BAB 1 PENDAH
ULUAN
PENDAHULUAN
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.1. TEORI PELAYANAN PUBLIK
2.1.1. Good Governance (Pemerintahan yang Baik)
Good governance sering diterjemahkan sebagai tata pemerintahan yang
baik atau disebut juga dengan istilah civil society. Good governance biasa juga
didefiisikan sebagai suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan,
pemberdayaan, dan pelayanan yang sejalan dengan demokrasi (pemerintahan
dari, oleh, dan untuk rakyat). Setidaknya sebagian besar masyarakat
membayangkan bahwa dengan memiliki praktik good governance yang lebih baik,
maka kulitas pelayanan publik menjadi semakain baik, angka korupsi menjadi
semaki rendah, dan pemerintah menjadi semakin peduli dengan kepentingan
warga (dalam Dwiyanto, 2005).
Disisi lain istilah Good governance menurut Dwi Payana (2003:45)
merupakan sesuatu yang sulit didefinisikan karena didalamnya terkandung
makna etis. Dalam artian bahwa sesuatu yang dipandang baik dalam suatu
masyarakat, namun bagi masyarakat lainnya belum tentu mendapat penilaian
yang sama. Beberapa definisi Good governance antara lain:
Menurut Dwi Payana (2003:47) dalam buku Membangun Good
Governance, good governance yaitu:
“Sebagai "kepemerintahan yang baik". Adapula yang mengartikannya
sebagai "tata pemerintahan yang baik" dan ada pula yang mengartikannya
sebagai "sistem pemerintahan yang baik". Selanjutnya dijelaskan pula
bahwa istilah "governance" sebagai proses penyelenggaraaan kekuasaan
Negara dalam melaksanakan publik good andservices. Sedangkan arti
"good' dalam "goodgevernace" mengandung dua pengertian, pertama, nilai-
nilai yang menjujung tinggi keinginan/kehendak rakyat, dan nilai-nilai yang
dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam pencapaian tujuan
(nasional) kemandirian, pembangunan, berkelanjutan dan keadilan sosial;
kedua, aspek-aspek fungsional dari pemerintah yang efektif dan efisien
dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Praktek terbaiknya di sebut "good governance" atau kepemerintahan yang
baik. Sehingga dengan demikian "good governance" didefinisikan sebagai
"penyelenggaraan pemerintah yang solid dan bertangung jawab, serta
efektif dan efisien dengan menjaga kesinergian interaksi yang konsrtuktif di
antara domain-domain Negara, sektor swasta dan masyarakat".
12 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Masyarakat Transparansi Indonesia menyebutkan sejumlah indicator good
governance seperti: transparansi, akuntabilitas, kewajaran dan kesetaraan, serta
keseimbangan. Asian Development Bank, sendiri menegaskan adanya konsensus
umum bahwa good governance dilandasi oleh 4 pilar yaitu:
a. accountability,
b. transparency,
c. predictability,
d. participation.
Jelas bahwa jumlah kompenen atau pun prinsip yang melandasi tata
emerintahan yang baik sangat bervariasi dari satu institusi ke institusi yang lain,
dari satu pakr ke pakar lainnya. Namun paling tidak ada sejumlah prinsip yang
dianggap sebagai prinsip-prinsip utama yang melandasi good governance, yaitu
(1) Akuntabilitas, (2) Transparansi, dan (3) Partisipasi Masyarakat. Ketiga prinsip
ini tidaklah dapat berjalan dengan sendiri-sendiri, ada hubungan yang sangat erat
dan saling mempengaruhi, masing-masing adalah instrument yang diperlukan
untuk mencapai manajeme publik yang baik, namun demikian akuntabilitas
menjadi kunci dari semua prinsip ini.
2.1.2. Pelayanan Publik
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik adalah
undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik
yang merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. Serta pada
pasal 1 ayat (1) dalam Undang-Undang tersebut mengatakan; “Pelayanan publik
adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”.
Di Indonesia, berbagai bentuk pelayanan seperti pendidikan, kesehatan,
perumahan, transportasi publik dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok yang
lain, seperti sembako, masih membutuhkan intervensi pemerintah. Akan tetapi,
meskipun Negara masih akan memiliki peran yang penting hal ini tidak berarti
13 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
bahwa sektor swasta dan masyarakat madani (civil society organization, CSO)
tidak perlu diberi peran.
Dwiyanto (2006) bahkan menyatakan bahwa pelayanan publik menjadi
suatu instrument penting untuk dapat mewujudkan good governance. Disinilah
tantangan terbesar yang harus dipenuhi pemerintah sebagai stakeholder utama
pelayanan publik. Ketika norma-norma untuk mewujudkan good governance
disepakati, maka tidak ada pilihan lain bahwa pemerintah juga harus mengadopsi
berbagai standar pelayanan publik yang diakui secara internasional dalam
memberikan pelayanan publik yang baik. Persoalannya, mana kala tuntutan
terhadap peran yang harus dimainkan oleh pemerintah telah berubah karena
berbagai tuntutan tersebut akan tetapi mindset birokrasi pelayanan publik sering
kali masih didominasi oleh paradigma lama (old public administration) yang
masih sangat kental dipengaruhi oleh budaya pelayanan yang rendah (dalam
Agus Dwiyanto, 2009: 301).
Menurut Edvardson et al (2005) “jasa atau pelayanan juga merupakan
kegiatan, proses, dan interaksi serta merupakan perubahan dalam kondisi orang
atau sesuatu dalam kepemilikan pelanggan” (dalam Sinambela, 2010:3).
Sedangkan menurut Tjiptono (1996: 56),
“Ketepatan waktu pelayanan yang meliputi waktu tunggu dan waktu proses.
Akurasi pelayanan, yang meliputi bebas dari kesalahan. Kesopanan dan
keramahan dalam memberikan pelayanan. Kemudahan mendapatkan
pelayanan, misalnya banyaknya petugas yang melayani dan banyaknya
fasilitas pendukung seperti computer. Kenyamanan dalam memperoleh
pelyanan, berkaitan dengan lokasi ruang tempat pelayanan, tempat parker,
ketersediaan informasi, dan lain-lain”
Sedangkan Warella menyebutkan bahwa pelayanan adalah:
“Sesuatu perbuatan (deed), suatu kinerja (performance) atau suatu usaha
(effort), jadi menunjukkan secara inheren pentingnya penerima jasa
pelayanan terlibat secara aktif di dalam produksi atau penyampaian proses
pelayanan itu sendiri” (dalam Widjaja, 2007: 11).
Oleh karena itu, pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan yang
dilakukan oleh pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki setiap
kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan
14 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara
fisik. Lebih lanjut dikatakan pelayanan publik dapat diartika, pemberi layanan
(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada
organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.
2.1.3. Aparatur Negara/Pemerintah
Dalam kamus bahasa Indonesia yang disusun oleh W.L.S. Poerwadarmita
(2003:17) mengemukakan bahwa: ”Aparat adalah orang yang bertugas dalam
suatu bagian tertentu dan melakukan pekerjaan yang tertentu pula dan biasanya
berhubungan dengan kegiatan pelayanan sedangkan dalam sistem administrasi
negara aparat yang merupakan penyelenggaraan administarsi negara adalah
sebagai pengevaluasi, penyempurna dari perencanaan dan sekaligus sebagai
pelaksana roda pemerintah dan pembangunan bangsa Indonesia secara
keseluruhan, bagi seluruh perangkat administrasi negara yang merupakan objek
pelaksana.
Tumar Sumihardjo (2012) menyatakan bahwa “pengertian umum
aparatur, lebih menyoroti kepada seseorang pegawai pemerintahan yang digaji
dan bekerja di bidang pemerintahan yang melakukan tugas pelayanan umum”.
Tjahya Supriatna (2012) “aparatur pemerintah daerah yang berfungsi selaku
perekat bangsa yang memenuhi standar profesional sesuai dengan kedudukan,
jenjang dan jabatan atas dasar kompetensi, keahlian dan keterampilan pada
lingkup jabatan struktural dan fungsional dalam organisasi pemerintahan guna
mendukung system karier dan prestasi kerjanya”.
Dari hasil penelitian Ulbert Silalahi (dalam Zulkarnaen, 1996:55)
terungkap bahwa: Pelayanan yang diberikan oleh aparatur Negara masih berada
dalam peringkat present and accounted, artinya organisasi atau pegawai
menyadari dan mengetahui kedudukan mereka untuk membelikan pelayanan
yang berkualitas, namun untuk usaha ke arah yang sampai pada kualitas
pelayanan belum serius untuk dilaksanakan. Berkaitan dengan hal tersebut,
Hidayat dan Sucherly (1956: 87) mengemukakan bahwa: Pada umumnya
organisasi pemerintah sering mengahadapi tiga masalah yang meliputi kurang
15 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
efektif, kurang efisien dan mutu pelayanan yang kurang. Budaya yang
berorientasi kepada pencapaian target merupakan salah satu ciri dari organisasi
birokrasi (dalam Deddy Mulyadi, 2016: 177).
