Program Bimbingan Konseling SMK 2020
Program Bimbingan Konseling SMK 2020
A. RASIONAL
Bimbingan dan konseling sebagai salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari
pendidikan mendukung Program Penguatan Pendidikan Karakter untuk menyiapkan
Generasi Emas 2045 yang memiliki kecakapan abad 21. Dengan menempatkan
kembali karakter sebagai ruh pendidikan di Indonesia, berdampingan dengan
intelektualitas. Bimbingan dan konseling di sekolah beserta Penguatan Pendidikan
Karakter berperan dalam pembentukan generasi muda yang tangguh, cerdas dan
berkarakter.
Bimbingan dan Konseling adalah konsep yang berasumsi bahwa : (1) Program dan
Konseling merupakan keutuhan yang mencakup berbagai dimensi terkait dan
dilaksanakan secara terpadu, kerjasama personel bimbingan dan konseling dengan
personel lain, keluarga dan masyarakat, (2) layanan bimbingan dan konseling
ditujukan untuk seluruh peserta didik, menggunakan berbagai strategi (Pengembangan
pribadi, dan dukungan sistem), meliputi ragam dimensi (masalah, setting, metode, dan
waktu lama layanan), (3) layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk
mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara optimal, mencegah terhadap
timbulnya masalah, dan berusaha membantu memecahkan masalah peserta didik.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang berada dalam rentang usia anak persiapan
menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi
dalam skala global. Perkembangan ilmu, teknologi, dan seni sebagai hasil cipta, rasa,
dan karsa manusia telah memunculkan berbagai perubahan gaya hidup peserta didik,
termasuk terciptanya tatanan kehidupan masyarakat global. Ilmu pengetahuan dan
teknologi berkembang cepat, berbagai inovasi muncul secara kreatif dalam bingkai
nilai dasar yang berbeda-beda. Perubahan sosial seperti itu terus berubah dan berjalan
secara cepat oleh karena interaksi manusia berada pada ruang tanpa sekat kehidupan
antar bangsa. Perubahan yang cepat serta keberagaman nilai keyakinan, falsafah, dan
budaya menimbulkan konflik sosial. Setiap peserta didik harus memiliki kelengkapan
untuk memanfaatkan kesempatan belajar sepanjang hayat, guna memperluas
pengetahuan, kecakapan, dan sikapnya, untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia
Sisi negatif lainnya dari perkembangan teknologi yakni maraknya pornografi yang
berpengaruh buruk bagi peserta didik dalam hal perkembangan moral. Namun
demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri
dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di
SMK PARAMARTA 2 Seputih Banyak. Dari berbagai problem yang ada, masih
terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh
peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan
minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni, dan lainnya. Di
samping itu, daya dukung yang tersedia di SMK PARAMARTA 2 Seputih Banyak
dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung oleh sebagian besar orang tua/wali
peserta didik memiliki profesi beragam dan bersedia untuk berkontribusi dengan
kemampuan profesionalnya masing-masing.
B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang
harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor
29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.
2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam
melaksanakan tugasnya, guru Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan penyusunan
instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah
(DCM), Inventori Tugas Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP), Identifikasi Kebutuhan
dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan
dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan peserta didik.
Angket masalah Konseli atau peserta didik di SMK PARAMARTA 2 Seputih Banyak, menggunakan Angket Kebutuhan Peserta Didik
diolah dengan AplikasiAngket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) karena sesuai dengan lingkungan dan masalah/kebutuhan peserta didik di
sekolah.
