100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan4 halaman

Diskusi 7 Filsafat

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian ilmu administrasi publik, bisnis, dan sosial. Ia juga menjelaskan dinamika kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia serta etika Pancasila dan aktualisasinya dalam filsafat pemerintahan. Ilmu administrasi publik mempelajari administrasi pemerintahan, bisnis mempelajari administrasi perusahaan, dan sosial mempelajari administrasi kemasyarakatan. Kekuasaan pemerintah terbagi antara eksekutif

Diunggah oleh

Miena Almandari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan4 halaman

Diskusi 7 Filsafat

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian ilmu administrasi publik, bisnis, dan sosial. Ia juga menjelaskan dinamika kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia serta etika Pancasila dan aktualisasinya dalam filsafat pemerintahan. Ilmu administrasi publik mempelajari administrasi pemerintahan, bisnis mempelajari administrasi perusahaan, dan sosial mempelajari administrasi kemasyarakatan. Kekuasaan pemerintah terbagi antara eksekutif

Diunggah oleh

Miena Almandari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Melakukan diskusi antar mahasiswa serta diskusi antara mahasiswa dan tutor

dengan diberikan pertanyaan untuk dijadikan dasar diskusi, dasar diskusi


dengan pertayanyaan yaitu:

Jelaskan pengertian ilmu administrasi public, pengertian ilmu administrasi


bisnis atau niaga, pengertian administrasi social; jelaskan tentang dinamika
kekuasaan dalam pemerintahan; jelaskan tentang etika Pancasila dan
aktualisasi Pancasila dalam ajaran filsafat pemerintahan di Indonesia serta
berikan contoh kasusnya !!!

- Ilmu Administrasi Public : Dari aspek politik, administrasi publik adalah apa yang dilakukan
oleh pemerintah (what government does). Disini, administrasi publik adalah segala aktivitas
pemerintah yang mempengaruhi kehidupan keseharian masyarakat, baik pada ruang lingkup
nasional maupun daerah.
- Ilmu administrasi bisnis atau niaga : Ilmu Administrasi Niaga (Bisnis) mempelajari proses
pengelolaan entitas bisnis ataupun organisasi nirlaba agar tetap stabil dan semakin berkembang.
Di jurusan ini Quipperian akan belajar mulai dari operasi, logistik, keuangan, pemasaran, bahkan
sumber daya manusia.
- Administrasi sosial : Administrasi sosial didefinisikan dalam beberapa penjelasan menurut para
ahli, seperti John C. Kidneigh, Arthur Dunham, Rex A. Skidmore, Kodney dan Harleigh Trecker
sebagai berikut :

1. John C. Kidneigh mendefinisikan administrasi kesejahteraan sosial adalah proses


mentransformasikan kebijakan sosial ke dalam pelayanan-pelayanan sosial melalui dua cara : (1)
mentranformasikan kebijakan ke dalam pelayanan sosial kongkrit, (2) menggunakan pengalaman
dlm merekomendasikan perubahan [Link] dan mempraktekan koordinasi dalam
melakukan pendampingan sosial.
2. Arthur Dunham menyebutkan bahwa administrasi kesejahteraan sosial merupakan proses
pemberian dukungan dan fasilitas terhadap kegiatan yang diperlukan dalam pemberian pelayanan
secara langsung oleh suatu lembaga sosial. Kegiatan administrasi dimulai dari penentuan fungsi
dan kebijakan serta kepemimpinan eksekutif sampai pada pekerjaan-pekerjaan rutin.
3. Rex A. Skidmore memandang administrasi kesejahteraan sosial sebagai suatu tindakan staf
yang menggunakan proses-proses sosial untuk mestransformasikan kebijakan sosial lembaga ke
dalam pemberian pelayanan sosial.
Administrasi kesejahteraan sosial berdasarkan definisi Kodney adalah suatu proses untuk
memobilisasi sumber-sumber lembaga, manusia dan materi untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
4. Sedangkan Harleigh Trecker mendefinisikan administrasi kesejahteraan sosial merupkan suatu
proses bekerja dengan orang-orang dengan cara mengarahkan dan menghubungkan energi
mereka, sehingga mereka mampu menggunakan atau memanfaatkan sumber-sumber yang
tersedia untuk mencapai tujuan pelayanan dan program pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

