Teknik Pemrograman PLC
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran diharapkan siswa dapat :
- Merancang program kendali PLC sederhana
- Memasukkan program ke dalam PLC
- Mengecek kebenaran program
5.7Unsur-Unsur Program
Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu : alamat, instruksi, dan
operand. Alamat adalah nomor yang menunjukkan lokasi, instruksi, atau
data dalam daerah memori. Instruksi harus disusun secara berurutan dan
menempatkannya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi
dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam
program.
Instruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. PLC hanya dapat
melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai.
Oleh karena itu, pembuat program harus memperhatikan tata cara
penulisan instruksi.
Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang
digunakan untuk suatu instruksi. Operand dapat dimasukkan sebagai
konstanta yang menyatakan nilai angka nyata atau merupakan alamat data
dalam memori.
5.8 Bahasa Pemrograman
Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa bahasa
pemrograman. Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan bahasa
pemrograman yang digunakan. Bahasa pemrograman tersebut antara lain:
diagram ladder, kode mneumonik, diagram blok fungsi, dan teks
terstruktur. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram
ladder dan kode mneumonik.
a. Diagram Ladder
Digram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut
bus bar, dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. Sepanjang
garis instruksi, ditempatkan kontak-kontak yang
mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan. Kombinasi
logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di
sebelah kanan di- eksekusi. Contoh diagram ladder ditunjukkan pada
gambar di bawah ini.
Gambar 1 Contoh Diagram Ladder
Terlihat dari gambar di atas bahwa garis instruksi dapat bercabang
kemudian menyatu kembali. Sepasang garis vertikal disebut kontak
(kondisi). Ada dua kontak, yaitu kontak NO (Normally Open) yang
digambar tanpa garis diagonal dan kontak NC (Normally Closed) yang
digambar dengan garis diagonal. Angka di atas kontak menunjukkan bit
operand.
b. Kode Mneumonik
Kode mneumonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya
diagram ladder. Sesungguhnya, program yang disimpan di dalam memori
PLC dalam bentuk mneumonik, bahkan meskipun program dibuat dalam
bentuk diagram ladder. Oleh karena itu, memahami kode mneumonik itu
sangat penting. Berikut ini contoh program mneumonik :
Gambar 2 Contoh program mneumonik
5.9 Struktur Daerah Memori
Program pada dasarnya adalah pemrosesan data dengan menggunakan
berbagai instruksi di dalam memori PLC. Pemahaman area data dan
pemahaman terhadap berbagai jenis instruksi merupakan hal yang sangat
penting, karena dari segi inilah kita dapat membangun logika berpikir suatu
pemrograman. Data yang merupakan operand suatu instruksi dialokasikan
sesuai dengan jenis datanya. Tabel di bawah ini ditunjukkan daerah
memori PLC CPM2A :
Gambar 3Peta memori address PLC
5.10 Instruksi Pemrograman
Terdapat banyak instruksi untuk memprogram PLC, tetapi tidak semua
instruksi dapat digunakan pada semua model PLC.
a. Instruksi Diagram Ladder
Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang
mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan. Pada program diagram ladder
instruksi ini disimbolkan dengan kontak-kontak seperti pada rangkaian
kendali elektromagnet.
Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua
instruksi blok logika. Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan
untuk menghubungkan bagian yang lebih kompleks.
Instruksi LOAD dan LOAD NOT
Instruksi LOAD dan LOAD NOT menentukan kondisi eksekusi awal, oleh
karena itu dalam diagram ladder disambung ke bus bar sisi kiri. Tiap
instruksi memerlukan satu baris kode mneumonik.
Gambar 4 Penggunaan Instruksi LOAD dan LOAD NOT
Jika misalnya hanya ada satu kontak seperti contoh di atas, kondisi
eksekusi pada sisi kanan akan “AKTIF” jika kontaknya ON. Untuk instruksi
LD yang kontaknya NO, kondisi eksekusinya akan ON jika IR 0.00 ON; dan
untuk instruksi LD NOT yang kontaknya NC, akan ON jika IR 0.01 OFF.
Instruksi AND dan AND NOT
Jika dua atau lebih kontak disambung seri pada garis yang sama, kontak
pertama berkait dengan instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya
adalah instruksi AND atau AND NOT. Contah di bawah ini menunjukkan
tiga kontak yang masing-masing menunjukkan instruksi LOAD, AND NOT,
dan AND.
Gambar 5 Penggunaan Instruksi AND dan AND NOT
Instruksi OR dan OR NOT
Jika dua atau lebih kontak terletak pada dua instruksi terpisah dan
disambung paralel, kontak pertama mewakili instruksi LOAD atau LOAD
NOT dan sisanya mewakili instruksi OR atau OR NOT. Contoh berikut
menunjukkan tiga kontak yang masing-masing mewakili instruksi LOAD,
OR NOT, dan OR.
