100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan82 halaman

Program Bimbingan Dan Konseling "Kurikulum Merdeka Belajar" TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Doro tahun pelajaran 2022/2023 memberikan layanan kepada peserta didik berdasarkan karakteristik generasi Z dan Alpha yang lebih menyukai teknologi serta kegiatan sosial. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan peserta didik di bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir melalui layanan dasar, responsif, peminatan, serta dukungan sistem.

Diunggah oleh

lulu lulu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan82 halaman

Program Bimbingan Dan Konseling "Kurikulum Merdeka Belajar" TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Doro tahun pelajaran 2022/2023 memberikan layanan kepada peserta didik berdasarkan karakteristik generasi Z dan Alpha yang lebih menyukai teknologi serta kegiatan sosial. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan peserta didik di bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir melalui layanan dasar, responsif, peminatan, serta dukungan sistem.

Diunggah oleh

lulu lulu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

“KURIKULUM MERDEKA BELAJAR”


TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Disusun Oleh:

DINA RIYANI, S.Sos.


NIP.-

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 2 DORO
Alamat :Jl. Desa Larikan, Kec. Doro, Kab. Pekalongan
Kode Pos 51191
2022/2023
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 DoroTahun Pelajaran 2022/2023 ini telah

disetujui dan di sahkan pada :

Hari : Senin

Tanggal : 11 JULI 2022

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

Sri Widayati, S.Pd, M.Si Dina Riyani, S.Sos.


NIP. 19650110 198703 2 013 NIP. -

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2022/2023.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang
bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan
bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal tersebut guru
Bimbingan dan konseling perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan
kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Didalam Kurikulum Merdeka Belajar, porsi tugas Guru Bimbingan dan Konseling
bertambah banyak, seperti penelusuran minat dan bakat, penyesuaian pemilihan materi ajar
yang bermuara kepada Profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan oleh negara.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat
memenuhi kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.

Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada


1. Kepala SMP Negeri 2 Doro
2. Bapak Waka SMP Negeri 2 Doro yang selalu memberikan support.
3. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMP Negeri 2 Doro

Kami berharap program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru Bimbingan
dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun Program Bimbingan dan Konseling
yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang
membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan
mendapat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin

Doro, Juli 2022


Hormat Saya

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ........................................................................................................................ i


Lembar Pengesahan ................................................................................................................. ii
Kata Pengantar ......................................................................................................................... iii
Daftar Isi .................................................................................................................................. iv

PROGRAM TAHUNAN
A. Rasional .......................................................................................................................
1. Karakteristik Bimbingan dan Konseling di SMP ...................................................
2. Karakteristik Peserta Didik/Konseli SMP ..............................................................
3. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling .........................................................
B. Visi dan Misi ................................................................................................................
1. Visi Misi SMP GURU BK ...................................................................................
2. Visi Misi Bimbingan dan Konseling SMP GURU BK .........................................
C. Deskripsi Kebutuhan / Profil Layanan .........................................................................
D. Rumusan Kebutuhan .....................................................................................................
1. Tabel Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling ...............................................
2. Tabel Hubungan antara Tugas Perkembangan dengan Aspek
Perkembangan dalam Capaian Layanan Bimbingan Konseling .........................
E. Komponen Program ......................................................................................................
1. Layanan Dasar .......................................................................................................
2. Layanan Responsif ................................................................................................
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual ..................................................
4. Dukungan Sistem ..................................................................................................
F. Bidang Layanan ............................................................................................................
1. Bidang Pribadi .......................................................................................................
2. Bidang Sosial .........................................................................................................
3. Bidang Belajar .......................................................................................................
4. Bidang Karir ..........................................................................................................
G. Rencana Kegiatan (Action Plan) / Silabus BK .............................................................
1. Tabel Rencana Kegiatan (Action Plan) Bimbingan Dan Konseling ......................
H. Pengembangan Tema atau Topik..................................................................................
I. Rencana Evaluasi dan Tindak Lanjut ...........................................................................
J. Anggaran Biaya ............................................................................................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Semua RPL BK yang kita gunakan harus dilampirkan

iv
v
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan
potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.

1. Karakteristik Bimbingan dan Konseling di SMP


Perkembangan individu pada setiap masa memiliki ciri khas pada setiap
generasinya, peserta didik merupakan individu yang terus menerus berkembang.
Perubahan ini pun berdampak pada perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan
teknologi. Pandangan terkini tentang generasi masa depan didasari oleh perubahan
teknologi yang sangat pesat yang mempengaruhi karakteristik peserta didik.
Guru BK sudah selayaknya memahami karakteristisk peserta didik yang menjadi
sasaran layanan bimbingan dan konseling. Peserta didik yang akan menjadi subjek
layanan bimbingan dan konseling masa depan adalah generasi Z (lahir pada tahun
1995–2010) dan Alpha (lahir tahun 2010--2024). Kedua generasi ini memiliki
karakteristik khas yang belum dibahas pada teori perkembangan yang ada. Generasi Z
biasanya disebut dengan generasi internet atau i-generation. Mereka lahir pada masa
transisi perkembangan teknologi. Sejak dini, generasi ini sudah banyak dikenalkan oleh
teknologi dan sangat akrab dengan telepon pintar yang menyebabkan generasi Z
menyukai hal-hal instan dalam proses bekerja. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola
pikir dan cara kerjanya. Generasi ini juga senang bersosialisasi melalui media sosial
dan mementingkan popularitas dengan melakukan hal-hal yang penuh sensasi.
Karakteristik generasi ini adalah (1) lebih menyukai kegiatan sosial jika dibandingkan
dengan generasi sebelumnya, (2) multitasking, (3) sangat menyukai teknologi, (4) ahli
dalam mengoperasikan teknologi tersebut, dan peduli terhadap lingkungan (Mark
McCrindle, 2020).
Generasi Z merupakan generasi yang up-ageing karena mereka tumbuh lebih
cepat. The World Health Organisation (WHO) memperkirakan bahwa anak memulai
pubertas tiga bulan lebih cepat pada setiap dekade. Mereka juga masuk sekolah lebih
cepat, terekspos pasar lebih muda sehingga mereka merupakan konsumen terbesar jika
dibandingkan dengan anak sebelumnya. Generasi Z merupakan generasi yang memiliki
literasi digital yang baik, dapat pindah tugas dengan cepat (multi-tasking) mereka
hanya memahami wireless, hyperlinked, user-generated world dan menggunakan klik
untuk memperoleh teknologi.

2. Karakteristik peserta didik/konseli SMP


Karakteristik peserta didik/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada
peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta
didik/konseli lain pada satuan pendidikan. Karakteristik peserta didik/konseli SMP
yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan spiritual.
1) Aspek Fisik
Fisik peserta didik/konseli SMP tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-
hormon dan organ tubuh terutama terkait dengan hormon dan organ-organ seksual.
Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada
perubahan-perubahan aspek aspek lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan
aspek-aspek psikososialnya.
2) Aspek Kognitif
Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan
dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berpikir abstrak.
Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai
“pembangkang”, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan
menganggap orang dewasa tidak dapat memahami mereka. Hal demikian
menyebabkan remaja banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama
dengan orang dewasa.
3) Aspek Sosial
Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum
juga diakui sebagai individu dewasa. Keadaan ini membuat peserta didik SMP
(remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten. Selain itu, remaja juga tidak
suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut
bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya.
4) Aspek Emosi
Peserta didik/konseli SMP pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil.
Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja
mudah berubah-ubah. Perasaan remaja terhadap suatu objek tertentu mudah
berubah. Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial
menimbulkan konflik.
5) Aspek Moral
Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik-
buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh dalam melakukan sesuatu. Aspek ini sangat
terkait dengan perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang
sangat pesat, maka moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar
dibandingkan pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP
sering mempersoalkan hal-hal yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya
telah dihayati dan diyakini benar.
6) Aspek Religius
Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap
kekuatan diluar dirinya yang mengatur kehidupan manusia. Pada masa sebelum
SMP, peserta didik menerima keyakinankeyakinan tersebut secara dogmatis.
Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, peserta didik/konseli SMP sering
mempersoalkan religiusitas yang sebelumnya telah diyakini dan dipegang teguh.
Akibatnya, banyak remaja mempersoalkan. kembali keyakinan keagamaan mereka,
mengalami penurunan ibadah akibat keraguan atas keyakinan sebelumnya. Di sisi
lain, keraguan ini pada beberapa peserta didik SMP mendorong mereka lebih giat
mencari informasi dan menguji kembali kebenaran yang mereka yakini.

3. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling


Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bentuk fasilitasi peserta
didik/konseli untuk mencapai tugas-tugas perkembangannya. Keberhasilan peserta
didik/konseli menyelesaikan tugas perkembangan dapat membuat mereka bahagia dan
akan menjadi modal bagi penyelesaian tugas-tugas perkembangan fase berikutnya.
Sebaliknya, kegagalan peserta didik/konseli dalam menyelesaikan tugas perkembangan
akan membuat mereka kecewa dan/atau diremehkan orang lain. Kegagalan ini akan
menyulitkan/menghambat peserta didik/konseli menyelesaikan tugas-tugas
perkembangan fase berikutnya. Oleh karena itu tugas perkembangan harus dipahami
oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor karena pencapaian tugas perkembangan
merupakan tujuan layanan Bimbingan dan Konseling.
Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam memfasilitasi
peserta didik memenuhi Capaian Layanan akan mendukung optimalisasi Capaian
Pembelajaran yang diampu oleh guru mata pelajaran. Capaian Layanan sekaligus untuk
mendukung tercapainya Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan
karakter.
Capaian Layanan dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan
target capaian untuk rentang waktu yang lebih panjang, yaitu : Fase pada
jenjang SD terbagi dalam 3 fase yaitu fase A (kelas 1 - 2), fase B (kelas 3-4) dan
fase C (kelas 5 - 6). Pada jenjang SMP terdapat 1 fase yaitu fase D, dengan durasi
3 tahun, untuk kelas 7- 9 SMP. Terakhir di SMA terdapat 2 fase, yaitu fase E
(kelas 10) dan fase F ( kelas 11- 12).
Lingkup Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP mencakup 4 (empat)
bidang layanan. Empat bidang layanan tersebut mencakup 10 (sepuluh) aspek
perkembangan yang dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik fase D
(kelas 7, 8 dan 9). Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan untuk optimalisasi
pencapaian tugas perkembangan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam rangka
memandirikan peserta didik menyongsong abad 21 dalam konteks Indonesia.
Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan pada tiga tahapan
internalisasi yang mencakup pengenalan, akomodasi dan tindakan. Deskripsi Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP bila dikaitkan dengan upaya mewujudkan
peserta didik/konseli yang memiliki Psychological Well-being, Profil Pelajar Pancasila
dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMP
Negeri 2 Doromemiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari
sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat
kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di
Sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di Sekolah, ketidakmatangan
orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak
persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat
yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat
dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial
peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya
seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi,
dan problem lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk
menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta
didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar
terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta
didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan
olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung
yang tersedia di SMP Negeri 2 Dorodapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung oleh
fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan
telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan
profesionalnya masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan
layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana
dan prasarana yang dimiliki, SMP Negeri 2 Doromemiliki kecukupan fasilitas untuk
menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai
wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

B. VISI DAN MISI


1. Visi dan Misi SMP Negeri 2 Doro
a. Visi
“Berbudi pekerti luhur, Berprestasi, Berwawasan Lingkungan ”
b. Misi
a. Membiasakan siswa untuk bersikap santun yang diwujudkan dalam bentuk bersalaman
dan senyum, salam, sapa serta berperilaku sesuai norma susila, hukum, agama, dan
sosial;
b. Membiasakan sholat berjamaah, tadarus Al Qur’an sebelum jam pertama dimulai,
membaca Asmaul Husna setiap hari sebelum jam pertama dimulai, berdo’a pada awal
dan akhir pelajaran serta memperingati hari-hari besar agama;
c. Membiasakan tanda tangan daftar hadir pada waktu pagi dan siang;
d. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan
potensi akademik dan non akademik yang dimiliki siswa;
e. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat
Siswa;
f. Menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan dalam bidang keterampilan di luar jam
pembelajaran efektif untuk memberikan bekal kecakapan hidup kepada siswa;
g. Menyelenggarakan dan mengikuti berbagai event olahraga, kesenian, keterampilan,
dan keagamaan;
h. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, tertib, rapi, dan
indah;
i. Menjalin kerjasama yang harmonis dan sinergis dengan masyarakat

2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Doro


a. Visi
“Terwujudnya Layanan Bimbingan Konseling yang berkualitas dalam
memfasilitasi peserta didik menuju pribadi yang “Berbudi pekerti luhur, Berprestasi,
Berwawasan Lingkungan ”

b. Misi
1. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling baik individu maupun
kelompok yang berkualitas dalam upaya memandirikan peserta didik
berdasarkan pada tugas perkembangannya.
2. Membangun jejaring dengan pihak internal dan eksternal sekolah dalam rangka
menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang didukung oleh semua
pihak.
3. Mengingkatkan kualitas layanan dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan.
C. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik
dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru
Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment).
Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan
Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan
(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu
pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan
dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar
kebutuhan peserta didik.
Angket masalah Konseli atau peserta didik di SMP GURU BK KONSELOR,
dibuat dan disusun sendiri oleh Guru Bimbingan dan Konseling sesuai dengan lingkungan
dan masalah/kebutuhan peserta didik di Sekolah. Dalam pelaksanaannya Guru Bimbingan
Konseling menggunakan Angket Kebutuhan Peserta Didik .