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa begitu besarnya peran aparat
birokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Holmes (2001:4)
mengartikan e-government sebagai berikut:
“Electronic government or Egovernment, is the use of information
technology, in particular the internet, to deliver public servicesin a much
moreconvenience, customer oriented, cost effective and altogether different
and betterway”.
Pengertian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi
khususnya internet bertujuan memberikan pelayanan publik yang lebih nyaman,
berorientasi kepada pelanggan, dan penggunaan anggaran yang efektif.
Keuntungan yang paling diharapkan dari electronic government adalah
peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari
pelayanan publik." Menurut Zweers dan Plangue (2001) mendefenisikan
electronic government berhubungan dengan penyediaan informasi, layanan atau
produk yang disiapkan secara elektronis oleh pemerintah, tidak berbasis tempat
dan waktu, menawarkan nilai lebih untuk partisipasi pada semua kalangan.
2.1.4. Ciri-Ciri Pelayanan Publik
Ciri-ciri pelayanan publik yang baik, dalam hal ini pelayanan bank,
menurut Kasmir (2006:34) adalah memiliki unsur sebagai berikut :
1. Tersedianya karyawan yang baik.
Karyawan yang baik harus ramah, sopan, menarik, cepat tanggap, pandai
bicara, menyenangkan serta pintar, karena kenyamanan nasabah sangat
tergantung dari karyawan yang melayani, dalam hal ini customer service
officer.
2. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik.
Peralatan dan fasilittas yang dimiliki seperti ruang tunggu dan ruang untuk
menerima tamu harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mamadai
16 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
sehingga membuat pelanggan merasa nyaman, betah, dan tidak bosan di
ruangan tersebut.
3. Bertanggung jawab kepada setiap nasabah (pelanggan) sejak awal hingga
akhir.
Pelanggan akan merasa puas jika mereka merasakan adanya tanggung jawab
dari karyawan tersebut. Apabila ada pelanggan yang tidak dilayani secara
tuntas akan menjadi citra yang buruk bagi perusahaan tersebut.
4. Mampu melayani secara cepat dan tepat.
Karyawan harus melakukan pelayanan sesuai dengan prosedur layanan yang
ditetapkan perusahaan. Layanan yang diberikan harus sesuai jadwal dan
jangan membuat kesalahan.
5. Mampu berkomunikasi.
Karyawan harus mampu dengan cepat memahami keingianan pelanggan,
selain itu karyawan juga harus mampu berkomunikasi dengan bahasa yang
mudah dimengerti.
6. Memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu.
Di karenakan tugas karyawan dalam hal ini customer service officer, selalu
berhubungan dengan nasabah, oleh karena itu dididik khusus mengenai
kemampuan dan pengetahuan untuk menghadapi nasabah maupun
kemampuan dalam bekerja.
7. Berusaha memahami kebutuhan nasabah (pelanggan).
Artinya karyawan harus cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh
nasabah, usahakan mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan
nasabah secara tepat.
2.1.5. Asas-Asas Pelayanan Publik
Menurut UU No. 25/2009 tentang pelayanan publik, penyelenggaraan
pelayanan publik berasaskan:
1. Kepentingan umum, yaitu pemberi pelayanan tidak boleh mengutamakan
kepentingan pribadi dan/atau golongan.
2. Kepastian hukum, yaitu jaminan terwujudnya hak dan kewajiban dalam
penyelenggaraan pelayanan.
17 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
3. Kesamaan hak, yaitu pemberian pelayanan tidak membedakan suku, ras,
agama, golongan, gender, dan status ekonomi.
4. Keprofesionalan, yaitu pelaksana pelayanan harus memiliki kompetensi yang
seusai dengan bidang tugas.
5. Partisipatif, yaitu peningkatan peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan, dan
harapan masyarakat.
6. Keterbukan, yaitu setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah
mengakses dan memperoleh informasi mengenai pelayanan yang diinginkan.
7. Akuntabilitas, yaitu proses penyelenggaraan pelayanan harus dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan.
8. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, yaitu pemberian
kemudahan terhadap kelompok rentan sehingga tercipta keadilan dalam
pelayanan.
9. Ketepatan waktu, yaitu penyelesaian setiap jenis pelayanan dilakukan tepat
waktu sesuai dengan standar pelayanan.
2.1.6. Konsep Kualitas Pelayanan Publik
Konsep kualitas pelayanan dapat pula dipahami melalui “consumer
behaviour” (perilaku konsumen) yaitu perilaku yang dimainkan oleh konsumen
dalam mencari, membeli, menggunakan dan mengevaluasi suatu produk
pelayanan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya. Kualitas harus
dimulai dari konsumen dan berakhir pada konsumen. Artinya spesifikasi kualitas
layanan harus dimulai dengan mengidentifkasi kebutuhan dan keinginan
konsumen yang dituangkan ke dalam harapan konsumen dan penilaian akhir
diberikan oleh konsumen melalui informasi umpan balik yang diterima
perusahaan. Sehingga peningkatan kualitas layanan harus dilakukan dengan
komunikasi yang efektif dengan konsumen (Purnama, 2006: 39).
Zeithaml (2000) dalam Hardiyansyah (2011:41) menyatakan bahwa:
“kualitas pelayanan ditentukan oleh dua hal, yaitu: expected service dan
perceived service. Expected service dan perceived service ditentukan oleh
18 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
dimention of service quality yang terdiri dari sepuluh dimensi, yaitu: (1)
Tangibles, (2) Reability, (3) Responsiveness, (4) Competence, (5) Courtesy,
(6) Credibility, (7) Feel secure, (8) Acces, (9) Communication, (10)
Understanding the costumer”.
Dari beberapa dimensi kualitas pelayanan tersebut, kemudian Zeithaml
et.al. dalam Hardiyansyah (2011:42) menyederhanakan menjadi lima dimensi,
yaitu dimensi SERVQUAL (kualitas pelayanan) sebagai berikut:
a. Tangibles (bukti langsung), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam
menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan
kemampuan, sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan
sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi
jasa.
b. Reability (kehandalan), yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang
dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan. Kinerja harus sesuai dengan
harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk
semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap simpatik dan akurasi yang tinggi.
c. Responsiveness (ketanggapan), yaitu suatu kemauan untuk membantu dan
memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan,
dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan pelanggan menunggu
tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi negatif dalam
kualitas pelayanan.
d. Assurance (jaminan), yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan
para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan
kepada perusahaan.
e. Emphaty (empati), yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat
individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelangggan dengan
berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan
diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan,
memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu
pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.
Tjiptono (1991:61) menyebutkan bahwa citra kualitas pelayanan yang
baik bukanlah berdasarkan sudut pandang/persepsi penyedia jasa, melainkan
19 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
berdasarkan sudut pandang/persepsi konsumen. Hal ini disebabkan karena
konsumenlah yang mengkonsumsi serta yang menikmati jasa layanan, sehingga
merekalah yang seharusnya menentukan kualitas jasa. Persepsi konsumen
terhadap kualitas jasa merupakan penilaian yang menyeluruh terhadap
keunggulan suatu jasa layanan.
Melihat kondisi dan membandingkan teori yang ada, peneliti akan
menggunakan indikator kepuasan pelanggan dari Kenedy dan Young dalam
Supranto (2006:107) yaitu:
a. Keberadaan pelayanan (availability of service)
Tingkatan di mana pelanggan dapat kontak langsung dengan pemberi jasa.
b. Ketanggapan pelayanan (responsiveness of service)
Tingkatan di mana pemberi jasa beraksi dengan cepat terhadap permintaan
pelanggan.
c. Ketepatan waktu pelayanan (timeliness of service)
Tingkatan di mana pekerjaan di selesaikan dalam kerangka waktu, sesuai
dengan perjanjian.
d. Profesionalisme pelayanan (profesionalism of service)
Tingkatan di mana pemberi jasa menggunakan perilaku dan gaya profesional
yang tepat selama bekerja dengan pelanggan.
e. Kepuasan keseluruhan dengan pelayanan (over all satisfaction with service)
Tingkatan di mana pemberi jasa memperlakukan pelanggan dengan baik.
f. Kepuasan keseluruhan dengan barang (over all satisfaction with product)
Tingkatan di mana hasil kinerja pemberi jasa sangat baik.
2.2. ERA E-GOVERNMENT
Sebenarnya E-Government sendiri dimulai ketika penggunaan teknologi
informasi menuai sukses di wilayaha bisnis atau dikenal dengan istilah E-
Commercial (e-Com). E-Com telah merubah cara orang melakukan komnikasi,
bekerja, dan melakukan bisnis. Sebenarnya, E-Government tidak selalu berwujud
penggunaan internet dan website, tetapi mencakup semua pemanfaat berbagai
media electronic dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun, internet dan
20 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
website dalam perkembangannya menjadi media yang yang lebih popular
dibandingkan penggunaan media lainnya.