Gambar 6 Penggunaan Instruksi OR dan OR NOT
Instruksi akan mempunyai kondisi eksekusi ON jika salah satu di antara
tiga kontak ON, yaitu saat IR 0.00 ON, saat IR 0.01 OFF, atau saat TIM
0.00 ON.
Kombinasi Instruksi AND dan OR
Jika instruksi AND dan OR dikombinasikan pada diagram yang lebih rumit,
mereka dapat dipandang secara individual di mana tiap instruksi
menampilkan operasi logika pada kondisi eksekusi dan status bit operand.
Perhatikan contoh berikut ini hingga yakin bahwa kode mneumonik
meliputi alur logika yang sama dengan diagram ladder.
Gambar 7 Kombinasi Instruksi AND dan OR
Di sini AND terletak di antara statur IR 0.00 dan status IR 0.01 untuk
menentukan kondisi eksekusi dengan meng-OR-kan status IR 0.02. Hasil
operasi ini menentukan kondisi eksekusi dengan meng-AND-kan status IR
0.03 yang selanjutnya menentukan kondisi eksekusi dengan meng-AND-
kan kebalikan status IR 0.04.
b. Instruksi OUT dan OUT NOT
Cara paling sederhana untuk meng-OUTPUT-kan kombinasi kondisi
eksekusi adalah dengan meng-OUTPUT-kan langsung menggunakan
instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT. Istruksi ini digunakan untuk
mengendalikan status bit operand sesuai dengan kondisi eksekusi.
Dengan instruksi OUTPUT, bit operand akan ON selama kondisi
eksekusinya ON dan akan OFF selama kondisi eksekusinya OFF.
Dengan instruksi OUTPUT NOT, bit operand akan ON selama kondisi
eksekusinya OFF dan akan OFF selama kondisi eksekusinya ON.
Gambar 8 Penggunaan Instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT
Pada contoh di atas, IR 10.00 akan ON jika IR 0.00 ON dan IR 10.01 akan
OFF selama IR 0.01 ON. Di sini IR 0.00 dan IR 0.01 merupakan bit input
dan IR 10.00 dan IR 10.01 merupakan bit output yang ditetapkan untuk
peralatan yang dikendalikan PLC.
c. Instruksi END (01)
Instruksi terakihir yang diperlukan untuk melengkapi suatu program adalah
instruksi END. Saat PLC menscan program, ia mengeksekusi semua
instruksi hingga instruksi END pertama sebelum kembali ke awal program
dan memulai eksekusi lagi. Meskipun instruksi END dapat ditempatkan
sembarang titik dalam program, tetapi intruksi setelah instruksi END
pertama tidak akan diekseksekusi.
Nomor yang mengikuti instruksi END dalam kode mneumonik adalah kode
fungsinya, yang digunakan saat memasukkan instruksi ke dalam PLC
menggunakan konsol pemrogram. Instruksi END tidak memerlukan
operand dan tidak boleh ada kontak ditempatkan pada garis instruksi yang
sama. Jika dalam program tidak ada instruksi END, program tersebut tidak
akan dieksekusi.
Gambar 9 Penggunaan Instruksi END(01)
d. Instruksi Blok Logika
Jika rangkaian logika tidak dapat diwujudkan dengan instruksi AND, AND
NOT, OR, atau OR NOT saja, maka perlu menggunakan instruksi blok
logika. Perbedaannya adalah bahwa instruksi AND, AND NOT, OR, dan
OR NOT mengkombinasikan antar kondisi eksekusi dengan suatu bit
operand, sedangkan instruksi blok logika yang terdiri dari instruksi AND
LOAD dan OR LOAD mengkombinasikan kondisi eksekusi dengan
kondisi eksekusi terakhir yang belum digunakan. Instruksi blok logika
tidak diperlukan dalam program diagram ladder, tetapi diperlukan hanya
pada program mneumonik.
Instruksi AND LOAD
Instruksi AND LOAD meng-AND-kan kondisi eksekusi yang dihasilkan oleh
dua blok logika.
Gambar 10 Penggunaan Instruksi AND LOAD
e. Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda
Jika terdapat lebih dari satu instruksi sisi kanan dengan kondisi eksekusi
yang sama, masing-masing dikode secara berurutan mengikuti kondisi
eksekusi terakhir pada garis instruksi. Pada contoh di bawah ini, garis
instruksi terakhir berisi satu kontak lagi yang merupakan instruksi AND
terhadap IR 0.03.
Gambar 11 Penggunaan Instruksi OR LOAD
e. Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda
Jika terdapat lebih dari satu instruksi sisi kanan dengan kondisi eksekusi
yang sama, masing-masing dikode secara berurutan mengikuti kondisi
eksekusi terakhir pada garis instruksi. Pada contoh di bawah ini, garis
instruksi terakhir berisi satu kontak lagi yang merupakan instruksi AND
terhadap IR 0.03.