D. ANGKET / ASESSMEN
ANGKET IKMS, AUM, AKPD DAN LAIN LAIN / WAWANCARA /
OBSERVASI

E. DESKRIPSI ASESSMEN 4 LAYANAN PSBK

BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
Saya belum bersungguh-sungguh Kesadaran untuk beribadah Tuhan YME
beribadah pada Tuhan YME dengan Ikhlas
Kadang-kadang perbuatan saya
Kesadaran untuk selalu bersikap jujur
tidak sesuai dengan yang diucapkan
PRIBADI Saya kadang lupa bersyukur atas
Memiliki sikap selalu bersyukur pada
nikmat dan karunia dari Tuhan
Tuhan YME
YME
Saya merasa pernah menyontek Pemahaman terhadap dampak menyontek
pada waktu ulangan
Saya lebih senang budaya luar Kesadaran untuk mencintai budaya
(asing) daripada budaya Indonesia indonesia
Saya merasa kurang memiliki rasa Kemampuan untuk selalu bertanggung
tanggung jawab jawab
Saya gampang marah tanpa tahu Kemampuan mengendalikan diri dari rasa
penyebabnya marah
Saya merasa rendah diri Memiliki kepercaya diri
Saya merasa malu dengan kondisi Kesadaran untuk menerima pemberian
fisik (jasmani) yang dimiliki terbaik dari Tuhan
Saya merasa kurang mendapatkan Memperoleh perhatian orang tua yang
perhatian dari orang tua cukup
Saya belum tahu cara menjaga Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
kesehatan yang baik dan benar yang baik
Saya belum tahu tentang potensi
Menggali Potensi Diri Sendiri
diri saya sendiri
Saya sering mengalami sakit / Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
alergi yang baik
Saya belum memahami kelebihan Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan
dan kekurangan yang saya miliki yang dimiliki
Orang tua saya tidak mempunyai Meningkatkan taraf hidup /ekonomi
penghasilan tetap keluarga
Saya merasa kesulitan mengatur Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari
waktu belajar dan bermain dengan baik
Saya belum mengenal jati diri saya
Kemampuan mengenal diri sendiri sendiri
yang sebenarnya
Saya belum tahu perubahan apa Menyadari dan memahami perubahan yang
saja yang terjadi pada masa remaja terjadi pada masa remaja
Saya belum terbiasa disiplin dalam
Memiliki disiplin diri dalam kehidupan
kehidupan
Saya belum tahu cara menjadi
Memiliki kepribadian yang mandiri
pribadi mandiri
Pemahaman saya masih sedikit
Menghindari bahaya atau dampak rokok
tentang bahaya atau dampak rokok
Kata maaf, tolong dan terimakasih
Kemampuan mengucapkan kata maaf,
kadang lupa saya ucapkan dalam
tolong dan terima kasih
pergaulan
Saya merasa malu untuk
Dapat berinteraksi dengan guru dan
berinteraksi dengan para guru dan
SOSIAL karyawan sekolah
karyawan di sekolah
Saya belum banyak mengenal
Mudah beradaptasi dengan lingkungan
lingkungan sekolah baru saya
sekolah baru
(guru, fasilitas, prestasi, dll)
Saya merasa sulit bergaul/kaku Kemudahan bergaul dengan teman-teman
dengan teman-teman di sekolah di sekolah
Saya ingin menyelesaikan masalah Kemampuan mengatasi masalah dengan
dengan teman bermain teman di sekolah
Saya belum banyak teman atau
Kemudahan mencari dan disenangi teman
sahabat
Saya belum tahu tentang bullying Memahami tentang bullying dan cara
dan cara mensikapinya mensikapinya
Saya sering lupa waktu ketika
Mengendalikan penggunaan medsos sesuai
bermain/membuka medsos (fb, wa,
kebutuhan
dll)
Saya merasa malu jika bergaul
Dapat berinteraksi dengan lawan jenis
dengan teman yang beda jenis
sesuai norma yang berlaku
kelamin
Saya jarang bermain/berteman di Kesadaran sebagai makhluk sosial yang
lingkungan tempat saya tinggal harus berinteraksi
Orang tua saya tidak peduli dengan Kesadaran orang tua untuk peduli pada
kegiatan belajar saya kegiatan belajar anaknya
Saya masih kesulitan dalam
Kemudahan memaham pelajaran
memahami pelajaran tertentu
Saya merasa tidak disiplin kalau
Melakukan disiplin belajar
belajar di rumah sendiri
Saya belajarnya jika akan ada
Melakukan kebiasaan belajar
ulangan atau ujian saja
BELAJAR Saya belajar di rumah kalau
Memiliki kebiasaan belajar di rumah
disuruh/diperintah orang tua
Saya sering menunda-nunda Kemampuan untuk tidak menunda
pekerjaan sekolah pekerjaan sekolah
Saya belum tahu cara meraih Memperoleh atau meraih prestasi di
prestasi di sekolah sekolah
Saya selalu malas untuk belajar Memiliki Motivasi belajar
Saya belum terbiasa belajar
kelompok, biasanya saya selalu Melakukan belajar kelompok yang baik
belajar sendiri
Saya belum paham cara yang baik Pemahaman cara belajar di SMP/MTs yang
belajar di sekolah baru (SMP/MTs) baik
Saya belum ada teman yang cocok
Menemukan cara belajar yang sesuai
untuk belajar bersama
Saya belum tahu cara memperoleh
Memperoleh informasi beasiswa
bantuan pendidikan (beasiswa)
Saya terpaksa harus bekerja untuk Kemampuan mengatur waktu bekerja dan
KARIR mencukupi kebutuhan hidup sekolah
Saya merasa bingung memilih
Memilih Ekskul yang sesuai
kegiatan esktrakurikuler di sekolah
Saya merasa pesimis bisa naik kelas Memiliki Sikap optimis dapat naik kelas
Saya belum mempunyai cita-cita Mengidentifikasi cita-cita yang sesuai
yang pasti dengan dirinya
Saya belum banyak tahu tentang Pemahaman mengenai jenis-jenis profesi
jenis-jenis pekerjaan di masyakarat di masyarakat
Saya belum tahu tentang osis dan
Mengenal osis dan kegiataannya
kegiatannya
saya merasa belum paham
Memahami hubungan hobi, bakat, minat
hubungan antara hobi, bakat, minat
dan kemampuan
dan kemampuan

F. RUMUSAN TUJUAN
Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan pada Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling yaitu:
pengenalan (pengetahuan), akomodasi (sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta
didik/konseli harus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yang menjadi
prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta
didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang
memiliki Psychological Well Being, dan Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan
Konseling/konselor dalam menyusun rancangan Kegiatan Layanan Bimbingan dan
Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti
yang tercantum tabel dibawah ini.
1. Tabel Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling :
Tataran
Aspek Fase D (SMP) Pada fase ini peserta
No Internalisasi
Perkembangan didik dapat:
Tujuan

Mengaitkan nilai nilai agama yang telah


Pengenalan dipelajari dengan aktivitas sehari hari.

Menghargai berbagai bentuk tata cara


Landasan Hidup Akomodasi ibadah yang dijalankan olehnya maupun
1
Religius orang lain.

Memperbaiki kebiasaan sehari-hari yang


Tindakan kurang sesuai dengan ajaran yang
diyakininya.

Mengaitkan norma dan etika perilaku


Landasan Perilaku sosial remaja dengan permasalahan
2 Pengenalan remaja yang sering terjadi pada
Etis
lingkungan masyarakat

Akomodasi Meyakini pentingnya norma dan etika


perilaku sosial bagi remaja pada
kehidupan bermasyarakat

Menampilkan perilaku sosial yang sesuai


Tindakan norma dan etika perilaku sosial remaja
pada kehidupan bermasyarakat.

Menganalisis ekspresi perasaan diri


Pengenalan sendiri dan orang lain yang dapat
menimbulkan konflik.

Mengelola ekspresi perasaan diri sendiri


3 Kematangan Emosi Akomodasi secara tepat atas dasar pertimbangan
kontekstual

Mengembangkan ekspresi perasaan diri


Tindakan sendiri secara bebas dan terbuka tanpa
menimbulkan konflik.

Menganalisis alternatif pengambilan


keputusan dan pengentasan masalah
Pengenalan menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.

Memadukan keragaman alternatif


Kematangan pengambilan keputusan dan pengentasan
4 Akomodasi masalah menggunakan konsep-konsep
Intelektual
ilmu pengetahuan dan perilaku belajar

Mengembangkan alternatif pengambilan


keputusan dan pengentasan masalah
Tindakan berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.

Menjelaskan cara memperoleh hak dan


kewajiban dalam kehidupan sehari hari
Mengaitkan hak dan kewajiban dalam
Pengenalan aktivitas di lingkungan sekitar yang
sudah iidentifikasi

Kesadaran sebelumnya
5
Tanggungjawab Menyadari hak dan kewajiban serta
tanggung jawab untuk menjalin
Akomodasi persahabatan dan keharmonisan dalam
kehidupan sehari-hari

Saling menghormati, memahami, dan


Tindakan
memiliki dalam berinteraksi dengan
orang lain sesuai hak dan kewajiban atas
dasar rasa kasih sayang

Menjelaskan fungsi peran sosial antara


Pengenalan laki-laki dan perempuan sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang berlaku.

Menghargai fungsi dan peran sebagai


laki-laki atau perempuan dalam
Akomodasi kehidupan sehari-hari sesuai dengan
6 Kesadaran Gender budaya dan nilai-nilai yang berlaku

Menampilkan perilaku yang sesuai


dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki
Tindakan atau perempuan dalam kehidupan sehari-
hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai
yang berlaku.

Mengidentifikasi berbagai aktivitas


Pengenalan keseharian untuk mengembangkan
potensi dan hobi yang dimilikinya.

Bersikap positif terhadap aktivitas


7 Pengembangan keseharian untuk mengembangkan
Akomodasi
Pribadi potensi dan hobi yang dimilikinya.

Melakukan aktivitas keseharian untuk


Tindakan mengembangkan otensi dan hobi yang
dimilikinya.

Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet,


Pengenalan dan kompetitif dengan karakteristik jiwa
kewirausahaan

Perilaku Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet,


Kewirausahaan/Ke Akomodasi kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif
8
mandirian dengan karakteristik wirausaha
Perilaku Ekonomis Menampilkan contoh perilaku hemat,
ulet, kompetitif, kompetitif, dan
Tindakan kolaboratif dalam karakteristik jiwa
kewirausahaan

Memilih alternatif pendidikan SLTA


Pengenalan yang sesuai dengan kemampuan diri
9 Wawasan Kesiapan dalam rangka merencanakan karier.
Karir
Meyakini alternatif pendidikan SLTA
Akomodasi yang sesuai dengan kemampuan diri.
Menentukan pilihan pendidikan SLTA
Tindakan dan pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan diri.

Mengidentifikasi keterkaitan antara


Pengenalan norma diri sendiri dengan fenomena
pergaulan di lingkungan teman sebaya
Kematangan Menghargai perbedaan norma yang
10 Hubungan dengan Akomodasi dianut oleh lingkungan teman sebaya
Teman Sebaya
Menyelaraskan norma-norma pergaulan
Tindakan dengan teman sebaya yang lebih beragam
latar belakang

2. Tabel Hubungan antara Tugas Perkembangan dengan Aspek Perkembangan dalam


Capaian Layanan Bimbingan Konseling (CLBK)
Berikut Tabel Hubungan antara Tugas Perkembangan dengan Aspek Perkembangan
dalam Capaian Layanan Bimbingan Konseling (CLBK), yang pada awalnya di sebut
sebagai Standar Kompetensi Keterampilan Peserta Didik (SKKPD) :
Capaian Layanan Bimbingan
No Tugas Perkembangan
Konseling (CLBK)
Mencapai perkembangan diri sebagai
1 remaja yang beriman dan bertakwa kepada Landasan Hidup Religius
Tuhan Yang Maha Esa

Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi


2 pedoman hidup sebagai pribadi, anggota Landasan Perilaku Etis
masyarakat, dan minat manusia

Mengenal gambaran dan mengembangkan


3 sikap tentang kehidupan mandiri secara Kematangan Emosi
emosional, sosial, dan ekonomi

Mengembangkan pengetahuan dan


keterampilan sesuai dengan kebutuhannya
4 untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran Kematangan Intelektual
dan/atau mempersiapkan karier serta
berperan dalam kehidupan masyarakat

Memantapkan nilai dan cara bertingkah


5 laku yang dapat diterima dalam kehidupan Kesadaran Tanggung Jawab Sosial
sosial yang lebih luas
Mencapai pola hubungan yang baik dengan
6 teman sebaya dalam peranannya sebagai Kesadaran Gender
pria atau wanita

Mempersiapkan diri, menerima dan


bersikap positif serta dinamis terhadap
7 Pengembangan Pribadi
perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada
diri sendiri untuk kehidupan yang sehat

Perilaku Kewirausahaan/
8 Memiliki kemandirian perilaku ekonomis
Kemandirian Perilaku Ekonomis

Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta


9 arah kecenderungan karier dan apresiasi Wawasan dan Kesiapan Karir
seni

Mencapai kematangan hubungan dengan Kematangan Hubungan dengan


10
teman sebaya Teman Sebaya

G. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbingan dan konseling di SMP meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan
tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan
perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan
orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan
dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada
peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan
lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan,
leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan
fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber
dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas
konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan
advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling
melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah
Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara
singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada
membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam
mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh
disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial
ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli
mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan
ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan
perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi
tersebut Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas membantu
setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau minat dan perencanaan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik masih di sekolah
dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh
peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam
profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan
perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa
kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan
kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas
peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan kegiatan
ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat
peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dap
at memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam
pemilihan kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang
secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi
kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan
sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan
menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan
mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan pengembangan
profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya
sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang
bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan
konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap
muka dan daring.

H. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau
konselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab
tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya,
(3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma
yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain
secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan
prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur
dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi,
aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional
dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan
hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.

I. RENCANA OPERASIONAL
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari
hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi
kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa
komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Capaian Layanan
Berisi Capaian Layanan Bimbingan Konseling sesuai dengan tahapan perkembangan
peserta didik
(c) Tataran Internalisasi
Berisi tentang Tahap Pengenalan, Tahap Akomodasi, dan Tahap Tindakan
(d) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
(e) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dan sebagainya.
(f) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
(j) Pelaksanaan,
Berisi tentang waktu yang akan digunakan dalam penyampaian Capaian Layanan
Bimbingan Konseling kepada peserta didik, yang sifatnya individu, klasikal atau
kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau lainnya berdasarkan Kurikulum Merdeka.
1. TABEL RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING / SILBUS

Tataran Internalisasi Tujuan


BIDANG EVALU PELAKS
CAPAIAN LAYANAN METODE MEDIA
LAYANAN ASI ANAAN
Pengenalan Akomodasi Tindakan

Memperbaiki kebiasaan Menghargai berbagai Memperbaiki kebiasaan


Mengaitkan nilai nilai agama Proses
perilaku yang kurang bentuk tata cara ibadah sehari-hari yang kurang Kolaboras
yang telah dipelajari dengan dan
sesuai dengan yang dijalankan olehnya sesuai dengan ajaran i
aktivitas sehari hari. Hasil
keyakinannya maupun orang lain. yang diyakininya.

Mengaitkan norma dan etika Meyakini pentingnya Menampilkan perilaku


Menampilkan Perilaku
perilaku sosial remaja dengan norma dan etika perilaku sosial yang sesuai norma Proses
yang sesuai norma dan Kolaboras
permasalahan remaja yang sosial bagi remaja pada dan etika perilaku sosial dan
etika pada kehidupan i
sering terjadi pada lingkungan kehidupan remaja pada kehidupan Hasil
dimasyarakat
masyarakat bermasyarakat bermasyarakat.
Pribadi
Mengekspresikan Mengelola ekspresi Mengembangkan
Menganalisis ekspresi
Kematangan diri sendiri perasaan diri sendiri ekspresi perasaan diri Proses
perasaan diri sendiri dan Kolaboras
secara bebas dan terbuka secara tepat atas dasar sendiri secara bebas dan dan
orang lain yang dapat i
tanpa menimbulkan pertimbangan terbuka tanpa Hasil
menimbulkan konflik.
koflik kontekstual menimbulkan konflik.

Melakukan Aktivitas Bersikap positif terhadap Melakukan aktivitas


Mengidentifikasi berbagai
Keseharian untuk aktivitas keseharian keseharian untuk Proses
aktivitas keseharian untuk Kolaboras
mengembangkan potensi untuk mengembangkan mengembangkan otensi dan
mengembangkan potensi dan i
dan hobi yang potensi dan hobi yang dan hobi yang Hasil
hobi yang dimilikinya.
dimilikinya dimilikinya. dimilikinya.

