- BI}IlIi Aillr .
KE PERA,w.A:TAN
.' .'. ' . ., , ' ., :;.' .
KOiWU,NITAS . ' '.' '. . ."
TEORI DAN' PRAKTrK
.f(Community as Partner: Theory and Practice in Nursing)
f£cfisi 3"
• Elizabeth T. And:!t~~; R~. DrPH. FAAR
Direc'lOr
World Health Organization CQllabQrating Center for Nursing/Midwifery
. Development in Primary Health Care
University of Texas Medical Branch
School of Nursing
Galveston, TX
Judith McFarlane, RN. DrPH, rAAN
Parry Chair in Health Promotion and Disease Prevention .
Texas Woman's University .
College of Nursing
Houston, TX
With 13 Contributors
A1ih bahasa:
Agus Sutama, [Link], MNSc
Suharyati Samba. Dra., [Link], [Link]!s
Novllyantie Herdina, [Link]
Editor edisi bahasa Indonesia:
Egi Komara Yudha, [Link]
PENERBIT BUKU KEDOKTERAN I~ IEGel
" ''7'" ~ t.~ ••,:." .'
EGC 1390.
TIlls is a translation of . . .'
. COMMUNITY AS PARTNER: THEORY AND PRACTICE IN NURSING, 3 Ed.
Copyright © 2000 Lippincott Williams & Wilkins.
All rights reserved.
BUKUAJARKEPERAWATANKOMUNITAS:TEORIDANPRAKTIK,Ed.3
Alih bahasa:Agus Sutarna, [Link], MNSc, Suharyati Samba, Drij., S:Kpi [Link] &
. Novaylintie Herdina, [Link]
Editor edisi bahasa Indonesia: Egi Komara Yudha, [Link].
Copy editor: Restu Damayanti & Hen Sllnundar Wisastra
Hak cipta terjemahan Indonesia
© 2001 Penerbit Bllku Kedokteran EGC
P.O. Box 4276/Jakarta 10042
Telepon: 6530 6283
Anggota IKAPI
Desain kulit muka: Yohanes Duta Kumia Utama
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menetjemahkan sebagian atau
seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dan penerbit.
Cetakan I: 2007
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Anderson, Elizabeth T.
Buku ajar keperawatim komunitas : leori dan praktik I Elizabeth T. Anderson,
Judith McFarlane; alili bahasa, Agus Sutama, Suharyati Samba, Novilyantie
Herdina; editor edisi bahasa Indonesia. Egi Komara Yudha. - Ed. 3 - Jakarta:
EGC,2006.
xx, 536 hIm. ; 15,5 x 24 cm.
JuduJ asli: Community as partner: theory and practice in nursing
ISBN 979-448-742-2
1. Perawat dan perawatan. L Judul. II. McFarlane, Judith. Ill. Sutama, Agus.
IV. Samba, Suharyati. V. Herdina, Novayantie. VI. Yudha, Egi Komara.
610.73
lndikasi akurat, reaksi merugikan. dan jadwal dosis untuk obat dfsajikan pada buku inf,
tetapi hal illi dapat saja berubah. Pembaca disarallkan mengacu data in/onnas; dari pabrik
tentang obat yang diiulis pada kemasannya.
f2f Fo' inspiriting Communi!J As Pa".". we wish to acknowledge
communities evcryw-here...
~
public health servic;:e areas;
rural villages;
shelters for battered women, the homeless, refugees, and migrants;
factories; . .
urban neighborhoods;
schools...
and the nurses who work in partnership with them.
Community As Partner: Theory and Practice in [Link] is dedicated to
v
KONTRIBUfOR
Elizabeth T. Anderson, RN, DrPH, FAAN
Professor .
Diro."1:or
World Health Organization Collaborating Center for
NursinglMidviifery Development in Primary Health Care
University of Texas Medical Branch
School of Nursing at Galveston
Galveston, Texas
Susan Scoville Baker, RN, PhD, CS
Associate Professor and Director
Canseco School of Nursing'
Texas A&M: International University
Laredo,1X
Judith C. Drew, RN, PhD
Associate Professor
University of Texas Medical Branch
School of Nursing and the Sealy Center on Aging
..
Galveston,1X
BeverlyC. Flynn, RN, PhD, FAAN
Emeritus Professor
Emeritus Director of the Institute of Action Research
for Community Health
Emeritus Head, World Health Organization Collaborating
Center in Healthy Cities
Indiana [Link]
School of Nursing
Indianapolis, IN
Nin" Fredland, RN, MS
Assistant Professor
Texas Woman~ University
College of Nursing
Houston,TX
vi
[Link]~ vii
Sally Gadow, PhD
Professor
University of Colorado
School of Nursing
Den~,OO
Janet Gottschalk, RN, DrPH, FAAN
Visiting Professor
Camero School of Nursing
Texas A&M: International University
Laredo,1X
Shirley Hutchinson, RN, DrPH
Associate Professor
Texas Woman's University
College of Nursing
Houston, TX
Charles Kemp. RN, MS. CRNH
Assistant Professor
Baylor University
School of Nursing
Dallas,1X
Bruce Leonard. RN, MSN, APN, NRC, CS
.Doctoral Student .
University of Texas Medical Branch
School of Nursing .
Galveston, 1X
.Ann T. Malecha. RN, PhD
Assistant Professor of Nursing
Texas Woman's University
College of Nursing
Houston, TX
Judith McFarlane. RN, DrPH, FAAN .
Parry Chair in Health Promotion and Desease Prevention
Texas Woman~ Universit'f
College of Nursing
Houston, TX
Robert W. McFarlane, PhD
Consulting Ecologist .
Mcfarlane & Associate
Houston, TX
viii KONTRIBUTqR
Carole Schroeder, RH, PhD
Associate Professor
University of Washington
School of Nursing
Seattle, WA
Pamela Schultz, RN, MSN
Clinical Nurse Specialist, Research Investigator
University of Texas, MD Anderson Cancer Center
Doctoral Student
Texas Woman's University
College of Nursing
Houston, TX
Maija Selby-Harrington, RN, DtPh
Professor and Director of Research (retired)
University of North Carolina at Greensboro
School of Nursing
Greensboro, NC
Anita Tesh, BSN, MSN, EdD
Assistant Professor (formerl:0
University of North Carolina at Greensboro
School of Nursing
Greensboro, NC
Mary Wainwright, Ri-l', MSN
East Texas Area Health Education Center
Galveston, TX
Pam Wulson, RN, PhD, FNP-C
Postdoctoral Research Associate
Texas Woman's University
Houston, TX
PRAKATA
Dalam 4 tahun sejak penerbitan eelisi kedua Community as Pat1J1e7;
dunia telah menjadi saksi terhadap perubahan sosial, politik, dan eko
nomi yang tidak dapat diramalkati. Seiring masih berlangsungnya kese
imbangan akhir dari perubahan ini, kita bisa dengan bebas !flengata
kan bahwa danipak perubahan in.i akan meI].uju ke arahyang baik
atau bunK Sebagaimana kita pahami pada ambang milenium baru,
profesi keperawatan seharusnya elipersiapkan ootuk menyelesaikan
misinya eli dunia yang jauh te1ah berubah daripada yang terjadi
beberapa tahun yang lalu. Mungkin satu realisasi yang paling besar
pada abad ke-20 adalah kebijakan pelaya..l1an kesehatan lintasnegara
dan tuntutan terhadap pemahaman dan upaya eli tirigkat global.
Profesi keperawatan telah memasuki dunia baru dan dituntut
untuk mempertahankan prinsip dan prosedur yang ada serta me
ngembangkan hubungan baru lainnya. cukup adil jika kita mertga
takan bahwa buku ajar ini secara efektif membahas isu OOi kedua
perspektif .tersebut. Upaya ini terus memberikan laJ:l:dasan rasional
yang merupakan kunci aspek metodologis profesi Y?llg sudah eksis
saat in!. Edisi ketiga kali ini juga memberikan wawasan yang penting
ke dalam ba.."1yak aspek promosi kesehatan rrulSyarakat - satu isu
sentral yangakan dihadapi profesional kesehatan pada tahun-tahun
mendatang.
Keperawatan komunitas di [Link] Serikat dan di seluruh dunia
telah mcnyadari bahwa promosi kesehatan masyarakat tidak berada
daIam kevakuman dan jika ingin berhasil, kemitraan di dalam ko
munitas perlu ditingkatkan. Buku Ajar Keperawatan Komlmitas: Teori dan
Praktik menyajikan kepada kita materi sebagai bahan diskusi yang
herguna tentang isu kunci dan ter:penting dari kemitraan, yang perlu
dibangun dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan ke
sejahteraan masyarakat kita. Penting untuk diketahui bahwa materi
yang dibahas mampudiaplikasikan pada banyak masyarakat, tanpa
ix
x PRAKATA '
memandang geografi ataupun sistem ekonomi. Secara global, pen:"
tingnya pelayman kesehatan primer (primary health care, PHC) tidak
dapat terlalu ditekankan, sedangkan hubungan antara isu ini dan
kemitraan dengan kelompok kunci dalam komunitas adalah sesuatu
yang sangat penting. Di samping itu, upaya membangun kemitraan
yang kuat dengan lansia, masyarakat imigran, sekolah, masyarakat
pedesaan, dan kelompok rentan lainnya yang memungkinkan di
monopoli merupakan tanggung jawab praktisi keperawatan eli se
luruh duma dan satu kekuatan terbesar yang elisajikan dalam buku
1Il1.
Defmisi praktik keperawatanmenurut Salvage (1993) dalam
bukunyiNlming in Action adalah: " ... untuk menolong individu,
·keluarga)::lan kelompok dalam menentukan da.'1 mencapai potensi
fisik, mental, dan sosial serta men~payakannya dalam konteks yang
menantang dari lingkungan tempatia hidup dan bekerja." Karena
isu yang dihadapi masyarakat kita dan masyarakat eli seluruh duma
menjadi Iebih kompleks, peran perawat akan menjadi Iebih penting
dan'lebih menantang. Perawat yang terlibat dalam promosi kese
hatan dan pelayanan kesehatan primer harus semakin
banyak me
ngambil perannya. Agar efektif, perawat harus menjadi pendidik,
pekerja sosial, manajer, advokat, dan politisi selain melaksanakan
tanggung jawab utama mereka. Keterampil<lli kepera"Watan tradi
sional yang digabungkan dengan per-hatian lebih dalam memba
ngun hubungan kerja yang kuat saat ini dengan komumtas sebagai
mitra, yang terkandung dalam buku ini menjadi pedoman bagi pe
rawatdalam bekerja eli berbagai lapisan masyarakat. Di samping itu,
materi yang dibahas dalam buku ini akantetap bermanfaat dan
relevan untuk digunakan di tahun-tahun mendatang.
Julia R
Plotnick, Rt~, MPH
Pernah menjabat sebagai
Assistant Surgeon General
United States Public Health Service
(N"ursing in action: Strengthening nursing and midwifery for all. [1993]. Dalam J.
. Salvage [Ed.], WHO RedonalPllblicatioltl Ellrope(/J1 Senes, No. 48, hal. 15.)
KATA PENGANTAR
Berdasarkan edisi terdahulu ketika kita menarili:.1l1 komunitas 'sebagai
"klien", kita memperluas pemikiran dan mengembrutgkan konsep
komurutas sebagai mitra ke dalam Buku Ajar Keperawatan Komunitas:
Teori dan Praktik ini sebagai acuan praktik keperawatan di dan untuk
masyarakat Pada edisi k~tiga ini, konsep komurutassebagai mitra
sedikii diperluas dengan memasukkan dua bab baru dalam bagian
landasan teoretis dan merigilustrasikan konsep ke dalam kelompok
bab pada bagian m. Pondasi teoretis yang penting dari kemitraan
perawatlkomurutas digambarkan dan diilustrasikan di selun~h bab
pada edisi ini. Proses kepera~tan ~'"lgkajian, analisis, perencanaan,
implementasi, dan evaluasD menyajikan kerangka kerja bagi ter
wujudnya kemitraan komunitas yang nyata dan bertahap.
Bagian I: Landasan Teoretis Komunitas sebagai Mitra
Bagian ini menjelaskan area dasar praktik keperawatan komurutas.
Area terse but melipuri PHC; epidemiologi dan demografl; lingkungan
dan ekologi; kompetensi buday.t; kebijakan kesehatan; pemberdayaan
dan penyembuhan; dan etika, suatu pendekatan advokasi. Peneka
nannya adalah pada praktik yang didasarkan pada teon, disertai
penjelasan dan penegasan mengenai teon kritis Komunitas sebagai
Mitra.
Bagian II; Proses Komunitas sebagai Mitra
Bagian ini dimulai dengan sebuah model untuk prakrik di komurutas.
Model dan satu contoh komunitas digunakan untuk penerapan setiap
lan'[Link] proses keperawatan pada praktik keperawatan komunitas.
Peserta didik diarahkan melalui proses pengkajian komunitas;
analisis data; perumusan. diagnosis keperawatan komunitas; dan
perencanaan, implementasi. serta evaluasi progrnm promosi kesehatan
xi
xii KATA PENCANTAR
komunitas. Penekanannya secara keseluruhan adalah pada pemaha
man terhaciap komunitas sebagai sebuah sistem yang dinamis, lebih
dari sekedar jumlah keseluruhan komponennya, dan berinteraksi
terus-menerus dengan lihgkungannya.
Bagian III: Strategi Promosi Kesehatan
Dimulai dengan cinjauan keberagaman area yang menjaeli target pe
ra\.VJ.t untuk melakukan promosi kesehatan eli dalam masyarakat, bagi
an ini menyajikan beberapa contoh yang menunjukkan bahwa pera\.VJ.t
memainkan peran utamanya sebagai mitra dalam promosi kesehatan.
Komunitasyang dijadikan mitra perawat dalam bagian ini adalah
imigran, sekolah, komunitas religius, populasi tunawisma, komunitas
di lahan kerja, lansi~ masyarakat pedesaan, dan penderita penyakit
krorus. '.
Penutup
Sebuah editorial yaIlg menjelaskan beberapa akar dari keperawatan
kesehatan masyarakat di era milenium baru ini. Bagian ini akah.
mengingatkan kita pacia masa lalu dan menjadi men<P'a bagi inasa
depan kita. '
Elizabeth T. Anderson, RN, DrPH, FAAN
Judith McFarlane, RN, DrPH, FAAN
UCAPAN [Link]:1A KASIH
Rekan kami yang berkontribusi terhadap lahirny.! edisi ini dan telah
memperkay.! buku ini dan kel-..idupan [Link] keluarga kami,
mereka telah me.i:lUnjang proses penyelesaian buku ini dan membuat
kami bangga terhadap profesi kami.
BllkIi Ajar Keperawatan Komllnitas: Teori dan Praktik tidak akan ter
wujud tanpa pemikiran, kritik, dan contoh yang diberikan oleh para
mahasiswa dan rekan perawat kesehatan masyarakat.
Sahabat-sahabat kami yang baik di Lippincott Williams and
Wilkins yang telah memfasilitasi proses pengerjaan edisi ketiga ini
sehingga ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi
kami.
Kami ucapkan tel'ima kasih.
Elizabeth T. Anderson
Judith McFarlane
xiii
DAFfARISI
BAGIAN I LANDASAN .TEORETIS ............................................. 1
BAB1
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER / 2
Janet Gottschalk dan Susall Scoville Baker
Pendahuluan 2
Globalisasi· 3 ,
Faktor-FaktorPersal.."1gan Global 5
Faktor-Fakioryang Secara LangsungMemengaruhi Kesehatan 6
Pelayman Kesehatan Primer (PHC) 12
Delapan Elemen Esensial PHC 17
Sehat untuk Semua Melalui PHC 27
Di mana Kita Sekarang? 28
PerawatAbadKe-21 '30'
, BAB2
EPIDElVIIOLOGI,DEl\1OGRAFI,DANKESEHATANMASYARf\KAT / 33
M2ija [Link] dan Anita S, Tesh
Pendahuluan 33
Demografl 33
Kesehat4J1 Masyarakat dan Praktik Kontemporer 34
Tmgkatan Pencegahan dalam Praktik Kesehatan Komunitas 35
Ukuran Deskriptif Kesehatan 36
Analisis Ukuran Kesehatan 42
Sumber Data KesehatanMasyarakat 49
Skrining Kondisi Kesehatan 52
Pendekatan Epidemiologi bagi Penelitian Kesehatan Masyarakat 55
Ringkasan 60
BAB3
HUBUNGAN EKOLOGI/ 61
Robert W. McFarlane dan Judith McFarlane
Pendahuluan 61
Energi dan Nutrisi 65
Organisasi Hidup 66
Interaksi Ekologi dan Kesehatan 69
xiv
DAFTAR 151
xv
Interkoneksi 75
Lingkungan Manusia yang Kompleks 82
Penerapan: Stueli Kasus Wllayah 86
Penerapan Model 90
Implikasi Kebijakan 93
Renungan 94
BAB4
PENDEKATAN ADVOKASI PADA ,ETlKA DAN KESEHA TAN
KOMUNITAS / 97
C'x-ol Schroeder dan Sally Gadow
Pendahuluan 97
Implikasi Universalisme terhadap Pelayanan Kesehatan Komurutas 99
Advokasi: Kerangka Kerja Erika 103 .
Implikasi Advokasi untukKesehatan Komunitas 108
Kesimpulan 113
BABS
PEMBERDAYAANDAN PENYEMBUHAN KOMUNITAS / 115
Bruce Leonard .
Pendahuluan 115
Partisipasi dan Penyembuhan Komunitas 118
Penyembuhan dalam Komunitas 121
Membangun Hubungan yang Tepat 122
Kesadaran Penyembuhan 133
Transformasi Komunitas Global 135
Pemberdayaan Komunitas Melalui Penelitian Partisipatori 136
Kesimpulan 143
BAB6
KOMPETENSI BIDAYADAIAM KEMITRAANDENGANKOMUNITAS
/ 146
Judith C. Drew
Pendahuluan 147
Keberagaman, Etnisitas, dan Budaya 148
Budaya, Sehat-Sakit, dan Keperawatan 151
Sistcm Pdayanan Kesehatan Kultural 153
Pengambilan Keputusan 156
Konflik eli AntaraSektor 157
Pemberi Perawatan yang Kompeten Secara Budaya 160
Latihan Penyadaran Budaya 161
Menggali Keyakinan Tentang Sehat-Sakit 163
MengadaptaSikan Keterampilan 165
Lembaga 167
Ringkasan 168
xvi DAFTAR lSI
BAB7
KEBIJAKANKESEHATANUN1UK KOfADANKOMUNITASSEHAT
/172
BeverlyC. Flynn
Pendahuluan i72.
Konferensi Dunia Mengenai Promosi Kesehatan dan Kebijakari Publik Sehat 173
Promosi Kesehatan 174
Kebijakan Publik Sehat 175
Penerapan Kebijakan Kesehatan untukKota dan Komunitas Sehat 182
Peluang bagi Keperawatan 185
Ringkasan 186
BAGIAN II PROSES KOMUNITA.S SEBAGAI MITRA .•••.•.••.. 189
BABS
SEBUAH MODEL UNTUK PEDOMAN PRAKTIK / 190
:Elizabeth T. Anderson
Pendahuluan 190
Model 190
ModelKomunitasSebagaiMitra 194
Pengkajian 198
l)ia:gnosis dan Perencanaan 199
Intervensi 199
Evaluasi 200
Ringkasan 201
BAB9
PENGKA]IANKOMUNITAS I 203
Elizabeth T. Anderson dan Judith Mcfarlane
Pendahuluan 203
Pengkajian Komurutas 205'
Inti Komunitas 210
Lingkungan 218
Pelayanan Kesehatan dan Sosial 224
Ekonomi 238
Keamanan dan Transportasi 244
Politik dan Pemerintah 253
Komunikasi 255
Pendidikan 256
P..d):reasi 264
Ringk~an 267
BABtO
ANAllSIS' DAN DIAGNOSIS KF..PERAWATAN KOMUNITAS I 270
Elizabeth T. Anderson dan Judith Mcfarlane
Pendahuluan 270
Analisis Komunitas 270
DAFTAR 151 xvii
Analisis Komurutas Rosemont 273
Ringkasan 309
BABll
PERENCANAAN PROGRAM KESEHATANKOMUNITAS / 310
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFarlane
Pendahuluan. 310
Validasi Diagnosis Keperawatan Komunitas 313
Perubahan Terencana 314
Penerapan Teori Berubah dalam Perencana<iIl Kesehatan Komurutas 316
Tujuan Kesehatan Komunitas 325
Akrivitas Program 327 .,
Tujuan Khusus Pembelajaran 328
Kolaborasi 330
Sumber, Keterbatasan, dan Perbaikan Rencana 330
Pencatatan 334
Ringkaian 334
BAB12
li'\fPLEMENTASIPROGRAM KESFHATANKOMUNITAS / 336
Elizabeth T. Anderson dan Judith Mcfarlane
Pendahuluan 336
Kepemilikan Komurutas 337
Program Terpadu 341
Masyarakat Sehat 342
Fokus Kesehatan . 346
Ringkasan 350
BAB13
EVALUASI PROGRAM KESEHATANKOMUNITAS / )52
Elizaheth T. Anderson dan Judith Mcfarlane
Pendahuluan 352
Prinsip Evaluasi 353
Proses Evaluasi 354
Komponen Evaluasi 357·
Strategi Evaluasi 359
Metode Terpilib untukPengumpulanData 360
Ringkasan 376
BAGIAN III STRATEGI PROMOSI KESEHATAN ................ 380
BAB14·
KEBERAGAMANDALAM AREA PRAKTIK / 381
Shirley Hutchinson dan Judith McFarlane
Pendahuluan 381
Refleksi pada Masa Lalu 382
Kesehatan Komunitasdi Amerika Serikat: Situasi yang Ada 384
xviii DAFTAR 151
Manajemen Hasil dalam Kesehatan Komunitas 386
Esensi Prakiik Keperawatari Kesehatan Komunitas 386 .
Faktor-Faktor yangMemengaruhi Keperawatan Kesehatan Komunitas Abad21 387
Keperawatan Kesehatan Komunitas: Harapan di Masa Depan 390.".
BABlS
PENINGKATANKEMTIRAANYANGSEHATDENGAN PENGUNGSI
DAN IMIGRAl'l / 392
Charles Kemp
Pendahuluan 392
Strategi l'?romosi Kesehatan: "Asuhan Komunitas" 394
Pelayanan Beronentasi-Individu dan Keluarga 396
Pelayanan Berorientasi-Korriunitas 399
Ringkasan 402
BAB16
PENINGKATAN KEMTIRAAN YANG SEP..AT DENGAN SEKOIAH /
404
Nina Fredland
Pendahuluan 404
Pemberian Layanan Kesehatan untuk Promosi Kesehatan 405
Pendidikan Kesehatan untuk Promosi Kesehatari 407
Program Promosi Kesehatan untuk Anak Usia Sekolah 409
ProgramPromosi Kesehatan untuk Orang Tua 413
Strategi Promosi Kesehatan Sekolah 418
Strategi Promosi K esehatan untuk Komunitas 418
Ringkasan 418
BABt7
PENINGKATANKEMTIRAANYANG SEHATDENGAN KOMUNITAS
RELIGIUS / 422
Ntn.1 Fredland
Pendahuluan 422
MemuJ ai Kemitraan yang Sehat dengan Korn unitas Religius 423
Program Promosi Kcschatan untuk Komunitas Religius 425
Menciptakan Kemitraan yang Lariggeng dengan Komunitas Religius 431
BABtS
PENINGKATAN KEMITRAAN YANG SERAT DENGAN POPULASI
TIYNAWISMA / 438
NIIlJl.Fred1and
Pendahuluan 438
Siapakah Para Tunawisma Itu? 439
StrategiPrornosi Kesehatan untukPopulasi Tunawisma 440
Peningkatan K~aan yang Sehat Melalui Pendidikan 444
Sesi Menjadi Orang Tua yang Efektif 445
DAFTAR 151 xix
PengelolaanPameran Kesehatan eli Tempat Penampungan Tunawisma 445·.· .
Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Individu yang Keluar dati Kondisi
Tunawisma 4 4 6 · ..
BAB19 .. . . , •....
PENINGKATANKEMI1RAAN YANG SEHA.T DI [Link]\ERJ~I ·450
Pam Willson dan Ann Malecha
. ~.
Pendahuluan 450
Promosi Kesehatan eli Lahan Kerja 451
Jenis Akrivitas Promosi Kesehatan 451
Perencanaan Program Promosi Kesehatan 452
Sumber Program Promosi Kesehatan 455
. Penerapan Tahapan Perubahan pada Program Promosi Kesehatan 456
Implementasi Program 457 .
Evaluasi Program 458
Tip untuk Memelihara Program Promosi Kesehatan 459
ContohProgram Promosi Kesehatan 459
Ringkasan 463
BAB20
PENINGKATAN KEMITRAAN YANG SEHAT DENGAN LANSIA D1
KOMUNITAS I 465
ShirleyHurchinson
Pendahuluan 465
Demografik Lansia eli Amerika Serikat 466
Tantangan Kesehatan, Faktor Risiko, dan Persoalan pada Lansia 466
Masyarakat Sehat 2010 dan Lansia 472
Kemitraan dengan Komunitas Lansia 474
Legislasi Signifikan dan
[Link] 479
Ringkasan 480
BAB21
PENINGKATANKFMllRAANYANG SEHATDENGAN MASYAMRAT
PEDESAAN I 483
Mary [Link]
Pendahuluan 483
Teori Kepera\Vatan Pedesaan 485
Membangun Sebuah Kemitraan 488
Ringkasan 493 .
BAB22
PENINGKATANK.EMI1RMNYANGSEHATDENGANPENDERITA
PENYAKlT KRONIS I 495
Pamela Schultz
Pendahuluan 495
Karakteriscik Konelisi Kesehatan Kronis 496
Persepsi Kesehatan dan Penyakit Kronis Serta Promosi Kesehatan 498
xx DAFTAR 151
Implementasi Strategi Promosi Kesehatan 499
Ringkasan 504
.PENUTUP 1·506
LAMPIRAN A / 509
LAMPIRAN B / 516
INDEKS /525
BAGIAN
LANDASAN TEORETIS
Pelayanan Kesehatan Primer 2
Epidemiologi, Demogrnfi, dan
Kesehatan Masyarakat 33
Hubungan Ekologi 61
Pendekatan Advokasi pada Etika dan
Kesehatan Komunitas 97
Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 115
Kompetensi Budaya dalam Kemitraan
dengan Komunitas 146
Kebijakan Kesehatan untuk Kota
dan Komunitas Sehat 172
Janet Gottschalk dan Susan Scoville Baker
BAB
PELAYANAN KESEHATAN
PRIMER
1
TUJUAN
Bab ini mengetengahkan konsep dasar komunitas sebagai mitra. Bab
ini memperkenalkan konsep pelayanan kesehatan primer (PHC) se
bagai dasar dalam bekerja di komunitas. .
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Menjelaskan pelayanan kesehatan primer.
• Menjelaskan 8 elemen esensial PHC.
• Menganalisis pengaruh globalisasi terhadap kesehatan komunitas.
• Menilai pendekatan multisektor untuk meningkatkan kesehatan
komunitas;.· . ... .. . .. ..
• Menganalisis percln perawat dalam mempromosikan sehat untuk
·semua.
PENDAHULUAN
Saat ini, praktik perawat kornunitas dan kebanyakan para' pekerja
kornunitas eli seluruh dunia elilandasi oleh konsep kemitraan, kerja
sarna, dan pernberdayaan. Bersarna pihak terkait lainnya dalam ko
munitasnya, rnereka berupaya dengan sungguh-sungguh untuk
mencapai sehat untuk sernua. Tujuan rnereka hanya dapat dicapai
manakala hak asasi sernua pihak, khususnya para wanita, anak-anak
serta semua orang yang terpinggirkan dan lernah elitingkatkan dan
dilindungi. Dengan kata lain, perawat kornunitas rnengarahkan upa
ya-upaya mereka untuk rnencapai keadilan sosial dan kesamaan
untuk semua. Untuk mencapai tujuan ini, perawatkomunitas sangat
memahami bahwa berbagai upaya peningkatan kesehatan seharus
nya didasarkan pada konteks yang lebih lu~ pada aspek sosial
ekonomi untuk masyarakat seternpat, regional, maupun untuk rnasalah
dan isu global.
Pada saat batasan suatu negara dalam pandangan tradisional se
cara berangsur hilang dan pembatasan lain juga elitinggalkan, dasar
2
BAS 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 3
keterkaitan dunia kita beserta berbagai permasalahannya dapat di·
lihat secara mudah dalam kerangka kerjasarna internasional, regional,
maupun setempat unruk. memecahkan berbagai persoalan.-Pada saat
yang sarna, dunia kita cenderung mengalami ketidakstabilan politik
dibandingkan situasi yang pernah terjadi 'semasa perang dingin, yang
masih relatif mudah untuk mengidentiflkasi mana "teman" dan
mana "musuh" kita. Format baru dari nasionalisme, identitas suku,
"fundamentalisme agama, maupun fasisme bermunculan kembali
dan mengancam harapan dunia baruyang menginginkan kedamaian
dan keadilan untuk semua.
GLOBAIlSASI
Kekuatanyang sarna yang memengaruhi struktur politik dan fungsi
[Link] tersebut di seluruh dunia, juga membentuk isu kesehatan
baru, yang mengalami peralihan secara bertahap dari masalah-masalah
"nasional dan internasional ke masalah global (11organ & Mutalik,
1992). Bagaimanapun, faktor besar yang memengaruhi kehidupan
kita saat ini dan di masa inendatang adalah suatu fenomena yahg
disebut dengan globalisasi. Globalisasi diterjemahkan sebagai "peng
integrasian modal, teknologi, dan infor masi lintasbatas negara,
dengan upaya-upaya yang menghasilkan roatu pasar global tunggal,
dan untuk beberapa hal, menghasilkan dunia global (Friedman,
1999). Umumnya globalisasi dipahami dalam konteks ekonomi dan
dapat memengaruhi secara sungguh-sungguh kehidupan kita sehari
hari baik disadari maupun tidak. Ketika pasar uang global naik atau
turun, ketika persettijuan perdagangandinegosiasikan, ketika ancaman
resesi pada negara-negara yang membelanjakan produk yang di
hasilkan daerah atau masyarakat kita, kita dan m<b-yarakat kita berada .
dalam keadaan bahaya Ketika resesi dan:- ketidakstabilan politik
terjadi dinegara-m!gara lain, perusahaan-perusahaan luar negeri
sering menurunkan harga untuk melindungi produk mereka agar
dapat bersaing. Mereka dapat melakukan hal ini dan masih tetap
Il1endapatkan keuntungan karena tingkat pengangguran [Link]
ciptakan persaingan kerja sehingga keinginan orang-orang' untuk
bekerja semakin berkurang. KeUka hal ini terjadi dalam beberapa
lama dan meluas, perusahan dan pabrik, yang dianggap sebagai
sumber pekerjaan yang stabil dalam masyarakat kita sering kali me- .
nutup usahanya dan berpindah ke negara-negarayangtingkat upahnya
4 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS •
lebih rendah dan hukum buruhn~ lemah atau tidak tetap. Siapa pun
yang meragukan kecenderungan ini hanya perlu melihat pada label
harga baju, pera1atan elektronik, n:iainan; makanan,bUhga; dan barang
dagangan lainnya yang dijual di toko-toko lokal
Suatukonsekuensi besar dari globalisaSi perekonomian dan pene
kanannya pada perdagangan bebas, pasar uang bebas, dan keun
tungan ekonomi hampir menjadi kekuatan dan kekuasaan yang tak
tertahankan dari modalinternasional. Pemerintah, khususnya eli
negara-negarayang miskin sumbei daya, merasa kehilangan kemam
putill untuk mendefinisikan dan mengendalikan masa depan mereka
sendiri. Para -ahli politik dan ahli sosial te1ah"mengingatkan kita
tentang berkurangnyakekuatannegara bagian dan masadepan yang
elipertanyakan dari organisasi internasional misalnya Perserikatan
[Link] (PBB) dan hubunganunit-unit organisasi eli dalamnya
seperti Orga..fJlsasi Kesehatan Dunia (WHO). Jika banyak negara
tidak mampu mengh~dapi tekanan-teka.."1an yang kuat dari dunia
internasional, apa ·dampaknya bagi pembangunan masyarakat lakal
kita? Bagaimana pengaruhnya terutama terhadap profit, yang biasa
nya meI?-genai sebagian kecil individu dan perusahaan?
" Globalisasi bagaimanapun, memiliki nilai positif dalam kehidup
an kita. Teknologi baru telah menyediakan komunikasi siap saji
dengan bagian lain eli dunia. Beberapa tahun yang lalu, para pelajar
Cina, melalui mesin faks, telah mampu melev;au kendali pemerintah
dan memberitakan kepada dunia ten tang perjuangan demokrasi
mereka. Hal terbaru lagi, individu din kelompok" eli Serbia dan
" Kosovo dengan kemampuan mengakses email, telah mampu mem
pertahankan komurukasi dengan belahan dunia laiimya. Sekarang,
melalui telepon seluler, yang sebagian besar tersambung ke satelit,
informasi siap saji elisebarkan ke area terpencillainnya. Ruang maya
dengan pelayanan interI.1et dan nlang obrolannya (chat room) me
mungkinkan kita"mempe1ajari realitas rakyat lain: mimpi, kebutuhan,
dan tantangan mereka. Dapatkah keuntungan-keimtungan dari tek
nologi dan informasi ini digunakan oleh masyarakat untuk me
nunjang perjuangan mereka dalam mencapai keadilan sosial dan ke
-samaan untuk semua?
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 5
FAKTOR·FAKTOR PERSAINGAN GLOBAL
Tekanan-tekanan positif yang kuat sedang aktifdi dunia kita saat ini
dan seharusnya berkontribusi terhadap upaya seluruh komurutas
untuk memperoleh hasillebih dari sekedar yang diinginkan masya
rakat. Tekanan positif ini [Link] kesadaran akan ling
kungan dan kepedulian terhadap berbagai keiusakan yang terjadi di
muka bumi saat ini, dan di masa mendatang, meningkatnya kepe
kaan terhadap persoalan gender dan kekuatan pergerakan wanita di
seluruh dunia, adanya koinitrnen yang lebih kuat tintuk mempro
mosik~dan melindungi hak asasimanusi.a untuk semua orang,
.penyebarluasan prinsip-prinsip demokratis, dan pengaku~ dunia
akan peran positif' maSyarakat sipil yang dapat dan seharusnya
berperan dalam pembangunan dunia yang lebihmanusiawi dati dunia
jrang aman. Seluruh perubahan global ini mengandung kekuatan yang
mendorong dan menekankan pentingnya kerjasama perawat kesehat
an komurutas dengan masyarakat: dalam bentuk kemitraan, koalisi,
.dan jruirigan.
Pada saat yang bersamaan, tingkat persaingan dengan kekuatan
yang seimbang sedang berlangsung dan sering menyebabkan mala
petaka serta kehancuran bagi masyarakat dan bangsa. Kondisi iui
meliputi berbagai bentuk diskriminasi: etruk. suku, dan kebenciail
keagamaan, fundamentalisme radikal, dan kekerasali dalam: berbagai .
jenis, termasuk militerisme. Sayangnya, pada abad ke-~O telah terjadi
sejarah yangsangat tragis dengan pecahnya dua perang dunia disertai
banyaknya konflik lokal dan regional. Konsekuensi yang mengerikan
dari seluruh kebencian ini tetlihat setiap malamnya di layar televisi
misalnya pemusnahan (genosida) terhadap golongan tertentu di
Rwanda, sebagai konflik kekerasan yang menelan jutaan korban di
seluruh dunia. Selain itu, cacalnya 2tau terbunuhnya rakyat sipil yang
tidak berdosa akibat ranjau daral, keUka mereka hanya mencoba
untuk menanam tanaman untuk makanan mereka dan keluarganya.
Ribuan pengungsi telah dikisahkan berupaya menyelamatkan [Link]
dari suatu genosida barn terhadap golongan tertentu di Yugoslavia.
M~ih banyak dan banyak lagi kisah pengrusakan, perkosaan clengan
kekerasan, dan penghancuran yang biadab terhadap kehidupan dan
6 B,'\GIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
masyarakat sehingga masyarakat d~a merasa resah danketakutan.
Jelaslah hahwa seluruh masyarakat dan bangsa menan~ benih
kebaikan dan kejahatan dalam diri mereka senruri
Bagaimana kenyataan dunia ini memengaruru pemahaman lOta
terhadap konsep "sehat" eli semua. tingkat, baik toka}, nasional,
maupun global? Bagaimana seharusnya hal tersebut nlemengaruhi
praktik kepera-watan kita di komunitas yang memilikibenih yang
sarna yang diisi ke dalarn diri mereka sendiri.
FAKTOR-FAKTOR YANG SECARA LANGSUNG
[Link] KESEHATAN .
Tahun 1991, Dr. Hiroshi Nakajima, mantan direktur jenderal WHO,
mengidentiftkasi beberapa perubah~ yang terjadi di dalarn-pema
haman kita tentang kesehatan. Dia menyebutkomponen baru dalarn
deftnisi sehat sebagai suatu "pergeseran paradigma" (WHO, 1991).
Sampai 20 atau 30 tabun yang lalu, sehat telah dideftnisikan secara
biologis dan diperhitungkan ke dalam terminologiyang negatif
seperti tiM adanya kematian,penyakit, dan ketidakmampuan. Ba
gaimanapun, selarna tiga dekade yang lalu, telah terbukti bahwa isu
isu sosial, ekonomi, dan politik juga merupakan hal yang penting
dalam penentuan status kesehatan masyarakat. Selarna ini, telah di
ketahui suatu hubungan yang erat antara kesehatan masyarakat dan
pertumbuhan ekonominya, khususnya ketika manfaat pembangun
an itu dapat terse bar secua merata. Baru-baru ini, telah ditelaa11 pula
hubungan lainyang sarna eratnya antara penghargaan masyarakat ter
hadap hak asasi manusia dan tingkatan sosial masyarakat sena per
tumbuhan ekonominya se bagaimana dapat dilihat pack Gambar 1-1.
Apabila kecenderungansaat ini memiliki banyclk indikasi, raleyat
dan bangsa pada abad 21 ini [Link] terus menghadapi banyak masalah
kesehatan yang sarna dengan yang lOta perangi saat ini. Masalah ter
sebut mencakup kemiskinan, kelaparan, pengangguran, ge1andangan,
buta huruf, diskriminasi kesukuan, seks, dan umur, lingkungan yang
memburuk, militerisme, dan [Link] hak asasi manusia dalam
berbagai bentuk, dari penyiksaan dan kemattap. dalam berbagai situasi
konflik sampai kepada kurangnya kebutuhan pokok se~ makanan,
perumahan, dan perawatan kesehatan. . .
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 7
Gambar 1.1. Hubungan Masyarakatdengan Kesehatan.
Kemiskinan dan Ketimpangan Pertumbuhan
Kebanyakan eli dunia ini, khususnya eli negara-negara barat atau
negara industri, pada tahun-tahun terakhir ini telah memperoleh ke
untungan dari globalisasi ekonomi. Bagaimanapun, keuntungan
keu..'1tungan ini tidak dapat dirasakan oleh masyarakat kita, bangsa
kita, a~au dunia secara keseluruhan. Orang-orang yang hidup dalarn
kemiskinan mutlak sekarang hampir 1,3 miliar orang dan 3 miliar
orang tidak memiliki air bersih. Diperkirakan 130 juta anak tidak
clapat bersekolah, dan setidaknya 40.000 anak mati setiap harinya
karena penyakit akibat kelaparan (Sen & Wolfensohn, 1999). Selain
itu, untuk memperjuangkan kebutuhan manusia yang sangat besar
ini, rakyat eli kebanyakan negara yang miskin sumber dayanya me
nanggung sejumlah utang yang sangat besar selarna tahun 1980-an
dari pemerintahan sebelumnya. Akibamya, negara-negara ini meng
ha biskan Iebili ban yak devisanya untuk membayar bu..'1ga utang dari
pada menyeeliakan penelidikan, pelayanan kesejahteraan sosial, dan
pelayanan kesehatan yang sang at elibutuhkan oleh rakyat rnereka.
Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, yang menekankan
pada "swastanisasi" penelidikan dan pelayanan kesehatan dan upaya
bersama untuk menggerakan rakyat dari "kesejahteraan kepada be
kerja," globalisasi ekonomi sering kali memberikan pengaruh negatif
yang sarna. Meskipun pandangan politis menentangnya, clata terbaru
8 BAGIAN 1 • lANDASAN TEORETIS
secara jelas menginelikasikan bahwa kesehatan rakyat dan kesejah
teraan sangat buruk ketika mereka tidak mampu lagi untuk mem
peroleh pekerjaan yang sesuai serta tidak dapat menjangkau secara
adekuat "jaring pengaman sosial" dan pelayanan pendukung lainnya.
Dari hasil sebuah penelitian eli AmerikaSerikat tentang pemotongan
jaminan sosial selama beberapa tahun yang lalu pada abad ke-20,
welfare R~/or1l1 I¥'"akh Prqject dari NETrFORK menemukan bahwa 1)
kemiskinan rakyat terus berlangsung sedangkan bantuan dar! peme
rintal! berkurang, dan 2) penderitaan mereka terus berlanjut karena
kebutuhan pokok mereka yang tidak terpenuhi. Pada saat tingkat ke
makmuran yang tidak memenuhi syarat mengalami pergeseran,
35 juta rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan seperempat dari
seluruh anak-anak di Amerika Serikat di bawah usia 6 tahun ke
kurangan kebutuhan hidupnya (Thornton, 1999).
Di mana pun rakyat hidup, kemiskinan dapat diketahui sebagai
penyebab utama dari kurang gizi dan penyakit, dan mengurangi
upaya pokok da..-i pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan. Di kota
dan perkampungan kumuh, seperti Benton Harbor, Michigan, de
ngan angka kemiskinan 64)% atau St. Louis Timur, Illinois, dan
Camden, New Jersey, dengan angka kemiskinan yang hampir men
capai 42% sampai sekitar 43%, rakyat miskin biasanya elitemukan eli
perumahan yang sangat kumuh dan tidak aman (US Department of
Housing and Urban Development, 1999). Di daerah perkotaan
seperti Mission atau San Benito, Texas dengan angka kemiskinannya
yang mendekati 39%, rakyat miskin sering hidup di daerah yang
dijuluki sebagai daerah "tidak terurus." Selain itu, daerah tersebut
kekurangan petugas pelayanan kesehatan, fasilitas, dan transportasi
yang dibutuhkan bagi rakyat untuk hidup sehat dan produktif. Baik
eli rumah ataupun di tempatkerja, kemiskinan sering kali menimbul
kan polusi dan risiko kesehatan lainnya. Masyarakat miskin sering
kekurangan makanan, baik secara kuantitas maupun kualitasnya, dan
lebih banyak mengisap rokok serta mudah terpajan ke zat berbahaya
lainnya. Pertentangan ini tidak hanya dapat elitemukan eli Amerika
Serikat, tetapi eli seluruh dunia. Indikator sosial secara global dite
mukan eli dalam Human Development Report, yang eliterbitkan setiap
tahunnya oleh United Nations Development Program (UNDP) "yang
menekankan pada ketimpangan mencolok dalam penghasilan,
pengangguran, perumahan, keamanan, dan kesehatin" (lJNDP, 1998).
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 9
Perubahan Demografik dan Epidemiologik .
Para ahli kesehatan dunia menerangkan kepada kita bahwa "pe
ningkatan umur harapan .hidup, makin rendahnya angka kelahiran,
dan peningkatan penyakit bukan menulir, dikombinasikan dengan
meluasnya ancaman baru, mepggambarkan berbagai tantangan di
masa yang akan datang (pan American Journai of Public Health,
1998). Peningkatan yang cepat dari pertumbuhan penduduk di
beberapa negara dan tingginya konsumsi sumber daya di beberapa
negara seperti Amerika Serikat, merupakan sumber-sumber masala.t~
serius yangharus diatasi dalam memenuhikebutuhan- generasi
yang akan datang.
·Banyak negara yang berpenduduk sangat besar telah memper
lihatkan' petkembangan yang cepat dalam menururikan angka ke
lahirannya. Bagaimanapun, populasi peIiduduk di negara-negara
tersebut memang sudah sangat besar. Artinya, populasi penduduk
ini akan terus meningkat dalam beberapa tahun. Penduduk usia
muda sebagai usia produktif dalam jumlah yang besar akan mem
berikan tekanan yang lebih besar terhadap pelayanan' kesehatan
lokal, sekolah, dan pekerja. Di Amenh $erikat, kelompok suku dan
budaya dengan pendudukmudanya memberikan tantangan yang
sama bagi sistem pendidikan dan pelayanan sosial.
Banyak negara yang paling [Link] semakin terpuruk dengan
adanya penyakit menular seperti HIV/ AJDS, kolera, malaria, dan
tuberkulosis. Negara-negara ini sedang menghadapitantangan gan
da yang disebut transisi epidemiologik. Selain terus berjuang [Link]
masalah yang rusebabkan oleh kemiskinan dan keterbelakangan,
negara-negara ini juga harus mengatasi tantangan baru dalam pena
nganan dan pengendalian penyakit sepertikanker, penyakit jantung,
stroke, dan diabetes, penyakit-penyakit yang [Link]
penghambat [Link] bagi negara-negaraindustri (WHO, 1993). Faktor
tambahan lainnya yang mernbebani pencapaian jangkauan sistem
kesehatan dan dukungan sosial ada1ah meningkatnya jumlah penduduk
lansia di seluruh dunia yang banyak di antaranya nienderita ke
tidakmampuan dan penyakit mental. .
Struktur keluarga dan pengaturan hidup juga sedang mengalami
perubahan secara cepat di banyak tempat di dunia. Lebih sedikit .
orang yang hidup dalam kelompok keluarga tradisional atau keluarga
10 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
besar. Tekanan yang sering kali merupakan. [Link]~ubahan
ini, dan·.m:eningkatnya gapgguan pola budaya traelisi~~~ adalah
faktor lainnyayangmepgikis siste.m dukyngaIl sosiat~P.l~ambah
'beban
.
penderitaan
.
akibat penyakit.
-
-. . , , ' : 1 ; ; : ,
.. '-
"/
[Link]'MenuJat, Malnutrisi, dan Kematian Ibu Bersaltn '
Meslcipun banyak penelitian dilakukan dalam rangka pertgendalian
penyakit menular dan penyakit yang dapat dicegah dettgan vaksin,
penyakit baru dan yang bermuncu1an kembali, seperti;I:IIVI AIDS
.serta tuberkulosis mulai menyerang dan mengancam kes¢h~tan dunia.
Dampak kehidupan dunia global: perdagangan, perj~, urbani~
sasi, dan peng'ungsian orang~rang karena adanya ben¢.gi~ yang di~
akibatkan oleh ulah manusia, ditainbah pula oleh evol~'fuikroba
atau resistensi antibiotik- telah menjadi masalah yangkompleks.,
Infeksi saluran pernapasan akut, diare, malaria, dan campik clapat
mengancam kehidupan anak-anak yang kekurangan gizi. Sayangnya,
upaya-upaya'untuk menurunkan gizi buruk di banyaknegara, khu
susnya di Afrika, mengalarni kemandekan dalam tahun-tahUn terakhir
ini. Bahkan sekatang- ini, hampir miliaran orang tidak· [Link]
cukup persediaan makanan untuk memenuhi'kebutuhannlinimurn
nya sehari-hari akan energi dan protein, sedangkan lebihdari dua
miliar orang mengalami defisiensi zat gizi mikro (mikronutrien) (pan
AmericanJournal of Public Health, 1998).
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh VSCotiference cf
Mqyors selama tahun 1998, permintaan bantuan makanan clarurat
dan keluarga dengan anak-anak meningkat 14% dan untuk para
lansia meningkat 6%. Bertolak belakang dengan pandangan umum,
37% orang dewasa yang meminta untuk bantuannya telah bekerja,
dan eli 92% kota, orang mengandalkan makanannya dari bantuan
tidak hanya dalam kondisi darurat, tetapi juga untuk periode waktu
yang lam~. Sayangnya lagi,penelitian menemukan bahwa rata-rata
21% dari permohonan bantuan kegawatan makanan tidak dapat
dipenuhi. Penyebab kelaparan tersering adalah "upah yang renciah,
biaya perumahan yang tinggi, pengangguran dan masalah yang ter kait
dengan pengangguran, pemangkasan anggaran makanan, kemiskinan
atau rendahnya pendapatap, rendahnya tunjangan d"!-fi program
bantuan unium, dan penyalahgunaan zat-zat berbahaya" (Hartnagel,
1999).
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 11
Kebanyakan wanita di negara-negara seperti Amerika Serikat,
sedikit atau tidak takut meninggal dalam persalinan. Bagaimanapun
padaakhir abad ke-20,hanya sekitar 55% dari para wanita di negara~
negara berkembang ditolong oleh para tenaga terlatih dalam proses
perSalinannya, dan sangat sedikit yang ditolong oleh dokter. Meski
pwi ,para ibu bersalin tidak mengidap suatu penyakit, diPerkirakan
. 60Q,pOO wanita meninggal setiap tahunnya karen a penyakit yang
herkaitan dengan kehamilannya. Kasus lainnyaadalah bahwa SO juta
wanita mengalami penderitaan, gangguan kesehatan dan ketidak
mampuan akibat kehamilannya (International Planned Parenthood
Federation [lPPF], 1998). . ,
'Tidak terpenuhinya kebutuhan para wanita sepanjang kehidupan
nya;icllUsusnya selama usia kehanUlan mereka telah mendapatkan
perhatian dari Programme of Action of the International Conference on
Popldation and Development, yang menyatakan: "Semua negara dengan
dukungan dari seluruh lapisan masyarakat internasional, harus
memperluas ketentuan tentang pelayanan kesehatan wanita hami1
dalant konteks pelayanan kesehatan utama" (United Nations, 1994).
. Say~t}gnya, jurang pemisah ,antara masyarakat yang paling kaya
danmasyarakatyang paling miskin di dunia (baik antarnegara mau
pun di dalam negara). telah semakin meningkat. Menurut James
Gustave Spaeth, penge10la UNDp, kenyataan yang menyedihkan adalah
bahwa "pengharapan relah mengglobal, tetapikemakmurannya tidak"
(Crossette,1998).
Penyakit dalamKehidupan Modern
Bermacam-macam kelompok penyakit dan kondisi kesehatan muncul
tepat ketika masalah kesehatan tradisionaI kini sedang berada dalam '
pengendalian. Penyakit-penyakit yang diperantarai vektor seperti
. Lyme dan hantavirus telah menyebar di alam bebas dan pinggiran
kota yang telah saling menyatu. Tdmologi tinggi di tempat kerja
•telah disertai munculnya kondisi ortopedik, seperti sindrom
termvongan karpal yang disebabkan oleh tekanan herulang. "Alergi
lingkungan" khususnya karet, telah menjadi penyebab tingginya
biaya pOkok pada fasilitas dan petugas kesehatan (Phillips, 1999).
Belum lagi tidak terhitungnya konsekuensi dari perubahan gaya
hidup lain, seperti penggwiaan LCD (liquid crystal displ'!)l) dan telepon
selular dalam waktu yang lama.
12 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Penyakit-penyakit yang tidak menular banyak disebabkan oleh .
gaya hidup yang tidak sehat dan menjadi penyumbang yang signifi
kan terhadap munculnya penyakit [Link]. membebaIliduma. Jika ~e,~_
cenderungan initerus berlanjut, perilaku sepertipenggUnaan tembakau,
diet tinggi lemak, kegemukan, dan risiko lain yang terkait dengan
gaya hidup akan menjadi penyebab utama terjadinya kematian,
penyakit, dan ketidakberdayaan pada,tahun 2020. Dengan demikian,
upaya peningkatan status kesehatan masyarakat yang luas akan di
perlukan untuk memecahkan persoalan ill atas dan persoalan lain yang
muncul pada abad. ke-21.
Kekerasan, Pencederaan, 'dan Kerawanan Sosial
- ,.' - ~
Ada beberapa bentuk kekerasan, dati yang sangat je1as, seperci kon
flik bersenjata sampat kasus kekerasan fisik para wanita dan ke
kerasan seksual yang tersembunyi ill balikpintu rumah dan para
tetangga. Di era canggih ini, media hiburan kita te1ah mampu meng.,.
hasilkan secara cepat film-film kekerasan dan gallleS yang bertemakan
"Pembunuhan". Di Amerika Serikat yang penduduknya inclividualis
tik, ke1ompok-kelompok yang kuat seperti National Rifle Assodation
te1ah membuat kemudahan dal~ akses "hak" kepemilikan senjata.
Walaupun sangat sulit untuk menetapkan hubungan sebab-akibat
antara jumlah senjata yang tersedia, kekerasan yang berasal dari me
dia hiburan, dan jumlah senjata dikaitkan dengan kriminalitas yarlg
dilakukan oleh para remaja dan pemuda, perhatian masyarakat ter
hadap tindak kekerasan menjadi semakin meningkat. Mereka juga
mengkhawatirkan tentang hubungan kemanusiaan yang [Link]
lemah (ill ke1uarga, antargenerasi, dan ill masyarakat) yang sering kali
menghasilkan kerawanan sosial.
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER (PRe)
Dalam penilaian tahunannya tentang kesehatan duma, para ~egasi
yang meng...[Link] pertemuan ke-28 WorM Health AssemblY di Geneva
telah memutuskan bahwa situasi global sekarang ini tidalt sehat dan
tidak adil (WHo, 1975). Sejumlah contoh dari berbagai belahan duma
telah meyakinkan mereka bahwa penggunaan suatu pendekatan yang
disebut PHC, dapat berkontribusi sangat besar dalam membebaskan
se1uruh masyarakat 'dari penderitaan yang terabaikan, nyeri, ke
tidakmampuan, dan kematian. Mereka memperkirakan bahwa jika
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 13
keinginan politis yang cukup dan kesungguhan dari masyarakat glo
bal dapat terjamin, banyak beban berat dari berbagai penderitaan
. dan-·kefuatiari.-yang'tidak diinginkan oleh jutaan orang di seluruh
dunia dapat dicegah melalui penerapan konsep PHC (Bryant, 1969;
Newell, 1975). Perkiraan ini mengarahkan mereka dalam suatu
semangat berkeadilan sosial untuk menyusun gerakan revolusi du
nia baru di dalam pelayanan kesehatan.
Karena permasalahan sudah mengglobal, suatu mobilisasi sum
ber daya manusia dan sumber daya lainn ya di seluruh dunia sangat
diperlukan. Dua badan dunia di baWah naungan PEB yaitu WHO
dan·. UNICEF segera mulai mengoordinasikan upaya dunia untuk
mempelajari dan menerapkan PHC dalamskala global.
Setiap kali penyelenggaraan konferensi PEE, pertemuan per
siapan aVil'al telah dilakukan di berbagai tempat di dunia untuk mem
peroleh pengalaman tambahan dan selanjutnya memperbaiki prinsip
dan elemen dasar dari PHC. Meskipun pertemuan ini telah banyak
dilakukari di negara-negara "berkembang", atau negara miskin di
Asia, Afrika, dan Amerika Latin, pertemuan ini juga pernah sebli
diselenggarakan di migara harilt atau negara industri, yaitu di New
York Pacla konferensi ini, berbagai upaya dibuat untuk membantah
anggapan bahwa PHC ha1f)'a akan cocok diterapkan pada negara
negara miskin dan bukan [Link] negara-negara kaya atau negara
industri maju. Suatupertemuan persiapan yang terakhir teIah diada
kan di Halifax, Nova Scotia, dan banyak lembaga swadaya masyarakat
(ISM) dari yang berskala luas, .seperti organisasi kelnanusiaan ber
taraf internasional, sampai kelompok-kelompok agama kecil yang .
hanya berada dalam satu negara, telah mampu meninjau kerangka
akhir dan catatan konferensi yang aktual.
Setelah beberapa kali persiapan, delegasi dari 134 negara di dunia
ditambah perwakilan resmi dari 15M yang telah di~kui oleh WHO
benemu pada bulan September 1978 di suatu tempat ber-nama Ahna
Ata, Uni Sovyet (sekarang bernarna Almaty, Kazakhstan). Dalam
pertemuan bersejarah itu, negara-negara di dunia bersungguh~sung
guh terhaclap diri mereka sendiri dan segala sumber daya mereka
untuk mencapai sehat untuk semua pada tahun 2000 melalui PHC.
Sejak awal, era Sehat untuk Semua (Health for All, HFA) telah di
landasi prinsip-prinsip keadilan sosial dan kesamaan. Di Alma Ata,
sehatyang didefinisikan oleh WHO sebagai, "suatu keadaan sl!Jiihtem
yang kompkt seeam flsik, mental, dan sosial, dan tidak haifya terbebas dati
14 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
pe'!Yakit" (WHO, 1975) telah direvisi secara mendasar clalam suatu
pengertian terbaru tentang sehat dan banyak komponen bagiannya
Menurut WHO,~ehat yang sekarang didefinisikan sebagai "suatu
~ ... keadaa~ ;yahier);yang cukup seearafisik, men,tal,dan.s~sial untuk mampu
beketja seeara produktif dan berpartisipasi seearo. aktif dalam kehidupan
sodal dan ektJnomi dati suatu [Link] tempatmereka tinggaL '\W'HO, .
1978). Konsekuensi besar dan definisi sehat ini adalah bahwa setiap
negara sekarang tertantang unruk menyecliakan tingkat kesehatan
dasar bagi semua warga negaranya sehingga mereka mampu hidup
produkcif secarasosial daD. ekonomi.
Sebagaimana telah ditetapkan di Alma Ata, pengertian prinsip
dari tipgkatan sehat yang dapat dinyatakan sebagai PHC ini, di
definisikan s~bagai 'berikut: .
Pelayanan Kesehatan Primer (PHC):
• Adalah pelayanan kesehatan esensial;
• Didasarkan pada praktik secara ilmiah, dan menggtmakan metode
dan teknologi yang dapat ditenma secara sosial;
• Terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat melalui partisipasi
penuh dari masyarakat; .
• 'Pendanaan yang dapat dicapai; dan
• Diarahkan pada kepercayaan diri dan determinasi diri sendiri
(WHO,1978)
Meskipun PHC telah diterima sebagai suatu strategi global,
pandangan terhadap persoalart dan pemecahan masalah yang cli
lakukan sebaiknya diSesuaikan dengan negara yang bersangkutan.
Dengan istilah lain, upaya sehat unruk semua (HFA) seharusnya
dikonsepkan dan cljgunakan dalam konteks negara dan area setempat.
Sebagaimana dijelaskan dalam Deklarasi Alma Ata,
Pelayanan Kesehatan Primer (PHC):
• Membentuk bagian integral dari sistem kesehatan dan per-
[Link] sosial-ekonomi masyarakat;
• Adalah fokus utama dan fungsi sentral dari sistem kesehatan;
• Adalah kontak pertama masyarakat dengan sistem kesehatan;
• Adalah pelayanan kesehatan yang terdekat yang memungkinkan
dapat dicapai oleh masyarakat dari tempat tinggal dan iempat
kerja niereka; .
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 15
• Merupakan elemen pertama dalam proses kesehatan berkelan
jutan (WHO, 1978).
Banyak konsep dasar PHC telah dikenal oleh para praktisi kese
hatan komunitas, seperti: pencegahan, penanggulangan universal
dan keterjangkauan, berdaya guna, kerja sarna tim, penyusunan prio
ritas untuk mengarahkan permasalahan setempat, manajemen yang
efektif, partisipasi masyaral{at, dan sensitivitas budaya. Bagaimana
pun, dari pemahaman dan pengetahuan baru para delegasi, lahirlah
empat konsep tambahan yang telah disepakati di Alma Ata sebagai
unsur penting dalam pencapaian sehat untuk semua:
• Keterlibatan maksimal dari masyarakat dalam pelayanan kesehatan
dan tumbuhnya kepercayaan diri mereka sendiri
• Keterlibatan dan kerjasama orang dan lembaga dari banyak sektor
(termasuk sektor perumahan, ketenagakerjaan, lingkungan, pen
didikan, keamanan dan transportasi, dan komunikasi)
• Penggunaan perangkat teknologi ilmiah yang tepat, dapat diterima,
dan berdaya guna
• Ketersediaan obat-obat esensial.
PHC mengubah penekanan pada pelayanan kesehatan dan ke
butuhan masyarakatsendiri yaitu dengan memberikan penguatan
dan penghargaan atas kemampuan mereka dalam menata kehidupan
mereka sendiri. Meskipun rumah sakit dan pusat kesehatan akan
sangat diperlukan oleh orang-orang yang berupaya untuk hidup
lebih sehat, PHC dilandasi oleh prinsip bahwa sehat dimulai dari
tempat tinggal dan lingkungan kerja mereka sendiri, yaitu di rumah,
sekolah, masyarakat, dan tempat kerja. Apabila dipahami secara
menyeluruh, PHC tidak hanya menjadi suatu tingkatan pelayanan,
tetapi juga sebagai suatu falsafah sekaligus strategi.
Sebagai sebuah falsafah, PHC didasarkan pada prinsip keadilan
sosial, kesamaan, dan kepercayaan diri. Sebagai suatu strategi, PHC
memfokuskan padakebutuhan individual dari komunitas, memaksimal
kanketerlibatan masyarakat, melibatkan berbagai sektor, dan lembaga
yang relevan hanya menggunakan teknologi yang dapat diterima,
dijangkau, berdaya guna, dan tepat Sebagai suatu tingkatan pelayanan,
PHC adalah salah satu pelayanan yang paling dekat dengan
masyarakat. PHC mempercayakan pada pemanfaatan maksimal
dari pekerja profesional dan nonprofesional dan mengaitkan
16 BAGIAN 1 • [Link] TEORETIS
minimal delapan elemen esensial, yang akan didiskusikan kemudi
an di dalam bab ini.
Perubahan bentuk penekanan dari kebergantungan pada profe
sional kesehatan ke arah keterlibatan individu, dan tuntutan untuk
lebih dari sekedar peningkatan kesehatan dan pelayanan pengobatan,
telah digaungkan kembali pada tahun 1986 di konferensi inter
nasionallainnya yang diselenggarakan di Ottawa, Canada. PiagaJJl
Ottawa l\!Iengenai ProJJlosi Kesebatatl telah mendefL.'1isikan promosi ke
sehatan sebagai "peningkatan kemampuan masyarakat untuk me
ngendalikan dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri". Dalam
Piagam Ottawa ini, banyak pengulangan beberapa konsep yang
sarna dengan yang teridentifikasi di Alma Ata. Piagam Ottawa me
nekankan bahwa prasyarat untuk promosi kesehatan meliputi "per
damaian, perlindungan, pendidikan, makanan, pendapatan, kestabilan
ekosistem, keadilan sosial, dan kesamaan hak" (WHO, 1986).
Meskipun perwakilan dari 134 negara telah menandatangani
dokumen Alma Ata yang menegaskan kesungguhan mereka untuk
mencapai tujuan PHC, perbedaan yang mendasar muncul tentang
bagaimana komep dasar PHC semestinya diterapkan dalam praktik
di beberapa negara tertentu. Di Amerika Serikat, suatu negara yang
telah makmur, para pembuat keputusan politik telah meyakini hingga
Delapan Elemen Esensial Pelayanan Kesehatan Primer (PHC)
Pada abad 21, perawat kesehatan masyarakat berkomitmen untuk meme
nuhi kebutuhan PHC yang berfokus pada:
Pendidikan untuk pengenalan dan pencegahdn/pengendalian masalah ke
sehatan yang berlaku
Penyediaan makanan dan gizi yang tepat
Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar yang adekuat
Kesehatan Ibu dan Anak, termasuk pelayanan Keluarga Berencana
Imunisasi melawali penyakit infeksi utama: pencegahan danpengendalian
penyakit endemis setempat .
Penatalaksanaan yang tepat pad a penyakit-penyakit umumdengan meng
gunakan teknologi yang tepat
Proinosi kesehatari mental
Penyediaan obat-obat esensial
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 17
[Link] bahwa mereka mampu melakukan fungsi yang optimal dan
"meningkatkan kesejahteraan". Terbukti bahwa telmologi yang eli~
butuhkan untuk meningkatkan fungsi tersebut mungkin akan sang at
mahal dan lebih dari apa yang dihasilkan oleh sistem sekarang ini.
Selain itu, jutaan orang tidak mampu menjmgkau pelayanan kesehatan
atau asuransi kesehatan sehingga menimbulkan berbagai per
tanyaan etis yang serius mengenai pelayanan kesehatan yang tidak
terdistribusi di negara-negara bagian. Masyarakat mulai memper
tan}'<1kan ketepatan sistem prioritas pelayanan kesehatan dan ke
mungkinan perlunya merevisi hal tersebut.
DELAPAN·ELEMEN ESENSIAL PHC
Delapan elemen esensial dari pendekatan PHC merdleksikan prio
ritas yang telah diidentifIkasi pacIa tahun 1978 di Alma Ata Oihat
kotak Delapan Elemen Esensial PHC). Meskipun diterapkan secara
berbeda eli seluruh dunia, elemen-elemen tersebut memperlihatkan
kesamaan untuk semua negara pada semua tingkatan perkembangan
sosial-ekonomi.
1. Pendidikan Ulttuk peJ1genalmi dan pencegahan/pengendalian masalab
kisehatan
Di negara seperti Amerika Serikat, penekanan seharusnya diarah
kan pada masalah kesehatan yang terkait dengankekerasan (pem
bunuhan, bunuh din, kekerasan rumah tangga,. dan eksploitasi
seks), gaya hidup tidak sehat, pertambahan ju'mlah penduduk
lanjut usia dengan kebutuhan khtisusnya, penyalahgunaan zat
berbahaya oleh anak-anak, HIV/ AIDS, TBC, peningkatan para
tunawisma, <kn polusi lingkungan. Ban}'<1k yang berpikir bah-wa
masalah terse but diketahui hanya diderita oleh masyarakat miskin
eli a..ltara kelompok etnik dan suku minontas. Tetapi kini telah
jelas bahwa masalah terse but juga muncul eli berbagai lapisan
masyarakat eli Amerika Serikat dan eli seluruh negara tetangga,
dari negara terkaya sampai termiskin. Sudah barang tentu bahwa
negara miskin dan terba~as sumber dayanya merupakan negara
yang paling menderita penyakit karena kemiskinan, seperti gizi .
buruk, eliare, ISPA, dan penyakit yang dapat elicegah dengan
vaksin. Hal yang sangat menyedihkan dari kebijakan sosial
18 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Amerika Serikat adalah bahwa beberapa masyarakat miskin eli
Amerika Serikat ternyata memilikiangka kesakitan dan kematian
bayi yang sama tingginya dengan negar<!-n~gara yangJ?cilingnlls
kin dan negara-negarayangbelum 6erkembangdi durua. - -
HIV/ AIDS tetap menjaeli suatu persoalan yang serius eli
Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Di beberapa negara Asia
dan Afrika, HIV/AIDS dan penyakjt menular seksual lainnya
te1ah rnenjadi penyebab utama kematian banyak penduduk eli
negara terse but. Penyakit epidemik ini telah sangat rnembebani
penyediaan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan menimbul
kanbanyak rnasalah sosial danekonomi, khususnyabagi negara
negara dengan d~gan sistern dukungan sosial yang tidak rne
rnadai.
. Di Nairobi, Kenya,. sebagai contoh, seorang perawat komu
nitas yang bekerja di ;uatu kota kurnuh dengan populasi lebih
dati 200.000 orang ikut membantu mengernbangkan program
perawatan terminal eli komurtitas (community-based hospice) dan
program pemberian makanan untuk rnemenuhi kebutuhan men
desak para penderita AIDS dan keluarga mereka. Bagairnana
pun, dia menemukan kebutuhan mendesak lainnya yang disebab
kan oleh meningkatnya jumlah pasien HIV/ AIDS eli area tersebut.
Banyak anak (beberapa anak masih berumur 8 tahuuan), yang
menghidupi diri mereka sendiri dan tidak mampu memegang
sendiri tanggung jawab yang besar baik flSik, ekonomi, dan sosial
mulai mencari pertolongan, khususnya dukungan psikologis.
Di semua [Link], penelidikan yang eliperlukan untuk me
ngenali dan mencegah masalah kesehatan yang sedang terjadi
sebaiknya eliberikan kepada profesional kesehatan yang lebih
banyak memiliki pengetahuan tentang penanganan penyakit di
institusi pelayanan kesehatan sekunder dan tersier daripada
masalah kesehatan di komunitas mereka [Link]:n dan
kesensitifan perawat komunitas sering kali dapat mengatasi
rnasalah dan tantangan kesehatan yang besar dan "tersembunyi"
melalui pengamatan yang cermat dan dengan mendengarkan
keluhan masyarakat.
2. Pe1[Yediaan makanan dan giZiyang tepflt
Karena adanya hubungan langsung antara gizi dan penyakit,
perhatian terhadap "keamanan pangan" bagi masyarakat sangat
penting. Kelaparan eli Amellka Serikat bukanlah disebabkan oleh
BAS 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 19
ketidakmampuan rnenghasilkan kecukupan makanan. Orang-orang
kelaparan karena rnereka terperangkap rendahnya upah yang
diterirna, tidak dapat rnengenyarn perurnahan dan rnengasuh
anak secara layak, mengalarni gangguan kesehatan mental dan
ketagihan zat adiktif yang rnembuat mereka sulit rnendapatkan
pekerjaan ataupun pelayanan kesehatan bagi keluarga mereka,
dan terputusnya bantuan pangan serta rendahnya tunjangan
yang didapat dari program bantuan publik. Selain itu, mereka
kelaparan karena mereb rnerupakan pendatang "gelap" di
Amerika Serikat dan terjebak di daerah pinggiran, dan bekerja
dengan upah yang tidak cukup serta jarang mendapatkan tun
jangan lainnya. Di samping rnasalah malnutrisi, masalah sosial,
dan masalah ekonomi sarna-sama sering menyebabkan deftsiensi
zat gizi mikro dan bentuk rnalnutrisi lainnya yang tersernbunyi.
Pada rnasyarakat yang lebih rnakrnnr, rnalnutrisi rnungkin di
sebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, pola konsumsi
berle bihan terhada p rnakanan dan alkohol serta gangguan ma
kan lainnya, seperti anoreksia dan bulimia.
"Keamanan pangan" telah menjadi persoalan kritis di banyak
negara di du~a ditarnbah lagi masalah kependudukan yang se
makin memperburuk situasi seperti kernarau <;ian keterbelakangan.
Di banya.~ daerah konflik perang di dunia, inakanan atau pem
batasan makanan telah digunakan sebagai senjata khusus yang
diarahkan kepada rnasyarakat sipil. Salah sam cara militer dalam
menggunakan senjata ini ialah rnengambil alL~ lahan pertanian
yang dimiliki oleh para petani lokal dengan cara menanarn ran
jau darat di lahan terse but. Perawat komunitas di seluruh dunia
yang melihat hubungan antara keamanan pangan dan pengarnbil
alihan lahan ini seharusnya lebih aktif rnengampanyekan aturan
yang melarang penggunaan cara terse but.
Sedikit sekali perawat yang secara terus-menerus rnemikir
kan tentang perjanjian perdagangan, seperti perjanjian perdagang
an be bas Amerika Utara (North American tree Trade Agreement,
NAFTA) antara Canada, Amerika Serikat, dan Meksiko yang
merniliki berbagai keterkaitan dengan praktik komurutas mereka.
Bagaimanapun, di· era "globalisasi" abad ke-21, perjanjian perda
gangan dan organisasi perdagangan seperci Asosiasi Perdagangan
Dunia (World Trade Association, wr
A) akan memiliki dampak
langsung pada produksi pangan dunia. Diproyeksikan bahwa
r
20 BACIA!" 1 III LANDASAN TEORETIS
akan semakin sedikit perusahaan yang bergerak di bidang per
tanian eli dunia. Hal ini akan mengancam lingkungan dunia dan
keamanan pangan untuk masyaral'>:at dunia yang kini jumlahnya
mendekati 7 milyac jiwa. Perawat komunitas yang memiliki per
hatian terhadap kecukupan pangan dan gizi yang tepat seharus
ny.! turut mempersiapkan pengembangan area ini.
3. Pel!}erliacl11 air bmih dan sallitasi c/cf.I'oryang adekuat
Penyediaan air bersih dan bebas sampah merupakan hal yang
esen~ial dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan untuk
beberapa tahun, telah banyak kemajuan dalam keterjangkauan air
bersih dan sanitasi dasar yang adekuat. Hampir 2 miiyar pen
duduk telah mampu menjangkau kebutuhan air bersih dan 400
juta penduduk memiliki sanitasi dasar yang adekuat pada tahun
tahun sekarang ini. Bagaimanaplill, selama satu setengah dekade
ini, banyak keberhasilan yang diraih oleh masyarakat miskin.
Hampir 30% penduduk di negara berkembang (1,3 milyar pen
duduk) tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan air bersih
dan lebih dari 60% (2,5 milyar penduduk) memiliki sanitasi dasar
yang rendah. Kotoran yang secara rutin dihasilkan dan dibuang
pada kolam terbuka, sungai, selokan, dan tanah lapang, dan lebih
dari 90% air ~otor eli negara berkembang tidak tertangani (UNDP,
1998). .
Air dan sanitasi telah menjadi masalah yang populer di Amerika
Serikat. Pemerintah US telah berpikir cukup lama mengenai cara
Istilah-Istilah Rujukan
'. Oi dalam Ilteratlir, sejurnlah istilah berbedaakan ditemukan!' yang
merujuk kepada negara-negara yang lebih miskin dim lebih kayadi
dunia. Pertimbangkan implikasi dari istilah yang berlawanan berikut
ini:· . , .
Negara lebih miskin Negara lebihkaya .""
" . 'Pertan ian .••', Industri," . ,
Duniaketiga . ".' " , Ounia perfama "
, ",' .sedang berkembang , . Sudah berkembang
Belum berkembang ,,'
" Timur ".,,'
Sarat
• Selatan Utara
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 21
mengatasinya. Berita-berita tentang [Link] tidak se
hat dan sampah beracun, sarnpah nuklir, sampah medis secara
terus-menerus telahdilaporkan di media massa. Karena sudah
ridak marnpu lagi untuk 'mengelola sampah yang telah menggu
nung yang dihasilkan oleh masyarakatnya, baik secara aman
maupun lokal,' beberapa negara (dan negara bagian) sedang
mencoba untuk mengalihkan sampah-sampah ini ke negara
negara miskin (negara bagian yang rniskin) yang kurang memiliki
kekuatan dalam pengaturan kesehatan lingkungan. Akibatnya,
bahaya kesehatan dimasukkan ke dilam. sistem ekclogi dan
sistem ekonomi yan.g telah sering kali terbebaniini.
'.. Daerah yang terletak sepanjang 2.000 mil di perbatasan
Amerika-Meksiko baIJyak mempunyai masalah kesehatan ling
'kungan yang terkait dengan pertumbuhan industri eli wilay'ah
ekosistem yang rapuh. Q!patnya urbanisasi akibat perpindahan
penduduk yang besar-besaran untuk mencari kehidupan yang
lebih baik, telah meneIl1patkan persoalan baru pada penanganan
masalah air, kemanusiaan, dan fasilitas pembuangan sampah be
.racun. Meskipun penduduk n:iiskin akan semakin menderita akibat
masalah mi, banyak kasus-kasus penyakit ,yang eliakibatkan oleh
. 'lingkungan tidak mengenal batasan atau klasifikasi sosial dan
memengaruhi masyarakatsecara keseluruhan. Perawat komunitas
dalam beberapa hal, menyadari adanya keterkaitan antara pem
bangunan industci, perdagangan, lingkungan, dan kesehatan, dan
memandang keterlibatan serta persoalan serupa sebagai satu bagian
integral dari praktik mereka.
4. Kesehatan Ibu dan Anak, temiasuk pelqycinan Kefuarga Berent'(/na
UNICEF telah memainkan peranan yang besar dalam memper
ingatkan dunia Baratmengenai beban yang sangat berat ikibat
penyakit dan kematian yang dialami oleh anak-anak di dunia.
Bagaimanapun, dalarn beberapa dekade penanganan masalah mi,
diperkirakan bahwa di seluruh dunia, 12 juta anak mati setiap
. tahunnya akibat penyakit atau malnutrisi sebelum ulang tahun
kelima mereka (UNDP, 1998). Ironisnya, kebanyakan dari ke
marian terse but sebenarnya dapat dicegah.
Hal yang sarna tragisnya menurut WPF (1998) adalah bahwa
diperkirakan 600.000 wanita di seluruh dunia menmggal selama
. 22 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
masa kehamilan dan persalinan setiap tahunnya. Lima puluh juta
wanita lainnya menderita penyakit dan ketidakmampuan akibat
. kehamilannya;Dk~ M. Fathalla,seorang profesor kandungan dati
Mesirtd8h-metiulis "suatukenyataan bahwa wanita eli belahan
Utara hampir selalu melupakan apa itu kematian ibu hamil dan
bersalin. Tetapi bagi saudara-saudara inereka di belahan Selatan,
.kehamilan dan persalinan masih [Link] suatu hal berbahaya
dari banyak hal yang tidak dapat dipulihkan" (IPPF, 1998).
Sejumlah istilah yang berbeda berkenaan dengan negara yang
lebih miskin dan yang lebih kaya di dunia dapat ditemukan. Per
cimbangkan perbedaan istilc$-istilahyang tercantum kotak Istilah-
IStilah Rujukan. .. '.
. Wanita di Seluruh dunia semakin keras menyuarakan tuntutan
nya agar hak-hak mereka semakin diperhatikan (termasuk hak
reproduksi mereka). Selain perJindungan terhadap anak-anak wanita .
mereka yang sering mendapatkan diskriminasi saat konsepsi,
wanita juga memerlukan PHC dalam memenuhi kebutuhan
keluargasecara keseluruhan. Tidak diragukaIl lagi bahwa pe
ningkatan pelayarian kesehatan ibu dan anak ad~ah aspek yang
sangat penting bagi kesehatan keluarga mereka. Bagaimanapun,
hal penting yang harus disadari adalah bahwa pendidikan, ke
sempatan bekerja, upaya untuk mengakhiri diskriminasi gender,
dan pemberdayaan kaum wanita mungkin akan memberikan
dampak yang luas pada status kesehatan wanita dan anak-anak
dibandingkan upaya-upaya kesehatan ibu dan anak yang khusus.
Kelompokwanita dan jar~gannya telah menjadi bagian yang
nyata dan vokal dan konftiensi-konferensi penting internasional
seperti yang diselenggarakan oleh PBB, misalnya Earth Summit
yang diadakan di Rio de Janeiro tahun J992, Konferensi Inter
nasional tentang Kependudukan dan Pembarigunan di Mesir
pada tahun 1994, dan Konferensi Wcinita di Beijing tahun 1995.
Sejak saat itu, kaum wanita secara terus-menerus menuntut di
akhirinya diskriminasi gender dan kekerasan terhadap kaum
.wanita, memperjuangkan hak asasi mereka, dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan sepanjang rentang kehidupan wanita dan
anak--anak mereka. Karena mereka petcaya bahwa sehat me
rupakan hak asasi yang mendasar, kebuttihan akan nutrisi yang
adekuat, air bersih, sanitasi, dan perJinclungan untuk semua terus
menjadi tuntutan. Mereka menuntut semua ini karena menyadari
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 23
bahwa "kondisi kehidupan yang mendukung untuk hidup sehat
jauh Iebih. penting c;laripada sekedar memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan :kesehatan" (Health· Caucus Statement,
1999). .
5. Imllnisasi melowon penyakit itifeksi utama: pencegahon dan pengendalian
pe'!}akit endemis setempat.
Langkah besar te1ah dilakukan dalam program imunisasi anak-anak
ill dunia me1awan 6 penyakit yang dapat illcegah dengan vaksin.
UNICEF dan WHO melaporkan padatahun 1993 bahwa kam
. panye mereka tentang imunisasi universal melawan "pembunuh
pehlbunuh" ini mencapailebih dan 80% anak-anak di dunia sebe
lum mereka [Link] ulang tahun pertarnanya (UNICEF, 1993).
Namun, waJaupun dengan segenap kemampuan, jutaan anak tidak
terselamatkan melalui "jaring pengaman". Sekarang, Suatu generasi
vaksin barn telah beredar ill pasaran, yang mampu menyelamatkan
kehidupan jutaan anak-anak setiap tahunnya sehingga seharusnya
meniungkinkan untuk menyelamatkan anak-anak ini. Sayangriya;
harga vaksin ini relatif mahal dan kesungguhan dunia tethadap
program imunisasi universa1tampakny~ melemah.
Tahun-tahun sekarang ini, konflik kekerasan regional telah
menarhbah trauma perang dan meningkatkan pemajanan penyakit
infeksi terhadap anak-anak yang mempunyai risiko kesehatan
yang terabaikan ill jalan-jalan atau yang illtampung di kamp-kamp
pengungsi. Kita dapat melihat kondisi kesehatan yang inem
prihatinkan dari anak-anak ill seluruh dunia, seperci penderitaan
anak-anak ill Somalia, Sudan, dan RWanda atau anak-anak yang
mengaIami trauma akibat kebrutalan "pemusnahan etnik" ill
Bosnia dan Kosovo.
Adalah sesuatu yang memalukan bagi suatu negara, seperti
Amerika Serikat jika berbagai upaya telah digalakkan oleh
departemen kesehatan dan kegiatan-kegiatan sekolah setempat,
namun tingkat pencapaian imunisasi yang tinggi jarang illtemukan
ill antara penduduk miskinnya. Beberapa wilayah perkotaan ill
Amerika Serikat rrtemiliki tingkat pencapaian itnunisasi yang se
rupa atau bahkan Iebih rendah dibandingkan dengan negara-negara
miskin ill dunia (UNICEF, 1993). Di mana pun mereka hidup,
anak-anak memiliki hak perlindungan terhadap penderitaan
24 BAGIAN 1 • lANDASAN TEORETlS
yangdapat elicegah dan kematian yang disebabkan oleh penyakit
utarna pada anak. Ketika masalah imunisasi ini berbaur dengan
rriasalal:i ke~kinan, .~utrisi, pel~eh~~.•~. penyakit ende
mis 16kal (UNICEF menyebutnyadengan kedaruratan "tersem
bunyi"), anak-anak memiliki sedikit harapan untuk. dapat hidup
"produktif secara ekonomi dan sosial" seperti orang dewasa. Se
bagai contoh, anak-anak miskin eli Washington DC memiliki seeli
kit kesempatan untuk hidup produktif keUka kematian anak
anak eli Washington DC berkembang mencapai 81% dari tahun
1985 sampai 1996, dan pada tahun 1996,400[0 anak-anak eli kota
tersebut hidup dalam kemiskinan..Washington DC menduduki
po~isi ke-51 eli aritar<l: ~egara bagian dalam kasus kematian bayi,
dan Washington DC memiliki persentase tertinggi dalam kasus
bayi dengan berat badan.1ahir rendah (BBLR) dan angka kematian
remaja tertinggi [Link] kece1akaan, pembunuhan, dan bunuh diri
(The Washington Post, 1999).
Dalam upaya menyelesaikan masalah Kesehatan utama pada
komunitas anak-anak, pendekatan PHC menuntut kesungguhan
para profesional kesehatan dalam memberikan pelayanan pro":
motif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Apabila hal ini tidak
dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, rujukan seharusnya elibuat
secara terintegraSi, fungsionaI, dengan dukungan sistem rujukan
yang saling mengpntungkan, yang mengarahkan kepada pening
katan pelayanan yang menyeluruh bagi semua...memberikan
prioritas kepada siapa pun yang paling membutuhkan (WHO,
1978). Sayangnya, pihak ruinah sakit dan para profesional kese
hatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan tersier se
ring salah menafsirkan peran mereka dalam menerapkan PHC.
Fasilitas pelayanan kesehatan [Link] dan tetsier, seperti halnya
.fasilitas pelayanan kesehatan rehabilitasi dan pelayanan jangka
panjang yang Iebih kompleks, memainkan peran yang kritis dalam:
.pelaksanaan PHC. Tanpa sistem rujukan yang baik eli semua
tingkatan pelayanan, PHC eli tingkat iokal akhirnya akan menemui
. kegagalan (Aga Khan Foundation, 1982). Selain itu, praktik mana
jemen yang efektif eli semua tingkatan dari sistem pelayanan
kesehatan juga merupakan penunjang kesuksesan PHC.
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 25
6. Penatalaksanaan yang tepat pef!Jakit-pef!Jakit umum dengan mengguna
lean teknologiyang tepat.
Sekali lagi, para pekerja komurutas dari berbagai bidang telah me-- .
nemukan bahwa teknologi sederhana dan tepat guna yang diha
silkan masyarakat setempat, OOpat menjadi san gat efektif dalam
mertgatasi masalah kesehatan yang umuin. "Teknologi", selain 00
pat_ menjadi sesuatu yang sederhana, juga sebagai sesuatu yang
ilmiah, seperti penanganan dehidrasi pacia kasus diare atau alat
bantu ortopedi yang dibuat dari bahan-bahan lokal untuk menun
[Link] dan kebebasan bagi anggotamasyarakatyang meng
alami [Link]+npuanlkecacatan. Para pekerja kesehatan lainnya
dan masyarakat telah menemukan manfaat pengobatan jamu dan
metode penyembuhan altematif yang sarna efektifnya dengan
pengobatan umum yang lebih mahal biayanya (Health Action
Information Network, 1992). Penelitian lanjutan diperlukan
berkenan dengan penyembuhan alternatif, termasuk akupunktur/
akupresur, Ayurvedic, druI praktik-praktik penyembuhan terbaru
lainnya. Meskipun kedudukan setiap penelitian tersebut saat ini
. tidak dipindang lebih ke arab penelitian biomedis tradisional' na
mun sedikit demi sedikit penelitian tersebut lebih didukung dan
diterima.
Pada semua tingkatan, kerepatan penatalaksanaan kasus-ka
sus penyakit umum bergantung pada ketepatan bauran para pe
tugas kesehatan. Tim kesehatan PRC bukan saja meliputi tena
gadokter, perawat, bidan, dan tenaga pembantu lainnya, tetapi
juga pafa petugas kesehatan masyarakat (agen, penyelenggara
pelayanan kesehatan, dan sebagainya) dan praktisi pengobatan
tradisional (ahli jamu-jamuan, tabib, dan dukun). Jika praktisi
nontradisional dilibatkandalam tim, pelayanan sebaiknya
dipraktikkan pada saat mereka menjalani seleksi, pelatihan, dan
. supervisi yang terus-menerus. Apa pun yang dikerjakan oleh
tim pelayanan kesehatan, tujuannya harus mengarah pada pe
menuhan kebutuhan komunitas dan hekerja sarna dengan ko
munitas dalam rangka mencapai tujuan kesehatan.
7. Promosi kesehatan mental
Meskipun tidak termasuk ke dalam elemen esensial PHC di ber
bagai negara, promosi kesehatan mental adalah sesuatu yang
26 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
sangat penting bagi kesejahteraan komunitas. Di Amerika $erikat,
perkeJ:llbangan kesehatan mental dan penanganan kasus-kasus
gangguan mental sekarang ini memiliki dampak yang besar b:igi
selurUh pdayanan kesehatan di komunita;S. &jak pengembangan
pengobatan psikoterapi yang efektif dan gerakan hak asasi
manusia tahun 1960..an, falsafah pe1ayanan kesehatan mental telah
berubah dari sistem berbasis institusional menjadi sistem berbasis
komunitas. Begitu revolusi kemanusiaan digembargemborkan,
penempatan orang yang mengalami ketidakmampuan di kelas
reguler dan ~anan komunitas telah menjadi beban yang sangat
besar ,bagi masyarakat setempat. Deinstitusionalisasi belum di
arahkanpada upaya memasukkan penyakit mental ke dalam semua
segi masyarakat, tetapi pada peningkatan jumlah orang-orang yang
terpinggirkan dan membutuhkan bantuan yang sangat penting.
Diperkirakan 50% para tunawisma yang mengalami gangguan
mental, banyak memilih bidup di jalanan daripada berada dalarn
pengekangan atau mengabaikan perlindungan atau pengaturan
kehidupan kelompok lainnya. Pada tahun 1999, penelitian agen
pemerintah federal melaporkan bahwa kira..kira 10% dari total
biaya pelayanan kesehatan dihabiskan ($ 80 Milyar) untuk pc-
llanganan kesehatan mental. Sepertiga dari jumlah terse but di
peruntukkan gangguan mental berat, yang dialami oleh suatu
kelompok masyarakat yang diperkirakan berjwnlah 5 juta orang,
yang kebanyakan adalah orang-orang miskin danpengangguran
sebagai akibat dari penyakitnya itu (Sharkey, 1999).
Terdapat suatu kesepakatan umum [Link] menuntut pernberian
pelayanan kepada penderita gangguan mental serius dan persisten.
Lebih kontroversial lagi adalah bahwa dua pertiga dari pern
biayaan untuk gangguan mental tersebut dialokasikan untuk kasus
kasus stres yang kondisinya mernprihatinkan ($ 53 milyar). Ke
hidupan modem dapat rnenimbulkan situasi yang mernbuat
orang sernakin stres dan menyebabkan gangguan mental.· Para
orang tua berjuang untuk bekerja dan melayani anak-anak dan
.orang tuanya pada saat bersarruian. Peranan gender sedang rneng
[Link] perubahan sesuai dengan perubahan struktur keluarga tra
disional dan pola budaya. KeUka bekerja sarna dengan komunitas
secara proaktif, tim PHC sebaiknya memfokuskan perhatian
nya pada masalah kesehatan mental yang. menjadi prioritas ter
tinggi dalam ataubagi komunitas. Bantuan dari dan kerja sarna
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 27
dengan berbagai disiplin lainnya serta kelompok warga yang
aktif di komunitas yang lebih luas lagi biasanya sangat menun
. ja:ng' upaya. tersebut. Dalam komunitas yang orang-orang dan
kelompoknya sering menjadi objek pengobatan daripada se
bagai subjek (Freire, 1982) dan menjadi bergantung kepada
sistem kesejahteraan, keterlibatan dan mobilitas masyarakat ,
sangat diperIukan untuk mengurangi beban gangguan mental
8. PCf!yediaan obat-obat esensial
WHO telah lama meyakini bahwa penyediaan obat-obat esen
,sial yang adekuat dengan hargayang terjangkau oleh masyarakat .
merupakan hal yang sangat penting untuk suksesnya program
PHG. Upaya-upaya tintuk mengenali dan mengizinkan penjualan
. hanya terbatas pada obat-obatan esensial bagi negara-negarayang
menganut pendekatan PHC. Bagaimanapun, upaya ini meng
alarni penentangan. yang sangat besar terutama dari industri
farmasi dan banyak profesional kesehatan. Pengobatan yang tepat
membutuhkan ketersediaan obat-obataIl esensial yang aman dan
efektif, bermutu tinggi, dapat disuplai, disimpan, didistribusikan
secara adekuat, dan sudah tentu berhasil guna. Selain penyediaan
obat-obatan. esensial, banyak negara sedang mempelajari keguna
an jamu dan obat-obat serta pengobatan tradisionallainnya da
lam sistem PHC QeGrand & Wondergem, n.d.).
Untuk mencapai tujuan ini, industri farmasi, [Link] kesehat
an; masyarakat, sekolah, universitas, dan pemerintah harus bekerja
sama dan. saling .membantu. Untungnya,kebijakan pemasaran
. obat-obatan dan pendistribusiannya telah berhasil direalisasikan di
negara-negara seperti Uganda dan Bangladesh, tetapi tidak di
Amerika Serikat. Agartujuan yang lebih luas seperti tujuan
tujuan PHC lainnya tercapai, dibutuhkan keinginan p,olitis dan
[Link].
SEHAT UNTUK SEMUA MELALUI PHC
PHC didasari oleh prnktik-praktik kesehatan masyarakat tradisional.
Bagaimanapun, penekanannya pada partisipasi masyarakat, pendekat
an multisektoral,dan penggunaan teknologi yang tepat menambah
dimensi baru bagi upaya-upaya kesehatan masyarakat dan memberi
kan tantangan tambahan untuk semua pihak yang terlibat di dalamnya.
28 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETtS
Sepuluh tahun setelah Alma Ata, suatu pertemuan para ahli
kesehatan internasional telah diadakan di Riga, Latvia, untuk
[Link]. lambatnya perkembangan . pencapaian tujuan "sehat
untuk semua tahun 2000."Pada pertem1,lcln ini, ketentuan etik,
.seruan politis, dan. pengarahan teknis yang telah diidentifikasi di
Alma Ata telah ditegaskan' kembali, dan negara-negara di dunia
sekali lagi menyatakan [Link] mencapai sehar un
tuk semua. Bagaimanapun, semenjak pertemuan Riga, d~nia telah
mengalami banyak. perubahan yang sangat cepat. Pemulihan politik
dan ekonomi, perubahan sosial dankepeildudukan~ da.t;t berlanjut
nya konflik bersenjata clengan kOIIsekuensi yang membawa mala
petaka bagi lingkungan dan kesehatante1ah menambah tuntutan
baru dan mendesak dari dunia akan keadilan dan persamaan.
Dalam empat tahun kemudian; para delegasi PBB di Earth Summit
telah menyadari bahwa kemanusiaan merupakan aspek yang tercatat
dalam sejarah. Banyak negara di dunia telah mengalami suatu kondisi
terburuk dari kemiskinan, kelaparan, gangguan' kesehatan, dan buta
hurnf, dan ekosistem yang semakin memburuk dari yang diharapkan
(Konferensi PBB tentang Lingkungan,dan Perkembangan, 1992).
DI MANA KITA [Link]?
Dua puluh tahun setelah konferensi Alma Ata, suatu kelompok lain
telah bertemu untuk melihatpotensiperubahan yang telah terjadi
dari Deklarasi Alma Ata sehingga pendekatan multisektoral yang
disebut dengan PRC, secara optimis mengalami peningkatan. PHC
merupakan suatu pendekatan yang didasarkan pada persamaan dan
keadilan sosial dan pandangan masyarakat menjadi faktor kunci dari
tuntutan masyarakat dunia akan sehat untuk semua. Kenyataan tadi
menunju}-Jcan bahwa bagi Il'la.<yarakat miskin di dunia, tujuan sehat
untuk semua adalah mimpi yang panjang. Keny.u:aannya, jutaan orang
tetap terpinggirkan karena kekuata..Tl ekonomi dunia telah mernilih
suatu model pembangunan yang selalu didasarkan pada pertumbuhan
ekonomi dan sangat sedikit niemperhatikan faktor kemanusiaan
dan kurang nimah lingkun~an (Werner, 1998). Sekarang, meskipun
belum pernah terjadi sebelumnya, ketimpangan dalam kekayaan
dan kekuasaan ini berlanjut menjadi pengangguran, pemangkasan
pelayanan kesehatan dan kesejahteraan, kemarahan, keputus
asaan, dan yang sering kali terjadi yaitu [Link] serta kerusuhan
BAB 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 29
sosial. "Bagi rakyat kecil, sehat lebih ditentukan oleh keadilan
(atau ketidakadilan) dari struktur sosial daripada oleh pelayanan
medis atau pelay:man kesehatan-semata" (Werner & Sanders, 1998).
PRC yang benar atau pun menyeluruh; khususnya di Amerika
Serikat, tidak pernah sungguh-sungguh diupayakan. Malahan, PRC
yang "selektif" dikonsentrasikan pada sejumlah kecil "verticaltjuick-:ftx
technologies". Upaya ini ditargetkan pada kelompok risiko tinggi
seperti anak-anak; ibu-ibu muda, atau bayi berat badan lahir rendah.
Tujuannya adalah menurunkan angk~ kematian secara cepat, dan
program-program yang telah dirertcanakan oleh para profesional
kesehatan diperlukan l'masyarakat" hanya untuk "~emenuhi" ren
canamereka. Karena pendekatan "tjuickjix" ini, kes'ehatan yang
buruk akibat faktor sosial ekonomi, pada prinsipnya ddak ter
tantang, dan jurang peIl'[Link] sektor kesehatan antarasi kaya
dan si miskin terus melebar.
Beberapa tahun yang lalu, Institt/te qf Medicine mengidentifikasi
empat faktor yang dianggap sangat dibutuhkan untuk praktik pe/a
yanan ptimeryang baik: keterjangkauan, keseluruhan, koordinasi, dan
kontinuitas. Pelayanan -tersebut menekankan pada pelayanan ke
sehatan yang menyeluruh, perhatian profesional oleh rasa tanggung
gugat dari para pemberi pela}<[Link], dan pen~ pelayanan kesehatan
pada tingkatari primer (Frank, Nutting,.& Clancy; 1993): Bentuk pe
layana.'1 kesehatan primerini meliputi beberapa komp·::men dasar dari
PRe, sebagaimana didefinisikan di Alma Alta, ietapi tidak ter
ma~uk pelayanan kesehatan masyarakat atau dimensi kesehatan
lingkungandan kesehatan kerja. Ini pun bergantung pada para pro
fesional, dengan mengesampingkan bantuan dan atau partisipasi dari
para petugas kesehatan. Satu perbedaan terbesar antara pelayanan
primer (primat)' care) dan pelayanankesehatan primer (pnfnary health care)
adalah bahwa pendekatan PRC menganggap keterlibatan masyaraka t
. (dengan berbag~i sektor dan organisasD sebagai unsur yang esensial.
dalam pencapaian kesehatan bagi semua. Sayangnya, progrnm kepera
watan di Amerika Serikat terlambat [Link] pendekatan
PRC secara nyata ke dalam kuriku1um untuk mempersiapkan peravtat
agar mampu bekerja sebagai "mitra" dengan komunitas berbasis.
kelompok, jaringan ke~[Link], dan koalisi. Namun, sekarang banyak
pihak yang mengikuti jejak Pew Health Professions Commision yang
memiliki keinginan kUat untuk memasukan PRC ke dalam kuriku
lum pendidikan keperawatan pada semua jenjang pendidikan (1993).
30 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETfS
PERAWAT ABADKE-21
PacIa tanggall0 Desember 1948, ~etika banyak negara dari belahan
dunia sedang niengaIami proses jie-h1ulihan ,pascaperangdimia ke
2, Majelis Umum PBB melalui pemilihart marabulat telah meneri
rna Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (pBB, 1948). Deklarasi
yang berisi 30 arnkel terse but, menggarisbawahi kondisi dasar yang
penting untuk kesehatan yang optimal dan kesejahteraan. Banyak
artikel merujuk kepada hak asasi manusia seperti kemerdekaan
dan kesamaan (Artikel 1); kehidupan, ·kebebasan, . dan keamanan
. (ArtikeL 3); dan h~ ekonomi, sosiaJ; dan bu~ya yang~angat diper
lukan,bagi martabat manusia dan kebebasan mengembangkaU ke.
pribadian (Artikel 22). Dalam artikel 25, dikatakan bahwa Semua
hak asasi manusia jtu merupakan bagian JX!nting bagi manusia yang
menghargai keadilan sosial dan kesejahteraan semua. Artikel 25
sebenamya dapat menjadi acuan dalam mengukur kemajuan penca
.paian sehat semua.
Semua manusia mempunyai hak asasi untuk menentukan standar
• kehidupan yang adekuat bagikesehatan dan kesejahteraannya se:1a
• keluarganya, termasuk pangan, sandang, papan, dan pelayanan ke
• sehatan serta pelayanan sosial yang dibutuhkan, dar. hak mendapatkan
• jaminan ketika tidak mempunyai pekerjaan, mengalami sakit, ketidak
• mampuan, menjadi janda, lansia, atau kekurangan lainnya dalam ke
• hidupan di lingkungannya yang berada di luar kemampuannya.
Motherhood. dan masa kanak-kanak merupakan penamaan untuk
• pelayanan dan bantuan khusus. Semua anak-anak yang terlahir di
• dalam atau di luar ikatan perkawinan, seharusnya menikmati per
• lindungan sosial yang sama (ArtikeI25, Dekfarasi Universal Hak Asasi
• Manusia).
Agar hak-hak ini menjadi kenyataan, perkawat pada abad ke-21
akan melebarkan sayap mereka meninggalkan praktik keperawatan
tradisional dalam pelayanan medis dan kesehatan konvensional.
Mereka akan bergabung dengan para aktivis sosial, para ekonomi,
pakar lingkungan, organizer, pendidik, dan agensi perubahan lain
nya untuk meningkatkan kemampuan strategi multisektoral yang
lebih mementingkan kebutuhan dasar bagi semua orang (khusus
nya rakyat miskin) dibandingkan orang kaya dan penguasa (Werner,
1998). '
Para perawat akan menjadi advokat, pemantau, katalisator, dan
pengampu. Mereka akan memiliki pengetahuan ilmiah dan keteram
BAS 1 • Pelayanan Kesehatan Primer 31
pilan teknis. Mereka akan menllliki pengetahuan tentang ekonomi, .
politik, chin isu global. Namun lebih dari itu, mereka akan menj~dL
mitra masyarakat pada tingkatan lokal,· regional, dan [Link]:
ses "pemberdayaan masyarakat un~ meningkatkan kendali .atas
kesehatan dan memperbaiki kondisi kesehatan mereka" akan men
jadi bagian yang tidakterpisahkan dari semua peran perawat. Ke
mitraan baru yang melibatkan perawat, masyarakat, dan lingkung
an sekitar mereka, adalah suatu pencarian umum berdasarkan pada
pilihan dan tanggung jav,13.b sosial individual, demi masa depan yang
lebih sehat (Maglacas, 1988).
REF ERE N·S I
Aga Khan Foundation. (1982). The role of hospitalr in primary health care. Report of a
conference held in Karachi, Pakistan, November 1981. Geneva, Switzerland: Author.
Bryant,J. (1996). Healtb and the developing world Ithaca, NY: Cornell University Press.
Gossette, B. (1998, September 13). Most consuming more, and the rich much more.
The New York Times.
Franks, P, Nutting, p.. & Clancy, C. (1993). Health care reform, primary care, and the need
. for research. Journal of the American MedicalAUMation, 270(12), 449-453.
Friedman, TL (1999). The leXHs and 1M olive 1m. Understanding glubalization. New York
Farrar Straus Giraux.
Freire, P (1982). PerlPgogy of the oppressed. New York Continuum Press.
Hartnagel,N. (1999,Janu;;ry 8). Reports say hunger still a struggle. Catholic News Service.
Health Action Information Network (HAIN). (1992, Oerober). Traditional medical prac
ticioners in the Philippines. Health Alert # 134. Manila.
Health QlUCUS Statement. (19S9, M1Ich 11). Health is afimdame:Jtal right. Statement to the
United Nations Commission on the Status of Women. .
International Planned Parenthood Federation (lPPF). (1998, Apr,il 7). Important back
ground information [press release]. London.
1eGrand, A & ~ndergem, P. (n.d.). HerlxJ/medicineand healthpromotion:A comparative Sltitfy of herbal
drugs ill primary health care. Am.<terd1Ill: Royal Tropical Institute.
:Maglacas, AM (1988). Health for all: Nursing's role;Nursil1g Outlook, 36(2), 66-71.
Morgan, R.E. & Mutalik, G. (1992). Bringing international heallhback home. A policy paper for
the 19th annual conference of the National Council for International Health,
Washington, DC.
Nev;ell, K.W. (Ed.). (1975). Health I!J thepeople. Geneva, Switzerland: World [Link] Organiza
cion.
Pan American Journal of Public Health. (1998, April 2). Health for a// in the twenry first
cen/my [condensed flom WHO Document A51/5J. Washington, DC.
Pew Health Professions Commission. (1993). Health professions education for the flll:tn: Schools
. in Sfmce to the nation. San Francisco, CA: UCSF Center for Health Professions.
Phlllips, DF. (1999). New paradigms sought to explain occupational and environmental
disease. Journal of Ihe American Medical Association, 281.(1), 22.
Sen, A & Wolfensohn, J. (1999, May 16-30). A coin with many faces. The Eorth Titnes. New
York
Sharkey, J. (1999, June 6). Mental illness hits the money trail The New York Tilncs.
32 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Thornton, K. (1999, May/June). Poverty amid plenty The unfInished business of welfare
reform Network. Connection. Washington, DC.
United Nations. (1948). The IImlimol tIIdorotion of hllmon rights. New York Author.
United Nations Children's Fund (UNICEF). (1998). Th,
sloleol th; worldi .hildreid998•
.Oxford: Oxford University Press. . .
_ _ . (1993, July-September). Setting the water standard. Fir$1 Coilfor Childrm, 3.
UnitedNacions Conference on Environment and Development (UNCED). (1992). Agenda
21 & Proceedings of "Earth SlImmit. "Rio de Janeiro, Brazil, 1992. New York: United
Nations.
United N;aions Development Program (Ul'H)P). (1998). Huma::! development repen
. 1998. New York Oxford University Press.
US Department of Housing & U(ban Development (HUD). (1999). Now is the lime. Places
lift behindin Ihe new eron0l1!l. Washington, DC.
Wealth and health [editorial]. (1999, May 18). The WtJ1hing/on Post, p. A22. "
~ner, D. (1998). Health & eqlli!J. Needfor apeoPle}perspective in the qllestfor [Link] heallh. Rlper
presented at the conference: PHC 21-Everybodys Business, November 27-28. .Alma"o/,
Kazakhstan. . .
Werner, D. & Sanders, D. (1998). Qriestioning lhe saMion: TiJe politics of primary health care and
child sllrvival Palo Alto, CA HealthWrights.
World Health Organization. (1998). World health report. Geneva, Switzerland: Author.
_ _. (1993). W'HO t1irectlJrgenerol ((JI/.rfor anewpartllership on heallh [press release] WHOAI
4. Geneva, Switzerland: Author. .
_ _. (1986). Ottawa charierfor healthprolJlotioll. Developed at an International Conference
on Health Promotion. Ottawa. Ontario, Canada: Author.
_ _ . (1978, September). fuport of Ihe IntemalionalConference on Primary Health Care, held in
Alma Ata, USSR. Geneva, Switzerland: Autho;-.
_ _. (1975).' Official records, Twm!J-Eighth WorM Health [Link]!;y. Geneva, Switzerland:
Author.
Maija Selby-Harrington dan Anita S. Tesh
EPIDEMIOLOGI, BAB
DEMOGRAFI, DAN
KESEHATAN MASYARAKAT 2
TUJUAN
Dalam mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat dan merencana
kan, mengimplementasi, dan mengevaluasi program dalam me
menuhi kebutuhan tersebut, para profesional kesehatan masyarakat
harus mengerti konsep dasar epidemiologi dan demografi.
Setelah mempelajari bah ini, Anda diharapkan mampu:
• Menginterpretasi dan menggunakan dasar-dasar epidemiologi,
demografi, dan ukuran-ukuran statistik dari kesehatan masyarakat.
• Menerapkan prinsip-prinsip epidemiologi dan demografi dalam
praktik kesehatan masyarakat.
PENDAHULUAN
l
Epidemiologi dan demografi adalah ilmu yang mempelajari kesehat
an populasi. Untuk memulihkan, mempertahankan, dan mening
katkan kesehatan populasi, para profesional kesehatan masyarakat
mengintegrasikan dan menerapkan konsep-konsep dari bidang ini.
Dalam bab ini, kita akan menggali makna dan kegunaan konsep
konsep ini.
DEMOGRAFI
Demogrqji (berarti "tulisan tentang penduduk," berasal dari bahasa
Yunani demos [penduduk] dan graphos [tulisan] adalah ilmu tentang
populasi manusia dan mempelajari ukuran populasi, karakt:eristik, serta
perubahannya. Qmtoh studi demograflk (seper~ penelitian demografIk)
adalah deskripsi dan perbandingan populasi menurut beberapa
karakteristik seperti usia, suku, jenis kelamin, status sosial-ekonomi,
penyebaran geografik, dan kelahiran, kematian, perkawinan, dan
33
r
[
I
34 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
pol a perceraian. Studi demografi sering kali merniliki implikasi kese
hatan yang mungkin bisa terpikirkan atau tidak oleh peneliti. Sensus
penduduk Amerika Serikat adalah contoh suatu studi demografik
deskriptif yang komprehensif yang dilaksanakan setiap 10 tahun.
EptdeJJliologi ("studi tentang kejadian di masyarakat" berasal dari
bahasa Yunani logos [studi], ciemoJ [penduduk], dan epi [kejadian]
adalah ilmu tentang kesehatan penduduk). Epiderniologi mempela
jari karakteristik, penyebaran, dan pengaruh-pengaruh kondisi ke
sehatan. Epiderniologi merniliki makna yang tumpang tindih dengan
demografi. Studi epiderniologik terkadang mengadopsi trik dalam
cerita-cerita detektif, seperti ketika peneliti mempelajari hubungan
antara kematian dan penyakit. Kenyataannya, sejumlah novel me
ngenai studi epiderniologik menjadi novel klasik yang populer (The
Blat'k Death [Cravens & Mair, 1977], The Andromeda Strait! [Crichton,
1969], dan The Scot/rge [Dunne, 1978].
Pada mulanya, kebanyakan studi epidemiologi mempelajari ten tang
pengendalian epidemik (Suatu epidemik adalah kejadian luar biasa
dari suatu penyakit di luar batas perkiraan di suatu populasi).
Penelitian John Snow tentang epidemik kolera di London tahun
1853 adalah suatu studi epiderniobgik klasik. Pada saat itu, model
penyebaran kolera tidak diketahui:Snow menduga penyakitterse~ut
disebarkan oleh air yang terkontaminasi. Dengan menerapk~n
prinsip-prinsip epidemiologik, Snow menyimpulkan bahwa ke
matian akibat kolera mencapai angka tertinggi di wilayah yang di
layani oleh dua sistem pompa air khusus. Dia mempelajari bahwa air
yang mengalir berasal dari Sungai Thames yang menampung sampah
sampah di kota London. Dengan dernikian, ahli epiderniologi ini
merupakan orang pertama yang marnpu mengenali model penyebaran
kolera melalui air dan menetapkan langkah untuk mengendalikan
penyebarannya (Snow, 1936).
KESEHATANMASYARAKAT DAN PRAKTIK
KONTEMPORER
Saat ini, metode penelitian serta pengukuran epiderniologi dan demo
grafi yang maju tidak hanya digunakan untuk mempe1ajari masalah
seperti keracunan makanan dan sindrom defisiensi imun didapat
(AIDS). Namun, metode ini juga digunakan untuk menyelidiki
kondisi lingkungan, gaya hidup, strategi promosi kesehatan, dan faktor
MaijaSelby-Harringtpn dan Anita S. Tesh
EPIDEMIOLOGI, BAH
DEMOGRAFI, DAN .
KESEHATAN MASYARAKAT 2
PENDAHULUAN
Epidemiologi dan demografi adalah ilmu yang mernpelajari kesehat
an populasi. Untuk memulihkan, rnempertahankan, dan rnening
katkan kesehatan populasi. para profesional kesehatan 'masyarakat
rnengintegrasikan dan menerapkan konsep-konsep dari bidang ini.
Dalarn bab ini, kita akan menggali rnakna dan kegunaan konsep
konsepini.
DEMOGRAFI
Demogrqfi '(berarti "tulisan tentang penduduk," berasal dari bahasa
Yunani demos [penduduk] dan grapbos [tulisan] adalah ilrnu tentang
populasi manusia dan mernpelajari ukuran populasi, karakreristik, serta
perubahannya. Contoh studi demogrnfik (seperti penelician demografik)
adalah deskripsi dan perbandingan populasi menurut beberapa
karakteristik seperti usia, suku, jews kelamin, status sosial-ekonomi,
penyebaran geografik, dan kelahiran, kernatian, perkawinan, dan
33
34 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
pola perceraian. Studi demografi sering kali memiliki implikasi kese
hatan yang mungkin bisa terpikirkan ata'u tidak oleh peneliti. Sensus
pendtlguk ~rika Serikat. adalah contoh'suatu studi demografik
deskripti£yang komprehensif yang dilaksan#an setiap 10 tahun.
