Kegunaan Halogen
Fluorin
Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang dikenal dengan
nama Freon.
Membuat Teflon
Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi gas.
Senyawa Fluorin
CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin pada mesin
pendingin, seperti AC dan kulkas. Freon juga digunakan sebagai
propelena aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan Freon
dapat merusak lapisan ozon.
Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya CF2=CF2, yaitu sejenis
plastik yang tahan panas dan anti lengket serta tahan bahan kimia,
digunakan untuk melapisi panci atau alat rumah tangga yang tahan
panas dan anti lengket.
Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat
digunakan untuk membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di atas
kaca.
Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk
mencegah kerusakan gigi.
Klorin
Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri serta
karet sintesis.
Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada
pembuatan TEL (tetra etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
Untuk industri sebagai jenis pestisida.
Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan kolam renang.
Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku pembuatan kertas)
dan tekstil.
Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada pembuatan
bromin.
Senyawa Klorin
Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat digunakan sebagai zat
pemutih pada pakaian.
Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur,
pembuatan klorin dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis
makanan, dan mencairkan salju di jalan raya daerah beriklim
dingin.
Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam dari
karat pada elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai
proses, serta bahan baku pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat
warna.
Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2)) digunakan sebagai
bahan pengelantang atau pemutih pada kain
Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk insektisida.
Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut organik.
KCl untuk pembuatan pupuk.
KClO3 untuk bahan pembuatan korek api
Bromin
Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
Untuk pembuatan AgBr.
Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat warna, obat-
obatan dan pestisida
Senyawa Bromin
Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang dicampurkan kedalam
bensin bertimbal (TEL) untuk mengikat tibal, sehingga tidak
melekat pada silinder atau piston. Timbal tersebut akan
membentuk PbBr2 yang mudah menguap dan keluar bersama-sama
dengan gas buangan dan akan mencemarkan udara.
AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap cahaya dan
digunakan dalam film fotografi.
Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang saraf.
Iodin
Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan iodin dalam
alkohol yang dikenal dengan iodium tingtur)
Sebagai bahan untuk membuat perak iodida (AgI)
Untuk menguji adanya amilum dalam tepung tapioka.
Senyawa Iodin
KI digunakan sebagai obat anti jamur.
Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat antiseptik
AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam film fotografi
NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl untuk mencegah
penyakit gondok. Kekurangan iodium pada wanita hamil akan
mempengaruhi tingkat kecerdasan pada bayi yang dikandungnya