Indonesia adalah negara yang majemuk.
Dari segi sosial Indonesia adalah negara yang terdiri
atas berbagai macam suku, agama, ras yang berbeda-beda. Salah satu yang hingga kini masih
menjadi persoalan adalah persoalan intoleransi beragama. Dalam beberapa kasus, perilaku
intoleransi yang dilakukan oleh masyarakat masih saja terjadi.
Menurut pendapat Anda, mengapa perilaku intoleransi ini bisa terjadi? Lalu, apa gagasan yang
bisa Anda sumbangkan untuk mengatasi persoalan intoleransi ini?
Petunjuk umum dalam melakukan diskusi : Silahkan anda kemukakan pendapat anda dengan
berdasar pada studi kasus, teori, bersumber dari BMP, dan juga dasar hukum yang berlaku saat
ini. Jangan lupa cantumkan sumber referensi
Indikator penilaian :
Mengemukakan pendapat dengan berdasar pada studi kasus, teori, bersumber dari BMP, dasar
hukum yang berlaku saat ini, mencantumkan sumber referensi.!!
Jawab
Menurut pendapat Anda, mengapa perilaku intoleransi ini bisa terjadi? Lalu, apa gagasan yang
bisa Anda sumbangkan untuk mengatasi persoalan intoleransi ini?
a. Menurut pandapat saya Prilaku intoleransi yang ada diindonesia terjadi karenakan:
1. Ketimpangan sosial dan politik, ketimpangan sosial dan politik menjadi daya dorong
menghambat tercapainya integrasi nasional. Negara Indonesia yang luas dan majemuk
terkadang belum maksimal tercapai karena persoalan ketimpangan sosial yang semakin
tajam di masyarakat dapat menimbulkan iri hati dan sentimen terhadap kelompok lain
karena persoalan ekonomi (kaya-miskin), persoalan status sosial, dan kondisi politik yang
tidak harmonis. Misalnya muncul partai politik yang kehilangan rasa nasionalisme,
semangat persatuan, menonjolkan kesukuan atau agama tertentu lebih unggul dan
dominan.
2. Kurangnya penghargaan akan keberagaman, timbulnya konflik yang menyebabkan
menguatnya sentimen Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan karena persoalan tiadanya
penghargaan dan pemahaman yang utuh akan keberagaman yang ada. Kejadian
kurangnya penghargaan akan keberagaman ini salah satu contoh kasusnya yaitu kejadian
didesa Babat kecamatan lengok Tangerang menimpa seorang biksu dan umatnya dilarang
beribadah. Peristiwa terjadi pada Rabu (7/2/2018) lalu, berawal dari adanya penolakan
warga atas rencana kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di
lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru, Desa Babat.Sebelumnya,
masyarakat juga sempat meminta Mulyanto Nurhalim selaku biksu di kampung tersebut
untuk pindah dari sana. Pasalnya, warga resah karena melihat biksu tersebut melakukan
ibadah dengan mengundang jemaat dari luar, hingga menganggap biksu tersebut akan
mengajak orang lain untuk masuk agama Budha.Namun, warga ternyata salah paham,
karena yang datang ke situ sekadar memberi makan biksu saja. Meski demikian, kejadian
ini telah diselesaikan secara kekeluargaan usai polisi dan seluruh elemen masyarakat
setempat melakukan musyarawarah. Mereka memastikan rumah Biksu Mulyanto bukan
rumah ibadah seperti kecurigaan warga selama ini. Kejadian diatas mengindikasikan
bahwa kurangnya penghargaan akan keberagaman dapat menimbulkan perpecahan dan
disintegrasi bangsa.
b. Gagasan yang bisa saya sumbangkan untuk mengatasi persoalan intoleransi ini yaitu :
1. Setiap warga negara Indonesia diwajibkan memiliki pendidikan dan ditiap jenjang
pendidikan mempelajari dan memiliki pemahaman tentang pendidikan
kewarganegaan. karena Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting yang akan
mengajarkan, mentrasnformasikan nilai nilai Pancasila kedalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Sehingga setelah memahami pendidikan
kewarganegaaran menjadi warga Indonesia yang yang faham, peduli tentang hak hak
dan kewajiban bernegara dan memiliki cara berfikir rasional memiliki nilai, moral,
dan budi pekerti sehingga prilaku intoleransi minim terjadi.
2. Mengutamakan musyawarah ditiap kasus intoleran yang terjadi, karena biasanya
kebanyakan kasus intoleran terjadi dikarenakan adanya kesalahfahaman antar
penganut agama, etnis suku.
oleh karena itu setiap pemimpin daerah minimalnya ketua RT harus memiliki
pemahaman tentang bangsa Indonesia (pendidikan kewarganegaraan) yang memiliki
keberagaman dan mengutamakan musyawarah ditiap penyelesaian kasus intoleransi,.
Ref : Lasiyo, dkk. (2020). Pendidikan kewarganegaraan Hal 4.8 Banten.Universitas terbuka
Ref: https://www.idntimes.com/news/indonesia/linda/5-kejadian-penyerangan-rumah-ibadah-di-
indonesia/6