Epidemiologi ("studi tentang kejadian di' masyarakat" berasal dari
bahasa Yunani logos [swdi], demos [penduduk], dan epi [kejadian]
adalah ilmu tentang kesehatan penduduk). Epidemiologi mempela
jari karakteristik, penyebaran, dan pengaruh-pengaruh kondisi ke
sehatail. Epidemiologi memiliki makna yang tumpang tindih dengan
demografi. Studi epidemiologik terkadang lnengadopsi trik dalam
. cerita-centa detektif, s~perti ketika peneliti mempelajari hubungan
antara. k~tian dan periyakit ~enyata<[Link], sejuml~ novel me
.ngenai studi epidemiologik menjadi novel klasik yang populer (The
Black Death [Cravens & Mair, 1977], The Andromeda Strain [Crichton,
1969], dan The Scourge [Dunne, 1978]).
Pada mulanya, kebanyakan studi epidemiologi mempelajari tentang
pengendalian epidemik (Suatu epidemik adalah kejadian Iuar biasa
dari suatu penyakit di Iuar batas perkiraan di suatu populasi).
PenelitianJohl1. Snowtentang epidemik kolera di London tahun
1853 adalah suatu studi epidemioIogikklasik. Pad a saatitu, model
penyebaran kolera tidak diketahui. Snow menduga penyakittersebut
disebarkan oleh air yang terkontaminasi. Dengan menerapkan
prinsip-prinsip epidemioIogik, Snow menyimpulkan bahwa ke
matian akibat kolera mencapai angka tertinggi di [Link] yang di
layani oleh dua sistem pompa air khusus. Dia mempeIaj~.ri bahwa air
yang mengalir berasaI dan Sungai Thames yang menampung sampah
sampah di kota London. Dengan demikian, ahli epidemiologi ini
merupakan orang pertama yang mampu mengenali model penyebaran
kolera melalui air dan menetapkan langkah untuk mengendalikan
penyebarannya (Snow, 1936).
KESEHATAN MASYARAKA.T DAN PRAKTIK
KONTEMPORER
Saat ini, metode penelitian serta pengukuran epidemiologi dan demo
grafi yang maju tidak hanya digunakan untuk mempelajari masalah
sepertikeracunan [Link] dan sindrom: defisiensi imun didapat
(AIDS). Namun, metode ini juga digunakan !lntuk menyelidiki
kondisi lingkungan, gaya hidup, strategi promosi kesehatan, dan faktor
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi,dan Kesenatan Masyarakat 35
lain yang memengar:uhi kesehatan. Bab ini menyajikan pengenalan
konsep-konsep epiclemiologi dan demografiyang berguna bagi prak
tik kesehatan komunitas. Apabila Anda membutuhkan studi yang.
lebih mendalam, beberapa buku telah tersedia (seperri Lilienfeld &
Stolley, 1995; M;tusner & Kramer, 1985). .
TINGKATAN PENCEGAHAN DALAM PRAKTIK
KESEHATAN KOMUNITAS
Konsep pencegahan (preventif) adalah komponen kunci dari praktik
kesehatan komunitas modern. Dalam terminologi populer, pen
cegahan berarri menghindari suatu kejadian sebelum terjadi. DaIam
praktik kesehatan komunitas, kita menggtinakan riga tingkatan pen
cegahan: primer, sekunder, dan tersier.
Pencegahan primer adalah usaha sungguh-sungguh untuk meng
hindari suatu penyakit atau tindakan kondisi kesehatan yang me
rugikan melalui kegiatan promosi kesehatan dati tindakan per
lindungan. Pencegahan primer mencakup areapenanganan yang
sangat luas, termasuk nutrisi, kebersihan, sanitasi, irnunisasi, per
,lindungan lingkungan, dan pendidikan kesehatan umum. Penelitian
tentarig penyebab muncu1nya berbagai masalah kesehatan merupa
kan dasar dari upaya pencegahan primer. Sebagai contoh, penelitian
Snow tentang kolera pada tahun 1853 telahmembuka jalan untuk
penyediaan air murni bagi para penduduk kota London, dan pe
nelitian modern tentang kecelakaan kendaraan bermotor telah men
dorong penggunaan sabuk pengaman dan balon udara.
Pencegahan sekunder ~dalah deteksi [Link] pengobatan terhadap
kondisi kesehatari yang merugikan. Pencegahan sekunder mungkin
saja berhasil mengatasi penyakit yang tidak dapat diobati pada tahap
akhir, mencegahkomplikasi dan kecacatan, serta membatasi penye
haran penyakit menuhr. Satu komponen penting dalam pencegahan
sekunder adalah skrining, yaitu pem~riksaan terhadap penyakit
penyakit asimptomatik seperti 1BC, diabetes, dan hipertensi.
.Pencegahan tersier dilakukan jika penyakit atau kondisi tertentu
telah menyebabkan kerusakan pada individu. Tujuan pencegahan
tersier adalah membatasi kecacatan dan merehabilitasi atau me
ningkatkan kemampuan masyarakat semaksirnal mungkin. Contoh
upaya pencegahin tersier adalah penyediaan "makanan di atas
kendaraan" untuk individu yang harus berada di rurnah, pelayanan
36 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
terapi fisik untuk penderita stroke, dan konseling kesehatan mental
untuk korban perkosaan.
Untuk .rnerencanakan penggunaan metode yang tepat dari pen
cegahan primer, sekun&~r, dan tersier, para profesional kesehatan
komunitas harus mengkaji terlebih dahulu status kesehatan rnasyarakat.
Bagian berikut ini akan menyajikan beberapa ukuran dasar yang
digunakan dalam mengkaji kesehatan masyarakat.
UKURAN DESKRIPTIF KESEHATAN
Ukuran Demografi
.
Karakteristik tertentu manusia atau "demografik dapat dikaitkan
dengan kesehatan atau kesakitan. Umur, jenis kelamin, sulm, ras,
pendapatan, dan tingkat pendidikan adalah faktor-faktor demo
grafik penting yang dapat memengaruhi kesehatan. Sebagai contoh,
laki-Iaki Iebih merniliki risiko terkena penyakit jantung daripada
:v;ranita, orang kUllt hitarn akan lebih berisiko mempunyai bayi BBLR
daripada or;mg kulit putih. Untuk merencanakan pelayanan kesehatan
komunitas, seorang profesional kesehatan harus mengenallebih dekat
karakteristik demografik dari mas'jarakatnya dan dengan masalah
kesehatan terkait karakteristik terse but.
Morbiditas dan Mortalitas
Meskipun epidemiologi mencakup sehat dan sakit, sehat sulit di
ukur. aleh karena itu, banyak ukuran kesehatan diungkapkan dengan
istilah morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian). Suatu sumber
data akurat mengeriai morbiditas dan mortalitas, bagi negara atau .
kota tertentu, adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Fenyakit,
Lapormi Mingguan Morbiditas dan Mortalitas Qihat di site lllternet
[Link]/mmwr)..
Insidens
~sidens penyakit atau kondisi kesehatan mengacu kepada sejumlah
individu dalam suatu populasi yang menunjukkan kondisi tertentu
selama periode khusus. aleh karena itu, penghitungan insidens, se
cara umum memerlukan peilgamatan terhadap suatu populasi da
lam suatu periode tertentu yang disebut sebagai studi prospektif
(melihat ke depan).
BAS 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 37
Prevalensi
Prevalensi suatu penyakit atau kondisi mengacu kepada jumlah total
individu dalam suatu p6pUlasi dengan kondisi tertentu pada waktu
tertentu. Jam, prevalensi dapat dihituhg dalam studi "one shot cross
sectional" ("slice of time") atau studi retrospektif (melihat ke belakang).
Interpretasi Insidens dan Prevalensi
l..Th:uran insidens dan prevalensi menyajikan informasi yang ber
beda dan memiliki implikasi yaIlg berbe~ pula. Sebagai contoh,
peningkatan prevalensipenyakit ka.11ker berarti terdapat lebih ba.,
.nyak individu yang menderita penyakit kanker dalam suatu po
pulasi. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh banyaknya kasus baru
(dengan kata lain, peningkatan insidens) atau karena penderita
.kanker hidup lebih lama (panjang umur). PeI1'oalan lain yaitu
masyarakat mungkin membutuhkan sumber daya untuk meng
hadapi kanker. Bagaim~apun, jika pengerahuan tentang insidens
kurang, akan soot untuk memutuskan apakah sumber claya diarah
kan nielalui upaya pencegahan primer atau pe1ayanan pengobatan
sekunderdan tersier.
Rate (Angka).
Insideils dan prevalensi biasanya dinyatakan dengan ukuran mate
matis yang disebut rate. Karena epidemiologi adalah suatu ilmu yang
mempelajari kesehatan populasi, ukuran ini seharusnya berkaitan
dengan kejadian dari kondisi kesehatan pada populasi. Rate berlaku
dalam kondisi semacarn ini. lJkuran ini mengungkapkan hubungan
matematis antara pcmbiJang, yaitu jumlah orang yang mengalami
kondisi dan pef!Y~but yang mengacu kepada populcui benJiko, atau
jumlah total yang cenderung mengalami kondisi demikian.
Rate seharusn,".a tidak dikacaukan dengan proporsi lain yang tidak
menggunakan populasi berisiko sebagai penyebut. Contohnya, angka
kematian rata-rata akibat kanker tidak sarna dengan proporsi ke
marian akibat kanker. Memang, masing-masing memiliki pembilang
fclug sarna yaitu jumlah kematian akibat kanker, tetapi penyebutnya
berbeda. Pada angka kernatian rata-rata, penyebutnfcl adalah semua
orang yang berisiko meninggal akibat kanker. Oleh karena itu, ang
ka kematian kanker menyatakan risikokemarian akibat kanker. Pada
proporsi kematian yang juga disebut mortalitas proporsional, penyebut
nya adalah jumlah total kematian dari semua kasus. Oleh karena itu,
38 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
kematian kanker yang prbporsional [Link] sederhana menjelaskan
proporsi [Link]'tian yang berhub~an ~engan k~er~ _ .
Pmghitungan Rate
Rate dihitung dalam bentuk umum: .
Ra - sejumlah individu yang mengalami kondisi tertentu K
. te populasi yang berisiko mengalami kondisi tertentu x
K adalah konstanta (biasanya 1.000 atau 100.000) yang meng
hasilkan rasio yang mungkin berupa sebuah angka yang sangatkecil
dan dinyatakan secara bermaktta. Mari kita terapkari<rrunus ini ke
dalariJ. penghitiingan angka kematian' bayi, yang memperkirakan
r..siko kematian bayi selama tahun pertama kehidupannya.
Contoh Rate: Angka Kematian Bayi
Angka kematian bayi (IMR) biasanya dihitung berdasar kan kalender
satu tahun. Jumlah kematian bayi Qcematian sebelum .usia 1 tahun)
selama setahun dibagi oleh jumlah kelahiran hidup (ba'yi lahir hidup)
selama setahun. Pembilang merupakan jumlah bayi yang mengalami
"kondisi" sekarat pada tahun pertama kehidupannya, dan penyebut·
meVJakili populasi bayi-bayi yang berisiko kematian dalam setahun.
Jika 4.084.000 kelahiran hidup dan 34.400 kematian bayi di
laporkan di AmerlkaSerikat dalam tahun tertentu, kitadapat meng
hitung rate-nya. Dengan menggunakan rumus rate, kita membagi
34.400 dengan 4.084.000, sehingga didapatkan bahwa 0,0084 bayi
meninggal seIalTI..a tahun pertama kehidupannya. Karena sulit untuk
mengacu padanilai terse but, maka kita kalikan dengan konstanta
(1.000) sehingga didapatkan ·8,4 bayi per 1.000 kelahiran hidup,
artinya angka kematian bayi ~dalah 8,4 per 1.000 kelahirail hidup.
Inter~etasi~ate
Rate memudahkan peneliti untuk membandingkan populasi yang
berbeda mengenai masalah atau kondisi kesehatan. Untukmengkaji
apakah populasi dalam komunitas tertentu memiliki Iebihbesar atau
lebih kecil risiko terhadap [Link] kondisi, rate untuk komunitas
harus dibandingkan dengan rate dari komurutas yang serupa, dari
negara bagian atau Amerika Serikat secara keseluruhan.
Beberapa hal harus diperhatikan dalam menginterpretasi. rate.
Seperti kebanyakan f><':rhitungan statistik, rate menjadi ktu:ang reliabel
BAB 2 iii Epidemiologi, Ol"mografi, dan Kesehatan Masyarakat 39
jika didasarkan pada populasi yang kecil. Hal ini seharusnya dii...'1gat
ketika melakukan pengkajian pada suatu kejadian atau kondisi
yang relatif jarang terjadi, atau pada komunitas dengan populasi
yang kecil.
Banyak rate didasarkan pada data dari tahun kalender yang cen
derung memunculkan beberapa kesulitan. Ketika menghitung ang
ka kematian bayi, harus diingat bahwa beberapa bayi yang mati
selama satu tahun kalender, misalnya tahun 2001, dilahirkan pada
tahun 2000 dan bukan merupakan bagian dari populasi berisiko pada
tahun 2001. Selain itu, beberapa bayi yang milllgkin dilahirkan pada
tahun 2001 mungkin mati pada tahun 2002 dan tidak mencerminkan
angka kematian bayi tahun 2001. Populasi juga mungkin berkurang
atau bertambah selama satu tahun kalender. Dalam satu contoh
kasus, perkiraan populasi tengah tahun secara umurn digunakan
karena populasi berisiko tidak dapat ditentukan secara pasti. Suatu
penelitian cohort) atau kelompok khusus, di masa mendatang dapat
membantu mengatasi keterbatasan penghitungan rate tahun kalender
secara konvensional.
Rate yang UnlUm Digunakan
;
Table 2-1 menyimpulkan sejumlah rate yang penting. Perlu dike
tahui bahwa ukuran kelahiran dan kematiart pada dasarnya adalah
ukuran insidens dari suatu kondisi "kelahiran" dan "kematian."
Perlu diketahui pula bahwa berbagai bentuk penyebut, atau populasi
berisiko, ditentukan oleh rate yang berbeda.
Rate Kasar, Rate Khusus, dan Rate yang Disesuaikan
Rate yang dihitung untuk suatu populasi secara keseluruhan dise
but rate kasar. Subkelompok dari populasi mungkin memiliki per
bedaan yang tidak diungkapkan oleh rate kasar. Rate yang dihitung
untuk subkelompok mengacu kepada rate khustls. Rate khusus ini
membantu kita untuk mengenali kelompok-kelompok yang
berisiko tinggi dalam populasi dan juga memudahkan per banding
an di antara populasi yang memiliki komposisi demografik yang
berbeda. Rate khusus paling sering dihitung berdasarkan pada fak
tor-faktor demografi seperti' umur, ras, dan jenis kelamin.
Dalam membandingkan populasi dengan distribusi yang berbeda
dari suatu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan yang sedang
diteliti, penggunaan rate yang diseslJaikan lebih disarankan. Rate yang
..J:>.
o
Ukuran KeJahiran Jurnlah kelahiran hidup selama interval waktu
Angka kelahiran kasar ' x 1000 o:l
PerkIraan popu IaSl"d'
m! mterva I >
()
:.;;:
Jumlah kelahiran hidup selama interval waktu z
Angka kesuburan
•
,
Ukuran Morbiditas dan MortaJitas >
z
Jumlah kasus bam dari kondisi kesehatan tertentu selama interval waktu §:
V>
Angka insidens x 1000 >
Perkiraan populasi berisiko rnidinterval Z
-I
m
Jurnlah kasus sliat ini dari kondisi tertentu o
;N
en
yang teljadi pada waktu teltentu :::I
V>
.Angka prevalensi x 1000
Perkiraan populasi berisiko pada waktu yang bersarnaan
J umlah kematian selama interval waktu
Angkakematian kasar x 1000
Perkiraan populasi rnidinterval
Jumlah kematian selama interval tertentu 0
Angka kematian khusus
Perkiraan populasi subkelompok rnidinterval x 1 00
Jumlah kematian dan penyebab khusus dalam interval waktu
. Angka kernatian peilyebab khusus x 1000
Perkiraan populasi rnidintervaI
(ber/lIl1jlll)
_~. ~~ ~.''''''''''''
.. ''''"''''''?'~'''''.~~'-_~''I''~.:::::",,:~~:'~'''':::'''''''_~~~~ .~":" ~.,--:-: • ..,.....--.·,_~;-~~_ ... "'e"'_.~·~ __ "~"·_~'_"-."'I'''_:_~
Jumlah kematianbayi usia"< 1 tahwl selama interval waktu
Angka ketriatian . . x 1000
Total kelahfran hidup selama interval waktu
··k· ... k . . . lumlah kematian bayi usia < 28 hari selama interval waktu co
Ang a ematlan neonatus . ... .. x 1000 »co
. Total kelahrranhluup selama mtervaJ. waktu
'"
lumlah kematian bayi usi[Link] 28 hari tetapi < 1 tahun selama interval waktu
Angka kematian pascaneonatus x 1000 •
. .. Total kelahiran hidup selama interval waktu
Q.
0.)
::J
A
rn
~
OJ
or
;:)
.j::,.
r
f
42 BAGIAN 1 .. LANDASAN TEORETIS
disesuaikan adalah ukuran ringkas yang secara statistik telah meng
hilangkan pengaruh perbedaan dalam pendistribusian karakteristik
tersebut. Pada dasarnya, penyesuaian itu menghasilkan suatu
perkiraan tentang perlunya digunakan angka kasar jika populasinya
secara identik terkait dengan faktor yang menuntut dilakukannya
penyesu([Link]. Rate dapat disesuaikan menurut umur, ras, jenis
kelamin atau faktor lain atau kombinasi dari berbagai faktor yang
diduga memengaruhi rate terse but. Rate yang disesuaikan sangat
membantu dalam membuat perbandingan komunitas. Namun, rate ini
bisa imajiner dan ffiungkin harus diinterpretasikan secara hati-hati.
ANALISIS UKURAN KESEHATAN
Sebagaimana yang telah Anda pelajari, rate digunakan untuk men
jelaskan dan membandingkan risiko kematian, menjadi sakit, atau
munculnyakondisi kesehatan lain. Rate juga diperlukan sekali untuk
menentukan keterkaitan kondisi kesehatan terkait atau berhubung
an dengan faktor-faktor lain. Faktor-faktor terkait ini mungkin me
rupakan komponen penting dalam upaya pencegahan (misalnya,
hubungan antara polusi udara dan masalah kesehatan telah men
dorong upaya-upaya pengendalian lingkungan). Untuk menHiti po
tensi hubungan antara kondisi kesehatan dan faktor-faktor lain,
analisis ukuran kesehatan komunitas sangat diperlukan. Bab ini
akan mendiskusikan tiga analisis pengukuran, yaitu reiatilJe risk,
odds ratio, danattrilmtable ratio.
Relative Risk
Untuk menentukan adanya suatu hubungan atau pengaruh nyata
antara kondisi kesehatan dan faktor yang dicurigai, maka diperlukan
perbandingan antara risiko perkembangan kondisi kesehatan pada
populasi terpajan faktor dan risiko perkembangan kondisi kesehatan
pada populasi tidak terpajan faktor. ReiatitJc Risk (RR) digunakan
untuk menunjukkan rasio angka insidens dari populasi terpajan
dengan tidak terpajan faktor yang dicurigai:
Angka insidens di antara populasi yang
RR = Angka insidens di antara populasi yang tidak terpajan
BAB 2 iii Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Ma>yarakal 43
RR memberi informasi kepada kita apakah angka insidens pada
populasi yang terpajan lebih tinggi dari angka insidens pada populasi
tidak terpajan dan jika hal tersebut terjadi, perIu diketahui besar
kenaikannya. RR yang tinggi pada populasi terpajan memberi gam
baran bahwa faktor tersebut merupakan faktor liJiko dalam per
kembangan kondisi kesehatan.
Faktor Risiko Internal dan Eksternal
Konsep RR dapat dimengerti apabila satu kelompok orang secara
nyata terpajan dan yang lainnya tidak terpajan agens eksternal seperti
virus, merokok, dan bahan-bahan polusi industri. Bagairnanapun,
RR yang diterapkan pada faktor- faktor internal, contohnya umur,
ras, atau jenis kelamin akan terlihat membingungkan. Setidaknya,
seperti yang dapat dilihat dalam contoh berikut, orang yang juga
terpajan faktor intrinsik kemungkllan memiliki risiko yang sarna
besarnya dengan yang terpajan faktor ekstrinsik.
Contoh Relative Risk:Pembunuhan
Sinauer, Bowling, Moracco, Runyan, dan Butts (1999) telah meneliti
pembunuhan wanita (disebut fellliiide) selama periode lebih dari 5
tahun di Carolina Utara dan didapatkan angka p~mbunuhan secara
keseluruhan 6,2 per 100.000. Bagaimanapun, di antara wanita kulit
hitam (usia 15-33 tahun) muda (wanita yang terpajan dua faktor
intrinsik: usia dan ras), rate-nya adalah 19,5 per 100.000 dibanding
kan dengan 5,4 pembunuhan per 100.000 wanita kulit putih dengan
usia yang sarna. Dengan informasi ini, kita dapat menghitungRR. Di
antara wanita muda kulit hitam (wanita yang "terpajan" kepada kondisi
intrinsik sebagai kulit hitam), rate-nya adalah 19,5 per 100.000, dan di
antara wanita muda kulit putih (wanita yang "tidak terpajan" kondisi
intrinsik sebagai kulit hitam), rate-nya 5,4 per 100.000. Jadi, RR pem
bunuhan wanita muda kulit hitam dibandingkan dengan wanita
muda kulit putih dapat dihitung sebagai berikut:
19,5 per 100.000
RR= = 3,61
5,4 per 100.000
Dengan kata lain, risiko kematian akibat pembunuhan pada wanita
kulit hitam adalah tiga setengah kali lebih besar dibandingkan kulit
r
,
44 BAGlAN 1 III LANDASAN TEORETlS
Kondisi Kesehatan
Ada Tidak ada Total
Terpajan faktor a b a +b
: Tidak terpajan faktor c d c+d
. Total a + c b+d a+b+c+d
putih. Jelaslah bahwa ras adalah faktor risiko. Faktor risiko itu
sendiri tidak dapat diu bah, tetapi infor masi yang tersaji melalui
analisis ini dapat digunakan untuk merencanakan pelayanan per
lindungan bagi populasi yang mempunyai risiko lebih besar.
Odds Ratio
Penghitungan RR sangat jelas ketika tersedia angka insidens. S a
yangnya, tidak semua penelitian dapat dilakukan secara prospektif
yang diperlukan untuk penghitungan angka insidens. Dalam peneli
tian retrospektif, RR sebaiknya diperkirakan oleh oddr ratio.
Sebagaimana terlihat pada Tabel 2-2, odds ratio adalah suatu peng
hitungan matematis sederhana tentang peluang yang berkaitan
dengan kondisi kesehatan khusus jika ada faktor yang dicurigai dan
peluang mengala,[Tli kondisi terse but jika tidak ada faktor yang di
curigai. Peluang mengalami kondisi kesehatan khusus jika ada faktor
yang dicurigai diwakili oleh a/ b di dalam tabel. Peluang dengan
kondisitersebut jika tidak ada faktor yang dimaksud adalah c/ d.
Rumus odds ratio adalah:
alb bc
cld = ad
Sebuah contoh mungkin dapat menolong. Ketika toxic ShOik !Yl1drome
(fSS), suatu penyakit beratyang meliputi demam tinggi, muntah-muntah,
diare, kemerahan, dan hipotensi atau syok dilaporkan pertama kali,
tidaklah praktis maupun etis jika kita meninjau kasus tersebut hanya
dari panda...ngan prospektif. Namun, kasus nyata tersebut dibanding
kan secara retrospektif dengan nonkasus, atau kontroL Penelitian
awal mencatat adanya hubungan antara TSS dan penggunaan tam
pon dan menyimpulkan kesan bahwa pengguna merek tertentu tam
pon superabsorben mungkin berisiko tinggi terpajan TSS. Untuk
BAB 2 II Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 45
mengklarifikasi isu terse but, peneliti menganalisis data dari kasus
kasus dan kontrol TSS, terhadap semua penguna tampon. Mari kita
perhatikan data TSS pada Tabel 2-3 untuk menghitung odds ratio
untuk pengguna tampon merek tertentu.
00=30 (84)
odds ratio =
bc=30 (12)
=7
Para pengguna tampon merek tertentu ternyata tujuh kali lebih
besar kemungkinannya mengalami TSS dibandingkan dengan
pengguna tampon merek lain. Berdasarkan hasil itu dan penelitian
lainnya, merek dagang terse but akhirnya ditarik dari pasar.
Relative Risk dan Odds RatiQ: Peringatan dalam Interpretasi
Suatu kat'1 peringatan: Perhatikan tingginya odds ratio atau RR de
ngan cerrnat, tetapi jangan mempercayai temuan yang mengaburkan
potensi keterlibatan faktor- faktor lain. Tabel2-3 mencatat bahwa 12
sampel terkena TSS meskipun mereka tidak menggunakan tampon
merek khusus. Dengan kata lain, produk ini bukan penyebab tunggal
TSS. Penelitian selanjutnya memperlihatkan bahwa bahan super
absorben tertentu dalam tampon atau aspek tertentu pada tampon
yang digunakan' membantu pertumbuhan StapiD'lococcus a/-[Link], yang
mungkin merupakan penyebab TSS (Centers for Disease Control
[CDq, 1983, 1981; Davis, Chesney, Ward, LaVenture, & the Inves
tigation and Laboratory Team, 1980).
Attributable Risk dan Persentasenya
Ukuran lain risiko adalah attributable risk (AR), atau perbedaan antara
angka insidens .bagi mereka yang terpajan dan mereka yang tidak
terpajan faktor fisiko. Ukuran ini memperkirakan dampak AR ter
'TAllEL
., . 2-3 Kasus Toxic
. SIwek SYlldrome pada
. 1~6 Pe~~gun~'T~nipon"
" ,
. ~,: ~
..•.. ;,., ... }';}!:.. ·~"'~:,t~;;U~). to~l(/s,~~2~:~i?i~r~lh~:,\;: . . . . ..
::.:.': .'.
(Data dan Centers for Disease Control, 1980)
46 BAG/AN 1 • LANDASAN TEORETIS
hadap faktor yang diteliti. Ini menunjukkan bahwa angka insidens
secara keseluruhan memiliki potensi mengalami penurunan jika
faktor terse but dikurangi:
angka insidens pada kelompok terpajan dikurangi
AR
angka insidens pada kelompok tidak terpajan
AR biasanya selalu dihitung ke dalam persentase AR:
AR
x 100
angka insidens pada kelompok terpajan
Ini menyajikan perkiraan persentase kejadian terkait dengan
kondisi kesehatan yang dapat dicegah jika faktor risiko diturunkan.
Sebagai contoh, penelitian tentang hubungan antara ketidakaktifan
fisik dan mortaJitas pada penyakit jantung koroner (PJK) memper
lihatkan bahwa attrib,itab!e risk berkaitan dengan ketidakaktifan
fisik adalah sebesar 35% (CDC, 1993). Jadi, peningkatan aktivitas
fisik memiliki potensi yang besar untuk menurunkan angka mor
talitas PJK.
Penyebab dan Hubungannya
Akhirnya, para profesional di bidang kesehatan masyarakat ber
upaya menemukan penyebab kondisi kesehatan sehingga dapat meng
ambillangkah-Iangkah peningkatan kesehatan. Jika melihat komplek
sitas tubuh manusia dan perilaku manusia, sangat sulit menemukan
hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penelitian kesehatan popu
lasi secara umum menguji hubungan atau keterkaita!1 di antara varia
bel. Varz'abe! terse but merupakan karakter atau fenomena (seperti
umur, pekerjaan, atau latihan fisik) dan kondisi kesehatan (seperti
penyakit jantung) yang sedang diteliti.
Variabel dan Ketetapan
Suatu persyaratan penting dalam setiap penelitian adalah bahwa
faktor- faktor yang diteliti harus memiliki potensi yang berbeda dari
satu orang ke orang lainnya. Jika suatu faktor tidak bervariasi, itu
bukanlah suatu variabel tetapi suatu ketetapan (konstanta). Ada
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 47
kemungkinan untuk menetapkan hubungan antara suatu ketetapan
dan~ebuah [Link] sesuai definisinya, ketetapan tidak clapat
betubah· apabila variabel berubah..Dengan demikian, snatu pe,.
nelitian yang hanya berfokus padakaumpriatidak clapat menetap
kan suatu hubungan d! antara gender, sebagai contoh,penyakit
jantung; dan penelitian telah menetapkan gender sebagai suatu ke
. tetapan. Suatu penelitian yang hanya berfokus pada orang dengan
penyakit janrung tidak clapat menetapkan hubungan antara penyakit
jantung dan berbagai variabellainn::ya; penyakit jantung telah men
jadi ketetapan dalam penelitian ini. .
Ketompok KontroI' atau Pemb~ding.
. Untuk meyakinkan bahwa hubungan eli antara variabel clapat eliuji,
mungkin elibutuhkan kelompok kontrol atau kilompok pembanding. Suatu
penelitian tentang penyakit jantung mungkin membanelingkan ke
lompok penderita dengan suatu kelompok kontrol orang-orang
tanpa mendenta penyakit. Suatu pengujian pengobatan baru akan
meneliti orang-orang yang menenma pengobatan dan suatu ke
lompok kontrol orang.:orahg yang tidak menenma pengobatan.
Variabel Bebas dan Variabel Terikat
Senng kill suatu variabel mengarah pada variabel btbas dan terikat.
Variabel terikat adalah hasil atau dampak yang sedang diteliti oleh
peneliti. Variabel ini merupakan karakteristik yang'memungkink.a.'1
untuk diubah (contohnya status kesehatan, pengetahuan, atau peri
laku). Variabel bebas diperkira.~an merupakan "penyebab" atau kon
tributor terjadinya va nasi dalam variabe1 terikat. Sebagai contoh,
dalam suatu penelitian penyakit janturig yang dikutip tadi" (CDC,
1993), ketidakaktifan ftsik yang merupakan variabe1 bebas, terlihat
memiliki kontnbusi terhaclap penyakit jantung, variabel terikatnya.
Suatu varia bel bebas cIapat berupa kejadian yang sedang berlangsung
secara alarill atau fenomena sepertitingkat aktivit<l$ fisik biasa, ter
pajan radiasi ultraviolet, atau jenis pekerjaan, atau mungkin berupa
~uatu intervensi terencana seperti program lath;'an, pengobatan
medis, atau program pendidikan. Suatu variabel bebas mungkin juga
berupa karakter yang bersifat intrinsik seperti usia, ras atau jenis
kelamin (perlu diingat bahwa karakter initidak bervariasi eli dalam
diri individu, tetapi clapat bervariasi eli antara orang ke orang se
hingga dapat eliteliti sebagai variabel bebas).
48 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Variabel Confounding (pengacau)
Sangat menarik jika kita mengidentiflkasihubungan di antara
. y~abd-tetapi tidak benar- jika ada dugaan ,bahwa suatu variabel
memengaruhi variabellainnya. Sebagai contoh, jika suatu peneliti~
an menemukan bahwa komunitas dengan penghasilan petugas ke
sehatan masyatakat yang lebih rendah memiliki angka kriminalitas
yang Iebih tinggi, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa gaji petu
gas kesehatan masyarakat yang rendah akan cenderung menyebab
kan tinggiriya angka kriminalitas. Pandangan umum berpendapat
bahwa kondisi'ekonomi mungkin memengaruhi penghasiliill mau
pun kriminalitas, oleh karenanya; ,kondisiekonomi menjadi peng
halang dalam penelitian dan mengacaukan hasil yang diperoleh. Ber
bagai faktor yang dapat memengaruhi hasil-hasil penelitian disebut
sebagai variabel asing, penghalang, atau confounding.
Kriteria Penentuan Penyebab
Jika ditemuhn suatu hubungan di antara variabel, itu artinya bah
'Wa variabeltersebut cenderung muncul atau berubah bersama-sama.
Namun hal iill tidak menjadi bukti bahwa satu variabel memenga
ruhi variabellainnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan hasil yang
'. meinbingungkan, berbagai kriteria yang sangat ketat untuk menen
tukan penyebab te!ah dibuat. Suatu hubtmgan seharusnya dinilai
menggullakan seluruh kriteria ini; lebih banyak krit~ria yang ter
penuhi, maka hubtuigan tersebut akan cenderung menjadi penye
bab. Bagaimanapun, suatu hubungan mungkin memenuhi semua
krit~ria penyebah dan kemudian akan terlihat palsu karena adanya
faktor-faktor yang tidak diketahui pada saat penelitian ini dilakukan.
Oleh karena itu, peneliti sebaiknya menafsirkan hasil penelitian me
reka dengan kecermatan yang tinggi; mereka jarang mempercim
bangkan suatu "pembul.-tian" penyebab. Enam kriteria yang diguna
. kan secara luas untuk menilai penyebab adalah sebagai berikut:
1. Hubungan kuat
.Kekuatan hllbllngan mungkin dapat dinilai secara statistik melalui
berbagai pengukuran. Sebagaicontoh, relative risk atau odds ratio
lebih tlnggi, hubllngannya menjadi lebih kuat.
2. Hubungan konsisten
Hubungan yang sarna seharusnya ditemukan berulang-ulang dalam
penelitian lainnya, dalam situasi lain, dan dengan metode lainnya.
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan MasY<lrakat 49
3. Hubungan yang benar sementara
Penyebab kondisi kesehatan tertentu hasil hipotesis sebaiknya mun
cuI sebelutll awitan dari kondisi tersebut
4. Hubungan khusus
Penyebab hasil hipotesis sebaiknya dikaitkan dengan beberapa kon
disi kesehatan secara relatif. Sebagai contoh, berbahasa Inggris
mungkin terkait dengan banyak kondisi kesehatan, tetapi itu tidak
menyebabkan apa-apa. Patokan ini seharusnya ditegaskan oleh penge
tahuan tentang faktor-faktor tertentu, seperti merokok, yang telah
terbukti menimbulkan berbagai efek.
5. Hubungan yang tidak dapat dijelaskan sebagai hasil variabel con
fOUliding .
Tentunya tidak seluruh variabel penghalang dapat ditelaah tetapi
penjelasan pengganti untuk hubungan tersebut sebaiknya diuji secanl
hati-hati sebelum memutuskan bahwa hubungan sebagai penyebab.
6. Hubungan yang masuk akal dan konsisten dengan pengetahuan
sekarang
Suatu hubungan yang bertolak belakang dengan pandangan penge
tahuan sekarang seharusnya ditelaah sec~ra hati-hati. Bagaimanapun
.hubungan mungkin tidak [Link] pengetahuan sederhana
sekarang ini karena per:.getahuansekarang tidak secanggih pene
muan baru.
SUMBER DATA [Link]
Untuk menjadi petugas kesehatan masyarakat yang efektif, Anda
.juga harus menginterpretasikan dan menggunakan data dati berbagai
sumber. Dalam bab ini, kita akan mengulang kembali periggunaan
berbagai sumberdata yang pencing.
Sensus
Sensus mungkill merupakan sumber data kesehatan yang paling
lengkap bagi·bangsa Amerika Serikat. Setiap 10 tahun,·Biro Sensus
~enghitungpopulasj Amerika Serikat dan menyurveinya sebagai
data dasar kependudukan seperti UInur, !as, dan jenis kelamin, se1ain
faktor-faktor lainnya seperti pekerjaan, pendapatan, perpindahan
penduduk, dan pendidikan. Hanya sejumlah pertanyaan terbatas yang
diajukan tentang segala sesuatu mengenai populasi. Survei yang lebih
.mendalam dilakukan pada beberapa sampel terpilih dari populasi.
50 BAGIAN 1 • LANOASAN TEORETIS
Data sensus tersedia di banyak perpustakaan umum. Sensus
Kependudukan. mengarahkan sensus .secara keseluruhan. Laporan
Subjek (Suo/eet Report) kh~ (~~J'l~~i Hispanik)juga dipubli-.H
lcisikan. PacIa tahUii~tahuh·[Link], segmen-segmen populasi di
survei untuk memantau kecenderungan kependudukan yang sedang
terjadi secara terus-menerus. H~ ini dipublikasikan sebagai Laporan
Kependudukan Saat Ini (Current Population Report).
Meskipun data sensus sangat lengkap, bias inasih saja terjadi. Se
bagai contoh. masyarakat mungkin memberikan jawaban yang tidak
jujur atas pertanyaan yangbersifat pribadi. K~ungkinan yang lebih
sigtUfikan. sensus diyakini kurang mewakili penauduk yang berpeng-:
hasilafi rendah, minoritas, dan penduduk· sementara. {~olongan ini··
lebih sullt ditemukan dan dihitung serta cenderung kurang me
respons survel sensus.
Data Statlstik Vital
Data statistik .vital adalah data tentang kejadian-kejadian yang ter
. catat secara legal (scperti kelahiran, kematian, perkawinan, dan per
ceraian) yang dikumpulkan secara terus-menerus oIeh badan pe
"merintahan. Departemen Kesehatan biasanya memublikasikan data
statistik vital ~tiap tahunnya. US Public Health Service juga mengum
pulkandata dati negara-negara bagian dan memublikasikan hiporan
tahunan secara periodik bagi topik-topik khusus.
Peneliti pemula cenderung mengang gap data statistik vital se
bagai "data sud" karena data terse but legal. Bagaimanapun, legalitas
tidak menjamin bahwa data terse but valid Sebagai contoh, ras sese
orang terkadang berbeda pada sertifikat kelahiran dan sertifikat ke
matiannya, dan cara pencatatan penyebab kematian pada sertifikat
[Link] tidak konsisten. Jumlah pasangan yang tidak menikah
tetapi hidup bersama-dan bedta-berita sesaat melaporkan hal ter
baru tentang orang-orang yang beristri dua-juga menunjukkan bahwa
catatan perkawinan dan perceraian bukan merupakan ukuran ke
nya~ yang valid. Meskipun ierdapat keterbatasan, data statistik
vital sering menjadi data terbaik yang ada dan menjadi sumber
informasi yang sangat bermanfaat
Laporan Penyakit yang Terinformasikan
Centers for Disease Control (CDq and Prevention of the US Public Health
Service melaporkan data yang dikumpulkan oleh departemen ke
BAB 2 • Epidemio!ogi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 51
sehatan negara bagiandan lokal tentang penyakit-penyakit yang
dapat dilaporkan secara legal. Selain itu, lembaga Wi secara periodik
meminta pelaporan sukarela tentang koridisikesehatan y~g tl~ _: '
terinforniasikan u:ntuk kepentingan khus~. Publikasimingguan
CDC, -LaporanMingguan Morbiditas dan Mortalitas (JV1orbidi!) alld
Mar/ali!) Weekb Report, MMWRj, adalah sesuatu yang bernilai bagi
praktik keSehatan masyarakat.
Secara legal, laporan penyakit yang ditugaskan mlli"'1gkin, tidak
mewakili se1uruh kasus penyakit sehingga'laporan terse but tidak
[Link] penjelasan yang valid tentang' penyakit yang terjadi di
masyarakat. Dalam praktiknya, petugas kesehatan mtiligkin gagal
untuk memberikan lapoian penyakit yang seharusnyadilaparkan.
Catatan :Medis dan Rumah Sakit
Catatan medis dan rumah sakit digunakan secara luas dalam peneli
tian kesehatarr komunitas. Bagaimanapun, catatan-catatan ini juga
tidak menyajikan gambaran yang lengkap atau valid tentang ke
sehatan komunitas. Alasan pertama, tidak semua klien dengan
masalah kesehatan menerima perhatian medis, sehingga .catatan
medis sudah pasti bias. Kedua, dokumentasi medis tida.."Ic selalu
·leng.~ap. Terakhir, pasien yang dirawat juga cenderung menderita
penyakit lainnya yang salah satunya sedang diteliti. Fenomena ini
disebut bias Berkson, yang menghasilkan kecenderungan penemuan
suatu hubungan yang salah antara dua penyakit. ' , " ".
Catatan Autopsi
Catatan autopsi memiliki bias yang sangat kentara: pasien mende
rita smt yang parah dan meninggal dunia. Autopsi tidak dilakukan
pada semua kasus kerrlatian. Catatan autopsi meliputi kasus-kasus
kematian~bat tindak kekerasan yang tidak proposional dan pe
nyebabkematianseseorang yang tidak diketahui sampai autopsi
dilakukan (contoh, manifest:asi penyakit yang tidak 1azim). Kelom
pok religi yang tidak menyetujui autopsitidak terwakili. Faktor-fak
tor Wi memengaruhi validitas dan keterwakilandari temuan ber
bagai pene1itian yang menggunakan catatan autopsi.
52 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
SKRINING KONDISI KESEHATAN
Sejauh irti, kita telah mernfokuskan pada metode untuk. ·meneliti
inasalah kesehatan· komurutasdan. mengkaji:risiko kesehatan- pada
populasi. Dalam bab ini, kita mendiskusikan· skrining, suatu metode
pencegahan sekunder. Skrining adalah suatu upay.a .untuk men
deteksi penyakit yang takdikenali atau praklinik di antara individu.
Tes skrining tidak dimaksudkan sebagai diagnostik. Tujuannya
adalah mengenali indiyidu yang berpotensi tinggi menderita (akan
menderita) penyalcit tertentu secara [Link] ekonomis, sehingga
mereka dapat dirujuk untuk mendapatkan diagnosis daii pengobatan
definitif. . .
Pertimhangan Skrining
Skrining merupakan metode yang lebih dari sekedar mengenali ke
lompok yang berisiko terkena penyakit; metode ini mengenali individu
yang mungkin secara nyata menderita Penyakit. Skrining mengandung
. suatu komitmen eti.~ untuk kelangsungan pe1ayanan terhadap individu
tersebut dan memberikan pe!ayanan'diagnostik serta pengobatan. Se
cara umum, skrining sebaiknya dilakukan hanya jika: .
• Diagnosis dan pengobatan dini dapat dengan mudah mengubah
perjalanan penyakit.
• Fasilitas diagnosis dan pengobatan defmitif yang tersecha, baik me
lalui badan skrining ataupun melalui rujukan.
• Kelompok yang mendapat skrini.'1g adalah kelompok berisiko
tetkena penyalcit (dengan kata lain, kelompok ini cenderung ber
potensi tinggi terpajan penyakit).
• Prosedur skrining reliabel dan valid
Reliahilitas dan Validitas Tes Skrining
Reliabilitas mengandung arti konsistensi atau pengulangan hasil tes.
Validitas ~engandung arti kemampuan tes untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur. Beberapa pertimba...llgan khusus untuk me
lakukan tes skrining didiskusikan di bawah irii.
Reliahi1it~sTes Skrining
Suatu tes skrining yang terpercaya memberikan hasil yang sarna
meskipun .dilakukan oleh skriner (petugas skrininr) yang berbeda.
Pelatihan terhadap semua skriner dalam melakukan tes ini adalah hal
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 53
yang penting. Reliabilitas yang kurang menunjukkan bahwa skriner
tidak melakukan tes secara konsisten.
Validitas Tes Skrining: Kepekaan dan Kekhususan
Agar valid, tes skrining harus mampu membedakan dengan benar
antara individu yang mengalami kondisi tertentu dan individu yang
tidak mengalaminya. Ini diukur melalui tes kepekaan (sensitivity) dan
kekhususau (specifici~, sebagaimana terlihat pada Tabel 2-4.
Kepekaan adalah kemampuan mengenali secara benar individu
yang menderita penyakit, yaitu dengan mengatakan bahwa seseorang
yang positif benar terse but "posit if." Suatu tes dengan tingkat ke
pekaan yang tinggi akan memberikan hasil sedikit negatif salah.
Kekhususan adalah kemampuan mengenali secara benar individu
yang tidak menderita penyakit, atau mengatakan bahwa seseorang
yang benar-benar negatif benar itu "neg<ltif". Suatu tes dengan
tingkat kekhususan yang tinggi akan memberikan hasil sedikit
positif salah.
Hasil Tes Skrining , " 'Tidak Sakit '
: Positif " :eositif benar Positif salah
Negatif ,Negatif salah. N egatif benar
i Total To~aisikit Total cidak sakit
.... ".
:P&itif benar '
Kepekaan (rate positif beilruf:;
Total tidak sakit
,:Negatifbenar
; Kekhususan (ratenegatif beri~L
Tot~ t;idaksakit i '"
',;. .' ;-:> .....
54 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Hubungan Antara Kepekaan dan Kekhususan
ldealnya, kepekaan dan kekhususan suatu tes skrining seharusnya
100%. Namun dalam praktiknya, tes skrining sangat bervariasi. Se
bagaimana tampak pada Tabel 2-4, kepekaan atau rate positif benar,
adalah pelengkap bagi rale negatif salah dan kekhtw/sal1, atau rale
llegCltif benaradalah pelengkap ratepositi/ salah. Dengan demikian, jika
tingkat kepekaan meningkat, tingkat [Link] akan men ur un.
Oleh karena itu, keputusan yang berkaitan dengan validitas tes skri
ning mungkin membutuhkan kesepakatan yang tidak menyenang
kan, sebagaimana yang akan Anda lihat dari contoh berikut ini.
Pembuatan Keputusan dalam Skrining: Pertimbangan Praktis dan
Etis
Seandainya Anda sedang melakukan skrining terhadap suatu penya
kit mematikan, yang hanya dapat diobati jika dideteksi secara dini
dan Anda mempunyai satu pilihan antara tes dengan tingkat ke
pekaan yang tinggi dan rendah tingkat kekhususannya atau yang
mempunyai tingkat kekhususan yang tinggi tetapi rendah tingkat
kepekaannya. Untuk menyelamatkan hidup orang banyak, Anda
membutuhkan tingkat kepekaan y<l..l1g tinggi, yaitu rendahnya rate
negatif salah (individu yang menderita penyakit, tetapi tidak ter
deteksi oleh tes skrining). Bagaimanapun, jika Anda memilih tes
dengan tingkat kepekaan yang tinggi, maka tingkat kekhususannya
rendah. lni berarti bahwa Anda akan mempunyai rate positif salah
yang tinggi (individu yang tidak menderita penyakit, tetapi hasil tes
ini menunjukkan bahwa mereka teridentifikasi menderita penya
kit). Dengan demikian, Anda akan memberikan peringatan kepada
orang banyak yang sebenarnya tidak membutuhkallllya dan akan
menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu dengan melakukan
rujukan berlebihan untuk penyakit yang tidak nyata. Tes mana
yang akan Anda pilih?
Sekarang, seandainya Anda sedang melaksanakan skrining un
tuk pen yak it yang sarna, tetapi fasilitas diagnostik dan pengobatan di
masyarakat sudah melebihi kapasitas, sehingga diajukan pemotong
an anggaran. Untuk meminimalkan rujukan yang tidak perlu aki
bat rale positif salah, Anda akan menginginkan tes dengan tingkat
kekhususan yang tinggi. Bagaimanapun, karena rendahnya tingkat
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 55
kepekaan tes ini, Anela harus mempertimbangkan manfaat ren
"dalmya ra(e po~itif salah ini terhaelap aspek etik dari tingginya rate
. negatif salah.. Apakahdiben~~menenangkan .individu yang men
derita penyakit namun tidak terdeteksi, yang memilik:i potensi men
. jadi fatal? Tes mana yang akan Anela pilih' sekarang?
Keputusan terkait dengan skrining meliputi pencarian keseini
bangan yang paling tepat antara kepekaan dan kekhususan. Kadang
kala, kepekaan dan kekhususan dapat ditingkatkan dengan mcmper
baiki proses skritllng (contohnya, menambahkan tes lain atau mengubah
tingkatan sehingga tes dipertimbangkan positif). Pada kesempatan
lain, pen,ilaian terhadapkepekaan dan kekhususan- mungkin meng
hasilkan suatu keputusan untuk tidak melakukan program skeining
karena blayaekonomi yang selalu menjadi acum atau pertimbangan
pertimbangan etik dibarldingkan kegunaan skrining yang lebih besar.
Suatu pemahaman terhadap prinsip-prinsip yang didiskusikan dalam
bab ini akan menolong Anela membuat keputusan yang benar
sehubungan dengan skrining komunitas. Anela juga didorong untuk
[Link] lebih Ianjut perielitian yang berkaitan dengan skrining.
PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI BAGI
PENELITIANKESEHATANMASYARAKAT
Ketika meneliti determinan kesehatan populasi, peneliti clapat di
arahkan oleh model epidemiologi. Bab ini menjelaskan tiga model
dan setiap model mengarahkan pendekatan ini ke dUam permasa
lahan yang sarna.
Garnbar 2-1 Segitiga epidemiologik adalah
gambaran tradisional yang menunjukkan kesehatan
~
dan penyakit sebagai suatu status kombinasi dan
~
tiga variabeL
~0iJ
Pejarnu
56 BACaAN t • LANDASAN TEORETIS
Persoalan yang periu dipikirkan adalah peningkatan angka ko
munitas bayi·dalam sebuah ri-.la5Yarakat yang diteliti. Angka kema
tian bayi adalah indeks ke~ehatan pentip.g dan' khusus yang harus
dimengerti 61~h paraptofesional kesehatan:, bahkan oleh mereka
yang tidak bergelut di bidang k~atan ibu atau anak sekali pun.
Mortalitas bayi dipengaruhi. oleh berbagai faktor biologis dan faktor
lingkungan yang memengaruhi ibu dan bayi. Oleh karena itu, angka
kematian bayi adalah ukuran langsung bagi kesehatan bayi dan ukur
an tidak langsung bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
SegitigaEpidemiologik
Segitiga epidemiologik at~u model agensp~jamll-lingkHnga.'; adalah suatu
.gambaran tradislonal tentang sehatdan sakit, yang dikembangkan
ketika epidemiologi mendapatkan perhatian yang besar terkait de
ngan penyakit menular. Sebagaimana yang Anda akan lihat, bagai
~apun, model ini dapat diterapkan pada kondisi kesehatan lain
nya. Dalam model ini, agms adalah suatu organisme yang memiliki
kemampuan sebagai penyebab penyakit. Pejamuadatah populasi
yang berisiko terpajan penyakit. Lingkungan adalah suatu kombinasi
antara faktor fisik, biologis, dan sosial yang mengelilingi dan me
:mengaruhi agens serta pejamunya. Menurut model ini, sehat dan
sakit clapat dipahami dengan menelusuri karakteristik, perubahan,
dan interaksi--di antara agens, pejamu, dan lingkungan. .
Gambar 2-1 memperlihatkan segitiga dalam status keseimbangan
(ekuilibrium) yang normal. Keseimbangan bukan ·menandakan ke
sehatan yang optimum, tetapi pola biasa yang sederhana dari kondisi
sehat dan sakit dalam populasi. Berbagai perubahan yang terjadi
pada salah satu sisi (agens, pejamu, dan lingkungan) akan meng
hasilkan ketidakseimbangan (disekuilibrium), dengan kata lain, ter
jadi suatu penibahan pola yang biasa tersebut. ,
[Link] model ini memberikan arahan dalam menelaah pening
katan angka kematian bayi? Untuk memahami hal ini, perhatikan
tiga bentuk model ini.
Agens
Sekilas, mungkin disimpulkan bahwa penelaahan sebaiknya di
fokuskan kepada jenis-jenis weksi' sebagai agens yang menyebabkan
.kematian bayi. Bagaimanapun, penyebab utama kematian bayi di
Amerika Serikat adalah prematuritas dan berat badan lahir rendah,
BAB 2 • Epi~emiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyarakat 57
.trauma lahir, malformasi kongenital, sindrom kematian ba}i men
dadak (sudden in/ant death fJndrome, SIDS), kecelakaan, dan pem
bunuhcin. Oleh karen a itu, penelaahan terse but akan mencoba me
nentukan berbagai perubahan yang telah terl~di pada agens-agens
lain ini. . .
Pejamu
Peneliti juga ingin mengetahui karakteristik pejamu, yaitu populasi
bayi dengan meneliti pola ke1ahiran dan kematian bayi dalam kon
teks usia, suku, jenis kelamin, dan berat badan lahir. Karakteristik ini
telah terbukti menjadi faktor risiko yang penting terhadap mortalitas
bayi Dengan meneliti fakto!'-faktOr ini, memungkinkan:untuk meng
identifikasi kelompok-kelompok bayi yang terutama berisiko tinggi
mengalami kematian.
Lingkungan
Faktor terakhir yang harus dikaji adalah lingkungan. Ibu merupakan
bagian penting dari lingkungan prenatal dan postnatal. Oleh l~arena
itu, peneliti akan menganalisispola kelahiran dan mortalitas bayi ber
dasarkan faktor-faktor sepertiusia ibu, suku, ·kesuburan Gumlah
kelahiran hidup sebelumnya), <l$uhan prenatal, dan pendidikan atau
status sosial-ekonomi. Analisis £aktor-faktoryang terbukti berkaitan
dengan mortalitas bayi ini akan membantu langkah selanjutnya 00
lam mengidentifikasi kelompok-kelompok berisiko. Kon~i lain dalam
·lingkungan juga perlu dikaji. Sebagai contoh, apakap perpindahan
masyarakat dari area lain sudah meningkat? Apakah angka kesakitan
atau kematian orang dewasa, khusrtsnya wanita hamil sudah me
ningkat? Apakah telah terjadi perubahan pada pe1ayanan kesehatan,
kebijakan, petugas, pendanaan, atau faktor lainnya yang dapat me
mengaruhi kesehatan bayi?
Penerapan Praktik.
Analisis dari tiga area ini-agens, pejamu, lingkungan-harus
menghasilkan informasi berkenaan dengan kelompok yang berisi
kO'tinggi mengalami mortalitas bayi dan mengarahkan kita untuk
membuat suatu program yang ditujukan untuk menurunkan risiko
tersebut. Jadi, segitiga epidemiologik, meskipun dirancang untuk
orientasi penyakit .menyJar, dapat menjadi petunjuk yang berman
faat dalam mempelajari bermacam-macam masalah terkait dengan
mortalitas bayi serta masalah kesehatan lainnya.
58 BAG IAN 1 • lANDASAN TEORETIS
Model Orang-Tempat-Waktu
Suatu pendekatan yang serupa dengan segitigaepideIl1iologik ada
lah suatu pedoman yang me~g~rahkan. peneliti· untukmelihat
masalah kesehatari yang berkenaan dengan orang-tempat-waktu
(Mausner & Kramer, 1985). Peneliti menelusuri karakteristik orang
yang terkena (pejamu dalam model segitiga epiderruologik), tempat
Oingkungan) atau Iokasi, dan peri ode waktu yang terkait (yang
dapat berkaitan denganagens, pejamu, atau lingkungan). Dalam
meneliti mortalitas bayi menurut [Link]-tempat-waktu ini,
.ibu dan bayi merupakan faktor yang dipertimbangkan sebagai ciri
dari "orang". Aspek "tempat" menjadi faktor yang menennikan
apakah komumtas tersebut berada di perkotaan atau di pedesaan,
kaya atau miskin. Aspek "waktu". meliputi musim atau pola umur
khusus, ataU kecenderungan dari kematian.
Iaringan Kausalitas
Jaringan kausalitas (MacMahon & Pugh, 1970) memandang suatu
kondisi kesehatan tidak sebagai hasil dari faktor~faktor individu,
tetapi merupakan hasil dari interaksi yang kompleks di antara ber
bagai faktot. Satu fahor akail memengaruhi faktor lainnya, yang
selanjutnya juga memengaruhl faktor laitmya, dan seterusnya, kemu
dian semuanya saling berinteraksi sehingga menghasilkan suatu kon
disi kesehatan.
Inti model ini adalah kesiner;gisan, sehingga keseluruhan meru
pakan lebih berpen~aruh daripada jumlah dari masing-masing bagi
an yang terpisah. Sebagai contoh, pengaruh infeksi S hige!!a pada
bayi, dikombinasikan dengan pengaruh kemiskinan, usia IDuda, dan
rendahnya tingkat pendidikan ibu, lebih membahayakan status
kesehatan bayi dibandingkan sejumlah pengaruh dan individu yang
berisiko.
Jika jaringan kausalitas. digunakan penelitian yang dilakukan
tentang mortalitas bayi akan lebih mendalam lagi daripada hanya
sekedar menggunakan modellainnya sebagai panduan. Idealnya,
peneliti yang menggunakan model ini pertama-tama mengenali
seluruh· faktor yang. berkaitan. dengan mortalitas bayi Langkah
selanjutnya adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan
dengan setiap faktor ini. Kedua langkah menyeluruh ini merupakan
garis. besar penerapan jaringan kausalitas untuk kasus mortalitas
BAB 2 • Epidemiologi, Demografi, dan Kesehatan Masyar;lkat 59
bayi Terakhir, penelici meneliti hubungan eli antara seIuruh kom
ponen yang telah teridencifIkasi dalam jaringan dan berupaya me-:
nentukan intervensi yang [Link] memungkiDkan untuk memper
baiki angka kemacian bayi eli masyarakat. [Link] 2-2 menyajikan
suatu jaringan kausalitas mortalitas bayi.
Penerapan Praktik
Pendekatan mulriaspek i~i membawa konsep kciusalitas ke arah
yang konsisten dengan pengetahuan saat ini tentang kesehatan
rnanusia. [Link], penerapan konsep ini dapat bedebihan <fa
lam prakcik· sehari-hari. Kenyataannya, mene1iti· bagian. dari jaringan
untuk menyatakan adanya hubungan Jain sangat laziln dilakukan.
Penelician yang swama pada satu bagian dan jaringan ini dapat
menyajikan"informasi [Link] cindakan yang ber
manfaat dalam upaya meningkatkan kesehata..., masyarakat.
Modek Penuntun Penelitian dan Praktik
Bagian in!, akan menWljukkan ciga model danbagaimana masing
masing model tersebut menyajikan pendekatan yang sedikit berbeda
terhadap masalah kesehatan masyarakat. Jika penelitian tentang
kesehatan masyarakat terus dilakukan, .Anda akan menemukan
model lainnya yang dapat mengarahkan praktik dan penelitian
Anda. Tidak ada satu pun model yang "benar"; dengan pengalaman
yang dirniliki, Anda akan mampu memilih atau mengadopsi model
yang paling tepat bagi pekerjaall Anda.
Gambar 2-2. Jaringan kausalitas mortalitas bayi. berdasarkan informasi yang diambil dari akta
kelahiran dan kernatian.
60 BAGIAN 1 • .LANDASAN TEORETIS
RINGKASAN
Bah ini telah memperkenalkan kepada Anda demografi, penge
tahuan yang luas tentang populasi, dan epidemiologi, ilmu khusus .
yang mempelajari kesehatan [Link]. Beberapa contoh yang telah
disajikan tentang bagaimana dua ilmu pengetahuan ini digunakan
untuk mengarahkan praktik keperavvatan komunitas. Sekarang, Anda
harus mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip epidemiologi dan
demografi ke dalam praktik keperawatan komunitas Anela. Jika Anda
ingin mengetahui informasi lebih jauh tt:!ntang epidemiologi dan
demografi ini, Anda dapat merujuk ke daftar referensi di baWah ini.
R EFE R ENS I
Centers for DiSease Control and Prevention. (1993, September 10). Public health focus:
Physical activity and the prevention of coronary heart disease. Morbidity alld MortaiD'
Week£y Report, 42, 398400. .
__. (1983, August 5). Update: Toxic shock syndrome-United States. Morbidity.(llld Mor
tality weeklY Report, 32, 398400.
__. (1981, June 30). Toxi. shock syndrome-United States, 1970-1980. Morbidity and
Mortality Week.& Report, 30, 25-33.
__. (1980, September 19). Follow up on toxic shock syndrome. Morbidity alld Mortality
Week£y Report, 29(37), 441-445.
Ganns, G. &;:Mair, J.L (1977). The black tkoth. New York, NY: Dutton.
Crichton, M (1969). The Alldromeda stmill. New York, NY; Alfred A Knopf.
Davis, JP~ Chesney, P.J., Ward, PJ~ laVenture, M, &; the Investigation and Laboratory
Team. (1980). Toxic shock syndrome: Epidemiologic features, recurrence, risk factors,
and prevention. New England JOllrnal of Medicille, 303, 1429-1435..
Dunne, T. L. (1978). The [Link]. New York, NY:.Coward, McCann, &; Geohegan.
Lilienfekl, D.E. &; Stolley, PD. (1994). Foulldatiolls of epidemiology (3rd eel.).
New York, NY: Oxford University Press.
MacMahon, B. &; Pugh, T.F. (1970). Epidemiology: Prillciples alld methorls. Boston; MA; Little,
Brown & Co.
Mausner,J.S. &;Kramer, S. (1985). Epidemiology: All illtrodllctory text. Philadelphia, PA: WB.
Saunders.
Sinauer, N., Bowling, JM., Moracco, K.E.; Runyan, c.w., &; Butts, In. (1999).
Comparisons among female homicides occurring in rural, intermediate, and urban
counties irI Nonh Carolina. Homicitk Stlldies, 3(2),107-128.
Snow, J. (1936); SIIOIII 011 ,holera, beillg areprillt of 111'0 papers f?y Johll SIIOIII, M.D., together with a
biographical memoir f?y B. W. Rkhardsoll, M.D., alld all illtroductioll f?y Wade Hl1I!IjJtoll Frost,
M.D. New York, NY: The Commonwealth Fund. .
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]/nu:i1wr
Robert W. McFarlane dan Judith McFarlane
BAB
HllBUNGAN EKOLOGI
3
. .
..·TlJJUAN
, . Perawat kesehatan komunita~ harus memahami prinsip clanpenerapan
ekologi manusia yang memengaruhi kesehatan manusia .
. . Setelah mempelajari babini, Anda diharapkanmampu: .. ..... . . .
• Mehge~i rilekanisme ekologi yang rriembantumigrasi polutan dar;
sumber~sumberriya ke populasi man usia· .. . . ... . .. . ..
• Menerapkan pengetahuan ekologi' in; untuk ll1eningkatkan ke~
sehatan dan mengidi:lntifikasimasalahkesehatan manusia di
lirigkungan asciI.. .
PENDAHULUAN
Tidak ada ind,ividu atau masyarakat yang bereliri sendiri. Masing
masing berhubungan dengan lingkungan, dengan berbagai cara yang
tidak pernah kita bayangkan. Dengan demikian, lingkungan meme
ngaruhi kesehatan, langsung dan tidak langsung. Sebaliknya, akti
vitas manusia memengaruhi kesehatan sistem lingkungan. Satu as
pek ekologi manusia adalah stueli mengenai hubungan ini. Bab ini
menggali bagaimana interkoneksi, mekanisme transpor, dan per
ubahan terus-menerus, bersama-sama memengaruhi kesehatan.
Pengambil kebijakan eli USA sampai tahun 1970-an mengcluar
kan iegislasi baru dan menguatkan beberapa hukum yang mengatur
tentang perlindungan populasi manusia dan lingkungan. Upaya me
ngontrol polusi dikonsentrasikan pada pengurangan jumlah polutan
yang dikeluarkan oleh pusat sumber utama, rnisalnya timbunan asap
rakok atau penge1uaran air pipa. Polutan ini memengaruhi banyak
orang dan meluas ke wilayah lain. Keberhasilan kontrol ini dapat
diukur oleh pengurangan polutan udara dan air yang utama di ling
kungan kita.
61
62 BAG fAN 1 • LANDASAN TEORETfS
Tantangan saat ini adalah pengontrolan polutan yang bukan ber
asal dari pusat sumber polutan yang dilepaskan dalam jumlah keeil
dari Iokasi yang sangat banyak. Polutan ini dihasilkan dari kegiatan
pertanian, pengembangan kota, kendaraan bermotor, dan pem
buangan sampah padat, di antara sumber-sumber lain. Substansi
berbahaya berada dalam rumah kita dan tempat kerja seperti di
lokasi perindustrian. Polutan ini dilepaskan dalam jumlah yang Iebm
keeil dan mungkin menimbulkan pengaruh pada sebagian keeil orang
dibandingkan kontaminan dari pusat sumber, tetapi sebagian besar
berpotensi lebih toksik. Beberapa polutan menunjukkan efek kar
sinogenik, mutagenik atau teratogenik.
Risiko karsinogenik dari polutan berbahaya pada udara, air, dan
sampah padat dipersepsikan oleh masyarakat sebagai suatu masalah
kesehatan yang besar. Kebijakan publik. yang efektif harus dibuat
untuk rnembatasi da..."1 mengurangi setiap risiko signifikan terhadap
kesehatan mayarakat, yang dapat timbul karena terpajan substansi
berbahaya. Agar dapat menentukan apa, bilamana, dan bagaimana
manusia berisiko terpajan substansi berbahay-a, diperlukan suatu
kebijakan. Kewenangan dalam membuat kebijakan yang esensial ini
berada di tangan pemerintah, meskipun diJ;'asa masih sulit. Kepu
tusan manajemen risiko selalu kompleks dan hampir selalu mengan
dung beberapa ketidakpastian yang tidak clapat dipecahkan dengan
fakta ilmiah yang ada.
Tingkatkesulitan dalam membuatke bijakan publik semakin tinggi.
Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan bahwa setiap orang tidak
berespons dengan eara yang sarna terhadap pemajanan yang sarna
pada zat kimia yang sarna pula. Efek substansi seeara bersamaan
mungkin bertambah pada sebagian orang yang terpajan seeara ber
samaan pada zat kirnia atau berkurang pada orang karena karakteristik
genetik. Biaya penyediaan perlindungan yang lengkap pada setiap
orang tidak beralasan jika manfaatnya hanya dirasakan oleh sebagian
keeil populasi yang terkena. Selain itu, adanya masalah kesehatan
yang tidak berhubungan dengan polusi dapat menyulitkan penilaian.
Sebagai eontoh, dalam suatu populasi yang memahami masalah
utama kesehatan yaitu peneemaran substansi disengaja dan kege
mukan, sulit untuk menentukan batas ketentuan pemajanan ter
hadap lingkungan berisiko.
Saat ini, kebergantungan manusia terhadap alam dan sebaliknya
sudah sering dilupakan atau diabaikan. Selain mencari cara untuk
BAB 3 • Hubungan Ekologi 63
mengurangi masalah yang terkait dengan kesehatan, kita juga harus
. mengetahui prinsip siklus alam."Hukum alam" tidak bisa di
sepelekan danpengetahuan·tentanghukum alam ini sangat vital,
untuk memahami akar masalah kesehatan~ dan menyusun strategi
yang tepat untuk mengatasinya. Hukum gravitasi adalah bagian
penting pada sistem ekologi. Semua yang berterbangan ke udara,
. ter masuk polutan harus turtin dan semua gas yang menyelimuri
permukaan bum! pada akhirnya harus turun. Air dan permukaan
tanah seperri perbukitan, bergerak pelan ke laut. Sangat penting bagi
kita untuk belajar memperbarui alam, niengeksploitasi prinsip ini .
untuk dimanfaatkandengan sebaik-baiknya daripadamenghabiskan
sumber-sumber ~ntuk hal-hal yang tidak maslahat,karena alam
selalu menang.
Penting untuk mengingat riga pengamatan masuk aka! yang sering
dilupakan karen a sifatnya yang sederhana.
Semua1!ya saling berhubungan satu sama lain, tetapi beberapa hal ber
hubungan lebih dekat dari yang lain. Pengamatan ini jelas dan akan
menjadi nijuan bab ini untuk menunjukkan validitasnya. Ketika kita
berpindah dari tempat kerja yangpenuh aturan ke sebuah rumah
yang menyenangkan, tanpa rutinitas dan aturan ya.,:'gketat, kita akan
mudah melupakan suasana kerja tersebut. Hal ini merupakan feno
mena terbaru yang dialami oleh sebagian kecil populasi dunia. Pada
saat kita memilih bahan makanan dad supermarket-supermarket
ya.!lg buka 24 jam, kadang-kadangkita bertanyadalatllhatidarimana
bahan-bahan khusus itu berasal; apakah penyalah~aan zat kimia
terjadi pada. saat makanan terse but tumbuh, dipanen, atau saat di
angkur; atau apakah sesuatu yang tidak terduga tersimpan dibalik
pembungkus-inakanan tersebut.
Semua/!yapaj-ti ada di suatu tempat. Meskipun pengamatan ini sudah
diakui, "suatu tempat" secara umum dianggap sarna artinya dengan
"jauh" din tidik dipertimbangkan sebagai masalah hingga "jauh"
terse but menjadi ternpat hidupmu. Keadaan ini menghasilkan reaksi
"NIMlSY" (not in my back yard.? yang sekarang kita kenal. Selama
populasi manusia dan perkembangan industri. bertambah, polutan
yang dihasilkan akan lebih besardan tersebar lebih jauh. Pada saat
yang sarna, lahan yang kosong semakin berkurang. Beberapa polutan
mungkin terlihat jelas dan mudah dideteksi, nam~ hal yang terburuk
yaitu polutan yang hanya bisa dideteksi jika' ditelusuri dengan
menggunakan sejunilah instrumen laboratorium dan metodologi.
64 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Semuanya bernbah Jecara teruJ-meneruJ. Meskilmn perubahan yang
terus-menerus dirasakan di seluruh duma, sifat dan laju petubahan
umumnya tidakiiihggai. ~gkW1gan [Link] perubahan
[Link] 'perubahan terlihat ireve1sibel, permanen atau
waktunya hampir tidak dapat terdeteksi oleh perspektif waktu kita
(mis. transformasi geologis dan penyimpangan benua). Perubahan
lain adalah. siklus (seperti musim) atau mendadak (banjir atau ke
marau). Namun,perubahan akibat perbuatan manusia menjadi lebih
menonjol. Perubahan-perubahan signifikan yang disebabkan manusia
berrrrula dan menjinakka..~ binatang dan mengembangkan pertanian.
Keadaan inimenyebabkan :pertambahanpenduduk dalam jumlah
besar, yang diikuti oleh peneb:angan hutan~ dan menipisnya sumber
loka!. Laju perubahan meningkat lebili cepat ditandai dengan peng
gantian kekuatan flSik oleh kekuatan mekanik dan sumber-sumber
energi yang dapat diperbarui (kayu, angin,'dan air) oleh energi bahan
bakar yang berasal dan fosil.
Selama beberapa dekade be1akangan ini, dampak manusia men
capai intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini,
dampak terse but memengaruhikehidupanmanusia seluruh dunia,
karena adariya peningkatan populasi dan pendapatan per kapita yang
'lebili tinggi. Perubahan alarn jugadikembangkan dalam bentuk proyek
pengalihan aliran sungai, clanau-danau buatan, mengubah pola sedi
mentasi dan pengenalan hasil-hasil budidaya baru, penambahan
produksi pertanian-industri udara, air dan polusi tanah. Keinginan
untuk mengendalikan lingkungan sering kali menciptakan konflik
antara tujuan kita dan pola lingkungan alruniah. Karena tuntutan
peningkatan produksi, orang sering menyimpang aliran energi alamiah,
mengabaikan proses alamiah, memutuskan rantai makanan, me
. nyepelekan sistem alamiah, dan mengguriakan banyak subsidi energi
untuk mempertahankan keseimbangan dalam sistem buatan. Pen
capaian hasil jangka pendek kadang-kadang menghasilkan degradasi
lingkungan yang ireversibel. Dmat manusia bisa menjadi agens geologi
dan secara cepat mengubah wajah' bumi dan kapasitas planet untuk
mendukung populasi manusia.
Ketika menggali interkoneksi ini, harus diingat bahwa hanya satu
aturan tanpa terkecuali: AdapengecuaJian pada Jetiap aturan.
BAB 3 • Hubungan Ekologi 65
ENERGI DAN NUTRISI
Seluruh. makhluk hidup .[Link] nutrisi untuk membangun
dan memelihara tubuh dan enei'gi rintuk mengenclalikan reaks.i kirnia
yang membuat tubuh berfun~i. Nutrisi diolah tubuh terus-menerus
dengan proses 'alamiah dan terus digunakan lagi: Energi diambil dari
luar tubuh dan tidak dapat digunakan kembali. Hanya matahari me
rupakan sumber energi yang signifikan dalam sistem tata surya kita.
Makhluk hidup ada karena menyerap energi fisi.~ sinar matahari
yang ditransformasikan ke dalarn bentuk energi kimia dalam mole
kul organik. Proses y<ll1g disebut fotosintesis ini berlan~g unik
pada tunibuhan hijau. Oleh karena itu, manusia daD: seluruh bina
tang lain·sepenuhnya bergantung pada produktivitas tumbuh-tum
.buhan untuk bertahan hidup. Ketika .memakan tumbuh-tumbuhan
hijau, hewan' mengeluarkan energi yang disimpan dalam bentuk
ikatan kimia dan menggunakannya untuk berak:civitas. Baik tum
buhan maupun hewan mampu bernapas dengan mengeluarkan sim
panan energi dalam molekul organik.
Hukumtermodinamik berlaku untukproses energi biologis ini. Hu
kum pertama menyatakan bahwa energi bisa ditransformasi dari satu
bentuk energike bentukenergi lain, seperti daTi energi cahaya men
jadi energi kimia. untuk membentuk panas. Narnun,. energi tidak
pernah bisa diciptakan atau dimusnahkan. Hukum kedua menya
takan bahwa proses transformasi energi tidak akaq terjadi secara
spontan kecuali jika terjadi degradasi dari bentul)' padat menjadi
bentuk lebur; dapat dikatakan, tidak ada transformasi energi yang
100% efisien. Jadi, meskipun makhluk hidup berhasil menyaIurkan
energi sinar matahari menjadi suatu rangkaian reaksi kimia yang
menyimpan ~ melepaskan energi dalamjumlah yang kecil atau
yang ditentukan, hasil akhir selalu sarna: pelepasan panas ke lingku
ngan danakhirnya ke angkasa luar. Proses ini berlangsung konstan,
seperti ketika panas metabolik tubuh kita dilepas dalam bentuk
udara, urine, dan feses atau diradiasikan dari permukaan tubuh kita.
P~lambatan waktu dalarn proses biologis ini merupakan bukti yang
perlu dipertimbangkan, misalnya jumlah energi yang terkandung
dalam bahan bakar organik (seperti kayu) dan bahan bakar fosil
(batubara, petroleum, dan gas alam). Saat ini, sumber bahan bakar
pokok dihasilkan oleh aktivitas biologis dalam kondisi lingkungan
yang tidak bertahan lama di atas bumi ini. Penting untuk dicatat
66 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
bahwa transformasi energi biologis adalah sebuah proses yang
mengalir. Energi masukke lingkungan, disimpan dan digunakan,
.dan l1abis dalam bentuk transformasi. Energi tidak· pernah bisa
dlperbarm. -. . .. : .
Nutrisi memiliki fungsi yang sangat berheda. Elemen kimia dari
rnakhluk hidup berputar dan lingkungan ke organisme diikuti dengan
kematian organisme, lalu kembali lagi ke lingkungan. Perputaran
yang dikenal sebagai siklus biogeokimia, ini memunculkan berbagai
tingkat kompleksitas dan skala waktu. Sebagian besar elemen pada
siklus tersebut berasal dari reservoir sedimen di dalam kerak bumi,
dan molekul yang ctikduarkan mungkin rnemiliki rentang geografis
yang terbatas. Molekul yang diserap dari ·bumi maSuk ke·jaringan
tumbuhan dan menetap sampai tUmbuhan tersebut mati dan mem
busuk. Jika tumbuhan itu dimakan, molekul dapat berpindah seben
tar ke bagiantubuh hewan yang memakannya sebelum kembali ke
bumi ketika binatang terse but terurai. Substansi lain pada siklus
seperti, gas berasal dari reservoir atmosfer atau hidrosfer dan gas ini
mungkin didistriQusikan seeara luas, misalnya nitrogen, oksigen,
CDbdan air.
Pada bagian ini, mungkin timbul pertanyaan tentang keterkaitan
semua ini dengan kesehat-all. Yang terpenting adalah bahwa meka
nisme homeostatis dan kimia manusia sangat kompleks dan rumit.
Mekanisme terse but berfungsi memperoleh dan menyimpan nutrisi
- dan eriergi - yang mengandung molekul dari lingkungan. [Link]:
raeun atau bahan kimia yangtidak [Link] terkadang menyerupai
zat gizi yang dibutuhkan atau tergabung ke dalam siklus alamiah
yang akan beredar di tubuh kita. Sering kali, yang menjadi masalah
bukanlah mengenai bagairnana zat kimia terse but masuk ke dalam
tubuh, tetapi sejak kapan substansi terse but masuk, berapa banyak
yang masuk, dan berapa lama zat kimia tersebut menetap baik dalam
tubuh kita maupun di lingkungan. Dua dekade setelah penggu
naannya dilarang di USA, pestisida dichlorodiphc'!Yltrichlorocthane
(DD1) masih tetap ada dalaffi jumlah yang bisa diukur di dalam
tubuh orang yang diperiksa.
ORGANISASI HIDUP
Penyerapan dan penggunaan energi oleh makhluk hidup dieapai
dengan pengaturan karakteristik tingkat tinggi dari seluruh tingkatan
BAB 3 • Hubungan Ekologi 67
dunia biologi. Dalarn sistem makhluk hidup bebas, terdapat ting
katan yang mencakup partikel subatomik, atom,· molekul, makro
molekul, organel, sel, jaringan, organ, dan [Link]. ·Di ·luar
individu, kita menemukan populasi organisme serupa seperti ko
munitas tumbuhan dan hewan dari spesies yang berbeda (peflu
diketahui suatu perbedaan esensial hahwa cakupan profesi ke
sehatan dalarn komunitas hanya manusia, sedangkan cakupan ahli
ekologi adalah seluruh rna:kh!nk bidup). Selain itu, ada juga eko
sistem yang meliputi komurutas biotik (makhluk hidup) dan ling
kungan abiotik yang keduanya saling memengaruhi dan penting
untuk memelihaia kehidupan. DaJam sebuah ekosistem, aliran dan
. material·energi mengikuti alur yangberbeda. TumbUhan·hijau me
nyerap energi sinar matahari dan inenghasilkan energi yang kaya
senyawa 6rganik. Hewan memakan tumbuhan tersebut atau memang
sa he-wan [Link].u. tumbuhan yang lain. Transfer energi dati tumbuhan
ke hewan, dari hewan ke hewan lainnya, dikenal sebagai rantai makan
an. Manusia dan hewan lain yang sejenis mengonsumsi beberapa jenis
makanan. Rantai makanan jarang yang sederhana; biasanya berhu
bungan seCara luas dengan yang lainnya dalarn "jaring makanan".
Dalarn komunitas alami yang kompleks, inakhluk hidup yang
memperoleh makanan dan tumbuhan melalui beberapa langkah
yang sarna, dianggap memiliki tingkatan tropik yang sarna. Pada
setiap tingkatan, energi menghilang karena metabolisme dan nutrien
habis menjadi sisa buangan. Beberapa spesies dapat gerfurigsi lebih
dari satu tingkatan tropik sesuai dengan sumber energi yang di
makan. Sebagai contoh, manusia berfungsi pada tingkat ke-2 ketika
memakan tumbuh-tumbuhan, tingkat ke-3 ketika mengonsumsi da
ging, dan tingkat ke-s kecika memakan daging ikan seperti tuna atau
salmon. Konsep tingkatan (tropik) dan kehilangan energi antar
tingkatan tropik penting untuk dipahami jika nutrisi manusia diper
masa1ahkan; Begitu makanan menjadi langka, rantai makanan diper
pendek untuk menghindari kehilangan energi. Bahan makanan pokak
yang hasilnyabesar biasanya diperoleh dati kelas rumput-rumputan
misalnya sereal,. beras, jagung, dan sebagainya. Makanan tidaklah
efisien jika bahan makanan pokok ini digunakan untuk memroduksi
daging untuk dikonsumsi manusia. Ternak mengubah secara efisien
tumbuhan yang tidak dapat dimakan (makanan terse but tidak dapat
dimakan manusia yang k~angan enzim pencernaan yang penting)
menjadi daging dan dicema oleh lambung secara kompleks (yang
68 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
tercampur dengan bakteri untuk membantu pencemaan makanan).
Masyarakat golongan atas memperpanjang rantai makanan efisien
di al!Ullderig'¥1 mem9~ri~jagung kepada terp~ mereka un
tuk meningkatkanltaridiingan lemak dagiiig untuk dikonsumsi
manusia. Meskipun lebih lezat, tetapi giunpalan daging ini'dapat
meninlbulkan masalah kesehatanbaru. '
Jaring makanan dan til1gkatan tropik adalah fenomena yang ter
kait dengan ekosistem. Batas f~ik ekosistem sering kali kabur. Se
benarnya setiap habitat yang berlainan dalam sebuah kolam alam atau
buatan, digunakan oleh spesies yang hidup di air dan di clarat. Mine
raIdapat mencapai kolam dari berbagai teJ;11pat dalam sistem peng~
aitanyaitu dari suatu area khusus yang lebih,besar darikoIam itu
sendiri. Zat kimia lain dapat mencapai kolam tersebut dari jarak
ratusan mil, sepertipenyebaran polutan yang menYebabkan hujan
asam yang telah memberi kita pelajaran. Banyak jaring makanan me
lingkupi beberapa ekosistem. Jika secara sepintas kita meninjau tem
pat pengawetan makanan atau sUpermarket, bahan-bahan pokok,
buah-buahan, dan berbagai makana.'1 lezat diangkutdengan sistem
transpbrtasi yang maju melintasibenuadan lautan. Dengan demikian,
polutan dan raCUll dengan mudah menyebar melalui bahan mak~an
. ~ ,
~1anusia primitif menyadari perannya dalam komunitas biologik
dan mengeksploitasi sejumlah tumbuhan dan he"Wrul dengan hidup
sebagai,pemburu. Manusia yang bergerak dalam biding pertanian
berfokus pada beberapa spesies jinak darl mulai memperhatikan
tumbuhan dan binatang lain seperti rerumputan 1iar dan hama.
Peningkatan produktivitas dalarn pengolahan bukan hanya dapat
memperbanyak populasi manusia, tetapi juga menyebabkan keber
, gantungan kepada bermacam-macam nutrien dasar yangjumlahnya
sedikit. Manusia yang menerapkan teknologi dalam kehiclupannya,
, terutama di perkotac.n, telah melupakan kebergantungan mereka
pada ekosistem alamiah dan ekosistem pertanian. Dengan adanya
upaya lebih lanjut dalam meningkatkan prpduksi pertanian dan me
ngendalikan hama dengan zat kimia, berarti menambah sejumlah
ancamanbaru terhadap kesehatan manusia melalui makanan.
BAB 3 • Hubungan Ekologi 69
INTERAKSI EKOLOGI DAN KESEHATAN
Interaksi di antara makhluk hidup adalah hal yang sangat, penting,
terutama berkenaan dengan penyebab, ,penyebaran, dan kecende
rungan penyakit persisten. Penyakit infeksi"berada dalam beberapa
kategori, bergantungpada jumlah cakupan organisme. Sederhananya
hanya terdiri atas dua komponen, patogen dan inangnya. Cacar
adalab suatu sistem; virusnya bertindak sebagai patogen dan manusia
sebagai temp at hidupnya (pejamu). Individu terinfeksi yang sudah'
sembuh akan rentan terinfeksi kembali., Mekanisme imun dapat
dirangsang dengan pemberian vak~in sehingga ketika vaksin ini
, beraksi, inang menjadi kebal terhadap patogen. ,Selama populasi
yang potensial menjadi inang dapat dikura,ngi (dengan cara vaksinas~,
organisme patogen tidak akan mampu bertahan dan akhirnya akan
mati.
Banyak penyakit mencakup pihak ketiga, suatu vektor yang me
nularkan organisme patogen dari inang ke inang lain tanpa ikut ter
infeksi. Misclnya, organisme patogen' yang menyebabkan penyakit
pes adalah bakteri yang ditularkan kepada manusia (dan binatang
lainnya) me1alui gigitan kutu. Bakteri ini hidup pada berbagai jenis
populasi binatang pengerat. Binatang pengerat ini merupakan tem
pat hidup hagi basilus untuk bertahan; kutu hanya menjadi vektor
yang menyebar dari binatang pengerat yang terinfeksike binatang
pengerat lain yang belum terinfeksi atau pada seorangmanusia sehat.
Manusia adalah inang sekunder, tetapi ketika basilus menyerang
popuiasi yang sangat padat, ia bisa merusak. Hal ini dibuktikan
dengan munculn ya epidemi selama beberapa abad. Epidemi ini te1ab
menghilang dengan senrurinya, bukan ~ karena upaya penanganan
dari manusia.
Polusi
Polutan merupakan suatu sisa dari bahan-bahan yang dibuat; di
gunakan, dan dibuang manusia. Polutan nondegradasi (yang tidak
dapat diuraikan) tidak terurai atau dapat terurai secara perlahan di
lIDgkungan alamiah. Polutan yang dapat, mengalami biodegradasi
dapat dengan cepat membusuk oleh proses alamiah, kecuali jika
masukan ,(input) pemakaian nielebihi kapasitas pembusukan atau
penguraian. Polutan yang dapat berdegradasi menghasilkan energi
70 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
atau nutrien yang dapat meningkatkan produktivitas ekosistem.
Polutan ini dapat menunjang kehidupan ekosistem ketika tingkat
inplltnya moderato Bagaimanapun,. tingka~ io,put YEJJg Jinggi me
nyebabkan produktivitas ekosistem tidak istahil, sedangkan pe~
nambahan input akan meracuni sistem seeara keseluruhan.
KeUka beberapa polutan masuk ke dalal'll [Link],kita harus'
memperhatikan perjalanan polutan terse but (ke mana polutan itu
tersebar dan bagaimana bisa berada disana) serta efeknya terhadap
manusia atau beberapa ekosistem di suatu tempat kita berganttmg.
Kita harus selalu memikirkan bahwa efek polutan .terh~dap spesies
lain adalah gejala· peringatan dini yatig mengindikasikan ketidak
beresan dalam ekosistem danmutigkin manusia IDenjaru korban .
.rerilrutnya. Ada lima rnelqnisrne yang menjadi perhatianlrnusus.
Mekanisme Utama Polutan
Transpor
Polutanbiasanya masuk ke lingkungan dengan perantara antin atau
air. Polutan clapat beredar di udara sebagai partikel ataugas; polutan
clapat menyebar secara luas sebelum jatuh ke bumi se bagai debu atau
terkandung dalam air hujan. Ironisnya, cerobong asap yang tinggi
untuk mengurangipolusi lokal biasanya semakin memperluas pe
nyebaran polutan tanpa mengurangi jurnlah polutall yang tersebar.
Polutan udara yang menyebar di permukaan bumi .ini sering kali
bergerak terus-menerus menyusuri jalan air. Pada saat terjadi hujan
lebat, aliran deras clapat membavra lebih banyak partikelyang meng
enclap dibandingkan musim penghujan biasa sepanjang tahun. Polutan
terlarut mungkin diangkut dengan jarak yang jauh sebelum turun ke
tanah, laIu mengendap melalui beberapa mekanisme pengendapan.
Polutan biasanya memberikan pengaruh yang lebih besar pada
ekosistem~r dibandingkan darat. Polutan udara bisa memasuki
paru-parumanusia atau menelppel pada tumbuh-tumbuhan dan
kemudian dimakan dengan tumbuhan itu: Air, bagaimanapun, me
rupakat.l bahan pelarut alam yang terbaik dan banyak polutan men
jadi larutan pada ekosistem air, akibatnya binatang air dan tumbuh
tumbuhan hidup da:lam "sop" enter. Banyak zat kimia mernasuki
biota langsung melalui kulit atau setiap bagian permu:kaaD., karena
tidak ada yang bisa menghindar dari polutan terlarut~Pada saat
terjadi polusi, miSalnya tumpahnya polutan secara tidak terduga,
ekosistem air akan terdesak dalam waktu yang lama. Tidakhanya
BAB 3 • . Hubungan Ekologi 71
polusi dalam jumlah yang lebih besar yang tergabung dan bersiklus
dalam sumber makanan biocik, tetapi bahan yang mengendap dapat
juga terlarut dan disebarkankembali setiap terjadi badai. Pen~baran
polutan juga lebih terbatas pada ekosistem air dibandingkan darat
karena pergerakannya. selaIu ke hilir, sampai polutan terse but men
capai lautan. Bukti lautan menjadi transpor terbesar polutan adalah
. adanya pen~baran obat pembasmi serangga (msektisida) ke seluruh
duma; maJahan daerah penyebarannya sampai mencapal benua An
tartika.
Transformasi. (Perubahan Bentuk)
Polutan dalam suatuekosistem mengubah bentuknya 'dengan ber
bagai cara. Substansi berbahaya kelihatan tidak merusak atau bahkan
bermanfaat selama proses biodegI?-dasi. Tetapi kadang-kadang, subs
tansi yang relatif berbahaya ini berubah menjadi bentuk berbahaya.
Contoh klasik adalah perubahan bentuk metalik atau merkuri mOl
gcinik, yang relatif tidak bergerak, menjadi metilinerkuri oleh mikro
organisme yang hidup pada cndapan air. Metilmerkuri dengan mu
dahma:suk ke .dalani rantai makanan yangakhirnya dikonsumsi
manusia seperti ikan dan kerang yang terkontaminasi. Akibatnya,
[Link] [Link] yang dikenal dengan penyakit Mina
mata. Transformasi zat'kimia nonbiogenik lebih banyak terjadi di
lingkungan (satu contoh transformasi adalah perubahan sulfur diok
sida dan nitrous oksida pada atmosfer menjadi bentuk asam sulfat
dan asam nitrat serta men~babkan hujan asam).
Bioakumulasi
Bioakumulasi berarti masuknya substansi ke dalam ekologi jaring
makanan. Zat kimia yang menunjukkan reaks! serupa dengan elemen
esensial cenderung diambil dengan cepat dan diretensi. Karena
alasan utama kesehatan martusi2 dan aktivitasnya, ahli ekologi
sekarang harns memperhacikan siklus elemen nonesensial. Misalnya,
radionuldida strontium dan esium, zat kimia yang reaksinya analog
deI?-gan kalsium dan kalium, berturut-turut masuk ke lingkungan
dengan perantarareaktor nuklir dan dapat membahayakan keseharan.
Biomagnifikasi
Biomagnifikasi terjadi ketika akumulasi polutan melebihi tingkat
eliminasi yang dilakukan organisme. Polutan dipusatkan pada or
ganisme di tingkat· tropik rendah, yang selanjutnya akan di
72 BAGIAN 1.. LANDASAN TEORETIS
konsentratkan dan melewati tingkatan ke tiga dan seterusnya.
Misalnya, pofychlorinated biphetfJls (PCBs) merupakan sen~wa besar
yang. mengandung 209 komponen. zat lcimia yang berbeda dan di
.. glulakan oleh bariyak indiistri sehelum tahlin 1976. Namun, akhir
nya penggunaannya dilarang di USA. Setiap senyawa dalam PCBs
·ini memiliki perbedaan tipe dan tingkat tokSisitas, perbedaan ke
cepatan bioakumulasi, dan perbedaan reaksi .saat berada di ling
kungan. Pada tahun 1970-an, kumpulan senyawa PCBs ini ternyata
. merugikan kesehatan orang-orang yang mengonsumsi ikan dari
The Great Lake. PCBs makan oleh phytoplankton sebagai binatang
kecil pemakan polutan yang-tidak menimbuIkan reaksi berbahaya,
nanya menalpai 2,5 bagian PCBs!milyar bagian phytoplankton.
.Namun, begitu phytoplankton ini dimakan olehzooplankton, ke
mudian dimakan lagi oleh zooplankton yang lebih besar, konsen
trasi PCBs meningkat mendekati 50 kali lipat, mencapai 123 bagi
an per juta. Zooplankton yang dimakan oleh ikan kecil, semacam
ikan pelangi yang dipakai sebagai umpan, meningkatkan PCBs 9
kalilipat untuk 1 bagian per milyar (ppm). Kemudian, konsentrasi
PCBs pada ikan kecilyang sudah dimakan oleh ikan air tawar, akan
mencapai 5 ppm· dan akhirnya dikonsumsi oleh manusia (atau
hewan pemakan daging lainnya). P~da setiap tahap, PCBs akan
menumpuk dan disimpan pada jaringan lemak makhluk hid up
yang mengonsumsinya. Konsentrasi akhir PCBs di dalam telur
[Link], yang kaya lemak dan kadang-kadang:dimakan oleh
manusia, mencapai 124 ppm,' atau 50.000 kaIi lebih besar dari
konsentrasi awal pada phytoplankton.
Sinergisme .
Sinergisme adalah aksi simultan dari substansi atau agens berbeda
yang bersama-sama menghasilkan efek yang Iebih besar daripada'
jumlah efek setiap substansi atau agens. terse but. Suatu hal yang
umum ditemukan bahwa setiap substansi melakukan aksi tertentu
saat berada di laboratorium untuk pemeriksaan dan sang at berbeda
ja~h dengan aksinya saat masuk ke ekosistem alamiah. Ini terjadi
karen a interaksi yang dilakukan substansi terse but dengan sejumlah
sifat fisik dan zat lcimia lingkungan.
Substansi Beracun
Be1akangan ini, substansi racun banyak mendapat perhatian dari pe
merintah dan media massa. Beberapa zat kimia dapat menjadi racun,
BAB 3 • Hubungan Ekologi 73
terma...<uk garam dapur, guIa, dan klorindalam air minum. Substan·
si beracun biasanya berupa zat kimia atau campuran zat kimia, baik
sintetis maupunaIarniah,yang meraCuni manusia, ttqnbulHumbuhan,
a£au binatang yang memakan dan terpajan sqbstansi terse but. Ada 4
kategori utama substansi beracun. Pestisida yaitu zat kimia me.
matikan yang khususdibuat untuk membasmi .i1ahng, jamur, serangga,
nyamuk, binatang pengerat, dan hama lainnya. Empat jenis pestisida
yang dilarang penggunaannya di USA adalah: DDT, aldrin, dieldrin,
dan klordan. Industri zat kirria sangat banyak dan beberapa zat
terbukti mempunyai bahaya khusus (misalnya asbestos, benzene,
vinyl klorida dan PCBs). Sejumlah metal seperti ar~nik, timbal,
cadmium, dan merkuri, juga terbukti sangat beracun terhadap
lingkungan.. Kategori ke4 meliputi substansi ini dengan isotop yang
memancarkan berbagai tipe radiasi, sepertj strontium, cesium, iodin,
dan sebagainya.
Kira-kira terdapat 60.000substansi kimia berbeda di pasar USA
sekararig, dan 98% dari zat kimia ini aman. Pada tahun 1988, data
Environmental Protection Agenry·(EPA) Toxies Release Inventory USA·
menunjukk..an bahwa sebanyik 20.458 fasilitaS pabrik membuang
2,18 milyar pon zat beracun secara langsung ke udara dan 164 juta
pon disalurkankeair permukaan. Pflda tahun 1997, pembuangan ini
dikurangi sampai 982 juta pon di udara dan 61 juta pon di air per
mukaan dari 19.597 fasilitas.
Toksisitaszat kimi... terjadi ketika sebuah bahan' kimia mem
bahayakan kehidupan organisme. Dampak subStansi beracun ini bisa
muncul tiba-tiba atau jangka panjang dan dapat merusak jaringan
tertentu atau seluruh organ. Baik toksisitas substansi dan ke
cenderungan organisme terpajan harus benar-benar dipertimbang
kan untuk menetapkan risiko selanjutnya. Neurotoksin kemungkin
an besar merupakan substansi beracun yang sangat signifikan
baik prevalettsinya maupun derajat keparahannya, yang menimbul·
kan risiko terhadap kesehatan manusia. Secara epidemiologi, gang
gum neurologis utama rdatif sedikit untuk. diwarisi; kebanyakan
penyakit neurologis muncul karena faktor lingkungan. Banyak zat
kimia .di pasaran yang digunakan dalam jumlah sangat besar dan
menetap di lingkungan bersifat neurotoksik. Kenyataannya, insek
tisida yang bersifat neurotoksik, dilepaskan dengan sengaja ke
lingkungan.
74 BAG/AN 1 .. LANDASAN TEORETIS
Polutan dan Ukuran Populasi Manushi
Seluruh proses lingkungan dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Bebe,rapa. P91lJtap...!lt~usubstansi beracun yang masuk kelingkung
an merupakan sasaran proses ini dan b<Ulyak di antaranya langsung
memengaruhi manilsia. Polusi lingkungan terjadi ketika polutan ini
melimpah melebihi kapasitas serap lingkungan tanpa bisa mem
, buangnya unt11k mencapai keseimbangan. Dengan demikian, polu
si merupakan angka jumlah polutan yang masuk seca:ra beflebihan
dalam periode [Link] ini dihubungkan secara langsung
dengan ukuran populasi.
Dapat dikatakan bahwa selutuh polusi adalah dampak dari per
tumbuhan populasi. Satu keluarga tunggal yang mencari nafkah eli
hutan, membakar kayu sebagai bahan Dakar merek~ dan membuang
sampah serta kotora...'1 manusia eli tanah, sehingga jarang menim
bulkan polusi di lingkungan mereka. Populasi suatu dusun kecil
dapat menggundulkan hutan, mengotori udara dengan asap dari
sejumlah pembakaran hutan, dan mengotori tanah dengan sampah
dan kotoran manusia yang dibuang sembarangan. Kota besar, dengan
jumlah penduclukyang lebih besar, tent11 saja menghasilkan sampah
dan kotor<Ul manusia yanglebih banyak di lingkungannya. Dengan
demikian, perkembangan sistem pembuangan sampah dan kotoran
meningkat dengan pesat. Perkembangan induStri menambah jumlah
polutan dan lingkungan yang kotor. Biasanya kita menangani polutan
hanya dengan memb~gnya ke tempat sampah dan langkah se
lanjutnya baru dilakukan apabila sistem alamiah sudah kelebihan
polutm. Kita perIu mengubah kebiasaan ini dan membersihkan
sebagian besar polutan sebelum merigembalikannya ke alamo Setelah
ito, ekosistem alamiah akan membantu kita membersihkan lingkungan
diri sisa-sisa polusi yang memang selalu sulit dan membutuhkan
biaya yang sangat mahal untuk menetralisasinya.
Perubman demografik dengan cepat mengupah stres yang dibe
bankan pada lingkungan. Selama populasi bertambah, stres juga me
ningkat Jika populasi ~rgerak, baik sifat maupun intensitas masalah
lihgkungan dapat mengalami pergeseran. Misalnya, kemunduran
produktivitas industri saat ini di wilayah timurlaut USA menye
babkan pergeseran populasi akibat perpindahan para pekerja (ter
utama keluarga muda) dan perbaikan kualitas air permukaan. Per
tumbuhan populasi di wilayah selatan, terutama di daerah gersang
BAB 3 • Hubungan Ekologi 75
baratdaya, meningkatkan polusi air dan menekan keseluruhan su
plai air. '
Solusi .pada satu tnasalah lingkungan dapat membuat ~alah
lingkungan lain. Polutan tidak [Link] yang dikeluarkan oleh
cerobong asap pabrik berubah menjadi kotoran yang mengendap di
dalam tanah, sehingga dapat mengancam kualitas air. Polutan ber
pindah dari air limbah dengan mengendap di bawah kotoran, yang
juga harus dibuang. Sayangnya, jika elibakar, polutan akan terlepas ke
udara, menetap, dan bercampur dengan air atau tanah lagi. Jika
kotoran itu di kubur di baw.m tanah, air, permukaan atau air tanah
clapat [Link] pengelolaan air limbah yang melakukan proses
aetasi pack air sebagai bagiandari proses pengol~an air lirtibah,
dapat membuang sejumlah substansi beracun ke udara. Semuanya
pasti ada'di tempat tettentu. . .
, Kesimpulannya, sebenarnya beberapa polutan yang masuk ke
lingkungan akan segera diangkut [Link] tempat masuknya dan mung
kin dittansformasi menjadi bentuk bahan kimia lain, yang tiM
berbahaya atau sebalilmya. Selain itu, polutan mungkin di2kurnulasi
oleh organisme biologis dan bertambah konsentrasinya. Polutan
tersebut mungkin bereaksi dengan bahan kimia lain atau proses fisik
dan inenghasilkan dampak yang tidak t~antisipasi. Dengan adanya
siklus dan alur bahan kimia yang nyata dan efisien yang telah ada
lebi.l:t dx:i jutaan tahun, elipastikan bahwa substansi beracun akan
masuk ke sistem biologik dan akhirnya sampai pada manusia atau
organisme lain t~mpatsubstansi tersebut bergannmg. Semuanya
. saling berkaitan dan pasti akan bercicia eli beberapa tempat tertentu.
Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Solusinya hanya hentikan
polusi. .
INTERKONEKSI
Upaya manusia dalam menyikapi proses alam jarang berjalan lancar
dan· sering kali menghasilkan efek yang jauh dari tujuan intervensi
semula. Beberapa efek paling besar telah dialarill dalam upaya pe
ngendalian atau pemberantasan penyakit. Contoh berikut inenun
jukkan beberapa hubungan yang tidak diharapkan.
Malaria disebabkan oleh empat spesies Plasmodium, suatu spora
parasit bersel tunggal: Selama stadium pertama penyakit, sporozoit
76 BAGJAN 1 • LANDASAN TEORETIS .
yang panjang di dalam darah melakukan penetrasi ke dalam sel
hati. Sporozoit [Link] biaksecara aseksual untuk menghasilkan
sejumlah merozoit. Selama. staclium ked~!1, [Link],.merozoit me
ninggalkan hati dan niemasuki sel'darah rneiah. Merozoit berkembang
biak, juga secara aseksual, dalam sel darall merah dan bererupsi atau
pecah, dan ketuiunannya menyerang sel darah merah yang baru
serta melanjutkan siklusnya. Erupsi terse but akhirnya terjadi ber
samaan dalam siklus 48 jam atau 72 jam, bergantung pada spesies
Plasmodium yang terlibat. Syok akibat pelepasan simulem merozoit,
dapat menyebabkan rasa dingin pada penderita, diikuti dengan demam
. tinggi akibat:racun yang dilepaskanbersama merozoit. Beberapa
merozoit merupakan g~etosit, dapat bereproduksi secara seksual.
Fungsi sistem kekehilan tubuh manusia dapat mengenali antigen
kimiawi dari agens penginfeksi qan menghasilkan antibodi tertentu
untuk melawannya. Penyakit malaria menunjukkan riga stadia (sporo
zoit, merozoit, dan gametosit) dengan tiga jenis antigen. Anribodi
yang mengantisipasi satu antigen tidak efektif melawan dua stadia
. penyakit lainnya. Selain itu, antibodi akan efektif hanya jika berbagai
. sel parasit tidak terdapat dalam wan darah. Saat memasuki sel hati
atau sel darah merah, sel parasit tidak dapat diserang antibodi. Jadi,
vaksin yang efektif pasti akan berhasil mengatasi semua stadia penyakit.
l\o/amuk ditemukan ha.-npir di setiap tempat di dunia. Lebih dari
1500 spesies yang telah diketahui, dan beberapa spesies daerah tropis
dan l>ubtropis terlibat dalam penularan penyakit pada manusia. Larva
- nyamuk berkembang di dalam ai~, dan banyak spesies cukup bisa
beradaptasi dalam memilih tempat perkembangbiakan, seperti air
tergenang pada kaleng bekas, roda ban, dan sebagainya. Nyamuk
jantan dewasamengisap cairan tanaman untuk nutrisi makanannya
dan tidak menggigit hewdIl. Betina dewasanya membutuhkan darah
untuk persediaan nutrisi bagi telur-telurnya. Berbagai spesies meng
gigit hewan jenis reptil, burung, dan mamalia (ter masuk manusia)
untuk mendapatkan darah. Ketika nyamuk Anopheles betina
mengigit manusia yang terinfeksi malaria, gametosit malaria
mungkin terserap ke dalam sistem pencernaan nyamuk. Di dalam
perut nyamuk, gametosit diubah bentuknya menjadi. sel~sel gamet
dan menyatu ui:Jtuk membentuk zigat, kemudian bersembunyi dalam
sel di dinding lambung nyamuk. Oosit yang dihasilkan menurunkan
banyak sporoz<?it baru, yang berpindah ke dalam kelenjar ludah
BAB 3 • Hubungan Ekologi 77
nyamuk-mungkin terdorong/masuk ke dalam luka gigitan nya
muk. Air liur. nyamuk mengandung antikoagulan untuk mencegah
darah meleber sampai nyamuk selesai mengisap darah.
Prosedur rumit ini hanya merupakan mekanisme parasit malaria
yang disebarkan secara tidak langsung dari satu inang manusia ke
inang yang 1ainn~ Penyakit ini tidak bisa ditularkan secara langsung
melaluikontak manusia (walaupun dapat menular melalui transfusi
darah dan penggunaan suntikan obat bius), atau dari satu nyamuk
ke nyamuk lainnya. Penyakit ini benahan hanya dengan. perantaraan
vektor nyamuk untuk menyelesaikan seluruh siklus hidupnya. Ma
laria rilerupakan penyakit yang menyebar luas dan mudah me
·lemahkan tubulL Diperkirakan bahwa setiap nlhun, diseluruh dunia,
250 juta jiwa jatuh sakit karena penyakit ini, dan lebih dari 1 juta
jiwa meninggal. Penyakit ini menyebabkan anemia, demam, pem
besarari. limpa, dan keguguran kandungan; memperbesar tingginya
kematian bayi; dan meningkatkan kerentanan penderita terhadap
berbagai jenis infeksi. Pembasmian malaria telah menjadi tujuan
utama dari Organisasi Kesehatan Duma (WHO) selama. beberapa
tahun ini.
Sebagai inang utama dari parasit malaria, manusia digambarkan
ke dalam riga populasi berbeda menurut kerentanannya terhadap
penyakit ini.. Beberapa orang rentan terinfeksi penyakit ini, sebagian
di antaranya telah terinfeks!, dan sebagian lagi kebal terhadap infeksi.
Bayi baru lahir memperoleh antibodi dari ibunya, tetapi tidak ber
tahan lama. Anak-anak berumur 1 sampai 4 tahun sangat rentan
terhadap malaria: dan sebagian besar meninggal akibat penyakit ini.
ADak yang lebih besar dan orang dewasa memiliki kekebalan parsial
. terhadap sejumlah kecii parasit malaria, tetapi jika jumlahnya besar,
parasit ini cenderung menyerang kekebalan tubuh yang terbatas ini.
Kekebalan tubuh buatan sementara terhadap malaria dapat di
buat dengan [Link]-obata.n secara terus-menerus. Suku
Indian di Amerika Selatan telah menemukan bahwa kulit kayu pohon
. chinchona menghasilkan getah kina, yang efektif untuk mencegah
dan mengobati malaria. Gin dan tonik terkenal, yang dibuat dari air
kina, telah dikembangkan dengan baik di negara Inggris untuk mem
perbaiki pengonsumsian sehari-hari obat kina di daerah yang ter
serang malaria. Kina telah digantikan oleh quinakrin hidroklorida,
yang mempunyai efek samping yaitu membuat kuning pada mata.
Obat yang digunakan sekarang adalah klorokina, yang mencegah
78 BAG IAN 1 • lANDASAN TEORETIS
replikasi DNA dan sintesis RNA dalam se1 darah merah yang me
ngandungparasit. Untuk pencegahan dan menekan malaria, klorokina
harus [Link] setiap minggu. .
1Wamuk tidak memiliki sistein kekebalan tintuk mengatasi invasi
parasit malaria: Nyamuk hetina yang tidak terinfeksi menjadi ter
infeksi ketika menggigit manusia yang terinfeksi malaria. Nyamuk
yang t~rinfeksi malaria tidak pernab Iuput dari infeksi dan berlanjut
menyebarkan parasit kepada korban herikutny.:t Malaria dapat ber
tahan di daerah yang kepadatan penduduknya rendah, jika populasi
nyartlUknya tinggi. Bagaimanapun, nyamukmempunyai tingkat per
kembangbiakan yang tinggi. Upaya untuk membasmi malaria telah
difokuskcm" padi pembasmian nyamuk atau paling ticLak menurun
kan popuiaSi nyamuk sehingga tidak menjadi vektor penyakit yang
efektif Iagi.
Senjaci pilihan untuk kampanye di seluruh dunia adalah insek
tisida. Insektisida yang paling sering digunakan adalah DDT, jenis
hidrokarbon "berklorinasi yang menyerang sistem saraf pusat. Wa
laupun disintesis pada tahun 1874; tetapi DDT tidak digunakan
sebagai insektisida sampai tabun 1939. DDT merupakan pestisida
yang berspektrum luas, memengaruhi banyak otganisme selain
spesies target. DDT digunakan secara luas selama Perang Dunia IT
untuk melindungi tentara Amerika Serikat dari malaria, titus, dan
penyakit yang dibawa oleh serangga. DDT murah dalam pem
buatannya dan mudah digunakan. Residunya yang tahan lama me
rupakan salah satu "keuntungan utarnany.:t "
Setelah 12 tahun, efek samping yang tiM diharapkan dari DDT
mulai muncul. Penipisan kulit telur burung mulai terjadi pada awal
tahun 1947. Ikan, kepicing, udang, dan tirammengakumulasi kadar
mernatikan DDT meskipun pada tingkat pernajanan yang sang at
rendah. Penggunaan DDT oleh rnasyarakat, terutama dalam bentuk
spray; mulai;dilarang tahun 1957. Produksi domestik DDT mencapai
188 juta pon_per tahun pada tabun 1963, tetapi menurun sampai 60
" juta pon pada tahun 1970-an. Konsumsi domestik memuncak 79
juta pon pada tabun 1959 dan menurun sampai 20 juta pon pada
tahun 1971. Pada tahun 1972, EPA rnelarang semua penggunaan
DDT di Amerika Serikat Upaya ini dilakukan karena penggunaan
"berlanjut akan menimbulkan risiko yang tidak dapat ditoleransi
pada manusia dan lingkungan.
BAB 3 • Hubungan Ekologi 79
DDT lebih tahan lama pacla beberapa sistem lingkungan diban
dingkan jems pestisicla lainnya. Residunya dalam tanah berkw-ang
secara perlahan. Di ·daerah gersang, waktu yang dibutuhkan oleh
satu setengah DDT untuk clapat terurai atau terlarut melebihi 20
tahwi. Akhirnya, DDT terurai di lingkungan dalam [Link] DDD
atau DDE yang pengaruhnya jelas lebih [Link] yang disem
protkan ke tanah dapat menguap dan bergerak dengan jangkauan
y';ng sang at janh (telah terdeteksi sampai benua antartika). Curahan
hujan dan wan permukaan membawa DDT ke wan air, sungai,
muara sungai, dan laut.
US Food and DrugAdministration (FDA) AmerikaSerikat menetap~
kan konsentrasi maksimum DDT yang diperbolehkatidalam bahan
makanan sampai 5 ppm. Sampai tahun 1960-an, beberapa spesies
. ikan dari Great Lake dan Samudera Atlantik serta Pasifik mengan
dung DDT yang melebihi Kadar ini. National Human Monitoring System
mendeteksi adanya hidrokirbon berklorinasi pada jaringan tubul,
manusia dari tahun 1970 sampai 1983. DDT tel~ ditemukan pada
lebih dari 99% sampel jaringan tubuh manu."ia. Jumlah total DDT
(termasuk DDD dan DDE) dalam jaringan lemak tubuh memuncak
sampai 8 ppm pada tahun 1971. DDT dikonsentrasikan dalam ;a~
ringan lemak tubuh serta susu dan produk susu yang terkontaminasi.
Selain itu, konsentrasi DDT yang terkandung dalani air susu ibn
melebihi 5 ppm sehingga air susu ibu tidak layak untuk dikonsnmsi
oleh bayi .
Begitu penggunaan DDT dilarang di Amerika Serikat, kadar
DDT pada sumber pang an dan hewan liar berkw-ang terus-menerus
secara perlahan. Residu DDT dalam lemak manusia secaraperlahan
menurun sampai 1,7 ppm pada tahun 1983 yang merupakan tahun
terakhir dari pelaksanaan survei.
DDT memberikan gambaran nyata tentang mekanisme transpor
alamiah ill seluruh dunia. DDT tela.'-t menyebar di seluruh dunia dan
telah ditemukan baik pacIa ikan di kutub utara maupun penguin di
kutub selatan, jauh dari tempat penggunaan langsung DDT. Selain
itu, DDT telah secara langsung berefek pada penurunan populasi .
burung pelican coklat dan burung elang penjelajah. Kedua spesies
tersebut berada di ujung rantai makanan dan DDT terkonsentrasi
pada setiap tingkat piramida makanan. DDT mengganggu meta~
bolisme kalsium sehingga burung menghasilkan telur yang tipis dan
80 BAG IAN 1 • lANPASAN TEORETIS
sering kali pecah selama pengeraman serta gagal menetas. Konse
kuensinya, kedua spesies burung tersebut diklasifikasikan sebagai
spesiesyang terancam. Kedua kasus terse but hanya menunjukkan
kejadi~:fi ~da: puricak gimung es, karena kontammasi DDT menyebar
luas pada jaringan makanan.