Gambar 12 Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda
f. Penggunaan Bit TR
Bit TR (Temporarily Relay) digunakan untuk mempertahankan kondisi
eksekusi pada garis instruksi bercabang. Hal ini dipertahankan karena
garis instruksi dieksekusi menuju ke instruksi sisi kanan sebelum
kembali ke titik cabang untuk mengeksekusi instruksi lainnya. Jika ada
kontak pada garis instruksi setelah titik cabang, kondisi eksekusi untuk
instruksi yang pertama tidak sama dengan kondisi pada titik cabang
sehingga untuk mengeksekusi instruksi berikutnya menggunakan kondisi
eksekusi titik cabang dan kontak lain setelah titik cabang tersebut.
Jika program dibuat dalam bentuk diagram ladder, tidak perlu
memperhatikan bit TR karena bit TR hanya relevan pada pemrograman
bentuk mneumonik.
Terdapat delapan bit TR, yaitu TR0 sampai dengan TR7 yang dapat
digunakan untuk mempertahankan kondisi eksekusi sementara. Misalkan
suatu bit TR ditempatkan pada suatu titik cabang, kondisi eksekusinya
akan disimpan pada bit TR tersebut. Jika kembali ke titik cabang, bit TR
mengembalikan kondisi eksekusi yang telah disimpan.
Penyimpanan kondisi eksekusi pada titik cabang menggunakan bit TR
sebagai operand dari instruksi OUTPUT. Kondisi eksekusi ini kemudian
dikembalikan setelah mengeksekusi instruksi sisi kanan dengan
menggunakan bit TR yang sama sebagai operand dari instruksi LOAD.
Gambar 13 Penggunaan Bit TR
Contoh berikut ini menunjukkan penggunaan dua bit TR yaitu TR0 dan
TR1 pada sebuah program.
Gambar 14 Penggunaan Dua Bit TR
g. Instruksi Timer
Instruksi Timer digunakan untuk operasi tunda waktu. Ia memerlukan dua
operand yang terletak pada dua baris instruksi, yaitu baris pertama untuk
nomor timer dan yug kedua untuk settig waktu (SV = Set Value). Meskipun
demikian, instruksi Timer terletak dalam satu alamat.
Nomor Timer dipakai bersama untuk nomor Counter. Nomor Timer/
Counter hanya boleh digunakan sekali. Maksudnya, sekali nomor
Timer/Counter telah digunakan, ia tidak boleh digunakan untuk instruksi
Timer/Counter yang lain. Tetapi, nomor timer sebagai operand suatu
kontak dapat digunakan sebanyak yang diperlukan.
Banyaknya nomor Timer/Counter bergantung kepada tipe PLC. Misalnya,
PLC OMRON CPM1A, terdapat 128 nomor, yaitu dari 000 sampai dengan
127. tidak diperlukan awalan apapun untuk menyatakan nomor timer.
Tetapi, jika nomor timer sebagai operand suatu kontak harus diberi awalan
TIM.
SV dapat berupa konstanta atau alamat channel/words. Jika channel
daerah IR sebagai unit input dimasukkan sebagai alamat channel, unit
input ini harus disambung sedemikian sehingga SV dapat diset dari luar.
Timer/ Counter yang disambung dengan cara ini hanya dapat diset dari
luar dalam mode MONITOR atau RUN. Semua SV, termasuk yang diset
dari luar harus dalam BCD (Binary Coded Decimal), yaitu bilangan
desimal yang dikode biner. Penulisan SV harusdiawali dengan tanda #.
Gambar 16 Diagram Waktu Instruksi Timer
Timer bekerja saat kondisi eksekusinya beralih ke on dan direset (ke SV)
saat kondisi eksekusinya beralih ke off. Jika kondisi eksekusi lebh lama
daripada SV, completion flag, yaitu tanda yang menunjukkan hitungan
waktu telah berakhir, tetap on hingga Timer direset. Timer akan reset jika
trletak pada bagian program interlock saat kondisi eksekusi instruksi
interlock (IL) off, dan saat terjadi pemutusan daya.
Jika dikehendaki timer tidak reset oleh dua keadaan tersebut, maka bit
pulsa clock pada daerah SR untuk mencacah Counter yang menghasilkan
Timer menggunakan instruksi Counter.
SV mempunyai harga antara 0000 sampai dengan 9999 (BCD) dalam
satuan deci-detik. Jadi, misalnya menghendaki 10 detik, maka nilai SV
harus 100. Jika SV dinyatakan tidak dalam BCD, akan muncul pesan
kesalahan.
Di bawah ini diberikan program-program penerapan
timer.
Gambar 17 Contoh program Timer
Pada gambar di atas fungsi timer akan aktif jika kontak 0.00 = on.
Lima detik kemudian (completion flag timer on) kontak TIM 000 akan
aktif “ON”sehingga output 10.00 “ON”. Jika lama kontak 0.00 on
lebih pendek daripada SV, maka completion flag tetap off dan output
10.00 juga tetap off.
Agar dapat aktif meskipun kontak 0.00 hanya on sesaat, gunakan bit
kerja untuk mengendalikan timer secara tidak langsung seperti
ditunjukkan pada program berikut ini.
Gambar 18 Program Tunda On (2)
Gambar 19 Program Tunda On & Off
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam
merancang program kendali, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Jumlah kondisi (kontak) yang digunakan seri atau paralel dan juga
banyaknya perulangan penggunaan suatu bit tak terbatas sepanjang
kapasitas memori PLC tidak dilampaui.
