SKRIPSI
SKRIPSI
TANGERANG
SKRIPSI
Ditulis Oleh :
WIDIAWATI HALAWA
NIM. 171010501416
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan
untuk mencapai gelar sarjana (S1) pada Falkutas Ekonomi Program studi
Dalam pengerjaan proposal skripsi ini telah melibatkan banyak pihak yang
sangat membantu dalam banyak hal. Oleh sebab itu, disini penulis sampaikan rasa
1. Bapak Dr. (HC). Dr. H. Darsono selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya
Pamulang.
4. Bapak Dr. Kasmad, S.E., M.M, selaku Ketua Program Studi Manajemen
Universitas Pamulang.
5. Bapak Dr. Udib Ahidin, S.E., M.M., CMA., selaku Wakil Ketua Program
memberikan pengarahan.
ii
6. Bapak Drs. Waluyo, M.M., selaku Sekretaris Program Studi Manajemen
S1 Universitas Pamulang.
8. Bapak dan Ibu Dosen yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang
10. Segenap Staff dan Biro Akademik serta Staff Perpustakan yang dengan
Universitas Pamulang.
11. Bapak dan Ibu PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang yang telah
12. Teruntuk kedua orang tuaku, Bapak Temazisokhi Halawa, dan Ibu Noriati
ini, serta yang menjadi alasan terus semangat mengerjakan skripsi ini.
13. Kakak dan Adik ku tersayang, Kak Ira, Kak Shinta, Kak Susi, Dek Tumi,
dan Dek Putra yang terus semangatin dan mendukung mengerjakan skripsi
ini.
iii
kebersamaan ini tentu kalian semua akan menjadi sahabat yang tidak akan
16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
bahwa skripsi ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Untuk itu dengan segala
kerendahan hati penulis meminta maaf atas segala kekurangan dalam skripsi
ini, kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan skripsi ini sangat
diharapkan.
Penulis,
WIDIAWATI HALAWA
NIM. 171010501416
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................... ii
DAFTAR ISI.............................................................................. v
DAFTAR TABEL...................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah...................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................ 8
1.3 Tujuan Penelitian................................................. 8
1.4 Manfaat Penelitian............................................... 9
1.5 Sistematika Penulisan.......................................... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori.................................................... 12
2.2 Penelitian Terdahulu............................................ 29
2.3 Kerangka Berpikir................................................ 31
2.4 Pengembangan Hipotesis..................................... 36
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian.................................................. 38
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian........................... 40
3.3 Populasi dan Sampel.......................................... 41
3.4 Definisi Operasional Variabel........................... 42
3.5 Teknik Pengumpulan Data................................. 44
3.6 Teknik Analisis Data.......................................... 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Jenis Penelitian................................................... 38
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian........................... 40
3.2 Populasi dan Sampel.......................................... 41
3.3 Definisi Operasional Variabel........................... 42
3.5 Teknik Pengumpulan Data................................. 44
3.6 Teknik Analisis Data.......................................... 47
v
DAFTAR PUSTAKA................................................................ 58
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Kondisi Lingkungan Kerja di PT. Tiara Agung
Nusantara Tangerang pada Tahun 2020 ............................ 3
Tabel 1.2 Data Absensi Karyawan Penjualan di PT. Tiara Agung
Nusantara Tangerang pada Tahun 2016-2020 .................. 5
Tabel 1.3 Data Target dan Realisasi Penjualan di PT. Tiara Agung
Nusantara Tangerang pada Tahun 2016-2020 .................. 7
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu .......................................................... 29
Tabel 3.1 Waktu Penelitian ............................................................... 40
Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel ........................................... 43
Tabel 3.3 Skala Likert ....................................................................... 47
Tabel 3.4 Kriteria Uji Autokorelasi (Uji Durbin-Watson) ................ 52
vii
DAFTAR GAMBAR
viii
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi saat ini sangat diperlukan SDM yang bermutu karena
maju mundurnya suatu perusahaan sangat tergantung pada kualitas SDM atau
besar uang yang dimiliki melainkan ada hal lain yang penting yaitu Sumber Daya
suatu perusahaan maka semakin tinggi daya saing perusahaan tersebut terhadap
perusahaan lainnya. Karyawan adalah aset yang perlu diperhatikan dan dibina
karyawan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Pada prosesnya prestasi
naik turunya kinerja karyawan perusahaan itu sendiri. Hal ini menandakan bahwa
mereka bekerja.
Setiap perusahaan tentu memiliki berbagai sasaran yang akan diraih guna
daya yang berada dalam perusaan tersebut, misanya modal, mesin atau peralatan,
1
sumber daya manusia, dan sebagainya. Diantara aspek tersebut yang paling tinggi
Terutama dalam era globalisasi saat ini, sangat diperlukan sumber daya
manusia yang bermutu karena salah satu faktor maju mundurnya suatu perusahaan
yang bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki baik
manusia suatu perusahaan maka semakin tinggi daya saing perusahaan tersebut
SDM adalah satu-satunya faktor didalam organisasi atau perusahaan yang dapat
Membicarakan SDM tentu tidak terlepas dari peranan seorang pegawai. Salah
satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu terwujudnya
ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai
karyawan melalui lingkungan fisik maupun non fisik yang baik, seperti
aktivitas, sehingga kondisi fisik dan non fisik memadai maka produktivitas kerja
2
akan mengalami peningkatan. (D. P. Sari, Megawati, & Heriyanto, 2020:33).
tercapainya suatu organisasi dan jika lingkungan kerja yang tidak baik akan
bagi para pegawai akan mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap jalannya
lingkungan kerja fisik masih terdapat kondisi lingkungan fisik yang masih kurang
Tabel 1.1
Data Kondisi Lingkungan Kerja PT.Tiara Agung Nusantara
pada Tahun 2020
Kondisi
No Indikator
Baik Kurang baik
1 Cahaya atau penerangan
2 Temperatur atau suhu udara
3 Tata warna ruang kerja
4 Kebisingan
3
Sumber: PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang, (2020)
Berdasarkan tabel 1.1 bahwa lingkungan kerja di PT. Tiara Agung Nusantara
Tangerang masih ada beberapa yang belum terpenuhi dengan baik seperti
Disiplin kerja dalam pandangan Setiawan (2013) bahwa disiplin kerja seorang
karyawan tidak hanya dilihat dari absensi, tetapi juga bisa dinilai dari sikap
menyelesaikan tepat waktu meskipun tidak ada pengawasan langsung dari atasan.
alokasi yang tidak adil dari sanksi-sanksi dan imbalam-imbalan dari organisasi.
Menurut Arda (2017) Disiplin kerja yang baik mencerminkan besarnya rasa
mencerminkan disiplin kerja yang berkualitas. Maka dari itu, setiap manajer
Kedisiplinan yang dimaksud adalah ketika karyawan datang serta pulang dengan
tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan benar, serta mentaati peraturan yang
4
Berdasarkan data yang diperoleh terkait dengan kehadiran karyawan pad PT.
Tiara Agung Nusantara Tangerang, masih dikategorikan kurang baik dan bisa
dilihar dari hasil tabel 1.2 pada tahun 2016-2020 dibawah ini :
Tabel 1.2
Data Absensi Karyawan di PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang
Pada Tahun 2016-2020
Absensi
Datang
No Tahun Jumlah Terlambat
1 2016 60 18 15 11 21
2 2017 62 15 18 19 29
3 2018 65 16 21 17 35
4 2019 62 13 23 16 30
5 2020 64 17 25 21 46
karyawan di PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang pada tahun 2016 dengan
karyawan.
