NAMA : IMAMATUL MASRUROH
NIM : 041053722
MATA KULIAH : Usaha-Usaha Milik Negara dan Daerah
1.. Bagaimanakah Bentuk dan karakteristik Badan usaha milik negara dan daerah !
BERIKAN ANALISIS:
Apakah masyarakat telah menikmati Sumber Daya Alam yang dikelola BUMN/D, ? sesuai dengan
UUD pasal 33, cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak, kemudian
bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Itu juga harus dikuasai oleh
negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Apakah telah benar-benar dapat mensejahterakan Rakyat ?? silahkan analisis dari keadaan saat
ini, menurut pendapat saudara sendiri.
( Baca BMP dan sumber lainnya sebagai bahan referensi, dan kembangkan menurut kalimat
sendiri).
Jawaban :
Keberadaan BUMN/D di Indonesia merupakan aktualisasi peran Negara dalam
perekonomian, yang secara filosofis tercermin dalam Pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945.
Secara eksplisit terlihat bahwa negara secara legal memiliki hak untuk melakukan intervensi
bahkan memiliki hak milik terhadap cabang-cabang produksi penting. Negara mempunyai
peran vital dalam mengelola kekayaan negara, terutama kekayaan alam dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak. Dalam sistem perekonomian nasional BUMN
merupakan salah satu pelaku ekonomi di samping sektor swasta dan koperasi.
Ketiganya melakukan peran secara seimbang dan saling mendukung berdasarkan
Demokrasi Ekonomi.
BUMN menurut UU No. 9 tahun 1969 adalah seluruh bentuk usaha negara yang
modal seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh negara dan dipisahkan dari kekayaan
negara. Bentuk usaha negara yang dimaksud, meliputi berikut ini.
1. Semua perusahaan yang didirikan dan diatur menurut ketentuan-ketentuan IBW
(Stbl, 1927:419) sebagaimana diubah dan ditambah dengan Stbl. 1936 No. 445, UU
Darurat No. 3 Tahun 1954 dan UU No. 13 Tahun 1955 dan ICW sepanjang tidak
bertentangan dengan IBW; dinamakan PERJAN. Hal-hal operasional yang berkaitan
dengan mekanisme pembinaan, pengelolaan dan pengawasan PERJAN diatur lebih lanjut
dalam PP No.6 Tahun 2000.
2. Semua perusahaan yang berbentuk Perseroan terbatas yang diatur menurut
ketentuan-ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Stbl 1847:23) baik yang
saham-sahamnya untuk seluruhnya maupun untuk sebagiannya dimiliki oleh negara
dari kekayaan negara yang dipisahkan; dinamakan PERSERO. Hal-hal operasional yang
berkaitan dengan mekanisme pembinaan, pengelolaan dan pengawasan PERSERO diatur
lebih lanjut dalam PP No. 12 Tahun 1998
3. Semua perusahaan yang modal keseluruhannya dimiliki negara dari kekayaan negara
yang dipisahkan dan tidak dibagi atas saham-saham yang didirikan dan diatur
berdasarkan ketentuan-ketentuan UU No. 19 Tahun 1960; dinamakan PERUM. Hal-hal
operasional yang berkaitan dengan mekanisme pembinaan, pengelolaan dan
pengawasan PERUM diatur lebih lanjut dalam PP No. 13 Tahun 1998.
Jika dijelaskan secara lebih rinci, maka inilah karakteristik masing masing bentuk usaha
milik negara dan daerah :
a. PERJAN (Perusahaan Jawatan) :
Jika ditinjau dari sifat usahanya:
- Usahanya bergerak pada public service, yaitu pengabdian dan pelayanan
kepada masyarakat. Usahanya ini dijalankan dengan tetap berpegang teguh
pada syarat-syarat efisiensi dan efektifitas, prinsip-prinsip ekonomis dalam
pengelolaan dan pelayanan kepada masyarakat.
- Barang dan atau jasa yang dihasilkan merupakan kewajiban pemerintah dalam
rangka pelayanan kepada masyarakat.
- Bidang usahanya merupakan monopoli pemerintah dan tidak menarik minat
sektro swasta.
Jika ditinjau dari kedudukan dan tugasnya :
- PERJAN dipimpin oleh seorang Kepala, merupakan bawahan suatu bagian
dari Departemen/Direktorat Jenderal/Direktorat yang diangkat oleh
Pemerintah.
- PERJAN merupakan bagian dari organisasi formal suatu departemen/direktorat
jendral/ direktorat.
- PERJAN melakukan tugas-tugas perusahaan sekaligus tuga spemerintahan yang
tercermin dalam susunan organisasi departemen.
- Mempunyai hubungan hukum publik. Bila ada melakukan tuntutan/dituntut
maka kedudukannya adalah sebagai pemerintah atau atas seizin pemerintah.
Modal dan Keuangan
- Modal permulaan dan mutasi-mutasi modal lainnya tercermin dalam APBN.
- Biaya eksploitasi ditutup dengan pendapatan PERJAN.
- Tarif ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan bersama-sama dengan
Menteri Keuangan.