BIDANG LAYANAN
BUTIR ANGKET KEBUTUHAN JML
NO PROSENTASE PRIORITAS
PESERTA DIDIK RESPONDEN P S B K
Ket : P : Pribadi
S : Sosial
B : Belajar
K : Karir
NOMOR
JUMLAH
NAMA SISWA L/P %
MASALAH
Kod
Urut Induk
e
1 K1 9239 ADVEN NATANAEL L 19 38,0%
2 K2 9240 AGUS SUMARDI L 16 32,0%
3 K3 9241 ALDO ALVARIZY KRISWANTO L 26 52,0%
4 K4 9242 ANGGHER ADHITTANA L 26 52,0%
5 K5 9243 ANGGI PRAMUDITA L 20 40,0%
6 K6 9244 AZZAKY ESA ERLANGGA L 15 30,0%
7 K7 9245 CHELVEA AGUSTINA P 32 64,0%
8 K8 9246 DEA NOVITA SARI P 31 62,0%
9 K9 9247 DINI ANJELITA P 22 44,0%
10 K10 9249 EKA ASMAWATI P 17 34,0%
11 K11 9250 ENJELITA PRATIWI P 15 30,0%
12 K12 9251 ERLIANA OKTAVIA MAHARANY P 22 44,0%
13 K13 9252 FAIZ KURNIAWAN L 15 30,0%
14 K14 9253 FIRDAUS EDO PUTRANTO L 22 44,0%
15 K15 9254 HAPPY RAHMAWATI P 20 40,0%
16 K16 9255 HIZKIA OKTAVIANO L 21 42,0%
17 K17 9256 I PUTU JASSEN BINTANG A. L 26 52,0%
18 K18 9257 JIANS FRISKA SAFITRI P 22 44,0%
19 K19 9258 KADEK CITRA VALENTINA P 26 52,0%
20 K20 9259 KOMANG REGITA DEVI P 10 20,0%
21 K21 9260 KOMANG TRISA NOVANGGI P 28 56,0%
22 K22 9261 MADE REYNOLD ADI SELLA L 17 34,0%
23 K23 9262 MARSHAL FRANS FAITH WOLF L 14 28,0%
24 K24 9263 NILUH ALAYSIA DESNA P 27 54,0%
25 K25 9264 PUTU MIKHAEL RAMADHANI L 27 54,0%
26 K26 9265 RACHELITA MICERI CORDIAS P 22 44,0%
27 K27 9266 REGIN ERLITA SEPTIANA P 19 38,0%
28 K28 9267 SELFI MUTIANA SARI P 15 30,0%
29 K29 9268 TIA AYU LARASATI P 23 46,0%
30 K30 9269 YOSAFAT ALFAMASALE L 9 18,0%
31 K31 9270 ZASKIA PUTRI LESTARI P 20 40,0%
Berdasarkan profil kelas dari hasil angket di atas, permasalahan tertinggi terdapat
pada bidang pribadi sebesar 31,52%, diikuti oleh bidang belajar sebesar 32,14%,
bidang sosial sebesar 22,05% & dan bidang karier sebesar 14,29%. Adapun butir
masalah yang paling tinggi adalah siswa belum paham cara kerja otak kiri dan kanan
oleh 29 konseli, diikuti oleh masalah kadang-kadang saya masih suka menyontek
pada waktu ulangan oleh 26 konseli, dan masalah melakukan eksplorasi bakat secara
3. Deskripsi Kebutuhan
BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
PRIBADI Saya kurang bisa mengartikan dan Mengenal arti dan Tujuan Ibadah
tujuan ibadah kepada Tuhan YME kepada Tuhan YME
Mengenal alasan perlunya Bertindak atas pertimbangan diri
mentaati aturan/norma berperilaku terhadap norma yang berlaku
Saya merasa belum paham etika Memahami etika pergaulan teman
yang baik dan benar dalam sebaya
pergaulan teman sebaya
Saya merasa sulit mematuhi tata Memilki kesadaran untuk mematuhi
tertib di sekolah tata tertib di sekolah
Kadang-kadang saya masih suka Memiliki kesadaran untuk menjauhi
menyontek pada waktu ulangan perbuatan menyontek
Waktu saya banyak dihabiskan Dapat mengendalikan
untuk bermain game atau games ketergantungan pada game/games
online online
Saya sulit meminta maaf jika Mudah memberi maaf terhadap
melakukan kesalahan terhadap orang lain
orang lain
Saya masih merasa belum Memiliki rasa percaya diri
memiliki rasa percaya diri
Saya belum tahu cara Dapat mengendalikan emosi
mengendalikan emosi
Saya belum tahu cara melakukan Mengetahui cara mengeksplorasi
eksplorasi bakat secara mandiri bakat secara mandiri
Saya masih sering mengalami Memiliki kesehatan jasmani dan
sakit / alergi rohani yang baik
Kondisi keluarga saya sedang Memiliki keluarga yang harmonis
tidak harmonis
Saya sedang mempunyai masalah Dapat menyelesaikan masalah
dengan anggauta keluarga di dengan kekeluargaan
rumah
Saya merasa belum bisa menjadi Dapat menjadi pribadi yang mandiri
pribadi yang mandiri
Rumusan tujuan dibuat berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan atau hasil
deskripsi kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai dan disusun
dalam bentuk prilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli setelah memperoleh
layanan bimbingan dan konseling. Berikut rumusan tujuannya
