100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan16 halaman

Prosedur Perawatan Taman oleh Gardener

Prosedur ini memberikan pedoman untuk pemeliharaan dan perawatan taman secara rutin oleh gardener. Meliputi kegiatan penyapuan, penyiraman, pendangiran, dan penyiangan untuk menjaga keindahan dan kesehatan taman. Juga menjelaskan peralatan yang diperlukan dan proses kerjanya untuk masing-masing kegiatan.

Diunggah oleh

Kang Baper
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan16 halaman

Prosedur Perawatan Taman oleh Gardener

Prosedur ini memberikan pedoman untuk pemeliharaan dan perawatan taman secara rutin oleh gardener. Meliputi kegiatan penyapuan, penyiraman, pendangiran, dan penyiangan untuk menjaga keindahan dan kesehatan taman. Juga menjelaskan peralatan yang diperlukan dan proses kerjanya untuk masing-masing kegiatan.

Diunggah oleh

Kang Baper
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GARDERNER

1. TUJUAN
Prosedur ini disusun untuk menjadi pedoman bagi:
1) Prosedur ini akan memudahkan Gardener dalam melakukan prosedur penataan dan
perawatan taman maupunperawatan pada tanaman yang sudah ada, maupun
reboisasi tanaman.
2) Adanya Supervisor untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja
Gardener yang bertugas serta memberikan pengaharan pada pekerja rutin yang
dilakukan termasuk dalam pembagian area kerja masing-masin
3) Pihak Sinergi Borneo Sukses dalam hal ini akan melakukan evaluasi untuk
meningkatkan pelayanan kepada Pelanggan/User.

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup proses persiapan semua peralatan yang dibutuhkan untuk
kegiatan penataan dan perawatan taman, pelaksanaan pekerjaan penataan dan
perawatan taman serta pemeriksaan hasil pekerjaan, sebagai jaminan terhadap
kepuasan pelanggan
Untuk mencapai tujuan itu maka diperlukan pemeliharaan dan perawatan rutin seperti :
a. Pemeliharaan rumput berupa pemotongan rumput secara teratur dan memperbaiki
kegemburan tanah.
b. Pemeliharaan semak, pohon dan perdu, berupa pengendalian hama penyakit dan
pemotongan cabang/ranting yang tidak dikehendaki.
c. Pemeliharaan ornament dan lingkungan taman, seperti pembersihan pagar, lampu,
dan gazebo.
d. Pembersihan taman dari daun-daun kering.
e. Pemeliharaan system sprinkle dan alat penyiraman.
f. Pemupukan untuk memberikan zat hara
g. Penyiangan dan pengendalian gulma,
h. Pemeriksaan tanaman secara berkala : misalnya memeriksa daun yang menguning
dan kering, pemangkas tanaman yang terlalu rimbun. Pemeriksaan tanda-tanda
hama dan penyakit pada batang, dan ruas-ruas batang, ketiak daun, urat daun dan
bagian bawah daun, pucuk dan tunas.Serta mencuci/memotong bagian yang
berhama/penyakit tersebut.
3. TANGGUNG JAWAB
Team Leader (Koordintaor Lapangan)
Dalam melaksanakan tugas rutin dalam hal ini Team Leader atau disebut juga dengan
koordintor Memastikan peralatan gardening yang digunakan berfungsi dengan baik dan
dalam melaksanakan tugas harian ini garderner dibagi menjadi 2(dua) Shif yaitu Shif
pagi yang dimulai pada jam 06:00 sampai dengan jam 14:00 sementara pada Shift II
dimulai pada jam 10:00 sampai dengan jam 18:00.

4. PROSEDUR RINCI
Prosedur Penataan dan Perawatan Taman mencakup beberapa kegiatan, yang dapat
dijelaskankan secara ringkas sebagai berikut:
 Team Leader memimpin apel awal shift, melakukan absensi, mengarahkan dan
menyampaikan informasi-informasi penting kepada Petugas Garderner.
 Petugas Garderner mempersiapkan dan memeriksa semua peralatan Penataan dan
perawatan taman yang dibutuhkan dan jika ada yang rusak segera melaporkan
kepada Team Leader untuk diteruskan kepada Supervisor untuk segera
dilanjutkan ke pihak mangemen SMS agar segera ditindak lanjuti.
 Petugas Garderner selanjutnya menuju ke area kerja untuk memulai kegiatan
menata dan merawat taman.
 Petugas Garderner melakukan kegiatan rutin penataan dan perawatan
 taman seperti menyapu, menyiram serta pendangiran dan penyiangan.