Pengenalan E-Government diharapkan akan membuat masyarakat dan
biroksi pemerintah mampu berhubungan secara lebih nyaman, berbiaya murah,
dam efektif terutama bagi pemerintah sebagai penyampai informasi dan
pelayanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan E-Government,
kualitas pelayanan pemerintah bisa meningkat (Vassilakis et al., 2004, partisipasi
warga dalam aktivitas publik juga meningkat (Lytras, 2006), kepercayaan
masyarakat pada pemerintah meningkat (Abie et al., 2004), dan birorasi
pemerintah lebih akuntabel (Eyob, 2004; Gonzalez et al., 2007; Holzer, 2004)
serta transparan (Eyob, 2004; Iyer et al., 2006; Tran, 2004; Wescott, 2005).
Karena E-Government merupakan paradigm yang secara ekstrim berbeda
strukturnya dengan struktur birokrasi tradisional (Ho,2002; Stojanovic et
al.,2006), penerapan Electronic Government di negara berkembang seperti
Indonesia akan terasa sulit dan sangat dibutuhkan adaya kepemimpinan
entrepreneur yang kuat (Andersen, 2006). (dalam Agus Dwiyanto, 2009: 251-
252).
2.2.1. Pengertian E-Government
Menurut Keppres No. 20 Tahun 2006 tentang Dewan Teknologi Informasi
dan Komunikasi Nasional. E-Government adalah pemanfaatan Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam proses pemerintahan untuk meningkatkan
efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan
pemerintahan. Peranan TIK dalam proses bisnis membuat organisasi selalu
berusaha untuk mengimplementasikan Teknologi untuk proses yang terintegrasi.
Menurut Richard Heeks (2006) dalam Indrajit, E-Government lahir karena
revolusi informasi dan revolusi pemerintahan. Heeks menuliskan beberapa
syarat-syarat menuju keberhasilan penerapan E-Government sangat berkaitan
dengan: (1) infrastruktur sistem data, (2) infrastruktur legal/hukum, (3)
infrastruktur kelembagaan, (4) infrastruktur SDM, (5) infrastruktur teknologi,
21 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
dan (6) kepemimpinan dan pemikiran strategis. World Bank Group dalam Indrajit
(2004:25) menyatakan;
“E-Government refers to the use by government agencies of information
technologies (such as Wide Area Networks, the Internet, and mobile computing)
that have the ability to transform relations with citizens, businesses, and other arms
of government. These technologies can serve a variety of different ends: better
delivery of government services to citizens, improve interactions with business and
industry, citizen empowerment throught access to information, or more efficient
government management”.
Artinya penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh aparatur
pemerintah mampu meningkatkan hubungan dengan warga negara, pelaku bisnis
dan dengan sesama pemerintah itu sendiri. TIK akan memberikan banyak
manfaat di bidang perbaikan pelayanan pemerintah, meningkatkan interaksi
dengan pelaku bisnis dan industri, serta pemberdayaan warga negara melalui
informasi atau menjadikan manajemen pemerintahan lebih efektif dan efisien.
E-Government adalah pemanfaatan teknologi informasi dan instansi
pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tujuannya
adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan
mengutamakan prinsip transparansi dan persamaan hak masyarakat dalam
mendapatkan pelayanan Electronic Government atau yang biasa dikenal dengan
sebutan E-Government. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
semakin pesat pertumbuhannya, dengan munculnya berbagai macam pelayanan
yang online.
Jarak dan waktu menjadi tanpa batas dan media internet termasuk
masalah-masalah yang menyangkut pemerintah. Hal ini penting sekali untuk
memberikan pembelajaran berkomunikasi secara transparan antara masyarakat
dengan pemerintah yang diharapkan dapat mencapai system pemerintahan yang
baik dan memperoleh kepercayaan masyarakat.
Menurut UNDP dalam Indrajit (2004: 2) definisi E-Government sebagai
berikut “E-Government is the application of Information and Technology
Communication (ICT) by government egencies (E-Government adalah aplikasi
teknologi informasi dan komunikasi dari agen pemerintah)”. Dari kutipan
tersebut dijelaskan bahwa keuntungan dari sistem E-Government merupakan hal
22 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Sistem ini memberikan layanan pemerintah
kepada masyarakat secara efektif dan efisien sehingga meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas, mengurangi korupsi dan meningkatkan
pendapatan dan/atau mengurangi biaya. Keuntungan ini adalah beberapa alasan
utama di balik penerapan E-Government di Negara-negara maju dan berkembang.
Namun, pemerintah dan warga tidak bias mendapatkan keuntungan dari E-
Government kecuali mereka merangkul dan mengadopsi layanan ini.
Menurut Heeks dalam Achmad Djunaedi (2002), E-Government diartikan
sebagai pemanfaatan ICT untuk mendukung pemerintahan yang baik (good
governance). Lebih lanjut dijelaskan bahwa E-Government mencakup:
1. e-Administration
Untuk memperbaiki proses pemerintahan dengan menghemat biaya, dengan
mengelolah kinerja, dengan membangun koneksi strategis dalam pemerintah
sendiri, dan dengan menciptakan pemberdayaan.
2. e-Citizen & e-Services
Menghubungkan warga masyarakat dengan pemerintah dengan cara
berbicara dengan dengan warga dan mendukung akuntabilitas, dengan
mendengarkan masyarakat dan mendukung demokrasi, dan dengan
meningkatkan layanan publik.
3. e-Society
Membangun interaksi di luar pemerintah dengan bekerja secara lebih baik
dengan pihak bisnis, dengan mengembangkan masyarakat, dengan
membangun kerjasama dengen pemerintah, dan dengan membangun
masyarakat madani.
Menurut Indrajit (2005) paling tidak, ada 6 (enam) komponen penting
harus diperhatikan dalam penerapan E-Government, yaitu:
1. Content Development (Pengembangan Konten/Aplikasi)
Menyangkut pengembangan aplikasi (perangkat lunak), pemilihan standar
teknis, penggunaan bahasa pemrograman, spesifikasi sistem basis data,
kesepakatan user interface, dan lain sebagainya;
2. Competency Building (Membangun Kompetensi)
23 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Menyangkut pengadaan SDM, pelatihan dan pengembangan kompetensi
maupun keahlian seluruh jajaran sumber daya manusia di berbagai lini
pemerintahan.
3. Connectivity (Konektivitas)
Menyangkut ketersediaan infrastruktur komunikasi dan teknologi informasi
di lokasi dimana E-Government diterapkan.
4. Cyber Laws (Hukum Dunia Maya)
Menyangkut keberadaan kerangka dan perangkat hukum yang telah
diberlakukan terkait dengan seluk beluk aktivitas E-Government;
5. Citizen Interfaces (Antarmuka Warga)
Menyangkut pengadaan Sumber Daya Manusia dan pengembangan berbagai
kanal akses (multi access channels) yang dapat dipergunakan oleh seluruh
masyarakat dan Stakeholder E-Government dimana saja dan kapan mereka
inginkan.
6. Capital (Modal)
Menyangkut pola permodalan proyek E-Government yang dilakukan terutama
berkaitan dengan biaya setelah proyek selesai dilakukan seperti untuk
keperluan pemeliharaan dan perkembangan, disini tim harus memikirkan
jenis-jenis model pendapatan (revenue model) yang mungkin untuk
diterapkan dipemerintahan. Menyangkut keberadaan kerangka dan perangkat
hukum yang telah diberlakukan terkait dengan seluk beluk aktivitas E-
Government.
2.2.2. Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003
Inpres No.3 Tahun 2003 merupakan instruksi presiden yang dikeluarkan
pada tahun 2003 di masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri.
Inpres ini membahas tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan
Electronic Government di Indonesia. Penerapan E-Government di setiap lembaga
pemerintah mengacu pada tahapan pengembangan E-Government nasional
sesuai dengan kondisi setiap lembaga pemerintah, meliputi:
24 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
1. Tingkat persiapan: pembuatan situs web di setiap lembaga pemerintah;
pendidikan SDM, penyediaan sarana akses publik, sosialisasi keberadaan
layanan informasi elektronik untuk publik dan internal, pengembangan E-
Leadership dan awareness building, serta penyiapan peraturan.
2. Tingkat pematangan yaitu pembuatan situs informasi layanan publik
interaktif; dan pembuatan hyperlink.
3. Tingkat pemantapan: penyediaan fasilitas transaksi elektronik; dan
penyatuan aplikasi dan data dengan lembaga lain (interoperabilitas).
4. Tingkat pemanfaatan: pembuatan program layanan G2G, G2B, dan G2C
terintegrasi; pengembangan proses untuk layanan E-Government yang efektif
dan efisien, dan penyempurnaan menuju kualitas best practice.
Menurut Kumorotomo (2008), sebenarnya belum terdapat kesepakatan
mengenai definisi E-Government. Selain karena konsep dan praktiknya masih
termasuk hal yang baru, belum banyak penulis dari disiplin ilmu administrasi
negara yang mempunyai perhatian serius terhadap pengembangan E-
Government. Berbeda dengan konsep E-commerce yang sudah banyak dibahas
dan diaplikasikan dalam dunia bisnis, konsep dan penerapan E-Government di
Indonesia relatif terlambat perkembangannya.
