0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
580 tayangan8 halaman

Program Bimbingan Konseling SMA 53 Jakarta

Program kerja pelayanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 53 Jakarta Timur tahun 2022 berfokus pada empat bidang utama yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier untuk mencapai visi keberhasilan pribadi, sosial, akademik, dan karier siswa. Program tersebut meliputi pelayanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem untuk membantu siswa dalam mengembangkan potens

Diunggah oleh

priska
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
580 tayangan8 halaman

Program Bimbingan Konseling SMA 53 Jakarta

Program kerja pelayanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 53 Jakarta Timur tahun 2022 berfokus pada empat bidang utama yaitu bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier untuk mencapai visi keberhasilan pribadi, sosial, akademik, dan karier siswa. Program tersebut meliputi pelayanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem untuk membantu siswa dalam mengembangkan potens

Diunggah oleh

priska
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA

PELAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
SMA NEGERI 53 JAKARTA

SMA NEGERI 53 JAKARTA TIMUR

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA

TAHUN 2022
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
pendidikan, mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan harus menyusun kurikulum
yang disebut Kurikulum Tingkat Pendidikan atau KTSP.
Pada penerapan KTSP, Guru Bimbingan Konseling di sekolah memberikan pelayanan
Bimbingan dan Konseling dalam memfasilitasi “Pengembangan Diri” siswa sesuai minat,
bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangannya. Mengingat adanya
keberagaman individu siswa maupun keberagaman kemampuan Guru Bimbingan
Konseling di sekolah maka perlu ditegaskan bahwa pelaksanaan bimbingan konseling di
sekolah harus menyusun program guna mengakomodasi Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tersebut beserta peraturan-
peraturan yang menyertainya.
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnya memuat
struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya program
pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat
setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri
difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga pendidikan yang dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan
melalui kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang berkenaan dengan masalah
diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Bimbingan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara
perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam
bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan
pendukung berdasarkan norma- norma yang berlaku. Bimbingan dan konseling
merupakan upaya proaktif dan sistemik dalam memfasilitasi individu mencapai
perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku efektif, pengembangan lingkungan
perkembangan, dan peningkatan keberfungsian individu dalam lingkungannya. Semua
perilaku tersebut merupakan proses perkembangan yakni proses interaksi antara individu
dengan lingkungan. Pengampu bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan
konseling atau konselor yang merupakan salah satu kualifikasi pendidik.
B. DASAR PENYUSUNAN LAYANAN
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen, pasal 35 ayat (2).
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang
Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan.
5. SKB Mendiknas dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No. 25 tahun 1993
bahwa Guru Pembimbing Wajib membimbing 150 orang siswa minimal sampai
225 orang maksimal.
6. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Departemen Pendidikan Nasioan tentang Pedoman Penghitungan Beban Kerja
Guru.
7. Sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, tentang Pengembangan Diri
diselenggarakan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling serta kegiatan
ekstrakurikuler.
C. BIMBINGAN DAN KOSELING
Visi Layanan Bimbingan dan Konseling
Terwujudnya Catur Sukses, yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses akademis,
dan sukses karir

Misi Layanan Bimbingan dan Konseling


1. Mewujudkan keberhasilan pribadi, meliputi; memiliki keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami diri (self understanding),
memiliki sikap positif, memiliki sikap mandiri secara emosional, sosial dan
ekonomis
2. Mewujudkan keberhasilan sosial, meliputi; memiliki rasa empati, kooperatif,
toleransi, demokratis, berkomunikasi, memiliki hubungan sosial yang positif
3. Mewujudkan keberhasilan akademik, meliputi; memiliki kemampuan dan
keterampilan belajar, memiliki kemauan dan dorongan belajar yang tinggi,
mampu berpikir logis, mampu memecahkan masalah (problem solving),
mampu mengambil keputusan (decision making), kreatif, dan memiliki prestasi
belajar yang baik/tinggi
4. Mewujudkan keberhasilan karir, meliputi; mimiliki bersikap positif terhadap
suatu keterampilan dalam mempersiapkan karir, memiliki perencanaan
lanjutkan studi, memiliki perencanaan dan pengembangan karir

D. Tujuan Penyusunan Program Layanan


● Tujuan umum penyusunan program layanan
Dalam Panduan Umum Pelayanan BK Berbasis Kompetensi (Pusat
Kurikulum, 2002) diuraikan tugas-tugas perkembangan siswa SMA yakni:
1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa
2. Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya, serta
kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
3. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat.
4. Mengembangkan penguasan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan
program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan
tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.
5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
6. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri
secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.
7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan
berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
8. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta
apresiasi seni.
9. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.