5
karyawan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka bisa dikatakan rasa tanggung
kerja yang berkualitas dan terjadi dorongan kegairahan kerja, semangat kerja
Kinerja seseorang terhadap organisasi perusahaan sering kali menjadi isu yang
sangat penting dalam dunia kerja. Menurut Gultom (2014) kinerja memiliki arti
yang sangat penting dalam sebuah perusahaan untuk meraih keuntungan yang
besar karena dapat memberikan kontribusi yang besar bagi laba perusahaan.
Semakin baik kinerja seseorang di dalam perusahaan maka akan semakin banyak
bahwa kinerja adalah hasil kerja dari karyawan baik dari segi kualitas maupun
menjalankan tugas sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh organisasi
dalam bidang distributor mesin inkjet printer eksport import yang sudah
menjalankan operasi nya sejak tahun 2000 yang penjualan nya tersebar untuk area
Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan juga luar negeri seperti Korea, Filipina,
6
Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian penjualan PT. Tiara Agung
tahunan dalam 5 tahun terakhir dari tahun 2016 hingga tahun 2020.
Berikut adalah data penjualan tahunan PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang
Tabel 1.3
Data Target dan Realisasi Penjualan di PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang
Pada Tahun 2016-2020
Penjualan (unit)
No Tahun Persentase
Dari tabel 1.3 dapat dilihat bahwa kinerja PT. Tiara Agung Nusantara
Tangerang naik turun pada tahun 2016-2020. Capaian penjualan pada tahun 2016-
2019 cenderung mengalami kenaikan yang positif dari penjualan yang telah
penurunan yang cukup mencolok pada tahun 2020. Pada tahun 2020 karyawan
hanya mampu menjual 130 unit dari 150 unit yang ditargetkan atau hanya sebesar
7
87% nya saja. Berbeda dengan periode 2016 - 2019 dimana karyawan mampu
menjual 135 s.d 142 unit dari 150 unit yang ditargetkan atau sebesar 95%. Hal
laporan proposal skripsi yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang”.
masalah, maka persoalan yang akan diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut :
PT.
2. Apakah ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.
8
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti mempunyai tujuan
yang hendak dicapai dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian yang hendak
Nusantara Tangerang.
Nusantara Tangerang.
1. Manfaat Teoiritis
pekerjaannya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi perusahaan
9
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menguatkan
teori yang ada mengenai lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap
Sistematika penulisan ini peneliti bagi dalam lima bab sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
10
Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang jenis penelitian,
data.
11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
“Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan
dan perasaan agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan
mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya
(controlling). Manajemen adalah suatu proses khas, yang terdiri dari tindakan
12
perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian yang dilakukan
Sumber Daya Manusia merupakan salah satu bidang manajemen umum yang
Proses ini terdapat dalam fungsi atau bidang produksi, pemasaran, keuangan,
maupun ke karyawanan.
keberhasilan perusahaan tergantung dari kinerja itu sendiri. Hal ini menjadikan
sumber daya manusia sebagai unsur penting dalam rangka pencapaian tujuan
berkualitas. Perusahaan dapat beroperasi sesuai dengan sasaran dan tujuan yang
telah ditetapkan.
oleh karena itu teori-teori manajemen umum menjadi dasar pembahasan peraturan
manajemen sumber daya manusia diatas, maka manajemen sumber daya dapat
dibedakan menjadi dua fungsi yaitu fungsi manajerial dan fungsi operasional.
13
Untuk lebih jelasnya berikut ini fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia
1. Fungsi manajerial
a. Perencanaan (Planning)
b. Pengorganisasian (Organizing)
c. Pengarahan (Directing)
d. Pengendalian (Controlling)
2. Fungsi operasional
a. Pengadaan (Procurement)
14
Merupakan proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan
b. Pengembangan (Development)
c. Kompensasi (Compensation)
d. Pengintegrasian (Integration)
dan kebutuhan karyawan agar tercipta kerja sama yang serasi dan
saling menguntungkan.
e. Pemeliharaan (Maintenance)
fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja
f. Kedisplinan (Disscipline)
15
Kedisiplinan merupakan fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan tanpa disiplin yang baik
norma-norma sosial.
g. Pemberhentian (Separation)
sebab lainnya.
16
1. Pendekatan SDM
2. Pendekatan Manajerial
3. Pendekatan Sistem
4. Pendekatan Proaktif
17
a. Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan SDM
legal.
mencapai tujuannya.
organisasi.
MSDM.
setiap harinya. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan
18
menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka karyawan tersebut akan
adalah segala sesuatu yang ada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi
“lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada di lingkungan para pekerja yang dapat
19
a. Lingkungan kerja fisik.
Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang
baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bangunan tempat kerja, ruang
kerja yang lapang, ventilasi udara yang baik, tersedianya tempat ibadah, dan
kerja, kebisingan di tempat kerja, bau tidak sedap, dekorasi di tempat kerja, musik
20
dkk., (2014) beberapa faktor yang dapat mewakili gambaran ringkas yang
tempat kerja dan jendela tempat kerja), dimensi warna (tata warna dan dekorasi),
dimensi suara (bunyi musik dan bunyi mesin pabrik, bengkel), dimensi udara
(suhu udara dan kelembaban udara). Sedangkan menurut Eliyanto, dkk., (2018)
indikator yang digunakan adalah penerangan yang cukup, sirkulasi udara yang
kerja diperusahaan adalah suasana kerja, hubungan dengan rekan kerja, hubungan
antara bawahan degan pimpinan, dan fasilitas. Sedangkan menurut Logahan, dkk.,
personal.
21
2.1.3.1 Pengertian Disiplin Kerja
dari pandangan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, luput dari kekhilafan
dan kesalahan. Dengan memiliki rasa disiplin yang tinggi karyawan akan
Disiplin kerja merupakan sikap sadar atau kesediaan seseorang karyawan untuk
menurut Sutrisno (2017:85) Disiplin kerja adalah penyesuaian diri dari tiap
operatif MSDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, semakin
tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Sedangkan menurut Puryana (2016)
Disiplin kerja merupakan hal yang penting harus dimiliki oleh setiap pegawai
dalam organisasi dalam rangka keberhasilan dan pencapaian tujuan serta dalam
menjalankan tugas masing-masing, karena dengan sikap disiplin yang tinggi dari
para aparatur sipil Negara maka akan menghasilkan pekerjaan yang baik.
Adapun teori-teori diatas dapat disimpulkan disiplin kerja yaitu alat ukur
yang digunakan atasan untuk mengukur ketaatan para karyawan dalam suatu
perusahaan. Dengan demikian bila peraturan atau ketetapan yang ada dalam
22
perusahaan itu diabaikan, atau sering dilanggar, maka karyawan memiliki disiplin
dalam Sutrisno (2017:89- 92), faktor yang mempengaruhi disiplin pegawai adalah
disiplin kerja pegawai yaitu tujuan dan kemampuan pegawai, teladan pimpinan,
kompensasi.
23
Sedangkan menurut Setiawan (2013) disiplin kerja dapat diukur dengan indikator
atas ketaatan dalam jam kerja, ketaatan dalam bekerja, dan tanggung jawab.