Berdasarkan data observasi mendalam yang tercantum dalam Inpres No.3
Tahun 2003 menunjukkan bahwa terdapat beberapa kelemahan yang menonjol
dalam proses penerapan E-Government secara nasional, yakni :
1. Pelayanan yang diberikan melalui situs pemerintah tersebut, belum ditunjang
oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan
peraturan, prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia sangat
membatasi penetrasi komputerisasi ke dalam sistem manajemen dan proses
kerja pemerintah;
2. Belum mapannya strategi serta tidak memadainya anggaran yang
dialokasikan untuk pengembangan E-Government pada masing-masing
instansi;
3. Inisiatif-inisiatif tersebut merupakan upaya instansi secara sendirisendiri;
dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi,
25 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
otentikasi, dan berbagai aplikasi dasar yang memungkinkan interoperabilitas
antar situs secara andal, aman, dan terpercaya untuk mengintegrasikan sistem
manajemen dan proses kerja pada instansipemerintah ke dalam pelayanan
publik yang terpadu, kurang mendapatkan perhatian;
4. Pendekatan yang dilakukan secara sendiri-sendiri tersebut tidak cukup kuat
untuk mengatasi kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses
jaringan internet, sehingga jangkauan dari layanan publik yang dikembangkan
menjadi terbatas pula.
2.2.3. Tahap Perkembangan E-Government
Menurut Andianto (2004:47) terdapat tiga tingkatan E-Government yang
dicerminkan oleh tampilan situs (website) pemerintah yaitu:
1. Publish (Publikasikan)
Komunikasi yang timbul dalam tingkatan ini adalah satu arah, dimana
pemerintah mempublikasikan data dan informasi agar dapat diakses secara
langsung oleh masyarakat dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.
2. Interact (Berinteraksi)
Ada dua aplikasi yang dapat dipergunakan untuk komunikasi dua arah ini.
Pertama, bentuk portal dimana situs memberikan searching bagi mereka yang
ingin mencari informasi secara spesifik. Kedua, pemerintah memberikan
kanal dimana masyarakat dapat melakukan diskusi dengan unit-unit tertentu
yang berkepentingan.
3. Transact (Bertransaksi
Pada tingkatan ini sudah terjadi perpindahan (transfer) uang dari satu pihak
yang ke pihak ang lain sebagi sebuah konsekuensi dan diberikannya layanan
jasa oleh pemerintah. Aplikasi ini lebih rumit karena mengharuskan adanya
sistem keamanan dan perlindungan privasi pihak-pihak yang bertansaksi.
26 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.2.4. Klasifikasi E-Government
Pada intinya E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang
dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan masyarakat ataupun
pihak-pihak lain. Konsep E-Government apabila diklasifikasikan menurut
Richardus Eko Indrajit dibagi kedalam empat jenis, yaitu:
1. Government to Citizens (G-to-C), tujuannya adalah untuk mendekatkan
pemerintah dengan masyarakat melalui kanal-kanal akses yang beragam agar
masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk
pemenuhan berbagai kebutuhan pelayanan sehari-hari.
2. Government to Business (G-to-B), merupakan bentuk relasi antara pemerintah
dengan para pengusaha, dengan tujuan untuk memperlancar para praktisi
bisnis dalam menjalankan roda perusahaannya.
3. Government to Government (G-to-G), merupakan interaksi antar satu
pemerintah dengan pemerintah lainnya dengan tujuan untuk memperlancar
kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara dalam
melakukan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-
proses politik dan mekanisme hubungan sosial dan budaya.
4. Government to Employes (G-to-E), tujuannya untuk meningkatkan kinerja dan
kesejahteraan para pegawai negri atau karyawan pemerintahan yang bekerja
di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat.
4. Klasifikasi jenis-jenis E-Government di atas adalah yang menjadi dasar bahwa
penerapan E-Government sangat penting. Jenis-jenis tersebut
menggambarkan suatu interaksi, dimana pemerintah sebagai unsur
penyelenggara roda pemerintahan sangat membutuhkan adanya hubungan
dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan public.
27 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.3. SISTEM INFORMASI
2.3.1. Sistem
Sistem adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari berbagai bagian-bagian
yang saling berhubungan satu dengan lainnya untuk mencapai suatu tujuan
tertentu yang diinginkan. Banyak ahli mendefisikan pengertian sistem, berikut
beberapa definisi sistem menurut para ahli :
1. Fatta (2007: 3)
“Sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi
serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang
untuk mencapai satu tujuan.”
2. Whitten & Bentley (2007: 6)
“Sistem adalah sebuah kelompok dari komponen yang saling berhubungan
yang mempunyai fungsi bersama untuk mendapat hasil yang diharapkan”
3. Jogiyanto (2008 dalam Hutahean 2015: 1)
“Sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai tujuan tertentu.”
4. Oz (2009: 11)
“Sistem adalah sebuah kelompok komponen yang saling bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan atau banyak tujuan dengan menerima masukan, lalu
memprosesnya, dan menghasilkan keluaran secara terstruktur.”
5. Hutahean (2015: 2)
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau
untuk melakukan sasaran yang tertentu.”
Berdasarkan berbagai pengertian tentang sistem diatas, Sutabri (2004: 9)
menyimpulkan lebih rinci pengertian mengenai sistem antara lain setiap sistem
terdiri dari berbagai unsur, unsur-unsur tersebut merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari sistem yang bersangkutan, unsur-unsur di dalam tersebut
28 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem, dan suatu sistem merupakan bagian
dari sistem lain yang lebih besar.
Dalam suatu sistem biasanya tidak hanya untuk mencapai sebuah tujuan,
namun biasanya terdapat banyak tujuan. Sehingga akan terdapat sebuah
subsistem dari sebuah sistem yang besar untuk mencapai tujuan tertentu yang
berbeda-beda dari setiap subsistemnya. Sistem terdiri dari tiga unsur yaitu
masukan (input), pengolahan (processing), dan keluaran (output) (Sutabri 2004:
3).
2.3.2. Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi penerimannya (Hutahean 2015: 9). Sumber informasi adalah
data.
Data merupakan sebuah informasi yang belum di proses (Oz 2009: 9).
Menurut Gordon B. Davis (1991 :28), informasi adalah data yang telah diolah
menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata
atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau
keputusan-keputusan yang akan datang.
Sistem pengolahan informasi akan mengolah data menjadi informasi atau
mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi yang menerimanya
(Sutabri 2004: 13). Namun kadang tidak semua informasi dapat berguna
sepenuhnya, dikarenakan informasi tersebut tidak memenuhi syarat informasi
yang baik. Agar informasi dapat berguna harus memenuhi syarat diantaranya
relevan (informasi harus menyinggung masalah yang ada), lengkap (informasi
yang setengah-setengah lebih buruk dari pada tidak ada informasi), akurat
(informasi yang keliru dapat mengakibatkan salah pengambilan keputusan),
terbaru (keputusan harus berdasarkan dengan informasi yang terbaru), dan
ekonomis (dalam perusahaan dalam mengumpulkan informasi harus
menggunakan dana seminimal mungkin) (Oz 2009: 11).
Fungsi dari informasi sendiri yaitu untuk menambah pengetahuan atau
mengurangi ketidak pastian pemakai informasi, karena informasi berguna
29 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambilan
keputusan dapat lebih cepat, informasi juga memberikan standar, aturan maupun
indikator bagi pengambil keputusan.
2.3.3. Sistem Informasi
Setelah memahami pengertian dari sistem dan informasi maka sistem
informasi dapat didefinisikan, sistem informasi adalah semua komponen yang
saling bekerja sama untuk memproses data dan menghasilkan informasi (Oz
2009:13). Menurut Hutahean (2015: 13) sistem informasi adalah suatu sistem di
dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
dibutuhkan. Sedangkan menurut Henry C Lucas dalam Jogiyanto ( 2001: 35)
menyatakan bahwa sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-
prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan
informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam
organisasi. Sistem informasi merupakan gabungan dari aktifitas manusia dan
teknologi informasi untuk mempermudah operasi dan manajemen.
Sistem informasi terdiri dari berbagai komponen-komponen yang disebut
dengan istilah blok bangunan yang terdiri dari blok masukan (data yang masuk
ke dalam sistem informasi), blok model (kombinasi prosedur, logika dan model
matematik yang memanipulasi data input untuk menghasilkan keluaran
tertentu), blok keluaran (informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua
pemakai sistem), blok teknologi (seperangkat alat yang ada dalam sistem
informasi), blok basis data (kumpulan data yang saling berhubungan dan
tersimpan dalam komputer), dan blok kendali (pengendalian yang diterapkan
dalam sistem untuk meminimalkan kesalahan-kesalahan dalam sistem). Setiap
komponen tersebut akan saling berhubungan dan membentuk sebuah kesatuan
untuk mencapai suatu tujuan (Sutabri 2004: 36).
