0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
346 tayangan24 halaman

MAKALAH Sinjin

Makalah ini membahas konsep Jin Shin Jyutsu, yaitu seni pengobatan alami yang ditemukan kembali oleh Jiro Murai untuk mengobati dirinya sendiri dengan cara mengharmoniskan energi dalam tubuh agar organ tubuh berfungsi dengan baik melalui sentuhan tangan sederhana dan pernafasan.

Diunggah oleh

sdn1dudautara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
346 tayangan24 halaman

MAKALAH Sinjin

Makalah ini membahas konsep Jin Shin Jyutsu, yaitu seni pengobatan alami yang ditemukan kembali oleh Jiro Murai untuk mengobati dirinya sendiri dengan cara mengharmoniskan energi dalam tubuh agar organ tubuh berfungsi dengan baik melalui sentuhan tangan sederhana dan pernafasan.

Diunggah oleh

sdn1dudautara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP

JIN SHIN JYUTSU

OLEH: KELOMPOK 3
KELAS: B13 B

1. Ni Made Nila Warsiki (203221147)


2. Putu Eka Diantari (203221148)
3. Ni Wayan Sintya Putri (203221149)
4. Ida Ayu Milla Brahmani (203221150)
5. Luh Gede Ary Darmawathi (203221151)
6. KadekAryani (203221152)
7. Ni Putu Chynthia Purna Dewi (203221154)
8. Ni Made Budi Astiti (203221155)
9. I Gusti Ayu Wintan (203221156)
10. Sri Astiti Padma Parashita (203221157)
11. Luh Ayu Dwi Prapthi Maharani (203221158)
12. Dewi Edy Tirtawati (203221159)
13. Ni Wayan Eka Yanti (203221160)
14. Putu Eka Setiawati (203221161)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIRA MEDIKA BALI
DENPASAR
2020
KATA PENGANTAR
“Om Swastyastu”
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sang
Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmat beliau penulis mampu
menyelesaikan tugas “Keperawatan Komplementer Dasar” dengan membahas
tentang “Kopsep Jin Shin Jyutsu” dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang
penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan
materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak I Dewa Putu Arwidiana, S. Kep., MAP selaku pembimbing yang
telah memberikan penulis tugas, serta petunjuk kepada penulis, sehingga
penulis termotivasi untuk menyelesaikan tugas.
2. Orang tua yang juga turut membantu, membimbing, dan mengatasi
berbagai kesulitan sehinga tugas ini selesai.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. Sekian dan terima kasih.
“Om Santi, Santi, Santi Om”

Denpasar, 09 Desember 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................ i


KATA PENGANTAR........................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................ 2
D. Manfaat...................................................................................... 2
BAB II BAB II PEMBAHASAN ......................................................... 4
A. Pengertian Jin shin Jyutsu........................................................... 4
B. Konsep Dasar Jin Shin Jyutsu..................................................... 5
C. Titik Akupresure.......................................................................... 7
D. Teknik Akupresur........................................................................ 8
E. Teknik Manipulasi Pemijatan Akupresur ................................... 15
F. Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijatan Akupresur 15
G. Prosedur Pemberian Terapi Akupresur ...................................... 16
H. Indikasi Dan Kontra Indikasi...................................................... 18
I. Evaluasi Terapi Shin Jin Tjutsu.................................................... 19
BAB III PENUTUP .............................................................................. 20
A. Kesimpulan ............................................................................. 20
B. Saran .......................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 21

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan terapi komplementer akhir-akhir ini menjadi sorotan
banyak negara. Terapi disini diartikan sebagai usaha untuk memulihkan
kesehatan orang yang sedang sakit, pengobatan penyakit dan perawatan
penyakit. Komplementer bersifat melengkapi, bersifat menyempurnakan.
Pengobatan komplementer dilakukan dengan tujuan melengkapi pengobatan
medis konvensional dan bersifat rasional yang tidak bertentangan dengan nilai
dan hukum kesehatan di Indonesia.
Pengobatan komplementer atau alternatif menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan. Klien yang menggunakan terapi komplementer
memiliki beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah filosofi holistik pada
terapi komplementer, yaitu adanya harmoni dalam diri dan promosi kesehatan
dalam terapi komplementer. Alasan lainnya karena klien terlibat untuk
pengambilan keputusan dalam pengobatan dan peningkatan kualitas hidup
dibandingkan sebelumnya (Widyatuti, 2008).
Terapi non farmakologis dapat digunakan sebagai pelengkap untuk
mendapatkan efek pengobatan farmakologis (obat anti hipertensi) yang lebih
baik (Hikayati, Flora, & Purwanto, 2013). Salah satu metode penyembuhan
terapi pada anak enuresis yaitu akupresure. Akupresure merupakan ilmu
pengobatan yang berasal dari Cina, dengan teknik penyembuhan dengan
menekan, memijat bagian dari titik tertentu pada tubuh untuk mengaktifkan
peredaran energi vital (Hartono, 2012).
Di Indonesia, terapi akupresure masih belum banyak mendapatkan
perhatian terutama di bidang akademis. Terapi akupresur juga telah memiliki
panduan lengkap atau standar operasional prosedur untuk melakukan
tindakannya. Terapi akupresur berfungsi untuk memperbaiki fungsi ginjal dan
meningkatkan fungsi otot detrusor pada kandung kemih. Teknik relaksasi
genggam jari (Finger hold) adalah teknik relaksasi sederhana dan mudah yang
dapat dilakukan siapapun yang berhubungan dengan jari tangan serta energi di
dalam tubuh. Teknik menggenggam jari disebut juga teknik Shin Jin Jyutsu.