Menampikan Perilaku Menjelaskan fungsi peran Menghargai fungsi dan Menampilkan perilaku
yang sesuai dengan sosial antara laki-laki dan peran sebagai laki-laki yang sesuai dengan Proses
fungsi dan peran sebagai atau perempuan dalam fungsi dan peran sebagai Kolaboras
Sosial perempuan sesuai dengan dan
laki-laki dan perempuan kehidupan sehari-hari laki-laki atau perempuan i
budaya dan nilai-nilai yang Hasil
dalam kehidupan sehari- berlaku. sesuai dengan budaya dalam kehidupan sehari-
hari sesuai dengan dan nilai-nilai yang hari sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai berlaku budaya dan nilai-nilai
yang berlaku yang berlaku.

Menyelenggarakan
Mengidentifikasi keterkaitan Menghargai perbedaan Menyelaraskan norma-
norma-norma pergaulan Proses
antara norma diri sendiri norma yang dianut oleh norma pergaulan dengan Kolaboras
teman sebaya dengan dan
dengan fenomena pergaulan lingkungan teman teman sebaya yang lebih i
latar belakang yang Hasil
di lingkungan teman sebaya sebaya beragam latar belakang
beragm

Menampikan Perilaku Menampilkan perilaku


Menghargai fungsi dan
yang sesuai dengan yang sesuai dengan
Menjelaskan fungsi peran peran sebagai laki-laki
fungsi dan peran sebagai fungsi dan peran sebagai
sosial antara laki-laki dan atau perempuan dalam Proses
laki-laki dan perempuan laki-laki atau perempuan Kolaboras
perempuan sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan
dalam kehidupan sehari- dalam kehidupan sehari- i
budaya dan nilai-nilai yang sesuai dengan budaya Hasil
hari sesuai dengan hari sesuai dengan
berlaku. dan nilai-nilai yang
budaya dan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai
berlaku
yang berlaku yang berlaku.

Mengembangkan
Memadukan keragaman
alternatif pengambilan
Menentukan Alternatif Menganalisis alternatif alternatif pengambilan
keputusan dan
pengambilan Keputusan pengambilan keputusan dan keputusan dan
pengentasan masalah Proses
dan pengentasan masalah pengentasan masalah pengentasan masalah Kolaboras
Belajar berdasarkan pengalaman dan
berdasarkan konsep imu menggunakan konsep-konsep menggunakan konsep- i
pada saat menggunakan Hasil
pengetahuan dan prilaku ilmu pengetahuan dan konsep ilmu
konsep-konsep ilmu
belajar perilaku belajar. pengetahuan dan
pengetahuan dan
perilaku belajar
perilaku belajar.

Menampilkan contoh Menampilkan contoh


Menyadari manfaat
perilaku hemat, ulet, Mengidentifikasi perilaku perilaku hemat, ulet,
perilaku hemat, ulet, Proses
kompetitif, dan hemat, ulet, dan kompetitif kompetitif, kompetitif, Kolaboras
Karir kompetitif, kompetitif, dan
kolaboratif dalam dengan karakteristik jiwa dan kolaboratif dalam i
dan kolaboratif dengan Hasil
mengembangkan jiwa kewirausahaan karakteristik jiwa
karakteristik wirausaha
kewirausahaan kewirausahaan
Menenukan Pilihan
Memilih alternatif pendidikan Meyakini alternatif Menentukan pilihan
Pendidikan SMA, MA Proses
SLTA yang sesuai dengan pendidikan SLTA yang pendidikan SLTA dan Kolaboras
Sederajat dan pekerjaan dan
kemampuan diri dalam sesuai dengan pekerjaan yang sesuai i
yang sesuai dengan Hasil
rangka merencanakan karier. kemampuan diri. dengan kemampuan diri.
kemampuan diri
J. PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK
Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta
didik/konseli dalam aspek perkembangan Landasan Hidup Religius, Landasan Perilaku
Etis, Kematangan Emosi, Kematangan Intelektual, Kesadaran Tanggungjawab,
Kesadaran Gender, Pengembangan Pribadi, Perilaku Kewirausahaan / Kemandirian
Perilaku Ekonomis, Wawasan Kesiapan Karir, Kematangan Hubungan dengan Teman
Sebaya yang akan dituangkan dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan
dan Konseling) sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

ASPEK TATARAN INTERNALISASI TUJUAN


PERKEMBANGAN
Pengenalan Akomodasi Tindakan
Mengaitkan nilai Menghargai Memperbaiki
nilai agama yang berbagai bentuk tata kebiasaan sehari-hari
Landasan Hidup
telah dipelajari cara ibadah yang yang kurang sesuai
Religius
dengan aktivitas dijalankan olehnya dengan ajaran yang
sehari hari. maupun orang lain. diyakininya.
Mengaitkan norma Meyakini Menampilkan
dan etika perilaku pentingnya norma perilaku sosial yang
sosial remaja dengan dan etika perilaku sesuai norma dan
Landasan Perilaku
permasalahan remaja sosial bagi remaja etika perilaku sosial
Etis
yang sering terjadi pada kehidupan remaja pada
pada lingkungan bermasyarakat kehidupan
masyarakat bermasyarakat.
Menganalisis Mengelola ekspresi Mengembangkan
ekspresi perasaan perasaan diri sendiri ekspresi perasaan diri
diri sendiri dan secara tepat atas sendiri secara bebas
Kematangan Emosi
orang lain yang dasar pertimbangan dan terbuka tanpa
dapat menimbulkan kontekstual menimbulkan
konflik. konflik.
Menganalisis Memadukan Mengembangkan
alternatif keragaman alternatif alternatif
pengambilan pengambilan pengambilan
keputusan dan keputusan dan keputusan dan
pengentasan masalah pengentasan pengentasan masalah
Kematangan
menggunakan masalah berdasarkan
Intelektual
konsep-konsep ilmu menggunakan pengalaman pada
pengetahuan dan konsep-konsep ilmu saat menggunakan
perilaku belajar. pengetahuan dan konsep-konsep ilmu
perilaku belajar pengetahuan dan
perilaku belajar.
Menjelaskan cara Menyadari hak dan Saling menghormati,
Kesadaran
memperoleh hak dan kewajiban serta memahami, dan
Tanggungjawab
kewajiban dalam tanggung jawab memiliki dalam
kehidupan sehari untuk menjalin berinteraksi dengan
hari Mengaitkan hak persahabatan dan orang lain sesuai hak
dan kewajiban dalam keharmonisan dalam dan kewajiban atas
aktivitas di kehidupan sehari- dasar rasa kasih
lingkungan sekitar hari sayang
yang sudah
iidentifikasi
sebelumnya
Menjelaskan fungsi Menghargai fungsi Menampilkan
peran sosial antara dan peran sebagai perilaku yang sesuai
laki-laki dan laki-laki atau dengan fungsi dan
perempuan sesuai perempuan dalam peran sebagai laki-
dengan budaya dan kehidupan sehari- laki atau perempuan
Kesadaran Gender
nilai-nilai yang hari sesuai dengan dalam kehidupan
berlaku. budaya dan nilai- sehari-hari sesuai
nilai yang berlaku dengan budaya dan
nilai-nilai yang
berlaku.
Mengidentifikasi Bersikap positif Melakukan aktivitas
berbagai aktivitas terhadap aktivitas keseharian untuk
Pengembangan keseharian untuk keseharian untuk mengembangkan
Pribadi mengembangkan mengembangkan otensi dan hobi yang
potensi dan hobi potensi dan hobi dimilikinya.
yang dimilikinya. yang dimilikinya.
Mengidentifikasi Menyadari manfaat Menampilkan contoh
perilaku hemat, ulet, perilaku hemat, ulet, perilaku hemat, ulet,
Perilaku
dan kompetitif kompetitif, kompetitif,
Kewirausahaan /
dengan karakteristik kompetitif, dan kompetitif, dan
Kemandirian Perilaku
jiwa kewirausahaan kolaboratif dengan kolaboratif dalam
Ekonomis
karakteristik karakteristik jiwa
wirausaha kewirausahaan
Memilih alternatif Meyakini alternatif Menentukan pilihan
pendidikan SLTA pendidikan SLTA pendidikan SLTA
yang sesuai dengan yang sesuai dengan dan pekerjaan yang
Wawasan Kesiapan
kemampuan diri kemampuan diri. sesuai dengan
Karir
dalam rangka kemampuan diri.
merencanakan
karier.
Mengidentifikasi Menghargai Menyelaraskan
keterkaitan antara perbedaan norma norma-norma
Kematangan norma diri sendiri yang dianut oleh pergaulan dengan
Hubungan dengan dengan fenomena lingkungan teman teman sebaya yang
Teman Sebaya pergaulan di sebaya lebih beragam latar
lingkungan teman belakang
sebaya
K. RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
1. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi,
yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan
dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh
informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya.
Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi
oleh peserta didik yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian
dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / topik
/ masalah yang dibahas
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang
dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka
mewujudkan upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. Pelaporan
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam
evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi
kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara
membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari
program yang dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.

L. ANGGARAN BIAYA
Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk
kegiatan bimbingan dan Konseling dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :
Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang
dibutuhkan. Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk
mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran disusun
untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional dan realistik.
Adapun rencana anggaran kegiatan bimbingan dan konseling pada tahun ini adalah
sebagai berikut :

Jumlah
No Jenis Barang Kebutuhan
Barang Uang
1. Kertas HVS - Analisa AUM 2 Rim Rp. 100.000,-
- Angket Siswa
- Program BK
- Undangan orang tua
- Format-format BK
2. Spidol - Spidol besar (permanen ) 2 Rp. 15.000,-
- Spidol kecil 3
3. Buku Folio - Buku Tamu 1 Rp. 30.000,-
- Buku ijin 1
- Buku Agenda surat 1
- Buku Agenda Kerja 3
4. Tampilan - Biblio konseling 3 Rp. 18.000,-
Kepustakaan
5. Gunting - 1 Rp. 15.000,-
6. Snel heckter - Jurnal Kegiatan Klasikal 3 Rp. 30.000,-
- Program umum 3
- Bukti Fisik 3
7. Staples - Kecil 1 Rp. 10.000,-
- Tanggung 1 Rp. 20.000.-
8. Transport - Home visit Rp. 600.000,-
( 20 X 2 X Rp. 15.000,-)
Jumlah Rp. 838.000,-
PROGRAM TAHUNAN KELAS IX
BIMBINGAN KONSELING
SMP NEGERI 2 DORO KAB. PEKALONGAN
TAHUN PELAJARAN 2022/ 2023

DISUSUN OLEH :
Dina Riyani, S.Sos.
NIP. -

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 2 DORO
Ala m a t : J l. De sa La rik a n, Ke c. Do ro , Ka b . Pek a lo ng a n
Ko d e Po s 5 1 1 9 1
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling Kelas IX SMP Negeri 2 Doro Kab.


Pekalongan tahun pelajaran 2022/ 2023 ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : Senin
Tanggal : 11 Juli 2022

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Sri Widayati, S.Pd, M.Si Dina Riyani, S.Sos.


NIP. 19650110 198703 2 013 NIP. -
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan
Konseling tahun pelajaran 2022/ 2023.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 tahun 2014
tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah
menyebutkan bahwa program bimbingan dan konseling terdiri dari program tahunan
yang meliputi program semester, rencana pelaksanaan layanan (RPL), dan yang
lainnya. Dalam konteks seperti itu, maka guru Bimbingan dan konseling perlu
menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan bimbingan dan
konseling di sekolah.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini didahului dengan menyusun
need assesmen untuk mengungkap kebutuhan riil peserta didik dan pihak-pihak lain
yang terkait. Harapannya tercapainya kemandirian peserta didik dalam mencapai
tugas-tugas perkembangannya.
Selanjutnya, kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan program layanan
bimbingan dan konseling ini tidak dapat berhasil dan terlaksana tanpa bantuan dan
uluran tangan dari berbagai pihak. Untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih
yang sebesar besarnya kepada:
1. Ibu Sri Widayati, S.Pd, M.Si selaku Kepala SMP Negeri 2 Doro Kab.
Pekalongan;
2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan.
Akhirnya, kami berharap program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat
bermanfaat untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman
guru Bimbingan dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun buku
program Bimbingan dan Konseling pada masa-masa yang akan datang. Wassalam.

Doro, 11 Juli 2022

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................... 1


Lembar Pengesahan ....................................................................................................... 2
Kata Pengantar ............................................................................................................... 3
Daftar Isi ........................................................................................................................ 4
A. Rasional .................................................................................................................. 5
B. Dasar Hukum .......................................................................................................... 7
C. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling ............................................................... 7
D. Deskripsi Kebutuhan Peserta Didik ........................................................................ 8
E. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling ........................................................... 13
F. Komponen Program ................................................................................................ 16
G. Bidang Layanan ...................................................................................................... 18
H. Rencana Operasional (Action Plan) ....................................................................... 20
I. Pengembangan Tema .............................................................................................. 28
J. Rencana Evaluasi .................................................................................................... 34
K. Sarana dan Prasarana .............................................................................................. 35
L. Rencana Anggaran .................................................................................................. 35
M. Penutup ................................................................................................................... 36
PROGRAM TAHUNAN
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN PELAJARAN 2022/ 2023

