KULIAH IRIGASI DAN BANGUNAN
AIR II
STABILITAS BENDUNG
Tujuan Instruksional Umum :
Mahasiswa diharapkan mampu dan dapat
menghitung stabilitas tubuh bendung.
Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa dapat menerangkan dan menghitung
gaya gaya yang bekerja pada tubuh bendung.
• Menentukan Stabilitas Bendung
Untuk mengetahui kekuatan bendung, sehingga
konstruksi bendung sesuai dengan yang
direncanakan dan memenuhi syarat yang telah
ditentukan. Stabilitas bendung ditentukan oleh
gaya – gaya yang bekerja pada bendung, seperti:
o Gaya berat;
o Gaya gempa;
o Tekanan Lumpur;
o Gaya hidrostatis;
o Gaya Uplift Pressure (Gaya Angkat).
STABILITAS BENDUNG
Dalam peninjauan stabilitas bendung, maka potongan-potongan yang di tinjau
terutama adalah potongan-potongan I-I dan II-II karena potongan ini adalah
yang terlemah
Potongan terlemah pada Bendung
STABILITAS BENDUNG
Gaya Berat
Sebuah bendung akan menderita tekanan gaya-gaya seperti gaya berat, gaya
gempa, tekanan lumpur, gaya hidrostatis dan gaya uplift-pressure.
a. Gaya berat.
Gaya berat ini adalah berat dari kontruksi, berarah vertikal ke bawahyang
garis kerjanya melewati titik barat kontruksi. Untuk memudahkan
perhitungan, biasanya dibagi-bagi yang berbentuk segitiga - segitiga, segi
empat atau [Link] peninjauannya adalah tiap lebar 1 meter, maka
gaya yang di perhitungkan adalah luas bidang kali berat jenis kontruksi
(untuk pasangan batu kali biasanya di ambil 1,80 )
Gaya berat tubuh bendung
STABILITAS BENDUNG
Gaya Gempa
Gaya gempa.
Untuk daerah-daerah yang banyak gunung berapinya seperti di Indonesia,
maka gaya gempa harus di perhitungkan terhadap kontruksi.
Gaya gempa sebesar, K = f . G
Dimana : f = koefisien gempa.
G = berat kontruksi.
Gaya gempa ini berarah horizontal, kearah yang berbahaya (yang merugikan ),
dengan garis kerja yang melewati titik berat kontruksi. Sudah tentu juga ada
komponen vertikal, tetapi ini relatif tidak berbahaya di bandingkan dengan
komponen yang horizontal.
Harga f tergantung dari lokasi tempat kontruksi sesuai dengan peta zone
gempa.
STABILITAS BENDUNG
Tekanan Lumpur
Apabila bendung sudah ber-exploitasi, maka akan tertimbun endapan di depan
bendung. Endapan ini di perhitungkan sebagian setinggi mercu.
Tekanan lumpur
Dimana : s = b.d. lumpur (biasanya di ambil 1,6)
= sudut geser alam dari silt (repose angle)
untuk silt diambil = 30o
STABILITAS BENDUNG
Gaya Hidrostatis
Mercu tidak tenggelam
Gaya hidrostatis kondisi air normal dan banjir
.
W1 = ½..a.h
W2 = ½..h2
W3 = ½. .a (2h1 – h)
W4 = ½..h (2h1 – h)
W5= ½..b.h2
W6 = ½..h2
STABILITAS BENDUNG
Uplift Pressure
Tekanan pada tiap titik sudut
Secara umum besarnya tekanan pada titik X adalah :
Dimana : Ux = uplift – pressure titik X.
Hx = tingginya titik X terhadap air di muka.
X = panjangnya creep line sampai ke titik X ( ABCX ).
L = jumlah panjang creep line ( ABCXDE )
H = beda tekanan.
STABILITAS BENDUNG
Uplift Pressure
Uplift pressure
Gaya uplift di bidang XD adalah : UXD = 1/2.b ( Ux + Ud ) dan bekerja pada
titik berat trapesium. Untuk tanah dasar yang baik di sertai dengan drain yang
baik pula maka uplift dapat di anggap bekerja 67% nya. Jadi bekerja uplift-
pressure antara 67% sampai 100%.
STABILITAS BENDUNG
Asumsi Stabilitas
Potongan terlemah pada Bendung
Untuk menyederhanakan perhitungan tanpa mengurangi hakekat dari perhitungan
itu sendiri, maka di adakan anggapan-anggapan sbb :
a. Peninjauan potongan vertikal adalah pada potongan-potongan yang paling lemah
( dalam hal ini potongan 1-1 dan 2-2 )
b. Lapisan puddel tetap berfungsi.
c. Titik guling pada peninjau vertikal di atas adalah titik A.
d. Kontruksi bagian depan bendung akan penuh lumpur setinggi mercu bendung.
e. Harus di perhitungkan sekurang-kurangnya pada dua keadaan muka air, yaitu
muka air banjir dan muka air normal.
f. Ditinjau pula potongan-potongan mendatar pada kedudukan :
- Bagian di atas lantai muka, tiap 1 meter vertikal.