- Modal PERJAN merupakan kekayaan Negara yang tidak dipisahkan, oleh
karena itu semua hasil perusahaan harus tampak jelas dalam APBN.
- Mempunyai dan memperoleh fasilitas dalam perencanaan anggaran,
transaksi anggaran, dan pengawasan anggaran seperti badan-badan
pemerintahan lainnya.
Kepegawaian
-
Pegawai PERJAN berstatus pegawai negeri dan terikat oleh ketentuan-
ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri lainnya.
Pengawasan
- Dilakukan secara hierarki maupun secara fungsional, seperti bagian-bagian
suatu Departemen.
b. PERUM (Perusahaan Umum)
Ditinjau dari sifat usaha :
- Maksud dan tujuan PERUM adalah menyelenggarakan usaha yang ertujuan
untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang
bermutu tinggi dan sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan rinsip
pengelolaan perusahaan.
- Melayani kepentingan umum yang bergerak di bidang yang dianggap oleh
pemerintah vital.
Ditinjau dari kedudukan dan tugas :
- PERUM mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik
Indonesia yang ditentukan dalam Anggaran Dasar.
- PERUM dipimpin oleh seorang direksi yang diangkat dan atau
diberhentikan oleh Menteri Negara BUMN.
- Berstatus badan hukum dan dapat melaksanakan hubungan hukum, seperti
melakukan kontrak-kontrak kerja.
- PERUM dapat dituntut dan menuntut, dan hubungan hukumnya diatur
secara hukum keperdataan
- PERUM pada umumnya menjalankan tugas perusahaan, akan tetapi dapat
pula mengemban tugas-tugas pemerintahan. Dalam hal PERUM dibebani
tugas-tugas pemerintahan maka di Departemen tidak ada lagi unit
organisasi yang menjalankan tugas pemerintahan yang telah diserahkan
kepada PERUM tersebut.
Modal dan Keuangan :
- Modal PERUM seluruhnya dimiliki oleh Negara dari kekayaan Negara yang
dipisahkan. Modal PERUM tidak terbagi atas saham.
- PERUM dapat mempunyai dan memperoleh dana dari kredit dalam dan luar
negeri atau dari obligasi (dari masyarakat).
- PERUM tidak diperkenankan mempunyai anak perusahaan atau
menyertakan kekayaannya dalam permodalan perusahaan lain.
- PERUM mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan
bergerak seperti perusahaan swasta, mengadakan Perjanjian, kontrak-
kontrak, dan mengadakan hubungan dengan perusahaan lainnya. Secara
finansial PERUM harus dapat berdiri sendiri. Kecuali jika ada politik
pemerintah yang menetapkan tarif dan harga untuk kepentingan umum
lebih rendah dibandingkan dengan tarif dan harga yang berlaku pada
PERUM maka pemerintah memberikan subsidi kepada jasa-jasa yang
digunakan sebagai kepentingan umum tersebut.
- Setiap tahun buku, PERUM wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih
untuk cadangan tujuan, penyusutan dan pengurangan yang wajar lainnya.
Kepegawaian
- Pegawai PERUM merupakan pekerja PERUM yang pengangkatan dan
pemberhentian, kedudukan, hak serta kewajibannya ditetapkan
berdasarkan Perjanjian kerja sesuai dengan perundang-undangan di
bidang ketenagakerjaan.
- Status dan penghasilan pegawai diatur tersendiri dengan Peraturan
Pemerintah di luar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri.
- Bagi PERUM tidak berlaku segala ketentuan eselonisasi jabatan yang
berlaku bagi pegawai negeri.
Pengawasan
- Dewan Pengawas PERUM bertugas untuk melaksanakan pengawasan
terhadap pengurusan PERUM oleh Direksi termasuk pelaksanaan
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan Pendirian PERUM, kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan dan pedoman yang disusun oleh Menteri dalam rangka
menjabarkan kebijakan tersebut, ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku serta memberi nasihat kepada Direksi dalam
melaksanakan kegiatan pengurusan PERUM.
- Dewan Pengawas PERUM terdiri dari unsur-unsur pejabat departemen
teknis yang bersangkutan, Departemen Keuangan dan departemen/
instansi lain yang kegiatannya berhubungan dengan PERUM atau
pejabat lain yang diusulkan oleh Menteri.
- Satuan Pengawasan Intern merupakan aparat pengawas intern
perusahaan yang dipimpin oleh seorang kepala dan bertanggung jawab
kepada Direktur Utama.
- Satuan Pengawasan Intern bertugas membantu Direktur Utama dalam
melaksanakan pemeriksaan intern keuangan dan operasional PERUM serta
menilai pengendalian, pengelolaan, dan pelaksanaannya pada PERUM
serta memberikan saran-saran perbaikannya.
c. PERSERO (Perusahaan Perseroan)
Dari sisi usahanya :
- Menyediakan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing
kuat di pasar dalam negeri ataupun internasional.
- PERSERO dengan sifat usaha tertentu dapat melaksanakan penugasan
khusus untuk menyelenggarakan fungsi kemanfaatan umum, dengan tetap
memperhatikan maksud dan tujuan kegiatan PERSERO.
