ADPU4410
NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM (THE)
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2021/22.1 (2021.2)
Kebijakan Publik
ADPU4410
No. Soal Skor
1. Saat ini dikenal istilah kebijakan berbasis bukti (evidence based policy). Davies (1999) 20
mengemukakan bahwa “kebijakan berbasis bukti membantu orang membuat keputusan yang
terinformasi dengan baik tentang kebijakan, program, dan proyek dengan menempatkan bukti
terbaik yang tersedia dari hasil penelitian, di jantung pengembangan dan implementasi
kebijakan”.
Namun demikian, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan berbasis bukti
(evidence based policy), belum diterapkan dengan baik di Indonesia. Hanya ada sedikit bukti
bahwa pemerintah akan menganalisis suatu masalah terlebih dahulu sebelum keputusan
kebijakan dibuat. Selain itu, instrumen kebijakan cenderung tidak dirancang berdasarkan sarana
yang paling rasional untuk mencapai strategi tingkat tinggi. (Kementrian PPN, Study by The
Policy Lab The University of Melbourne, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, 2018)
Pertanyaan:
a. Apa saja model/pendekatan kebijakan yang digunakan dalam kebijakan berbasis bukti
(evidence based policy)?
b. Apabila Indonesia kurang menerapkan kebijakan berbasis bukti (evidence based policy)
dengan baik, maka apa pendekatan yang digunakan dalam proses kebijakan publik di
Indonesia?
(Catatan: Lakukan analisis dengan berdasar pada teori)
2. Dalam merespon kondisi ekonomi dan keuangan negara pada masa pandemi covid, pemerintah 20
menetapkan Perpu No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem
Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam
Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas
Sistem Keuangan.
Perpu ini ditetapkan, diundangkan dan berlaku pada tanggal 31 Maret 2020.
Selanjutnya, Perpu ini ditetapkan menjadi Undang-Undang, yaitu UU No. 2 Tahun 2020 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020
tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan
Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman
yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi
Undang-Undang.
UU No. 2 Tahun 2020 ini ditetapkan pada tanggal 16 Mei 2020, diundangkan pada tanggal 18
Mei 2020, dan berlaku pada tanggal 18 Mei 2020
Pertanyaan:
Lakukan analisis, apakah teori penyusunan agenda kebijakan berlaku untuk kasus UU No. 2
Tahun 2020 tersebut?
(Catatan: lakukan analisis berdasarkan teori penyusunan agenda sistemik, agenda institutional,
dan agenda keputusan)
1 dari 3
ADPU4410
3. Indonesia adalah negara yang rawan dengan bencana. 30
Penanggulangan bencana di Indonesia berdasar pada UU No. 24 Tahun 2007 Tentang
Penanggulangan Bencana. Dalam UU ini dinyatakan bahwa prinsip-prinsip dalam
penanggulangan bencana yaitu: cepat dan tepat; prioritas; koordinasi dan keterpaduan; berdaya
guna dan berhasil guna; transparansi dan akuntabilitas; kemitraan; pemberdayaan;
nondiskriminatif; dan nonproletisi.
Pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana. Masyarakat, lembaga usaha, dan lembaga internasional juga memiliki
hak dan kewajiban dalam penanggulangan bencana.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana dilaksanakan dengan memperhatikan hak
masyarakat yang antara lain mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, mendapatkan
pelindungan sosial, mendapatkan pendidikan dan keterampilan dalam penyelenggaraan
penanggulangan bencana, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Kegiatan
penanggulangan bencana juga dilaksanakan dengan memberikan kesempatan secara luas
kepada lembaga usaha dan lembaga internasional.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana dilakukan pada tahap pra bencana, saat tanggap
darurat, dan pasca bencana, karena masing-masing tahapan mempunyai karakteristik
penanganan yang berbeda.
Silahkan anda unduh UU No. 24 Tahun 2007 untuk memahami lebih lanjut mengenai kebijakan
penanggulangan bencana.