● Tujuan Khusus penyusunan program layanan


1. Sebagai pedoman atau panduan bagi guru pembimbing dalam
melaksanakan layanan BK di Sekolah.
2. Untuk memberi arah dalam pelaksanaan layanan BK.
3. Untuk membantu pencapaian program sekolah secara umum dalam upaya
peningkatan mutu di sekolah.
4. Sebagai acuan evaluasi atas pelaksanaan layananan BK dalam rangka
peningkatan mutu layanan BK di sekolah.

BAB II
PROGRAM KERJA PELAYANAN BK

A. Bidang Bimbingan dan Konseling


a. Bidang Bimbingan Pribadi adalah bidang bimbingan yang meliputi
pemantapan keimanan, porensi diri, bakat, minat pemahaman kelemahan diri,
kemampuan pengambilan keputusan sehingga dapat merencanakan kehidupan
yang sehat.
b. Bidang Bimbingan Sosial adalah bidang yang meliputi kemampuan yang
berkomunikasi, berargu mentasi, bertingkah laku sesuai dengan kebiasaan yang
berlaku di rumah dan masyarakat.
c. Bidang Bimbingan Belajar adalah bidang bimbingan yang meliputi
pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif, penguasaan materi,
program belajar di sekolah sesuai dengan kondisi psikis, sosial budaya yang ada
dimasyarakat.
d. Bidang Bimbingan Karier adalah bidang bimbingan yang meliputi pemantapan
pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak
dikembangkan dan dipilih.

B. Pengembangan Diri Dalam Pelayanan Bimbingan Dan Konseling


a. Pelayanan Dasar
● Bimbingan Klasikal
● Pelayanan Orientasi
● Pelayanan Informasi
● Bimbingan Kelompok
● Pelayanan Pengumpulan Data / Aplikasi Instrumentasi

b. Pelayanan Responsip
● Konseling Individu dan Kelompok
● Kolaborasi dengan guru mata pelajaran atau wali kelas.
● Kolaborasi dengan Orang Tua Siswa
● Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah
● Konsultasi
● Konferensi Kasus
● Kunjungan Rumah

c. Pelayanan Perencanaan Individual/Pribadi


● Konseling Individual
● Penempatan Penyaluran

d. Dukungan Sistem
● Manajemen
● Akses Informasi dan Teknologi
● Pengembangan Profesi
● Pengembangan Media Informasi
● Kolaborasi Dengan Guru Mata Pelajaran dan/atau Wali Kelas
C. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling
a. Pemahaman, yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu
untukpengembangan dan pemecahan permasalahan peserta didik meliputi
pemahaman diri dan lingkungannya,
b. Pencegahan (preventif), yang menghasilan tercegahnya atau terhindarnya
peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat
mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-
kerugian tertentu dalam proses perkembangannya,
c. Pengentasan, yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai
permasalahan yang dialami peserta didik,
d. Pemeliharaan dan pengembangan, yang menghasilkan terpelihara dan
terkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka
perkembangannya secara mantap dan berkelanjutan.