- Melakukan kegiatan perusahaan yang bisa dilakukan swasta dan bukan
semata-mata menjadi tugas pemerintah.
- Bidang usahanya harus dapat memberikan keuntungan finansial kepada
negara baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
- Barang-barang dan atau jasa yang dihasilkan perusahaan bukan
merupakan kewajiban negara untuk menghasilkannya
- PERSERO pada prinsipnya tidak diberi hak monopoli, fasilitas maupun
perlakuan khusus lainnya oleh negara.
Kedudukan dan Tugas :
- PERSERO dipimpin oleh seorang Direksi di bawah pengawasan
Komisaris yang masing-masing bertanggung jawab kepada Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS).
- PERSERO mempunyai status badan hukum perdata sehingga hubungan
usahanya diatur menurut hukum perdata
- Pengesahan laporan tahunan PERSERO dilakukan oleh RUPS.
Modal dan Keuangan
- Modal usaha dipisahkan dalam bentuk saham dari kekayaan negara atau
campuran antara modal negara dengan modal swasta (nasional/asing).
- Perusahaan dapat melakukan penyertaan modal/pemilikan saham pada
perusahaan swasta (nasional/asing)
- Negara dapat mengurangi, menambah atau melepaskan pemilikan saham
PERSERO dari perusahaan.
Kepegawaian
- Pegawai PERSERO merupakan pekerja PERSERO yang pengangkatan dan
pemberhentian, kedudukan, hak, serta kewajibannya ditetapkan
berdasarkan Perjanjian kerja sesuai dengan perundang-undangan di
bidang ketenagakerjaan.
- Status pegawai sebagai pegawai perusahaan swasta biasa.
Pengawasan
- Komisaris yang diangkat dan diberhentikan oleh RUPS bertugas
mengawasi kebijakan Direksi dalam menjalankan Perseroan serta
memberikan nasihat kepada Direksi.
- Pada setiap PERSERO dibentuk Satuan Pengawasan Intern yang
merupakan aparat pengawasan intern perusahaan
- Satuan Pengawasan Intern bertugas membantu Direktur Utama dalam
melaksanakan pemeriksaan intern keuangan dan pemeriksaan
operasional PERSERO serta menilai pengendalian, pengelolaan dan
pelaksanaannya pada PERSERO yang bersangkutan serta memberikan saran-
saran perbaikannya.
Lalu, jika ditinjau dari asal Undang-Undangnya yakni Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33,
dinyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya harus dikuasai negara
untuk diberikan sebagai sebesar besar kemakmuran rakyat. Tapi apakah hal tersebut sudah berjalan
sesuai dengan implementasinya?
Pasal tersebut sejatinya mendorong terciptanya BUMN/BUMD sebagai pengemban amanat untuk
merealisasikan hal tersebut. Tapi dalam implementasinya, hal tersebut masih jauh panggang dari
api, amanat undang-undang yang diemban badan-badan usaha tak mengubah banyak hal.
Jika mau mengacu pada satu sektor saja misalnya, yakni pertambangan yang mana sektor ini secara
implisit tertulis di undang-undang sebagai bumi dan kekayaan yang dikandungnya, sektor yang
seharusnya menjadi bentuk pekerjaan padat karya dan menyerap tenaga kerja hingga keuntungan
yang dapat diberikan tak dirasakan oleh warga sekitar tambang, hanya CSR (Corporate Social
Responsibility) yang terlihat dari aksi-aksi korporasi tersebut, lagipula CSR hanya bentuk tanggung
jawab perusahaan (dalam hal ini pemerintah dan pelaku usaha) kepada lingkungan dan dampak yang
ditimbulkannya terhadap warga sekitar.
Hal ini diperjelas dengan banyaknya sengketa lahan antara pengusaha tambang (pemerintah/pelaku
usaha lain) dengan warga sekitar tambang, yang seringkali juga mengorbankan tanah-tanah adat
yang seharusnya dijaga dan merupakan amanat UUD45 dalam pasal yang lain. Konflik-konflik
horizontal maupun vertikal seperti ini tentu menjadi patokan bahwa Pasal 33 tidak berjalan sesuai
impian para pendiri bangsa.
Hasil dari ‘monopoli’ negara dalam sektor-sektor strategis, belum terasa manfaatnya dalam
pemerataan kekayaan , ditandai dengan masih sangat dalamnya jurang ketimpangan antara 5%
orang terkaya di Indonesia dengan 95% sisanya, atau setidaknya dalam pengentasan kemiskinan
yang menurut lokadata.com masih berkisar pad angka 9,66% atau 25,26 juta jiwa pada tahun 2018.
Sumber :
Modul ADPU 4337 Usaha-Usaha Milik Negara dan Daerah, Modul 3
https://lokadata.id/artikel/ketimpangan-sosial-di-indonesia-masih-tinggi (diakses tanggal 8
November 2021).
Hadiyono. 2020. Jurnal Hukum Politik berjudul “Indonesia dalam Menjawab Konsep Negara Welfare
State dan Tantangannya”. Jurnal Hukum Politik dan Kekuasaan : Universitas Katolik Soegijapranata,
Semarang.