Sungai sekanak yang merupakan anak sungai musi, mengalir membelah kawasan sekanak,
keberadaan sungai sekanak ini tidak bisa lepaskan dari perkembangan morfologi kota
palembanga karena sungai sekanak ini juga termasuk tempat bersejarah di Kota Palembang,
sungai sekanak memiliki cukup penting bagi perkembangan morfologi di Kota Palembang.
Sungai sekanak yang berada di pinggir sungai musi ini dan berada di tengah kota dulunya
sangat kumuh karena berada disekitaran rumah-rumah penduduk dan berada disekitar pasar
yang tidak peduli terhadap sungai disekitar mereka, sehingga sungai sekanak hanya dijadikan
tempat pembungan sampah dan kondisi sungai sangat terlihat kumuh dan banyak sampah-
sampah, apabila musim hujan sungai sekanak sering banjir karena banyaknya sampah.
Masa kolonial memiliki nilai sejarah, nilai edukasi, nilai sosial dan nilai ekonomi yang
memiliki nilai penting bagi kawasan ini. Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, pada
masa kolonial sekitar tahun 1821an inilah kawasan Sekanak mulai dibangun. Seperti
diberikannya izin masyarakat Tionghoa untuk mendirikan bangunan di darat berupa
shophouse, didirikannya pasar Sekanak, gudang boentjit, rumah bola, kantor ledeng, kantor
Jacobson van Den Berg dan beberapa bangunan tradisional Palembang.
Gambar Photo Kawasan Sekanak Tempo Dulu sekitar tahun 1920 – 1970an
Sumber : http://kotapalembang.blogspot.com/2011/
Selain itu, kawasan Sekanak yang berlokasi kurang lebih 100 meter dari tepian sungai Musi
serta anak sungai Musi yaitu sungai Sekanak, menambah nilai sejarah yang lebih bagi
kawasan ini.
Bangunan Shophouse pada kawasan Sekanak sebagian besar dihuni oleh etnis Tionghoa, dari
awal mula berdiri hingga sekarang. Tahun berdirinya kurang lebih sejak tahun 1921an. Pasar
Sekanak didirikan oleh bangsa Belanda berdasarkan sejarah sejak tahun 1821an dan
merupakan pasar pertama yang didirikan di daratan.
Bangunan lainnya yang memberikan sumbangsih sejarah dan karakteristik khas di Sekanak
yaitu Jacobson van Den Berg, bangunan ini memang belum jelas kapan didirikan di
Palembang, namun dipastikan tidak kurang dari 50 tahun telah berdiri. Fungsi awal dari
bangunan Jacobson van Den Berg ini adalah sebagai kantor cabang perusahaan Jacobson van
den Berg yang bergerak di bidang asuransi dan industri Belanda. Perusahaan ekspor impor
Jacobson van den berg menurut sejarah ada di beberapa kota di
Indonesia (Semarang, Padang, Batavia, Surabaya, Bandung, Makassar, banjarmasin) juga
beberapa negara yang pernah di duduki Belanda, namun untuk Indonesia sendiri, bangunan
Jacobson van Den Berg yang masih kokoh berdiri salah satunya di kawasan Sekanak
Palembang ini.
Kemungkinan besar alasan didirikannya kantor Jacobson van Den Berg di kawasan Sekanak,
adalah karena lokasi Sekanak yang dekat dengan sungai Musi yang pada masanya merupakan
satu-satunya jalur transportasi di Palembang.
Sungai ini sendiri perlu dan harus dilestarikan sampai sekarang , hal ini sendiri dikarenakan
sungai sekanak merupakan salah satu destinasi wisata dikota Palembang meskipun pada
zaman dahulu masyarakat kurang perhatian dengan sungai ini sehingga masyarakat sekitar
memanfaatkannya untuk pembuangan sampah , karena sungai ini terletak ditengah – tengah
kota sehingga sudah pasti akan mengganggu keindahan jika sungainya kumuh dan kotor ,
maka dari itu pemerintah melakukan revitalisasi sungai diharapkan sungai tidak terlihat
kumuh dan juga sungai sekanak bisa juga dimanfaat masyarakat untuk berwisata
Sumber :
Wulandari ,H dkk. (2020) . Persepsi Masyarakat Terhadap Program Revitalisasi Sungai
Sekanak Di Kota Palembang . Jurnal Swarnabhumi ,5(2), 44-49