5. PENYAPUAN
 Penyapuan dilakukan untuk membersihkan area taman dari daun-daun kering
yang berguguran , potongan rumput atau benda-benda yang dibuang sembarangan
(tidak ke dalam tempat sampah); dan memastikan area taman bersih dari benda-
benda berbahaya yang dapat melukai penguna, tanaman, dan ornamen taman.
 Peralatan yang Digunakan:
- Sapu
- Pengki
- Plastik sampah
Proses Kerja:
- Siapkan sapu, pengki, dan plastik sampah.
- Tentukan area yang akan disapu.
- Tentukan titik pengumpulan sampah sementara, dan jalur sirkulasi kereta
dorong sampah yang akan mengangkut sampah dari titik sampah sementara
keluar lokasi.
- Sapu daun-daun yang jatuh berguguran dari pohon, semak, rumput yang baru
dipotong, plastik, dan benda-benda lain yang dibuang secara sembarangan.
- Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik pada saat penyapuan.
- Kumpulan pada titik pengumpulan sampah sementara.
- Masukkan ke dalam kereta dorong sampah yang akan mengangkut sampah dari
titik sampah sementara ke luar lokasi.

6. PENYIRAMAN
Penyiraman dilakukan dengan tujuan:
1. Agar tanaman tidak mati kekeringan.
2. Pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman sesuai jenis tanaman.
3. Membantu akar tanaman menyerap larutan unsur hara yang diperlukan bagi
pertumbuhannya.
4. Melarutkan garam-garam mineral tanah sebagai unsur utama pada proses
fotosintesis.
5. Meningkatkan kelembaban tanah di sekitar tanaman.
6. Menjaga ketersediaan air di dalam tanah dan tanaman, yang
7. disebabkan oleh penguapan (evapotranspirasi).

Peralatan yang digunakan:


- Sprinkler

Proses Kerja
- Air yang dipergunakan untuk menyiram tanaman harus bersih dan bebas dari
kotoran, minyak, zat kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
- Temperatur air antara 15 -250C.
- Jika terjadi masalah saat pengecekan, segera lakukan perbaikan sendiri terlebih
dahulu atau kirim ke workshop apabila memerlukan perbaikan cukup berat hingga
kendaraan dan pompa dipastikan berfungsi baik kembali.
- Jika menggunakan pompa air, sesampainya di lokasi penampungan air, pastikan
skimmer terpasang dengan baik pada ujung selang sedot untuk menghindari
kerusakan pompa akibat ikut terhisapnya kerikil, kawat, atau benda lain. Pastikan
selang sedot terpasang dengan erat pada tempatnya.

Kapasitas Penyiraman:
1. Penyiraman rumput dengan springkler sebesar 500 m2
2. Penyiraman rumput dan tanaman penutup tanah dengan selang plastik 3/4" seluas
150 m2.
3. Penyiraman rumput dan tanaman penutup tanah dengan mobil tangki air seluas
700 m2
4. Rumput dan penutup tanah : + 5 liter/m2
5. Penyiraman pohon dengan selang plastik 3/4" sebanyak 15 pohon
6. Penyiraman pohon dengan mobil tangki sebanyak 150 pohon
Tips:
 Indikasi bahwa rumput memerlukan air lebih banyak dari dosis
penyiraman biasanya pertumbuhan rumput lamban atau apabila terinjak
akan meninggalkan jejak kaki yang tidak segera hilang.
 Jangan mencampur pupuk cair, granula, urea, atau jenis-jenis pestisida ke
dalam mobil tangki air karena dapat mengakibatkan badan tangki air
keropos. Lakukan pemupukan atau pemberian pestisida dengan sprayer
gendong.

