Nama : Etrina Alimbida
Matakuliah : Dogmatika 4
Tugas : Laporan baca
Sumber : Dr. G.C. Van Niftrik, Dogmatika masa kini, (Jakarta: Gunung Mulia,2005)
576 hlm.
PENGANTAR
Buku ini pertama-tama di maksudkan untuk di pergunakan di sekolah-sekolah
Teologia.Tetapi penulis berharap, supaya isinya akan berfaeda juga bagi sidang
pembaca yang lebih luas setidak tidaknya bagi para pendeta dan pekerja-pekerja lain
di lapangan pengerjaan. Harapan penulis bahwa di antara mereka yang di gelari “
orang awam “ kalau ada yang mempersoalkan isi kepercayaan Kristen banyak yang
berpendapat bahwa gereja tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul
dalam pikiran mereka. Melalui buku ini penulis menyarankan bahwa pada hakekatnya
justru dogmatikalah yang berusaha menaruh minat kepada soal-soal dan masalah-
masalah mereka. Dengan sebutan “ Dogmatika masakini “, penulis menegaskan
bahwa dokmatika adalah usaha yang benar-benar aktual.Penulis mengakui isi buku ini
belum sempurna, tetapi coraknya di tentukan oleh keyakinan bahwa tak dapat tiada
“hasil” kita di lapangan dogmatika selalu bersifat sementara. Buku terdiri
dari:DAFTAR ISI
PENGANTAR
BAGIAN PERTAMA : ALLAH BAPA
BAGIAN KEDUA : YESUS KRISTUS
BAGIAN KETIGA : ROH KUDUS
TAMBAHAN DAN DAFTAR-DAFTAR
Bab I Dogmatika.
Dalam bab I ini penulis membahas tentang istilah dogmatika dan bagaimana hubunganya
dengan gereja supaya jemaat mengetahui bahwa sesungguhnya dogmatika itu adalah usaha
manusia untuk menyelidiki kebenaran Alkitab. Dan di dalam menyelidiki kebenaran Alkitab
manusia itu sering keliru tapi lewat buku ini penulis menjawab pertanyaan itu bahwa
ukurannya adalah Alkitab.Sebagai kesimpulan dari bab ini adalah sebagaimana maksud dan
tujuan dokmatika yang di utarakan oleh Karl Bart bahwa dokmatika adalah penyelidikan
sendiri secara ilmiah yang dilakukan oleh Gereja Kristen mengenai isi pemberitaanya.
Bab II PENGAKUAN
Dalam bab ini penulis memberikan suatu rumusan yang singkat mengenai
pengakuan .Menurut penulis pengakuan itu bias lewat ucapan yang keluar dari hati untuk
menyatakan sesuatu hal itu adalah pasti atau sungguh-sungguh terjadi .Juga pengakuan itu
bisa lewat surat seperti yang di lakukan oleh gereja-gereja baik dahulu maupun kemudian.
Bab III PERCAYA
Dalam bab ini penulis membehas tentang percaya dan ia memberikan kesimpulan bahwa
percaya bukanlah mengaanggap benar pelbagai kebenaran, bukanlah mangalami pelbagai
perasaan, bukanlah memenui pelbagai kewajiban. Dengan kata lain bahwa ; kita tidak
percaya kepada ‘’sesuatu’’ , melainkan kepada ‘’Seseorang’’ , yakni kepada Dia yang
bernama Yesus Kristus.Menurut Karl Bart percaya adalah
Bab IV PENYATAAN
Pada bab ini penulis memberikan penjelasan mengenai istilah ‘’Penyataan ‘’. Diambil dari
latar belakang dalam Alkitab bahasa Ibrani/Yunani,ialah terutama kata kerja Ibrani
gillah,kata kerja Yunani apokalipto.Semua kata kerja itu menaruh isi sebagai berikut ;
menyingkapkan , menanggalkan , membuka selubung , menunjukan yang tersembunyi ,
memberitahukan tentang yang tak di kenal.Dalam Alkitab dan di lapangan teologia , kata-
kata itu di hubungkan dengan ‘’ penyataan Allah ‘’ berarti Allah menyatakan diriNya ,yaitu
Ia dikenal oleh manusia.