Pertanyaan:
a. Lakukan identifikasi aktor-aktor pelaksana kebijakan penanggulangan bencana, serta
bagaimana pengelompokkan setiap aktor kebijakan penanggulangan bencana tersebut
berdasarkan teori aktor-aktor pelaksana kebijakan!
b. Apa model implementasi kebijakan yang tepat untuk menganalisis efektivitas implementasi
kebijakan penanggulangan bencana?
(Lakukan analisis dengan memperhatikan model implementasi kebijakan berdasarkan
generasi implementasi kebijakan)
4. Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi 30
corona virus disease 2019 (covid-19). Terdapat aturan teknis dalam pelaksanaan vaksinasi ini,
yaitu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/4638/2021 Tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penganggulangan Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19)
Terdapat beberapa bagian dalam keputusan ini. Salah satu yang akan kita bahas dalam soal ini
adalah mengenai bagian prinsip dan standar pelaksanaan pelayanan Vaksinasi Covid-19.
Dinyatakan bahwa prinsip dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yaitu:
1. Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki
kompetensi, dibuktikan dengan kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR).
2. Pelaksanaan pelayanan vaksinasi COVID-19 tidak menganggu pelayanan imunisasi rutin
dan pelayanan kesehatan lainnya;
3. Melakukan skrining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan
pemberian vaksinasi;
4. Menerapkan protokol kesehatan; dan
5. Mengintegrasikan dengan kegiatan surveilans COVID-19 terutama dalam mendeteksi kasus
dan analisa dampak.
2 dari 3
ADPU4410
Terdapat beberapa standar dalam pelayanan Vaksinasi COVID-19, yaitu :
1. Ketentuan ruangan,
Ketentuan ruang pelayanan vaksinasi COVID-19 diantaranya : ruang/tempat yang cukup
luas dengan sirkulasi udara yang baik; ruang/tempat pelayanan yang bersih; tersedia
fasilitas mencuci tangan; meja pelayanan antar petugas menjaga jarak aman 1 –2 meter ;
ruang tempat pelayanan hanya untuk melayani orang sehat; dan disediakan tempat duduk
untuk menunggu sebelum vaksinasi dan 30 menit sesudah vaksinasi dengan jarak aman
antar tempat duduk 1 – 2 meter.
2. Alur pelayanan vaksinasi.
Alur pelayanan vaksinasi terdiri atas ruang tunggu, meja 1 (skrining dan vaksinasi), dan
meja 2 (pencatatan, termasuk pendaftaran dan perubahan data, dan observasi)
3. Ketentuan waktu pelayanan vaksinasi,
Pelayanan di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya tidak mengganggu
jadwal pelayanan imunisasi rutin. Jumlah sasaran dan jam layanan per hari diatur oleh
masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
4. Dosis dan cara pemberian vaksinasi COVID-19
Dosis dan cara pemberian harus sesuai dengan yang direkomendasikan untuk setiap jenis
vaksin COVID-19. Apabila dosis kedua belum dapat diberikan sesuai interval minimal, maka
direkomendasikan bagi sasaran untuk sesegera mungkin, pada kesempatan pertama,
datang ke tempat pelayanan vaksinasi COVID19 untuk mendapatkan dosis kedua.
Pertanyaan:
a. Lakukan analisis on-going evaluation dari kebijakan pelaksanaan vaksinasi covid-19,
khususnya mengenai pelaksanaan pelayanan vaksinasi Covid-19. Evaluasi ini berdasar
pada kondisi di Kota/Kabupaten tempat anda tinggal !
b. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, berikan rekomendasi anda untuk perubahan dari
kebijakan pelaksanaan vaksinasi covid-19, khususnya mengenai pelaksanaan pelayanan
vaksinasi Covid-19 !
Catatan:
- Lakukan langkah-langkah evaluasi dengan berdasarkan satu teori on-going evaluation.
- Tidak dalam bentuk riset lapangan. Analisis evaluasi hanya berdasar pada pengetahuan
anda terhadap fenomena di lingkungan sekitar, atau dengan menggunakan sumber data
sekunder.
Skor Total 100
3 dari 3