7. PENDANGIRAN DAN PENYIANGAN


Pendangiran dan penyiangan harus dilakukan secara berkala dengan tujuan :
1. Untuk penggemburan tanah dan pembersihan tanaman atau rumput liar di sekitar
tanaman.
2. Agar tanah tidak mengalami pemadatan baik secara alami, yaitu proses
pengendapan air, maupun buatan, seperti sering diinjak.
3. Mencabut tanaman dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
dan keindahan taman.
4. Mengendalikan pertumbuhan gulma, tanaman liar, dan tanaman pengganggu
lainnya.
5. Menghilangkan tumbuhan pesaing dari tanaman pokok untuk mendapatkan unsur
hara, perolehan sinar matahari, dan suplai air tanah.
6. Meningkatkan kegemburan atau memperbaiki sifat fisik permukaan tanah di sekitar
tanaman dan sirkulasi udara (aerasi) di daerah perakaran tanaman.
7. Mempertahankan keindahan tanaman dan berfungsi optimal sesuai perancangan.
8. Mempermudah penyerapan air oleh tanah dan unsur hara, seperti pupuk dan
mineral.
9. Mempercepat pertumbuhan perakaran dan pertumbuhan optimal.
Peralatan yang Digunakan:

1. Garpu tanah

2. Linggis

3. Tugal

4. Cangkul

5. Sekop
6. Kape

7. Arco untuk mengangkut sampah

8. Sapu lidi

9. Arit

Proses Kerja:
1. Siapkan alat.
2. Siapkan alat pelindung diri yang diperlukan dan kenakan dengan seksama.
3. Membuat lubang sekitar tanaman dengan radius 50-75 cm dengan koret atau
garpu tanah. Jangan merusak perakaran tanaman karena dapat menimbulkan
stres. Membuat lubang sekitar tanaman dengan radius 50-75 cm dengan koret
atau garpu tanah. Jangan merusak perakaran tanaman karena dapat
menimbulkan stres.
4. Lakukan penyiangan, bisa dengan cara konvensional atau kimiawi.
5. Penyiangan secara konvensional atau manual yaitu mencabut langsung tanaman
pengganggu sampai ke akar-akarnya (stolon) dengan tangan atau menggunakan
alat bantu, seperti cangkul, koret, arit, atau garpu tanah kecil pada tanaman
semak dan rumput.
6. Penyiangan secara kimiawi yaitu menggunakan herbisida pada area pepohonan
atau perkerasan. Perlu dicatat bahwa gulma mempunyai sifat sama dengan
tanaman merambat dan rumput sehingga harus hati-hati dalam penggunaan
herbisida karena dapat membunuh tanaman utama. Herbisida tidak disarankan
untuk tanaman semak dan hamparan rumput.
Apabila telah selesai, seluruh perlengkapan kerja dan alat pelindung diri harus
selalu dicuci dan dibersihkan untuk kemudian disimpan kembali di lokasi yang
telah ditentukan. Kebersihan dan kelayakan peralatan adalah tanggung jawab
operator.

7. Serpihan tanah, akar rumput, tanaman, rumput liar hasil dangiran dan weeding
ditampung di lokasi pendaur-ulangan sampah yang telah ditentukan oleh
pemberi tugas untuk diolah menjadi pupuk organik (kompos).

Tips
 Untuk menghindari munculnya gulma dianjurkan tidak menggunakan
pupuk kandang yang belum disterilkan. Pada umumnya di dalam pupuk
kandang terdapat bibit tanaman gulma yang belum mati dan bercampur
dengan makanan ternak.
 Untuk rumput, penyiangan harus dilakukan jika sudah terlihat tumbuh
rumput liar, terutama saat musim hujan. Bila dibiarkan rumput liar dapat
mengganggu pertumbuhan rumput dan dapat menyebabkan rumput mati.
 Pelaksanaan pendangiran secara berkala dilakukan sebelum tanaman
diberi pupuk untuk mencegah penguapan yang berlebihan.

8. PEMANGKASAN POHON
1. Pemangkasan Pohon dilakukan dengan tujuan:
- Mengontrol, mempertahankan, dan mengatur pertumbuhan tanaman, serta
membentuk tajuk dan mengubah penampilan tanaman, yaitu simetri,
monumental, atau sesuai arsitektural bangunan.
keamanan meliputi:
a. Pemotongan cabang dan ranting yang berbahaya, seperti lapuk, retak
patah, busuk, dan mati, untuk menghindari tertimpa bagian tanaman yang
jatuh.
b. Mengurangi beban cabang, karena ranting dan tajuk yang berlebihan
dapat membahayakan pengguna taman dan fasilitas di sekitarnya.