-Aktualisasi Pancasila subyektif adalah pelaksanaan Pancasila dalam setiap pribadi, perorangan,
setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang
Indonesia dalam aspek moral dalam kaitannya dengan hidup negara dan masyarakat. Pancasila
merupakan nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dipedomani seluruh warga negara Indonesia
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penghayatan yang mendalam atas
nilai-nilai dasar Pancasila akan memperkuat identitas, jati diri, dan karakter masyarakat
Indonesia yang berkepribadian Pancasila.

Kedudukan formal Pancasila yang sangat kuat sering tampak tidak selalu sejajar dengan
pengamalan Pancasila dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pancasila belum menjadi etos bangsa.
Bahkan hasil penelitian Badan Pengkajian MPR menyimpulkan bahwa lebih dari 50% produk
undang-undang yang dikeluarkan pasca-Reformasi tidak merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Ini
berarti nilai-nilai Pancasila diabaikan dan belum ditaati sebagaimana mestinya. Mereka telah
lupa memiliki dasar negara dan pedoman hidup Pancasila.

Fenomena lain juga menunjukkan bahwa cara pandang pada sebagian masyarakat yang
berwawasan Nusantara dan menjunjung tinggi kebinekaan mulai luntur dan hampir berada pada
titik rendah. Kita bisa dengan mudah menyaksikan berbagai komponen bangsa terlibat dalam
konflik dan terpecah-belah (lihat Pilkada 2017). Melemahnya kekuatan Pancasila sebagai
ideologi dan pandangan hidup bangsa juga terjadi kepada sekelompok masyarakat atau generasi
muda. Meskipun tidak seluruhnya benar, sebagian besar menunjukkan bahwa banyak generasi
muda yang melupakan isi harfiah Pancasila, apalagi mengerti Pancasila secara maknawi.

Sumber : [Link]
pada-masa-kini
PermalinkTampilkan induk

Re: Diskusi.7

oleh NADA AULIANTI 031182753 - Jumat, 10 Desember 2021, 22:12


DISKUSI 7 FILSAFAT ADMINISTRASI

Jelaskan pengertian ilmu administrasi public, pengertian ilmu administrasi bisnis atau niaga,
pengertian administrasi social; jelaskan tentang dinamika kekuasaan dalam pemerintahan;
jelaskan tentang etika Pancasila dan aktualisasi Pancasila dalam ajaran filsafat
pemerintahan di Indonesia serta berikan contoh kasusnya.

Ilmu administrasi publik atau administrasi negara merupakan suatu rumpun dalam ilmu
administrasi yang membawahi semua administrasi dalam lingkungan suasana kenegaraan yang
masing-masing berkembang menjadi pengetahuan sistematis sendiri-sendiri. Atau bisa disebut
dengan ilmu pengetahuan (cabang ilmu administrasi) yang secara khas melakukan studi (kajian)
terhadap fungsi intern dan ekstern struktur-struktur dan proses-proses yang terdapat di bagian
yang sangat penting daripada sistem dan aparatur pemerintahan. Kemudian, ilmu administrasi
bisnis merupakan suatu rumpun dalam ilmu administrasi yang membawahi semua administrasi
dalam lingkungan suasana perusahaan untuk masing-masing yang berkembang menjadi
pengetahuan sistematis. Ilmu ini mempelajari keseluruhan kerja sama dalam memproduksi
barang atau kerja sama dalam memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan
pelanggan hingga pada penyampaian barang atau jasa tersebut kepada pelanggan dengan
memperoleh dan memberikan keuntungan secara seimbang, bertanggung jawab dan
berkelanjutan. Selanjutnya, ilmu administrasi sosial atau administrasi kemasyarakatan
merupakan suatu rumpun dalam ilmu administrasi yang membawahi semua administrasi dalam
lingkungan suasana kemasyarakatan. Ilmu ini mempelajari seluruh kegiatan yang berlangsung di
dalam lingkungan suasana kemasyarakatan yang mempunyai sifat memajukan suatu hal atau
memelihara kepentingan dari segolongan orang dalam masyarakat.

Kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat
akan kemauannya sendiri sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan perlawanan dari
orang-orang atau golongan-golongan tertentu. Kekuasaan senantiasa ada dalam setiap
masyarakat tetapi kekuasaan tidak dapat dibagi rata kepada semua anggota masyarakat. Justru
karena pembagian yang tidak merata, timbul makna yang pokok dari kekuasaan, yaitu
kemampuan memengaruhi pihak lain untuk kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan.
Kekuatan (power) untuk menggerakkan orang-orang salah satunya dapat dilaksanakan dengan
paksaan. Oleh karena itu, dalam sebuah negara, agar kekuasaan pemerintah tidak menumpuk
pada satu orang atau sekelompok orang, dilakukan pemisahan kekuasaan antara pelaksana
undang-undang (eksekutif), pembuat undang-undang (legislatif), dan peradilan (yudikatif). Di
Indonesia, saat ini sesuai dengan Demokrasi Pancasila dan UUD 1945, kekuasaan tersebut hanya
didistribusikan sehingga setiap pemegang kekuasaan tidak terpisah secara drastis, tetapi saling
konsultasi. Sebagai contoh, rancangan undang-undang (RUU) diajukan presiden bersama dewan
menteri (kabinet) di tingkat pusat, sedangkan rancangan peraturan daerah (perda) diajukan
kepala daerah (KDH), baik tingkat I maupun tingkat II, untuk dibahas oleh pihak legislatif, yaitu
DPR RI di tingkat pusat, DPRD tingkat I di daerah tingkat I, serta DPRD tingkat II di daerah
tingkat II.

Etika Pancasila merupakan landasan moral pembinaan organisasi Indonesia. Pembinaan


organisasi tersebut membuat pemerintah bersifat pro terhadap perubahan, yaitu melakukan
restrukturisasi yang etis. Pembaruan atau perubahan tanpa dilandasi etika Pancasila tidak akan
mencapai sasaran. Sistem administrasi negara Indonesia yang didasarkan pada etika Pancasila
merupakan sistem administrasi negara yang bersifat demokratis dan etis, yaitu anti kediktatoran,
anti pemaksaan kehendak, anti pemerkosaan hak, anti kekerasan, anti kejahatan, dan anti
penindasan. Maka itu, dalam penyelenggaraan sistem administrasi negara Indonesia, kekuasaan
yang cenderung berlebihan di tangan administrator publik atau presiden dan para birokrat lainnya
sebenarnya dapat dikendalikan agar kekuasaan dapat dilakukan dalam batas-batas kewajaran.

Etika Pancasila, baik berwujud etika profesi kepemimpinan maupun moralitas bersama, perlu
diwujudkan untuk kelangsungan penyelenggaraan administrasi negara Indonesia sebagai
pengendalian kekuasaan administrator publik agar tidak berkuasa secara berlebihan. Di antara
mereka, terdapat kaidah moral Pancasila yang dibimbing oleh budi nurani dalam
kepemimpinannya untuk dapat berbuat baik, adil, jujur, dan beradab sesuai dengan nilai-nilai
moral Pancasila. Di antara mereka tidak tersesat oleh nafsu yang tidak baik dan merusak
kemanusiaannya. Contoh: Seorang pemimpin yang tidak mengaktualisasikan etika Pancasila
dalam menjalankan kekuasaannya yang sangat berambisi untuk berkuasa sehingga mereka tidak
segan-segan menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan pribadi mereka. Pimpinan yang
sangat berambisi untuk berkuasa hanya menuruti keserakahan dan kemajuan material. Hidup dan
batin mereka kosong akibat tidak memperoleh ketenteraman jiwa dan ketertiban hidup.

Sumber Referensi:

 BMP ADPU4531 Filsafat Administrasi (Soekowaty, Arry Mth., dan The Liang Gie.
(2019). Filsafat Administrasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka).
 Anggara, Sahya. (2012). Ilmu Administrasi Negara. Bandung: Pustaka Setia.

Anda mungkin juga menyukai