1
Shin Jin Jyutsu adalah akupresure dari Jepang. Teknik ini menggunakan
sentuhan sederhana dari tangan dan pernafasan untuk menyeimbangkan energi
dalam tubuh. Sehubungan dengan hal tersebut penulis akan membahas lebih
lanjut mengenai konsep Shin Jin Jyutsu pada BAB pembahasan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis merumuskan
rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apa pengertian dari Shin Jin Jyutsu?
2. Bagaimana konsep Shin Jin Jyutsu?
3. Bagaimana titik akupresure Shin Jin Jyutsu?
4. Bagaimana teknik akupresure Shin Jin Jyutsu?
5. Apa saja indikasi dan kontraindikasi dari Shin Jin Jyutsu?
6. Bagaimana evaluasi dari Shin Jin Jyutsu?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah untuk menambah
pengetahuan dan wawasan mengenai konsep Shin Jin Jyutsu.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui pengertian dari Shin Jin Jyutsu.
b. Untuk mengetahui bagaimana konsep Shin Jin Jyutsu.
c. Untuk mengetahui titik akupresure Shin Jin Jyutsu.
d. Untuk mengetahui teknik akupresure Shin Jin Jyutsu.
e. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi dari Shin Jin Jyutsu.
f. Untuk mengetahui evaluasi dari Shin Jin Jyutsu.

D. Manfaat
Selain tujuan, adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai
berikut.

2
1. Hasil makalah ini secara teoretis diharapkan dapat digunakan sebagai
bahan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
keperawatan khususnya konsep dari Shin Jin Jyutsu.
2. Makalah ini secara praktis diharapkan dapat digunakan sebagai masukan
bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam mengaplikasikan teori
Shin Jin Jyutsu pada klien.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Jin shin Jyutsu


Jin shin Jyutsu adalah suatu seni pengobatan alami dan ditemukan kembali
oleh Jiro Murai dalam proses pengobatan dirinya sendiri. Kenapa dinamakan
seni, karena tubuh manusia sangat complex dan semua berhubungan satu sama
lain sehingga untuk mengharmonisasikan energi dalam tubuh agar si organ
organ tubuh dapat berfungsi dengan baik, membutuhkan cara yg berbeda untuk
tiap individu. Dan, pengobatan ini bersifat alami dengan tidak memerlukan
obat atau alat bantu. Badan kita bisa menyembuhkan diri sendiri tetapi untuk
menyembuhannya setiap kondisi membutuhkan waktu yg berbeda beda. Ada
yg bisa terasa dengan cepat dan ada yg membutuhkan waktu sangat lama.
Jhin Shin Jyutsu (JSJ) adalah salah bentuk terapi tradisional dari Jepang
kuko yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan dan kontrol
emosi dengan jalan menerapi diri sendiri atau orang lain lewat bantuan
sentuhan-sentuhan lembut pada jari-jari tangan kita. Prinsip kerjanya
sebenarnya sederhana saja, karena di tubuh kita terdapat berbagai tombol-
tombol/titik khusus yang mampu memulihkan berbagai keluhan fisik karena
adanya hubungan didalam sistem peredaran darah dan persyarafan jari yang
terhubung langsung ke berbagai organ dalam tubuh kita. Titik itulah yang
apabila dengan melakukan sedikit intervensi/sentuhan pada daerah yang tepat
diharapkan memberikan manfaat bagi kesehatan. Dalam terapi Jin Shin Jyutsu
disebutkan bahwa setiap dari jari kita mempunyai hubungan yang spesifik
dengan organ dalam.
Berikut ini satu persatu akan kita kupas bagian jari kita yang terhubung dan
terkait dengan gangguan organ dalam dan masalah kejiwaan.
1. Jempol
Organ yang terkait adalah bagian lambung dan limpa. Beberapa gejala
seperti asam lambung, mual, nyeri perut. Masalah kecemasan, hingga
depresi selain dengan pengobatan oleh dokter juga anda dapat melakukan
pengobatan sendiri dengan metode JSJ yaitu melakukan sentuhan lembut
pada bagian jempol kita secara rutin dan berkala.

4
2. Telunjuk
Terkait dengan organ ginjal dan kandung kencing. Berbagai keluhan nyeri
pinggan dan punggung, masalah pencernaan, kram otot, gangguan
persendian biasanya dapat dikurangi dengan melakukan pemijatan lembut
dibagian telunjuk. Masalah mental seperti rasa takut dan frustasi juga
dapat berkurang dengan metoda JSJ ini.
3. Jari Tengah
Terkait dengan organ hati dan kandung empedu. Beberapa keluhan seputar
kesuburan, gangguan menstruasi, masalah mata dan sakit kepala karena
migrain bisa dibantu dengan memberikan tekanan lembut pada bagian jari
tengah. Sulit mengontrol emosi, pemarah juga bisa dikurangi dengan cara
yang sama.
4. Jari Keempat
Terhubung dengan organ paru-paru dan juga usus besar. Keluhan seputar
pernafasan, asma hingga pencernaan dan masalah kulit bisa semakin
ringan dengan melakukan sentuhan lembut pada bagian tersebut. Masalah
kesedihan yang berlarut-larut juga dapat berkurang dengan cara ini.
5. Jari Kelingking
Terkait dengan organ jantung dan juga usus halus. Keluhan seputar
masalah jantung seperti tekanan darah tinggi, masalah pencernaan
(kembung) hingga tulang dan otot pegal bisa dibantu arasi dengan
memberikan pijatan/tekanan lembut pada jari kelingking. Selain juga
masalah mental nervous, kurang percaya diri juga dapat diatasi dengan
cara tersebut.