Selama penggunaan pestisida, perang mela"W'aIl malaria terlihat
mengalami kesuksesan untuk beberapa tahun, terbukti dengan pe
nurunan drastis dari penyebaran penyakit ini. Banyak pihak baik pe
merintah maupun s'Wasta merasa bahwa keuntungan yang diperoleh
jauhlebih banyak dibandingkan dengan ketugian lingkungan yang
diperoleh. Bagaimanapun, dalam beberapa tahun terakhirini, wabah
malaria telah memuncak pada tingkat yang masih behim dapat di
kendalikan di daerah yang menikmati keberhasilan terbesar.l\lyamuk
tidak lagi terpengaruh oleh insektisida dan, di beberapa daerah,
organisme malaria dalam inang manusia tidak lagi berespons ter
hadap kemoterapi. Usaha keras manusia telah menghadapi kenyataan
adaptasi biologi.
Satu penjelasan untuk adaptasi biologi adalah variabilitas, yang
. ditampakkan oleh seluruh organisme. Manusia sudah mengenali ter
lebih dahulu mengenai hal ini, karena secaraindividual kita dapat
melihat sesuatu yang berbeda. Tidak hanya itu, reaksi kimia, reaksi
terhadap obat~obatan, dan bahkan sensor perasa Juga berespons
secara berbeda terhadap suatu rangsangan. Secara bersamaan, tidak
semua organisme target bisa dibasmi dengan pemberian pestisida.
Pada populasi besar mana pun, terdapat sedikit organismeyang mampu
bertahan dari berbagai tekanan. Jadi, ketika suatu daerah diberi per
lakuan pestisida, mayoritas populasi nyamuk, mungkin lebih dari
99% akan mati. Tetapi sumber daya yang mendukung secara alami
populasi nyamuk mungkin tidak terpengaruh. Selain itu, beberapa
musuh alami dan predator nyamuk juga bisa terbunuh oleh pestisida
berspektrum luas. Derigan demikian, sejumlah kecil nyamuk yang
inampu bertahan hidup berada pada situasi yang menguntungkan:
makanannya utah, musuh alaminya tidak ada, dan mereka dapat
bereproduksi serta berkembang biak dalam jumlah yang diinginkan.
Namun, satu perubahan signifikan telah terjadi. Diperkirakan bahwa
karakteristik yang memhtiat mereka dapat bertahan dari pestisida
dapat diwariskan sehingga seluruh keturunannya nanti akan mem
punyai karakteristiktersebilt. Dengan [Link], generasi keturunann ya
BAS 3 • Hubungan Ekologi 81
;- nanti akan lebih kebal dan induknya sekarang dan tidak akan ter
. pengaruh oleh pestisidatersebut .
Gambaran adaptasi ini merupakan suatu penyederhanaan yang
berlebihan, tetapi pada prinsipnya benar. Kondisi ini serupa dengan
perkembangan jenis mikroorganisme yang resist en terhadap obat
obatan atau antibiotika. Pada kenyataannya, organisme penyakit
malaria yang resisten terhadap klorokina telah mlll1cul di beberapa
tempat di dunia. Selain penggunaan berlebih antibiotika yang dapat
membuat p?togen penyakit resisten terhadap antibiotika, peng
gunaan berlebih insektisidajuga dapat mengakibatkan mlll1cWnya
serangga yang resisten terhadap [Link] kekuatan dan .
. frekuensi penggunaan insektisida meningkat, semua serangga yang
resisten insektisida berkembang dengan cepat
Penggunaan insektisida yang meluas dapat menimbulkan· efek"
yang lebih luas. Malaria merupakan penyakit serius yang me
wabah di P. Kalimantari.. Di beberapa daerah pulau terse but, lehih
dari 90%penduduknya menderita pembesaran limpa. Pada tahun
·1955, WHO mulai menjalallkan program pengendalian malaria. Dua
jeni~ insektisida, DDT dan dieldrin, disemprotkan ke atap jerarni dari
gubuk penduduk untuk membasrni dua jenis nyarnuk yang mem
bawa penyakit (vektor) malaria.· Insektisida juga mengurangi popu
lasi sejurnlah kecil parasit dari spesies ngengat. Parasit tersebut
keluar dari jerarni tetsebut setelah disemprot DDE lalu dibtmuh
dengan dieldrin. Begitu terlepas dan parasitnya, populasi larva ngengat
berkembang secara cepat dan memakan sejurnlah besar atap jerarni
rumahlgubuk. Insektisida juga dapat diperantarai oleh kecoak dan
cecak (reptiI kecil yang hidup di rurnah dan memakan serangga).
Baik kecoak maupun cecak ditangkap dan dimakan oleh kucing
setempat yang dipelihara oleh penduduk. Kucing terbukti rentan
terkena insektisida dan banyak di antaranya yang mati.
Akibat populasi kucing yang menurun secara drastis, dua jenis
spesies tikus yang berasal dari hutan dan ladang kernudian meng
invasi pemukiman penduduk. Tikus tersebut berpotensi mem
bawa plague (penyakit bakteri menular dengan karakteristik dernam
dan delirium), tllus, dan leptospirosis. Jadi, walaupun terlindungi dari
malaria, penduduk merniliki konsekuensi lebih berat akibat terpajan
patogen yang virulen. Untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini,
populasi kucing yang banyak di perkotaan dipindahkan ke pedesaan.
82 BAGIAN 1 • lANDASAN TEORETIS
,Bahkan beberapa di antaranya dikemas dalam kontainer khusus
dan ditel'junkan ke pedalaman terpencil.
Contoh tersebut menggambarkan kenyataan bahwa interkoneksi
ekologi telah meluas. MekaniSme'iraiisport:" secat~{ ala:m.i" telah me
nyebarkan DDT ke seluruh benua DDT teIah ditransformasikan ke
dalam produk yang terurai, DDD dan "DDE, yang bahkan lebih
berbahaya dibandingkan dengan prekursornya. Ketiga bentuk ter
sebut diakumulasikanoleh organisme biologis dan terkonsentrasi
serta menyebar luas dalam jaring makananekologi. Konselltrasi
DDT dalam organisme yang menjadi sumber makanan tertinggi
umUIllllya 30.000 kali lebih hesar dibandingkan 4engan yang terlarut
dalam air pada tempatyarig diberi pestisida. Pbpulasi biologik adalah
variabel respons dari organisme terhadap bah:in toksik dan dengan
cepat menghasilkan populasi yat1.g resisten terhadap bahan racun
untuk mencegah serangan temporer yang dilakukan manusia. Begitu
disebarkan ke lingkungan, DDT dan pestisida jenis lainnya dapat
bertahan se1ama beberapa dekade dan mengontarninasi serta mem
bunuh sejumlah organisme nontarget. Manusia tidak akan luput dari
proses ini, dan zat kimia beracun yang dilepaskan [Link] alasan yang
rasional ini, bisa menghantui kita kembali pada beberapa tahun
mendatang. AIur dan h'1terkoneksi sering kali tidak dapat diduga,
"meskipun jalan suda...h. diratakan dengan sangat baik.
LINGKUNGAN MANUSIA YANG KOMPLEKS
Bagian terdahulu telah menjelaskan hubungan manusia dengan du
nia dan spesies lainnya secara fisik dengan menelusuri kebiasaan
yang sederhana. Lingkungan manusia yang komplet sulit untuk di
pahami karena kemajemukan bagian yang salingberkaitan. Pem
berian asuhan kesehatan kadang kala menghadapikondisi yang serba
salah karena pengaruh elemen tertentu yang tidak diperkirakan atau
tidak sepenuhnya dimengerti. Suatu model konseptual mengenai
lingkungan manusia ditinjau dari sudut pandang ekologis sering kali
dapa~ memperje1as masalah da..'1 mengarahkan intervensi yang efisien.
Suatu model ekologis (Gbr. 3-1), seperti halnya mode11ain,
menyajikan suatu kerangka kerja" penelitian dan pemahaman ter
hadap suatu fenom~na. Perinciah lengkap dati seluruh komponen
penting kesehatan manusia ini akan menjadi sangat kompleks
BAS 3 • Hubungan Ekologi 83
untuk digambarkan; oleh karena itu, model ini terbatas pacla varia
bel yang berkaitan dengan lingkungan. Iingkung~ merupakan du
niayang mengelilingi manusia ke mana pun mereka pergi dari apa .
pun yang mereka dilakukan. Suatu pendekatan ekologis l'Ile-·
ngenai studi kesehatan manusia· menghubungkan komponen ling
kungan individu yang meliputi biologis, fisik, sosial-budaya, dan
politik-ekonomi dengan beberapa penyimpangan kondisi kesehat
an, bail~ pria mau pun wanita. Model itu dapat diterapkan pada studi
kesehatan beberapa subpopulasi yang ditetapkan (contoh, bayi,
anak-anak, remaja, dan lansia).
Sistem ·lingkungan tidak hanya berhubimgan dengan individu
tetapi juga berinteraksi dengan elemen lainnya dan perubahan yang
terjadi pada satu sistem akan menimbulkan dampak pacla sistem lain.
Setiap sistem terdiri [Link] yang [Link] dengan dan pada
sistem yang lain sehingga menimbulkan keseimbangan atau ketidak·
seimbangan dalam sistem.
Perubahan terjadi dalain sistem ketika satu van abel bekerja pada
variabel kedua untuk memaksa perubahan. Iklim dan topografi
adalah variabel dalam sistem fJSik yang dapat bertindak secara ter
pisah atau bersamaan agar menimbulkan perubahan pada sistem
}'ang lain. Misalnya, .distribusi makanan (ditentukan oleh variabel
Gambar 3-1. Sistem lingkungan yang memengaruhi masing-masmg individu
84 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
politik-ekononu) bergantung pacIa kemampuan produksi dari laban
(ditentukan oleh variabel fisik seperti iklim dan topograf~ yang
akbirnya memengaruhi pemilihan dankonsumsi makanan (diten
• tukan oleh variabel sosial-budaya); sem\la ini memengaruhi"per
tumbtihan manusia (variabel biolo,gis).
Sistem lingkungan menunjukkan inter- dan intradependensi pada
fungsi dan dampak. Sistem terse but (digambarkan sebagai lingkaran
pada Gbr. 3-1) berinteraksi satu dengan lainnya dan saling meleng
kapi untuk membentuk jaringan yang melingkupi individu (bagian
dalam lingkaran pada Gambar 3-1). Kapan pun,seluruh sistem
dapat menimpa seseorang secara serentak.
,Lapisan dalam sistemmerupakan hirarki dari 4 subsistem; indi
vidu, lq~luarg~komunitas (dalam konteks ekologis, populasi manu-'
sia), dan bangsa (Gbr. 3-2). Setiap subsistem dikondisikan untuk
kejadian sakit oleh sistem lingkungan. Ketika bekerja, subsistem
berinteraksi intradinarnik dan interdinarnik untuk mengurangi atau
memperkuat keadaan yang memengaruhi variabe1 sistem; pada ke
,adaa"l ini, subsistem memodifikasisistem. Setiap subsistem juga
dipengaruhi oleh tahapan perkembangan. Misalnya, individu akan
bereaksi terhadap penyinlpangan e~sternal yang berbeda seperti
seorang bayi, anak kecil, remaja, orang deVlasa atau lansia. Suatu
keluargamungkin memiliki kapasitas yang kecil atau besar uIltuk
menampung anak kecil atau ariak usia sekolah, remaja semike ber
gantungan atau orang tua lansia. Suatukomunitas bisa kecil, homogen
dan kohesif atau besar, beragam, dan terpecah belah. Suatu bangsa
mungkin agraris, industrial dan kaya atau rniskin sumber daya manusia
dan sumber daya alamo
Suatu keluarga yang tidak merniliki akses adekuat terhadap ke
butuhan dasarseperti makanan dan tempat perlindungan (disesuai
kan dengan keadaan politik-ekonomi serta pemerataan kebijakan)
dapat mengubah kesulitan ini dengan cara ber pindah ke daerah
tempat mereka dapat dengan mudah memperoleh kebutuhan dasar.
Migrasi, pada akhirnya dapat mendesakadanya perubahan pada
komposisi fisik, biologis, sosial budaya, dan politik-ekonomi keluarga
pada suatu komunitas dan baiIgsa.
Secara konseptual, baik subsistem maupun sistem lingkungan
berinteraksi secara terus-menerus (semuanya saling berhubungan
satu sama lain dan berubah secara terus-menerus). Upaya merinci
variabel dalam sistem satu demi satu dan mengukur interaksi di
BAB 3 • Hubungan Ekologi 85
antara varia bel tersebut merupakan kunci untuk mengoperasikan
model. Pada Gambar 3-2, sistem dan subsistem lingkungan diper
lihatkan dalam susunan kolom dan varia bel yang berdasarkan pada
sistem dalam kotak benar-benar sangat dipengaruhi oleh interaksi
nya. varia bel tertentu, seperti migrasi dan pemenuhan kebutuhan
dasar, sarna-sarna berinteraksi dengan seluruh sistem selain me
mengaruhi fungsi keluarga dan individu. Variabel lain, seperti data
kelalllran (tanggallalllr, jenis kelamin, urutan kelahiran, dan kondisi)
merupakan dasar dalam satu sistem yang memengaruhi tahap per
kembangan seseorang (anak) dari satu subsistem (individu). Garis
SISTEM LINGKUNGAN
SOSIAL POLITIK
FISIK B!OLOGIS BUDAYA EKONOMI
;;; , - - - - - - ,
(.;l 'I'roduksl
-r;)'6'
Z. Adminlstrasl Angka Detnografi
<t
= Dlstrlbu.1
Angk. I-
Dc..ografik
~" ' ~~ndapatan
5
~
,Geograll
, Pertumbuhan l'endldlkan
o ' ,', Nonna :,:,
"
, .,
~
~---..;..
Mlg...1
Gambar 3-2. Sistem dan subsistem lingkungan yang memengaruhi kesehatan manusia.
86 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
yang melingkupi variabel bukan merupakan batasan; melainkan
suatu petunjuk untuk mengidentifikasi sistem dan subsistem yang
paling dipengaruhi oleh manipulasi variabel.
Tujuan modelkonseptual adalah memberikan satukerangkakerja
untuk memilih variabel yang signifikan sehubungan dengan status
kesehatan individu tertentu. Variabel yang tampak pada Gambar 3-2
merupakan suatu sintesis epidemiologik, demografik, dan indikator
kesehatan sosial yang terus-menerus diajukan, diuji, dan direko
mendasikan sebagai indikator kesehatan anak yang valid dan reliabel.
Penerapan model ini dijelaskan dalam studi kasus berikut ini.
PENERAPAN: STUDI KASUS [Link]
Permasalahan
Studi kasus berikut ini menyangkut persoalan anak yang mengalarni
infeksi dan variabellingkungan yang terlibat. Dampak infeksi sudah
banyak: diketahui; angka kesakitan dan kematian merupakan bukti
yang sangat penting dari dampak infeksi terhadap pertumbuhan,
perkembangan, dan kelangsungan hidup anak. Namun, yang sedikit
mengherankan adalah lingkungan ekologi yang menyelubungi anak
terinfeksi atau alur penyebab dengan variabel-variabellingkungan
yang saling berinteraksi untuk menentukan kesehatan anak.
Studi epidemiologi tentang. infeksi sangat banyak, tetapi biasanya
berfokus pada insidens dan kegawatan masalah, dengan sedikit per
hatian pada faktor sosial atau budaya. Dengan kondisi yang sarna,
anal isis sosiologi terkait dengan infeksi berfokus pada perilaku dan
sikap, biasanya seputarfaktor biologis selain faktor politik dan ekonorni.
Tujuan penjelasan studi ini adalah menunjukkan kegunaan model
ekologi untuk mengidentifikasi dan menghitung jumlah variabel
fisik, biologis, sosial-budaya, dan politik-ekonomisehubungan dengan
adanya infeksi pada anak.
Data statistik kesehatan anak menunjukkan bahwa anak-anak
yang hidup di komunitas pedesaan, terutama keturunan pribumi,
memiliki lebih banyak: masalah dibandingkan dengan anak-anak
yang hidup di perkotaan. Misalnya, di Chili, angka kematian bayi di
pedesaan dua kali lebih banyak: dibandingkan di perkotaan. Apabila
faktor risiko dikaitkan dengan etnis, anak-anak pribumi mempunyai
risiko yang sangat tinggi dan masalah akan berkurang jika mereka
tinggal di daerah perkotaan. Meskipun demikian, pada dasarnya
BAB 3 • Hubungan Ekologi 87
masalah yang dihadapinya masih tetap .lebih tinggi dibandingkan
anak-anak nonpriburni yang tinggal di daerah pedesaan. Kecen
derungan bagi [Link]. priburniuntuk. rnencapai angka kematian.
yang sarna dengan anak-anak nonpribumi terkait langsung dengan
tingkat pengetahuan maternal. .
Di negara sedang berkembang, pendapatan menentukan pe
ngonsumsian rnakanan. Akibat pendapatan yang tidak adekuat,
asupannutrisi menjadi kurang. Malnutrisi didefinisikan sebagai
kekurangan zat gizi esensial yang penting untuk. membantu fungsi
fisiologis normal, yang berdampak pada kesehatari. Pan American
. Health Organization menemukan bahwa defisiensi ata~ imaturitas '
nutrisi dini (didefmisikan sebagai gangguan pertumbuhan yang be
rat) merupakan penyebabyang mendasari atau terkait dengan kema
tian 57% anak prasekolah eli Amerika. Infeksi adalah penyebab ter
besar kematian (58 0/0) dan 61% anak yang meninggal karena infeksi
ini, juga menderita kekurangan gizi (McFarlane, 1985)" Malnutrisi
dan infeksi menunjukkan hubungan sinergis dan saling te'rkair satu
sarna lalli. Infeksi merupakan keadaan yang ditandai dengan ada
nya aktivitas reproduksi mikroorganisme yang'menimbulkan keru
sakan pada tempat hidupnya. Selain itu, prosesnya sangat berbeda
dan lebih mematikan pada anak dibandingkan dengan orang de
wasa. Malmitrisidan infeksi sangat memengaruhi mayoritas anak
di negara berkernbang. Suatu kornunitas biasanya mencoba memaksi
malkan sumber dayanya, seperti tenaga kesehatan dan capital goods
(barang-barang yang digunakan untuk menghasilkan. barang lagi,
lebih dari sekedar yang digunakan konsumen) untuk melayani
sejumlah besar anak-anak. Agar upaya ini tercapai, dibutuhkan
peralatan yang dapat:1) meniIai variabel biopsikososial yang di
miliki anak, 2) [Link] hubungan variabel dengan indikator
status kesehatan, seperti ad-C). atau tidaknya infeksi. Karen'a infeksi
biasanya bedangsung singkat, sebaliknya malnutrisi adalah kon
disi sakit kronik. Prevalensi infeksi pada usia tertentu dianggap
merupakan indikator yang sangat penting untuk. status kesehatan
dan 'eligunakan untuk mengukur kondisi kesehatan dalam studi ini.
Populasi dan Metode
Multinational Andean Genetic and Health Survry melakUkan peniIaian
status kesehatan pada penduduk asli yang tinggal di provinsi Tarapaca,
88 BAGJAN 1. LANDASAN TEORETIS
sebelah utata Chili: Letak: geografis sebe1ah utata Chili dipisahkan oleh
3 zona ekologis; pesisir dataran rendah, pegunungan'Sierra, dan data~
rantinggi Altiplano- 'y~gmemilik.i topografi dan iklim berbeda.
Selain ltu, .hallairi yang berbeda pada da:erah iniaaatahadariya
perubahan biotik yang menentukan tipe agroekonomi dan kebiasa~
anigaya hidup yang dapat dipraktikkan. Status kesehatan dan
. komposisi penduduk dengan 988 anak dan 1108 orang dewasa
pada 12 komurutas ditentukan; "semuanya mewakili 70-90% dari
keseluruhan penduduk yang berada di pedesaan.'
.Alat yang digunakan adalah International Classification of· Disease.
Anak~ dengan satu atau1ebilidiagnosis infeksi dianggap "terinfeksi";
anak~anak dengan satu atau lebih penyakit noninfekSl dikategorikan .
"tidak terinfeksi" dan anak~anak tanpa gejala penyalcit dianggap
<, sehat" dan "be bas penyakit". Selain itu, vanabel kesehatan keluarga
diambil dari hasil sensus yang dilakukan secara bersamaan.
Kekayaan keluarga diberi nilai menurut jumlah ternak dan luas
ukuran tana...h yang dimiliki. Empat pengukuran antropometrik
. berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, dan lipatan kulit subs
kapular, digunakan untuk mempe1ajari hubungan antara perrumbuhan
dan status kesehatan saat ini. Dari nama keluarga, diketahui beberapa
etnis: Non-Aymara (Spanyol), Mestizo (campuran Spanyol dan pen~
duduk ash') atau Aymara. (suku ash)
Sampel benar-benar menguasai ilmu agrikultural karena sebagian
besar bercocok tanam. Penduduk di daerah datarantinggi memiliki
sedikittanah yang bcik untukditanarni, tetapi terdapat padang rumput
Yang luas untuk penggembalaan. Padang rumput yang luas ini
digunakan untuk peternakan (kainbing, llamaS, dan .Alpacas).
Tujuannya yaitu mengubah tanaman alam yang tidak dapat dima
kan (oleh manusia) menjadi produk hewani (daging, susu, keju, dan
serat) yang darat dikol1SU1T1Si manusia. Sebaliknya, penduduk Sierra
memiliki lebih banyak tanah yang baik untukditanarr.i, ladang yang
lebih subur, ternak yang lebih beragam (ditambah domba dan sap~,
hasil pertanian gandum, dan lebih banyak bahan makanan yang
tersedia. Penduduk daerah pesisir paling sedikit memiliki tanah
yang bisa ditanami (dataran berpasir), tetapi menguntungkan dari
segi iklim dan pengairan yang merata. Selain itu, produksi tanaman
di daerah pesisir sangat tinggi dan bermacam~macam, tetapi pro
duksi hewan sangat terbatas.
BAB 3 • Hubungan Ekologi 89
Karakteristik Penduduk
Hasil pemeriksaanfisik pacla anak-anak eli ketiga zona. ekologis
. menunjukkan bahwa 40% mengidap satu atau lebih penyakit in
feksius, 18% menunjukkan satu atau lebih,pehyakit noninfeksius,
dan 42% sehat dan bebas penyakit. Infeksitidak mengalami pengu
rangan yang bermakna oleh usia. Anak-anak non-Ayrnarayang ting
gal di pesisir kemungkinan besar sehat dan bebas penyakit; se
baliknya anak-anak yang hidup di daerah datafan tinggi memiliki
angka kejadian infeksi paling tinggi. Prevalensipenyakit noninfeksius
. yang ditunjukkan berdasarkan etnis sedikit berubah-ubah dan· per
. bedlanantara bagianpesisir dan Altiplano tidak cUkup berarti.
Kelompok variabel yang berinteraksi secara kompleks berlaku
pada tingkat keluarga. Beberapa aspek, seperti jumlah anggota ke
luarga, secara langsung memengaruhi kesehatan anak (besarnya ke
luarga, tempatyang potensial untuk inkubasi, dan transmisi infeksD.
. Variabellain yang menggunakan pengaruhhya secara tidak langsung,
bertindak melalui jaririgan .interrelasi. Masalah pokok dalam me
mahami faktor ekologis yang menentukan kesehatan anak adalah
meroutuskan cara untuk mer..ilai luas perlakuan variabel dalam ling
kungan keluarga, langsung atau tidak langsung, untuk memengaruhi
status kesehatan. Analisis variabel sosial-ekonomi (umur kehamilan,
pendidikan, dan kesehatan; pekerjaan kepala ruman tangga dan
kesehatan; kesejahteraan keluarga) menyatakan bahwa ibu dari anak
anak yang sehat cenderung rnemiliki pendidikan sekunder dan ibu
dari anak-anak yang terinfeksi cenderung tanpa pendidlkan.
Selain itu,'anak-anak yang mengidap satu atau lebih penyakit
infeksius kemungkinan besar dira'Wat oleh ibu yang juga terinfeksi,
berusia kurang dari 35 tahun dengan tingkat pendidikan rendah atau
tak berpendidikan. Sebagian besar anak-anak terinfeksi di Altipla.'lo
rnendiami pemukirnan yang berada di ba'Wahgaris kemislrit,an, te
tapi penghasiian maupunpekerjaan ayah membedakan status kese
. hatan anak-anak di daerah pesisir atau di Sierra. Hanya di antara anak
an~k Sierra, kesehatan ayah secara signifikan memengaruhi kesehatan
anak Kebanyakan faktor yang memengaruhi kesehatan ibu dan
anak berbecla dan ditentukan' oleh fungsi tempat tinggal, bukan
kesukuan (etnis). .
Jika dibandingkan dengan anak yang seha!, anak terinfeksi me
ngonsumsi lebih sedikit makanan, dan anak-anak Altiplano me
90 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
ngonsumsi paling sedikit makanan. Wilayah pemukiman yang me
[Link] akses ke sumber makanan, tempat berlindung, pendidikan,
dan [Link] kesehatan ternyata lebih terkait .-dengan kesehatan
anak dibandingkan perilaku budaya dan gaya hidup. Keseh~tan anak
ditentukan oleh· faktor lingktingan yang memengaruhi kebiasaan
individu, keluarga, dan masyarakat. .
-----
PENERAPAN MODEL
Kebanyakan anak di negara berkembang' (dan beberapa anak di
negara. maju)berada· dalam kemiskinan, sehingga ~pan nutrisi
tidak adelruat dan signifikan mengidap penyakit infeksius. Dilema
yang dihadapi petugas dan [Link] kesehatan di seJuruh negara
adalah bagaimana mengg-unakan sumber yang ada untuk kemas
lahatan seluruh anak eli dunia. Dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan anak, penyebab determinan infeksi dan malnutrisi di
samping intervensi efektif biaya, harus diidelltifikasi. Masalahnya
adalah. bagaimana mendefinisikan dan mengukur variabel¥variabe1
yang penting dari morbiditas anak.
Kebanyakan model pengkajian adalah linear, tidak beraturan, dan
tidale dirancang untuk melihat indikator kesehatan selain pada anak
atau keluarga muda. Faktor ekologi bertanggung ja-wa:b atas pre
valensi, keparahan, dan durasi infeksi-siklus malnutrisi yang praktis
tidale diketahui Di negara berkembang, hampir semua ~ta morbiditas
pediatrik diambil dari dokumentasi rumah sakit; akibatnya, terjadi
ketidakjelasan arah perencanaan kesehatan pemuklman atau lr.o
rrrunitas, terutama bagi daerah pedesaan, yang jangkauan masyarakat
nya terhadap akses pelayanari kesehatan masih terbatas atan jarang.
Studi tentang komunicis di Chili menggunakan suatu model ekologi
untuk memilah-milah variabel fisik, biologis, sosial-budaya, dan
politik-ekonomi yang terdapat pada kesehatan. anak. Analisis
deskriptif dan multivariat digunakan untuk menggambarkan v;u-iabel
yang menimbulkan' efek cukup besar terhadap kesehatan anak.
[Link] penggunaan konsep ekologi dan variabel ini merupakan hal
penting terkait dengan kesehatan anak, dibentuk suatu model
rangkaian ekologi (Gbr. 3-3). "Peta ekologi" ini dimulai dengan
wilayah geografis penduduk - masyarakat.
Wilayah atau komunitas berada di sekitar anak dengan sekum
pulan kekuatan fisik, termasuk iklim, suplai air, dan topografi
BAB 3 • Hubungan Ekologi 91
Kekuatan ini saling berinteraksi dengan struktur dernografi dan
organisasi politik serta ekonomi untuk rnenentukan produktivitas
lahan dalam rnenghasilkan bahan makanan. Produksi makanan· di
beberapa wilayah disesuaikan dengan kekuatan ekonomi (surnber
yang dialokasikan untuk produksi dan distribusi makanan), kekuatan
sosial (hak kepemilikan tanah), dan kebijakan politik (kebijakan dan
undang-undang kepemilikan dan penggunaan tanah). Kekuatan inl
rnernpersatukan dan rnenentukan jumlah dan kualitas. tanah yang
digunakan untuk produksi makanan; sull1ber claya manusia dan
teknologi yang digunakan untuk rnema:ksimalkan~ produksi; serta
keberagaman, nilainutrisi, dandistribusi produksi. Kekuatan fISik,
biologis, sosial-budaya, dan politik-ekononii pacIa setiap wilayah
menentukan kuantitas dan kualiw nutrisi yang tersedia untuk
dikonsumsi keluarga.
Ke1uarga terdiri atas kelornpok varia bel yang berinteraksi, ban yak
di antaranya berfungsi sebagai gerbang, bertindak rnenghalangi atau
memfasilitasi anggota keluarga dalam rnenjangkau rnakman bergizi
Tang tersedia. Secara serentak, faktor risiko infeksi rnWlcuI di rumah
tangga dan rnerupakan variabel yang rnengurangi atau rneningkat
kan risiko sakit pada anak. Baik asupannutrisi maupun risiko in
feksi rnenentukan status kesehatan, yang direfleksikan dalam pola
perturnbuhan.
Jaringan interkoneksi akan terus berlangsung. Kesehatan seorang
ayah rnernengaruhi pekerjaannya, yang rnenentukan kesejahteraan
keluarga dan pada gilirannya, rnenentukan claya beli dan kernam
puan rnengakses rnakanan bergizi. Jumlah dan urnur saudara kan
dung rnernengaruhi jumlah makanan .yang dikonsumsi (rnelalui
kornpetisi) dan risiko infeksi (rnelalui penularan). Se1ain itu, rendah
nya kesehatan ibu tidak hanya rnernbuat anak rentan terhadap pe
nyakit, tetapi juga men;adi penghambat pernberian asuhan yang
adekuat. Pemberian asuhan juga dipengaruhi oleh suku, umur, dan
pendidikan ibu. Setiap faktor rnenentukan pengetahuan dan pe
ngalaman ibu rnengenai upaya-dasar prornosi kesehatan, seperti
kebiasaari higiene, rnenyapih makanan, dan pernenuhan kebutuhan
nutrisi serta perawatan fisik selama sakit. Dengan demikian, jika
pernberi asuhan rnemiliki pengetahuan atau kesehatan yang buruk,
risiko infeksi pada anak akan rneningkat.
Ai1ak merupakan gabungan faktor risiko yang berinteraksi dengan
variabel keluarga dan wilayah untuk rnembentuk status kesehatannya
92 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Gambar 3-3. Faktor penentu ekologi terhadap
kesehatan anak
serta pertumbuhan selanjutnya. Kuantitas dan kualit<lS nutrisi yang
dikonsumsi oleh anakmenentukan penambahan berat badan dan
status nutrisi. Penambahan berat badan merupakan hasil asupan
nutrisi dan faktor risiko terhadap infeksi. Kekurangan sistem ke
kebalan tubuh pada anak yang menderita malnutrisi akan menjadi
sasaran infeksi. Selain itu, umur penyapihan dan penyapihan makanan
memengaruhi pertambahan berat badan anak; keduanya dapat me
n;:tengaruhi status nutrisi anak dan [Link] an~ terhadap infeksi.
Selain itu, umur anak dan riwayat kesehatan dahulu dapat me
ngurangi atau meningkatkan kerentanan terhadap infebi. Data dalam
studi ini menunjukkanbahwa populasi yang mengalami infeksi dan
menjadi kasus terbesar dari morb'iditas adalah anak-anakusia pra
sekolah yang sakit selama 2 minggu.
Pada kebanyakan anak, interaksi antara asupan nutrisi dan infeksi
menentukafl pertumbuhan. Infeksi menyebabkan pemborosan dan
BAB 3 • Hubungan Ekologi 93
menimbulkan efek negatif terhadap absorhsi, metabolisme, dan
penggunaan nutrisi. Akibatnya, anak kehilangan berat badan dan
pertWnbuhan menjadrrerhenti atau terlambat Rendahnya asupan
o
nutrisi juga memperlambat pertumbuha.t). AnClk-anak memerlukan
nutrisi yang lebih besar relatif terhadap massa tubuh; anak yang
lebih mnda, membutuhkan lebih banyak kilokalorilkgBB tlntuk
metabolisme dan pertwnbuhan yang normal. Risiko infeksi sangat
tinggi pacia seluruh anak-anak, terutama bayi dan anak-anak usia
0
prasekolah, tanpa memperhatikan status nutrisi mereka; bagaimana
pun, jika faktor risiko infeksi ini [Link] dengan asupan nutrisi yang
kedl, akan terjadi morbiditas dankelambatan pertumbuhan.
IMPLlKASI ¥...EBIJAKAN .
Hasil pengkajian status kesehatan masyarakat dunia terbaru me
nunjukkan bahwa kekurangan kebutuhan dasar merupakan rintangan
utama kesehatan. Untuk menyediakan kebutuhan dasar dan mem~
perbaiki akses serta ketersecliaan layanan kemanusiaan (seperti pen
didikan, kesehatan; sanitasi), banyak °negara memfokuskan pada
pemenuhan kebutuhan dasar tertentu terhadap kelompok tertentu,.
seperti program makanan sekolah atau asuhan prenatal Sayangnya,
linglamgan sebagai sumber penyedia kebutuhan sering kali diabaikan.
Apabila perhatian hanya difokuskan pada kebutuhantertentu tanpa
memperhltungkan lingkungan, kita mengabaikan hubungan satu sarna
lain (interelasi) yang kompleks dari sistem biopsikososial dan me
niadakan struktur yang menciptakan masalah kesehatan. Program 0
intervensi kebutuhan dasar yang tidak disesuaikan dengan dinamika
ekologi dapat menciptakan keberhasilan yang semu dan menyebab
kan ketidaksinaritbungan sosial dan politik serta bahkan menjadi
penyumbang utama dan buruknya status kesehatan.
Kesehatan anak adalah ekologik dan berhubungan dengan ling
o kungan total yang melingkupi anak, ekosistem ftsik, sarna halnya
dengan organisasi sosial, politik, dan ekonomi. Setiap sistem me
nentukan produksi, ketersediaan dan distribusi sumber, akses akhir .
anak-anak terhadap kebutuhan dasar yang selanjutnya menentukan
kesehatan dan pertumbuhan. Kesehatan anak dan masalah nutrisi
tidak akan membaik ~pai dilakukan langkah pemberantasan ke
miskinan.
94 BAGIAN 1 • LANDASAN TEORETIS
Dengan menggunakan model ekologi untuk mengenal dan me
nyortir faktor [Link] infeksi yang dialami anak-anak eli utara Chili,
penelitimeIlemukan· bahwa wilayah pemukiman penduduk secara
konsisten mwicul sebagai sua,tu korelasi ~ignlftkan dari kesehatan.
Wtlayah mencakup faktor politik-ekonomi, sarna halnya dengan
iklim dan status demografi yang menentukan produkcivitas dan
akses nutrisi. Begitu anak memerlukan makanan, baik nutrisi yang
dikonsumsi untuk memelihara dan menirtgkatkan pertumbuhan
atau yang asupannya diganggli oleh infeksi yang memperlambat
pertumbuhan' &m perkembangan, bergantung pada lingkungan
keluarga, terutama kesehatan, umur, danpendidikaniblL Faktor
risiko lain yaitu kesejahteraan keluarga,suku, din kesehatan ayah.
Tidak ada satu pun faktor risiko yang dapat secara bebas me
mengaruhi faktor risiko lain. Infeksi elipicu atau dihalangi oleh ke
rumitan vanabel yang saling berkorelasi, da:l tingkat kerumitan!ni
pada hanya satu atau dua variabel sedikit lebih tinggi dibandingkan
pada jaringan kausal.
Kesehatan anak ditentukan oleh kondisi sosial, ekonomi, dan.
politik. Kesehatan anak tidak akan meningkat tanpa adanya per
ubahan di lingkungan sekitar anak. Program pencegahan khQSus
(seperti .perbaikan llutrisi atau perumahan adekuat) yang dilakukan
tanpa diikuti dengan pembenahan lingkungan tempat munculnya
defisit (seperti kebijakan politik dan ekonomi yang ada), akan meng
hilangkan faktor nilai penentu kesehatan dan ketidaktepatan peng
gunaan waktu, uang, dan personil. .
RENUNGAN
Sejauh mana pengetahuan tentang proses ekologi ini mewansi kita?
Sebagai praktisi kesehatan komunitas, bagaimanakah informasi ini
membantu klta?
Awalnya, kita harus [Link] bahwakesehatan setiap pendudok
clapar dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. [Link], berpikir skep
tis terhadap setiap tuntutan akan rencana pembuanganpolutan yang
sempurna; semua itu tidak ada. Ingar bahwa polutan dapat berjalan
jauh tanpa terdeteksi. Sistem perawatan air biasanya menimbulkan
polutan di bawah endapan, sehingga endapan harus dibersihkan.
Apabila endapan terse but dibakar, akankah polutan kembali dibuang
ke udara lewat cerobong asap, hanya untuk menempati watershedyang
BAS 3 • Hubungan Ekologi 95
lain? Jika endapan tersebut ditimbun daIam tanah, akankah tetap di
tempatnya atau merembes ke dal"am penyimpananair tanah dan
hanya akan'rriuitcul di keran dapur Anpa,?' Semuanya...:.termasuk
polutan-berada di beberapa temp at dan sangat sulit untilk mem
pertahankannya eli suatu tempat mana pun.
Dengan demikian, sebagai konsumen dan pelindung masyarakat,
[Link] menuntut reneana perneeahan masalah yang scm
purna. TunUltan yang jujur dan realistik memperkirakan risiko yang
selaIn menyertai setiap rencana, apa [Link]. Perhati.
'kan diagram aIur yang mengiridikasikan pengendalian polutan yang
sempurna pada seluruh tahapan sikl1,lS. Ingat bahwa penanganan
polutan adaIah tanggung jawab manusia dan faktor manusia dapat
melebihi setiap bagian dari reneana. Tanggung jawab ini pun men
jadi beban ffiereka yang memuat, menranspor, dan membua:ng polutan
setta menjalankan ,dan mempertahankan sistem pengendalian polu
si. Demikian pula bagi orang yang memberikan perintah ilegal un
tuk "membuang sampah pada tengah malam dan dipinggir jaIan".
Pada beberapa kejaelian, terutama menyangkut pembuangan akhir
limbah nuklir, kita mungkin membuat pereneanaan pengelolaan
limbah yang melebihi pengaIaman masa la1u manusia. Peradaban
tertua kita biasanya tidak bertahan lebih dan 5.000 tahun dan
bangsa yang memiliki kckhasan tersendiri bettahan untuk peri ode
yang lebih pendek. Dapatkah kita seeara terus [Link] mendengar
tentang isu adanya bahan radioaktif yang akan menuntut pemeli
haraan selama 10.000 tabun atau lebih-dan melaksanakan reneana
terse but seeara sungguh-sungguh?
BAHAN BA C A A N
Council on Environmental Qua!ity. (Issued annually since 1970). The omlt/ol report of tbe
Council on EnvironmentalQualiry, Executive Office of the President. Washington, DC: US
Government Printing Office. .
_ . (1981). Environmental frends. Washington; DC: US Government Printing Office.
Hardin, G. (1999). The ostrich factor: Our population llD,opia. New York: Oxford University
Press.
Mcfarlane, J. (1985). Use of an ecologic ~odel to identify children at riskfor infection and
to quantify the expected impact of the risk factors. Public Health Nursing, 2, 12-22.
OdU!l1, E.P. (1997). Ecology: A bridge between science and society. Sunderland, MA: Smauer
Associates, Inc.
US Environi:nentalProtection Agency. (1987). The toxics release inventory: A nationalperpective.
Washington, DC: Office of Toxic Substances.
__. (1976). Qlltllity criteriafor woter. Washington, DC: US Government Printing Office.
96 BAG IAN 1 • LANDASAN TEORETIS
US General Services Administration. (continually updated). Code of Federal Regulations.
Tide 40-Protection of the environment, part SO. National primaryr and secondary
ambient air quality standards, part 129. Toxic pollutant~fluent standards, part 141.
National primary drinking warerregulatio:ns,part 143. National secondary drinking
'water regulations. Washington, DC: [Link] Printing Office. .
SUMBER·SUMBER INTERNET
Americall Mum"" of Natura/ History
[Link]/ exhibitionsl epidemic! epidemic_index.html
Committee for the No/jolla/Institute for the Emdro1llJJent
[Link] .
ProO'fIm for Moni/orin!, Enmgin!, DireOJeJ.
www~[Link]/ prograI:[Link]
us Etivirolim~ntal Protectioll A!,C1IfY
[Link]
Carol Schroeder dan Sally Gadow
BAB
PENDEKATAN ADVOKASI
PADAETIKADAN
KESEHATAN KOMUNITAS 4
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Menggambarkan tradisi universal dalam pelayanan kesehatan primer.
• Menggambarkan advokasi sebagai suatu alternatif modeL etika
untuk asuhan kesehatan.
• Mulai menerapkan pendekatan advokasi dalam praktik Anda
dengan menjadikan komunitas sebagai mitra.
PENDAHULUAN
Etika asuhan kesehatan tradisional telah cenderung menekankan
isu klien secara individual, bukan komunitas. Untuk mengubah
fokus yang sempit tersebut, isu kebijakan publik kini dimasukkan
sebagai bahasan etika asuhan kesehatan. Kesimpulan yang dapat
diambil oleh para profesional kesehatan dari dikotomi ini adalah
bahwa tidak ada kepentingan etika yang terjadi di lingkungan asuh
an kesehatan yang berada antara saw sisi yang ekstrem yaitu asuh
an individu, dan formulasi kebijakan, pada sisi yang lain.
Kebanyakan orang, walaupun demikian, menjalani kehidupan
mereka tidak pada kedua sisi yang ekstrem tersebut. Pengalaman
utama mereka terjadi di tempat lain. Dengan kata lain, individu
memiliki kehidupannya sendiri, suatu situasi primer yang terdiri atas
tempat, proyek, dan hubungan: mereka hidup di dalam komunitas.
Asuhan kesehatan komunitas sebagai domain etika yang berbeda
belum tergali secara luas, dan mungkin saja aspek ini lebih penting
secara etik dibandingkan dengan asuhan klien secara individu atau
kebijakan publik. Pelayanan kesehatan primer melibatkan individu
yang tinggal di komunitas. Jadi, praktik komunitas merupakan
praktik menjalani keintiman, dan keintiman ini dapat mengandung
97
98 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
potensi merugikan dan menguntungkan secara signifikan. Pelayan
an kesehatan pada tingkat primer memiliki kekuatan untuk me
mengaruhi kehidupan seseorang secara radikal, pervasif, dan sering kali
cidak terlihat.
Satu pendekatan terhadap erika kesehatan komunitas adalah men
defmisikan komunitas sebagai klien, tetapi ini memiliki dua keter
batasan. Pertama, pendekatan ini mengabaikan perbedaan signifikan
antara individu dan komunitas. Kedua, dengan mendefinisikan ko
munitas sebagai klien, berpotensi menciptakan untuk terjadinya
hubungan tradisional antara klien dan profesional. Hubungan ini
dikarakteristikkan dengan adanya kebergantungan klien, kepasifan,
dan kebutuhan mendesak terkait dengan ke\Venangan profesional,
keahlian, dan kekebalan. Dalam model terse but, "klien dikatakan
sebagai orang yang melakukan penyimpangan, dan ketentuan pe
layanan memiliki karakter normalisasi" (Fraser, 1989). Komunitas
sebagai klien adalah subjek yang mengalami tekanan represif yang
sarna dengan klien sebagai individu, contohnya, definisi komunitas
berdasarkan gender atau ras atau definisi kesehatan menurut para
profesional. Dengan berperan sebagai interpreter (penafsir) kesehatan
komunitas, para profesional kesehatan primer dapat menjadi Hthera
peutocracies':yang berarci menghilangkan kekuatan klien untuk me
nafsir kebut:$an mereka sendiri (Fraser, 1987). Bagaimanapun, pen
defmisian ko~unitas sebagai nlitra, bukan sebagai klien dari para
profesional adalah suatu pendekatan etik yang berbeda, yaitu ad
vokasi.
Etika advokasi menuntut pembentukan kemitraan antara para
profesional dan anggota komunitas dalam rangka meningkatkan
kemampuan komunitas untuk determinasi diri. Dalam kemitraan ini,
para profesional dan komunitas bekerja sarna membantu komunitas
untuk melihat dengan jelas nilai-nilai yang dimilikinya dan kebu
tuhannya serta mengembangka...'1 lingkaran narasi kesehatan yang
mencakup semua sudut pandang. Meskipun bersifat unik dan tidak
dapat digeneralisasi, narasi te;sebut didefinisikan dengan jelas oleh
komurutas yang mengembangkannya, karen a hal terse but meng
ekspresikan nilai-nilai kesehatan tertentu yang dianut orang-orang
yang terlibat di dalarnnya. Tid.k seperti model etika lain, tujuan
kemitraan ini adalah meningkatkan kesehatan komunitas sesuai dengan
definisi dari anggota komunitas, bukan para profesional. Dengan
menginterpretasikan komunitas sebagai mitra dan pelayanan
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan'Kesehatan Komunitas 99
kesehatan primer sebagai bagian intrinsik bagi kehidupan suatu
komunitas, advokasi mengandung arti bahwa sem~a orang eli ko
munit;l$. haru$ te:rwakili, tidak hany.t mereka yang memiliki ke
kuasaan politis atauprofesional.
WaIaupun banyak profesional meruIai keterlibatannya dari ber
bagai sudut pandang yang berbeda datam pengambilan keputusan, nilai
terse but datam praktiknya dibatasi oleh suatu tradisi erika dari kaum
universalisme yang konsepnya mendasari pemberian pelayanarl di
Amerika Serikat.
IMPLlKASI UNIVERSALISME
. TERHADAP ,
PELAYANAN KESEHATAN KOMUNITAS
Tnidisi kaum uruversalisme. dalam peniberian pelayanan eli Ameri
ka Serikat secara efektif menghambat 'kemampuan komunitas UI1
tuk menentukan diri sendiri dalam hal kesehatan. Traeli~i tersebut
memandang individu sebagai sosok yang identik, sarna, dan memi
liki otononn serta mengabaikan inelividu yang memiliki otonomi
berbecia atau kurang memiliki otonomi. Secara sigrufIkan, biasanya
individu ini sangat terpengaruh oleh keputUsan yang menyangkut
kesehatan komunitas: orang' miskin dan tidak memiliki jaminan
asuransi, wanita tunggal dengan anak-anaknya, masjrarakat yang
kekurangan sarana transportasi, remaja yang nakal dan anggota
geng, lanjut usia yang hanya bisa diarn eli rumah, dan tunawisma.
Ketidakmarnpuan kelompok ini untuk berpartisipaSi eli masyarakat
dan memengaruhi keputusan yang berdarnpak pada kesehatan mere
ka, harus dibuktikan dengan suatu sistem yang sangat meyakini
persarllaan yang abstrak sehingga perbedaaii aktual tidak terlihat
. jelas. ,
Secara historis, universalisme berasal dari suatu pencarian prinsip
tunggal urituk membentuk sistem keadilan. Pengaruh keadilan yang
didasarkan pacia prinsip rasionalitas) persamaan, dan netralitas telah
diarahkan untuk memberi hak otonomi dan memisahkan diri serra
untuk menciptakan [Link] bahwa hal lain tergeneralisasi (Benhabib,
1992). Tradisi ini memiliki riga implikasi penting untuk para pro
fesional kesehatan: (1) penetapan definisi tunggal dari kebaikan
,(yaitu, kesehatan), (2) demam pribadi dari lingkungan pelayanan) dan
(3) para profesional menyadari dirinya sendiri sebagai ahli yang
berwenang dan penafsir kebutuhan.
100 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
Definisi Tunggal [Link]
Universalis~ ~gasurnsikan bahwa moralitas tunggal atau pancbng
an tentang kebaikan ada1ah valid, dibandiIlgk,an melakukan valida~
si terhadap berbagai moralitas berdasarkan pada perbedaan konsepsi
tentang kebaikan. Dalam melaksanakan tradisi universalisme, para
profesional yang mengasumsikan ruatu posisi kewenangan dan ke
pastian, percaya bahwa definisi umum para profesiomJ tentang
kesehatan adalah valid untuk semua [Link] kepercayaan i..rll,
para profesional' tidak ma..-npu mengenali kekha<;an komunitas dan
berbagai makna kesehatan di dalam suam komurutas. Dengan
mengabaikan .makna: 'kesehatan SeM kontekstual, personal, dan
kultural; para profesional melakukan generiillsasi suatu model ke-
sehatan yang abstrak di dalam komurutas. Model yang digeneralisasi
tersebut sering kali gaga! untuk memenuhi berbagai kebutuhan
yang berbeda dalam komunitas sehingga tidak eligunakan. Tanpa
berusaha memeriksa kembali asumsi abstrak tentang kesehatan,
banyak .profesional yang memberikan label kepada masyarakat ~
bagai ke1ompok yang "tidak patuh". Mereka mengasumsikan bahwa
kegagalan dalam memanfaatkan pelayanan menggambarkan rendah
nya minat masyarakat (dan pengercian profesional) untuk hidup sehat.
Ke1uar dad Domain Pribadi
Pemisahan antara domainpubiik dan pribadi, yang menjadi ciri
universalisme, memungkinkan keluarnya inelividu yang tidak sesuai
dengan defmisi keburuhan publik saat ini dengan alasan yang tidak
je1as. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, kehidupan' keluargalke
intiman secara historis telah rupercaya berada eli luar domain publik.
Privatisasi ke1uargalhubungan intim telah rnereka abaikan. Karena ke
hidupan wanita dan anak~anak terutama diarahkan ke kondisi se
perri mi, kekerasan domestik, penyiksaan anak, perawatan anak,
dan sebagian besar masalah reproduksi secara tradisional telah di
turunkan ke dalam domain pribadi. Setelah pergerakan kaum wa
nit~ mengangkatnya ke permukaan dan menjadi sorotan publik,
persoalan tersebut dianggap terlalu dekat dengan perhatian publik.
Negosiasi kembali batasan tradisional antara domain publik dan
pribadi a~ sarit cara untuk mulai mengarahkan kebutuhan pera~
'W'atan kesehatan dari seluruh,komunitas.
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 101
Para Profesional sebagai Penyeimbang
Implikasi lebih lanjut dari ~versalisme adalah pengenalan diri para
profesional sebagai alili yang berwerumg dan sebagai penyeimbang
komunitas. Pandangan bahwa para profesional adalah ahli dan pe
megang kewenangan atas pengetahuan yang kurang dimiliki oleh
masyarakat jarang dipertanyakan dalam pelayanan kesehatan mo
dem; akibatnya, hanya sedikit pengenalan yang diberikan kepada
komunitas yang menguasai kebutuhan kesehatan mereka sendiri.
Sebaliknya, individu, keluarga, dan komunitas dipandang me
nyimpang, pasif, dan memerlukari normalisasi. Hirarki yang terjadi
memberikan hak interpretasi profesional, namu,n . mengabaikan
,'interpretasi komunitas terhadap kebutuhannya sendiri. Selain itu,
.pengenalan diri para profesional [Link] ah1i yang berwenang men
dorong rasa ketidakberdayaan yang menjauhkan para profesional
darimasyarakat yang mereka layani dan menghancurkan kemungkin
an terjalinnya hubungan yang mutualisme.
Karena pengetahuan para profesional dapat tertinggal di be
lakang perubahan sosial, pemberian pelay:man kesehatan sering kali
didasarkan pada asumsi yang tidak valid. Sebagai contoh, walaupun
fakta yang menyatakan bahwa keluarga tradisional yang ideal adalah
pasangan suami-istri sebagai orang tua (suami bekerja, istri meng
asuh anak dan melakukan kegiatan ruma.'It tangga) tldak lagi menjadi
norma pada beberapa komurutas, model tersebut terus dianggap
banyak profesional sebagai "keluargayang normal"~ Konsekuensi
nya, profesional kesehatan mungkin memandang bahwa orang tua
tunggal (ibu) merupakan keluarga yang gagal dan'memerlukan in
tervensi psikologis selain memerlukan biayayang cukup untuk meng
asuh anak, perumahan, pelay:man kesehatan, dan pekerjaan dengan
upah yang memadai. Jadi, terkait dengan pemahaman tentang ke
luarga ide~ yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat,
sikap para profesional dapat secata efektif mengambil alih sepenuh
nyakeputusan dari komurutas keluargayang dikepalai oleh ibu sebagai
orang tua tung gal, tanpa diberi kesempatan untuk mengambil ke
putusan sendiri.
Contoh lain kegagalan universalisme adalah pendekatan ob
stetrik saat ini terhadap kelahiran bayi terkait dengan tujuan para
profesional yang mengesampingkan aspek-aspek yang berarti secara
102 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
pribacli. Penanganan medis terkait dengan kehamilan dan kelahiran
menekankan (dan kadang-kadang mengatur) pelahiran janin normal
sebagai prioritas. diatas hak atau' pengalaman sang ibu. Pandangan
yang berasal dan konsep uruversalisme ~ 'pandangan yang kuat
dan profesional sebagai ahli yang betwenang ini [Link] makna
pribadi seorang wanita tentang kehamilan dan kelahiran sehingga
. menurunkan kualitas layanan kesehatan prenatal dan melahirkan.
Analisis literatur obstetrik menyarankan bahwa ilmu kedokter
an mendefinisikan proses kelahiran sebagai suatu pabrik metafora
dan janin adalah produknya (lvIartin, 1992). Berdasarkm defmisi
tersebut, ibu harnil merupakan rintangan kecil yang harusdihilang
. kan dan fokus situasi tersebut dan digantikan oleh ahli yang secara
ekstemal menyampaikan narasi dan mengendalikan teknologi un
tuk memberikan hasil yang diinginkan Ganin yang sehat). Ibu tidak
lagi menjadi sentral dari pengalaman melahirkan: "Kontrol ter
hadap pengetahuan ten tang kehamilan dan proses melahirkan yang
dilakukan dokter melalui instrumen ... mengurangi pentingnya
. hublL"1gan yang menguntungkan antara ibu dan bayi sena citra tu
buhnya" (Young, 1984, hIm. 46).
Narasi medis mengenai kelahiran anak terutama tampak nyata
dalam pelayanan yang ditavvarkan kepada waruta yang menerima
bantuan publik dan ibu yang mengalami komplil;:asi (risiko tinggi) ke
hamilan. Meskipun, efektivitas beberapa praktik obstetrik seperti
pemberian posisi anak, enema selama melahirkan, dan mencukur
area pubis ibu yang akan melahirkan belum terbukti, pilihan lain
jarang dilakukan untuk ibu hamil ini terkait dengan perawatannya.
Selain itu, narasi medis tentang kehamilan mendorong perasaan
.' gagal dalam diri waruta tersebut: selain gaga! untuk memperoleh
perawatan medis pribadi dan mempertahankan kehamilan yang
. sehar, ia juga gaga! untuk menjadi waruta yang "normal". Ia telah
mengalami suatu "masalah", dan juga tidak memiliki hak apa pun
untuk melibatkan diri dalam manajemen kehamilan dan melahirkaD..
Dengan demikian, tidaklah heran jika banyakwanita hami1 "gagal"
untuk memperoleh. atau mematuhi program asuhari prenatal yang
. ditawarkan melalui program bantuan publik dan [Link] risiko tinggi.
Terutama yang perlu diingat adalah fak,ta bahwa angka kematian bayi
di Amerika Serikat secara signifikan lebih tinggi dibahdingkan
dengan sebagian besar negara bedrembang. Di balik data statistik
terse but, terdapat bukti bahwa jumlah kematian bayi pada keluarga
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 103
Amerika-Afrika hampir tiga kali dari jumlah kematian bayi pacIa
keluarga kulit putih. Fakta ini membuktikan bahwa sistem pelayanan
kesehatan yang dilandasi universalisme telah gagal memenuhike
butuhan waruta dan qayi tertentu.
Dengan secara kritis mengevaluasi kembali uruversalisme dalam
konteks implikasi pelayanan kesehatan, para profesional dapat men
definisikan kembali diri dan nilai mereka dalam upaya menghubung
kan komunitas dengan konsep lain, Suatu kerangka kerja dari etika
. advokasi menawarkan suatu'alternatif selain universalisme,
ADV0:KASI: KERANGKA KERJA ETIKA
.Istilah advokasi telah banyak digunakan dalam lit~ratur etika pe
layanankeseh~tan (BernaJ,1992; Wmslow, 1984). Advokasi berarti
suatu komitmen profesional untuk meningkatkan otonomi klien
dan membantu klien dalarn menyuarakan nilai-nilainya (Gadow,
1990). .
Advokasi adalah ruatu posisi moral yang diturunkan dari sifat
erika itu sendiri; yaitu, kemungkinan dari pilihan. Erika adalab pe
nye1idikan re£1ektif yang dimotivasi oleh pertanyaan, Apakah ke
putusan yang tepat untuk situasi' ini? Jika pertanyaan tersebut
rn:[Link] jawaban lebih dari satu dan ditentukan oleh kekuatan
yang menuntut legitimasi lebih dibandingkan kuesioner (contchnya
tuntutan religius, legal, at au ilmiah), kemungkinan pilihan menjadi
tidak ada dan penyelidikan etis yang dilakukan menjadi sia-sia.
Dalam menjawab pertanyaan tentang nilai, penyelidikan etika me
rupakan alternatif kekuatan, Bentuk kekuatan apa pun yang ber
upaya untuk menghilangkan re£1eksi dapat mengekang penyelidik
an etika.
Pertanyaan yang berkenaan dengan kesehatan, seperti semua
pertanyaan tentang arab kehidupan manusia, mencakup keputusan
tentang nilai. Konsep nyata kesehatan didasarkan pada keputusan
(sering kali berada pacIa suatu tingkat yang tidak dikenali baik oleh
kli~n..maupun oleh para profesional) untuk menilai beberapa fungsi,
~puan, pengalaman, dan hasil akhir. Basil akhir tertentu-con
tohrir~: kehidupan daripada [Link] mewakili nilai yang
pe'ii~g:dari budaya tertentu sehingga cIapat terinstitusionalisasi men
[Link],atu elemen kesehatan dan memunculkan fakta dibandingkan
nilai, kepentingan dibandingkan pilihan. Namun, san! kepurusan
104 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
yang menolak "fakta" tersebrit dan menuntut hasil akhir yang ber
heda sudah cukup mengilustrasikan dasar nilai dari kesehatan.
Dengan demikian ada dua poin yang mendasari advokasi yaitu:
• Keputusan kesehatan berdasarkan padanilai.
• Pertanyaan yang berkenaan dengan nilai dapat diajukan hanya
jika terdapat pilihan.
Advokasi'secara sederhana diartikan sebagai suatukebebasan klien
untuk memilih yang tidak boleh dilanggar. Seorang profesional,
walaupun memiliki kewajiban untuk rnelakukan sesuatu yang ter
baik bagi kepentingan klien, tidak diperkenankan untuk menginter
pretasikan kepentingan tersebut dalarn konteks yartgherlawanan.
dengan definisi kliert. Dalam konteks yang positif, advokasi memiliki
implikasi yang dan luas lebih dati sekedar menghormati determinasi
diri. Upaya meningkatkan otonorni klien meliputi tidak hartya
sikap menghormati, tetapi juga terlibat dan rnernbantu klien rneng
ekspi:esikan nilai rnereka sebagai sosok yang unik.
Individu dapat mengekspresikan keunikannya hanya jika nilai
, yang benar-benar ia anut, ditiajau kernbali dalarn konteks persoalan
kesehatannya. Namun klari:fikasi menjadi sangat sulit dilakukan meski- '
pun hal ini sangat penting jika situasi kesehatan berpotensi rneng-'
hilangkan nilai-nilai yang ada. Dalam kondisi sernacamini, in&.ridu
memiliki beberapa alternatif: (1) rnerevisi nilai-nilainy-a untuk ber
gabung ke dalam situasi baru, atau (2) rnenciptakan kernbali situasi
tersebut dalarn upaya menyesuaikan nilai y;mg dimilikinya. Dalarn
kasus lain yang sarna, keputusannya akan didasarkan pada nilai-nilai
yang dirnilikinya. Secara paradoks, situasi tersebut-jika cukup
serius-dapat menuntut suatu keputusall yang akan rnemengaruhi
bagian yang paling sentral dari kehidupan individu pacia saat yang
sarna sehingga terbentuk bias. . ,
, Paternalisme rnenimbulkan terlalu banyak bias, konsurnerisme
sebaliknya. Paternalisme adalah komitmen terhadap pengarnbilan
keputusan profesional untuk klien yang dilandasi keyakinan bahwa
kebutuhan membuat seseorang tidak rnampu membuat penilaian
yang rasicinaJ.. Otonomi klien, rnenurut definisi terse but mengalami
gangguan; .oleh karena itu, para profesional berkewajiban untuk
menerapkan keahliannya. Sebaliknya, konsumerisme adalah komitmen
terhadap ketidakterlibatan profesional dalain keputusan klien, yang
dilandasi keyakinan, bahwa rasionalisasi melampaui kehidupan bias
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 105
seseorang. Otonomi tidak hilang dengan periyakit atau cedera; oleh
karena itu kewajiban profesional adalah menghormati hak determmasi
diri klien dengan tidak mengganggu pengambilan keputusan klien.
'Posisi advokasi berbeda dengan paternalisme maupun konsumeris
me. Advokasi menekankan ambiguitas intrinsik terhadap persoalan
kesehatan. Keputusan klien tentang nilai bukan merupakan tug as
yang sangat sulit seperu yang ruasumsikan oleh kaum patt'rnalistis,
bukan pula semudah yang rupercaya oleh kaum konsumeristis.
Advokasi menerima kecenderungan bahwa bagi sebagian besar orang,
perubahan kesehatan yang signifikan menuntut reorientasi dan suatu
versi barudarl otonomi pIibadi. Para profesional [Link] peran
mengembangkan otonomi dalam siiuasi yang baru bersama dengan
klieri. dengan cara membantu mereka untuk melihat dengan jelas
nilai-nilai mereka. Berdasarkan refleksi tcrsebut, klien dapat men
capai keputusan yang mengekspresikan nilai yang mereka tegaskan
kembali atau revisi. Ini merupakan satu-satunya cara bagi klien un- .
tuk dapatmembuat keput'1lSan sendiri ,tanpa campur tangan orang
, lain, ketika mereka menganut dan mengekspresikan sebuah nilai.
Klien adalah seorang manusia yang terdiri atas raga dan jiwa,
dan bagian dari determinasi diri yang melibatkan hubungan antara
jiwa dan raga.' Gangguan kesehatan sering kali menciptakan suatu
sensasi pada tubuh klien seperci mcrasakan adanya objek lain yang
asing pacia tubulmya sendiri. Kategori dan intervensi klinis lebih
lanjut mewujudkan secara konkret pengalaman raga dan jiwa. Aki
bat objektivitas ini, tubuh merasa menjadi milik bidang-bidang se
peru sains, kedokteran, atau hukum, tanpa terikat pacia individu
tersebut. Pada saat .objekcivitas memengaruhi pengalaman, subjek
civitas terhadap penghinaan, ketakutan, atau nyeri dapat mengiso
lasi seseorang dari dunia yang dikenalnya; pada saat subjektivitas
memengaruhi nyeri ekstrem, dunia ini dapat menghilang' dengan
serentak (Scarry, 1985).
Dalam advokasi~ profesional kesehatan melibatkan klien dalam
menetapkan hubungan jiwa dan raga yang dapat menyelaraskan
subjektivitas ekstrem dengan objektivitas. Tubuh mungkin mem
pertahankan makna "lain" pada klien, tetapi advokasi membantu
klien untuk bebas memutuskan cara menginterpretasikan makna dari
"sesuatu yang lain" pada tubuhnya-mungkin sebagai kroni, orang yang
bijaksana, atau musuh dekat. Karakter spesifIk dari tubuh-sebagai
'orang lain-tidak penting, sepanjang maknanya mencakup lebih dari
106 BAGIAN J . ' LANDASAN TEORETIS
sekedar objektivitas (yaitu, mencakup tubuh sebagai diri/jiwa atau
subjek) (Gadow, 1980). Interpretasi ini mencipt~an hubungan
.. baru antara jiwa dan raga analog dengan hubungan intersubjektif
di antara individu.
Pemaknaan tubuh sebagai subjek clarat meningkatkan otonomi
klien karen a kompleksitas baru telah terbenru.k dalam diri individu
sehingga memungkinkan tersedianya pilihan baru Selain tubuh,
aspek lain dari diri seseorang- emosional, intelektual, spiritual,
. interp~rsonal- clapat juga meningkatkan otonomi individu jika ia
diberi pilihan. Berdasarkan pandangin ini, individu adalah suatu
komunitas dari· berbagai kepentingandan subjektivitas, yang ma~
sing:-masing menawarkan' perspektif berbecla. .
Bagaimanapun, dalam beberapa komunitas, hirarlr..i sering kali
muncul, sehi!iggahanya sedikit pendapat yang clapat didengar ter
hadap persoalan 'yang ada. Baik dalam diri individuatau dalam
komunitas, hierarki diikuti pandangan yang menekan disertai de
ngan pilihan yang sempit. Karena pembicaraan utama tidal\: meli.
. batkan kondisi tersebut, pandangan· yang berada di luar konteks
diekspresikamiya hanya dalam bentuk ketidaksetujuan, seperti
protes atau revolusi. Advokasi adalah partisipasi bersama individu
terkait dalam mengenali pandangan yang tampaknya asing bagi diri
mereka (dan lebih lanjut melegitimasj) suara dalam pembuatan
keputusan. Dengan cara ini, advokasi dapat memperkuat perspek
.tif klien dan memperluas pitihan yang tersedia. '
Pacia akhirnya, determinasi din adalah kebebasan untuk meng
interpretasikan pengalaman dan menentukan Inakna diri. Advokasi
adalah partisipasi yang dilakukan bersama klien untuk mencapai
keputusan praktis. Namun, pada tingkatan yang lebih fundamental,
advokasi melibatkan partisipasi klien dalam menentukan makna suatu
pengalaman. Semakin besar keragamanJcllversitas pandangan yang
ada, semakin banyak pilihan yang terbuka untuk individu dalam me
nentukan cara menginterpretasikan suatu pengaiaman. Keterikatan
dengan klien pada tingkat pilihan yang eksistensial adalah makna
utama dari advokasi yang dapat meningkatkan otonomi.
Keterikatan eksistensial ini membedakan advokasi dengan kon
sumerisme dan paternalisme dan menyarakan kemitraan klien-pro
fesional yang masih asing bagi kedua posisi terse but. Advokasi
adalah suatukemitraan antara profesional dan klien yang menciptakan
interpretasi saling menguntungkan dari situasi mereka Dalam kemitraan,
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 107
kedua sosok iill adalah agens moral yang secara bebas menerima atau
menolak interpretasi Yatlg ditawarkan oleh masing-masing pihak
sampai mencapai makna yang diakui oleh kedua belah pihak.
Pemaknaan yang mereka susun dapat menjadi suatu wacana in
terpretasi yang - untuk kepuasan mereka - secara koheren meng
hubungkan semua elemen dan situasi yang ada. Akhirnya, advokasi
menjadi partisipasi yang dilakukin bersama klien dalam penulisan
suatu wacana kesehatan.
Hubungan antara advokasi dan penulisan didasarkan pada suatu
pandangan bahwa setiap situasi mewakili narasi atau cerita, yang
secara manusiawi terdiri atas kumpulan makna yang membuat
fenomena menjadi masuk akal (Carr, 1986). Karena tidak ada makna
yang tidak dapat berubah, dan ditentukan sebelumnya, tidak ada
makna yang harfIah atau benar. Interpretasi lain -selalu mungkin terjadi.
. Ambiguitas yang munciiI karena ketiadaan makna yang pasti, me
mungkinkan terjadinya kebebasan pemaknaan. Ambiguitas adalah
. ruang tempat tersedianya pilihan, berlangsungnya imajinasi, dan ter~
ciptanya wac:ma barn.
Bagaimanapun, paternalisme memakslkan interpretasi dari penga
laman pribadi kepada klien, sedangkan konsumerisme tidak me
miliki perhatian [Link] yang diadopsi oleh klien. Hanya
.-:dvokasi sebagai kerrutraan yang didasarkan pada ~utualitas tanpa
memaksakan atau mengabaikari wacana yang ada pada klien. Pro
fesional dan klien memiliki suatu pandangan yang mendukung
'Wacana yang mereka susun dan mereka muncul ~ebag'ai orang-orang
tertentu, tidak sebagai kategori abstrak yang menunjukkan bahwa
keahlian ada pada pihak profesional dan kerentanan ada pada diri
klien. Masing-masing memiliki keahlian yang berbeda dan sarna
sarna rnemiliki posisi yang penting terhadap Vl...cana terse but. Selain
itu, masing-masingpihak memiliki kerentanan. Bahkan seorang pro
fesional sering kali lebih rentan dibandingkan dengan kliennya
karena ia kurang memiliki sumber kepastian dan kekuasaan. Ini ber
tolak belakang dengan kIaim yang dilontarkcul oleh para profesional
bahwa ia telah melakukan upaya terbaik dalam mengakomodasi
ambiguitas. ' .
Makna yang individu ciptakan melalui advokasi clapat juga diisti
lahkan wacana rclasional. Wacana relasional ini berbeda dengan wacana
yang berasal dan sumber impersonal, seperti ilmu atau kebijakan.
Advokasi sebagai asisten penulis dalam menulis suatu wacana
108 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
relasional adalah contoh erika komunikatif atau percakapan. Ber
beda dengan erika yang dilandasi prinsip abstrak, erika komunika
tif adalah suatu _Il1osl~L dialog yang melibatkan perdebatan hal-hal
yang kOOkret aan-kontekStual di aIii:ara orang.,orang' tertentu.' 'Wacana
yang disusun klien dan profesional mengklaim tiM ada validitas·
universal: "etika' percakapan tiM lagi merupakan eksperimen
dalam menciptakan universalisasi, tetapi' suatu etika transfor
masi praktis melalui partisipasi" (Benhabib, 1986).
Kesimpulannya, advokasi bertujuan meningkatkan dan meng
ekspresikan otonomi klien .IDe1aIui penciptaart wacana kesehatan rela
siona! klien-profesional. Iinplikasiapa yang cIiberikan model erika
ini ~erhadap pelayanan kesehatan primer dan daiarn praktik yang
memosisikan komunitas sebagai mitra par~ profesional?
IMPLlKASI ADVOKASI UNTUK KESEHATAN
KOMUNITAS
Dalarn erika advokasi, tidak lagi ada satu sudut pandang yang mell
dominasi. Sebaliknya, moralitas menjadi produk yang kontekstual
dari interaksi mutual dan kesediaa..'1 untuk berpikir dari sudut pandang
orang lain (Benhabib, 1992). Kesediaan adalah dasar etika kesehatan
komurutas untuk memberi klien kesempattln yang sama dalam me
nyuarakan pandangannya dalam perkembangan dan pemberian
asuhan. Ketika komunitas didefinisikah sebagai mitta, keputusan
univokal tidak valid, selama semua pandangan yang logis me
mengaruhi pengambilan keputusan. Pendekatan advokasi mem
berikan~eleluasaan kepada praktisi untuk terikat dengan suatu
komunitas sebagai mitra tertentu; bukan sebagai kelompok abstrak
dan bertindak atas kepercayaan bahwa orang yang [Link] ahli
dalam bidang kesehatan berada dalam komunjtas itu sendiri.
Tujuan advokasi adalah meningkatkan kemampuan komunitas
untuk deterrninasi diri melalui pembentukan wacana kesehatan yang
unik dalam mengarahkan penlberian [Link] kesehatan. Pondasi
untuk membangun wacana kesehatan adalah pengetahuan tentang
kebutUhan dan nilai-nilai komunitas. Oleh karena itu, metode pene
lirian yang kongruen dengan advokasi sarna pentingnya dengan
model pemberian perawatan. Metode penelitian partisipatori, yang
dikembangkan oleh keperawatan kesehatan masyarakat, school-based
neighborhood clinics, dan nurse-managed catrI centers adalah beberapa contoh
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 109
. keci1 dari etika kesehatan komunitas yang menerapkan kemitraan
antara para profesional dan komunitas.
Penelitian Partisipatori
Penelitian parcisipatori adalah alat untuk'meningkatkandeterminasi
diri dan kontrol komunitas. PeJielitian ini memerlukan keterlibatan .
masyarakat lokal untuk secara kolektif menyelidiki. masalah, meng
analisis informasi, dan berperan sebagai komunitas. Dasar penelitian
partisipatori adalah konsep pengetahuan kolektif atau komunitas
dan membangun suatu hubungan sebagai fondasi dari penyelesaian
masalah secara kolektif. Untukmenerapkan prinsip penelitian par
tisipatori, paraprofesional berkewajibanuntuk meIlghubungkan~
nya dengan stibjek penelitiankomunitas secara seimbang. Dengan
demikian, baik para profesional maupun anggota komunitas mulai
rnelihat bahwa setiap kelompok memiliki area keahlian yang dapat
berrnanfaat bagi kelompok lainnya (Lather, 1986).
Pengkajian etnografik dari masalah dan solusi adalah suatu alat
pendekatan komunitas sebagai partisipan yang sarna dalam peraV\latan
kesehatan. Pengkajian kebutuhan tradisional secara khas dilakukan
berdasarkan perspektif peneliti yang tinggal di luar komunitas,
dengan menggunakan data sekunder seperti epidemiologik, historik,
register, dan data sensus. Berbeda dengan analisis etnografik komunitas,
para profesional dapat tinggal dalam kornunitas untuk beberapa
minggu atau bulan pada suatu wakr-u, meV\lawancarai anggota
komunitas yang berbeda, dan berpartisipasi dalam kehidupan ko
. munitas tersebut. Informasi yang berasal dari anggota komunitas
dianggap sebagai data primer; dengan tinggal dan berpartisipasi
dalam komunitas, para profesional cenderung kurang menggunakan
pengetahuan yang abstrak dan samar dalam memandang sesuatu
yang digeneralisasi. .
Kelompok fokus adalah alat lain yang menjamin partisipasi
komunitas dalam keputusan yang memengaruhi kesehatan komunitas.
Teknik kelompok fokus adalah·metode naturalistik dan rancangan
penelitian kualitatif untuk mendapatkan pandangan dari sudut
partisipan, bukan dari kerangka pikir peneliti (DesRosier dan Zellers,
1989). Kelompok tersebut m~mbentuk suatu forum untuk meng
generallsasikan solusi inovat,if bagi masalah kronis. Kelompok ini
berkumpul untuk mendiskusikan nilai dan kebutuhan kesehatan dan
anggota komunitaSdianggap sebagai informan utama dari proses
110 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
penelitian. Yang paling penting, metode ini menuntut tersedianya
beberapa sampel yang mewakili semua orang yang elianalisis. Per
tanyaan terbuka digunakan untuk memperoleh informasi, seperti:
-. - .. ~-- -".
Bagaimana rasanya tinggal dalamkoIllunitas Anda?
Apa kekuatap. komunitas Anda? Kelemahan?
Apakah artikesehatan bagi komunitas Anda?
Apa arti kesehatan bagi Anela?
Masing-masing anggota dari ke1ompok fokus yang berbeda mem
bawa kembali basil yang diperoleh dari kuesioner ke komunitas untuk
dianalisis dalam pertemuan dengan masyarakat sekitar. Informasi
tersebut kemudian digunakan untuk membantu pembtiatan wacana
. kesehatan yang akan memandu pengembangan dan pemberian
layman di komunitas.
Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Public Health Nursing)
Interpretasi ulang kesehatan komunitas dengan menggunakan model
advokasi mencakup pembentukan wacana kesehatan yang berasal
dari berbagai sudtit pandang. Namun, bagaimana pandallgan ter
sebut diekspresikan oleh mereka yang secara historis tidak lagi ber
partisipa:;i (seperti ibu-ibu yang kurang memberi perawatan kepacla
anaknya dan kekurangan transportasi, kaum remaja, anggota "geng",
atau golong,m masyarakat miskil1 yang bekerja)? OrangY211g tidak
memiliki hak suara sering kali kurang memercayai para profesicnal
dan [Link] ragu bahwa partisipasi mereka clapatmengubah kehidupan
mereka. Keterlibatan perawatkesehatan masyarakaxyang lebih efektif
dapat membangun kembali kemampuannya untuk menjangkau
individu dan keluarga yang terpinggirkan. Perawat kesehatan
masyarakat merniliki tradisi yang panjang dalam memberclayakan
masyarakat pinggiran. Mereka lebih dekat dengan keluarga dan
masalahnya [Link] derigan para profesional yang memberikan
pelayanan eli IuaI' klinik atau rumah sakit. Karena mereka me
ngunjungi klien di rumahnya, perawatkesehatan tru:lS)Tarakat berada
pacla posisi kekuasaan yangterbagi. Seorangperawat mengarakteristik
kan praktiknya dengan penyingkapan mutual:
• Anda tidak perlu menjadikan profesionaliSme sebagai tameng ..... Anda tidak
• memilikiseragam, tidak ada stetoskop yang melingkat di leherAlida, tidak ada
• sedikit pun peralatan mekanik yang ikut menyakirikan otoritas [Link] adalah
• Anda dan orang itu mendengar satu sarna lainnya (ZelWekh, 1992).
F
;
BAB 4 • Pendekatan Advokasi pada Elika dan Kesehatan Komunitas 111
Keahlian perawat kesehatan masyarakat dalam menemukan ke
luarga yang "menghilang" didokumentasikan dengan baik (Zerwekh,
1992). Idealnya, sebagai· seorangadvokat individu dan kesehatan
keluarga serta terampil dalam membangun hubungan saling percaya,
perawat memiliki pemahaman yang baiktentang kebutuhan dan pe
layanan lokal. Karena berpengalaman sebagai advokat kesehatan
. individu dan keluarga, [Link], dalarn suattl model advokasi komunitas,
dapat menerjemahkan pengetahuan khusus mereka tentang pe
layanan ke1uarga ke dalarn kortteks yang lebih besar dari kemitraan
komunitas.
Klinik di Sekolah .(School-Based Clinics)
Ekspansi klinik di sekolah ke dalarn kesehatan masyarakat yang
komprehensif dan pusat pelayanansosial adalah cara lain pemberian
layman keperawatan pada masyarakat di wilayah setempat. Sebagian
besar keluarga telah bekerja sarna dengan sekolah sehingga dengan
mengintegrasikan pelayanan sosial, kesehatan, dan pendi~an ke
dalam pusat masyarakat, klinik ini dapat meningkatkan akses keluarga
yang tidak tertangani ke pelayanan kesehatan masyarakat (Uphold &
Graham, 1993). Karena let;Lk sekolah berada di lingkungan masyaraka t,
akses individu yang tidak terwakili ke pelayanan kesehatan dapat
ditingkatkan; individu yangmemiliki waktt: yang padat dan transportasi
yang sulit dapat lebih mudah berpartisipasi ketika pengarnbil ke
putusan dan pemberi [Link] hadir di tengah-tengah mereka.
Pusat Pelayanan Kesc;:hatan yang Dikelola oleh 'Perawat (Nurse-Managed
Centers)
Pusat [Link] kesehatan komunitas yang dikelola oleh perawat
(Community nurse-managed centers) adalah suatu alat yang menjanjikan
aktualisasi etika advokasi dalam praktik kesehatan komunitas.
Pelayanan yang diberikan kepada l$en bersifat unik, yaitu dengan
memberikan akses langsung kepada [Link] tanpa memerlukan biaya
rujuka...'1 terlebih dahulu. Karena fokusnya adalah mempertahankan
kesehatan, bukan dari mendiagnosis dan mengobati penyakit, pusat
pelayanan ini memberikan layanan primer yang lebih luas seperti
pemeliharaah kesehatan, pengkajian dan skrining, pendidikan dan
konseling, manajemen gejala, pelayanan medis, dan dukungan pe
[Link] di rumah bukan [Link] di runiah sakit. Dengan dilan
dasi wacana kesehatan yang dikembangkan oleh para profesional
112 BAG IAN I • LANDASAN TEORETIS
bersama-sama anggota komunitas, pusat ini dapat menjadi model
pelayanan kesehatan primer berdasar-advokasi yang komprehensif.
Contohnya adalah D~nver Nursing Project in Human C(jring, suatu
pusat rawat jalan yang dikelola oleh perawat'urituk para penderita ,
HIV/ AIDS. Pusat terse but didirikan paCk tahun 1988 oleh pera
, wat yang menaruh perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan '
sosial pada penderita HN/ AIDS yang tidak clapat dipenuhi dalam
sistem perawatan kesehatan akut. Dewan penasihat meliputi pen
derita penyakit terse but dan para profesional kesehatan, setempat.
Tlga rumah sakit lokal dan Universitas Colorado School of Nursing ikut
berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan awal pusat, tersebut.
Padatal1un 1990 dan 1993, pendanaan federal diperdleh dad US
Department of I.-Iealth and Human Service, Diz.,iJion of Nursing, untuk
meningkatkan akses komunitas terhadap perawat dan mengem
bangkan pelayanan yang diperluas di pusat pelayanan Denver.
Pelayanan yang diberikan meliputi pengkajian dan rujukan, pen
didikan untuk perawatandiri, mempertahankan perawatan di ru
mah daripada di rumah sakit, pencegahan dan penatalaksanaan
gejala, dukungan dan' konseling, terapi kesehatan alternatif (kurang
dati seperempatnya adaIah pelayanan medis tradisional seperti transfu
si darah, penatalaksanaan cairan, dan pengobatan, tes laboratorium,
dan'lam-lain). Karena sifat penyakit HN/ AIDS yang krorus, ditekan
kan bantuan yang diberikan pada ,saat f!lengelola sistem pelayanan
kesehatan dan pelayanan sosial sebagai alat pemberdayaan klien.
Pengambilan keputusan secara kolektif yang dilakukan di pusat
pelayanan terse but dan suatu rotasi dari pertemuan dewan klien yang
terpilih secara, rutin memberikan input terhadap semua program
yang ditawarkan oleh pusat terse but. Hubungan kekuasaan unilateral
dari profesional baik' hak maupun otoritas tidak dibenarkan; se
baliknya, masyarakat pengguna layanandianggap ahli dalam meng
interpretas~an kebutuhan.'1ya sendiri. 'Pada saat wawancara awal,
klien diminta untuk ''Menceritakan perjalanan hidupnya dengan
HIV". Dengan cara ini, aspek situasi yang sangat berarti bagi klien
menjadi titik awal perencanaan asuhan.
Keterikatan mutual antara perawat dan klien untuk tujuan pem
.... berdayaan klien adalah fokus pusat pelayanan ini dengan meng
gunakan model kemitraan asuhan keperawatan. Berdasarkan data
yang dip~roleh kelompok fokus dan pusat pelayanan tersebut pada
tahun 1990, model kemitraan menekankan pada kebutuhan yang
BAB 4 . • Pendekatan Advokasi pada Etika dan Kesehatan Komunitas 113
dipetlukan oleh klien dan stcU, bukan pada interpretasi kebutuhan
secara unilateral oleh profesional (Schroeder & Maeve, 1992). Klien
telah diikutsertakan dalani seluruh fase perencanaan, implementas~dan
evaluasi kemitraan dalam perawatannya. .
Meskipun melakukan afiliasi dengan institusi yang mendukung
model medis dari intervensi penyakit, pusat pelayanan ini tidak men
dukung wacana medis tunggal dari HlV/ AJI.1) sesuai kewenangannya.
Sebaliknya, kesehatan secara individual didefinisikan dan eliaktualisasi
kan oleh klien dan perawat melalui kemitraan pribaeli mereka: Model
asuhan komUnitas yang dikelola oleh perawat ini telah terbukti me
rupakan rnetode pemberianpelayanan berdaya-guna, efektif, dan
sangat berarti eli komunitas (Schroeder, 1993).
KESIMPULAN
Meskipun para legislator atau profesional kesehatan tidak lagi meng~
abaikan tuntutan masyarakat untuk reformasi perawatan kesehatan,
hanyasedikit yang benar-benar [Link] berubah, kecuali nilai-nilai
tradisional ~iversalisme dan otoritas yang mendasari pelayanan
kesehatan komunitas. Aspek ini diriegosiasikan ulang oleh para pro
fesional dalam mengemban tuntutan perubahan. Daripada struktur
eksternal barll, etika internal baru sangat penting untuk memandu
upaya reformasi kesehatan. Suatu model advokasi dari kesehatan
komurutas mengembalikan kekuasaan pada komurutas melalui ke
mitt-aan para profesional dengan perwakilan seluruh anggota komuru
tas. Melalui kemitl aan, para profesional dan komurutas menciptakan
suatu wacana kesehatan yang mengekspresikan nilai-nilai yang ber
aneka ragam daTI komunitas terkait dengan kesehatan. Selain unik
dan tidak dapat eligeneralisasi, wacana tersebut mengarahkan pem
berian dan perubahan layanan di dalam komurutas yang diikut-serta
kan daIam 'pengembangannya sebagai mitra.
REFERENSI
Beiiliabili, S. (1986). Critique, norm., and utopia: A stu1J oj the Joundations oj critical theory.
.. New York, NY: Columbia University Press.
_ . (1992). Situating the self. Gender, communiry and postmodernism in contemporary
ethics. New York, NY: Routledge..
Bernal, E.w. (1992). The nurse as patient advocate. Hastings Center R'eport, 22(4), 18-23.
Carr, D. (1986). Time, narrative; and history. Indianapolis, IN: Indiana University Press.
DesRosier, M. & Zellers, K. (1989). Focus groups: A program planning technique. Journal oj
Nlming Administration, 19(3), 2()'25.
114 BAGIAN I • LANDMAN TEORETIS
Fraser, N. (1989). UnrllIY practices: Power, discollrJe and gend~r in contemporary social theory.
Minneapolis, MN: University of Minnesota Press. .
__ • (1987). What's critical about critical theory? The case of Habermas and
gender. In S. Benhabib & D. Cornell ~ds.), Femipisom as [Link] (pp 31-56).
~e'9>Qlis, MN: University of Minnesota Press. " "
Gadow, S;11990)~ Existential advoCacy. Philosophic3l foundations of nursing. In S.
Spieker & S. Gadow (Eds.), Nllrdng images and'ideals: Opening dialoglle with the
hllmanities (pp 79-101). New York, NY: Springer Publishing Company.
__ .(1980). Body and self: A dialectic. JOllrnal of Medicine and [Link][y, 5(3),172-185.
Lather, P. (1986). Research as praxis. Harvard Et/ffrationalfuview, 56(3), 257-277. "
Marcin, E. (1992). The woma1l in the bo1J: A (IIltural af/aipis oj reproduction. Boston, MA:
Beacon Press.
Scarry, E. (1985). The bo1J in pain: The making and IInmaking oj the world. New York, l'.I'Y:
Oxford University Press.
Schroeder,C. (1993). Nursing's response to the crisis of access,"costs and quality in health care.
Adtlanm in NII1".fing Science, 16(1',1-20." ." '
Schroeder, C. & Maeve, K. (1992). Nursing tare partnerships at the DenverNUrsingProject in
Human Caring: An application and extension of caring theory in practice. Adtlanm in
Nllrsing Science, 15(2),25-38..
Uphold, C. & Graham, M (1993). Schools as centers for collaborative services for families:
VISions for change. Nllrsing Ou/look, :U, 204-211. ,
Wmslov.; GR (1984). From loyalty to ad vocaC)~ A new metaphorfor nursing. H as/iugs Center
fupor/, 14(6),32-40.
Young,1M. (1984). Pregnant embodiment: Subjectivity and alienation. Journal oj Medicine and'
[Link], 9, 45-62. " . .
Zerwekh, J. (1992). Laying the groWldwork for family self-help: Locating families, building
trust, and building strength. Public Health Nursing, 9(1),15-21.
" _' . . . . . ' ~ •• I .~ , . ' _ - ( >
• " ..., '.'"" - I • ~ ,
".'. . "',~"" -: .. , ~ '" .~" ; ,'" , , (. - ~ ~
Bruce Leonard
BAR
PEMBERDAYAAN
DAN PENYEMBUHAN
KOMUNITAS 5
TUJUAN
Pemberdayaan dan penyembuhan komunitas secarateoretis berada
di bawah kdnsep komunitas sebagai mitra. Ba,bini dirancaf}g untuk
membantu perawat komunitas melihatbagairriana penyembuhan
dan pemberdayaan dapat diterapkan dalam praktik.
Setelah mempelajari bab ini, Anda dih~rapkan mampu:
• Memahami kerangka kerja pemberdayaan komunitas.
• Mengembangkan konsep penyembuhan sebagai cara untuk meng
ubah komunitas dalam mengembangkan hubungan kemanusiaan
dan menyelesaikan ketidakharmoDisan di ,dalam komunitas. .
•. Menerapkan penelitian partisipatorisebagai suatu metodeuntuk
mellyelesaikan perbedaan danketidakadil~ndalam kesehatan dan ..
.. masyarakat: . .. ... ... .. .. .
,____ ...: __ :", __ • __ c ___ _.:..0...._ "~.'
PENDAHULUAN
Ketika mulai memasuki era milenium baru, pemwat memiliki potensi
untuk menyusun kembali komitmen komunitas dengan cara meng
integrasikan antara penyembuhan dan pemberdayaan dalam prak:.ik
mereka. Kemitraan antara anggota komunitas dengan para pro
fesional perawatan kesehatan sang at penting untuk pengambilan
keputUS<Lll secara kolaboracif dalam rangka meningkatkan ke
sehatan. Perawat membentuk kemitraan dengan klien, keluarga, dan
komunitas untuk meningkatkan penyembuhan dan derajatkesehatan.
Proses pengembangan hubungan penyembuhan atau asuhan oIeh
perawat da1am komunitas mencerminkan interaksi di antara empat
komponen utama paradigma keperawatan: kesehatan, lingkungan,
klien, dan perawat. Kekuatan yang dimiliki perawat komunitas
adalah refIeksi dari kapasitasnya untuk memengaruhi dan mem
bentuk kembali lingkungannya.
115
116 BACfAN I II LANDASAN TEORETIS
Dalam mengembangkan kemitraan dengan komunitas me1alui
penyembuhan dan pemberdayaan, pertama-tama kita harus me
mahami definisi komunitas. Behringer dan Richards (1996) meng
gambarkan komunitas tidak sebagai "pernyataan ideal" yang abstrak,
tetapi sebagai kumpulan orang-orang yang membentuk jaringan yang
kompleks. Di antara mereka terjalin hubIJngan, saling kebergantungan,
kepentingan satu sarna lain, dan pola interaksi. Komunitas me
lingkupi inelividu dalam waktu dan tempat tertentu. Sejarah yang ter
segmentasi dan bahasa adalah karakteristik untuk mengidentifikasi
suatu komunitas. Fokus keperawatan kesehatan komunitas adalah
kesehatan, asuhan, dan pembentukan hubu11gan eli antara anggota
komunitas. Beberapa konsep kunci yang penting bagi organisasi
komunitas dan intervensi perawat eliidentifikasi oleh Drevdahl
(1995). Konsep terse but adalah pemberclayaan, partisipasi, pemilih
an tujuan, dan kesadaran kritis. Kita akan melihat bagaimana pera
wat menerapkan konsep ini untuk meningkatkan kesadaran sosial
komunitas.
Keterlibatan komunitas adalah satu elemen penting dari ke berhasilan
pemecahan masalah dalam komurutas. Program kemitraan komunitas
pada tahun 1960-an dan 1970-ansering mencakup konsep pember
dayaan dan pengembangan komunitas, tetapi tidak jarang masih
berada eli bawah kontrol para ahli. Para ahli memperkenalkan bapyak
program kepada komunitas, tetapi proyek tersebut mengalarrii ke
gagalan karen a rendahnya komitmen dan keterlibatan nyata dari
komunitas. Pada tahun 1990-an, penekarian baru telah eliberikan
pada komunitas yang sedang memecahkan masalahnya sendiri di
bawah bimbingan para ahli. Ikatan kemitraan telah dibentuk Pen
dekatan kemitraan dirumuskan tanpa didasari oleh kepentingan
pribadi dari para ahli yang membimbing komunitas. Kemitraan
komunitas berjalan dengan cara mengintegrasikan ide, orang, dan
sumber, baik dalam proses pengembangan maupun implementasi
dari perspektif komunitas. Tingkat komitmen dan keterlibatan
komu!1itas clapat ditingkatkan dengan cara memberi masyarakat
informasi yang dibutuhkan dan rasionalisasi partisipasi (Behringer
& Richards, 1996). Kemitraan adalah proses kompleks dari upaya
mengarahkan para akademisi, pemuka masyarakat, dan pemberi
perawatan kesehatan untuk bersama-sama mencapai perubahan.
Tidak hanya unsur kemitraan yang penting dalam mengimple
mentasikan program berbasis komunitas, tetapi sensitivitas kultural
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 11 7
harus dimiliki [Link] menj~ keberhasilan program Ketika
mengimplementasikan .suatu program, kita harus menentukan
asuhan yang sesuai dengan persepsi komunitas, terutamayang ter
kait dengan masalah kesehatannya. Program' kemitraan sering kali
mengalami kegagalan jika terdapat konflik antara pemberi perawat
an kesehatan dan sistem keyak1nan komunitas. Spector (1996,
hal. 63) dalam bukunya, Cultural Diversi!J' ill Health and Iilness, me
nyatakan bahwa "kita hidup da1am masyarakat majemuk dan sa
ngat terbukti bahwaperbedaan budaya yang mencolok dapat se
makin membuat diri kita terisolasi dan terasingkan dari orang lain".
Sehatatau sakit yang kita alami sering kali kita defmisikan ber- "
dasarkan pada"latar .belakang budaya dan etnis kita dan pada
bagaimanacara untuk berada dalam kondisi sehat serta bagaimana
cara mengenali penyakit (Spector, 1996). Program kemitraan ko
munitas yang dirancang tintuk meningkatkankesehatan harus sensi·
tif terhadap persoalan komple~ dalam pemberian pelayanan kese
.hatan, ditinjau dari sudut pandang komunitas atau klien.
Secara historis, perawat telab kaya pengalaman dalam mengubah
kesehatan komunitas baik kesehatan individu maupun kesehatan
masyarakat, terutama" masyarakat miskin dan tertindas, melalui
advokasi politis. Lillian Wald (1915), yang membuat istilah perawat
kesehatan ma!)larakat pada tahun 1893, memberikan contoh utama
yang memungkinkan kita bekerja sarna dengan komunitas llntuk
meningkatkan kesehatan. NamUIl; selama pertengahan abad ke-20,
perawat menghadapi rintangan dan mengalami frustaSi dalam upaya
meningkatkan kesehatan komunitas. Pelayanan kesehatan telah
difokuskan pada pelayanan medis secara individual dan telah di
sentralisasikan di seputar model pelayanari primer biomedis. Asurnsi
model medis yang diidentifikasi oleh Dejong (1979) meliputi:
• Dokter [Link] sebagai ahli medis.
• Dokter "adalah pengambil keputusan utama yang memiliki ke
wenangan penuh dalam pengambilan keputusan.
• Klien diharapkan bekerja sarna dengan dokter dan melaksanakan
."peran sakit", "
• Peran utama kedokterari adalah menyembuhkan atau mengem
balikan kesehatan melalui aplikasi prosedur seperti terapi obat atau
pembedahan. "
• Penyakit dapat diidentiflkasi, didiagnosis, dan ditangani hanya
oleh praktisi yang memiliki sertifikat.
118 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
~Sistem" pelayanan kesehatan saat ini belum melayani profesi
kita dengan baik, akibatnya program terfragmentasi dan perbaikan
kesehatan secara keseli ruhan dalam komunitas terbatas. "Sist/:!m
telah mengembangkan suatu· hirarki bahwa perawat memillki·
tanggung jawab yang besar tetapi hanya memi1iki sedikit kemandiri
an dan pasien adalah penerima perawatan pasif" (Roberts, 1998,
hal. 184).
.Dalam model biomedis, perawat telah kehilangan suara, inovasi
unik, dan dorongan untuk proaktif dalam masalah komurutas; Kita
mungkin tetap diam atau buta menanggapi apa yang sedang terjadi .
eli sekitar kita ketika kita. bekerja pada institusi yang [Link] dalam
tekn<?logi dan telah me~okuskan asuhan pada indiVidu. Melalui
integrasi konsep pemberdayaan dan penyerribuhan, perawat dapat
belajar menransformasikan sistem medis sick-cure dan pelayanan
primer yang ada saat ini mertjadi model pelayanan kesehatan priiner
(primary health care). Pelayman kesehatan primer, seperti yang di
deftnisikan dalam Bab 1, meliput! cita-cita dari deldarasi Alma Ata
O:ganisasi Kesehatan Dunia (WHO, 1978), yaitu [Link] pc-
layanan kesehatan esensia! yang didasarkan pada kebutuhan k omunitas
dan menekankan pada kesehatan serta kesejaIlteraan sebagai suatu
hak asasi setiap orang. Tantangan kita adalah mengubah siStem pe
layman kesehatan kita yang terfragmentasi rnenjadi satu sistem yang
merefleksikan nilai dan kebutuhan komunitas kita.
PARTISIPASI DAN PENYEMBUHAN KOMUNITAS
r~erawatkomuniti!S dapat mengubah sistem yang terfragmentasi dari
pelayanan kesehatan berorientasi-penyakit dengan cara meumuskan
kernbali suatu visi. Kita harus menatap ke depan dan menggali hal
hal baru yang bertujuan meningkatkan kesehatan untuk semua.
Daripada memfokuskan pada masalah spesifik penyakit, lebih baik
kita mengeksplorasi pengembangan program baru dengan fokus
komunitas yaitu penyediaan pe1ayanan kesehatan primer. Masyarakat
berhak mendapatkatJ. asuhan keperawatan yang komprehensif dalam
nmgka meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup semua orang.
"Sehat untuk semua melalui pelayanan kesehatan primer mengandung
arti bahwa perawat pertama-tama menanyakan. apa yang diinginkan
masyarakat utituk meningkatkan kesehatannya, kemudian menerap
kan kemitraan dengan mereka untuk mertcapai keinginan tersebut
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 119
(pemberdayaan)" (Anderson, 1991, hal. 1). Ini adalah bukti bahwa
kesehatan di setiap negara tidak dapat ditingkatkan dengan mem
berikan pelayanan kesehatan semata, tetapi harus didasarkan prinsip
persamaan, partisipasi, dan keterlibatan komunitas dalam pengambilan
keputusan tentang pelayanan kesehatan. Keberhasilan partisipasi
komunitas secara tidak langsung menunjukkan negosiasi tanpa
manipulasi dan persamaan hubungan antara anggota komunitas dan
pemberi pelayanan kesehatan yang memberikan asuhan kesehatan,
berdasarkan tujuan umum disertai program dan pelayanan yang
dapat terjangkau untuk semua.
Partisipasi komunitas adalah suatu proses sosial yang melibatkan
orang-orang dari lokasi geografis tertentu untuk saling berbagi nilai
yang umum dalam mengidentifikasi kebutuhan mereka (Rifkin, 1986).
Partisipasi dalam memformulasikan kerangka kerja untuk pelayanan
kesehatan primer dalam suatu komunitas tidak hanya ditujukan
untuk mencapai pelayanan yang lebih baik, akan tetapi juga untuk
menyesuaikan pelayanan berdasarkan pada kondisi sosial ekonomi
yang ada. Rifkin (1986) menggambarkan tiga pendekatan untuk
menggerakkan agar komunitas dapat berpartisipasi dalam program
kesehatan, yang ummrlllya diterapkan oleh berbagai negara (Gambar
5-1). Salah satunya adalah pendekatan medis, yang difokuskan pada
pengobatan penyakit dan dikontrol oleh profesi medis. Pendekatan
kedua adalah pelayanan kesehatan, yang menggerakkan masyarakat
untuk berperan aktif dalam pemberian pelayanan berdasarkan pada
modifikasi perilaku taksehat Pendekatan ketiga adalah pengembangan
komunitas, yang ditandai dengan keterlibatan masyarakat dalam
proses pengambilan keputusan untuk meningkatkankesehatan. Dua
• Pendekatan Medis
Gambar 5-1. Tiga pendekatan untuk menggerakkan partisipasi komunitas dalarn pe
layanan kesehatan (Rifkin, 1986).
120 BAGJAN J • LANDASAN nORETlS
Elemen Penting Pemberdayaan Komunitas
Proses Aktif
Tidak menghakimi
Mutualitas
Pilihan
. Hak untuk membuat keputusan
Partisipasi efektif
Keputusandiimplementasikan
pendekatan yang pertama untuk pelayanan kesehatan adalah pen
dekatan dari atas ke bawah yang serupa dengan pelayanan primer.
Dalam pendekatan ini, para ahli merekomendasikan nilai asuhan
kesehatan mereka kepada masyarakat Pendekatan ketiga merupa
kan pendekatan paling dasar untuk pelayanan k,esehatan. Dalarn
pendekatan ini, anggota komunitas menentukan jenis pelayanan
kesehatan yang harus disediakan dan lebill konsisten dengan prinsip
pelayanan kesehatan primer.
Model pelayanan kesehatan saat ini berakar pada pelayanan
spesialisasi untuk individu karena pelayanan kesehatan dikontrol
oleh profesi medis, dan industri asuransi, yang dirancang untuk
keuntungan kapitalistik. Sistem pelayanan primer saat ini kadang
kadang diterapkan tanpa memerhatikan aspek kemanusiaan dan
mengabaikan prinsip partisipasi sebagai hak asasi manusia.
Beberapa komponen penting untuk partisipasi komunitas adalah
(1) kerangka kerja untuk mendefinisikan komunitas, (2) anggota
komunitas sama-sarna menyadari masalah kesehatan mereka, dan (3)
mekanisme untuk menggerakkan komunitas agar mereka mengenali
kebutuhannya dan menjalin kemitraan dengan para profesional
asuhan kesehatan untuk menciptakan suatu budaya partisipasi
(Meleis, 1992). Perawat komunitas memiliki kemampuan untuk
memberdayakan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan
menangani peisoalan yang komurutas yakin sangat penting untuk
kesehatan atau kesejahteraan mereka melalui partisipasi pem
berdayaan masyarakat. .
Pemberdayaan melalui partisipasi memiliki tiga elemen esensial.
Perawat harus sensitif terhadap ketiga hal terse but agar transfor masi
komunitas dapat terjadi Qihat tampilan ketiga elemen esensial pem
berdayaan komunitas).
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunilas 121
Pertama, partisipasi adaIah matu proses aktif, yang tidak me
ngandung makna pemaksaan nilai-nilai dari kelompok atau organisa
si· kepadakomunitas, tetapisuaril proses mutualitas yang berarti
semua orang memiliki hak yangsama. K~mi, partisipasi termasuk
juga pilihan, artinya masyarakat memiliki hak dan kekuatan untuk
membua~ keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Ke
tiga, keputusan yang merupakan hasil partisipasi harus cenderung
efektif dan ada sistem sosial yang memungkinkankeputusan terse
but diimplementasikan. 'Partisipasi komunitas menurut Rifkin,
Muller, & Bichmann (1988, hal 933), "adalah proses sosial dari
kelompok khusus yang tinggal bersama di area geografIs tertentu
dan secara aktif mengidentifikasi serta mencari kebutuhan mereka,
membuat keputusan,. dan menetapkan'mekanisme untuk tnemenuhi
kebutuhan tersebut".
. Peran perawat dalam pemberdayaan komunitas adalah mem~
bangun kemitraan yang efektif 'melalui partisipasi komurutas. Pe
rawat menawarkan sumberyang kaya keterampilan dan pengetahuan
untuk memberdayaka..'1. anggota komunitas ketika menjelaskan
.beberapaparadigma. Hanya imajinasi, visi, dan nilai-nilai moral atau
etika kita yang membatasi iklim pemberdayaan yang kita ciptakan.
Perawat ·sangat mengenal model kuratif pelayanan kesehatan yang
didasarka..'1. pacIa model biomedis. Model ini belum sesuai dengan
profesikita karena menjadikan pe1ayanan kesehatan sebagai komoditas,
bukan pilihan gaya hidup yang. meliputi promosi kesehatan, pen
cegahan penyakit, dan perawatan selain pengobatan. Perawat yang
bekerja dalam kerai'lgka tradisional ini telah memberikan kesempatan
kepada ilmu biomedis untuk menetapkan batasan masalah moral
dan etika berdasarkan pengetahuan [Link] daripada meng
hormatikesucian asuhan atau penyembuhanmanusia (Watson, 1995).
Visi alternatif muncu1 dari model keperawatan holistikyang didasarkan
pada prinsip penyembuhan. Prinsip ini mepgintegrasikan semua
potensi dalam diri manusia untuk memfor.mu1asi kemitraan berbasis
klien. Keperawatan adalah ilmu tentang membangun moral hubtmgan
'pen~buhan, bukan hubtmgan pengobatan. '
PENYEMBUHAN DAIAM KOMUNITAS
Holisme adalah dasar hubungan yang penting dari pikiran-tubuh
jiwa untuk mencapai penyembuhanyanghakiki. Penyembuhan adalah
122 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
suatu proses dinamisasi energi yang saling berinteraksi secara mu
tual dalam diri manusia sehingga mereka memiliki integritas pema
haman tentang. keutuhan h1:l~gannya dengan diri_sendiri, orang
lain, dan lingkungan. Penyembuhan bis~ be'rupa proses dan hasil
dengan kecenderungan yang multidimensional dan dibatasi hanya
oleh imajinasi manusia. .
Proses kesembuhan merupakan proses yang tidak hanya berupa
penyembuhanbiol6gis dari suatu luka. Meskipun luka fisik dapat
sembuh secara sempurna tanpa meninggalkan bekas, namun luka
mental mungkin tidak sembuh. ~
Perawat menyadari bahwa penyembuhan tidak sama dengan peng
• obatan, pemasangan gips pada tungkai yang patah selama sembilan
:. minggu kurang menjamin penyembuhim pada seseorang yang harus
• menjalani hidup yang kompleks dan unik dengan gips dalam periode
• tersebut. Kita semua memerlukan gips ketika mengalami patah kaki,
• walaupun hal tersebut merupakan awal dari penyembuhan dan sering
• berakhir dengan masalah yang kompleks dari prosestersebut(Kritek,
• 1995, hal. 226) .
. Proses penyembuhan mencakup fisik dan mental yang me
mungkinkan pemulihan kondisi seseorang atau komunitas dari luka
emosional dan menikmati potensi dalam dirinya sebagai manusia
yang utuh. Penyembuhan lebih dari sekedar pengobatan. Peng
obatan yang terkait dengan model biomedis mengandung arti
resolusi penyakit. Misalnya dalam situasi kekerasan komunitas, ke
timpangan sosial, kemiskinan, sakit terminal, nyeri krorus, ketidak
mampuan ftsik, pengobatan tidak mungkin dilakukan selain meng
hilangkan gejala fisiko Model biomedis pelayanan kesehatan tidak
dapat menemukan penyebab "utama" dari masalah komunitas. Meski
pun model ini telah memberi kita berbagaiteknologi pengobatan
komunitasyang mengagurnkan, [Link] pericegahan penyakit
infeksi dan epidemik, penerapan model ini kurang menciptakan
lingkungan yang dapat memaksimalkan energi untuk menyokong ke
sembuhan dan kelangsungan hidup kita.
MEMBANGUN IWBUNGAN YANG TEPAT
Perawat berhubungan dengan klien, komunitas, dan keluarga pada
berbagai tingkat psikososial. Meskipun konsep penyembuhan sering
kali diterapkan pada individu, tetapikonsepyang sarna mungkin juga
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 123
eliterapkan pada komunitas atau kumpulan orang yang membangun
sistem sosial kita. Dalam membangun htibungan perawat-klien,
pera:watdapatmembantu memperkenalkan secarabertahap hai-apan
kepada klien mereka atau komunitas ~tuk mengurangi tekanan
psikologis dalam membantu proses penyembUhari. Ketika diterapkan
daJam kepera'V\latan, konsep penyembuhan adalah suatu proses meng
gerakkan klien dan komunitas ke arah keutuhan atau kesejahteraan.
Istilah'sembuh mengandung arti menjadi utuh atau upaya mengem
balikan kesehatan seseorang (Anierican Heritage Dictionary, 1992).
Keutuhan memiliki arti bahwa seseorang lebih dari sekedar ada atau
eksis secara fJSik, tetapi merupakall manusia yang multidimensional.
Individu memiliki hubungan tubuh-pikiran-jiwa yang berinteraksi
. secara holistik dengan lingkungan internal dan eksternalnya. Penyem
buhan adalah suatu proses menjadi pulih atau' utuh. perawat mem
fasilitasi penyembuhan, melalui interaksinya dengan klien atau
komunitas.. Agar berlangsung proses penyembuhaIl, eliperlukan
suatu keseimbangan [Link]· takbersyarat antara perawat dan
klien 'sebagai sosok yang utuh. Transformasi untuk menjaeli utuh
diidentifikasi oleh Quinn (1997) sebagai suatu hubungan yang tepat
. (right-re!atipnship) pada satu atau beberapa tingkat sistem manusia.
Hubungan yang benar jpi didefinisikan «sebagai polaorganisasi di
dalani. sistem yang mendukung, mendorong, memunglcinkan, atau
membentuk aktualisasi dan transendensi diri--:-pada setiap dan se
mua tingkat" (Quinn, 1997, hal. 2-3). Pc!awat meritainkan peran
penting dalam membantu komunitas, keluarga, dan individu dalam
.proses menjadi uruh dengan mernfitsilitasi hubungan yang tepat.
Dpaya membangun hubungan yang tepat bukan merupakan pe
nilaian etika atau moral, tetapi merupakan suatu pola organisasi yang
membentuk transendensi atau aktualisasi diri (Quinn, 1997). Dalam
era pascamodern ini, ilmu fisika mulai mengeksplorasi ilmu-ilmu
baru dari ihaos theory, string theory, atau dinamics !ystem theory. Teori baru
ini, sebagai coritohnya, dapat menunjukkan bagaimana penyem
buhan dipengaruhi oleh hubungan harmonis dan ·seimbang antara
nianusia dan lingkungan mereka, seperti layaknya orkes simfoni.
Nada musik dapat menghasilkan harmonisasi eli antara kekuatai1
hidup dalam sistem manusia pada pola yang tidak dapat diprediksi,
hampir sarna dengan visualisasi'benda melalui kaleidoskop dari gelas
berwarna Fenomena ini bertentangan dengan teori ilmiah modern
kita yang menekankan bahwa segala scluatu diprediksi dan dikurangi
124 BACIAN I _ LANDASAN TEORETIS
serta menghasilkan kembali gambaran kenyataan secara je1as disertai
hasil yang dapat ditentukan sebelumnya. Kek:uatan hidup adalah
bagian dari keutuhan manusia .dengan h'[Link] esensial,
.tetapi· tidak kerahllf hubungan ··antara lubtih, .pikiran, jiwa, dan
. lingkungan. Kiat keperawatan mencakup upaya menciptakan rasa
keterikatan antara klien, komunitas, dan perawat yang· meng
harmonisasikan hubungan ini. l\gar ~erjadi penyembuhan, perlu
adanya keseimbangan penerimaan takbersyarat perawat terhadap
klienlkomullitas. . .
Keniampuan untuk sembuh dapat diperluas ke komunitas se-.
bagai satu kesatuan yang [Link], jika komunitas terbentuk.
dari sistem yang saling berhubungan untuk membentuk ja#ngan
penyembuhanalami, pera:wat dapat menciptakan kemitraan penyem
buhan yang sinergis di antara in4ividu, keluarga, dan komunitas
seperti energi yang mengalir melalui ka-wat listrik. Lingkungan me
miliki tempat yang spesial untuk membangun hubungan antar
manusia (Quinn, 1992). Energi eli diljam lingkungah menurutRogets
(Falco & Lobo, 199.5) adalah "pandimensional". Lapang energi
lingkungan adalah bagian integral dari pola· kehidupan manusia.