- Bagian di bawah lantai muka, dua potongan pada tempat-tempat yang di
anggap terlemah.
STABILITAS BENDUNG
Syarat-syarat stabilitas
Pada kontruksi dengan batu kali, maka tidak boleh terjadi tegangan tarik. Ini berarti
bahwa resultante gaya-gaya yang bekerja pada tiap-tiap potongan harus masuk kern.
Daerah kern
STABILITAS BENDUNG
Syarat-syarat stabilitas
Momen tahanan ( Mt ) harus lebih besar dari pada momen guling ( Mg ). Faktor
keamanan untuk ini dapat di ambil antara 1,50 dan 2.
Kontruksi tidak boleh menggeser. Faktor keamanan untuk ini dapat di ambil
antara 1,2 dan 2,00
F = faktor keamanan.
f = koef. Gesekan antara kontruksi dan dasarnya
Tegangan tanah yang terjadi tidak boleh melebihi tegangan tanah yang di
izinkan.
( g g )
STABILITAS BENDUNG
Syarat-syarat stabilitas
Setiap titik pada seluruh kontruksi tidak boleh terangkat oleh gaya keatas
(balance antara tekanan keatas dan tekanan kebawah)
• Perencanaan Pintu
Perencanaan pintu berfungsi mengatur banyaknya air yang masuk ke
saluran dan mencegah masuknya benda-benda padat dan kasar ke dalam
saluran (pintu pengambilan atau intake gate). Pada bendung tempat
pengambilan bisa terdiri dari 2 pintu yaitu kanan dan kiri, bisa juga hanya
satu tergantung letak daerah yang akan dialiri. Tinggi ambang tergantung
pada material yang terbawa oleh sungai. Ambang makin tinggi makin baik,
untuk mencegah masuknya benda padat dan kasar ke saluran, tapi tinggi
ini ditentukan atau dibatasi oleh ukuran pintu. Pada waktu banjir, pintu
pengambilan cukup ditutup untuk mencegah masuknya benda kasar ke
saluran. Penutupan pintu tidak berakibat apa apa karena saat banjir di
sungai biaanya tidak lama. Maka yang dianggap air normal pada sungai
adalah setinggi mercu. Ukuran pintu ditentukan dari segi praktis dan
estetika. Lebar pintu biasanya maksimal 2 m untuk pintu dari kayu. Jika
terdapat ukuran yang lebih besar dari 2 m, harus dibuat lebih dari satu
pintu dengan pilar-pilar diantaranya.
• Pintu Penguras
Lebar pintu penguras biasanya diambil dari 1/10
lebar bendung (B), sedangkan pada saat banjir
pintu penguras ditutup. Bila banjir lewat di atas
pintu, maka tinggi pintu penguras harus setinggi
mercu bendung. Oleh karena itu, tebal pintu juga
harus diperhitungkan untuk tinggi air setinggi air
banjir.
Bendungan
Bendungan ialah bangunan yang dirancang
untuk menahan laju air dengan membentuk
waduk, danau, maupun tempat rekreasi.
Sejumlah bendungan juga kerap dimanfaatkan
sebagai pembangkit listrik tenaga air. Konstruksi
bendungan biasanya dilengkapi dengan pintu air
sebagai saluran pembuangan air yang tidak
dibutuhkan secara bertahap.
Lumrahnya bendungan terbuat dari material
tanah, batu, beton, atau pasangan bata. Tidak
hanya dipakai untuk menampung dan menahan
air, tetapi bendungan juga sering digunakan
untuk menampung lumpur dan limbah industri.
Berdasarkan ketinggian strukturnya, bendungan
bisa diklasifikasikan menjadi lima macam.
Bendungan besar memiliki tinggi lebih dari 15
meter, bendungan utama lebih dari 150 meter,
bendungan rendah kurang dari 30 meter,
bendungan sedang sekitar 30-100 meter, dan
bendungan tinggi lebih dari 100 meter.
Perbedaan
perbedaan spesifik antara bendung dengan
bendungan sebagai berikut!
Konstruksi bendung memiliki ukuran yang lebih
kecil daripada bendungan.
Tingkat kerumitan dalam pembuatan bendung
juga lebih sederhana dibandingkan dengan
bendungan yang memerlukan perencanaan
yang matang.
Pada dasarnya, bendung berguna untuk
menaikkan muka air sedangkan bendungan
berfungsi untuk menahan laju air.