2. Diantara dua garis instruksi tidak boleh ada kondisi yang melintas
secara vertikal.
3. Tiap garis instruksi harus memiliki sedikitnya satu kondisi
yang menentukan eksekusi instruksi sisi kanan, kecuali untuk instruksi
END(01), ILC(03) dan JME(05).
4. Dalam merancang diagram ladder harus memperhatikan kemungkinan
instruksi yang diperlukan untuk memasukannya. Misalnya, pada
gambar A di bawah ini diperlukan instruksi OR LOAD. Hal ini dapat
dihindari dengan menggambar ulang diagram ladder seperti gambar B.
5.11 Langkah-langkah pembuatan program
Untuk membuat program kendali PLC ditempuh melalui langkah-langkah
sistematis sebagi berikut :
1. Menguraikan urutan kendali
Pembuatan program diawali dengan penguraian urutan kendali. Ini dapat
dibuat dengan menggunakan kalimat-kalimat logika, gambar-gambar,
diagram waktu, atau bagan alir (flow chart).
2. Menetapkan bit operand untuk peralatan input/ output.
Bit operand untuk peralatan input/ output mengacu pada daerah memori
PLC yang digunakan. Bit operand dapat dipilih secara bebas sejauh
berada pada jangkah daerah memori yang dalokasikan. Tetapi,
penggunaan secara bebas sering menjadikan ketidak-konsistenan
sehingga menjadikan program kendali keliru. Oleh sebab itulah
penggunaan bit operand harus ditetapkan sebelum program dibuat.
Inventarisir semua peralatan input dan output yang akan disambung ke
PLC, kemudian tetapkan bit operandnya.
Jumlah bit oprand yang tersedia bergantung kepada tipe PLC yang
dispesifikasikan menurut jumlah input-outputnya. Perbandingan jumlah bit
input dan output pada umumnya 3 : 2. Misalnya PLC dengan I/O 10
memiliki bit input sejumlah 6 dan bit output 4. Di bawah ini diberikan
contoh daerah memori PLC OMRON CPM1A-10CDRA.
Daerah Data Words Bit
Input 0 0.00 – 0.11
IR
(Internal Output 10 10.00 – 10.07
Relay)
Kerja (internal) 200 – 231 200.00 – 231.15
TR (Temporarilly Relay) TR0 – TR7
Timer/counter TC0 – TC7
3. Membuat program kendali
Program kendali PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode
mneumonik. Pemilihan tipe program sesuai dengan jenis alat pemrogram
yang akan digunakan untuk memasukkan program ke dalam PLC. Jika
diguinakan komputer pilihlah diagram ladder dan jika digunakan konsol
pemrogram gunakan kode mneumonik.
5.12 Program Kendali Motor
Terdapat berbagai macam operasi motor induksi, suatu motor yang
paling banyak digunakan sebagai penggerak mesin industri. Tetapi,
hanya ada beberapa prinsip operasi motor induksi yaitu :
Operasi motor satu arah putaran
Operasi motor dua arah putaran
Operasi motor dua kecepatan
Operasi motor start bintang segitiga
Operasi beberapa motor kendali kerja berurutan
5.13 Program Kendali Motor Satu arah Putaran
1. Urutan Kendali Motor
Jika tombol Start ditekan, motor berputar searah jarum jam, dan jika
1)
kemudian tombol Start dilepaskan , motor tetap berputar dalam
arah yang sama. Jika tombol Stop ditekan, motor berhenti berputar.
2. Penetapan Bit I/O
Alat Bit
No Fungsi
input/output operand
1 Tombol Stop 0.00 Menghentikan operasi motor
2 Tombol Start 0.01 Menjalankan motor
2)
3 Kontaktor 10.00 Menghubungkan motor ke jaringan
Keterangan :
1. Kecuali untuk operasi yang sangat khusus, secara umum operasi
menjalankan motor adalah dengan menekan tombol Start dan jika
kemudian tombol ini dilepas motor akan tetap berputar. Maka,
selanjutnya untuk menjalankan motor cukup disebutkan dengan
menekan tombol Start saja.
2. Motor berdaya kecil dapat disambung langsung ke PLC. Tetapi, untuk
motor berdaya cukup dengan arus nominal diatas kemampuan PLC
harus menggunakan kontaktor sebagai penghubung motor ke jaringan.
3. Program Kendali Motor Satu Arah Putaran
Diagram Ladder Mneumonik
0.01 0.00 10.00 Alamat Instruksi Operand
00000 LD 0.01
10.00 00001 OR 10.00
00002 AND NOT 0.00
END(01)
00003 END(01)
Gambar 20 Program Kendali Motor Satu Arah Putaran
5.14 Program Kendali Motor Dua Arah Putaran
1. Urutan Kendali Motor
Jika tombol Forward (FWD) ditekan, motor berputar searah jarum jam
dan jika yang ditekan tombol Reverse (REV), motor berputar berlawanan
arah jarum jam. Tombol STOP digunakan untuk menghentikan operasi
motor setia saat.
