0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan10 halaman

ISIP4212

Buku jawaban ujian (BJU) tersebut berisi identitas dan petunjuk pengisian untuk ujian akhir semester (UAS) take home exam (THE) mata kuliah SKOM4212 pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka tahun 2021/2022. BJU tersebut berisi identitas mahasiswa, tanggal ujian, surat pernyataan kejujuran, dan petunjuk pengisian jawaban ujian.

Diunggah oleh

Aisha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan10 halaman

ISIP4212

Buku jawaban ujian (BJU) tersebut berisi identitas dan petunjuk pengisian untuk ujian akhir semester (UAS) take home exam (THE) mata kuliah SKOM4212 pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka tahun 2021/2022. BJU tersebut berisi identitas mahasiswa, tanggal ujian, surat pernyataan kejujuran, dan petunjuk pengisian jawaban ujian.

Diunggah oleh

Aisha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2021/22.2 (2022.1)

Nama Mahasiswa : Aisha Nor FItria Cholifa

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042970293

Tanggal Lahir : 08/12/1999

Kode/Nama Mata Kuliah : SKOM4212

Kode/Nama Program Studi : Ilmu Komunikasi

Kode/Nama UPBJJ : 45/`Yogyakarta

Hari/Tanggal UAS THE : 18/06/2022

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Aisha Nor FItria Cholifa


NIM : 042970293
Kode/Nama Mata Kuliah : SKOM4212
Fakultas : FHISIP
Program Studi : Ilmu Komunikasi
UPBJJ-UT : 45/Yogyakarta

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
25, Juni 2022

Yang Membuat Pernyataan

Aisha Nor Fitria Cholifa


1. a. . Telusuri secara online peraturan perUUan tersebut. Sebutkan UU
tersebut dan pasalnya serta jelaskan isi dari UU yang mengatur mengenai
demonstrasi tersebut?
Menurut pasal 170 KUHP yang mengisyaratkan bahwa unjuk rasa yang berakibat
kerusakan fasilitas umum dapat dikualifikasi sebagai pelanggaran.
Artinya, barang siapa secara terang-terangan dan secara bersama-sama menggunakan
kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama
lima tahun enam bulan (KUHP 336), dan yang bersalah diancam pertama dengan
pidana penjara paling lama tujuh tahun, bila la dengan sengaja menghancurkan barang
atau bila kekerasan yang digunakan itu mengakibatkan luka-luka
Kemudian dalam Pasal 73 UU Nomor 39 Tahun 1999 juga mengatur tentang kebebasan
dalam menyampaikan pendapat namum hal itu juga harus diserai oleh nilai nilai
ketertiban umum.
Pasal 28 UUD 1945 telah menjamin bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
undang-undang.
Barangsiapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang
atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. (K.U.H.P. 336).
Sumber :
https://www.republika.co.id/
www.mkri.id
kumparan.com, bbc.com
b. Urutkan peraturan perUUan tersebut dari peraturan yang tertinggi (UUD 1945)
sampai dengan peraturan pelaksananya?
• UUD 1945

merupakan hukum dasar tertulis yang terdiri dari pembukaan (empat alinea) dan pasal-
pasal yang berjumlah 37 pasal.
Undang-undang republik indonesia (uu) nomor 9 tahun 1998 (9/1998) tentang
kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum
❖ bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi
manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi
Universal Hak-hak Asasi Manusia;
❖ bahwa kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di
muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
❖ bahwa untuk membangun negara demokrasi yang menyelenggarakan keadilan
sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya suasana yang aman,
tertib dan damai;
❖ bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggung jawab
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
❖ bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c,
dan d, perlu dibentuk Undang-undang tentang Kemerdekaan Menyampaikan
Pendapat di Muka Umum;
adapun hal – hal yang perlu dipenuhi saat mengikuti atau melakukan proses
demonstrasi yaitu:

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:


1. Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk
menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan
bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
2. Di muka umum adalah dihadapan orang banyak, atau orang lain termasuk juga di
tempat yang dapat didatangi dan atau dilihat setiap orang.
3. Unjuk rasa atau Demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih
untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratif
di muka umum. 4.Pawai adalah cara penyampaian pendapat dengan arak-arakan di
jalan umum.
5. Rapat umum adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan
pendapat dengan tema tertentu.
6. Mimbar bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang
dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.
7. Warga negara adalah warga negara Republik Indonesia.
8. Polri adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dan pasal yang mengatur bila proses demontrasi tidak sesuai dengan peraturab undang
– undang :
Pasal 14 Pembatalan pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum disampaikan
secara tertulis dan langsung oleh penanggung jawab kepada Polri selambat-lambatnya
24 (dua puluh empat) jam sebelum waktu pelaksanaan.
BAB V SANKSI Pasal 15 Pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum
dibubarkan apabila tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6,
Pasal 9 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 10 dan Pasal 11.
Pasal 16 Pelaku atau peserta pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang
melakukan perbuatan melanggar hukum, dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 17 Penanggung jawab pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang
melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang-undang ini
dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
ditambah dengan 1/3 (satu per tiga) dari pidana pokok.
Sumber : www.bphn.go.id/