A. Rasional
Pengembangan potensi menjadi kompetensi hidup memerlukan sistem
pelayanan pendidikan di sekolah yang tidak hanya mengandalkan pelayanan
pembelajaran mata pelajaran/bidang studi dan manajemen saja. Akan tetapi juga
pelayanan bantuan khusus yang lebih bersifat psiko-edukasi melalui pelayanan
Bimbingan dan Konseling. Berbagai aktivitas Bimbingan dan Konseling dapat
diupayakan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi hidup peserta didik yang
efektif serta memfasilitasi mereka secara sistematik, terprogram, dan kolaboratif agar
setiap peserta didik betul-betul mencapai kompetensi perkembangan atau pola
perilaku dalam kondisi yang diharapkan.
Dalam perspektif seperti ini, layanan bimbingan dan konseling menjadi
semakin dibutuhkan terutama dalam menghadapi tantangan internal ke depan, yaitu
bahwa pada tahun 2045 Indonesia diharapkan memiliki sumber daya manusia (SDM)
dalam kategori Generasi Emas, yaitu generasi produktif, inovatif, kreatif, dan afektif.
Di samping itu generasi Indonesia harus memiliki minat luas dalam kehidupan,
kesiapan untuk bekerja, kecerdasan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, serta rasa
tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Dalam kaitannya dengan upaya pendidikan, pernyataan di atas sejalan dengan
makna pendidikan yang termaktub dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1, bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Sejalan dengan paparan di atas, SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan sebagai
satuan pendidikan tidak hanya memberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan
teknologi (perkembangan aspek kognitif) namun juga memfasilitasi perkembangan
peserta didik secara optimal. Upaya untuk memberikan pembekalan ilmu pengetahuan
dan teknologi (perkembangan aspek kognitif) merupakan wilayah garapan guru
bidang studi sedangkan upaya untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik
merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara
proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta faktor yang
mempengaruhinya. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya layanan bimbingan
dan konseling memerlukan kolaborasi antara konselor dengan kepala sekolah, guru,
staf administrasi, orang tua peserta didik dan pihak-pihak terkait begitu juga
sebaliknya.
Keberadaan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan nasional di
Indonesia dijalani melalui proses panjang sejak kurang lebih 48 tahun yang lalu. Pada
saat ini keberadaan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setting pendidikan,
khususnya persekolahan, telah memiliki legalitas yang kuat dan menjadi bagian
terpadu dari sistem pendidikan nasional. Pelayanan bimbingan dan konseling telah
mendapat tempat di semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-
Kanak sampai Perguruan Tinggi.
Lebih daripada itu, peserta didik pada jenjang SMP adalah individu yang
sedang berkembang. Untuk mencapai perkembangan optimal, potensi-potensi peserta
didik perlu difasilitasi melalui berbagai komponen pendidikan, yang salah satu di
antaranya adalah layanan bimbingan dan konseling. Setali tiga uang, bimbingan dan
konseling saat ini merupakan upaya pengembangan potensi-potensi positif individu.
Semua peserta didik berhak mendapatkan layanan bimbingan dan konseling agar
potensi-potensi positif yang mereka miliki berkembang optimal. Pengembangan
potensi- potensi positif memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri. Meskipun
demikian, paradigma bimbingan dan konseling ini tidak mengabaikan layanan-
layanan yang berorientasi pada pencegahan (preventif) dan pengatasan masalah
(kuratif).
Upaya mewujudkan potensi peserta didik/konseli menjadi kompetensi dan
prestasi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan integratif. Kompetensi hidup
dikembangkan secara isi-mengisi atau komplementer antara guru bimbingan dan
konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan. Setiap
peserta didik memiliki potensi (kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik),
latar belakang keluarga, serta pengalaman belajar yang berbeda-beda. Hal ini
menyebabkan peserta didik/konseli memerlukan layanan pengembangan yang
berbeda-beda pula.
Perkembangan peserta didik/konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan,
baik fisik, psikis, maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah
perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya
hidup warga masyarakat, termasuk peserta didik/konseli. Oleh sebab itu, p roses
penyesuaian diri akan optimal jika difasilitasi oleh pendidik, termasuk guru bimbingan
dan konseling atau konselor. Penyesuaian diri yang optimal mendorong peserta
didik/konseli mampu menghadapi masalah-masalah pribadi, sosial, belajar dan karir.
Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan program bimbingan dan
konseling yang mewadahi seluruh kegiatan bimbingan dan konseling yang akan
diberikan kepada peserta didik dalam rangka menunjang tercapainya tujuan
pendidikan nasional pada umumnya dan visi dan misi SMP Negeri 2 Doro Kab.
Pekalongan secara khusus.
Penyusunan program bimbingan dan konseling ini merujuk pada pedoman
kurikulum dan berdasarkan kondisi objektif yang berkaitan dengan kebutuhan nyata di
sekolah yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Sehingga
program yang dilaksanakan merupakan program yang realistis dan layak untuk
diimplementasikan dan dapat mengembangkan potensi peserta didik di SMP Negeri 2
Doro Kab. Pekalongan secara optimal. Implikasinya adalah tercapainya layanan
bimbingan dan konseling yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan
memotivasi peserta didik dalam dinamika berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan
bertanggung jawab.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMP
Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan adalah:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
64 tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di
Lingkungan Sekolah.

C. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling


Dalam merumuskan Visi dan Misi Bimbingan Konseling SMP Negeri 2 Doro
Kab. Pekalongan mengacu pada Visi SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan yakni :
“Berbudi pekerti luhur, Berprestasi, Berwawasan Lingkungan ”

dan Misi SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan adalah :


a. Membiasakan siswa untuk bersikap santun yang diwujudkan dalam bentuk
bersalaman dan senyum, salam, sapa serta berperilaku sesuai norma susila, hukum, agama,
dan sosial;
b. Membiasakan sholat berjamaah, tadarus Al Qur’an sebelum jam pertama dimulai,
membaca Asmaul Husna setiap hari sebelum jam pertama dimulai, berdo’a pada awal dan
akhir pelajaran serta memperingati hari-hari besar agama;
c. Membiasakan tanda tangan daftar hadir pada waktu pagi dan siang;
d. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk
mengoptimalkan potensi akademik dan non akademik yang dimiliki siswa;
e. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat
Siswa;
f. Menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan dalam bidang keterampilan di luar jam
pembelajaran efektif untuk memberikan bekal kecakapan hidup kepada siswa;
g. Menyelenggarakan dan mengikuti berbagai event olahraga, kesenian, keterampilan,
dan keagamaan;
h. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, tertib, rapi, dan
indah;
i. Menjalin kerjasama yang harmonis dan sinergis dengan masyarakat
Berdasarkan Visi dan Misi SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan, maka Visi
Bimbingan Konseling SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan adalah :
“Terwujudnya Layanan Bimbingan Konseling yang berkualitas dalam
memfasilitasi peserta didik menuju pribadi yang “Berbudi pekerti luhur,
Berprestasi, Berwawasan Lingkungan ”

Sedangkan Misi Bimbingan Konseling SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan


adalah :

1. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling baik individu maupun


kelompok yang berkualitas dalam upaya memandirikan peserta didik
berdasarkan pada tugas perkembangannya.
2. Membangun jejaring dengan pihak internal dan eksternal sekolah dalam
rangka menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang didukung
oleh semua pihak.
3. Mengingkatkan kualitas layanan dengan pemenuhan sarana dan prasarana
yang dibutuhkan.

D. Deskripsi Kebutuhan Peserta Didik


Dalam menjalankan tugasnya, guru bimbingan dan konseling memiliki
kewajiban terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan
diselenggarakannya need assesmen adalah untuk mengetahui kebutuhan dan
permasalahan siswa.
Instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan siswa dalam
program ini adalah Analisis Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Selain itu, penyusunan
program juga mempertimbangkan masukan-masukan dari berbagai pihak.
Dari hasil evaluasi program BK pada tahun pelajaran 2021/ 2022, terdapat
beberapa layanan yang belum terlaksana. Layanan tersebut diantaranya layanan
Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok dan Bimbingan Kelas Besar. Maka di
dalam program BK tahun 2022/ 2023 ini, layanan tersebut kembali dimunculkan agar
dapat terlaksana, tentunya dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik
berdasarkan dari hasil need assesment.
Adapun deskripsi kebutuhan peserta didik, kebutuhan lingkungan dan analisis kebijakan sekolah dan peraturan yang relevan dapat di sampaikan
sebagaimana tersebut yang terdapat di bawah ini:
Tabel 1.
Deskripsi Kebutuhan
Layanan Bimbingan dan Konseling
BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
PRIBADI Saya dalam menjalankan ibadah masih karena terpaksa Memiliki kesadaran melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri
Saya merasa belum memiliki kebiasaan untuk berpikir dan bersikap positif Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan bersikap positif
Kadang saya masih suka mencontek saat tes Memiliki kesadaran untuk tidak mencontek saat mengikuti tes atau ujian
Saya merasa tertekan (stress) menghadapi kehidupan/kegiatan Mampu menghindari stress dalam menghadapi kehidupan/kegiatan
Saya masih sulit mengendalikan emosi Mampu mengendalikan emosi
Saya belum mengenal macam-macam kepribadian manusia Mengenal macam-macam kepribadian manusia
Saya belum tahu cara menjaga kesehatan agar tetap fit menghadapi waktu ujian Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit menghadapi waktu ujian
Saya merasa masih sering membuang sampah tidak pada tempatnya Memiliki kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya
Saya jenuh dan enggan masuk sekolah Mampu mengatasi kejenuhan masuk sekolah
Saya meras sulit meninggalkan ketergantungan dengan media sosial (fc, wa, ig, dll) Mampu meninggalkan ketergantungan dengan media sosial (fb, wa, ig, tiktok dll)
Saya merasa sulit menghilangkan kebiasaan keluar malem (bermain,begadang) Mampu menghilangkan kebiasaan keluar malem (bermain,begadang)
Saya merasa khawatir/takut tidak dapat lulus sekolah Memiliki kemampuan menghilangkan rasa khawatir/takut tidak dapat lulus sekolah
Saya sedang mempunyai masalah dengan anggota keluarga di rumah Mampu mengatasi masalah dengan anggota keluarga di rumah
Saya banyak menghabiskan waktu dengan main game atau games online Mampu berhenti main game atau games online
Saya merasa sulit mengendalikan ketergantungan dengan pada handphone Mampu mengendalikan ketergantungan dengan pada handphone
Saya masih merasa belum memiliki rasa percaya diri Memiliki rasa percaya diri
Saya belum tahu cara menyelesaikan masalah (konflik) Memiliki kemampuan dalam menyelesaian masalah
SOSIAL Saya sering merasa tidak lancar dalam berkomunikasi dengan orang lain Mampu berkomunikasi secara efektif
Saya belum paham pentingnya nilai-nilai kehidupan di masyarakat Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan
Saya belum memahami tentang etika berlalu lintas Memiliki etika dan budaya tertib berlalu lintas
Saya merasa belum paham tentang kiat sukses hidup bermasyarakat Memiliki kemampuan untuk sukses hidup bermasyarakat
Saya belum tahu lebih banyak akibat tawuran di kalangan pelajar Mampu menghidari dari tawuran pelajar
Saya masih belum bisa menjaga sebuah persahabatan agar tetap langgeng Memiliki kemampuan untuk membina persahabatan agar tetap langgeng
Saya merasa sulit untuk antri Memiliki kebiasaan untuk antri
Saya belum tahu tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara mensikapinya Mengenal bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara mensikapinya

Saya belum tahu membuat persahabatan yang baik melalui medsos Mampu membangun persahabatan yang baik melalui medsos
Saya kadang masih lupa mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih dalam Memiliki kebiasaan mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih dalam pergaulan
pergaulan
Saya belum tahu akibat nikah di usia dini Mampu menghindari pernikahan dini
Saya belum banyak tahu dampak pacaran di kalangan remaja Memiliki pemahaman tentang dampak pacaran di kalangan remaja
BELAJAR Saya belum paham cara meningkatkan motivasi belajar Memiliki pemahaman tentang cara meningkatkan motivasi belajar
Saya belum bisa mengevaluasi hasil prestasi belajar Mampu mengevaluasi hasil prestasi belajar
Saya belum tahu kiat sukses dalam menghadapi Ujian Memiliki pemahaman tentang kiat sukses dalam menghadapi Ujian
Saya masih belum bisa belajar secara rutin Memiliki kebiasaan belajar secara rutin
Saya masih memiliki kebiasaan belajar apabila akan ada tes/ujian Mampu menghilangkan kebiasaan belajar apabila akan ada tes/ujian
Saya belum tahu informasi syarat-syarat kelulusan Memiliki pemahaman tentang syarat-syarat kelulusan
Saya belum paham cara meningkatkan konsentrasi belajar Mampu meningkatkan konsentrasi belajar
Saya merasa kesulitan mempelajari dan memahami mata pelajaran tertentu pada saat Mampu mengatasi kesulitan mempelajari dan memahami mata pelajaran tertentu saat
BDR BDR
KARIR Saya berencana untuk indekos saat melanjutkan ke SMA tetapi belum tahu cara Memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan saat indekos
mengelola keuangan
Saya mudah putus asa setiap menghadapi kegagalan Memiliki ketahanan diri setiap menghadapi kegagalan
Cita-cita saya tidak sejalan dengan orang tua Memiliki keselarasan cita-cita dengan harapan orang tua
Saya belum mengenal jenis-jenis organisasi di masyarakat Mengenal lebih dekat dengan berbagai jenis organisasi yang ada di masyarakat
Saya sulit untuk mengambil keputusan pilihan karir Memiliki kemantapan pada keputusan pilihan karir
Saya masih ragu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA Memiliki kemauan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA
Saya belum tahu tentang cara atau strategi masuk sekolah favorit Memiliki pemahaman tentang cara atau strategi masuk sekolah favorit
Saya belum merencanaan karir masa depan Memiliki rencana karir masa depan
Saya kurang berminat memikirkan masa depan Memiliki motivasi untuk sukses
Saya belum memahami tentang dunia kerja Mengenal Profesi di Dunia Kerja
Saya masih bingung memikirkan karir setelah lulus SMP/MTs Memiliki pemahaman tentang pilihan karir setelah lulus SMP/MTs
Saya belum paham masalah peminatan/jurusan di SMA/MA Memiliki pemahaman tentang peminatan/jurusan di SMA/MA
Saya belum paham masalah peminatan/jurusan di SMK/MAK Memiliki pemahaman tentang peminatan/jurusan di SMK/MAK

Tabel 2.
Deskripsi Kebutuhan Lingkungan
Layanan Bimbingan dan Konseling
KONDISI SEKOLAH IMPLIKASI DALAM PELAYANAN BK

FISIK ✓ Ruang layanan tidak memadai, tidak ada ruang khusus ✓ Mengajukan proposal kepada Kepala sekolah untuk meminta tambahan
untuk konseling individual, ruang BK digunakan sebagai ruang yang sesuai dan pengembalian fungsi ruang BK sebagaimana
ruang penyimpanan dokumen oleh beberapa Guru dan mestinya
Karyawan Sekolah
✓ Jumlah LCD Proyektor yang kurang memadai dengan ✓ Usulan untuk pengadaan LCD yang memadai untuk kelancaran proses
jumlah ruang kelas menyebabkan terhambatnya proses layanan
layanan menggunakan media BK
PERSONAL ✓ Tidak semua wali kelas aktif dalam penanganan / ✓ Menyampaikan tupoksi dan program BK pada saat pembinaan kepala
pengawasan terhadap siswa sekolah mengenai pentingnya kolaborasi aktif antara Kepala Sekolah,
✓ Guru mata pelajaran kurang aktif dalam berkolaborasi Guru, Wali Kelas, dan Guru BK untuk memantau perkembangan siswa.
untuk memantau perkembangan siswa
✓ Tidak semua warga sekolah memahami tupoksi dari guru
BK sehingga BK terkesan masih sebagai polisi sekolah
Tabel 3.
Analisis Kebijakan Sekolah dan Peraturan Yang Relevan
Layanan Bimbingan dan Konseling
NO Kebijakan Sekolah Dan Peraturan Yang Relevan Implikasi Dalam Layanan BK

1. a. Guru BK mendapatkan tugas beberapa tugas tambahan yang a. Guru BK diharapkan dapat melaksanakan tugas tambahan dengan
terkadang dalam pelaksanaan tugas tersebut bertentangan dengan bijaksana dan profesional sehingga tidak bertentangan dengan
hakikat Bimbingan dan Konseling serta menyita waktu dalam hakikat Bimbingan dan Konseling serta waktu pelaksanaan
pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Layanan Bimbingan dan Konseling dapat terlaksana sesuai dengan
perencaan
E. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Rumusan tujuan dalam program ini disusun berdasarkan pada deskripsi kebutuhan
peserta didik. Berikut adalah rumusan tujuan tersebut:

Tabel 4.
Rumusan Tujuan
Layanan Bimbingan dan Konseling

BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN
LAYANAN
PRIBADI Memiliki kesadaran melakukan berbagai Peserta didik/konseli memiliki kesadaran melakukan
kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri

Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan Peserta didik/konseli mampu memiliki kebiasaan berpikir
bersikap positif positif serta mencapai pribadi yang mampu berpikir dan
bersikap selalu positif
Memiliki kesadaran untuk tidak mencontek Peserta didik/konseli memiliki pemahaman dan
saat mengikuti tes atau ujian kesadaran bahwa menyontek adalah perbuatan tidak baik
(tercela), memahami penyebab dan dampak dari
perbuatan menyontek serta mampu untuk
menghindarinya
Mampu menghindari stress dalam Peserta didik/konseli dapat memahami gejala-gejala
menghadapi kehidupan/kegiatan stress serta faktor-faktor penyebab dan cara
mengatasinya