Dalam membangun sebuah sistem informasi akan memerlukan proses
yang panjang dan kompleks, meliputi penentuan kebutuhan informasi,
30 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
merancang sistem informasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan
meletakan sistem informasi pada kondisi operasional (Sutabri 2004: 50).
Terdapat dua metode umum yang sering digunakan yaitu metode tradisional
Systems Development Life Cycle (SDLC) yang dalam bahasa Indonesia berarti
siklus pengembangan hidup sistem informasi dan metode non tradisional.
Metode non tradisonal dalam pengembangan sistem diantaranya metode
waterfall, spiral, evolusioner, dan RnD (Research and Development). Dari
beberapa metode non tradisional, menurut Sutabri (2004: 62) metode waterfall
merupakan metode yang paling banyak digunakan, karena dalam pengembangan
aplikasi menggunakan metode tersebut pada setiap tahap harus diselesaikan
terlebih dahulu secara penuh sebelum diteruskan ke tahap berikutnya untuk
menghindari terjadinya pengulangan tahapan. Akan tetapi menurut Oz
(2009:415) metode SDLC merupakan metode yang sangat tepat dalam
pengembangan sistem, karena dalam pengembangan sistem terkadang tidak
sesuai dengan tahapan pengembangan sistem yang disebabkan oleh tekanan
waktu, pendanaan atau faktor lainnya.
Secara umum terdapat empat tahapan dalam pengembangan sistem, yaitu
analisis, desain, impelementasi, dan pemeliharaan (Sutabri, 2004; Fatta, 2007; Oz,
2009). Berikut penjelasan mengenai tahapan dalam pengembangan sistem :
1. Tahapan Analisis
Tahapan analisis adalah tahapan dimana sistem yang sedang berjalan
dipelajari dan sistem pengganti diusulkan. Pada tahap ini terdapat lima fase
yaitu pengumpulan informasi, studi kelayakan teknis, studi kelayakan
ekonomi, studi kelayakan operasional, dan kebutuhan sistem (system
requirement). Pada fase pertama yaitu pengumpulan informasi akan
mengumpulkan informasi tentang proses-proses pada sistem yang sudah
berjalan, dan mengidentifikasi masalah yang ada dari proses yang berjalan
pada sistem yang lama. Fase berikutnya adalah studi kelayakan teknis, pada
fase ini akan menganalisa komponen yang sudah ada seperti perangkat keras,
perangkat lunak, dan peralatan komunikasi. Selanjutnya fase studi kelayakan
ekonomi akan menganalisa kebutuhan dana yang dibutuhkan dalam hidup
31 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
dan pemeliharaan sistem. Fase empat yaitu studi kelayakan operasional,
dalam fase ini akan menganalisa tentang kebiasaan operasional yang berjalan
pada perusahaan, agar nantinya sistem yang akan dibuat sesuai dengan
operasional, regulasi, dan peraturan perusahaan. Lalu fase terakhir yaitu
kebutuhan sistem akan menganalisa mengenai kebutuhan apa saja yang
diperlukan oleh sistem yang baru berdasarkan informasi kelemahan pada
sistem yang lama (Oz 2009: 416-420; Fatta 2007: 37-38; Sutabri: 81-84).
2. Tahapan Desain
Pada tahapan desain akan mengubah kebutuhan sistem yang masih berupa
konsep menjadi sistem yang nyata. Secara umum pada tahapan desain
terdapat tiga bagian yaitu deskripsi komponen, pembuatan sistem
(construction), dan menguji sistem (testing). Bagian pertama yaitu deskripsi
komponen akan mendeskripsikan komponen yang dibutuhkan dalam
membuat sistem, seperti komponen masukan, proses, dan keluaran. Pada
bagian ini akan dibuat desain menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan
Unified Modeling Language (UML). Bagian berikutnya yaitu pembuatan sistem
akan dilakukan aktifitas koding pada sistem dengan mengikuti alur yang
sudah ditentukan dan menterjemahkan masukan, proses, dan keluaran dari
desain sistem ke bahasa pemrograman pada sistem. Bagian terakhir yaitu
pengujian sistem akan menguji hasil kode program yang telah dihasilkan dari
pembuatan sistem dengan tujuan agar kode program yang dibuat tidak ada
kesalahan sintaks maupun logika dan sistem dapat berjalan dengan baik
(Sutabri 2007: 28-30; Oz 2009: 420-423).
3. Tahapan Implementasi
Pada tahapan implementasi secara umum terdapat dua tahap yaitu pelatihan
(training) dan pemindahan sistem (conversion). Pada tahap pelatihan sistem
akan dilakukan pelatihan terhadap pengguna sistem.
Setelah selesai selanjutnya akan dilakukan pemindahan dari sistem lama ke
sistem baru. Pada perusahaan atau instansi tahap pemindahan biasanya akan
memakan waktu yang cukup lama, karena pada tahap ini akan dilakukan
secara bertahap agar pelayanan tidak terganggu dan tidak ada data yang
32 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
hilang. Terdapat empat metode dalam pemindahan sistem yaitu pemindahan
paralel (parallel), bertahap (phased), langsung (cut over), dan percontohan
(pilot).
Metode pertama yaitu pemindahan paralel, sistem yang lama akan
dipertahankan dalam waktu yang sudah ditentukan sampai sistem baru
selesai diterapkan dengan tujuan untuk meminimalkan resiko tidak
berfungsinya sistem baru, berhentinya operasional perusahaan, dan
kesalahan pada sistem baru. Metode kedua yaitu pemindahan bertahap
(phased), sistem yang baru digunakan secara perbagian dalam sistem dalam
suatu waktu. Metode ketiga yaitu pemindahan langsung (cut over), sistem
yang lama akan dihentikan dan digantikan sistem yang baru. Metode terakhir
yaitu pemindahan percontohan (pilot), metode ini biasanya digunakan pada
perusahaan yang memiliki lebih dari satu unit. Pada metode ini sistem baru
akan diterapkan pada unit pertama yang nantinya akan dijadikan sebagai
percontohan bagi unit lainnya (Sutabri 2004: 95-96; Oz 2009: 423-425).
4. Tahapan Pemeliharaan
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dalam pengembangan sistem.
Secara umum terdapat dua bagian yaitu maintenance (perbaikan) dan
documentation (dokumentasi). Pada bagian perbaikan akan dilakukan
perbaikan jika terdapat kesalahan pada sistem (bugs) yang tidak terdeteksi
saat pengujian sistem. Tidak hanya perbaikan saja namun kadang dilakukan
peningkatan sistem agar sistem menjadi lebih baik. Berikutnya bagian
dokumentasi akan berisi petunjuk penggunaan sistem yang akan diberikan
kepada pengguna sistem, dokumentasi tersebut bisa berupa buku cetak
(paper book), buku elektronik (e-book), dan program dokumentasi (Oz 2009:
425-426).
33 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.4. SISTEM APLIKASI
2.4.1. Framework CodeIgniter
“Framework adalah kumpulan kelas dan fungsi yang disusun secara
sistematis berdasarkan kegunaan atau fungsionalitas tertentu untuk
mempermudah pembuatan atau pengembangan suatu aplikasi, sehingga dalam
membuat aplikasi harus mengikuti aturan dari framework tersebut” (Wardana
2010: 3). Framework terdiri dari kumpulan library, script, class, function, method
yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sebuah aplikasi. Framework
memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan CMS atau PHP konvensional,
menurut Wardana (2010: 3) kelebihan tersebut antara lain :
1. Lebih cepat dalam membuat sebuah aplikasi, karena dalam framework sudah
disediakan library untuk membuat sebuah fungsi.
2. Penulisan kode dalam framework lebih terstruktur sehingga lebih mudah
dibaca dan dipahami.
3. Dalam proses perbaikan aplikasi lebih mudah karena tidak perlu fokus ke
semua komponen kode website.
4. Tidak memerlukan lagi kode penunjang website seperti koneksi database,
validasi form, GUI, dan keamanan.
5. Framework telah mendukung berbagai jenis database.
6. Kebanyakan framework telah menggunakan pola rancangan Model View
Controller (MVC).
Dengan beberapa kelebihan yang didapat dalam menggunakan
framework, dalam membangun sebuah aplikasi saat ini banyak programmer lebih
memilih menggunakan framework dari pada menggunakan PHP konvensional.
Saat ini terdapat banyak framework PHP, antara lain Laravel, Yii, dan yang paling
popular framework CodeIgniter. Framework yang akan digunakan dalam
membuat administrasi kependudukan ini adalah CodeIgniter.
“CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dibangun untuk
programmer yang membutuhkan toolkit sederhana dan lengkap untuk membuat
aplikasi web dengan fitur yang lengkap” (CodeIgniter, 2016). Pemrograman
34 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
dalam CodeIgniter tidak perlu membuat semua kode dari awal karena
CodeIgniter sudah menyediakan berbagai library, script, dan class yang
diperlukan dalam membuat aplikasi dengan bahasa pemrograman PHP.