Bab V ALLAH
Dalam bab ini penulis membahas tentang Allah . Bab ini menguraikan secara jelas tentang
Allah yaitu bagaimana karNya kepada manusia dan sifat-sifat Allah yang tidak ada kepada
manusia tentang bagaimana Ia menyatakan diriNya kepada manusia . Penulis memasukan
pendapat dari Dr. Berkhof-Dr. Enklaar bahwa Allah hanya dapat di kenal melalui dan
dengan perantaraan Allah sendiri. Tetapi Allah sudah menyatakan Diri dalam kedatangan
Yesus Kristus ; dan olehbuat Roh Kudus Ia membuat kita mengenal Dia.
Bab VI BAPA YANG MAHA KUASA
Bab ini membahas tentang Bapa Yang Maha Kuasa.Dalam hubungan antara Bapa dengan
Anak tidak bias dihubungkan dengan pandangan secara biologis sebab Bapa dan Anak adalah
satu.penulis memakai pandagnan dari kari barth bahwa ; Di dalam hakekatNya sendiri dan
di dalam kekekalanNya, Allah yang esa itu adalah Bapa, asal untuk AnakNya dan dengan
bersama Anak ini asal untuk Roh Kudus; oleh karna dengan cara begini Allah adalah Bapa,
maka di dalam anugrahNya berkenan juga AnakNya dan oleh Roh Kudus di panggilNya
untuk menjadi anak-anakNya. Ia adalah Bapa yang maha kuasa di atas alam semesta bahkan
dalam keidupan manusia.
Bab VII KHALIK LANGIT DAN BUMI
Bab ini membahas tentang Khalik Langit dan Bumi.Isi dari bab ini meceritakan tentang awal
peciptaan juga mengenai bentuk dan susunan alam semesta. Dalam rumusan ini Khalik
berbicara mengenai hubungan antara Allah dengan dunia ini.Penciptaan itu digambarkan
sebagai suatu perbuatan Allah pada suatu saat tertentu.Penulis mengambil pandangan dari
John Laightfoot bahwa, penciptaan dunia dibayangkan sebagai peristiwa hal itu mengandung
suatu ‘’kebenaran teologis ‘’ sebagai berikut ; hubungan antara Allah dengan dunia dan kita
manusia adalah satu ubungan yang sama sekali dating dari pihak Allah dan semata-mata
timbul dari kehendak dan perbuatan Allah yang merdeka dan berdaulat.
Bab VIII MANUSIA
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang Manusia.Menurut penulis menjadi manusia
adalah ; bertanggung –jawab sendiri , yaitu terhadap Allah.juga ia berkata bahwa menjadi
manusia mengandung arti bahwa menjadi manusia yang idup dalamhubungan pribadi dengan
Allah.Seperti Yesus menyayangi manusia .Kemudian manusia itu sepeta dan segambar
dengan Allah memiliki pengertian bahwa manusia harus memiliki karakter ilahi yaitu
berkarakter Kristus.
Bab IX PARA MALAIKAT
Bab ini membahas tentang Para Malaikat.Pada bab ini ada banyak pandangan-pandangan
mengenai malaikat dan bagaimana cara kerja dari pada malaikat itu.Dalam bab ini penulis
membandingkan paham-paham dari beberapa pandangan.Pada abad pertengahan , Calvin
berpandangan bahwa Roh Allah selalu mengajarkan kita tentang hal-hal yang berfaeda tetapi
hal-hal yang kurang penting untuk menguatkan kita Ia berdiam diri.Janganlah kita
mengetahui apa yang tidak pantas bagi kita ketahui [I nstitutio, buku I,bab XIV,
3].Pandangan teologi masa pencerahan bahwa malaikat samasekali di anggap sepi dan akal
budi yang menjadi ukuran.Sesuai dengan pendirian Calvin demikian juga Karl Barth
memperingatkan kita bahwa dalam mem ikirkan soal ini kita berada pada batasan yang perlu
dan berguna untuk di kemukakan dalam pemberitaan gereja.Kesimpulan saya dalam bab ini
bahwa kita harus memiliki pandangan seperi Calvin dan Karl Barth.
