halaman

KIMIA2

Dokumen tersebut membahas tentang zat radioaktif dan peluruhan, termasuk penemuan zat radioaktif oleh para ilmuwan seperti Rontgen, Becquerel, dan Curie. Juga dibahas tentang jenis-jenis sinar radioaktif seperti alfa, beta, dan gamma beserta sifatnya.

Diunggah oleh

Riza Awal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan4 halaman

KIMIA2

Dokumen tersebut membahas tentang zat radioaktif dan peluruhan, termasuk penemuan zat radioaktif oleh para ilmuwan seperti Rontgen, Becquerel, dan Curie. Juga dibahas tentang jenis-jenis sinar radioaktif seperti alfa, beta, dan gamma beserta sifatnya.

Diunggah oleh

Riza Awal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Riska aulia putri

Remidi kimia smstr 2

Zat Radioaktif dan Peluruhannya

Mula-mula zat radioaktif ditemukan oleh Wilhelm Konrad Rontgen pada tahun 1895. Ia
menemukan jika arus elektron ( katode) menumbuk jenis material tertentu seperti atoda logam, akan
timbul radiasi yang menyebabkan fluoriesensi, oleh karena itu jenis radiasi yang seperti itu belum
pernah dijumpai sebelumnya,Rontgen menamakannya Sinar-x.

Dengan ditemukannya sinar-x. Antoine Henri Becquerel tertarik untung meneliti zat yang
bersifat fluoresensi yaitu jenis zat yang dapat bercahaya setelah mendapat radiasi atau disinari.
Kebetulan yang diteliti oleh Becquerel adalah uranium, dan hasilnya tidak begitu meleset dari dugaan
awalnya bahwa sinar yang dipancarkan oleh uranium dapat menghitamkan film yang masih
terbungkus kertas hitam. Bahkan sinar yang dipancarkan oleh uranium mempunyai daya tembus yang
cukup [Link] dapat terjadi dengan sendirinya tanpa harus disinari terlebih dahulu. Penemuan yang
terjadi pada tahuun 1896 itu mulai mengungkapkan tentang apa yang dimaksud dengan radioaktivitas,
yaitu gejala pemancaran radiasi zat radioaktifsecara spontan. Beoquerel menamai unsur-unsur yang
memancarkan sianar itu dengan unsur [Link] sinar yang dipancarkan dinamai sinar radioaktif.
Selanjutnya pada tahun 1898 suami istri Marie Curie dan Piere Curie berhasil mengisolais unsur
yang terbentuk dari peluruhan unsur radioaktif uranium. Kedua unsur tersebut mereka menamai
polononium (dari kata polandia, negara asal Marie) dan radium ( beasal dari bahasalatin, radiare.
Yang berarti “bersinar”) pada tahun 1903, Piere dan Marie Curie bersama dengan Becquerel
memperoleh hadiah nobel bidang fisika untuk jasa mereka dibidang keradioaktifan. Lalu tahun 1911
Marie Curie juga memperoleh hadiah nobel bidang kimia untuuk penemuan polonnium (Po) dan
radium(Ra).

Pda tahun 1903 Ernest Rutherford menemukan dua jenis sinar yang berbeda muatan
dipancarkan oleh zat radioaktif oleh rutherford. Sinar yang bermuatan positif dinamai sinar alfa dan
yang bermuatan negatif dinamai sinar beta. Jenis sinar ketiga yang tidak bermuatan ditemukan oleh
Paul U. Villard dan dinamakan sinar gamma (y) sinar gamma adalah suatu bentuk radiasi
elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar-x.

Sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

1. Dapat menembus kerts atau lempengan logam yang tipis


2. Dapat mengionkan gas yang disinari
3. Dapat menghitamkan pelat film
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi)
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar yaitu, ,αβ dan γ

Henry Becquerel pada tahun 1896 menemukan bahwa sinar radioaktif dapat dibelokan oleh
medan magnet
Keterangan gambar :
α,β,γ = sinar-sinar radioaktif
a = medan magnet
b = balok timah
c = unsur radioaktif

jenis-jenis sinar radioaktif berikut sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing sinar adalah
sebagai berikut :
Sinar Alfa (α)
Sinar alfa (α) mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Sinar alfa bermuatan positif
b. Sama dengan inti helium yang bermuatan +2 dan bermassa 4 sma.

