0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan13 halaman

Sejarah dan Jenis Radiasi Nuklir

1. Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan pengetahuan tentang keradioaktifan, mulai dari penemuan sinar X oleh Rontgen hingga penemuan tiga jenis sinar radioaktif oleh Rutherford. 2. Dokumen juga menjelaskan tentang sifat-sifat sinar radioaktif dan ketiga jenis sinar radioaktif yaitu alfa, beta, dan gamma. 3. Selanjutnya dibahas tentang struktur inti atom dan unsur-unsurnya, serta ber

Diunggah oleh

Inike Paramita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan13 halaman

Sejarah dan Jenis Radiasi Nuklir

1. Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan pengetahuan tentang keradioaktifan, mulai dari penemuan sinar X oleh Rontgen hingga penemuan tiga jenis sinar radioaktif oleh Rutherford. 2. Dokumen juga menjelaskan tentang sifat-sifat sinar radioaktif dan ketiga jenis sinar radioaktif yaitu alfa, beta, dan gamma. 3. Selanjutnya dibahas tentang struktur inti atom dan unsur-unsurnya, serta ber

Diunggah oleh

Inike Paramita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Unsur Radioaktif

1. Perkembangan Keradioaktifan

Pada tahun 1895 W.C. Rontgen melakukan percobaan dengan sinar katode. Ia menemukan
bahwa tabung sinar katoda menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus besar yang dapat
menghitamkan film foto. Selanjutnya sinar itu diberi nama sinar X. Sinar X tidak
mengandung elektron, tetapi merupakan gelombang elektromagnetik. Sinar X tidak
dibelokkan oleh bidang magnet, serta memiliki panjang gelombang yang lebih pendek
daripada panjang gelombang cahaya. Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut,
maka Henry Becquerel pada tahun 1896 bermaksud menyelidik sinar X, tetapi secara
kebetulan ia menemukan gejala keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa
garam-garam uranium dapat merusak film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam.
Menurut Becquerel, hal ini karena garam-garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu
sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan radio aktivitas spontan.

Marie Curie merasa tertarik dengan temuan Becquerel, selanjutnya dengan bantuan
suaminya Piere Curie berhasil memisahkan sejumlah kecil unsur baru dari beberapa ton bijih
uranium. Unsur tersebut diberi nama radium. Pasangan Currie melanjutkan penelitiannya dan
menemukan bahwa unsur baru yang ditemukannya tersebut telah terurai menjadi unsur-unsur
lain dengan melepaskan energi yang kuat yang disebut radioaktif.

Ilmuwan Inggris, Ernest Rutherford menjelaskan bahwa inti atom yang tidak stabil
(radionuklida) mengalami peluruhan radioaktif. Partikel-partikel kecil dengan kecepatan
tinggi dan sinar-sinar menyebar dari inti atom ke segala arah. Para ahli kimia memisahkan
sinar-sinar tersebut ke dalam aliran yang berbeda dengan menggunakan medan magnet. Dan
ternyata ditemukan tiga tipe radiasi nuklir yang berbeda yaitu sinar alfa, beta, dan gamma.
Semua radionuklida secara alami memancarkan salah satu atau lebih dari ketiga jenis radiasi
tersebut.

2.Sinar-sinar radioaktif mempunyai sifat-sifat:

1.Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.


2.Dapat mengionkan gas yang disinari.
3.Dapat menghitamkan pelat film.
4.Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5.Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,
dan γ.

3. Macam-macam sinar radioaktif

1. Sinar Alfa (α)

Radiasi ini terdiri dari seberkas sinar partikel alfa. Radiasi alfa terdiri dari partikel-partikel
yang bermuatan positif dengan muatan +2 dan massa atomnya 4. Partikel ini dianggap
sebagai inti helium karena mirip dengan inti atom helium. Sewaktu menembus zat,sinar α
menghasilkan sejumlah besar ion. Oleh karena bermuatan positif partikel α dibelokkan oleh
medan magnet maupun medan listrik. Partikel alfa memiliki daya tembus yang rendah.
Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 –
10 persen kecepatan cahaya.