2. Penetapan Bit I/O
Alat Bit
No Fungsi
input/output operand
1 Tombol Stop 0.00 Menghentikan operasi motor
2 Tombol Fwd 0.01 Menjalankan motor searah jarum
jam
3 Tombol Rev 0.02 Menjalankan motor berlawanan arh
jarum jam
4 Kontaktor K1 10.00 Kontaktor putaran searah jarum
jam
5 Kontaktor K2 10.01 Kontaktor putaran berlawanan arh
jarum jam
3. Program Kendali PLC
Diagram Ladder Mneumonik
0,00 0,01 10,01 10,00 Alamat Instruksi Operand
00000 LD NOT 0,00
10,00 00001 OUT TR0
00002 LD 0,01
0,02 10,00 10,01 00003 OR 10,00
00004 AND LD
10,01 00005 AND NOT 10,01
00006 OUT 10
00007 LD TR0
END(01) 00008 LD 0,02
00009 OR 10,01
00010 AND LD
00011 AND NOT 10,00
00012 OUT 10,01
00013 END(01)
Gambar 21 Program Kendali Motor Dua Arah Putaran
5.15 Program Kendali Motor Sistem Start Bintang Segitiga
1. Urutan Kendali Motor
Jika tombol Start ditekan, motor berputar dalam sambungan bintang. Lima
detik kemudian, motor berputar dalam sambungan segitiga. Tombol Stop
untuk menghentikan operasi motor setiap saat.
2. Penetapan Bit I/O
Alat Bit
No Fungsi
input/output operand
1 Tombol Stop 0.00 Menghentikan operasi motor
2 Tombol Start 0.01 Menjalankan motor
3 Kontaktor K1 10.00 Kontaktor utama
4 Kontaktor K2 10.01 Kontaktor bintang
5 Kontaktor K3 10.02 Kontaktor segitiga
3. Program Kendali PLC
Diagram Ladder Mneumonik
0.00 0.01 10.02 TIM000 10.01 Alamat Instruksi Operand
00000 LD NOT 0.00
10.01 TIM 00001 OUT TR0
000 00002 LD 0.01
#050
00003 OR 10.01
10.01 10.00 00004 AND LD
00005 AND NOT 10.02
10.00 00006 AND NOT TIM000
00007 #050
10.00 10.01 10.02 00008 OUT 10.01
00009 LD TR0
00010 LD 10.01
END(01) 00011 OR 10.00
00012 AND LD
00013 OUT 10.00
00014 LD TR0
00015 AND 10.00
00016 AND NOT 10.01
00017 OUT 10.02
00018 END(01)
Rangkuman
1. Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu alamat, instruksi dan
operand.
2. Program PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode mneumonik.
Pemilihan tipe program ditentukan oleh alat pemrogram yang akan
digunakan.
3. Untuk dapat membuat program kendali PLC, pemrogram harus
memahami struktur daerah memori PLC yang akan digunakan. Daerah
memori PLC berbeda-beda sesuai dengan tipe PLC.
4. Memahami instruksi pemrograman memegang peranan paling penting
dalam pembuatan program kendali. Terdeapat banyak sekali instruksi
pemrograman, tetapi tidak semua instruksi dapat duterapkan pada
semua tipe PLC.
5. Setiap program selalu diawali dengan instruksi LOAD dan diakhiri
dengan instruksi END. Tanpa instruksi END program tidak dapat
dieksekusi.
6. Program dieksekusi dengan menscan mulai dari alamat terendah hingga
ke alamat tertinggi yaitu instruksi END. Pada diagram ladder ini berarti
program dikesekusi mulai dari atas ke bawah bila garis instruksi
bercabang, dan kemudian ke kanan hingga mengeksekusi instruksi sisi
kanan.
7. Pembuatan program PLC harus dilakukan secara sistematis, yaitu
mendeskripsikan sistem kendali, menetapkan operand untuk alat input/
output, baru membuat program.
8. Banyak sekali variasi program kendali motor sebagai penggerak mesin.
Tetapi, untuk operasi motor induksi, suatu motor yang paling banyak
digunakan sebagai penggerak mesin, secara prinsip hanya ada beberapa
operasi motor yaitu operasi motor satu arah putaran, operasi dua arah
putaran, operasi dua kecepatan, operasi dengan start bintang segitiga,
operasi berurutan dan operasi bergantian.
Tes Formatif
1. Apa yang dimaksud dengan program ?
2. Sebutkan dua macam bentuk program kendali PLC !
3. Sebutkan unsur-unsur sebuah program !
4. Sebutkan enam macam instruksi diagram ladder !
5. Bilamana bit TR digunakan dalam pembuatan program?
6. Instruksi manakah yang digunakan untuk operasi penundaan waktu ?
7. Apa yang dimaksud dengan SV (Set Value) ?
8. Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan operand !
9. Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan kondisi !
10. Mengapa bit operand untuk perlatan I/O harus ditetapkan terlebih
dahulu sebelum membuat diagram ladder ?