Dalam suatu jaring penyembuhan, peravnt dapat. mengintegr..sikan
berbagai pandangan yang berbeda untuk menciptakan perspektif
yang holistik, dengan cara menilai keragaman budaya dan kemanusia
an dalam membentuk kemitraan dengan sistem komunitas yang
majemuk. Seorangpera-watyang bekerja di lingkungan penyembuhan
memiliki keinginan untuk melihat npa penyebab ketidikharmonisan
dalam komunitas dan poia lingkungan untuk meningkatkan ke
sehatan dan kesejahteraan komunitas. Melalui komunikasi dan pem
bentukan kemitraan di antara sistem komunitas~ peravnt dapat
memola lingkungan untuk membangun kemitraan dalam mencapai
penyembuhan atau hubunga.'1 yang tepat. Hubungan yang tercipta
dalam jarin~ penyembuhan alami akan menumbuhkan kesadaran
yang luar biasa agarkesembuhan komunitas secara nyata dapat t~rjadi.
Masyarakat adalah sistem yang hidup, suatu bagian dari sistem
universal, yang memperiahankan sistem organisasional untuk me
nyeimbangkan kehidupan mereka. Individu. atau komunitas Iebih
dari sekadar suatu sistem yang diciptakan dan subsistem, tetapi suatu
kesatuan yang kompleks dan memiliki energiYatlg saling berinteraksi
secara konstan dengan alam semesta. Energi untuk sembuh berada
di dalam diri setiap orang da,n komunitas serta merupakan bagian
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 125
dan energi universal yang menyelimuti seseorang. Perawat secara
fundamental bertanggung jawab untuk memfasilitasi hubungan
- .yang meningkatkan rasa keterikatan agar terJaru penyembuhan: -
Suatu keseimbangan harmonis yang diciptakan melalui hubungan
untuk penyembuhan belum menjadi paradigma yang dominan da
larnsistem pelayanan kesehatan kita. Konsep penyembuhan berbeda
secara filosofis dengan pararugma pengobatan merus. Konsepyang
berfokus pada integrasi keutuhan dalam proses penyembuhan dapat
mengubah pelayanan kesehatan dari model pengobatan menjaru
model penyembuhan, a,taumenjaru sisterri yang betuI-betuI huma~
niscik. Integrasi penyembuhan dalam asuhan kesehatan dapat meng
ubah sistem kita menjadi suatu sistem yang tidak menjadikan komu- .
nitas, keluarga, atau individual bagian dari subsistem, melainkan
ruperlakukan sebagai roatu kesatuan yang utuh. .
Dalam pengobatan, penyakit dapatdihilangkan, tetapi ketidak
seimbangan tubuh-pikiran-jiwa mungkin tetap tidak berubah. Kita
percaya terhadap pengobatan, narnun karena Idta masm percaya
bahwa konrusi kita sedang sakit,. [Link] akan terjadi.
Proses penyembuhan mimcuI pada tingkat multidimensi yang me
mengaruhi semua aspek dari tubuh atau komunitas tanpa me
me~hatikan apakah kondisinya telah "ruobati" atau belum. Proses
.penyembuhan meinengaruhi semua tingkatan sistem manusia mulai
dari emosi sampaihubtll1gan tubuh-pikiran-jiwa. Potensi untuk semb uh
pada setiap komunitas dan inruvidu tidak sarna, .;!an' potensi ini
f cenderung terjadi melalui pengembangan hubungan yang saling ter
rr
r. kait. Perubahan pada satu bagian sistem manusia dapat membawa
perubahan dalam sistem yang lain, suatu arah hubungan yang
mungkin tidak diketahui dalarn model penyembuhan.
Perawat komunitas memi1ik1 potensi untuk mengubah sistem
komunitas menjadi lingkungan penyembuhan-asuhan. Gambar 5-2
menunjukkan suatu [Link] dan konsep penyeq1buhan dan interaksi
antara perawat dan komunitas. Komunitas terruri atas banyak
kelompok inti dan dansubsisterit dalam model komunitas sebagai
mitra. Perawatkomunitas membantu anggota komunitas dalarn proses
penyembuhan dengan cara mengubah hubungan. Apabila hubungan
~ terbatas atau terhalang oleh elemen model biomedis dari pelayanan
f
~·:.'
I
kesehatan berdasarkan pada tindakah kuratif, komurutas tidak akan
"
i
,
memaksimalkan potensinya untuk proaktif dalarn proses dan hasil
penyembuhan. Walaupun model biomerus berupaya untuk dapat
F
126 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
memprediksi hasil pengobatan penyakit, individu mungkin tidak
akan sembuh. dalam proses tersebut. Jika perawat tidak me
ngembangkan hubungan yang tepat dengan komunitas, anggota
komunitas mungkin tidak akan' maJ:npu mernaksirnalkan potensi
rnereka untuk dapat diberdayakan. Perawat komunitas yang me
lakukan praktik dalarn kerangka penyembuhan ini berupaya untuk
mengembangkan rasa keterikatan atau hubungan yang erat dengan
anggota komunitas. [Link] yang melakukan praktik di lingkungan
penyembuhan mendukung teon multipel mengenai pengetahuan
atau pemahaman. Hubungan yang dibanguri berdasarkan model pe
nyembuhan Il}enganut keberagaman dengan hasil yang mungkin
kreatif dan tidak dapat diprediksi, tetapi tepat untuk komunitas
sebagai satu [Link] yang utuh.
Berkembangnya sentimendalam pelayanan kesehatan di AS mem
buat penanganan yang dilakukan lebih ke arah individu sebagai
sosok yang utuh daripada sebagai bagian yang terfragmentasi.
Peneliti~ pelayanan kesehatan nasional yang dilakukan oleh Astin
(1998) menyelidiki alasanorang Amerika mencari pelayanan ke
sehatan altermitif. Alasan yang paling sering ~ungkapkan adalah
mencari pelayanan kesehatan yang lebih sesuai dengan nilru, ke
percayaan, ~. fuosofi mereka terkait dengan kehidupan dan .ke
sehatan. Dengan berkembangnya scntimen ke arab pendekatan yang
lebih holistik terhadap pelayanan kesehatan, krisis revolusioner,
atau yang disebut oleh ~uhn (1996) sebagai pergesefan paradigma,
dapat terjadi. Keperawatan berada daJam posisi penting untuk men
jeIaskan ·model' ini ke seluruh dunia sehingga dapat mengubah
perawatan kesehatan pada milenium selanjutnya menjadi paradigma
penyembuhan; paradigma yang mengadvokasi dan melindungi
klien terhadap penindasan dan pelanggaran hak-hale mereka.
Dalam pendekatan biomedis tradisional terhadap pelayanan ke
sehatan, petugas perawatan kesehatan komunitas mema:pdang
anggota komunitas sebagai sumber pengumpulan data atau pe
nerima perawatan. Pendekatan konvensional terhadap pelayanan
kesehatan telah menganut patemalistik, yang mengakibatkan pro
gram terfragmentasi atau tidak diinginkan dengan anggota komunitas
sebagai partisipan pasif. Kemitraan kesehatan komunitas menekan
kan partisipasi aktif anggota komunitas dan petugas perawatan
kesehatan konmnitas, tidak hanya dari beragam disiplin ilmu, tetapi
juga dan setiap segmen masyarakat yang relevan. Selain itu, petugas
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 127
Sis tern Pelayanan Kesehatan Biornedis
• _Sistem Pengobatan-Sakit
• Dominasi Model Pelayanah Kesehatan
• Tidak Memaksimalkan Potensi Manusia
• . Hasil yang Dapat Diprediksi· .
\ I·
I
Tidak Ada Hubungan yang Tepat
..
!
Pcrawat Komunitas
Membantu Komunitas
<
untuk menjadi Kesatuan yang Utuh,
'.Mengubah Komunitas . ' , , . ' .
meh!lui Pemberdayartndan Penyembilhan Hubungan yallgTepat
, • Keterkaitan Komunitas
• ' Aktualisasi Diri Komunitas
Menganut Teod Kompleksitas
.. ': ~ . .
· Pemberdayaan dan Penyembuhan KOnlunitas
• Hubungan Harmonis ya!lg '8eiinbang ,
• Keuiuhan " . , .. .,
• KemungkinanMultidimensi .
• HasH yang Kreatif dan Tidak DapatDiprediksi
Gambar 5-2. Model Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas
perawatan kesehatan komunitas harus mampu memberdayakan
anggota komunitas untuk memvisuallsasikan kebutuhan mereka
dan secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan dan implementasi
perubahan yang diperlukan.
Mengubah Komunitas Melalui Pemberdayaan
Bagaimana perawat dapat mengubah komunitas untuk meningkatkan
sumber penyembuhan mereka? Pemberdayaan meningkatkan kecen
128 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
derungan masyarakat untuk menciptakan perubahan melalui pro
ses penyembuhan. Pemberdayaan adalah suatu jalan bagi komuni
tas untuk memperoleh kontrol terhadap sumber dan mengubah
perbedaan kekuatan melalui perubahan sosiaL Pendidikan adalah
proses pemberian informasi sebagai tindakan sosial dengan cara
mengarahkan masyarakat untuk memperoleh kemampuan dalam
mengontrol kehidupannya dan sumber komunitas. Peravvat bekerja
untuk memberdayakan komunitas, bukan untuk mendominasi atal1
mengontrol masyarakat, tetapi lebih mendorong individu untuk
berubah.
Dialog adalah elemen penting perubahan komunitas. Semua pen
dapat dalam komunitas adalah penting. Paulo Freire (1997) seorang
pendidik dari Brazil, memberikan kontribusi melalui filosofi dan
tulisan teoretisnya mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pen
didikan untuk menentang dehumanisasi dan objektifikasi dari pim
pinan yang sewenang-wenang. Masalah yang menjadi pusat per
hatiannya terutarna berhubungan dengan ketidakadilan kelas sosial,
tetapi filosofinya telah digunakan untuk memberdayakan profesi
seperti peravvat, teori feminisme) dan populasi ravvan dalarn komunitas
yang berisiko mengalami kondisi kesehatan yang buruk. Berilmt ini
merupakaii kutipan pemberdayaaIl komunitas yang diidentifikasi
oleh Waller:stein (1992, hal. 198):
• ..... mencapai persamaan si..lmber; memiliki persamaan dan kapasitas
• uiltuk memecahkan masalah; mengidentifikasi masalah mereka sendiri
• dan solusinya; meningkatkan partisipasi dalam aktivitas komunitas
• demi kemajuan masyarakat, kepekaan komunitas yang lebih tinggi,
dan keefektifan personal dan politik; dan pengembangan model
• tindakan partisipatori untuk meningkatkan keefektifan sistem per
: tolongan alami dan mendukung perilaku proaktif untuk perubahan
sosial.
Kemitraan komunitas terbentuk melalui suatu proses pember
dayaan. Kemitraan adalah sistem yang fleksibel dati struktur kekuatan
yang ditetapkan melalui upaya negosiasi untuk mendistribusikan ke
kuatan di antara para partisipan. Upaya ini bertujuan meningkatkan
kesehatan atau kesejahteraan komunitas secara keseluruhan. Empat
karakteristik dari komunitas yang diberdayakan (dikonseptualisasi
dari buku Paulo Freire [1997] Pedagogy of the Oppressed) adalah
sebagai berikut:
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 129
• Keyakinan dalam. diri masyarakat
• Kepercayaan terbentuk melalui dialog
• Harapan daIam perubahanpositif yang menguntungkan komu
nitas sebagai suatu kesatuan yang utuh
• Mendiskusikan landasan pemikiran kritis tanpa takut berben
turan kembali dengan mereka yang memiliki kekuasaan.
Freire menyatakan hipotesisnya ba..[Link] dialog atau komunikasi
antarindividu dalam komunitas adalah kunci pemberdayaan. Setiap
karakteristik pemberdayaan didiskusikan berikut iui.
Keyakinan dalam diri masyarakat mengandung arti bahwa sem~
individu memiliki [Link] untuk memberikan pandangannya inengeriai .
masalah komunitas. Menurut Freire (1997), tanpa keYakinan, tidak
mungkin terjadi dialog dan dialogtidak mungkin ada tanpa rasa cinta
terhadap dunia dan [Link]. Cinta adalah prioritas dasar sebagai
pondasi dialog dan tidak dapat terj~di jika penguasa memperlakukan
rnasyaraYWlt secara sewenang-wenang. Jiwa kemanusiaan mendorong
komitmen di antara anggota komurutas untuk menciptakan dan
rnengubah ikatan kemanusiaan komunitas serta terjalinnya hubungan
dengan mereka yang hidupnyaterpinggirkan atau mereka yang pa
ling rawan dari keseluruhan rnasyarakat. Kerawanan dialami oleh
individu atau komunitas yangterkamuflase dalam masyarakat kita,
seperti tunawisrna, penderita penyakitkronis, imigran, atau orang tua
tunggal yang memiliki penghasilan rendah. Populasi rawan berisiko
tinggi memunculkan kekerasan dalam masyarakat dan mereka sering
kali memiliki'penghasilan yang sangatkecil. Risikoyang dihadapi oleh
kelompok raVlan pada umumnya ridak dilakukan secara sukare1a
atau dalam kendali mereka. Semakin besar risiko yang dihadapi,
semakin rawan populasi tersebut. Kerawanan menyebabkan populasi
menjadi korban, terasing, tidak dapat menolong diri sendiri, atau
ketidakberdayaan dan semuanya bertentangan dengan pember
dayaan. ' .
Freu-e (1997) percaya bahwa keyakinan dalam rnasyarakat melalui
dialog adalah komponen primer dalam mengubah mereka yang
paling raVlan menjadi berdaya, tetapi kita tidak dapat melakukan
dialog tanpa ~epercayaan. Kepercayaan dalam rnasyarakatdilandasi
oleh prinsip kejujuran dan integritas dari setiap kata yang kita ucap
kan. Kebohongan atau keyakinan yang lemah dari niat atau tindakan
seseorang tidak akan menciptakan rasa percaya. Banyak proyek
130 BAGJAN J • LANDASAN TEORETIS
komunitas yang didasari oleh niat baik gagal terlaksana karena
pernirnpinnya salah mengatakan satu hal atau, merancang 'proyek
untu}!;:kepentingan rnereka senditi, mengabaikan.-mereka yang ingin
dilayani oleh proyek terse but sejak aw.d, alau' rnelakukan tindakan
yang tidak sesuai dengan perilaku mereka. '
Harapan melalui dialogadalah komponen vital lain dari pember
dayaan (Freire, 1997). Harapan membangkitkan [Link] masyarakat
terhadap kekuatan yang ada dalam dirinya yang mendorong mereka
untuk bertindak, memobilisasi kekuatan, dan melihatke masa depatl
yang Iebm baik. Harapan memberikan kekuatan kepada seseorang
untuk [Link] beberapa,.kesulitaD:yarig ada dan melihat maSa depan
dengan berbagai k~ungkinannya. Harapan adalah seg~a sesuatu
yang melindungi individu terhadap keputusasaan dan memberikan
kekuatan serta membantunya' untuk menentukan langkah, saat
terjadi kemalangan hidup. Pemb~rdayian melalui harapan men
dorong kemampuan untuk membayangkan perspektif lain. Tanpa
harapan, dehurnanisasi atau keputusasaan dapat terjadi yang me
munculkan sikap diam atau menolak kebenaran sehingga membawa
pada kemiskinan dan ketidakadilansebagai buah dari penolakan
masyarakat. Pemberdayaan melalui harapan tidak diperoleh begitu I
saja, tetapi Iebih rnerupakan suatuproses transformasiyang diperjuang
kan dengan keyakinan. Selama din Andapenuh dengan harapan,
Anda dapat bertahan menghadapi kegagalan dan tetap berjalan
dengan harapan untuk, mencapai kesuksesan. Pember&yaan bukan
merupakan transformasi yang cepat, \:etapi merupakan suatu proses
yang lamb at, yaitu merajut benang-benang tipis masyarakat melalui
dialog, seperti seekor laba-laba yang merajut jaringnya.
, Kita telah mengetahui pentingnya kepercayaan, keyakinan, dan
harapan, semua konsep "lembut" yang berhubungan erat dengan
pengembangan hubungan penyembuhan. Masih ada satu lagi
komponeIi penting pemberdayaan yang belum didiskusikan yaitu ber
pikir kritis (critical thinking). Mac;yarakat diberdayakan melalui proses
berpikir kritis dan evaluasi. Agar pemberdayaan dan [Link] ber
hasil, masyarakat harus berpikir kritis dan secara terus-menerus
mengevaluasi premis di batik pemikiran mereka (Freire, 1997).
Reali~adalah proses peruballan yang dinamis karena teknologi dan
penemuan baru yang ada, mengubah kehidupan rnanusia. Individu
memeflukan [Link] untuk bertukar ide, menimbang darnpak
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 131
positif dan negatif perubahan terhadap masyarakat atau komuni
tas. Pemikiran yang naif memberikan pembenaran terhadap "status
quo" atau kesewenang-wenangan yang terus-menerus terhadap
mereka yang berisiko tinggi menjadi korban. Untuk mengatasi ke
timpangan sosial karena perubahan ini, kita harus mengembangkan
kemampuan baru melalui pendidikan untuk memengaruhi orang
lain dan mengubah komunitas kita.
Pintu komunikasi di antara masyarakat harus selalu terbuka untuk
pemikiran kritis. Pemberdayaan dicapai melalui dialog kritis dan
refleksi pemikiran kritis, tidak hanya dari apa yang telah diketahui.
Ini adalah suatu proses yang mengubah sesuatu yang diketahui
menjadi tidak diketahui dan merefleksikan berbagai kemungkinan,
dengan harapan masa depan yang lebih baik. Tanpa dialog yang
kritis, pembelajaran yang sebenarnya tidak mungkin terjadi dan
hanya pengetahuan yang diturunkan di antara mereka yang memiliki
kekuatan dengan mereka yang tertindas, bukan kearifan. Berpikir
kritis mendorong transformasi dari pengetahuan menjadi kearifai1
untuk mereka yang paling rawan. Kearifan yang merupakan hasil
berpikir kritis, keyakinan, kepercayaan, dan harapan dalam
kemanusiaan clapat mengubab. struktur sosial dari komunitas yang
tertindas menjadi komunitas yang penuh kekuatan/kemampuan
(Gambar 5-3). .
Pemberdayaan Komunitas Melalui Penyembuhan
Pemberdayaan dan penyembuhan, keduanya inerupakan proses dan
hasil yang sinergis. Pera--watkomunitas bertanggungja--wab untuk me
rawat dan mendukung komunitas, keluarga, dan individu ketika
mereka berespons terhadap kesehatan, kekerasan, atau ketidakhar
monisan di dalam komunitas. Pera--wat harus terampil dalam mem
berikan perawatan yang penuh kasih sayang dan mampu menerapkan
pengetahuan serta teknologi ilmiah. Kita juga menguasai interaksi
kemanusiaan universal-psikososial-spiritual yang mendukung klien
kita dan memberdayakan merekadalam proses berubah. Peran
perawat sebagai penyembuh tidak secara langsung menciptakan
perubahan pada orang lain, tetapi menciptakan proses atau kondisi
yang dapat menimbulkan perubahan. Agar kasih sayang dan perawatan
untuk penyembuhan dapat dipertahankan, komunitas tempat kita
bekerja harus mampu mera--wat diri mereka sendiri dan mampu
132 Bi\GIAN I III LANDASAN TEORETIS
1
Komponen Penyembuhan Hubungan yang Tepat
• Harapan (Perhatian Bersama)
• Kepercayaan
• Keyakinan
Berpikir Kritis
Pemberdayaan
Gambar 5-3. Komponen kunci transformasi sosial.
melanjutkan proses. Komunitas harus bersedia untuk membang
kitkan kapasitas penyembuhan dari dahm diri mereka sendiri. Ka
pasitas untuk menyembuhkan komunitas yang dihadapkan pada
tindak kekerasan yang mengerikan dan penindasan golongan ekstrem
terhadap masyarakat yang tel'pinggirkan, misalnya, dapat mensti
mulasi penyembuhan, tetapi tidak selalu dapat metryebabkan pe
nyembuh<lIl. Namun, luka psikologis yang dihadapi oleh komunitas
sebagai dampak tindak kekerasan yang tiba-tiba masih membekas,
kecuali jika penyebab ketimpangan so sial tersebut dapat diatasi.
Penyembuhan adalah kapasitas intrinsik dari suatu komunitas,
dan, sebagai profesional perawatan kesehatan, perawat memiliki
potensi untuk memfasilitasi proses penyembuhan dalam rangka
menyelaraskan ketimpangan yang dihadapi oleh populasi yang
berisiko tinggi mengalami bahaya sosial.
Perawat harus membangkitkan kapasitas penyembuhan dalam
diri mereka sendiri untuk memfasilitasi proses penyembuhan orang
lain. "Bagaimanapun, untuk membangkitkan penyembuhan dalam
diri sendiri, kita harus menghadapi segala keterbatasan dan keajaiban
dari rasa kemanusiaan kita serta pekerjaan kita dengan perspektif
yang seimbang" (\X1ells-Federman, 1996, hal. 14-15). Kita perlu me
rawat diri kita sendiri sebagai manusia, menyeimbangkan komitmen
kita terhadap praktik dengan tuntutan untuk menyembuhkan orang
lain. Penyembuhan yang efektif dapat berlangsung hanya melalui
BAB 5 • Pembeidayaan dan Penyembuhan Komunitas 133
kesadaran dari diri kita sendiri untuk bertanggung jawab melakukan
perubahan dalam kehidupan kita. Dengan demikian, perubahan ini
akan berkontribusi terhadap kesejahteraan orang lain. Perawat,
sebagai makhluk universal-psikososial-spiritual, memiliki kapasitas
unik untuk memahami intervensi penyembuhan dan juga kemampu
an untuk melihat jauh ke depan penyebab simptomatikdari kelidak
har monisan dalam komunitas kita. Oleh karen?. itu, keperawatan
berada pada posisi yang unik untuk memberdayakan komunitas agar
berubah melalui interaksi penyembuhan.
KESADARAN PENYEMBlJHAN
Kesadaran penyembuhan merupakan aspek yang penting. Kesa
daran ini tumbuh karen a komunitas memandang bahwa hubungan
pikiran-tubuh-jiwa dengan kemanusiaan dapat terjadi hanya mela
lui dialog. Dialog memberikan muatan yang sangat penting untuk
terjadinya transformasi komunitas. Proses pemberdayaan melalui
dialog memungkinkan komunitas me1ihat berbagai ketimpangan
yang ada dan mentransformasi lingkungan mereka melalui inter
vensi penyembuhan. "Semangat dialog mencakup keterbukaan ter
hadap ide-ide baru" (Koerner & Bunkers, 1994, hal. 51). Semangat
keterbukaan berarti masyarakat terbuka untuk mendengarkan orang
lain dan bernegosiasi disertai pemahaman terhadap sudut pandang
yang berlawanan. Pemberdayaan adalah proses harapan, keper
cayaarl, keyakinan, dan pemikiran kritis yang dilandasi oleh per
hatian bersama dan rasa cinta terhadap sesama. Pemberdayaan ada
lah proses interaktif dualistik yang meliputi komitmen untuk
memahami diri sendiri dan orang lain, serta kesediaan untuk
melakukan perubahan demi peningkatan kemanusiaan.
Proses peuingkatan kesadaran penyembuhan dalam komunitas
sesuai dengan pendapat Freire (1997) tentang proses pembebasan
manusia dari penindasan melalui pendidikan. Pendidikan, menurut
Freire, harus mampu membangkitkan kesadaran manusia atau disebut
"constientizacao". Semangat untuk membangkitkan kesadaran ini tumbuh
melalui proses refleksi dan berpikir kritis antara guru dan murid
(Gambar 5-4). Pertukaran ide secara terbuka melalui dialog bukan
sekedar memberikan pengetahuan lama dalam menjustifikasi ke
timpangan yang ada di komunitas, tetapi memberikan pandangan
baru untuk memahami tekanan politik, sosial, dan ekonomi dari
134 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
kesewenang-wenangan. Menurut paradigma modern Barat tentang
dunia, "manusia hanya berada di dunia, bukan bersama dunia atau
hal lain; manusia adalah penonton, bukan pencipta kembali" (Freire,
1997, hal. 56).
Menurut paradigma pascamodern mengenai kesadaran penyem
buhan sebagai model keperawatan, hanya imajinasi dan ketakutan
kitasendiri yang membatasi kenyataan. Pemberdayaan dan penyem
buhan adalah landasan penting bagi proses keperawatan. Keperawatan
adalah profesi yang didasarkan pada pemahaman mutual klien,
keluarga, dan komunitas. Penyembuhan mendorong kebebasan un
tuk memberdayakan komunitas agar dapat menyesuaikan dengan
tekanan kesewenang-wenangan. Selain itu, profesi ini mentrans
formasi kesadaran manusia untuk membangkitkan kapasitas rendah
hati, cinta, dan kerja sarna timbal-balik. Agar penyembuhan dan
pemberdayaan muncul sebagai kesadaran baru pada milenium se
lanjutnya, perawat komunitas harus terlibat aktif dalam dialog untuk
meningkatkan pemahaman, kerja sarna mutual, dan refleksi kritis
dari aspirasi komunitas. Perawat dapat mengorganisasi perubahan
Gambar 5-4. Meningkatkan kesadaran penyembuhan dalam komunitas.
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 135
global melalui penerapan konsep penyembuhan dan pemberdayaan
dalam komunitas untuk. memhantu mencapai impian atau harapan
komunitas terse but. . . .
TRANSFORMASI KOMUNTrAS GLOBAL
Pemberdayaan dan penyembuhan adalah elemen penting untuk
mentransformasi komunitas global kita. Proses lransformasi dalam
memberdayakan suatu komunitas terjadi apabila perawat komunitas
mengintegrasikan hubungan penyembuhan. Upaya ini berpotensi
mengubah lingkungan global pe1ayanan kesehata11 dan me,ningkatkan
lingkungan yang sehat untuk semua Pendekatan pengembangan
komunitas terhadap pelayanan kesehatan meliputi pendekatan pcir
tisipasi pemberda}'[Link] dari seluruh komponen masyarakatyang me
nerapkan praktik penyembuhan, tanpa tnemerhatikan budaya, status
sosial, gender, atau etnis. Seiring dengan penyusutan dunia karena
kecanggihan komupikasi elektronikglobal, setiap hari media massa [Link]
menayangkan ketimpangan yang ada di }ingkungan global kim. Kita
dapat menyaksikan sendiri berbagai fenomena menyedihkan seperti
[Link].."l; kecanduan obat, pengangguran, pembantaian massal,
pembunuhan, dan kurangnya pelayanan kesehatan di seluruh dunia.
. Perav;.'at komunitas tidak boleh terus rnei1utup mata terhadap feno
mena ini, tetapi menjadi advokat untuk mentransformasi komunitas
kita ke arah penyembuhan yang dilandasi oleh kepercayaan, harapan,
cinta, dan keyakinan dalam kemanusiaan.
Posisi unik yang mengunturigkan kita sebagai perawat adalah ke
mampuan kita untuk. berkomunikasi, berdialog,dan membentuk. ke
mitraan dengan banyak klien, keluarga, dan kornunitas. Pera"?Jat
berada pada posisi pertama untuk menyusun serangkaian kegiatan
baru dalam pemberian perawatan kesehatan dan mengatasi ketidak
adilarl sosial terhadap hak warga dunia berdasarkan prinsip pem
berdayaan dan penyembuhan. Perawat harus berperan sebagai "ak
tivis sosial" sebagaimana dikonseptualisasi oleh Chopoorian (1990),
seorang perawat ahli teori lingkungan. Aktivisme sosial adalah pro
ses membangkitkan kesadaran manusia terhadap dunia [Link] di
sekitar kira.
• Ini berarti ideologi yang dominan dalam budaya kita, cara kerjanya,
• dan siapa yang b~rminat mendapatkan layanannya menjadi jelas.
• Dengan demikian, diperlukan observasi untuk membuat hubungan
136 ,BAGIAN I • LANDASAN TEORETlS ,
• dengan persoiilan sosial yang lebih besar. Ini berarti menggugah
: kesadaran publik tentangbagaimanamasalah dalam dunia klinis '
• berhubungan dengan masyarakat, Dengan demikian, penting bagi
• kita untuk [Link].~f!·r-ekan ~~rl~/Pi:lsien, tetangga, .
• dan kelompok konsumen. Tujuannya adalah menyampaikan per
f soalandalam masyarakat kepada pemuka masyarakat, figur politik,
• . pers, dan badan pemerintahan. Artinya, kita menransfer pengetahuan
• kita tentang masyarakat dan masalah mereka serta memerhatikan
: kepentingan orang lain. Ini berarti bahwa kita siap mef"\anggung risiko
• ' untuk bersuara melawan bermacam-macam ketidakadilan. Artinya, kita
• membuat hubungan antara penderitaan yang kita lihat di dunia ini
• dengan penderitaan manusia di seluruh dunia. (Chopoorian, 1990,
• hlm.3!i).
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI
PENELITIAN PARTISIPATOru
Penelitianpartisipatori adalah suatu metode yangdapat dilakukan
oleh perawat komunitas clalam memberda:yak:an komunitas untuk
memfokuskan' pada masalah kesehatan. Penelitian ini juga meli
batkanprofesional kesehatan lain dan anggota komunitas. Dalam
mengorganisasi program penelitian partisipatori, perawat mem
bantu komunitas mengidentifikasi, memahami, menemukan solusi,
dan menentukan t~juan bersama untuk menyelesaikan masalah
komunitas. Penelitian partisipatori adalah suatubentuk penelitian
emansipatori yang mengarahka..'1 pada ketimpangan clap, ketidak
adilan dalam kesehatan dan masyarakat (Drevdahl, 1995; Henderson,
1995; Lindsey & McGuinness, 1998). Penelitian partisipatori adalah
upaya peningkatan kesadaran yang menggunakan teori kritis mau
pun teori feminisme. Penelitian ini mencakup percakapan yang
menghasilkan koiaborasi IT'.aupun kesadaran diri antara perawat dan
komunitas mereka (Drevc!aJ:,], 1995).
Metodologi penelitian partisipatori memadukan penelitian ilmiah,
pendidikan, tindakan politis yang dikembangkan terutama dari hasil
[Link] Freire (1997). Teorikritis dan teori feminisme adalah komponen
penting yang mendasari proses emansipatori. Teon kritis menekan
kan pacia pendekatan analitik kritis untuk mendiskusikan masalah
. sosial dengan refleksi aktif dan sintesis melalui dialog terus~menerus.
[Link] mungkin berubah dengan mengajukan pertanyaan kepacia
peserta didik dan memberikan umpan balik. Dalam memahami pola
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 1 37
sosi~ dan politik dan kekuasaan yang sewenang-wenang, anggota
komunitas mungkin mampu membebaskan diri mereka·daristruk,.
tur kekuasaan tersebut (Gortner, 1997). Teori feminisme memberi
kan banyak nilai kemanusiaan dari keperawatan berdasarkan konsep
asuhan, intu:isi, dan penilaian sudut pandang sertapengalaman orang
lain (Dunlap, 1994; Meleis, 1997). Perspektif feminis (penganutteori
feminisme) memberikan bahasa yang kuat untuk meningkatkan pe
mahaman I?ta atau memberikan wawasan tentang perubahan sosial.
Perawat ditantang untuk membangkitkan semangat perubahan
sosial pada masyarakatkitayang paling rawan. Penelitian emansipatori
.mernberikan kerangka kerja untukmemperluas kesadaran politik
dan warga negara yang kehilangan hak suaranya dalam suatu ko
munitas. Penelitian emansipatori meneliti masalah yang diyakini
penting oleh anggota komunitas dan tidak harus selalumasalah
yang cliidentifikasi oleh profesional kesehatan di komunitas. Penelitian
partisipatori berfokus pada masalah atau penelitian dengan konteks
spesifikyang berpusat pada masalah tertentu yang melibatkan semua
partisipan. Penelitian partisipatori hampir sama dengan action research
yang melibatkan komitmen individu atau kelompok dalam proses
untuk. mencapai kemajuan yang berartt melalui interaksi yang terus
menerus dalam dialog, penelitian, tinciakan, refleksi, dan evaluasi
(Hart, 1996). bdividu adalah partisipan aktif dalam pelubahan,
bukan objek pasif. Melalui pene1itia.i1 partisipatori, anggota komurutas
dapatmemperoleh keterampilan dalam memikirkan seeara kritis da:n
menganallSis masalah kesehatan dalam komunitas mereka "Penelitian
emansipaiori bukan untuk tujuan prediksi mallpun pemahaman,
tetapi emansipasi,. baik dalam proses penelitian. maupun dalam
masyarakat" (Henderson, 1995, hal. 60).
Henderson (1995) mengidentifikasi lima cara metodologi penelitian
partisipatori yang berbeda dengan metbdologi penelitian tradisional.
Pertama, sampel penelitian cliikutsertakan dalam semua fase dan
proses penelitian dari desain sampai implementasi dan analisis.
. Terdapat hubungan timbal balik antara sampel yang sedang diteliti
dan sampel yang. terlibat dalam penelitian. Kedua, penelitian
partisipatori menekankan pada eara berpikir yang berbeda di Iuar
pengetahuan ilmiah, seperti melalui pendekatan intuisi dan pengalaman
manusia yang digeneralisasi. Ketiga, penelitian memfokuskan pada
strategi pemberdayaan dan pengembangan hubungan kekuatan
138 BAGIAN I • LANDASAN HORETIS
dengan memfokuskan pada ketimpangan antara sampel yang sedang
ditelici dengan penelitinya. Pembukaan dialog antara peneliti dan sampel
yangditeliti adalah proses pemberdayam. yang tergabung da.1am
proses penelitian, tetapi tidak selalu menjadifokus perte1itian seperti
yang sering digambarkan dalam riset keperawatan. Kesadaran tumbuh
karena kita mengenali ketimpangan hubungan kekuatan di antara
pihak yang ter libat sehingga memungkinkan bagi kita untuk meneliti
ketidakseimbangan kekuatan sebagai bagian dari proses penelitian.
Keempat, penelitian partisipatori mencakup pembentukan pe
ngetahuan dan pertukaran ide untuk menin~atkan kesadar~ antara
penelitidan sampel yang ditelitisehingga mencipt~ data dan
toori baru. Kelirria, haSilnya difokuskan pa~a [Link] sosial dan
politikdengan memperbaiki distribusi kekuatan dalam komunitas.
Tujuari penelitian partisipatori adalah perubahan sosial, tidak hanya
'kemajuan pengetahuan ilmiah yang baru. Penelitian emansipatori
dirancang untuk memengaruhi secara langsung kehidupan semua
partisipan dalam proses penelitian, bokan hanya peneliti.~alam
penelitian partisipatorikepera"''atan,individu menjadi ~pu meng
eksplorasi hubungan antara ketimpangan dalam masyarakat dan
gangguan kesehatan mereka sendiri serta mampu mengambil tindakan
keUka hubungan ini tidak tertangani" (Henderson, 1995, hal. 64).
Lindsey & McGuinness (1998) mengidentifIkasi beberap~ tema
penting penelitian partisipatori dalam st1ldi kUalltatif yang meneliti
proses partisipasi komunitas. Pertama, harus terdapat perencanaan
untuk partisipasi tersebut. Selain itu, diperlukan waktu 'lLtltuk pe
rencanaan lanjutan dan pengembangan str~.tegi komunikasi efektif·
yang me1ibatkan tokoh kunci dalam komunitas. Persiapan sangat
penting untuk mencapai kesuksesan. Kedua, harus dibentuk infra
struktur yang memfasilitasi keterlibatan komunitas. Komponen
struktural yang penting antara lain steering committee, memfasilitasi
pertemuan,. melibatkan anggota masyarakat, menentukan waktu ke
giatan, memelihara komitmen, dan menyelesaikan proyek terse but.
Steering Committee dira:ricang untuk memaksimalkan masukan dati
masyarakat dan terdiri atas orang-orang yang mengetahui persoalan
dalam komunitas, memi1iki komitmen terhadap partisipasi komurutas,
dan memiliki wa~an yang luas. Rancangan proyek harus me
maksirnalkan jumlah sukarelawan dari komunitas, melibatkan mereka
secara langsung dalam· pengumpulan data, anallsis, dan diseminasi
informasi. Penelitian partisipatori bukan cara yang cepat untuk
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 139
menentukah masalah. Penelitian ini menuntut waktu yang cukup
dart komitmen komunitas. Strategi harus meliputi cara untuk me
tnelihara antusiaSme dan motiV'asi terhadap proyek penelitian, seperti
membagi proyek kedalam tugas-tugas kecil dan dapat dicapai serta
menentukan target waktu penyelesaian proyek.. Minat terhadap
proyek dapat dipertahankan dengan memberikan umpan balik
terus-menerus berkaitan dengan kemajuan penelitian, menghargai
prestasi, dan memastikan bahwa pertemuan yang diadakan me
nyenangkan. Ketika menghadapi hambatan, strategi ~lternatif
diajukan untuk mendorong motivasi kepada anggota komunitas agar
terus maju. Saat menyimpulkan proyek penelitian,informasi di
sampaikankepada komunitas· d<!.lam sebuah forum. Forum ini
diikuti oleh kelompok komunitas dan tokoh ucima yang memiliki
komitmen untuk memengaruhi perubahan eli masa depan. Dalam
pertemuan tersebut, mereka melakukan disk~si dan saling bertukar
pengalaman. Semua ini sangat, membantu perawat komunitas dalam
pengembangan, implementasi, dan penyelesaian proyek. penelitian
partisipatori. .
Perawat komunitas adalah mata, telinga, dan hidung dari setiap
kejadian dalam suatu komunitas. Kita memiliki kredibilitas sebagai
profesional kesehatan eli komunitas. Pengalaman klinis dan perielidikan
. memandu kita dalam mengkaji gejolak yang terjadi di sekitar kita.
Kita memiliki banyak alat untuk mengimplementasikan perubahan
dalam lingkungan komunitas berdasarkan pada teori dan pe
ngalaman. Perawat memiliki keterampilan komunikasi interpersonal
yang kuat, pemahaman tentang pentingnya hubungari [Link].t,
mau belajar dari orang lain, dan mengetahui cara memaksimalkan
sumber kesehatan suatu komurutas. Melalui hubungan profesional
kita dengan klien, kita beh:.jar menyelesaikan masalah dengan cara
yang hampir intuitif dan berupaya memperbaikinya sebelum terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan. Solusi yang kita berikan tidak selama
'nya benar, jika basil akhiryang dicapai tidak sesuai dengan pandangan
. atau keyakinan masyarakat. Solusi terbaik adalah memberdayakan
komunitas untuk menyelesaikan masalahnya sendiri seiring dengan
upaya pengembangan sumber penyembuhaI! komunitas. Penelitian
partisipatori adalah metode yang sangat baik untuk perawat dalam
mengimplementasi peru bahan, bahkan pada skala yang kecil.
.Contoh penelitianpartisipatori yang dilakukan oleh 'perawat .
kesehatan komunitas,mungkin mengingatkan Anda pada pentingnya
140 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
pendidikan klien tentang pemberian vaksin influenza kepada lansia
selama wahah flu melanda komunitas mereka. Penelitian ini di~
lakukan ketika. kita bekerja di suatu pusat perawatan lansia (senior
center) sambi! melakukan pemeriksaan tel5:anan darah terhadap
masyarakat .Amerika-Afrika yang berpenghasilan rendah. Berdasarkan
informasi dari klien, sangat sedikit lansia 'clalam komunitas tersebut
yang terkena flu, tetapi banyak teman mereka yang meninggal tahun
lalu atau mengalami sakit serius akibat influenza. Para Iansia
tampaknya sangat mengkhavtatirkan perkiraan mengenai ancaman
wabahinfluenza yang banyak elitayangkan oleh stasiun lV. Anda
menilai bahwa kasus ini mungkin !nerupakan isu kesehatan yang
penting yang hatus dibahas pada pertemuan bulanan para direktur
senior center minggu depan. .
Sebelum kembali kedepartemen kesehatan masyarakat, Anda
mendatangi departemen epidemiologi untuk memeriksa data statistik
komunitas yang berhubungan dengan influenza selama beberapa
tahun terakhir ini. Ketika menganalisis data, terdapat bukti bahwa
angka kernatian lansia yarlg memiliki penghasilan rendah di daerah
tersebut 50% lebih tinggi elibandingkan lansia eli daerah lain. Angka
kematian lansia yang tinggal di sekitar senior center temp at Anda
mengukur tekanan darah tadi, secara signifikan lebih tittggi daripada
angka kematian di daerah lain. Data terse but juga menunjukkan
bahwa secara keseluruhan angka kematian lansia Amerika-Afrika eli
negara ini lebih tinggi. Anda terdorong untuk bertindak, karena
masalah kesehatan ini'signifikan dan pera'?lat clapat :tnengatasinya.
Pada minggu berikutnya, Ancla melakukan studiliteratur dan
membuat proposal yang elipresentasikan di depan anggota devtan
eksekutif senior center lansia untuk melakukan penelitian partisipatori
mengenai program imunisasi influenza dengan dukungan departemen
kesehatan masyarakat. Anda memikirkan secara mendalam bagai
mana caranya agar proposal Anda berhasil; dengan mengidentifikasi
berbagai hamhatan yang ada. Hambatan pot~nsial yang telah di
identifikasi adalah memhuat program ini serisitif secara budaya
terhadap komunitas Amerika-Afrika. Banyak lansia yang tinggal eli
sekitar senior cent~r ini memiliki [Link] pada' perawatan
kesehatan, kurangnya transportasi, dan kurang memiliki pemahaman
tentang pentingnya vaksinasi influenza. Hasil studi literatur dan
pengalaman praktik Anda menunjukkan beberapa isu kunci yang
berhubungan dengan komunitas Amerika-Afrika. Agama adalah
BAB 5 .• Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 141
pusat kehidupan mereka; keyakinait budaya dan· praktik kesehatan
sering kali tidak begitu bermanfaat bagi kehidupan mereka, tanpa
memerhatikart dampaknJa'terhadap kesejahteraan lansia; dan
jaringan dukungan keluarga dan sistem pelayaruin kesehatan infor mal
memainkan peranan penting dalam memelihara kesehatan selama
periode stres atau lr..risis (Russell & Jewell, 1992). Diagnosis ke
sehatan komunitas untuk proposal ini dapat berupa: penurunan
angka imunisasi influenza pacia lansia Amerika-Afrika yang tinggal
eli komunitas ini berhubungan dengan (1) hambatan budaya, (2)
status sosial-ekonomi yang rendah, (3) sikap, dan (4) kurangnya
sumber untuk 'promosi keseh!ltan dan pencegahan penyakit, yang
dimanifestasikan c;>leh tingginya. angka kematian dan rendahnya angka
imunisasi berdasarkan data statistik.
,Proposal Anda me1iputi kerangka konseptual dalam upaya me
ningkatkan efektivitas programimunisasi untuk senior center berdasar
kan komponen "model komunitas sebagai mitra" (Anderson &
McFar1ane, 1996). Perencanaan mencakup nilai-nilai budaya. Amerika
.. Afrika yang berhubungan dengan praktik kesehatan dan penyakit.
Strateginya melipuri riga komponen utama. Komponen pertama .
mencakup peningkatan partisipasi aktif anggota komunitas dari
senior center dalam rancangan program, implerrtentasi, dan proses
.evaluasi. Komponen kedua meliputi strategi untuk tnelangkah ke
dalam jaringan formal dan informal yang telah ada eli komunitas, dan
keriga, menyusun rencana yang sensitif secara budaya dengan du
[Link] direktur senior center dan juga tokoh againa dalam komu- .
nitas. _
Komponen fundamental pada proposal Anda adalah bagai
mana memberdayakan lansia Amerika-Afrika agar mereka men
dapatkan imunisasi flu mela1ui promosi kesehatan. Promosi kesehatan
mencakup upaya. untuk memorivasi komunitas, keluarga, dan inelividu
dalam mencapai kesejahteraan, kesehatan, atau kebahagiaan yang
optimal. Strategi terse but harus mendukung kualitas hidup terbaik
untuk meningkatkan kesehatan komunitas secara kontinu dan me
nyeluruh. Status kesehatan komunitas berhubungan langsung dengan
perilaku terkait kesehatan individu dan kondisi lingkungan, juga
secara tidak langsung dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang me
mengaruhi perilaku kesehatan (Bro'WD, 1991). Komunit~ dapat se
cara langsung memengaruhi status kesehatannya. dengan menargetkan
perilaku sehat individu dan dapat mengubah lingkungan yang merusak
142 BAG IAN I • LANDASAN TEORETIS..
. kesehatan menjadi lingkungan yang dapat meningkatkan kesehat
an. Brown menyatakan, "Tujuan akhir upaya komunitas dalam pro
mosi kesehatan_harus_dapat memberdayakan [Link] untuk
meningkatkn kesehatariiiya b~individual dan kelompok" (hal.
455).
Tiga elemen penting promosi kesehatan yang diidentifikasi oleh
Brown (1991) antara lain (1) .mendorong individu untuk berubah
dan mempertahankan perilaku personal dalammencegah penyakit
dan meningkatkan gaya hidup sehat, (2) mendorong perilaku yang
dapatmeningkatkan kesehatan dan mencegah perilaku individu yang
merusak kesehatan, (3) dan mencipt~an lingkungan yang dapat
menirigkatkan kesehatan dengan menghilangkan bahaya kesehatan
diliil"gkungan fisiko Menurut Brown, sebagian besar program
p1:omosi kesehatan memfokllskan pada upaya untuk mendorong
perubahan perilaku kesehatan individu. Bagaimanapun, program
tersebut jarang diarahkan [Link] masyarakat untuk
menguba.l:t gaya hidup atau lingkungan yang membentuk perilaku
dan memengaruhi gaya hidup nJasyarakat. Tujuan umumnya adalah
meningkatkan jumlah lansia yangdiimunisasi untuk menghindari in
fluenza, dan tujuan khususnya adalah membantu lansia dalam meng
atasi ketakutan mereka terhadap imunisas~ meningkatkan penge
tahuan lansia tentang flu, meningkatkan kekuatan. politis mereka,
dan meningkatkan kesehatan fisik mereka. Model komtL.,itas se
bagat mitra, suatu konsep yang digambarkan untuk mengembang
kan rencana penelitian partisipatori, dan teori Brown :tentang pro
mosi kesehatan adalah bebenipa alat yang dapat digunakan oleh
perawat komunitas untuk meningkatkan perubahan.
Dengan persetujuan direktur senior center tersebut, intervensi ke
perawatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan proyek imunisasi
difokuskan pada penelitian partisipatori yang menekankan pada
pendidikan dan interaksi kelompok fokus komunitas. Strategi di
arahkan pada kelompok fokus agar program terse but berhasil meng
klariftkasi tentang imunisasi influenza, menekankan pacIa kesehatan,
menj~a program sensitif secara budaya, dan menurunkan ketakutan
terhadap vaksin.
Komponen yang hilang dalarn diskusi kita tentang pengembangan
program penelitian partisipatori untuk proyekimunisasi adalah etika
keterkaitan iltau pengembangan hubungan yang tepat dengan
BAB 5 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 143
anggota komunitas lansia Amerika-Afrika. Kita telah menying
gung komponen penting dari sensitivitas budaya, tetapi kitCl perlu
memfokuskan energi kita pada upaya membangun hubungan da1am
proses penelician partisipatori. Hubungan yangdikembangkan perawat
dalam proses interaksi inanusia sangat pentmg untuk mencapai
keberhasilan semua program komunitas. Kita tidak dapat meng
abaikan hubungan politik, sosial, lingkungan, budaya, dan ekonomi
di antara seluruh anggota komurutas. Cara kita berinteraksi dengan
komunhas pada semua tingkatan sosial memiliki dampak pada
kernampuan kita untuk mewakili kepentingan orang-orang yang
paling rawan dalam masyarakat kita. Perawat komunitas· memiliki
tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan yang dapat
mempertahankandialog penyembuhan atau perawatall, dan mem
bangun keterkaitan pemberdayaan yang dinamis di dalam model
komunitas sebagaimitra .
KESIMPULAN
Perawat komunitas .adalah agens perubahan yang ideal untuk ke
majuan pelayanan kesehatan di era milenium yang akan datang.
Perawat komunitas memiliki kesadaran kritis terhadap kesehatan
. komunitas. Jumlah perawat saat ini merupakan yang terbesar di
antara profesi kesehatan lain, tetapi dalam satu abad terak..'-Iir ini,
kekuatan kita belum terealisasi. Saatnyakitamenyusunlangkah baru,
dilandasi dengan tujuan .emansipatori kaum femiriisme dan teori
. kritis dalam upaya meningkatkan kesadaran dalam mengatasi ketidak
seimbangan kekuatan. Pemberdayaan adalah proses, bukan objek
yang dapat dibeli atau dikonsumsi. Proses ini tumbuh lay.1lmya akar
yang tumbuh menjadi pohon. Pemberdayaan bukan [Link] program
yang dibuat oleh perawat, tetapi suatu proses yang memungkinkan
perawat komunitasmentranformasi pemikirannya melalui dialog
merekonstruksi lingkungan penyembuhan untuk semua. Hanya
melalui kampanye perubahan yang berke1anjutan, perawat dapat
memaparkan ketidakadilan sosial yang terus menyebabkan ketidak
berdayaan komunitas. Melalui pemberday-aan dan penyembuhin
koniunitas, perawat dapat memberikan suara moral untuk meng
inspirasikan perubahan agar dapat memperoleh kembali peran
historis kita sebagai pelindung komunitas.
144 BAGIAN I .• LANDASAN TEORETlS
REFERENSI
American Heritage Dictionary of the English L:1nguage. (1992). (3rd ed.). New York:
. . Houghton Mifflin. . . .. . ..... . -: - c ' . .
Anderson, E.T. (1991). A call for transforrilarion. PublicHedlth Nlming, ~(f), 1·2.
Anderson, E.T. &: Mcfarlane;]. (1996); CommNni!yas partner: Theory and practice in
nNrsing (2nd ed.). Philadelphia: Lippincott-Raven.
Astin, JoA (1998). Why patients use alternative medicine results of a national study.
JAMA, 279(19), 1548-15.53.
Behringer, B. & Richards, R.W. (1996). The nature of communities. In R.W
Richards (Ed.), Building partnmhips educating health profmionals for the comlJlllnitiu
they ser;;e (pp. 91-120). San Francism: Jossey-Bass.
Brown; E.R. (1991). Community action for health promotion: A strategy to em
power indivi~uals and communities. International jou171al of Health Semm, 21(3),
·441-456. . . . . . .
Chopoorian, TJ. (1990). The two worlds of nursing: The one weteaeh aboUt, the one that is.
NLN Publications, 15(2351), 21-36. = .
Dejong G. (1979). Independent living: From social movement to analyticpa-radigm.
Archives of Pf?ysical Medicine and Rehabilitation, 60, 435-446.
Drevd:ilil, D. (1995). Coming to voice: The power of emancipatory community
interventions. Adva1lces in Nursing Science, 18(2), 13-24.
Dunlap, M. (1994). Is a science of caring possible. In P. Benner (Ed.), Interpretive
Phenomenology Embodiment, Caring, and Ethics in Health and Illness (pp. 27-41).
Thousand Oaks, CA: Sage.
Falco, SM & Lobo, ML (1995). [Link] J.B. George (Ed.), Nur:ing tbeories: The
base for professional nursing practice (pp. 229-248). Norwalk, CT: Appleton &
Lange.
Freire, P. (1997). Pedagogy of the oppressed. (New Revised 20th-Anniver-sary Edition
ed.). New York: COntinuum. .
Gorme! SR. (1997). Nursing's syntax revisited: A critique of phllosophies said to in-fluence
nursing theories. In L.B. Nicoll (Ed.), Perspectives on NllrJing Theory (3rd ed., pp.
357-371). Philadelphia: Lippincott-Raven.
Han, E. (1996). J...ction research as a professionalizing strategy: Iss¥es and dilemmas.
journal of Advanced Nursing, 23(3), 45446l.
Henderson, D.). (1995). Consciousness raising in participatory research: Method and
methodology of emancipatory nursing inquiry. Advances in NlIrsing Science,
17(3), 58-69.
Koerner, J.G. & Bunkers, 5.S. (1994). The healing web: An expansion of consciousness.
jOl/rnalof Holistic Nursing, 12(1), 51-63.
Kritek, P.B. (1995). Negotiating at an uneven table. In L. Marcus (Ed.), Renegotiating
Health Care Resolving Confiict to Build Collaboration (pp. 207-236). San Francisco: Jossey
Bass.
Kuhn. T.s. (1996). The stmctflre of scientific revoll/tions (3rd ed.). Chicago: The University
of Chicago.
Lindsey, E. & McGuinness, L. (1998). Significant dements of mmmunity involvement in
participatory action research: Evidence from a community project. j01lrnalof
Advanced Nursing, 28(5), llQ6..1114.
Meleis, A.!. (1997). Theoretical Nursing: Development & Progrm (3rd ed.). PhiIaddphia;
Lippincott-Raven.
_ _ _(1992). Community participation and involvement, theoretical and empirical
.issues. Health Services Management, 5(1), 5-6.
BAB:3 • Pemberdayaan dan Penyembuhan Komunitas 145
Quinn, J.F. (1997). Healing: A model for an integrative health care system.
Adval/Ced Praftirc Nllrsillg Qllarterty, 3(1), 1-6.
_ _ _(1992). Holding sacred space: The nurse as healing environment. Ho!istic NIII'S-illg
Pmdice, 6(4), 26·36.
Rifkin, S.B. (1986). Lessons from community participation programs. Health Policy
alld NallI/illg, " 240-209.
Rifkin, S.B., Muller, F., & Bichmann, WI. (1998). Primary health care: On measuring
participation. Social Sciwee and ivIedirim, all It/tematiOlIa! JOllnla/, 26(9), 931-940.
Roberts, S.J. (1998). Health promotion as empowerment: Suggestions for chang-ing
the halance of power. C/illira/ Excel/cllce for Nllrse Prm:titioll'l'S, 2(3), 183-187.
Russell, K.J. & Jewell, N. (1992). Culrural impact of health-care access: Changes for
improving the health of African Americans. JOllrl/a/ of COllllllllllilj' Health NlIl'sillg,
9(3),161-169.
Spector, R.E. (1996). CII/Illra/ divmi(y ill health ~lId ililless (4th ed.). Stamford, CT:
Appleton & Lange.
Wald, L. (1915). The hOllse 011 Helll]' Street. New York: Hemy Holt.
Wallerstein, N. (1992). Powerlessness, empowerment, and health: Implic"tions for
health promotion programs. Amclicall JOlll1lal of HMlth Prolnotioll, 6(3), 197-205.
Watson, J. (1995). Nursing's care-healing paradigm as exemplar for alternative
medicine? Altmwlit'e Therapie.r, 1(3), 64-69.
Wells-Federman, c.L. (1996). Awakening the nurse healer within. Holiil;c NM-s;lIg
Practice, 10(2), 13-29.
World Health Organization. (1978, September). Repo,t of the IlitematjoM/ COII:fiJrmte 011
PdlllatJ' Hea!th Care, held in Alma Ata, USSR. Geneva, Switzerland: Author.
S U M'B E R . SUM B E R INTERNET
Critical Thinking
[Link]/cthink
Culturallnfol'mation
[Link]/clinicallethnomed
Judith C. Drew
BAB
KOMPETENSI BUDAYA
DALAM KEMITRAAN
DENGAN KOMUNITAS 6
Menjadi orang lain rasanya berbeda; ini adaiah kesadaran akan perbe
• daan; ini adalah kesadaran tentang keadaan yang tidak sama. Kondisi
berbeda ini menimbulkan perasaan terasing, tertutup, tidak dilibat
kan, bahkan tidak dihormati dan tidak dihargai ..... Di sisi lain, menjadi
orang lain sering kali memiliki arti menjadi tidak terlihat .... atau
terljhat stereotipe. Bagi kelompok mayoritas, orang yang berbeda
secara permanen ditutupi oleh penampilan fisiko Bagi kelompok lain,
orang yang berbeda tampak dari caianya bergaul, berbicara, atau
melakukan sesuatu (Madrid, 1988, hall 0-11, 16)
Arturo Madrid menceritakan kisahnya tentang menjadi orang
yang berbeda, kepentingannya, dan konsekuensinya. Ekspresinya
yang menyedihkan dengan "menjadi orang lain" menggugah pe
rasaan kita semua. Sensitivitas kita dapat dipertajam jilca di te11fpat
tertentu dan pada waktu tertentu, kita mungkin hanya merupakan
"orang lain".
TUJUAN
Bab ini berfokus pada korisep yang dilandasioleh interpretasi klJltural
dari perbedaan iridividu, bagaimana perbedaan ini diungkapkan dalam
interaksi klien~perhberi pera\vatan, dan bagaimana kesadarall,pe
mahaman, danperubahan sensitivitas dan fungsi dapat rnembuat diri'
kita dan institusi kita lebih kompetensE:!cara kultural. '. .... .
. . .
. Setelah mempelajaribab ini, Anda dih~rapkan mampu:
it Mendiskusikan konsep keberagaman,etnisitas, budaya, dan sistern pe
.. Iayanan kesehatankultural. ......•.•.. ' . .... ' . . '" ....•.............'
• Merigetah ui pengaruh [Link] isitas terhadap kepercayaan' .
. kes~hatah,perilako sakit; qan·[Link]~nklien-pemberi perawatan.
• Mi?nemukan kernbaliidentitaskulturalAnda sendiri d~lIi perannya .'
. dalam~e[![Link]~:. ..' ............. '.' '. .' " ..•.
·.MenUai pentingnyapemberiperawatan dan ihstitusiYangJompeten.
' . secarakultural., . . . .' .' ." . " .
146
BAS 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 147
PENDAffiJLUAN
Sejak tahun 1965, perubahan polairnigrasi dan angka kelahiran telah
memengaruhi deniograftk populasi AS: Para ahli memperkirakan
bahwa populasi kelompok ras dan etnis yang beragam akan terus
bertambah dengan cepat pada pertengahan abad 21, sedangkan
keturunan orang kulit putih Eropa akan menjadi kelompok minori
tas (Congress & Lyons, 1992). Akibat kecenderullgan .in.i, peri1beri
perawatan kesehatan akan berinteraksi Iebih sering dengan klien daD
berbagai kelompok etnik yang niemiliki keyakinan tentang kesehat
an, bahasa, dan pengalamanhidup yang sangat jauh berbeda dengan
~ya. Keberagarnan adalah bukti keberacIaar{ umat manusia dan
harus dirayakan dalam benttik upacara. Perayaan keragainan in.i ber
asal dari. kesadaran tentang etnis dan latar belakang budayanya
sendiri, remahaman tentang bagaimana hal terse but memengaruhi
kehidupan sehari-hari, dan suatu bentuk apresiasi terhadap kekayaan
[Link] keindahan pakaian yang dipamerkan oleh masyarakat Atnerika.
Selain kesadaran da..'1 pemahaman, pemberi perawatan kesehatan
harus mengembangkan keterampilan untuk bekerja dengan klien,
keluarga, dan masyarakatnya yang berbeda budaya. Banyak orang
percaya bahwa keterampilan ini dipelajari, bukan diperoleh dari lahir
dan menuntut komitmen serta pemeliharaan. SelaL'1'1tu, program
dan pelayanan sebaiknya direncanakan agar tersedia, dapat diterima,
dan sesuai dengan budaya masyarakat yang menerima pelayanan
(Adams, 1990). "Kompetensi budaya" ini menunt;ut para praktisi
dan sistem pelayanan untuk memahami persepsi klien, keluarga,
dan bahkan persepsi komullitas terhadap kebutuhan kesehatan
mereka (Campinha-Bacote, 1995; Cross, 1987). Hal ini meliputi
status kesehatan dan sumber yang dapat membantu mereka selama
masa rentan dan penyakit. Bab ini menyajikan konsep yang dapar
membantu Anda membangun kompetensi budaya, dimulai dari
memberikan pemahaman tentang kesadaran akan keberagaman,
etnisitas, dan budaya, sampai mengilustrasikan pengaruhnya terhadap
k~percayaan dan praktik sehat dan sakit individu dan masyarakat.
Pengkajian-diri dan analisis interaksi klien-pemberi perawatan
disajikan sebagai pengalaman belajar disertai implikasi praktik.
[Link], keberhasilan strategi intervensi dan hasil peningkat
an kesehatan bergantung pada kemampuan kita untuk secara kom
peten menjangkau dan bekerja dengan komunitas yang kita Iayani.
148 BAGIAN I • .LANDASAN TEORETIS
KEBERAGAMAN, ETNISITAS, DAN BUDAYA
Berasal dari bahasa latin. divertere, keberagaman (diversitas)
mengandung ani su~tu kondisi yang berbeda .ataumemiliki perbe
daan. Tidak ada upaya untuk memberikan peringkat, urutan, atau
prioritas terhadap perbedaan; pez:bedaan muncul dengan sendiri
nya. Cara pandang. dan upaya kita dalam menghadapi p~rbedaan
atribut manusia clapat menjadi jembatan atau menimbulkan ham
batan bagi individu di dalam dan dlluar kelompok dan komunitas.
Daripada memikirka...'1 perbedaan sebagai sl,l~ber konflik, sebaik
nya ][Link] memandang perbedaan. tersebut sebagai bagian dari kese
luruhan proses dan ideniitis- individu. PeJ;~yaan perbedaan' dapat
menjadi kegiatan yang l~ dilakukan ketika kita memahami bah
wa kekuata!l pri..l1sip yang dibangun membangkitkan suatu toleran- .
si terhadap keunikan individu dan' kreativitas kolektif.
Kita menyadari bahwa isi pemikiran setiap orang berbeda dan h~
ini adalah wajar dalam kehidupan kita. Kita harus memahami bahwa
rindakan seseorang yang berbeda dengan kebanyakarl orang bukan
berarti ia merasa kurang atau mengalami 'kerugian'; justn.! mereka
sang at kaya akan perbedaan budaya dan 'keuntungan yang lain'
.(Dervin, 1989; Lyons, 1972).
Dalam praktik sehari-hari, pera'Wat memberikan pera'Watan ke
pada pasien dan keluargayang mewakilikomunitas global kita. Pada
hal kita behimhanyak mengetahui dasar'buda~ [Link], dan
nilai yang tnembentuk kepercayaan serta perilaku kJien terhadap
kesehatan dan penyembuhan. Dengan meminta klien mengajarkan
hal-hal yang berkenaan dengan dirinya, kita akari semakin sensitif
terhadap orang lain yang di mata kita merupakan sosok yang ber
becla. dan akan memberikan dorongan kepada orang lain untuk
membagi kesadaran mereka. Dengan meluangkan waktu untuk me
nilai baik perbedaan maupun persamaan di antara kelomp'ok etnis
dan budaya, kita akan memperoleh pemahan1an yang berharga ten
tang pengalaman hidup manusia dan memungkinkan kita menjem
batani hubungan antara pemberi pera"W"atan dan klien yang semakin
beragam dan banyak jum1ahnya.
BerdaSarkan laporan populasi saat ini, diperkirakan bahwa satu
dari empat individu di Amerika Serikat berasal dari kelompok etnis
minoritas (May, 1992). Secara hatfIah, istilah minoritas berarti suatu
kondisi perbedaan berdasarkan pada sejumlah karakteristik yang
BAS 6 • Kompelensi Budaya dalam Kemilraan dengan Komunitas 149
dapat diidentifikasi. Wirth (1945, hIm. 347) menyatakan bahwa
kelompok minoritas <ldalah seke1ompok yang karena kar~eristik
fisik atau budayanya, terpisah dari masyarakat tempat mereka tinggal
dan mendapat perlakuan tidak adil danberbeda. QIeh karena itu,
kelompok minoritas menganggap diri mereka sebagai "objek
diskriminasi kolektif". Pemberi pelayanan kesehatan harus me
mahami sejarah khusus kelompok etnis minoritas, cara mereka
mempertahankan identitasnya, subbudaya mereka yang bervariasi,
dan struktur koping mereka yang unik - semuanya yang telah ber
hadapan dengan perubahan, eksploitasi, dan prasangka buruk
(Moore, 1971).. Walaupun terdapat upaya yang konsistenurtttik
meningkatkan perawatan kesehatan kepada etnis niinoritas,. data
statistik memmjukkan bahwa orang kulit putih Arnerika-Eropa tetap
memiliki usia harapan hidup yang Iebih tinggi dibandingka..'1 dengan
kelompok Amerika lain (Devore & Schlesinger, 1991). Kita masih
memilik:i banyak cara untuk meningkatkan pelayanan kepada kelompok
orang Amerika yang berisiko tinggi. Oleh Karena itu, kita harus
memahami kemungkinan perbedaankepercayaan yang muncul ter
hadap kesehatan dan penyembuhan antara pemberi perawatan dan
klien. Perbedaan tersebutberakardari warisan Ieluhur, etnisitas, dan
budaya, tetapi keberadaannya berpotensi menghamoat hubungan
penyembuhan.
Meskipun etnisitas dapat berhubungan dengari populasi minoritas
atau mayoritas, kelompok etnis terdiri atas orang yang saling berbagi
latar belakang budaya yangunik dan warisan sosial yang diturunkan
dari satu generasi ke generasi yang iain. Etnisitas harus dipahami
sebagai diferensiasi sosial yang menumbuhkan kesadaran dan
. eksklusivitas, suatu rasa memiliki dalam diri kita. Etnisitas men
jadikan kita anggota kelompok sosial tertentu dan membedakan kita
dengan mereka yang berada dalam kelompok lain. Perbedaan in;
sering kill didasarkan pada kritetia budaya seperti leluhur, sejarah,
daerah asal, bahasa, pakaian, pilihan makanan, dan partisipasi dalam
ritual, jaringan kerja, klub atau kegiatan lain (Holzberg, 1982). Sebagai
contoh, ketika anggota ke1uarga Amerika-ltalia berkumpul pada suatu
acara pernikahan, sifat perayaan terse but mengekspresikan budaya
etnis dalam banyak cara. Perayaan dan formalitas dalam menerima
saksi atau tamu cukup unik bagi setiap kelompok dan 'mewakili
"masing-masing tradisi". Setelah sesi pengucapan sumpah pernikahan
. oleh kedua mempe1ai, para ta..rnu dapat berpesta sambi! menikmati
150 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
antipasto, lingllini, chicken .marsala, dan. cappllccino. Segera setelahnya,
pemain akordeOn akan mulai memainkan tarantella, lagu tradisional
Italia. Semuaorang baikt :aa ~upun m~daakan ~gandengan tangan
dan menan sambil terta" a dan bernyanyi 5etelah larut malaffi; orang
orang tua akan menceritakan "kampung halaman'" mereka masing
masing dengan penuh semangat·dan kebanggaan. Walaupun ma
sing-masing anggota kelompok ini telah beremigrasi pada waktu
yang berbeda dan mungkin juga dilahirkan di Amerika, mereka
. saling berbagi keterikatan budaya mereka satu sarna lain berdasarkan
pada bahasa asli mereka, sejarah, dan nilai. Pertukaran kepercayaan,
nilai, pengetahuan, dan praktik dilakukan dengan cara saling berbagi
pengalaman dan berpartisipasi dalam k~giatan daD. p~rayaan yang
bersifat kultUral.
Mungkin ada baiknya jika Anda memikirkan budaya etms Anda
sendiri. Kelompok apa yang Anda identiflkasi, dan mengapa? Apa
keterikatan budaya Anda? Apa saja ritual budayayang Anda rayakan
dan dengan siapa? Apakah tujuan dan·makna dari kegiatan kumpul
bersama dan perayaan tersebut? Pengalaman apa yang Anda bagi
dan pelajan ketika Anda sedang berkumpul bersama kelompok Anda?
Jenis makanan apa yang disiapkan untuk kegiatan terse but? Apakah
terdapat tarian-tarian, ritual atau perayaan khusus? Masing-masing
individu mungkin dapat mengidentifikasi beberapa kepercayaan,
nilai, dan praktik yang menjadikan kita bagian dari kelompok yang
unik, dan banyak anggota kelompok yang tetap beiusaha untuk
melestarikan budaya dan sejarah kita yang kaya dengan mewaris
}-.annya k-epada setiap generasi. Makanan, bahasa, dan ikatan budaya
lain dari leluhur adalah aspek kultural dari etnisitas yang menawar
kan konsistensi dan struktur pada kehidupan, dan mendorong ke
marnpuan individu untuk menginterpretasikan kejadian hidup se
bagai sesuatu hal yang penting da.'1 berarti (Royce, 1982).
Dalam konteks-sakit, kepercayaan, simbol, daIl kebiasaa.'1 ke
lompok etnis menjadi referensi yangdigunakan oleh anggotanya un
tuk me.~ai ~etepatari keputusan dan tindakan mereka (Kleinman,
197-8). Bagaimanapun, harus diperhatikan pula variasi yang terjadi
di dalam dan antargenerasi yang kadang-kadang dapat diliubungkan
dengan akultui-asi, statuS sosioekonomi, dan pendidikan (Congress &
Lyons, 1992). Semua pemberi perawatan kesehatan tidak boleh meng
generalisasikan kepercayaan dan praktik pada setiap anggota dari
kelompok etnis atau budaya (Carnpinha-Bacote, 1995). Meskipun
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 151
etnisitas meliputi komponen' budaya yang lebih besar dari p~ng
alaman hidup manusia, kita tidak b~leh membiarkan kesadaran
. budaya klta mengikis identitas indiVidu dan martabatkelompok etnis
lain.
BUDAYA, SEHAT-SAKIT, DAN KEPERAWATAN
Budaya etnis adalah media penyusunan, pembelajaran, penyebaran,
pe1aksanaan, dan ·penilaian kepercayaanlkeyakinan individu, standar,
dan norma yang mengatur perilaku sehat-sakit. Keyakinan budaya
memaknai pengalaman sehat dan sakit inelividu untuk menyesuai
kan diri secara kultural dengan penyebab penyakit yang rasional,.
atiIran dalam mengekspresikan gejala, norma interaksi, strategi men
cari pertolongan, dari menentukan hasil yang diinginkan (Harwood,
1981; Kleinman, 1980). Contohnya, pada saat Anda bangun ddur
dan hendak pergi k.e sekolah, Anda merasakan tenggorokan kering
dankram perut. Beberapa keyakinan seperti masalah apa yang
terjaeli dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi
nlasalah ini, disusun dalam befltuk tindakan. Apa penyebab ma
salah yang terjadi pada diri saya ini? Apa yang dapat saya lakukan
untuk mengatasinya? Haruskah saya tetap tinggal di rumah dari
.pada pergi ke sekolah? Siapa yang dapat saya hubungiuntuk mem
·berikan pertolongan? Apa yang orang poorkan jika saya tetap ting
gal di rwnah han ini? Jawaban dan pertanyaan ini dan tindakan yang
akan diambil dipelajari dan dipengaruhi oleh peng~ yang diper
oIeh dan keluarga dan kelompok etnis yang lebih besar. Sebagian
orang percaya bahwa pengobatan khusus eli rumah dengan cara
mengonsumsi teh dapar mengatasi rasakering eli tenggorokan dan
ham,. dan berangkai kerja atau ke sekolah merupakan pengharapan.
Orang yang memiliki keyakinan lain mungkin menyarankan Anda .
untuk mengunjungi seorang penyembuh, tetap eli rumah, dan tidak
memberitahukan masalah yang Anda alami kepada orang lain.
Seorang ahli psikiatri dan antropologi, Arthur Kleinman, meneliti
aJ;lggota kelompok etnis yang berbeda untuk memperoleh pe
mahaman tentanghubungan antara keyakinan budaya dan perilaku
sehat-sakit beserta [Link] (Kleinman, 1980). Hasil penelitian
ini sang at penting untuk memandu para praktisi komunitas ber
interaksi dengan kli~n di rumahnya dan di berbagai jenis institusi
komunitas. Sarna dengan peneliti lain, ia juga menemukan bahwa
152 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
keyakinan budaya yang clilandasi olehrasa saling berbagi makna,
nilai, dan norma merupakan pedoman dasar bagi seseorang dalam
menjustiflkasi sesuatu, menginterpretasi. apa yang seharusnya, dan
mengorganisasikan rencana tinMan ycmg tepat (Kleinman, 1986).
Contohnya, sebelum mengambil tindakan dalam merespons suatu
masalah, pertama-tama inclividu dan anggota keluarga harus sepakat
bahwa gejala menunjukkan suatu masalah. Kemudian, dilakukan
·pemeriksaan terhadap seluruh kemungkinan penyebab dari mulai
perilaku dan ~akanan sampai pelanggaran norma budaya. Setelah
penyebab diidentifIkasi, rencana tindakan dibuat dan penanganan
yang tepat ditentukan. Selain· itu, tindakan .kita ketika "sakit" di
ten'ttikah oleh budaya etnis kita.· Beberapa budaya memiliki norma
khusus mengenai perilaku peransakit, tetapi budaya lain menyaran
kan Anda tintuk terus melakukan peran sehari-hari sampai mencapai
kemampuan terbaik Anda. Dalam pengenalan penyakit dan proses
manajemen secara kese1uruhan ini; keyakinan budaya memengaruhi
. alasan klien dalam menjelaskan penyakit, penggunaan bahasa dan
istilah dalam mengomunika'likan masalah kesehatan, orang yang·
dipilih untuk diajak bicara mengenai masalah tersebut, rentang
altemati! penyembuhan yang dapat diterima, cara rasional me
nentukan pilihan, dan harapan terhadap hasil tindakan yang dilakukan
(Helman, 1984; Kleinman, 1980; Mechanic, 1986) .
Bagi kit a sebagai perawat, perawatan kesehatan yang sensitif
secara budaya terus menjadi fokus sentral dari filosofi holistik dan
. humanistik yang memandu praktik kita (Aamodt; 1978; Leininger,
1978; Munet-Vilaro, 1988). Karena keperawatan didefinisikan
sebagai diagn~sis dan penanganan respons manusia terhadap masalah
kesehatan aktual ataupun potensial (American Nurses Association,
1980), peran keyakinan budaya dalam memandu praktik kesehatan
klien dan respons terhadap episode sakit merupakan hal yang pencing
bagi kepera~t<u'"l (V/hall, 1987).
Tujuan penyembuhan dari pera'[Link] yang sensitif secara budaya
hanya dapat clicapai melalui·upaya sadar saat belajar dari kclompok
yang memiliki caraberbeda dalam menjelaskan, memahami, dan
menangani masalah kesehatan. Tentunya proses pembelajaran dan
aplikasinya memerlukan waktu, tetapi penting bagi para praktisi untuk
mempelajari strategi yang disajikan dalam· bab ini untuk mendapatkan
informasi dari klien tentang model budaya mereka berkenaan dengan
kesehatan, penyakit, perilaku mencan barituan, dan penyembuhan.
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 153
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN KULTURAL
Dasar ke~rhasi1an interaksi antara' klien dan pemberi perawatan
adalah pemahaman bahwa kita semua berbeda,satu sarna lain, baik
etnis maupun latar belakang budaya sehingga kepercayaan tentang
sehat-sakit dan praktik-praktikn~ juga berbeda. Sekali lagi muncul
kata "berbeda". Tetapi di balik perbedaan ·tersebut, kita semua
sepakat untuk mencapai tujuan yang sarna yaitu bersama-sama
mempertahankan kesehatan atau kembali pulih. Dilema yang terjadi '
di sini adalah bahwa kesehatan memiliki ani yang berbeda bagi se
nap orang; kita mengenali dan mengukur pc::rubahannya secara .ber
becla, bertindak dengan berbag~ cara ketika menghadapi perubahan
ini, 'mencari metode yang berbeda untuk memperoleh kesembuhan.
Suasana atau nama lingkungan tempat kita bertemu dan berinter
aksi satu sarna lain dapat berbeda, tetapi semua itu disebut oleh
Kleinman sebagai "sistem perawatan kesehiltan kultural" (Klein-·
man, 1980). Fakta sederhana yang menyatakan bahwa budaya me
me...'1garuhi kepercayaan dan perilaku sehat-sakit adalah pengingat
yang konstan bagi kita. Artinya,di mana pun klien dan pemberi
perawatan berinteraksi, ~ terdapat sistem yang dipengaruhi oleh
kepercayaan, nilai, norma, dan standar yang dianut oleh setiap orang.
Sistem pelayanan kesehatan kultural terbentuk clari pengalaman
dan penanganan individu serta institusi sosial tempat klien dan
pemberi perawatan berinteraksi (Kleinman, 1980; Kleinman,
1986). Setiap sistem pelayanan kesehatan kultural'dapat menca
kup beberapa sektor. Tiga sektor dari model Kleinman adalah pop
uler... tradisional, dan profesional. Secara khas,. seh~r populer terdiri
atas individu biasa, ke1uarga, kelompok, jaringan sosial, .dan komu
nitas. Praktisi dan penyembuh tradisionallnonprofesional termasuk
dalam sektor tradisional, sedangkan sektor profesional terdiri atas
para profesional kesehatan yang memili.1ci lisensi tKIeinman, 1980).
Mari kita lihat sektor-sektor ini secara lebih rind.
Populer
, Sektor populer dari sistem pe1ayanan kesehatan kultural terbentuk
dari hubungan penyembuhan informal yang terjadi dalam jaringan
sosial sese orang. Walaupun keluarga menjadi inti sektor ini, pe
layanan kesehatan dapat berada di antara orang-orang yang terikat
oleh kekerahatan, persahabatan, tempat tinggal, pekerjaan, atau
154 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
agama (Helman, 1984). Di Amerika Serikat, terdapat banyak versi
dari sektor populer sebagaimana dengan kelompok budaya einis
yang ada. ~ektor-populer dari sistem. pelayanankesehatan di masya
rakat, yang kebanyakan kelompok etnisnya ~lah menetap, diketahui
rnemiliki carayang berbeda dalam mengeloia kesehatan, penyakit, dan
penyembuhan. .
Dalam sektor populer, proses mendefinisikan diri sendiri saat
sakit dimulai dengan melakukan diagnosis-diri yang diperkuat oleh
pendapat orang lain berdasarkan pada standar implisit mengenai
malrna menjadi sehat (Angel & Thiots, 1987; Eisenberg, 1980; .
. Helman, 1984; Konsekuensinya, individu didefmis~an menderita
sakit ketika terdapat k~amaan persepsi dengan persepsi orang
orang·yang berada di sekitarnya tentaIlggangguan tersebut (Helman,
1984; Weiss, 1988). Nilai-nilai sosial, etnis, dan budaya yang men
dasari penilaian individu terhadap sakit berfokus pada pengalamm
ketidaknyamanan, kegagalan peran, dan perubahan penampilan
fisiko Signifikansi <itau normalnya gejala juga dipengaruhi oleh
kemunculan, persistensi, dan angkakejadian dari gejala terse but di
antara anggota kelompok (Angel & Thiots, 1987; Helman, 1984).
Apabila gejala yang dikenali signifikan, tindakan penyembuhan
yang tepat harus diputuskan. Keputusan ini juga biasanya didasar
kan pada kepercayaan, standar, dan norma yang diw~iskan dan
generasi ke generasi. Sebagai contoh, keputusan untuk berobat ke
dokter berkenaan dengan masalah kesehatan daripada menangani
gejalanya di rumah, diambil oleh individu yang menderita penyakit,
berkolaborasi dengan berkeluarga dan jaringan sosial. Apabila gejala
terse but umumiIya diobservasi oleh anggota lain dari keluarga atau
komunitas dan pengobatan di rumah telah berhasil menanganinya,
beroba t ke dokter bukan merupakan langkah prioritas. Dalam sektor
ini, baTh: penerima perawatan maupun penasihat jaringan (keluarga,
jaringan sosial, dU.) saling berb~gi asumsi yang sarna tentang gejala
yang diobservasi dan strategi penyembuhan yang dianjurkan. Oleh
karena itu, kesalahpahamarr jarang terjadi, dan kualiftkasi sebagai
penyembuh didasarkan pada pengalaman, bukan pendidikan pro
fesional dan lisensi (Chrisman, 1977; Kleinman, 1980).
Trndisional
Sektor tradisional dari sistem pelayanan kesehatan kultural meliputi
interaksi antara [Link] penyembuh religius dan sekular. Sebagian
BAB6 • Kdmpetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 1 55
besar penyembuh saling berbagi nilai dan kepercaya~ budaya
dasar yangsama sebagai komponen pokoknya. Dalam banyak
kasus, anggota keluargadan orang lain di jaringan sosial bersania
klien dan penyembuh menemukan dan mengatasi masalah yang
ada. Sumber masalah kesehatanholistik dipercaya mencakuphu
bungan klien dengan orang lain, dengan lingkungan alami, dan de
ngan kekuatan supernatural (Helman, 1984).
Ritual clem strategi pengobatan ditentukan unruk memperbaiki
ketidakseimbangan dan meningkatkan penyembUhan. Penyembuh
memili.Y..i sedikit pengalaman dalam pelatihan formal, walaupun be
berapa orang telah mempelajari metode pengobatan dari orang lain
dengan cara ikut bekerja bersamanya sehingga semakin banyak
penyembuh saat ini yang terlacih dengan baik. Sebagian besar
. penyembuh dipercaya memperoleh kekuitanpenyembuhan karena
posisi keluarga, warisan, tanda, wahyu, atau bawaan lahir (Lewis,
1988).
Dalam sektortradisional, penyakit didefmisikan sebagai sindrom
yang diderita oleh anggota ke1ompok dan budaya mereka m6'lentukan
pen~bab, diagnosis, upayapreventif, dantindakan peny:mbuhan (Rubel,
1977). Yang terpenting adalah bahwa keyakinan terhadap pen~bab
penyakit konsisten dengan pengobatan yang dipiJih. Dalam beberapa
kasus, keluarga dan pen:JelUbuh tradisional bisa menjadisatu-satunya
pihak yang secara efektif merekomendasikan atau melakukan ritual
penyembuhan. Sebagai contoh, beberapa orang Hispanik percaya
bahwa susto terjadi akibat suatu pengalaman traumatik atau bahwa
penyakitadalah hu.~uman dari Tuhan. Justo atauketakutan tiba-tiba
adalah respons emosional terhadap pengalaman traurriatik. RespollS
ini dikenal oIeh masyarakat Latin sebagai penyakit yang meliputi
kehilangan roh seseorang dari tubuhnya. Gejala-gejalanya antara lain
menangis, kehilangan nafsu nlakan, kurang antusias, insomnia, mimpi
buruk, dan·menarik diri. Justo memcrlukan peravtatan dari seorang
curandero yang melakukan upaya ritual penyembuhan untuk me
ngembalikan rohorang tersebllt ke dalam tubuhnya. Kadang
kadang, terapi peIengkap dan pendukung dari [Link] juga di
perlukan (Rivera & Wanderer, 1986; Ruiz, 1985). Selain itu, upa)'R
yang sangat vital adalah mempelajari. bentuk penyembuhan yang
clapat diterima oleh klien dan keluarga untuk masalah ini.
156 BAGIAN r _ LANDASAN TEORETIS
Profesional
Sektor profesional sistem ~la,yanan kesehatan kultural terdiri atas
para profesional kesehatan-terorganisasi yang terdidik secara for
mal dan dikenai sanksi legal (Kleinman, 1980). Klien dan pemberi
perawat~ dalani sektor ini ber-beda dengan sektor populer dan
<
tradisional, khususnya dalam riilai, kepercayaan, asumsi sosial dan
budaya. Selain perbedaan tersebut, lingkungan sekitar yang asing dan
aturan institusi tempat pemberian perawatan di sektor profesional me
nyebabka.."1 ketidakperc;tyaan, kecurigaan, dan konflik dalam hubung
an klien-pemberi perawatan. .
Walaupun banyak model penyenibuhan kolaboratif;< pendukung,
dan alternatif sudah populer, prakcik 'dalam sektor profesional tetap
didominasi oleh orientasi penyakit biomedis dan pengobatm. Orientasi
biomedis berpandangan bahwa penyakit adalah abnormalitas fisiologis
dan psikologis. Pandangan ini eksklusif dan berlavnnan dengan
pandangan populer bahwa penyakit adalah pengalaman bermakna
yang dirasakan dan dibangun dalam konteks sosial-budaya (Allan &
Hall, 1988; Angel & TIllots, 1987). Sebagian orangtelah menyiapkan
obat-obatan rumah untuk mengatasisakittenggorokan atau telah
menggunakan kompres hangat untuk menyembuhkan sakit kepala
atau batuk yang persisten. Contoh tindakan ini dilakukan dalaIn
sektor populer sebagai respons terhadap gejala yang diinterpretasi
kan sebagai bagian dari pengalaman sakit yang bermakna. [Link]
sektor profesional, gejala yang sarna mungkin dipandang sebagai
ancarnan signifikan terhadap kesehatan.
PENGAMBlLAN KEPUTIJSAN
Orang sakit biasanya harus rnemilih kepada sia:pa ia akan mengatasi
masalah kesehatannya dalam sektor populer, profesional, atautra
disional dari sistem pe1ayanan kesehatan kultural. Cukup banyak <
bukci yang menunjukkan bahwa pilihan tersebut dipengaruhi oleh
definisi subjektif individu tentang penyakit, maknanya, dan per
kembangan yang diharapkan (Fabrega, 1974). Sikap terhadap
bermacam-macam pemberi perawatan dan keputusan untuk me
nentukan siapa yang dapat dimintai pertolongan bervariasi, ber
gantung pada bagaimana gejala diinterpretasikan dan maknanya
bagi kehidupan orang tersebut. < .
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 157
Pengambilan keputusan ini juga merupakan fungsi dari kebersa
maan, keluarga, dan pembelajaran berbasis buelaya (Mechanic, 1982),
. Coba bayangkan diri Anda semasa kanak-kanak dan saat beraela,
dalam keadaan soot.
• Siapa yang memutuskan masalah yang ada dalam diri Anda?
• Apa interpretasi dari gejalaAnda? .
• Siapayang membuatkepuritsan tentang apayangharus Anda lakuk,m?
• Kepaela siapa orang ini berkonsultasi?
• Apakah makna dari gejala Anda ini dan. siapa ymg dapat diajak
. berkonSultasi berkenaan dengan pengobatan yang telah dipilih?
• Apakah hasil yangdiharapkan dan pengobatan Anela?
• Bagaimana hasil terse but dievaluasi?
Upaya Anela dalam menemukan jawaban terhaelap rnasalah kc
sehatan Anda, penyakit, dan kepercayaan praktik penyembuhan sarna
pentingnya dengan menyelidiki signifikansi faktor dan proses ini
dalam penyOOt klien Anela. .
Dalanl mengembangkan pola mencari bantuan, sebagian besar
orang membentuk jaringan kerja terapeutik dengan cara menjalin
hubungan informal dengan orang lain dan pemberi pe1ayanan dan
beberapa atau semua sektor sistem pelayanan kesehatan kultural.
.. Bantuan dari bermacam~macam pemberi perawatan, termasuk
anggota keluarga dan penyembuh tradisional, rnungkin diperlukan
secara bersamaan atau berturut-turutbergantung pada persepsi
klien tentang masalah, perjalanan penyakit, dan hasilpenyembuhan
yang diinginkan (Angel & Thiots, 1987; Helman, 1984; Kleinman,
1980; Mechanic, 1982). Biasanya keputusan untuk memilih pemberi
bantuan dilandasi oleh proses belajar sebelumnya, signifIkan gejala,
kesesuaian ill antara filosofI sektor, dan evaluasi hasil pengcbatan
(Blumhagen, 1982; Chrisman, 1977; Kleinman, 1980; Young, 1982).
Dalam proses mencari bantuan, tampaknya logis bagi klien untuk
melibatkan jaringan konstiltan potensial yang bervanasi dari struk
tur informal dalam keluarga inti sampai memilih kOl1$ultan kesehat
an nonprofesi~nal dan profesional (Frieds0n, 1961; Roberts, 1988).
KONFLIK DI ANTARA SEKTOR
Karena keberagaman bQdaya kita, tidaklah mengherankan jika banyak
penelitian kesehatan mengungkap berbagai hambatan, konflik, dan
158 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
kesalahpahaman di antara sektor sistem., yang merupakan bagian
dari perbedaan keyakinan budaya mengenai penyebab dan penata
laksanaan penyakit (Chavez, 1984; Roberson, 1987).
Walaupun sebelumnya kita tidak pernah· memandang koriflik
ber~arkan pada perspektif Kleinman (1980), kita tehih meng
hadapi semua konflik antara pemberi perawatan dan klien. Kita
mlingkin pernah menjadi klien! Apakah Anda pernah pergi ke dok
ter hanya untuk melihat rekomendasi pengobatan yang tidak Anda
harapkan? Pernahkah .Anda berpikir bahira obat yang diresepkan
oleh dokter sebaiknya tidak digunakan? Tidak· ada satu pun yang
asing dengari jenis konflik ini Bahkan setelah mahasiswa program
sarjana dan pascasarjana keperawatan mendapat peIididikan lebih
luas mengenai etnisitas dan budaya, konflikkepercayaan dan praktik
di antara sektor serta berbagai hal yang menghambat keefektifan
pera-watan kesehatan tetap tidak terpecahkan. Lambatnya upaya dalam
mengurangi hambatan tersebut dapat dihubungkan dengan per
hatian pemberi pera-watan profesional yang relatif kurang terhadap
sektor populer dan sistem pe1ayanan kesehatan kultural. Pernahkah
Anda mende..'1gar seorang pemberi perawatan profesional yang me
ngatakan, "Klien ini sulit diatur" atau ""'Klien initidakmematuhi
pengobatannya dan ia tidak mau mengikuti dietnya"? Mungkin Anda
terlalu banyak mengeluarkan komentar tanpa memikii:-kan bahwa
program yang tdah diresepkan atau dianjurkan mungkin tidak cocok
dengan keyakinan klien tentang pengobatan dan penyembuhan.
Masalah tersebut mungkin lebih mendasar dari sekedar menangan:i.
konflik; mungkin klieri dan pemberi perawatan masing-masing me
rniliki keyakinan yang berbeda tentang masalah dan penyebab gejala
penyakit. Dalam sektor populer atau tradisional, penyakit kadang
kadang dianggap sebagai somatisasi dari ketidaknyamanan klien baik
disebabkan oleh suatu hubungan yang menimbulkan stres, lingkungan
natural, atah kekuatan supernatural. lni adalah contoh bagaimana
keyakinan budaya tentang penyebab dan penatalaksanaan penyakit
memberi klien suatu dasar untuk menginterpretasikan pengalaman
sakit sebagai sesuatu yang ber makna.
Sistem keyakinan dalam sektor populer dan tradisional sering kali
diistilahkan "tidak ortodoks",' "nonprofesional", "subjektif", atau
"tidak ilmiah" (Roberson, 1987) dan telah identik dengan masyarakat
nonbarat. Oleh karena itu, pilihan klien terhadap praktik pe
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 159
nyembuhan dengan sistem keyakinan tersebut telah dlabaikan oleh
beberapa pemberi perawatan kesehatan profesional. Ini menjadi
problematik karena jika pengobatan yang direkomendasikan tidak
sesuai dengan penyebab, klien mungkin tidak akan mengikuti
protokol yang disarankan. .
Untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu memahami dan
mengakomodasi ideologi dan praktik individu yang beraneka ragam.
Pemberi perawatan profesional harus mempertimbangkan penting
nya interpretasi penyakit dan maknanya bagi klien yang kita tang ani
agar terbentuk hubungan yang lebih nyamah dan aman antara klien
pemberi perawatan. Kita harus memfokuskan pada [Link]
jika ingin mendapatkan hubungankerja yang menghasiJbn kesuksesan.
Konflik, kesalahpahaman, dan hambatan terhadap pelayanan ke
sehatan yang efektifakan berkurang hanya dengan komitmen untuk
memperoleh pengetahuan tentang sektor populer. Caranya adalah
mengaktifkan [Link] tentang kesehatan dan praktik kesehatan
(Kleinman, 1980) dan mengenali serta menangan.i 70%-90% dari
. semuaepisode penyakit (Zola, 1972). Profesi keperawatan memiliki
komitmen tethadap kesehatan dan holisme sertamemiliki kemampuan
untuk memahami respons sosial-budaya yang kompleks terhadap
kesehatan baik nyata maupun potensial. Dengan demikian, sangatlah
logis jika mereka menjadi advokat bagi klien dalam memfasilitasi
interaksi di antara sektor. tersebut. Advokasi yang tepat harus di
dasarkan pada kemampuan untuk memahami kenyataan sektor
populer dan untuk menerjemahkan atau· menegosiasikan sistem
yang dimiliki oleh sektor tetsebut dengan tujuan mengurangi ham batan
terhadap perawatan yang sensitif secara kultural (Chrisman, 1977).
Dalam me1akuk:an perannya, perav;rat akan bertanggung javVab terhadap
k6mpetensi kultural di antara para pemberi perawatan dan akan
menjadi «i)fitoh dalam penerapan atribut tersebut llntuk insiitusi
'pelayanan kesehatan.
Perbedaan adalah !lumber konflik dan kesaJahpahaman dalam
hubungan klien-pemberi perawatan yang sudah tidak diragukan
lagi (Angel & ThiOts, 1987; Blumhagen, 198?). Pemahaman rinci
tentang sistem pelayanan kesehatan kultural akan memberi kita
banyak alasan mengenai eksistensi dan resolusi dari hambatannyata
dan potensial antara pemberi perawatan dan penyembuhan non
profesional dalam proses pemberian perawatan. Paradigma perbedaan
160 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
ini seba"iknya digunakan oleh pemberi perawatan) rnitra, dan komuni
tas sebagai suatu petunjuk ke arah kompetisi secara budaya, lebih
dan sekedar sebagai suatu pemaharnan dasar terhadap makna kon
-flik.
PEMBERI PERA WATAN YANG KOMPETEN
SECARA BUDAYA
.Kompetensi budaya mengandung arti suatu kesadaran, sensitivitas,
dan pengetahuan tentang makna budaya ~ perannya dalarn mem
bentuk perilaku manusia (McManus, 1988). Budaya secara luas
didefinisikan sebagai keyakinan,. nilai-nilai, cara mengetahui, dan
poia karakteristik perilaku kelotnpok populasi tertentu yang ditrans
:misik..an secara sosial (Kleinman, 1980; Wood, 1989). Dengan demiki
an, kompetensi budaya adalah kemampuan untuk mengekspresikan
kesadaran terhadap. budaya sendiri, mengenali perbedaan satu sarna
lain, dan mengadaptasikan perilaku untuk _menghargai dan meng
akomodasi perbedaan tersehut (Dillard, Andonian, Flores, Lai,
. MacRae & Shakir, 1992). Caktlpan budaya bukan sekedar ras dan
etnisitas, namundapat ter~asuk gender, agarna, status sosial
ekonorni, orientasi seksual, usia, lingkungan, latar belakang keluar
ga, dan pengalarnan hiclup seseorang.
Kompetensi budaya bergantung pada perkembangan sikap eli
:mtara pembcri perawatan kesehatan. Proses ini berIflUla dari ke
sediaan inelividu untuk mempelajari isu budaya elisertai kornitmen
urituk menggabungkan pentingnya budaya ke· dalarn semua tingkat
perawatan. Setelah itu, proses tersebut dioperasionalisasikan dengan
melakukan adaptasi terhadap pe1ayanan untuk memenuhi kebutuhan
unik secara kultural. Walaupun beberapa praktisi mungkin merniliki
pengetahuan spesifik tentang bahasa, nilai-nilai, dan kebiasaan dari
budaya lain,'tugas yang paling menantang adalah rnemahiuni ciinami
ka perbedaan dalarn proses memberikan bantuan dan mengadaptasi
kan keterampilan praktik agar sesuai dengan konteks budaya klien.
Upaya menumbuhkan kesadaran dan penerimaan terhadap per
beclaan budayipenting dilakukan sebagai l~gkah awal dalarn proses
pemben~an inelividu yang kompeten secara budaya (Cross, Bazron,
Dennis & Issacs, 1989; McManus, 1988). Banyak kelompoketnis
.minoritas memiliki kepercayaandan praktik tentang kesehatan,
penyakit, dan penanganan yang betbeda secara signifikan dengan
paradigma medis ilmiah dari dunia barat yang telah menyusun sistem
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemilraan dengan Komunitas 161
pemberian perawatankesehatan AS {Devore & Schlesinger, 1991;
Eisenberg, 1980)~Bagaimanapun, tindakanmengecap orang lain
. negatif dengan alasan perbedaan keyakinan dan pandangan, tidak
. dapat [Link] harus mengeksplorasi'dan memahami ber
.bagai perbedaan yang ada sehingga hambatan dalam mencari pera
watan kesehatan dapat dikurangi. Pemahaman tentang perbedaan
dimulai dengan kesadaran akan keberadaanperbedaan, lalu mem
persiapkan diri dalam menerimanya. Selanjutnya, akan dijelaskan
mengenai latihan yang dianjurkan dalam rangka meningkatkan ke
sadaran Anda terhadap budaya sendiri.
LATlHAN PENYADARAN BUDAYA
Komponen utama dari kompetensi budaya adalah pengakuan dan
kesadaran terhadap budaya' seseorang serta kesediaan untuk meng
eksplorasi perasaan dan bias seseorang. Setiap individu bertanggung
ja'Wab untuk membangun kesadaran tentang bagaimana budaya me
mengaruhi caraberpikir dan pengambil411 keputusannya. Kesadaran
ini harus mencakup pengakuan tentang bagaimana perilaku sehari
. hari clapat mencerminkan norma dan nilai budaya yang dilestarikan
oleh keluarga kita dan jaringan sosial yang lebih besar.-Untuk me
mimbuhkan kesadaran ini, Hutchinson (1989) menyarankarl kita
untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri, yang
akan mengarahkan ekspl~rasi wansan budaya dan pengaruh budaya
terhadap interaksi keseharian kita. Contoh pertariyaan tersebut
adalah sebagai berikut:
• Dalam kelompok etnis, kelas sosial-ekonomi, agarna, kelompok
usia, dan komunitas manakah saya berada?
• ' Aspek apa dari kelompok etnis, kelas sosial-ekonomi, agarna,
kelompok usia, dan komunitas yang diharapkan dapat saya ubah
dan mengapa?
• Apakah pengalarnan yang saya miliki bersama orang lain yang
berbeda dengan saya? Seperti apa pengalaman tersebut dan ba
, gaimana perasaan saya tethadap mereka?
• Apakah sesuatu dari diri saya yang dapat. membuat saya ditolak
oleh anggota budaya lain atau kelompok etnis lain?
• Karakter apa yang akan membantu,saya membentuk interaksi
interpersonal yang positif dengan individu dari kelompok budaya
lain?
162 BAdAN I • lANDASAN TEORETIS
Satu strategi yang digunakan dalam penyuluhan tentallg kesa
daran yang beragam pada mahasiswa kesehatan adalah proyek peng
kajian budaya, sebagai alat yang sangat bermaitfaatuntuk-i:nenilai .
diri sendiri dan latihan untuk memahamiperbedaaD.. I'royekterseI:mt
menuntut Anda untuk mulai mengidentiftkasi kepercayaan dan nilai
nilai budaya tentang kesehatan dan penyakit, pendidikan dan vokasi,
makanan, agama, dan peran yang diharapkan. (Anda dapat me
lakukannya sekarang setelahmembaca bagian ini.) Setelah diiden
tifIkasi, cobalah analisis dan kembangkan pemikiran-pemikiran Anda
melalui respons Anda sendiri serta buatla..h tatatan ntengenai materi
yang dahulu pernah diajarkan. seingat Anda berkaitan dengall nilai,
praktik, pengharapan, kebiasaan, dan tradisi tersebut. '
• Di mana dan bagaimana Anda mengetahui budaya yang diwaris
kan kepada Anda?
• Siapa orang dalam jaringan Anda yang bertanggung jawab untuk
memengaiuhi dan membentuk kehidupan anak muda?
Lakukail proyek ini dengan rnencari orang yang Anda kenal,
tetapi tidak rnerniliki latar belakallg, keturunan, atau etnisitas yang
sarna dengan Anda.
• Mintalah persetujuan kepada orang tersebut sebelum Anda me
wawancarainya dan ajukan pertanyaan yang sarna dengan yang
Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri dalam me~bentuk ke
kayaau budaya dasar Anda. I
• Susunlah data yang Anda peroleh untuk dibandingkan dengan
data Anda sendiri, duduk, dan analisis persamaan dan perbedaan
sosial budaya di antara Anda berdua.
Latihan ini terutama sangat bermanfaat bagi pernula yang belurn
pernah terlibat dalam proyek penyadaran-diri ditinjau dari perspektif
keyakinan dan nilai-nilai budaya. Setelah mertganalisis persamaan
dan perbedaan sosial hudaya yang ada, teruskan analisis Anda dan
fokuskan pada area yang diperkirakan berpotensi konflik antara dua
pa.,.,dangan dengan kek:uatan berimbang dan positif. Dua pandangan
yang berpotensi konflik ini rnungkin berkenaan dengan hal yang
sederhana, seperti makanan favorit dan perayaau hari raya, atau
rumit,. seperti pekerjaan yang diminati, hirarki generasi, dan ritual
penyernbuhan. Anda dapat menyelesaikan tugas praktik dengan
mengajukan pertanyaan berikut:
BAB 6 • Kompelensi Budaya dalam Kemilraan dengan Komunilas 163
• [Link] apa yang harus saya bangun dari persamaan yang ada
agar interaksi dengan klien ini dapat dimu1ai?
-Semua pihak yang lerlibat dalam proyek budaya ini saling ber
interaksi dan masing-masing memiliki keunikansejarah, gaya
komunikasi, dan penghargaan yang dipelajari. Semua ini dapat me
nyebabkan potensial kesalahpahaffian dan salah interpretasi yang
memanifestasikan dinamika perbedaan terse but.
Oleh karena itu, strategi yang diterapkan saat berhubungan dengan
klienharus mencakup pengumpulan informasi tentangpraktik sehat
sakit klien, serta nonna dasar einik. dan budaya klien. Pengetahuan
khusus tentangbudaya penting untuk 'membentuk hlibungan yang
. terstruktur dalam kerangka kerja yang membantu. Upay.a mengurangi
hambatan dan memfasilitasi negosiasi dari' rencana perawatan
individual akan mendukung hasil kesehatan yang positif untuk semua
klien. Tujuan ;umrrrencana pendekatan koIaboratif untUk menangani
penyakit dan penyembuhan adalah menjagaharga din klien dan
mengembangkan program promosi kesehatan serta program pe
nyembuhan. Yang cenderungmendukungklien, [Link] merugikan
. klien. Informasi tambahan dalam menggali keyakinan tentang
budaya sehat-sakit kIien akan dibahas lebih Ianjut. .
MENGGALI KEYAKINAN TENTAI~G SEHAT -SAKIT
Kita telah mengeksplorasi ide bahwa keyakinaD tentang sehat secara
budaya adalah penentu utama dari pengenalan [Link] penanganan
individu terhadap sakit yang dialarninya. Keycllcinan ini munculdengan
sendirinya d?-ll telah ada sebelum terjadi episode sakit (Kleinman,
1980). Bagaimanapun, keyakinan ini aktif ketika seseorang harus
menghadapi dan menjelaskan pengalaman atau situasi tertentu
(Blum:hagep., 1982; Gillick, 1985). Oleh karena itu, sebagai praktisi,
kita harus percaya bahwa menggalikey<lkinan tentang sehat secara
budaya pada klien ketika (dan bukan sebelum) mengalami sakit
menjadi kenyataan merupakan tindakan yang tepat. Men~ut be
be!apa peneliti, klien sangat memerlukan waktu dan pengalaman
berkaitan dengan kondisi sakitnya untuk mengolah ~eYakinannya
menjadi sekumpulan fungsi dati rasionalisasi sakit, petUnjuk tentang
perilaku peran sakit, dan pilihan dalam mencapai penyembuhan
(Blumhagen, 1982; Chrisman, 1977; GOod & Good, 1981). Pemahaman
164 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
. interpretasi etnis tentang sehat-sakit memungkinkan [Link] mengklari- ,
fikasi lebih lanjut sumber keyakinan yang berasal dari rumusan klien
mengenai kenyataanpen~mereka (Roberson, 1987).
. Proses inirumuIai dehFfllerlggali [Link] subjektif klien
mengenai penyebab, durasi, dan karaktensiik gejala terse but. Saat
berdiskusi dengan klien, kita harus' menggali harapan klien terhada p
terapi, hasil terapi, dan substansi dari interaksi klien-pemberi pe
rawatan (Berlin & Fov-kes, 1983). Kuesioner Kleinman (1980) di
adaptasikan oleh Randall-David (1989) untuk menanyakan perspektif
klien tentang penga1amansehat-sakit. Jawaban dari kuesioner ini
lebih lanjut dapat meningkatkan kompetensi budaya pemberi
perawatan.
• Memirut Anda, apa penyebab masalah Anda?
• Menurut Anda, mengapa hal terse but terjadi pa4a saat itu juga?
• Menurut i\nda, berapa lama hal tersebut alan berlangsung?
• Apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi masalah Anda?
, Dengan siapa Anda mendiskusikan masalah Anda?
• Jenis pertolongan apa din dari siapa Anda ingin mendapat ban
tuan untuk mengatasi masalah Anda?
• Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa masalah Anda sudah
membaik?
Selain itu, penulis menunuskan perta..'1yaai1. tambahan untuk me
nerapkan model penelitian eksplanatori:
• Apa sebutan bagi masalahAnda?
fi Apa kekhawatiran terbesar Anda terhadap masalah yang ADda
alarni?
• Bagaimana Anda mengetahui bahwa Anda memiliki masalah?
Diperluka..'1 waktu untuk menjawq.b pertanyaan ini dan upaya
secara sadar untuk mengumpulkan d~ mengguna..L;.annya. Bagai
manapun, ptoses ini cukup berharga'dan menuntut korQitmen ka
rena kita akan semakin memahami dan menghargai semua praktik
dan keyakinan kesehatan klien. Pemahaman ini dapat meningkatkan
. hub'ungan klien-pemberi perawatan dan hasil pengobatan. Dengan
menganalisis jawaban dari pertanyaan ini dan introspeksi yang lebih
mendalam, pemberi perawatan kesehatan akan mampu memahami
kompleksitas interaksi lintasbudaya.
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 165
1\1ENGADAPTASlKAN·KETERAMPlLAN
Pemberi perawatan harus mengembangkan keterampilan kritis se
hingga pengkajian budaya clapatdilakukan dan perawatan sosial
budaya yang tepat dapat diberikan, bersama intervensi pengobatan.
lni menunjukkan suatu pemahaman konteksttial bahwa pengobatan
penyakit dan pemahaman klien terhadap .makna penyakit sarna pen
tingnya dengan upaya menghentikan proses penyakit (Kleinman,
1988). Walaupun perawat [Link]. strategi komunikasi sebagai
bagian dari kurikulum pendidikannya, keterampilan kognitif yang
penting untuk memahami keyakinan dan latar belakang budaya
orang lain juga perIu diajarkan, diasah, dan dipraktikkan.
Ke~erampilan pengkajian fIsik dan psikososial yang baik, wavvan
cara yang sensitif, mendengar aktif, bahasa tubuh yang netral, dan
kesadaran cliri adalah komponeri dasar yang penting· bagi pemberi
perawatan yang kompeten secara budaya. Beberapa komponen ini
dapat dibangun dengan materi yang terkandung dalam bab ini, tetapi
•diharapkan para praktisi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan keterampilan pe
ngumpulan data secara menyeluruh. Contohnya, pengkajian fisik.
pada orang kulit berwarna munglrin merupakan suatu ke butuhan
pembelajaran bagi sebagian praktisi, meskipun merekamungkin
harus menyisihkan lebih banyak waktu untuk mengkaji budaya
sendiri. Selain itu, mereka harus menganalisis konflik. potensial yang
terjadi antara pemberi perawatan dan klien mereka yang mungkin .
rnerupakan tindakan prioritas bagi praktisi lain.
Mendengar aktif merupakan suatu keterampilan yang menuntut .
banyak praktik dan kritik dan menjadi komponen penting dari wa
wancara yang sensitif. Rekaman wawancara "klien" akan sangat
membantu Anda mengembangkan keterampilan·berkomunikasi de
ngan klien!. Rekaman ini juga dapat memandu Anda ketika ber mai....
peran sehingga Anda dan ternan sejaVJat dapat mengritik gaya verbal
dan nonverbal Anela. Gunakan pertanyaan berikut ini untuk meng
ev:aluasi kemajuan Anda menjadi seorang pewawancarayang terampil:
• Apakah saya menggunakan bahasa slang atau jargon yang hanya
dipahami oleh para profesional yang lain?
• Apakah rangkaian pertanyaan yang saya ajukan terlalu cepat se
hingga klien merasa tidak memiliki waktu untuk berpikir dan
menjawabnya?
166 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
• Apakah saya terlalu sering memparafrasekan suatu pertanyaan
sehingga pertanyaan tersebut kehilangan maksud asalnya?
• Apakah pertanyaan yang saya ajukan tertalupanjang sehingga
fokusnya fuenJ~di'tidak jelas? . ' .. . ..
! .
. Kadang-kadang alasan pertanyaan kita yang tampaknya tidak
akan terja'W'ab berhubungan dengan keterampilan dalarn me'W'a'Watl
carai,gaya, dan kompetensi Eta. Sebagai contoh, apakah Anela
merasa nyaman dengan jeda atau Anela perlu selalu mendengar suara .
orang berbicara, meskipun itu ~ara Anela sendiri? Apakah Anela
mengajukan pertanyaan lanjutan yang tepa! untuk melihat respons
klien terhaelap pertanyaan awal? Penting b~ Anda untuk menilai
ucapan klien. Mendengar aktif dan· merencanakan respons yang
tepat adalah langkah pasti dalam menydesaikan tugas terse but.
Anda juga harus mempe1ajari cara menarnpilkan diri Anela dengan
bahasa tubuh yang netral [Link] melakukan interaksi dengan klien.
Tidak semua orang senang disentuh atau berada dengan orang lain
dalam ruwgannya. Harapdiingat bahwa meskipun kita beranggapan
sentuhan merupakan hal penting dalam pengobatan, narnun hal ini
belum tentu sesuai dengan buelaya klien yang kita layani.
SeIain data pengkajian fisik, pemberi peravntan sebaiknya meng
gali penjelasan pasien dan keluarganya tentang status kesehatan dan
kenyataan tentang sakit yang dialaminya. Ini akan membantu
pemberi perawatan mengatur strategi perawatan kIinis pasien dengan
secara serius menggunakan perspektif pasien. Oleh karena itu, gaya
komunikasi yang efektif dari pemberi perawatan dapat membantu
pasien dan keluarganya melakukan penilaian yang lebih bermanfaat
ketika mereka mulai menjalani pengobatan dari sisi praktisi, tindakan,
dan rasio unrung-ruginya (Kleinman, 1988). Pendekatan penyuluhan
kesehatan dan pelatihan peraw<ttan-diri menjadi upaya yang sangat
penting. Dalam pendekatan terse but, posisi pemberi peravntan dan
pasien adalcfu kolaoorator dan: memiliki tujuan yang sarna untuk
mencapai hasil yang positif bagipasien dan keluarga. Negosiasi di
antara pasien dan pemberi [Link]. dalam mengatasi konfIik yang
dicetuskan oleh penjelasan, interpretasi, dan pemahaman, dapat
mengurangi hambatan terhadap peravntan yang efektif. Selain itu,
upaya ini meyakinkan pasien bahwa pemberi pera'W'atan menghargai
sudut pandang dan preferensi alternatif pasien. Strategi ini berjalan
[Link] untuk mengurangi kesenjangan antara pasien dan pemberi
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 167
perawatan (Kleinman, 1988) dan penting untuk mengupayakan
peningkatan akses terhadap asuhan dan peningkatan derajatkesehatan
seluruh masy<!rakat.
LEMBAG\
Kesadaran budaya, sensitivitas, dankompetensi adalah pencapaian
yang penting bagi seluruh pemberi per;;,waran kesehatan yang men
jadi bagian dari sistem pemberian perawatan. Tidak logis jika suatu
lingkungan memiliki seorang prakcisi yang kompeten secara budaya,
tetapi cenderung tidak acuh terhadap budaya. Dalam memberikan
pelayanan. terhadap·individu, keluarga, dan masyarakat, sistem pe- .
layanan yang kompeten secara budaya harus mengakui dan men
cakup pentingnya budaya, menerima dinarnika perbedaan, dan
menumbuhkan kornitmen dalam mengadaptasikan pelayanan untuk
memenuhikebutuhan yang unik (Issacs & Benjamin, 1991; Roberts,
1990). Program dan pelayanan yang kompeten secara [Link] akan
menjunjUng tinggi keyakinan budaya klien maupun petugas kesehatan.