2.Sinar Beta (β)

Berkas sinar β terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan partikel β identik
dengan elektron. Sinar beta mempunyai daya tembus yang lebih besar tetapi daya pengionnya
lebih kecil dibandingkan sinar α . Berkas ini dapat menembus kertas aluminium setebal 2
hingga 3 mm. Partikel beta juga dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet , tetapi
arahnya berlawanan dari partikel alfa. Selain itu partikel β mengalami pembelokan yang lebih
besar dibandingkan partikel dalam medan listrik maupun dalam medan magnet. Hal itu
terjadi karena partikel β mempunyai massa yang jauh lebih ringan dibandingkan partikel α

3.Sinar Gamma

Beberapa proses peluruhan radioaktif yang memancarkan partikel α atau β menyebabkan inti
berada dalam keadaan energetik, sehingga inti selanjutnya kehilangan energi dalam bentuk
radiasi elektromagnetik yaitu sinar gamma. Sinar gamma mempunyai daya tembus besar dan
berkas sinar ini tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet. Sinar gamma
mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek.
PARTIKEL-PAETIKEL DASAR

Jenis partikel Notasi Muatan (e) Massa (sma)

1
Proton 1 p atau 11H +1 1

1
Neutron 0 n 0 1

0
Partikel β -1 e atau -10β -1 0

0
Positron +1 e +1 0

0
Foton sinar 0 γ 0 0
gamma

0
Foton sinar-X 0 X 0 0

Partikel sinar α  24He atau 24 α +2 4

2
Deutron 1 H atau D +1 2

3
Triton 1 H atau T +1

Struktur Inti

Inti atom tersusun dari partikel-partikel yang disebut nukleon. Suatu inti atom yang diketahui
jumlah proton dan neutronnya disebut nuklida.
 Macam-macam nuklida:

a. Isotop: nuklida yang mempunyai jumlah proton sama  tetapi jumlah neutron berbeda.

Contoh:

b. Isobar: nuklida yang mempunyai jumlah proton dan neutron sama tetapi jumlah proton
berbeda.

Contoh:

c. Isoton: nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama.

Contoh:

Pita Kestabilan

Unsur-unsur dengan nomor atom rendah dan sedang kebanyakan mempunyai nuklida stabil
maupun tidak stabil (radioaktif). Contoh pada atom hidrogen, inti atom protium dan
deuterium adalah stabil sedangkan inti atom tritium tidak stabil. Waktu paruh tritium sangat
pendek sehingga tidak ditemukan di alam. Pada unsur-unsur dengan nomor atom tinggi tidak
ditemukan inti atom yang stabil. Jadi faktor yang memengaruhi kestabilan inti atom adalah
angka banding dengan proton.

Inti-inti yang tidak stabil cenderung untuk menyesuaikan perbandingan neutron terhadap
proton agar sama dengan perbandingan pada pita kestabilan. Bagi nuklida dengan Z = 20,
perbandingan neutron terhadap proton (n/p) sekitar 1,0 sampai 1,1. Jika Z bertambah maka
perbandingan neutron terhadap proton bertambah hingga sekitar 1,5.
Inti atom yang tidak stabil akan mengalami peluruhan menjadi inti yang lebih stabil dengan
cara:

TRANSMUTASI INTI
A. PENEMBAKAN DENGAN PARTIKEL ALFA

Percobaan ini dilakukan oleh EMEST RUTHERFORD (1919) dengan menembakan gas nitrogen
dengan partikel alfa. Hasilnya adalah isotop oksigen

B. PENEMBAKAN DENGAN PARTIKEL PROTON

Percobaan ini dilakukan oleh COCKROFT dan WALTON (1932) dengan menembakan partikel
proton ke inti litium dan nitrogen.

C. PENEMBAKAN DENGAN PARTIKEL YANG MENGHASILKAN PARTIKEL NEUTRON

Percobaan ini dilakukan oleh CHADWICK (1932) dengan menembakan inti berilium (BE)
dengan partikel alfa. Hasilnya adalah isotop karbon-12

D. PENEMBAKAN DENGAN DEUTERON


Deuteron merupakan inti atom deuterium yang analog dengan proton, yaitu inti dari atom
protenium (hidrogen). Deuteron mempunyai kecepatan cukup tinggi sehingga dapat
digunakan sebagai peluru untuk menembak inti atom

E. PENEMBAKAN DENGAN NEUTRON

Percobaan ini dilakukan oleh ENRICO FERMI (1934) dengan menembakan peluru neutron
pada beberapa unsur berat. Kemudian dihasilkan unsur-unsur baru yang sebelumnya tidak
diketahui di alam

Reaksi pada Inti

Reaksi yang terjadi di inti atom dinamakan reaksi nuklir. Jadi Reaksi nuklir melibatkan
perubahan yang tidak terjadi di kulit elektron terluar tetapi terjadi di inti atom. Reaksi nuklir
memiliki persamaan dan perbedaan dengan reaksi kimia biasa. Persamaan reaksi nuklir
dengan reaksi kimia biasa, antara lain seperti berikut.

a. Ada kekekalan muatan dan kekekalan massa energi.

b. Mempunyai energi pengaktifan.

c. Dapat menyerap energi (endoenergik) atau melepaskan energi (eksoenergik).