B. Konsep Dasar Jin Shin Jyutsu


Ada beberapa konsep dasar yang menjadi pedoman dasar dari seni
penyembuhan ini:
1. Di seluruh alam semesta dan setiap diri manusia mengalir energi
kehidupan murni.
2. Nafas adalah ekspresi yang paling mendasar untuk mengalirnya energi
kehidupan ini.

5
3. Dalam keadaan harmonis/ sehat, energi ini bergerak dengan bebas.
Adapun jika ada pergerakan energi ini terhambat, maka timbullah berbagai
keluhan atau ketidaknyamanan di tubuh.
Hambatan - yang akan menciptakan masalah fisik, mental dan emosional -
semuanya disebabkan oleh sikap hati. Ada 5 sikap hati yang menyebabkan
ketidakharmonisan/ ketidakseimbangan aliran energi : Kuatir, Takut, Marah,
Sedih dan Kepura-puraan.
Dalam Jin Shin Jyutsu, adanya energi kehidupan yang terhambat dan
menimbulkan segala macam ketidaknyamanan/ gangguan di tubuh, pikiran dan
jiwa kita disebut sebagai “Judul”. Judul besar yang dianggap sebagai hal yang
menakutkan, seperti misalnya “kanker” atau “jantung koroner” biasanya berarti
semakin banyak energi yang terhambat atau tidak mengalir lancar. Judul yang
tidak terlalu menakutkan, seperti “influenza”atau“salah cerna”, berarti
hambatan energi tidak terlalu banyak. Judul apapun, seberapapun besarnya,
dapat dibantu dengan cara membebaskan energi kehidupan yang terhambat.
Menurut Jin Shin Jyutsu terdapat beberapa lokasi Kunci Pengaman Energi
di tubuh kita yang bertugas bagaikan ”sekring listrik” di rumah kita untuk
melindungi adanya aliran energi yang tidak seimbang. Jin Shin Jyutsu
berfungsi untuk membuka / meng-“unlock” kembali sekring listrik yang
sebelumnya terkunci akibat adanya aliran energi yang tidak seimbang sehingga
aliran energi dapat mengalir kembali dengan lancar dan harmonis.
Jin Shin Jyutsu adalah suatu perangkat penyembuhan yang efektif untuk
meredakan stress dimana hal tersebut mampu meningkatkan kemampuan tubuh
untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Jin Shin Jyutsu bisa dengan mudah
dipraktekkan sendiri sebagai bagian dari proses penyembuhan diri sendiri
maupun dengan bantuan seorang praktisi Jin Shin Jyutsu yang terlatih.
Menurut Nugdha, beberapa gangguan atau keluhan kesehatan yang pernah
ditangani dan dibantu proses penyembuhannya oleh Jin Shin Jyutsu antara lain:
1. Stres dan masalah emosional
2. Sakit kepala (migren akut maupun kronis)
3. Gangguan sistem pencernaan
4. Gangguan sistem pernafasan

6
5. Nyeri saat menstruasi
6. Nyeri leher
7. Mudah sakit
8. Berbagai sakit punggung dan pinggang
9. Sulit tidur
10. Hipertensi
11. Diabetes
12. Kolesterol, asam urat & trigliserida
13. Gangguan sistem reproduksi dan lain-lain.

C. Titik Akupresure
Berikut ini satu persatu akan kita kupas bagian jari kita yang terhubung
dan terkait dengan gangguan organ dalam dan masalah kejiwaan.
1. Jempol
Organ yang terkait adalah bagian lambung dan limpa. Beberapa gejala
seperti asam lambung, mual, nyeri perut. Masalah kecemasan, hingga
depresi selain dengan pengobatan oleh dokter juga anda dapat melakukan
pengobatan sendiri dengan metode JSJ yaitu melakukan sentuhan lembut
pada bagian jempol kita secara rutin dan berkala.
2. Telunjuk
Terkait dengan organ ginjal dan kandung kencing. Berbagai keluhan
nyeri pinggang dan punggung, masalah pencernaan, kram otot, gangguan
persendian biasanya dapat dikurangi dengan melakukan pemijatan
lembut dibagian telunjuk. Masalah mental seperti rasa takut dan frustasi
juga dapat berkurang dengan metoda JSJ ini.
3. Jari Tengah
Terkait dengan organ hati dan kandung empedu. Beberapa keluhan
seputar kesuburan, gangguan menstruasi, masalah mata dan sakit kepala
karena migrain bisa dibantu dengan memberikan tekanan lembut pada
bagian jari tengah. Sulit mengontrol emosi, pemarah juga bisa dikurangi
dengan cara yang sama.
4. Jari Keempat

7
Terhubung dengan organ paru-paru dan juga usus besar. Keluhan seputar
pernafasan, asma hingga pencernaan dan masalah kulit bisa semakin
ringan dengan melakukan sentuhan lembut pada bagian tersebut. Masalah
kesedihan yang berlarut-larut juga dapat berkurang dengan cara ini.
5. Jari Kelingking
Terkait dengan organ jantung dan juga usus halus. Keluhan seputar
masalah jantung seperti tekanan darah tinggi, masalah pencernaan
(kembung) hingga tulang dan otot pegal bisa dibantu arasi dengan
memberikan pijatan/tekanan lembut pada jari kelingking. Selain juga
masalah mental nervous, kurang percaya diri juga dapat diatasi dengan
cara tersebut.