Selain itu, program ini diharapkan dapat mempertahankan dan
. meningkatkan harga diri serta identitas budaya petugas kesehatan
dan klien sebagaimana yang tercakup dalam rnisinya.
Beberapa jenis pergeseran ke arah kompetensi budaya setingkat
lembaga tehili dilaporkan dalam literatur. Ketika penerimaan dan
pemanfaatan layanan komurutas menjadi tolok ukur keberhasilan
pembe~an layanan suatu lembaga, diakui lembaga tersebut lebih
berhasil dibandingkan lembaga lain. McManus (1988) melaporkan
bahwa model keterlibatan lembaga dalam komurutas yangsederhana
mungkin ditolak oleh kelompok etnis [Link] disebabkan oIeh
pelayanan yang diberikan lembaga kepada komurutas yang beragam
sering kali S!illJ.a dengan yang ditaw.u-kankepada kelompok [Link].
Pc;.ndekatanini dirasa banyak orang sebagai suatu bentuk pen
dekatan yang tidak bisa membedakan warna kulit dan justru mena..nan
harhbatari, bukan menghilangkannya. Pendekatan yang lebih berarti
dan berhasil terhadap kompetensi budaya suatu lembaga adalah
dukungan kelompok mayoritas terhadap programlokal dan pelayanan
yang mempekerjakan dan menggunakan staf yang memiliki latar
belakang budaya yang hampir sarna dengan kelompok masyarakat
yang mendapat layana.n (Barrera, 1978; Gallegos, 1982). lni berarti,
pe1ayanan yang bersifat multilingual dan multikultural harus ditera pkan
168 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
eli lingkungan profesi lain dan elikomunitas. Pengkajian berbasis
kebutuhan harus dilakukan untuk mengidentifikasi macam-macarn
layanan dan sistem pemberian layanan'yang paling"dapat eliterima
dan efisien (Angrosino, 1978). . .
Bagi banyak lembaga dan sistem pemberian layanan yang ada,
struktur, pelayanan, dan kompetensi harus dimodifikasi atau di
ciptakan agar konsisten dan sesuai dengan bucIaya yang mereka
hadapi dalam populasi klien. Setiap layanan, sistem, lembaga, dan
praktisioneryang kompeten secara budaya, memiliki kapasitas untuk
merespons kebutuhan unik populasi yang budayanya berbeda dengan
kUltur dominan atau mayoritas di Amerika.· .
Suatukesadaran bahwakelompok rasial,etnik, dan rninoritas me
miliki perbedaan kebutuhan, tidak terlayani, atan tidak. me man
faatkan pelayanan yang tersedia, telah membentu~ minat lembaga
yang kompeten secara bucIaya. Pengkajian terhadap jenis pelayanan
yang diinginkan. dan diperlukan oleh p6pulasi target adalah langkah
penting, agar popul~i yang memiliki latar belakang budaya yang
berbeda dapat menerima dan memanfaatkan pelayanan terse but.
Lembaga yang berupaya untuk rnemiliki kompetensi bucIaya harus
mampu menerima nilai-nilai budaya pada etnis komurutas, dan me
ngembangkan serta memperbaiki pe]ayanan dan keterampilan kerja
di populasi lokal (McManus, 1988).
RINGKASAN
Pendidik dan pemberi layanan harus menyadari bahwa etnisitas
menumbuhkan rasa memiliki pacIa dirt individu dalam masyarakat
yang majemuk; suatu perayaan terhadap perbedaan identitas, ke
kuatan, dan kemampuan bertahan hidup. Pemahaman terhadap bu
claya etms merupakan hal yang berguna dalam melakukan koping
dan menghargai perbedaan. Penelitian menunjarig adanya peran
pe'Warisan dan identitas yang memengaruhi perilaku dan sikap indi
vidu serta etnisitas yang secara terus-menerusdiwariskan melalui
generasi. Penelitian dan praktik harus lebih difokuskan pada kerja
sarna dan penghargaan terhadap kelompok ymg meiniliki latar be
lakang budaya yang berbeda, bukan menghilangkan perbedaan,
menunjang ke arah situasi koriflik, dan penyamarataan. Kompeten
si budaya adalah hal yang sangat penting dalam promosi kesehatan,
penyembuhan, dan pencapaian hasil yang diharapkan. Saat ini,
BAB 6 • Kompetensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 169
tersedia banyak keterampilan yang periu dikuasai pemberi perawat
an sebagai bahan pengayaari melalui kesadaran, pendidikan spesialis
. dan berkelanjutan, dan mendengarkan secara cerrnat apa yang klien
ajarkan.
REFERENSI
Aamodt, A. (1978). The care component in a health and healing system. In E. Bauwens (Ed.),
Th~ anthropology of health. St. Louis, MO: C.V Mosby.
Adams, E.V. (1990). Pouey pk!f1ningfor clfill/rally aJllJprehensiw special health sentices.
Rockville, MD; United States Department of Health and Human Services, Maternal and
Child [Link] Bureau. .
ADan,JD. & Hall, BA (1988). Challengingthe focus on technology. A critique of the medical
model in a changing health care system. Adv(//ta.t in Nursing Science, 10(3), 22-34.
American Nurses Association. (1980).. Nursing: A Jotial polifJ Jtatement. Kansas City, MO;
Author.
Angel, R & Thiots, P. (1987). The impact of culrure on the cognitive structure of illness.
Culture, Medicine, and P!JChiatry, 2, 465-494.
Angrosino, M V. (1978). Applied anthropology and the concept of the underdog: Im·
plications for community mental health planning and evaluation. Community Mental
Health journal, 1-4(4}, 291-299.
Barrera, M (1978). Mexican-American mental health service utilization; A critical exa
mination of some proposed variables. Community MBntal Health jonma/, 14(1), 35-45.
Berlin, E.A. & Fov,kes, 'We. (1983). A teaching framework for cross-cultural health care:
Application in family practice. Western jot/mal of Medicine, 139(6), 934-938.
Blumhagen, D. (1982). The meaning of hypenension. In NJ. Chrisman & T.w. Maretzki
(Eds.), Clinical rpplied anthropology: AltthropologiJtJ ilt health !fience settiltg!. Boston, MA:
Reidel.
Campinha-Bacote, J. (1995). The quest for cultural competence in nursing care. NllrsilJg
Foruln, 30(4), 19-25.
Chavez, L.R (1984). Doctors, curanderos, and brujas: Health care delivery and Mexican
immigrants in San Diego. Medical Altthropolog}' Quarterfy, 35(2), 31-37.
Chrisman, N. (1977). The health seeking process: An approach to the natural history of
illness. Culture, Medicine, & Psychiatry, 1, 351-377.
Congress, E.P. & Lyons, BF. (1992). Cultural differences in health beliefs: Implications for
social work practice in [Link] care settings. Social Work in Health Care, 17(3}, 81-96.
Cross, RL. (1987). Cultural competence continuum. Focal Point: The Blflletin of the
Ri!m1r(:h and Trainiltg Center to Improve Sentim for Serio1lJfy Emotiollalfy H(1ndicrpped
Children and Their F(1miliu, 3(1), 5. -
Cross, T., Bazrori, B., Dennis, K., & Issacs, M (1989). Towards a culttiralfy competent system
of care, Volume 1. Washington, DC: GeorgetownUniversity Child Development Center,
CASSP Technical Assistance Center.
Dervin, B. (1989). .Audience as listener and learner, teacher, and confidante; The sensemaking
approach. In RE. Rice & Cx. Atkin (Eds.), Public communication campaign!. Newbury
Park, CA:. Sage.
Devore, W. & Schlesinger, E. (1991). Ethnic-seniitive sodal work practice. New York, NY;
Macmillan Publishing. . _
Dillard, M, Andonian, 1., Flores, 0., Lai, 1., MacRae, A, & Shakir, M (1992). Culturally
competent occupational thex-apy in a diversely populated mental health setting. The
American journal of Occupational Therapy, 46(8), 721-726.
170 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
Eisenberg, L. (1980). What makes persons patients and patients well? American journal
of Medicine, 69(2}, 277-286.
Fabrega, H (1974). Disease and soWal behtWior: An interdisCiplinary perspective. Cambridge,
MA: The MlTPress.
Friedson,~E. (1961). Patient's view of medical pradici. New York, NY:. Russell Sage.
Ga11egos,J.S. (1982). Planning and administering services for minority groups. In M
Austin & W. Hersey (Eds.), Handbook of mental health administration: The middle
manager's perspective (pp 87-105). San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Gillick,MR (1985). Commonsense models of heaith and disease. New England Journal of
Medicine, 313(11), 700~703.
Good, B. & Good, MJ. (1981). The meaning of symptoms: A culnu:al hermeneutic modelfor
cultural practice. In L. Eisenberg & A. Kleinman (&is.), The rekuance of social science for
medicine. Boston, MA: Reidel.
Haiwood, A. (1981). EthnicitJ and medical care. Cambridge, MA: Harvard University
Press.
Helman, e. (1984). Culture, health, and il/nm: An introduction for health professionals.
. Boston, MA: Wright. .
Holzberg, e.S. (1982). Ethnicity and aging: Anthropological perspectives on more
than just the minority elderly. The Gerontologist, 22(3), 249-257.
Hutchinson, I. (1989). Strategies for working with culturallY diverse comtll1lnities and clientl.
Bethesda,:MD: The Association forthe Care of OllIdrensHealth, Maternal and Child
Health Bureau.
Issacs, M & Benjalcin, M (1991). Towards a culturallY competent rystem of care, V()lume II:
Programs which utilize culturatty cOtlljJetent principles. Washington, DC: Georgeto'lVll
University Child Development Center, (,..ASSP Tecoical Assist:ance Center.
[Link], A. (1988). The illnm narratives: Sufftring, h~ali1lg, and the human condition.
New York, NY: Basic Books.
__ . (1986). Concepts and a model for the comparison of medical systems as
cultural systems. In C. Currer & M. Stacy (Eds.), Concepts of health, il/neu, & disease:
A comparative persperlive. New York, NY: Berg.
__ . (1980). Patients and hcaleri in the context of culture. Berkele~ CA; University of
California Press.
__ . (1978). Clinical relevance of anthropological and cross-culfural research:
Concepts and strategies. American journal of Prychiatry, 135(4); 427-43'1.
Leininger, M. (1978). Transmlturalllursing: Concepts, theories, and practices. New York,
NY: Wuey. .
Lewis, Me. (1988). Attribution and illness. jOllrtlal of P~)'chosocial Nursing, 26(4), 14
21.
Lyons,]. (1972). Methods of successful communication with the disadvantaged. In
Communication for change with the mrai disadvalltaged. Washington, DC: Nation::.l
Academy of Sciences. .
Madrid, A. (1988). Diversity and its discontents. Black Issuel in Higher Education, 5(4),
10-18. .
:May,]. (1992). Working with diverse families: Building culturally rompetent systems of
health care delivery. The journal of Rh,umat()logy, 19(33}, 46-48.
McManus, M. (1988). Services to minority populations: What does it mean to be a
'culturally competent professional? Focal Point:· The BIII/elin of the &Jearch and
Training Center to Improve Services for Seri()usty Em()/ionalfy Handicapped Children and
Their Families, 2(4), 1-17.
Mechanic, D. (1986). The concept of illness behavior: Culture, situation, and personal
predisposition. PfYchol()gical Medicine, 16(1), 1-7. .
Mechanic, D. (Ed.). (1982). Sympto~s, iI/ness behavi()r, and help seeking.
New York, NY: Prodist. '
BAB 6 • Kompelensi Budaya dalam Kemitraan dengan Komunitas 171
Moore, J. (1971). Situational factors affecting minority aging. The Geront%gisl, II, 88-93.
Munet-Vilaro, F. (1988). The challenge of cross-cultural [Link] research. lW"es/erll jOllrlla/ ~r
Nllrsillg Research, 10(1), 112-115.
Randall-David, E. (1989). Siralegies for JIlorkiJ1g JIlilh C/I/Illra/(y diverse COlIl/tll/Hilies a/ld
dimls. Bethesda, MD: The Association for the Care of Children's Health.
Rivera, G. & Wanderer,]. (1986). Curanderismo and childhood illnesses. T/u Sorial
Sciwce JOIll"lla/, 23(3), 361-372.
Roberson, M. (1987). Folk health beliefs of health professionals. Iveslenl jOl/mal of
Nlming Researtb, 9(2), 257-263.
Roberts, R. (1990). DCI/dopillg mllllral(y cOltlpe/elll programs for falnilies of cbildrell witb
speda/lleeds. Washington, DC: Georgetown University Child Development Center,
Materna.! and Child Health Bureau.
RobertS, S.J. (1988). Social support and help seeking: Review of the literature.
Advallces ill NII/Jing Scietlce, 10(2), 1-11.
Royce, A.P. (1982). EthJ1ic ide/l/it.F Strategies of divcrsil)'. Bloomington,
IN: Indiana University.
Rubel, AJ. (1977). The epidemiology of a folk illness: Susto in Hispanic America,
In D. Landy (Ed.), ClIlllIN, disease, aNd healiJlg: S/Ildiu ill medical all/bropolog)'
(pp 119-128). New York, NY: Macmillan.
Ruiz, P (1985). Cultural barriers to effective medical care among Hispanic American
patients. Anllllal Revielv of lYledicine, 36, 63-71.
Weiss, M.G. (1988). Cultural models of diarrheal illness: Conceptual framework and
review. Social Sciwce & Medicine, 27(1), 5-16.
Whall, A (In7). Commentary. IPes/em jOll(llal cf Nltrsillg Researcb, 9(2), 237-239.
Wirth, L. (1945). The problem of minority groups. In R. Linton (Ed.), TIle Hieme of
IImJ1 ill tbe lIIorld cnsis. New York, NY: Columbia University Press.
Wood, J.B. (1989). Communicating with older adults in health tare settings: Cultural and
ethnic considerations. Edllcaliollal Geroll/ology, 15, 351-~62.
Young, A (1982). The anthropology of ii!ness and sickness. AI1I1/Ial Revicll/ of
Anthropology, 11, 257-285.
Zola, I.K. (1972). Culture and symptoms: An analysis of patients' presenting complaints.
Allm7C{]1I Sociological Review, 5, 141-155.
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]
[Link]/cecpl cultural
[Link]
'I.' .
Beverly C. FIYIID
KEBIJAKAN KESEHATAN BAB
UNTUK KOTA
DAN KOMUNITAS SEHAT 7
TUjUAN
Bab ini berfokus pada pentingnya kebijakan publik sehat untuk komunitas
sehat, yang dibangun berdasarkan pada konsep 9E!layanan kesehatan primer.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Memahami elemen dasar kebijakan publik sehat
• Menjelaskan proses penyusunan kebijakan
• Menghargai pentingnya peran perawat kesehatan komunitas dalam
peningkatan kebijakan publik sehat.
PENDAHULUAN
Konsep kebijakan kesehatan di bab ini dalam literatur sering dise
but dengan kebijakan publik sehat (Evers, Farrant & Trojan,
1990; Hancock, 1985: Milio, 1990; Pederson, Edwards, Kelner,
Marshall & Allison, 1988) dan berfokus pada promosi kesehatan
komunitas. Kebijakan publik sehat telah ditetapkan dalam Ottaula
Chartetfor Health Promotion (WHO, 1986b) sebagai langkah terpen
ting promosi kesehatan. Karakteristik kebijakan publik sehat dan
kota serta komunitas sehat, konsisten dengan pelayanan kesehatan
primer yang telah dibahas dalam Bab 1. Bab ini membahas landas
an konseptual promosi kesehatan dan kebijakan publik sehat ser
ta penerapan gerakan kota dan komunitas sehat. Bab ini mengurai
kan pula hal-hal yang berkenaan dengan peluang keperawatan
terkait dengan perkembangan kebijakan publik sehat dan kota ser
ta komunitas sehat.
172
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kota dan Komunilas Sehat 173
KONFERENSI DLTNIA MENGENAI PROMOSI
KESEHATANDAN KEBIJAKAN PUBLIK SEHA'f
Ada empatkonferensi dunia yang,menghasllkan dokumen mengenai
promosi kesehatan dan kebijakan publik seha1;. Deklarasi Alma Ata
tahun 1978 mengadopsi tujuan sehat untuk semua (health for all)
tahun 2000 melalui pendekatan pelayanan kesehatan primer (WHO,
1978). Secara implisit, strategi sehat untuk semua merupakan konsep
baru tentang promosi kesehatan yang menggabungkan perubahan
gaya hidup dengan pengembangan kebijakan eLm liugkungan. Sejak
pertengahan tahun 1980an, hal yang paling banyak disoroti adalah
k6nsep promosi kesehatan. .
Konferensi dunia ke dua dilaksartakan eli Ottawa, Ontario, Canada,
dan menghasilkan Ottawa Charterfor Health Promotion (\X'H':O, 1986b).
Pese;ta konferensi menyepakati bahwa promosi kesehatm lebih luas
dari kegiatan sektor kesehatan. Sembilan persyaratan untuk sehat
yang telah disepakati ialah: perdamaian, [Link], pendidi'[Link],
pangan, pendapatan,ekosistem yang stabil,ketersediaan sumber,
keadilan sosial, dan pemerataan. Agar promosi kesehatan berjalan
efektif, telah diidentifIkasilima area kegiatan yang interdependen;
sesuai urutan prioritas, sebagai berikut:
• Membangun kebijakan publik sehat di semua sektor dan tingkat.
• Menciptakan lingkungan yang mendukung, sehingga memper
mudah pencapaian kondisi sehat
• Memperkuat pemberdayaan masyarakat daiammenolong diri
sendiri dan dalam memberikan dukungan sosial.
• Mengembangkan keterampilan personal agar semua orang ber
tanggung jawab terhadap kesehatan dirinya sendiri.
• Mengorientasika..tt kembali pelayanan kesehatan melalui promosi
[Link] dan pencegahan penyakit.
Konferensi dunia [Link] diselenggarakan di Adelaide, Australia
dengan tema kebijakan puhlik sehat. Dalam konferensi tersebut,
disepakati bahwa kesehatan merupakan hak fundamental dan
investasi sosial. Konferensi merekomendasikan kepada pemerintah
agar melakukan upayapeningkatankesehatan melalui jalinan hubungan
yang erat antara kebijakan ekonorni, sosial, dan kesehatan. Rekomendasi
174 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
lain dari konferensi ini adalah adanya kebutuhan pemerataan dalam
bidang kesehatan dan membangun kemitraan baru dengan para
pengusaha, [Link], orgaI}~asi nonpeinerintah, dan berbagai·
lapisan rruisyarakat (WHO, 198"8):",,;·,,0 ..
. Konferensi internasional ke empat mengenai promoSi kesehatan
dilaksanakan di Jaltarta, Indonesia tahun 1997. Konferensi ini me
rupakan konferensi pertama yangdilakukan di negara berkembang.
~da lima prioritas promosi kesehatan pada abad ke-21 yang ditetap
kan dalam Jakarta Declaration (WHO, 1997):
• Peningkatan tanggung ja'Wab sosial terhadap kesehatan
• Peningkataninvestasi untUk pengembangan kesehatan
• . Konsolidasi dan perluasan kemitraan untuk kesehatan
• Peningkatan kapasitas masyarakat dan pemberdayaan individual
• Pengamanan infrastruktur dalam promosi kesehat:[Link]
Keempat konferensi internasional tersebut di atas telah mem
bangkitkan Pemikiran baru tentang bagaimana promosi kesehatan
dapat memberikan arah da1am mencapai masyarakat yang lebih
sehat. Setiap konferensi mendiskusikan dan membahas materi
substarl..sial tentang bagaimana prinsip dasar pelayanan kesehatan
primer, promosi kesehatan, dan kebijakan publik sehat dapat ber
manfaat untuk masa mendatang. .
PROMOSI KESEHATAN
Secara historis, konsep promosi kesehatan telah difokuskan untuk
membantu masyarakat meningkatkan kesehatannya melalui per
ubahan gaya' hidup (.Minkler, 1989). Konsep ini memberikan pe
nekanan pada peran setiap individu dalam memodiflkasi perilaku
untuk meningkatkan status kesehatan. Pendekatan ini konsisten
dengan fakta bahwa banyak penelitian promosi kesehatan yang ber
fokus pada' perubahan perilaku individual yang juga berdampak
pada perkembangan kebijakan masy;;:rakat yang bersifat individu
(Milio, 1981). Menurut Hancock (1986), fokus tanggung ja'Wab .
individual terhadap kesehatan memunculkan pandangan bahwa
terganggunya kesehatan seseorang merupakan kesalahan orang
tersebut semata.
Konsep terbaru promosi kesehatan telah dije1askan dalam Ottawa
Charterfor Health Promotion \WHO, 1986b, hal. 1) yang menyatakan:
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kota dan Komunitas Sehat 175
Promosi kesehatan adalah suatu proses yang memungkinkan indivklu
meningkatkan dan mengontrol kesehatannya. Untuk dapat mencapai
suatu keadaan sehat fisik, mental, dan sosial yang sejahtera secara
menyeluruh,individu atau kelompok harus mampu mengidentifikasi - .
• dan mewujudkan aspirasi, memuaskan kebutuhannya, dan mengubah
• serta"mengendalikan Iingkungannya. Oleh karena itu, sehat harus dipan
• dang sebagai sumber kehidupan sehari-hari bukan sebagai tujuan liidup.
• Sehat merupakan konsep positif yang menekankan pentingnya sumber
: sosial dan personal serta kapasitas fisiko Oleh karena itu, promosi hise
hatan bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi mencakup
gaya hidup sehat sampai kondisi sejahtera.
Definisi promosi kesehatan tadi mengidentifikasi sosial,
ekonomi, .dan politik sebagai faktor penentu (determinan) ter
hadap kesehatan. Robertson & Minkler (1994) menyimpulkan bah
wa karakteristik definisi di atas meliputi:
• Definisi sehat secara luas dan determinartnya
• Keterpadua..'1 pendekatan sosial-politik
• Pemherdayaan individual dan kolektif
• Peran serta komurutas dalam mengidentifikasi da.!l menyelesai
kan masalah. .
Robertson & Minkler (1994) dalam penelitiannya tentang promosi
kesehatan menyatakan bahwa karakteristik promosi keschatan
tersebut sering kali memiliki arti ganda sehingga perlu dilakukan
penelitian secara saksama dalam upaya mengembangkan ilmu me
ngenai promosi kesehatan.
KEBIJAKAN PUBLIK SEHAT
Konsep kebijakan publik sehat didasarkan pada prinsip pelayanan ~
kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan
kebijakan promosi kesehatan (WHO, 1978; WHO, 1986a). Prinsip
kebijakan promosi kesehatan· mencakup kebijakan multisektoral,
ekologik, tanggung jawab" dalam meningkatkan pilihan promosi
kesehatan, melibatkan berbagai bidang,· berhubungan dengan pe
o layman kesehatan, dan peran serta. Pada tahun 1985, Canadian Journal
of Public Health melaporkan hasil konferensi mengenai kebijakan
publik sehat (Canadian Journal of Public Health, 1985). Menurut
Hancock (~985) kebijakan publik sehat didasarkan pada pendekatan
176 BAGIAN I • LANDASAN TEaRETfS
mulcisektor, keterlibatan masyarakat,' teknologi yang memadai,
dan keciganya merupakan ~omponen pendekatan pelayanan kese
hatan primer dari WHO. Hancock juga m,enjel~kan bahw.:[Link]
bijakan publik sehat ditujukan untuk menciptakan komUnitas yang
sehat, menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang mema
dai, bersifat menyeluruh dan berorientasi inasa depan seha men
jawab pertanyaan bagaimana agar komurutas dapat terstruktur un
tuk meningkatkan kesehatannya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
cIaLim Ottawa Charier for Health Promotion (WHO, 1986b) dinyatakan
bahwa kebijakan publik sehat merupakan'satu dari lima strategi
[Link] dalam promosi kesehatan. Melalui kebijakan.,publik sehat,
kesehatan dapat ditempatkan pada agenda pembuat kebijakan, se
hingga merekadapat menentukan dan bertanggung jaViab terhadap
segala konsekuensi dad keputusan yang diambil, berkenaan de
ngan kesehatan tidak hanya pertimba.'1gan ekonomi. Selain itu, ke
bijakan publik sehat dapat mendorong pemerataan yang lebih luas
dengan cara menjamin berbagai produk, layanan, dan Imgkungan
lebih anlan dan sehat.
Tahun 1988, konferensi kebijakan publik sehat di Adelaide
menghasilkan rekomendasi yang menekankan pentingnya peran
serta masyarakat dan kerjasama' berbagai sektor berdasarkan kon
sep pelayanan kesehatan primer (WHO, 1988). Tujuan utanu kebi
jakan publik sehat adalah menciptakan lingkungan yang menduku
ng ~arakat dalam mencapai hidup sehat dan m~mpermudah
masyarakat dahUn menentukan pilihannya untuk lidtip sehat.
Pederson et al. (1988) juga mengemukakan bahwa kebijakan
publik sehat berfokus pada isu pemerataan kesehatan. Elemen kunci
kebijakan publik sehat memfokuskan pada determinan kesehatan
yang membentuk kesehatan; mencari investasi yang dapat meningkat
kan derajat kesehatan dan kesejahteraan; menetapka.i strategi yang
dapat meningkatkan pemerataan dan memperkecil jarak dalam
status kesehatan; dan mengalokasikan SUUlber yang ,ada di masyarakat .
berdasarkan elemen tersebut (WHO, 1993). Pederson et a1. (1988)
mengarcikan kebijakan publik sehat sebagai kebijakan publik untuk
sehat, dengan memandang kesehatan dalam konteks ekologi ,yang
luas. Kickbusch (1992) menyatakan bahwa kebijakan publik sehat
dibangun atas konsep proaktif kesehatan yang mengubah "prioritas
kebijakan: untuk melakukan upaya yang menunjang kesehatan yang
benar-benar diperlukan."
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kota dan Komunitas Sehat 177
WHO (1992) menetapkan riga kategori kebijakan publik sehat
yaim: kebijakanyang berkertaan dengan proUlosi kesehatan, pen
cegahanpenyakit, dan ketentuan pelayanan kesehatan; sosial,
pendidikan, dan budaya; dan ekonomi serta lingkungan yang di
dalamnya termasuk perkembangan industri, transportasi, dan pe
rumahan. Contoh kebijakan publik sehat adalah kebijakan pertanian
dan pang an untuk mengembangkan pilihan promosi kesehatan
bagi konsumen dan produsen; kebijakan pengendalian merokok,
misalny.:t melalui pemasangan label bahaya merokok, membatasi
merokok di tempat umurn, membata:si pertjualan; memperbaiki pen
dapatan rnisalnyamelalui pemberian tunjangan keluarga dan pe
rumahan, asuransi bagi para penganggur, dan tunjangan maternitas
(.Milia, 1985). . . .
Agar kebijakan publik sehat terealisasikan, diperlukan penge
tahuan tambahan. Menurut Kickbusch (1992), diperlukan penge
tahuan tentang dampak kebijakan terhadap kesehatan baik positif
maupun negatU, proses kebijakari, dan pengukuran kesehatan yang
dibutubkan untuk: memberikari arah pada pengembangan kebijakan
publik sehat.
Kebijakan publik sehat merupakan pemikiran yang terkait de
ngan pencegahan primer. Tantangan perubahan terletak pada komu
nitas eli tingkat lokal. Ada dorongan yang kuat dari kesehatan ma
syarakat untuk masuk ke dalam kebijakan (rnstitute of Medicine,
1988; Stota, Abel & Dievler, 1996). Dengan demikian, para pro
fesional kesehatan masyarakat diharapkan bekerjasama dengan
pengambil kebijakan politis dalam kesehatan masyarakat. Gerakan
kota dan komunitas sehat memperjuangkan terwujuclnya kebijakan
kesehatan baru yang berfokus pada promosi kesehatan dankon
sisten dengan harapan kesehatan masyarakat.
Kota darl Komunitas Sehat
Konsep tentang promosi kesehatan dan kebijakan publik sehat mern
b,erikan arah perkembangan gerakan kota dan komunitas sehat.
Duhl (1986) merupakan orang pertama yang mengajukan per
syaratan bagi kota sehatyaitu, kotaharusmerespons setiap ke butuhan
. per kembangan, menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan
warga, memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri dan memenuhi
setiap perubahan kebutuhan, kompetert agar warga kota dapat
178 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
. memanfaatkannya, dan menelidik warganya. Warga dapat mencip
takan kota yang lebih sehat dengan cara merespons gejala, me
nyelesaikan isu yang ada, melakukan kegiatan khusus misalnya
membUat konsensus melaluirespolis seluruhkomunitas.
Milio (1990) berpendapat bahwa geralcin kota sehatyang muncUl
merupakan kesehatan publikyang baru, k::arena menurutnya, "Tidak .
akan ada sehat tanpa komunitas." Ia berpendapat bahwa prinsip
Ottawa Charterfor Health Promotion (WHO 1986b) mengarahkan ke
sehatan masyarakat yang baru denKan mempermudah masyarakat
untuk memilih tindakan yang menunjang promosi kesehatan di
bandingkan pilihan yang mengarah gangguan kesehatan. Selain itu,
Milio·memandang bahwa kota sehatdapat menciptakari wadah poli
tis yang akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baru.
Gerakan· kota. dan masyarakat sehat merupakan perwujudan
konsep kebijakan publik sehat di dalrun praktik:. Upaya yang menon
:01 dari gerakan ini adalah mengidentifikasi berbagai determinan
kesehatan, melibatkan berbagai sektor dan peran serta seluruh
masyarakat, membangun kemitraan dengan masyarakat, berfokus
pada aset dan kebutuhan setempat, dan melakukan perubahan
. sistem untuk mengurangi ketidakmerataan kesehatan.
Gerakan kota dan komunitas sehat eliawali eli Eropa tahun 1986
melalui proyek kota sehat dari WHO. Saat ini, gerakan tersebut
dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia. Literatur mengindikasi
kan bahwl gerakan kota dan masyarakat sehat bertujuan untuk
menyeeliakan lingkungan fisik yang bersih dan aman yang eko
loginya stabil serta memudahkan warga kota mendapatkan infor
masi mengenai persyaratan untuk hidup sehat, selain mengembang
kan ekonomi yang inovatif, vital, dan luas (Hancock & Duhl, 1988).
Kota dan komunitas sehat berorientasi pada politik dan proses serta
menyokong pembaruan eli tingkat lokal melalui kemitraan publik
dan sVlaSta. Tujuannya adalah meningkatkan pemerataan, lingkung
an yang terus-menerus bersifat mendukung, peran sertakomunitas, dan
meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat se
tempat(fsouros, 1990)..
Untuk dapat mencapai tujuannya, proses kota sehat meliputi
banyak tahap dalam mobilisasi komunitas(Flynn & Ivanov; 2000).
Tahap-tahap penting terse but adalah sebagai berikut:
BAB 7 II Kebijakan Kesehatan untuk Kola dan Komunitas Sehat 1 79
8 Mengorientasikan masyarakat pada promosi kesehatan dan pro
ses kota dan komunitas sehat.
• Membangun kemitraan lokal dan mewujudkankomitmenmasyarakat
• Membuat struktur komunitas dalam promosi kesehatan, terma
suk di dalarnnya adalah badan koordinasi kota sehat, sebagai
pengendali proses dan komite yang berada di bawah tanggung
jawabnya agar melaksmakan kegiatan spesifikyang sesuai dengan
pnontas.
• Mengembangkan kepemimpinan yang berkaitan dengan promosi
kesehatan) kebijakan publik sehat, dan kOla serta komunitas
sehat.
• Mengkaji kebutuhan dan aset komunitas.
• Membuat perencanaan kesehatan komunitas secara luas, termasuk
peneta pan skala prioritas dan perencanaan strategik unnlk kegiataI;l
kesehatan setempat.
• Memfasilitasi kegiatan komunitas dalam meningka tkan kesehatan
didasar kan pada program dan pengembangan kebijakan.
• Menyediakan informasi berbasis data bagi pembuat kebijakan
untu...~ memfasilitasi pengembangan dan dukungan bagi kebijakan
publik sehat.
• Memantau dan mengevaluasi dampak program dan kebijakan
dalam kaitannya dengan kesehatan komurutas .
..
WHO (1992) mengemukakan bahwa kota dan komunitas sehat
membutuhkan riga pertimbangan pemikiran agar mampu meningkat
kan kebijakan publik sehat antara lain: (1) mengenali manfaat
kebijakan terkait kesehatan yang memberikan respons terhadap
budaya politis lokal; (2) berperan serta dalam diskusi kebijakan di
berbagai sektor yang ada di masyarakat; (3) menyusun prioritas ke
bijakan yang jelas dan potensial berdampak luas terhadap situasi
[Link] dan sosial serta memunculkan berbagai peluang agar ter
cipta dukungan dan perubahan.
Kebijakan lokal melipuri tiga fase: perumusan atau penetapan
kebijakan, adopsi kebijakan, dan implementasi kebijakan. Telah di
kemukakan bahwa siklus kebijakan sepuluh langkah menghasilkan
satu model kota dan komunitas sehat untuk mengidentifikasi peluang
yang potensial memengaruhi penetapan kebijakan di tingkat lokal
(WHO, 1992). Siklus tersebut disajikan dalam Tabel7-1.
180 BAG IAN I • LANDASAN TEORETIS
Siklus kebijakan sepuluh langkah di atas memberikan banyak
pilihan kepada kota dan komunitas sehat dalam menetapkan ke
giatan yang akan dilakukan dalam upaya pengembangan kebijakan
publik sehat. Selain itu, ada banyak kegiatan y:::tng dapat dilakukan
oleh badan koordinasi terse but lilltuk memperlancar langkah proses
.,:., , ' , '~f: 7~ . . :.~ ,,:~;- /' lc J-' , I ~"'":: • 4 '" ,~ c " " 1 ; ' . , _
~~~E!iftIt!]~~tl,~~~~~,~~eb~~~~n~~iu~h LaDgkah:K~~ d~JjJ(clin~~a~'Se~~.
Langkab Deskripsi
Menetapkan agenda Meliputi identifikasi masalah dan aset kesehatan
komunitas yang memberi peluang untuk
melakukan sesuatu. Dalamkotadan komunitas
sehat, aspek yang diperhatikan adalah pemerataan
dan akses persyaratan untuk hidup sehat, gaya
hidup dan: li11gkungan yang sehat serta pelayanan
kesehatan..
Menyaling is'l MeIiputi seleksi isu kesebatan untuk tujuan
analisis yang lebib luas dalam menemukan makna
dan ciri masalab. Karena pemabaman yang sangat
luas terhadap aset dan masalah kesehatan
komunitas, maka kornite dan badan koordinasi
kota serta kciriiunitas sehat berada pada posisi
kunci dalam menyeleksi isu dan memberikan
informasi kepada pe~buat kebijakan, rnisalnya
bupatilwali kotadalain melakukan seleksi isu.
Mendefinisikan isu .' Meliputi pendefinisian masalah kesehatan secara
lebib tepat sertafaktor ekonomi dan sosial yang
. terkait. Untukmemperoleh pengetahuan dan
kete(ampiliin khusus, kota dan komunitas sehat
. dapat berkolaborasi dengan (lhli lulusan institusi
yang ada di masyarakat, rnisalnya universitas dan;
pendidikaJitillggi lainnya atau departemen . .'
kesehatan setempat sena kelompok masyarakat. .
. '/
Penting untpk menghitung dan mendeskripsikari
. . . signifikansimasalah. dan faktor-faktor yang'
b~rpengaru~.· ; . . '" ..
Meniinalkan rnasalah . Melip)ltl p~oyel¢itiJuncu~yamasalahd~lam···
konteksmas~mendatrtng. Kota dan k6munitas
··'sehatmemerhdc~ripengetabuan menge)1airencana,
.'" ~ .•~.';'i'. ,:ke1:iijakanadihinistratorlokaldalam merarrtaikan'
.:·",:·;,:::~,r:f:,';(·S!;i.:::)riasalah.+·r.n;/~·~.·; . .'. ...... '.,. ..'..
~;n;~~j~~i;~~~21G~f~~~~~~~~::(~~a~~i
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kota dan Komunitas Sehat 181
i~- .....
prioritas oleh pembuat kebijakan kota dan komunitas
sehat setempat.
Menganalisis Meliputi eksplorasi strategi untilk mencapai tujilan.
pilihan Pendekatan multisektoral yang dilakukan kota dan
komunitas sehat peluang bagi organisasi yang berbeda
untuk mengembangkan pilihan. Setiap sektor dapat
menghadapi isu kebijakan dengan cara yang berbeda.
Selain itu, berbagai contoh strategi yang telah
digunakan oleh kota dan komunitas sehat lainnya dapat
melljadi model bagi kota setempat untuk menetapkan
pilihannya.
Mengadopsikebijakan Meliputi pembahasan dan pengambilan kcputusan
oleh pembuat kebijakan setempat misalnya bupatil
walikota. Badan atau komite koordinasi kota dan
komunitas sehat melakukan presentasi formal di
hadapan pembuat kebijakan setempat lmtuk
menetapkan alokasi sumber ulltuk putusan
kebijakamlya.
Mengimplementasikan, Meliputi penerapall kebijakan dillam praktik. Setelah
memantau, dan adanya persetujuan dari pembuat kebijakan,
mengontrol kebijakan implementasi kebijakan disusunoleh pelaksana di
daerah dengan orgallisasi lainnya., kemudian
ditetapkan tanggung jawab dan sumber masing
masing. Suatu sistem pemantauan kemajuan
iinplementasi perlu ditetapkan bersamaan dengan
proses pembuatan keputusan, unruk mengkaji apakah
kinerja sesuai dengan harapan. Badan dan komite
koordinasi kota dan komunitas sehat dapat
memberikan at au meinbantumengidentifikasi
dukungall teknis untuk mewujudkan suatu sistem
pemantauan implementasi. .
Evaluasi dan Melipiltipengkajian tentang apakah kebijakan telah
peninjailan kembali . [Link] mencapaitujuan yang ditetapkan dengan
biay~ yang terjangkau. Kota dan komunitas' sehat
dapat menggullakantenaga ahli untuk membantu:
meningkatkan kesadaran akan pengaruh kebijeikan
yangsedang' [Link] terhadapkesehatan; ..... .
m~mbetikancontoh~contohprid(.tik [Link]·· .
,
f-··· .
..
P~nieliha~k~ndari " .
penghel1thln kebijllka£
182 BAG IAN I • lANDASAN TEORETIS
. kesehatan. Kota dan komunitas sehat dapat .
membantu memberikan dukungan pada keputUsan
. kebijakanatau memerlksa kembali kebijakan
tersebut.
kebijakan. Kegiatan berikut ini merupakan alat untuk mendukung
[Link] publik sehat (WHO, 1992):
• Menggunakan jaringan politis untuk menumbuhkan kesadaran
terhadap isu kebijakan yang muneul dan berkembang saat ini.
• Menggunakan data tmtuk dapat memperoleh gambaran lingkungan
yang kontinu terhadap masalah kebijakan yang tidak dapat ter
selesaikan.
• Mengembangkan kemampuai1 dalam pereneanaan strategik dan
analisis kebijakan.
• Membuat pereneanaan kesehatan setempat secara komprehensif.
• Mengembangkan metode pengkajian dampak kebijakan terhadap
kesehatan yang sesuai dengan konrusi setempat.
• Menyampaikan laporan status kesehatan kepada pembuat ke
bijakan, media, dan masyarakat luas.
$ Meningkatkan [Link] inovatif dicatat dengan baik untuk
mengatasi ke isu kesehatim.
PENERAPAN KEBIJAKAN KESEHATAN UNIUK
KOTADANKOMUNITAS SEHAT
Literatur dengan jelas mengemukakan bahwa prinsip yang berkaitan
dengan promosi kesehatan dan kebijakan publik sehat eliterapkan
oleh kota dan komunitas sehat. Tetapi bagaimana eara kota dan
komunitas sehat menerapkan prinsip tersebut? Kegiatan apa yang
telah dilakukan dalam menerapkan kebijakan kesehatan? Apa dampak
penerapan kebijakan terse but terhadap kesehatan masyarakat?
Flynn & Ray (1999) menggunakan kuesioner yang elibuat seneliri
untuk menyurvei koordmator kota sehat pada tahun 1995-1996 dan
hasilnya meliputi 183 kota sehat di wilayah yang berbeda eli seluruh
dunia. Materi yang disajikan merupakan ringkasan penerapan kebi
jakan kesehatan eli masing-masing kota sehat. Menarik untuk di
catat bahwa penerapan kebijakan ini berfokus pada lingkungan dan
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan ulltuk Kota dan Komunitas Sehat 183
kelompok populasi yang berisiko mengalami masalah kesehatan.
Data yang ada juga mengonfirmasikan penggunaan definisi kesehatan
secara luas.
Dalam suatu tinjauan terhadap Proyek Kota Sehat di Eropa pada
lima tahun pertama, ditemukan bahwa kota sehat yang disurvei
ternyata dalam mengubah kebijakan, menggunakan pendekatan
umum sebagai berikut (Draper, Curtice, Hooper, & Goumans,
1993):
• Mengadopsi pernyataan sikap dan membantu menyelesaikan per
soalan kesehatan.
• Memfasilitasi pengadopsian kebijakan.
• Memfasilitasi perumusan dan pengadopsian perencanaan kota
sehat.
• Mendukung pengkajian tentang dampa...~ kebijakan kota terhadap
kesehatan.
Laporan tersebut lebih lanjut menyoroti banyak contah kasus
penerapan kebijakan kesehatan di kota sehat. Menurut laporan tahap
awal mengenai kota sehat eli Eropa, beberapa kota yang mengembang
kan perencanaan ~ota sehat antara lain Eindhoven, Belanda; Pees,
Hungaria; Renne~, Perancis; Seville, Spanyol; d~n Willa, Austria.
Goumans dan Springett (1997) meneliti sepuluh kota sehat di Belanda
dan Inggris dan menyimpulkan bahwa tidak ditemukar. perubahan
yang substantif dari kebijakan. Mereka menyataka...'1. bahwa pada
kebanyakan kasus, inisiatif kota sehat masih berupa proyek, b~an
kebijakan.
Meskipun demikian, ditemukan contoh kasus spesifik dalam literatur
yang menyatakan bahwa perubahan kebijakan kesehatan pernal}
terjadi. Sebagai contoh di Gothenburg, Swedia, telah dilaporkan
adan ya ke bijakan komprehensif yang mengatur per::twata...'1 lansia di
rumah, antara lain: mendorong masyarakat untuk tetap berada di
rumah mereka masing-masing, mengembangkan perumahan khusus
yang dapat mengakses pelayanan medis 24 jam bagi mereka yang
tidak dapat tinggal di rumah, menyediakan bantuan yang selalu siap
sedia di rumah, memperbaiki pelayanan di klinik geriatrik dan psi
kogeriatrik, dan mendorong pelayanan primer terampil (Draper et al.,
1993).
Kota Sehat Toronto (Canada) memiliki jaringan inisiatif kebijakan
yang bertujuan untuk mewujudkan kota yang sehat Inisiatif kebijakan
184 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
Isu Kebijakan Kesehatan yang Diidentifikasi
di 183 Kota Sehat
Obat-obatan dan alkohol
Lingkungan
Kesehatan ibu dan anak
Nutrisi
Tembakau
Lalulintas
Kesehatan perempuan
Remaja
tersebut meliputi keamanan dan keadilan, pemerataan dan keter
jangkauan, serta perencanaan lingkungan jangka panjang (Toronto
Heal/by Cif)' Initzativcs, 1997). Sebagai contoh, pejabat setempat
menandatangani satu strategi keamanan masyarakat di kota terse but
pada tahun 1995, mempersatukan berbagai sektor untuk mengoor
dinasikan staf, dan sumber dan mengurangi duplikasi pelayanan.
Contoh lain adalah lVlqyot·~ Committee on COl1ll1ltfni!y alld Race Relation
di Toronto. Komite terse but bekerja memerangi tindakan rasial
dan kekerasan,imembantu kebutuhan populasi lesbian dan gay ser
ta meningkat~an toleransi d arl penerimaan terhadap kelompok
tersebut; meningkatkan keamanan kelompok minoritas, keadilan
pekerjaan, dan akses pelayanan untuk berbagai populasi; serta
mengadvokasi pekerja remaja. Dilaporkan juga tentang adanya
upaya memperbaiki lingkungan melalui kebijakan daur ulang kota.
Di Amerika Serikat, Kota Sehat New Castle di Indiana mereko
mendasikan perubahan kebijakan melalui dua tahap. Tahap pertama
adalah merekomendasikan peraturan dilarang merokok yang disetu jui
oleh walikota. Tahap kedua adalah menyajikan data risiko kesehatan
kepada komite daerah dan memberikan dukungan terhadap pendidik
kesehatan untuk memperoleh posisi baru di Departemen Kesehatan
setempat. Kedua kebijakan terse but ditandatangani oleh pembuat ke
bijakan.
Jaringan kota sehat muiai terbentuk untuk mengatasi isu ke
bijakan yang lebih luas. Sebagai contoh, jaringan kota sehat di Eropa
mengembangkan Multi-City Action Plans (MCAP) yang inenghubung
kan persoalan kota sehat dengan masalah. kesehatan yang banyak
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kola dan Komunitas Sehat 185
terjaeli,contohnya rokok, AIDS, dan kesehatan perempuan. Kota
sehat yang menerapkan MCAl' setuju untuk' bertukar pengalaman
dan·pengetahuan teknis serta ~bekerjasama untuk mempromosikan
kebijakan publik sehat. Di Amerika Serikai, Coalition for Relthier
Cities and Communities telah meningkatkan momentumnya dengan
menekankan pada upaya meningkatkan dialog dalam masyarakat, ja
ringan antarnegara bagian, dan pertukaran mformasi. Di Amerika
Latin, kota sehat disebut dengan kotapraja sehat. Kotapraja sehat
ipi menjalin hubungan dengan komunitas sehat eli Provinsi Quebec,
Canada, dan Brazil, serta kota dan komunitas sehat di Indiana,
Amerika Serikat, dan Costa Rica sett~ Hondw-as. ,
Dari contoh eli atas, dapat dilihat bahwa kota dan komunitas
sehat telah memfasilitasi dan mewakiIi kebijakan publik sehat seperti
. yang ruusuL'ltan oleh WHO (1992). Dalam contoh tersebut, tampak
bahwa kota dan komunitas sehat telah menerinm pernyataan sikap
dan resolusi mengenai isu kesehatan, memfasilitasi adopsi kebijakan
dan rtLTnusan serta adopsi perencanaankesehatan kota, mengguna
kan jaringan politis untuk menggugah kesadaran terhadapkebijakan
yang ada dan yang akan muncw, menggunakan data dalam meng
atasi masalah kebijakan yang tidak terselesaikan dan membuat
perencanaan kesehatan loka! yang kornprehensif. Namun, tidak ada
bukti ilmiah mengenai pengkajian dampak kesehatan terhadap
penerapan kebijakan kesehatan ini dan terdapat keterbatasan bukti
dokumentasi ten tang efektivitas model dan jaringan yang dikem
bangkan dalam kotadan komunitas sehat.
--------------------------------------------------
PELUANG BAG! KEPERA WATAN
Banyak peluang bagi keperawatan terkait dengan perkembangan
kebijakan publik seh<1t dan kota serta komunitas sehat. Perawat
harus memahami konsep yang terkait denga..."l promosi kesehatan
dan kebijakan pubJik sehat. Kita dapat membaca hasil penelitian
. dan referensi serta inengikuti lokakarya atau konferensi yang ber
kaitan dengan konsep promosi kesehatan, kebijakan publik sehat
serta kota sehat Informasijuga dapat diperoleh dari internet, dan
perawat dapat menjadi "penjelajah" internet yang terampil dan
Il}.embaca, dokumen konferensi yang ada. .
Perawat juga dapat melibatkan diri secara 'aktif dalam kegiatan
kota dan masyarakat sehat setempat, atau memulai proses yang
186 BAGIAN I • LANDASAN TEaRETIS
belum elijalankan. Kita memiliki banyak keterampilan yang bergu
, . na dalaII! ~r<:ncanaan program dan pengembangan kebijakan. Kita
[Link] 'mengadaptasikan atau mengembangkan kota dan
komu~ita,;, ~ehat yang sesuai dengan kondisi setempat. Kita dapat
melakukan advokasi kebijakan publik sehat dengan memanfaatkan
keunikan pengetahuan kita tentang komunitas dan kesehatan warga
dengan berperan aktif dalam siklus kebijakan sepuluh langka..~ yang
telah dijelaskan sebelumnya.
PeraVJat dapat bekerja dengan disiplin lain dalam pengembangan
penelitian yang dapat memfasilitaSi proses kota dan komunitas se
hat. Perawat dapat meningkatkan keterlibatan koinunitas dallim
action [Link], dengan mengikutsertakan Penlukamasyarakat dalam
. mengidentiftkasi informasi yang dapat membantunya membuat
keputusan guna mengubah kebijakan (Flynn, Ray & Rider, 1994;
Rains & Ray; 1995). Masih sedikit penelitian yang berfokus pada
isu praktik yang dihadapi oleh kota dan komunitas sehat dalam
penerapan prinsip promosi kesehatan dan kebijakan publik sehat.
Pengetahuan periu [Link] berdasarkan pada teori mengenai
kota dan komunitas sehat serta kebijakan publik sehat .. Perawat
dapat membantu mengembangkan metodologi penelitia...'1 yang
mengukur efek kebijaka...'1 publik sehat terhadap kesehatan dan men
dokumentasikan efektivitas model serta jaringan .kota sehat yang
dikembangkan. Ada kebutuhan untuk mengembangkan indikator
keberhasilan kebijakan publik. sehat dan kota serta ~omunitas se
hat. Namun, cukup sedikit informasi yang diketahui tentang
bagaimanapengaruh konteks komunitas terhadap penerapan kota
dan komunitas sehat serta kebijakan publik sehat. Dengan demiki
an, dibutuhkan berbagai informasi tenting kompleksitas pengambilan
keputusan dalam kota dan komunitas sehat. Selain itu, perlu diketahui
lebih lanjut proses pengambilan keputusan da...'1 pengaruhnya.
Semua yang telah disebutkan eli atas hanyalah contoh peluang
,yang dimiliki peraVJat untuk memfasilitasi pengembangan kebijakan
publik sehat dan kota serta komunitas sehat. Contoh terse but
kohsisten dengan siklw kebijakan sepuluh [Link], dan tingkatan
proses kota dan komunitas sehatyang telah dijelaskan dalam Babini.
RINGKASAN
Konsep promosi kesehatan dan kebijakan publik sehat telah di
. presentasikan dengan aplikasinya pada kota dan komunitas sehat di
BAB 7 • Kebijakan Kesehatan untuk Kola dan Komunitas Sehal 1 87
berbagai ·belahan duma. Perawat, khususnya perawat kesehatan
komunitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuh~
kan' untuk bekerja dengan koinunitas sebagai mitra, dalam mem
fasilitasi promosi kesehatait komunitaS, kebijakan publik sehat dan
kota [Link] komumtas sehat pada miIlemum mendatang.
REFERENSI
Gmodion journal rif Public Heallh. (1985, May/june). 76(Supplement 1), entire issue.
Draper, R, Glrtice, L., Hooper, J., & Goumans, M (1993). WHO healtl!j cities project:
Review oj the first five yean (1987-1992). O:>penhagen, Denmark: WHO Regional Office
for Europe.
Duhl, L.J. (1986). Jhe' healthy city: Its function and its furure. Health Promotion, 1(1), 73
76. . .
Evers, A, Farrant, w., & Trojan, A (Eds.). (1990); Healthy public polity at the lo~alleve/.
Boulder, CO: ~srview Press.
Flynn, B.c. & Ivanov; L. (2000). Health promotion through healthy cities. In M. Stanhope &
J Lancaster (Eds.), Ct;mmllnity health nursing (5th ed.). (pp 349-359). St. Louis, MO:
Mosby.
Flynn, B.C. & Ray, D.W. (1999). Pndiclors of health.! cities prograll1s and policiu.
UUFmblished manuscript, Insri::u~e of Action Research for Community Health, Indiana
TJDiversii)' School of Nursing. Indianapolis, IN.
Flynn, B.C., Ray, D.W., & Rider, MS. (1994). Eropov.>ering communities: Action research
through healthy cities. HJalth Edflmlioll QuarterlY, 21(3), 395-405.
Goumans, M &. Spriugeu:, j. (1997). From projects to policy. Healthy cities as a mechanism for
policy change for health? Health Proll/otion International, 12(4), 311-322.
Hancock, T. (1986). Ldonde and beyond: Looking back at a new perspective on the health of
Canadians. Health Promotion, 1, 93-100.
__ . (1985). Beyond health care: From public health policy to healthy public poliC)~
Caf1adian journal rif PuMc Health, 76(Suppl 1), 9-11.
Hancock T. & Duhl, L. (1988). Promoting health in the urban context. Copenhagen:
Denmark FADL Publishers.
Institute of Medicine. (1988). The f"tllre of publif bealth. Washington, DC: National
Academy Press.
Kickbusch, I. (1992, June 10). Healthy public poliry. Plenary presentation, Copenhagen
Healthy Cities Conference 9-12 Juue 1992, WHO Regional Office for Europe,
Copenhageri, Denmark
Milio, N. (1990). Healthy cities: TIle new public health and supportive research. Health
Pro/llotion IlltmJatiolliJl, )'(4), 291-297.
__ .(1985). Healthy nations: Creating a new ecology of public policy for health.
Canadial/ joumal qf Public Health, 76(SuppJ 1), 79-87.. '
__ . (1981). Promoting health through pu'dic polity. Philadelphia, PA: Davis Company.
MinJder, M. (1989). Health education, health promotion and the open society:
An historical perspective. Health Education Quarler(y,16(1), 17-30.
Pederson, A.P., Edwards, RK., Kelner, M, Marshall, V .W, & Allison, K.R. (1988).
Coordinating healthy public po/iry: An analYtic literature review and bibliography.
Ottawa, Canada: Minister of National Health and Welfare.
Rains, J.W. & Ray, D:w. (1995). Participatory action research for corrununity health
pi-omotion. Public Health Nursing, 21(4). 256-261.
188 BAGIAN I • LANDASAN TEORETIS
Robertson, A. & Minkler, M. (1994). New health promotion movement: A critical
examination. Health Edllcation Qllarter(y, 21(3),295-312. .
Stoto, MA, Abe], C~ & Dievier, A (Eds.). (1996). HealthycommllllitieJ: New partnerlhipl
for the flltllre 0/ pllblic health. Washington, OO)'::l'acio~ Ac24emy Press.
Toronto HeakhyGty Initiatives (1997, Auriunn). "Niiviletier 4 the healtqy rity office.
.Toronto, Ontario, Canada.
Tsouros, A (Ed.). (1990). W()rid Health Organi!(.ation hetiltqy ritiu prlJjeet: .
A prlJject becomu a movement. Q,penhagen, Denmark: FADL [Link].
World HeaIrh Organization. (1991). The Jakarta rkclaratioll on leading health promotioll itl the 211t
century. WHO Geneva and [Link] of Health, Republic of Indonesia. Geneva,
Switzerland: A u t h o r . .
__ . (1993). Ci(y actio II for health. WrlO Regional OffICe for Europe. [Link],
Denmark: Author. '.
__ . (~992, June 4). Making health pllblic poliry in iitiei, dilClmioll doell/llent. WHO
. Rcgtonal Office for Europe. Copenhagen, Denmark: Author.
__ . (1988). Report on the Arklnide c()lIjerence. hea/,hy pllblie pl1liry:.'YH0 Europ:an
Office for Europe ;Lq9 Department of Commumty and Health ServIces, Australian
COmmonwealth, Copenhagen and [Link]: Author.
__ . (1986a). Health promotion. Copenhagen, Denmark: Author. .
__ . (1986b). Ottawa charterfor health promoti()lI. WHO Regional Office for Europe.
Copenhagen, Denmark: Author.
. (1?78,September). Report 0/ the In!erllatiOllal Confirellce on Primary Health Care,
---:[Link] m Alma Ata, USSR Geneva, SWII:zerland: Author.
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]/
Agency for Health Care Policy and Res..."'aI'ch
BAGIAN
II
PROSES KOMUNITMi
SEBAGAI MITRA
Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 190
Pengkajian Komunitas 203
Analisis dan Diagnosis Keperawatan Komunitas 270
Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 310
Implementasi Program Kesehatan Komunitas 336
Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 352
189
-, ~ ~ ~ • 1"·"... > •
..-1": • r ,;"" - " '. ' ., _ • ~
- . .
(
.
~
'. ' .
~
.
,
Elizabeth T. Anderson
BAB
SEBUAH MODEL
UNTUK PEDOMAN PRAKTIK
8
TUJUAN
Model yang memberikan pedoman bagi praktik keperawatan, pendidikan,
dan penelitian telah menjadi alat yang penting untuk perawat kesehatan
komunitas. Bab ini akan membahas tentang aplikasi proses keperawatan
dalam komunitas sebagai mitra, dengan berfokus pad a penerapan satu
model keperawatan sebagai pedoman praktik.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Mendefinisikan model dan model keperawatan
• Mendeskripsikan tujuan model keperawatan
• Mulai menerapkan satu model keperawatan dalam praktik
PENDAHULUAN
Meskipun model keperawatan telah ada sebelum lahirnya profesi,
tetapi sebelum tahun 1960 model keperawatan belum diidentifikasi
dan diteliti secaia sistematis serta secara nyata belum digunakan
dalam praktik. Diperlukan adanya batasan dalam mendefinisikan
fokus area keperawatan dan "peta" proses keperawatan konseptual
digunakan sebagai pedoman kerjanya. Sangat tepat apabila praktik
keperawatan berfokus pada seluruh masyarakat. Model komunitas
sebagai mitra memberikan kejelasan batasan dan menjadi pedoman
kerja yang diperlukan dan akan digunakan dalam pembahasan bab
illl.
MODEL
Model konseptual adalah sintesis seperangkat konsep dan pernyata
an yang mengintegrasikan konsep-konsep tersebut menjadi suatu ke
satuan. Model keperawatan dapat didefinisikan sebagai kerangka
pikir, sebagai satu cara melihat keperawatan, atau satu gambaran
190
BAB 8 • Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 191
tentang lingkup keperawatan. Model kepera'Watan merupakan repre
sentasi kepera'Watan, bukan kenyataannya. Jenis model lain yang di
gunakan untuk merepresentasikan kenyataan adalah model pesa'Wat,
cetak biru, persamaan kimia, dan model anatomi.
Model yang telah diidentifikasi pera'Wat dalam beberapa tahun
lalu adalah model medis satu pendekatan yang berfokus pada organ
dan sakit serta berorientasi pada penyakit, dengan penekanan pada
patologi. Bagaimanapun, kebergantungan pada model medis ini
dapat mengabaikan promosi kesehatan dan fokus holistik yang me
rupakan inti keperawatan. Selain itu, aspek penting asuhan ke
perawatan seperti psikologis, sosial-budaya, dan spiritual tidak ada
dalam model medis. Dengan demikian, model kepera'Watan harus
meliputi seluruh aspek kebutuhan pera'Watan kesehatan dan menyatu
dalam perencanaan dan tl.1juan jangka panjang.
Sebagai representasi kenyataan, satu model dapat bermacam
macam bentuk. Karena menjelaskan keperawatan, semua model
keperawatan berbentuk uraianlnaratif, dengan menggunakan kata
kata yang merupakan simbol bagi perawat untuk menjelaskan
bagaimana pandangan praktik mereka. Meskipun seluruhnya diuraikan
dengan kata-kata, banyak juga model keperawatan yang dijelaskan
dengan diagram atau ilustrasi. Dengan menggunakan gambar ter
sebut, pembuat model dapat menunjukkanhubungan dan keterkaitan
konsep dalam modelnya. Diagram merupakan satu cara yang efisien
dan efektif untuk menggambarkan model kepera'Watan. Diagram
sering kali dianggap sebagai model itu sendiri dan teks yang me
nyertainya dilihat sebagai elaborasi atau penjelasan model tersebut.
Metode yang dipilih untuk menggambarkan satu model ke
pera'Watan, merefleksikan falsafah dan pandangan pembuat model
tersebut; tidak ada satu metode yang terbaik: Bagaimanapun, be berapa
komponen tertentu harus ada dalam setiap model keperawatan. Tabel
8-1 menyajikan elemen-eiemen penting terse but.
Telah disepakati secara umum bahwa ada empat konsep sentral
dalam kepera'Watan: tJlanusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan.
(Komep didefinisikan sebagai pandangan umum atau ide dan me
rupakan pembangun utama model.) Pendefinisian masing-masing
konsep keperawatan akan menentukan penyusunan model dan di
ilustrasikan dalam model terse but. Sebagai contoh, sehat mungkin
dapat didefinisikan sebagai rentang antara keadaan sejahtera dan
kematian, sebagai dikotomi bahwa di satu sisi sehat dan di sisi lain
192 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
. _ .. ",2.", ~ I"" --c;'''''''":';r> J":.• :;'_r '.. f ,,~~ ...
_c -J~EL; ~i U~~(Pentj~g:a,~:~~Ip,M,ui~~
'>:~'!;;-' '·;:f""~·~'~~'·~'''>''''1
f,,,"/I;:
~~p!l~awat~ui~:
\\f~'~-
•
-:
",/~I\c,,,
. , ,,,ehl~'~,, ~',
.. '.
, Unit Penting Deskripsi Unit
Tujuan kegiatan Pernyataan misi atau tujuan ideal profesi
sebagai hasil yang diharapkan (keadaan, kondisi
atau situasi),
Penjehisan istilah populasi Konsep yang jelas tentang siapa atau apa yang
pasien berperan dalam mencapai tujuan yaitu; semua
aspek manusia (sebagai pasien) atau organisasi
atau semua aspek yang berkaitan dengan fungsi
untuk mengarahkan perhatian; target kegiatan
Peran perawat Satu deskripsi tentang kegiatan perawet (sebagai .
pelaku) kepada pasien
Sumber masalah Asal penyimpangan kondisi dan keadaan yang
diharapkan
Fokus intervensi Jenis masalah. yang timbul jika terjadi penyim
pangan; jenis gangguan yang akan dicegah atau
disembuhkart pada pasien. Cara merupakan alat uta
ma untuk mencegah ataumenghilangkan masalah
(sejenis alat yangdapat digilriakan untuk mellg- .
I
ubah situasi ke arah hasil yang diharapkan).
,
Konsekuensi yang Hasil yang diharapkan dan kegiatan, diny~takan
dihadapi dalam istilah yang lebih abstrak dan luas dari
misi, atau termasuk konsekuensi dan hasil yaGg
diharapkan. Hasil-hasil yang tidak direncanakan
mungkin timbul baik yang diharapkan atau tidak.
(Data dari Riehl, JP & Roy, C [1980). Conceptual models for nursing practice [Ed. 2], him
2. New York: Appleton-Century-Crofts; dari catatan kuliah takdipubiikasikan dari D.
Johnson, UCLA, Fall 1975.)
sakit) sebagai hasil berbagai kekuatan biopsikososial dan spiritual)
atau sebagai interaksi di antara kekuatan terse but. Dalam model
medis) sehat telah didefinisikan secara tradisional sebagai ketiadaan
penyakit. Gambar 8-1 menunjukkan empat cara pandangan tentang
sehat dan mengilustrasikan defmisinya.
Perlu diingat bahwa diagram sangat beragam dan mere
fleksikan perbedaan mendasar dari berbagai pandangan tentang
sehat.
BAB 8 • Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 193
Jadi, model mana yang digunakan dalam keperawatan? Pikirkan
sejenak, menurut Anda apa model keperawatan itu dan bagaimana
model ter$ebut dapat berguna dalam praktik Anda.1v1eskipun Anda
. tidak merumuskan model keperawatan, selama dalam pendidikan
Anda telah banyak mendapatkan pengaruh dad berbagai model yang
mendasari kurikulum pendidikan Anda. Apakah institusi pendidikan
Anda menerapkan satu model keperawatan? Selain mendasari pe
rencanaan dan putusan kurikulum, satu model juga dapat menjadi
landasan praktik.
Menurut Anda apakah keperawatan itu? Apabila Anda dapat
mertjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat mulai menguraikan mo
del keperawatan [Link] keperawatan .mempunyai tujuan se
o
perti berikut:' '.
a: Menyajikan peta proses keperawatan
• Memberikan arahan pengkajian (Apa yang Anda kaji?)
• Memberikan arab analisis
Dikotomi
Sehat ---------111 Kontinu
Interaksi
Psiko
Kelangsungan
Sosial yang dinamis
8iologi
Spiritual -----..........
Gambar 8-1. Empat model sehat.
194 BAGIAt-J II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
• Menentukan diagnosis keperawatan
• Membantu perencanaan
• 1v1emfasilitasi [Link] --"-'.
b. Merupakan gam besarkurikuhiin ruatu pendidikan
c. Merepresentasikan kerangka kerja pemilitian
d Merupakan landasan pengembmgan suatu teon
Suatu model, tidak lebih dan tidak kurang, merupakan penjelas
an keperawatan. Suatu modeltidak hanya mendeskripsikan apakah
ini, tetapi merupakan kerangka pengambilan keputusan tentang
apa y~ng sehanm!Ja. ' .
MODEL KOMUNITAS SEBAGAI MITRA .
Berdasarkan pada model pendekatan totalitas individu dari Neuman
(1972) untuk meIihat m~alah pasien, model komtmitas sebagai klien
dikembangkan oleh penulis untuk menggambarkan batasan ke
. perawatan kesehatan masyarakat sebagai sintesis' kesehatan masya
rakat dan [Link] tersebut telah diganti namanya
menjadi model komunitas sebagai mitra, untuk menekankan fuosofi
pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya.
. Dalam model komunitas sebagai mitra (Gambar 8-~), ada dua
faktor sentral: pertama, fokus pada komunitas sebagai mitra (di
tandai dengan roda pengkajian komunitas eli bagian atas, dengan
menyatukan anggota masyarakat sebagai intinya, dati. kedua, pe
nerapan proses keperawatan. Model ini dijelaskan secaia rinci untuk
membantu Anda memahami setiap bagiannya, agar Anda dapat
. menggunakannya sebagai pedoman praktik di komunitas. Untuk
diskusi lebih lanjut, perhatikan Gambar 8-3.
Inti roda pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas.
Inti meliputi demogrqjik, nilai, keyakinan, dan s~jarah penduduk se
tempat. Sebagai anggota masyarakat, penduduk setempat dipengaruhi
oleh delapan subsistem komunitas, dan sebaliknya Delapan subsistem
ini terdiri atas lingkungan, pendidikan, keamanan dan transportasi,
politik dan pemerintahm, pelayanan kesehatan dan sosial, komunikasi,
ekonomi, dan rekreasi.
Garis teba! yang menge1ilingi komunitas menunjukkan gampertahanan
norma4 atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat.
Garis, pertahanan normal meliputi berbagai ciri misalnya angka
BAB 8 • Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 195
Pfmgkajian
•
I"" ,lnt~iV~Q~i,':~:;jl
I t, \
Pencegahan primer Pencegahan sekunder P~ncegahan tersier
, t '/
Gambar 8-2. Model komunitas sebagai mitra
196 SAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
~1
''I:
• 8.
• 01
• C
::
't::
:11
,,
.
'\,i"
~.
~;.. .: . ... ~
:; .*
,'J'
##p.
: ,,'-t! I '
.f~;.....
'hEll. •••• _.,... ~v-
'Ill) " MalaJ PoIiU" I!o
t
Komunitas
fII" • . . . . . . .
garis
pertahanan
f1eksibel
(buffer zone)
••
• •
•• • Garis
pertahanan
• normal
• (kesehatan)
•• •
• •
Garis
resistensi
(kekuatan)
• •
• ••
.. ...... .....~ = STRESOR '
...... ~.. ~
Gambar 8-3. Roda pengkajian komunitas, menggambarkangaris rcsistensi dan pcrtahanan
dalam struktur komunitas.
BAB 8 • Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 197
imunitas yang tinggi, moralitas bayi yang rendah, atau tingkat pen
dapat;ankelas menengah. Garis pertahanan normal juga mencakup pola
. koping, disertai kemampuan menyelesaikan masalah; ini menunjukhn
keadaan sehat dari komunitas.
. Garis pertahanan fleksibel, digambarkali dengan garis putus-putus
yang mengeliligi komunitas dan garis pertahanan normal. Garis ini
merupakan "buffer zone" (area penengah) yang menunjukkan suatu
tingkat kesehatan dinamis akibat respons' sementara terhadap stre
sor. Respons ini mungkin saja ierjadi karena adanya mobilisasi ang
gota masyarakat sekitar k~ena stresor lingkungan, seperti banjir
atau stresor sosial seper'ti penjualan buku porno.
Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis PUM-putus untuk
mengingatkan kita bahwa subsistem terse but tidak terpisah, tetapi
saling memengaruhi. (Ingat bahwa salah satu prinsip ekologi adalah
segala sesuatu saling berkaitan. Hal ini juga berlaku pada komunitas
sebagai keseluruhan). Kedelapan bagian .tersebut menjelaskan gC:Ui5
besar subsistem suatu komunitas dan memberikan gambaran ke
rarigka kerja bagi peravtat kesehatan komunitas dalam pengkajian.
CATATAN Berhentilah sejenak untuk memeriksa pemilihan subsistem
yang telah diidentifikasi. Apakah ada sesuatu yang terabai
kan? Pikirkan komunitas yang Anda tempati. Contoh sub
sistem apa yang dapat Anda kenaii?
Di dalam komunitas, terdapat gans-gans resistmsi, mekanisme
internal yang melakukan perlawanan terhadap stresor. Program
rekreasi IT1.<llam untuk anak-anak muda dilakukan untuk mengurangi
'lJandalism"(perbuatan yang merusak) dan kebebasan berbuat, dan
diagnosis serta pengobatan penyakit menular seksual secara gratis
adalah merupakari contoh garis resistensi."Garis resistensi ada pada
setiap subsistem dan memmjukkan kekuatan komurutas.
Stresor merupakan tekanan rangsangan yang menghasilkan
ketegangan yang potensiai menyebabkan ketidakseimbangan daiam
sistem. Stresor tersebut dapat berasal dari luar komunitas (misalnya
polusi udara dari industri terdekat) atau dari dalam komunitas (misal
nya, penutupan suatu klinik). Streso! memasuki gans pertahanan
normal maupun fleksibel sehingga menimbulkan gangguan dalam
komurutas. Pelayanan yang tidak mencukupi, tidak terjangkau atau
mahal merupakan stresor terhadap kesehatan komunitas..
198 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Derqjat reaksi rnerupakan jumlah ketidakseimbangan atau gangguan
akibat stresor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. Derajat
reaksi ini clapat dilihat dari angka kematian dan kesakitan, pengang
guran, statistik kriminalitas, dan lain-lain~ Stresor dan derajat reak:si
menjadi bagian dari diagnosis keperawataD.. Misalnya, masalah dapat
berupa peningkatan kejadian penyakit pernapasan (derajat reaksi)
sehubungan dengan polusi udara (stresor).
.........
Hasil stresor yang memengaruhi komunitas tidak selalu
CATATAN
negatif. Misalnya, pada saat menghadapi krisis, masyarakat
mungkin bersatu padu membentuk kelompok untuk meng
-hadapi kdsis tersebut. Kelompok tersebut ~ungkin terus
berfungsi meskipun krisis [Link] berlalu - memperkuat
masyarakat dan terus berkontribusi terhadap kesehatan
masyarakat. (Advokasi :.mdang-undang perlindungan·terhadap
senjata setelah peristiwa penembakan di SMA Columbine,
Colorado adalah merupakan hasil positif setelah adanya
stresor.)
PENGKAJIAN
Inti dan subsistem komunitas, baik garis pertahanan dan resistensi,
stresor maupun derajat reaksi, merupakan parameter pengkajian pe
kerja komunjtas yang memaridang komunitas sebagai mitra. Dengan
menganalisis data berdasarkan parameter ini bc;rsama dengan
komunitasakan mengarahkan diagnosis keperawatan komunitas. Perhatikan
persamaan dan perbedaan antara diagnosis keperawatan individu
dan diagnosis keperawatan komunitas yang disajikan dalam Tabel 8-2.
CATATAN
Istilah yang digunakan adalah diagnosis kesehatan komunitas,
bukan diagnosis keperawatan karena tiga alasan: Bersifat
holistik dan menunjukkan bahwa tidak hanya perawat yang
dapat mengatasi masalah yang diidentifikasi; menekankan
bahwa bekerja di komunitas berslfat inter- dan intradisiplin
<tidak hanya bekerja dengan sesama profesi kesehatan,
tetapi menyatu dengan profesi lainnya); dan menekankan
sekali lagi pada komunitas yang merupakan fokus praktik
kita. Bagaimanapun, untuk tujuan perencanaan intervensi
keperawatan, gunakan diagnosis keperawatan komunitas~
BAB B III Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 1 99
~tA!J~t.: 8:(Perbari~~ngan ::p~[Link] Kep~~awatan.,.'yang [Link])~d.~>
'I~~d,i;id':l'~~~g:an"~~!ls~~'f~~~t':}>T{' ':;:'::':: :~ .;'::;,<'~ :~:".'" ".:::/,:>:):
Respons Sistem/fungsi Sumber Situasi Manifestasi Masalah
lndividll Biopsikososial Etiologi Gejala dari kepala
Perilaku pasien spiritual sampai kaki ,
Contoh: Integritas oral Gigi yang tanggal Nyeri pada mulut;
PelUbahan status selaput lendir merah;
ada luka terbuka 10 em
dan sebagainya
Komullitas
Derajat reaksi Subsistem Stresor ' Pengklijian sistem
komunitas (misalnya rate)
Contoh.' Penyakit Polusi udara Peningkatanjumlah
Peningkatan pernapasan pasien rawat inap yang
mengalami ganggnan
'pernapasan di rumah
sakit; peningkatan
angka rawat ulang
pasienCOPD
DIAGNOSIS DAN PERENCANAAN
Diagnosis kepera,vatan komunitas memberikan arah terhadap tujuan
dan intervensi keperawatan. Tujuan diperoleh dari stresor dan dapat
termasuk pengurangan atau penghilangan stresor atau penguatan
resistensi komunitas me1alui penguatan garis pertahanan. Dengan
menyatakan derajat reaksi, perawat dapat merencanakan intervensi
untuk menguatkan garis resistensi dengan menerapkan salah satu
jenis pencegahan.
INTERVENSI
Dalam model ini, semua intervensi kepera-watan dianggap bersifat
preventif. Pencegahan primer merupakan intervensi keperawatan yang
bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stresortidak dapat
masuk dan menimbulkan reaksi atau memengaruhi stresor dengan me
lakukan perlawanan terhadapnya. Satu contoh dari pencegahan
200 BAGIAN 1/ II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
primer adalah imunisasi terhadap anak-anak usia prasekolah untuk
meningkatkan persentase anak-anak yang diimunisasi di masyarakat.
Peth'egaha!1 Jektll1der diterapkan setelah stresor memasuki komunitas.
Intervensi mendukung garis pertahanan dan resistensi untuk memi
nimalkan derajat reaksi terhadap stresor. Penapisan kanker payudara
(pemeriksaan payudara sendiri dan mamografi) dan program ru
jukan merupakan contoh pencega..~an sekunder. Setiap program di
tujukan pada penemuan kasus dini untuk menurunkan derajat reaksi
(misalnya keparahan kanker ketika ditemukarl). Pencegahan tm'ier di
laksanakan setelah stresor memasuki garis pertahanan dan muncul
derajat reaksi. Terjadi ketidakseimbangan sistem, dan pencegahan
tersier bertujuan mencegah ketidal<;:seimbangan tambahan dan me
ningkatkan keseimbangan. Sebagai contoh, terjadi kebakaran ge
dung sekolah dan banyak anak-anak ya..'1g menderita syok baik fisik
maupun emosinya. Tim spesialis (termasuk di dalamnya adalah pe
!a'Nat kesehatan komunitas) didatangkan untuk memberikan terapi
yang memadai dan tindak lanjut jangka panjang sesuai kebutuhan
untuk memulihkan keseimbangan di komunitas dan mencegah ma
salah yang lebih berat pada anak-anak.
Kasus kebakaran di sekolah, menuntut pencegahan primer
CATATAN
maupun tersier. Pencegahan tersiernya adalah memberikan
terapi yang memadai untul< mencegah trauma lebih lanjut
pada anak-anak akibat kebakaran tersebut. Pencegahan
primernya adalah menguatkan mekanisme koping anak-anak
untuk menghadapi trauma lain yang mungkin terjadi di masa
mendatang.
EVALUASI
Umpan balik dan komunitas merupakan dasar untuk mengevaluasi
intervensi pera'Nat kesehatan komunitas, dan keterlibatan anggota
komunitas dalam seluruh langkah proses keperawatan meyakinkan
adanya kesesuaian dengan komunitas. Sering kali, parameter y:mg
digunakan untuk pengkajian juga digunakan untuk evaluasi. Misalnya,
setelah program imunisasi, apakah persentase anak-anak prasekolah
yang diimunisasi meningkatt Berapa orang penderita tumor payudara
yang diidentifikasi dart dirujukke pelayanan medis? Apakah dampak
jangka panjang dari kebakaran gedung sekolah? Apakah anak-anak
memperoleh ruang kelasnya kembali? Apakah kode kebakaran
BAB 8 !ill Sebuah Model untuk Pedoman Praktik 201
diselidiki? Apakah kewaspadaan tambahan Oatihan menyelamatkan
diri dari kebal<;:aran, penataan letak barang yang mudah terbakar)
dilakukan di sekolah? Masing-masing parameter adalah proses kerja
perawat dengan komunitas sebagai mitra. Interkoneksi, tumpang
tindih, dan keputusan yang bersifat interdisiplin merupakan aturan,
bukan pengecualian.
-
RINGKASAN
Perhatikan lagi model komunitas sebagai mitra Oihat Gambar 8-2).
Tujuan yang diwujudkan oleh model ini adalah keseimbangan sis
tern, sebuah komunitas sehat, dan termasuk di dalarnnya peme
liharaan serta promosi kesehatan komunitas.
Sehat mungkin bukan merupakan tujuan utama masyarakat
CATATAN (meskipun ini mungkin menjadi tujuan perawat kesehatan
komunitas). Bagaimanapun, sehat merupakan sumber penting
untuk komunitas dalam mencapai tujuannya. Kenyataannya,
kita tidak selalu memandang tujuan yang sarna sebagai seSl!atu
yang penting untuk setiap orang yang bekerja d: masyarakat
dan paling tidak haws ditetapkan (jika tidak disesuaikan)
dalam rencana, penerapan, dan evaluasi program yang ber
tujuan meningkatkan kesehatan. .
!
Target model (pasien, dalarn praktik berfokus individu) adalah
seluruh komunitas, sekumpulan unit di masyarakat, atau masing
masing unit, termasuk individu dan keluarga. PerClll perawat adalah
membantu masyarakat dalarn mencapai, memulihkan, memelihara,
dan meningkatkan kesehatan dengan berperan sebagai fasilitator, ka
talisator, dan advokat untuk sehat, sehingga komunitas diberdayakan
untuk mengatur dan mengontrol setiap respons terhadap stresor
yang merupakan surnber masalah. i:'okt/J intervemi adalah ketidak
seimbangan maupun ketidal;;,mampuan fungsi komunitas baik aktual
maupun potensial. Jenis intervensl terdiri atas tiga tingkatan pen
cegahan: primer, sekunder, dan tersier. Konsekuensi model ini me
liputi penguatan garis pertahanan normal, peningkatan resistensi
terhadap stresor, dan penurunan derajat reaksi komunitas terhadap
stresor. Sesuai dengan prinsip pelayanan kesehatan primer, kom
petensi komunitas meliputi kemarnpuan untuk mengatasi masalah,
kemampuan dalam menguatkan garis pertahanan diri, dan resisten
terhadap stresor yang menentukan intervensi. Mari kita mulai prosesnya.
202 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
REFERENSI
Neuman, BN. (1972). A model for teaching total person approach to patient
problems. Nllrsillg Researcb, 21(3), 264-269.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
CONTOH MODEL
Buckner, WP., Miner, K.R., Kreuter, M.W., & Wilson, M.G. (Eds.). (1992). PATQf
Conununity health promotion: The agenda for the '90s. [Special Edition]. JOIl17/alof
Healtb Edllcatioll, 23(3).
Green, L.W. & Kreuter, MW. (1991). Healtb promotioll plO/l/lillg: All edllcatiollal OI/d
eIIvirollfl1e11tal approacb. Mountain View, CA: Mayfield Publishing Co.
Kretzmann, J,P. & McKnight, J,L. (1993). B'Iildillg COfl""l1l1ities from tbe illside 0111: A patb
tOlllard fill ding alld IlIobiliZillg a COllllllllllitfs assets. Evanston, IL: Center for Urban
Affairs and Policy Research, Northwestern University.
Lowry, L. (1998). Tbe Neuman {)Iste/lIS Illode! alld IIlIrsillg edllcatioll: Teacbillg slrategies al/d
olltcomes. Indianapolis, IN: Sigma Theta Tau International, Center Nursing Press.
Minkler, M. & Wallerstein, N. (1997). Improving health through community
organization and community building: A health education perspective. In Minkler, M.
(Ed.), COIllIlII'"ity orgallizillg alld COlJllllllllity bllildillg for beallb (pp. 3Q.S2). New
Brunswick, NJ: Rutgers University Press.
Pender, NJ. (1996). Healtll pro/llotioll ill IIlIrsillg practice (3rd ed.). Stamford, Cf: Appleton
& Lange.
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFarlane
BAB
PENGKAJLL\N KOMUNITAS
9
TUJUAN
Bab terdahulu berfokus pada konsep yang melandasi pelayanan kesehatan
primer, epidemiolcigi, ekologi,budaya, etika, pemberdayaail, dan
kebijakan. Modei yang berfokus pad a komunitas telah diperkenalkan
dalam Bab 8 untuk memimdu Anda dalam proses kerja dengan ma
syarakat. Bab ini dankeeinpat bab selanjutnya berfokus pad a aplikasi
proses keperawatan d j masyarakat, seh ingga sebagai konsekuensi, tu j lIan
berorientasi pada praktik. . .
. .
Setelah mempelajari b~bini, Anda diharapkan mampu melakukan peng
kajian kesehatan komunitas secara lengkap dengan menggunakan satu
model terpilih. ..
PENDAHULUAN
Pengkajian komunitas merupakan suatu proses; merupakan upaya
untuk dapat mengenal masyarakat. Warga masyarakat merupakan
rnitra dan berkontribusi terhadap keseluruhan proses. Tujuan ke
perawatan dalam mengkaji komunitas adalah mengidentifikasi faktor
faktor (baik positif maupun negati~ yang memengaruhi kesehatan
warga masyarakat agar dapat mengembangkan strategi promosi
kesehatan. HaIlcock dan Minkler (1997, hal. 140) mengemukakan
bahwa, "Bagi profesional kesehatan yang peduli tentang... mem
bangun masyarakat yang sehat, ada dua alasan dalam melakukan
pengkajian kesehatan komunitas: informasi yang dibutuhkan untuk
perubahan dan pemberdayaan." Kita akan menggunakan roda peng
kajian komunitas (Gambar 9-1) sebagai kerangka kerja pengkajian.
(Untuk pedoman pengkajian khusus di bidang industri, lihat Lampiran
A. Lampiran B menyajikan pengkajian lengkap yang telah dilakukan
untuk industri tertentu.)
203
204 BAG IAN II II PROSES I<OMUNITAS SEBAGAI MITRA
•
'!'oo. "
!/
!;:.
~.
I.(j •
•
•
·•• .......... .
Gambar 9-1. Roda pengkajian komunitas, segmen pengkajian model komunitas
sebagai mitra.
.........
CATATAN
Pengkajian komunitas tidak dilakukan dalam keadaan vakum .
Anda mungkin telah mengenal jelas beberapa aspek dalam
masyarakat karena keterlibatan Anda dalam merawat warga
setempat baik di klinik maupun di rumah sakit terdekat.
Selain itu, pengkajian bukan merupakan tugas yang dikerja
kan sendiri; banyak orang terlibat dalam pengkajian, karena
itu cobalah untuk tidak berputus asa dengan memandang
bahwa tugas ini terlalu berat. Atasi tugas ini dengan semangat.
(Bag; pembaca: Informasi dalam tabel, dimaksudkan untuk
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 205
menyajikan jumlah, persentase, angka, dan lain-lain yang
berhubungan dengan sumber. Bagaimanapun, informasi
yang disajikan bukanlah data saat ini yang berhubungan
dengan area ditemukannya data, tetapi hanya sebagai ilustrasi.
Untuk pengkajian Anda, pastikan untuk menggunakan data
terakhir dan masukkan tanggal pengkajian dalam kutipan.)
PENGKAJIAN KOMUNITAS
Mulailah dengan mengidentifikasi komuniras Anda. Ingatlah bahwa
satu sistem merupakan keseluruhan fungsi karena adanya saling
kebergantungan di antara bagian-bagiannya. Komunitas juga me
rupakan kesatuan menyeluruh dari fungsi-fungsinya karen a saling
kebergantungan di antara bagia..l, atau subsistemnya. Roda peng
kajian komunitas ~ihat Gambar 9-1} m~rupakan keseluruhan ke
rangka kerja Anda sedangkan pengkajian difasilitasi dengan meng
gunakan model yang ada pada format survei. Survei tentang "Lear
ning about the C017Il111fni(y on Fool' crabel 9-1), diadaptasi dari versi
sebelumnya "windshield SUf7J(!)" yang telah diperluas deng:m memasuk
kan semna komponen roda pengkajian [Link], pedoman ini
terdiri atas tiga bagian: (1) inti komunitas, (2) subsistem komunitas,
dan (3) persepsi. Selain itu, dibuat kolom untuk mencatat hasil
observasi dan data.
Komunitas Rosemont, yang dibedakan menjadi Cmsus Track (C1)
402 dan 403, akan digunakan untuk mengilustrasikan penggunaan
model dalam pengkajian komunitas (termasuk analisis, diagnosis,
perencanaan, intervensi, dan evaluasi). Meskipun sensus dilakukan pada
masyarakat kota, pedoman pengkajian dapat digunakan untuk
mengkaji setiap komunitas tanpa memperhatikan luas, lokasi,
sumber, maupun karakteristik populasi. Pedoman terse but juga dapat
digunakan untuk mengkaji "komunitas dalam komunitas", seperti
sekolah, industri, atau bisnis. Contohkomunitas ini ada dalamBagian
ill buku ini. Selain itu, pedoman terse but dapat digunakan dalam
mengkaji suatu agregat; yaitu kelompok tertentu dalam masyarakat
(misalnya remaja, perempuan lemah, lanjut usia, atau anak balita)
dalam konteks kelompok tersebut berada. Proses pengkajian selalu
sarna di mana pun penerapannya.
206 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Dalam mata ajar keperawatan kesehatan komunitas,
CATATAN
kemungkinan terjadi keterbatasan waktu, sehingga mahasiswa
tidak dapat menyelesaikan seluruh pengkajian komunitas.
Nyatanya, pengkajian komunitas jarang dilakukan sendirian,
tetapi perlu kerja tim. Oleh karena itu, tim mahasiswa
dapat ditugaskan untuk mengkaii satu atau dua subsistem
komunitas. Pada akhir perkuliahan, setiap tim mempresentasi
kan hasil pengkajiannya sehingga pengkajian komunitas secara
keseluruhan lengkap. Situasi serupa juga dapat terjadi di
institusi, jika tenaga kesehatan yang terdiri atas berbagai
disiplin ilmu masing-masing ditugasi untuk mengkaji satu
aspek (satu subsistem) komunitas.
I. Inti Komunitas Observasi Data
1. Sejarah- Data apa yang dapat Anda
. kumpulkan? (misalnya, orang y:mg
sudah tua, tetangga yang telah lama
, tinggal di tempat tersebut; subdivisi
yang baru) Sambi! berbincang-,
bincang, ajukan pertanyaan berikut
kepada anggota masyarakat: Sudah
berapa lama Anda tinggal disilli?
Apakah ada perubahan terhadap
daerah illi? Siapakah orang yang
, paling lama tinggal di daerah ini dan
mengetahui sejarah daerah ini?
:t Demografik Orang-orang macam
apa yang Anda lihat? Anak muda?
Lansia? Orang yang tidak punya
rumahltempat tinggal? Orang yang
tinggaI sendirian? Keluarga? Ras/suku
, bangsa apa yang ada'! Apakah populasi
tersebut homogen? "". '.,
; 3. Etnisitas- ApakahAIlda melihat
~, adanya indikat6t kelompok'etnik .
tertentu (misalnya, restoran,:festival)?
: Tanda-tandakelompokhudaya'apa '
, yang dapatAildalihat?
4. Nilai dan Keyakhla~:.. Apakah,di
daerah tersebut ada mesjid, gereja,
Ber/mlJ II1
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 207
. I. Inti Komunitas - lan'utan Observasi '. Data
i candi/pura? Apakah tampak homogen?
i Apakah lapangan rumput dipelihara? .
: Apakah ditanami bunga? Apakah ada
r keboo bunga? Apakah ada tandaseni?
t Bagaimana budayanya? Bagaimana
: warisan leluhumya? Apakah ada .
: tanda-tanda peninggalan sejarah?
•. II. Subsistem
; ,1. Lingkungan - Bagaimana keadaan
, masyarakat? Bagaimana kualitas
udara, tumbuh-tumbuhan, perumahan,
pembatasan daerah, jarak, daerah
penghijauan, binatang peliharaan,
anggota masyarakatnya, struktur yang
dibuat inasyarakat, keindahan alam,
!air, iklim? Apakah ada peta daerah
•.atau apakah Anda dapat membuatnya?
· Berapa luas daerah tersebut?
(misalnya, kilometer, blok)
i' [Link] k~sehatan dan sosial
; Kejadian kondisi akut ataukronis?:
• ~umah singgah? Penyembuh
tradisionaVdukun?Apakah ada kliriik,'
rumah sakit, pelayanan para praktisi,
• pelayanan kesehatan masyarakat;
: lembaga kesehatan di ruriIah, pusat .
, kedaruratan, rumahjompo, fasilitas
pelayanan sosial, pelayanan kesehatan
: mental? Adakahsumber di luar daerah
• tersebut yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat setempat?
; [Link]-Apak~h merupakari •.......•..
; komunitas berk~nibang atauniiskiri? ..: .
!.Apakah~eidapatlnd4~tri;'p~rtoKoa~"
klapaiJgan kelja?:Kemana>warga. -..•.
LIliasyaralcat berbe1inja'1 Apakah'
i. inhl(anan lDel1ggiIpak~n tanda '•. ~ ••.. . •
;pefueriksaail ?Baga:iin~riaa:ngkii.:
pengangguran? ..... ,.
Berlanjut
208 BAG IAN II II!I PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
''''. - ,. ) > j • ~ • •
::T~EL 9-1 iearl'!ilig~nb;Jllt
, ~ I.. a
ti,e Commllldty
~
011 Foot*- (/anjutnn) '. . '.
•
. II. Subsistem lanjutan Observasi Data
4. Transportasi dan keamanan
Bagaimana warga masyarakat
melakukan perjalanan? Jenis kendaraan
pribadi dan kendaraan umum apa yang
digunakan? Apakah terlihat ada bus,
sepeda, taksi? Apakah adajalur khusus
untuk pejalan kaki, pengendara sepeda?
Apakah penyandang cacat dapat
berkeliling daerah tersebut? Jenis .
layanan perlindungan apa yang tersedia
(misalnya kebakaran, polisi, sanitasi)?
Apakah kualitas udara dip an tau? Jenis
tindakan kririlinitl apa yang biasa
terjadi? Apakah warga masyarakat
merasa aman?
5. Politik dan pemerintahan- Apakah
ada tanda·tanda kegiatan politik
(misalnya poster, rapatJpertemuan)?
Afiliasi partai apa yang paling
berpengaruh? Bagaimana pemerintahan
di daerah tersebutdibeQ,tUk (dengan'
pemilihan atau dengan calon tunggal
dari daerah)? Apakah warga terlibat
dalam pembuatan putusan di pemerintal
daerah setempat?
6. Komunikasi- Adakah temp at khusus
untuk warga berkumpul? Koran apa
yang ada di tempat penjualan koren?
Apakah warga memiliki TV dan radio?
Topik apa yang biasa ditontonldidengar
warga? Alat komunikasi formal dan
informal apa yang ada?
7. Pendidikan- Apakah ada sekolah di
daerah tersebut? Bagaimana
kondisinya? Apakah adfl ..' . .
perpustakaannya? Apakah ada badan
yang mengurus perididikiuidi daerah
tersebut? BagaimanafurigsiIlya'? " ..
Bagaimana reputa~isekolah y~ng ada'?
-r '.'"
Berlalljut
BAB 9 III Pengkajian Komunitas 209
: Apakah isu utama yang muncul tentang
; pendidikan? Bagaimana angka putus
sekolah? Apakah tersedia aktivitas
: ekstrakurikuler? Apakah dimanfaatkan
~ oleh peserta didik? Adakah pelayanan
: kesehatan sekolah? Adakah perawat di
sekolah?
8. Rekr«:;asi- Di mana anak-anak
bennain? Bentuk rekreasi apa yang
. utama? Siapa pesertanya? Fasilitas
rekreasi apa yang ada?
L Warga masya=-akat- Bagaim<::na
: perasaan warga terhadap masyarakat?
Apakah yang mereka anggap sebagai
: kekuatan masyarakat? Apa yang
mereka anggap sebagai masalah
masyarakat?Ajukan pert~myaan
kepada wargadari berbagai kelompok
yang berbeda (misalnya kelornpok
lansia, kelompok anak muda, pekerja
lapangan, buruh pabrik, profesional, .
ibu rumah tangga, pemuka agama) dan
buat catatan ten tang siapa dan apa
. jawabannya.
2. Persepsi Anda- Pernyataan umum
tentang kesehatan masyarakat
setempat. Apakah kekuatannya?
Masalah dan potensial masalah apa··
.: yang Anda dapat ideritiflkasi? .
Catatan: Untuk memastikan atau membuktikan simpulan Anda, lengkapi pendapat Anda
dengan informasi dari hasil sensus, catatan kepolisian, statistik sekolah, data komersiall
perdagangan, laporan departemen kesehatan, dan sebagainya. Tabel, gambar, dan peta akan
membantu Anda dalam melakukan anal isis.
*Direvisi dari nWindshield Survey. II Anderson, ET & McFa·rlane, JM. (1988).
Community as client: Application of nursing process. Philadelphia, PA: JB Lippincott, him.
1 78-1 79, yang juga memasukkan semua aspek roda pengkajian dari Anderson, ET &
McFarlane, JM. (1995). Community as partner: Theory and practice in nursing. (ed. 2)
Philadelphia: JB Lippincott, him. 178.
210 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Pengkajian merupakan keterampilan yang diasah melalui praktik.
Setiap orang akan merasa ragu dan tidak pasti pada saat memulainya
(ingat, saat Anda pertama kali memeriksa tekanan darah?); ini ada
lah normal. Langkah pertama selalu yang paling sulit. Sekarang saat
nya melakukan langkah pertama.
INTI KOMUNITAS
"Inti" didefinisikan sebagai "sesuatu yang penting, dasar, dan
menguatkan". Inti komunitas adalah sejarah, karakteristik, nilai, dan
keyakinan setiap warga. Oleh karen a itu, langkah pertama peng
kajian komunitas adalah mempelajari wargany.a. Pada kenyataannya,
bermitra dengan warga masyarakat merupakan bagian integral pe
kerjaan di komunitas. Tabel 9-2 berisi komponen utama dari inti
komunitas dan lokasi yang disarankan serta sumber informasi dari
) ... ~ -' . -' . . .. - .
Tabel'9-2 Data- Inti KO~Jlni~as . ~ ',: . . = ~.:. _ :', -. ;'.' ~.'
.. ~ • ... ¥ . • . " ~
Komponen .Sumber informasi
Sejarah Perpustakaan,sejarah masyarakat .
..Wawancaiadengan '. sesepuh . "masyarakat, i
...pjmpinah daerah . ' '" .
. . .
.' Demograflk . . . Sensus pel1duduk dan peru mahan
Karakteristik umur dan '. Badan perencanaan (lokal,kota,kecamatan,;
j enis [Link]··.· ."" . ... kabupatell, provinsi) .
[Link] rasil.·•. · Kamar dagapg, ...• . .'. .•.... ,....•',', . '
])istribusi etnik '.. BiHai kota; sekretaris daerah, arsip .
. . ·Observasi. . . . . . .
.SeiJ.~us
j.•. statu~:~i::k~r;;:t:···::····.· .
Terpisah .'\<.,"
Berlalljut
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 211
• <
'rabel
- 9-2' D~ta Inti Komunitas (lafljutoll)
.' . .
.• . . ',. ~ "
.....,.' . ,
i Komponen Sumber inforritasi
Jandalduda
Cerai
Statistik vital Dinas Kesehatan provinsi
Kelahiran (disebarluaskan melalui Dinas
Kematian menurut Kesehatan kabupaten dan kecamatan)
umur
penyebab
Nilai dan keyakinan Kontak pribadi
Observasi ("learning about the
Community on foot)
(Untuk menghindari dan mencegah
pengkajian dari sumber pandangan
yang bersifat klise)
Agama Observasi
Buku telepon
setiap komponen. Karena setiap komunitas berbeda,. sumber in
formasi yang ada di satu komunitas belum tentu ada eli komunitas
lainnya.
Sejarah Rosemont
Properti Rosemont berasal dari sertifikat milik Nona Ima Smith
yang mendapatkan hibah sebidang lahan seluas 3370 acre (1 acre
0,4046 hektar) pada tahun 1827. Selama hampir 100 tahun, area
tersebut merupakan padang rumput dan peternakan, serta sedikit
ladang pertanian. Pada tahun 1920, John Walker dan William Bell
membentuk korporasi pertanahan dan mulai membangun properti
Smith. Area yang pertama dikembangkan dan dibatasi kepemilikan
nya setelah kota legendaris di Skotlandia adalah Rosemont. Setelah
dikembangkan, Rosemont banyak diminati dan menarik pendatang
baru masuk ke area terse but. Banyak keluarga baru mendirikan
rumah di Rosemont, termasuk gubernur negara bagian, pemenang
Nobel, dan presiden AmerikaSerikat Bagaimanapun, selama depresi
ekonomi tahun 1930an dan sebelum serta selama perang dunia ke II
212 BAGIAN II III PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
terjadi penurunan pembangunan secara drastis. Banyak rumah
yang mengalami kerusakan dan ditempati oleh banyak keluarga atau
ditinggal begitu saja sampai hancur. Akhirnya, kekuatan ekonomi
berhasil melawan segala keterbatasan akibat utang, dan area pe
mukiman terpaksa dijadikan lahan industri dan bisnis-bisnis keci1.
Akibatnya, nilai-nilai properti menurun drastis, yang ada hanya
butik mewah dan toko barang antik yang berdiri berdampingan
dengan klub malam dan studio model porno yar..g jumlahnya se
makin meningkat.
Dari tahun 1950 sampai 1970, Rosemont dibanjiri oleh populasi
dewasa muda, yang biasanya disebut dengan "bippie.r''' yang meng
gunakan rumah ukuran bes:lr untuk ditinggali kelompok. Praktik
penggunaan rumah secara beramai-ramai juga dilakukan oleh para
pecandu obat-obatan dan para pelarian. Rosemont secara bertahap
dianggap sebagai daerah yang menerima gaya hidup nontradisional
yang merupakan faktor pencems masuknya populasi gay dalam
jumlah besar.
Karena rendahnya nilai properti dan uang sevv'a yang terjangkau,
selama pertengahan :::ampai akhir tahun 1970an, kelompok besar
orang Vietnam dan Meksiko juga tinggal di Rosemont. Bersamaan
denganitu, para keluarga yang telah mapan dan profesional yang
masih bpjangan yang jenuh dan melakukan perjalanan panjang dari
daerah pinggira..11 ke dalam kota, mulai kembali ke Rosemont
sebuah kecenderungan yang ber langsung hingga saat ini. Sekarang,
bangunan rumah tua mulai diperbaiki, bisnis kembali digalakkan,
dan rasa bangga yang pernah hilang, kembali diperoleh.
Demografik dan Etnik
Tabe1 9-3 dan 9-4 menyajikan empat set data CT 402 dan CT 403
yang terdiri atas umur, jenis kelamin, ras, dan etnik dari Rosemont
maupun kota dan daerah terdekat. Sensus yang dilakukan di per
kotaan, daerah, wilayah, dan nasional memudahkan pembandingan
yang mungkin diperlukan sebagai bahan analisis. (Daftar sensus
hanya memuat jumlah orang; Anda harus menghitung persentase
nja). Tabel 9-5 dan 9-6 menyajikan data tipe ke1uarga dan status per
kawinan.
.. "'. ::,' "'. ",;' ',. ,': '<. ',- ,,,>,, .• ':',,~'>::;;, "J~",,'~' '>"-'.<'\: .........."; ~";':"\'.,', ' ,:::,_"_:,,,:.: C ",':t .. V1,' ",;" ::""'\:j;,;{.j:"':::"~;: .'.\';i,J,,:,,~::;:<;<·,:,,:;,'..(:' -:' . '<::' '~"'.;' ,".!,','::' ,-:,'. ~ .. , ,- f','"<:" .~.: ::; "j' ;:-,
TABEL 9-.3 Karakteristik U murdanJeriisKelamiri PenCJutlukHampton:danfJetIer:sonCT
. ,,,,. ,',".-
402 dan C:t'4()3','. :,:,,'
'",">;':"',.,," ,".'
,.','-';' :'.-:"""" .' i, <C.,- -',', ,"' . .' ..',' " ""',.,'; ,··,.,·'il':......···(·,·:),·:.··. '.;'_""'~~'T':,""'" '-;
.' •.' ',.
,
CT 402 CT 403 Hampton Jefferson
Umur(thn) Laki-laki'Perempuan Total % Laki-Iaki Perempuan 10tal % Jumlah Total % Jumlah Total 0/0
. Dibawah.5th. .370 362 10,6 19 11. 0,6 123.150 7,8 189246 8,4
5-i9 .. , .... 1200' 991 31,9 241 195 6,5 377.345 2.3,9 569.991 25,3
3<J:-34; '. /.395 437. . 12,2 1965 911 42,6 514.705 32,6 716.431 31,8
35:-54'.. ····837. cno . ·26,2 1758 . 721 . 36,7 339.453 21,5 484380 21,5
55-64222 370 . 8,6 221 . 181 5~ 116.835 7,4 157.705 7
65 ataulebih;270 450 . 10,5 175 349 7,7 107.361 6,8 135.176 6
Total 3294'; 3580100. . .4389 . 2368 100 1.578.849 100 2.252.929 100
.': ?<.~. ". '/ "'0
(Data dari sensus penduduk dan perumahan, karakteristik terpilih.) co
>co
.TABEL 9-4 Karakteristik Ras 'd;~iEtnik Pend~~uk [Link]~
' . " ' . " ..:. CT402;dan
, . CT403: . .~ ',',. , .~
\0
•
' " ', ,", ',"'
CT402' "CT403 Hampton. Jefferson
d?
Jumlah Total % ::J
~
.;,:.
1562.091 69,4 E)'
::J
467.177 20,7 A
o
45.432 2 3
c;
::J
163.774 7,3 ~.
.4.923 0,2 '"
9532 0,4
2.252.929 ... 100
N
(Data dari sensus penduduk dan perumahan, karakteristik terpilih.) W
1;<'; '_'-', -;' ',:-- ".,-:" >;,"- :\:.~;.-,.,,'-_5;~-.;'i~:;">~'·':~:.'_';"~ ;.~<;·~~<~~::··:.~'::4~·:·~f/>;N"':;,·:_~·.>":·~ ;~. N
TABE~9:-5 Tipe Keluarga Penduduk~1'402dilnCT403 ..
.': - '" ;,1 ',' " " ' . ,.:., .. -","""-: ...,..,; ....-' __ ';_---.",,,- ,,_'.
..,.
CT402 CT403
Jumlah Total % Jumlah Total % CP
»
C'l
Ke1uarga 5706 83 2443 36,2 ;;
Z
Nonkeluarga 1168 17 4103 60,7
Rumah tangga yang dikepalai perempuan 721 994 III
Rumah tangga yang dikepalai laki-laki 447 2189
"'0
Tempat tinggal kelompok 211 3,1 ~
o
Total 6874 100 6757 100 VI
rn
VI
A
(Data dari sensus penduduk dan perumahan, karakteristik terpilih.) o
5::
c
z
--;
»VI
'IABEL9-6 Orang yang Berusia 15 Ta~~~!ltauLebib j
Be~dasarka~ ienis Kelamitt dan Status VI
rn
Pe'rkawinan CT 402 dan CT 403. I.··. . .'' . , . OJ
»
C'l
CT402 CT403 ~
5::
i Status Pernikahan Laki-laki Perempuan Total % Laki-laki Perempuan Total % =i
:;0
»
\ Be1um menikah 348 408 15,2 2418 1016 53,5
lMei:J..ikah 1510 1498 60,1 796 768 24,4
iBerpisah 120 245 7,2 113 72 2,8
i JimdalDuda 52 119 3,4 68 198 4,3
! Bercerai 294 407 14,1 572 397 15
lTotal
1·.
2324 2677 100 3967 2451 100
(Data dari sensus penduduk dan perumahan, karakteristik terpilih.)
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 215
•••••• 1;; S. •
CATATAN Selama melakukan langkah proses keperawatan selanjutnya
(dengan kata lain anal isis), Anda akan memerlukan data pem
~
...................... ..
banding lain. OJeh karena itu, kumpulkan seluruh data yang
diperlukan sekarang.
Statistik Vital
Tabel 9-7 rnemuat data statistik vital ke1ahiran dan kernatian CT
402 dan CT 403 beserta data kota dan daerah. Dengan meng
gunakan format yang sarna, Tabel 9-8 menyajikan penyebab kerna
tian. Harap dietltat: Sebaiknya Anda rnelaporkan rate karena Anda
akan dapat membuat perbandingan. Bagairnanapun, jika Anda
tidak rnengetahui populasi berisiko (denominator), maka tidaklah
rnungkin untuk rnenghitung rate. Oleh karena itu, data rnorbiditas
terse but tidak memungkinkan untuk menghitung rate.
Nilai, Keyakinan, dan Keagamaan
Bagian dari inti kornurutas adalah nilai, keyakinan, dan praktik ke
agamaan penduduk. Sernua kelornpok etnik dan rasial mempunyai
nilai dan keyakinan yang berinteraksi dengan setiap sistem komuru
tas untuk memengaruhi kesehatan warganya. Pe1ajari kernbali bab
yang membahas tentang kornpetensi budaya sebagai cara yang dapat
rnernbantu Anda untuk mernahami elernen budaya rnasyarakat.
Harus dicermati jika kita rnenggunakan inforrnasi yang diperoleh
dari perpustakaan eksklusif mengenai nilai, keyakinan, dan praktik
keagamaan berdasarkan Tabel 9-2. Alasannya, buku dan artikel
perpustakaan sering kali mernberikan generalisasi yang luas untuk
menjelaskan berbagai praktik keiompok rasial dan etnik (rnisalnya,
gaya hidup orang kulit hitam di daerah urban) atau rnendiskusikan
praktik kelornpok etruk tertentu (misalnya praktik pemberian air
susu ibu orang Hispanik Keturunan Mesiko). Setiap kornunitas
TABEL 9-7 D~ta St~tist~k Vital1<:ematian dan K~labiran' ct 402'd~n ~'f'403,
Hampton s~rta Jefferson . '. . . .. .. .. .
"Rate adalah per 1000.
(Data dari Statistik Vital, Departemen Kesehatan AS)
IV
(J\
Jefferson
IPenyebab kematian
-------
Jumlah Total % J umlah Total % Jumlah Total % Jumlah Total 0/0
O:l
»
Cl
):
,Penyakitjantung . 16 22,2 10 23,8 3.186 33,4 5.932 36 Z
, Neoplasniamaligna' 17 23,6 11 26,1 2.078 21,8 3.972 24,2
SerebrovasIaliar' . .'
Kecelakaan</l" .
6
4
8,3
5,6
2
4 9,5
690
585
7,3
6,2
1.213
932
7,4
5,7
•
-0
N
lEmftseqla,as~lmmkitis o 0 o 0 79 0,8 115 0,7 o
VI
m
jPenyakitmasabayiawal 7 9,7 1 2,4 248 2,6 501 3 VI
A
: PembuDuliall~ I 6 '8,3 1 2,4 592 6,2 831 5,1 o
s:
l~:;:~!!::;J,i;,: .' o
2
0
2,8 1
2,4
2,4
163
210
1,7
2,2
253
365
1,5
2,2
c
Z
-I
t Bunuhdiri <"-. '- 3 4,2 2,4 195 2 234 1,4 »
VI
~ :." .. w .,<',
VI
!'DiabetesmelitUS' o 0 2 4,8 139 305 1,8 m
O:l
t;
'Cac~t ba~~[Link]:~;. .. o 0 2 4,8 99 1 245 1,5 ;::::
, Nefritis. dan nefrosis o 0 o 0 13 0,1 26 0,2 s:
=i
~.1BC 1 1,4 o 0 17 0,2 28 0,2 N
»
kP:enyebablaili . 10 13,9 6 14,3 1.239 13 1.488 9,1
tTotalsemua Pleuyebab 72 100 42 100 9.533 100 16.440 100
'. ···.kernatian"
.
,.. . '
*Cacatan: Sebaiknya Anda selalu melaporkan rate karena Anda akan dapat membuat perbandingan, Bagaimanapun, jika Anda tidak mengetah
berisiko (denominator), tidaklah mungkin untuk menghitung rate, Data morbiditas tersebut tidak memungkinkan untuk menghitung rate,
(Data Statistik Vital Hampton, Departemell Kesehatan Hampton City.)
'_::~O"~ \., ,,·~~;,~:Jt~fi~~.~:j;,;,( ·...Af;~~~~~,~~\i$iIE>~:~,~~;~;k A;;J-~
.•.
".~;"!' ..
----~-~
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 217
~l
Pecan Olive
~='=====:::'::::::::::::=;II Live Oak Boulevard
Gambar 9-2 lalan dan batas komunitas Rosemont.
bersifat unik dengan nilai, keyakinan, dan praktik keagamaan yang
mengakar pacia tradisi dan secara kontinu berkembang serta tetap
eksis karena memenuhi kebutuhan masyarakat.
U ntuk memvalidasi data demografik sekunder yang telah di
publikasikan tersebut, gunakan hasil survei Anda untuk menunjukkan
keberadaan dap.. lokasi geografik kelompok ras dan etnik lainnya.
Selama fase pengkajian sistem fisik terse but, kita melangkah ke
dalam komunitas untuk mempelaja.."".i dan mengalami nilai, keyakinan,
dan praktik keagamaan masyarakat setempat.
Mitra kita, komunitas Rosemont berada di kota Hampton tepatnya
di distrik pusat bisrus Hampton. Komunitas Rosemont dibatasi oleh
Way Drive di bagian Barat, Buff's Bayou di sebelah Utara, Live
Oak Boulevard di sebelah Selatan, dan Hampton street di sebelah
Timur. Gambar 9-2 merupakan sebuah peta komurutas Rosemont.
Dengan menggunakan survei "Learning about the Community on Foot"
(lihat Tabel 9-1) sebagai pedoman, kita akan melangkah ke dalam
komunitas.
218 Bt\CIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBACAI MITRA
TABEL-9-9 KQmpo~en Pengkajiall~Fislk dan SumberData ',' ~',
~ . "' '. - , "", ~
SumberData
Komponen Individu Komunitas
. lnspeksi Seluruh Indra Seluruh indra
Otoskop. . Windshield survey
Oftalmoskop Mengunjungi masyarakat
• Auskultasi .' Stetoskop Mendengarkan aspirasi komunitasl •
warga
; Tanda vital .'Termometer Observasi iklim, tanah, batas alam,
dansumber
. Sfigmomanometer Tanda aktivitas masyarakat seperti .
adanya pertemuan masyarakat;
banyaknya yang hadir .
