RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
1. Satuan Pendidikan : SMA Dian Andalas Padang
2. Kelas / Semester : XI MIA / Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
3. Jumlah Pertemuan : 1 X Pertemuan ( 1 X 45 menit)
4. Strategi Layanan : Layanan Klasikal
A Komponen Layanan : Layanan Dasar
B Bidang Layanan : Pribadi
C Topik Layanan : Peningkatan Kemampuan Problem Solving Siswa
D Fungsi Layanan : Pemahaman, Pengentasan & Pengembangan
E Tujuan Umum : Siswa Dapat Melaksanakan Kiat Pemecahan Masalah
F Tujuan Khusus
1. Peserta didik dapat membiasakan sikap sosial
tanggung jawab, kerja sama, dan komunikatif
(A5).
2. Peserta didik dapat menganalisis akibat jika
rmasalah tidak diselesaikan (C4-Prosedural).
3. Peserta didik dapat mengevaluasi d a n
m e r i n c i keterampilan apa yang diperlukan
dalam menyelesaikan masalah (C5 – Prosedural).
4. Peserta didik dapat menciptakan dan
merumuskan kiat pemecahan masalah yang
mereka hadapi (C6- meta kognitif).
G Sasaran Layanan : XI MIA
H Materi Layanan :
1. Pengertian Masalah dan Problem Solving
2. Manfaat Problem Solving Bagi Siswa
3. Langkah-langkah Melaksanakan Problem Solving
4. Latihan Problem Solving
I Waktu : 1 X 45 Menit ( 1 Kali Pertemuan)
J Sumber :
1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas
11, Yogyakarta, Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan
Klasikal Bimbingan dan Konseling bidang sosial ,
Yogyakarta, Paramitra
K Metode/ Teknik : Tanya Jawab dan Diskusi dengan Pendekatan Small
Group Discussion
L Media/Alat : LCD, Laptop, Slide Power Point, Film Pendek,
Senam Otak (Ice Breaking)
M Pelaksana : Guru BK (Malim Soleh Rambe, M.Pd.,Kons)
N Langkah-Langkah :
Kegiatan
1. Tahap :
Pendahuluan
a. Pernyataan KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
Tujuan 1. Mengucapkan salam dan 1. Siswa menjawab salam
berdoa dan berdoa
2. Mencek kehadiran kehadiran 2. Siswa mengucapkan hadir
3. Guru menyampaikan tujuan 3. Siswa mendengarkan
layanan tujuan layanan
b. Penjelasan Menyampaikan langkah-langkah small
Langkah group discussion yang meliputi:
Kegiatan KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
1. Membagi siswa menjadi 1. Siswa menjadi 4 kelompok
beberapa kelompok kecil
(maksimal 5 murid)
2. Memberikan materi yang sudah 2. Siswa menerima materi
dibagi dan dipersiapkan oleh layanan dari guru
guru pada setiap kelompok
3. Menginstruksikan setiap 3. Siswa berkelompok dan
kelompok untuk mendiskusikan berdiskusi
materi tersebut
4. Memastikan setiap anggota 4. Siswa aktif dalam
berpartisipasi aktif dalam berdiskusi
diskusi
5. Menginstruksikan setiap 5. Setiap utusan kelompok
kelompok melalui juru bicara menampil hasil diskusinya
yang ditunjuk menyajikan hasil
diskusinya dalam forum kelas
6. Klarifikasi, penyimpulan dan 6. Siswa menyimpulkan hasil
tindak lanjut (Guru) diskusinya dan penyajian
7. Refleksi dan evaluasi kelompok lain
7. Siswa mendengarkan dan
memahami
c. Mengarahkan KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
Kegiatan
(Konsolidasi) Guru B K menyampaikan poin-poin materi Siswa mendengarkan poin-poin
yang akan di bahas materi yang dibahas
d. Tahap Peralihan KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
1. Guru menjelaskan tugas yang 1. Siswa menerima tugas
akan di berikan yang akan di berikan guru
2. Guru memantau kesiapan 2. Siswa menunjukkan
peserta didik dalam mengikuti kesiapan diri untuk
layanan mengikuti layanan
3. Guru mengadakan ice Breaking 3. Siswa mengikuti ice
untuk memotivasi peserta didik Breaking agar lebih
agar lebih semangat mengikuti semangat mengikuti
kegiatan berikutnya. kegiatan berikutnya.