Mampu mengendalikan emosi Peserta didik/konseli dapat mengendalikan emosi dan


memantapkan nilai serta cara bertingkah laku yang dapat
diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas
Mengenal macam-macam kepribadian Peserta didik/konseli dapat mengenal dan memahami
manusia tipe-tipe kepribadian manusia serta dapat tumbuh
menjadi pribadi yang matang

Mampu menjaga kesehatan agar tetap fit Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya
menghadapi waktu ujian menjaga kesehatan tubuh serta dapat membiasakan pola
hidup bersih dan sehat

Memiliki kebiasaan untuk membuang Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan hidup bersih
sampah pada tempatnya dengan membuang sampah pada tempatnya
Mampu mengatasi kejenuhan masuk Peserta didik/konseli mampu menghilangkan
sekolah kejenuhanya masuk sekolah
Mampu meninggalkan ketergantungan Peserta didik/konseli mampu meninggalkan
dengan media sosial (fc, wa, ig, dll) ketergantungan dengan media sosial (fc, wa, ig, dll)

Mampu menghilangkan kebiasaan keluar Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kebiasaan


malem (bermain,begadang) keluar malem (bermain,begadang)
Memiliki kemampuan menghilangkan rasa Peserta didik/konseli memiliki kemampuan
khawatir/takut tidak dapat lulus sekolah menghilangkan rasa khawatir/takut tidak dapat lulus
sekolah

Mampu mengatasi masalah dengan anggota Peserta didik/konseli mampu mengatasi masalah dengan
keluarga di rumah anggota keluarga di rumah
Mampu berhenti main game atau games Peserta didik/konseli dapat berhenti main game atau
online games online dalam mengisi waktu luangnya
Mampu mengendalikan ketergantungan Peserta didik/konseli mampu mengendalikan
dengan pada handphone ketergantungan dengan pada handphone
Memiliki rasa percaya diri Peserta didik/konseli mampu meningkatkan rasa percaya
diri dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya
Memiliki kemampuan dalam menyelesaian Peserta didik/konseli mampu menyelesaikan masalah
masalah yang sedang dihadapi
SOSIAL Mampu berkomunikasi secara efektif Peserta didik/konseli dapat mengetahui pentingnya
komunikasi untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan
dalam hidup bermasyarakat
Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai Peserta didik/konseli dapat memahami nilai-nilai
kehidupan kehidupan serta dapat bersosialisasi dan mengambil
keputusan berdasarkan nilai-nilai atau norma kehidupan
Memiliki etika dan budaya tertib berlalu Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
lintas memiliki budaya tertib berlalu lintas di jalan serta
menumbuhkan kesadaran untuk disiplin mentaati rambu-
rambu lalu lintas
Memiliki kemampuan untuk sukses hidup Peserta didik/konseli mampu memahami dan menerima
bermasyarakat peran sosial pria dan wanita dengan norma yang ada di
masyarakat serta berprilaku sebagai pria dan wanita
sesauai dengan norma masyarakat
Mampu menghidari dari tawuran pelajar Peserta didik/konseli dapat memahami dampak dari
tawuran pelajar dan mampu menghindarinya
Memiliki kemampuan untuk membina Peserta didik/konseli dapat memiliki perasaan positif
persahabatan agar tetap langgeng untuk membina persahabatan dengan kegiatan positif
serta memilki rencana kegiatan untuk mengisi kegiatan
persahabatan yang positif
Memiliki kebiasaan untuk antri Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan antri sebagai
pernghargaan atas diri sendiri dan orang lain
Mengenal bentuk-bentuk kenakalan remaja Peserta didik/konseli mengenal bentuk-bentuk kenakalan
saat ini dan cara mensikapinya remaja saat ini dan cara mensikapinya
Mampu membangun persahabatan yang Peserta didik/konseli mampu membangun persahabatan
baik melalui medsos yang baik melalui medsos
Memiliki kebiasaan mengucapkan kata Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan mengucapkan
maaf, tolong dan terimakasih dalam kata maaf, tolong dan terimakasih dalam pergaulan
pergaulan

Mampu menghindari pernikahan dini Peserta didik/konseli dapat memahami persiapan penting
orientasi hidup berkeluarga, mengetahui bagaimana
dampak dari pernikahan di usia muda

Memiliki pemahaman tentang dampak Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang


pacaran di kalangan remaja dampak pacaran di kalangan remaja
BELAJAR Memiliki pemahaman tentang cara Peserta didik/konseli dapat menerapkan sikap dan
meningkatkan motivasi belajar kebiasaan yang benar dalam belajar hingga dapat
membangkitkan semangat belajar

Mampu mengevaluasi hasil prestasi belajar Peserta didik/konseli mampu mengevaluasi kebiasaan
belajar serta merencanakan pencapaian prestasi
belajarnya sesuai dengan target yang ingin dicapai
Memiliki pemahaman tentang kiat sukses Peserta didik/konseli mampu memahami kiat sukses
dalam menghadapi Ujian menghadapi ujian sekolah maupun ujian nasional serta
memilki keyakinan terhadap kesuksesannya
Memiliki kebiasaan belajar secara rutin Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan belajar secara
rutin
Mampu menghilangkan kebiasaan belajar Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kebiasaan
apabila akan ada tes/ujian belajar apabila akan ada tes/ujian
Memiliki pemahaman tentang syarat-syarat Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang
kelulusan syarat-syarat kelulusan
Mampu meningkatkan konsentrasi belajar Peserta didik/konseli mampu meningkatkan konsentrasi
belajar
Mampu mengatasi kesulitan mempelajari Peserta didik/konseli mampu mengatasi kesulitan
dan memahami mata pelajaran tertentu mempelajari dan memahami mata pelajaran tertentu saat
saat BDR BDR

KARIR Memiliki kemampuan untuk mengelola Peserta didik/konseli mampu mengelola keuangan saat
keuangan saat indekos indekos
Memiliki ketahanan diri setiap menghadapi Peserta didik/konseli memiliki semangat diri saat
kegagalan mengalami suatu kegagalan
Memiliki keselarasan cita-cita dengan Peserta didik/konseli mampu menyelaraskan cita-cita
harapan orang tua dengan harapan orang tua
Mengenal lebih dekat dengan berbagai jenis Peserta didik/konseli mengenal berbagai organisasi yang
organisasi yang ada di masyarakat ada di masyarakat
Memiliki kemantapan pada keputusan Peserta didik/konseli memiliki kemantapan pilihan karir
pilihan karir
Memiliki kemauan untuk melanjutkan Peserta didik/konseli memiliki kemauan untuk
sekolah ke jenjang SMA melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Memiliki pemahaman tentang cara atau Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang cara
strategi masuk sekolah favorit atau strategi masuk sekolah favorit
Memiliki rencana karir masa depan Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya
perencanaan karir serta memiliki sikap positif dalam
meraih kesuksesan masa depan

Memiliki motivasi untuk sukses Peserta didik/konseli dapat belajar tentang kehidupan
mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi dari tokoh
inspiratif

Mengenal Profesi di Dunia Kerja Peserta didik/konseli dapat mengetahui dan memahami
macam-macam profesi yang ada di dunia kerja

Memiliki pemahaman tentang pilihan karir Peserta didik/konseli mampu memahami kemampuan,
setelah lulus SMP/MTs minat dan bakatnya sehingga dapat menemukan pilihan
studi lanjutnya

Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan memahami


peminatan/jurusan di SMA/MA prospek karir dari setiap kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMA/MA.

Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan memahami


peminatan/jurusan di SMK/MAK prospek karir dari setiap kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMK/MAK.

F. Komponen Program
Komponen program bimbingan dan konseling, komponen program bimbingan
dan konseling di SMP meliputi: (1) Layanan Dasar, (2) Layanan Peminatan dan
Perencanaan Individual (3) Layanan Responsif, dan (4) Dukungan sistem.
Berikut adalah komponen program yang disusun berdasarkan pada deskripsi
kebutuhan yang telah disusun.
Tabel 5.
Komponen Program
Layanan Bimbingan dan Konseling

KOMPONEN JUMLAH PERHITUNGAN


NO NO MATERI / TOPIK / KEGIATAN LAYANAN
PROPORSI
WAKTU/JAM
PROGRAM

1 Layanan Dasar 1 Ibadah dengan kemauan sendiri 18 32% 32% x 24


2 Berpikir dan bersikap positif = 7,68
3 Menyontek, penyebab dan solusinya
4 Stress dan cara mengatasinya
5 Cara mengendalikan emosi
6 Kepribadian Manusia
7 Pentingnya menjaga kesehatan tubuh
8 Kebiasaan membuang sampah pada
tempatnya
9 Komunikasi efektif
10 Nilai-nilai Kehidupan
11 Etika dan budaya tertib berlalu lintas
12 Kiat sukses hidup bermasyarakat
13 Tawuran pelajar dan akibatnya
14 Membina persahabatan
15 Dampak pernikahan di usia muda
16 Meningkatkan Motivasi Belajar
17 Evaluasi prestasi belajar
18 Kiat sukses hadapi ujian (USBN - UN)

2 Layanan 1 Kiat mengelola keuangan saat indekos 13 23% 23% x 24


Peminatan dan 2 Membangkitkan semangat diri saat = 5,52
Perencanaan mengalami kegagalan
Individual 3 Keselarasan cita-cita dengan harapan
Peserta Didik orang tua
4 Mengenal berbagai organisasi yang ada
di masyarakat
5 Mantap pada keputusan pilihan karir
6 Mantap untuk melanjutkan sekolah ke
jenjang SLTA
7 Cara atau strategi masuk sekolah favorit
8 Perencanaan karir masa depan
9 Motivasi sukses dari tokoh inspiratif
10 Profesi di Dunia Kerja
11 Pilihan karir setelah lulus SMP/MTs
12 Prospek karir peminatan/jurusan di
SMA/MA
13 Prospek karir peminatan/jurusan di
SMK/MAK
14
3 Layanan 1 Mengatasi kejenuhan masuk sekolah 19 33% 33% x 24
Responsif 2 Menghilangkan ketergantungan dengan = 7,92
media sosial (fc, wa, ig, dll)
3 Akibat kebiasaan keluar malem
(bermain,begadang)
4 Menghilangkan rasa khawatir/takut
tidak dapat lulus sekolah
5 Mengatasi masalah dengan anggota
keluarga di rumah
6 Dampak main game atau games online
7 Dampak dari ketergantungan pada
handphone
8 Membangun Rasa Percaya Diri
9 Tahapan dalam menyelesaian masalah
10 Kebiasaan antri
11 Bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini
dan cara mensikapinya
12 Membuat persahabatan yang baik
melalui medsos
13 Kebiasaan mengucapkan kata maaf,
tolong dan terimakasih dalam pergaulan
14 Dampak pacaran dikalangan remaja
15 Kebiasaan belajar rutin
16 Menghilangkan kebiasaan belajar saat
akan ada ujian
17 Syarat-syarat kelulusan
18 Meningkatkan konsentrasi belajar
19 Mengatasi kesulitan mempelajari dan
memahami mata pelajaran tertentu

4 Dukungan 1 Pengembangan Jejaring 7 12% 12% x 24


Sistem 2 = 2,88
Kegiatan Manajemen
3 Pengembangan staf
4 Kunjungan rumah
5 Kolaborasi
6 Pengembangan Profesi Konselor
a. In House Training
b. Pendidikan Lanjut
7 Penelitian dan Pengembangan
JUMLAH JAM 57 100% 24

Tabel 6.
Dukungan Sistem
Layanan Bimbingan dan Konseling

NO Kegiatan/Strategi Tujuan
1 Sosialisasi Program BK kepada Membangun jaringan dalam rangka
kepala sekolah, guru, komite dan mendapat dukungan dari semua
tenaga kependidikan pihak.
2 Mengikuti kegiatan Kolektif guru Meningkatkan profesionalisme guru
di MGBK dan Diklat fungsional BK
3 Pembenahan Ruang Konseling Menciptakan ruang konseling yang
nyaman dengan harapan konseli
dapat lebih terbuka dalam proses
konseling

Tabel 7.
Perhitungan waktu dan Persentase
Layanan Bimbingan dan Konseling

No Jenis layanan Perhitungan waktu Persentase


1 Layanan Dasar 35% x 24 = 8,4 35%
2 Layanan Responsif 25 % x 24 = 6 25 %
3 Layanan pengembangan dan 28 % x 24 = 6.72 28%
perencanaan Individu
4 Dukungan Sistem 12 % x 24 = 2.88 12 %

G. Bidang Layanan
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang
layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial,
belajar, dan karir. Pada hakikatnya perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan
utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli. Materi
layanan bimbingan klasikal disajikan secara proporsional sesuai dengan hasil asesmen
kebutuhan 4 (empat) bidang layanan.
Tabel 8.
Bidang Layanan
Layanan Bimbingan dan Konseling
NO Topik Layanan Bidang
1 Ibadah dengan kemauan sendiri P
2 Berpikir dan bersikap positif P
3 Menyontek, penyebab dan solusinya P
4 Stress dan cara mengatasinya P
5 Cara mengendalikan emosi P
6 Kepribadian Manusia P
7 Pentingnya menjaga kesehatan tubuh P
8 Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya P
9 Mengatasi kejenuhan masuk sekolah P
Menghilangkan ketergantungan dengan media sosial (fb, wa, ig,
10 P
dll)
11 Akibat kebiasaan keluar malem (bermain,begadang) P
12 Menghilangkan rasa khawatir/takut tidak dapat lulus sekolah P
13 Mengatasi masalah dengan anggota keluarga di rumah P
14 Dampak main game atau games online P
15 Dampak dari ketergantungan pada handphone P
16 Membangun Rasa Percaya Diri P
17 Tahapan dalam menyelesaian masalah S
18 Komunikasi efektif S
19 Nilai-nilai Kehidupan S
20 Etika dan budaya tertib berlalu lintas S
21 Kiat sukses hidup bermasyarakat S
22 Tawuran pelajar dan akibatnya S
23 Membina persahabatan S
24 Kebiasaan antri S
25 Bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara mensikapinya S
26 Membuat persahabatan yang baik melalui medsos S
Kebiasaan mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih dalam
27 S
pergaulan
28 Dampak pernikahan di usia muda S
29 Dampak pacaran dikalangan remaja S
30 Meningkatkan Motivasi Belajar B
31 Evaluasi prestasi belajar B
32 Kiat sukses hadapi ujian (USBN - UN) B
33 Kebiasaan belajar rutin B
34 Menghilangkan kebiasaan belajar saat akan ada ujian B
35 Syarat-syarat kelulusan B
36 Meningkatkan konsentrasi belajar B
Mengatasi kesulitan mempelajari dan memahami mata pelajaran
37 B
tertentu saat BDR
38 Kiat mengelola keuangan saat indekos B
39 Membangkitkan semangat diri saat mengalami kegagalan B
40 Keselarasan cita-cita dengan harapan orang tua B
41 Mengenal berbagai organisasi yang ada di masyarakat B
42 Mantap pada keputusan pilihan karir B
43 Mantap untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA K
44 Cara atau strategi masuk sekolah favorit K
45 Perencanaan karir masa depan K
46 Motivasi sukses dari tokoh inspiratif K
47 Profesi di Dunia Kerja K
48 Pilihan karir setelah lulus SMP/MTs K
49 Prospek karir peminatan/jurusan di SMA/MA K
50 Prospek karir peminatan/jurusan di SMK/MAK K
H. Rencana Operasional (Action Plan)