2. Untuk kesehatan tanaman meliputi:


- Pemotongan batang atau cabang yang terkena penyakit, terserang hama atau
parasit (benalu), dan mencegah penyebaran yang lebih luas.
- Pemotongan batang atau cabang yang berada di area yang kurang terkena
sinar matahari agar pertumbuhan keseluruhan tanaman menjadi lebih baik.
- Pemotongan batang atau cabang yang saling bersaing agar pertumbuhannya
tidak saling menghambat. Potong salah satu cabang yang lebih kecil dengan
mempertahankan cabang yang berukuran lebih besar.
- Mengurangi penguapan pada musim kemarau panjang
- Mengurangi jumlah dedaunan sehingga dahan tidak patah pada musim hujan.
3. Pemangkasan karena alasan menganggu pengguna dan fasilitas taman, Di jalur
pejalan kaki: pemotongan ranting dan tajuk yang menjuntai sampai ketinggian 2,5
m dari permukaan tanah.

Peralatan yang digunakan pada kegiatan pemangkasan, terdiri dari:


 Gergaji tangan untuk objek rendah.
 Gergaji tarik yang dioperasikan 2 orang dengan panjang 1 m digunakan
untuk pemotongan batang atau cabang besar yang berada di lokasi rendah.
 Pisau dan gergaji atau lengkung galah digunakan khusus untuk
pemangkasan dengan ukuran panjang 3-4 m, yaitu memotong ranting dan
dahan kecil pada lokasi yang tinggi
 Parang.
 Gunting rumput
 Golok atau sabit.
 Tali tambang.
 Karung untuk pengumpul sampah.
 Sapu lidi.

Proses Kerja:
1. Siapkan peralatan kerja dan alat pelindung diri yang diperlukan.
2. Kenakan alat pelindung diri dengan seksama
3. Pasang tangga di tempat yang stabil dan mulai pemanjat
4. Atur posisi nyaman dan aman, pasang tambang pengaman pada bagian
pohon yang kokoh.
5. Naikkan perlengkapan. Hidupkan gergaji mesin dan mulai lakukan
pemotongan.
6. Perhatikan arah jatuhnya dahan atau batang pohon.
7. Setelah tanaman dipangkas sebaiknya dilakukan pemupukan agar tunas
yang baru dapat terbentuk kembali. Segera singkirkan sampah pemotongan
ke luar lokasi.
8. Setelah selesai pekerjaan, turunkan peralatan terlebih dahulu, lepaskan
tambang pengaman, dan turun dari lokasi.
9. Apabila telah selesai, seluruh perlengkapan kerja dan alat pelindung diri
dibersihkan dan disimpan kembali di lokasi yang telah ditentukan.
Kebersihan dan kelayakan peralatan adalah tanggung jawab operator.
9. PEMOTONGAN RUMPUT
Pemotongan rumput dilakukan secara berkala dengan tujuan mengendalikan
ketinggian rumput agar tetap rata, rapi, dan indah.

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan pemotongan rumput, terdiri dari:


1. Gunting potong rumput
2. Mesin potong rumput

10. PEMUPUKAN
Pemupukan dilakukan dengan tujuan:
1. Menambah kesuburan tanah dengan memberi tambahan pupuk organik dan
anorganik.
2. Mempercepat pertumbuhan akar dan pertumbuhan vegetative seperti daun dan
dahan pada pasca tanam
3. Memperbaiki keadaan biologi tanah, yaitu keadaan mikrobia tanah sebagai bahan
organik tanah, humifikasi, mineralisasi, dan pengikatan nitrosin udara.
4. Meningkatkan kesuburan tanah dengan memberikan suplai unsur hara guna
merangsang pertumbuhan optimal.
5. Menjaga kesehatan tanaman sehingga tidak mengalami kekurangan (defisiensi)
unsur hara.
6. Mempertahankan keindahan optimal tanaman dan taman secara keseluruhan
7. Pemberian pupuk disesuaikan dengan jenis tanaman dan dosis yang telah
ditentukan.