: Pemeriksaan sistem Dari kepala ke kaki Observasi sistem sosial, termasuk .
perumahan, bisnis, tempat ibadah,
dan tempat yang sering dikunjungi .
Pemeriksaan Tes darah . Almanak; data sensus
: laboratorium . Foto Rontgen Kaj ian dan survei perencanaan .
kamar dagang .
Pernindai dau tes lainnya
LINGKUNGAN
Pemeriksaan fisik, merupakan komponen kritis dalam pengkajian
pasien individual, begitu pula dalam pengkajian komunitas. Kelima
inclra kita diperlukan untuk pemeriksaan ftsik pasien, begitu pula
dalam pemeriksaan tingkat komuniras. Tabel 9-9 menyajikan kom
ponen pemeriksaan ftsik baik untuk individu maupun komunitas
dan membandingkan alat dan sumber data masing-masing komponen
tersebut.
Inspeksi
Rosemont Boulevard membelah komunitas menjadi dua bagian
yang sarna besar, dipisahkan oleh jalan utama yang membentang dari
utara ke selatari. yang disediakan bagi warga untuk perjalanan dari
dan menuju komunitas.. Di pinggiran jalan utama tersebut tumbuh
pepohonan dan dipisahkan oleh rerumputan di beberapa bagian.
Banyak bisnis terutama restoran, berada di sepanjang Rosemont
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 219
Boulevard. Banyak restoran yang khusus menyajikan qlJlche, sprout
5andwiches, dan teh hijau. Bisnis lain yang ada di sepanjang boulevard
adalah porn bensin, gedung perkantoran, toko peralatan seni, toko
obat untuk hewan, galeri seni, panti jompo, stan barbacoa Meksiko di
sebuah toko bal1an makanan, toko bunga, bank, apotik, dan be
berapa toko khusus yang menjual barang-barang kulit, buku, dan
berbagai jenis kerajinan tangan. (Lihat bagian Perekonomian tentang
ringkasan unit bisnis dalam bab ini).
Pecan Drive merupakan jalan utama yang membujur dari timur
ke barat sepanjang Rosemont, juga dibatasi dengan berbagai bisnis
dan beberapa pohon, sehingga tampak seperti daerah urban. Di
ujung timur jalan terlihat sebuah studio modeling porno, restoran
kecil yang menghidangkan berbagai makanan etnik khusus (Yunani,
Pakistan, Meksiko, Vietnam, India, dan lain-lain), dan beberapa
galeri seni kecil. Pusat Kesehatan Rosemont yang akan didiskusikan
lebih lanjut dalam bab ini, berada di daerah ini. Lebih jauh ke arah
barat jalan ini, terdapat sebuah gedung bioskop yang menayangkan
film produksi terbaru. Selain itu, terdapat sepasang rumah film
untuk orang dewasa dan berbagai restoran k. .~usus. yang dapat di
temukan dimana-mana (di daerah ini, terdapat beberapa penyedia
makanan dan ruang minum teh yang tenang dengan musik klasik
unt'Llk para pelaku bisnis dan profesional). Di sepanjang jalan itu juga
terdapat banyak rumah tua yang besar, beberapa di antaranya telah
diubah menjadi toko barang antik, toko bunga, dan toko kecillain
nya. Tidak ada industri besar di Rosemont. Selain dua jalan raya yang
dipenuhi oleh kegiatan bisnis dan usaha serta membagi komunitac;,
ada beberapa jalan di Rosemont yang memberi kesan bahwa kita
memasuki dunia lain. Jalan terse but sempit dan beberapa di antara
nya berbatu kerikil; banyak sekali pohon ek tua dan pohon kemiri
yang cabang-cabangnya bertemu di atas badan jalan SehLTlgga menjadi
peneduh yang rindang dan hijau di beberapa area.
Jalan tersebut (kecuali jalan raya) sempit, dan hampir semuanya
memiliki jalan pedestrian, yang merupakan ciri perumahan lansia di
Hampton. Secara umum jalan pedestrian terse but terpelihara dan
be bas dari berangkal: bagaimanapun, karena tempat parkir mobil
kecil, banyak penghuni yang memarkir mobilnya di jalan, sehingga
terjadi kemacetan pada saatkebanyakan penghuni berada di rumah
(terutama pada malam hari dan akhir pekan).
220 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Tanda-Tanda Vital
Jklim Rosemont (dan Hampton Standard Metropolitan Statistical Area,
SMSA) adalah nyaman elitambah dengan angin laut. Pada musim
panas, iklimnya sangat panas (dengan suhu 32°C atau lebih selama
kurang lebih 87 hari setiap tahunnya) dan lembap (kurang lebih
62%), tetapi pada malam hari, udara cukup dingin dan kadang
kadang bersalju berat pada saat musim dingin. Tumbuh-tumbuhan,
mungkin dapat tetap hidup eli satu blok dalam dua musim terse but,
rnisalnya pohon ek, hibiscus, dan pinus.
Secara umumkondisi tanahnya datar, dengan sedikitvariasi tanjak
an dengan ketinggian 20 kaki eli atas permukaan laut. Satu-satunya
sumber air alarni adalah Buff's Bayou, sebuah sungai yang mem
bentuk garis yang jelas, yang mengalirkan dan membuang air hujan
yang berlebihan untuk mencegah Hampton dari banjir. Bayou ber
muara eli kanal Ha.ri1pton Ship, menuju ke laut.
Rosemont adalah daerah terpadatketiga eli Hampton dengan kepa
datan penduduk 14,4 orang per acre (1 acre = 0,4046 hektar). Sebuah
area di CT 402 yang berupa kompleks perumahan, merupakan
daerah terpadat di seluruh Hampton, dengan 221 orang per acre
(hasil sensus). _
Adanya bermacam-macam toko lokal menunjukkan keheragaman
minat eli Rosemont. Poster yang mengiklankan suatu pertemuan
Caucus Politik Gay terpampang di papan iklan selain poster me
ngenai pertemuan warga lansia, pengumuman ritual keagamaan,
program penelidikan di "Sundry School", pelayanan penempatan
kembali orang-orang Vietnam, klinik penyakit menular seksual, dan
pertunjukan musik "El Barrio" dari l\merika-Meksiko. Rosemont
merupakan komunitas yang kaya dengan perbedaan. Satu rnikro
kosmos dari Hampton.
Gereja-geraja di Rosemont juga merefleksikan perbedaan yang
sesungguhnya. Hal ini elibuktikan dengan hampir terwakilin ya seluruh
aliran gereja. Rosemont merniliki sumber untuk seluruh kelompok
religi, dari gereja Methodist dan Presbyter yang besar sampai pada
gereja kecil untuk para pengungsi.
Sistem
Hampir seluruh Rosemont dikembangkan; ada seelikit lahan yang
tidak eligunakan. Empat area taman kecil, lahan sempit sepanjang
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 221
~
f III 1;
j
SIInJuDn
Pecol"lOrt...
I
Ji II
~I
RIChards
II-~···
'----~-~ ===~II!===u:::,.=:=o••:=;;_=,.=',.=ro====i7 r-
Gambar 9-3 Lahan dan taman komunitas Rosemont
bayou) dan tanah di sekitar sekolah merupakal1 area «hijau" bagi
masyarakat (Gambar 9-3), meskipun kebanyakan rumah memiliki
pohon pelindung dan semak-semak belukar. Tabel 9-10 menunjuk
kan data lahan yang digunakan oleh Rosemont.
Sebagian besar rumah diRosemont sudah tua yang merefleksikan
awal pengembangan area tersebut. Di beberapa bagian, banyak ru
mah yang mirip bentuknya antara satu dengan lainnya (sebagai
contoh, semua satu bentuk, rumah dengan bingkai kayu dan serambi
muka); namun, ada kemungkinan besar perbedaan yang sangat men
colok dari satu blok ke blok yang lain. Di keadaan timurlaut, ter
clapat area perumahan yang luas yang diisi oleh apartemen-aparte
men yang akan ambruk. dengan jendela yang rusak dan jalan-jalan
yang tidak terpelihara, sedangkan di kuadran baratdaya, terdapat
rumah-rurnah yang terpelihara dengan baik dan direnovasi. Selain
itu, di timur laut, ada satu area perurnahan yang terdiri atas beberapa
blok yang disebut dengan "rumah senapan" (sebutan ini didasarkan
pada cerita, seseorang dapat menembakkan senapan dari pintu depan,
dan pelurunya akan menembus ke pintu belakang); yang berdiri
saling berdampingan, namunkondisinya rapuh dan tidak terpelihara.
Lihat Tabel 9-11 mengenai informasi perumahan.
tv
tv
tv
. ·•.T}\Bt.h9~!o·p~ngiu~a'an ~a~n'.ROS~rrtllrrt:.
:"" ... :;;?l. -.," I::. '> '.';
',':".< ' , - .;', ':":.c" -,OJ;,. ,,;<,~:-.,', _,.,
CT40t CT403
o:l
Penggunaan Lahan Luas Total % Luas Total % »
Cl
{acre} {acre} '>
z
Tempat tinggal keluarga tunggal 161,2 28,03 95,4 31,78
Tempat tinggal keluarga multi
Komersial
. Industri
46,4
210,2
8,06
36,55
46,5
61,2
15,49
20,39 •
44,9 7,8 0,2 0,06 "'Q
N
Publik 6,8 1,18 11,1 3,69 o
VI
m
Terbuka 52,9 9,2 53,2 17,72 VI
A
Air 6,3 1,09 4,7 1,56 o
Tidak dikembangkan 46,3 8,05 14,6 4,86 :s:
Bahujalan 0 0 13,2 4,39 c
z
Total acre 575 100 300,1 100 ::;
»
VI
VI
m
(Buku Data, Rosemont Community Development, Hampton City, Planning Department.) o:l
»
acre 0,4046 hektar Cl
;:::.
:s:
::;
j
N
TabeI9-11 Rata-Rata Harga danSewa Rumab Tabun 1980-' danTabun1990
'. . . . - ~',
»
CT403 CT402 Hampton
1980 1990 1980 1990 1980 1990
; Rata~rata harga rumah $58.432 $62.400 $25.777 $43.300 $49.630 $61.900
, Rata rata sewa $ 259/bln $3461bln $2431bln $284/bln $244/bln $377lbln .
(Data dari Sensus i«eDenaUa dan Perumahan, Biro Sensus.)
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 223
Pada siang hari, di jalanan banyak orang-orang terlihat berjalan
dengan cepat dan merniliki tujuan yang pasti seperti untuk berbisnis
atau pengiriman atau pengambilan pesanan. Mereka yang biasa "jalan
jalan santai" adalah para lansia atau pemuda dan biasanya sendirian.
Hanya beberapa anak yang terlihat pada siang hari. Kebanyakan
mereka berada di halaman sekolah, tidak berada di jalan raya. Anjing
terdengar menggonggong saat orang lewat halaman rumah, dan
kucing tampak berjemur di beberapa jendela; namun, beberapa
hewan peliharaan tampak berlari bebas di area ini.
Pad<l. malam hari, di sepanjang Pecan Drive Rosemont akan
mengeluarkan bau yang berbeda: Semua restoran dibuka, dan banyak
restoran yang memberikan layanan di halaman muka. Bau fajitas
(sejenis makanan lokal) , kari, bumbu yang eksotik, dan bau asap
pembakaran tercium. "Tarian telanjang", sebutan dari Pecan Drive,
mulai digelar dengan iringart musik rap, disko, country, dan rock-and
roll disertai hentakan sitar atau gitar yang lembut.
Menurut keterangan warga setempat, kebanyakan pelanggan
restoran dan studio model bugil tersebut berasal dari luar Rosemont.
Banyak orang yang tertarik dengan makanan dan beberapa di
antaranya tertarik dengan kebebasan melakukan hubungan s~ks
yang diyakini diperbolehkan di area terse but. .
Banyak warga setempat menyatakan bahwa pertunjukan porno
tersebut adalah perbuatan hina dan menyebutnya dengan "atraksi
turis". Selain iui, mereka meyakini bahwa hal tersebut berkontribusi
terhadap memburuknya kondisi Rosemont. Mereka menyatakan
bahwa "orang luar" dan "cowbq)IJ" mengeksploitasi dan membuat
masalah dengan menjadi turis ilegal. Selain itu, menurut mereka,
reputasi buruk yang melekat pada area tersebut bukan merupakan
kesalahan penduduk setempat. Tidak adanya batasan hukum telah
mernfasilitasi keberadaan beberapa bisnis ilegal eli area ini.
Hasil pemeriksaan fisik terhadap Rosemont mengungkapkan
bahwa Rosemont merupakan komurutas yang kontras: gereja dan
studio model bugil, beberapa unit perumahan kota yang disubsidi
dan rumah-rumah tua dengan perbaikan, lansia dan anak muda, kulit
putih dan hitam (dan semua perbedaan lain), jalan yang tenang
dengan peneduh garis pepohonan dan jalan raya yang sibuk, kedai
minum teh yang tenang dan bioskop untuk orang dewasa yang
mencolok, keluarga dan bujangan, dan kaya serta lniskin.
224 BAG IAN II II PROSES KOMUNiTAS SEBAGAI MITRA
PELAYANAN KESEHATAN DAN SOSIAL
Satu cara mengklasifikasi pelayanan kesehatan dan so sial adalah
membedakan antara fasilitas yang berada di luar komunitas
(ekstrakol'mmitas) dengan fasilitas yang berada dalarn komurutas (il1tm
kotJJ1mitaJ). Setelah fasilitas pelayanan sosial dan kesehatan ter
identifikasi, kategorikan, mungkin berdasarkan jenis pelayanan
(misalnya rumah sakit, klinik, perawatan lanjut), menurut ukurau
atau kepernilikan pemerintah atau swasta. Tabel 9-12 menyaran
kan sistem pengklasifikasian komponen utama setiap fasilitas
yang menuntut pengkajian.
Fasilitas Kesehatan Ekstrakomunitas
Rumah Sakit
Jefferson adalah wilayah teritorial yang merniliki 50 rumah sakit
dengan jurnlah tempat tidur 12.321 dan 4.321 berada di HamptOll
Medital Cmter yang memberikan pelayanan lengkap, termasuk di
layanan subspesialis medis, layana...'1 diagnostik serta terapi yang
canggih. j\1edica! Celltertersebut terletak 7 mil dari Rosemont. Semua
pasien yang datang ke Medii"l! Cmter ini harus dirujuk oleh dokter;
rujukan pribadi tidak diizinkan. (Rujukan pribadi memungkinkan
individu secara bebas mernilih dan menetapkan pelayanah medis).
Meskipun keberadaan Medica! Center telah diketahui oleh warga
Rosemont, hanya sedikit orang yang diketahui datang dan menerima
pelayanan dari fasilitas terse but. Banyak rurnah sakit swasta di Jefferson
berlokasi di Hampton. Semua rumah sakit swasta menggunakan cara
pembayaran melalui penggantian biaya dari pihak ketiga (fhird
parry reimburJ'm). Penggantian dan pihak ketiga berarti pembayaran
pelayanan oleh pihak lain, bukan pasien rnisalnya, Medicare, Medicaid,
asuransi, dan W70rkmen S CompeJlJatiol1. Se1ain rumah sakit swasta,
sebagian besar masyarakat menggunakan hasil pajak untuk
membantu sedikitnya satu rumah sakit umum. Rumah sakit umum
di Jefferson adalah Jefferson Memorial.
Jefferson Memorial, fasilitas yang menyediakan berrnacam
macam layanan kesehatan yang komprehensif, terletak 8 km sebe1ah
selatan Rosemont. Unit-unit perawatan dan klinik yang ada di rurnah
sakitJefferson Memorial adalah medis, bedah, anak, ibu, kebidanan,
u'auma dan luka bakar, psikiatrik, dan emergensi. Warga dapat
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 225
· Komponen 8umber Informasi
Pelayanan Keseltatan
· Fasilitas ekstra- atau intrakomunitas Kamar dagang
· Setelah teridentifikasi, kelompokkan ke dalam Badan Perencanaan (Daerah,
, beberapa kategori (misalnya, mmah sakit dan Kota)
• !dinik, perawatan kesehatan di mmah, fasilitas Petunjuk telepon
· perawatan lanjut, pelayanan kesehatan Berbicara dengan warga
masyarakat, pelayanan emergensi). Waw<ll1cara dengan pimpinan
Untuk setiap fasilitas, kumpulkan data atau staf
berikut: Fasilitas laporan tahunan
1. Berbagai pelayanan (tarif, waktu, rencana
pelayanan bam, pelayanan dihentikan)
, 2. Sumber (tenaga, tempat, biaya, dan sistem
pencatatan)
3. Karakteristik pengglll1a (distribusi geografik,
profil demograflk, dan transportasi)
4. Statistik (Jumlah pengguna yang dilayani
setiap hari, setiap minggu, dan setiap
bulan).
5. Kesesuaian, keterjangkauan, dan
penerimaan fasilitas menumt pengguna
maupUll pemberi pe1ayanan
Pelayanan Sosial
Fasilitas ektra- dan intrakorrnmitas.
Kamar dagang
Setelah teridentifikasi, ke!ompokkan ke dalam
[Link] jalal1
beberapa kategori (misalnya konseling dan
Petunjuk telepon
dukungan, pakaian, makanan, tempat tinggal,
. dan kebutllhan khusus) .
• Untuk setiap fasilitas, kumpulkan data dalam
area 1-5 seperti tersebut di atas
merujuk sendiri ke Jefferson Memorial. Menurut kepala ruangan
emergensi (UGD), sebanyak 290 orang tampak di ruangan ini setiap
harinya-(kurang lebih 100.000 orang per tahun.) Dad jurnlah ter
sebut, 40%-nya diraVlat. Perawatan tindak lanjut dilakukan oleh
klinik rawat jalan rumah sakit ini. Sumber keuangan memorial
didukung oleh hasil pajak baik dari kota maupun daerah serta
penghasilan rumah sakit. Biaya dasar untuk kunjungan emergensi
terkecil adalah $85.20; biaya untuk kunjungan UGD terbesar ada
lah $274.40. Semua itu tidak termasuk biaya pemberi pelayanan,
diagnostik, dan pengobatan. Seluruh pembayaran didasarkan pada
226 BAG IAN II II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
skala geser yang elisesuaikan dengan pendapatan dan ukuran kelu
arga. Warga Rosemont memanfaatkan layanan Memorial, tetapi
mengeluhkan lamanya waktu tunggu sampai lebih dari 8 jam dan
menjalani pemeriksaan yang berulang-ulang jika mereka berpindah
dari satu petugas ke petugas yang lain. Personel rumah sakit me
nyadari lamanya waktu tunggu dan fragmentasi pelayanan ini, teta
pi mereka mengemukakan alasan bahwa keterbatasan dana dan
tingginya pergantian staf merupakan hambatan utama dalam me
ningkatkan pelayanan. Tidak ada pelayanan yang elihentikan eli
Memorial, dan tidak ada anggaran untuk jenis pelayanan dan posisi
staf baru dalam dua tahun mendatang.
Pemberi Pelayanan Kesehatan Swasta, Praktik Kelompok,
dan Klinik Spesialis
Pilihan terhadap pelayanan kesehatan baik umum maupun spesialis
tik, terseelia lengkap eli Jefferson melalui penyeeliaan praktisi swasta,
praktik kelompok, dan klinik spesialis. Pembayaran biasanya dilaku
kan dengan cara penggantian biaya dari pihak ketiga. Dua organisasi
pemeliharaan kesehatan (health maintenance organizatiol1, Hl110) berada
eli Jefferson. Warga Rosemont yang memiliki finansial cukup meng
gunakan jasa 'pelayanan berbagai klinik spesialis dan pelayanan prak
tik swasta. Warga biasanya merujuk sendiri ke layanan terse but ber
dasarkan rekomendasi dari tetangga, ternan atau ternan kantor.
Pelayanan Kesehatan Masyarakat: Departemen Kesehatan
Untuk memantau, memelihara, dan meningkatkan kesehatan masya
rakat, setiap negara bagian mempunyai departemen kesehatan dan
mengikutsertakan departemen kesehatan regional, daerah bahkan
kadang-kadang kota. Penerimaan pajak nasional, bagian maupun
lokal eligunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Departemen kesehatan yang ada eli sana adalah Departemen Ke
sehatan Hampton dan Departemen Kesehatan Jefferson. Karena
Rosemont berada eli dalam batas Hampton, pelayanan yang di
berikan oleh Departemen Kesehatan Hampton juga dikaji.
Departemen Kesehatan Hampton menyediakan seluruh pelayanan
rawat jalan meelis melalui !=Ujuh satellite clinic (klinik eli bawah pe
layanan rawat jalan medis). Klinik Sunvalley; terletak 10 km dari
Rosemont dan merupakan klinik terdekat, menyeeliakan pelayanan
berikut:
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 227
• Imunisasi
• Perawatan bayi, anak, remaja, dew~a sehat dan ;akit.
• Perawatan kehami1an dan nifas.
• Ke1uarga berencana
• Konse1ing nutrisi
• Penapisan dan tes genetik maupun penyakit didapat, seperti
anemia sel sabit, diabetes, dan fenilketonuria (PKU).
• Pengkajian, pembersihan, danrestorasi gigi
• Konseling kesehatan mental dan rujukan
• Pendidikan kesehatan
• Kunjungan rumah untuk ibu dan bayi sete1ah pemulangan dini
dari rumah sakit (ku,rang dari 48 jam pascamelahirk3n)
• Konseling dari rujukan untuk kasus pene1antaranlpenyiksaan
.anak, penganiayaan oleh pasangan, untuk orang-orang yang ter
lantar
.. Penapisan penyakit menular seksual dan tindak Ianjut (termasuk
tes HIV).
Pe1ayanan tambahan, termasuk bagian far'masi,laboratorium,
dan radiologi. Pembayaran untuk sebagian besar pelayanan didasar
kan pada skala geser; sisanya gratis untuk seinua warga. Pelayanan .
gratis mencakup imunisasi, penapisan, qan pengobatan penyakit
menular seksual. Sebagian beiar warga Rosemont yang meng
gunakan layanan departemen kesehatan mengunjungi kIinik ke
hamilan dan nifas. Staf keperawatan yang bekerja di klinik maternitas
memperkirakan dari 75 pengunjung klinik prenatal dalam seminggu,
20 s<1mpai 25 orang adalah warga Rosemont.
Masalah utama dalam pemberian pelayanan di klinik mater nitas
menurut para perawat adalah masa tunggu yang lama (biasanya
antara 8 sampai 10 minggu), sejak klien membuat janji pertama kali
sampai hari pelayanan terjadwal. Karena banyak klien harus me
nunggu sampai keharnilannya mencapai usia 6 atau 7 bulan untuk
mendapatkan perawatan kehanUlan, mungkin pelayanan pertama
kali diberikan sete13.h masa taksiran persalinan tiba. Alcibatnya,
bariyak sekali wanita dari Rosemont yang me1ahirkan diJefferson
Memorialtidak mendapatkan perawatan prenatal. Administrator
k1inik Sunvalley berpendapat bahwa prioritas utama pelayanan adalah
pendidikan tambahan, dukungan, dan layanan 'pemantauan untuk
wanita hamiI dan ibu barll
228 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Ti~ ada pelayanan yang dihentikan pacla masa lalu. Berdasar
kan pertanyaan tentang pelayanan yang dibutuhkan, lansia diiden
tiftkasi sebagai kelompok sasaran. Berbagai ren~ana dibtl~t untuk
membangun klinik keperawatan bagi para: lansia serta program
kesejahteraan yang akan ditawarkan di rerawatan sehari (dqy care)
untuk lansia dan di pusat lansia (senior center). Ada lebih dari 10
buah fasilitas untuk lansia di kota Hampton.
Banyak warga Rosemont menggunakan pe1ayanan departemen
kesehatan, khususnya di klinik Sunvalley. Persoalan yang ada adalah
kurangnya bus yang langsung menuju kliriik (dibutuhkan tiga bus
sebagai angkutan) dan pela~an "impersonal". Kare~a pasien tidak
dirujuk Pa~ pelayanan [Link], 'biasanya mereka bertemu dengan
petugas pelayanan kesehatan yang berbeda pacla setiap kali pelayanan.
.Pasien maternitas memiliki kekhawatiran tambahan. Setiap pasien
harus mempersiapkan persalinannya masing-masing, dan kebanyak- .
an wanita hamil yang mendapatkan perawatan .prenatal di klinik.
Sunvalley tidak memenuhi persyanitan untuk me1ahirkan di Jefferson.
Memorial K6nsekue~sinya, mereka harus mencari fasilitas yang
clapat menerima dirinya baik tmtuk persalinan maupun pelahiran.
Mereka sang at sering terpaksa untuk melahirkan di rumah, satu
kondisi yang didokumentasikan oleb. peraw~lt Sunvalley dan dikon
. firmasikan oleh beberapa warga Rosemont. .'
Lembaga Pelayanan Kesehatan di -Rumah
The Visiting Nurses Association (VNA) dari Hampton, merupakan
lembaga pelayanan kesehatan di rumah terbesar di Jefferson.
Pelayanan VNA meliputi perawatankesehatan di rumah oleh
perawat terdaftar (fugisteredNurses, RN), ahli ftsioterapi dan ahli terapi
okupasi, ahli terapi wicara,pekerja sosial, dan pembantu pelayanan
kesehatan di rumah. VNA menerima pembayaran langsung dari
klien dan penggantian biaya dari pihak ketiga. Pembayaran dari klien
didasarkan pada skala geser yang disesuaikan dengan pendapatan
dan ukuran keluarga. Pasiro yang tidak mampu membayar layanan,
dapat meminta bantuan fmansial dari lembaga pelayanan sosial ke
masyarakatan seperti United Wqy.
Banyak lembaga pelayanan kesehatan di rumah yang lainnya
berada di Himpton dan Jefferson. Meskipun lingkup pelayanannya
terbatas, .semua lembaga ini memberikan pelayanan kesehatan di
nunah dan menerima. pembayaran langsung atau melalui pihak ketiga.
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 229
Fasilitas Pelayanan Jangka Panjang, Pelayanan Perawatan
Lanjut, dan Perawatan Berkesinambungan
Ada dua fasilitas pe1ayanan jangka panjang yang berlokasi 13 km
dari Rosemont: Pine}vootir Rext Cenler dan Panti Jompo Windsail.
Setiap fasilitas diklasifikasikan sebagai fasilitas [Link]
dan mendapat perizinan dari departemen kesehatan negara bagian.
Profil pelayanan, sumber, dan karakteristik warga dari setiap fasilitas
dapat dilihat pada Tabel 9-13. Selain itu, ada beberapa rumah sakit
yang memberikan pelayanan perawatan lanjut.
Pelayanan Gawat Darurat
PoiJOIl COlltrol Cmter memberikan informasi kepada individu dan
tenaga kesehatan tentang bahan berbahaya dan cara pengkajian serta
penanganannya. Lembaga ini menyediakan materi dan program
Pinewoods Rest Center .. Windsail Nursing Home
, Pelayanan Pelayanan keperawatan Pelayanan keperawatan
pemulihan; terapi fisik, i pemulihan
okupasi, dan wicara
Personel pumawaktu 6 perawat terdaftar, 4 Tiga Perawat terdaftar,
perawat kunjungan, Dua perawat LVN, Satu
berlisensi (licensed pembantu perawat, Satu
visiting nurse, LVN), 3 administrator
pembanru perawat, 1
administrator
• Kapasitas tempat tidur 96 38
terlisensi
lumlah hari kunjllngan 33.524 12.965
. pasien
· Persentase tempat tidur 0,96 0,93
yang terisi .
· Kapasita,s temp at tidur .96 38
yang disahkan*
" :Median umur warga 79 76
· [Link]-ratalama tinggal 4 tahun . 6 tahun
'Presentase tempat tidur yang terisi penginapan untuk Pan!i Jompo yang direkomendasikan adalah
sebesar 90% (Data dari Jefferson County Planning Council, Pinewoods Rest Center, dan Windsail
Nursing record books.)
230 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
"T'ABEL 9-14 Alasan Pengguriaan PelayananAmbulans Gawat Darurat untuk
, Warg~,Rosemobt dalam 3 Bu)~ ya~g Lalu ,",' - - ," , , ' "
Alasan Total %
Masalah yang berhubungan dengan jantung dan cedera 25
serebrovaskular '
J atuh dan kecelakaan mmah tangga 19
Masalah pemapasan 12
Pusing dan kelemahan 12
Perlukaan 11
Fraktur dan dislokasi 9
Nyeri abdomen 7
Penyakit melltal-psikiatrik 5
(Data dari laporan paramedi5 MEAS,)
penelidikan untuk sekolah dan kelompok yang berminat. Nomor
kodenya mudah mereka ingat, yaitu 1-POIJ01'J.
Medical Emergrmry Ambulance Servi(e (MEAS) elibiayai oleh pajak
kota Hampton, dana masyarakat, kontribusi Jefferson, dan orgarllsasi
pencari danalyayasan. Pelayanan pertolongan pertama pada ke
celakaan (P3K) I\1EAS diberikan secara gratis dan pelayanan ter
sedia 24 jam untuk seluruh warga Rosemont. (MEAS melakukan
kerjasama dengan dinas kebakaran lokal. Lihat bagian Keamanan'
dan Transportasi pada bab ini mengenai uraian pelayanan perlindungan
terhadap kebakaran.)
J\1EAS yang lokasinya terdekat dengan Rosemont, memiliki dua
unit ambulans; satu unit digunakan untuk sehari-hari dan satu lagi
untuk pendukung. Rata-rata panggilan untuk MEAS adalah 90-110
panggilan per bulan, dengan waktu respons kurang dari 8 menit.
(Tabel9-14 menyajikan alasan spesifik permintaan pelayanan ambulans
oleh warga Rosemont dalam 3 bulan terakhir.) Panggilan diterima
oleh dinas kebakaran dan elilanjutkan melalui radio ke tim MEAS
terdekat. Setiap tim MEAS terdiri atas 26 orang: 3 orang paramedik
yang telah menyelesaikan 100 jam teori di ke1as dan 200 jam
pengalaman eli rumah sakit dan 22 orang teknisi medis gawat darurat
(emergenry medical technician, EMT) yang telah mengikuti pelatihan
dasar paramedik dan memiliki pengalaman tam~ahan dalam terapi
intravena dan intubasi. Baik paramedis maupun EMT bersertifikat
Selain pelayanan gawat darurat, tim MEAS mengajarkan RJP
(Resusitasi Jantung-Paru) dan pertolongan pertama pada ke
celakaan pada kelompok komunitas.
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 231
Jenis Jumlah
DokterGigi 6
DokterUmum 1
. AMi Qptometri 2
Dokter Gigi Oriodontik 1
AhliOsteopati . 2
. Ahli perawatan kaki 1
Chiropractor 3
PraktisiPerawat 2
(Data dad Windshield survey, kamar dagang, dan petunjuk telepon.)
Pelayanan Khusus
Sering kali, terdapat fasilitas khusus yang melayani kelompok tertentu
misalnya penyandang cacat atau penderita keterbelakangan mental.
Setelah melakukan survei eli area ekstrakomunitas sejauh radius 16
km dari Rosemont, ternyata tidak ditemukan fasillitas khusus.
Fasilitas Kesehatan Intrakomunitas
Menurut Health SJlStem Agenry (HAS) Jefferson County, di CT 402
ada se buah area yang kurang mendapat pelayanan medis, sedangkan
di CT 403 tidak a<;la.
Jenis dan jumlili praktisi ya.,g memberikati. pelayanan kesehatan
eli Rosemont tersaji pada Tabel 9-15. Kebutuhan akan pelayanan
kebidanan dan kandungan sering diungkapkan oleh warga. Banyak
warga membutuhkan pelayanan praktisi keluarga maupun tenaga
kesehatan yang memiliki kemampuan dua bahasa. (satu perawat
praktisidapat berbicara bahasa Perancis, tetapi tidak ada yang dapat
berbahasa Vietnam.) Penduduk Rosemont golongan menengah
cenderung memilih pelayanan medis ekstrakomunitas, sedangkan
penduduk miskin bergantung pada pelayanan merus yang ada di
dalam komunitas. Semua praktisi swasta meminta pembayaran
setelah pelayanan diberikan atau pembayaran melalui pihak ketiga;
Praktisi perawat menggunakan skala geser untuk menghitung biaya.
Selain praktisi swasta, ada dua klinik, yaitu klinik Third Street dan
Rosemont Health Center, yang berlokasi di Rosemont.
K1inik Third Street
Klinik Third Street dibuka pada tahun 1968 yang diprakarsai oleh
tokoh masyarakat dan pimpinan gereja di Rosemont. Klinik terse but
232 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
berlokasi di pusat CT 402 dan awalnya dibiayai oleh masyarakat dan
sponsor pencari dana gereja. Seluruh tenaga profesional dan per
lengkapan diperoleh melalui hibah. Saat ini, klinik terse but melayani
30-40% warga Rosemont dan memiliki anggaran operasional tahunan
sebesar $750.000, mengalarni penurunan sebesar $220.000 dari ang
garan 2 tahun yang lalu. Sumber keuangan utama berasal dari hibah
negara bagian dan federal, dari pembayaran klien, dan penggantian
biaya dari Medimre dan Medimid. Meskipun tagihan pasien berdasar
kan pada skala geser, tidak ada satu pun pasien yang tidak dilayani.
Pelayanan yang disediakan oleh klinik ini ditampilkan pada Tabel
9-16. Klinik tersebut tidak menyediakan pelayanan perawatan akut
atau trauma. Staf klinik terdiri atas satu orang dokter paruhwaktu, dua
orang pera"Wat paruhwaktu, satu pekerja sosial, satu administrator,
dan seorang tenaga administrasi. Kedua perawat dapat berbicara
Perancis, tetapi .tidak seorang p:.lll dapat berbahasa Vietnam. Ma
hasiswa optometri dan seorang pembimbingnya memberikan layan
an sehari dalam seminggu. Seorang bid an memberikan pelayanan
perawatan kehamilan dua hari (pagi) seminggu. Klinik buka setiap
hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00
Kunjungan pasien
Pelayanan Deskripsi (rata-rata per minggu)
Keluarga berencana Pemeriksaan fisik, 24
pendidikan, dan
penulisan resep
Pemeriksaan anak . Pengkajian fiSik, . 19
sehat' rujukan untuk yang
sakit, imunisasi dan
." ". .
. penapisan. ..
'.. Kehamilan dan nifas ,•. Pengkajian fisik dan 42
• H pemanta:h'an .... <H
" ..... opt~hietri, Pemeriksllanmatadan' 9 .'
. "penulisan tesep " .' ' ........'.' ..
Podiatri PeI\gk:~jian dantet;api 6. .:
Konse1ingd~nt6rapi. ' ". Tetapida.n pendidikan '" . 31
pellyakit kr~ni~ ..•.. . .' perawatanhipertensi( .. '
.' [Link]; dan ~Qndisj
•. [Link] ."\
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 233
dengan jumlah kunjungan rata-rata 125 orang per minggu. Para
dokter dan warga mengangkat direktur klinik. Menurut direktur
klinik, warga CT 402 sangat memerlukan layanan medis sebagai
berikut:
• Pengkajian, tempi, dan tindak lanjut bayi, anak, remaja, dan de
wasa yang sakit.
• Pengkajian dan penyembuhan gigi.
• Konseling, rujukan, dan jika mungkin terapi terhadap penggunaan
obat dan alkohol.
• Pendidikan kesehatan terhadap kelompok terutama ibu [Link], or<lIlg
tua yang meinpunJlli anak remaja, dan remaja ,
• Kelas perawatan diri dan kesejahteraan· pada seluruh kelompok
umur
• . Kelompok pendukung orang tua tunggal dan para lan~ia
Tidak ada pelayanan pendidikan kesehatan atau kOllseling yang
konsisten. Pelayanan transportasi dan daerah perumahan ke klinik,
perawatan gigi, dan perawatan di rumah telah terhenti sejak 2 tahun
yang lalu, setelah sumbangan menm-un. 'Masalah utama yang di
hadapi oleh klinik adalah rekruitmen tenaga kesehatan khususnya
perawat dan dokter. Pelayanan kIinik tidak akandapat ditingkatkan
(dan dipertahankan pada tingkat yang ada saat iru) kecuali apabila
jumlah tenaga kesehatan ditambah dan dipertahankan.
Kebanyakan warga Rosemont mengetahui keberadaan klinik
Third Street~ dan banyak yang memanfaatkan pelayanannya secan
rutin. Hambatan utamanya adaiah banyak warga harus menempuh
perjalanan 2-3 km untuk menuju lokasi klinik (tidak ada ken
daraan umumlbus yang melewati klinik). Penduduk Rosemont
merasa diterima kedatangannya di klinik, dan petpindahanlpergan
tian staf yang rendah, menimbulkan hubungan positif antar;}
staf dan komunitas. Masyarakat mengungkapkan kebutuhannya
terhadap penanlbahan pelayanan klinik.
Rosemont Health Center
Rosemont Health Center, terletak di tengah CT 403. Klinik ini merupa
kan klinik nonprofit yang kegiatannya meliputi diagnosis dan peng
obatan penyakit menular seksual (termasuk infeksi HIV). Klinik ini
bub dati Senin sampai Sabtu pukul 06.00 sampai pukul 22.00 dan
234 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Minggu buka dari pukul14.00 sampai puku122.00. Klinik ini me
laporkan 20% kasus sifilis dap 60% kasus gonorea di Jefferson.
Kurang lebih -6oo-pasien.-.ber-kunjung setiap bulannya "(200 kasus
baru, 200 kasw kambuhan, dan 200 kasus tindak lanjut). Anggota
staf profesional ada 75 orang, semuanya" sukare1awan yang me
nyumbarigkan 4-10 jam layanan sebulan. Direktur k:linik ini bekerja
paruh-waktu. Negara bagian menyumbang penisilin, kultur tetanus:
dan Laboratorium Riset Penyakit Kelamin (Venereal Disease Research
Laboraiory, VDRL). Pada awalnya -pelayanan diberikan dengan cuma
cuma. Saat ini setiap kunjungan ditarik bayaran $10 untukpengganti
- penllatan,.sewa,dan bahan-bahan- yang digunakan. (Namun, tidak
se6rang pun yang tidak dilayaru). Sembilan puluh persen
pasien adalah
gay. Setiap pasien memiliki nomor pengenal dan kartu yang harus
ditunjukkan pada saat datang ke klinik. Klien yang mengalami krisis
psikologis dirujuk ke departemen kesehatan kota untuk konseling.
Kebanyakan" pasien datang dengan mengendarai mobil atau berjalan
lr..al<.i ke klinik. - "
Direktur pusat kesehatan ini mendiskusikan adanya kebutuhan
mendesak akan konseling dan kelompok pendukung lanjut,
khususnya bagi pengidap HIV positif. Kebutuhan sdanjutnya ada
lah program orientasi dan informasi penyegaran bagi anggota staf,
yang kebanyakanadalah bekas pasien di pusat kesehatm tersebut.
Mayoritas pasien berasal dari Rosemont, meskipun ada peningka,t
an jumlah pasien dari Hampton dan sekitar Jefferson' yang fluktua
tif. Hasil survei di ruang tunggu pasien menunjukkan bahwa
pe1ayanan yang diberikan sangat memuaskan; perjanjim jarang
dibatalkan oleh pasien.
Hasil observasi membuktikan bahwa suasana pelayanan bersifat
" hangat dan perhatian karen a pasien diperlakukan secara terhormat
dan privasinya dihargai sesuai dengan kebutuhan. Bagaimanapun,
terlihat dua kantong sarnpah yang terbuka berisi spuit dengan jarum
yang masih menempel dan tidaktterlihat kereta emergensi. Tidak ada
kebijakan standar dan pedoman prosedur" maupun protokol untuk
tindakan emergensi terhadap respons pengobatan (n:iisalnya reaksi
penisilin) bagi sukare1awan yang bekerja di sini.
Fasilitas Pelayanan Sosial
Karena lembaga pelayanan sosial sering kali berada di dalam gedung
perkantoran, lokasinya di komunitas sulit untuk diidentifikasi pada
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 235
saat Windshield SlIrtJry. Disarankan untuk menggunakan buku pe
tunjuk dari kamar dagang atau badan perencana lokal dalam me
mulai proses identifikasi organisasi pelayanan sosial yang relatif
dekat dengan komunitas yang dikaji. Apabila komunitas tidak merni
liki kamar dagang, gunakan petunjuk telepon.
Fasilitas Pelayanan Sosial Ekstrakcmunitas
Pelayanan konseling dan dukungan
Hamptoll ComprehenJilJe CO/Illsding Center dibuka tahun 1971 oleh war
ga Hampton dan Jefferson dengan tujuan menyediakan pelayanan
konseling pada remaja pengguna obat terlarang. Saat ini, pus at
konseling menyediakan programkesehatan mental yang komprehensif
bagi seluruh warga Hampton. Pusat konseling ini terletak 3 km
sebelah selatan Rosemont. Meskipun masyarakat dapat merujuk
sendiri ke pusat konseling ini, sebagian besar pasien dirujuk dari
sekolah, klinik, dan praktisi swasta. Pembiayaan berdasarkan pada
skala geser: penggantian biaya dari pihak ketiga tidak diterima.
Anggaran operasional tahun lalu sebesar $800.000. Sumber pendapatan
sebagian besar berasal dari klien, walaupun ban yak gereja dan
lembaga pelayanan sosial mensponsori individu dan keluarga. Staf
terdiri atas 6 tenaga profesional dan 2 tenaga adwinistrasi. Pelayanan
yang disediakan oleh pusatkesehatan ini dapat dilihat pada Tabel 9
17. Rata-rata pasien per bulan adalah 300 orang. Direktur pusat
terse but menjelaskan bahwa populasi pasien adalah kulit putih dari
kalangan menengah ke atas dan pasien laki-Iaki lebih banyak dari
perempuan. Sebagian besar pasien datang ke klinik dengan mengguna
kan kendaraan pribadi. Tidak ada rencana penambahan jenis layanan
karena staf pusat konseling meyakini bahwa pelayanan yang mereka
sediakan te1ah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Warga
Rosemont mempertanyakan manfaat pusat konseling, dan tidak
seorang pun mengetahui siapa yang pernah memanfaatkan pusat
konse1ing tersebut, meskipun semua warga yang diwa'Wancarai
mengetahui adanya beberapa remaja pengguna obat-obatan.
. YMCA Yo'4th Development Onterdi Rosemont menyelenggarakan
program-program rekreasi dan pendidikan. Program lainn ya adalah
YMCA untuk pengungsi Indo-Cina (YMCA Indo-Chinese Refugee Pro
gram), merupakan sebuah lembaga yang memfasilitasi penempatan
kembali imigran Asia. Pelayanan utamanya meliputi orientasi
236 BAG IAN II II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
budaya, konseling pekerjaan dan penempatan, serta kursus bahasa
Inggris sebagai bahasa kedua. Lembaga ini pernah mengalami pe
ningkatan keuntungan sampai 200% selama 3 tahun terakhir. Saat
ini, lebih dari 100 orang memanfaatkan fasilitas tersebut setiap hari
nya. Meskipun keempat stafnya menguasai dua bahasa, jumlah ini
terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan komunitas Vietnam yang
merupakan proporsi terbesar penduduk yang tinggal di Rosemont.
Staf YMCA berkeyakina.'1 bahwa kebutuhan yang mendesak untuk
dipenuhi adalah konseling dan program terapi untuk pengguna
alkohol dan obat-obatan serta pengajaran keterampilan dasar untuk
bertahan hidup (misalnya mendapatkan pekerjaan, perumahan, dan
perawatan medis). Staf )1v:1CA memperkirakan 40%-50% bangsa
Asia yang memanfaatkan pelayanan mereka berasal dart Rosemont.
Warga Asia di Rosemont mengakui bahwa lembaga ini responsif
terhadap kebutuhan mereka, tetapi mereka harus menunggu lama
(kadang-kadang beberapa minggu) untuk memulai pendidikan atau
konseling.
Pelayanan Deskripsi
Diagnosis Prosedur penapisan untuk penyandang cacat
mental; rekomendasikan pelayanan untuk
memenuhi kebutuhan klien
Informasi dan rujukan Tim terkait mengoordinasikan layanan dengan
sekolah untuk penyandang cacat mental dan
rumah sakit untuk penyakit mental
Konseling dan terapi Terapi kelompok dan bermain yang tersedia
• Pelayanan penyalahgunaan obat Pelayanan konseling
dan alkohol
• Evaluasi psikiatrik dan Bagian psikiatrik melakukan evaluasi dan .
.pelayanan medis pengobatan bagi klien
· Pelayanan emergensi Menangani panggilan kondisi krisis 24 jam per'
hari, 7 hari per minggil .
: Pendidikan dan konsultasi . S tafpusat konselirig bekerja dengan kelompok
lain di masyarakat, termasuk sekolah, polisi,
dan iembaga pelayarian sosial, untuk
menanggulangi ma~alah setempat.
(Data dad Hampton Comprehensive Counseling Center.)
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 237
Pakaian, Makanan, Tempat Berlindung, dan Pelayanan Kesejah
teraan Dasar
Sebagian besar gereja dan gereja kaum Yahudi memiliki dapur ma
kanan, dan banyak di antaranya yang dapat menyediakan tempat
berlindung darurat dan menyediakan pakaian serta pelayanan trans
portasi penting. Biasanya orang ditolong saat datang memohon
bantuan, namun kadang-kadang gereja diberi infor masi mengenai
keluarga atau individu yang memerlukan bantu an terse but:. Di
Hampton, sebuah organisasi khusus bernama Tbe Metropolitan Mi
uistries, menjadi penghubung anmra komunitas keagamaan di Hampton
dan warga masyarakatyang membutuhkan pelayanan sosial. Organisasi
ini bertindak sebagai koordinator layanan, untuk mencegah duplikasi
dan merujuk warga ke suatu program yang dapat memenuhi ke
butuhan mendesaknya dengan cara terbaik.
• • I) .... " ••
CATATAN Pada sebagian besar komunitas, untuk memperoleh pela
~ r. [Link].f~ gereja har~s [Link] secara individl!al. .
.... .......... ::>elam gereJct dan gereJa Yahudi, banyak toko yang menJual
kembali pakaian terletak di area pertokoan dekat Rosemont. Warga
sangat mengetahui toko ritel yang ada dan secara aktif mempro-;
mosikan barang-barang dagangannya. .
Jej)fmon CONnry We!tclre Department dan Hampton IPeifare
Department menyeleksi dan memberikan cap makanan, subsidi pc
rumahan, dan memeriksa bantuan finansial. Setiap departemen
memiliki divisi perlindungan anak yang menelurusi laporan tentang
penyalahgunaan dan penelantaran anak. Divisi ini menyediakan
pelayanan kasus, penempatan tempat tinggal, perlindungan daru
rat bagi perempuan dan anak-anak, serta pendidikan menjadi orang
tua dan kelompok terapi anak. Departemen ini dibiayai oleh pene
rimaan pajak federal, negara bagian, maupun lokal.
Pelayanan Khusus
The United Wcry menampilkan 42 buah lembaga pelayanan dukung
an sosial untuk publik yang ada di Hampton dan Jefferson. Petun
juk The United Wcry berisi informasi setiap lembaga, plus layanan
dan rincian biaya. Lembaga yang ada pada daftar dari Tbe United
Wcry meliputi United Wtry Society to PmJent Blindness, American Lung
Association, March of Dimes, Woman} Center, ParalYzed Veterans
Association, dan International Rescue Committee.
238 BAGIAN 1/ II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
CATATAN Dalam materi pengkajian komunitas, idealnya Anda mungkin
perlu membuat daftar lembaga pelayanan sosial, selama
mencari informasi (misalnya, alamat, nomor telepon, pe
layanan utama, dan orang yang harus dihubungi.) Brosur
yang menjelaskan pelayanan, persyaratan, dan sebagainya
sangat berguna.
Fasilitas Pelayanan Sosial Intrakomunitas
Dua gereja eli Rosemont) South Main Methodist dan Westpark
Episcopal, memiliki berbagai program sosial di komunitas yang
sangat luas meliputi pelayanan prasekolah dan perawatan sehari;
pemberian dana untuk makanan, pakaian, dan tempat tinggal; dan
banyak. kelompok pemberi dukungan (misalnya Parents Without Part
ner.r, Singles, and Solitaires). Westpar k memiliki sebuah pusat perawatan
lansia yang buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00.
Para lansia menikmati berbagai program rekreasi dan penelidikan
serta makan siang yang hangat. Selain itu, para sukarelawan bertugas
membantu lansia dalam berbelanja dan bepergian, memperbaiki
kerusakan kecil di rumah, melakukan tugas rumah tangga ringan,
dan menyajikan makanan untuk anggota lansia yang tidak mampu
petmanen maupun sementara. Namun, Westpark tidak mempunyai
kelompok atau program bantuan yang eliarahkan pada populasi gay
yartg besar. Pada saat elitanyakari pada anggota staf, mereka menjawab
"masalah tersebut tidak ada eli komunitas ini". South Main pada
Jumat malam mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan me
rencanakan pelayanan tambahan untuk populasi gay, meskipun hal
ini elitentang keras oleh jemaat senior.
Di bagian utara CT 403 terdapat Lambda Alcoholics Ano'!YmoNs
(AA), [Link] program k...l-tusus untuk gay laki-Iaki dan perempuan,
merupakan suatu kelompok yang pada awalnya tidak eliperkenankan
bergabung dalam Alcoholic An0'!Ymous. Lamda AA eli CT 403
merupakan kelompok yang aktif, dengan jumlah peserta saat ini
adalah 200 orang. Semua kelompok dari berbagai latar belakang
sosial-ekonomi haelir dalam rapat, dan para anggota bergantian
menjaeli pemimpin kelompok pendukung.
EKONOMI
Subsistem ekonomi meliputi "kekayaan" Rosemont, yaitu, barang
dan jasa yang eliseeliakan untuk komunitas ter masuk biaya dan tun
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 239
TABEL9-18 Jndikator Ekono~i da~ Sumber IiIformasi . '. . " "
: lodikator Sumber
: Karakteristik finansial
· Rumah tangga
:.'Median penghasilan rumah tangga.· .
· % rumah timgga prasejahtera' }
% rumah tangga penerima bantuan pilblik :..... . .
% rumah tangga yang dikepalai perempuan .' . '.' Catatan sensus
, Biaya bulanan untuk rumah tangga pemiIikdan
: rumah tangga penyewa .
. Individu
· Pendapatan per kapita " ", '
% orang yanghidupberkecukupan Catatan sensus
: Karakteristik tenaga /cerja
· Status kepegawaian
, Populasi umum (usia 18 tahun I »
% bekerja . '. }. .
% tidak bekeIja ' . ' .... Kamat dagang
% tidak ikut serta bekerja (pensiun) '. . .' . Departemen tenaga kerja
Kelompok khusus' '. . • . Catatan sensus'
% karyawan perempuan dengan anak di bawah 6 .
tahun
; Kateg(Jri peke,ja~nt1anju:nlah(%rorangytmg ..
.' bekelja ..':: ...
: Manajerial i
· Teknisi
: Pelayanan
: Petani
· Produksi
. ~'" .' .
• Operator/buruh . . • . .
, Aktivitas dan keanggotaan serikat b~ruh Kllh~o~serikat buruh
s~![Link]
jangan dalam meningkatkan pola alokasi sumber. Harus disaclari
bahwa faktor ekstrakomunitas seperti kondisi ekonorni US dan
dunia sangat memengaruhi kondisi ekonorni setempat. Faktor intra
komunitas pun ikut memengaruhi subsistem Iainnya sehingga harus
dimasukkan dalam pengkajian. Tabel 9-18 memuat area ekonorni
komunitas yang perIu dipelajari dari semua sumber data. Data sensus
dapat dipergunakan untuk meringkas sebagian besar indikator
ekonorni. Dua indikator kWlci kesejahteraan ekonorni komurutas
adalah persentase rumah tangga prasejahtera dan angka pengangguran.
N
-/:>.
o
co
»
C)
:;;:
Z
=
';. -', ,",' ''.'' _: _ .• ~,- ,,>' ,i- ,: .i',_ :" ',.~:',.-',-)~j .. -:, _
TABEL 9,.[Link] Pengbasilan padaT~bu'n11980 dim Tabun 1990 untuk CT 402, CT.403,danHaPlptonCity '.
. • ',' ...., . . . . ' .1 :':' . ",.' - .; .::' .
'.
," _
,,:
.
_ -',', ,
.-", _.:
• '.,' :
'.,. •
_ ' .• ',
. ,
_.
•
-0
::0
CT403 CT402 HamptOli o
VI
m
VI
'. Indeks penghasilan 1980 1990 1980 199D 1980 1990 A
o
; Median penghasilan rumah tangga $4.776 $21.238 . $16.019 $25.878 $15.321 $29.378 s:
c
! % seluiuh keluarga dengan z
=4
l penghasiIall di bawah rata-rata 53,7 . J8,3 5,4 13,3 7,1 14,2 e.
VI
\; %.rumah tplg;ga yang . m
.
.;.'. dikepalai wanita. .
\": ..
49,2 TT 11,1 TT 15,4 12,7 ~
C)
~
s:
=i
::0
n = tidak tercatat.
»
(Data dari sensus tahun 1980, karakteristik sensus tahun 1990, karakteristik
~.J,,~
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 241
Karakteristik Finansial Rumah Tangga'
Dua sensus mencatat bahwa karakteristik penghasilan komuni
tas Rosemont sangat berbeda jauh. Data sensus menunjukkan medi
an penghasilan rumah tangga di CT 402 adalah $21.238, sedang
kat'l di CT 403 adalah $25.878. Tabel 9-19 menyajikan gambaran
perbandingan antara penghasilan masyarakat dan Hampton tahun
1980 dan 1990.
Bisnis
Beberapa gedung perkantoran besar terletak di perbatasan bagian
utara area sepaujang Audubon Parkway, termasuk kompleks National
General Lift InslIranceyang terdiri atas tiga menara, yaitu New National
Tower, NationalSenitI! COtporation, dan gedung SetOndMortgage COtporation.
Wqy-on-Bqyoll, yang merupakan kompleks perkantoran juga di
bangun disudut Way Drive dan Buff's Bayou. Semua gedung
tersebut memiliki interior yang luas, arsitektur modern, dan ditutupi
oleh taman. Beberapa warga di area ini menjadi karyawan di kantor
tersebut; meskipun menurut warga setempat, kebanyakan karyawan
tinggal di 1~ar Rosemont.
Area bisnis utama terdiri atas pabrik susu Rose 1I1ilk C01JJpa/!y yang
ter1etak di tepi utara area Way Drive, Sheet Metal Workers Union
Local No. 54 di sudut Way Drive dan Jackson, dan American Life
[,Wfrance C01JJPan,y di Green.
Di sepanjang jalan raya utama di area ini terdapat bisnis milik
penduduk setempat seperti toko grosir, toko kerajinan, toko barang
antik, pembersih, dan restoran kecil Oihat bagian Deskripsi Fisik).
Bisnis semacam ini juga menyebar di sepanjang area di kawasan
tempat tinggal penduduk. Pusat [Link] penerangan dan 1istrik
berlokasi di tepi utara area. Bagian pemeliharaan kendaraan dan
perbaikan jalan Hampton juga terletak di West Pleasant di bagian
utara area Rosemont. Beberapa gedung percetakan (mungkin pusat
terbesar di Hampton) terletak di ujung utara area, se1ain studio radio
saluran 11 ( KHAM -TV).
Menurut warga setempat, pengaruh ekonomi bisnis tersebut ter
hadap area Rosemont sangat sedikit karena banyak wa~ga bekerja
di 1uar Rosemont dan meskipun mereka mengunjungi toko di dalam
kota, tetapi mereka cenderung berbe1anja di daerah lain di 1uar kota.
Warga juga mengindikasikan bahwa sebagi<:ln besar bisnis yang
242 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
CT402 CT403
Jumlah Total % Jumlah Total %
Pabrik 92 10 430 15
Pedagang eceran dan partai besar 450 48 1084 37
Pelayananprofesional 387 42 1423 48
Jumla h 929 100 2937 100
(Data dari sensus, karakteristik terpilih.)
sangat besar ini tidak berpartisipasi seeara langsung dalam ke
hidupan masyarakat. Beberapa industri terpilih di area ini disajikan
dalam Tabel 9-20.
Apabila ada bisnis besar eli komunitas yang mempekerjakan euk
up banyak penduduk, dibutuhkan pengkajian menyeluruh. Pe
doman sempurna dalam mengkaji situasi pekerjaan terdapat dalam
artikel dari Serafini (1976) pada akhir bab ini.
"T~BEL 9.~21 Ten~g~ Kerja Rosemo~t· :_ .. ' . . '~.".'; .:' -
~ • ,_ ~ • r: .... • . " .. _. _ ' , ....
CT402 CT403 . Hampton
. Tenaga keIja 16 tahun atau lebih .·.4.580 6.470 1.189.136 .
'. Tenaga kerja.. 1.825 5.472 850.389
'. Persentasetenagakeija usia 16
. tahun atau lebih' '. 39,8 85,4 71,5 '
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
'. . . . , .
TABEL 9-22 Kelompok Pekerja Rosemont
, .. -- .
CT403
..Jumlah T()tal%. .' . J umlahTotal %
; Gaji dan upah swasta·1219,:;'.67. 4168· 76
i Pem~rifltah:" ;;;,:,' .. 31k\.':,18.· 664" 12 ."
i Pemerintah lokal·.:"·,,,:',, .' ..23·S "., 13.. .' .307" . 6
: Pekerja
['Total'
lepas.(self-~mplbyed)
;)'i~'-"
....~:. . :.;;;1·'.·8}2425'.'.· ,·.:· .· "~.·• .,;.·.·.,•.·.; 1·;0~20·;:~,' 36
"'.' .' .......:5.:..43732
160>
~.. ~::><,.:;~'.:~'-.~';.',:::" ... :~ .. -,!:, .. ;.. ", .,.-:~'. :~ :;;:':.--;.,:~ ,:" " .:, ... :~. :.
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 243
TABEL 9-23 Pekerj'allD di Rosemont . . . '.
CT402
Jumlah Total %, Jumlah Total %
- Manajerial dan spesialis
profesional 117 7,1 2238 42,1 '
: Teknisi, dagang, pendukung
administrasi 198 '12,1 'f813 34,1'
, Peiayanan 724 44,2 , ' '500 ' ' 10,5
Pertanian 28 ,1,7 11 ' 0,2
Produksi yang memerlukan
ketepatan 186 11,3 463 8,7
Operator, pekelja pabrik, buruh ' 387 ,23,6 230 4,3
Total 1640 100 5315 iOO
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
Ketenagakerjaaan
Status kepegawaian
Seperti telah cliungkapkan sebelumnya, angka pengangguran meru
p<Lk;.an indikator penting "kesehatan" ekonomi k~munitas. Tenaga
kerja suatu komunitas terdiri atas inelividu yang berusia 16 tahun
atau Iebih. Tabel 9-21 menyajikan ringkasan data penting yang ber
hubilllgan dengan tenaga kerja komunitas Rosemont. Mayoritas pe
kerja dikategorikan pada kelompok "gaji dan upah swasta" seperti
terlihat dalam Tabe19-22.
Pekerjaan
K ate gori pekerjaan secara umum elicakupkan dalam sensus. Tabel 9
23 menyajikan pekerjaan warga Rosemont.
CATATAN
Sensus kategori pekerjaan bersifat sangat umum. Agar dapat
menentukan dengan tepat kategori pekerjaan yang ada, adalah
~~ penting untuk bertanya kepada orang yang bersangkutan atau
dengan melihat kategori yang dipublikasikan oleh departemen
tenaga kerja.
Perbedaan antara dua sensus yang dilakukan eli Rosemont dapat
jelas terlihat dalam pekerjaan masyarakat. Hampir separuh pekerja
eli CT 402 termasuk kategori "pelayanan", yang persentasenya mi
rip dengan pekerja eli CT 403 yang termasuk "manajerial dan spe
sialis profesional ".
244 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Indikator Sumber Informasi
Keamanall
Pelayanan perlindungan Kantor perencanaan(kota, daerah, dan
negara bag ian)
Pemadam kebalaran'
Dinas pemadam kebakaran (lokal)
Polisi
Diims kepolisian (kota dan daerah)
SaGitasi
Pabrik Pengolahan air dan lim bah
Sumber limbah dan penanganannya Air Control Board (badim pengawasari
Limbah padat } udara) (kantor negara bagian, regional,
Kualitas udara danlokal)
Transportasi
Pribadi
Sumber transportasi Data sensus: karakteristik penduduk .
Jumlah orang yang tidak mampu dan perumahan
transportasi }
Umum. .', . . .
Pelayanan bis (rute, jadwal, dan
ongkos)
Jalan (jumlahdan kondisi; primer,
Otoritas transportasi !okal dan kota
sekunder, [Link] area pertanian
Diriasjalan raya negara bagia.n
ke pasa!) ......... •..'. ..' . ,
Jalart tol ant8:megara~agian
.. . .
Sistem linta:S:.:..jahin r~y(l , '. . ,
Pelayanan udara(pribadi dan umum) Lapangan udara lokal (Catalan: ..
Lapangan udata lokal blasanya diiniliki
daridioperasikanoleh pemerintah kota)
'Pelayanan keret~ api Di US, Amtrak merupakansumber
utama. transportllsi kereta: .antarlcota
KEAMANAN DAN TRANSPOR1:ASI
Tabel 9-24 men;mat komponen utama keamanan dan transportasi
yang memengaruhi komunitas.
Pe1ayanan perlindungan
Pelayanan pemadam kebakaran, kepolisian, dan sanitasi tersedia di
Hampton. Penduduk Rosemont membayar pelayanan tersebut me
lalui pajak mereka. Oleh karena itu, pelayanan ini ter masuk pelayanan
ekstrakomunitas, bertempat di iuar komunitas Rosemont.
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 245
Perlindungan terhadap Kebakaran
Dinas pemadam kebakaran dan MEAS bergabung di Hampton.
(Untuh: penjelasan mengenai MEAS, liliat bagian Pelayanan Kesehatan
dan SosiaL) Pos pemadam kebakaran melayani Rosemont dengan
dua truk, satu kapal udara (untuk penyelamatan selama kebakaran),
dan 20 personel. Petugas pemadam kebakaran harus menyelesaikan
335 j,:l.m pendidikan dasar bersertifikat. Kapten tim pemadam
kebakaran melaporkan waktu respons kurang dari 10 menit. Selama
90 hari sebelum pengkajian, pos ini telah menangani 45 kasus
kebakaran, sedangkan dalarn periode yang sarna pada tahun sebelum
nya berjumlah 39 kasus. Empat puluh kasus terjadi pada rumah, dan
api diduga berasal dari dapur. Penyebab lain kebakaran adalah api
rokok dan anak-anak yang bermain korek api. Selain menangani
kebakaran, petugas [Link] cara memeriksa keamanan
rumah; mengajarkan pencegahan ke bakaran di sekolah dan kelompok
w..asyarakat; dan membagikan stiker di lokasi tempat an ak-anak,
lansia, dan binatang peliharaan berada, sebagai tanda perhatian da
rurat pada saatkebakaran berlangsung.
Perlindungan Polisi
DinaS kepolisian yang melayani Rosemont memiliki staf tetap 27
orang, terdiri atas 21 orang polisi dan 6 orang sipil (4 orang kurir dan
2 orang tenaga administrasi), Perangkat lain yang ada adalah 5
kendaraan patroli bertanda dan 4 kendaraan patroli tanpa tanda, dua
sepeda motor, dan sistem penyimpanan dan pengolahan data komputer
yang lengkap. Pos polisi ini memiliki satu sel tahanan sementara
se belum tahanan dipindahkan ke penjara Hampton. Menurut pelapor,
waktu respons terhadap Rosemont adalah 4 sampai 6 menit. Statistik
kriminal CT 402 dan CT 403 disajikan dalarn Tabel 9· 25.
Kriminal terbanyak adalah pencurian di rumah dan pencurian,
dan Kepala kepolisian yakin tindak kriminal tersebut dilakukan bukan
oleh penduduk Rosemont. Mengendarai mobil dengan kecepatan
tinggi dan mengemudi sambil mabuk (driving while intoximted, DWI),
juga sering terjadi di Rosemont, meskipun setelah penambahan dua
buah sepeda motor polisi pada dua tahun lalu, jumlah kecelakaan
lalulintas menurun 38%. Dinas kepolisian menyediakan layanan
berikut untuk warga Rosemont:
N
./:.>.
0'
0:1
f)
:;;:
Z
=
·, T ABEL 9-25 8tatistik kriminalCT 402dan •
'1996 1997 1998 1'999 "o
;>;)
V>
CT 402 . CT 403 CT402 CT403 CT402 CT403 CT 402 ' CT 403 m
V>
A
5 3 7 7 10 3 ~
C
24: 19 22 18 34 17 Z
::;
196 100 204 104 328 186 »
V>
, 40 17 4727 94 29 V>
m
0:1
263 288 274 279, 295 345 339 f)
403 ' '. 462 423 371 397 384 363 ~
103 144 113 214 112 109 327 3::
::;
1034 1033 1090 1020 1149 1304 1264 ;>;)
»
"
(Data dari dinas kepolisian Hampton,)
"+ :",;;'i:i4
BAS 9 • Pengkajian Komunitas 247
• Pengawasan rumah - pada saat warga pergi ke luar kota, polisi
akan memeriksa rumah mereka 3 kali sehari ~pai 3Q hari.
• Identiftkasi - polisi akan menyewa pengukir untuk mengukir
nama warga pacla hartakepemilikan warga yang menginginkannya.
Dinas kepolisian juga melakukan registrasi dan menyebarkan
parnflet bagaimana cara melindungi sebuah rumah dari pen
cunan.
• Sidik jari - Dilakukan pemeriksaan sidik jari dan dibuat catatan
unUlk identifikasi din serta persyaratan imigrasi. Dinas kepolisian
baru-baru ini membuat saUl proyek khusus, yaiUl melakukan
kampanye ke seluruh kota untuk membuat sidik jari seluruh
anak-anak dan remaja. Satu bUM salinan sidik jari tersebut
diberikan kepada orang tua, sedangkan aslinya disimpan di
kepolisian. Setelah beberapa minggu mengt,Ullumkan proyekini
melalui radio dan Tv, petugas kepolisian mendatangi pusat
perbelanjaan setiap akhir minggu, untuk menjelaskan dan
[Link] proses pengambilan sidik jari. Proyek khusus ini
diadakan untuk merespons keprihatinan warga terhadap
mCningkatnya kasus anak hilang dan mengusut tunta'> kasus terse but.
• Kantor perlindungan he'WaIl peliharaan - Hampton memiliki
hukum tentang kurungan dan 'ran~ai anjing. Kantor perlindungan .
he'WaIl peliharaan mengambil he'WaIl yang berkeliaran dan me
masukkan ke dalarn kandang kota sampai pemilik atau peng
adopsi he'WaIl tersebut mengambilnya.
• Pendidikan publik - Program pencegahan kriminal diberikan di
tawarkan kepacla kelompok sekolah maupun masyarakat.
Warga Rosemont berulang-ulang menyuarakan keprihatinannya
terhadap keamanan mereka masing-masing. Para lansia menyatakan
takut diserang seperti teman-temannya yang pernah dirampok dan
diganggu pada saat mereka berjalan dan dan ke pusat perbelanjaan
di siang hari. (Seorang pemilik toko grosir melaporkan bahwa ia
menghentikan pembayaran tunai dengan cek Keamanan Sosial,
karena banyak sekali pelanggan yang diserang dan dirampok setelah
meninggalkan tokonya.) Perasaan terpenjara di rumah sendiri
sering diungkapkan, sehingga pertanyaan yang muncul adalah apa
yang clapat dilakukan untuk melindungi diri sendiri.
Para laki-Iaki gay mengemukakan pengalamannya diperlakukan
menyakitkan oleh polisi serta harus inenunggu Qebih dari 30 menit)
248 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
untuk mendapat bantuan polisi jika mengalami kejadian tertentu.
Penduduk m~laporkan bahwa kegaduhan dan pertengkaran serta
pengaruayaan fisik makinbiasa terjadi--di-R:osemont. Warga sangat
prihatin dengan diri mereka sendlridail Ofailg lain, mereka meng
inginkan tempatyang aman untuk hidup.
Sanitasi
SUMBER DAN PENGOLAHAN AIR
Permukaan tanah Rosemont adalah datar dengan ketingg4n yang
. sedikit berubah. Banyak terdapat genangan air, yang dapat JIle
nimhulkan peningkatan populasi nyamuk di musim panas. Drainase
mengarah ke timurlaut dan ke Buff's Bayou, yang merupakan satu
satunya sungai kedl yang terbuka di Rosemont. Seluruh air hujan
dan pembuangan lim bah cair elitampung dalam sistem pembuangan
air kotor Hampton. Tidak terdapat sistem pemisahan dalam pem
buangan air hujan. Akibatnya, pada saat hujan lehn terjaeli arus balik
limbah cair, dan warga mengeluh bau serta masalah yang ber
hubwlgan dengan kakus yang tersumbat.
Limbah cair dari Rosemont eliolah eli 5th Street Plant. Moratorium
air limbah terjadi eli Rosemont, karena kelebihan kapasitas eli 5th
Street Plant. Akibatnya, hanya tempat tinggal keluarga tunggal yang
dapat elibuat berdasarkan pada kapling yang elirencanakan. Warga
yang mengajukan izin membangun rumah untuk keluarga multi
diben pilihan, apakah menunda pembang'.man untuk jangkawaktu
tertentu atau membayar biaya berdasarkan kepemilikan bangilllan
yang eliproyeksikan dan jumlah limbah cair yang dihasilkan. Biaya
terse but digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan
setempat. Namun, jika pemohon memilih untuk membayar biaya,
baru 3-4 tahun kemudian izin terse but eliberikan.
Air miniun untuk Rosemont berasal dari Danau Hampton, yang
terletak 32 km sebelah utara kota. Warga kota mengkhawatirkan ke
mungkinan terkontaminasinya air mllum oleh timbal dan loganl
berat lainnya. Tidak ada tes rutin terhadap air minum kecuali
kandungan klor untuk memenuhi persyaratan departemen kesehat
an negara bagian~ Fluor tidak ditanlbahkan dan juga tidak terdapat
secara alami dalam air minum Rosemont.
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 249
LIMBAHPADAT
Sampah diangkut dua kali seminggu; warga menyatakan bahwa pe
layanan·dan frekuensinya sudah· meinadai. Keluhan utama adalah
meningkatnya pembuangan barang-barang. besar seperti lemari pen
dingin, nmgku, dan lain-lainnya dan walaupun telah berulang kali
.warga menghubungi petugas berwenang untuk mengangkutnya,
narnun sampah terse but tidak dibersihkan secara rutin. Para ora.'1g
tua mengkhawatirkan barang rongsbkan tersebut melukai anak-anak
yang menggunakannya sebagai mainan. Selain itu, banyak mobil
rusak yang dibiarkandi haIaman parkir di jalan yang baru dibuang
sete1ah berbulan-bulan lamanya oleh petugas kota.
Kualitas Udara
FederalAirQualifYAct tahun 1967 menjamin terlaksananya pengawasan
kualitas udara. Kantor regional merrPliki suatu daftar sumber polusi
udara dan memantau status udara. Selainitu, setiap negara bagian
membentuk Badan Penasihatyang bertugas untuk menyusun standar
kualitas ndara dan program kualitas udara jangka panjang.· Stasiun
pengawas udara ietempat, mengambil sampel dan mencatat informasi
kadar polutall seperti ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida dan
nitrogen dioksida. Selain itu, telah terukur dan tercatat 30-40 par
tikel (padat) melayang di udara, dan beberapa substansi dalam ben
tuk gas (misalnya amoniak).
Untuk mengkaji kualitas udara di Rosemont, Air Control Board
dihubungi; terdapat laporan terjadi peningkatan polusi udara, yang
disebabkan oleh peningkatan industri dan kepadatan penduduk.
Empat puluh kilometer sebelah timur Rosemont terdapat sebuah
kompleks industri yang besar, dan meskipun emisi sehari-hari dari
berbagai industri tersebutdalam batas normal, tetapi pola angin dan
suhu menimbulkan persenyawaan t:misi. Akibatnya, tampak asap
kuning menyelubungi Rosemont dan komunitas sekitarnya setiap
hannya. Warga di daerah tersebut mengeluh iritasi mata dan
meningkatnya gangguan pernapasan. Reak:si kimia yang memben
tuk asap dan kontnbusi emisi mobil dan industri serta potensi pe
ngaruh asap terhadap kesehatan, be1um diketahui dan sekarang
masih diteliti.
250 BAGIAN II • PROSES KOMUNITASSEBAGAI MITRA
CATATAN Termino\ogi polusi udara sering digunakani polusi udara ber
arti adanya satu atau lebih kontaminan dalam konsentrasi dan
durasi tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan ma
,. ... ... ... .....
~ ;; nusia, kehidupanbinatang, tanaman, at~u properti:-- .
Meskipun tingkat polusi tinggi dan industri berkembang pesat,
tetapi tidak ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah polutan di
atmosfer sekitar Rosemont. Hal ini disebabkan kepatuhan industri
terhadap standar yang ditetapkan oleh Air Control Board dan sistem
penzinan untuk industri barlL Warga dap<'lt mengajukan pendapat
mengenai perizinan konstruksi industri, sehingga memberikan pe
luang untuk diadakannya -forum opini publik dan penolakan yang
perludipertimbangkan oleh Air Control Board selama proses pem
buatan putusan. Warga juga dapat melakukan pengaduan sehubungan
dengan emisi khusus industn kepada badan terse but; kemudian Air
Control Board akan melakukan penyelidikan dan mengarsipkan
Iaporannya. ,
Pada tahun lalu, Rosemont mengalami tiga kali stagnasi udara
Karena konsentrasi polutan lebih besar dari biasanya, warga yang
menderita penyakit pernapasan seperti bronkitis dan emfisema
disarankan Ui'1tuk tinggal eli dalam ruangan dan membatasi aktivitas di
Iuar ruangan sampai stagnasi udarahilang.
CATATAN Stagnasi udara akan muncul apabilalapisan udara dingin
terjebak oleh lapisan udara di atasnya yang lebih panas.
Udara yang di bawah tidak dapat naik sehingga polutan
tidak dapat menghilang.
Badan berkeyakman bahwa wargakurang mendapatkan informasi
tentang definisi stagnasi udara dan tindakan tepat yang harus
dilakukan selama stagnasi udara serta tanggung jawab warga dalam
mengurangi kejadian polusi. Sebagai contoh, tampaknya warga tidak
menyadari bahwa sumber transportasi (misalnya mobil dan bis) ,
bukan industn, merupakan kontributor utama terhadap masalah
polusi. Selain itu, pembakaran dedaunan atau sampah dapat me
nimbulkan partikel halus yang menyebar ke udara kemuelian rne
nimbulkan iritasi mara, hldung, serta paru-parlL Untuk meningkatkan
pe.t;nahaman dan kesadaran warga, Air Control Board melakukan
. presentasi pada organisasi, sekolah, dan kelompok masyarakat.
Perencanaan program televisi dan radio dibuat untuk tahtin berikut
nya setelah dilakukan pengkajian.
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 251
CT402 CT403
Jurnlah Total % Jumlah Total %
Mengendarai sendiri 1351 42,8 3279 63,8
· Mobil jemputan 749 23,7 808 15,7
• Transportasi umum 721 22,8 567 11
· Jalan 231 7,3 300 5,8
A1at transportasi lain 79 2,5 130 2,5
Bekelja di rumah 27 0,9 58 1,2
Total 3158 100 5142 100
(Data dad sensus penduduk dan perumahan.)
'* "" ' .w' .
T ABEL 9-27 Pepduduk CT 402 dan CT 403 Usia 16 T~hun ke Atas Yilng !fidak'
Mampq B_ertra!lsp~tas( 4 ~
", . • • • ; • :. • . ' ' : ' . •
Tidakmampu Mampu Total
Jumlab Total % Jumlab Total % Jumlab Total %
Usia 16-64
· CT402 221 5,9 3495 94,1 3716 100
CT403 15 0,3 5908 99,7 5923 100
: Usia 65 keatas
: CT402 197 21,3 728 78,7 925 too
CT403 55 10,5 469 89,5 524 100
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
Transportasi
Pribadi
Alat transportasi utama di Rosemont meliputi jalan kaki, naik
sepeda, mobil, bis kota Hampton, "Van" kota Hampton (alat trans
portasi khusus untuk lansia dan penyandang cacat), dan bus
sekolah.
Transportasi pribadi utama adalah mobil. Tabel 9-26 menyajikan
jenis transportasi yang digunakan untuk mencapai tempat kerja
dan Tabel 9-27 menyajikan jumlah individu usia di atas 16 tahun
atau lebih yang tidak mampu bertransportasi. Menurut data sensus,
rata-rata perjalanan warga Rosemont menuju tempat kerja adalah
17,7 menit, sedangkan warga Hampton 26,6 menit.
252 BAG IAN Ii II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Umum
Transportasi umum utama yang ada di Rosemont dan komunitas
sekitarnya adalah sistem bis Hampton. Tersedia pelayanan bis dari
barat ke timur kota melintasi Pecan Drive dan Live Oak Boulevard
dengan interval perjalanan setengah jam sepanjang hari. Pelayanan
yang sarna juga diberikan untuk rute dari selatan ke utara, melintasi
Way Drive, Rosemont Boulevard, dan Hampton Street. Untuk orang
orang tertentu (misalnya lansia dan atau penyandang cacat), PO bis
menyediakan pelayanan dari rumah ke rumah, untuk mengantarkan
individu dari rumah ke pelayanan utama, rnisalnya ke toko makanan
atau pelayanan perawatan medis. Biaya untuk pelayanan ini ber
variasi mulai $0.50 sampai $1.00, setiap kali perjalanan bergantung
pada area geografinya. M eskipun semua pengguna menyatakan pe
layman ini dapat diandalkan, tetapi karena pelayanan tersedia hanya
dari Senin sampai Jumat, dari jam 08.30 sampai jam 17.00 dan
pemesanan harus dilakukan beberapa hari sebelumnya, maka
keadaan ini tidak cocok untuk situasi tertentu rnisalnya pada saat
sakit akut.
Jalan Raya
Jefferson (wilayah yang mencakup Rosemont sebagai salah satu
; bagiannya) merniliki jalan raya primer, sekundet, dan jalan dari lahan
pertanian ke pasar. Selain itu, beberapa mil dari jalan tersebut ter
dapat sistem jalan lingkar Hampton. Terdapat aua jalan tol yang
membelah Hampton dan dinas perhubungan telah menganggarkan
biayakonstruksi dan pemeliharaan jalanJefferson sebesar $2 rnilyar
untuk 20 tahun mendatang. Akibatnya, warga Jefferson diharuskan
dikenakan pajak tambahan untuk mengembangkan transportasi
antardaerah. \Varga Rosemont mengeluhkan kemacetan jalan dan
kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki selama berbulan
bulan. Kebutuhan akan penataan sistem jalan yang lebih efisien
selalu diungkapkan oleh warga.
Pelayanan transportasi udara
Jefferson merniliki empat bandara kecil. Hampton memiliki dan
mengoperasikan dua bandara; keduanya menyediakan pelayanan
penerbangan nasional dan internasional.
BAB 9 III Pengkajian Kornunitas 253
Pelayanan kereta api
Amtrak menghubungkan Hampton ke kota besar lainnya dan ke
negara bagian lainnya di AS. Di Jefferson dan Hampton tidak ada
pelayanan kereta api khusus bagi karyawan baik pribadi maupun
umum..
POLITIK DAN PEMERINTAH
Rosemont berada di dalam batas kota Hampton, yang memiliki
bentuk pemerintahan parlementer yang besar. Terdapat 14 anggota
dewan (5 wakil politik yang dipilih untuk melayani keseluruhan area,
bukan hanya bidang yang ada dalam divisinya), salah satunya me
wakili Rosemont dan komunitas terdekatnya. Setiap dewan meng
abdi selama 2 tah~.m. Badan legislatif kota mengadakan pertemuan
di Pusat Kota pada hari Selasa pertama setiap bulannya. Pertemuan
terse but terbuka untuk umum dan warga Rosemont sering kali
mengikutinya.
Dewan legislatif dan walikota adalah pembuat kebijakan seperti
kepala administratif kota Hampton. Tugas mereka meliputi: mem
pertahankan staf yang kompeten untuk mellgoperasikan layanan
seluruh kota (contohnya, dinas kepolisian dan'departemen kesehatan),
memberikan instruksi sesuai kewenangannya, dan menetapkan
anggaran untuk menerapkan kebijakan yang dibuatnya.
Walikota untuk Distrik Tiga, yang mencakup juga Rosemont,
adalah James Browning. James Browning dipilih berdasarkan suara
terbanyak dan terkenal di masyarakat Rosemont karen a ia merupa
kan pelopor pergerakan melawan bisnis seks (pergerakannya disebut
. juga "Perlawanan terhadap Bisnis Seks" [SOB Fight]. Persoalan ini
belum diselesaikan secara tuntas dan warga mendukung pemilihan
kerhbali Browning sebagai walikota agar ia kembali melanjutkan
pergera..~annya terse but.
Partisipasi aktif dari seorang walikota yang bernama Browning di
Hampton hanyalah salah satu indikator politik di Rosemont. Ada
beberapa organisasi politik dan kelompok sipil di area ini, yang
semuanya berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di
Rosemont dan membantu mendukung kegiatan interkomunitas.
Sinopsis ringkas beberapa organisasi yang aktif dalam dunia
politik di Rosemont disajikan dalam Tabel 9-28. (Orang yang dapat
254 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
{"h.. ~","., , - \ ' . '
~f~:EiI;'9~~8 Organi,sasi':Aktif dalam,Dunia Polit!k di Rosemont'· , .
=';f~~~~~'.:' ..~~,,,,.', ::_1,-.. ~.. : ;" -. . ., , ' _ - ".. " ,".
Organisasi Penjelasan
Neartown Business Alliance Pemilik perusahan setempat bertemu setiap
(Didirikan tahun 1949) bulan dan bekerja untuk meningkatkan daerah
dan bisnisnya. Aliansi ini berkontribusi
terhadap kampanye pendukung Rosemont.
Gay Political Caucus (Didirikan Gay Political Caucus sangat aktif dan selalu
tahun 1964) berpartisipasi dalam kegiatan politik, untuk
memengaruhi pemilihan umum melalui regis
trasi pemilih, kampanye, dan pendidikan.
Kelompok ini dipercayadalam pemilihan atau
mengalahkan beberapa kandidat. Keanggota
an terbuka bagi seluruh orang yang tertarik
pada pengembangan masyarakat. Pertemuan
kelompok dilak'llkan pada hari Selasa ketiga,
pukuI19.00.
, Rosemont Firehouse (Didirikan Merupakan kelompok koordinasi dan rujukan;
tahun 1973) mengoperasikail telepon hotline selama 24
jam untuk kondisi krisis. Organisasi ini di
sponsori melalui donasi dari sebagian besar
gereja setempatserta kelompok sipil, dan
kebanyakan petugasnya adalah para
subrelawan komunitas. ' ,
Rosemont Watch (didirikan 'Organisasi ini bekerja untuk mencegah
, tahun1978), kriminalitas melaluipendidikan dan kegiatan
tiyaci seperti "Block Awareness Week".
Dalam nielakukan kegiatannya, organisasi ini
berkoordinasi dengan kepolisiari Hampton.
Semua warga didorong untuk berperan serta.
Mereka mengadakan pertemuan sebulan
sekali.
. Senior for a Safe CommunitY Ariggota utamanya adatah para pensiun~n
(Didirikahtahuri 1980) (tetapiterbuka bagi seluruh warga yang
bernlinat) dan kelOnipokini dibenrukuntuk
mengatasi m~salah pe(ampokandan pencuri-' ,
ah ternadap paralansia,khu8usnya pada saat
, merdca meIidapatkan C6k [Link]
. Kt:lompokyalig:awalnya kecilteliih: ,,",
berkembartgluas setelahmemiliki"tujmiri;
,.sehingg'[Link]~tini mereka'~kHf te~libat dliJam
,,1,lpayapf.!nillgkat3nkualifashidllPyang}ebih ,
.' haif bagi'se:l~~~ ¢a~y~1:*~t (d~pg~,- ,..
pel)ekinan)Chuslls;pada'Iansia):Keton:rpokirii "
'", ilijf(}aJart{USOB Fight~'· Mnjuga b~keija '.
~ :.
,·sruP<l dt)ngariRoseinont watch, '. '
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 255
dihubungi, alamat, dan nomor telepon harus disebutkan dalam
daftar, tetapi tidak dicantumkan dalam uraian di buku ini.)
Beberapa kelompok lain di komunitas kurang terlibat secara
aktif, kecuali untuk isu yang sedang "hangat". Misalnya, banyak
sukarelawan seperti Amen"can Lung Association-Hampton Chapter,
berada di komunitas dan dapat dihubungi untuk membantu kam
panye khusus (misalnya, program pencegahan merokok di sekolah
atau kampanye antipolusi yang ditujukan untuk sumber ekstrako
munitas). Petunjuk layanan komunitas merinci semua jenis organisa
si beserta bidangnya Gantung, par~ kriminal, dan sebagainya) dan
bidang umum (Kelompok Rosemont biasanya dapat ditemukan di
"s outlJwest
I ") .
Kegiatan politik Di Rosemont digambarkan sebagai berikut: Sela
rna rnasa pemilihan umum, terdapat poster kampanye dimana-mana;
pidato di temp at ramai (tempat cukur rambut, toko grosir, bar) tidak
dapat dihindari dalam politik; banyak kampanye politik dilakukan
dalam rangka memberikan dukungan terhadap calon atau isu yang
diperjuangkan. Ada terlihat dua golongan politik Di Rosemont.
Laporan pemilihan umum menunjukkm bahwa warga CT 403 lebih
liberal dibandingkan warga CT 402. Hal ini dapat merefleksikan
bahwa warga CT 403lebih rnakmur, muda, dan profesional dibanding
kan dengan warga CT 402.
KOMUNIKASI
Komunikasi bisa formal atau informal. Komunikasi formal biasa
nya berasal dari ekstrakomunitas, sebaliknya komunikasi informal
sebagian besar biasanya berasal dan didiseminasikan intrakomuni
tas. Komponen penting dalam komunikasi formal dan informal
serta sumber datanya dapat dilihat dalam Tabel 9-29.
Komunikasi Formal
Hampton memiliki satu surat kabar utama yang bemama Hampton
, Herald Surat kabar harian lain adalah jurnal bisnis, Current Issue; koran
yang berorientasi kulit hitam, Progress; koran berbahasa Perancis, La
Prensa; dan tabloid Vietnamese. Hampton memiliki 12 stasiun AM dan
10 stasiun FM, 6 stasiun TV komersial, dan satu jaringan pendidikan.
Televisi kabel dapat diperoleh oleh warga Rosemont setiap bulan
jika berlangganan. Warga juga menerima pelayanan pos ke rumah.
256 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Komunikasi Informal
Papan pengumuman dan poster tersebar di komunitas dan gedung
perkantoran di Rosemont. Poster dipasang di pohon dan ditempel
kan di gedung di seluruh komunitas·dan brosur tampak diselipkan ke
pagar dan celah pintu. Radio dan televisi mengumumkan beberapa
acara mendatang dan membuka forum tentang isu komunitas.
[Link] CizJit' ASJodatioJl menerbitkan 4 lembar surat kabar dua
bulanan untuk mengingatkan warga tentang pertemuan dan aktivitas
sosial mendatang. Jajak pendapat dan survei tercakup dalam se
lebaran reguler yang dibagikan kepada seluruh warga secara gratis.
In for man kunci di Rosemont meliputi sekretaris Civic ASJotiatioll,
duta setempat, dan petugas dinas kebakaran dan kepolisian serta
anggota devvan sipil komunitas. Penduduk dapat terlihat "melaku
kan diskusi informal" di seluruh Rosemont, dan jika ditanya infor
masi apa yang mereka terima, mereka akan mengatakan sumber for
mal dan informal yang telah dijelaskan tadi.
PENDIDlKAN
Status pendidikan umum masyarakat dapat direkap dengan meng
gunakan data sensus. 1'1formasi sensus mencatat jumlah warga yang
Komponen Sumber Informasi
Formal
Koran (jumlah, sirkulasi, frekuensi,dan Kamar dagang
lingkup berita) Kantor penerbit koran
Radio dan televisi (jumlah stasiun, Perusahaan telepon
komersial versus pendidikan, dan Bukukuning
audiens). . Buku telepon
Pelayanan pos Data sensus pengguna telepoil
Status telepon (juInlah pelanggan)
: Informal .
Sumber: :rapan pengumuman; poster; .. Le~rning about the Coinmurzityon Foot ,
: brosur; dan suratkabardi tempat .. Mewawaqcarai wa;rga . .
.ibadah, Isota; danseKolahSUl-vel·
i Diseminasi ([Link]
menenmainformasi?)
Dari mulut ke mulut .
Pos.;:, . <.
; Radici;televisf . < ;;; ..\ ' .... , ..
BAB 9 • Pengkajian Komunilas 257
· Komponen Sumber Informasi
Status pendidikan
Usia lulus sekolah Data sensus - karakteristik sosial
i Jumlah pendaftar uiltuk setiap jenis Data sensus - karakteristik sosial
: sekolah
• Bahasa yang digunakan Data sensus karalcteristik sosiai
· Sumber peltdidikall
Intra- atau ekstrakomunitas Dewan pendidikan setempat
(kumpulkan data untuk setiap fasilitas) Pengelola sekolah (direktur atau
Pelayanan (pendidikan, rekreasi, kepa!a) dan perawat sekolah
komullikasi, dan kesehatan)
Sumber ( staf, luas lahan, keuangan, Pengelola sekolah
sistem pencatatan)
Karakteristik pengguna (distribusi Guru dan staf
geograflk dan profil demograflk)
• Keadekuatan, keterjangkauan, dan Peserta didik dan staf
· penerimaan pendidikan oleh peserta
didik dan staf
sekolah, usia lulus sekolah, dan persentase warga yang berbicara
bahasa Inggris. Untuk melengkapi pengkajian ini, diperlukan in
formasi tentang sumber pendidikan iltama (misalnya sekolah, per
guruan tinggi, dan perpustakaan) yang terletak dalam komunitas.
Tabe19-30 merupakan pedoman untuk mengkaji sumber pendidikan.
CATATAN Kadang-kadang sulit untuk menetapkan sumber pendidikan
sebagai bahan pengkajian. Kebiasaan masyarakat barang kali
merupakan satu-satunya indikator terpenting. Sekolah dasar
dan lanjutan yang diikuti oleh mayoritas anak muda di
komunitas, tanpa memerhatikan lokasi intra- atau ekstra
komunitas, adalah sumber pendidikan utama dan memerlu
kan pengkajian yang menyeluruh. Sedangkan, sekolah yang
terutama diikuti oleh siswa dari luar komunitas tidak me
merlukan penilaian yang luas.
Status Pendidikan
Tabel 9-31 menyajikan usia orang dewasa yang menyelesaikan
sekolah di CT 402 dan CT 403. Dengan format yang sarna, Tabel 9
32 menyajikan pendaftar sekolah menurut tipe sekolah, sedang
kan Tabel 9-33 menampilkan jumlah dan persentase warga yang.
dapat berbahasa Inggris.
258 BAG IAN " • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
:TABEV9-31 UsiaJu~us. s~kolah untuk CT 402 dan CT 40~ serta Hampton
CT402 CT403 Hampton
Usia 25 tahun atau lebih 3.459 4.948 888.269
Sekolah Dasar .
0-4tahun 611 2fj 41.695
5-7 tahun 665 164 66.775
8 tahun 409 101 37.373
Sekolah Menengah Umum ( SMU)
1-3 tahun 800 278 . 136.179
4 tahun 661 914 240.320
Pendidikan Tinggi .
1-3 tahun 181 1.173 '160.999
4 tahun atau lebih 132 2292 204.928
% luiusan SMU 28,2 88,5 68,3 ..
TABEL'9-32 [Link] ,dan Je~is Sekolah -di CT 402 dan CT. 403 sert~
Harpp(on ~. , ~. - . .'. ' . ' .'. ' " . .' • .
CT402 CT463 .HalD}!ton
Jenls sekolah
Kelompok bermain negeri 94 44 20.735
. Kelompok beimain swasta 77 44 . 15.427
Taman kanak-kariilk negeri" 194 14 . '21.863
Taman kanak-kanak swasta " . 25 14 4.833.
Sekolah dasar Iiegeri (1-8 tahun) 1.258 186 198.367
Sekolah dasarswasta(1~8 tahun) 10 136 18,440 .
SMlJ negeri (1 ~4 tahunJ 482 92 94.099·
SMU swasta (1~4 tahun) . 12 .25 7.154
. . PergtinianTinggi" 92 922 78.472 .
! Jumlahpendafta:rdi~ekol$ . . ..
. (usia 3 tahiiiikea:fas), . 2.120 1.258 4.13.536
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
T ABEL 9:'33 Kemampuan Berbahasa I'ilggris Warga CT '402 dim :CT 403
serta Hampton '. '. _ ... ~ , .
(Data dari sensus penduduk dan perumahan.)
BAB 9
.
• Pengkajian Komunitas 259
Sumber Pendidikan
Intrakomunitas, - Sek91ih Dasar Temple
Sekolah dasar Temple berlokasi di suditt Pecan'Drive dan Magnolia
Drive, dekat dengan pusat CT 402. Laban beraspal menghubung
kan tiga area sekitar sekolah; dua area digunakan untuk tempat
, parkir kendaraan, dan satu area dipergunakan untuk taman ber
main. Sisanya merupakan lahan keci1 yang ditumbuhi rerumputan
dan berpagar dengan beberapa pepohonaIibesar, ayunan, dan tiga
buah jungkat-jungkit. Tampak: beberapa jendela yang rusak, dan
tidak terlihat gambar atau tulisan yang m~nempel pada dinding.
Temple telah 64 tahun melaksanakan pengajaran ·dari· tingkat
taman kanak-kanak sampru usia 8 tahun. Pendaftar saat ini berjum
lah 9.24 orang; 42% siswa berkulit hitam, 33% Asia, 18% Hispanik,
dan 5% berkulit putih. Kebanyakan siswa tinggal di Rosemont dan
menuju sekolah dengan berjalan kaki maupun naik his sekolah
(disediakan untuk siswa yang jarak tempat tinggalnya 3 km atau
lebih dari Temple).
[Link] bagian dari Hampton Schoo! District (HSD), Temple me
nerima bantuan dana dari penerimaan daerah yang berasal pajak
kekayaan, dan negara bagian, dan anggaran federal. U ang dari negara
bagian untuk HSD berdasarkan paaa rat2.-rata kehadiran siswa per
hari masing-masing sekolah. Sebagian besar kebijakan yang me
mengaruhi Temple dibentuk dan diajukan oleh Dewan HSD. Dewan
ini terdiri atas 8 orang tanpa bayaran~ masing-masing mewakilinya
satu dan 8 daerah di distrik sekolah. Masa kepengurusannya 4 tahun
setiap periode. Salah seorang anggota Dewan bernama Jane Robert
. mewakili Rosemont; pada saat pengkajian dilakukan, ia telah menjadi
pengurus selama dua periode. Tanggung jawab dewan HSD adalah
menentukan kualifikasi karyawan, menetapkan penggajian, mene
tapkan tujuan dan sasaran distrik, menetapkan kebijakan untuk
mencapai tujuan dan sasaran serta mengevaluasi kinerja distrik yang
berhubungan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Pimpinan umum adalah kepala administratif dewan yang diangkat
dan digaji oleh dewan.
KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah dasar Temple mengatakan bahwa masalah utama
yang dihadapi sekolah ini adalah membolos dan kegaga1an akademik.
260 . BAGIAN II • PROSES KOMU(,:HTAS SEBAGAI MITRA
Menurut laporan, kurang lebih 6% sampai 8% sis'Wa absen setiap
harinya, dan kebanyakan alasannya bukan karena sakit. Masalah
elitambah dengiUi-fSitabahwabanyak orang tua yang tidak mem
punyai telepon. Mcibatnya, tidak jarang anak-anak· absen selama 2
atau 3 hari sebelum pihak sekolah menghubungi orang tua. (pada
kebanyakan kasus, orang tua biasanya mengira a..'laknya berada di
sekolah). Kepala sekolah meyakini bahwa siswa yang paling ba
nyak membolos adalah siswa kelas tujuh dan delapan, khususnya
anak laki-laki dari keluarga Hispanik.
Berkenaan dengan pengajaran menggunakan sistem dua bahasa
untuk anak-anak yang tidak dapat berbahasa Inggris, kepala sekolah
meyakini bahwa pengajaran eli semua kelas seharusnya. mengguna
kan bahasa fuggris karena pelaksanaan sistem pengajaran dua
ba.~asa di Temple ha.!1ya. akan memperlambat kemajuan anak-anak
dalam belajar bahasa L'lggris. Ada dua guru yang dapat berbicara
dalam dua bahasa eli Temple; mereka me1aporkan bahwa lebih dari
100 anak memmta dan telah dikaj.t memang membutuhkan program
pengajaran dua bahasa.
GURU
Para guru sering merasa perlu untuk meningkatkan komunikasi
dengan orang tua. Mereka meyakini bahwa para orang tua me
merlukan informasi terkini me!lgenai kebutuhan pembelajaran anak
mereka dan penampilannya. eli sekolah serra teknik khusus untuk
meningkatkan prestasi akademik. {Kebijakan sekolah yang mem
berikanizin diselenggarakannya pertemuan orang tua dengan guru
sebanyak dua kali se1ama 20 menit per tahun-periode yang me
nurut para guru sangat tidak memadai}. Para guru melaporkan
bahwa 22%' siswa Temple gagal menyelesaikan stueli pada tahun
lalu. Hambatan utama pembelajaran temyata terletak pada bu
ruknya keterampil~n dalam berbahasa dan memahami bahasa
Inggris,lingkungan rumah yang penuh stres, dan kurangnya. penga
wasan keluarga kepada anak eli rumah. Para guru merasa jenuh dan
frustrasi; masa bakti rata-rata guru eli Temple adalah 2 tahun.
PERAWATSEKOLAH
Perawat sekolah hadir eli Temple setiap dua hari per minggu; ia
berada di West Hampton High pada tiga hari lainnya. Hasil tinjauan
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 261
ulang catatan pendaftaran harian di klinik 6 minggu yang lalu me
nunjukkan kunjungan klinik 141 o~ang, mayoritas (72%) pasien
menderita sakit perut dan sakit kepala. Meskipun tidak ada sakit
perut ringan yang membutuhkan izin untuk meninggalkan sekolah
lebih dini, 60% sakit kepala disertai dengan demam dan perlu men
dapat izin untuk meninggalkan sekolah lebih dini. Keluhan lainnya
adalah sakit tenggorokan dan luka sayat keci1 atau jatuh. Pemerik
saan untuk mendeteksi masalah pendengaran dan penglihatan
pada se1uruh anak dilakukan dua tahun sekali. Perawat menyadari
pemeriksaan tersebut seharusnya dilakukan setiap tahun, tetapi ia
tidak mempunyai cukup waktu. Ia mengatakan bahwa apabila ke
bijakan sekolah memungkinkan dilakukannya rekrutinen dan pe
latihan sukare1awan orang tua, pemeriksaan setiap tahun dapat
dilakukan. Se1ain pemeriksaan pendengaran dan penglihatan, di
lakukan pemeriksaan kutu kepala pada semua anak setahun dua
kali; anak-anak yang kedapatan memiliki kutu kepala harus cuti
dan tidak diperkenankan untuk masuk sebelum kutunya hilang.
Sebanyak 62% anak berperan serta dala,:n program ina..kan siang
gratis. Perawat menyatakan keprihatinannya pada beberapa anak
yang kekurangan gizi (contohnya, menunjukkan berat kurang di
bandingkan dengan tinggi badan dan lingkar lengan yang kurang
dibandingkan dengan umur) tidak mengikuti program makan siang,
sedangkan anak yang tidak mengalami kekurangan gizi mengikuti
program dengan baLle. Keterjangkauan program bergantung pada
ukuran dan pendapatan ke1uarga
Masalah kesehatan utama yang dikemukakan oleh perawat adalah
rendahnya higiene (pada musim dingin, anak-anak sering kali datang
ke sekolah mengenakan baju yang kotor dan tidak memadai); karies
gigi; tingginya angka kejadian (30%-40%) kutu kepala setiap ta
hun terutama pada tingkat dasar (taman kanak-kanak, kelas satu,
dan kelas ciua); status imunisasi yang tidak lengkap (92% anak
mendapatkan imunisasi yang sesuat); dan ketidakpatuhan orang tua
dalam mengikuti perawatan dan pengobatan pada saat a.t'[Link] sakit.
Dutuk mengkaji status kesehatangigi, perawat melakukan peng
kajian mulut anak yang datang ke klinlk se1ama 4 minggu. Perawat
menemukan 62% anak mengalami perubahan warna di daerah
lubang kedl gigi atau di sela-sela gigi. Kebanyakan anak-anak
menyatakan mereka belum pernah ke dokter gigi, dan banyak yang
me1aporkan sering mengalami sakit gigi dan kesulitan mengunyah.
262 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Per:twat tidak pemah melakukan penelidikan kesehatan eli kelas
karena berdasarkan kebijakan sekolah, perawat harm berada di
klinik sepanjang .waktu: Peraturan tersebut meniinbulkan frustrasi,
karena peran serta perawat da1atn penyuhihail kesehatan dan pro
mosi kebiasaan hidup sehat terbatas (suatu ketika jika anak sakit
dan tidak dapat menerima pelajaran). Pacla saat elitanya tentang
kebutuhan tenaga staf dan guru untuk. eli klinik, perawat menyata
kan perlunya informasi kesehatan baik bagi staf maupun guru.
Pertanyaan yang berhubungan dengan olah raga, stres, dan modi
fikasi diet sering muncul. Perawat mau mengkaji dan mengidenti
fikasikebutuhan kesehatan staf dan guru.
PELAYANAN KOMUNITAS
Sebagai pemberi layanan kepada komurutas, Sekolah Dasar Temple
mensponsori gerakan pramuka, bola basket, dan softball dan me-'
nyediakan tempat pertemuan untuk peresrnian tempat peribadatan
dan kelompok kerja komunitas yang baru. Selain itu, setiap Senin
sampai Kamis malam, Temple eligunakan sebagai tempat kursus
Hampton Community College. Berbagai subjek kursus elitawarkan,
termasuk eli daIamnya akademik, vokasional, dan pengajar. Jumlah
peserta elidik saat ini melebihi 1200 orang, mengalarni kenaikan
sebesar 22% elibanelingkan dengan [Link] sebelumnya.
Se1uruh warga Rosemont sudah familier dengan sekolah dasar
Temple; Sebagian besar warga merniliki anak yang mengikuti pen
elidikan eli Temple, atau bahkan mereka sendiri pun pernah'menjadi
siswa Temple seperti anaknya. Warga merasa bahwa Temple me
rupakan gedung bersejarah dan simbol persatuan yang mengikat satu
generasi dengan generasi berikutnya. KeIuhan utama yang berulang
kali diungkapkan oleh beberapa keluarga adalah kurang sensitifnya
staf dan guru Temple terhadap perbedaan dan kebutuha..'1 etnik dan
ras yang ada. Sebagai contoh, semua catatan ditulis dalam bahasa
Inggris dan semua program yang elibuat oleh Organisasi Guru dan
Orang tua (Parent Teacher Organization, PTO) dipresentasikan dalam
bahasa Inggris. Baik prang tua keturunan Asia maupun Hispanik
telah meminta perhatian dan kebutuhan khusus kepada staf dan
guru di Temple, tetapi mereka berulang kaIi diberitahu bahwa semua
permintaannya harus melalui PTOyang merupakan organisasi yang
dirasakan asing oleh banyak orang tua dari Asia dan Hispanik.
BAB 9 .• Pengkajian Komunitas 263
Perawatan Sehari (Day Care)
.Sebuah pusat perawatan sehari untuk anak yang berada [Link] 402
bernama .Busybee 'Nursery. Tidak ada fasilitas perawatan sehari
untuk anak di CT 403. Berada di gedung yang telah direnovasi,
Busybee menerima anak usia 2 sampai 5 tahun. 60 orang anak kecii
dirawat oleh 5 orang tenaga dan 43 orang anak di bawah limatahun
(terutama todler) ada dalamdaftar tunggu. Izin operasi pusat ini
diberikan oleh pemerintah negara bagian. Warga Rosemont ber~
ulang kali mengeluhkan buruknya pelayar'an di fasilitas perawatan
harian anak ini.. Banwk orang tua yang merasa sangat terpaksa
meninggalkan anak mereka pada ibu lain atau pada remaja putus
sekolah. Beberapa ibn melaporkan bahwa mereka meninggalkan
anaknya setiap han di pusat tersebut dengan penjaga bayi yang
merawat 8 sampai 10 anak.
Perpustakaan
Perpustakaan Rosemont terletak dekat distrik pertokoan utama elan.
menyediakan berbagai buku film dan ak-tivitas pendidikan khusus
bagi dewasa, remaja, dan anak muda. Berbagai program diumumkan
melalui selebaran Rl?semont Civic Association elan ditempel di papan
pengumuman setempat.
Ekstrakomunitas
Siswa SMU dan Rosemont bersekolah eli Central Hampton High, yang
merupakan satu komplels:s yang menampung 4800 siswa dan terletak
13 km dari Rosemont. Karena prihatin atas perilaku membolos dan
tidak naik 'kelas, Central Hampton mulai menyelenggarakan suatu
program "perbaikan" sejak dua tahun yang laiu. Sebanyak 82%
siswa dan orang tuanya ikut serta dalam program terse but. Hasil
nya, nilai sekolah di negara bagian maupun tes kecakapan nasional
meningkat dan jumlah yang membolos menurun. Kepala sekolah
menjelaskan banyak. pelayanan lain yang diberibn oleh sekolah,
termasuk di dalamnya program rekreasi eli sore hari atau di akhir
pekan serta kursus tambahan pendidikan orang dewasa.
Perawat di Central Hampton hadir 5 hari per minggu. Sebagian
besar pengunjung klinik (rata-r:tta 30 orang per han) datang dengan
kelUhan alergi, gastrointestinal, dan terkilir atau keseleo ringan akibat
264 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
olah raga. Sesuai dengan kebijakan sekoIah, perawat sekolah di sini
juga tidak diizinkan untuk memberikan pendidikan kesehatan di
kelas.
Keprihatinanutama perawat adalah meningkatnya kehami1an
remaja, sedangkan dewan HSD dua tahun laIu mengeluarkan ke
bijakan tidak boleh melakukan pendidikan· seks di kelas. Ke1as
seksualitas, penyakit menular seksual, kontrasepsi, dan pengambilan
putusan dalam aktivitas seksual pernahdiberikan kepada seluruh
siswa SMU di Hampton sebelum kebijakan baru diterapkan. PeraVv'at
tidak mengetahui serangkaian kejadian yang menimbulkan putusan
untuk menyelenggarakan pendidikan seks. PersoaIan besar kedua
adalah .meningkatnya penggunaan alkohol oleh sisvva. Kurikulum
tentang kewaspadaan terhadap obat-obatan telah disiapkan oleh
Departemen Pendidikan negara bagian dan akan diimplementasikan
selama s~mester yang akan datang sebagai bagian dari materi biologi.
Banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar swasta di Hampton)
dan beberapa di antaranya dimanfaatkan oleh warga Rosemont,
khususnya oleh warga CT 403: Ada 20 perguruantinggi dan universi tas
di Hampton dan Jefferson; sebagian besar menawarkan berbagai
pendidikan umum dan program pelatihan khusus. Satu institusi
pendidikan yang unik di area tersebut adalah Hampton Communi!)
College, suatu junior college (institusi pendidikan yang menawarkan
kursus selama dua tahun pasca-SMU), yang menaungi 21 sekolah
pemerintah di daerah Hampton dan Jefferson (Sekolah Dasar Temple .
adalah salah satunya). Banyak warga yang mengharapkan ke beradaan.
Hampton Community College dj daerah lain, karena lokasinya
nyaman, bayarannya murah, dan pendekatan [Link] ber
orientasi pada pekerjaan.
REKREASI
Fasilitas rekreasi yang ada dan tersedia di Rosemont disajikan dalam
Tabel 9-34 dan Gambar 9-3. Kecuali halaman sekolah, hanya ter
clapat area rekreasi yang sangat kecil untuk anak dan hampir tidak
ada area semacam itu bagi remaja dan orangdewasa. Meskipun terse
ilia dana pada anggaran Hampton Parks dan Recreation Department un
tuk penambahan properti, tidak ada rencana pengembangan di area
Rosemont. Bagaimanapun, pemerintah telah memulai program
BAB 9 • Pengkajian I(omunitas 265
Luas Tanah Lokasi Fasilitas
(acre)
San Juan 2,6' 1650 Pleasant Bangunan untuk berteduh, per
lengkapan dan lahan bermain,
lapangan softball dan baseball
Richards 1414 Redbud Bangunan untuk berteduh,
perlengkapan danlahan
bermain, area piknik, dan
lapangan bola basket (sedang
dibangun kolam renang)
Applehurst 1,9 600 Water Oak Pusat rekreasi, kamar kecil,
pedengkapan dan 1ahan
bermain, area piknik, lapangan
tenis, bola basket, dan bola voli
Jeckle Park 0,08 1500 Maple Tidak ada
Buff's ? "Hijau" sepanjang Taman dengan bangku panjang
Bayou bayuo clan lintasan lariimengendarai
sepeda.
1 acre = 0,4046 hektar
(Data dari City of Hampton, Parks and Recreation Department, wawancara dengan JB [Qirekturl,
Mei 1994.)
pengembangan bersarna dengan bank Buff's Bayou untuk mencipta
kan "River Walk" seperti kota lainnya yang memiliki sungai. Diperlu
kan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan proyek ini.
Rosemont SpOtt ASJocialioll, menurut ketuanya, menyediakan "pe
luang rekreasi yang terorganisasikan dengan baik bagi penduduk
setempat". Program yang dicanangkan aosiasi ini terdiri atas tim
bowling musim dingin, semi, dan panas, softball, jlagJootball, tenis,
dan lain-lain. Bagaimanapun, Rosemont Spot1 ASJ'ociation hanya ter
buka bagi anggota yang membayar $20 per tahun.
Gereja di Rosemont (dua gereja telah dibahas-lihatbagian Pe
layanan Sosial) menyediakan aktivitas yang sangat bervariasi untuk
semua urnur. Kelas olah raga, kerajinan tangan, Mother's DC!)' Ott!,
kelas prasekolah, kelompok lansia, dan program-program lainnya
dapat diikuti oleh anggota gereja. Meskipun aktivitas terse but ter
buka untuk umurn, menurut responden yang diwawancarai di gereja,
pesertanya adalah hampir seluruh anggota gereja mengikutinya.
Beberapa warga membicarakan satu area sepanjang bagian utara
bank Buff's Bayou (sebe1ah timur Way Drive) yang digunakan
266 BAGIAN:I. PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
sebagai tempat berktimpulnya warga sekitarnya. Keluarga memba
wa anak mereka ke tempat terse but pada sore hari di musim panas,
sehingga orang tua dapat saling bertemu sementara anak-anak ber
m.a.L11. Fasilitas yang ada di tempat ini hanyalah bangku panjangyang
ditempatkan sepanjang area berumput.
Warga y ang menyadari pentingn ya kesehatan sering mengendarai
sepeda atau berlari beberapa km di sepanjang lintasan setapak bayou,
khususnya pada pagi dan sore hari. Sebagian orang mengungkapkan
ketakutannya jika diserang atau ditodong pada saat melintasi area
terse but, tetapi selama tahun lalu tidak ada laporan resmi terjadinya
kriminalitas di daerah ini Fasilitas sepanjang bayou ini dipelihara oleh
pemerintah Hampton.