2. Tahap Inti KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
1. Guru menginstruksikan siswa 1. Siswa berdiskusi dengan
mendiskusikan materi yang teman kelompoknya
disampaikan
2. Guru menginstruksikan agar 2. Siswa bersikap
mengembangkan sikap komunikatif dan
komunikatif dan kerjasama kerjasama dalam
pada waktu diskusi. berdiskusi
3. Peserta didik mengembangkan
pemahaman dan diskusi 3. Siswa menambah bahan
dengan guru atau searching lain untuk mendapatkan
melalui internet secara wawasan lebih tentang
kelompok untuk mendapatkan pemecahan masalah.
wawasan lebih tentang
pemecahan masalah.
4. Peserta didik
mendemonstrasikan hasil
diskusi setiap kelompok dan 4. Siswa mendemonstrasikan
mendiskusikannya dengan guru hasil diskusinya di depan
dan siswa lain. teman-temannya.
5. Guru BK menambahkan,
mengklarifikasi dan
menambahkan dari diskusi 5. Siswa mengikuti
setiap kelompok. latihan/simulasi kecil
tentang pemecahan
masalah
3. Tahap Penutup KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
1. Guru menginstruksikan setiap 1. Siswa menyampaikan
kelompok menyimpulkan kesimpulan dari materi
materi. yang dibahas.
2. Guru mengarahkan untuk 2. Siswa merefleksi kegiatan
merefleksi kegiatan dengan dengan mengungkapkan
mengungkapkan kemanfaatan kemanfaatan dan
dan kebermaknaan kegiatan kebermaknaan kegiatan.
layanan. 3. Siswa menerima tugas
3. Guru menyampaikan dan kegiatan minggu
pengumuman tentang tugas depan
dan kegiatan minggu depan 4. Siswa menutup dengan
4. Guru menutup kegiatan dengan membaca Alhamdulillah
mengajak peserta didik
bersyukur dan mengucapkan
salam
O Evaluasi :
1. Evaluasi Proses Dalam evaluasi ini guru BK melihat Siswa mengikuti dengan
secara umum dan mendalam antusias dan mengerjakan
tentang antusiasme peserta didik LKPD
dalam mengikuti layanan dengan
memberikan lembar LKPD
2. Evaluasi Hasil Dalam evaluasi hasil guru BK Siswa mengerjakan evaluasi
melihat secara umum dan yang diberikan oleh guru
mendalam meliputi: dengan mengerjakan lembar
1. Understanding ( Pemahaman ) kerjanya
2. Comfortable (Perasaan
Positif)
3. Action ( rencana kegiatan )
P Rencana Tindak Membuat Kotak Masalah dan Siswa Seminggu kedepan siswa
Lanjut Menyelesaikan masalahnya dengan membuat kotak masalah dan
langkha-langkah yang sudah menyelesaikan masalahnya
dipelajari dengan menggunakan metode-
metode yang sudah dipelajari
Lampiran
1. Materi layanan
2. Lembar kerja Pengembangan Diri (LKPD)
3. Instrumen Evaluasi
Padang, 29 April 2021
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru BK/ Konselor
Sri Monika, S.Pd Malim Soleh Rambe, M. Pd.,Kons
Lampiran 1 : Materi Layanan
PROBLEM SOLVING
Masalah atau problem merupakan bagian dari kehidupan manusia. Hampir setiap hari
orang dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang perlu dicari jalan keluarnya. Masalah
seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan, gangguan, ketidak puasan atau
kesenjangan. Anderson (dalam suharnan, 2005) mengemukakan bahwa secara umum dan
hampir semua ahli psikologi kognitif sepakat bahwa masalah adalah suatu kesenjangan
antara setuasi sekarang dengan situasi yang akan datang atau tujuan yang diinginkan
(problem is a gap or discrepancy between present state and future state or desired goal).
