0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
593 tayangan3 halaman

Tugas 3 Logika

Dokumen ini membahas tentang oposisi dan silogisme dalam logika. Terdapat empat jenis oposisi yaitu kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik, dan subalternasi. Kemudian dibahas pula tentang empat jenis silogisme kategori yaitu sub-pre, bis-pre, bis-sub, dan pre-sub beserta contohnya.

Diunggah oleh

rahma tavisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
593 tayangan3 halaman

Tugas 3 Logika

Dokumen ini membahas tentang oposisi dan silogisme dalam logika. Terdapat empat jenis oposisi yaitu kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik, dan subalternasi. Kemudian dibahas pula tentang empat jenis silogisme kategori yaitu sub-pre, bis-pre, bis-sub, dan pre-sub beserta contohnya.

Diunggah oleh

rahma tavisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Rahma Tavisa

Nim : 043928479

Prodi : Ilmu Administrasi Negara

Tugas 3 Logika

1. Oposisi merupakan pertentangan antara dua pernyataan atas dasar pengolahan term yang sama. Oposisi
dalam logika merupakan hubungan logika dua pernyataan atas dasar term yang sama, yang dibedakan
atas empat macam, yaitu oposisi kontrarik, oposisi subkontrarik, oposisi kontradiktorik, dan oposisi
subalternasi.
a. Oposisi kontrarik ialah pertentangan dua pernyataan universal atas dasar term yang sama, tetapi
berbeda kualitasnya. Hukumnya, jika pernyataan yang satu benar yang lain salah dan jika
pernyataan yang satu salah yang lain dapat benar dapat juga salah.
b. Oposisi subkontrarik ialah pertentangan dua pernyataan partikular atas dasar term yang sama, tetapi
berbeda kualitasnya. Hukumnya, jika pernyataan yang satu salah yang lain benar dan jika
pernyataan yang satu benar yang lain dapat benar dapat juga salah.
c. Oposisi kontradiktorik ialah pertentangan antara dua pernyataan atas dasar term yang sama, tetapi
berbeda dalam kuantitas dan kualitasnya. Hukumnya jika pernyataan yang satu benar yang lain
salah dan jika pernyataan yang satu salah yang lain benar.
d. Oposisi subalternasi ialah pertentangan antara dua pernyataan atas dasar term yang sama dan
berkualitas sama, tetapi berbeda dalam kuantitasnya.

Subalternasi ada 2 macam, yaitu subimplikasi dan superimplikasi.

• Subimplikasi ialah hubungan logika penyataan partikular terhadap pernyataan universal atas dasar
term yang sama serta berkualitas sama. Hukumnya jika pernyataan partikular salah yang universal
salah jika pernyataan partikular benar yang universal tidak tentu, mungkin benar mungkin juga
salah.
• Superimplikasi ialah hubungan logika pernyataan universal terhadap pernyataan partikular atas
dasar term yang sama serta kualitas sama. Hukumnya jika pernyataan universal benar yang
pertikular benar jika pernyataan universal salah yang partikular tidak tentu, mungkin benar
mungkin juga salah.
2.
• Oposisi kontrarik : Jika, Semua dosen di UT lulusan universitas dalam negeri, adalah benar
Maka, Semua dosen di UT bukan lulusan universitas dalam negeri, adalah salah
• Oposisi subkontrarik : Jika, Sebagian lulusan UT akan bekerja sebagai pengajar, adalah benar
Maka, Sebagian lulusan UT tidak akan bekerja sebagai pengajar, adalah bisa benar bisa juga
salah
• Oposisi kontradiktorik : Jika, Semua adalah pengajar, diakui benar Maka, Ada sebagian yang
tidak pengajar, diakui salah Atau, jika, Semua bukan pengajar, diakui salah Maka, Ada
sebagian yang pengajar, adalah pasti benar
• Oposisi subalternasi : Jika, Semua adalah pengajar, adalah benar Maka, Ada sebagian yang
pengajar, adalah pasti benar Atau, jika, Semuanya bukan pengajar, terbukti salah Maka,
Sebagian bukan pengajar, adalah mungkin benar mungkin juga salah.

3. Silogisme kategori adalah suatu bentuk penyimpulan berdasarkan perbandingan dua proposisi yang di
dalamnya terkandung adanya term pembanding dan yang dapat melahirkan proposisi lain sebagai
kesimpulan. Silogisme beraturan adalah silogisme kategori yang terdiri atas 3 term. Silogisme kategori
dibedakan menjadi 4 bentuk atau 4 pola :
a) Silogisme Sub-Pre Suatu bentuk selogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama
sebagai subjek dan dalam premis kedua sebagai predikat.
b) Silogisme Bis-Pre Suatu bentuk silogisme yang term pembandingnya menjadi predikat dalam
kedua premis.
c) Silogisme Bis-SubSuatu bentuk silogisme yang term pembandingnya menjadi subjek dalam
kedua premis.
d) Silogisme Pre-SubSuatu bentuk silogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama
sebagai predikat dan dalam premis kedua sebagai subjek

4. Contoh :
a. Silogisme Sub-Pre Contoh 1 : Semua yang dilarang Tuhan mengandung [Link] adalah
dilarang [Link]: Mencuri adalah mengandung dosa. Contoh 2 : Tidak satupun pemuda
tidak setia kepada [Link] pelajar SMA 39 adalah [Link], semua pelajar SMA
39 setia kepada Pancasila.
b. Silogisme Bis-Pre Contoh 1 :Semua tetumbuhan membutuhkan [Link] satu pun benda mati
membutuhkan [Link]: Tidak satu pun benda mati adalah tumbuhan Contoh 2 :Semua kepala
sekolah SMA adalah [Link] satupun buta huruf adalah [Link], tidak satupun buta
huruf adalah kepala sekolah.
c. Silogisme Bis-Sub Contoh 1 :Semua politikus adalah pandai [Link] politikus
adalah sarjana Jadi: Sebagian sarjana adalah pandai berbicara Contoh 2 : Beberapa penduduk
RT 13 terserang flu. Sebagian penduduk RT 13 dapat [Link], sebagian yang dapat
berenang terserang flu.
d. Silogisme Pre-Sub Contoh 1 :Semua pendidik adalah [Link] manusia akan [Link]:
Sebagian yang akan mati adalah pendidik. Contoh 2 :Tidak ada mamalia bernafas dengan
[Link] yang bernafas dengan insang [Link], sebagian yang bersisik bukan
mamalia.

Anda mungkin juga menyukai