D. Teknik Akupresur
1. Memahami Akupresur
a. Pahami konsep akupresur.
Akupresur adalah ABT yang dikembangkan lebih dari 5.000
tahun yang lalu. Akupresur berpusat pada penempatan jari dan
tekanan di seluruh titik tekan pada tubuh.
1) Titik-titik ini dipercaya disusun di sepanjang saluran yang disebut
meridian. Stimulasi pada area-area ini dianggap mampu meredakan
ketegangan dan meningkatkan aliran darah.
2) Beberapa orang percaya bahwa akupresur dan berbagai terapi
tubuh Asia lainnya membetulkan ketidakseimbangan dan halangan
aliran energi vital di seluruh tubuh.
b. Pelajari kegunaan akupresur.
Akupresur digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Salah
satu kegunaan umumnya adalah meredakan rasa sakit seperti sakit
kepala, sakit leher, serta sakit punggung. Orang juga menggunakan
akupresur untuk membantu mengatasi masalah mual serta muntah-
muntah, kelelahan, stres mental dan fisik, menurunkan berat badan,
bahkan mengatasi kecanduan. Akupresur dipercaya bisa menghasilkan
relaksasi yang mendalam serta mengurangi ketegangan otot.

8
1) Banyak dokter, praktisi kesehatan, serta ahli kesehatan holistik
percaya bahwa akupresur memiliki efek-efek penyembuhan dan
positif terhadap tubuh. UCLA memiliki Center for East-West
Medicine (Pusat Pengobatan Timur-Barat) yang mempelajari basis
ilmiah dari akupresur. Mereka mencoba menyediakan penjelasan
dan aplikasi praktis dari teknik-tekniknya.
2) Untuk menjadi ahli akupresur tersertifikasi, seseorang harus
mengikuti program latihan pada sekolah-sekolah khusus akupresur
dan akupunktur. Ia juga bisa mengikuti kursus terapi pijat.
Program-programnya termasuk studi anatomi dan fisiologi, titik-
titik akupresur dan meridian, teknik dan protokolnya, serta teori
pengobatan Tiongkok. Program-program ini membutuhkan masa
belajar hingga 500 jam.
c. Luangkan waktu untuk mempelajari akupresur.
Jika Anda ingin menggunakan terapi ini, ulangi langkah-
langkahnya terus menerus. Teknik-teknik akupresur memiliki efek
kumulatif pada tubuh. Setiap kali Anda memanipulasi titik-titik
tekanannya, Anda sedang membantu menyeimbangkan keadaan
tubuh.
1) Beberapa orang mungkin langsung mengalami hasil, sementara
lainnya mungkin memerlukan beberapa perawatan. Meski rasa
sakit mungkin bisa langsung dihilangkan, rasa sakit tersebut bisa
saja kembali. Hal ini normal. Akupresur bukanlah metode
pengobatan instan. Akupresur adalah sebuah teknik yang bisa
Anda gunakan untuk membantu meredakan rasa sakit, dengan
mengurangi hambatan aliran energi serta memulihkan tubuh ke
kondisinya yang seimbang
2) Anda bisa melakukan akupresur sesering yang Anda inginkan:
beberapa kali sehari atau bahkan beberapa kali sejam. Ketika Anda
terus memanipulasi sebuah titik, perasaan sakit akan berkurang
karena tubuh Anda mulai menyembuhkan dirinya sendiri.

9
3) Kebanyakan orang menyarankan akupresur setiap hari. Jika
memungkinkan, lakukan setidaknya 2-3 kali sehari.
2. Melakukan Akupresur dengan Benar
a. Gunakan kekuatan yang tepat.
Tekan titik-titik pada tubuh dengan kuat dan dalam untuk
stimulasi.[11] Kekuatan tekanan ini akan bergantung pada kesehatan
tubuh Anda secara menyeluruh. Saat menekan, Anda mungkin akan
merasa sedikit sakit, tetapi pastikan Anda tetap mendapatkan
perasaaan nyaman juga.
1) Beberapa titik di tubuh mungkin akan terasa tegang; sementara
beberapa lainnya akan terasa sakit saat ditekan. Jika Anda merasa
sangat sakit, kurangi tekanan secara bertahap hingga Anda
mendapatkan keseimbangan rasa sakit dan perasaan nyaman.
2) Jangan anggap akupresur sebagai latihan meningkatkan ketahanan
terhadap rasa sakit. Jika sesuatu terlalu menyakitkan sehingga
Anda merasa tidak nyaman, berhentilah
b. Gunakan alat bantu yang tepat.
Akupresur biasanya dilakukan dengan jari untuk memijat,
menggosok, dan memberi stimulasi pada titik-titik tekan. Anda juga
bisa menggunakan kepalan tangan, siku, lutut, betis, serta kaki.
1) Jari tengah adalah jari yang paling cocok untuk memberikan
tekanan. Jari tersebut paling panjang dan paling kuat. Banyak
orang juga menggunakan jempolnya.
2) Agar Anda bisa memanipulasi titik tekan dengan benar, gunakan
sesuatu yang tumpul. Bagi beberapa titik, jari-jari Anda mungkin
terlalu tebal. Pilihlah benda setebal 3-4 mm, misalnya penghapus
pensil bekas. Anda juga bisa menggunakan benda-benda lain
seperti biji avokad atau bola golf.
3) Beberapa titik tekan bisa ditekan menggunakan kuku jari.
c. Tekan areanya.
Saat Anda melakukan hal ini, Anda sedang memperkuatnya. Cara
ini adalah metode akupresur yang paling umum. Untuk memulainya,