Masalah dapat digolongkan menjadi berbagai jenis, tergantung dipandang dari sudut
mana. Sebagian ahli membedakan masalah menurut pengetahuan seseorang, sehingga dapat
digolongkan menjadi masalah yang jelas dan tidak jelas. Sebagian ahli lain membedakan
masalah menurut proses-proses kognitif yang terlihat dalam pemecahan masalah. Masalah
selalu muncul dalam bentuk dan tingkat kerumitan yang bermacam-macam. Morgan (dalam
gunarsa, 1990) mengemukakan bahwa masalah adalah berbagai penyimpangan dari keadaan
yang belum jelas. Apabila ada ketidaksesuaian dalam suatu situasi antara keadaan yang
sebenarnya dengan tujuan, dan didalam situasi tersebut mengandung suatu peringatan bagi
seseorang dalam mencapai tujuan, maka akan menimbulkan permasalahan.
A. PENGERTIAN MASALAH
Masalah merupakan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Atau
dapat dikatan sebagai suatu kesenjangan yang terjadi antara kondisi ideal yang
didambakan dengan kenyataan yang tengah dijalani. Masalah akan muncul bila
mana keinginan suatu indvidu tidak mampu ia penuhi karna berbagai kondisi dan
keterbatasan yang ia miliki. Dalam hal ini bisa di ambil bahwasanya masalah
merupakan hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang
memiliki, atau mereka menganggap memiliki tujuan yang bertentangan. Sedangkan
menurut pakar bimbingan dan konseling, Prof Prayitno, masalah adalah segala
sesuatu yang mengganggu pikiran, perasaan serta perbuatan.
B. PENGERTIAN PROBLEM SOLVING
Pemecahan masalah adalah suatu proses mencari atau menemukan jalan yang
menjembatani antara keadaan yang sedang dihadapi dengan keadaan yang diinginkan (hayes,
dalam suharnan, 2005). Jadi, ruang masalah (problem 2 solving) sebagai jurang atau
kesenjangan sangat menentukan tingkat kemudahan atau kesulitan pencarian masalah.
Chaplin (2001) dalam kamus lengkap psikologi menyatakan bahwa pemecahan masalah
adalah proses yang tercakup dalam usaha menemukan urutan yang benar dari alternatif-
alternatif jawaban mengarah pada satu sasaran atau kea rah pemecahan yang ideal.
Sedangkan menurut hayers ( dalam Suharnan, 2005) strategi penemuan jalan
pemecahan dapat dibedakan menjdai dua : penemuan secara acak, semua jalan keluar
ditempuh atau dicari tanpa ada pengetahuan khusus, dan penemuan melalui strategi
heuristic, yaitu proses penggunaan pengetahuan seseorang untuk mengidentifikasikan
sejumlah jalan atau cara yang akan ditempuh dan dianggap menjanjikan bagi pemenuhan
pemecahan masalah. Jadi dapat disimpulkan, pemecahan masalah merupakan proses
berpikir, belajar, mengingat serta menjawab atau merespon dalam bentuk pengambilan
keputusan. Jadi kemampuan menyelesaikan masalah dapat diartikan sebagai sebuah
kemampuan aktivitas kognitif dan kecakapan individu dalam menyelasikan permasalahan
secara efektif yang meliputi usaha individu untuk memikirkan, memilih dan
mempertahankan alternative jawaban kepada satu pemecahan atau solusi yang ideal
dengan meminimalkan dampak negative yang ditimbulkan.