11. Konversikan program diagram ladder berikut ini menjadi program
mneumonik !
Alamat Instruksi Operand
00000 LD NOT 0.00
00001 OUT TR 0
00002 AND LD 0.01
00003 OUT 10.00
00004 LD NOT TR 0
00005 AND 0.02
00006 OUT 10.01
15. Konversikan program mneumonik berikut ini menjadi program diagram
ladder !
0.00 0.01 TIM001 10.00
10.00
TIM
001
TIM004 #100
KEGIATAN 3
TRANSFER PROGRAM KE DALAM PLC
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah pemelajaran siswa dapat menggunakan software CX-Programmer
untuk:
a. Membuat program diagram ladder
b. Mentransfer program ke dalam PLC
B. Uraian Materi
1. Mode operasi PLC
2. Konfigurasi hardware transfer program ke PLC
3. Memprogram menggunakan CX-Programmer
C. Alokasi Waktu
4 jam pelajaran
D. Metode Pembelajaran
Teori dan Praktek
E. Media pembelajaran
- PC/Notebook
- Windows 7
- CX Programmer
MEMASUKKAN PROGRAM KE DALAM PLC
5.16 Mode Operasi PLC
Operasi PLC dikategorikan dalam tiga mode yaitu: PROGRAM,
MONITOR, dan RUN. Pilihan mode operasi harus dipilih dengan tepat
sesuai dengan aktifitas dalam sistem kendali PLC.
Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program,
menghapus memori, atau mengecek kesalahan program. Pada mode ini,
program tidak dapat dieksekusi/ dijalankan.
Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem, seperti memonitor
status operasi, melaksanakan instruksi force set dan force reset bit I/O,
merubah SV (Set Value) dan PV (Present Value) timer dan counter,
merubah data kata, dan mengedit program online.
Mode RUN digunakan untuk menjalankan program. Status operasi PLC
dapat dimonitor dari peralatan pemrogram, tetapi bit tdk dapat di paksa
set/ reset dan SV/PV timer dan counter tidak dapat diubah.
5.17Konfigurasi hardware transfer program ke PLC
1. Alat Pemrogram
Ada beberapa jenis alat untuk memasukkan program ke dalam PLC
yaitu komputer yang dilengkapi dengan software ladder misalnya CX-
Programmer, Konsol Pemrogram, dan Programmable Terminal. Dengan
software ladder CX-Programmer, program yang dimasukkan ke dalam
PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik..
2. Sambungan Alat Pemrogram
PLC dapat disambung ke Konsol Pemrogram atau komputer dengan
software ladder seperti CX-Programmer, SSS (Sysmac Support
Software) atau Syswin, dan Programmable Terminal.
Komunikasi Host Link adalah komunikasi antara PLC dan komputer yang
didalamnya diinstal software ladder. Komputer dapat disambung ke port
peripheral atau port RS-232C PLC. Port peripheral dapat beroperasi dalam
mode Host Link atau mode peripheral bus. Port RS-232C beroperasi hanya
dalam mode Host Link
Komputer dapat disambung ke port peripheral PLC dengan adapter
RS-
232C : CQM1-CIF02 atau CPM1-CIF01.
Gambar 2 Sambungan komunikasi Host Link
3. Memasukkan Program Menggunakan CX-Programmer
CX Programmer adalah software ladder untuk PLC merk OMRON. Ia
beroperasi di bawah sistem operasi Windows, oleh sebab itu
pemakai software ini diharapkan sudah familier dengan sistem operasi
Windows antara lain untuk menjalankan software program aplikasi,
membuat file, menyimpan file, mencetak file, menutup file, membuka file,
dan keluar dari (menutup) software program.
Ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi untuk
bisa mengoperasikan CX Programmer secara optimal yaitu:
Komputer IBM PC/AT kompatibel
CPU Pentium I minimal 133 MHz
RAM 32 Mega bytes
Hard disk dengan ruang kosong kurang lebih 100 MB
Monitor SVGA dengan resolusi 800 x 600
5.18 Memprogram menggunakan CX-Programmer
a. Menjalankan CX Programmer
Ada banyak cara untuk menjalankan suatu software termasuk CX
Programmer. Berikut ini ditunjukkan cara umum menjalankan software
dalam sistem operasi Windows.
Klik tombol Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CX-
Programmer. Akan tampil Layar CX Programmer sebagai berikut:
Gambar 4 Layar interface utama
Ada beberapa menu/command yang perlu diketahui pada layar CX-
Programmer utama yaitu:
Menu/Command Fungsi
File>New Membuat file baru
File>Open Membuka file
File>Exit Keluar dari CX-Programmer
View>Toolbar Menampilkan/ menyembunyikan
toolbar Tool>Option Mengatur beberapa opsi :
Help Topic Meminta penjelasan menurut topik
Help Content Meminta penjelasan menurut isi
b. Membuat file baru
Klik File, New untuk membuat file [Link] dialog Change PLC
ditampilkan
Gambar 5. Kotak dialog merubah PLC
Pada kotak Device Type, klik tanda untuk memilih tipe PLC yang akan
digunakan. Kemudian klik Setting untuk memilih jumlah input/output PLC.