10
gunakan benda tumpul. Jangan gosok atau pijat area tersebut; alih-alih
melakukannya, tekanlah dengan tenaga yang stabil.
1) Jika Anda mencubit kulit, sudut tekanan akan menjadi tidak
akurat. Tekanlah tepat di tengah-tengah titiknya.[15]
2) Pastikan Anda menekan pada titik yang benar. Titik-titik
akupresur sangat kecil, jadi Anda harus akurat. Jika Anda tidak
merasakan efek apa pun, cobalah titik yang berbeda.
3) Saat melakukan akupresur, carilah titik tekan yang terasa sakit.
Jika tidak ada hambatan aliran energi di titik tersebut, Anda tidak
akan merasakan efek apa pun dan tidak perlu merawatnya.[16]
4) Anda juga bisa memaksimalkan efek akupresur dengan
beristirahat.
d. Tekan dalam waktu yang cukup panjang.
Akupresur melibatkan penekanan stabil pada titik-titik energi di
tubuh. Dengan menekan sebuah titik hanya selama setengah detik,
tubuh akan mulai merespons. Ini adalah cara yang baik untuk
mencari titik tekan saat Anda baru saja mulai.[18]
1) Untuk mendapatkan efek maksimal akupresur, tekanlah dan tahan
selama setidaknya 2-3 menit.
2) Jika tangan Anda lelah, kurangi tekanan perlahan-lahan, kibas-
kibaskan tangan dan tarik napas panjang, kemudian tekan kembali
titik tersebut.
e. Hentikan tekanan secara bertahap.
Setelah Anda menekan selama yang Anda inginkan, kurangi
tekanannya sedikit demi sedikit. Jangan langsung melepas tangan
Anda. Pengurangan tekanan secara bertahap dipercaya memampukan
jaringan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri, karena jaringan
tersebut mendapat waktu merespons terhadap pengurangan tekanan.
1) Kebanyakan orang percaya bahwa penekanan serta pelepasannya
secara bertahap membantu membuat perawatan akupresur
menjadi lebih efektif.
f. Lakukan akupresur saat tubuh berada pada kondisi yang tepat.

11
Akupresur harus dilakukan saat Anda rileks, terutama di tempat
yang personal. Anda bisa duduk atau berbaring saat melakukan
akupresur. Cobalah menghentikan gangguan dari luar tubuh serta
perasaan stres. Matikan telepon genggam dan mainkan musik yang
membuat rileks. Gunakan aromaterapi. Cobalah semua teknik yang
membantu Anda rileks.
1) Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar. Hindari semua
pakaian yang membatasi gerak tubuh, misalnya sabuk, celana
ketat, atau bahkan sepatu. Pakaian-pakaian seperti ini bisa
menghambat aliran energi.
2) Anda tidak boleh melakukan akupresur tepat sebelum makan
atau dalam keadaan kenyang. Tunggulah setidaknya hingga satu
jam setelah Anda makan agar Anda tidak mual.
3) Jangan minum minuman dingin karena hal tersebut bisa
menonaktifkan efek akupresur. Minumlah teh herbal hangat
setelah Anda melakukan akupresur
4) Tunggu setidaknya setengah jam setelah Anda berolahraga atau
mandi sebelum melakukan akupresur.
3. Mempelajari Titik-Titik Tekan Umum
a. Coba titik Gallbladder 20. Gallbladder 20 (GB20), yang juga disebut
Feng Chi, adalah titik yang disarankan untuk mengatasi sakit kepala,
migrain, rabun mata atau kelelahan, kurang energi, serta gejala flu.
GB20 terletak di leher.
1) Tautkan kedua tangan lalu buka sembari membiarkan jari-jarinya
tetap menyatu. Bentuklah cangkir dengan telapak tangan. Anda
akan menggunakan jempol untuk memijat titik GB20 ini.
2) Untuk menemukan titiknya, letakkan tangan Anda yang saling
terkunci di belakang kepala. Gunakan jempol untuk menemukan
cekungan di bagian dasar tengkorak. Titik ini berada sekitar 5 cm
dari bagian tengah leher, yaitu di bawah tengkorak dan di
samping otot-otot leher.