Problem solving menekankan pada kegiatan belajar seseorang yang yang
optimal bersifat, dalam, upaya pemecahan menemukan jawaban atau terhadap
suatu permasalahan semacam ini memungkinkan belajar seseorang mencapai
pemahaman terhadap apa yang tinggi yang dipelajari. Disamping itu, proses
belajar menekankan prinsip-prinsip pada berpikir ilmiah, yang bersifat kritis proses
analitis. Dengan demikian, diharapkan menguasai seseorang pun prosedur
melakukan penemuan ilmiah, proses mampu melakukan proses berpikir analitis
C. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH
1. Faktor Ekonomi
Masalah sosial dalam masalah ekonomi yang biasanya berupa masalah
pengangguran, kemiskinan, dan yang lainnya. Di dalam masalah ini pada biasanya
yang harus bertanggung jawab ialah pemerintah, dikarenakan pemerintah kurang di
dalam menyediakan sebuah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
2. Faktor Budaya
Dalam faktor kali ini mempunyai maksud ialah kebudayaan yang semakin
berkembang pada sebuah masyarakat yang memiliki sebuah peran yang bisa
memicu timbulnya sebuah masalah sosial. Misalkan seperti pernikahan pada
usia dini, kawin cerai, dan masih banyak yang lainnya.
3. Faktor Biologis
Faktor ini bisa menyebabkan timbulnya sebuah masalah sosial misalnya
seperti kurang gizi, penyakit menular, dan lain sebagainya. Hal ini dapat terjadi
dikarenakan kurangnya sebuah fasilitas-fasilitas kesehatan yang layak dan
juga bisa terjadi juga karena sebuah kondisi ekonomi atau juga pendidikan
masyarakat yang tidak mencukupi.
4. Faktor Psikologis
Masalah seperti ini bisa muncul apa bila psikologis sebuah masyarakat sangat lemah.
Faktor psikologis juga bisa muncul apa bila beban hidup yang sangat berat yang juga
dirasakan oleh masyarakat yang khususnya ada pada daerah perkotaan, pekerjaan yang
menumpuk yang menimbulkan stress dan kemudian bisa menimbulkan sebuah luapan
emosi yang nantinya mampu memicu sebuah konflik di antara anggota masyarakat.
D. LANGKAH-LANGKAH PROBLEM SOLVING
Adapun ringkasan dari buku How To Solve It karya George Polka, disebutkan ada
beberapa tahapan untuk menyelesaikan problem, yaitu:
1. Memahami masalah Problem apa yang dihadapi? Bagaimana kondisi dan
datanya? Bagaimana memilah kondisi-kondisi tersebut? Tanpa adanya
pemahaman terhadap masalah yang diberikan, seseorang tidak mampu ujung
masalah tersebut menyelesaikan dengan benar.
2. Menyusun rencana
Menghubungkan antara data dengan hal-hal yang belum diketahui. Apakah
pernah ada problem yang mirip? Setelah seseorang dapat memahami
masalahnya dengan benar, mereka selanjutnya harus menyusun rencana
penyelesaian masalah. Kemampuan melakukan fase kedua ini sangat tergantung
pada pengalaman menyelesaikan masalah seseorang dalam,. pada umumnya,
semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan seseorang lebih
dalam, menyusun rencana kreatif penyelesaian suatu masalah.
3. Melaksanakan Rencana
Menjalankan rencana guna menemukan solusi, periksa setiap langkah dengan
seksama untuk membuktikan bahwa cara itu benar. Jika rencana penyelesaian
suatu masalah telah dibuat, baik secara tertulis atau tidak, selanjutnya dilakukan
penyelesaian masalah sesuai rencana dengan yang dianggap paling tepat.
4. Melakukan Pengecekan
Melakukan penilaian terhadap solusi yang didapat. Dan langkah terakhir dari proses
penyelesaian masalah menurut Polya adalah melakukan pengecekan atas
apa yang telah mulai dari dilakukan fase pertama sampai fase penyelesaian
ketiga. Dengan cara seperti ini maka berbagai kesalahan yang tidak
terprediksi dapat terkoreksi kembali sehingga seseorang dapat sampai pada
jawaban yang benar sesuai dengan masalah yang diberikan.
Keempat tahapan ini lebih dikenal dengan See (memahami problem), Plan
(menyusun rencana), Do (melaksanakan rencana) dan Check (menguji jawaban),
sudah menjadi jargon sehari-hari dalam penyelesaian problem sehingga Polya layak
disebut dengan “Bapak problem solving .”