D. Pendekatan Layanan Bimbingan dan Konseling


a. Pendekatan krisis, yaitu pemberian layanan bimbingan dan konseling yang
didasarka adanya krisis yang dialami oleh konseli. Tujuannya untuk membantu
peserta didik dalam mengatasi krisis atau masalah yang dihadapi/ dialaminya oleh
konseling.
b. Pendekatan remedial, yaitu membantu mengatasi kelemahan- kelemahan yang
dimiliki oleh peserta didik dan berupaya pemberian remedi terhadap kelemahan-
kelemahan tersebut. Tujuannya untuk memperbaiki kesulitan-kesulitan yang
dialami peserta didik dalam bidang tertentu agar terhindar dari krisis.
c. Pendekatan preventif, yaitu pemberian layanan bimbingan dan konseling yang
menekankan pada pencegahan terjadinya masalah- masalah yang mungkin
dialami oleh konseli. Tujuannya mengantisipasi/mencegah masalah-masalah
umum yang mungkin dialami peserta didik dan mencoba mencegah masalah
tersebut jangan sampai terjadi.
d. Pendekatan perkembangan, yaitu pemberian layanan bimbingan dan konseling
yang menekankan pada identifikasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan
pengalaman yang diperlukan konseli agar berhasil dalam kehidupan akademik,
pribadi-sosial, dan karirnya. Tujuannya adalah membantu peserta didik dalam
mengembangkan kemampuan/potensi yang dimiliki dengan memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan,
dan pengalaman yang diperlukan dalam hidupnya.

E. Strategi Layanan Konseling dan Kegiatan Pendukung

Layanan Konseling meliputi :


a. Layanan Orientasi : layanan yang memungkinkan siswa memahami lingkunagan
baru, terutama lingkungan sekolah, objek-objek yang dipelajari untuk
mempermudah dan memperlancarkan peran siswa
b. Layanan Informasi : Merupakan yang memungkinkan siswa menerima,
memahami, berbagai informasi.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran : Merupakan layanan memungkinkanm
siswa memper- oleh penempatan yang tepat.
d. Layanan Konseling perorangan : Merupakan layanan yang memungkinkan siswa
mendapatkan layanan langsung tatap muka untuk mengentaskan permasalahan.
e. Layanan Bimbingan Kelompok : Merupakan layanan yang memungkinkan
sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh
bahan dan membahas topik tertentu.
f. Layanan Konseling Kelompok : Merupakan layanan memungkinkan siswa
masing-masing anggota kelompok memperoleh kesempatan untuk membahas dan
pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok.
g. Layanan Konsultasi: Merupakan layanan yang memungkinkan seseorang
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara- cara yang perlu dilaksanakan
dalam menangani kondisi dan atau permasalahan orang lain yang menjadi
kepeduliannya.
h. Layanan Mediasi:Merupakan layanan yang memungkinkan fihak-fihak yang
sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan menyelesaikan
permasalahan dan memperbaiki hubungan mereka.

Kegiatan Pendukung meliputi:


a. Aplikasi Instrumentasi: Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan
keterangan siswa
b. Himpunan data: Merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan
keterangan yang relevan dengan pengembangan siswa.
c. Konferensi kasus: Merupakan kegiatan untuk membahas permasalah siswa dalam
suatu pertemuan yang dihadiri oleh
d. pihak-pihak yang dapat memberi keterangan. Pada kegiatan pendukung ini kasus
bersifat terbatas dan tertutup.
e. Kunjungan rumah: Merupakan kegiatan memperoleh data keterangan, kemudahan
dan kemitraan bagi terentaskannya permasalahan siswa.
f. Tampilan Kepustakaan: Merupakan kegiatan dengan menyediakan berbagai
media informasi.

F. Sasaran Penyusunan Porgram

Sasaran utama yang hendak dicapai terhadap penyusunan program BK di sekolah


adalah :
1. Peserta didik kelas X sejumlah 247
2. Peserta didik kelas XI sejumlah 280
3. Peserta didik kelas XII sejumlah 251
BAB III
PENUTUP

Dalam sebuah organisasi ada begitu banyak faktor yang dapat menunjang keberhasilan
program tersebut. Untuk Pelayanan BK itu sendiri Kerjasama antara seluruh warga sekolah
merupakan hal yang sangat dibutuhkan dan penting, karna dapat berpengaruh pada berjalan
tidaknya dan sukses tidaknya suatu program yang telah dirancang.

Mengetahui Jakarta, Juli 2022


Kepala SMA Negeri 53 Jakarta
Koordinator MGBK SMA Negeri 53 Jakarta

Dra. Sri Rukmini Satiti, MPd


Maryati, [Link]
NIP. 196809271998022001
NIP. 196505142016112001

Anda mungkin juga menyukai