Kotak dialog Device Type Setting ditampilkan.
Gambar 6. Kotak dialog Device Type Setting
Pada General, CPU Type, klik tand untuk memilih jumlah I/O PLC, OK.
Kembali ke kotak dialog Change PLC, pilih OK. Layar CX-Programmer
ditampilkan.
Gambar 7. Layar CX-Programmer
Secara default ada tiga window tampil secara bersamaan,
yaitu:
1) Window diagram ladder
Tempat untuk mengerjakan (menggambar) diagram
ladder.
2) Window Project Workspace
Window Project Workspace (Ruang Kerja Proyek) menampilkan proyek
sebagai struktur hierarkhi antara PLC dan rincian program.
Penjelasan beberapa obyek dalam struktur ini sebagai berikut:
PLC Menampilkan dan merubah tipe PLC, menampilkan mode
operasi PLC
Symbols Global Menampilkan simbol global, yaitu simbol yang
digunakan secara umum untuk semua program. Yang
dimaksud symbols adalah operand dalam daerah memori PLC.
Program Menampilkan nama program (proyek)
Symbol Local Menampilkan simbol lokal, yaitu simbol
yang digunakan hanya pada program yang sedang aktif.
Section Menampilkan/ menyembunyikan tampilan diagram
ladder.
3) Window Output
Window output akan menampilkan kesalahan dalam menulis diagram
ladder. Kesalahan juga ditunjukkan secara langsung dalam window
diagram ladder, dimana akan muncul tampilan warna merah pada bagian
program yang salah.
1. Menggambar Diagram Ladder
CX-Programmer membebaskan pemakai untuk membuat program dalam
bentuk diagram ladder atau mneumonik. Tetapi, akan lebih baik
menggunakan program diagram ladder.
Pemakai juga dibebaskan untuk menggunakan operasi toolbar, atau
shortcut keyboard. Fungsi masing-masing toolbar dan shortcut ditunjukkan
pada tabel berikut ini :
Menu/ Comand Toolbar Shortcut
Insert>Contact>Normally Open
C
Insert>Contact>Normally Closed
Insert>Vertical>Up
/
Insert>Vertical>Down
U
Insert>Horizontal
V
Insert>Coil>Normally Open
-
Insert>Coil>Normally Closed
O
Insert>Instruction
Q
I
Misalnya, program ladder di bawah ini akan dibuat menggunakan
CX- Programmer !
0.01 0,00 10,00
10,00
END(01)
Gambar 8. Program Diagram ladder
Lakukan prosedur persiapan hingga tampil layar CX-Programmer seperti
dijelaskan diatas.
1) Tempatkan kursor pada sel kiri atas. Klik Insert > Contact > Normally
Open atau , maka muncul kotak dialog New Contact
Gambar 9. Kotak dialog New Contact
Pada kotak Name or address, ketik „1‟ untuk menulis operand 0.01.
Klik OK atau tekan Enter. Kursor akan bergeser ke kanan satu sel.
2) Klik Insert > Contact > Normally Closed atau , ketik „0‟ untuk
menulis operand 0.00, Klik OK atau tekan Enter.
3) Klik Insert > Coil > Normally Open atau , maka muncul kotak
dialog New Coil :
Gambar 10. Kotak dialog New Coil
4) Ketik „1000‟ untuk menulis operand 10.00. Klik OK atau tekan Enter.
5) Tekan Enter, untuk menambah baris pada rung yang sama. Kursor
berpindah ke awal baris baru.
6) Klik Insert > Contact > Normally Open atau , ketik „1000‟, OK.
7) Klik Insert > Vertical > Up atau diantara kontak NO 0.01 dan
kontak NC 0.00.
8) Tekan tombol Esc untuk menon-aktifkan toolbar yang sedang aktif.
Pindahkan kursor ke awal rung baru dengan menggunakan tombol
anak panah. Begitu kursor berpindah ke rung baru, diagram ladder
secara otomatis mengembang ke kanan.
9) Klik Insert > Instruction untuk menulis instruksi lainnya.
Muncul kotak dialog Instruction sebagai berikut:
Gambar 11. Kotak dialog Instruction
Ketik END pada kotak Instruction, OK. Pindahkan kursor ke rung baru.
Seperti tadi, instruksi END mengembang ke kanan otomatis.
2. Menyimpan File
1. Klik File Save atau untuk menyimpan file. Muncul kotak dialog
Save CX-Programmer File.
2. Klik pada kotak Save input untuk memilih tempat memori dimana
file akan disimpan. Misalkan file akan disimpan di floppy disk, maka
pilih 3½ Floppy (A:).Pada kotak File Name, tulis nama file,
misalnya
„M1A‟.
Pada kotak Save input type, klik untuk memilih tipe file. Pilih CX-
Programmer Project Files, lalu klik . Sekarang, file
proyek telah disimpan dalam memori dan file ini dapat diakses
setiap saat untuk ditindak-lanjuti.