David Johnson & Jhonson mengemukakan ada 5 langkah metode pemecahan
masalah (problem solving ) melalui kegiatan kelompok seperti :
1. mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang
mengandung isu konflik, hingga seseorang menjadi jelas masalah apa yang akan dikaji.
2. mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah,
serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun
faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah.
3. merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah
dirumuskan melalui diskusi.
4. menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan
tentang strategi mana yang dapat dilakukan.
5. melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses
adalah evaluasi terhadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan; sedangkan evaluasi
hasil adalah evaluasi terhdap akibat dari penerapan strategi yang diterapkan.
E. LATIHAN PROBLEM SOLVING
1. PROBLEM SOLVING AS A GROUP
a. Membuat kotak masalah
b. Kemudian semua siswa menulis masalah yang mereka alami baik di
sekolah maupun di rumah yang tidak bisa mereka selesaikan
c. Setelah selesai ditulis, siswa memasukkan lembaran masalah
tersebut ke dalam kotak masalah
d. Satu orang siswa mencabut kertas yang ada dalam kotak masalah
e. Masalah yang tertulis kemudian dibacakan, dan siswa lainnya
diminta untuk memikirkan kira-kira apa solusi yang tepat untuk
teman yang bermasalah tersebut
MHD adalah seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK),
sehari-hari dia pergi kesekolah dengan menggunakan kendaraan sendiri yaitu
sepeda motor. Di sekolah dia termasuk anak yang pemalas, MHD jarang
mengerjakan tugas dan sering terlambat ini disebabkan sebelum ia masuk
kesekolah MHD berkumpul dengan teman-temannya diwarung depan
sekolahnya, menurut penjelasan MHD dia setiap hari melakukan itu sebelum
masuk kelingkungan sekolahnya untuk “sarapan” menurut penuturan MHD
jika tidak merokok dia akan malas sekolah kemungkinan akan membolos.
MHD mengenal rokok atau belajar merokok ketika masih duduk di
kelas 2 SMP saat itu pamannya sedang berkunjung ke rumahnya MHD
melihat pamannya merokok dia belum pernah melihat ayahnya melakukan hal
yang serupa dengan yang di lakukan pamannya. Kemudian MHD mulai ingin
mengetahui apa itu rokok? Apakah rasanya enak?
Percobaan pertama MHD merasakan sesak pada dadanya dan merasa
apa yang dihasilkan ketika dia mengkonsumsi rokok itu dapat menyakitkan
dada dan tenggorokannya, MHD pun memutuskan untuk tidak mencobanya
lagi. Beranjak ke SMK MHD berteman dengan anak-anak yang menurut
penuturan MHD teman-temannya itu gaul. Mulai dari saat itulah MHD mulai
merokok lagi dan menjadi kecanduan karena setiap pagi dan sepulang sekolah
MHD merokok dengan teman-temannya.
MHD mengatakan bahwa orang tuanya tidak mengetahuinya menurut
penuturannya mungkin dia bisa dimarahi ataupun dipukul oleh kedua orang
tuanya, karena sang ayah tidak pernah merokok dan tidak pernah mengajarkan
MHD untuk merokok. MHD membeli rokok dengan uang jajan yang
diberikan orang tuanya terkadang MHD rela tak makan untuk membeli rokok.
Menurutnya tanpa menghisap rokok mulutnya akan terasa pahit.
2. SURVIVOR SCENARIOS
Siswa diminta untuk memecahkan persoalan:
a. 5 orang terdampar di sebuah pulau, sedangkan bantuan tidak akan
datang dalam 3 hari ke depan. Makanan dan minuman yang mereka
bawa terbatas. Bagaimana caranya bisa melalui 3 hari ke depan
seaman dan senyaman mungkin? Berikanlah jawaban yang
memungkinkan.
b. LM adalah siswa kelas XI SMA. Dia bisa di bilang siswi berprestasi di
sekolahnya,dia anak yang baik, periang, dan banyak mempunyai
teman. Namun setelah kematian pacarnya yang
kecelakaan. perilakunya menjadi berubah.dia lebih terlihat murung ,
menyendiri, dan sering menangis tanpa sebab. Perilakunya ini
berdampak ada kehidupandisekolah dan dirumahnya. Nilainya
menurun, prestasinya jadi rendah dan malas belajar.