2. Almond dan G. Bingham Powell Jr Comparative Politics: Sistem, Process,


and Policy diterbitkan pada tahun 1978. Budaya didefinisikan Almond
sebagai kepercayaan-kepercayaan, simbol-simbol ekspresif, dan nilai-nilai
yang relevan dalam masyarakat yang ditransmisikan, dipelajari dan dimiliki
bersama; budaya merupakan hasil interaksi di antara manusia. Di Indonesia banyak
sekali budaya politik yang dianut karena bisa dikatakan masyarakat masih ada
golongan pasif dan golongan partisipasi yang tinggi. Ada tiga aspek budaya politik.
Persepsi, kepercayaan, perasaan dan penilaian di antara sesama warga masyarakat;
dan di antara individu dan aktor politik atau di antara kelompok sosial dengan latar
belakang yang beragam juga penting dalam kajian budaya politik. Selain itu budaya
politik mengkaji pula bagaimana individu mengidentifikasikan diri, apakah
kepada kelompok kecilnya atau pada kelompok yang bersifat regional ataukah
nasional,

Ada aspek budaya politik yaitu :

• Orientasi terhadap sistem


menentukan keabsahan (legitimacy) para otoritas politik.
• Orientasi terhadap proses politik
Aspek budaya politik kedua merupakan orientasi terhadap proses politik. Orientasi
kognitif, afektif dan evaluatif merupakan dasar pembentukan tipologi budaya
politik.
• Orientasi terhadap kebijakan publik
Timbal balik yang diberikan oleh publik seperti tanggapan
Ada tiga macam tipe budaya politik berkaitan dengan proses politik menurut Almond
dan Powell, yaitu
• Parochial, bila warga negara tidak memiliki atau kecil sekali tingkat kesadaran
politiknya tentang sistem politik.
• Subjek, bila warga negara yang menjadi bagian dari sebuah sistem politik
nasional memandang ada pengaruh atau potensi pengaruh dari sistem tersebut
pada kehidupan mereka.
• Partisipan, Warga negara dalam kelompok ini mempunyai kesadaran bahwa
mereka dapat mempengaruhi sistem politik, oleh karena itu mereka akan
berusaha untuk terlibat dan menggunakan kesempatan untuk berperan serta
mempengaruhi proses politik.

Contoh budaya politik di Indonesia yaitu:

Budaya Politik Subjek : merupakan kondisi suatu masyarakat yang kurang peduli dan
tidak memiliki kesadaran besar terhadap sistem politik yang berjalan. Dalam budaya
politik subjek, masyarakatnya lebih tertarik pada hasil dari penyelenggaraan politik.
Budaya politik partisipan : Budaya politik ini adalah kondisi suatu masyarakat yang
sadar dan memberikan partisipasi besar pada konstentasi politik di negaranya. Dalam
budaya politik partisipan, masyarakatnya sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga
negara. Masyarakat mempunyai kesadaran dalam menggunakan kesempatan pada hak
pilih.
Alasan saya memilih budaya politik tersebut di Indonesia, karena tidak sedikit warga
yang masih pasif akan politik namun jika melihat lebih luas lagi banyak juga warga
yang memiliki kemajuan pesat mengenai politik dengan tingkat partisipasi yang tinggi.

3. A. Joan Nelson dalam bukunya No Easy Choice, membedakan tipe partisipasi


politis yaitu partisipan yang otonom dan yang dimobilisasi. Setelah membaca
artikel di atas, menurut Anda manakah yang terjadi di Indonesia saat itu?
Menurut saya di Indonesia lebih mempunyai banyak patisipan yang bersifat
otonom karena tidak sedikit masyarakat yang mengikuti pemilu dengan
keinginan diri sendiri. Dengan contoh ikut mendukung salah satu partai di
Indonesia yang tentunya hal itu akan memperngaruhi pemerintah dan orang
lain untuk mendukung sebuah partai yang sama.

b. karena hal yang dilakukan oleh partisipan dapat mempengaruhi siapa saja tidak
terkecuali pemerintah, maka dari itu ada proses check and balances ialah salah satu
prinsip yang ada dalam sebuah negara demokrasi. Artinya, dari tiga pilar
penyelenggaraan kekuasaan (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), terdapat prinsip saling
mengawasi dan mengoreksi, dengan tujuan untuk menghindarkan negara dari sifat
autoritarianisme. Contoh lain check and balance adalah DPR mengawasi kebijakan
pemerintah dengan melakukan interpelasi (meminta keterangan mengenai kebijakan
pemerintah yang penting dan strategis), hak angket (melakukan penyelidikan terhadap
kebijakan yang diduga bertentangan dengan perundang-undangan) dan mengajukan
pemakzulan (impeachment) kepada Mahkamah Konstitusi jika presiden melakukan
pelanggaran berat pada undang-undang dasar. (BMP ISIP4212)
4. A. Menurut Anda, apakah bentuk negara Indonesia yang berbentuk negara kesatuan
sudah tepat? Pendapat saya tentang kesatuan di Indonesia memiliki struktur yang
sederhana jika di bandingkan dengan struktur negara lain. Karena Indonesia juga
memiliki banyak suku dan ras yang semakin mendukung tentang bentuk negara
kesatuan.

b. Alasan yang mendasari indonesia memilih bentuk pemerintahan republik


konstitusional adalah bentuk negara kesatuan republik mengandung isi pokok
pikiran kedaulatan rakyat. Bentuk republik identik dengan kedaulatan rakyat berarti
memiliki dasar yang teguh untuk menyusun sistem pemerintahan berdasarkan
pertanggungjawaban yang luas dan kekal. Kedaulatan rakyat adalah pemerintahan
rakyat yang dijalankan menurut peraturan yang telah dimufakati dengan
bermusyawarah. Sumber: Kompas.com

Anda mungkin juga menyukai