Sedangkan menurut Serli, dkk., (2018) ada 3 indikator disiplin kerja yaitu taat
terhadap aturan waktu, taat terhadap peraturan perusahaan, dan taat terhadap
perilaku.
pimpinan, balas jasa, keadilan, waskat, sanksi hukuman, ketegasan dan hubungan
kemanusiaan, hadir tepat waktu, mentaati jam kerja, semangat kerja, sikap, kreatif
selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja,
target atau sasaran kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah
karyawan dilihat dari aspek kualitas, kuantitas, waktu kerja, dan kerja sama untuk
24
secara keseluruhan, dimana hasil kerja seorang tersebut harus dapat ditunjuk kan
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab dan standar kerja.
kinerja anggota-anggotanya tepat dan akurat. Kegiatan ini sangat terikat dan
pengembangan manajer karir dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena fungsi
rekan kerja, supervisor, manajer bahkan pekerja itu sendiri dan merupakan cara
25
Menurut Wright (2016), karyawan menemukan penilaian lebih berguna
ketika mereka spesifik dan terfokus, terencana dan dipersiapkan dengan baik,
mudah dimengerti dan ketika mereka memiliki lebih banyak keterlibatan dan
kontrol atas proses. Keberhasilan sistem penilaian juga tergantung pada persepsi
karyawan, untuk aspek-aspek penting dari proses penilaian dan reaksi mereka.
Memang seharusnya kegiatan yang satu ini dilakukan secara terus-menerus agar
bisa mengetahui tingkat produktivitas dari karyawan. Berikut ini proses dalam
penilaian kinerja.
a. Analisis pekerjaan
posisi dari karyawan. Jadi, mereka juga akan lebih mudah saat
standar dan evaluasi. Selain itu, bisa diketahui seperti apa pemahaman
yang dimiliki.
26
c. Metode result oriented appraisal system
beberapa hal, mulai dari tingkah laku, sifat, dan hasil kerjanya.
d. Standar kinerja
Hal yang satu ini digunakan untuk membandingkan hasil kerja dengan
ditentukan.
27
d. Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk tujuan.
a. Quantity of work
ditentukan.
b. Quality of work
dan kesiapannya.
c. Job knowledge
d. Creativeness
e. Cooperation
organisasi).
28
f. Dependability
pekerjaan.
g. Initiative
h. Personal qualities
pribadi.
29
Dua Gading berpengaruh
Serpong secara
Kabupaten signifikan.
Tangerang.
30
5599 AJS Amanahjiwa secara
Giri Artha signifikan.
31
Sterilisasi di RS signifikan.
Dr. Kariadi
Semarang)
penjelasan kualitatif.
perkembangan teknologi dan metode kerja yang baru harus menjadi perhatian
dan penentu jalannya suatu organisasi karena pentingnya unsur manusia dalam
manusia merupakan faktor penggerakan utama dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang dapat bekerja dengan
baik, maka perusahaan akan sulit mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah
32
dilaukan, dikerjakan dan sebagainya sedangkan kerja diartikan sebagai perbuatan
dapat selesai tepat waktu dan target yang ditetapkan oleh perusahaan terpenuhi.
diharapkan selesai lebih cepat dan baik. Apabila lingkungan kerja yang nyaman,
sehat dan bagus secara tidak langsung kinerja karyawan juga ikut meningkat. Oleh
Disiplin kerja adalah suatu sikap dan tingkah laku yang menunjukkan
33
baik perusahaan mengharapkan secara tidak langsung kinerja akan semakin
menurut Serli, dkk., (2018) disiplin kerja mempengaruhi kinerja karyawan, dan
menurut Rizky, dkk., (2016) disiplin kerja mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja karyawan. Disiplin kerja yang dikelola dengan baik akan menghasilkan
meningkatkan kinerja.
Karyawan
karyawan yang kurang disiplin maka akan menghasilkan kinerja yang baik
sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, lingkungan kerja
karyawan. Kinerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan disiplin, apabila disiplin
karyawan yang bagus dan baik serta didukung oleh kondisi lingkungan kerja yang
sehat dan nyaman di perusahaan serta didukung alat perkakas kantor dan
34
semakin meningkat dan memberikan kontribusi secara optimal akan menhasilkan
kinerja yang baik pula sehingga tujuan suatu perusahaan dapat tercapai.
Liawandy, dkk., (2014) disiplin kerja dan lingkungan kerja secra bersama-sama
menurut Kholil, dkk., (2014) disiplin kerja dan lingkungan kerja secara simultan
1.Quantity of work
X1 : Lingkungan Kerja
2.Quality of work
1. Dimensi
pencahayaan
3.Job knowledge
2. Dimensi warna
3. Dimensi suara
4.Creativeness
4. Dimensi udara
6.Dependability
7.Initiative
X2 : Disiplin Kerja
8.Personal qualities
1. Tujuan
Sumber : Gomes (2018)
2. Kemampuan
3. Teladan pimpinan
4. Balas jasa
5. Keadilan 35
6. Sanksi hukum
7. Ketegasan
8. Hubungan
Gambar 2.1.
Kerangka Berpikir
Menurut Hadi dalam Widodo (2018: 58) hipotesis adalah dugaan bersifat
jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum
dari perkataan hipo (hypo) dan tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedang tesis
berarti pendapat. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang
sebagai berikut :
Tangerang.
36
2. Ha1 ≠ 0 Diduga terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap
Tangerang.
37
BAB III
METODE PENELITIAN
variabel ini diukur sehingga data terdiri dari angka-angka dapat dianalisis
merupakan ciri-ciri ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
38
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk
berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas
tanggapan mereka. Peneliti ini terjun langsung ke objek atau sasaran penelitian.
Metode survey menjadi pilihan penulis karena dengan demikian cukup tersedia
disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang
dengan menyiapkan kuisioner untuk diisi oleh karyawan yang menjadi sampel
Selain itu untuk saling melengkapi penelitian ini, maka penggunaan literatur-
penelitian, baik prosedur penelitian maupun hasil penelitian itu sendiri, karena apa
yang sesungguhnya.
39
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal yang objektif. Lokasi penelitian
di Jl. Perancis Pergudangan dan Perindustrian Kosambi Permai Blok.i No. 19,
Tabel 3.1
Waktu Penelitian
No Kegiatan Waktu (Bulan)
September Oktober November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pra Penelitian
2 Penyusunan
Proposal
3 Seminar
Proposal
4 Revisi
Proposal
5 Perbaikan
BAB 1-3
6 Penyebaran
Kuesioner
7 Analisis dan
pengolahan
data
8 Penyelesaian
Skripsi
9 Konsultasi
Terakhir
10 Sidang
Skripsi
40
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1. Populasi
suatu kriteria tertentu yang akan dikategorikan kedalam objek tersebut bisa
termasuk orang, dokumen atau catatan yang dipandang sebagai objek penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah karyawan di PT. Tiara
Menurut Silaen (2018: 87) Populasi adalah keseluruhan dari objek atau
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau
populasi digunakan sebagai sampel. hal ini sering dilakukan apabila jumlah
adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30
41
orang. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi
atau keseluruhan total karyawan pada bagian teknisi, teknik support, bagian
yang bervariasi, yakni suatu sifat, karakterististik atau fenomena yang dapat
menunjukan sesuatu untuk dapat diamati atau diukur yang nilainya berbeda-beda
atu bervariasi, yaitu variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen
(variabel terikat).
independen merupakan self esteem merupakan evaluasi yang dibuat individu dan
42
mengenai perasaan berharga atau berarti yang diekpresikan dalam sikap-sikap
(variabel bebas). Variabel bebas dalam penelitian ini tertera pada tabel 3.2.
Tabel 3.2
Defenisi Operasional Variabel
43
suatu 7. Ketegasan
perusahaan. 8. Hubungan
Dengan kemanusiaan
demikian bila
peraturan atau
ketetapan yang
ada dalam
perusahaan itu
diabaikan, atau
sering dilanggar,
maka karyawan
memiliki disiplin
kerja yang
buruk.