F. MANFAAT LATIHAN PROBLEM SOLVING
Secara teoritis, problem solving dipercaya sebagai vehicle untuk mengembangkan
higher-order-thinking skills (Kusmawan, 2002). Melalui problem solving diharapkan
seseorang dapat membangun pemahamannya sendiri tentang realita alam dan ilmu
pengetahuan dengan cara merekontruksi sendiri ‘makna’ melalui pemahaman relevan
pribadinya (pandangan konstruktivisme). seseorang difasilitasi untuk menerapkan their
existing knowledge melalui problem solving , pengambilan keputusan, dan mendesain
penemuan. seseorang dituntut untuk berpikir dan bertindak kreatif dan kritis. Mereka
dilibatkan dalam melakukan eksplorasi situasi baru, dalam mempertimbangkan dan
merespon permasalahan secara kritis, dan dalam menyelesaikan permasalahannya secara
realistis.
Melalui problem solving, seseorang akan mampu menjadi pemikir yang handal dan
mandiri. Mereka dirangsang untuk mampu menjadi seorang eksplorer (mencari penemuan
terbaru), inventor (mengembangkan ide/gagasan) dan pengujian baru yang inovatif;
desainer (mengkreasi rencana) dan model terbaru; pengambil keputusan (berlatih
bagaimana menetapkan pilihan yang bijaksana); dan sebagai komunikator
(mengembangkan metode dan teknik untuk bertukar pendapat dan berinteraksi).
Lampiran 2: Lembar kerja
GAMBARAN CARA MENYELESAIKAN KONFLIK
Di bawah ini ada kuisioner. Ada 16 pertanyaan yang harus diisi dengan apa yang
biasa dilakukan. Beri tanda checklist pada kolom A jika sering melakukan hal itu
ketika terjadi konflik, checklist pada kolom B jika terkadang melakukan hal tersebut
serta checklist pada kolom C jika tidak pernah melakukannya.
No Pernyataan A B C
1. Saya mencoba menggali perbedaan yang ada, tidak menyerah
tapi tidak memaksakan kehendak saya ketika ada masalah
2. Saya menyatakan ketidaksetujuan secara terbuka, mengajak
diskusi lebih dalam mengenai masalah yang dihadapi
3. Saya mencari penyelesaian yang sama-sama menguntungkan
4. Daripada oranglain yang membuat keputusan tanpa masukan
dari saya, saya memastikan bahwa pendapat saya didengar dan
saya mendengan pendapat yang lain ketika ada masalah
5. Saya setuju untuk mencari jalan tengah daripada mendapat
penyelesaian yang hanya memuaskan saya sepenuhnya
? Saya lebih baik mengakui bahwa saya setengah salah daripada
membuka perbedaan yang ada dengan teman ketika ada
masalah
7. Saya terkenal suka mencari jalan tengah ketika ada masalah
8. Saya berharap mendapat setengah dari apa yang sebenarnya
saya inginkan tentang masukan orang lain
9. Saya lebih baik membuang ide saya daripada mencobah
mengubah pendapat orang lain
10. Saya tidak mengeluarkan hal-hal yang mungkin menimbulkan
konflik dari pendapat yang saya lontarkan
11. Saya lebih baik segera menyetujui sesuatu daripada
berargumentasi mengenainya
12. Saya lebih baik menyerah bila pihak lain terlihat emosional
dengan pendapatnya
13. Saya berusaha menghindari orang lain
14. Saya berusaha mencapai kemenangan dengan cara apapun
15. Saya tidak menyerah dari argument yang saya anggap benar
16. Saya lebih senang menang daripada mengkompromikan
pendapat saya
Jawaban kemudian diberi skor 5 untuk kolom A, 3 untuk B dan 1 untuk kolom C,
kemudian jumlahkan sesuai pengelompokan di bawah ini:
Kelompok 1 : hasil penjumlahan skor dari nomor 13-16
Kelompok 2 : hasil penjumlahan skor dari nomor 9-12
Kelompok 3 : hasil penjumlahan skor dari nomor 5-8
Kelompok 4 : hasil penjumlahan skor dari nomor 1-4
Keempat kelompok diatas menunjukkan cara penyelesaian konflik yang
berbeda. 17 ke atas sangat tinggi, 12-16 tinggi serta 8-11 sedang dan
dibawah 7 rendah.