12
3) Tekankan jempol Anda ke dalam dan sedikit ke atas, mengarah ke
mata.
b. Manfaatkan titik Gallbladder 21. Gallbladder 21 (GB21), yang juga
disebut Jian Jing, sering digunakan untuk mengatasi rasa sakit,
kekakuan leher, bahu yang tegang, serta sakit kepala. GB21 terletak di
bahu.[24]
1) Tundukkan kepala. Cari tulang bundar di atas tulang belakang,
lalu sendi peluru bahu Anda. GB21 terletak di tengah-tengah dua
titik ini.
2) Gunakan jari untuk menekan ke bawah secara stabil pada titik ini.
Anda juga bisa menekan titik di antara jari telunjuk dan jempol
dengan tangan yang berlawanan. Lalu, pijat titik tersebut dalam
gerakan megnarah ke bawah dengan jari Anda, selama 4-5 detik,
sembari pelan-pelan meredakan tegangannya.
3) Berhati-hatilah saat menekan titik ini pada wanita hamil. Titik ini
bisa mempercepat kelahiran.
c. Pelajari titik Large Intestine 4. Large Intestine 4 (L14), yang juga
disebut Hoku, biasa digunakan untuk meredakan stres, sakit di area
wajah, sakit kepala, sakit gigi, serta sakit kepala. L14 bisa ditemukan
di tangan, di antara jempol dan jari telunjuk.
1) Untuk stimulasi pada area ini, tekan area di antara jari telunjuk
dan jempol. Berfokuslah pada area di bagian tengah tangan, di
antara tulang metakarpal pertama dan kedua. Tekanlah dengan
kuat dan stabil sembari mencubitnya.
2) Titik tekan ini juga dianggap bisa mempercepat kelahiran.
d. Manfaatkan titik Liver 3. Liver 3 (LV3), atau Tai Chong, disarankan
untuk mengatasi stres, sakit punggung bagian bawah, tekanan darah
tinggi, kram menstruasi, sakit di tangan/kaki, insomnia, dan
kecemasan.] Titik ini terletak di antara jari kaki jempol dan
telunjuknya.

13
1) Cari lokasi titik dengan mengukur sepanjang dua jari di atas kulit
yang menyatukan jari kaki pertama dan kedua. Tekan dengan kuat
menggunakan benda tumpul.
2) Anda tidak boleh mengenakan sepatu saat menekan titik ini.
e. Coba titik Pericardium 6. Pericardium 6 (P6), atau Nei Guan,
disarankan untuk meredakan rasa mual, sakit perut, mabuk, sindrom
carpal tunnel, dan sakit kepala. Titik ini terletak tepat di atas
pergelangan tangan.
1) Letakkan tangan agar telapaknya menghadap ke langit-langit.
Tempatkan tiga jari pertama dari tangan satunya di atas
pergelangan. Sentuhkan jempol ke pergelangan tangan, tepat di
bawah jari telunjuk. Anda akan merasakan 2 tendon besar di sini.
2) Gunakan baik jempol dan jari telunjuk untuk menekan titik ini.
Pastikan Anda melakukan teknik yang sama di kedua pergelangan
tangan.
f. Pelajari titik Stomach 36. Stomach 36 (ST36), yang juga dikenal
dengan sebutan Zu San Li, sering digunakan untuk masalah
gastroinsetinal, rasa mual, mengatasi keinginan muntah, stres,
meningkatkan imunitas tubuh, serta meredakan kelelahan. Titik ini
bisa ditemukan di bawah tempurung lutut.
1) Letakkan empat jari di bawah tempurung lutut di bagian depan
betis. Anda akan merasakan cekungan di antara tulang kering dan
otot kaki di bawah jari-jari Anda. Titik ini berada di bagian luar
tulang.
2) Tekan titik ini menggunakan kuku jari atau jempol. Dengan
begini, Anda akan terbantu mendekati tulang.
g. Manfaatkan titik Lung 7. Lung 7 (LU7), atau Lieque, digunakan untuk
meredakan sakit kepala dan leher, tenggorokan, sakit gigi, gangguan
asma, batuk-batuk, serta masalah imunitas tubuh umum. Titik ini
terletak di lengan
1) Posisikan jempol dalam gaya "oke". Cari cekungan di bagian
bawah jempol pada lokasi dua tendon tangan. Titik tekannya ada

14
sekitar satu lebar jempol dari titik tersebut, di sepanjang sisi tulang
lengan Anda.
2) Tekan titik tersebut. Anda bisa menggunakan kuku jempol atau jari
telunjuk.
E. Teknik Manipulasi Pemijatan Akupresur
Teknik manipulasi atau sering disebut sebagai teknik rangsangan pada
pemijatan akupresur merupakan teknik pemijatan yang dilakukan berdasarkan
hasil pemeriksaan klien dan penegakan diagnose. Adapun teknik manipulasi
atau perangsangan dibagi menjadi dua:
1. Teknik Penguatan (tonifikasi)
a. Pemijatan dilakukan pada titik akupresur yang dipilih maksimal 30
kali putaran atau tekanan
b. Arah putaran searah dengan jarum jam
c. Tekanan yang digunakan sedang
d. Titik yang dipilih maksimal 10 titik akupresur
e. Jika pemijatan dilakukan pada area jalur meridian, arah pemijatan
harus searah dengan jalur perjalanan meridian
2. Teknik Pelemahan (sedasi)
a. Pemijatan dilakukan pada titik akupresur yang dipilih antara 40-60
kali putaran atau tekanan
b. Arah putaran berlawanan dengan jarum jam
c. Tekanan yang digunakan sedang sampai kuat
d. Titik yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan
e. Jika pemijatan dilakukan pada area jalur meridian, arah pemijatan
harus berlawanan arah dengan jalur perjalanan meridian (Oka
Sukanta, 2010).

F. Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemijatan Akupresur


1. Kebersihan Terapis
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
antiseptik sebelum melakukan dan setelah melakukan terapi sangatlah

15
penting. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit antara
terapis dengan pasien.
2. Bagian-Bagian Yang Tidak Dapat di Pijat
Pemijatan tidak dapat dilakukan pada kondisi kulit terkelupas, tepat
pada bagian tulang yang patah, dan tepat bagian yang bengkak.
3. Pasien Dalam Kondisi gawat
Penyakit-penyakit yang tidak boleh dipijat adalah tiga penyakit yang
dapat menyebabkan kematian tiba-tiba, yaitu ketika terjadi serangan
jantung, gagal napas oleh paru-paru, dan penyakit pada saraf otak
(misalnya stroke, pecah pembuluh darah, dan cidera otak). Apabila terapis
menemukan gejala-gejala diatas segera rujuk kerumah sakit karena
penanganan yang keliru dapat menyebabkan pasien terlambat
mendapatkan pengobatan yang lebih baik (Oka Sukanta, 2010).

G. Prosedur Pemberian Terapi Akupresur


1. Persiapan Pasien
a. Pastikan identitas pasien
b. Kaji kondisi pasien terakhir
c. Beritahu dan jelaskan pada pasien atau keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan
d. Jaga privasi pasien
e. Posisikan pasien senyaman mungkin
f. Pasien sebaiknya dalam keadaan berbaring, duduk atau dalam posisi
yang nyaman
2. Persiapan Alat
a. Alat bantu pemijatan
b. Sarung tangan (bila perlu)
c. Alkohol
d. Krim lotion atau minyak
e. Handuk kecil
3. Cara Bekerja
a. Tahap Orientasi

16
1) Berikan salam, panggil pasien dengan nama kesukaannya
2) Perkenalkan nama dan tanggung jawab perawat
3) Jelaskan tujuan, prosedur, dan lama tindakannya pada pasien
dan keluarga
4) Berikan kesempatan untuk pasien untuk bertanya sebelum terapi
dilakukan
b. Tahap Kerja
1) Jaga privasi pasien dengan menutup tirai
2) Atur posisi pasien dengan posisi terlentang (supinasi), duduk,
duduk dengan tangan bertumpu dimeja, berbaring miring atau
tengkurap, dan berikan alas
3) Bantu melepaskan pakaian pasien atau aksesoris yang dapat
menghambat tindakan akupresur
4) Cuci tangan dan gunakan sarung tangan bila perlu
5) Bersihkan kaki atau tangan pasien menggunakan alkohol, lalu
keringkan dengan handuk
6) Oleskan krim atau minyak, lakukan teknik pemanasan
7) Cari titik-titik rangsangan akupresur yang ada ditubuh,
menekannya hingga masuk ke sistem saraf. Akupresur hanya
memakai gerakan dan tekanan jari
8) (h). Pertama pada titik ST36 empat jari dibawah tempurung lutut
sebelah luar tulang kering, kedua pada titik K11 pada telapak
kaki bagian depan sejajar dengan jari tengah, ketiga pada titik
RN13 digaris tengah perut antara pusar dan tulang dada,
selanjutnya pada titik PC6 tiga jari diatas pergelangan tangan
dan terakhir pada titik PC8 garis telapak tangan antara
metacarpal.
9) Penekanan dilakukan sekitar 3-5 detik pada tiap titik meridian
atau sampai rasa sakitnya mulai berkurang
10) Setelah semua selesai, bersihkan pasien dari sisa-sisa krim atau
minyak menggunakan alkohol dan keringkan dengan handuk
11) Pemijat membersihkan atau mencuci tangan

17
c. Terminasi
1) Jelaskan pada pasien bahwa terapi sudah selesai dilakukan
2) Kaji respon pasien setelah dilakukan terapi
3) Rapikan pakaian pasien dan kembalikan ke posisi yang nyaman
4) Rapikan alat-alat
4. Hasil
a. Evaluasi hasil kegiatan dan respon pasien setelah dilakukan
Tindakan
b. Lakukan kontrak untuk terapi selanjutnya
c. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
d. Cuci tangan
5. Dokumentasi
a. Catat tindakan yang telah dilakukan, tanggal dan jam pelaksanaan
b. Catat hasil tindakan (respon subjektif dan objektif)
c. Dokumentasikan tindakan dalam bentuk SOAP