Menurut Sugiyono (2013 : 193) bila dilihat dari jenis dan sumber datanya,
maka pengumpulan data dapat menggunakan data primer dan data skunder, yaitu :
44
1. Data Primer
langsung memberikan data kepada pengumpulan data. Atau bisa juga disebut
data yang berasal dari responden langsung, metode pengumpulan data primer
antara lain.
a. Observasi
b. Wawancara
c. Kuesioner
dijawab nya .
2. Data Sekunder
a. Studi Kepustakaan
45
b. Buku
Data sekunder ini bisa diperoleh daribuku yang digunakan sesuai dengan
sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat
skala Likert. Dengan skala Likert, maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi
dalam bentuk angka sehingga efisien dan komunikatif. Jawaban setiap item
Tabel 3.3
Skala Likert
46
2 Setuju (S) 4
3 Netral (N) 3
Untuk mengetahui data yang diperoleh dengan kuesioner dapat valid dan
reliabel maka perlu dilakukan uji validitas dan reabilitas kuesioner terhadap butir-
butir pertanyaan. Dari hasil uji validitas dan uji reliabilitas dapat diketahui layak
dan reliabel diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel
(Sugiyono, 2009).
1. Uji Validitas
ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang
sah atau tidak valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan
47
instrumen mempunyai nilai validitas yang baik (Kuncoro, 2009:286).
kerja (X1), dan disiplin kerja (X2) nilai pearson correlation lebih dari 0,05
2. Uji Reliabilitas
sejauh mana pengukuran dapat hasil yang stabil bila dilakukan pengukuran
ulang kepada subjek yang sama. Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk
48
kuesioner konsisten untuk mengukur konstruk atau variabel penelitian,
Uji asumsi klasik merupakan sebuah metode pengujian yang ditujukan agar
hasil uji regresi nantinya terbebas dari semua penyimpangan yang akan
terhadap asumsi klasik. Dalam asumsi klasik terdapat beberapa pengujian yang
Heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas
banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengukur uji normalitas salah
dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel jika sig < 0,05 maka data tidak
49
terdistribusi normal sedangkan jika sig > 0,05 maka data terdistribusi
atau tidaknya yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. (Robin & Hoki,
2018).
2. Uji Multikolinieritas
Model regresi dikatakan baik jika tidak terjadi korelasi diantara variabel
apabila nilai toleransi > 0,10”. Pengujian multikolinieritas ini dapat dilihat
dari nilai variance inflatio factor (VIF). Antara variabel bebas dikatakan
dan metode Variance Inflation Factor (VIF). Nilai TOL yang rendah sama
a. Bila VIF > 10 dan TOL < 0,1, maka terdapat masalah multikolinearitas
b. Bila VIF < 10 dan TOL > 0,1, maka tidak terdapat masalah
multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
50
Menurut Imam Ghozali (2016:134), Uji heteroskedastisitas
korelasi rank spearman, salah satu cara untuk melihat adanya problem
Cara menganalisanya :
4. Uji Autokorelasi
menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan
51
dengan ketentuan apabila nilai statistic Durbin-Waston mendekati angka 2,
b. Ha : ada autokorelasi (r ≠ 0)
2018:112) :
Tabel 3.4
Kriteria Uji Autokorelasi (Uji Durbin-Watson)
atau negatif
52
antara dua variabel tersebut. Nilai koefisien korelasi berkisar antara 0 sampai
dengan 1 atau 0 sampai dengan -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1, maka
hubungan akan semakin erat, jika mendekati 0 maka hubungan semakin rendah.
analisis ini dapat diketahui berapa besar perubahan yang terjadi. Menurut Iqbal
variabel yang telibat didalamnya hanya dua yaitu satu variabel bebas (X) dan
dependen”.
Y = a + bX
Keterangan :
Y = Variabel Terikat
53
B = Angka arah atau koefisien regresi.
X = Variabel Bebas
membuat Y juga mengalami naik turun. Namun tidak selalu demikian karena
bila dua atau lebih variable independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi
sebesar 5%, tujuannya untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan disiplin
Y= a + b1X1 + b2X2
Keterangan :
a = Bilangan konstanta
54
b2 = koefisien regresi disiplin kerja (X2)
dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan.” Perhitungan uji ini dilakukan
untuk menghitung “besarnya pengaruh Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin Kerja
(X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat dengan menggunakan analisis
koefisien korelasinya”.
terikat. Nilai koefisien determinasi atau R2 berada pada rentang angka nol (0) dan
satu (1).
a. Jika nilai koefisien determinasi yang mendekati angka nol (0) berarti
55
variabel dependen, pengujian dengan berdasarkan probabilitas: Tingkat
signifikansi yang digunakan sebesar 30%, hal ini berarti tingkat kepercayaan
penjelas atau bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.
Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas (lingkungan kerja
dan disiplin kerja) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan) secara terpisah
atau parsial.
ditolak.
diterima.
variabel dependen atau variabel terikat”. Uji ini dilakukan untuk mengetahui
56
apakah semua variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel
terikat.
a. Apabila perhitungan F hitung > F tabel atau p value < 0,05 maka Ho
ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas dari regresi dapat
BAB IV
bidang distributor mesin inkjet printer eksport import yang sudah menjalankan
operasi nya sejak tahun 2000 yang penjualan nya tersebar untuk area Jawa,
57
Sumatera, Kalimantan, dan juga luar negeri seperti Korea, Filipina, Thailand,
Vietnam, dan Myanmar. Penjualan mengalami penurunan kinerja pada tahun 2020
yang lalu yang beralamat di Jl. Perancis Pergudangan dan Perindustrian Kosambi
1. Visi
2. Misi
menuju pelanggan.
dikontrol dengan baik. Berikut ini struktur organisasi yang ada di PT. Tiara
DIRECTOR
ADMINISTRATION
STAFF
DRIVER
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT. Tiara Agung Nusantara Tangerang
yang diteliti memiliki fungsi sebagai alat pembuktian meliputi uji validitas dan uji
reliabilitas.
1. Uji Validitas
butir pertanyaan pada kuesioner valid atau tidak. Untuk mengolah uji
sebagai berikut:
59
Adapun hasil uji validitas variabel Lingkungan Kerja adalah sebagai
berikut :
Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Berdasarkan Variabel Lingkungan Kerja (X1)
Lingkungan Kerja (X1) r-hitung r-tabel Keputusan
X1.1 0,520 0,2461 valid
X1.2 0,649 0,2461 valid
X1.3 0,718 0,2461 valid
X1.4 0,415 0,2461 valid
X1.5 0,647 0,2461 valid
X1.6 0,709 0,2461 valid
X1.7 0,546 0,2461 valid
X1.8 0,548 0,2461 valid
X1.9 0,443 0,2461 valid
X1.10 0,537 0,2461 valid
Sumber : Olah data SPSS 26
diperoleh nilai r hitung > r tabel (0,2461), dengan demikian maka semua item
kuesioner dinyatakan valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk
Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas Berdasarkan Variabel Disiplin Kerja (X2)
Disiplin Kerja (X2) r-hitung r-tabel Keputusan
X2.1 0,464 0,2461 valid
X2.2 0,488 0,2461 valid
X2.3 0,458 0,2461 valid
X2.4 0,575 0,2461 valid
X2.5 0,338 0,2461 valid
X2.6 0,458 0,2461 valid
X2.7 0,446 0,2461 valid
X2.8 0,455 0,2461 valid
X2.9 0,656 0,2461 valid
X2.10 0,492 0,2461 valid
Sumber : Olah data SPSS 26
nilai r hitung > r tabel (0,2461), dengan demikian maka semua item kuesioner
60
dinyatakan valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah
Tabel 4.3
Hasil Uji Validitas Berdasarkan Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Kinerja Karyawan (Y) r-hitung r-tabel Keputusan
Y.1 0,481 0,2461 valid
Y.2 0,550 0,2461 valid
Y.3 0,437 0,2461 valid
Y.4 0,548 0,2461 valid
Y.5 0,505 0,2461 valid
Y.6 0,491 0,2461 valid
Y.7 0,526 0,2461 valid
Y.8 0,531 0,2461 valid
Y.9 0,560 0,2461 valid
Y.10 0,414 0,2461 valid
Y.11 0,560 0,2461 valid
Y.12 0,556 0,2461 valid
Sumber : Olah data SPSS 26
diperoleh nilai r hitung > r tabel (0,2461), dengan demikian maka semua item
kuesioner dinyatakan valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk
2. Uji Reliabilitas
reliabel atau handal atau tidak. Menurut Ghozali (2017:47) “Uji Reliabilitas
adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari
variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika
61
waktu ke waktu”. Adapun kriteria atau ketentuan dalam memutuskan
2) Jika nilai Cronbatch Alpha < 0,60, maka instrumen tidak reliabel.