Programmer hanya perlu memanggil script yang diperlukan dalam membuat
aplikasi sehingga waktu dalam pembuatan aplikasi akan lebih cepat. Pola
rancangan yang digunakan dalam CodeIgniter adalah MVC (MVC adalah pola
pemrograman yang bertujuan memisahkan logika bisnis, logika data, dan logika
tampilan atau secara sederhana memisahkan antara proses, data, dan tampilan
(Wardana 2010: 52). Menurut Myer (2008: 4-5) dengan menggunakan metode
MVC programmer dapat memisahkan kode menjadi bagian yang berbeda,
membuat, dan memperbaiki aplikasi dengan sangat mudah. MVC mempunyai
struktur yang baik, memperbolehkan programmer untuk konsentrasi pada
bagian yang penting tanpa khawatir dengan bagian kode lainnya. MVC terdiri dari
tiga bagian utama yaitu bagian model, bagian view, dan bagian controller.
Berikut penjelasan bagian-bagian dari MVC :
1. Model
Model adalah komponen MVC yang merepresentasikan data, mengatur respon
terhadap permintaan, serta memberi hak akses untuk memanipulasi data
yaitu pengambilan dari basis data dan memasukan data ke dalam database
(Hidayat 2011: 169). Isi utama dalam bagian model adalah berisi perintah-
perintah query SQL yang hasilnya dikirim kebagian controller. Biasanya dalam
model akan terdapat fungsi untuk mengambil, melakukan pembaruan data,
dan menghapus data.
2. View
View adalah komponen MVC yang berfungsi untuk mengatur suatu data yang
diperoleh dari bagian controller lalu ditampilkan untuk pengguna dan
mencakup semua proses yang terkait dengan penampilan data dan layout
tampilan aplikasi. Isi utama dalam bagian view adalah berisi kode untuk
menampilkan data dari proses model dan controller yang dibuat
menggunakan HTML, CSS, maupun javascript biasanya berupa form, tabel,
gambar yang dilihat oleh pengguna.
35 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
3. Controller
Controller adalah komponen MVC yang berfungsi sebagai penghubung antara
bagian model dan bagian view bertugas mengirimkan perintah ke bagian
model untuk mendapatkan data yang diinginkan dan dikirimkan ke bagian
view untuk ditampilkan. Pada bagian ini biasanya berisi fungsi-fungsi untuk
memanggil tampilan dan melakukan aksi ke basis data.
Framework CodeIgniter memiliki beberapa kelebihan, menurut Upton
(2007:15) dan Youputra (2010) kelebihan tersebut diantaranya :
1. Mudah digunakan dan tidak memerlukan konfigurasi yang rumit.
2. CodeIgniter didesain untuk programmer yang masih dalam tahap belajar.
3. Fungsi-fungsi pendukung seperti library, helper, dan class cukup lengkap.
4. CodeIgniter merupakan framework MVC yang paling popular dan paling
banyak digunakan.
5. Dokumentasi yang terdapat dalam CodeIgniter sangat lengkap dan
memudahkan programmer dalam membuat aplikasi.
6. CodeIgniter ringan sehingga dapat digunakan pada web hosting standar.
2.4.2. Sistem Basis Data
1. Konsep Dasar Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data merupakan salah satu
komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis
dalam menyediakan informasi bagi pemakai (Jogiyanto, 2001: 711).
Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data ke dalam media
penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Database
Management System (DBMS). DBMS adalah suatu perangkat lunak kompleks
yang mengatur permintaan dan penyimpanan data ke dan dari disk. DBMS
adalah perangkat lunak yang disajikan oleh penjual basis data. Produk
perangkat lunak seperti Microsoft Access, Oracle, Microsoft SQL Server,
36 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Sybase, DB2, INGRES, dan MySQL merupakan aplikasi DBMS (Simarmata,
2007: 14).
2. Komponen Dasar Basis Data
a. Data
Data di dalam sebuah basis data dapat disimpan secara terintegrasi
(integrated) dan data dapat dipakai secara bersama-sama (shared).
b. Hardware (perangkat keras)
Terdiri dari semua perangkat komputer yang digunakan untuk
pengelolaan sistem basis data, berupa (1) Peralatan untuk penyimpanan
basis data, yaitu secondary storage, (2) Peralatan input dan output, (3)
Peralatan komunikasi data, dan lain-lain.
c. Software (perangkat lunak)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data fisik
pada basis data. Software pada basis data dapat berupa DBMS atau
program-program aplikasi dan procedure-procedure.
3. User atau pemakai
a. Database Administrator (DBA), orang atau tim yang bertugas mengelola
sistem basis data secara keseluruhan.
b. Programmer, orang atau tim yang bertugas membuat program aplikasi.
c. End User, orang yang mengakses basis data melalui terminal dengan query
language atau program aplikasi yang dibuat programmer.
2.4.3. MySQL
Menurut Kadir, A., (2008), MySQL merupakan software yang tergolong
sebagai DBMS yang bersifat open source. MySQL sebenarnya merupakan turunan
salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu Structured Query
Language (SQL) yakni bahasa yang berisi perintah-perintah untuk memanipulasi
database, seperti melakukan perintah select untuk menampilkan isi database,
perintah insert atau menambahkan isi ke dalam database, perintah delete atau
menghapus isi database dan perintah edit atau mengubah isi database. Selain itu,
37 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
SQL juga menyediakan perintah untuk membuat database, field, ataupun index
untuk menambah atau menghapus data (Agus Saputra, 2012).
2.4.4. HTML
HTML adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web.
HTML dirancang untuk digunakan tanpa tergantung pada suatu platform tertentu
(platform independent). Dokumen HTML adalah suatu dokumen teks biasa dan
disebut markup language karena mengandung tanda-tanda (tag) tertentu yang
digunakan untuk menentukan tampilan suatu teks dan tingkat kepentingan dari
teks tersebut dalam suatu dokumen. HTML mempunyai ciri utama yaitu
penggunaan tag dan elemen. Elemen dalam dokumen HTML dikategorikan
menjadi 2 elemen, yaitu elemen <HEAD> yang berfungsi memberikan informasi
tentang dokumen tersebut dan elemen <BODY> yang menentukan bagaimana isi
suatu dokumen ditampilkan oleh browser, seperti paragraf, list, tabel, dan lain-
lain. Sedangkan tag dinyatakan dengan tanda lebih besar “<” dan tanda lebih kecil
“>” (tag akhir). Dalam penggunaanya sebagian besar kode HTML tersebut terletak
di antara tag kontainer, yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan
</namatag>.
Dalam dokumen HTML mempunyai 3 tag utama yang membentuk struktur
dari dokumen HTML, yaitu HTML, HEAD, dan BODY. HTML berfungsi untuk
menyatakan suatu dokumen HTML, tag HEAD untuk memberikan informasi
tentang dokumen HTML dan tag BODY berfungsi untuk menyimpan informasi
atau data yang akan ditampilkan di dokumen. (Sutarman, 2003).
2.4.5. PHP
PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk
penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah web dan bisa digunakan
pada HTML. PHP singkatan dari PHP Hypertext Prepprocessor yang digunakan
sebagai bahasa script server-side dalam pengembangan web yang disisipkan
pada dokumen HTML. Penggunaan PHP memungkinkan web dapat dibuat
dinamis sehingga maintenance sistem web tersebut menjadi lebih mudah dan
efisien. PHP merupakan software open-source yang disebarkan dan dilisensikan
38 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
secara gratis serta dapat di download secara bebas dari situs resminya
http://www.php.net. PHP ditulis menggunakan bahasa C (Kasiman
Peranginangin, 2006). PHP adalah kependekan dari Hypertext Preprocessor,
bahasa interpreter yang mempunyai kemiripan dengan bahasa C dan Perl yang
mempunyai kesederhanaan dalam perintah. PHP digunakan bersama dengan
HTML sehingga memudahkan dalam membangun aplikasi web dengan cepat. PHP
dapat digunakan untuk meng-update dan menciptakan basis data serta
mengerjakan perhitungan matematika. Seperti halnya dengan program open
source lainnya, PHP dibuat di bawah General Public License (GNU). (Indrajit, dkk
2002 dalam jurnal Henny Hendarti dkk, 2008).
2.4.6. Perangkat Pendukung
1. Sublime
Pada Project yang menggunakan bahasa HTML diperlukan aplikasi editor,
editor yang paling sederhana yang ada di Windows adalah notepad. Sublime
merupakan editor HTML yang profesional dalam mendesain, menulis kode
program dan mengembangkan aplikasi web. Aplikasi Sublime mendukung
operation system seperti Linux, Mac Os X, dan juga Windows. Fitur yang
tersedia pada aplikasi Sublime sangat banyak dalam memudahkan
programmer dalam mengerjakan suatu pekerjaan diantaranya fitur minimap,
membuka script secara side by side, bracket highlight sehingga tidak bingung
mencari pasangannya, kode snippets, drag and drop direktori ke sidebar
seperti fitur yang dimiliki TextMate untuk Mac OS.