H. Indikasi Dan Kontra Indikasi


1. Indikasi
Shin Jin Jyutsu dapat diberikan kepada pasien dengan berbagai
kondisi seperti nyeri bahu dan leher, nyeri punggung, migrain, hipertensi,
stres, kecemasan, kesedihan, depresi, insomnia, mual, alergi, kelelahan,
bisul, PMS, kanker, jerawat, radang sendi, asma, infertilitas, sembelit,
fibromyalgia, dan efek samping obat. JSJ juga memengaruhi kelancaran
sistem pernapasan, sirkulasi, pencernaan, keseimbangan hormonal,
menopause, kehamilan, sistem kekebalan tubuh, konsentrasi, dan memori.
Frekuensi dan jumlah perawatan berbeda dari orang ke orang.
Beberapa orang mengalami kesembhana yang signifikan dalam perawatan
pertama. Untuk kondisi kronis yang kompleks atau lama, satu hingga dua
perawatan per minggu selama beberapa bulan mungkin direkomendasikan.
Untuk masalah akut, biasanya diperlukan kunjungan yang lebih sedikit,
biasanya total delapan hingga sepuluh kunjungan.
2. Kontraindikasi

18
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemijatan akupresure
a. Kebersihan terapis
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
antiseptic sebelum melakukan dan setelah melakukan terapi sangatlah
penting. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit
Antara terapis dan pasien
b. Bagian-bagian yang tidak dapat di pijat
Pemijatan tidak dapat dilakukan pada kondisi kulit terkelupas, tepat
pada bagian tulang yang patah, dan tepat pada bagian yang bengkak.
c. Pasien dalam kondisi gawat
Penyakit-penyakit yang tidak boleh di pijat adalah tiga penyakit yang
dapat menyebabkan kematian tiba-tiba, yaitu ketika terjadi serangan
jantung, gagal napas oleh paru-paru, dan penyakit pada saraf otak
(misalnya stroke, pecah pembuluh darah, dan cidera otak ). Apabila
terapis menemukan gejala-gejala diatas segera rujuk ke rumah sakit
karena penanganan yang keliru dapat menyebabkan pasien terlambat
mendapatkan pengobatan yang lebih baik.
d. Penyakit-penyakit akut seperti akut abdomen, penyakit inflamasi
stadium akut
e. Hemophilia, purpura dan penyakit kulit yang berat.

19
I. Evaluasi Terapi Shin Jin Tjutsu
Terapi shin jin tjutsu adalah seni pengobatan alami dari Jepang yang
ditemukan oleh Jiro Murai yang awalnya digunakan untuk pengobatannya
sendiri.Teknik yang dilakukan adalah melalui teknik akupresure ,dimana
menggunakan titik pemijatan dititi-titik tertentu untunk menghilangkan atau
meredakan rasa sakit,kecemasan, stress, kelelahan, mual serta muntah,
menurunkan berat badan, bahkan mengatasi kecanduan.Akupresure dipercaya
bisa menghasilkan relaksasi yang mendalam serta mengurangi ketegangan otot.
1. Teknik pemijatan akupresure dapat dilakukan dengan menekan titik:
2. Titik gallbladder 20 (GB 20) atau feng chi, terletak pada leher
3. Titik gallbladder 21 (GB 21) atau Jian Jing, terletak pada bahu
4. Titik Large intestine 4 (L14) atau Hoku, terletak diantara jari jempol
tangan dan telunjuk
5. Titik Liver 3 (L3) atau Tai chong terletak antara jari jemol kaki dengan
telunjuknya

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Shin Jin
Jyutsu adalah teknik akupresur yang berasal dari Jepang. Shin Jin Jyutsu
merupakan bentuk seni yang menggunakan sentuhan sederhana tangan dan
pernafasan untuk menyeimbangkan energi di dalam tubuh. Karena energi
yang tidak seimbang akan menjadi penyakit dalam tubuh, pikiran, dan jiwa.
Dengan hanya mengaplikasikan sentuhan lembut di beberapa lokasi tubuh
tertentu, tubuh mampu membantu mengaktifkan dan mengoptimumkan
kembali kemampuan penyembuhan diri-sendiri.
Beberapa manfaat terapi Shin Jin Jyutsu antara lain sebagai pencegahan
penyakit, penyembuhan penyakit, rehabilitasi setelah mengalami sakit, serta
promotif sebelum individu terserang penyakit (individu sehat). Beberapa
kondisi yang diindikasikan untuk dilakukan terapi Shin Jin Jyutsu yaitu nyeri

20
leher dan bahu, neyri punggung, migrain, hiprtensi, stress, kecemasan, dpresi,
insomnia, mual, kelelahan, dan disminore. Sedangkan kondisi yang tidak
diperbolehkan dilakukan terapi akupresur yaitu pada daerah patah tulang,
kulit yang terkelupas, pasien gagal jantung, gagal nafas, pasien yang memiliki
masalah saraf pusat misalnya stroke dan kondisi gawat lainnya.

B. Saran
Sebagai perawat yang nantinya memberi asuhan keperawatan
komplementer kepada pasien, kita wajib memahami terlebih dahulu mengenai
konsep terapi Shin Jin Jyutsu. Agar nantinya dapat memberikan pelayanan
komplementer yang efektif dan bermanfaat bagi pasien, perawat, dan institusi
tempat bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Hartono dkk. 2012. Akupresur Untuk Berbagai Penyakit. Yogyakarta: Rapha


Publishing.
Ikhan N. M. 2017. Dasar Akupresur dan Moksibasi. Cimahi: Bhimaristan
Publishing.
Fengge, A. 2012. Terapi Akupresur Manfaat Dan Pengobatan. Yogyakarta:
Crop Circle Corp.

21

Anda mungkin juga menyukai