0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
681 tayangan11 halaman

Seni Gambar

Seni gambar merupakan karya seni rupa yang mengekspresikan ide dan imajinasi melalui garis dan warna. Terdapat berbagai jenis seni gambar seperti ilustrasi, kartun, karikatur. Media yang sering digunakan antara lain pensil, pena, krayon, cat air. Unsur-unsur dasar seni gambar mencakup titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, gelap terang, dan ruang.

Diunggah oleh

Silvia Nur Alifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
681 tayangan11 halaman

Seni Gambar

Seni gambar merupakan karya seni rupa yang mengekspresikan ide dan imajinasi melalui garis dan warna. Terdapat berbagai jenis seni gambar seperti ilustrasi, kartun, karikatur. Media yang sering digunakan antara lain pensil, pena, krayon, cat air. Unsur-unsur dasar seni gambar mencakup titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, gelap terang, dan ruang.

Diunggah oleh

Silvia Nur Alifah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENI GAMBAR

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2
1.DANISH AMMARA
2.DHAFIN KODRATUL R
3.EGI ILHAM SUBAGJA
4.ELSA OCTAVIANI
5.GINA DWI RAMADHANI
XI MIPA 1

SMA NEGERI 1 RAJAGALUH


Tahun Ajaran 2022/2023
SENI GAMBAR
A. Pengertian Seni Gambar
Seni merupakan istilah atau konsep yang artinya sama dengan kata “art” dalam bahasa
Inggris. Seni atau kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan yang berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan manusia atau masyarakat terhadap nilai-nilai keindahan
(Rondhi, 2002: 4).
Seni gambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan dan
mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak/perasaan maupun imajinasi dalam wujud
dwimatra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna. Seni gambar
merupakan karya seni rupa yang paling mudah dan cepat untuk dihasilkan dengan goresan-
goresan yang berbekas pada suatu permukaan misalnya pensil untuk kertas atau benda-benda
tajam untuk dinding gua pada masa lampau.
Secara fisik,menggambar hanyalah mengguratkan alat gambar untuk mencurahkan imaji
yang ada di pikiran kita, baik itu meniru alam ataupun imajinasi murni. Namun sejatinya
gambar adalah bahasa universal yang dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Hal itu
terbukti dengan banyaknya penemuan gambar di dinding gua-gua, yang menyatakan bahwa
gambar sudah dikenal sejak zaman prasejarah.

Berikut ini ada sejumlah pendapat mengenai pengertian menggambar menurut para ahli,
yaitu:
1.Edgar Degas
Pengertian menggambar adalah ekspresi langsung dan spontan dari seorang seniman. Ia juga
berpendapat bahwa pengertian menggambar merupakan sebuah bentuk tulisan yang
mengungkap kepribadian seniman yang membuatnya.
2.Sumanto
Pengertian menggambar adalah proses menciptakan gambar dengan cara menggoreskan
benda-benda tajam (seperti pensil atau pena) pada bidang datar (misalnya permukaan papan
tulis, kertas, atau dinding).
3.Tarja Sudjana
Pengertian menggambar dikenal juga dengan istilah menggambar alam benda. Menggambar
seakan-akan memindahkan benda tersebut ke dalam sebuah bidang gambar tanpa adanya
suatu perubahan.
Objek Menggambar
Selain memerlukan proses imajinasi (menciptakan gambar), dalam aktivitas menggambar
juga dibutuhkan adanya suatu objek. Salah satu objek yang tidak akan pernah habis dalam
memunculkan ide-idenya adalah alam semesta. Objek alam semesta meliputi beberapa faktor
objek seperti flora, fauna, dan benda-benda alam.
Komposisi Menggambar
1. Komposisi simetris merupakan komposisi yang menunjukan jika objek di kanan akan sama
dengan objek di sebelah kiri dalam bidang gambar.
2. Komposisi asimetris adalah komposisi yang menunjukan jika objek di kanan, tidak sama
dengan objek di sebelah kiri dalam bidang gambar, tetapi akan terlihat seimbang.
Unsur-unsur menggambar
Unsur-unsur dalam menggambar antara lain ialah sebagai berikut:

1. Titik

Semua karya awalnya dihasilkan dari unsur titik. Titik juga biasa menjadi pusat perhatian
tersendiri jika berkumpul atau mempunyai warna berbeda dari yang lainnya.

2. Garis

Merupakan goresan atau limit/batas dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna, dan lain
sebagainya. Garis mempunyai dimensi yang memanjang dan cenderung memiliki arah
tertentu, serta mempunyai beberapa sifat, diantarannya panjang, pendek, tipis, lurus,
horizontal, vertical, berombak, melengkung, miring, halus, tebal, patah-patah, dan masih
banyak yang lainnya.