Lampiran 3: Instrumen Evaluasi
EVALUASI HASIL
A. Understanding (pemahaman)
1. Tuliskan masing-masing 2, contoh masalah yang ada di sekolah, keluarga dan
masyarakat!
2. Kenapa masalah bisa terjadi?
3. Apa dampak yang akan ditimbulkan jika masalah tidak diselesaikan?
4. Kemampuan apa yang harus dimiliki seseorang dalam menyelesaikan masalah?
5. Bagaimana langkah penyelesaian masalah yang benar?
B. Comfortable (perasaan positif)
Berilah jawaban “Setuju” atau” tidak” pada kolom yang sudah disediakan dengan
memberikan tanda Check (Ѵ)
No Pernyataan Sikap Setuju Tidak Ket
1. Saya selalu berdoa dan beribadah agar masalah yang
saya hadapi dapat terselesaikan
2. Informasi tentang problem solving sangat bermanfaat
dalam membantu saya menyelesaikan masalah
3. Setiap masalah pasti memiliki jalan keluar
4. Saya harus memperlakukan orang lain sebagaimana
saya ingin diperlakukan untuk mencegah terjadinya
masalah
5. Komunikasi adalah salah satu kunci untuk
menyelesaikan masalah
6. Masalah baru akan muncul jika masalah sebelumnya
tidak terselesaikan
Keterangan : jawaban “setuju” skornya satu ( 1), jawaban” tidak” skornya nol (0)
Analisis jawaban, jumlah skor dibagi 6 kali 100%.
Gunakan tabel berikut untuk mengkonfirmasi nilai sikap siswa
No. Skor Predikat Sangat Baik
1 80 % < x ≤ 100% (SB)
Baik (B)
Cukup (C)
2 66% < x ≤ 80% Kurang
(K)
3 56% < x ≤ 65%
4 Di bawah 56 %
C. Action (rencana kegiatan)
Masalah yang sedang dihadapi Langkah penyelesaian Sasaran/teman yang
dibutuhkan
INSTRUMEN PENILAIAN PROSES
HASIL
NO PROSES YANG DINILIA PENGAMATAN KET
YA TIDAK
1. Peserta didik mampu bertanya pada guru
2. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan guru
3. Peserta didik dappat mengerjakan tugas yangg diberikan
oleh guru
4. Peserta didik aktif bekerjasama dalam berdiskusi
5. Peserta didik dapat berkomunikasi dengan temannya
6. Peserta didik mampu mempresentasikan materi secara baik
7. Peserta didik dapat merumuskan permasalahan-
permasalahan yang dimiliki
8. Peserta didik mampu mengemukakan ide dan gagasan ketika
dalam berdiskusi
9. Peserta didik mampu menjalin hubungan yang positif
dengan teman diskusinya
10. Peserta didik dapat mengidentifikasi permasalahan-
permasalahan yang dimilikinya
LKPD LAYANAN KLASIKAL
Topik Peningkatan Kemampuan Problem Solving Siswa
1. Setiap kelompok wajib mengikuti diskusi dengan aktif.
2. Setiap siswa harus melakukan sharing informasi tentang penyelesaian masalah
yang pernah dihadapi.
3. Setiap kelompok wajib mempresentasikan hasil diskusinya maksimal 2 menit.
4. Penyajian dilakukan secara bergantian
5. Tugas Akhir dari materi ini yaitu berupa melakukan problem solving dari masalah
yang dihadapi sesuai dengan langkah-langkah yang sudah dipelajari