4 4
c. Lambangnya adalah 2 α = 2 He.
d. Merupakan partikel terberat diantara partiel-partikelyang dihasilkan oleh zat radioaktif
e. Memiliki daya tembus paling lemah dan daya pangion paling kuat.
f. Dibelokan oleh medan magnet kearah kutub negatif.

Sinar Beta (β)


Sinar Beta(β) mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

a. Sinar beta bermuatan negatif


b. Massanya sma atau karena sangat kecil sehingga dianggap tidak bermassa.
0 0
c. Lambangnya adalah β atau e
1 1
d. Memiki daya tembus lebih besar daripada sinar alfa dan aya pengion yang lebih lemah.
e. Dalam medan listrik membelok kearah kutub positif.
f. Bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga sinar beta juga disebut elektron berkecepatan
tinggi.

Sinar Gamma(γ)
Sinar gamma (γ) mempunyai sifat-ifat sebagai brikut :

a. Sinar gamma tidak bermuatan dan tidak bermassa.


0
b. Lambangnya adalah γ
0
c. Memiliki daya temus yang paling kuat dan daya pengion yang paling lemah.
d. Merupakan gelombang elektromagnetik.
e. Tidak bermuatan listrik sehungga tidak dapat dibelokan oleh medan listrik.

Jenis-jenis partikel dasar beserta massa, muatan serta notasinya disajikan dalm tabel
berikut
Jenis partikel Notasi Muatan (e) Massa ( sma )
Proton 1 1 +1 1
p atau H
1 1
Neutron 0 1

Partikel sinar
1
0n
Positron -1 0
0 0
e atau β
Foton sinar −1 −1
gaamma
0 +1 0
Foron sinar-x + e
1

0 0
Partikel sinar alfa 0
(α) γ 0 0
0
Deutron 0
X
0
Triton +2 4

4 4
He atau α +1 2
2 2
+1 3
2
H atau D
1

3
H atau T
1
Inti atom tersusun atas nukleon-nukleon (proton dan neutron) sehingga dinamakan niklida. Jumlah
proton dan neutron dalam suatu nuklida dapat dituliskan sebagai berikut.

A
Z X Keterangan :

A = nomor massa, yaitu jumlah nukleon (proton+netron)

Z = nomor atom yaitu jumlah proton

A-Z = jumlah neutron


Berdasarkan komposisi nuklidanya ada tiga hal sebagai berikut :

a. Jika ada dua atau lebih nuklida yang memunyai nomor atom yang sama disebut isolop
26 29 30
contoh, Si ; Si; Si
4 14 14
b. Jika ada du atau lebih nuklida yang mempunyai nomor massa yang sama disebut isobar
14 14
contoh, C, N
6 7
c. Jika ada dua atau lebih nuklida yang mmpunyai jumlah neutron yang sama disebut isoton.
18 19 20
Contoh, O, F, Ne
8 9 10

Kestabilan inti

Isotop-isotop suatu unsur yang mempunyai sifat kimia sama, tetapi berbeda sifat intinya. Misalnya,
31
isotop P dan P sifat kimianya sama, tetapi ³¹P tidak bersifat radioaktif sedangkan ³²P bersifat
15
radioaktif Perbedaan sifat disebabkan perbedaan sifat intinya, ³¹P mempunyai inti yang stabil,
sedangkan ³²P intinya tidak [Link]-isotop yang terdapat di alam dengan nomor atom rendah,
padaumumnya stabil atau bersifat radioaktif bila intinya mengandung proton dan neutron yang kira-
kira umlahnya sama jadi, perbandingan jumlah proton dan neutron

Anda mungkin juga menyukai