3. Bidang

Unsur seni rupa yang terbentuk atau dibentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang sendiri
mempunyai dimensi panjang dan lebar. Lain halnya dengan bentuk yang mempunyai dimensi
panjang, lebar dan tinggi, oleh sebab itu bentuk selalu memiliki volume atau isi.

4. Bentuk

Bentuk menurut artian bahasa bisa dikatan bangun (shape) atau juga bentuk plastis (form).
Bangun (shape) merupakan bentuk benda yang polos, seperti hal nya yang nampak oleh mata,
sekedar untuk mengatakan sifatnya saja (kotak, bundar, ornamental, atau tak beraturan).

5. Tekstur

Tekstur adalah suatu sifat permukaan sebuah benda. Sifat tersebut dapat berkesan kasar,
lembut, halus, mengkilap, kusam, berpori, licin, dan lain sebagainya. Kesan-kesan tersebut
dapat dirasakan tidak hanya lewat rabaan, tetapi juga penglihatan. Oleh sebab itu ada dua
macam tekstur yaitu tekstur semu (maya) yang dimana kesan benda tersebut berbeda antara
penglihata mata dengan hasil rabaan, serta tekstur rabaan.

6. Warna

Teori warna yang berdasar kepada cahaya, dapat kita lihat melalui tujuh spektrum warna
yang terdapat pada ilmu fisika, seperti hal nya dengan warna pelangi. Secara teori warana
dapat dipeljari lewat dua pendekatan, salah satunya dengan menggunakan teori warna yang
berdasar pada pigmen warna (goethe) yaitu butiran halus yang terdapat pada warna. Berikut
ada beberapa yang harus kamu ketahui tentang teori pigmen warna, yaitu:

a. Warna Primer

Adalah warna yang tidak bisa diperoleh dari campuran warna lain. Warna tersebut adalah
merah, kuning, dan biru.

b. Warna Sekunder

Adalah warna yang didapatkan dari hasil pencampuran antara dua warna primer, misalkan
warna ungu, oren, dan hijau.

c. Warna Tersier

Adalah warna yang di hasilkan dari percampuran dua warna sekunder.

d. Warna Analogus

Adalah deretan warna yang letaknya berdekatan dalam suatu lingkaran warna, misalkan
warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain sebagainya.

7. Gelap Terang

Dalam karya seni rupa dua dimensi, unsur gelap dan terang bisa berfungsi dalam beberapa
hal, diantaranya menggambar benda seolah benda tersebut memiliki volume (3 dimensi),
unsur gelap terang dalam karya seni rupa bisa terjadi karna intesitas warna (daya pancar),
dapat juga terjadi karena percampuran antara warna hitam dan putih.

8. Ruang (kedalaman)

Jika dalam karya seni tiga dimensi dapat dirasakan langsung oleh sang penikmat tersebut,
seperti halnya dengan ruangan dalam rumah, ruang gedung dan lain sebagainya. Sedangkan
dalam karya seni dua dimensi, ruang hanya bersifat semu karena hanya didapatkan dari kesan
penggambaran yang datar, pipih, menjorok, cekung, cembung, dekat, jauh, dan lain
sebagainya.

B. Macam-macam Seni Gambar

1. Gambar Silindris
Bentuk silindris adalah gambar yang berbentuk menyerupai silinder misalnya, dan bulat.
Gambar yang termasuk dalam silindris adalah bola, botol, ember, gelas, kaleng, teko dan
bentuk-bentuk tabung lainnya.
Ilustrasiteknik menggambar benda(pinterest.com)

2. Gambar Kubistis
Bentuk kubistis adalah gambar yang berbentuk hampir sama atau menyerupai kubus atau
balok. Gambar yang termasuk dalam kubistis adalah meja, lemari, televisi, kulkas dan benda
yang berbentuk balok lainnya.
3. Gambar Ilustrasi
Gambar ilustrasi adalah karya seni dua dimensi yang dirancang untuk membantu
pemahaman. Definisi ilustrasi gambar adalah visualisasi karya yang dibuat dengan
menggunakan gambar, fotografi, lukisan, atau teknik artistik lainnya yang mengutamakan
hubungan antara subjek dan teksnya daripada bentuk.

Ilustrasi Buku Novel Harry Potter Credit: pexels.com/Dzenina

4. Gambar Kartun
Kartun adalah jenis ilustrasi yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan biasanya berisi
cerita yang menarik. Kartun tidak hanya dibuat untuk menghibur pembaca, tetapi juga
memiliki arti dan tujuan dan maksud seperti menyampaikan sebuah pesan tersirat melalui
gambar kartun.