Tabel 4.4
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Independen dan Dependen
Cronbatch Standar
Variabel Keputusan
Alpha Cronbatch Alpha
Lingkungan Kerja (X1) 0,777 0.60 Reliabel
Disiplin Kerja (X2) 0.625 0.60 Reliabel
Kinerja Karyawan (Y) 0.701 0.60 Reliabel
Sumber : Olah data SPSS 26
variabel Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan
sehingga hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan lebih akurat, efisien, dan
gejala asumsi klasik atau layak atau tidak data yang dipakai dilanjutkan sebagai
62
data penelitian. Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi
26.
Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang dilakukan adalah terdiri dari
1. Uji Normalitas
berdistribusi tidak normal. Model regresi yang baik adalah distribusi data
Smirnov Test dengan syarat significancy α > 0,05. Adapun hasil uji normalitas
Tabel 4.5
Hasil Uji Normalitas Dengan Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 64
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 2,80969113
Most Extreme Absolute ,053
Differences Positive ,044
Negative -,053
Test Statistic ,053
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : Olah data SPSS 26
63
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai
penyebaran titik-titik residual mengikuti arah garis diagonal, dan hal itu
sesuai dengan hasil diagram penyebaran yang diolah dengan SPSS Versi 26
Gambar 4.2
Grafik P-P Plot Uji Normalitas
Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa grafik normal probability
plot menunjukkan pola grafik yang normal. Hal ini terlihat dari titik yang
diagonal. Oleh karena ini dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi
asumsi normalitas.
2. Uji Multikolinearitas
64
Uji mutlikolinearitas dilakukan untuk meyakini bahwa antar variabel
antara variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
korelasi di antara variabel independen. Uji ini dapat dilakukan dengan melihat
nilai Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). Adapun sebagai
1) Jika nilai VIF > 10 dan nilai tolerance value > 1 maka terjadi gejala
multikoliniearitas
2) Jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance value < 1 maka tidak terjadi gejala
multikoliniearitas.
berikut:
Tabel 4.6
Hasil Uji Multikolinearitas dengan Collinearity Statistic
Coefficientsa
Unstandardized Standardized Collinearity
Coefficients Coefficients t Sig. Statistics
Toler
Model B Std. Error Beta ance VIF
1 (Constant) 5,652 5,537 1,021 ,311
Lingkungan_X1 ,284 ,083 ,341 3,403 ,001 ,911 1,098
Disiplin_X2 ,715 ,149 ,479 4,790 ,000 ,911 1,098
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
Disiplin Kerja sebesar 0,911, dimana kedua nilai tersebut kurang dari 1, dan
sebesar 1,098 serta Disiplin Kerja sebesar 1,098 dimana nilai tersebut kurang
65
dari 10. Dengan demikian model regresi ini tidak terjadi gejala
multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan uji
Glejser dimana hasil uji ini dapat dilihat apakah dalam model regresi terjadi
1) Jika variabel independent (X) memiliki nilai signifikansi (Sig.) < 0,05,
2) Jika variabel independent (X) memiliki nilai signifikansi (Sig.) > 0,05,
Tabel 4.7
Hasil Pengujian Heteroskesdastisitas Dengan Uji Glejser
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Model B Std. Error Beta
1 (Constant) 10,384 3,117 3,332 ,001
Lingkungan_X1 -,087 ,047 -,234 -1,859 ,068
Disiplin_X2 -,129 ,084 -,193 -1,534 ,130
a. Dependent Variable: RES_ABS
Sumber : Olah data SPSS 26
66
(Sig.) sebesar 0,068 dan Disiplin Kerja (X2) diperoleh nilai probability
signifikansi (Sig.) sebesar 0,130 dimana keduanya nilai signifikansi (Sig.) >
0,05. Dengan demikian regression model pada data ini tidak ada gangguan
penelitian.
antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan nilai residualnya (SRESID)
Gambar 4.3
Grafik Scatter Plot Hasil Uji Heteroskedastisitas
tidak mempunyai pola penyebaran yang jelas atau tidak membentuk pola-pola
67
tertentu, dengan demikian tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas pada
Tabel 4.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis_Kelamin
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Laki-Laki 49 76,6 76,6 76,6
Perempuan 15 23,4 23,4 100,0
Total 64 100,0 100,0
Sumber : Olah data SPSS 26
Tabel 4.9
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 20-30 Tahun 61 95,3 95,3 95,3
31-40 Tahun 3 4,7 4,7 100,0
Total 64 100,0 100,0
Sumber : Olah data SPSS 26
68
Data di atas, semua responden rata-rata berusia antara 20-30
tahun, yaitu sebanyak sebanyak 61 orang atau 95,3%, usia antara 31-
Tabel 4.10
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tingkat_Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SMA/SMK 57 89,1 89,1 89,1
D3 3 4,7 4,7 93,8
S1 4 6,3 6,3 100,0
Total 64 100,0 100,0
Sumber : Olah data SPSS 26
Tabel 4.11
Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja
Lama_Bekerja
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid <1 Tahun 1 1,6 1,6 1,6
2-4 Tahun 45 70,3 70,3 71,9
>5 Tahun 18 28,1 28,1 100,0
Total 64 100,0 100,0
Sumber : Olah data SPSS 26
orang atau 70,3%, yang bekerja antara >5 tahun sebanyak 18 orang
atau 28,1%.