BIDANG
RUMUSAN KEBUTUHAN TUJUAN LAYANAN
LAYANAN
PRIBADI Mengenal arti dan Tujuan Ibadah Peserta didik/konseli melakukan
kepada Tuhan YME kegiatan ibadah
Bertindak atas pertimbangan diri Peserta didik/konseli memiliki
terhadap norma yang berlaku berprilaku atas pertimbangan diri
terhadap norma yang berlaku
Memahami etika pergaulan teman Peserta didik/konseli dapat
sebaya memahami etika pergaulan teman
sebaya
F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbingan dan konseling di SMK meliputi : (1) layanan dasar,
(2) layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4)
dukungan sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen :
1. Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai
pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan
inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan
4. Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata
kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara
berkelanjutan yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta
didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang
dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya
termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah,
menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat evaluasi,
dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2)
kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang
berfungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi
dilaksanakan sesuai dengan tugasnyasebagai guru kelas dengan diperkaya oleh
kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan konseling untuk
memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling atau konselor.
G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan,
yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan
karir yang merupakan satu kesatuan utuh tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri
individu peserta didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling
ataukonselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima,
mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat
mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan
dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi
(1)memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik
kondisi fisik maupun psikis, (2)mengembangkan potensi untuk mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan
mengatasinya secarabaik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif,
terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang
dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan
lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam
kehidupannya.
BIDANG RUMUSAN
TUJUAN LAYANAN TOPIK/TEMA
LAYANAN KEBUTUHAN
PRIBADI Peserta didik/konseli
Memiliki Kesadaran Dahsyatnya
memiliki Kesadaran
untuk selalu bersyukur keutamaan
untuk selalu bersyukur
pada Tuhan YME bersyukur
pada Tuhan YME
Peserta didik/konseli
Memiliki berprilaku sopan
memiliki berprilaku Sikap sopan santun
dan santun dalam
sopan dan santun dalam dalam kehidupan
kehidupan
kehidupan
Peserta didik/konseli Etika pergaulan
Memahami etika
dapat memahami etika dengan teman
pergaulan teman sebaya
pergaulan teman sebaya sebaya
Peserta didik/konseli
Memilki kesadaran untuk memilki kesadaran
mematuhi tata tertib di untuk mematuhi tata Tata tertib sekolah
sekolah tertib di sekolah
Peserta didik/konseli
Memiliki kesadaran untuk Menyontek,
memiliki kesadaran
menjauhi perbuatan penyebab dan
untuk menjauhi
menyontek solusinya
perbuatan menyontek
Peserta didik/konseli
Dapat mengendalikan
dapat mengendalikan Dampak game
ketergantungan pada
ketergantungan pada online
game/games online
game/games online
Peserta didik/konseli
Mudah memberi maaf Indahnya saling
mampu memberi maaf
terhadap orang lain memaafkan
terhadap orang lain