3. Menutup File
Klik File> close untuk menutup file.
4. Membuka file proyek
1. Klik File>Open atau untuk membuka file yang pernah dibuat.
Klik pada kotak Save input tempat dimana file disimpan.
2. Klik pada kotak file name untuk memilih nama-nama file yang
ada pada memori.
3. Klik pada kotak file of type untuk memilih tipe file, lalu klik ,
maka file yang dipilih akan dibuka.
5. Mentransfer program ke dalam PLC
Operasi pemrograman PLC dibedakan menjadi operasi offline dan
operasi online. Operasi offline adalah kegiatan pemrograman yang tidak
memerlukan unit PLC, misalnya membuat diagram ladder, menyimpan
file. Operasi online adalah kegiatan pemrograman yang tidak dapat
dilakukan tanpa adanya unit PLC, misalnya mentransfer program,
memonitor program, dan menjalankan program.
Transfer program dibedakan menjadi dua yaitu: Download dan Upload.
Download adalah pemindahan program dari komputer ke PLC,
sedangkan upload adalah pemindahan program dari PLC ke komputer.
Operasi transfer program hanya dapat dilakukan dalam mode operasi
PROGRAM. Jika PLC tidak dalam mode ini, CX-Programmer akan
merubah mode secara otomatis.
Prosedur transfer program dari komputer ke PLC (Download) sebagai
berikut :
1) Klik menu PLC > Work Online, untuk beralih ke operasi online.
Pada layar muncul pesan meminta konfirmasi untuk beralih ke
operasi online.
Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Latar belakang layar diagram
ladder berubah menjadi gelap yang menunjukkan anda sedang
berada pada operasi on-line.
2) Klik menu PLC > Transfer > To PLC untuk mendown-load program.
Muncul kotak dialog yang meminta penjelasan apa saja yang akan di
transfer: program atau setting, atau keduanya. Setelah dipilih, klik
OK.
Gambar 12. Download option
Kotak dialog konfirmasi transfer program ditampilkan. Konfirmasi ini
penting karena perintah transfer program akan berpengaruh terhadap
PLC yang disambung.
3) Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Pada layar ditunjukkan operasi
transfer program sedang berlangsung. Jika selesai, ada informasi:
Download [Link] “OK”Program anda sekarang sudah ada
di PLC.
Rangkuman
1. Ada tiga mode operasi PLC yaitu mode PROGRAM, MONITOR, dan
RUN. Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit
program, menghapus memori, atau mengecek kesalahan program. Mode
MONITOR digunakan menguji operasi sistem. Mode RUN digunakan
untuk menjalankan program.
2. Ada beberapa jenis alat pemrogram antara lain CX-Programmer, Konsol
Pemrogram, dan Programmable Terminal.
3. Dengan software ladder CX-Programmer, program yang dimasukkan ke
dalam PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik,
tetapi Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program dalam
bentuk kode mneumonik.
4. Memasukkan program ke dalam PLC menggunakan CX-Programmer
melalui prosedur membuat diagram ladder, baru mentransfer program.
300
300
Tes Formatif
1. Sebutkan tiga jenis alat yang digunakan untuk memprogram PLC!
2. Apakah perbedaan utama antara pemrograman PLC menggunakan
software ladder dan menggunakan Konsol Pemrogram?
3. Sebutkan software komputer untuk memprogram PLC merk OMRON!
4. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi Host Link?
5. Sebutkan lima syarat komputer untuk dapat digunakan
mengoperasikan software CX-Programmer secara optimal!
6. Sebutkan perintah standar dalam CX Programmer untuk:
a. Mengambar kontak NO
b. Menggambar kontak NC
c. Menggambar garis horisontal
d. Menggambar garis vertikal ke bawah
e. Menggambar garis vertikal ke atas
f. Menggambar kumparan
g. Menggambar instruksi END
h. Beralih dari operasi offline ke online
i. Merubah mode operasi PLC
j. Mentransfer program dari komputer ke PLC
7. Apakah syarat-syarat untuk dapat mentransfer program dari komputer ke
dalam PLC?
8. Apakah yang dimaksud dengan download?
9. Indikator apakah yang menunjukkan bahwa operasi transfer program
telah berhasil?
301
301
Daftar
Pusta
ka
Andrianto, Heri. “Pemrograman Mikrokontroller AVR ATMega 16
Menggunakan bahasa C (Code Vision)”, Bandung, Informatika.
Putra, Agfianto Eko. “Tip dan Trik Mikrokontroller AT89 dan AVR Tingkat
Pemula Hingga Lanjut”. Gaya Media. Yogyakarta,2010.
Putranto, Agus. “Memprogram Peralatan Sistem Otomasi Elektronik yang
Berkaitan dengan I/O berbantuan Mikrokontroller ATmega8535 ”., Malang,
2008.
Putranto, A. “Teknik Otomasi Industri Untuk Sekolah Menengah Kejuruan”.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah dan Kejuruan. Jakarta, 2008.
[Link]
302
302