Bab X PEMELIHARAAN, PEMERINTAHAN ,PEMILIHAN .Dalam bab ini penulis
memakai kata dari bahasa latin yaitu “ providentia “ yang kalau di terjemakan dalam bahasa
Indonesia ia menyatakan pemeliharaan Allah atau penyediaan dalam kehidupan manusia.
Penulis memberikan pemahaman kepada para pembaca bahwa dalam hidup yang bergantung
atau percaya kepada Tuhan , maka Tuhan tetap menyediakn apapun keperluan manusia
seperti Abraham di bukit Moria mempersembahkan anaknya Ishak tetapi Tuhan penyedia
domba.Jadi kata providential bukan hanya penyediaan Tuhan tetapi Ia juga yang terus
memerintah dan memilih akan umatNya untuk menjadi anak-anakNya.
Bab XI ALLAH SERTA MANUSIA.
Penulis memunculkan berbagai pendapat tenang Yesus Kristus.Berbagai pendapat yang
muncul dan memberikan perbedaan pendapat termasuk dari llmu sejarah moderan .Tetapi
penyelidikan itupun tidak dapat mengailkan penolakan terhadap Yesus juga penyelidikan
itupun tidak dapat mengasilkan kepercayaan kepadaNya. Penulis memberikan keyakinan
iman bahwa sebagaimana dalam kitab Yoh 1:1 dan 1:14 bahwa Allah telah menjadi manusia
sepenuh dan Allah sepenuh. Jadi kita percaya kepada Yesus karna di tulis dalam sejarah
Firman Tuhan.
Bab XII ANAKNYA YANG TUNGGAL.
Bab ini membahas tentang gelar “ Anak Allah “di mana Yesus Kristus benar-benar Anak
Allah kebanyakan orang hanya melihat dari satu sisi yaitu ke Allahan tetapi dalam bab ini di
bahas tentang juga kemanusiaan Kristus penulis menyatakan bahwa kita jangan
mengabaikan yang satu sebab itu merupakan bahaya terbesar bagi pemahaman kita.Kita
melihat dua tabiat Allah dalam pribadiNya yaitu manusiawi dan ilahi.
Bab XIII TUHAN KITA
Sebutan nama Tuhan adalah terjemahan dari kata Yunani yatu Kurios yang berarti : orang
yang berkuasa atas sesuatu atau seseorang, berdasarkan hak yang sah ; orang yang
mempunyai kuasa penuh atas miliknya sendiri. Kata Tuhan dalam bab ini bukanlah kata
yang netral ,umum,luas,serta samar-samar bunyinya,sebagaiman pemakaian sehari-
hari.Tetapi di sini penulis memberikan argument yang keras bahwa kata itu merupakan
pengakuan yang paling istimewa dan kongkrit serta radikal : Dialah Kyrios,artinya Tuhan
yang berkuasa penuh atas hidup kita dan mati kita, atas tubuh dan jiwa kita, atas seluruh
idup kita.
Bab XIV RAHASIA INKARNASI
Dalam bab ini penulis memperjelas lagi tentang istilah “ inkarnasi “ sehingga pembaca lebih
lagi di yakinkan tentang pribadi Yesus yang berinkarnasi menjadi manusia sehubungan
dengan pengakuan iman rasuli bahwa Ia telah “ lahir dari Maria”.Pahan ini sudah di
salahgunakan oleh pihak gereja Katolik Roma dan menimbulkan kritik dari gereja protestan
tetapi kita kembali ke Alkitabiah bahwa sejarah dalam PB sangat jelas membuktikan .Contoh:
Mat 1:18-25, Luk 1: 26-38 dll.