Berdasarkan dari Bidang Layanan, maka dapat dikembangkan menjadi Rencana Operasional (Action Plan) layanan Bimbingan dan Konseling yang
tercantum dalam tabel berikut :
Tabel 9.
Rencana Kegiatan (Action Plan)
Layanan Bimbingan dan Konseling

BIDANG KOMPONEN STRATEGI


TUJUAN LAYANAN KELAS MATERI METODE MEDIA EVALUASI EKUIVALENSI
LAYANAN PROGRAM LAYANAN

PRIBADI
Slide Power
Peserta didik/konseli memiliki
Presentasi Point/ Google
kesadaran melakukan berbagai Bimbingan Ibadah dengan kemauan Proses dan
Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
kegiatan ibadah dengan kemauan Klasikal sendiri Hasil
Jawab Form,
sendiri
Whatsapp

Peserta didik/konseli mampu Slide Power


memiliki kebiasaan berpikir positif Presentasi Point/ Google
Bimbingan Berpikir dan bersikap Proses dan
serta mencapai pribadi yang Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal positif Hasil
mampu berpikir dan bersikap Jawab Form,
selalu positif Whatsapp
Peserta didik/konseli memiliki
pemahaman dan kesadaran
Slide Power
bahwa menyontek adalah
Presentasi Point/ Google
perbuatan tidak baik (tercela), Bimbingan Menyontek, penyebab Proses dan
Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
memahami penyebab dan Klasikal dan solusinya Hasil
Jawab Form,
dampak dari perbuatan
Whatsapp
menyontek serta mampu untuk
menghindarinya
Peserta didik/konseli dapat Slide Power
memahami gejala-gejala stress Presentasi Point/ Google
Bimbingan Stress dan cara Proses dan
serta faktor-faktor penyebab dan Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal mengatasinya Hasil
cara mengatasinya Jawab Form,
Whatsapp
Peserta didik/konseli dapat
Slide Power
mengendalikan emosi dan
Presentasi Point/ Google
memantapkan nilai serta cara Bimbingan Cara mengendalikan Proses dan
Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
bertingkah laku yang dapat Klasikal emosi Hasil
Jawab Form,
diterima dalam kehidupan sosial
Whatsapp
yang lebih luas
Peserta didik/konseli dapat Slide Power
mengenal dan memahami tipe- Presentasi Point/ Google
Bimbingan Proses dan
tipe kepribadian manusia serta Dasar IX Kepribadian Manusia dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal Hasil
dapat tumbuh menjadi pribadi Jawab Form,
yang matang Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
memahami pentingnya menjaga Presentasi Point/ Google
Bimbingan Pentingnya menjaga Proses dan
kesehatan tubuh serta dapat Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal kesehatan tubuh Hasil
membiasakan pola hidup bersih Jawab Form,
dan sehat Whatsapp
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki
dengan
kebiasaan hidup bersih dengan Bimbingan Kebiasaan membuang Whatsapp, Proses dan
Dasar IX pendekatan 2 jam
membuang sampah pada Kelompok sampah pada tempatnya Video Call Hasil
yang
tempatnya
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu dengan
Konseling Mengatasi kejenuhan Whatsapp, Proses dan
menghilangkan kejenuhanya Responsif IX pendekatan 2 jam
Individu masuk sekolah Video Call Hasil
masuk sekolah yang
digunakan
Peserta didik/konseli mampu Disesuaikan
Menghilangkan
meninggalkan ketergantungan dengan
Konseling ketergantungan dengan Whatsapp, Proses dan
dengan media sosial (fc, wa, ig, Responsif IX pendekatan 2 jam
Individu media sosial (fc, wa, ig, Video Call Hasil
dll) yang
dll)
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Akibat kebiasaan keluar dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
menghilangkan kebiasaan keluar Responsif IX malem pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
malem (bermain,begadang) (bermain,begadang) yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki
Menghilangkan rasa dengan
kemampuan menghilangkan rasa Konseling Whatsapp, Proses dan
Responsif IX khawatir/takut tidak pendekatan 2 jam
khawatir/takut tidak dapat lulus Individu Video Call Hasil
dapat lulus sekolah yang
sekolah
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Mengatasi masalah dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
mengatasi masalah dengan Responsif IX dengan anggota pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
anggota keluarga di rumah keluarga di rumah yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli dapat
dengan
berhenti main game atau games Konseling Dampak main game Whatsapp, Proses dan
Responsif IX pendekatan 2 jam
online dalam mengisi waktu Individu atau games online Video Call Hasil
yang
luangnya
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Dampak dari dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
mengendalikan ketergantungan Responsif IX ketergantungan pada pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
dengan pada handphone handphone yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
dengan
meningkatkan rasa percaya diri Konseling Membangun Rasa Whatsapp, Proses dan
Responsif IX pendekatan 2 jam
dengan baik untuk mencapai Individu Percaya Diri Video Call Hasil
yang
tujuan hidupnya
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu dengan
Konseling Tahapan dalam Whatsapp, Proses dan
menyelesaikan masalah yang Responsif IX pendekatan 2 jam
Individu menyelesaian masalah Video Call Hasil
sedang dihadapi yang
digunakan
SOSIAL Peserta didik/konseli dapat Slide Power
mengetahui pentingnya Presentasi Point/ Google
Bimbingan Proses dan
komunikasi untuk menyampaikan Dasar IX Komunikasi efektif dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal Hasil
pesan, ide atau gagasan dalam Jawab Form,
hidup bermasyarakat Whatsapp
Peserta didik/konseli dapat
Slide Power
memahami nilai-nilai kehidupan
Presentasi Point/ Google
serta dapat bersosialisasi dan Bimbingan Proses dan
Dasar IX Nilai-nilai Kehidupan dan Tanya Slide, Google 2 jam
mengambil keputusan Klasikal Hasil
Jawab Form,
berdasarkan nilai-nilai atau norma
Whatsapp
kehidupan
Peserta didik/konseli dapat
Slide Power
memahami pentingnya memiliki
Presentasi Point/ Google
budaya tertib berlalu lintas di Bimbingan Etika dan budaya tertib Proses dan
Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
jalan serta menumbuhkan Klasikal berlalu lintas Hasil
Jawab Form,
kesadaran untuk disiplin mentaati
Whatsapp
rambu-rambu lalu lintas
Peserta didik/konseli mampu
memahami dan menerima peran Slide Power
sosial pria dan wanita dengan Presentasi Point/ Google
Bimbingan Kiat sukses hidup Proses dan
norma yang ada di masyarakat Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal bermasyarakat Hasil
serta berprilaku sebagai pria dan Jawab Form,
wanita sesauai dengan norma Whatsapp
masyarakat
Slide Power
Peserta didik/konseli dapat
Kelas Presentasi Point/ Google
memahami dampak dari tawuran Tawuran pelajar dan Proses dan
Dasar Besar/Lintas IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
pelajar dan mampu akibatnya Hasil
Kelas Jawab Form,
menghindarinya
Whatsapp
Peserta didik/konseli dapat
memiliki perasaan positif untuk Slide Power
membina persahabatan dengan Presentasi Point/ Google
Bimbingan Proses dan
kegiatan positif serta memilki Dasar IX Membina persahabatan dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal Hasil
rencana kegiatan untuk mengisi Jawab Form,
kegiatan persahabatan yang Whatsapp
positif
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki
dengan
kebiasaan antri sebagai Konseling Whatsapp, Proses dan
Responsif IX Kebiasaan antri pendekatan 2 jam
pernghargaan atas diri sendiri dan Individu Video Call Hasil
yang
orang lain
digunakan
Disesuaikan
Bentuk-bentuk
Peserta didik/konseli mengenal dengan
Konseling kenakalan remaja saat Whatsapp, Proses dan
bentuk-bentuk kenakalan remaja Responsif IX pendekatan 2 jam
Individu ini dan cara Video Call Hasil
saat ini dan cara mensikapinya yang
mensikapinya
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Membuat persahabatan dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
membangun persahabatan yang Responsif IX yang baik melalui pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
baik melalui medsos medsos yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki Kebiasaan
dengan
kebiasaan mengucapkan kata Konseling mengucapkan kata maaf, Whatsapp, Proses dan
Responsif IX pendekatan 2 jam
maaf, tolong dan terimakasih Individu tolong dan terimakasih Video Call Hasil
yang
dalam pergaulan dalam pergaulan
digunakan
Peserta didik/konseli dapat Slide Power
memahami persiapan penting Presentasi Point/ Google
Bimbingan Dampak pernikahan di Proses dan
orientasi hidup berkeluarga, Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal usia muda Hasil
mengetahui bagaimana dampak Jawab Form,
dari pernikahan di usia muda Whatsapp
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki dengan
Konseling Dampak pacaran Whatsapp, Proses dan
pemahaman tentang dampak Responsif IX pendekatan 2 jam
Individu dikalangan remaja Video Call Hasil
pacaran di kalangan remaja yang
digunakan
BELAJAR Peserta didik/konseli dapat Slide Power
menerapkan sikap dan kebiasaan Presentasi Point/ Google
Bimbingan Meningkatkan Motivasi Proses dan
yang benar dalam belajar hingga Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal Belajar Hasil
dapat membangkitkan semangat Jawab Form,
belajar Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
mengevaluasi kebiasaan belajar Presentasi Point/ Google
Bimbingan Proses dan
serta merencanakan pencapaian Dasar IX Evaluasi prestasi belajar dan Tanya Slide, Google 2 jam
Klasikal Hasil
prestasi belajarnya sesuai dengan Jawab Form,
target yang ingin dicapai Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu
Slide Power
memahami kiat sukses
Presentasi Point/ Google
menghadapi ujian sekolah Bimbingan Kiat sukses hadapi ujian Proses dan
Dasar IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
maupun ujian nasional serta Klasikal (USBN - UN) Hasil
Jawab Form,
memilki keyakinan terhadap
Whatsapp
kesuksesannya
Disesuaikan
dengan
Peserta didik/konseli memiliki Konseling Whatsapp, Proses dan
Responsif IX Kebiasaan belajar rutin pendekatan 2 jam
kebiasaan belajar secara rutin Individu Video Call Hasil
yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Menghilangkan dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
menghilangkan kebiasaan belajar Responsif IX kebiasaan belajar saat pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
apabila akan ada tes/ujian akan ada ujian yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki dengan
Konseling Whatsapp, Proses dan
pemahaman tentang syarat-syarat Responsif IX Syarat-syarat kelulusan pendekatan 2 jam
Individu Video Call Hasil
kelulusan yang
digunakan
Disesuaikan
dengan
Peserta didik/konseli mampu Konseling Meningkatkan Whatsapp, Proses dan
Responsif IX pendekatan 2 jam
meningkatkan konsentrasi belajar Individu konsentrasi belajar Video Call Hasil
yang
digunakan
Mengatasi kesulitan Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu
mempelajari dan dengan
mengatasi kesulitan mempelajari Bimbingan Whatsapp, Proses dan
Dasar IX memahami mata pendekatan 2 jam
dan memahami mata pelajaran Klasikal Video Call Hasil
pelajaran tertentu saat yang
tertentu saat BDR
BDR digunakan
KARIR Disesuaikan
dengan
Peserta didik/konseli mampu Pem&Perenc Konseling Kiat mengelola Whatsapp, Proses dan
IX pendekatan 2 jam
mengelola keuangan saat indekos Indv Individu keuangan saat indekos Video Call Hasil
yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki Membangkitkan dengan
Pem&Perenc Konseling Whatsapp, Proses dan
semangat diri saat mengalami IX semangat diri saat pendekatan 2 jam
Indv Individu Video Call Hasil
suatu kegagalan mengalami kegagalan yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mampu Keselarasan cita-cita dengan
Pem&Perenc Konseling Whatsapp, Proses dan
menyelaraskan cita-cita dengan IX dengan harapan orang pendekatan 2 jam
Indv Individu Video Call Hasil
harapan orang tua tua yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli mengenal Mengenal berbagai dengan
Pem&Perenc Bimbingan Whatsapp, Proses dan
berbagai organisasi yang ada di IX organisasi yang ada di pendekatan 2 jam
Indv Kelompok Video Call Hasil
masyarakat masyarakat yang
digunakan
Disesuaikan
dengan
Peserta didik/konseli memiliki Pem&Perenc Konseling Mantap pada keputusan Whatsapp, Proses dan
IX pendekatan 2 jam
kemantapan pilihan karir Indv Individu pilihan karir Video Call Hasil
yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki Mantap untuk dengan
Pem&Perenc Konseling Whatsapp, Proses dan
kemauan untuk melanjutkan ke IX melanjutkan sekolah ke pendekatan 2 jam
Indv Individu Video Call Hasil
jenjang yang lebih tinggi jenjang SMA yang
digunakan
Disesuaikan
Peserta didik/konseli memiliki dengan
Pem&Perenc Konseling Cara atau strategi masuk Whatsapp, Proses dan
pemahaman tentang cara atau IX pendekatan 2 jam
Indv Individu sekolah favorit Video Call Hasil
strategi masuk sekolah favorit yang
digunakan
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
memahami pentingnya Presentasi Point/ Google
Pem&Perenc Bimbingan Perencanaan karir masa Proses dan
perencanaan karir serta memiliki IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Indv Klasikal depan Hasil
sikap positif dalam meraih Jawab Form,
kesuksesan masa depan Whatsapp
Slide Power
Peserta didik/konseli dapat
Presentasi Point/ Google
belajar tentang kehidupan Pem&Perenc Bimbingan Motivasi sukses dari Proses dan
IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
mandiri secara emosional, sosial Indv Klasikal tokoh inspiratif Hasil
Jawab Form,
dan ekonomi dari tokoh inspiratif
Whatsapp
Slide Power
Peserta didik/konseli dapat
Presentasi Point/ Google
mengetahui dan memahami Pem&Perenc Bimbingan Proses dan
IX Profesi di Dunia Kerja dan Tanya Slide, Google 2 jam
macam-macam profesi yang ada Indv Klasikal Hasil
Jawab Form,
di dunia kerja
Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
memahami kemampuan, minat Presentasi Point/ Google
Pem&Perenc Bimbingan Pilihan karir setelah lulus Proses dan
dan bakatnya sehingga dapat IX dan Tanya Slide, Google 2 jam
Indv Klasikal SMP/MTs Hasil
menemukan pilihan studi Jawab Form,
lanjutnya Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
mengenal dan memahami Prospek karir Presentasi Point/ Google
Pem&Perenc Bimbingan Proses dan
prospek karir dari setiap IX peminatan/jurusan di dan Tanya Slide, Google 2 jam
Indv Klasikal Hasil
kelompok peminatan atau jurusan SMA/MA Jawab Form,
yang ada di SMA/MA. Whatsapp
Peserta didik/konseli mampu Slide Power
mengenal dan memahami Prospek karir Presentasi Point/ Google
Pem&Perenc Bimbingan Proses dan
prospek karir dari setiap IX peminatan/jurusan di dan Tanya Slide, Google 2 jam
Indv Klasikal Hasil
kelompok peminatan atau jurusan SMK/MAK Jawab Form,
yang ada di SMK/MAK. Whatsapp