Perbedaan antara reaksi nuklir dan reaksi kimia biasa, antara lain seperti berikut.

a. Nomor atom berubah.

b. Pada reaksi endoenergik, jumlah materi hasil reaksi lebih besar dari pereaksi, sedangkan
dalam reaksi eksoenergik terjadi sebaliknya.

c. Jumlah materi dinyatakan per partikel bukan per mol.

d. Reaksi-reaksi menyangkut nuklida tertentu bukan campuran isotop.

Reaksi nuklir dapat ditulis seperti contoh di atas atau dapat dinyatakan seperti berikut. Pada
awal dituliskan nuklida sasaran, kemudian di dalam tanda kurung dituliskan proyektil dan
partikel yang dipancarkan dipisahkan oleh tanda koma dan diakhir perumusan dituliskan
nuklida hasil reaksi.

Contoh
ADA BEBERAPA JENIS REAKSI INTI
A. REAKSI PENEMBAKAN

Reaksi ini menggunakan 2 jenis partikel yaitu partikel ringan (alfa, proton, neutron, deuteron)
dan partikel berat (karbon-12, nitrogen-14, oksigen-16).

reaksi penembakan terbagi 2:

a. Reaksi penangkapan

b. Reaksi partikel

B. REAKSI FISI (PEMBELAHAN)

ditemukan oleh OTTO HAHN dan F.STRASSMAN. Pada reaksi fisi terjadi hal-hal sebagai
berikut :

1. inti atom membelah menjadi dua atom lain yang massanya lebih kecil

2. inti atom membelokan energi dalam jumlah besar

3. inti atom memancarkan beberapa neutron

Dari reaksi fisi telah ditemukan lebih dari 200 isotop dari 35 cara sebagai hasil pembelahan
uranium-235. Ditinjau dari sudut kestabilan inti, hasil pembelahan mengandung banyak
proton. Dari reaksi pembelahan inti dapat dilihat bahwa setiap pembelahan inti oleh satu
neutron menghasilkan dua sampai empat neutron. Setelah satu atom uranium-235 mengalami
pembelahan, neutron hasil pembelahan dapat digunakan untuk pembelahan atom uranium-
235 yang lain dan seterusnya sehingga dapat menghasilkan reaksi rantai. Bahan pembelahan
ini harus cukup besar sehingga neutron yang dihasilkan dapat tertahan dalam cuplikan itu.
Jika cuplikan terlampau kecil, neutron akan keluar sehingga tidak terjadi reaksi rantai.
C. REAKSI FUSI (PENGGABUNGAN)

Pada reaksi fusi, terjadi proses penggabungan dua atau beberapa inti ringan menjadi inti yang
lebih berat. Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi lebih besar daripada energy yang
dihasikan reaksi fisi dari unsur berat dengan massa yang sama. Perhatikan reaksi fusi dengan
bahan dasar antara deuterium dan litium berikut.

Reaksi-reaksi fusi biasanya terjadi pada suhu sekitar 100 juta derajat celsius. Pada suhu ini
terdapat plasma dari inti dan elektron. Reaksi fusi yang terjadi pada suhu tinggi ini disebut
reaksi termonuklir. Energi yang dihasikan pada reaksi fusi.

CARA ISOTOP TIDAK STABIL MENCAPAI KESTABILANNYA

Setiap isotop cenderung untuk berada dalam keadaan stabil (jumlah neutron = jumlah
proton). Begitu pula dengan isotop yang tidak stabil (jumlah neutron > jumlah proton).
Bagaimanakah cara isotop tidak stabil mencapai kestabilannya? Isotop-isotop yang tidak
stabil secara alami mencapai kestabilannya dengan cara meluruh, yaitu melepaskan neutron
atau menarik proton. Pada saat meluruh, isotop-isotop tersebut melepaskan radiasi
berupa energi disertai dengan pemancaran partikel. Oleh karena isotop-isotop yang tidak
stabil melepaskan radiasi ketika meluruh untuk mencapai kestabilannya, isotop tidak stabil
bersifat radioaktif dan sering disebut dengan istilah radioisotop. Sifat keradioaktifan ini
ditemukan kali pertama oleh Antoine Becquerel pada 1896. Antoine Becquerel (1852–1908)
adalah seorang ilmuwan Prancis. Penelitiannya dilatarbelakangi oleh rasa ketertarikannya
terhadap sinar X yang ditemukan oleh Roentgen. Saat mempelajari sinar X, ia terhambat pada
satu jenis radiasi penembus yang tak tampak. Pada 1896 dia menemukan bahwa kristal
senyawa uranium dapat memberi bayangan “berkabut” dalam film fotografi.
Akan tetapi, hambatan tersebut mengantarkannya pada suatu temuan baru. Setelah melakukan
beberapa uji coba tambahan, Becquerel menyimpulkan bahwa kristal senyawa uranium
memancarkan radiasi sendiri. (Sumber: Jendela Iptek “Materi “ 1996).