Bab XV PENDERITAAN
Lanjutan dari bab di atas setelah penulis melanjutkan riwayat Yesus dari kelahiran
kemudian peristiwa kematian Yesus . Sebagaimana pengakuan iman di atas di jelaskan
bahwa setelah di kandung dari Roh Kudus ,kemudian menderita dibawa pemerintahan
Pontius Pilatus maka dalam bab ini penulis menguraikan peristiwa penyaliban Kristus.Dalam
XV sampai dengan XVIII adalah menguraikan tentang kematian Yesus di bukit Golgota
sampai kembangkitan Yesus Kristus . Ada pandangan-pandangan yang mengkritik tentang
penderitaan Yesus tetapi bagi orang percaya penulis mengklaim bahwa salib Kristus adalah
menyatakan rahmat Allah yang besar bagi umatNya . Dan kemudian kematian Yesus di mana
Kristus telah masuk ke dalam keadaan kematian dalam kerajaan maut.Menurut Calvin pasal
ini menunjuk kepada Kristus di dalam keadaan kehinaanNya.Kemudian bab ini memuat
argument dari Kat.Heidelberg,mengenai faeda kebangkitan Kristus disimpulkan : (1)
kemenangan atas dan maut, (2) kebangkitan untuk memulai hidup yang baru pada masa kini ,
(3) penghargaan akan kebangkitan yang berbahagia pada masa depan.
Bab XIX DAN XX
Bab ini membahas tentang kenaikan Yesus dan duduk disebelah kanan Allah Bapa berarti : Ia
telah kembali ke “ tempat” di mana Allah “diam”dan “ bertahkta”. Kenaikan Kristus adalah
permulaan baru dengan kekuatan Roh Kudus penulis memberikan motifasi kepada pembaca
bahwa ada tugas pemberitaan injil sampai keujung bumi agar keselamatan sampai kepada
banyak orang. Kemudian tentang duduk disebelah kanan Allah Bapa tidak memberi
pengertian bahwa Yesus berdiam diri atau tenang tetapi Yesus tetap bekerja untuk
kepentingan manusia di bumi.Ungkapan duduk di sebelah kana Allah Bapa mempunyai suatu
pengertian ( 1) kehormatan dan kemuliaan, dan ( 2) kuasa pemerintahan .
Bab XI KEDATANGAN SEBAGAI HAKIM
Menurut penulis bahwa kedatangan Tuhan itu merupakan suatu pengharapan yang tidak
mengecewakan bagi orang percaya sebab apa yang di harapkan itu pasti akan terjadi sebab itu
terdapat suatu “ masa-selang” antara kenaikan Yesus dan kedatanganNya kembali mengapa
demikian? Karna Ia maha sabar Ia masih memberikan waktu kepada manusia untuk
bertobat.Sebab itu bab ini para pembaca mempersiapkan diri untuk kedtangan Tuhan yang
kedua kalinya agar tidak kedapan bercacat cela di hadapan Tuhan.
Bab XXII KETIGA JABATAN KRISTUS
Ada banyak pandangan mengenai ketiga jabatan Kristus dalam bab ini tetapi saya mengambil
kesimpulan sebagaimana di tulis dalam bab ini ole penulis bahwa : Kepercayaan Kristen ialah
kepercayaan kepada Yesus Kristus sendiri, artinya hubungan pribadi antara kita dengan Dia.
yang didalamnya Firman Allah datang kepada kita, sehingga di dalam Dia telah di katakan
kepada kita segala galanya yang harus kita ketahui untuk dapat hidup dan untuk dapat mati.
(2) sebagai Imam yang satu kali untuk selama lamanya telah mempersembahkan diriNya,
sehingga segala sesuatu telah Ia jadikan baik; (3) sebagai Raja, yang mempunyai kuasa
pemerintahan dan mau melaksanakan pemerintahan itu juga di dalam hidup kita sendiri.
Kesimpulan : Menurut saya bahwa buku ini juga sangat membantu di dalam menamba
wawasan dalam belajar tentang soteriology sekalipun dalam isi buku ini ada banyak
pandangan-pandangan yang bertolakbelakang dengan pandangan dari penulis tetapi buku ini
sangat merekomendasikan saya untuk banyak mengambil pelajaran dari buku ini dan kiranya
itu juga bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.Sekian yang bisa saya laporkan GBU.