I. Pengembangan Tema
Berdasarkan bidang layanan dalam AKPD, maka Tema Layanan Bimbingan dan Konseling dikembangkan dalam tabel berikut ini :

Tabel 10.
Pengembangan Tema
Layanan Bimbingan dan Konseling
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
LAYANAN
PRIBADI Memiliki kesadaran melakukan Peserta didik/konseli memiliki kesadaran melakukan berbagai Ibadah dengan kemauan sendiri
berbagai kegiatan ibadah dengan kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri
kemauan sendiri
Memiliki kebiasaan untuk berpikir dan Peserta didik/konseli mampu memiliki kebiasaan berpikir positif Berpikir dan bersikap positif
bersikap positif serta mencapai pribadi yang mampu berpikir dan bersikap selalu
positif
Memiliki kesadaran untuk tidak Peserta didik/konseli memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa Menyontek, penyebab dan solusinya
mencontek saat mengikuti tes atau menyontek adalah perbuatan tidak baik (tercela), memahami
ujian penyebab dan dampak dari perbuatan menyontek serta mampu
untuk menghindarinya
Mampu menghindari stress dalam Peserta didik/konseli dapat memahami gejala-gejala stress serta Stress dan cara mengatasinya
menghadapi kehidupan/kegiatan faktor-faktor penyebab dan cara mengatasinya
Mampu mengendalikan emosi Peserta didik/konseli dapat mengendalikan emosi dan Cara mengendalikan emosi
memantapkan nilai serta cara bertingkah laku yang dapat diterima
dalam kehidupan sosial yang lebih luas

Mengenal macam-macam kepribadian Peserta didik/konseli dapat mengenal dan memahami tipe-tipe Kepribadian Manusia
manusia kepribadian manusia serta dapat tumbuh menjadi pribadi yang
matang
Mampu menjaga kesehatan agar Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya menjaga Pentingnya menjaga kesehatan tubuh
tetap fit menghadapi waktu ujian kesehatan tubuh serta dapat membiasakan pola hidup bersih dan
sehat

Memiliki kebiasaan untuk membuang Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan hidup bersih dengan Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya
sampah pada tempatnya membuang sampah pada tempatnya

Mampu mengatasi kejenuhan masuk Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kejenuhanya masuk Mengatasi kejenuhan masuk sekolah
sekolah sekolah
Mampu meninggalkan Peserta didik/konseli mampu meninggalkan ketergantungan Menghilangkan ketergantungan dengan media
ketergantungan dengan media sosial dengan media sosial (fc, wa, ig, dll) sosial (fc, wa, ig, dll)
(fc, wa, ig, dll)

Mampu menghilangkan kebiasaan Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kebiasaan keluar Akibat kebiasaan keluar malem
keluar malem (bermain,begadang) malem (bermain,begadang) (bermain,begadang)
Memiliki kemampuan menghilangkan Peserta didik/konseli memiliki kemampuan menghilangkan rasa Menghilangkan rasa khawatir/takut tidak dapat
rasa khawatir/takut tidak dapat lulus khawatir/takut tidak dapat lulus sekolah lulus sekolah
sekolah
Mampu mengatasi masalah dengan Peserta didik/konseli mampu mengatasi masalah dengan anggota Mengatasi masalah dengan anggota keluarga di
anggota keluarga di rumah keluarga di rumah rumah
Mampu berhenti main game atau Peserta didik/konseli dapat berhenti main game atau games Dampak main game atau games online
games online online dalam mengisi waktu luangnya
Mampu mengendalikan Peserta didik/konseli mampu mengendalikan ketergantungan Dampak dari ketergantungan pada handphone
ketergantungan dengan pada dengan pada handphone
handphone

Memiliki rasa percaya diri Peserta didik/konseli mampu meningkatkan rasa percaya diri Membangun Rasa Percaya Diri
dengan baik untuk mencapai tujuan hidupnya
Memiliki kemampuan dalam Peserta didik/konseli mampu menyelesaikan masalah yang Tahapan dalam menyelesaian masalah
menyelesaian masalah sedang dihadapi
SOSIAL Mampu berkomunikasi secara efektif Peserta didik/konseli dapat mengetahui pentingnya komunikasi Komunikasi efektif
untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan dalam hidup
bermasyarakat

Memiliki pemahaman tentang nilai- Peserta didik/konseli dapat memahami nilai-nilai kehidupan serta Nilai-nilai Kehidupan
nilai kehidupan dapat bersosialisasi dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-
nilai atau norma kehidupan

Memiliki etika dan budaya tertib Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya memiliki Etika dan budaya tertib berlalu lintas
berlalu lintas budaya tertib berlalu lintas di jalan serta menumbuhkan
kesadaran untuk disiplin mentaati rambu-rambu lalu lintas
Memiliki kemampuan untuk sukses Peserta didik/konseli mampu memahami dan menerima peran Kiat sukses hidup bermasyarakat
hidup bermasyarakat sosial pria dan wanita dengan norma yang ada di masyarakat serta
berprilaku sebagai pria dan wanita sesauai dengan norma
masyarakat

Mampu menghidari dari tawuran Peserta didik/konseli dapat memahami dampak dari tawuran Tawuran pelajar dan akibatnya
pelajar pelajar dan mampu menghindarinya
Memiliki kemampuan untuk membina Peserta didik/konseli dapat memiliki perasaan positif untuk Membina persahabatan
persahabatan agar tetap langgeng membina persahabatan dengan kegiatan positif serta memilki
rencana kegiatan untuk mengisi kegiatan persahabatan yang
positif

Memiliki kebiasaan untuk antri Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan antri sebagai Kebiasaan antri
pernghargaan atas diri sendiri dan orang lain
Mengenal bentuk-bentuk kenakalan Peserta didik/konseli mengenal bentuk-bentuk kenakalan remaja Bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
remaja saat ini dan cara mensikapinya saat ini dan cara mensikapinya mensikapinya
Mampu membangun persahabatan Peserta didik/konseli mampu membangun persahabatan yang Membuat persahabatan yang baik melalui medsos
yang baik melalui medsos baik melalui medsos

Memiliki kebiasaan mengucapkan Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan mengucapkan kata Kebiasaan mengucapkan kata maaf, tolong dan
kata maaf, tolong dan terimakasih maaf, tolong dan terimakasih dalam pergaulan terimakasih dalam pergaulan
dalam pergaulan

Mampu menghindari pernikahan dini Peserta didik/konseli dapat memahami persiapan penting Dampak pernikahan di usia muda
orientasi hidup berkeluarga, mengetahui bagaimana dampak dari
pernikahan di usia muda

Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang dampak Dampak pacaran dikalangan remaja
dampak pacaran di kalangan remaja pacaran di kalangan remaja
BELAJAR Memiliki pemahaman tentang cara Peserta didik/konseli dapat menerapkan sikap dan kebiasaan Meningkatkan Motivasi Belajar
meningkatkan motivasi belajar yang benar dalam belajar hingga dapat membangkitkan semangat
belajar

Mampu mengevaluasi hasil prestasi Peserta didik/konseli mampu mengevaluasi kebiasaan belajar Evaluasi prestasi belajar
belajar serta merencanakan pencapaian prestasi belajarnya sesuai
dengan target yang ingin dicapai

Memiliki pemahaman tentang kiat Peserta didik/konseli mampu memahami kiat sukses menghadapi Kiat sukses hadapi ujian (USBN - UN)
sukses dalam menghadapi Ujian ujian sekolah maupun ujian nasional serta memilki keyakinan
terhadap kesuksesannya

Memiliki kebiasaan belajar secara Peserta didik/konseli memiliki kebiasaan belajar secara rutin Kebiasaan belajar rutin
rutin
Mampu menghilangkan kebiasaan Peserta didik/konseli mampu menghilangkan kebiasaan belajar Menghilangkan kebiasaan belajar saat akan ada
belajar apabila akan ada tes/ujian apabila akan ada tes/ujian ujian
Memiliki pemahaman tentang syarat- Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang syarat-syarat Syarat-syarat kelulusan
syarat kelulusan kelulusan
Mampu meningkatkan konsentrasi Peserta didik/konseli mampu meningkatkan konsentrasi belajar Meningkatkan konsentrasi belajar
belajar
Mampu mengatasi kesulitan Peserta didik/konseli mampu mengatasi kesulitan mempelajari Mengatasi kesulitan mempelajari dan memahami
mempelajari dan memahami mata dan memahami mata pelajaran tertentu saat BDR mata pelajaran tertentu saat BDR
pelajaran tertentu saat BDR

KARIR Memiliki kemampuan untuk Peserta didik/konseli mampu mengelola keuangan saat indekos Kiat mengelola keuangan saat indekos
mengelola keuangan saat indekos
Memiliki ketahanan diri setiap Peserta didik/konseli memiliki semangat diri saat mengalami Membangkitkan semangat diri saat mengalami
menghadapi kegagalan suatu kegagalan kegagalan
Memiliki keselarasan cita-cita dengan Peserta didik/konseli mampu menyelaraskan cita-cita dengan Keselarasan cita-cita dengan harapan orang tua
harapan orang tua harapan orang tua
Mengenal lebih dekat dengan Peserta didik/konseli mengenal berbagai organisasi yang ada di Mengenal berbagai organisasi yang ada di
berbagai jenis organisasi yang ada di masyarakat masyarakat
masyarakat

Memiliki kemantapan pada Peserta didik/konseli memiliki kemantapan pilihan karir Mantap pada keputusan pilihan karir
keputusan pilihan karir
Memiliki kemauan untuk melanjutkan Peserta didik/konseli memiliki kemauan untuk melanjutkan ke Mantap untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA
sekolah ke jenjang SMA jenjang yang lebih tinggi
Memiliki pemahaman tentang cara Peserta didik/konseli memiliki pemahaman tentang cara atau Cara atau strategi masuk sekolah favorit
atau strategi masuk sekolah favorit strategi masuk sekolah favorit
Memiliki rencana karir masa depan Peserta didik/konseli mampu memahami pentingnya perencanaan Perencanaan karir masa depan
karir serta memiliki sikap positif dalam meraih kesuksesan masa
depan

Memiliki motivasi untuk sukses Peserta didik/konseli dapat belajar tentang kehidupan mandiri Motivasi sukses dari tokoh inspiratif
secara emosional, sosial dan ekonomi dari tokoh inspiratif

Mengenal Profesi di Dunia Kerja Peserta didik/konseli dapat mengetahui dan memahami macam- Profesi di Dunia Kerja
macam profesi yang ada di dunia kerja
Memiliki pemahaman tentang pilihan Peserta didik/konseli mampu memahami kemampuan, minat dan Pilihan karir setelah lulus SMP/MTs
karir setelah lulus SMP/MTs bakatnya sehingga dapat menemukan pilihan studi lanjutnya

Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan memahami prospek Prospek karir peminatan/jurusan di SMA/MA
peminatan/jurusan di SMA/MA karir dari setiap kelompok peminatan atau jurusan yang ada di
SMA/MA.

Memiliki pemahaman tentang Peserta didik/konseli mampu mengenal dan memahami prospek Prospek karir peminatan/jurusan di SMK/MAK
peminatan/jurusan di SMK/MAK karir dari setiap kelompok peminatan atau jurusan yang ada di
SMK/MAK.
J. Rencana Evaluasi
Evaluasi program didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai. Di
samping itu, perlu dilakukan evaluasi keterlaksanaan program. Hasil evaluasi dapat
dijadikan salah satu bentuk akuntabilitas layanan bimbingan dan konseling. Hasil
evaluasi dan diakhiri dengan rekomendasi tentang tindak lanjut pengembangan
program selanjutnya.
Evaluasi program bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yang
berkesinambungan sebagai suatu siklus yang tidak berhenti sampai terkumpulnya data
atau informasi. Adapun kegiatan evaluasi akan dilaksanakan setiap selesainya layanan
serta pada akhir tahun pelajaran.
Tabel 11.
Instrumen Evaluasi
Program Bimbingan dan Konseling

Tahun :...............................................
Kriteria
No Butir Pernyataan / Pertanyaan
SB B C K TB
Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah berdasarkan
1
dasar hukum
Program Bimbingan dan Konseling berdasarkan pada kurikulum
2
yang berlaku

3 Program Bimbingan dan Konseling dikembangkan sesuai dengan


Visi Misi Bimbingan dan Konseling
Program Bimbingan dan Konseling memuat kompetensi self
4
esteem

5 Motivasi berprestasi siswa tertuang dalam program Bimbingan


dan Konseling

6 Program Bimbingan dan Konseling mencakup kompetensi siswa


dalam ketrampilan pengambilan keputusan

7 Program Bimbingan dan Konseling membentuk siswa yang


memiliki ketrampilan komunikasi antar pribadi

8 Program Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk pengentasan


masalah siswa

9 Kompetensi kesadaran keberagaman berbudaya siswa tercantum


dalam program Bimbingan dan Konseling

10 Program Bimbingan dan Konseling memuat ketrampilan


bertanggung jawab siswa

11 Kompetensi bidang sosial siswa tercantum di dalam Program


Bimbingan dan Konseling
Program Bimbingan dan Konseling mencakup pengembangan
12
karir siswa

13 Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling berdasarkan atas


hasil analisis kebutuhan siswa

14 Kebutuhan lingkungan siswa menjadi dasar penyusunan Program


Bimbingan dan Konseling
Program Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk pencapaian
15
kompetensi siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik
16 Komponen program Bimbingan dan Konseling mencakup seluruh
komponen layanan

17 Program Bimbingan dan Konseling dikembangkan ke dalam


Program semesteran

18 Tema di dalam Program Bimbingan dan Konseling dikembangkan


berdasarkan analisis kebutuhan siswa.

