TUGAS TUTORIAL 1
Strategi Pembelajaran di SD (PDGK 4105)
Yang diampu oleh Ibu Dr. Fatma Sukmawati, M.Pd
Disusun oleh :
NAMA : PIPIT DYAH PALUPI
NIM : 857794607
POKJAR : KALIKOTES
SEMESTER : 5 (LIMA)
PROGRAM STUDI : S-1 PGSD SLTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ - UT SURAKARTA
20212
TUGAS TUTORIAL 1
Startegi Pembelajaran di SD (PDGK-4105)
Nama Mahasiswa : Pipit Dyah Palupi
No : 857794607
Kelas : FKIP – PGSD Semester 5
Jawablah Pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Jelaskan perbedaan pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran, dan berikan
contohnya!
2. Ada beberapa teori belajar sebagai pertimbangan dalam pelaksanaan proses
pembelajaran di Sekolah Dasar, Jelaskan 3 teori-teori belajar tersebut!
3. Uraikan kegiatan belajar tuntas/terprogram!
4. Model mengajar sosial diciptakan untuk membentuk masyarakat belajar. Jelaskan
salah satu model rumpun sosial yang cocok diterapkan di instansi anda masing-
masing!
5. Jelaskan 3 prinsip-prinsip belajar kolaboratif!
1. Perbedaan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran
Pendekatan Strategi Metode Teknik
Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran
Cara Pandang / cara Kegiatan guru Cara yang Wujud konkret dari
umum dalam untuk digunakan oleh penggunaan
memandang memikirkan dan guru dalam metode, strategi,
permasalahan atau mengupayakan membelajarkan dan pendekatan
objek kajian. terjadinya siswa. pembelajaran.
konsistensi
antara aspek –
aspek dari
komponen
pembentukan
sistem
pembelajaran
Contoh : pendekatan Contoh : Contoh : ceramah, Contoh : Teknik
yang berpusat pada Strategi diskusi, tanya pembelajaran
aktivitas guru Pembelajaran jawab, simulasi, kolaboratif group
(teacher – centered) Deduktif, pemberian tugas, grid, dll
dan pendekatan yang Strategi kerja kelompok,
berpusat pada Pembelajaran demonstrasi
aktivitas siswa Induktif, (modelling),
(students – centered) Strategi eksperimen,
Pembelajaran pemecahan
Ekspositori, masalah, inkuiri,
strategi dll.
Pembelajaran
Heuristik, dll
2. Ada beberapa teori belajar yang dapat dikaji sebagai bahan pertimbangan dalam
pelaksanaan proses belajar di Sekolah :
a. Teori disiplin mental
Teori ini menganut prinsip bahwa manusia memiliki sejumlah daya mental seperti
daya untuk mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir, dan sebagainya yang
dapat dilatih dan disiplinkan.
b. Teori asosiasi
Dalam teori ini, belajar lebih mengutamakan stimulus – respons yang membentuk
kemampuan siswa secara spesifik dan terkontrol.
Karakteristik teori ini ialah :
Menekankan perubahan tingkah laku yang dapat diamati dan terukur.
Adanya ganjaran dan hukuman sebagai cara dalam memperkuat perilaku.
Perencanaan mengajar sangat khusus.
Mengabaikan kemampuan berpikir siswa.
Proses belajar yang menganut teori ini dalam penerapannya memerlukan
pengkondisian mendalam dari guru, di antaranya :
Proses belajar harus dipersiapkan secara sistematis dan terarah berdasarkan
tujuan yang jelas dan terukur.
Strategi belajar dipersiapkan lebih teliti.
Dalam proses belajar selalu diperlukan adanya pujian dan ganjaran.
Proses pembelajaran selalu diawali dengan stimulus – stimulus.
Aspek siswa (psikologi maupun intelektual) kurang diperhatikan.
c. Teori Insight
Menurut teori belajar ini bahwa mengubah pemahaman siswa. Perubahan ini akan
terjadi apabila siswa menggunakan lingkungan. Belajar selalu diarahkan untuk
mengembangkan kemampuan tingkat tinggi yaitu berpikir tinggi.
d. Teori belajar Gestalt
Menurut teori belajar ini bahwa siswa merupakan individu yang utuh. Oleh
karenanya, belajar lebih mengutamakan keseluruhan, kemudian melihat bagian –
bagiannya yang mengandung makna dan hubungan. Pembelajaran selalu diberikan
dalam bentuk problematik, aktual dan nyata. Masalah yang dijadikan topik adalah
masalah – masalah sosial yang sangat terjadi serta berdasarkan pada kebutuhan
dan minat siswa.
Siswa belajar melakukan pemecahan masalah (problem solving), melakukan
penyelidikan (inquiry), melakukan penemuan (discovery), dan kajian
(investigation).
Karena teori Gestalt ini memandang bahwa siswa merupakan individu yang utuh
dan menyeluruh maka penyelesaian masalah maupun kajian yang dilakukan siswa
dapat menggunakan berbagai pendekatan disiplin ilmu secara terpadu dan
menyuluruh.
3. Uraian kegiatan belajar tuntas dan pembelajaran terprogram, sebagai berikut :
Pertama, materi yang dipelajari dipecah menjadi unit – unit dari yang sederhana
sampai ke kompleks. Materi – materi yang disajikan kepada pembelajar umumnya
dikerjakan secara individual, melalui media yang sesuai (bacaan, tape, kegiatan –
kegiatan). Pebelajar mengerjakan bagian demi bagian dengan cara maju
berkelanjutan. Setelah satu unit selesai dipelajari, pebelajar diberi tes untuk
mengetahui hasil belajar. Jika tidak dapat menyelesaikan unit tersebut, pebelajar dapat
mengulanginya atau mempelajari unit yang setara sampai keberhasilannya tercapai.
4. Salah satu rumpun model sosial yang cocok diterapkan di instansi saya, yaitu :
Partner dalam belajar. Mempunyai partner dalam belajar merupakan suatu kemajuan
yang sangat besar dalam pengembangan strategi mengajar yang membantu siswa
bekerja secara efektif.
Model ini dirancang untuk memberikan bimbingan kepada siswa untuk
mendefinisikan/ menemukan masalah, menggali berbagai pandangan terhadap
masalah, dan belajar bersama untuk menguasai informasi, ide, dan keterampilan yang
secara simultan mengembangkan kompetensi sosial.
5. Dalam menerapkan belajar kolaboratif, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan,
yaitu :
a. Mengajarkan keterampilan kerja sama, mempraktikkan, dan balikan diberikan
dalam hal seberapa baik keterampilan – keterampilan digunakan.
b. Kegiatan kelas ditingkatkan untuk melaksanakan kelompok yang kohesif.
c. Individu – individu diberi tanggung jawab untuk kegiatan belajar dan perilaku
masing – masing.