69
2. Analisis Deskriptif Penilaian Responden
Lingkungan Kerja (X1), Disiplin Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y).
dengan jumlah item dari variabel yang dibobot, melalui pertanyaaan yang
Tabel 4.12
Tabel Interval Tanggapan Responden
Rentang Skala Keterangan / Kriteria
1,00 – 1,79 Sangat Tidak Setuju (STS
1,80 – 2,59 Tidak Setuju (TS)
2,60 – 3,39 Netral (N)
3,40 – 4,19 Setuju (S)
4,19 – 5,00 Sangat Setuju (SS)
Sumber: Sugiyono (2017:95)
70
berikut:
Tabel 4.13
Jawaban Responden Berdasarkan Pada Variabel Lingkungan Kerja (X1)
Pilihan Jawaban
Responde Mean
No. Pernyataan SS S N TS STS Total Ket
n Skor
5 4 3 2 1
Pencahayaan
Menurut saya,
penerangan
cahaya yang
1 terpasang di 5 30 25 4 0 228 64 3,56 S
dalam ruangan
kerja sudah
cukup memadai
Menurut saya, di
luar area ruangan
kerja masih perlu
2 penambahan 3 39 16 6 0 231 64 3,61 S
penerangan
cahaya yang
memadai
Menurut saya,
ruangan tempat
kerja bagian
tertentu masih
3 butuh ventilasi 6 35 17 6 0 233 64 3,64 S
untuk
mendapatkan
pencahayaan dari
sinar matahari
Warna
Menurut saya,
warna cahaya
dalam ruangan
4 6 45 8 5 0 244 64 3,81 S
kerja sudah
memenuhi
standar
Menurut saya,
warna cat di
dalam ruangan
sudah cukup
5 18 25 13 8 0 245 64 3,83 S
membuat saya
nyaman dalam
melakukan
aktivitas kerja
Menurut saya,
warna cat pada
6 bagian tertentu 21 28 9 6 0 256 64 4,00 S
masih perlu
diperbaiki
Suara
71
Pilihan Jawaban
Menurut saya,
tidak ada suara
yang
mengganggu di
sekitar area Responde Mean
7
No. Pernyataan 17 33 11 3 0 256
Total 64 4,00 S
Ket
tempat kerja n Skor
yang
memngganggu
aktivitas kerja
saya
Menurut saya,
kondisi ruangan
kerja tidak cukup
untuk meredam
8 suara masuk dari 31 23 9 1 0 276 64 4,31 SS
luar ruangan,
sehingga
mengganggu
aktivitas kerja
Udara
Menurut saya,
kondisi
temperatur
9 ruangan kerja di 9 38 16 1 0 247 64 3,86 S
area ruangan
kerja saya sudah
memadai
Menurut saya,
sirkulasi udara di
ruang kerja saya
masih belum
memadai,
10 sehingga 7 38 17 2 0 242 64 3,78 S
kelembaban
udara
mengganggu
kelancaran dalam
beraktivitas
Jumlah 123 334 141 42 0
0,0 2458 640 3,84 S
Persentase (%) 19,2% 52,2% 22,0% 6,6%
%
Sumber : Olah Data Primer
3,84 termasuk pada rentang skala 3,40 - 4,19 dengan kriteria setuju,
72
yang menjawab sangat setuju sebesar 19,2%, responden yang
berikut :
Tabel 4.14
Jawaban Responden Berdasarkan Pada Variabel Disiplin Kerja (X2)
Pilihan Jawaban
Responde Mean
No. Pernyataan SS S N TS STS Total Ket
n Skor
5 4 3 2 1
Tujuan
Saya bekerja
dengan tekun
agar tujuan
1 perusahaan 1 43 20 0 0 237 64 3,70 S
dalam
mengejar target
dapat terpacai
Menurut saya,
pekerjaan yang
diberikan
perusahaan
sangat berat
2 karena 2 45 17 0 0 241 64 3,77 S
bertujuan
untuk
memenuhi
taget yang akan
dicapai
Kemampuan
Saya dapat
menyelesaikan
3 2 40 22 0 0 236 64 3,69 S
pekerjaan
dengan
4 Pekerjaan yang 1 34 29 0 0 228 64 3,56 S
diberikan
perusahaan
tidak sesuai
dengan
73
Pilihan Jawaban
kemampuan Responde Mean
No. Pernyataan Total Ket
saya n Skor
Keteladanan Pimpinan
Pimpinan saya
adalah teladan
5 saya dalam 2 33 28 1 0 228 64 3,56 S
menjalankan
disiplin kerja
Balas Jasa
Saya diberikan
penghargaan
6 materi apabila 1 43 19 1 0 236 64 3,69 S
menjalankan
disiplin
Keadilan
Pimpinan
selalu
memberikan
reward apabila
7 saya 6 36 22 0 0 240 64 3,75 S
menjalankan
pekerjaan
dengan
disiplin
Sanksi Hukum
Hukuman
disiplin yang
diberikan
kepada saya
8 1 49 14 0 0 243 64 3,80 S
sesuai dengan
pelanggaran
yang saya
lakukan
Ketegasan
Perusahaan
kurang tegas
dalam
melakukan
9 4 48 12 0 0 248 64 3,88 S
tindakan
terhadap
karyawan yang
kurang disiplin
Hubungan Kemanusiaan
Pemimpin saya
berusaha
menyelesaikan
10 dengan bijak 5 44 15 0 0 246 64 3,84 S
setiap konflik
yang dihadapi
karyawan
Jumlah 25 415 198 2 0 2383 640 3,72 S
74
Pilihan Jawaban
Responde Mean
No. Pernyataan 30,9 Total Ket
Persentase (%) 3,9% 64,8% 0,3% 0,0% n Skor
%
Sumber : Olah Data Primer
sebagai berikut :
Tabel 4.15
Jawaban Responden Berdasarkan Pada Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Pilihan Jawaban
Mean
No. Pernyataan SS S N TS STS Total Responden Ket
Skor
5 4 3 2 1
Quantity of work
Saya mampu
menyelesaikan
hasil pekerjaan
1 1 41 10 12 0 223 64 3,48 S
sesuai dengan
harapan
perusahaan
Saya merasa
senang jika saya
mampu
menyelesaikan
2 1 44 18 1 0 237 64 3,70 S
pekerjaan lain
diluar pekerjaan
utama yang di
berikan
Quality of work
75
Pilihan Jawaban
Saya
mengerjakan
suatu pekerjaan
Mean
3
No. dengan penuh
Pernyataan 7 41 13 3 0 244
Total 64
Responden 3,81 S
Ket
Skor
ketelitian,
perhitungan,
dan cermat
Dengan
pengetahuan
yang saya
miliki, saya
4 dapat menguasai 3 42 18 1 0 239 64 3,73 S
bidang tugas
yang saya
kerjakan dengan
hasil yang baik.
Job knowledge
Saya mampu
menjalankan
5 tahapan kerja 0 27 17 20 0 199 64 3,11 N
sesuai aturan
perusahaan
Saya mampu
melaksanakan
6 pekerjaan sesuai 0 44 19 1 0 235 64 3,67 S
tahapan tanpa
diberikan arahan
Creativeness
Saya selalu
menyelesaikan
7 1 44 18 1 0 237 64 3,70 S
pekerjaannya
tepat waktu
Saya selalu
melaksanakan
8 pekerjaannya 2 26 24 12 0 210 64 3,28 N
tanpa adanya
kesalahan
Cooperation
Menurut saya,
kerjasama antar
9 karyawan sudah 1 43 19 1 0 236 64 3,69 S
berjalan dengan
baik
Dependability
Saya dapat
mengatasi setiap
permasalahan
10 yang di hadapi 6 33 23 2 0 235 64 3,67 S
dalam bekerja
secara
individual
Initiative
76
Pilihan Jawaban
Saya
mempunyai
inisiatif sendiri
Mean
11
No. jika mengalami
Pernyataan 1 47 15 1 0 240
Total 64
Responden 3,75 S
Ket
Skor
kesulitan dalam
menjalankan
pekerjaan
Personal qualities
Kemampuan
saya dalam
menjalankan
12 3 33 26 2 0 229 64 3,58 S
pekerjaan dapat
dihandalkan di
dalam tim
Jumlah 22 385 179 54 0
2764 768 3,60 S
Persentase (%) 3,4% 60,5% 28,6% 7,4% 0,0%
Sumber : Olah Data Primer
3,60 termasuk pada rentang skala 3,40 - 4,19 dengan kriteria Setuju.
Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan
(Y) secara parsial. Berikut ini hasil pengolahan regresi dengan SPSS Versi 26
77
yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.16
Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Lingkungan Kerja (X1)
Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Model B Std. Error Beta
1 (Constant) 27,701 3,581 7,737 ,000
Lingkungan_X1 ,403 ,093 ,484 4,355 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
Kerja (X1) tidak ada maka telah terdapat nilai Kinerja Karyawan (Y)
apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Disiplin
Kerja (X2), maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Lingkungan Kerja
Tabel 4.17
Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Disiplin Kerja (X2) Terhadap
Kinerja Karyawan (Y)
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
78
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10,896 5,754 1,894 ,063
Disiplin_X2 ,867 ,154 ,581 5,625 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
Kerja (X2) tidak ada, maka telah terdapat nilai Kinerja Karyawan (Y)
b) Nilai koefisien regresi didiplin kerja (X2) sebesar 0,867 diartikan apabila
konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel Lingkungan Kerja
(X1), maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Disiplin Kerja (X2) akan
0,867 point.
Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan
(Y) baik secara simultan. Berikut ini hasil pengolahan regresi dengan SPSS
Tabel 4.18
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel Lingkungan Kerja (X1) dan
Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Coefficientsa
79
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 5,652 5,537 1,021 ,311
Lingkungan_X1 ,284 ,083 ,341 3,403 ,001
Disiplin_X2 ,715 ,149 ,479 4,790 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
0,715 X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) tidak dipertimbangkan maka Kinerja
b) Nilai Lingkungan Kerja (X1) 0,284 diartikan apabila konstanta tetap dan
tidak ada perubahan pada variabel Disiplin Kerja (X2), maka setiap
0,284 point.
c) Nilai Disiplin Kerja (X2) 0,715 diartikan apabila konstanta tetap dan
tidak ada perubahan pada variabel Lingkungan Kerja (X1), maka setiap
80
Untuk menginterpretasikan hasil koefisien korelasi dapat berpedoman pada
Tabel 4.19
Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi (r)
Nilai Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan
0,000 – 0,199 Sangat Rendah
0,200 – 0,399 Rendah
0,400 – 0,599 Sedang
0,600 – 0,799 Kuat
0,800 – 1,000 Sangat kuat
Sumber: Sugiyono (2017:184)
Tabel 4.20
Hasil Uji Koefisien Korelasi Antara Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin
Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,666 a
,444 ,425 2,855
a. Predictors: (Constant), Disiplin_X2, Lingkungan_X1
b. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
atas, diperoleh nilai R Koefisien korelasi sebesar 0.666 dimana nilai tersebut
berada pada interval 0,600 - 0,799 artinya variabel Lingkungan Kerja kerja
dan Disiplin Kerja mempunyai tingkat hubungan yang Kuat terhadap Kinerja
Karyawan.
81
Analisis koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui
Kerja kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y).
Tabel 4.21
Hasil Uji Koefisien Determinasi Antara Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin
Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,666 a
,444 ,425 2,855
a. Predictors: (Constant), Disiplin_X2, Lingkungan_X1
b. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
82
1) Jika nilai t hitung < t tabel : berarti H0 diterima dan H1 ditolak
α = tarif nyata 5%
Tabel 4.22
Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) Variabel Lingkungan Kerja (X1)
Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Model B Std. Error Beta
1 (Constant) 27,701 3,581 7,737 ,000
Lingkungan_X1 ,403 ,093 ,484 4,355 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
nilai t hitung >t tabel atau (4,355 > 1,99897) Hal tersebut juga diperkuat
dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000< 0,05). Dengan demikian maka H 0
83
variabel Lingkungan Kerja terdapat pengaruh signifikan terhadap
Tabel 4.23
Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) Variabel Disiplin Kerja (X2)
Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig.
Model B Std. Error Beta
1 (Constant) 10,896 5,754 1,894 ,063
Disiplin_X2 ,867 ,154 ,581 5,625 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
Sumber : Olah data SPSS 26
nilai t hitung >t tabel atau (5,625 > 1,99897) Hal tersebut juga diperkuat
dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian maka H 0
sebagai berikut:
84
2) Jika nilai F hitung > F tabel: berarti H0 ditolak dan H3 diterima
dikatakan signifikan jika nilai F hitung > F tabel atau ρ value < Sig.0,05.
Tabel 4.24
Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Antara Lingkungan Kerja (X1)
dan Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 396,405 2 198,203 24,310 ,000b
Residual 497,345 61 8,153
Total 893,750 63
a. Dependent Variable: Kinerja_Y
b. Predictors: (Constant), Disiplin_X2, Lingkungan_X1
Sumber : Olah data SPSS 26
Berdasarkan pada hasil pengujian pada tabel di atas diperoleh
nilai Fhitung > Ftabel atau (24,310 > 3.15), hal ini juga diperkuat dengan ρ
value < Sig. 0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian maka H 0 ditolak
diperoleh persamaan regresi Y = 27,701 + 0,403 X1. Dari persamaan di atas maka
dapat disimpulkan bahwa, nilai konstanta sebesar 27,701 diartikan bahwa jika
variabel Lingkungan Kerja (X1) tidak ada maka telah terdapat nilai Kinerja
Karyawan (Y) sebesar 27,701 point. Nilai koefisien regresi Lingkungan Kerja
(X1) sebesar 0,403 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada
85
variabel Disiplin Kerja (X2), maka setiap perubahan 1 unit pada variabel
Karyawan (Y) sebesar 0,403 point. Berdasarkan pada hasil pengujian pada
hipotesis pertama diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (4,355 > 1,99897) Hal tersebut
juga diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian
maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa secara parsial
terhadap kinerja pegawai jika lingkungan kerja yang ada pada suatu instansi baik.
hubungan yang harmonis dengan atasan, rekan kerja, maupun bawahan, serta
dukungan oleh sarana dan prasarana yang memadai yang ada di tempat kerja akan
membawa dampak yang positif bagi pegawai sehingga kinerja pegawai dapat
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sunarto dkk, (2020) dalam
dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Anugrah Bersama Sejahtera
Depok.
86
Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada regresi linier sederhana,
diperoleh persamaan regresi Y = 10,896 + 0,867 X2. Dari persamaan di atas maka
dapat disimpulkan bahwa, nilai konstanta sebesar 10,896 diartikan bahwa jika
variabel Disiplin Kerja (X2) tidak ada, maka telah terdapat nilai Kinerja Karyawan
(Y) sebesar 10,896 point. Nilai koefisien regresi didiplin kerja (X2) sebesar 0,867
diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel
Lingkungan Kerja (X1), maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Disiplin Kerja
(X2) akan mengakibatkan terjadinya kenaikan pada Kinerja Karyawan (Y) sebesar
0,867 point. Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis kedua diperoleh nilai t
hitung > t tabel atau (5,625 > 1,99897) Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai Sig. <
0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian maka H 0 ditolak dan H2 diterima, hal
ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Disiplin Kerja terdapat pengaruh
Tangerang.
“Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan terhadap aturan, baik tertulis maupun
tidak tertulis yang telah ditetapkan”. Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani
(2012:825) mengemukakan “Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para
87
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Husain, (2018) dalam jurnal
(Pada PT. Bank Danamon Tbk Cabang Bintaro)” dari hasil penelitian
4.3.3 Pengaruh Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) Terhadap
persamaan regresi Y = 5,652 + 0,284 X1 + 0,715 X2. Dari persamaan di atas maka
dapat disimpulkan, bahwa nilai konstanta sebesar 5,652 diartikan bahwa jika
variabel Lingkungan Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) tidak dipertimbangkan
maka Kinerja Karyawan (Y) hanya akan bernilai sebesar 5,652 point. Nilai
Lingkungan Kerja (X1) 0,284 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada
perubahan pada variabel Disiplin Kerja (X2), maka setiap perubahan 1 unit pada
Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,284 point. Nilai Disiplin Kerja (X2) 0,715
diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel
Lingkungan Kerja (X1), maka setiap perubahan 1 unit pada variabel Disiplin Kerja
(X2) akan mengakibatkan terjadinya kenaikan pada Kinerja Karyawan (Y) sebesar
0,715 point. Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis ketiga diperoleh nilai
Fhitung > Ftabel atau (24,310 > 3.15), hal ini juga diperkuat dengan ρ value < Sig.
0,05 atau (0,000 < 0,05). Dengan demikian maka H 0 ditolak dan H3 diterima, hal
ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Lingkungan Kerja dan Disiplin
88
Kerja terdapat pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Tiara
menciptakan kinerja yang baik bagi karyawan. Dalam kinerja merupakan prestasi
kerja yakni membandingkan hasil kerja yang secara nyata dengan setandar kerja
atau prestasi kerja yang di nilai dari segi kualitas maupun kuantintas berdasarkan
standar kerja yang di tentukan oleh pihak organisasi. Menurut Torang (2013 : 74)
menyatakan kinerja adalah kuantintas dan atau kualitas hasil kerja individu atau
yang berpedoman pada norma, standar operasional prosedur, kriteria dan ukuran
yang telah di tetapkan atau yang berlaku dalam organisasi. Kinerja karyawan di
faktor-faktor lainya.
jurnal dengan judul penelitian “Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin
Tabanan” dari hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dan
disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai Pada Badan
89
DAFTAR PUSTAKA
90
Budianto,A.Aji Tri & Amelia Ktini (2015) Pengaruh Lingkungan Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai pada PT.Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk SBU Distribusi Wilayah Jakarta. Openjurnal.unpam. 3 (1) : 100-
124
Bintoro dan Daryanto. (2017). Manajemen Penilaian Kinerja Karyawan.
Yogyakarta : Gava Media.
Budianto,A.Aji Tri & Amelia Ktini (2015) Pengaruh Lingkungan Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai pada PT.Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk SBU Distribusi Wilayah Jakarta. Openjurnal.unpam. 3 (1) : 100-
124
Eliyanto (2018) Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap
Kinerja Guru SMA Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen. Jurnal
Pendidikan Madrasah. 3 (1) : 169-181
Fachri,Helman & Peri Irawan (2009) Faktor-faktor yang mempengaruhii
Disiplin Kerja Pegawai di RRI. Pusdatin.RRI : 41-56
Ferawati, Apfia (2017) Pengaruh ingkugan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan. Agora 5 ( 1) : 30-41
Ghozali., Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program (Ibm.
Spss). Edisi 8. Penerbit: Semarang: Badan Perbit Universitas
Diponegoro.
Gultom, Dedek Kurniawan (2014) Pengaruh Budaya Organisasi Perusahaan
dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Perusahaan Gas
Negara
Hasibuan, Melayu S.P (2017), Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan
keduapuluh satu. Jakarta : Bumi Aksara
Halim,Jesslyn & Fransisca Andreani (2017) Analisi Pengaruh Motivasi dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Karywan Di Broadway Babershop
PT.Bersama Lima Putera. Agora 5 (1) : 1-20
Juliandi,Azuar, Irfan & Saprinal Manurung (2015), Metodologi Penelitian
Bisinis. Cetakan kedua. UMSU PRESS
Jufrizen (2016) Efek Mediasi Kepuasan Kerja pada Pengaruh Kompensasi
Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. 17
(1) : 30-41
Kholil,M Abdul, Marzolina, & Taufiqurrahman (2014) Pengaruh Disiplin dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kineja Karyawan Pabrik pada PT.Inti
KARYA Plasma Perkasa Tapung. JOM Fekon. 1 (2) : 1-13
Kasmir (2017), Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan keempat. Depok:
PT.RajaGrafindo Persada.
91
Liawandy,Feru, Sri Indarti, & Marzolina (2014) Pengaruh Disiplin Kerja dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi
PT.Nafal Tiara Abdi Pekanbaru. JOM Fekon. 1 (2) : 1-15
Lusri,Lidia, & Hotlan Siagian (2017) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada
karyawan PT.Borwita Citra Prima Surabaya. Agora. 5 (1) : 15-38
Laksmi,Fuad Gani, dan Budiantoro (2016), Manajemen Perkantoran Modern.
Cetakan kedua. Depok : PT.Rajagrafindo Persada
Logahan,Jerry M, Tjia Fie Tjoe, & Naga (2012) Analisis pengaruh lingkungsn
kerja dan pemberian kompensasi terhadap kinerja karyawan CV.Mum
Indonesia. Binus Business Review. 3 (1) : 573-586
Margaret, Fitra (2017) Pengaruh pengawasan dan disiplin kerja terhadap
kinerja karyawan pada Rumah Sakit Islam At-Taqwa Gumawang
Pontianak. Kolegial. 3 (1) : 95-108
Massie,Eunike M, Lotje Kawer, & Greis Sendow (2017) Pengaruh Budaya
Organisasi, Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja
Karywan PT.Telkom, Tbk Manado.Ejournal.unsrat.ac.id. 5 (3) : 4025-
4034
Mangkunegara, A. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, A.A Anwar Prabu (2017), Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Cetakan kesebelas. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Priansa, Donni Juni (2018), Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia. Cetakan ketiga. Bandung : Alfabeta
Puryana, Dessy Eka (2016) Hubungan Koordinasi Dengan Disiplin Kerja
Pegawai Pada Kantor Inspektorat Daerah Kota Samarinda. eJournal
Ilmu Pemerintahan. 4 (2) : 843-856
Pramadita,AA Gde Oka & Ida Bagus Ketut Surya (2015) Pengaruh Motivasi,
Disiplin Kerja dan Lingkungan KerjaTerhadap Kinerja Karyawa Pada
PT.PLN (Persero) Distribusi di Denpasar Bali. E-Jurnal Manajemen
Unud. 4 (8) : 2301-2317
Priyatno, Duwi. (2016). Spss 22 Pengolahan Data Terpraktis.Yogyakarta: Cv.
Andi Offset.
Rivai, V. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Edisi
kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rivai, V. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan,. Edisi
ke 6, Depok: PT. Raja Grafindo Persada.
92
Rizky, Putri & Ngatno (2016) Pengaruh lingkungan kerja,disiplin kerja, dan
kompensasi terhadap kinerja karyawan kantor PT.Kereta Api
Indonesia (Persero) DAOP IV Semarang. Ejornal3.undip. 5 (4) : 53-48
Serli, Yuni Putri & Yuliana (2018) Pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi
kerja karyawan di Hotel Rocky Plaza Padang. ejournal.unp. 4 (5) : 41-
55
Sugiyono (2017). Metode Penelitian Bisnis . Cetakan kedua puluh lima.
Bandung: Alfabeta
Sutrisno, Edy.(2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Keempat.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sutrisno, Edy (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan kesembilan.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Setiawan, Agung (2013) Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Terhadap
Kinerja Karyawa Pada Rumah Sakit Umum Daerha Kanjurahan
Malang. Jurnal Ilu Manajemen. 1 (4) : 1245-1253
Tampi, Bryan Johannes (2014) Pegaruh gaya kepemimpinan dan motivasi
terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Negara Indonesia, TBK.
Journal ”Acta Diurna”. 3 (4) : 1-1
93