WAKTU PARO

Waktu pAro adalah waktu yang dibutuhkan unsur radioaktif untuk mengalami peluruhan
sampai menjadi 1/2 kali semula (masa atau aktivitas).
Rumus:

Nt = massa setelah peluruhan


N0 = massa mula-mula
T = waktu peluruhan
t( 1)/2 = waktu paro

Contoh:
Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paro 4 jam. Jika semula tersimpan 16 gram unsur
radioaktif, maka berapa massa zat yang tersisa setelah meluruh 1 hari ?

Jawab :

KEGUNAAN ZAT RADIOAKTIF


BIDANG KEDOKTERAN

1. Sterilisasi radiasi 

Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme 
sehinga dapat digunakan untuk sterilisasi alat - alat kedokteran . Sterilisasi 
dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan 
dengan sterilisasi konfensional ( menggunakan bahan kimia ) yaitu : 
A. Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan  mikroorganisme .
B. Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia . 
C. Karena dikemas dahulu baru disterilkan maka alat tersebut tidak 
mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka . Berbeda 
dengan cara konfensional , yaitu disterilkan dahulu baru dikemas , 
dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit  penyakit .

2. Terapi tumor atau kanker

     Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi . Sebenarnya , baik sel nor
mal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih s
ensitif ( lebih mudah rusak ) . Oleh karena itu , sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan 
mengarahkan radiasi secara tepat pada sel - sel kanker tersebut . 

3. Penentuan kerapatan tulang dengan bone densitometer

Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma 
atau sinar - X . Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar - X yang diserap oleh tulang 
yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentraasi mineral kalsium dalam tulang . Perhitung
an tersebut dilakukan oleh komputer yang dipasang pada suatu alat dengan nama bone densit
ometer . Tekhnik ini sangat bermanfaat guna membantu mediagnosis pada kekeroposan tulan
g ( osteoporosis ) yang serng menyerang wanita pada usia menopause ( mati haid ) . 

4. Three dimensional conformal radiotherapy ( 3D CRT ) 

Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi 
telah lama dikenal dengan pengobatan penyakit kanker . Perkembangan tekhnik elektronika 
maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan p
esat dalam teknologi radioterapi . Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generas
i terakahir telah dimungkinkan untuk melakukan radio terapi kanker dengan sangat presisi da
n tingakat keselamatan yang tinggi melaluui kemampuannya yang sangaat selektif unutk me
mbatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi , memformulasikan serta memberika
n paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target . Dengan memanfaatkan teknologi 3D 
CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metode pembedahan dengan menggunakan radia
si pengion sebagai pisau bedahnya ( gamma knife ) . Dengan tekhnik ini kasu - kasus tumor g
anas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konfensional menjadi dapat diatasi dengan baik 
oleh pisau gamma ini , bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa 
merusak jaringan di luar target . 

5. Tekhnik pengaktifan netron 
Tekhnik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama unt
uk unsurunsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil ( Co ,  Cr , Fe , M
n , Se , Si , V , Zn dsb ) . Sehingga kulit ditentukan dengan metode konfensional kelebihan te
khnik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaan nya sangat tinggi . Disini c
ontoh bahan biologic yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron . Penggunaan radioaktif 
dalam bidang kedokteran terutama untuk pendeteksian jenis kelainan di dalam tubuh dan untu
k penyembuhan kanker yang sangat sukar dioperasi menggunakan metode lama . Prinsip radi
oaktif ini juga dimanfaatkan untuk pengetesan kualitas bahan di dalam suatu industri yang da
pat dipergunaakan dengan mudah dan dengan ketelitian yang tinggi .radioisotop yang diguna
kan dalam bidang kedokteran dapat berupa sumber terbuka ( unsealed source ) dan sumber ter
tutup ( sealed source ) . Ketika radioisotop tersebut tidak dapat dipergunakan lagi , maka sum
ber zat radioaktif bekas tersebut sudah menjadi limbah radioaktif .
Adapun juga kerugian zat radioaktif salah satunya pencemaran zat radioaktif :  
Pencemaran zat radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu r
adioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor - reaktor atom serta bom atom . Limbah radioaktif 
adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi 
radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yaang tidak dapat digunakan lagi . Yang pali
ng berbaahaaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha , beta , da
n gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya . Selain itu partikel - parti
kel neutron yang dihasilkan juga berbahaya . Za radioaktif pencemaran lingkungan yang bias
a ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J .apabila ada makhluk hidup yang 
terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi pe
rubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel - sel tubuh makhluk hidup baik 
tumbuh - tumbuhan maupun hewan atau binatang . Efek serta akibat yang ditimbulkan oleh ra
diasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut : pusing - pusing , nafsu makan bekura
ng atau hilang , terjadi diare , badan panas atau demam , berat badan turun , kanker darah atau 
leukimia , meningkatnya denyut nadi atau jantung . 