Peserta didik/konseli
Membangun rasa
Memiliki rasa percaya diri memiliki rasa percaya
peercaya diri
diri
Peserta didik/konseli Kecerdasan emosi
Dapat mengendalikan
dapat mengendalikan dan pengendalian
emosi
emosi diri
Mengetahui cara Peserta didik/konseli Eksplorasi bakat
mengeksplorasi bakat dapat mengetahui cara secara mandiri
secara mandiri mengeksplorasi bakat
Peserta didik/konseli
Memiliki pemahaman
memiliki pemahaman
tentang obat-obat Bahaya narkoba
tentang obat-obat
terlarang dan dapat dan dampaknya
terlarang dan dapat
menjauhinya
BELAJAR menjauhinya
Peserta didik/konseli
Mengetahu cara memilih dapat mengetahui cara Cara memilih
lembaga bimbingan memilih lembaga lembaga bimbingan
belajar yang baik bimbingan belajar yang belajar yang baik
baik
Peserta didik/konseli
Memiliki semangat Menumbuhkan
memiliki semangat
belajar semangat belajar
belajar yang tinggi
Mengetahui cara meraih Peserta didik/konseli Motivasi
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat
dari hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi
kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa
komponen, yaitu :
1. Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
2. Tujuan Layanan
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas
perkembangan atau standar kompetensi kemandirian Konseli
3. Komponenlayanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3)
peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system
4. Strategilayanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan
komponen layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi layanan
yang dapat dilaksanakan adalah bimbingan
5. Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
6. Materi
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
7. Metode
BIDANG
TUJUAN KOMPONEN STRATEGI
LAYANA KELAS MATERI METODE MEDIA EVALUASI EKUIVALENSI
LAYANAN PROGRAM LAYANAN
N
PRIBADI Peserta didik/konseli
Dahsyatnya
memiliki Kesadaran Bimbingan Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X keutamaan 2 JP
untuk selalu bersyukur Klasikal Diskusi Point Hasil
bersyukur
pada Tuhan YME
Peserta didik/konseli
Sikap sopan
memiliki berprilaku Bimbingan Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X santun dalam 2 JP
sopan dan santun Klasikal Diskusi Point Hasil
kehidupan
dalam kehidupan
Peserta didik/konseli
Kelas
memilki kesadaran Tata tertib Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar besar/lintas X 2 JP
untuk mematuhi tata sekolah tanya jawab Point Hasil
kelas
tertib di sekolah
Peserta didik/konseli
Menyontek,
memiliki kesadaran Bimbingan Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X penyebab dan 2 JP
untuk menjauhi Kelompok Diskusi Point Hasil
solusinya
perbuatan menyontek
Disesuaikan Disesuaikan
Peserta didik/konseli dengan dengan
Konseling Indahnya saling Proses dan
mampu memberi maaf Responsif X pendekatan pendekatan 2 JP
Individu memaafkan Hasil
terhadap orang lain yang yang
digunakan digunakan
Peserta didik/konseli
Bimbingan Membangun rasa Ceramah, Slide Power Proses dan
memiliki rasa percaya Dasar X 2 JP
Klasikal peercaya diri Diskusi Point Hasil
diri
Peserta didik/konseli
dapat mengetahui cara Bimbingan Eksplorasi bakat Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X 2 JP
mengeksplorasi bakat Klasikal secara mandiri Diskusi Point Hasil
secara mandiri
Peserta
Kesehatan
didik/konselimemiliki Bimbingan
Reproduksi
pemahaman kesehatan Kelas Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X Remaja, Dampak 2 JP
Reproduksi, serta Besar/Lintas Diskusi Point Hasil
Rokok dan
dampak rokok dan Kelas
Narkoba
Narkoba
Disesuaikan Disesuaikan
Peserta didik/konseli
Menyelesaikan dengan dengan
dapat menyelesaikan Konseling Proses dan
Responsif IX masalah dalm pendekatan pendekatan 2 JP
masalah dengan Individu Hasil
keluarga yang yang