2. XAMPP
XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem
operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah
sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program
Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis
dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU
(General Public License) dan bebas, merupakan web server yang mudah
digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.
39 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
3. Bootstrap
Bootstrap adalah sebuah framework CSS yang menyediakan kumpulan
komponen-komponen antarmuka dasar pada web yang telah dirancang
sedemikian rupa untuk digunakan bersama-sama. Selain komponen
antarmuka, Bootstrap juga menyediakan sarana untuk membangun layout
halaman dengan mudah dan rapi, serta modifikasi pada tampilan dasar HTML
untuk membuat seluruh halaman web yang dikembangkan senada dengan
komponen-komponen lainnya. Bootstrap dibuat untuk memberikan
sekumpulan perangkat yang dapat digunakan untuk membangun website
sederhana dengan mudah.
Bootstrap merupakan framework untuk membangun desain web secara
responsif. Artinya, tampilan web yang dibuat oleh bootstrap akan
menyesuaikan ukuran layar dari browser yang kita gunakan baik di desktop,
tablet ataupun mobile device. Fitur ini bisa diaktifkan ataupun dinon-aktifkan
sesuai dengan keinginan kita sendiri. Sehingga, kita bisa membuat web untuk
tampilan desktop saja dan apabila dirender oleh mobile browser maka
tampilan dari web yang kita buat tidak bisa beradaptasi sesuai layar. Dengan
bootstrap kita juga bisa membangun web dinamis ataupun statis.
2.5. SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB
Sistem informasi dahulu dibuat secara konvensional. Namun seiring
pesatnya perkembangan teknologi internet maka sistem informasi dibuat
berbasis web. Web adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa
teks, gambar, bunyi, animasi, dan data multimedia lainnya, yang mana data
tersebut saling berhubungan satu sama lainnya.
2.5.1. Web Server
Web server adalah suatu perangkat lunak yang mengatur halaman web dan
membuat halaman-halaman web tersebut dapat diakses di klien, yaitu melalui
jaringan lokal atau melalui jaringan Internet. Ada banyak web server yang
40 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
tersedia diantaranya Apache, IIS (Internet Information Service), dan IPlanet’s
Enterprise server.
Gambar 2.1 Konsep dasar browser dan server web
2.5.2. Web Browser
Web browser digunakan untuk menjelajah situs web lewat layanan HTTP.
Untuk mengakses layanan WWW (World Wide Web) dari sebuah komputer
digunakan program web client yang disebut web browser atau browser saja.
Jenis-jenis browser yang biasa digunakan adalah Internet Explorer, Netscape, NCSA
Mosaic, Arena, dan masih banyak lainnya.
2.5.3. Web Statis
Web statis merupakan suatu halaman yang berisi skrip HTML editor dan
disimpan sebagai file .htm atau .HTML. Disebut statis karena halaman tersebut
dari waktu ke waktu isinya tidak berubah. Karena halaman web statis ini tidak
memerlukan pemrosesan di server, pembuatannya dapat dilakukan
menggunakan editor HTML dan hasilnya dapat dilihat pada web browser.
2.5.4. Web Dinamis
Pembuatan halaman web dinamis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
secara client side atau secara server side. Penggunaan client side dan server side
tidak saling bertentangan melainkan saling melengkapi. Seorang web developer
harus dapat menentukan bagian mana yang diletakkan secara client side dan
mana yang diletakkan secara server side.
41 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.5.5. Basis Data (Database)
Sistem informasi membutuhkan database untuk menyimpan data yang
dapat diolah dan diproses menjadi informasi yang bermanfaat. Database adalah
sekumpulan tabel, trigger, procedure dan objek-objek lain. Database mengandung
objek-objek yang digunakan untuk mewakili, menyimpan dan mengakses data
(Sugianto, 2007). Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam
sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi
para pemakai (Arisandi, 2004).
2.5.6. Tabel
Tabel adalah inti dari sebuah database. Tabel menyimpan data yang
dikelompokkan dalam bentuk baris dan kolom. Setiap baris mewakili record dan
setiap kolom mewakili atribut atau field. Setiap field mengandung satu jenis
informasi.
Tabel juga menyimpan hubungan dengan tabel lain melalui key yang
terdapat di dalamnya. Dalam sebuah database, biasanya terdapat beberapa tabel
yang masing-masing dibedakan berdasarkan karakteristik atau ciri-ciri record
yang terdapat dalam tabel tersebut, yaitu:
a. Nilai Null
Nilai null adalah nilai yang menunjukkan bahwa suatu kolom masih belum
menerima isi apapun atau kosong.
b. Primary Key
Primary key memastikan integritas dari suatu tabel. Primary key adalah
atribut yang mengidentifikasikan sebuah entity secara unik sehingga tidak
ada data yang sama dalam kolom tersebut.
c. Foreign Key
Foreign key adalah kolom atau kombinasi kolom yang digunakan untuk
menentukan hubungan antara dua tabel. Hubungan ini dilakukan dengan
membuat field-field yang sama-sama dimiliki oleh kedua tabel. Tujuannya
untuk memelihara integritas hubungan antara tabel.
42 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.6. TOOLS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
2.6.1. ASP.NET
Salah satu tools yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi
berbasis web adalah ASP.NET. ASP.NET tidak sekedar upgrade dari ASP. ASP.NET
menyediakan platform pengembangan web terdepan yang diciptakan dewasa ini
(Marina, 2004). ASP.NET adalah salah satu bahasa pemrograman yang bertujuan
untuk membangun suatu aplikasi web. Bahasa pemrograman ini merupakan
kelanjutan dari Active Server Pages (ASP).
ASP.Net sebenarnya merupakan konsep baru dalam pemrograman
aplikasi web. Di mana ASP.Net memberikan platform pemrograman yang jauh
lebih bagus, lebih aman, lebih stabil dan memiliki banyak kemudahan
(Kristanto,2002).
ASP.Net adalah bahasa yang terkompilasi. Berbasiskan .Net
Framework,sehingga dapat menggunakan beberapa bahasa pemrograman yang
mendukung dengan .Net Framework seperti: Visual Basic .Net, C#, dan Jscript
2.6.2. Arsitektur ASP.NET
Untuk dapat menjalankan ASP.NET, selain dibutuhkan program
ASP.NET,.Net Framework, juga dibutuhkan Web Server (IIS). Untuk lebih
memperjelas bagaimana hubungannya, di bawah ini adalah gambar arsitektur
ASP.NET:
Gambar 2.2 Arsitektur ASP.NET
Sumber: Kristanto (2002)
43 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Arsitektur ASP.NET memiliki bagian-bagian yaitu:
1. Web Clients: Client meminta request kepada server. Pada umumnya software
yang digunakan adalah web browser seperti IE, Netscape, dll.
2. Aplikasi ASP.NET: adalah aplikasi yang dibuat dengan menggunakan ASP.NET
3. IIS: adalah Web Server yang terinstal pada server tempat aplikasi dijalankan.
4. .Net Framework: adalah model platform yang memudahkan dalam
membangun lingkungan aplikasi yang terdistribusi di Internet. Platform .Net
Framework terdiri dari dua bagian utama:
a) Common Language Runtime (CLR) CLR berfungsi untuk mengatur memori,
mengatur thread, menjalankan kode, verifikasi keamanan kode, kompilasi,
dan system service yang lain.
b) .Net Framework Class Library (FCL): .Net Framework Class Library berisi
koleksi class yang dalam penggunaannya dapat diturunkan menjadi
koleksi objek. Objek ini dapat digunakan untuk membangun aplikasi.
Seperti menggunakan Web Forms, atau XML Web Service. Untuk dapat
menggunakan objek tersebut, dibutuhkan namespace yaitu deklarasi yang
menghubungkan ke .Net Framework.
Contoh Deklarasi namespace:
<%@ Import Namespace="System.Data" %>
<%@ Import Namespace="System.Data.SqlClient" %>
Namespace di atas digunakan untuk dapat menggunakan class pada .Net
Framework yang berhubungan dengan pengaksesan database.
5. Operating System: Operating System yang mendukung adalah Windows NT /
2000 /XP / Vista.
2.6.3. Microsoft SQL Server
2.6.3.1. Pengertian Microsoft SQL Server
Tools yang digunakan untuk mengelola data yang dibutuhkan sistem
informasi adalah Microsoft SQL Server. Microsoft SQL Server adalah Relational
Database Management System (RDBMS) yang dibuat oleh Microsoft. Fungsi Utama
44 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Microsoft SQL Server sebagai database server, yang mengatur semua proses
penyimpanan data dan transaksi suatu aplikasi.
2.6.3.2. Pengertian SQL
Bahasa query yang utama dalam SQL Server adalah SQL. SQL merupakan
bahasa komputer database yang didesain untuk pengembalian dan manajemen
data dalam sistem manajemen database relational (RDBMS), pembuatan dan
modifikasi skema database, dan manajemen kontrol akses objek database.