Pixabay
5. Gambar Karikatur
Karikatur berasal dari kata serapan caricare yang dalam bahasa Italia berarti sebuah makna
representasi dari sesuatu yang pasti, tetapi dibuat dengan menonjolkan keunggulan objek
yang digambar berupa lukisan. Karikatur dibuat dengan bentuk yang lucu, unik, dan
terkadang kalian dapat menemukan karikatur sebagai penyampai sebuah sindiran atau kritik
terhadap suatu kejadian.

C. Media Menggambar
Yang sering digunakan adalah pensil grafit, pena, krayon, pensil warna, kuas tinta, pensil konte,
cat air, cat minyak, pastel, dan spidol. Bisa pula dengan peralatan digital seperti stylus, mouse,
atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual. Media permukaan yang
sering digunakan adalah kertas, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya
media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain. Sebagai peralatan pendukung,
digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, chamois, penggaris, larutan
fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu. Meja gambar
digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi
mata saat menggambar.

1. Pensil

Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan
dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah
patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan
mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah
liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas
atau kayu.

2. Pena

Pena adalah alat tulis yang menggunakan tinta. Ada berbagai warna tinta pen, yang paling
umum adalah biru, hitam, dan merah. Ada berbagai macam pen, di antaranya pulpen, pena
bulu, dan spidol. Pena berbeda dari pensil karena tintanya tidak dapat dihapus, meski bisa
ditutupi menggunakan tip-ex.
3. Krayon

Krayon adalah peralatan gambar yang dibuat dari lilin berwarna, air, dan talk atau kapur.
Krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menggambar, dan seniman juga
menggunakannya.

4. Cat air

Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan
pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa
bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, plastik, kulit,
kain, kayu, atau kanvas. Secara umum, cat air digunakan karena sifat transparansinya.
Gouache adalah medium sejenis yang tidak transparan. Hasil karya lukisan cat air biasanya
bersifat sangat ekspresif, atau sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan.

5. Cat minyak

Cat Minyak adalah cat yang terdiri atas partikel-partikel pigmen yang disuspensi dengan media
minyak.

6. Pastel

Pastel atau yang dikenal dgn oil pastel, adalah serbuk yang direkatkan dengan arabic gum dan
dibentuk menjadi batangan-batangan yang rapuh. Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar,
ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas.

D. Teknik Menggambar

1. Teknik Pointilis
Pointilis adalah teknik menggambar bentuk yang dilakukan dengan menggunakan titik-titik
secara berulang-ulang sampai membentuk suatu objek gambar. Untuk menghasilkan warna
yang gelap, titik-titik dibuat dengan tebal dan rapat. Sedangkan, untuk warna terang, titik-titik
dibuat secara renggang.
2. Teknik Arsir
Arsir adalah teknik menggambar bentuk dengan cara mengarsir menggunakan spidol, pensil,
arang, bolpoin ataupun alat lain. Teknik ini dilakukan dengan menggoreskan alat tulis secara
saling menyilang. Tujuannya adalah agar model yang digambar memiliki pencahayaan yang
serupa.
Macam-Macam Teknik Arsir dan Caranya

• Arsiran Hatching

Teknik ini disebut sebagai arsiran searah dan merupakan teknik yang paling dasar dalam
membuat sebuah gambar. Caranya dengan membuat gambar garis sejajar secara berurutuan.
Saat menggunakan teknik ini harus memerhatikan jarak antar garis, semakin rapat dan padat
garisnya, hasil arsiran akan semakin bagus.

• Arsiran Cross Hatching

Pada dasarnya, prinsip teknik arsir cross hatching hampir mirip dengan teknik arsiran
hatching. Bedanya, teknik ini membentuk goresan-goresan dengan garis silang yang bisa
dipakai untuk membuat bayangan dari suatu gambar.

• Arsiran Countour

Countour adalah teknik arsir untuk memberikan dimensi pada suatu bidang sesuai dengan
karakter suatu bentuk. Jadi, garis-garis yang digunakan pada teknik ini mengikuti bentuk asli
dari suatu objek pada gambar.

• Arsiran Stippling

Teknik arsir ini menggunakan titik-titik untuk membentuk dimensi pada sebuah bidang
gambar. Caranya dengan memberikan kerapatan titik yang berbeda pada sebuah bidang.
Teknik ini berfungsi untuk menajamkan efek gelap terang pada sebuah gambar.