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan pemupukan, antara lain:


1. Cerek siram
2. Ember
3. Cangkul
4. Sekop
5. Alat penyemprot
6. Tongkat pelubang tanah

Proses Kerja:
a. Siapkan alat, mesin, bahan bakar, dan peralatan lainnya.
b. Siapkan pupuk dan alat ukur. Siapkan alat pelindung diri yang diperlukan dan
kenakan dengan seksama.
c. Lakukan penakaran pupuk sesuai dosis anjuran, masukkan ke dalam alat spreader.
d. Hidupkan alat dan lakukan pemupukan.
e. Ada tiga cara pemupukan yang dikenal yaitu:
- Menyebarkan pupuk di permukaan tanah di lokasi pertumbuhan
- Memberikan pupuk pada lingkaran terluar dari tajuk yang terbentuk
- Melarutkan pupuk dengan air dan kemudian menyiramkannya di lokasi
pertumbuhan.

Persyaratan Material Pupuk


a. Pupuk Kandang (Organik)
- Pupuk alami (pupuk organik) terbuat dari sampah dedaunan, kotoran
hewan, dan limbah organik lainnya. Pupuk kandang adalah pupuk yang
diperoleh dari kotoran padat dan kotoran cair hewan ternak.
- Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang bermutu baik, sudah
matang dan kering yang telah mengalami penimbunan cukup lama, dan
sudah tidak mengalami proses kimia lagi.
- Pupuk alami berfungsi memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah sekaligus
solusi menekan dan mendaur-ulang sampah organik yang aman bagi tanah
dan tanaman, ekonomis, dan ramah lingkungan.
b. Pupuk Anorganik
- Pupuk buatan (pupuk anorganik) jenisnya tergantung kandungan
dominan unsur kimia di dalamnya, seperti jenis NPK (Nitrogen, Phospor,
Kalium), TSP, atau KCI.
- Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen
(N), unsur fosfat (P), dan unsur kalium (K) yang disesuaikan dengan
kebutuhan tanaman dan kondisi tanah di sekitar tanaman.
.

Kapasitas Pemupukan:
a. Pemupukan pupuk organik pada rumput dan tanaman penutup tanah
seluas 100 m2/hari/orang.
b. Pemupukan pupuk anorganik pada rumput dan tanaman penutup tanah
seluas 200 m2/hari/orang.
c. Pemupukan pupuk organik pada pohon 7 pohon/hari/orang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pupuk pada tanaman:


- Jenis pupuk yang akan diberikan sesuai jenis dan strata umur tanaman,
sifat dan struktur tanah, serta ketersediaan unsur hara tanah media
tanam.
- Pupuk kandang ditaburkan di tanah kemudian dicampur dengan tanah
subur (top soil).
- Campuran pupuk anorganik dengan air, disiramkan di sekeliling
perakaran tanaman.
- Pupuk daun disemprotkan pada daun.

11. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN HAMA


Pencegahan dan Pemberantasan hama dilakukan dengan tujuan:
Mencegah terjadinya gangguan hama dan penyakit lainnya yang merugikan tanaman
maupun pengguna taman. Obat pemberantas disesuaikan dengan jenis hama atau
penyakit.
Peralatan yang digunakan antara lain:
 Alat penyemprot hama
 Masker
 Sarung tangan
 Kaca mata
 Pakaian seragam dengan wama mencolok dan menggunakan topi
 Alat ukur obat

Jenis-jenis Pestisida
 lnsektisida : membunuh hama serangga
 Akarisida : membasmi tungau
 Rodentisida: pembunuh hama pengerat
 Fungisida : membasmi jamur
 Bakterisida : membunuh bakteri
 Nematisida: membunuh cacing atau
 Herbisida : membunuh gulma

Proses Kerja
Siapkan alat dan alat pelindung diri yang diperlukan dan kenakan dengan seksama.
Lakukan pengendalian hama berdasarkan metode fisik dan kimiawi sesuai kebutuhan.

Pengendalian Secara Fisik


Pengendalian secara fisik memanipulasi faktor fisik, seperti suhu, kelembaban, dan
pencahayaan yang berlawanan (kontradiksi) dengan persyaratan pertumbuhan hama
dan penyakit, mengatur jenis dan penempatan tanaman, dan meningkatkan daya tahan
tanaman.