Keunggulan utama dari SQL dibandingkan teknik pemrograman basis data
adalah SQL telah diakui sebagai bahasa standar pada server basis data, seperti
server Oracle, Sybase, Interbase, dll. Oleh karena itu SQL dapat menghubungkan
beberapa tabel dari platform yang berbeda (Krisna, 2008).
SQL dibangun di laboratorium IBM-San Jose, California. Pertama kali SQL
dikembangkan sebagai bahasa di produk database DB2 yang sampai saat ini
merupakan produk andalan IBM. Saat ini, organisasi standar Amerika (ANSI)
menetapkan standar bahasa SQL, yaitu ANSI-92 standard.
2.6.3.3. Fungsi-fungsi dasar SQL
Bahasa Query SQL memiliki beberapa fungsi-fungsi dasar. Fungsi-fungsi
dasar tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perintah SELECT
Perintah ini digunakan untuk mengambil atau menampilkan data tabel dalam
database. Aturan perintah SELECT:
SELECT [DISTINCT] <nama_field1>[,<nama_field n>]
FROM [<nama_tabel1>] [,<nama_tabel n>]
WHERE <kondisi1> [OR|AND <kondisi2>];
2. Perintah INSERT
Perintah ini digunakan untuk menambahkan record baru ke dalam tabel.
Aturan perintah INSERT:
INSERT INTO [<nama_tabel>] (<nama_field1> [, <field n>])
VALUES (<isi_field1> [,<isi_field n>]);
45 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
3. Perintah DELETE
Perintah ini digunakan untuk menghapus satu atau beberapa record dalam
tabel. Aturan perintah DELETE:
DELETE FROM [<nama_tabel>]
WHERE <kondisi1> OR|AND <kondisi2>;
4. Perintah UPDATE
Perintah ini digunakan untuk mengubah satu atau beberapa record dalam
tabel. Aturan perintah UPDATE:
UPDATE [<nama_tabel1>]
SET <nama_field1 yang akan diupdate> = <nilai baru>[,<nama_field n yang
akan diupdate> = <nilai baru n>]
WHERE <kondisi1> [OR|AND <kondisi2>]
2.6.4. Use Case Diagram
Diagram ini merepresentasikan fitur apa saja yang terdapat pada sebuah
sistem. Pada umumnya, diagram ini terdiri dari 2 komponen penting, yaitu actor
yang berbentuk seperti coretan tangan manusia seperti pada Gambar 2.3, dan use
case yang berbentuk oval seperti pada Gambar 2.4.
Terdapat tiga macam relasi antar use case, yaitu include, extend, dan
generalization. Berikut adalah penjelasan singkat ketiga macam relasi tersebut.
a. Include
Pada relasi ini, sebuah use case yang akan dijalankan harus menjalankan
terlebih dahulu use case yang di-include-kan. Sebagai contoh, sebelum actor
bisa menjalankan use case input, maka actor harus menjalankan use case login
terlebih dahulu.
b. Extend
46 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Pada relasi ini, use case yang di-extend-kan akan dijalankan jika ada suatu
kondisi yang terpenuhi pada “induk” use case-nya. Sebagai contoh, actor harus
menjalankan use case bayar denda jika actor terlambat mengembalikan buku
ke persewaan pada saat menjalankan use case pengembalian buku sewa.
c. Generalization
Bentuk ketiga dari relasi use case ini adalah relasi antara dua buah use case
dimana use case yang satu merupakan bentuk detail dari use case yang lain.
Relasi ini direpresentasikan dalam bentuk garis lurus yang ditarik dari use
case yang lebih umum atau general ke arah use case yang lebih detail atau
spesisik dan pada ujung garis yang menempel pada use case yang lebih umum
atau general tersebut diberikan gambar segitiga.
2.7. DAFTAR SIMBOL
2.7.1. Daftar Simbol Flowmap Diagram
Flowmap atau bagan alir adalah bagan yang menunjukan aliran di dalam
program atau prosedur sistem secara logika. Flowmap ini berfungsi untuk
memodelkan masukan, keluaran, proses maupun transaksi dengan menggunakan
simbol-simbol tertentu. Pembuatan flowmap ini harus dapat memudahkan bagi
pemakai dalam memahami alur dari sistem atau transaksi.
Tabel 2.1. Daftar Simbol Flowmap Diagram
Simbol Nama Keterangan
Terminator awal / akhir Simbol untuk memulai dan
program mengakhiri suatu program
Dokumen Menunjukkan dokumen
berupa dokumen input dan
output pada proses manual
dan proses berbasis
computer
Proses Manual Menunjukkan kegiatan
proses yang dilakukan
secara manual
47 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Simbol Nama Keterangan
Proses Komputer Menunjukkan kegiatan
proses yang dilakukan
secara komputerisasi
Arah aliran data Menunjukkan arah aliran
dokumen antar bagian yang
terkait pada suatu sistem.
Penyimpanan Manual Menunjukkan media
penyimpanan data /
infomasi secara manual
Data Simbol input/output
digunakan untuk mewakili
data input/output
Sumber : Jogiyanto, 2001
2.7.2. Daftar Simbol Use Case Diagram
Use case diagram merupakan gambaran scenario dari interaksi antara
pengguna dengan sistem. Use case diagram menggambarkan hubungan antara
aktor dan kegiatan yang dapat dilakukannya terhadap aplikasi.
Tabel II.2. Daftar Simbol Use Case Diagram
Simbol Nama Keterangan
Menspesifikan himpunan
peran yang pengguna
Actor mainkan ketika
berinteraksi dengan use
case
Deskripsi dari urutan aksi-
aksi yang ditampilkan
Use Case sistem yang menghasilkan
suatu hasil terukur bagi
suatu actor.
48 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
Simbol Nama Keterangan
Menspesifikasikan paket
System yang menampilkan sistem
secara terbatas
Menggambarkan relasi
antara actor dengan use
Unidirectional Association
case dan proses berbasis
computer
Menggambarkan
Dependencies or kebergantungan
Instantitiates (dependencies) antar item
dalam diagram
Menggambarkan relasi
lanjut antar use case atau
Generalization
menggmabarkan struktur
pewarisan antar actor
Sumber : Booch, 1999
2.7.3. Bagan Alir (Flowchart)
Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yg menunjukkan alir (flow) di
dalam program atau prosedur sistem secara logika. Digunakan terutama untuk
alat Bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Pedoman untuk
menggambarkannya:
1. Sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri suatu
halaman
2. Kegiatannya harus ditunjukkan dengan jelas
3. Ditunjukkan dengan jelas dimulai dan berakhirnya suatu kegiatan
4. Masing-masing kegiatan sebaiknya digunakan suatu kata yg mewakilisuatu
pekerjaan.
5. Kegiatannya sudah dalam urutan yang benar
6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ditunjukkan dengan jelas oleh
simbol penghubung.
49 | B A B - 2
LAPORAN AKHIR
Identifikasi Kebutuhan E Proposal Kementerian Tenaga Kerja
2.8. BAGAN KERANGKA PEMIKIRAN
Berdasarkan uraian kerangka pemikiran dan keterkaitan antara variabel
kualitas sistem informasi, kualitas informasi, kualitas layanan, dan perceived
usefulness dengan kepuasan E-PropoaL, maka dapat dirumuskan paradigma
mengenai pengaruh kualitas sistem informasi, kualitas informasi, kualitas
layanan, dan perceived usefulness terhadap pelayanan E-Proposal dalam bagan
kerangka pemikiran, sebagai berikut:
Kualitas Sistem Informasi
• Kenyaman akses
• Keluwesan Sistem
• Integritas Sistem
• Waktu Respon
Sumber: Bailey dan Pearson dalam Jogiyanto
(2007:14)
Kualitas Informasi
• Akurat (Accuracy)
• Relevan (Relevancy)
• Tepat Waktu (Timelines)
• Lengkap (Complete)
Sumber: Mc Leod dalam Azhar Susanto (2013:38) Kepuasan E-PROPOSAL
1.Isi (content)
Kualitas Layanan 2.Akurasi (accuracy)
• Jaminan (Assurance) 3.Format (format)
• Daya Tanggap (Responsiness) 4.Kemudahan
5.Pemakaian (ease of Use)
• Empati (Empaty)
6.Ketepatan Waktu (timeliness)
Sumber: Mc Leod dalam Azhar Susanto (2013:38)
Sumber: Doll dan Torkzadeh dalam Istianingsih
Perceived Usefulness dan Wiwik Utami (2009)
• Kegunaan Meliputi:
• Menjadikan Pekerjaan Lebih
Mudah (Makes Job Easier)
• Bermanfaat (Usefull)
• Menambah Produktifitas
(Increase Productivity)
• Efektifitas meliputi:
• Mempertinggi Efektifitas
(Enchance Effectiveness)
• Mengembangkan Kinerja
Pekerjaan (Improve Job
Performance).
Sumber: Arif Wibowo dalam KNSI (2008) dan
Davis dalam Jogiyanto (2008:152)
Gambar 2.5 Bagan Kerangka Pemikiran
50 | B A B - 2