19 Kompetensi yang dicapai peserta didik menjadi dasar


pengembangan tema dalam Program Bimbingan dan Konseling

20 Program Bimbingan dan Konseling dituangkan dan


dikembangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)

21 Evaluasi program Bimbingan dan Konseling dilakukan sebagai


bahan penyempurnaan program pada tahun selanjutnya
Program Bimbingan dan Konseling memuat Rencana Anggaran
22
dan Biaya

K. Sarana dan Prasarana


Pemenuhan sarana dan prasaran adalah mutlak untuk dilaksanakan sebagai upaya
dalam mencapai tujuan layanan bimbingan dan konseling. Dalam program layanan
bimbingan dan konseling yang telah disusun, diajukan kebutuhan sarana dan prasarana
sebagaimana tersebut pada tabel di bawah:
Tabel 12.
Kebutuhan Sarana & Prasarana
Layanan Bimbingan dan Konseling
Jumlah
Uraian Harga
No. Spesifikasi Volume Harga Manfaat
Kebutuhan Satuan(Rp)
(Rp)
Buku yang
berisi Sesuai Mengetahui
1 Buku Pribadi identitas Jumlah 5.000 1.200.000 identitas
Siswa lengkap Siswa siswa
siswa

Jumlah 1.200.000

L. Rencana Anggaran
Perencanaan program Layanan Bimbingan dan konseling perlu dilengkapi
dengan penyusunan anggaran biaya yang diperlukan selama melaksanakan program
yang hendak dilaksanakan. Adapun anggaran biaya yang direncanakan dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel 13.
Rencana Anggaran
Layanan Bimbingan dan Konseling

Jumlah
Harga
Uraian Harga +
No. Spesifikasi Volume Satuan Manfaat Ket
Kegiatan Pajak
(Rp)
(Rp)
Tes Psikologis
Asesmen Penggalian data
1. Siswa Kelas 240 siswa 20.000,- 4.800.000
peminatan peminatan
IX
Administrasi
Kertas HVS
2. ATK 4 RIM 45.000,- kelancaran
F4 80 gr, 180.000
pelaksanaan BK
ATK untuk
3. Media BK papan 1 set 350.000,- 350.000 Lay. via media
bimbingan
Memahami
Transportasi 10 Kali/
4. Home Visit 20.000,- 200.000 kondisi social
kunjungan Tahun
siswa
Peningkatan
Pengembangan Pelatihan 1 Kali/
5. 200.000,- 200.000,- kompetensi Guru
Diri Dll Tahun
BK
Total Ajuan Anggaran 5.730.000

M. Penutup
Demikian penyusunan program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 2 Doro
Kab. Pekalongan tahun pelajaran 2022/ 2023. Kami menyadari tentu saja dalam
penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini banyak sekali kekurangan-
kekurangannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan perngetahuan dan kemampuan kami,
oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran guna perbaikan di tahun yang akan
datang.
Harapan kami program Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat, bagi
civitas akademi SMP Negeri 2 Doro Kab. Pekalongan pada khususnya dan pada
perkembangan ilmu bimbingan dan konseling pada umumnya. Terima kasih.
Tabel 15.
Program Semester Gasal
Bimbingan dan Konseling

PROGRAM SEMESTER GANJIL BIMBINGAN DAN KONSELING

SMP NEGERI 2 DORO


TAHUN 2022/
PELAJARAN 2023
Sa W
Bidang Bimbingan Fungsi
No. Jenis Kegiatan/Layanan Tujuan sar ak
BK
P S B K an tu
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas guru Tercapainya efektivitas
Ju
1 bimbingan dan layanan bimbingan dan IX
li
konseling/konselor konseling
Assesmen kebutuhan Terungkapnya kebutuhan Ju
2 IX
(Angket Masalah Siswa) peserta didik/konseli li
Layanan bimbingan dan
Ju
3 Menyusun program konseling lebih terarah dan IX
li
bimbingan dan konseling tetap sasaran
Konsultasi program Mendapat dukungan dari Ju
4 IX
bimbingan dan konseling Kepala dan Komite Sekolah li
Terpenuhinya kebutuhan
Ju
5 Pengadaan sarana / sarana yang menunjang IX
li
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1. LAYANAN DASAR
a. Bimbingan Klasikal

Peserta didik/konseli
Pema
Ibadah dengan memiliki kesadaran melakukan Ju
V hama IX
kemauan sendiri berbagai kegiatan ibadah li
n
dengan kemauan sendiri

Peserta didik/konseli mampu


Pema memiliki kebiasaan berpikir
Berpikir dan bersikap Ju
V hama positif serta mencapai pribadi IX
positif li
n yang mampu berpikir dan
bersikap selalu positif

Peserta didik/konseli
memiliki pemahaman dan
Pema
kesadaran bahwa menyontek
hama
Menyontek, penyebab adalah perbuatan tidak baik Ag
V n dan IX
dan solusinya (tercela), memahami penyebab st
Pence
dan dampak dari perbuatan
gahan
menyontek serta mampu untuk
menghindarinya
Pema
Peserta didik/konseli dapat
hama
Stress dan cara memahami gejala-gejala stress Ag
V n dan IX
mengatasinya serta faktor-faktor penyebab st
Pence
dan cara mengatasinya
gahan

Peserta didik/konseli dapat


mengendalikan emosi dan
Pema Se
Cara mengendalikan memantapkan nilai serta cara
V hama IX pt
emosi bertingkah laku yang dapat
n .
diterima dalam kehidupan
sosial yang lebih luas

Peserta didik/konseli dapat


Pema mengenal dan memahami tipe- Se
Kepribadian Manusia V hama tipe kepribadian manusia serta IX pt
n dapat tumbuh menjadi pribadi .
yang matang

Pema Peserta didik/konseli mampu


hama memahami pentingnya O
Pentingnya menjaga
V n dan menjaga kesehatan tubuh serta IX kt
kesehatan tubuh
Pence dapat membiasakan pola hidup b
gahan bersih dan sehat

Peserta didik/konseli dapat


mengetahui pentingnya
Pema O
komunikasi untuk
Komunikasi efektif V hama IX kt
menyampaikan pesan, ide atau
n b.
gagasan dalam hidup
bermasyarakat

Peserta didik/konseli dapat


Pema memahami nilai-nilai kehidupan N
Nilai-nilai Kehidupan V hama serta dapat bersosialisasi dan IX ov
n mengambil keputusan b.
berdasarkan nilai-nilai atau
norma kehidupan
Peserta didik/konseli dapat
memahami pentingnya memiliki
Pema budaya tertib berlalu lintas di N
Etika dan budaya
V hama jalan serta menumbuhkan IX ov
tertib berlalu lintas
n kesadaran untuk disiplin b.
mentaati rambu-rambu lalu
lintas

Peserta didik/konseli mampu


memahami dan menerima
Pema peran sosial pria dan wanita D
Kiat sukses hidup
V hama dengan norma yang ada di IX es
bermasyarakat
n masyarakat serta berprilaku b.
sebagai pria dan wanita sesauai
dengan norma masyarakat

Pema
Peserta didik/konseli dapat
hama D
Tawuran pelajar dan memahami dampak dari
V n dan IX es
akibatnya tawuran pelajar dan mampu
Pence b.
menghindarinya
gahan
Peserta didik/konseli dapat
memiliki perasaan positif untuk
Pema membina persahabatan dengan D
Membina
V hama kegiatan positif serta memilki IX es
persahabatan
n rencana kegiatan untuk mengisi b.
kegiatan persahabatan yang
positif

b. Bimb.Kelas besar
Tawuran pelajar dan
akibatnya Peserta didik/konseli dapat
Pema D
memahami dampak dari
V hama IX es
tawuran pelajar dan mampu
n b.
menghindarinya

c. Bimbingan Kelompok
Peserta didik/konseli
Pema N
Kebiasaan membuang memiliki kebiasaan hidup bersih
V hama IX o
sampah pada tempatnya dengan membuang sampah
n p
pada tempatnya

d. Papan Bimbingan
Ju
Pema li
hama
Tips dan Trik Sukses -
V V V V n dan IX
dalam Pengembangan diri Peserta didik/konseli D
pence
gahan memperoleh informasi melalui es
media tulis b
Ju
li
Pema
-
e. Pengemb. Media BK V V V V hama IX
n Peserta didik/konseli D
memperoleh informasi yang es
bermanfaat bagi dirinya b
Ju
li
Pema
-
f. Leafleat V V V V hama IX
n Peserta didik/konseli D
memperoleh informasi melalui es
media cetak b
2. LAYANAN RESPONSIF
Ju
li
Peng
Terbantunya peserta didik -
1. Konseling Individual entas IX
an dalam mengatasi D
hambatan/memecahkan es
masalah yang dialaminya b
Ju
li
Peng
-
2. Konseling Kelompok entas IX
an Terbantunya memecahkan D
masalah peserta didik melalui es
kelompok b
Pema Ju
hama li
n dan -
3. Konsultasi IX
peng Terbantunya memberikan D
entas informasi yang dibutuhkan oleh es
an peserta didik b
Ju
li
Peng
-
4. Konferensi Kasus entas IX
an Diperolehnya kesepakatan D
bersama mengenai masalah es
peserta didik b
Ju
li
Peng
Terentaskannya masalah -
5. Advokasi entas IX
an konseli yang terkait dengan D
pihak lain agar hak-hak konseli es
tetap terlindungi b
Ju
li
Peng
-
6. Konseling elektronik entas IX
an Terselenggaranya layanan D
Bimbingan dan Konseling yang es
lebih efektif b
Pema Ju
hama li
n dan -
7. Kotak masalah IX
peng Tertampungnya masalah D
entas peserta didik/konseli yang es
an introvert b
3. PEMINATAN DAN Pema
hama
n dan Terentaskannya masalah
peng konseli yang terkait dengan VI
PERENC. INVIDIVUAL
entas pemilihan jurusan dan II
an rencana karir masa depan

4. DUKUNGAN SISTEM
a. Melaksanakan dan Pengumpulan data dan
menindaklanjuti assesmen kebutuhan peserta didik

Mengetahui langsung kondisi


b. Kunjungan rumah peserta didik di lingkungan
rumah

c. Menyusun dan
Pertanggungjawaban kinerja
melaporkan program
kepada kepala sekolah
bimbingan dan konseling

Penilaian ketercapaian
d. Membuat evaluasi program layanan bimbingan
dan konseling

e. Melaksanakan
Bukti fisik pelaksanaan
administrasi bimbingan dan
bimbingan dan konseling
konsleing

f. Pengembangan
Pengembangan diri / profesi
keprofesian konselor
Mengetahui Doro, 11 Juli 2022
Kepala Sekolah Guru BK

Sri Widayati, S.Pd, M.Si Dina Riyani, S.Sos.


NIP. 19650110 198703 2 013 NIP. -
Tabel 16.
Program Semester Genap
Bimbingan dan Konseling
PROGRAM SEMESTER GENAP BIMBINGAN DAN KONSELING

SMP NEGERI 2 DORO


2022/
TAHUN PELAJARAN 2023

Bidang Bimbingan Sas W


Fungsi
No. Jenis Kegiatan/Layanan
BK
Tujuan ara ak
P S B K n tu
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas guru Tercapainya efektivitas
Ja
1 bimbingan dan layanan bimbingan dan
n
konseling/konselor konseling
Tercapainya keberhasilan
Ja
2 Konsultasi program layanan bimbingan dan
n
bimbingan dan konseling konseling
Terpenuhinya kebutuhan
Ja
3 Pengadaan sarana / sarana yang menunjang
n
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1. LAYANAN DASAR
a. Bimbingan Klasikal
Pema
Peserta didik/konseli dapat
hama
memahami persiapan penting
Dampak pernikahan di n dan Fe
V orientasi hidup berkeluarga, IX
usia muda Penc b
mengetahui bagaimana dampak
egah
dari pernikahan di usia muda
an
Peserta didik/konseli dapat
menerapkan sikap dan
Pema
Meningkatkan Motivasi kebiasaan yang benar dalam Fe
V hama IX
Belajar belajar hingga dapat b
n
membangkitkan semangat
belajar

Peserta didik/konseli mampu


Pema mengevaluasi kebiasaan belajar
Evaluasi prestasi belajar V hama serta merencanakan pencapaian IX
n prestasi belajarnya sesuai
dengan target yang ingin dicapai Fe
b

Peserta didik/konseli mampu


memahami kiat sukses
Pema
Kiat sukses hadapi ujian menghadapi ujian sekolah
V hama IX
(USBN - UN) maupun ujian nasional serta
n
memilki keyakinan terhadap
kesuksesannya M
ar

Peserta didik/konseli mampu


Pema memahami pentingnya
Perencanaan karir masa
V hama perencanaan karir serta IX
depan
n memiliki sikap positif dalam
meraih kesuksesan masa depan M
ar
Peserta didik/konseli dapat
Pema belajar tentang kehidupan
Motivasi sukses dari
V hama mandiri secara emosional, sosial IX
tokoh inspiratif
n dan ekonomi dari tokoh
inspiratif M
ar

Peserta didik/konseli dapat


Pema
mengetahui dan memahami
Profesi di Dunia Kerja V hama IX
macam-macam profesi yang ada
n A
di dunia kerja
pr

Peserta didik/konseli mampu


Pema memahami kemampuan, minat
Pilihan karir setelah
V hama dan bakatnya sehingga dapat IX
lulus SMP/MTs
n menemukan pilihan studi
lanjutnya A
pr

Peserta didik/konseli mampu


Prospek karir Pema mengenal dan memahami
peminatan/jurusan di V hama prospek karir dari setiap IX
SMA/MA n kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMA/MA. M
ei

Peserta didik/konseli mampu


Prospek karir Pema mengenal dan memahami
peminatan/jurusan di V hama prospek karir dari setiap IX
SMK/MAK n kelompok peminatan atau
jurusan yang ada di SMK/MAK.

b. Bimbingan Kelompok

Mengenal berbagai Peserta didik/konseli


organisasi yang ada di V mengenal berbagai organisasi
M
masyarakat yang ada di masyarakat
ei

c. Papan Bimbingan
Pema
hama Ja
Tips dan Trik Sukses n dan n-
V V V V IX
dalam Pengembangan diri penc Peserta didik/konseli Ju
egah memperoleh informasi melalui n
an media tulis
Ja
Pema
Peserta didik/konseli n-
d. Pengemb. Media BK V V V V hama IX
memperoleh informasi yang Ju
n
bermanfaat bagi dirinya n
Ja
Pema
Peserta didik/konseli n-
e. Leafleat V V V V hama IX
memperoleh informasi melalui Ju
n
media cetak n
2. LAYANAN RESPONSIF
Peng Terbantunya peserta didik
1. Konseling Individual entas dalam mengatasi IX
an hambatan/memecahkan
masalah yang dialaminya
Peng Terbantunya memecahkan
2. Konseling Kelompok entas masalah peserta didik melalui IX
an kelompok
Pema
hama
n dan
3. Konsultasi IX
peng Terbantunya memberikan
entas informasi yang dibutuhkan oleh
an peserta didik
Peng Diperolehnya kesepakatan
4. Konferensi Kasus entas bersama mengenai masalah IX
an peserta didik

Peng Terentaskannya masalah


5. Advokasi entas konseli yang terkait dengan IX
an pihak lain agar hak-hak konseli
tetap terlindungi
Peng Terselenggaranya layanan
6. Konseling elektronik entas Bimbingan dan Konseling yang IX
an lebih efektif
Peng Tertampungnya masalah
7. Kotak masalah entas peserta didik/konseli yang IX
an introvert
3. PEMINATAN DAN
PERENC. INVIDIVUAL

4. DUKUNGAN SISTEM
Ja
a. Melaksanakan dan Pengumpulan data dan n-
IX
menindaklanjuti assesmen kebutuhan peserta didik Ju
n
Ja
Mengetahui langsung kondisi
n-
b. Kunjungan rumah peserta didik di lingkungan IX
Ju
rumah
n
Ja
c. Menyusun dan
Pertanggungjawaban kinerja n-
melaporkan program IX
kepada kepala sekolah Ju
bimbingan dan konseling
n
Ja
Penilaian ketercapaian
n-
d. Membuat evaluasi program layanan bimbingan dan IX
Ju
konseling
n
Ja
e. Melaksanakan
Bukti fisik pelaksanaan n-
administrasi bimbingan dan IX
bimbingan dan konseling Ju
konsleing
n
Ja
f. Pengembangan n-
Pengembangan diri / profesi IX
keprofesian konselor Ju
n
Mengetahui Doro, 11 Juli 2022
Kepala Sekolah Guru BK

Sri Widayati, S.Pd, M.Si Dina Riyani, S.Sos.


NIP. 19650110 198703 2 013 NIP. -

Anda mungkin juga menyukai