Warga yang berdomisili di area bagian timur eenderung ber
kumpul untuk berekreasi di tempat untuk pejalan kaki dan di bar
sekitarnya. Sebuah tempat bermain di daerah ini yang berbeda
dengan tempat bermain di Sekolah dasar Temple, terletak di de
kat desa Audubon Parkw-ay (kompleks perumahan dengan biaya
sewa yang rendah), dan digunakan seeara eksklusif oleh warga
kompleks. Perlengkapan tempat bermain kondisinya sangat tidak
terawat dan tidak terlihat rumput yang tumbuh di daerah ini. ParkJ
and Recreation Department tidak memiliki reneana untuk memperbaiki
atau mengganti peralatan maupun menanam kembali rumput.
Ada sebuah gedung bioskop dan teater di Rosemont, tetapi
lokasi gedung bioskop terjangkau dan de kat dengan semua area
sekeliling komunitas. Bentuk lain hiburan malam ditemukan di
banyak bar dan restoran yang menyajikan musik live (seperti disaji
kan dalam pemeriksaan fisik komunitas).
Fasilitas rekreasi ekstrakomunitas jurnlahnya sangat banyak. Saw
taman kota yang luas meliputi museum, kebun binatang, bandJhell,
dan area piknik, terletak kurang cIari 2 km di bagian selatan Rosemont.
Taman kota lainnya yang terletak di pusat kota Hampton yaitu taman
Serenity, letaknya kurang dati 2 km ke arah timurlaut Rosemont.
Hampir setiap liga olah raga mempunyai tim di Hampton. Arena
olah raga berada agak jauh dari daerah pemukiman, tetapi terse
dia pelayanan bis untuk menuju ke sana .
.Musik dan teater tersedia dimana-mana bagi siapa saja yang mem
butuhkannya. Hampton memiliki bermacam-macam hiburan, sebagai
contoh adalah pertunjukan orkes simfoni, balet, opera besar maupun
BAB 9 • Pengkajian Komunitas 267
. keeil, dan satu pagelaran pentas yang sudah diakui. Selain itu,
terdapat tempat untuk aktivitas rekreasi air misalnya berperahu
dan memancing yang berjarakkurang dati 48k.t-n. Menurut beberapa
.warga des a Audubon Parkw-ay, satu hari acara liburan istimewa
dapat diisi dengan menangkap kepiting sepanjang pantai yang
kadang-kadang memerlukan upaya keras agar dapat dijadikan
santapan malam yang mengasyikkan bagi seluruh keluarga
RINGKASAN
Pengkajian ko;UUnitas tidak pernah lengkap;. bagaimanapun, kita
harus berhenti pada' beberapa titik Karena kita te!ah membahas
seluruh bagian dari model, di sinilah kita akan berhenti. Penjelasan
setiap subsistem komuniras telah dieatat. Inga!, pada setiap tahapan
pengkajian, warga yang ada di komurutas juga termasuk di dalamnya:
Kita tidak hanya mewaVlal1cara para "profesional" (perawat sekolah,
kepala sekolah, kepala kepolisian dan sebagainya), tetapi termasuk
semua subsistem (orang tua, orang yang berbelanja, dan orang-orang
.di jalan). Pengkajian, seperti seluruh tahapan prosesnya, dilakukan
secara kemitraan. dengan komunitas. Langkah berikutnya adalah
analisi$, sebuah proses yang mensintesis informasi pengkajian dan
menghasilkan diagnosis spesifik untuk komUnitas.
Hal krusial dalam pengkajian komunitas adalah model, atau peta
untuk mengarahkan dan menuntut sehi~uh proses. Model (roda
pengkajian komunitas) pada Gambar 9-1, menyajikan kerangka
kerja dan alat "Learning abo!1/ the Communi!y on Fool' (lihat Tabel 9
1), menuntun pengkajian Rosemont. Dalam bahan bacaan yang cli
sarankan, clitampilkan beberapa pendekatan lain dalam pengkajian
komunitas. Apabila Anda menyadarinya, ada banyak model lain
yang mungkin clapat Anda temukan untuk melanjutka..'1 pengkajian
kesehatan komurutas dalam praktik Anda.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Barton, ].A., Smith, M.e., Brown, NJ., & Supples,JM (1993). Methodological issues in
a team approach to community health needs assessment. Nursing Outlook, 41(6),
253·261.
Bennett, E.]. (1993). Health needs assessment of a rural county: Impact evaluation of
a student project. FamilY & Community Health, 16(1), 28-35.
268 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Gerberich, S.S., Stearn, SJ., & Dov.d, T. (1995). A criticU skill for the future: Community
assessment. jourl/al of Communiry Health Nursing, 12(4), 239-250.
Gregor, S. '& Galazka, S.S. (1990). The use of key informant networks in assessment
of community health. FamilY Medidne,22(2}, 118-121.
Han~ T. & Minkler, M (1997). Cominunity health assessment or healthy community
, asseSsment: Whose community? Whose health? Whose assessment? In Minkler, M (Ed.),
Community organi~ng and community building for health (pp. 139-156). New
Brun,swick, NJ: Rutgers University Press.
Keppel, K.G. & Freedman, M.A. (1995). What is assessment? journal of Public Health
Man'agemenl, 1(2), 1-7.
Kretzman, J.P. & McKnight, J.L. (1993). Building cO/l1m/mitie! frotl1 the inside oul: A palh
toward finding and mobili:dng a communifY~ assets. Chicago, IL: ACfA Publication? .
Lindell, DR. (1997). Community assessment for the home health nurse. Home Healthcare Nurse,
15(1),618-626. ,
PalCrey,J,S. (1994). Community child health: An action plan for to~. Westp9rt, Cf: Praeger.
Ruth, ]., Eliason, K., & Schultz, P.R. (1992). Community assessment; A process of
learning. journal of Nursing Education, 31 (4), 181·183.
Schultz, P.R. & Magilv-f, lK. (1988). Assessing conununity health needs of elderly
populations: Comparisons of three strategies. journal of Advanced Nursing, 13, 193-,
202.
Serafini, P. (1976). Nursing assessment in industry: A model. American jOlirnal of Public Heallb,
66(8), 755-760.
Texas Department of Health. (1998). Community assessment guidelines. (Bureau of
.Community Oriented Primary Care). Austin, TX: Author.
_ _ . (1998). Commnnity (.USlSsmentresollrces. (Bureau of Community Oriented
Primary Care). Austin, TX: Author.
Urrutia-Rojas, X. & Aday, L.A. (1991). A framework for community assessment:
Designing and conducting a survey in a Hispanic immigrant and refugee
commvwty. Public Health Nursing, 8(1}, 2(}'26. '
Walker, M. & Breuer, S. (1992). ComllumifY I1sJessfJJml, health tare andyol/. Austin, TX:
Health Care Options {or Rural Conununities (pO. Box 15587, Austin, 1X
787615587; Fax. [5121J 465-1090.)
White. J.E. & Valentine, Y.L. (1993). Computer assisted video instruction &
conununity assessment. Nursing and Healtb Care, 14(7), 349-353.
~men's Environment & Development Organization. (n.d.). Women for a heal"?)' planet
Commtll1ity report card, AvailabJe from the author at 845 Third Avenue, 15th
Floor, New Yor:k; NY 10022; Fax (212) 759.807. (Also available in Spanish.)
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]/
US Census
[Link]/
Bureau of Economic Analysis
[Link]~.[Link]/ .
Center for Disease Control and Preventlon
[Link]/nchswww/[Link]
National Center for Health Statistics
[Link]/epo/[Link]
Morbidity and Mortality Weekly Report
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFnrlane
BAR
t~l\lJ\LISIS
L1Al'J DIA(;NOSIS
I(EJ?ERAWATi\N KOM1JNll'AS
10
TUjUAN
[lab ini berfokus pada fase kedua proses keperawatan, anal isis, dan
tLigas yang berhubungan dengan diagnosis keperawatan komunilas.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
~ Menganalisis secara kritis data pengkajian komunitas.
:3 Merulnuskan diagnosis keperawatan kOlnunitas.
PENDAHULUAN
Analisis adalah suatu studi dan pemeriksaan data. Data tersebut bisa
kuantitatif (numerik) maupun kualitatif. Semua aspek perlu diper
hacikan. ~l1alisis diperlukan untuk menentukan kebutuhm kesehatan
komunitas dan kekuatan komunitas serta untllk mengidentifikasi
poL'. respons kesehatan dan kecenderungan c;!alam pemanfaatan
pelayanan kesehatan. Selama analisis, hal-hal yadg dibutuhkcm dalam
pengumpulan data lebih lanjut [Link] kesenjangan dan
ketidaksesuaian pada data pengkajian komunitas. Titik akhir analisis
adalah diagnosis keperawatan komunitas.
ANALISIS KOMUNITAS
Analisis, seperti banyak prosedur yang kita lakukan, mungkin di
pandang sebagai suatu proses yang terJiri atas ban}Jak langkah. Fase
fase yang akan digunakan dalam membantu proses analisis adalah
kategorisasi, ringkasan, pembandingan, dan penarikan simpulan.
Setiap fase akan dijelaskan dan diilustrasikan pada pembahasan di
bawah ini.
Kategorisasi
Untuk menganalisis data pengkajian komunitas, sangat membantu
jika kita pertama-tama mengategorikan data. Data dapat dikategorikan
270
BAB 9 II! Pengkajian Komunitas 269
[Link]
Narional Library of Medicine
[Link]/progorg/ophs/
Office of Public Health and Science
[Link]/
Nariomll Clearinghouse for Alcohol and Drug Informarion
[Link]/
State and national government and political information
BAB 10 • Analisis dan Diagnosis Keperawatan Komunitas 271
dalam berbagai cara. Kategorisasi data pengkajian komunitas
meliputi: I •
• Katakteristik· demografik (ukuran keluarga, usia, jerus kelamin,
dan kelompok etnik dan. ras)
• Karakteristik geograftk (batas wilayah; jumlah dan ukuran lahan
temp at tinggal, ruang publik, dan jalan)
• Karakteristik sosial-ekonomi (kategori pekerjaan dan penghasilan,
pendidikan yang dicapai, dan pola penyev;aan atau kepernilikan
rumah)
• .Sumber dan pelayanan kesehatan (rumah sakir, klinik, pusat pe
layanan kesehatan mental, dan sebagainya)
Bagaimanapun, terjadi peningkatan penerapan model dalam
organisasi dan analisis data kesehatankomunitas karena model ini dapat
memberikan kerangka kerja dalam pengumpulandata dan menjadi
peta untuk memantau analisis. Karena rada .pengkajian komunitas
(lihat Gambar 9-1) telah digunakan untuk mengarahkan proses
. pengkajian komurutas di Rosemont sebagai contoh studi, maka mo
del yang sarna dapat diguna.~an untuk mengarahkan analisis. Setiap
subsistem komurutas akan dianalisis, dan komponen setiap subsistem
mernperjelas kategori yang akan dievaluasi.
Ringkasan
Setelah menentukan metoda kategorisasi, tugas berilmtnya adalah
membuat ringkasan data dalam setiap kategori. Dibutuhkan per
nyataan ringkasan maupun ukuran ringkasan seperti rates, diagram,
dan grafik.
CATATAN
Banyak lembaga pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan
mengakses sistem informasi terkomputerisasi - suatu sistem
yang memungkinkan data yang telah diformat, diolah men
jadi beberapa bentuk - termasuk di dalamnya adalah ringkasan
statistik kesehatan. Sebagai contoh, data gambaran hasil
sensus yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat
diolah menjadi piramida penduduk, sedangkan informasi
tentang sensus dan statistik vital dapat diprogramkan
untuk menghitung angka kelahiran, kematian, dan fertilitas.
Penghitungan, yang dahulu memerlukan waktu berjam-jam
untuk menyelesaikannya, sekarang dengan era komputerisasi,
hal itu dapat diselesaikan dalam beberapa detik. Dalam
•
272 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
praktik, carilahinformasi mengenai ketersediaan sistem
komputerisasidan jika mungkin, selesaikan tugas analisis
data kuantitatif Anda dengan sistem komputerisasi. Selain
·ifu;.depertemen kesehatansetempat ·inu~ngkindapat memberi··
Anda data mengenai rate tel1entu(misalnya Angka Kematian
Bayi [infant mortality rate,. IMR}). Dengan catatan; ada
kemungkinan denominator yang digunakan belum tentu
komunitas yang Anda kaji.
Pembandingan .
. . ' .
Tugas tambahan dalam menganalisis data adalah mengidentifikasi
[Link]~ kejooggalan, ~l~gan data. sering kali, kita perIn
membandi:ngkan data~tukmerietapbn pola atau kecendenmgan
yatIg ada serta jika data dirasakan tidak benar dan diperlukan validasi
. ulang data asli. Kesenjangan data tidak dapat dihindarkan, seperti
kesalahan dalam mencatat data; tugas penting adalah menganalisis
secara kritis datadan menyadari potensi terjadinyakesenjangan dan
kehilangan data. Dalam 'menelaah analisis,keterlibatan rekan kerja
.yang profesionaI dan warga xpasyarakat akan sangat membantu.
Setiap .orang mempunyai perspektif unik; hanya dengan cara ber
tukar pandangan maka gambaran tentang data pengkajian komunitas
yang menyelurul1 dan komprehensif akan diperoleh.
Data komunitas yang Anda peroleh laIu dibandingkan dengan
data lain yang serupa. Misalnya, Anda menghitung atau menemukan
angka kematian bayi 12 per 1000 kelahiran hidup-Bagaimana
kondisinya jika dibandingkan dengan keadaan di kota? daerah? Na
, sional? Apakah angka ini me'W'akili seluruh populasi bayi di komuni
tas' Anda? Apakah angkatersebut menunjukkan perbedaan ber
dasarkan ras? (Catatan: Saatnya Anda meninjau kembali Bab 2 yang
dapat membantuAnda mencari rasionalisasiepidemiologik agar
data 'Anda bermakna.)
Sumber lain sebagai bahan pembanding dapat diperoleh dari
berbagai dokumen terkait dengan sasaran baik untuk skifa nasional
maupun daerah. M(J.[Yarakat Sehat tahun 2010 menampilkan gambaran
keSehatan nasional, misalnya insidens dan prevalensi, persoalan ke
sehatan utama, serta menyajikan tujuan dan sasaran masing-masing
program. MCl.!Jarakat Sehat tohun 2010 setiap daerah dan dokumen
perencanaan kesehatan lokal, dapat menjadi penuntut tiada temilai
BAB 10 IiiII Ana!isis dan Diagnosis Keperawatan Komunitas 273
bagi Anda baik dalam menganalisis maupun menyusun rencana
berdasarkan data terse but.
Penarikan simpulan
Sete1ah mengategorikan, meringkas, dan membandingkan data yang
telah Anda kumpulkan, langkah terakhir adalah menarik simpulan
logis dari bukti yang ada untuk mengarah perumusan diagnosis ke
perawatan komunitas. Simpulan ini merupakan sintesis dari apa
yang Anda ketahui tentang komunitas; yaitu apa JJlakl1a data terse
but? Bagian akhir bab ini mengajak Anda untuk menganalisis data
yang telah terkumpul dalam pengkajian komunitas Rosemont.
ANALISIS KOMUNITAS ROSElVIONT
Setelah menyajikan contoh anaEsis, subbahasan ini akan menjelas
kan informasi tentang cara membuat diagnosis keperawatan komunitas
~ihat bagian Diagnosis Keperawatan Komunitas pada akhir bab ini).
Analisis data pengkajian Rosemont, seperti pada proses pengkajian,
dimulai dengan inti komunitas, karena inti tersebut (masyarakat
dan kese~arannya) merupakan fokus perhatian per awat komunitas.
Ingat bahwa inti komunitas dipengaruhi: dan memengaruhi seluruh
CT402 CT403
Usia Usia
P,ia Wao~a Pria Wanita
5-9
o
Persentase populesi Persentase populasi
Petunjuk
h:.::-\;I = Oukul'!gan maRdin
{usia 20.64)
_ ;;; [Link] tidak mandlri
{Anak muda, laosja)
Gambar 10-1 Piramida Penduduk: Struktur usia dan jenis kelamin penduduk CT 402 dan
CT 403.
274 BAG IAN II II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MiTRA
Kategori Data Ringkasan .Simpulan .
--------------~--~--------------~------~--~----~--~.----
Sejara/t
Perbedaan buda ya dan etnik
Renovasi bisnis dan rumahRevitalisasi komul1itas
Kebanggaan dan perhatian \' Kebanggaan komunitas
.....• yang nyata' I
1
Demografik. I
Usia
CT402 42,5% periduduk berusia:$ 19 . Persentase anak-anak dan
tahun . remaja tinggi
53.% peilduduk berusia:$ 19 Rasio kebergantungan
tahun atau;::: 65 tahun tinggi*
10% penduduk berusia;::: 65 . Persentase kelompok lansia .
tahun . lebih tinggi dibandingkan
dengan Hampton dan
Jefferson
Kesenjangan data: Diperluka!l data sensus yajlg lalu untuk menentukan apakah
demograflk berubah atau konsisten
CT 403 7,5% penduduk berusia :$19 Persentase anak dan remaja
tahun rel1d~h
15,2% penduduk [Link]:$ Rasia kebergantungan rendah
19 tahun atau;:;; 65 tahun
7,7% penduduk berusia;:;; 65
tahun
Kesenjangan data: Diper!nkan tambahan sensus data selama 5 tahur. untuk
membuat piramida penduduk
Jenis kelanrin
CT402 48% penduduk adalah laki Persentase laki-laki dan
~. laki . perempuan sarna
45% penduduk bemsia 20-64 ..
tahun adalah Iaki-laki
CT403. .. 65% penduduk adalah laki~ ,Persentase laki-laki tinggi
lak!' .
.'.6Q%penduduk berusia 20-64
tabun adalah laki -laki
Kesenjangandata :i:)ip~r1ukan data sensus. yanglaiu,'untuk mencntukan apakah
demografikqerubahat,au}onsisteh . ;~.i::, <;:. .'. :'0:£; ."
Ras/Et:n.:lk<: .,.~. icii ....' ,... p' . "
;; "'};';}r~~tb~cl~an:'kulit hitlni54%;' Adanya kebetag~aririlsdan :
Bangsa Asia. 19%, hllit putih ;.eti1jk . . . . . .';.:
:,{( 12,~;HiSpaI)i.k9%:, .• ..•'·.i. ','., ." ' C ' •.... ';'~ ..•.
•. ;i:'i~:' {~:;;};,;i,;~;~,cM:,.!;t;.;~:i~~~:~e~~S:~~~~i:t~~:r~" .; ._,,~;~a~a~enitas. [as ~;f"~t~~!:;. "
Kes.enjdizga6;dqtd:'Dip~dukaridata s~'fisu~d~ftiibUn.. 1970 urituk menentuJ<:~rir .'
~p~ah delllograf* ~ergb@#aukorisi~~~n;::;.;;~:·-~X';'~·;.:·· > '.' ". :' •.' ....;···<f, •
.".::,.\'.... , ' "'. <::.-~l;-: ... :-.,. _ ..::,,,~_.;,,, -";-,,
;~_ ",)',7;.-,';.-'" .{"~_'"
berlanjut
BAS 10 !ii1 Analisis drtn Diagnosis Keperawdlan Komunitas 275
Kategori Data Ringkasan . Simpulan
~llmah tangga
CT402 83 % mmah tangga adalah Dorninasi mmah tangga
keluarga · keluarga .
CT403 36% mmah tangga adaIa.h Dorninasi mmah tangga
keluarga nonkeluarga
Status pernikaharl . .
CT402 15% belummenikah, 60% · Persentase rendah pada .
Ipenikah, 14% bercerai · dewasa yang belum menikah
renrlah
CT403 53% belum menikah, 24 % Mayoritas dewasa menikah
menikah, 15% bercerai Persentase dewasa yang
belum menikah tinggi
Persentase dewasa yang
inenikahrendah
Kesenjangan data: Diperlukall data sensus yanglaiu untuk menentukan·apakah
demografik berubah atau kOl1sisten
St(ltistik vital . . . .... . . .
(Untuk menghitung rate, rujukkembali Bab2)
.(Apabi/a dibandingkan
Kelahiran ... . ···Rate per 1000 ... dengandata Hampton dan·
. Jefferson)
CT402 ·.30,5 . Angka kelahiran tmggi
CT403 17,3. [ Angkakelahiran rendah
Hampton ·19,4
Jefferson 25,2
Kesenjangan data: Diperlukan angka fertilitas umum dan angka kelahiran
spesifik~usia(age-specific birth rate)
(Apabi/a dibandingkan
.Kematian . . . Rgte pe.. 1000 ··dengan data Hampton dan
. Jefferson).
CT402 .
Bayi >- .. . " Angka kem~tian untllk semua
Neonatal ·-:gblongall11sia tinggi .... ...
berlaryut
276 BAG IAN II ID PROSES KOMUNITAS SEGAGAI MITR/\
Kategol'i data . Ringkasan Simpulan
Janin 1~6
Kasar 6,0
Jefferson
Bayi ." 12,3'
..•. Neoriatal 8,3..
1anin 15,3
Kasar 7,3
(Apabiladibandingf/an ..... .
Penyebab '. dengan data Hampton dan
Ken1f1tian .. Jefferson) . '.
CI402 Penyakit:jantung 22,2%; . Persentase kematian akibat
.. '. . neoplasl11a11ialigna 23,6%; .•... '. penyakit~ayi, . ' , '
". ".sei~ebrovaskular 8,3%; . .... . pembunuhan, btinuhdiri, .
". kecelakaan5,6%; penyakit .. .' tuberkulosis tinggi' .. ..
-' ,':: masa ba)d awaI9,7~io; .Persentase'keIllatian akibat .'..
.. pembunuhan 8,3%; . . penyaldt serebrovaskpli.u
. pneumonia 2,8%; bunuhdiri . tinggi.. . . ..
4,2%; tuberkulosisl,4%; Persentase kematiariakibat.
penyebab lau: 13,9%.. . pcnyakit jaritung rendah
, ." .
(Apcibila dibandlngkan .
. dengan data. fI[Jlrqjt(l~dal{' .
Jefferson)'.' .... ".-".>~;~<;.:.,
CT40J '" Persentas~ kematian<ikibaf .' •
kecelakaaii . .< •• ;--.--•....- '.' ~:,
'.' .diabetesmeIitus'
berlanjut
BAB 10 III Analisis dan Diagnosis Keperaw<lt<1n Komunitd$ 277
Kategori data Ringkasan Simpulan
·anomali kongenitall %;
.' nefritis dan nefrosis 0; 1%;
,:tuberkulosis 0!2%; penyeb~b; .. '
)ainnya 13%' ' . ' '. ....
Jefferson· .;el1yakitjailtUng 36%; .'. '.. .
... ' neoplasma maligmi 24,2%;.'
serebrovaskular 7,4%; ... "
.. kecelakaan 5,7%; emfisema; .
.... asma, bronkitlsO,7%;' '.' ." .
. .... "penyakitmasabayiawa13%; .
... pembunuhan 1,5%; "
pneumonia 2;2%; bumih did
.' 1,4%; diabetes melitus 1,8%;
. ~momalikongenital 1,5%; .
nefritis dan nefrosis 0,2%;, ."
". tuberkulosis 0,2%; penyebab
lainnya 9,1 % .
* Rasio kebergantungan (dependency ratio) menggambarkan porsi ketidakbergantungan (mandiri)
penduduk dan porsi kebergantungan usia ekstrem. Rasio kebergantungan biasanyti dihiiung
dengan cara berikut:
Penduduk berusia di bawah 20 tahun + Penduduk berusia 65 tahun alau lebih X 100
Penduduk berusia 20 sampai 64 tahun
Rasio kebergantungan di CT 402 adalah 91, berarti untuk setiap 100 orang berusia 20-65 tahun
(diperkirakan masih mandiri karena usianya), ada 91 orang berusia di bawah 20 tahun atau cli alas
65 tahun yang membutuhkan clllkllngan (karena usianya), Sebaliknya, ratio kebergantungan di CT
403 adalah 19,
subsistem yang tergambar dalam model di sekitarnya. Beberapa
subsistem akan sangat memengaruhi masalah tertentu dibandingka..'1
faktor lain, tetapi diperlukan pengkajian terhadap seluruh subsistem
karena kontribusinya terhadap penyebab dan timbulnya masalah
pada inti komunitas.
Inti Komunitas
Analisis inti Rosemont dapat dilihat pada Tabel 10-1. Data inti
komunitas mencakup banyak ukuran demografik, yang secara
khusus dapat disajikan dengan grafik dan diagram Peribahasa yang
mengatakan satu gambar mempunyai makna seribu kata sangat tepat
untuk menggambarkan karakteristik demografik.
278 1).ACIi\I·~ Ii IJ~ PROS~S KUlv\UNIIAS SEBf\G!\1 MITRA
Mungkin ilustrasi yang paling rep.t:esentatif mengenai komposisi
usia dan jenis kelamin penduduk adalah piramida penduduk. Pira
!Tuda penduduk untuk CT 402 dan 403 disajikan dalam Gambar lO
t Piramida penduduk Rosemont ada dalam Gambar 10-2. Beberapa
metode lain dapat digunakan untuk menggambarkan grafik (pie chari,
grafik frekuensi, bar chart, dan peta). Contoh masing-masing grafik
ditampilkan dalam Gambar 10-3.
Piramida penduduk [Link] batang; setiap batang me
CATATAN
wakili satu kelornpok usia. Biasanya kelornpok usia yang
digunakan adalah 5-10 tahlln, meskipun rentang usia dapat
disesuaikan. Batang dari piramida ini digarnbarkan secara
horizontal, laki-Iaki di sebelah kiri sumbll tengah, sedangkan
perempllan di sebelah kanan. Persentase laki-Iaki dan pe
rempuan lIntuk setiap kelornpok usia dapat dilihat dari pan
jangnya batang, yang diukur dari surnbu tengah. Semua
kelompok usia dalalil piramida harus rnernpunyai interval
yang sarna.
Untuh: membuat sate! piramida penduduk, gunakan Tabel 10-2
untuk menghitung persentase kontribusi setiap golongan usia daf'.
jenis kelamin dan Tabel10-3 untuk membuat piram..ida. Harap diingat,
bagian piramida penduduk dal\lm Gambar 10-1, yang menggambar
kan penduduk yang berusia kurang dari 20 ta....~un dan lebih qari 65
tahun digelapkan; hal ini dilakukan untuk menunjukkan porsi keber
gantungan penduduk.
Piramida penduduk di CT 402 dan CT 403 [Link] adanya
perbedaan usia dan jenis kelamin, dan hal ini memberikan pelajaran
yang berharga. Apabila demografik Rosemont dipresentasikan
sebagai satu piramida penduduk Qihat Gambar 10-3), perbedaan
usia dan jenis kelamin yang penting kemungkinan telah diminimalkan
atau bahkan tidak dipertimbangkan. Dengan demikian, kebutuhan .
kesehatan yang terkait dengan usia dan jenis kela....-nin akan dibiarkan
tidak terpenuhi. Risiko ini dalam analisis data mengarah pada peng
agregasian atau pengumpulan data (pooling). Penting untuk memisah
kan data bermakna yang disajikan sehingga informasi yang penting
tidak terabaikan. Waspadalah terhadap persoalan ini pada saat Anda
melakukan analisis.
Dengan menyimakkesimpulan pada Tabel10-1 yang dihubung
kan dengan piramida penduduk pada Gambar 10-1 dan 10-2, maka
BAB 10 i§l Analisi, dan Di,lgnosi;; Keperawalan l(omunildS 279
Komumtas Rosemont
Usia
Pria Wanila
Persentase POPUf8Si
a1 : : OUKuflgan Il(laK mandm
fAnil\ muda, l..,nStil)
Gambar 10-2 Piramida Pcndudl1;' Rosemont: Stn:ktur usia dan jenis kelamin.
Pada peru! depan 30 I<asus per 100.000
ke samping
- Anglo
Pada 25 ... Amerike latin
~ Amerilt.a-Afrika
4.8% 20
15
Oi samp;ng
3.6% 10
Tidak diketa o~-------------~~------·~-----
10-14 15-19 20-2425-34 35-4445-64 55-64 65-74 75+
hui 56,0%
Kelompok usia
Laporan Kasu" Hepatitis C menurut E. coli 0157: H7 Angka Insidensi menurut
Jenis Kelamin, Ras/Etnik, dan Usia Wllayah Kesehatan Publik
< 20 tahun
2O_29tahun!iii~§:=~:=~~~_"
30-39 tahun '. ".,"
40-49 tahun
50-59tahun
60 tahun lebih
.....,:".
Kasus per 100.000
o 2:3 4 5
Angka insidensi (Kasus per 100.000)
Gambar 10-3 Model grafik untuk menampilkan data pengkajian. Sumber: Texas Department of
Health (1998). Epidemiology in Texas 1997 Anllual Report. Austin, TX: Penulis.
280 BAGIAN II lilIl PROSES KOMUNITAS SEBAGAllvllTRA
clapat dibuat beberapa simpulan mengenai inti Rosemont. Di CT
402, kenyataann ya adalah sebagai berikut:
o Persentase anak dan remaja tinggi (42,5%)
• Rasio kebergantungan tinggi
• Persentase sama antara dewasa laki-laki dan wanita usia 20-64
tahun
It Persentase lansia lebih tinggi (10%) clibanclingkan dengan I- Iampton I
atau Jefferson
• Persentase dewasa yang belum menikah rendah (15,2%) 1
Nama koniunitas, Census Tract (Crj,~I:aUbfltas geografik:
Jumlah . . .. -'--'-'-~-'--~~-7-
Usia (iahlln)
BAB 10 iii t\l1ali~;is dan Diagnosis J<eperawatan Komunitas 281
• Persentase dewasa menikah sedang (60,7%)
• Predominan (83%) rumah tangga keluarga
e Rasletnik campuran terdiri atas 54% kulit hitam, 19% Asia, 12%
kulit putih, dan 9% Hispanik
• Angka kematian bayi dan janin sang at tinggi
& Angka kematian bayi (33 per 1000 kelahiran hidup)
III Angka kematian neonatal (24 per 1000 kelahiran hidup)
" Angka kematian janin (76 per 1000 kelahiran hidup)
8 Angka kelahiran lebih tinggi (31 per 1000 penduduk) diban
dingkan dengan Hampton (19 per 1000 penduduk) atauJefferson
(25 per 1000 penduduk)
Pirarnida penduduk_,_ _-c'~_~-'-_ _----'_: 20_ _~
Laki-Iak:.i ", Perempuan
, [Link]
8 6 4 o 2 4 6 8
Persentase penduduk
282 [31\CIAN II II PROSES KOMUNITAS SEB;\GAI ivllTRA
s Angk.1 kematian kasar lebih tinggi (10 per 1000 penduduk)
dibandingkan dengan Hampton (6 per 1000 penduduk) at au
Jefferson (7 per 1000 penduduk)
~ Lebih tinggi lagi persentase kematian 81:ibat penyakit masa ba)~
awal, pembunuhan, bunuh diri, dan tuberkulosis dibandingkan
dengan Hampton atauJefferson.
* Persentase kematian lebih tinggi akibat penvakit serebrovaskular
dibandingkan dengan Hampton dan Jefferson County
Sebaliknya, CT 403 memiliki faktor-faktor berikut:
~ Persentase anak-anak dan remaja rmdah (7,5%)
e Rasio kebergantungan rendah
.. Persentase lamia lebih tinggi (7,7%) dibandingkan dengan
Hampton dan Jefferson
(? Persentase dewasa laki-laki usia 20-64 tahun tinggi (69%)
§ Homogenitas ras dan etnik, dengan 89% penduduk adalah kulit
putih
III Predominan (64%) rumah tangga nonkeluarga
!'I Persentase dewasa yang belum menib.h tinggi (53%)
I) Persentase dewasa menikah (24%)
e Angka kelahiran lebih rendah (17per 1000 pendudllk) dibanding
k~ dengan Hampton atauJeffers~n
o Kematian bayi lebih tinggi (17 per 1000 kelahiran hidup) dan
kematian neonatJllebih tL.'1ggi (17 per 1000 kelahi;:an hidup) di
bandingkcm dengal1 Hampton atauJefferson
@ Angka kematian kasar lebih rendah (6,2 per 1000 penduduk)
dibandingkan dengan Hampton atauJefferson
$ Persentase kematian akibat kecelakaan, diabetes r..1elitus, dan
anomali kongenitallebih til1ggi dibandingkan dengan Hampton
atau Jefferson
.. Persentase kematian akibat penyal<;:it jantung lebih rendah di
bandingkan Hampton atauJefferson
Setelah menganalisis karakteristik inti Rosemont, terbukti banyak
ditemukan perbedaan antara CT 402 dan CT 403 meskipun kedua
nya merupakan bagian dari Rosemont. Pada bagian berikut, temuan
ini akan lebih dirinci setelah menganalisis setiap subsistem dalam
model roda pengkajian komunitas.
St\8 10 .~ i\naiisis dan Didgnosis i<epefdwatan Komunitas 283
Lingkungan Fisik
Untuk mempelajari komponen fisik Rosemont, data c1ikumpulkan
melalui inspeksi (yaitu dengan survei "Leamlng Abo/It till: COIlllJ1tIl11!/
011 Pool') dan disimpulkan dengan melal-;:ukan peninjauan ulang ter
hadap sistem dan studi laboratorium (dengan kata lain, data sensus
dan kamar dagang). TabellO-4 mempresentasikan analisis data pe
meriksaan fisiko
Dengan mempelajari simpulan dalam Tabel 10-4, ringkasan
tentang komponen fisik Rosemont adalah sebagai berikut:
e Rosemont merupakan komunitas yang kontras dan beragam
1\1 Area yang ditempati oleh penduduk yang padat, kebanyakan
terutama terdiri atas rumah tua, yang berdekatan dengan lokasi
bisnis
• Industri hanya sedikit dan terkonsentrasi di CT 402
• I-Iarga rumah meningkat pesat di CT 402; baik di CT 402 mau
pun di CT 403, hanya harga sewa yang memiliki kesamaan.
Pelayanan Kesehatan dan Sosial
Suatu analisis pe1ayman kesehatan dan sosial di Rosemont ditampil
kan pada Tabel 10-5. Karena sejak awal data telah dikategorikan ke
dalam pelayanan kesehatan dan sosial intra- d~! ekstrakomunitas,
mal<;:a format yang sarna telah digunakan dalam analisis.
I-Iarap diingat bahwa pernyataan dari tenaga kesehatan telah di
lapor kan secara terpisah dengan pernyataan dari penerima pelayanan
kesehatan. lni disebabkan oleh perbedaan pernikiran yang sering
terjadi antara petugas kesehatan dengan penerima pelayanan mengenai
kecukupan, keterjangkauan, dan penerimaan pelayanan kesehatan.
Pastikan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari kedua
perspektif terse but.
Setelah mempe1ajari TabellO-5, simpulan tentang pelayanan ke
sehatan di Rosemont adalah sebagai berikut:
a. Klinik Sunvalley yang difungsikan oleh departemen kesehatan
kota, memberikan pelayanan asuhan antepartum yang kurang
memadai di Rosemont. Akibatnya:
• Banyal-;: ibu melahirkan diJefferson Memorial tanpa mendapat
pelayanan asuhan antepartwn
• lbu terpaksa melahirkan di rumah karen a mereka tidak dapat
memenuhi persyaratan yang diminta olehJefferson Memorial
284 BAGIAN 1/ II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
. - - .
Kategori Data Ringlcasan . . .~impulan
blspeksi
Windshield Survey": Kekontrasan dalamKeberagaman etnilc dan .
~'Learning Abot(t th~ .:komunitas: daerah bisnis yang bisnis'
Community on Foot" sibuk d~ lingl"mgan yang' [Link] penuh
. '.' ''>tenarig, >~:: .'.. . .'. derigan rumah atau bisnis
·',Adanya variasi etnik Industti sedikit
.'. dihuktikandengan makamm.•: .·Ha'nya sedikit lahan
.' ..••... ...•.....• '.' .'. . 'kosong
Tallda-Ulnda vital ." . . . ....... .'
'. :'Permukaa~~al1ahdatar dim' Iklim sedang, banyak
'iklim sedang . .'. ........ . tallaman .
'Penduduk padat(14orangper,Penduduk padat (14
acre) . . , ' .... oning peracre)
.Penuh dengari poster, pertu- . Catataii: di CT 402,
. karall informasi, Clan peng- .," terdapat 221 orang per
.umuinan berbagai acara yang' acre dalam satu
. akan datang . . perumahan .
Peninjaua/l u[allg sis- .
tem
. Penggunaan tanah, '
CT 402 . '37%Iahandimanfaatkan Di~T~4()i'-penggunaan
, untUlc kOl'rlersia( 28% .• ·.lahilnuniuk komersial ,
'k~iua:rga tunggal, 8% ,' ..'....•• • (37%) hampir dua kali.
· keiuarga"Inulti, dan9%lahan .• lipatdibandingkan
"
k()soug .,.... ,." '>denganCT403(20%)
CT403 20% lahandimanfaatkall .. CT 4Q3mel11iliki lahan .'.
.;tintUk:ko~ei~ial,32% "kosong(18%Ydua kali .'
·,keluarga tullggal, 15% '..,•.· )ipat dibaridiI1gkan .... '
.. ...
'<keIuarga:tI111lti,dari 18%
'
. ,rlengaiiCT 402 (9%r
H~fgar~~dh'
lal1an kosong; . , ' '", " .
,.' --,,-/;'\',:(-.- -' .
"CT40Z'" '. .' Daiitah~n1980 sainpai.· . '~e~b~daan taj~m dalam
,i Q9,Q,ratacr~ta harga mmahi:r~!.~~ra~a barsa rumah; di '
....ri1~iUi1gkat6,8%dan rata~rata :CT'402,iatacrata harga ..'
,~, - ~' : .":.',.,•.,.~-,: . ::i' .. . "~'/-:~:-~~~~:.~~:~~{;~~~~~'t<.;~-.;~;:-.(-:~;:>;·~r~:'~~~«z:< : . :,
:,.,.:;...:.·•."._.:.d·,:T."",;...•. •j. :.:.•. j ... \ .• ' " " " " ," ";'. ' . , " ",-",,,.",. ,;.-c"
(Calalan: tidak ada kesenjangan data; data untuk area ini lengkap)
Bf\8 10 Iiil Analisis dan Di,lgnosis Keperawatill1 Komunitas 285
Kategori Data Ringkasan Simptilan
Fasilitas keseltatall
EkstrakoJ~lInitas . . .
Rumah sakit' K:bim~akan,rujukan atau . Hanya ada sani rumah '..
pnbadl ..........."'" .. ', ..•.... ' ..·sakitp~merintah;peng- ..
. Sat{!rumahsaldt [Link]; gunamengeluhkal) lama~
Jefferson Memorial, mem- . nya\yaktu tunggu dan pe
punyai mas,alah . layanan yang terfragmen
• Waktti. timggu yimg tedalu . tasi
lama (~ 8jam)'
• Pelayanan yang terfrag
mentasi
• Sulit dijangkau
Pelayanan Kesehatan . Banyak pilihan, termasuk Banyaknya pililian.·
Swasta . HMO . pelayanan ~esehatan
Departemen Tenaga kesehatan merasa Pelayananantepartum .'
Kesehatan (Klinik klinik Sunvalley memifiki . '. . yang tidak memadai' ,
Sunvalley) . kelemahan antaralam: Banyak ibu melaliirkan di
• Pela;'::tnan antepartum yang Jefferson Memorial tanpa
tiJa~ memadai.· mendapat perawatan .'
• Ibu harus niellunggu 8-10 .. [Link] ..'.... .
minggu uutuk perjanjian . .Banyakibu yang terpaksa
pertama kali sehingga" melahirkan eli mmah
kadang-kadang pelayanan karenamerek:a tidak: .
diberika t!setelah taksiran memenuhipersyanitan
persalinan tiba. yang ditetapkan di .
• Pelayanankeperawatan Jefferson Memorial.
untuk memenuhi kebutuhan
lansia tidak memadai.
Warga Roseffiorit merasa .
bahwa klinik: tersebut:.., . .
• Sulh elijal1gkau (tidak ·ad~. .Pelayanan Sunvalley
bis yang [Link] k6 klinik) kurangtetjangkaudim
• Pelayanari • .kunlngdapat diterima
berlanjut
286 BAG IAN II !'.l! PROSES :<OMUNITAS SEBI"\GAI MITRA
Kategori data Ringkasan Simpulan
Pelayanan kesehatan di Satu asosiasi perawat Banyaknya pilihan
nmlah kunjungan nmlah (Visiting pelayanan [Link]
Nurse Association, VNA) rumah
Banyak iembaga
. pelayanan kesehatan di
. lUmah; kebanyakan
meminta pembayaran
limgsung atau dengan
penggantian biaya dan
. pihakketiga .
Kesenjangan data: Frekuensi dan jenis pelayanan VNAyang dimanfaatkan oleh
warga Rosemont . .. ' .
Perawatan .... Duafasilitas perawatan Duafasilitasjangka
. berkesinamhungan . • jangka panjang [Link]. panjang yang memiliki
1zin resmi berada dekatizin resmi
. . .. Rosemont (jarak 13 km) ... .
Kesenjangan data: keadek:uatan fasilitas [Link] administrator, staf, dan pasien
Pelayanan gawat darurat: . Serangan jantung dan Jantung dan CVA···
Medical Emergency· . karcliovasklilar(CVA) merupakan alasan utama
.. Ambulance Senlice ... merupakan aiasan utarna .. kunjungan MEAS, selain
(MEAS) kedatangan MEAS ke.·· . kecelakaaridanjatuhdi.·
.. . . Rosemont .. . nmlah·· ....
Kesenjangan data: Jumlah warga yang memanfaatkanMEASdan karakteristiknya
menunit usia, ras, jenis kelamin, dan etnik
Peiuyaitall kesehatan . . ..
intrakomunitas
Praktisi pelayanan Rosemont tidak memiiiki: Kurangnya praktisi
kesehatan • Praktisi kebidanan dan kebidanan dan kandungan
.kandungan atau praktisi . serta praktisi keluarga
. . keluarga .. ... . Tidak ada praktisi yang
•. Praktisi. kesehatim yang menguasai dua baliasa
··.·berbicaradllabahasa .
Kliflik
Klinik Third Street ",,,,,,,[Link]<I.U tnerasa Kurarig m~madaillya
• ke
berlanjut
BAB 10 III Analisis clan Diagnosis Keperawatan Komunitas 287
.J.:~ 7)~ .-< (,..., ' ~ • -:, " fif' , , . ~~ . ,~. ':, u ~ "~~ • .:.-£r!~
:''f,l\.BEL lO*~Analisis -
Pe~ayanllD KeseJiata~ ~an Soslal ~i !{oseniont (lal1jlttd~),
'\;. • .... I '
'. " ..
data
~-
Kategori Ringkasan.· '. , .' Simptilan'
• K6nseling~ rujukan, dan •~.Bantuan maudrril··.· '.
terapi penggllna z~t~ . .
.~~~p"n~~
• Ke~6mp9~penaukUrig' •....
,orllugtiiatunggaidan·•
'.';")
.··kelo~pok pendukung
.; lansiil':, .<,' .' ..•.
Ket)Utuh~ri:tm:hbahan •
klinik;~termasukp~ng~" .
.'. ··,·angl}atanda1peng~io laan
, .teriaga':kesehatan.' . '. .' . '.'. .
". Banyakw~ga'Roserribnt .. warga~os~mont
"'memanfaatkan kliirikse-mengatakan bahwa '.
cararutin;metekamerasa ' perawatan yang diberikan
diteriimi [Link] memafuhioh!hklinikThird Street
"pera~atan medis: ., dapatditerima dan
".. ", [Link]< '. terjangkau
'. Kes'erijt!ngandatfJ,. ..•. ,.•• pelay~n~~;r~~~~:,
•.... ..,,;" ... .'·:r . ',;~
. Jumliihwaiga Y~Ilg meminta pdayariau yanginemirnt pembeiipelaxananperlu
[Link] ' ,.:'., ", . ". "" .:,.'" '.
, Kanikieiistikw~rga yang memmta'pelayaiian perawatanmedif'
Rosem~nt Health Cent~r ··riiie~~[Link]'t?er~s!i:: [Link]~t4k,
hal-halberikuf adalah- . menjangkau, menenma,
dan membayar biaya< .
pelayanan penyakit, . '.
menular sekstials'angat .
, tinggi
berlanjut
L88 S/\GII\i"! II :Jl PROSES KOIvlUNITAS SEBAGAI MITRA
Kategori data Ringkasan Simpulan
Kesel1jangan data:
------------------------------
Apa kebutuhan yang dirasakan staf?
Apa kebutuhan yang dirasakan warga?
Fasilitas sosial
Ekstrakomunitas
HeCC (Hamptoll BCCC memberikan Lokasi HCee dekat
Community Counse/{ng pelayanan konseling dengan Rosemont dan
Center) . kepada remaja pengguna . memberikan konsultasi
obat dan zat terlarang . untuk penyalahgunaan zat
Kebanyakan pasien laki~ . tedarang, tetapi Bcet
laki dari kalangan beluni dirnanfaatkan oleh
menengah atau menengah warga Rosemont
. keatas; semua kulit putih'
Fasilitas sosial
.. Ekstj·akomunitas . Stafmerasa bahwa inereka
telah inemenuhi kebutuh
an komunitas ..
. Warga Rosemont tidak .
:.. .. -
~
.. ... menyadari lceberadaan
[ICee .............'
YMCA Program Program orientasi budaya Tidakmemadainya bebe
. Pengungsi Indo-Cina untuk iniigran Asia; staf . rapa pnJ,gram kultural
.merasakan kebutuhan menirnbulkan waktu
mendesak terhadap tunggu yang lama dan.
program berikut: . . frustrasi
• Penyaiahgunaan za:t ter
huang.
• Keterainpilan dasar
pe:riyelamitfanji~a .•.
(misalrlya, perawatan .
did sendiri,pekerja)
Banyak warga Rosemont.
berlanjut
BAB ,0 i:1I Anali,is CL1r1 Diagnosi;; Kepe',1walan l(omun.r,l;; 289
< lntrakomunitas
Gereja
South Mein Program pelayanan sosial < Programjarakjauh
yangekstensif; program < < •• < diberika!1 oleh kedua <
s~sial untuk gay !1leskipun < gerej~ «< ., ••• <. •• < <
ditentang oleh anggota < Hallya South Main yang
selllor '.. , menyediakan program
'. untuk gay meskipun
a~ggota senior South
< Main keberatan dengan
wogram tersebut <
Westpark < ,Progioampelayanan sosial
,yang ekstensif <
Tidlikida program sosial '
bagigay < ,
,Lambda Alcoholic Program AA yang aktif Kelompok perideta yang
Anonymous (AA) <'. unrtikgay:;anggota lebfu, aktif dalani Lambda Ai\
daTi 120 <
b. Di Rosemont, tidak ada praktik dokter kebidanan dan kandung
an, atau keluarga maupun bidan.
c. Pelayman kesehatan eli klinik TIUrd Street tidak memadai, khusus
nyadalam:
CIt Pengkajian dan pengobatan orang sakit
\) Pcngkajia..11 dan restorasi gigi
• Program konseling dan terapi pengguna zat terlarang
• • Program pendielikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan
warga
• Kelompok pendukung dan pemberi bantuan manruri sesuai
dengan kebutuhan dan permintaan warga
do Rosenloat Health Center menyediakan layanan penyakit menular
seksual (PMS) yang dapat eliterima, terjangkau, dan murah, tetapi
masih kurang dalam:
• Orientasi dan edukasi untuk staf
• Pedoman prosedur dan protokol untuk perawatan kedaruratan
• Metoda pembuangan spuit injeksi yang aman
• Penyeeliaan kereta dorong emergensi
290 BAGIAN II fill PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Deduksi tentang pelayanan sosial eli Rosemont adalah sebagai berikut:
'" TTamploll COlllmll1li!y CotltlJe/il'lg Cellter (I-fCCC) terletak dekat dengan
Rosemont, tetapi tidak dimanfaatkan oleh warga, meskipun
warga berulang kali menyatakan harapan mengenai ketersediaan
program konseling untuk penyalahgunaan zat terlarang.
9 YMCA Program Pengungsi Indo-Cina sangat diminati oleh warga
Asia di Rosemont; bagaimanapun, program orientasi budaya
yang ada tidak memenuhi harapan warga. Baik staf YMCA mau
pun warga merasakan perlunya penambahan program.
fI Gereja South Main dan Westpark menyediakan banyak pelaY'aIlan
sosial; namun, hanya gereja South Main yang men yediakan
program sosial khususnya untuk populasi gay, satu program yang
ditentang oleh kelompok anggota gereja yang berusia tualsenior.
• Kelompok pendeta yang aktif dalam Lambda AA berlokasi di
Rosemont.
Ekonomi
Analisis mengenai karakteristik ekonomi dan finansial Rosemont
disajikan dalam Tabel 10-6. Analisis dimulai dari indikator kese
jahteraan perorangan (misalnya penghasilan), lalu indikator kesejah
teraan bisnis dan industri, dan disimpulkan dengan status pekerjaan.
Seperti pada subsistem lainnya, kategori pengkajian data menjadi
kategori dalam analisis data.
Setelah mempelajari Tabel10-6, dapat diambil simpulan mengenai
status ekonomi Rosemont. Ada perbedaan mencolok dalam karak
teristik finansial rumah tangga CT 402 dengan CT 403.
Di CT 402, ditemukan bahwa:
• Median pendapatan rumah tangga sebesar $10.693 hanya 34%
dari median penghasilan di CT 403 dan Hampton.
• Sebagian besar keluarga (53,7%) berpenghasilan di bawah rata
rata
• Setengah dari keseluruhan rumah tangga dikepalai oleh perempuan
• Sepertiga dari keseluruhan ke1uarga menerima bantuan kesejah
teraan dari pemerintah.
Di CT 403, terdapat faktor- faktor sebagai berikut:
• Median pendapatan rumah tangga $31.273, jauh lebih besar di
bandingkan dengan CT 402 dan Hampton.
• Hanya 5,4% keluarga yang berpenghasilan di bawah rata-rata.
BAi3 10 iii! Anali,i, cJJI1 Diagnosis Kepprawatan Komunitils 291
Kategori Data Rillgkasan Simp ulan
Kaf(lkteristik jillansial
. rumah tangga
. Median pellgha;o;i1an
rumah tangga (1990)
CT 402 $10.693 .• Median penghasilan
CT 403 $31.273 · rumah taugga di CT 403
. Hampton $30.483 · lebih tinggi dari CT 402
% keluarga dengan
penghasilau di bawah
rata-rata (1990)
Cf402 53,7% Di CT 402, lebih dan
Cf403 5,4% setengahjumlah keluarga
lIampton· .7,1~o · memiliki penghasilan di
% keluarga yang menda · bawah rata-rata
pat bantuan kesejahteraan
. dari pemerintah
CT 402 . 36,4% . •·.•·pi CT 402, 36,4%
CT403 4,3% keluarga mendapat bantuan
. Hampton 3,4%· kesejahteraan dari
"pemerintah danjumlah ini
[Link] dibandingkal1
. ': . :-. . :.':"
CT 403"(4,3%)"dan
· Hampton (3,4%).
'%kepala keluarga",anita . .. .i' .
(1990) . . .'
CT402 '·49,2% DiCT402, rumahtangga
.CT403. "11;1%-. , ',. hampii" setengahnya
lIl:.lmpton . 15,4% ·· dikepalai. oleh wanita.
~. '.
. Karnkteristik bisnisl •... '
industn (1990)., '
Cr402
berlal1}ut
292 lV\c;iAt,111 Ill! PROSES KOINJf\.ITAS SEBAGf.l MITRA
Kategori data Ringkasan Sinipulan
Cf403 85,4%
Hanya 40% warga CT
Hampton 71,5%
402 yang bemsia .
pl'Oduktif(~ 16 tahuri)"
dibaridingkan clengan di
CT 403(85%) dan"
Hampton (71 %)
Kelo~pok pembayar gaji:
% swasta, % pemerintah,
% pekerja lepas
Cf 402 67%, 18%,2% Data kelompok penggaji
CT 403 76%, 12%, 6% antara CT 402 dan CT
403 hampiI' sarna, dengan
mayoritasberasal dari
bisnis swasta' '
Kelompok pekeljaan
manajeriitl/profesiorial
CT 402 ,7,1%,:< Perbedaan mencolok " •
CT403 ,,42;1% dalam kategori pekeijaari '
(Catatan: tidak terdapat kesenjangan data; datadalam area ini lengkap.)
• Hanya 11,1% dari keseluruhan rumah tangga yang dikepalai
oleh perempuan.
• Hanya 4,3% dari keseluruhan keluarga yang mendapatkan ban
tuan kesejahteraan dari pemerintah.
~A8 10 !ill Analisis dan Diagnosis I(eperawatan KOl11unilas 293
Perbedaan mencolok juga terjadi pada karakteristik tenaga kerja
di CT 402 dengan CT 403.
Di CT 402, didapatkan:
41 Hanya 39,8% populasi berusia produktif (16 tahun ke atas).
It Sebagian besar warga (67,8%) bekerja di pelayanan atau sebagai
operatorlburuh.
CT 403 memiliki gambaran yang berbeda:
9 85,4% populasi berusia produktif (16 tahun ke at as)
., Sebagian besar warga (76,2%) bekerja di posisi manajerial atau
profesional
Keamanan dan T ransportasi
Analisis mengenai pelayanan keamanan dan transportasi di Rosemont
disajikan dalam TabellO-7.
Setelah mempelajari data, simpulan mengenai pelayanan ke
amanan (perlindungan) dan persoalan yang berkaitan dengan hal
terse but di Rosemont adalah sebagai berikut:
'b Bahan b8kar minyak merupakan penyebab utama kebakaran ru
rnah •
• Pencurian dan pencurian di rumah ;nerupakan kriminal yang
paling banyak dilaporkan, diikuti dengan perampokan dan pen
cunan kendaraan; lansia dan gay merasa lebih sering menjadi
korban. Kedua kelompok ini sering kali dihubungkan dengan
banyak kejadian tindak kekerasan dan penganiayaan.
• Air minumRosemont tidak mengandung fluor, dan tidak pernah
dilakukan pemeriksaan terhadap senyawa arsenik dan logam
berat, yang merupakan substansi yang dikhawatirkan warga dapat
mencemarl aIr mmum
• Penumpukan kendaraan rusak c!a,.i pembuangan mesin dan alat
besar, meningkatkan risiko cedera bagi warga terutama anak
anak.
• Polusi udara meningkat.; Air Control Board meJakini bahwa warga
belum memiliki informasi yang memadai tentang polusi udara
maupun tindakan individu untuk menurunkan polusi.
Berdasarkan pelayanan transportasi Rosemont, dapat dibuat
deduksi sebagai berikut:
294 BAGIAN II 1!!1 PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Persentase warga CT 403 yang mengendarai kendaraan pribadi
III
ke tempat kerja (64%) lebih tinggi dibandingkan dengan warga
CT 402 (43%); namun, 48% warga CT 402 menggunakan mo
bil jemputan atau transportasi umum ke tempat kerja dibanding
kan dengan warga CT 403 (26%)
., Apabila dibandingkan dengan CT 403, persentase warga CT 402
ya..'1g mengalami ketidakmampuan transportasi (khususnya lansia)
lebih tinggi.
Politik dan Pemerintah
Rosemont kaya akan org,ullsasi politik. Namun, analisis keperawat
an sudah cukup untuk menguraikan data mengenai organisasi dan
orang penting. Infor rnasi sistem politik dan bentuk pemerintahan
merupakan rujukan yang sangat membantu Anda pada tahap berikut
nya dari proses keperaViiatan-perencanaan program di kOmtulltas.
Komunikasi
Sumber komunikasi formal dan informal di Rosemont memadai.
Tidak dibutuhkan analisis data. Data komunikasi yang ada dapat
dijadikan acum yang sangat membantu Anda dalam tahap proses
keperawatan selanjutnya-perencanaan program di komunitas.
,
.: G
CATATAN
.. It ........
Apabila informasi sistem komunikasi komunitas yang
dikumpu!kan tela" memadai (Iihat Tabel 9-29 dalam Bab 9
tentang komponen yang dikaji), tidak diperlukan anal isis data
lebih lanjut.
Pendidikan
Analisis mengenai status pendidikan umum di Rosemont (karak
teristik jumlah siswa, lama pendidikan, dan bahasa yang digunakan)
serta sumber pendidikan spesifik (misalnya, sekolah negen dan swasta,
baik intra- maupun ekstrakomunitas) disajikan dalam Tabel 10-8.
Terdapat perbedaan signifikan dalam status pendidikan umum
antara CT 402 dan CT 403. Status pendidikan umum di CT 402
adalah sebagai berikut:
• Sebagian kecil (28%) warga adalah lulusan SMU, dan sebagian
besar sedang mengikuti sekolah dasar. Tujuh puluh lima persen
populasi memiliki kemampuan bahasa Inggris yang buruk.
BAB 10 III Analisis dan Diagnosis Keperawatan Komunitas 295
. Kategori Data ..,'. ',
KealJlaJtalt . '. .
. ~:~:~;~:perlin~u~~an::/45 hsuskebakara~dalam "P~nyebabutank .:';.: .
. . . •• •· j<.;:/?O b.;lri terakh~; [Link].. kebak'arans~larria 90~'· .
... . ; ."" :;i~terjadi dl rmriah (hiaJariYaharit~takhlrpa4i·:/:·:::\.· •.
. " ' 'c "berasal daii hahanbakar '. timuJPIiya ad~!ap p~h~l1
.. ,'. ·~';::'·:"·····mmyak);· ":( ... "{; ··b~~~~mmYa¥.·~.r,·>:.
Kesenja~i~hilat~:'~·;:;..;;··~·":} ::' '; "i~:, ; , ' , .
.Dapatkan datatambahan(li'hulan) da:i1teiap'k~kb<iliwa:hahari bak~trniriyak
nlerupakari,peny~bab titarllii ke~akara~.. ~:·.:_~./: .'':~ ,. .,~ .
. Dokum~mtasi kar~t!eristik asia, jenis l<.e·lla·rr·li. £1.,,fas,j~al(tu. s¢lrta.1:lall'-hi~l
Pol~si .. ':\<:",: c."statistik' >
berlanjut
296 BAG IAN II 1'1 PROSES KOMUNITA.5 SEBAGAI MITRA
Kategori data Ringkasan Simpulan
Airminum Tidak ada fluor dalam air Tidak ada fluor dalam
minum air millum
Tidak ada pemeriksaan Tidak ada pell1eriksaan
rutin terhadap senyawa . rutin tcrhadap senyawa
arsenikdart logain berat arsenikdan logam be:at
(demen yang diy~kini dalam air minum
oleh warga mencemaii air
" .., minum) .
Kesenjangan data: ... . .' .'. .
Kaji riwayat isu fluor. Apakah fluor pernah diajukan dan ditetapkan? Bagaimana
posisi antara Departemen Kesehatan, walikota, asosiasi warga, dan masyarakat
umum saat ini? .
Berkenaan dengan senyawa arsenik dim logam berat: Apakah danau Hampton
diperiksa kadar arsenik dan logam beratnya? Bagaimana posisi dan perencanaan
Departemen Kesehatan,walikota, dan asosiasi warga?
Limbah padat • Peningkatan pembuangan Potensi kecelakaal1
. mesin dan peralatim besar (dengan konsekuensi
ilegal; mobil yang tidak trauma dan mati lemasl
dapilt digumlkmlagi di~ sesak napas) pada saai:
.' . . . ,. •parkirdijahmb&rl:mlari'- .' [Link]~aduk.
. . bulansebeluriiQibijallg· barangrorigsok~n dan .' .
KeSenjangandatiI:. olehpetngaskotaHampton mobilrusak.
Catat undang-undang dan sanksi hukum yang di~erapkan kepadawarga yang
melakukan . . . ' . dan sanksi hukum .
Tindakanapa yang telah dilakukan warga,
berlanjut
BAB 10 II1II I\nalisis dim Diagnosis Keperawalan KOn1unitas 297
Kategori data llingkasan Simpulan
dalam upaya .
[Link] polusi.
Kesenjangan data:. ..' . ' '. " .... . . . . , . , .... .
. Kaji apakah telah tumbuh kesadaranmasyarakatterhadap program: Lal{l, kapan
dan respons apa yang ditunjllkkan? Dagaimana pemahaman warga mengenai :.
polusi udara, pembersmanudara, danperannya daJam rrienumnka.n polusi? .'. •
Apakith warga memerlukan informasi tambahan tebtang polusi udara?" .,
Transportasi . . .
Pribadi (ke tempat kerja)
CT402. 43% warga mengenclarai '.. BamPlr setengahnya .'
'. 'mobilsendiri, 24% '. ·.'(43%)merig€mdarai··, ..
menggunakan mobil: '.. ' ..• ..•• rnobil sendiri ke' ternpa t .
jemputan, dan 23% '. . .. kerJa, warga yang Il1eng
menggunahn1r~nsP.?rtasi· . gunakan mobil htryawan'
. u m u m . m e r l r i l i k i pe,rseniaseyang .
'hamplfsama:dengari ." .
. • pengguna j [Link]
.,< '. . . umum (24%) .... . .
CT403 .· 64% warga mengendarai;Sebagianbesar~~rg~
mobilsemiiri, 1~%·:.,\. '.(64%) mengendarai',·..
mobil jemputan; dati: . mbbilsehcllrike,tempat
11 %menggunakan, . .keIja, sebagian lagi(16%) .
. transporta~i urritiIn 'menggilriakiuimobiL
,'jernputandanhanya .
..' sebagian kecii (11 %) .
y~ng menggmlakan ..
kendaraanumum,.·..•.·..
Ketidakmampllalt .
transportasi
CT402 6% pendudukhemsia>
16-64 tahim dai121 %
'. yang berusia di atas65 .
'.' tahun mertgalaml> - .
298 BAG/AN /I Ii! PROSES KOMUN/TAS SEBAGAI MITRA
Sebaliknya data eli CT 403 menunjukkan:
• Sebagian besar warga adalah lulusan SMU (89%) dan mayoritas
sedang mengikuti penelidikan eli Perguruan Tinggi. Hanya 19%
Vil'[Link] yang berbahasa Inggris buruk.
Berkenaan dengan sumber penelielikan yang khusus, eli Rosemont
terdapat sumber penelidikan primer yaitu sekolah dasar Temple. SD
Temple memiliJri 924 orang siswa. Kepala sekolah, guru, perawat,
dan orang tua eliwawancarai selama proses pengkajian berlangsung.
Dengan mempelajari situasi eli Temple, dapat elisimpulkan bahwa:
a. Membolos merupakan masalah yarlg muncul terutama elilakukan
oleh anak laki-Iaki Hispanik. Tingginya angka kegagalan akademik
(tahun lalu mencapai 22% siswa).
b. Banyak siswa yang tidak mampu berbahasa Inggris, yang tercatat
dalam dokumen pendidikan umum.
c. Hubungan ker ja antara guru dan orang tua tidak memadai, di
peru mit dengan kendala bahasa.
d. Masalah kesehata.l1 siswa tereliri atas:
• Karies gigi (62% siswa)
• Kutu kepala, khususnya dari kelas taman kanak-kanak sampai
kelas dua
• Imunisasi tidak lengkap
• I-Iigiene yang buruk
8 Tidak memadainya kepatuhan orang tua terhadap program
keperawatan meelis
• Program penelidikan kesehatan tidak memadaj
e. Adanya perhatian dan keterlibatan orang tua serra keinginan
untuk mengomunikasikan kebutuhan kepada staf.
Tersedia Fasilitas perawatan sehari eli [Link]. Fasilitas
ini sangat tidak memadai. Akibatnya, orangtua terpaksa meninggalkan
anak-anak dalam konelisi berdesakan dan kurang terawasi.
Fasilitas pendidikan ekstra komunitas utama adalah Central
Hampton High. Masalah utama eli Central Hampton Hight menurut
perawat sekolah adalah:
• Meningkatnya jumlah kehamilan remaja
• Tidak adanya penelielikan seks eli kelas
• Meningkatnya penggunaan alkohol
BAB 10 III r\nalisis dan Diagnosis Keperdwatan Kornunilas 299
Central Hampton telah berhasil mengurang masalah membolos
dan kegagalan akademik dengan menjalankan program "perbaikan
kegagalan" .
Rekreasi
Lahan dan fasilitas rekreasi minim. Jumlah lahan untuk rekreasi
dialokasikan seluas 5,6 arce untuk popuiasi sebanyak 13.631 (meru
pakan gabungan populasi CT 402 dengan CT 403). Untuk meng
ikuti berbagai kegiatan obh raga dan program rekreasi yang biasa
nya diselenggarakan oleh gereja dan asosiasi; warga harus
menjadi anggota dan biasanya dipungut biaya. Tidak ada program
rekreasi dari pemerintah, beberapa peralatan rekreasi yang disedia
kan untuk masyarakat sudah memerlukan perbaikan.
Diagnosis Keperawatan Komunitas
Sebelurnnya, kita telah menganalisis setiap subsistem Rosemont dan
pengaruhnya terhadap inti komunitas (penduduk), serta mengurai
kan simpulan analisis. Tugas akhir dari analisis adalah mensintesis
pernyataan simpulan menjadi diagnosis keperawatan komunitas.
Diagnosis adalah suatu pernyataan hasil sintesis pengkajian data.
Diagnosis merupakan suatu label yang 1J1cndcskripsikall situasi (atau
kondisi) dan l1;eJtgandung cti%gi (sebab).
DiagnoJ-is leepermvatan membatasi proses diagnostik pada berbagai
diagnosis yang ditegakkan untuk menunjukkan [Link] mamfJia
terhadap maJa/ah kesehatan baik aktHal mauptflt poteJtsial,yallg dapat secara
legal ditangani oleh perawat. Ketetapan ini didasarkan pada Pernyataan
Kebijakan Sosial dari Amclitan NttTJ'eJ' AJSO{ialion [ANA [Link]/ Polir;J'
Staleme11tJ Oihat bahan Bacaan yang Disarankan). Meskipun belum
ada format standarnya, tetapi kebanyakan diagnosis keperawatan
terdiri atas tiga bagian:
1. Deskripsi rna salah, respons atau kondisi
2. Identifikasi berbagai faktor etiologi yang berhubungan dengan
masalah
3. Tanda dan gejala yang merupakan karakteristik rnasalah
Diagnosis Keperawalan K01J1unitas berfokus pada sualt! kOI1JJ1nitas yang
biasanya didefinisikan sebagai sualu kelompok, populasi alall kumpulan
orang dcngan sekurang-kttrang'!Ja memtliki salu karakteristik lerlenlu (misal
nya, lokasi geografik, pekerjaan; etnik, atau kondisi perumahan).
300 BAG IAN II III PROSES KOMUNITAS SEBAGA,I MITRA
Kategori Data' Ringkasan' Simpulan
Status pendidikan
Lama pendidilean:
% tamatan SMU
CT402' 28% Oi CT 402, hanya 28%
CT403 8Y% warga yang berusia di
Hampton 68%' atas 25 tahunlulus SMU,
dibandingkan dengan CT
403 (89%) dan Hampton
(68%).
Juinlah sisw<l. di sekolah:
%SO,%SMU,%
Perguruan Tinggi '
CT 402, 59%; 23%, 4% Mayoritas warga CT 402
CT 403 15%,7%, 73% yang sedang mengikuti
Hampton 48%,23%,19% pendidikan adalah siswa
sekolah dasar; di CT 403,
mayoritas wargarrya
mengikuti pelldidikan di
perguruan tinggi
Bahasa yang digunakan: % p6pulasi dengan
kemampuan bahasalnggris yang buruk,
Dmur 5-17 Umur 18 atau > Di CT 402, 75% pOPlllasi
CT402 ' 76% 74% berbahasa Inggris buruk
CT403 11% ,19% dibandingkan dengan di
Hampton 21% 26% CT 403 yang persentase
nyakecil.
Sumber pendidikan
Intrakomun itas
SO Temple , Kelas taman-kailak-kanak Etnik campuran dengan
sampai kelas 8 dominasi anak-anak kulit
, 'Jumlah siswa 924 orang 'hitam '
Etnile:' '
, 42% lcilithitam
, Mentiiuf~~f,masalah
uiarmiad!3,lah:;:> , '
, ,~Membolos, ,, '
<l lVl C'l~"'l~"'i~ 1Ai-.~",:,v",.",:,·~f~ i~ t
berlanjut
BAB 10 II!II Analisis dan Diagnosis Keperdwat<lll KOl11unilas 301
Kategori Data' Ringkasal1 Simpulan
• Bahasa Illggiis yang
tidak memadai
• Lingk,nngan rumah yang
. penuh SITeS dengan
,,," supervisiyang tidak .'
. .' , mencllkupi. ' .
'Xesenjangan data: ...... ", ", ", .
Gali ?ernyataall kepala sekolah tentang pendidikandengan: dua bahasa. Mengapa
ada pertentangan? Bagaimanakedudukan dan kebijakau niengenai pendidikan
dengan dua bahasa di Hampton Independent School District (HISD)? Bagaimana
persepsi kepala sekolah terhadap keprihatinan orang tua?
Sumber pendidikan
Intrakomunitas Guru merasa gangguan Sama dengan di atas
utama siswa dalam belajar .
adalah: '
• Komunikasigum-orang
tua kurang memadid
• Kemampuan berbahasa
Inggris yang bumk
• Stres akibat tekanan dari
lingkungan mmah
• Supervisioleh orang'
dewasa kurang memadai
Kesenjangan data: ,
Telusuri persepsi gum terhadap pendidikandengan dua bahasa.
Bagairnana persepsi guru terhadap keprihatinan orang tua?
SD Temple Perawat merasa masalah Masalah kesehatan utama
kesehatan utama pada siswa adalah:
anak-anak adalah: . ' • Higicne tidak memadai
• Higiene yang bumk ~ Kontrol karies gigi
• Karies gigi . ' '. Kontrol kutu kepala
• Prevalensi kutii hpala ~, Kepatuhall orangtua
• Imunisasi yang tidak terhadapprogram "
lehgkap , " . ' perawatan medis
.' -Orang tua • PerididikZui kesehatan
" IhatUhin'f{':i~'~raJn
berlanjut
302 Bt\CIt\i'J II ~ PROSES KOMUNI lAS S::BI-\G,\llvll"i Ri\
Kategori Data Ringkasan Simpulan
kesehatan dan skrining
bila ada sukarelawan dan
pihak orang tua
Kebijakan saat ini
mengharuskan perawat
selalu berada dikIinik
dan tidak diizinkan
adanya pendidikan
, ,kesehatan di kelas.
Kesi;mjanga"l data:
Dokumentasi kebijakan sekolah berkenaan dengan:
• Rekruitmen dan pelatihan tenaga sukarela dad orang hla
• Kehadiran dan peran perawat di klinik sekolah
Telusuri sikap perawat terhadap pendidikan kesehatan , ,
Diskusikav berbagai pilihs,n program kesehatan untuk siswa, staf. dan orang tua.
SD Temple Orang tua merasa Perhatian dan keikut
" Temple merupakan sertaan orang tua cukup' ,
kekuatan komrinitas ' nyata; namun, upaya
tet(!pi anggota staf saat untuk mendiskusikan
ini tidak sensitif terhadap keprihatinan deilgan staf
kebutuhan etnik: dan ras; meniinbuikanfnistrasi
us aha untuk men- '
diskusikan persoalan ini
dengan stafTemple telah
menimbulkan frustrasi.
Sumber pendidikall
Intrakomunitas
, Kesenjangan data:
IdentifIkasi ketua dan tokoh penting (ketua komite) persatuan orang tua dan guru
Temple. Apakah ketualtokoh penting tersebut mellyadari kebutuhan etnik dan ras?
IdentifIkasi persepsi siswa tentang sekolah mereka. Aktivitas apa yang mereka ,
senangi? Adakah aktivitas lam ~t:usaisekoiah? Siapa peselt~nya?Aktivitas apa
yang dibutuhkan? " " , , '
, '
Perawatan Sehari Ada sata Ptisat , Fasilitasperawatan sehari
,Busybee' perawatari sehari di CT yang ti<jak Inencukupi
402; tidilkildafasilitas di OrangtUa rneninggalkah ",
, ,'-
cT 403,)":,,,0\:'
'.,'
""<"",~:'!"
," "': an~kd,'l,rUn;ia1iyan"g penult,
.
-.<-:.~. ":,«':"_~'::i .,.,":: ;-:,~;;,,{:':
,Ek$if~icbinlmltdi:·,.
CeIitr~iHainpto~High
:..:_'f·__
~;t{;~'· ;,,~:-,:>::.'~;:,".':
....:.,:' <,:"':<;",;\'.
• ", ':',:••, • 'I . • . ',,_., ,:,_:,',' ~:,/,::,:;,'i:',"_: : :'
,.". '.r;·._; ,:.. ,';.' _
.~!iI~~~~i~~/;'··;,;~(,;'
berlanjut
BAB 10 III Analisis dan Diagnosis Keperawdian Komunitas 303
Kategori data ' '.' .. ·.Ringi<.asan 'Simpulan
. Keputusandewan Pelldidikan seks tidak
. '. pengUrus sekolah yang diizinkan di SMU
tidak mtmgizinkai.l .'
penyeie~ggaraankelas ....
[Link] seks, , .
Peningkatan pengguna
alkohol~.
Kesenjallgan data: .. ". ........ ... '.' . . ' :' ' . . , '. ", .
Jumlah kehamilau3-5 tal1ul1 terakhfr(sebagai perbandingan) karaktedstik anak
perempuan berdasarkan umur,kelas,ras, dan etnik. . ' ..
Riwayat dan alasan dewan pengurus HISD merigambil keputusan untuk '.'
menghentikan pendidikan s e k s : r . · . ' "..... ...• .'.
Dokurnentasi lingkup pengguna alkohol dan kara!cteristik pengg1ll1a. '.' .
Untuk memperoleh diagnosis keperawatan komunitas, data hasil
pengkajian komunitas dianalisis dan dibuat simpulan. Pernyataan
simpulan membentuk diagnosis keperawatan. Beberapa pernyataan
simpulan membentuk bagian deskliptt/dari diagnosis keperawatan;
yaitu menunjukkan masalab keJebatClIl kotmmitaJ pote11J'ial mal/pm/
aktuai atau keprihatinan, misalnya:
• Tingginya angka kematian bayi di Rosemont
• Tingginya prevalensi karies gigi pada siswa SD Temple di Rosemont
Pernyataan simpulan lain bersifat etioJogik dan mencatat kemungkinan
penyebab timbulnya masalah kesehatan atau keprihatinan. Pernyataan
etiologik dihubungkan dengan pernyataan deskriptif dengan meng
gunakan "ber/mbungan dengan': sebagai contoh:
a. Tingginyaangkakematian bayi di Rosemont berhubungandengan:
• Tidak memadainya sumber di klinik Sunvalleymilik Departemen
Kesehatan untuk memenuhikebutuhan perawatan antepartum.
• Tidak terjangkau dan tidak dapat diterimanya pe1ayanan antepar
tum yang ada di klinik SunValley.
• Kurangnya tenaga praktisi kebidanan dan ke1uarga di Rosemont
b. Tingginya prevalensi karies gigi pada siswa SD Temple di Rosemont
berhubungan dengan:
• Kurangnya pengkajian dan pengobatan gigi di kIllik Third
Street.
• Kurangnya fluor dalam air minum di Rosemont.
304 BAG iAN II m PROSES KOMUNITAS [Link] ivllTRA
Q Rendahnya median penghasilan rumah tangga di 402
yang menimbulkan keterbatasan sumber ekonomi untuk
memperoleh perawatan gigi.
* Tidak adanya pendidikan kebersihan gigi di SD Temple.
Akhirnya, fallda dall diagnosis keperawatan komunitas,
merupakan pernyataan simpulan yang mendokumentasi citlmsi (1Iof.!
li/cualab. Contoh pendokumentasiannya adalah laporan ke
jadiau, data sensus, dan statistik vital. Bagian terakhir dari diagnosis
keperawatan komunitas ini dihubungkat1 dengan dua rangkaian se
belumnya (masalah dan etiologi) oleh bta penghubung ''ditc:llc/ai oi(;"b'~
misalnya:
a. Tingginya angka kematian bayi di Rosemont berhubungan
dengan:
f; Kurangnya sumber di klinik Sunvalley milik Departemen Ke
sehatan untuk memenuhi kebutuhan perawatan antepartum.
e Tidak terjangkau dan tidak dapat diterimanya pelayanan
anteparUffi1 ya.."1g ada di klinik Sunvalley.
e Kurangnya tenaga praktisi kebidanan dan keluarga di
Rosemont.
o DitaJldaioleb ban~ya wanita Rosemont yang me1ahirkan di
Jefferson Memorial tanpa perawatan antepartum, banyaknya
wan ita Rosemont yang me1ahirkan di rumah, dan angka
kematian bayi (IMR) 17 per 1000 ke1ahiran hidup.
b. Tingginya prevalensi karies gigi pada siswa SD Temple di Rosemont
berhubungan dengan:
~ Kurangnya pengkajian dan pengobatan gigi di klinik Third
Street.
~ Kurangnya fluor dalam air mllum di Rosemont.
& Rendahnya median penghasilan rumah tangga di CT 402 me
nimbulkan keterbatasan sumber ekonomi untuk memperoleh
perawatan gigl.
• Tidak ada pendidikan kebersihan gigi di SD Temple.
• Ditalldai oleh adanya karies gigi pada 62% siswa SD Temple
ketika inspeksi.
Meskipun hanya satu masalah yang dirumuskan, namun etiologi,
tanda, dan gejalanya mungkin banyak Juga harus cliingat bahwa meski
BAS 10 • Analisis dan Diagnosis Keperilwatan i(Onll"li!as 305
pun simpulan masalah kesehatan diperoleh dari hasil analisis satu
subsistem (misalnya pelayanan kesehatan dan sosial atau pendidik
an), etiologi mungkin dan bahkan biasanya bisa berasal dari beberapa
subsistem. Sebagai contoh, unwk masalah karies gigi pada siswa
SD Temple, simpulan etiologi diperoleh dari empat subsistem pen
didikan, pelaycman kesehatan dan sosial, keamanan dan transportasi,
serta ekonomi. Contoh ini meringkaskan pelajaran paling penting
dalam keperawatan komunitas: Sdlm/vjelklor komllllZ/aJ (JllbJiJietJI)
beJTaIllCI-.Wll1r1 lIJe!lell/ukall x/alllJ [Link]/clI! k01mllliltlJ. Tidak tlda Jail!
PIli! .[Link]/yrlllg palillg pell/jllg (//rl/l k.f'llJ"ici/ dari)'clI1g lailll!)l(! dLi/(/J}1
7J/eJI(fI1/!!kClIl keJe/I(l/clII kOJlJ1mi/r/J.
Dalam menegakkan diagnosis keperawatan, prosesnya selalu
sama. Awalnya, data pengkajian dikategorikan dan dipelajari untuk
menghasilkan simpulan. Simpulal1 ini berisi deskripsi masalah
kesehatan potensial atau aktual yang dapat diat'[Link] oleh intervensi
keperawatan; berikutnya, hal-hal yang berhubungan dengan simpul
an diidentifikasi untuk menjelaskan penyebab at au kelanjutan
masalah; dan terakhir, pendokllmentasian. Diagnosis keperawatan
komurutas bagi Rosemont yang lainnya disajikan dalam Tabel 10-9.
Tidak ada ii'1struksi khusus maupun hal-hal yang b~rkaitan dengan
simpulan dalam daftar diagnosis terse but. Penetapan prioritas
dalam diagnosis keperawatan komnuitas, merupakan bagian dari
perencanaan program dan bergantung pada tujuan komunitas dan
sumber yang ada. Keterampilan penting ini akan didiskusikan
dalam bab selanjutnya.
Penegakan diagnosis keperawatan komunitas menuntut adanya
pembuatan putusan yang kritis datI penelaahan yang tajam; tugas ini
sangat menantang dan vital. Kelengkapan dan validitas diagnosis
yang telah ditetapkan akan diuji dalam tahap proses keperawatan
selanjutnya dan merupakan dasar dalam perencanaan program ke
sehatan.
CATATAN
Ini saat yang paling tepat bagi Anda untuk membagi data
pengkajian yang Anda kumpulkan dengan kolega dan warga
komunitas untuk mendapatkan analisis mereka. Karena kita
semua memiliki opini dan nilai yang mewarnai persepsi kita,
kritik kelompok dan analisis data pengkajian merupakan
cara untuk memperoleh objektivitas.
306 BAGI/\N II II PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Respons/ keprihatinanl Etiologi berhubungan .Dokumentasi tanda dan'
masalah komunitas' dengim••• gejala yang ditandai
(aktual atau potensial) oleh ...
.:i~
Stres dall cemas jika Meningkatnya kejadian' Data statistik krirriirialitas .
menjacli korban kriminalitas' pencwian dan pembong"" .dan kepolisian dilam kurun
· karanrumah disertaipen~. waktu 4. tahun, tenikhir..
curian
· Kurangnya pengetahuall Kesaksian warga,
sebagian wargatentang .' . khususnyagay danhinsia
· eara melindungi cliri sendiri
Potensial keeelakaan Pembuangan mesin dan Keprihatinan orang tua
(seperti trauma dan sesak alat besar seem'a ilegal terhadap keamana.n
napas) pada amikdai:r · Menumpuknya m:obil . Pengamatan terhadap
dewasajika [Link].C' . . rongsokan ., orang-orang yang,
membongkar~bongkar; " Tidak ada attiral1J, membongkar-bongkar
barang rongsokal1 . ' · perundang~Undangan< . barang rongsokan
. .
Meningkamya polusi:
berlanjut
Respons/ keprihatinanl Etiologi berhubungall Doktimentasi tanda dan
masalah komunitas dengall ... gejala yang ditandai
(aktual atau potensial) oleh... .
Tillgginya persentase
laki-Iaki bujangan di CT
403 .. .
Potensial ketidak- .'
Kurangllya kelompok dan Persepsi tenaga kesehatan
adekuatan orang tua
program pendukullg untuk klinik Third Street
tunggal, lansia, dan.
orang tua tunggal, lansia, Persepsi tenaga kesehatan
penderita penyakit
.dan penderita penyakit. Rosemont Health Center
menular seksual
menular seksual Tingginya persentase
· Tidak memadainya' . . kematian akibat
sumber di klinik Third pembunuhan dan bunuh
Street untuk menyediakan . diri di CT 402
berbagai program yang
· diperlukan
Tidak memaclainya
sumber di Hamptoil
· Health. Center. untuk . .
ineriyediakall program
yang dibutuhkan ...
Ketidakamanan Kurallgnya orientasi dan' .. Pengkajian visual'
• lingkungan kerja di program pelatihan untuk . Persepsi stafadministrasi
Rosemont Health Center staf . Persepsi perawat suIca~ela
Kurang tersedianya·
.' pedoman prosedur dan ...
. protoko\untuk peniwatan
kedaruratml . ........ .
Kurangny<l prosedur
308 St\GIAN II fij PROSES KOMUNITAS SEBAGA: MITRA
Responsl keprihatinanl Etiologi berhubungan Dokumentasi t~nda dan .".':
masalah komunitas dengan ... gejaJa yang ditandai
(aktual atau potensial) .oleh...
mampu berbahasa Inggris
di CT 402 (75%) ..
Ketidaklengkapan status .' Tidak memadainya . .Lapaian kesehatan
imunisasi siswa SD komunikasi antara orang sekolah di SD Temple
Temple, '. tua dan starsekolah
Kurang terjangkau dan.
kurang diterimanya .
pelayanan dad klinik
,.. , . Sunvillley milik . '. . ' ..•
.'... Departemen Kesehatan .
. Tidakmemadainya perig-··
. .hasilml di CT 402 untuk .
. membayar imunisasi
[Link] angka . . ... ,' Tidak memadainya Statistik vital
kerria:tian bayi, bayi baru . . . perawatanantepartumdi
lahir; danjanin· '. " , klinikSunvalley
',' ":~~rangnya tenaga .
BAB 10 ~ AOlalisis dJn Di,lgnosis Keperawatan Komunilas 309
RINGKr'\SAN
Analisis kritis terhadap komunitas Rosemont telah . dibuat de
ngan berpedoman kepada roda pengkajian komunitas. Selanjutnya,
diagnosis keperawatan komunitas telah diformulasikan berdasarkan
pada simpulan analisis. Meskipun diagnosis keperawatan komunitas
relatif barn dipraktikkan, perawat kesehatan komunitas telah me
lakukannya sejak permulaan lahirn}'3. profesi ini, dengan menarik
simpulan dari data hasil pengkajian yang dianalisis. Bagairnanapun,
terminologi dan format yang digunakan secara informal untuk
menghasilkan simp ulan (diagnosis) tidak lagi konsisten. Terjadi per
debatan dan kontroversi tentang struktur dan terminologi yang
paling sesuai untuk menghasilkan diagnosis kepera'V'l'atan komunitas
terbaik. Dalam menetapkan diagnosis keperawatan komunitas, Anda
akan dihadapkan pada bermacam-macam bentuk format -lakukan
evaluasi dan pengetesan untuk memperoleh format yang paling
baik untuk digunakan. Hanya dengan kolaborasi dan pengetesan
yang kuat, kita akan memperoleh format standar. Dalam Bahan
Bacaan yang Disarankan, terdapat sumber-sumber yang dapat rnem
bantu .A....nda dalam mengembangkan diagnosis keperawatan koml1
mtas.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Allor,MT. (1983). The "community profile." jOlll'llaloJ Nllrsillg Edllcaliolt, 22,
12-16.
American Nurses Association. (1980). Nllrsillg: Asocialpol;!)1 slatftl/ml. Kansas City, MO:
Author.
,\nderson, E.T. (1990, Fall). Communitydiagnosis: A guide for planning. Visiolls
(A publication of Population-Focused Community Health Nursing Education at Pacific
Lutheran University, Tacoma, 11>::4), 8-10.
Bjaras, G. (1993). The potential of commilllity diagnosis as a tool in planning an
intervention programme aimed at preventing injuries. AcddelltAllab(fis & PmJmlioll, 25,3
10.
Stoner, MH., .Magilvy, JK., & Schultz, PRo (1992). Commilllity analysis in community
health nursing practioe: The GENESIS Model. Public Health NltrSillg, 9, 223-227.
US Department of Health and Hwnan Services. Public Health Service. (1990).
Healti{y People 2000: Natiollal health pro!JI9tiOli and disease prevention objectives.
Washington, DC: US Government Printing Office.
US Department of Health and Human Services. Office of Disease Prevention and Health
Promotion. (1997). Developing objectives for Healti?J People 2010. Washington, DC: US
Government Printing Office.
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFarlane
BAR
PERENCANAANPROG~
KESEHATAN KOMLTNITAS 11
TUJUAN
Bab ini menguraikan perencanaan tindakan keperawatan untuk mening
katkan derajat kesehatan komunitas.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Memvalidasi diagnosis keperawatan [Link] Anda bersama komunitas
Anda.
• Menggunakan prinsip teori perubahan untuk mengarahkan proses pe
rencanaan.
• Bersama komunitas sebagai mitra, merencanakan program kesehatan
berfokus-komunitas yang meliputi;
- Tujuan dan objektif tingkah laku yang dapat diukur
- Urutan tindakan dan penjadwalan untuk mencapai tujuan
Sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana
- Kemungkinan faktor-faktor yang menghambat rencana tindakan
yang telCjh disusun dan direvisi
Revisi rencana setelah tujuan dan objel<tif tercapai atauberubah
- Dokumentasi rencana dala;n format yang lengkap, terstandar, dan
dapat diakses kembali.
PENDAHULUAl'I
Setelah mengkaji kesehatan komunitas, menganalisis data, dan me
netapkan diagnosis keperawatan komunitas, langkah selanjutnya
adalah mempertimbangkan intervensi keperawatan yang terdapat
meningkatkan kesehatan komunitas tersebut-untuk memformulasi
kan rencana berfokus-komunitas. Masing-masing pernyataan diagno
sis-garnbaran masalah yang aktual atau potensial, penyebab, dan ge
jala dan tanda-mengarahkan upaya perencanaan perawat. Ketiganya
merupakan informasi yang sarna pentingnya bagi proses perencana
an. Gambar 11-1 menunjukkan proses penyusunan diagnosis kepe
rawatan komunitas dan meringkas bagaimana setiap bagian dari
310
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 311
[Link] sefain menggambarkan pengkajian komunitas, juga
<
membetikan arahan bagi pere,ncanaan, intervensi, dan evaluasi
<. :;PJQgntnl. [Link]~··:heiIOkus..[Link] pada diagnosis
·keperawatan dan mengandung tujuan ~rta intervensi spesifik da
<
lam mencapai basil yang diharapkan. Perencana;m, seperti pengka
jian dan analisis, merupakan suatu proses sistematik yang dibuat
melalui kemitraan dengan komunitas..
Tujuan Objektif Evaluasi
(program) (indikator)
Respons
t
Berbubungan dengan AMB
t
(masalah) (etiologi) (data)
Gambar 11-1 Dasar penyusunan rencana program
312 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
.•.....•. Sebelum pembahasan ini berlanjut, mari kita berhenti
CATATAN
sejenak dan perhatikan kata kemitraan dan implikasinya
. b~gi. ~ep~r"~atan:-~~s~~ltataJ.1I<'?!l1\[Link],,t bahwa
·kortllmit~--suatu~:ketomfJok::soshllyang'-dibef;fakan
berdasarkan batas--gec;grafik dan tata nilai sertaminat. Anggota
komunitas berfungsi dan berinteraksi dalam struktur sosial
tertentu yang menciptakan dan menunjukkan tingkah laku
dan tat a nilai. Tingkah laku normatif dan sistem tata nilai
individu, keluarga, dan komunitas yang sedang kitakaji
mungkin akan sangat berbeda dengan tingkah laku dan
sistem tata nilai kita dan keluarga kita, juga dengan tata nilai
yang berlaku dalam komunitas tempat kita menetap. Akibatnya,
hal ini aka" menciptakan potensi. konllik. Sesuatu y~mg
m'eilUrut kite)" me'rupakan masalah kesehatan utama dalam
komunitas (misalnya, ketidaklengkapan status imunisasi
siswa SD Temple di Rosemont) mungkin tidak dianggap
penting bagi penduduk di komunitas tersebut. Mereka
mungkin lebih mengkhawatirkan kemungkinan menjadi
korban kriminalitas. O!eh karena itu, upaya memvalidasi
diagnosis keperawatan bersama komunitas komunitas perlu
direalisasikan. Satu hal yang harus dipertanyakan: Apakah
diagnosis keperawatan komunitas penting bagi penduduk di
komunitas tersebut? Metode yang digunakan untuk mem
vaJidasi diagnosis keperawatan komunitas akan dipaparkan
dal~m bab ini.
Langkah penting yang dapat dilikukan untuk menuinbuhkan dan
memelihara kemitraan adalah memvalidasi diagnosis keperawatan
bersama warga. Langkah penting lainnya adalah menjunjung hak
para tokoh masyarakat, organisasi, dan warga terhadap kerahasiaan
informasi dan menjamin kebebasan \ll1tuk tidak berpartisipasi dalam
perencanaan keperawatan komunitas. Komunitas berhak untuk
mengidentifIkasi kebutuhan kesehatannya dan melakukan negosiasi
dengan perawat kesehatan komunitas dalam intervensi dan program
khusus..Sebaliknya, perawat kesehatan komunitas bertanggung
jawab untuk memberikan atau membantu mengembangkan infor masi
yang dibutuhkan dalam proses ini. Code for Nurses With Interpretive
Standardsdari ANA(1985), merupakan pedoman untuk berbagai isu
hak asasi manusia yang dihadapi oleh perawat kesehatan komunitas.
Selain membentuk kemitraan dengan masyarakat, perawat ke
sehatan komunitas harus menyadari adanya pengaruh isu-isu sosial,
BAS 11 III! Perl'nCdn,\,m I'rogrdlll Kesellatan I<Qn1L1nitds 313
ekOl1Olni, ckologi, dan politik. Banyak Gika tidal\. semua) i:m
kesehat~m masyarakat secara langsung dan mcnyeluruh dipengaruhi
olch isu kebijakan yang lebih besar Prcvalcnsi karies gigi yang tinggi
pada siswa SD Temple banyak berhubllngan dengan kurangnya ka
dar fluor dalam air minum Rosemont dan kurangnya pendidibn
kebersihan gigi dan mu1ut eli Sekolah. Sebalilmya, setiap aspck yang
mcndahului etiologi dipengaruhi oleh undcmg-undang dan kcbijakan
yang dikeluarkan olch lemb'[Link] lcgislatif kota, daerah, ncgara bagian,
dan nasional. Diagnosis keperawatan Rosemont tidak dapat dipisah
kan :;atn sama lain. Seluruh diagnosis mendokumentasikan status
keschatan Rosemont dan harus dipertimbangkan sebagai kcsatu,m
utu.h selama pembuatan perencanaan berfokus-komunitas.
Pertimbangan lain perawat kesehatan komunitas yang terlibat
dalam perencanaan berfokus-komunitas adalah kebutuhan kesehatan
bagi populasi berisiko. Kdompok khusus yang berisiko tetap ada di
semua komunitas - tunawisma, orang miskin, pengidap HIV, ibu
hamil, bayi, mal{, dan lansia merupakan kelompok yang berisiko
tinggi mengalami penurunan status kesehat,m. Kebutuhan kesehatan
bagi kclompok berisiko in{ harus dipertimbangkan sebagai bagian
dari kesc1u!"uhan perencanaan kesehatan komunitas.
perencanaan bcrfokus-komunitas menuntut kesadaran dan pe
1aksanaan [Link] yang tererrcana - yang merupakari suam proses
kerja yang dipertimbangkan secara sal<.sama untuk [Link] sc
suatu. ?erubahan terencana akan dibahas lebih lanjut dalam bab ini.
VALIDASI DIAGNOSIS KEPERi\ WATAN
KOMUNITAS
Jika kita mempclajari kembali diagnosis keperawatan komunitas
Rosemont Oihat Tabel 10-9), terdapat bebcrapa diagnosis yang ber
fokus pada status kesehatan anak dan berfokus pada kesehatan
kelompok khusus seperti populasi Asia dan Gay. Banyak diagnosis
tampak memengaruhi seluruh seluruh warg~ seperti stres dan cemas
terhadap kriminalitas. Mungkin akan sangat membantu untuk
mengakhiri dan meninjau ulang diagnosis keperawatan komunitas
Anda serta mengategorisasikannya sesuai dengan populasi yang
paling dipengaruhi. Kategorisasi diagnosis Rosemont ditampilkan
dalam kotak Diagnosis Keperawatan Komunitas Rosemont Ber
dasarkan Ke1ompok Populasi.
314 BAG IAN II III PROSES KOMUNITAS SE!lAGAI MITRA
Karena beberapa diagnosis berfokus pada anak dan karena usia
serta status kebergantungan menyebabkan anak berisiko tinggi
mengalami penurunan status kesehatan, maka diputuskan untuk
memulai proses perencanaan melalui validasi diagnosis yang berfokus :,i
.1
pada anak.
PERUBAHAN TERENCANA
Kita semua pernah berubah. Jika Anda membaca buku ini, tingkat
pengetahuan Anda berubah. Perubahan terencana berbeda dengan
perubahan yang ada, karena biasal1ya tindakan dilakukan dalam rang
kaian yang jelas dan rnasing-masing dipersiapkan untuk perencana
an berikutnya. Perubahan terencana merupakan suatu rancangan
Diagnosis Keperawatan Komunitas Rosemont Berdasarkan
Kelompok Populasi
Anak-anak
Potensial mengalami kecelakaan (misa!nya, trauma atau mati lemas
pad a saat anak-anak bermain mesin bekas)
Khusus untuk siswa SD Temple:
Membolos dan kegagalan akademik
- Status imunisasi tidak lengkap
- Prevalensi kutu kepala tinggi
Prevalensi karies gigi tinggi
- Kurangnya informasi mengenai promosi kesehatan, termasuk nutrisi,
olah raga, dan keamanan
Bayi
Tingginya angka kematian bayi, neonatus, dan janin
Gay
- Stres antara populasi gay dan heteroseksual di Rosemont (khususnya
kaum heteroseksual yang berusia tua)
- Potensial ketidakadekuatan koping dari pengidap penyakit menular
seksllal
Seluruh warga Rosemont .
- Stres dan cerr'la~ ferhadap krilliinal itas
- Potensial masalahkesehatan akibat polusi udara
- Lingkungan kerja .yang tidak aman di Rosetnont Health Center
BAH I I II l'erellliUldilil Program Keseha!an KOlllunitas 31 5
. .- "f'~~'iW?i'5i'J"F$57~~~Hi
lahap Perubahan Terencana Menurut Reinkemeyer ~
Tahap
Tahap 2
Tahap 3
<, Menumbuhkan
~ru~h
rasa kebutuhan dan keinginan
Menciptakan hubungan perubahan antara pembaru dan
sistem klien
Mengklarifikasi atau mendiagnosis masalah, kebutuhan ,
untuk
I
I
atau tujuan sistem klien
Tahap 4 Menelusuri alur alternatif, tujuan tentatif, dan rencana ke
giatan
Tahap 5 Mentransformasi rencana peiubahan menjadi perubahan
aktual
Tahap 6 Stabilisasi
Tahap 7 Mengakhiri hubungan antara pembaru dan sistem klien
Reinkemeyer, A. (1970). Kebutuhan keperawatan: Komitmen terhadap suatu
ideologi dan perubahan. Nursing Forum, 9(4), 340-355. .
Tahap Perubahan Terencana dan Aplikasinya dalam
Proses Perencanaan Menurut Lewin
Tahap perubahan terencana Aplikasinya dalam proses perencanaan
menurut Levvin
• Unfreezing e Unfreezing
* Identifikasi kebutuhan untuk ber
ubah
'1/ Proses rnoving II Proses moving
* Kehadiran seorang pembaru
* Identifikasi masalah
* ivlemutuskan alter'natif
'" Mengadaptasikan rencana dengan
keadaan
• Refreezing /I Refreezing
'" Mengimplementasikan rencana
* Stabilisasi situasi
Lewin, K. (1958). Group decision and social change. Dalam E. Maccoby (Ed.),
Readings in social psychology ( 3rd ed.). New York, NY: Holt, Rinehart, dan
Winston
J 16 B;,GI,\N II i!Il f'1~OSES KOMUNITAS SEBAG,'>',I MITRA
yang telah dipertimbangkan secara saksama untuk mewujud
kan sesuatu; semua upaya diarahkan d(lfl ditargetkan untuk meng
U<h>l_m.v." perubahan. (Banyak teoretikus telah menulis mengenai per
ubahan terencana; beberapa tulisannya dapat dilihat dalam referensi
bentda di akhir bab ini). Tahap perubahan terencana dari
disajikan di Kotal\: Tahap Perubahan Terencana
Menurut Reinkerneyer. Tahap tersebut seperti resep untuk memper
oleh hasil yang direneanakan, karena jika setiap tahap dijalani secara
lengkap, maka al\:an rneneapai hasil ycmg direncanakan.
Seorang teoretikus, Kurt Lewin (1958), menguraikan tiga tahap
perubahan tereneana: (meneair), JIJOllilZg (bergerak), dan
(kembali membeku) seperti yang ad4 dalam kotal, Tahap
Perubahan dan Aplikasinya dalam Proses Perencanaan
Menurut Selama tahap 1!I!/i'e(!zill,~, sistem klien (dengan kata
lain, organisasi, komunitas atau populasi berisiko) mulai menyadari
masalah dan kebutuhan untuk berubah. Kemudian masalah di
diagnosis dan solusi masalah diidentifikasi. Dari berbagai alternatif
solusi, dipilih sattl paling sesuai dengan situasi y,mg ada. Pada
tahap Illopillg, perubahan terjadi secara nyata. Masalah diklarifikasi,
dan program untuk menyelesaikan masalah telah direncanakan
secara rinei dan rhatang. Akhirnya, pada tahap r~free:~illg, terjadi
perubahan yang sudah terintegrasi ke dalam nilai sistem klien. Pada
tahap inl, ide ditetapkan dan selalu memberikan pengaruh yang
besar. Lewin juga menekankan adanya claya yang membantu atau
menghambat terjadinya perubahan dan menyebutnya dengan istilah
daya pendorong (driIJillgjon·e.l) dan daya penghambat (n'JIl'aillillgfonr:J).
Teori perubahan tereneaila sangat penting brena dapat diguna
kan untuk menuntut dan mengarahkan proses pereneanaan.
PENERAPAN TEORI BERUBAH DALAM
PERENCANAAN KESEHATAN KOMUNITAS
Untuk memvalidasi diagnosis keperawatan kita dan memulai pro
ses perencanaan, telah dipilih tahapan perubahan tereneana me
nurut Reinkemeyer sebagai pedomannya.
Tahap 1: Menumbuhkan rasa kebutuhan dan keinginan untuk
berubah
Untuk menumbuhkan rasa kebutuhan dan keinginan untuk berubah
pada komunitas Rosemont, telah dilakukan upaya untuk meng
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 31 7
hubungi berbagai organisasi yang dilaporkan menaruh perhatian
terhadap kesehatan aktual maupun potensial· bagi ~ak-anak, Se
laW ini~ disarartkanuntuk mengadakan pertemuan yang membahas
mengenai laporan hasil pengkajian komunitas Rosemont. Jadwal·
pertemuan diatur olehstaf pengurus SD TerripIe, klinik Third
Street serta YMCA Program pengungsi Indo-Cina. Selama perte
muan, masukan dari seluruh anggota staf dikumpulkan her kenaan
.dengan hasil observasi dan persepsi mereka terhadap kebutuhan
kesehatan anak serta ,harapan mereka untuk ikut ser(:a dalam pro
gram promosi kesehatan.
SD Temple meminfaagar data pengkajian disebarluaskan kepada .
anggota pengurus Organisasi Orang tua-Guru (pTa) maupun ke
pada kelompok penghubung guru-orang tua yang baru elihentuk.
Baik [Link] Third Street maupun YMCAmeminta agar data tersebut
dipresentasikan eli hadapan de"9\'<Ul penasihat komunitas mereka.
Tahap 2: Menciptakan hubungan perubahan antara pembaru
dan sistem kIien (mitra)
.Baik tahap 1 maupun 2 elisel~aikan selama presentasi pengkajian.
Seluruh anggota staf sudah sangat menyadari kebutuhan kesehatan
.anak, dan setiap organisasi berkeinginan tl."1tuk terlibat dalarn proses
perencanaan. Untuk mempercepat u;rciptanya peren~anaan, dibentuk
Rosemont Health promotion Council. Ketiga organisasi, yaitu SD Temple,
k1inik Third Street, dan YMCA memutuskan untuk mengirim saw
orang staf dan satu orang tua yang berminat untuk mengikuti
pertemuan perencanaan. [Link] hal ini, pera"'Wat kesehatan komunitas
berperan sebagai. pembaru (change agent) untuk membimbing dan
memfasilitasi ,pertemuan, tetapi tidak mengarahkan proses peren
canaan. Dewan memilih seorang ketua yang akan memimpin per
temuan dan menyetujui hari perteinu~'1. Tujuannya adalah
mengoordirtasikan perencanaan di dalam lembaga bagi program
promosi kesehatan berfokus-komunitas.
Tahap 3: Mengklarifikasi atau mendiagnosis masalah, kebutuhan
atau tujuan sistem klien
Kini tiba saatnya untuk memvalidasi diagnosis kepera"'Watan komunitas.
Dalam simpulan setiap presentasi, perawat kesehatan komunitas .
mengajukan kuesionersurvei untuk mengkaji persepsi populasi target
tentang masalah kesehatan yang menjadi perhatian mereka. Berbagai
318 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
perbaikanlrevisi telah diminta dan staf dan kelompok komunitas, dan
daftar pertanyaan yang telah disetujui disajikan eli sini. Harap dicatat
bahwa kuesiOIier elitujukan kepada, orang,tua, ~gkaneliagnosis
keperawatan difokuskan pack ~anak. Apa~s3Iahnya 'jika"IrueSioner
diarahkan kepada anak? Saran ini diajukan oleh beberapa anggota
dewan. Beberapa anggota merasa perlu untuk elibuat dua kuesioner
satu untuk orang tua dan satu lagi untuk anak. Bagaimana menurut
Anela? Karena faktor usia anak (bahkan sebagian belum bisa mem
baca) dan terkait dengan waktu serra dana untuk membuat dua kue
sioner, maka diputuskan untuk menggunakan satu kuesioner' yang
ditUjukan kepada orang rna. Kuesioner tersebut diSajikan dalam
B~l~" '- '
Meskipun kuesioner Rosemont difokuskan kepacb. kesehatan
anak, formatyang sarna dapat digunakan untuk memvalidasi persoalan
kesehatan yang dikaji bagi lansia, orang dewasa yang sehat, remaja
atau ibu hamil. Proses pengecekan data komunitas yang telah dikaji
terhadap persepsi populasi target dapat dilengkapi dengan kuesioner
survci (seperti pada bagan 11-2) yang dikitimkan via pos atau eli
ajukan langsung me1alui wawancara. Atau, Anda dapat memvalidasi
data yang telah dikaji dengan' cara mewawancarai [Link]
, ~arakat dan kelompok wargayang representatifdan populasi target.
Kata representatif sangat penting. Sebagai contoh, Organisasi Orang
tua-Guru (pTa) di SD Temple tidak representatif untuk orang tua di
Rosemont karena, seperti telah dicatat selama pengkajian, sebagian
besar orang tua tidak aktif di organisasi tersebut.
Sebelum kita lanjutkan, dipedukan beberapa penanyaan dalam
menyusun suatu kuesioner. Setiap orang dalam kesehariannya selalu
cijhadapkan kepada berbagai macam pertanyaan. Kuesioner dapat
elikirimkan via pos, dan rOeIalui telepon. Sering kali orang yang di
wawancara tidak mempelajari' tujuan maupun kegunaan informasi
yal1g diperoleh melalui kuesioner. Apabila Anda membuat rancangan
kuesioner, awali dengan membuat informasi pendahuluan yang ber
isi penjelasan tentang siapa Anda dan apa tu,juan dan kuesioner.
Tekankan bahwa partisipasi ini bersifat sukarela dan informasi yang
diperoleh a:kan dirahasiakan. Tanda tangani nama Anela, dan' jika
kuesioner akan eliposkan, cantumkan nomor telepon Anda yang da
pat dihubungi. Buat pertanyaan yang dapat dijawab dengan cepat
(seluruh [Link] hendaknya dapat elijawab dalam waktu tidak lebih
BAS 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 319
Orang tua murid yang terhonnat,
. Kami adalah Mahasiswa Keperawatan yang benninat untuk mempelajari lebih
banyak penqapatAnda [Link] .kesehatan y;mg terpenting bagi
keluarga Anda. Jawaban Anda atas pertanyaan singkatberikut- ini akan sangat
membantu kami dalam merencanakan ~esi penyuluhan kepada Anda tentang
bagaimana memelihara keluarga Anda tetap sehat. Silakan Anda mem
berikan jawaban dengan membubuhkan tanda ../ pada kolom yang menurut
Anda tepat atau tuliskan jawaban Anda di garis yang tersedia. Keikutsertaan
Anda bersifat sukarela. Semua infonnasi dijamin kerahasiaannya, dan Anda
tidak akan dapat dikenali dengan eara apa pun. Apabila Anda memiliki pertanyaan,
silakan Anda menghubungi kami via telepon kapan pun Anda mau. Terima
kasih.
Virginia Brown
Ricardo Guerrero
Ann Nguyen
Alice Washington
1. Anda memiliki berapa putra?
2. Berapa usia mereka?
3. Hila Anda mempunyai seorang bayi, apakab Anda memberinya AS I?
Ya ( ) Tidak ( )
4. BilaAnda mempunyai seorang bayi, apakah Anda memberinya susu boto!?
Ya ( ) Tidak ( ) .
5. Makanan lain apa yangAnda berikan pada bayiAnda?
6.. Makanan apa yang biasa Anda berikan pada anak-anakAnda?
7. Apakah Alida ingin mengetahu~ lebih jauh tentang apa yang sebaiknya di
'berikan kepada bayi dan anak-anak agar mereka sehat? Ya ( ) Tidak ( )
8. ApakahAnda ingin mengetahui lebih lanjut ke mana Anda harus membawa
anak Anda untuk mendapatkan perawatan kesehatannya baik pada saat
sakit maupun sehat? Ya ( ) Tidak ( )
. 9. Beri tanda ../ pada masalah tersebut di bawah ini yang ingin Anda ketahui
lebihjauh mengenai anakAnda
() Muntah
() Diare
( ) Flu dan alergi
( ) Merah-merah pada kulit
( ) Teriris danjatuh
( ) Kutu kepala
( ) Cacingan
() Demam
( ) Perilakujengkel dan marah
( ) Menolak mengerjakan pekerjaan rumah atau pergi sekolah
( ) Nilai sekolah yang buruk
berlanjut
320 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
10. Hal lain yang ingin Anda ketahui (tennasuk infonnasi bagi Anda sendiri,
ternan atau anak):
11. ApakahAnaa·pernah mera~a menyakiti anak pada saat Anda, saudara
maupun orang dewasa lainnya menghukum anak? Ya ( ) Tidak( ) .
12. MaukahAnda belajar bagaimana caranya untuk tidakmenyakiti anak pada
saat orang dewasa marah? Ya ( ) Tidak ( )
13. Lingkari waktu danjam yang paling sesuai bagiAnda untuk mengikuti sesi
penyuluhan. . .
SeniI, pagi sore
Selasa pagi sore
Rabu pagi sore
~ pagi sore
Jumat pagi sore
Sabtu pagi sore
.Minggu pagi sore
14. Lingkari tempat yang paling sesuai bagi Anda untuk mengikuti sesi
penyuluhan
SDTemple
Klinik Third street
YMCA
Lain-lain (Sebutkan di mana)
Bagan 11-2 Kuesioner untuk memvalidasi diagnosis keperawatan komunitas
dari 10 menit). Idealnya, seluruh pertanyaan hendaknya dibuat da
lam satu halaman standar kertas kuarto yang, apabila diposkan,
dapat dilipat kembali, sehingga alamat pengembaliannya dapat ter
lihat. Sebelum membagikan. kuesioner kepada lembaga atau warga
komunitas,cobakan dulu pada ternan atau keluarga; berbagai ko
mentaryang ada (misalnya "Apayang Anda maksud dengan ... ?"atau
"Saya tidak mengerci ....") menandakan bahwa pertanyaan perlu ru
tulis kembali dan diklarifikasi.
Karena warga Rosemont lebih banyak berbahasa Spanyol dan
Vietnam, staf pengurus SD Temple dan YMCAProgramPengungsi
Indo--Cina perlu menerjemahkan kuesioner ke dalam bahasa-bahasa
tersebut. Setelah itu, kuesioner siap untuk dibagikm.
.........
Bagaimana cara
,
CATATAN
mengelola kuesionel'? Apakah kuesioner
harus diposkan ke seluruh keluarga siswa SO Temple? Apakah
kuesioner harus diberikan kepada seluruh orang dewasa
yang membawa anak ke. klinik Third Street? Atau apakah
kuesioner harus diberikan melalui wa~ancara dan diberikan
kepada orang tua tertentu dari murid SO Temple atau kepada
BAB 1 I Ii:il Perencanil.:n Program Kesehatan KomunildS 321
klien di klinik Third Street atau kepada orang dewasa yang
mengikuti YMCA Program Pengungsi Indo~Cina? (sampel
yang telah dipilih secara random dapat mewakili keseluruhan
populasi). Apa rekomendasi Anda? Sebelurn membuat
keputusan, buat daftar setiap pilihan dan pertimbangkan
kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan: kuesioner yang di~
poskan memiliki tingkat pengembalian sekitar 50% yang
dapat ditingkatkan melalui pengiriman kartu pos pengingat
atau telepon, sedangkdn kuesioner yang diajukan melalui
wawancara memiliki tingkat pengembalian 100%. Meskipun
demikian, wawancara dapat menghabiskan waktu pewawancara
kurang !ebih 5 menit setiap orang per halaman kuesiol1er,
sedangkan kuesioner yang diposkan memerlukan sedikit tenaga,
tetapi menuntut biaya untuk perangko. l(eputu1>an lain ... dan
lain-lain ...