.      Bidang Hidrologi

1.Mempelajari kecepatan aliran sungai.


2.Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.

  Bidang Biologis

1. Mempelajari kesetimbangan dinamis.


2. Mempelajari reaksi pengesteran.
3. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

Bidang pertanian

1. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul, contoh : Hama kubis


2. Pemuliaan tanaman/pembentukan bibit unggul, contoh : Padi
3. Penyimpanan makanan sehingga tidak dapat bertunas, contoh : kentang dan bawang.

      Bidang Industri

1. Pemeriksaan tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam


2. Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3. Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.

       Bidang Arkeologi


1. Menentukan umur fosil dengan C-14

KERUGIAN ZAT RADIOAKTIF


Paparan radiasi ultraviolet-B yang berlebih terhadap manusia, hewan, tanaman dan
bahan-bahan bangunan dapat menimbulkan dampak negatif. Pada manusia, radiasi UV-B
berlebih dapat menimbulkan penyakit kanker kulit, katarak mata serta mengurangi daya tahan
tubuh terhadap penyakit infeksi. Selain itu, peningkatan radiasi gelombang pendek UV-B
juga dapat memicu reaksi kimiawi di atmosfer bagian bawah, yang mengakibatkan
penambahan jumlah reaksi fotokimia yang menghasilkan asap beracun, terjadinya hujan asam
serta peningkatan gangguan saluran pernapasan.

1.      Pada tumbuhan, radiasi UV-B dapat menyebabkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman
menjadi lambat dan beberapa bahkan menjadi kerdil. Sebagai akibatnya, hasil panen
sejumlah tanaman budidaya akan menurun serta tanaman hutan menjadi rusak.

2.      Pulsa microwaves dapat menimbulkan efek stres pada kimia syaraf otak.

3.      Apabila terjadi lubang ozon, maka sinar UV, khususnya yang jenis UV tipe B yang memiliki
panjang gelombang 290 nm, yang menembus ke permukaan bumi dan kemudian mengenai
orang, dapat menyebabkan kulit manusia tersengat, merubah molekul DNA, dan bahkan bila
berlangsung menerus dalam jangka lama dapat memicu kanker kulit, termasuk terhadap
mahluk hidup lainnya.

4.      Radiasi HP dapat mengacaukan gelombang otak, menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan
hilang memori, pemakaian HP bisa menyebabkan kanker otak.

5.      Beberapa efek negatif yang bisa muncul sebagai akibat radiasi HP antara lain kerusakan sel
saraf, menurunnya atau bahkan hilangnya konsentrasi, merusak sistem kekebalan tubuh,
meningkatkan tekanan darah, hingga gangguan tidur dan perubahan aktivitas otak.

6.      Sebagian besar garis-garis wajah dan kerut/keriput disebabkan oleh pemaparan berlebihan
terhadap sinar UV, baik UVA yang bertanggung jawab atas noda gelap, kerut/keriput, dan
melanoma maupun UVB yang bertanggung jawab atas kulit terbakar dan karsinoma.

7.      Dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik : keluhan nyeri di bagian
kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat dengan
peralatan elektronik atau menara pemancar.

Bahaya Gelombang Elektromagnetik

1.    Dapat menyebabkan kanker kulit (Sinar ultraviolet).


2.    Dapat menyebabkan katarak mata(Sinar ultraviolet).
3.    Dapat menghitamkan warna kulit (Sinar ultraviolet).
4.    Dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh (Sinar ultraviolet).
5.    Dapat menyebabkan kemandulan (Sinar gamma).
6.   Dapat menyebabkan kerusakan sel/jaringan hidup manusia (Sinar X dan terutama sinar
gamma).

Anda mungkin juga menyukai