Contoh pengendalian secara fisik :


- Memasang lampu perangkap serangga di malam hari sehingga hama dapat dicegah
penyebarannya.
- Memberi umpan kepada hama di tempat tertentu sehingga mudah dikumpulkan
setelah mati dan selanjutnya dimusnahkan.
- Menghindari penyiraman tanaman di sore hari di daerah dengan kelembaban
udara tinggi untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya cendawan.
- Menggemburkan tanah sekitar tanaman untuk memperbaiki pengudaraan daerah
perakaran, pemupukan, penyiangan intensif, dan sekaligus membunuh hama.
- Hindari penanaman terlalu rapat terhadap jenis tanaman yang sama.
Pengendalian secara Kimiawi
Menggunakan bahan kimia beracun untuk membasmi hama dan penyakit tanaman.
Cara ini cukup efektif tetapi harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari
dampak negatif yang membahayakan lingkungan maupun pekerjanya.

Prosedur pengendalian secara kimiawi:


 Lakukan identifikasi serangan hama dan penyakit yang ada.
 Pilih dan tentukan bahan kimia dengan tepat. Teliti label atau petunjuk dalam
kemasan. Pilih yang paling ringan dan mudah terurai di alam.
 Siapkan bahan kimia dengan penerapan dosis yang tepat.
 Siapkan alat atau mesin penyemprot, bahan bakar apablia menggunakan power
sprayer, dan alat lainnya.

12. PENGGANTIAN TANAMAN


Penggantian tanaman dilakukan dengan tujuan:
- Tanaman yang mati, rusak, sakit, atau hilang harus diganti dan disulam untuk
menjaga keindahan taman secara keseluruhan.
- Menghindari tanaman yang sehat dari penularan penyakit oleh tanaman yang
terkena serangan hama yang parah.

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan penggantian tanaman


1) Garpu tanah
2) Sekop
3) Serok taman
4) Cangkul
5) Arco dorong
6) Linggis
7) Alat pemotong
8) Sapu lidi

Bahan
1) Tanaman pengganti
2) Tanah subur (top soil)
3) Pupuk kandang atau pupuk anorganik
4) Penopang tanaman, seperti bambu, kayu, atau besi
5) Tali
6) Proses Kerja
7) Siapkan peralatan penggantian tanaman.
8) Siapkan tanaman pengganti yang sehat dengan jenis dan ukuran yang sesuai
dengan tanaman yang ada.

13. PEMBUATAN KOMPOS


Pembuatan Kompos dilakukan dengan tujuan:
1) Memanfaatkan sampah hijau hasil dari pekerjaan pemeliharaan, seperti
potongan rumput, potongan daun, serta sampah daun kering, dan gulma
tanaman dan rumput liar hasil weeding, menjadi pupuk organik melalui proses
pengomposan.
2) Membantu menyelesaikan masalah lingkungan dengan mengurangi timbunan
sampah daur ulang menjadi kompos sehingga dapat menambah unsur hara
serta memperbaiki struktur dan tekstur tanah agar dapat membantu tanaman
tumbuh dengan baik.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kompos:


a. Garpu tanah
b. Sekop
c. Serok taman
d. Cangkul
e. Daun dan bahan organik lainnya
f. Bak kayu
g. Air

Proses Kerja Pembuatan Kompos:


a. Siapkan perlengkapan membuat kompos.
b. Air yang dipergunakan harus bersih dan bebas dari kotoran, minyak, dan
zat kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

14. PEMELIHARAAN HARDSCAPE


Pemeliharaan hardscape dilakukan dengan tujuan:
- Membersihkan material hardscape dari lumut, gulma, serta tanah yang
melekat.
- Memberikan tampilan yang bersih dan rapi.
- Membuat saluran air menjadi bersih, lancar, dan tidak tersumbat oleh
kotoran.

Peralatan yang digunakan dalam pemeliharaan Hardscape:


1. Sapu
2. Selang
3. Pengki
4. Tempat sampah
5. Sikat
6. Plastik sampah besar

Proses Kerja
1. Membersihkan dengan alat yang sesuai.
2. Pekerjaan dilakukan mulai dari pukul 7.00 sampai selesai, sebanyak 2 x
sehari.
3. Sampah debu dan kotoran dimasukkan ke dalam penampungan dan tidak
dibuang ke selokan, parit, dan sungai.
4. Periksa kembali apa yang sudah dikerjakan.
5. Selalu dibersihan dengan segera setiap kali ada kotoran atau sampah.
6. Tanah yang lengket dibersihkan dengan air, dan penyiraman air ke area jalan,
conblock, area parkir.

Anda mungkin juga menyukai