• Arsiran Scumbling

Scumbling adalah teknik arsir yang bisa dihasilkan dengan membuat lingkaran-lingkaran
kecil yang saling tumpang tindih. Biasanya, teknik ini menggunakan kerapatan arsiran yang
berbeda-beda untuk menghadirkan dimensi pada sebuah objek gambar.
Teknik ini umumnya digunakan untuk mengarsir objek gambar seperti kulit kayu, bebatuan,
handuk, dan lain sebagainnya.

• Arsiran Arsiran Pointilisme

Teknik pointilisme hampir sama dengan teknik stippling. Teknik ini juga menggunakan pola
titik-titik kecil untuk menentukan gelap terang. Kelemahan teknik ini yaitu sulit
dikombinasikan dengan teknik arsir lainnya.
• Arsiran Circusilm

Teknik arsir circusilm adalah teknik arsiran dengan menggunakan bentuk lingkaan kecil
secara beruntun. Alat yang digunakan yaitu pensil warna untuk melukis wajah.

• Arsiran Counter Hatching

Teknik arsiran Counter Hatching disebut juga arsiran searah kontur. Teknik ini sering dipakai
untuk menggambar sebuah objek seperti manusia, hewan, tumbuhan, dengan cara mengikuti
kontur bidang yang akan diarsir.

3. Teknik Blok
Blok adalah teknik menggambar yang dilakukan dengan menutup objek gambar
menggunakan satu warna. Alhasil, kesan yang ditimbulkan hanyalah siluet dari objeknya
saja, bukan sebuah objek yang detail. Alat yang dibutuhkan pada teknik ini ialah cat poster
dan tinta bak.
Siluet dalam teknik blok dikenal dengan dua jenis yaitu siluet positif dan siluet negatif.

1. Siluet positif

Siluet positif memberikan warna pada objek yang ingin dijadikan fokus. Siluet positif
terbilang mudah karena hanya tinggi mewarnai objek tertentu.

2. Siluet negatif

Berkebalikan dengan siluet positif, siluet negatif memberi warna di sekeliling objek yang
difokuskan.

4. Teknik Dussel
Teknik dussel atau gosok adalah teknik menggambar dengan menggosok media gambar
hingga muncul efek gelap terang. Biasanya, teknik ini diterapkan saat menggambar wajah
manusia ataupun benda-benda lainnya. Menggosok dapat dilakukan dengan menggunakan
tangan atau kapas. Alat yang digunakan biasanya adalah pensil.
5. Teknik Garis/Linear
Teknik garis atau linear adalah teknik menggambar berupa rusuk-rusuk yang tertata
sedemikian rupa hingga membentuk gambaran objek yang diinginkan. Teknik ini dilakukan
dengan menggambar garis secara lurus ataupun melengkung. Untuk menentukan warna gelap
dan terang, pelukis dapat menggambar garis secara menyilang atau sejajar.

6. Teknik Plakat
Plakat adalah teknik menggambar bentuk atau teknik lukis yang mengandalkan sapuan cat
yang lebih tebal. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan cat poster atau cat air. Gambar
yang dihasilkan akan terlihat tebal, pekat, dan rapat.

7. Teknik Aquarel/Sapuan Basah


Aquarel atau sapuan basah adalah teknik menggambar menggunakan campuran cat poster, cat
air atau tinta sebagai alat gambar. Teknik ini sengaja menggunakan media yang basah agar
hasil gambarnya bisa transparan dan catnya bisa cepat menyebar.

Common questions

Didukung oleh AI

Color theory plays a crucial role in art as it guides the understanding and use of colors in artistic compositions. It explains how colors interact with each other and how they can be combined to achieve aesthetically pleasing results. Primary colors, which include red, blue, and yellow, are fundamental as they cannot be created by mixing other colors. Secondary colors arise from the mixing of two primary colors, such as green, orange, and violet. Tertiary colors result from mixing primary and secondary colors, providing a broader palette for artists. This structure of color relationships allows artists to create harmony, contrast, and depth in their work, enhancing the emotional and visual impact .

Artistic media and techniques are crucial for achieving expressiveness in a piece. Pastels, with their wide range of vibrant colors and soft texture, enable artists to blend tones seamlessly and convey moods subtly yet powerfully. The immediacy of pastel application allows for spontaneous expression, capturing emotions or impressions swiftly. Oil paints, offering rich color depth and a polished finish, afford artists meticulous control over detail, facilitating profound expressiveness through layering and texture building. The slow drying time of oils permits nuanced modifications, enabling artists to refine their vision meticulously. Both media highlight diverse facets of expressiveness, be it the evocative, fluid impressions with pastels or the detailed, impactful narratives created with oil paints .