kekeluargaan
digunakan digunakan
Peserta didik/konseli
Bimbingan Mandiri di usia Ceramah, Slide Power Proses dan
dapat menjadi pribadi Dasar X 2 JP
Klasikal remaja Diskusi Point Hasil
yang mandiri
Peserta didik/konseli
Dampak
dapat mengatur waktu Bimbingan Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X handphone 2 JP
penggunaan pada Klasikal Diskusi Point Hasil
medsos
media sosial (medsos)
Peserta didik/konseli Disesuaikan Disesuaikan
mampu Mengendalikan dengan dengan
Konseling Proses dan
mengendalikan Responsif X ketergantungan pendekatan pendekatan 2 JP
Individu Hasil
ketergantungan pada pada handhone yang yang
handhone digunakan digunakan
Peserta didik/konseli Konseling Melakukan 3 kata Disesuaikan Disesuaikan Proses dan
Responsif X 2 JP
mampu melakukan 3 Individu penting dalam dengan dengan Hasil
Disesuaikan Disesuaikan
Peserta didik/konseli
Etika pergaulan dengan dengan
dapat mudah bergaul Bimbingan Proses dan
Responsif X dengan teman pendekatan pendekatan 2 JP
dengan teman di Kelompok Hasil
sebaya yang yang
sekolah
digunakan digunakan
Peserta didik/konseli
dapat memahami Bimbingan Dampak pacaran Ceramah, Slide Power Proses dan
Dasar X 2 JP
dampak positif dan Klasikal dikalangan remaja Diskusi Point Hasil
negatif dari pacaran
Peserta didik/konseli Konseling Keterbukaan Disesuaikan Disesuaikan Proses dan
Responsif X 2 JP
memiliki keterbukaan Individu dalam dengan dengan Hasil
Bulan
Komponen
NO Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni
Sistem Layanan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A. PERSIAPAN
Assesmen
1 X
Kebutuhan
Penyusunan
2 X
Program
Konsultasi
3 X
Program
Penyediaan
4 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Sarana
Pembagian Tugas
5 X
BK
B. PELAKSANAAN
1 LAYANAN
Bimbingan
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
Klasikal
Bimbingan Kelas
X X X X
Besar
Bimbingan
Kelompok
Pengembangan
Media BK
Papan Bimbingan
Leaflet
2 LAYANAN
RESPONSIF
Konseling
disesuaikan dengan Kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
Individu
Konseling
disesuaikan dengan Kebutuhan disesuaikan dengan kebutuhan
Kelompok
DUKUNGAN
4
SISTEM
C. AKUNTABILITAS
Membuat
X X X X X X X X X X X X X
Evaluasi
Menyusun &
Melaporkan
Program
X X X X X X X X X X X X X
Pengemb.
Keprofesian
Konselor
1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi,
yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan
dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi
tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi
hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh
peserta didik yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian
dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / topik/
masalah yang dibahas
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang
dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka
mewujudkan upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam
evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi
kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara membuat
desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari program yang
dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.
K. SARANA PRASARANA
Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk
yang berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan
untuk pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik
individu maupun kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan
konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Masalah Konseli / Aplikasi Angket Masalah Konseli
2) Sosiometri
NO
KEGIATAN VOLUME JUMLAH
.
LAYANAN BK
4 Guru X 10 Siswa X Rp.
1. Kunjungan Rumah Rp. 1.000.00,-
25.000,-
Mengikuti 4 Guru X 2 Kegiatan X Rp.
2. Rp. 400.000,-
MGBK/Pelatihan BK 75.000,-
BAHAN HABIS PAKAI
1. Kertas HVS F4 70 gr 3 Rim X Rp. 50.000,- Rp. 150.000,-