Caricatures and cartoons are distinguished by their purposes and techniques. Caricatures exaggerate certain features of their subjects for emphasis and often serve as critiques or commentaries on their subjects, blending humor with social or political insights. They typically highlight prominent characteristics or idiosyncrasies, using exaggeration to create a recognizable yet distorted representation. In contrast, cartoons often prioritize storytelling and entertainment, presenting narratives or jokes in a light-hearted, accessible manner. Although cartoons may also carry underlying messages or critiques, they tend to be more focused on amusing and engaging audiences through vivid visuals and simple storyline dynamics .

Symmetry and asymmetry are fundamental concepts in achieving balance within an art composition. Symmetry involves mirroring elements on either side of a central axis, creating a harmonious and balanced feel that is naturally pleasing to the eye. Asymmetry, however, involves adjusting different elements in such a way that, despite their differences, they achieve a sense of balance. This is often done by manipulating the visual weight of objects and colors. Symmetrically balanced art often conveys order and stability, while asymmetrical compositions can add interest, suggesting movement and dynamism. Both approaches can effectively evoke emotional responses and guide the viewer’s attention throughout the artwork .

Texture in visual arts is a critical element that describes the surface quality of a piece of art, contributing to its overall visual experience. It can be perceived in two ways: through sight, known as visual texture or simulated texture, and touch, known as actual texture. Visual texture gives the illusion of texture, influencing how the piece is perceived by creating effects like depth or dimension. In contrast, actual texture can be felt and is tangible. This dual perception through sight and touch allows artists to create more dynamic and engaging works that can interact with the viewer on multiple sensory levels .

Pointillism and stippling differ primarily in their artistic method and visual outcomes. Pointillism is a technique where small, distinct dots of color are applied in patterns to form an image, allowing the viewer’s eye to blend the colors visually. This technique focuses on maximizing color impact through optical mixing, resulting in a vibrant and dynamic visual experience. Stippling, on the other hand, involves using varying degrees of closely spaced dots to create shading and texture in monochrome works, often resulting in images with greater depth and detail through the manipulation of light and shadow. Pointillism typically involves color exploration, while stippling emphasizes texture and tone .

Drawing techniques like dussel and aquarel significantly influence texture representation in artwork. The dussel technique, which involves smudging graphite or charcoal, creates soft gradations and subtle variations in tone, simulating smooth textures and blending transitions. This technique is effective in replicating the textures of delicate surfaces like skin or fabric. Aquarel, or wet-on-wet watercolor painting, uses transparent layers of color that blend and spread unpredictably, capturing more fluid and spontaneous textures. This technique is well-suited for depicting textures imbued with dynamic movement, such as water or clouds, conveying a lively, natural life to the subject. Both methods enrich texture portrayal by leveraging specific material qualities to enhance visual realism and emotional resonance .

The choice of media significantly influences the characteristics of an artwork. Pastels offer vibrant colors and a smooth application, allowing artists to create soft textures and delicate transitions. Their matte finish enhances subtlety and softness, suitable for works that demand a less glossy appearance. Pastels are also prized for their ability to blend seamlessly on the paper, offering a painterly quality that is distinctively their own. Cat oil, or oil paints, on the other hand, provide deep, rich hues due to their high pigment content. The slow drying time allows intricate blending and layering techniques, yielding robust, enduring artworks with a glossy, luminous finish. Both media offer unique advantages, with pastels excelling in immediacy and expressiveness, while cat oil offers depth and permanence .

Light and shading (gelap terang) are essential in creating a sense of three-dimensionality in two-dimensional art. By applying variations in light, artists can simulate depth and volume, making flat images appear more lifelike. Shading techniques, such as changes in tone or intensity, establish a light source that casts shadows and highlights, suggesting dimension and form. This manipulation of light and shadow helps in defining the contours and texture of objects, creating an illusion of space and mass. Such techniques transform a flat surface into a convincing three-dimensional space, engaging the viewer more deeply and enhancing the realism of the artwork .

In visual arts, a shape is a two-dimensional entity defined by boundaries or outlines, essentially having only height and width. Forms, on the other hand, are three-dimensional, possessing depth in addition to height and width, giving them volume. This distinction influences perception by providing different levels of realism and engagement. Shapes are generally flat and are often used in two-dimensional artworks, whereas forms appear to be solid and are used in three-dimensional artworks to give an impression of weight and structure. The use of shape and form can dramatically affect how viewers perceive the artwork, guiding their interpretation and emotional response .

Anda mungkin juga menyukai