Setelah nlelalui beberapa diskusi, akhirnya ROJelllOnl Healt/) ProIJlO
lio!! c~omld! memutusl\:an untuk membagikan kuesioner dari SD
Temple dengan c([Link] mengirim.~an satu format kuesioner ke r umah
melalui masing-masing murid sekolah terse but. Kuesioner diberi
kode warna untlfk setiap bahasa, dan setiap anak diberi kLlesioner
dalam bahasa yang biasa digunakan di rumah. ,
2 minggu, 410 dari 736 kuesloner k~mbali. Hasilnya di
tabulasikan dan diringkas oleh perawat kesehatan komunitas, di
bantu oleh mahaslswa keperawatan dari universitas setempat.
Ringkasannya kemudian dipresentasikan di hadapan ROJf.IJ10flt Health
Promotion Council. Contoh ringkasan data disajikan dalam Tabel 11-1
sampai 11-4. Pemikiran apa yang mendasari Anda menyajikan
informasi berdasarkan etnik? Perbedaan apa yang Andakenali antara
komposisi keluarga dan etnik, informasi kesehatan yang diharapkan
dan etnik, serta keprihatinan lebih lanjut dan etnik? Pentingkah
perbedaan etnik ini untuk perencanaan kesehatan komunitas?
C·ATATAN· Kuesioner Rosemont dikategorikan berdasarkan etnik (diper
' kirakan karena bahasa yang biasa digunakan di rumah). Meski~
" pun demikian, bergantung pada komunitas, jawaban kue
\'. sioner dapat dikategorisasikan berdasarkan warga kota dan
.............. desa, usia responden, atau variabel lain yang bermakna.
Setelah diringkas, ternyata tidak ada kecenderungan dalam
memilih waktu dan hari untuk mengikuti sesi penyuluhan.
Namun, petunjuk yang jelas tampak pada item yang berkenaan
'''''!
"
322 BAGIAN II III PR05ES KOMUNITA5 5EBAGAI MITRA
Hispanik Orang Vietnam Lain-Iain*
0/
Jumlah anak Jumlab /0 Jumlab 0/0 Jumlab %
Hanya satu 82 57 44 61 31 16
Duaanak 12 8 3 4 112 58
Tiga anak 24 17 10 14 34 18
Empat atau lebih anak 'lfj 18 21 17 8
Jumlah 144 100 72 100 194 100
* Terutama orang kulit putih dan hitam
dengan lokasi penyuluhan. Warga yang berbanasa Vietnam
menginginkan penyuluhan tersebut dilakukan di YMCA dan
warga yang berbahasa Spanyol cenderung menginginkan
kegiatan tersebut dilakukan di klinik Third Street.
Tahap ke 4: Menelusuri alur alternatif, ttijuan tentatif, dan renca
na kegiatan.
Setelah memvalidasi diagnosis keperawatan komunitas, [Link]
Health Promotion Cotlndi ingin sekali mewujudkan suatu peren
canaan. Banyak pembahasan dilakukan setelah presentasi hasil
kuesioner. Representasi dari SD Temple berfokus pada pertanyaan
nomor 9 dan 10 dan sangat menginginkan untuk menghadiri ~e
rangkaian seminar mengenai menjadi orang eua yang efektif dalam
topik terse but. Mereka juga merasakan tingginya persentase keluar
ga kulit putih dan kulit hitam yang meminta informasi tentang
fobi sekolah dan perolehan nilai yang buruk Staf SD Temple men
diskusikan bagaimana cara mempertaha."1kan konsistensi program
yang dilakukan berdasarkan hasil kuesioner dengan tujuan sekolah,
yaitu meningkatkan komunikasi antara guru dan orang tua murid
serta dengan tujuan program perbaikan kegagalan (failproofprogram)
yang telah ditetapkan. Selain itu, program negara bagian yang baru
dikembangkan untuk mencegah penganiayaan anak telah diajukan
sebagai bahan presentasi.
Fokus staf klinik Third Street diarahkan pada keluarga yang me
miliki bayi dan memerlukan informasi tentang nutrisi serta per a
watan kondisi kesehatan umum. Klinik Third Street telah mulai
menjalankan Program Bayi Sehat, yang mencakup klinik anak sehat
dan prenatal yang dibUka pada petang hari dan setiap hari Sabtu serta
BAB 11 I!I! Perencanaan Program i(esehatan i(olllllnitas 323
:~i~~#'~!A¥;t~tti~~~~{K,~~~~~j~
'_"'Or... - -- • J, r. -.,
""<,,-
·Ya~~,.~~p~il~~n B~rd~~~r~a~.Et~i~.; ': .,'/.' "
- ,k -.' ~ • ~~>"' ~ j, ... , '" ~ _.., ~" __
I'
Hispanik Orang vietnam Lain-Iain*
JumJah anaIe Jumlah % Jumlah %
Jumlah %
Muntah 124 86 G5 ~ ?2 11
Diare 134 93 71 98 34 18
Bercak kemerahan di kulit 114 79 11 15 52 29
Tersa yatJj a tuh 45 31 ill 83 5 3
FluJalergi 46 32 5 7 62 32
Kutu kepala 24 17 10 14 74 38
Cacingan 85 59 70 fJ7 10 5
Demam 132 92 (f) 96 93 48
Perilaku jengkel!marah 10 7 4 5 175 ~
Menolak sekolah 5 3 6 8 165 85
N'ilai yang buruk 4 3 2 3 132 68
lumlah responden
r.=~ _ _
144 72 194
'Terutailla orang klilit plitih dan hitalll
pelayanan total setiap hari Jumat. Pada pelayanan total ini, klien
dapat datang tanpa perjanjian terlebih da..1ulu untuk imunisasi, pe
meriksaa..11 tekanan darah, penglihatan dan pendengaran. Konseling
informal juga disediakan setiap hari Jumat. Untuk enam bulan ke
depan, klinik ini rencananya akan men gun dang berbagai tenaga
Hispanik Orang Vietnam Lain-lain
(%) (%) (%)*
Isu legal 32 15 64
(dukungan anak, hak pemeliharaan)
Finansial/anggaran 23 26 51
Program perawatan anak 82 12 75
i Kesehatan orang dewasa.. .....
(penuninan beratbadan; K13), ' 75 ,
11 68
: Pekeijaan 82 95 75
. Pencegahari krimfu~1itas,'khtisusnya
..
88 84 89
" pencegahan terhadap pemerkosaan
dan pengariiayaariariak'
• Terlitailla orang klilit plitih dan klilit hitalll
.',.
....•.
,
. ~:,
i
324 BAGIAN II III'J PROSES KOMUNiTAS SEI3AGA! MITRA
Men,iawaiJ Ya
-H-j-sp-a-n-ik---O-)-'a-n-g' Viet-na-m--L-al-'n'-Ia~
(%) (%) (%y
Pertanyaan 11: Apakah Anda pernah 92
merasa menyakiti anak pada saat
Anda, saudara, maupun orang dewasa
lainnya menghukum anak?
Pertanyaan 12: MaukahAnda belajar 95 98
bagaimana caranya untuk tidak
menyakiti anak pada saa t Anda
marah?
* Terutama orang kulit putih dan kulit hitam
kesehatan seperti mahasis~a optometri dan kebersihan mulu;: serta
/vledicare dan anggota State UJ1ellJpIOYJJJCJ1t COJJJ11liJJioll, untuk ber
gabung di klinik memberikan layanan dan informasi. Setelah
mempertimbangkan hasil kuesioner, staf mulai mendiskusikan
kemungkinan dibukanya kelas promosi kesehatan pada hari Jumat,
yang akan berfokus pack penurunan berat badan, olah raga kebugar
an, dan informasi tentang kondisi umum. Ide untuk mengundang
departemen kepolisian untuk mempresentasikan pencegahan kri
minalitas dan hal\: legal diajukan dan disetujui oleh semua staf.
Representasi dari YMCA Program pengungsi Indo-Cina meyakini
bahwa, karena merupakan sesuatu yang tabu untuk mendiskusikan
topik seperti keluarga berencana di depan umum, maka sebaiknya
informasi terse but diberikan di YMCA oleh tokoh komunitas
Vietnam. YMCA telah memulai perawatan sehari bagi ibu dengan
anak prasekolah, dan anggota staf meyakini bahwa beberapa informasi
tentang perawatan anak dapat menjadi bagian dari program baru,
serta pelayanan skrining dasar perkembangan anak, penglihatan, dan
pendfngaran. Representasi YMCA juga mempunyai perhatian serupa
bahwa, pengungsi Vietnam secara budaya terasimilasi ke dalam
komunitas Rosemont, dan mereka akan merencanakan program
antarlembaga dalam pencegahan kriminalitas dan hak legal yang
memungkinkan orang-orang Vietnam berhubungan lebih banyak
dengan warga Rosemont. Disarankan agar program pencegahan
kriminalitastidak hanya mencakup warga yang berbeda kultur, tetapi
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 325
juga warga y:1ng berbeda gaya hidup. Selain itu, dengan menyadari
sepenuhnya ketegangan [Link] yangmuncul antarapopulasi he
tero·d:1n homoseksual,· program kesadaran korimniUis dalam· men
cegah krirninalitas seyogianya me1ibatkan ketiga lembaga· d:1n selu
ruh warga Rosemont. Ide tersebut telah disetujui oleh seluruh
anggota dewan.
CATATAN
Ingat bahwa setiap lembaga memikirkan cara mengasimilasikan
informasi yang telah dipelajari dad kuesioner ke dalam pro
t! gram yang telah ada atau yang telah direncanakan. Semua
~. lenibaga memiliki anggaran dan sejumlah staf yang dapat
................ memberikan layanan. Setiap lembaga harus menggliilakan
anggarannya ·seefisien mungkin dan inemikirkan cara
memasukkan pelayanan baru (seperti. informasi yang
diperlukan oleh orang tua) ke dalam program yang telah,
ada. Perawat kesehatan· komunitas dapat· memfasilitasi
proses ini melalui pengenalan yang baik terhadap struktur
organisasi dan tujuan setiap lembaga. Apabila Anda menjalin
hubungan perubahan terencana dengan suatu lembaga,
tanyakan struktur organisasinya (kebanyakan lembaga me
miliki bagan struktur organisasi dengan pengaturan posisi
berdasarkan kewenangannya). Pengambilan putusan biasanya
mengikuti alur struktur organisasi dan perubahan besar atau
program baru dapat dimulai hanya jika mendapat persetujuan
di semua tingkatan. Pelajari nama anggota staf dan posisi
mereka di struktur organisasi,(Bagan struktur organisasi
klinik Third Street disajikan dalam Gambar 11-3.) Tanyakan
misi dan tujuan lembaga. Tanyakan apakah Anda dapat
mengikuti pertemuan Dewan dan Komite yang ada. Tujuan
Anda adalah mempelajari sebanyak-banyaknya pelayanan dan
proses pengambilan putusan lembaga untuk memfasilitasi
intervensi keperawatan dalam perubahanterencana.
TUJUAN KESEHATAN KOMUNITA5
Sekarang, saatnya untuk mentransformasikan ide dan proposal se
tiap lembaga ke dalam satu tujuan berfokus-komunitas dan rencna
kegiatan konkret. Sete1ah memvalidasi diagnosis keperawatan ber- .
sarna komunitas, tujuan berfokus-komunitas menjadi: melaksana
kan program promosi kesehatan berdasarkan isu yang dirasakan
oleh warga, dengan menggunakan metode yang diterima oleh norma
326 BACHAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
hudaya dan dilakukan di lokasi dan. biaya yang terjangkau oleh
komunitas.
Pernyataan tersehut sangatkomprehensif dan dapat dipertim
hangkan sehagai satu-~;ayung" tujuan bagi komunitas"Rosemont,
dan setiap lemhaga memiliki tujuannya masing-masing. Tujuan
khusus SD Temple adalah:
• :Menurunkan angka membolos sampai 20% pada akhir tahup.
aJaran.
• Menurunkan angka kegagalan akademik sampai 20% pacta akhir
tahun ajaran.
• Meningkatkan tingkat imunisasi sampai 95% dalam satu tahun.
• Meningkatkankomllnikasl CUltara guru dan orang Uta inurid.
• Meningkatkan j:>engetahuan orang tua mood mengenai cara me- .
lindungi anak-anak dari penganiayaan.
Tujuan klinik Third Street yang telah disesuaikan dengan tujuan
komunitas adalah:
• Meningkatkan pengetahuan warga komunitas mengenai pen
cegahan kriminalitas dan hak legal.
• Meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai masalah kesehatan
umum pacta anak..
Gambar 11-3 Struktur organisasi klinik Third Street
BAB 11- • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 327
e Meningkatkan pengetahuan dan praktik keterampilan menjadi
. orang tu.a· yang efektif. :. .
eMeningkatkan persentase orang dewasa yang me1akukan gaya
hidup sehat, termasuk:
e Olah raga kebugaran
e Pengendalian herat badan
e Menge101a stres
. Tujuan YMCA Program Pengungsi Indo-eina meliputi:
e 100% anak yang berada di program perawatan sehari menjalani
. skrining masalah pendengaran dan penglihatan..
eMeningkatkan pengetabuan dan penggunaan alar kontrasepsi
yangtepat. .
e Meningkatkan perigetahuan orang tua tentang masalah kesehatan
runum pacla anak
e Meningkatkan angka tenaga kerja dewasa sampai 50%
e Meningkatkan angka tenaga kerja reinaja sampai 20%
e Meningkatkan pengetahuan warga dalam pencegahan krimina
litas dan hak legal.
AKTIVITAS PRCX;RAM
Sete1ah merumuskan tujuan, langkah selanjutnya adalah menetap
kan aktivitas program secara spesifik. Perencanaan yang detail dari
aktivitas program ke dalam berbagaikegiatan sangatpenting untuk
pelaksanaan program dan pencapaian tujuan. Sebagai contoh, satu
tujuan klinik Third Street adalah meningkatkan pengetahuan orang tua
tentang masalah kesehatan anak. Aktivita.s program untuk mencapai
tujuan ~ersebut dapat mencakup; .
e Staf klinik Third Street dan pera'Wat kesehatan komunitas me
milih berbagai topik yang sesuai dengan hasil kuesioner untuk di
. presen tasikan di ke1:is orang tua yang membahas tentang masalah
[Link] umum pada anak.
e Staf klinik Third Street dan pera'Wat kesehatan komunitas me
milih swnber (misalnya alat bantu audiovisual dan pamflet) untuk
presentasi topik terpilih..
e Staf klinik Third Street dan pera'Wat kesehatan kotI,[Link] me
nentukan hari, jam,· dan jadwa.l presentasi yang sesuai dengan
hasil kuesioner.
328 BAGIAN". PROSES KOMUNITASSEBAGAI MITRA
Setiap aktivitas program disesuaikan dengan reneana program
dan ditulis dalam urqtan Iangkah, dan setiap Iangkah harus sesuru
dengan _tujuan-yang hendak dicapru. Selain itu, dibutuhkan waktu
".. . - -unruk-meliiKtik!itl<setiap hltti:vltas program (misaliiyil: "Pada tanggal
15 Juni, staf klinik Third Street dan perawat kesehatan komunitas
akan ... ").
TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN
Setelah rrienetapkan aktivitas program, langkah selanjutnya adalah
menetapkan tujuan khusus pembelajaran. Tujuan khusus pem
belajaran berasal daritujuan umum dan menguraikan perilaku
khwus "atau perubahan yang diperlukan untuk meneapai tujuan
umum. Reheana detail aktivitas programmenunjukkan berbagai
kegiatan yang penting untuk melaksanakan program, sedangkan,
tujuan khusus pembelajaran menWljukkan perubahan pengetahuan,
perilaku atau sikapyang diharapkan sebagai-hasil aktivitas program.
Tujuan khusus pembelajaran berfokus pada peserta didik dan
menyatakan perubahan yang diharapkan dari. peserta didik setelah
-ikut serta dalam program. Sebagai eontoh, satu topik yang dipilih
untuk dipresentasikan pada sesi penyuluhan tnengenai masalah ke
sehatan umumpada anak adalah pengkajian demam dan penata
laksanaannya di rumah. Tujuan khusus pembelajaran adalah sebagai
berikut: "
• Setelah mengik~ti urrum penyuluhan dan sesi praktik tentang
dei:nam dan penatalaksa."laannya di rumah, setiap peserta di
harapkan dapat:
• Mendemonstrasikan bagaimana car-a mengukur suhu tubuh
rektal dan aksilar
• Mendiskusikan penyebab yang sering menimbulkan demam
dan bahayade.ti1am pada anak
• Menjelaskan bagaimana terjadinya demam
• 1-Ienjelaskan paling sedikit riga eara menurunkan demam
• Menguraikan tanda bahaya yang membutuhkan pengkajian
medis "
Baik tujuankhusus program maupun tujuan khusus peJllbelajaran
dapat retulis dalam urutan langkah yang sesuai untuk meneapai
tujuan, atau setiap tujuankhusus mUngkin memiliki perbedaan dalam
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 329
aspeknya, yang jika dikornbinasikan, akan dapat mencapai tujuan '
wnum. ,Balli: tujuan umum rnaupun tuj'uan khusus harus dapat
[Link] dapatrnenghasilkan pernyataan, yang dapatdiukur,
gunakan' ka:ta,.kata yang tepat. Beberap~contoh dari terminologi
yang tepat dan kurang tepatdapat dilihat dibaw~ ini:
Terminologi atau kata-kata yang:kurang tepat (banyak
interpretasinya)
, . Mengetahui
Mengerti
Menyadari
Menghargai
MemaIwni
Menurunkan
Terminologi atau kata-kata yang lebih tepat (interpretasi ter
batas) ,
Mengidentifikasi
Mendiskusikan
Menyebutkan
Membandingkan dan rnernbedakan
Menyatakan
Menurunkan sampai'20%
,
Selain itu, sedapat' rnungkin setiap tujuan urnurn dan khusus
mencikup:
• Kerangka waktu untuk mencapai perubahan (misalnya, "Pada
tanggal 15 Juni... ").
• Arah dan besarnya perubahan (misalttya, ''Meningkatnya tingkat
llnunisasi sampai 95%")
• Metode pengukuran perubahan (misalnya, "Setelah rnenyelesai
kan sesi; setiap peserta akan rnendernonstrasikan ... ")
T~juan umurn dan subbagian tujuan urnurn (tujuan khusus)
membantu rnenjelaskan suatu program dan rnewujudkan perubahan
yang diharapkan dari program tersebut. Meskipun mekanisme
penulisan tujuan umurn dan khusus tel;ili banyak ditulis (beberapa
contoh teks terdapat pada sirnpulan dalam bab ini), hanya sedikit
inforrnasi diperoleh mengenai hubWlgan kolaborasi yang harus ada
antara perawat kesehatan komWlitas dan lernbaga eli komunitas se
belwn tujuan umum dan tujuan khusus tercapai.
330 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA .
KOLABORASI
Apa yang dimaksud dengan htibungankolabQratif? fugat kembali
data pengkajian komunitaSmengenai-keprihatinan -staf SD Temple
tentang fenomena membolos dan kegagalan akademik; keprihatinan
ini memiliki dua tujuan utama. Meskipun demikian, pada saat diag
nosis kepera"Watan divalidasikan bersarna komunitas, orang tua lebih
memikirkan eara mereka melindungi anak dari penganiayaan.
Dapatkah keprihatinan dan persoalan orang tua serta staf SD'Tample
ditujukan pada program yang sarna? Jika dapat, apa yangakan men
jadi tujuan umum program? Apa' tujuan khususnya? Proses ini
merupakan satu eontoh perencanaan kolaboratif dan merupakan
inti kepera"Watan komunitas. Mungkin Anda ingin mengetahui cara
untuk mewujudkan pereneanaan kolaboratif dan memberikan in
formasi kepada lembaga tentang manfaat tujUan umum dan khusus.
Meskipun Anda merasa yakin tehadap pentingnya perubahan,teren
eana, bagaimana Anda meyakinkan orang lain; terutarna karena
perubahan tereneana cidak biasa dilakukan di lembaga tersebut?
Model peran barang kali merupakan strategi terbaik Sete1ah mene
huh diagnosis keperawatan komunitas dan memvalidasi data ber
sama satu lembaga, buat tujuan umum dan khusus yang sesuai
dengan maksud dan struktur organisasi lembaga tersebut. Mintalah.
masukan dari ke1ompok dan lakukan perbaikan secara terus-menerus
pada tujuan umum dan khusus sampai mencapai konseI1:i1lS kelompok
S~BER,KETERBATAS~~,D~PERB~
RENCANA
Setelah me!':etapkan tujuan umum dan khusus, langkah berikutnya
adal3J.~ mengidentifikasisumberyangtersedia dan keterbatasan reneana.
Bal ini analog gengan daya pendorong dan penghambat dari Lewin.
Terakbir, reneana yang telah diperbaiki diajukan kepada kelompok
pereneanaan. Sumber adalah seluruh perangkat yang dapat diguna
kan untuk melaksanakan tugas, termasuk staf dan anggaran mau
pM ruangan atau lahan serta peralatan. Perlu diingat bahwa identi
fikasi kekuatan merupakan bagian dari pengkajian komunitas.
Pada saat Anda mempertiinbangkan sumber, masukkan ke dalam- .
nya kekuatan tersebut yang mungkin dapat menfasilitasi pencapai
an tujuan program. Selama perencanaan program, sangat penting
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 331
untuk mengidentifikasi sumber yang dibutuhkan dan sumber yang
tersedia. Keterbatasan adalah hal-hal yang menghambat [Link], .
seperci kurangnya staf, attggaran, ruanganatau lahan, danperalat- .
an. Keterhatasan dapat menjadi pembeda antara kebutuhan dan
sumber. Perbaikan rencana merupakan upaya yang diajukan ber
dasarkan pengetahuan tentang sumber dan keterbatasan.
Berdasarkan hasil diskusi dan evaluasi diri, setiap lembaga di
bawah naungan the Rosemont Health Promotion Council menetap
kan rujuan umum dan tujuan khusus program. Kemudian sesuai
qengan setiap tujuaIl. umum dan khusus terse but, ditetapkan sumber
yang diperlukan. Sebagai contoh, di Klinik Third Street, sumber
sumber di .bawah ini diidentifikasi sebagai hal yang' menentukan
terhadap tujuan:
TUJUAN UMUlVI
Meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap masalah kesehatan
umum pada anak
Snmber yang dibntnhkan
• Staf yang mengembangkan dan mengumpulkan informasi yang
ada tentang masalah kesehatan umum pada anak.
• Staf yang mempresentasikan materi informasi dalam bahasa
Inggris, SpanyoL dan Vietnam.
• Ruangan dan peralatan yang diperlukan (misalnya termometer,
baskom) untuk mengajarkan pengkajian dan keterampilan· pe
lawatan di rumah.
Snmber yang tersedia
• Staf yang dapat berbicara dalam bahasa Inggris dan Spanyol.
• Staf keperawatan yang memiliki pengetahuan tentang perawatan
anak.
• Ruangan dan beberapa peralatan yang diperlukan.
• Minat dan keinginan staf untuk memberikan informasi yang di
. butuhkan oleh orang tua. .
Keterbatasan
Sebaiknya dipertimbangkan mengenai ketidaksesuaian antara ke
butuhan dan ketersediaan sumber. Keterbatasan klinik Third Street
meliputi:
332 BAGIAN II_ PROSES KOMUNiTAS SEBAGAI MITRA
,
• Tidakada staf yang dapat berbahasa Viemam.
• . Ketidaknyamanan staf karena belum berpengalaman dalam mem
buat dan mengadaptasikan lllateri P-Wlbelajaran.
• Keterbatasan waktu; .
• Rasa ketidakyakinan staf terhadap kemampuan mereka dalam
mengajar kelompok (semua pengajaran yang lalu bersifat per
orangan).
• Kurangnya sumber (misalnya, audiovisual dan brosur tentang pe
. rawatan anak yang mengalami masalah kesehatan yang umum
terjach).
• • • ••-. .... • Keierbatasan biasanyaseputar staf dan uang - lembaga tidak
CATATAN· .
. perhahmerasa cukupakan kedua hal ini. Keterbatasan lainnya
adalah menolak untuk berubah. Sf:mua orang segan untuk
mengubah perifaku rutin yang telah menjadi kebiasaannya.
Pada awalnya, berubah tidaklah nyaman, dan sampai peran
baru dikuasai, akan munculkecemasan. Jika kita dapat
mengarahkan individu untlik menyadari bahwa ketidak
nyamanan ada hal yang lazim terkait dengan perubahan,
rasa saling pengertian dan hubungan kolaboratif akan
terwujud.
Apabila setiap leinbaga telah menetapkan tujuan umUIll, khusus,
dan aktivitas beserta sumber dan keterbatasannya secara sistematis
dan detail, beberapa alternatif kegiatan akan muncul. iMisalnya, ke
terbatasan klinik Third Street adalah tichik adanya anggota staf yang
dapat berbahasa Vietnam. Keterbatasan serupa dan YMCA Program
Pengungsi Indo-Cina adalah tidak adanya staf yang merniliki cu
kup pengetahuan untuk memberikan penyuluhaq. mengenai kon
trasepsi atau perawatan ariak dengan masalah kesehatan umum.
Oleh karena itu, diajukan reneana yang telah diperbaiki sebagai
berikut:
PERBAIKAN RENCANA
Staf dari YMCA yang dapat berbicara dua bahasa (Inggris dan
Vietnam) akan menghadiri kelas-kelas penyuluhan· dalam
bahasa Inggris di klinik Third Street, kemudian. melakukan
penyuluhan d,engan bahasaVietnam di YMCA.
BAB 11 • Perencanaan Program Kesehatan Komunitas 333
Baik klinik Third Street maupun YMCA memiliki keterbatasan
[Link] program, yaitu kurangnya materi sumber. Hasil.
.. -~jian lebih [Link] dengansumber kesehatan komunitas
yang dilak~an oleh perawat kesehatan komunitas menunjukkan
bahwa klinik Sunvalley, sebagai bagian dan Departemen Kesehatan
Hampton, memilikiperalatan audiovisual dan materi pengajaran yang
telah dicetak;
. tetapi
. semua materi berbahasa Inggris.
PERBAIKAN RENCANA
Seorang staf klinik Third Street yang dapat berbahasa Inggris
dan Spanyol serta seorang staf dari YMCA yang dapat ber
. b ahasa Inggris dan Vietnam akan menerjemahkan materi ke
dalam bahasa Vietnam dan Spanyoltanpa dibayardan seluruh
materi yang telah diterjemahkan tersebut dibagikan.
Keterbatasan lain yang dialami masing-masing lembaga adalah
bahwa staf mereka merasa tidak siap untuk melakukan pengajaran
kelompo~.
PERBAIKAN RENCANA
Perawat kesehatan komunitas akan mengajarkan prinsip
dasar pengajaran kelornpok, termasuk metode presentasi.
Selain itu, perawat kesehatan komuni~s akan berpartisipasi
dalam membuat dan mengadaptasikan materi serta pe
nyuluhan.
Untuk setiap keterbatasan, diajukan rencana yang sudah di
perbaiki, lalu didiskusikan, dan [Link] merupakan periode
yang tep~t untuk menjalin kolaborasi yang mantap antara perawat
kesehatan komunitas dan lembagadi komunitas, dan hanyakomunitas
yang telah mencapai tahapan ini, yang siap untuk memasuki tahap 5
perubahan ter~ncana - transformasi rencana ke dalam perubahan
perilaku nyata. Transformasi rencana ini merupakan implementasi
program yang aktual (yang akan dibahas dalam bab selanjutnya).
Namun, sebelum diimplementasikan, rencana tersebut harus dicatat
terlebih dahulu.
334 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
PENCATATAN
Rencana komunitasharus dicatat dalarn format standar, sistem
atiS~ :qan singkat yang dapa1::tnenjadi-a.}at komunikasi. yang jelas
bagi pihak lain tentang maksud dan kegiatan rencana serta rasio
nalisasi perbaikan dan penghapusan kegiatan. Diskusikan dengan
lembaga ~istem pencatatan yang ada dan buat keputusan tentang
bentuk dan sistem pencatatan rencana. Format terse but tidak perlu
terlalu rinci dan rumit; cukup sederhana saja seperti yang di
gunakan oleh klinik Third Street yang sudah cukup me~ bila
disetujui oleh le1l1ba-ga. . .
RINGKASAN
Sebelum menyimpulkan, mari kita tinjau kembali tujuan pembe
lajaran untuk: bab ini dan aplikasinya pada keperawatan kesehatan
komunitas. Proses perencanaan dia"'W'<'lli dengan validasi diagnosis
keperawatan komunitas - suatu proses yang mewujudkan persepsi
komunitas dan nilai kebutuhan kesehatan komunitas. Selanjutnya,
dengan menggunakan teori perubahan terencana, perawat kese
hatankomunitas bersarna-sama. dengankomunitas membentuksuatu
hubungan kolaboratif untuk mewujudkan tujuah umum dan tujuan
khusus [Link]. Akhirnya, berdasarkan sumber dan keterbatasan,
rencatta dibuat; dicatat, dan diterima. Meskipun hanya satu contoh
yang diberikan, proses perencanaan kesehatan komunii:as adalah
sarna dengan rencana untuk: kedelapan program Rosemont Health
Promotion COllneil.
REFERENSI
AmericanNurses Association. (1985). Code for nllrm IIIiIh interpretive standards. Kansas City,
MO:Author.
Lewin, K. (1958). Gr~up decision and social change. In E. Maccoby (Ed), Readings In
sodal p{y(hology (3rd ed.). New Ycx:k, NY: Holt, Rinehart andWmston.
Reinkeme~, A (1970). Nursing's need: .Commitment to an ideology & change. Nllrsing
FOrtllll, 9(4), 340-355.
BAHAN BACAAN YANG· DISARANKAN.
Bertera, RL. (1990). Planning and implementing health promotion in the workplace:
A case study of the DuPont Company experience. Health BOlltatlim Qllarler(y. 17(3),
307-327.
BAB 11 III Peiencanaan Program Kesehatan Komunitas 335
deVries, H, Weijts, W, Dijkstr,l, M, & Kok, G. (1992). The utilization of qualitative .Uld
quantitative data for health education program planning, implementation, and
evaluation: A spiral approach. Hellil/; Edllcalioll .Qlla/'II'I'!Y, 19(1), 101·115.
Dignan, M.B. & QU'r, P.A (1992). Program pl(lIIlIillg/or h",,/t/; erillmlioll (/lui proll/olioll (2nd
cd.). Malvern, PA: Lea & Febiger.
Ervin, NE. & Kuehnert:, P.L. (1993). Application of a model for public health nursing
program phml1ing. PI/biie He{/I//; Nllrsillg, 10(1), 25·30.
Green, L.W, Kreuter, MW, Deeds, S.G., & Partridge, K.B. (1980). Health edm{/Iioll
pla!/'Iillg: A rilagllo"tie apprOtlch. P'llo Alto, CA: Mayfield.
Lippitt, G. (1973). ViJ/wliZill,g r/}(lIIge: Model bllilriill,f!, fll/d the rhallge [Link],
La Jolla, CA: University Associates.
Lippiu, R, Watson, J., & Westley, B. (1951). The 1pta//1irs of plmllled chllll,ge,
New York, NY: Harcourt, Brace and \Xbrld.
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFarlane
BAR
IMPLEMENTASI PROGRAM
KESEHATAN KOMUNITAS 12
TUJUAN
Implementasi adalah fase "tindakan" dari proses keperawatan yang terkait
dengan pelaksanaan rencana berfokus-komunitas. Implementasi berguna
untuk mencapai tujuan dan objektif, tetapi hal yang lebih penting adalah
bahwa implementasi intervensi keperawatan berfungsi untuk meningkatkan,
memelihara atau memulihkan kesehatan, mencegah penyakit, dan
i11emfasi Iitasi rehabi Iitasi.
Bab ini mendiskusikan tentang proses implementasi program kesehatan
berfokus-komunitas. Strategi intervensi akan dibahas selain sumber yang
dapat membantu implementasi program.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Menjela5kan kepada komunitas mengenai strategi implementasi program
kesehatan.
• Dalarn kemitraan dengan komunitas:
- Mengimplernentasikan program yang telah direncanakan
- Meninjau ulang dan-memperbaki intervensi berdasarkan respons
komunitas
- Menggunakan intervensi untuk memformulasikan dan memengaruhi
kebijakan kesehatan dan sosial yang berdampak pad a kesehatan
komunitas.
PENDAHlJLUAN
Setelah tujuan dan objektif disetujui dan didokumentasi pada fase
perencanaan, semua hal yang tercakup dalam implementasi akan
secara aktual menjalankan aktivitas yang diarahkan untuk mencapai
tujuan terse but. Hal ini tampaknya sederhana dan mudah. Padahal,
pada fase ini, Anda akan menghabiskan waktu untuk mengkaji,
menganalisis, dan merencanakan program. Anda akan merasa siap
bersemangat untuk memulainya. Tetapi seman gat yang berlebihan
ini (yang akan terkait dengan "ketergesaan" pada fase intervensi)
adalah hal yang membahayakan. Anda harus merenung sejenak
336
, BAB 12 • Implementasi Program Kesehatan Komunitas 337
untuk memahami bagaimana Anda dapat meningkatkan rasa- kepe
milikan komunitas, program terpadu, dan fokus' kesehatan yang
jelas.,- _ " _.
••••••••• Bab ini ~emfokuskan pada proses intervensi dan memberi
CATATAN
Anda sumber-sumber umum yang terbukti bermanfaat ketika
Anda bekerja di komunitas. Banyak contoh intervensi yang
bagus mengenai kemitraan perawat kesehatan komunitas
dengan komunitas juga tersedia pada Bagian III.
KEPEMIUKAN KOMUNITAS
Halpenting untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan dari
intervensi adalah partisipasi aktif komunitas. Pengertian kemitraan
dan kolaborasi telah didiskusikan pada bab. sebelumnya, tetapi hal
yang patut dicermati adalah "rasa kepemiIikan". Rasa memiliki
terhadap program ataukegiatan harus tumbuh dalam diri masyarakat
di komunitas, yang hanya dapat terwujud jika mereka berpar~ipasi
penuh dalam pengambilan keputusan baik pada saat perencanaan
atau ketika mereka merigemban tanggung jawab dalam implementasi.
Situasiini memunculkan potensi konflik. Perawat adalah satu profesi
yang terkait dengan tugas memelihara, menyokong, dan memberikan
asuhan terhadap orang lain. Melakukan sesuatu untuk orang lain
seperti mereka melakukannya untuk diri, mereka sendiri, jika
memang mampu adalah bagian dari profesi kita. SeIama kondisi
kesehatan individu terganggu, perawat dituntut untuk: melakukan
sesuatu dan nyatanya, kebanyakan perawat berinteraksi secara.
profesi0nal dengan mereka; tetapi kenyataan ini tidak terjadi dalam
keperawatan kesehatan komunitas. Ketika kita melangkah ke dalam
komumtas, kita dituntut untuk melakukan sesuatu bersama-sama dengan
tllfSYarakat, bukan melakukannya pada atau untuk masyarakat. Apa
bila sesuatu yang dikerjakan orang lain diarahkan atau ditujukan
untuk kita, komitmen emosional kita tetap terbatas.
. BagaiI-nana Anda [Link] rasa kepemilikan komunitas ter
hadap program yang diusulkan dan intervensi yang direncanakan?
BagaimatIa Anda dapat memfasilitasi keterlibatan k6murutas? Rosemont
Health Promotion Council di Rosemont, menjalankan fungsinya untuk
mengoordinasikan rencara antarlembaga dalam program promosi
kesehatan berfokus-komunitas. Apabila perencanaan telah lengkap,
338 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
dewan tersebut mengarahkan perhaciannya pacla koordinasiaktivi
tas untuk mengimplementasikan program. Intinya adalah bahwa
kelolI1EOlt koprdinasi 5Udah ada· Biasanya, ko~te p~rt::~~aan:
clapat rrterigoordinasi implementasi. - -----
•........ Ketika Rosemont Health Promotion Council dan staf yang
CATATAN
bertanggung jawab terhadap implementasi program meninjau
ulang tujuan program dan sumber daya yang dibutuhkan,
ternyata sebelum mereka menjalankan program, sumber
daya harus terlebih dahulu dipilih. (Sumber daya dapat berupa
peralatan audiovisual, pamfletl. dan material lain untuk
presenta~i program.) Keduanya mulai mempertanyakan di
mana material terkait dapat diperoleh. Sumber daya apa
yang tersedia -di Rosemont? Apa saran Anda meilgenai-hal
ini?
Dari hasil pengkajian awal Rosemont, diketahui bahwa The United
Wt!Y telah mendaftar 42 lembaga layanan sosial swasta dan pe
merintah yang berlokasi di Hampton atau Jefferson. Daftar The
---United way ini mencakup identifikasi inforw..asi seciap lembaga se
perci informasi -mengenai jenis pelayanan dan biayanya. Setelah'
meninjau ulang daftar tersebutbersama deW-an _dan staf terkait,
perawat keSehatan komunitas menyarankan agar perwakilan lem
haga yang dipilih diundang untuk membahas program dan sumber
daya yang clapat mereka sediakan, seperti flim dan pembicara. Ternya
fa, beberapa eli antaranya clapat menyediakan material yang rele
van. March of Dimes (Gerakan pengumpulan dana urituk anak-anak
cacat) telah mensponson sebuah -kampanye di Hampton sebagai
usaha untuk menirigkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kehamilan yang sehat untuk melahirkan anak yang~sehat. Mental
Health Association telah mengembangkan modul pengajaran me
ngenai bagaimana menjadi orang tua yang efektif dan departemen
kepolisian serta Women} Center menawarkan program pencegahan
kriminalitas. Sefuua program ini telah mendapat deskripsi yang jelas,
termasuk di dalamnya nama individu yang dapat dihubungi di
Hampton Herald. Berkenaan dengan hal ini, diputuskan untuk me
nyel~an program dan tujuan pembelajaran untuk setiap tujuan
promosi keSehatan yang telah ditetapkan oleh Rosemont Council.
Oleh karletla itu, setelah setiap anggota lembaga mendiskusikan
programnya dengan dewan, keputusan dapat diambil berdasarkan
kesesuaian materi untuk komunitas Rosemont.
BAB 12 II Implel11entasi Program Kesehalan Komunitas 339
Jangan panik dalam menghadapi kondisi ini dan sadari bahwa
CATATAN
Anda harus mengetahui 42 lembaga tersebut berikut pro
gramnya masing-masillg di komunitas yang telah Anda kaji.
Pada tahap implementasi, pelajari kembali pengkajian awal
yang telah Anda lakukan dan pertimbangkan secara logis
lembaga mana yang memiliki sumber daya yang dapat mem
bantu program yang telah direncanakan. Kemudian hubungi
lembaga terpilih, minta informasi mengenai program terkait
dan terbaru, diskusikan program berfokus-komunitas Anda
dengan lembaga, dan minta rekomendasi tentang material
dan slimber terkait. label 12-1 berisi daftar organisasi suka
rela yang memiliki staf profesional pada tingkat nasional dan
lokal serta memiliki struktur yang terhubung ke komunitas
atau terafiliasi. Organisasi sukarela ini memiliki program
berkelanjutan untuk mengatasi berbagai isu kesehatan dan
harus diakui bahwa promosi kesehatan adalah bagian vital.
dari misi mereka. Oaf tar ini tidak inklusif dan disajikan
hanya sebagai petunjuk.
Selain itu, OIfit'e 0/ Disease Pretlentioll and Health Promotion (ODP.H1?)
yang berlokasi dekat dengan Public Health Service (PHS) dan pada
gilirannya, berlokasi dekat dengan US Department 0/ Health and Human
Services (DHHS) rnenerbitkan banyak sekali inforrnasi yang diran
cang untuk meningkatkan kesehatan dan rnencegah penyak1t pada
penduduk Amerika. Perhatian khusus diberikan untuk rnernfasilit:1S,;,
aktivitas preventif yang diselenggara}"atl oleh 5 lernbaga penyedia la
yanan kesehatan rnasyarakat: Alcohol, Drtig Abttse, and Mental Health
. Organisasi Sukarela
: American Associafion ofRetired . March. ofDimes
Persons
American Cancer Society National Board ojthe YMCA ofthe USA
,American Heart Association . National Coalition ofHispanic Mental
i. AmericanLu~g Assoc,iation .·.··.Heaith an4Human8ervicesOrganizations
: AmeaccinRedCioss . . . "NatiCm alCozineiloJAlcohofis1n' '.
(Assddati()~ ofjunior Leagues, bic: "...,. ''N£tioridl Health" COUl1ciI' . . .. ..'
! Boy Scdui{ofA in ertca. '.. ":'Nationa(Kidney'Fdun'dation,
.
! Boys' Clubs o/America, Inc. '
.·.<NatibnaiRecreationimdpark,s Association
: Cooperative Extension SerVice,Nq.'t~9no).§afety foundf,
.. '
· Gir/Scouts ofAmer~ca . ' ..... Jliatlonal Urban League
Girls' Clubs ofAmerica, Inc ·······United Way ofAmerica
340 13!\CIAN II !!!l PROSES KOMUNITAS SEI3AGAI MITRA
Program Deskripsi Website.
Masyarakat Sehat Diluncurkan tahun 1979; [Link]/
(Healthy People) menyediakan panduan un healthypeople
tuk mengidentifikasi [Link]
tujuan nasional. pubs/hp2000
healthfil1der Gateway website untuk [Link]
menghubungkan konsumen
dan profesional terhadap
informasi kesehatan dan
pelayanan jasa dari
pemerintah federal.
Informasi tersedia melalui
intemet.
National Health Pusat layanalllUjukan 1-800-336-4797
Injormation Center informasi kesehatall untuk [Link]
kOllsumen dan
profesional.
DietOlY GUidelinesfor Diluncurkan bersama [Link] .gov/
Americans dengan US Departement pubs/dietguid
ofAgriculture; federal
memandatkan aktivitas
edukasi nutrisi.
Healthy Communities, Bersama dengan National; [Link]
VVorksites, and Schools Coalition for Healthier . pubs
Cities and Communities,
memfokuskan pada cara
cara bagairnana komunitas
dapat beradaptasi dengan
tujuan nasional Masyarakat
. Sehat (Healthy People)
untuk penggunaan lokal.
Sumber: [Link]/[Link]
Administration; Cmtersfor Disease Control andPrevention (CDC); Food and
Drllg Aministration (FDA); Health Resources and Services Administration
(HRSA), dan National Institutes 0/ Health (NIH). Beberapa program
khusus yang diistilahkan sebagai initiatit)e, disponsod oleh DPHP.
Sebagian dari dattar initiatit)e, pelayanan, dan informasi yang ter
sedia, seperti juga website, dapat dilihat pada Tabel 12-2.
BAB 12 • Implementasi Program Kesehatan Komunitas 341
~·A';A;'A;'; Beberapa perpustakaantelah ditetapkan sebagai perpustakaan
nasional, sehingga di dalamnya terdapat buku-buku tei-bitan
" pemerintah. PemerintCl~juga memiliki sejumlah toko buku
,
yang tersebar di seluruh' Amerika. Bahan Bacaan yang
•••••••••• 0 ••• Disarankan pada bab ini mengandung beberapa buku terbitan
pemerintah dan juga website yang difokuskan pada pencegahan
penyakit dan promosi kesehatan. Website yang disajikan akan
mudah Anda akses dan ~ngat informatif.
Ketika meneliskusikan pentingnya partisipasi dan rasa kepemilik
an komunitas terhadap sebuah program, isu yang tetap perlu eliper
hatikanadalah presentasi program yang terpadu, serta adas."1ya
penekanan pacia keSehatan, bukan, pacia program.
PROGRAM TERPADU
Karena keterbatasan sumber dan konflik staf serta situasi di luar
kendali perencana, banyak program berkualitas diimplementasikan
setengah-setengah sehiugga meminima1kan pengaruhnya. Program
terpadu menuntut kolaborasi dan koordinasi antara staf lembaga yang
akan mengimplementasikan program danpenerima program (po
pulasi target). Dengan mengalokasikan banyak waktu untuk me
mublikasikan program (dan- bagaimana Anda melakukan [Link]
publikasi dengan menerapkan prinsip bagaimana, eli mana, dan oleh
siapa), perbedaan krusial dapat dimtinculkan merige!1ai bagaimana
tanggapan [Link] dan dampak apa yang kemudian akan timbul.
Setelah memilih waktu dan tempat (berdasarkan pada masukan
awal kuesioner survei), bagaimana Anda memublikasikan program?
[Link] layanan publik, pemberitahuan di surat ka bar, segmen
buletin' untuk asosiasi umum dan agama, pamflet yang dikirim ke
rumah melalui anak-anak sekolah, dan poster pemberitahuan pada
gedung layanan komunitas dan pusat perbelanjaan setempat adalah
beberapa metode yang dapat eligunakan. Rosemont Health Promotion
Council t~lah memutuskan untuk mengirimk<¥l pamf1et ke setiap
rumah siswa SD Temple sebagai usaha memublikasikan program
pertama mereka mengenai kesehatan anak. Pada pamflet, tertera
ucapan terima kasih kepada para orangtua atas partisipasinya selama
survei dan mengundang orang tua tersebut untuk mengikuti program
di klinik Third Street dan Pusat Pengungsi YMCA Indo-Cina.
Layanan publikdiumumkan melalui radio dan artikel, mengenJ.i
342 BAGIAN II • PROSES KOMUNrTAS SEBAGAI MITRA
Rosemont Health Promotion Council dan program ke depannya akan
dimual dalam surat kabar Vietnam dan Spanyo~ seperti di Hampton
F:f~ra;It{,~ SUfcl:tJ~~l~R9~o_I?-tCiyil Association. Poster dipasang
di [Link] 'perbeTalijaan-seteiripa~-gereja, 'dan tempai-t~mpa:t per:'
tenman. ~arena adanya kekha'Wa~an orang rna di Rm:elnont Heath
Promotion- C01l11cil mengenai kemungkinan ketidakhadiran ::orang tua
yang memiliki anak balita dalam pertemuan, telah dibuat kesepakatan
tentang pera'Watan bayi dan todler, serta telah direncanakan program
kesehatan yang terpisah untuk anak usia prasekolah dansekolah
sehima_program orang deWasa._PuQlisi!:as program difo~kan pada
promosi kesehatan untuk seluruh keluatga. dan tidak'hanya pacla
_program untukaqggota keluarga .terpilih. _' . . ,
MASYARAKAT SEHAT
Ide program kesehatan yang didasarkan pacla tujuan4an objektif
terpadu merupikan sentral pemJrahasan pada dokumenmasyarikat
sehat. Pada tahun 1979, initiative "sehat" pertama untuk Amerika
Serikat, yaitu HeallllY People: The Surgeon General} Report/o/he Nation
(US Office of the Assistant Secretary for Health and Surgeon
General, 1979) mempromosikan lima tujuan. Fokus tujuan yang luas
ini adalah penurunan mortalitas pada kelompok usia yang ditarget
kan- bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa-serta peningkatan
kemandirian lansia. Tujuan tersebut meiupakan tujuan kesehatan
nasional pertama dengan target waktunya adaiah tahun 1990.
[Link] Schat 2000 (US Departement of Health and Human
Services, 1990) dilaksanakan dan dikembangkan melalui usalIa kola
boratif yang luas antara pemerintah, orgartisasi sukarela, .organisasi
profesional, bisnis, dan masyaraI<-.at. Tiga kerangka tujuannya adalah:
1. :Nleningkatkan rentang hidup sehat untuk warga Amerika
2. Menurunkan perbedaan status kesehatan pada warga Amerika
3. Memberikan la;ranan preventif ya...i.g terjangkau oJeh semua
. 'Warga Amerika.,
Selain itu, lebih dari 300 tujuan telah dicakupkan ~;.un 22 area
prioritas, dan semuanyadiorganisasikan berdasarkan pendekatan pro
mosi kesehatan, proteksi kesehatan, dan pelayanan preventif.
BAI3 12 II Implementasi Program Kesehatan Komunilas 343
Sebuah laporan baru, [Link]! Sehtlt 2010, merepresentasikan
masukan dari ribuan warga Amerika. Se1ain itu, serangkaian tujuan
baru ini, menurut kutipan pendahuluan, "akan dibedakan dengan
[Link]! Schtl! 2000, melalui perluasan dasar keilmuan preventif,
peningkatan pengawasan dan sistem data, peningkatan kesadaran
dan ttmtutan pelayanan kesehatan preventif serta pelayanan kesehatan
berkualitas, seiring adanya perubahan demografik, ilmu, teknologi,
dan penyebaran penyakit yang akan memengaruhi kesehatan
masyarakat pada abad ke-21" (US Department of Health and [Link]<'ln
Services, 1998, Pendahuluan 1).
Dua tujuan yang luas (menghilangkan perbedaan status kesehatan
dan meningkatkan kualitas serta rentang hidup y~"1g sehat) memberikan
kerangka kerja dan diolah ke dalam model [Link]! Sehu! 2010
(Gambar 12-1). ...
Gambar 12-1 Masyarakat Sehat 2010: Model Masyarakat Sehat dalam Komunitas Sehat. Sumber: US
Department of Heal th and Human Services. (1998). Healthy People 20 J0 Objectives: Draft fol' Public
Comment. Washington, DC: Penulis.
344 Bi\GIi\N II Jill PROSES I<OMUNITi\S SEBAGAI MITRA
Area Uroum Sasaran spesifik
Mempromosikan perilalcu sehat 1. Aktivitas fisik dan kebugaran
2. Nutrisi
3. Penggunaan tembakau
Meropromosikall kesehatan dan 4. Pendidikan dan program berbasis
keamanan komtmitas
5. Kesehatan lingkungan
6. Keamanan makanan
7. Pencegahan cedera dan kekerasan
8. Kesehatan dan keamanan kerja
9. Kesehatan mulnt
Meningkatkan sistem kesehatan 10. Keterjangkauan
individu dan masyarakat 11. Keluarga berencana
12. Kesehatan ibu, bayi, dan anak
13. Keamanan produk medis
14. Infrastfllktur kesehatan masyarakat
15. Komunikasi kesehatan
Mencegah dan menurunkan penyakit 16. Artritis, osteoporosis, dan penyakit
serta gangguan punggung kroni.;
17. Kanker
18. Djabetes /
,151. Kondisi sekunder dan kecacatan
20. Penyakitjantung dan stroke, .
21. Human Immunodeficiency Virus
22. Immunisasidan penyakit menular
23. Kesehatan mental dan gangguanjiwa
24. Penyakit respirasi
25. Penyakit menular seksual
26. Penyalahgunaan zat
US Department of Health and Human Services. (1998). Healthy People 2010 Objectives: Draft for
Public Comment. Washington, DC: Penulis.
Prioritas untuk objektif spesifik terdapat pada Tabel 12-3. Se
tiap area meliputi tujuan: daftar terminologi, tinjauan, deskripsi
tentang pencapaian objektif selama tahun 2000 serta rancangan
objektif tahun 2010. Banyak objektif yang terukur disertakan ke
dalam setiap tujuan; sebagai contoh, objektif nomor 22 (imunisasi
dan penyakit menular) adalah "Mencapai cakupan imunisasi se
tidaknya 90% anak usia 19-35 bulan" (US Department of Health
and Human Services, 1998). Objektif ini didasarkan pada data
nasional dan kriteria kasar (Tabel 12-4), sehingga dapat digunakan
sebagai standar perbandingan dengan data lokal.
BAB 12 III Implementasi Program Kesehatan Komunitas 345
Atribut sasaran Catatan
Penting dan dapat dipahami Berhubungan dengan kerangka kerja 201 0
dan memiliki audiens yang luas
Berorientasi pencegahan Harus mencakup peningkatan kesehatan
yang dapat dicapai melalui intervensi
layanan kesehatan dan berbasis-populasi.
Dapa t dilakukan Mencakup saran terhadap langkah yang
dapat mencapai target yang dituju
Berguna dan relevan Harus dapat digunakan oleh negara, lokal,
'dan sektor swasta dengan target sekolah,
komunitas, lahan kerja, praktik kesehatan,
dan lingkungan lain
Dapat diukur Harus mencakup rentang penilaian (hasil
kesehatan, intervensi perilaku dan layanan
kesehatan, serta kapasitas komunitas)
yang diarahkan untuk meningkatkan hasil
kesehatan dan kualitas hidup.
Didasarkan pada tujuan Masyaraka! Untuk menjamin kesinambungall dan
Seha! 2000 perbandingan
Didukung secara ilmiah Berdasarkan pada bukti ilmiah
US Department of Health and Human Services, (1998), Healthy People 2010 Objectives: Draft for
Public Comment. Washington, DC: Penulis.
Sebag~mana tercantum dalam rancangan dokumen Masyarakat
Sehat 2010 yang menyatakat"'l, ''Masyarakat Sehat 2010 merupakan
kontribusi Amerika Serikat terhadap strategi Health .lor All (Sehat
untuk Semua) yang dicetuskan oleh \XlHO. Upaya Amerika ini akan
dikarakteristikkan dengan adanya kolaborasi intersektoral dan parti
sipasi komunitas. Melalui objektif nasional, AS membuat model
untuk kebijakan dan strategi dunia dalam meningkatkan kesehatan
masyarakat" (US Department of Health and Human Serv.i,ces, 1998,
Pendahuluan 2).
CATATAN
Apakah tujuan dan objektif untuk komunitas Anda realistis
dalam konteks masa lalu dan dalam hubungannya dengan
kecenderungan masa depan? Apakah tujuan dan objektif
program berfokus-komunitas Anda sejalan dengan tujuan
dan objektif nasional? Ketika Rosemont Health Promotion
Council meninjau ulang tujuan dan objektifnya, terlihat
bahwa tujuan dan objektif itu sejalan dengan rencana na
sional dan juga tujuan Departemen Kesehatan Rosemont
untuk meningkatkan kesehatan.
346 BACIAN II III PROSES I<OMUNITAS SEBACAI MITRA
FOKUS KESEHATAN
Ada satu pertanyaan yang patut diajukan sebelum memulai pro
gram: Apakah program tersebut berfokus pada kesehatan? Perta
nyaan ini kelihatannya aneh. Mungkin Anda akan bertanya-tanya,
bukankah semua program kesehatan komunitas mernfokuskan
pada upaya mempertahankan, memperbaiki, atau meningkatkan
kesehatan? Sering kali jawabannya adalah tidak.
Dewa..'1 dan staf di Rosemont telah sangat terlibat dalam aktivitas
spesifik pereneanaan dan modul informasi yang terkait dengan
program kesehatan komunitas. Beberapa program telah diperluas
dengan menyertakan skrining dan pamer an kesehatan; aktivitas
tambahan selalu disarankan pada setiap rapat dewan. Tujuan awal yaitu
promosi kesehatan penduduk Rosemont, tampaknya telah bergeser
menjam penyediaan banyak aktivitas dan informasi mengenai ke
sehatan .kepada penduduk Rosemont. Apa yang telah terjadi?
Ingatkah Anda, ketika kita mendiskusikan mengenai ketidaksabaran
dan semangat menggebu yang seringkali muneul saat akan men
jalankan program baru Situasi ini normal. Komite eenderung ter
lalu menekankan kepada aktivitas dan pengetahuan sehingga melu
pakan tujuan awal program-yaitu meningkatka.n kesehatan. Namun,
harus diingat bahwa untuk meningkatkan kesehatan, diperlukan
penerapan pengetahuan dan praktik gaya hidup dari hari ke han
secara berkesinambungan. Sering kali sebuah prog:ra..ll diawali denga..'1
momentum yang penuh semangat; publikasi lewat media menarik
perhatian orang untuk mengikuti skrining dan sesi informasi-ke
mudian program berakhir. Setelah itu, tujuan dievaluasi dan hasil
yang diharapkan tercapai, selanjutnya program lain direncanakan dan
diimplementasikan. Tetapi, apakah benar-benar ada peningkatan
nyata dalam kesehatan? Apakah para partisipan mengubah gaya
hidupnya? Apakah perubahan tersebut dapat bertahan dan berke
sinambungan untuk jangka waktu seminggu? sebulan? setahun? Le
bih penting lagi, apakah perubahan gaya hidup atau praktik kese
hatan terse but didukung oleh lingkungan dan budaya setempat?
Dukungan Lingkungan dan Budaya
Banyak orang tua di Rosemont menjawab "setuju" terhadap per
tanyaan survei berkenaan dengan disiplin. Kebanyakan orang tua
tersebut mengakui bahwa mereka atau individu lain telah menyakiti
BAB 12 • Implementasi Program Kesehatan Komunitas 347
anakketika· si anak mendapatkan hukuman; para orang tua:' terse
[Link] mempelajari cara untuk tidak menyakiti anak ketika
mer~kainarah~J~Qs~1!lont He(Jlth Promotion COJIndl merespons isu ini
dengan mengadakan serangkaian program tentang menjadi orang
wayling [Link], termasuk memberikan informasi mengenai ber
madun-macam strategi nonfisik untuk mendisiplinkan anak, se
.perti' her main peran (role playing) dan diskusi terbuka. Bagaimana
pun, sebagai bagian dan pengkajian komunitas, perawat kesehatan
komunitas telah mencatat bahwa Hampion Independent School Dis
trict, HISD (suatlJ sekolah di Hampton) menerapkan huk~ fisik
s'ebagai metode pe:ndisiplinan primer. Siswa SD Temple dipukuli
paclabagian 'bokong dengan penggaris parijang yatig seringkali
meninggalkan memar yang luaS. Jelas terjadi pertentangan antara
program menjadi orang tua yang [Link] dan'metode hukuman yang
diterapkan SD Temple. Apa yang dapat dilakukan? Apa saran Anda?
Di Rosemont, bagian dari sesi penyuluhan menjadi orang tua
yang efektif adalah diskusi mengenai perbedaan pendisiplinan dengan
hukuman serta penekanan mengenai pentingnya "bertallya" atau
meminta keterangan mengenai pendisiplinan dan prosedur hukuman
kerika orang tua memberikan kewenangan kepada orang lain untuk
mengawasi anak, sebagai contoh pada fasilitas perawata:n anak dan
sekolah atau' pengasuh. anak .{babysitter}. Orang tua diminta untuk
menguwakan perasaan mereka tentang kebijakan HISD mengenai
hukuman flSOC Beberapa orang tua tiM menyadari adanyakebijakan
tersebut, dan walaupun sebagiait besar dari mereka menyadari ada
.nya hukuman tersebut, tetapi mereka merasa bahwa prosedur yang
ada tidak dapat 4iubah. Setelah mendiskusikan· hak dan kewajiban
orang tua, satukelompok orang tua mengadakan pertemuan dengan
Kepala Sekolah Dasar Temple untuk membahas kondisi tersebut.
(Setelah melakukan pertemuan lain dengan jajaran pimpinan sekolah, .
mengadakan dengar pendapat publik mengenai pendisiplinan yang
diterapkan di sekolah publik, dan mengajukan pernyataan tertulis
kepada pimpinan tertinggi sekolah, HISD mengubah kebijakan
pendisiplinan dengan meniadakan hukuman fJSik. Proses ini meng
habiskan waktu 2 tahun.)
Sangat banyak ketidaksesuaian antara gaya hidup sehat dan ke
bijakan serta praktik yang ada dalam lingkungan dan budaya. Berikut
ini adalah contohnya: Telah diketahui sebelumnya bahwa diagnosis
348 . BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SI:BAGAI MITRA
keperawatan untuk anak~ di SD Temple adalah tingginya preva
Iensi karies gigi. Selama pembahasan mengenai menjadi orang tua
yang, e"~tiI.l~~~~~P.~. 9r~[Link]~ mepgakui bahwa anak-anak mere
·ka -dibe.i:1kaii""'permen:yangKeras, biasan)'aiilch:rs, sebagai ·iinbalan
untuk perilaku mereka yang dinilai baik. Ketika perawat sekolah di
Sekolah Dasar [Link], ternyata metnang benar bahwa
anak-anak yang dianggap berperilaku baik diberi imbalan berupa
pefInen yang keras. Hal semacam ini telah terjadi setiap ha."':i.
........•
Identifikasi dalam pengkajian komunitasAnda, ketidaksesuaian
CATATAN
praktik dan kebijakan yang berkenaan dengan lingkung
an dan budaya dengan program kesehatan b~rfokus-komu
nitas. Apa yang dapat dilakukan untukmeniogkatkan kesadaran .
komunitas terhaciap ketidaksesuaian ini,· dan bagaimana
perubahan dapat dimulai? Agar kita dapat berfokus pada
kes~hatan dan pemeliharaan gaya hidup sehat, maka semUa
komponen komunitas harus dilibatkan. .
Cara terbaik agar kita tetap [Link], bukan pada
. . aktivitas, adalah dengan menggunakan model pra:kiik keperawatan
sebagai acuan. Model prakcik keperawatan dibangun dan digambar
·.kan paqa Bab 8 (lihat Gambar 8-2) yang membagi iniervensi rnenjadi
tiga tingkatan pencegahan: pencegahan primer, sekunder, dan ter
.sier. Apakah program kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat
Rosemont mencakup ketiga tingkatan pencegahan ini? .
Tingkatan Pencegahan
Perlu diingat kembali bahwa penccgahan primer meningkatkan kesehatan
dan kesejahteraan komunitas serta menurunkan kerentanan komunitas
terhadap stresor. Program promosi kesehatan adalah pencegahan
primer karena program ini berfokus pada perlindungan terhadap
penyakit spesifik. Promosi kesehatan biasanya tidak spesifik dan
diarahkan pada peningkatan kesehatan umum dari keseluruhan
komunitas (sebagai contoh, mengajarkan anak tentang makanan
bergizi atau menyelenggarakan olah ragalkebugaran fisik untuk
orang dewasa, dan kegiatanyang dapat menurunkan stres). Pencegahan
primer dapat juga rnenjadi sangat spesifik seperti pemberian imunisasi
untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit tertentu.
Uptya pencegahan primer juga meliputi penggunaan sabuk pengaman
dan pemurnian suplai air masyarakat.
BAB 12 • ImpJementasi Program Kesehalan Komunitas 349
Pencegahan sekunder dilak:ukan setelah penyakitatau kondisi .ter~
tentu muncul (walaupunmungkin iidak disertai gejala). Penek~an
ditujukanpada skrining, diagnosiS·dini, dan tempi terhadapstresor
yang mungkin berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Tes turberkulin untuk tuberkulosis, Denver Developmental Screening Test
untukketer1ambatan perkem~gan, pemeriksaan tekanan darah,dan
pemeriksaan payudara Sendiri adalah intervensi pencegahan sekunder.
Pencegahan tersier berfokus pada restorasi dan rehabilitasi. Prograrp
pencegahan tersier bertujuan mengembalikan komunitas pada fungsi
kesehatan yang optimum Tempat peraVlcltan dan pemulihan yang
adekuat untuk waruta korban kekerasan serta konseling dan program
terapi untuk anak yangmengalami penyiksaan seksual adalah contoh
pencegahan tersier. .
Perhedaan masing·masing tingkat pencegahan tidaklah selalu
jelas. Apakah program pengkajian demam pada anak-anak (beserta
pencegahan terhadap kejang demam dan dehidrasi dengan cani tepid
bath dan cairan tambahan) merupakan pencegahan sekunder atau
tersier? Bagaimana Anda mengklasifikasikan program menjadi orang
tua yang efe:k-Jf? kelompok pendUkm1g untuk [Link]:g tua tunggal?
program pencegahan kriminalitas? aktivitas yang menurunkan stres
dan latihan kebugaran fIsik? Dapatkah beberapa program diklasi
fikasikan menjadi pencegahan primer, sekunder, dan· tersier ber
gantungpada kebutuhan individu yang menjalaninya? Tentunya,
tujuan kelas penyuluhan menjadi orang tua yang efektif bagi orang
tua dengan anak yang memiliki masalah perilaku, berbeda dengan
kelas untuk· para orang tua yang sedang menantikan anakpertama.
Seperti juga seorang pimpina.Q. penlsahaan yang telah didiagnosis
mengidap penyakit kardiovaskular dan mendapatkan diet rendah ko
lesterol, memiliki kebutuhan pembelajaran nutrisi yang berbeda
dengan warga lansia yang meniiliki [Link] sedikit
progrc.l11yang benar-benar berada pada satu tingkatan pencegahan.
Hal penting lainnya adalah mengevaluasi program Anda (fase
implementasi dari proses keperawatan) dan mempertanyakan apa
kah intervensi keperawatan konsisten· dengan model praktik ke
perawatan. Apabila fokusnya adalah pencegahari, apakah program
diarahkan pacla pencegahan itu sendiri?
350 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
RINGKASAN
~ menyadari pentingnya [Link]@kan komunitas terhadap
program, kebutuhanuntuk ~kalFSuati:l [Link] terpadu, ser
ta inempertahankan fokus pa4a "kesehatan,masih ada" satu Iangkah
yang harus diingat-eValu;lSi. Sebelum program diimpleIi1entasikan,
bagian program yang perlu dievaluasi harus sudah ditetapkan. Bah
berikutnya akan menjelaskan mengapa tahap akhir dan proses ke
perawatall ini ada1ah hal yang esensial sebelum implementasi.
"R E F E R E .N S I
us DeparQIlent of :Health and :Human Se,mces.· (1998). Heallhy people 2010 ·oijutivu; .
Draft for pllblic (omment. \[Link], 00 Author.
US Department of Heah:h and Hwnan Services. Public Health SerV..cc. (1990). Healthy people
2000: National health promotion and djsedSe. prtvention ofiectives. ~n, 00 US
Government Printing Offire. .
US Offire of the Assistant Secretary for Health and Surgeon General (1979). Healthy people:
. T/ie sllrgeon I.l1teral'.r report on health priJmotion and diua$l prevention. Washington,
DC: US Govemnrent Printing Offire.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
'Ah:aham, '[ & Fallon, PJ. (1997). Caring for the rommunity: Development of the advanced
practice n1.1I'Se role. Clinical [Link] Specialist, 11(5), 224-230.
[Link] Public Health Association. (1991). Healthy commllnilies 2000: Model standards
(3rd ed.). Washington, 00 Author.
Anderson, E.T? Gottsehalk, J., & Martin, DA (1993). Contemporary issues in the
oommunity. In DJ. Mason, S.w. Talbott, .& JX :Leavitt. Poliff and politics for nllrses:
Action and change in" the [Link], government, organizations [Link] [Link].
Philadelphia: WB Saunders.
Beddome, G., Clarke, HF? & Whyte, N.B. (1993). VISion for the future of public health
nursing: A Clise for primary health care. Pllblii Health NJmin,g, 1(1), 13-18.
Qavis, DM & Florin, P. (1990). Nurturing grassroots initiatives for health and housing.
Bulletin oj The New York. Academy oj Medicine, 66(5), 558-572.
Courtne~ R, Ballard, E., Fauver, S., Gariota, M, & Holland, L. (1996). The partnership
mode1: ~kiog with individuals, families, and oommunjcies towa,d a new vision of
health. Pllblic Health Nllrsing, 13(3), 177-186.
Dahl, S., Gustafson, c., & McCuIIagb, M (1993). Co1laborating to develop a oommunity
based health servire for rural homeless persons. JOllf'nal oj Nllrnn,g Administration,
23(4), 41-45.
Dutpa. K.G., Quick, MM., Andrews, ~ Engelke, MX, & Vinvent, P. (1992). A
collaborative health promotion effort: Nursing students and ~ndys team up. Nurse
Educator,' 17(6), 35-37.
El-Askari. G., Freestone, J., Irizar~ C., Mashiyama, S.T., Morgan. MA, & Walton, S.
(1998). The Healthy Neighborhoods Project: A local health department's role in
catalyzing community development. Health Edllcation & Behavior, 25(2), 146
159.
BAB 12 • Implemenlasi Program Kesehatan Komunilas 351
Farley, S. (1993). "The community as partner in primary health care. Nllrsillg & Healtb Care,
14(5), 244-249.
Flick, L.H., Reese, C, & Harris, A (1996). Aggregate community-centered undergraduate
community health nursing cliniat! e-,:perience. Public Health Nllrsillg, 13(1), 36-41.
Flynn, B.C (1997). Partnerships in he-althy cities and communities: A social commitment for
advanced practice nurses. Advanced Practice Ntlrsing Qllm1er!)', 2(4), 1-6.
Gamm, L.D. (1998). Adva\1cing community health through comrnunity health
partnerships. j()urnal of Healtbeare Manago/llmt, 43(1), 51-66.
Hawe, P., King, L., Noon, M., Gifford, SM, & DOlt!, B. (1998). Working invisibly.
Health workers talk about capacity-building in health promotion. Health Promotioll
Tllterllat;olla/, 13(4), 285-295.
Hollinger-Smith, L. (1998). Partners in collaboration: The Homan Square Pro~. jotlrJlal qf
Professiollal Nursing, 14(6), 344-349.
Jenkins, S. (1991). Community weUness: A group empowerment model for rural America.
JOlin/a! of Health Core for the Poor alld Ulllli!rseroer/, 1(4), 388404.
Kinne, A, Thompson, B. Chrisman, NJ. & Hanley,JR (1989). Community organization to
enhance the delivery of preventive health services. American jOllnlal of Preventive
Medicille, 5(4), 225-229.
Labonte, R. (1993). Community development and partnerships. Canadiall journal of Pllblie
Health, 84(4), 237-240.
Murashirna, S. Hatono, Y. W'hyte,N. &Asahara, K. (1999). Public health nursing in Japan:
New opportunities for health promotion. Pllblie Health Nursing, 16(2), 133-139.
Perino, S.S. (1992). N!ke-footecl health workers deal with the problems of adolescent
pregnancy. Pr/blic Health Reports, 107(2), 208-212.
Prin1ono,]. (1990). Diapering decisions: A community educationproject. In Notesfrom thefield.
H Tilson (Ed.), Amelic"'l jOl/mal of Public Heaith, 80(60), 743·744.
Rutherford, GS. & Cambell, D. (1993). Helping people help themselves. Colladiall Nllrse,
89(10), 25-28.
Scott, S. (1990). Promotong bealtl!] traditiolls lllorkbook: A guide to tbe Health), People Campaig/l. St.
P:[Link]: American Indian Health Care Association.
Wardrop, K. (1993). A [Link] for health promocion. Canadiall jOlfmal of PI/blie Health, 84
(Supp! 1), S9-S 13
Woodard, G.R. & Edouard, L. (1992). Reaching out: A community inititiative for
disadvantaged pregnant womwn. Calladiall jOlln/al of Public Healtb, 83(3) 188-190.
Elizabeth T. Anderson dan Judith McFarlane
BAB
EVALUASI PROGRAM
KESEHATAN KOMUNITAS 13
TUJUAN
Evaluasi adalah suatu tahap untuk menentukan manfaat (atau nilai) dar;
. sesuatu. Selama proses evaluasi, informasi dikumpulkan dan dianalisis
untuk ditentukan kegunaan dan signifikansinya. Perubahan yang ada di
nilai, dan kemajuan didokumentasikan. Bab ini mendiskusikan tentang
evaluasi dan praktik keperawatan yang per/u direncanakan dan diimple
mentasikan.
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu menjalin kemi- .
traan dengan komunitas untuk:
• Menetapkan kriteria evaluasi yang komprehensif dan tepat waktu.
• Menggunakan data dasar dan terbaru untuk mengukur pencapaial!
tuj uan dan objektif. .
.• Memvalidasi observasi, wawasan, dan data-data baru dengan sejawat .
dan komunitas.
• Memperbarui prioritas, tujuan, dan intervensi berdasarkan data hasil
evaluasi.
• Mendokumentasikan dan mencatat hasil evaluasi serta perbaikan ren
cana.
• Berpartisipasi dalam riset evaluasi dengan konsultasi yang tepat.
• Mengidentifikasi kompleksitas evaluasi program dan banyak paradigma
yang memengaruhi implementasi.
PENDAHUl,UAN
Perawat mengevaluasi respons dari komunitas terhadap program
kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan dan
objektif program. Data evaluasi juga merupakan hal yang krusial
untuk memperbaiki database dan diagnosis kepemwatan komunitas
yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas.
352
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 353
Apakah Anda merasa kita berbieara berputar-putar? Evaluasi
ada1aQ tahap "akhir"dari proses keperawatan, tetapi evaluasi tetap
___[Link]~kaii;denganpengk:ajiah-yang merupakantahap aWal dari proses _
keperawatan. Praktik keperawatan adalah siklus yang dinamis. Agar
intervensi beriokus-komunita.s dapat diukur secara relevan dan tepat
waktu, maka database komunitas, diagnosis keperawatan, dan reneana
program kesehatan harus dievaluasi seeara rutin. Efektivitas
intervensi keperawatan komunitas bergantung pada pengkajian
ulang yang berkesinambungan· terhadap kesehatan komunitas dan
juga bergantung pada perbaikan yang tepat terhadap intervensi
terencana.
Evaluasi merupakan hal yang penting da1am praknK keperawatan, .
tetapi evaluasi pun -berperan sangat penting bagi berfungsinya
lenibaga kesehatan. Pengaturan staf [Link] pendanaan sering kali
didasarkan pada hasil evaluasi, dart program yang ada adalah subjek
untuk termmasi keeuali hasil -evaluasinya dapat menjawab
pertanyaan [Link]: Apakah daIDpak program yang ada terhadap
status kesehatan komunitas? Belakangari ini, program evaluasi
semakin disorot; program pelatihan evaluasi telah lazim dilakukan,
dan evaluasi telah menjadi bagianyang besar dari suatu aktivitas
btsnis yang besar. Sayangnya, evaluasi terkadang dilakukan seeara
terpisah dan pereneanaan program. Evaluasi bahkan seringkali
hanya diikutkan di akhir program, hanya untuk memenuhlkebutuhan
sumberpendanaan atau administrasi lembaga. Buktinya, terdapat
masalah pada beberapa pendekatan. Agar kepera"tVatan komunitas
berjalan efektif, ditUlltUt -suatu pendekatan yang integratif da1am
evaluas~ evaluasi merupakan aspek yang unik.
PRINSIP EVALUASI
Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan
komunitas, program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada
prinsip yapg dikemukakan oleh w.K. Kellogg Foundation (1998).
Prinsip terse but disimpulkan sebagai berikut:
1. Memperkuat program.. Tujuan kita adalah promosi kesehatan dan
peningkatan kepereayaan diri komunitas. Evaluasi membantu
peneapaian tujuan ini dengan eara menyediakan proses yang
. sistematik dan berkelanjutan dalam mengkaji program, dampak
nya serta hasil [Link] program terse but.
354 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
2. Mengglinakan pendekatan multipel. Selain pendekatan multidisiplin,
metode evaluasi mungkin banyak dan. bermacam-macam. TIdak
ada,satu pendekatan yang lebih unggul, tetapi· metode yang di
.,. '" - ·.:pililihMus.~ejMandengrurtUj'[Link].: .
3. Merancang evamasi untuk memenuhi i.m '!Yata. Program berbasis dan
berfokus - komunitas, yang berakar pada komunitas "nyata" dan
berdasarkan pengkajian kom~nitas, harus memiliki tancangan
evaluasi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program
tersebut bagi komunitas.
4. Menciptakan prosCJpartisipasi. Apabila anggQtakomunitas merupa- .
kan bagian,dari pengkajian, analisis, perencanaan, dan imple
, mentasi, mereka puri'harus tnenjadi mitra dalam evaluasi.
5 Memungkinkan fleksibilitas. "Pendekatan evaluasi harus fleksibel
dan bersifat preskriptif; jikatidak, akan sulit untuk mendokumen
tasikan munculnya perubahan yang seringkali meningkat secara
cijamdan kompleks..."{W:K Kellogg Foundation, 1998, hal. 3).
'6. Membangun [Link] evaluasi, selain mengukur hasil akhir,
harus meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan. perilaku
individu yang terlibat eli dalamnya. Hal ini serupa dengan konteks
profesional maupun nonprofesional.
PROSES EVALUASI
Literatur [Link] evaluasi semakin banyak tersedia Qihat Referensi
dan. Bahan Bacaan yang Disarankan pada akhir bah'ini). Evaluasi
program atau proyek telah menjadi spesialisasi seluruh departemen
dan firma konsultan yang berfoktis pada pengukuran dan evaluasi.
Demi mencapai tujuan kita (yaitu, membuat pendahuluan dati
eviluasi program), kita akan menggunakan suatu model tiga-bagian.
(fabel 13-1). Pada model ini, kita a1cin mempe1ajari proses implementasi
program, dampak program, dan hasil program. ,
Pada bagian ini, kita akan berfokus pada promosi kesehatan dan
program promosi kesehatan yang dirancang untuk "...memengaruhi
populasi target melalui aktivitas terencana (Proses) yang'mungkin
menimbulkan efek yang cepat (dampak) dan efek yang lebih lama
(basil) (Dignan & Carr, 1992, hal. 153).
Evaluasi proses -atau formatif menjawab pertanyaan berikut:
•
Apakah kita melakukan seperti apa yang kita katakan? Adalah,
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 355
. .
"TABEL 13-1 Model Evaluasi Program' .... . .
Proses (formatif) Dampak . Basil
(sumatif; hasil Oangka panjang)
jangka pendek)
, In/ormasi yang Implementasi Efek segera program; Insidens dan
: dikumpulkan . program, termasuk:: sebagai contoh:.' . prevalensi faktor
• Respons tempat .Pengetahuan risiko, morbiditas,
.• Respons penerima ,Perilaku dan mortalitas
• Respons praktisi .,Persepsi .....
• Kompetensi . • Keterampiian
personel "Keyakinan
.Akses terhadap .
. sumber
.Dulrungan sosjal
. Bilamana Iinplementasi awal Untuk menentukan Untuk mengukur
. diaplikasikan program atau apakah faktor yang apakah insidens dan
ketika tetjadi per memengaruhi kese prevalensi telah
ubahan program hatao baik dari . berubah. Sebagai
(contoh, pindah ke individu maupun contoh, apakah
temp at baru, lingkungan telah angka imunisasi
diberikan kepada . berubah. Sebagai anak usia 2 tahun
populasi yang ber contoh, apakah telah meningkat?
heda) perilaku individu .. Apakah jurnlah
te1ah berubah? pasien gangguan
'. Apakah kebijakan pemapasan yang
baru diimplemen masukRS
tasikan? . mengalami
penurunan? Apakah
industri melnfi1ter
cerobong asap
polutannya? .
Diambil dari Green & Lewis, 1986.
apakah kita menjalankan program, menyediakan tempat pertemuan,
menyertakan bahan pengajaran (hand out) pada saat pertemuan, dan
sebagainya. Sebagai contoh, ketika pertemuan pe1atihan menjadi
orang tua yang efektif diselenggarakan untuk pertama kalinya di
Rosemont dari pukul 8 sampai 9 malam, hanya 5 orang tua yang
menghadirinya. Mereka menyatakan bahwa waktu yang dipilih ter
lalu malam bagi mereka untuk kembali ke rumah dan mengganggu
aktivitas tidur anak usia sekolah mereka. Berdasarkan hasil evaluasi
356 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
forrnatif ini, waktu pertemuan diganti dari pukul 7-8 malam, dan
peserta bertambah menjadi 20 orang tua. Beberapa penulis (Green
& Lewis, 1986) membedakan antara evaluasi forrnatif dan evaluasi
proses. Evaluasi proses menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan
selama program berIangsung, sedangkan evaluasi forrnatif mung
kin dilakukan (secara tersirat) pada tahap formatif atau tahap
praprogram.
Evaluasi dampak (atau sumatif) berhubungan dengan dampak
segera program terhadap kelompok target. Sebagai contoh, jika
program Anda ditujukan untuk mengubab pengetahuan dan perilakuj
suatu kelompok berhubungan dengan penyakit menular seksual 1
(PMS) , Anda mungkin akan menyusun sebuah tes untuk menge
tahui apa yang telah mereka ketahui dan apa tujuan mereka ber
kenaan dengan modifikasi perilaku. Kriteria evaluasi sumatif untuk
kelas menjadi orang tua yang efektif, berhubungan dengan inisiatif
orang tua untuk melaporkan sendiri perilaku mereka dalam mem
berikan hukuman fisik dan prakti.~ pendisiplinan sebelum dan sete
lab mengikuti program, setiap perubahan kebijakan penclisiplinan
di sekolah dasar Temple, serta perubahan jumlah kasus peng
aniayaan anak.
Bagaimanapun, dalam evaluasi hasil jangka panjang, Anda akan
menemukan bahwa perubahan tetsebut memiliki pengaruh nyata
dan lama. Perta..t1yaan yang perIu diajukan berkenaan dengan per
ubahan ini adalah, "Apakall insidens PMS menurun dalam ke
lompok ini?" Karena kita semakin dekat dengan pertanyaan sebab
akibat, dibutuhkan riset evaluatif yang cerrnat untuk menentukan
kontribusi aktual program terhadap hasil yang diukur.
CATATAN Tin;auan mendalam mengenai riset evaluasi berada di luar
cakupan buku ini. Terdapat beberapa buku bagus yang mem
fokuskan pada riset evaluasi, dan dua contoh riset evaluasi
dapat Anda temukan pada akhir bab ini.
Sebelum mempertimbangkan strategi evaluasi yang spesifik,
terlebih dahulu kita harus mempertimbangkan "evaluabilitas" pro
gram. Agar dapat melakukannya, pelajari rencana program dan ta
nyakan pada diri Anda beberapa hal berikut ini:
• Apakah aktivitas program dinyatakan dalam kata-kata yang te
pat dan apakah konsep di dalamnya dapat diukur?
BAa 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 357
• Ap3kah kerangka waktu untuk mencapai perubahan te1ah diser
takan?
•. , Apakah ~ahan. dan besarnya perubahan telahdisert,*an?· .
•' "Apakah metode pengukurari perubahan te1ah disertakan? '
• Apakah data yang' dibutuhkan untuk mengukur tujuan, berada
dalam rentang pendanaan yang rasional?
• Apakah aktivitas program yang dirancang untuk meneapai tujuan
masukakal?
Apabila dalam praktik, Anda menemukan setiap pertanyaan di
atas. tidakdapat diukur pada salah satureneana Anda, pelajari
kembali Bab 11 dan buadah reneana Anda seiingkas ,dan selengkap
inungkirL . '.
.........
Jawaban yang positif dari setiap pertanyaan di atas adalah
CATATAN
kondisi ideal yang mungkin hanya dapat diCapai oleh sedikit
program. Oleh karena itu, Anda jangan merasa berkecil hati
jika program Anda kurang sempurna, tetapi usahakan untuk
lebih meningkatkan sensitivitas Anda terhadap isu-isu yang
perlu diperhatikan pada perencanaan program sebagai upaya
mencapaievaluasi program yang optimum.
KOMPONEN EVALUAsI
Mengapa kita harus mengumpulkan data evaluasi? Kepada siapa
data evaluasi akan diberikan dan \lIltuk apahal tersebut akan
digunakan? Program atau aktivitas apa yang akan muncul atau di
hentikan sesuai dengan hasil evaluasi data? Sebelum memilih strategi
atau metode evaluas~ alasan dan penggunaan data evaluasi harus
terlebih dahulu ditetapkan. Strategi evaluasi yang tepat untuk
menjawab satu pertanyaan evaluasi mungkin tidak berguna untuk
menjawab pertanyaanlain. Sebagi eontoh, jika &semont Health Promotion
Council ingin mengetahui relevansi kebutuhan komunitas terhadap
program pencegahan kriminalitas, pertanyaan yang diberikan kepada .
para partisipan akan diarahkan pada kegunaan dan keakuratan
informasi yang telah diberikan. Pertanyaan yang diajukan mungkin
akan merangkum seputar topik berikut: Apakah informasi. yang
diterima berbeda mengenai bagaimana penduduk melindungi diri
mereka dari kejahatan? Perilaku proteksi apa yang dipraktikkan oleh
penduduk saat ini, yang tidak dipraktikkan sebelum program?
358 BAGIAN II. PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Apakah program menjawab "pertanyaan" penduduk? Apakah pro
gram memenuhi kebutuhan yang dirasakan oleh penduduk? Bagai
manapun, jika dewan"!ngin mengetahui hasil pregram "pencegahan
"krin'[Link] (misa:l, jib 'program terscDut',menurunkan' msidens
kriminalitas yang dialami oleh paitisipart), dewan harns. memantau
laporan masing-masing individu dan data statistik kriminalitas ko
munitas. Biasanya fokus pertanyaan evaluasi adalah seputar rele
vansi, kemajuan, efisiensi biaya, efektivitas, dan hasil.
Relevansi
Adakah tuntuClJI un~ IIJeQyelenggarakan program? Relevansi me- "
nentukan alasan untuk: menyelenggarakan suatu program atau
[Link]'seputar relevansi mungkin lebih
penting untuk" program yang sudah berjalan dibandingkan untuk
program bartL Sering kali suatu program direnainakan untuk me
menuhi kebutuhan komunitas yang terungkap, seperti skrining
tekanan darah. Program ini kemudian berlangsung'selama beberapa
tahun tanpa disertai evaluasi mengertai relevansinya. Pertanyaan
harus diajukan secara rutin-apakah program, masih dibutuhkan?
Sebenarn~ evalu:asi tidak hanya dibutuhkan untuk program barll,
tetapi untuk seluruh program. Keterbatasan yang lazim ditemukan
pada program baru adalah ketida.'kadekuatan staf atau anggaran.
Satu jalan keluar terhadap keterbatasan tersebut adalah evaluasi
relevansi program yang ada. Staf dan anggaran program yang tidak
lagi dibutuhkan dapat dialokasikan k~pada program bartL
Kemajuan
Apakah aktivitas program sesuai dengan rencana? Apakah staf dan
material yang tepat tersedia daIam kuantitas dan waktu yang tepat
untuk mengimplementasikan aktivitas program? Apakah banyak
klien yang diharapkan ikut berpartisipasi dalam aktivitas program
yang dijadwaIkan? Apakah input dan output memenuhi beberapa
rencana yang ditetapkan sebelumnya? Jawaban terhadap pertanyaan
[Link] akan mengukur kemajuan program dan merupakan bagian. dari
proses evaluasi formatif.
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 359
Ef~iensi Biaya
_~Bag'!im.!l1l;t pembiayaan Rrogram? .Apa keun~gannya? Ap~ah
.... - - ~tlntungan program seban~g dengan biaya yang dikeluarkan?
Evaluasi efisiensibiaya mengukur huburigan antara hasil(ke
untungan/manfaat) program· dan biaya penyelenggaraan program
.(seperti gaji staf dan material). EflSiensi biaya mengevaluasi apakah
basil program dapat dieapai dengan biaya yang lebih murah melalui
pendekatan yang lain. Analisis biaya-keuntungan (Cost-benefit
analYsis) menuntut keterampilan khusuS yang tidak· dibahas dalam
buku ini, tetapi referensi yang tersedia mengenai hal ini sangat
ban~ terutama literatur ekonomi dan manajemen.
Efektivitas (Dampak)
" Apakah tujuan program terca~? Apakallklien merasa puas dengan
program? Apakah penyelenggara program merasa puas dengan
aktivitas dan keterlibatan klien? Efektivitas berfokus pada evaluasi
formatif seperti hasil [Link] pendek. dan segera
HasiI
Apakah implikasi jangka panjang program? Sebagai hasil dari program,
perubahan perilaku apa yang clapat diharapkan· dalam waktu 6
minggu, 6 bulan atau 6 tahun? Efektivitas mengukur hasil yang
segeta, sedangkan evaluasi hasil mengukur apakah akt,ivitas program
mengubah alasan awal penyelenggara program Pertanyaan men
dasar adalah: Apakah program meneapai tujuannya? (Apakah
kesehatan meningkat?)
STRATEGI EVALUASI
Program "... ' evaluasi dapat didefmisikan sebagai kegiatan pengum
pulan data seeara terus-menerus dan konsisten serta analisis infor
masi yang digunakan da1am pengambilan keputusan» (w:K. Kellogg
F~undation, 1998, hal. 4). Oleh karepa itu, keputusan dalam me
milih pendek~tan atau metode untuk mengumpulkan data adalah
hal penting dan perlu disepakati oleh semua individu yang terlibat
dari awal proses. Sadari bahwa tidak ada pendekatan terbaik untuk
evaluasi, tetapt pendekatan apa pun yang kita pilih harus sesuai
dengan pertanyaan yang Anda ajukan.
360 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
METODE TERPILIH UNTUK PENGUMPULAN
DATA
: Empat--poin kunci yangperlu· dil'ahami -ketika·Anda menentukan
meto~ y;mg dapat digunakan untuk pengumpulan data adalah:
1. Sumber-sumber apa yang tersedia untuk tugas evaluasi? .
2. Apakah metode tersebut sensitif terhadap responden/partisipan
program?
3. Bagaimana kredibilitas evaluasi Anda dengan metode tersebut?
4. Seberapa pentingkah data yang dikumpulkan? Terhadap keseluruhan
program? Terhadap para partisipan? (W.K. KellogFoundation, 1998).
Hams diingatjuga bahwa terdapat beberapa kerangka kerja atau
paradigma yang dapat memberikan infomasi mengenai pili...ltan
Anoo. Ringkasan 5 paradigma t~rseb~t tersedia pa,da Tabel13-2.
Dengan mempertimbangkan poin kunci dan paradigma pada tabel
tersebut, man kita meninjauclang berbagai metode pengumpulan data.
StudiKasus
Studi kasusmenelusuri suatu program ·untuk menentukan keade
kuatannya dalam memenuhi kebutuhan yang diutarakan. Metode
studi kasus memberikan wawasan terhadap keseluruhan program,
dan tidak seperti banyak bentuk lain dari evaluasi, studi kasus dapat
dimulai setiap saat selama program. Data yang dikumpulkan selama
studi kasus meliputi observasi aktivitas program, laporan yang di
siapkan oleh program, percakapan tidak terstruktur dengan petugas
program, ringkasan statistik dari aktivitas program, data hasil
wawancara terstruktur maupun tidak terstruktur, serta informasi
yang dikumpulkan melalui kuesioner. Baik dati subjektif dan objektif
dapat dikumpulkan. Data subjektif adalah informasi yang terutama
dikumpulkan dari hasil observasi terhadap partisipan atau staf
program. Data objektif dapat diperoleh dari organisasi atau
dokumentasi prograni atau dari hasil wawancara dan kuesioner ter
struktur. Perbedaan antara data subjektif dan objektif tidak tampak
jefas. Semua kuesioner, tanpa memperhitungkan segi kecermatan
penulisannya, memiliki komponen subjektif; dan seperti juga catatan
objektif atau dokumen seluruhnya ditulis oleh individu, sehingga
memasukkan faktor subjektif. Suatu langkah yang optimum jika
kita memiliki data bauran, baik objektif maupun subjektif.
Feminist Partisipasi Berbasis-Teori
>":I1rriu" aarat; Eropa,.. Antropologi . RisetFeminist, analisis Pendidikan,organisasi Aplikasi pada program
'k:ulitpu'tih,pria . . kekuatan ' .... . komunitas, kesehatan . komunitas yang
: :,...
~~.::~.:>,,~;.,'~'. .
:;'~;,:'
masyarakat, antropologi komprehensif
Studi ya:ag dilakukan ·Wanita; anak .• Menciptakan proses yang Setiap program sosial
. ,dengan cara kontak •. .perempuan, kelompok lebih egalitarian, didasarkan pada suatu teori co
»co
yang ferus-meneros, ·minoritasyang dalam' . membuat proses menjadi
- kunci untuk memahami
komprehensif, ruin .... . sejarah terabaikan; lebih relevan secara ke apa yang penting adalah ""
menyeluruh dengan' .'.. metode konvensional , seluruhan, demokratisasi
melalui identifikasi teori
individu terkait '. yang "cacat" secara
•
m
<
k> ";,..," ,.: ..:: '.:. .. ;. serius c'"
I';~e~dekat~/¥~i:&iologj:liipotetik . Observasimendalam; Kontekstual, lnklusif, Praktis, berguna,
1;;
Membuatmodelprogram
I:' ".... ..'ueduksi;,statistik wawancara pengalaman, . berdaya guna yang logik - atau "a
q;;
keterlibatan, relevansi. gambaran - untuk OJ
3
sosiaJ menunjukkan apa yang A
(1)
terjadi '"::r
(1)
OJ
Memerhatikan aspirasiSecara aktif melibatkan Menunjukkan apa yang or
:>
katJinWariita d3Jam semuanya [Link] terjadi dalam program A
o
seluruh aspekevaluasi; 'proses; membangurt berbasis-komunitas yang 3
c:
. . . . , ,,;,:,,'.hul;JlUlg~sebab- terbuka terhadap. . . kapasitas :>
1;" komprehensif
OJ
t::c; :····fiikihlitintara hasil selUl1Jh aspirasi 'J',
l'~:':dart~~irit~iV'ensi;' ..
j.:'.... ' ' "
w
Dari W.K. Kellogg Foundation, 1998; Minkler, 1997 Ci'
362 BAG IAN II _ PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Observasi
Observasi adalah suatu metode pengumpulan data untuk studi ka
sus. Observasi dapat berupa partisipatif atau nonpartisipatif. Par
tisipatif berarti pengamat (observer) bekerja atau mengambil peran
dalam suatu lembaga atau organisasi dan mengumpulkan data ten
tang program sambil bekerja dalam grup. Pengamat nonpartisipan
bertindak sebagai outsider (orang luar), tidak bekerja pada lembaga
tersebut, tetapi meninjau ulang dan menilai program selama pe
riode yang telah ditentukan.
Jenis observasi ditentukan oleh pertanyaan yang telah diajukan me
ngenai program. Sebagai contoh, jika pertanyaannya mengenai
relevansi, pengamatan akan berkonsentrasi pada si:tpa, apa, mengapa,
dan bilamana program diadakan. Siapakah pengguna layanan? Catat
status demografik berkenaan dengan usia, etnik, lokasi geografik,
tingkat pendidikan, dan status pekerjaan. Pelayanan apa yang diterima
oleh partisipan? (Sebagai contoh, pelayanan apa yang ditawarkan
oleh klinik kesejahteraan anak? Imunisasi? Pemeriksaan fisik?
Pendidibn kesehatan? Skrining? Berapa kali pelayanan yang ditawarkan
akan diberikan? dau Anak Usia berapa yang menggunakan pelayanan
ini?). Mengapa masyarakat menggunakan pelayanan yang ditawarkan?
(Ketersediaan? Keterjangkauan biaya? Atau karena tidak ada pilihan
·lain?) Terakhir, kapan pelayanan dapat diakses? (Apakah orang datang
pada waktu yang dijanjikan atau hanya ketika mereka sakit? Atau
apakah masyarakat cenderung datang pada waktu klinik buka atau
tutup?).
Beberapa data dapat dikumpulkan dari catatan lembaga; informasi
lain dapat dikumpulkan dari percakapan informal dengan partisipan
baik dengan penyedia pelayanan kesehatan profesional dan klien.
Ketika mewawancarai partisipan, gunakan selalu daftar periksa
(checklist) mengenai topik yang ingin Anda ketahu~ susunlah topik
topik tersebut dalam urutan yang logis, sejalan dengan pertanyaan
siapa, apa, mengapa, dan bilamana. Percakapan informal, sering kali
disebut dengan "wawancara tidak terstruktur", memberikan
kesempatan untuk mengeksplorasi persepsi partisipan mengenai
program. Hasil wawancara tidak tertruktur ini menyediakan area
spesifik bagi pelaksanaan wawancara terstruktur. Apabila kita me
ninjau kembali Bab 11, jelas bahwa wawancara dilakukan oleh pe
\Vawancara, sedangkan kuesioner, diisi sendiri oleh partisipan. Ob
servasi dan wawancara membagi masalah persepsi selektif.
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan I<omunitas 363
PERSEPSI SELEKTIF
Persepsi selektif adalah kecendeninganalamiah ~iap orang untuk
seCara sadarmengklasifikasikan perilaltii atau pemyataail orang lain ..
ke dalam· beberapa kategori. Kategori ini. telah ditetapkan oleh
nilai-nilai budaya, pembelajaran, dan penga1aman hidup kita. Dalaffi
beberapa segi, proses ini diinginkan, karena hal tersebut membatasi
jumlah observasi yang· memerlukan perhatian tinggi dan juga me
mungkinkan penanganan informasi yang cepat dan efektif. Sebagai
contoh, jika hasil observasi menunjukkan bahwa klien menunggu 1
jam u,ntuk pet1:emuan Yang dijadwalkan, kebanyakan individu, ber
dasarkan orientasi waktu yang umum, akan. mengklasifikasikan
ohservasi terse but sebagai aspek negatif darifungsi klinik. .
Di sinilah muncul masalah besar berkenaan dengan persepsi
selektif. Pernyataan dan perilakll: dikl~iftkasikan menutut persepsi
selektif pengamat, yang mungkin akan sangat berbeda jika dilihat
dari persepsi selektif klien atau penyedia layanan kesehatan lain.
Efek yang ·paling berbahaya dati persepsi selektif dalam evaluasi
program adalah keUka pengamat beranggapan bahwa program·akan
sukses ·atau ti~ sukseS. Aki~tnya, muncul ramalan yang akan
diyakininya sebagai suatu yalig benar, karena pengamat yang ber
pandangan bias secara tidak sadar akan mencatat data yang hanya
mendukungkeyakin<[Link] tersebut sebelum program dilakukan. Baik
persepsi selektif maupun ramalan yang diyakini kebenarannya adalah
sumber data subjektif. Mungkin hal tei'pencing adalah bahwa Anda
harus menyadari masalah yang muncul akibat persepsi selektif dan
membahas data hasH observasi dan wa-wancara Anda dengan
kelompok bauran yang terdiri atas klien dan penyedia asuhan kese
,hatan. Tanyakan kepada kelompok tersebut mengenai kategorisasi
dan implikasi penyajian terakhlr. '
INTERAKTIF
Interaktif adalah aspek lain yang harus diperhatikan selama ke
seluruhan ob8ervasi. KeUka pengamat mengamati dan mencatat
[Link] program, baik secara partisipatif atau nonpartisipatif, ke
beradaan individu'memengaruhi dan ~mbentuk aktivitas-aktivitas
yang diobservasi. Produktivitas dapat meningkat karena anggota
staf menyadari bahwa mereka sedang diobservasi atau karena
mereka memperhatikan kepuasan dan ketidakpuasan klien. Semua
strategi evaluasi dapatmemiliki komponen interaktif, tetapi mungkin
364 BAGIAN II,. PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
pertimbangan interaktif paling kuat ada dalam studi kasus karena
keberadaan pengamat.
Dtia teknik tambahan dan metode [Link] 'nominal
dan'tekIllk I)eIphl.(AciIan~erh3dapk~~~~fhlik hll, b~~ac~iitoh
aplikasinya akan ditampilkan di kesimpulan bab dalamBahan Bacaan
yang DiSarankan.) Kedua teknik dilandasi keyakinan bahwa individu
dalam program adalah sumber yang paling mengetahui relevansi dari
program terse but.
Qup Nominal
Teknik grup [Link] dengan. cara merigadakan suatu
per~uan kelompokJ~rstruktur, dandalampe,rtenJ.4an tersebij.t,
serima mdividu diberikan tugas untuk menilai, seperti merinci fungsi
program, masalah dalam program, atau peru'bahan yang diperlukan
dalam program. Setiap anggota diminta untuk menulis tanggapan
nya di kertas dan tidak mendiskusikannya dengan orang lain. Pada.5
, 10 menit terakhir,semua anggota mempresentasikan ide-ide mereka,
, dan setiap ide'dicatat (tanpa cliskusQ sehingga setiap orang dapat
mendengar seluruh saran. Diskusi dimulai,setdah semua ide di
presentasikan, dengan mengklarifikasi dan mengevaluasi ide-ide
yang ada. Sete1ah diskusi, diadakan pemungutan suara untuk ,me
nentukan area lain yangingin kelompok tangani. Teknikgrup nominal
memungkinkan semua individu [Link] sebelum
presentasi keseluruhan kelompok. Keikutsertaan seluruh kelompok
, ini akan mengurangi persepsi selektif dan rnendorong'individu untuk
kooperatif dengan keputusan kelompok karena mereka yakin telah
ikut berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan.
Teknik Delphi
Teknik Delphi bi~.sanya digunakan pada studi survei yang besar,'
tetapi juga berguna sebagai metode studi kasus. Teknik Delphi
menggunakan serangkaian kuesioner dan laporan umpan balik
(feedback) untuk merancang panel responden. Kuesioner awal di
sebarkan'mela1ui pos untuk kelompok praseleksi (kelompok ini
bisa terdiri atas semua anggota staf keperawatan, kelompok klien,
atau administrator program). Responden mengekspresikan penda
pat mereka secara bebas meWui kuesioner dan mengembalikan
kuesioner. Berdasarkan'respons kelompok, laporan urripan balik
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 365
dan kuesioner versi revisi dikirimkan kepada para responden. De
ngan menggunakan informasi timbal balik, responden meng
·.evaluasi jawabanpertaIilaniereka dan· melengkapi kuesibriernya
lagi. Proses tersebut berlanjut untuk mengetahui jumlah umpan
balik nomor dari yang ditentukan sebelumnya.
Kegunaan Evahlasi
Metode studi .kasus dari evaluasi program dapat membantu men
ja-wab pertanyaan mengenai relevansi. Dengan mengajukan pertanyaan
· kepadakliettdan penyedia layanankeseha~ kita akan dapat menggali
pefsepsi mereka· tentang sejauh mana· program daP<.1t memenuhi
·tuj~ya dan I1leiinast:ikan aiea rnasalah serta solusi yang meniungkin
.ka..'1. Metode studi kasus tidak akan rnengarah pada satu solusi, tetapi
lebih pada beberapa pilihan yang memungkinkan.
Pertanyaan mengenai kemaj~an dapat diajukan melalui metode
studi kasus. Luasnya cakupan program dalam memenuru standar
pelayanan yang telah Clitetapkan sebelumnya adalah indikasi adanya
kemajuan. Karena dalam studi kasus dilakukan "penelaahan" program,
banyak hal yang dapat dipe1ajari jika aktivitas progrim sudah di
jalankan.
Ejisiensi biqya program sulit dievaluasi dengan menggunakan
metode studi kasus. Pertama, unruk mengevaluasi apakah program
yang telah ditawarkan dapat lebih ekonomis, harus ada program
pembanding; kedua~ metode studi. kasus dirancang hanya untuk
inenilai satu program. Metode ini tidak diformat untuk menilai d~a
program dan membandingkannya. [Link], penilaian dapat
diIakukan melalui efisiensi pelaksanaan program. Penilaian ini harus
didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan evaluator dan tidak
dapat didasarkan pacta perbandingan dengan pelaksanaan program lain.
Eftktildtas ditentuk:an jika program telah menghasilkan apa yang
ingin dicapai segera setelah program, berlawanan dengan hasil, yang
mengukur konsekuensi jangka panjang. Walaupun metodestudi
kasus dapat menentukan aspek efektivitas, misalnya apakah tujuan
program telah dicapai·pada waktu yang singkat, sangat sulit untuk
mengukur konsekuensi jangka panjang kecuali jika metode studi
kasus dilakukan pada periode yang lama yang memungkinkan
munculnya pandangan retrospektifprogram.
366 BAGIAN II • ~ROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA .
Survei
Survei adaIah Inetode untuk mengumpulkan informasi dan dapat
•
digunabn, WItQk mengumpuIkan inforrrwi.'evaluasLSurvei biasa.:-·" . .
nya dilengkapi dengan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh res
ponden (proses ini digunakan di Rosemont untuk menentukan per
sepsi komunitas terhadap kebutuhan informasi kesehatan) atau
melalui wawancara personal. Survei diformulasikan untuk men
deskiipsikan (survei deskriptij) atau tintuk menganalisis hubungan
(survei analitik). (Sebenarnya, kebanyakan survei dapat digunakan
baik deskriptif maupun analitik). .
"Surv~ dapat digunakan untuk· mendeskripsikan kehutuhan ter
hadapprogram, operasional [Link] atau efekdari program
Sejalandengan informasi deskripiif, pertanyaan analisis pun dapat
dija-wab melalui survei. Sebagai contoh, suatu survei dapat kmabn
untuk mendeskripsikan komposisi kelompok yang mengikuti kelas
. pencegahan kriminalitas atau kelas penurunan berat badan dan
sekaligUs menganalisis hubungan antara data deskriptif jenis kelamin
dan keberhasilan penurunan berat badan..
Survei biasanya di1akukan untuk evaluasi sumatif (dampak). Apa
lcih program mencapai tujuan yang diinginkan? Apakah program
dianggap sukses oleh k1ien~ Oleh petugas? Jika program dianggap
sukses, bagian apa yang paling membantu? Kurang membantu? Apa
yang sebaiknya diubah? Dibiarkan tidak berubah? Pertanyaan
pertanyaan yang ditanyakan melalui survei ditentukan dari daftar
pertanyaan awal mengenai evaluasi program
Seperti metode studi kasus, jawaban kuesioner dari metode
survei mencakup persepsi, nilai, dan sistem kepercayaan responden.
Jawaban terhadap pertanyaatI mengenai kegunaan program dari
peravvatyangmerancang dan mengimplementasikan program mungkin
akan sangat berbeda dengan javvaban yang diberikan oleh partisipan.
Kesadaran akan adanya persepsi yang bias dapat mengarahkan
upaya evaluasi untuk memahami persepsi seluruh pihak (penyedia
pelayanan kesehatan, klien, dan manajemen) yang terkait dalam
implementasi ·program.
Survei yang digunakan untuk mengukur evaluasi program harus
memperhatikan reJiabilitas dan vaJiditas informasi yang dikumpulkan
nya. Reliabilitas berhuhungan dengan kemampuan mengulang
(rcpeatabili!J) atau kemampuan menghasilkan kembali (nproducibiJi!J)
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 367
. data (yaitu, jika pertanyaan yang sarna diajukan kepada individu
yang sarna .1 minggu berikutnya,. apakah akan didapatkan respons
yaflgs-~?)."ValiqitaSa.da1ah kebenai'an informasi. Apabila perta
nyaanditUlis untuk mengevaluasi pengetahuan dan jawaban rci
ponden merefleksikan· perilaku, pertanyaan tersebut tidaklah valid,
karena tidak mengukurapa yang seharusnya diukur.
Kegunaan Evaluasi •
Survei dapat sangat bernilai urituk [Link] pertanyaan mengenai
re/evansi, atau untuk menjawab kebutuhon terhadap program yang ada
atau yang diajukari, tetutiinajika persepsiklien, penyedla pelayanan
kesehatan, dan pihak manajemen sudah tetkwnpuL Dengan metode
ini,. kemqjuon dapat diulrur. Banyak orang yang mengritik S1,lfvei
sebagai strategi evaluasi, mempersoalkan subjektivitas dari survei
memang, persepsi indiVidual memengaruhi respons terhadap setiap
pertanyaan. Bagaimanapun, kebanyakan putusan didasarkan pada
penilaian subjektif, tidak pada realitas objektif. Hal yang penting
untuk dipahami adalah mengetahui gagasan subjektif siapa yang
dijadikan "dasar penilaian; suatu keharusan bagi perawat kesehatan
komunitas untuk menyakinkan bahwa persepsi klien direpresen
tasikan seiring dengan persepsi penyedia pelayanan kesehatan dan
pihak manajemen.
Efisiensi biqya, eflktivi!os, dan hosi/merupakan hal yang sulit diukur
dengan. menggunakan survei. Walaupun stirvei dapat mengukur
eftsiensi yang dirasakan dan program atau [Link] ide-ide mengenai cara
alternatif untuk membuat program lebih efisien dan segi biaya,
persepsi ini dibentuk hanya dalam konteks program yang ada. Tidak
ada program pembanding lain yang menunjukkan bahwa persepsi
yang dicatat dapat diukur. Survei dapat menyediakan informasi me
ngenai karakteristik aktivitas programyang dipersepsikan responden
memiliki pengaruh terhadap perubahan status kesehatan mereka,
tetapi persepsi ini timbul tanpa kelompok pembanding lainnya.
Kelompok pembanding sangat penting dalam keterkaitannya dengan
. efektivitas dan dampak, karena tidalclah mungkin jika suatu pro
gram alternatif dikatakan(atau tidak ada program sarna sekah)
lebih atau kurang efektif dalam mencapai tujuan yang sarna.
3()8 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA ."
.C"':T;'TAN· Anda mungkin merasa-jika kelompok pembanding sangat
penting dan jika persepsi "'mencemari" evaluasi dengan kesan
_ ".~.,:,bjek!if, [Link]~apa sury~i di,gl.!na.:kanl, T¢rdapat dua ke- '
" , ""::""""fm1harr'survei; :sahgat ·bahya:k 'iriformasi mengenai evaluasi
.............. program dapat diperoleh, terutama mengenai aktivitas
program dari persepsi beberapa kelompok; dan data evaluasi
yang penting didapatkan jika instrumen (kuesioner atau
.
jadwal wawancara) reliabel (ajeg) dan valid .
Desain Eksperimental
Sanga.t1ah je4ls" st.u~perimen~ 4tpa~ p:JeIljawab pertanyaan kru
Sial bei1kut: Apakah:program membuat perbedaan? Apakah perubah
an perilaku sehat, rengetahUan, dan sikap' adalah hasil dari aktivitas
program? Apakah komtmitas rnenjadi lebih sehat karena program yang
diselenggarakan oleh Rosemont Health Promotion CoundP. Bagaimana
pun, persoalan studi eksperimental dalam evaluasi program adalah
bahWa studi ini menuntut implementasi selektif. Hal fui berarti patti- '.
sipan adalah individu yang dipilih [Link] proses seperti pe- ,
milihan random (acak) terhadap ke1ompok kontrol dan kelompok '
eksperimental. Karena banyak alasan etis, politis, dan kesehatan ko
murutas, implementasi selektif sulit dilakukan dan kadang-kadang
menjadi hal yang mustahil. Namun, ,dibalik persoalan' ini, studi eks
perimental tetap menjadi metode terbaik untuk mengevaluasi efek
sumatif (basil) dari program dan satu-satunya cara untuk menghasil
kan informasi yang terukur ketika program membuat perbedaan.
......•.. -
CATAlAN
Pada poin ini, Anda dapat mempelajari kembali langkah-Iang-
kah proses riset yang dapat membantu Anda memahami con
toh-cOritoh yang diberikan di bawah ini. Memang setiap isu
seperti sebuah kerangka teoretis, sampling, reliabilitas, dan
validitas-harusdipenuhi jika desain eksperimental diguna
kan untukevaluasi.
Desam berikut ini paling nludah dan tepat diterapkan di ling
~an pelayanan kesehatal1. Aplikasikan proses risetuntuk setiap
desam.
Desain Pretest~Posttest pada Satu Kelompok
Desam pretest dan posltest digunakan pada satu kelompok seperti
yang diilustrasikan pada Tabel 13-3. Dua observasi dilakukan,
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 369
yang pertarna pada Waktu-l dan kedua pada Waktu-2. Aspek yang
diobservasi dapat mencakup prevalensi status kesehatan (se
bagai contoh, persentase orang dewasa yang berolah raga secara ter
atur di Rosemont, angka kehamilan remaja, kasus-kasus peng
aniayaan anak, dll.) , tingkat pengetahuan, atau data kesehatan
penting lainnya di komunitas. Antara Waktu-l dan Waktu-2, di
lakukan eksperimen. Eksperimen dapat berupa program terencana
yang ditujukan pada kelompok target, seperti kelas pendidikan sek
sual remaja, atau yang melibatkan masyarakat luas seperti program
pencegahan kriminalitas. Evaluasi program diukur dengan memer
hatikan perbedaan antara status kesehatan pada Waktu-l dan
status kesehatan setelah dilakukan program pada Waktu-2.
Apabila hasil eksperimen pada Tabel 13-3 yang dilakukan di
kelas pendidikan seksual untuk remaja putri yang berada di tingkat
10 Hampton High School menunji.:ikkan bahwa pada Waktu-l, tingkat
keharnilan remaja adalah 5 per 100 dan pada Waktu-2 (1 tahun
kemudian), tingkat kehamilan remaja di kalangan remaja putri yang
mengikuti prograr11 terse but adalah 3 per 100, apakah Anda setuju
bahwa program pendidikan seksual remajalah yang ikut andil dalam
penurunan tingkat keharnilan remaja? Informasi lain apa yang Anda
butuhkan untuk membuatkeputusan? (Adakah faktor lain yang dapat
diperhitungkan berkenaan dengan pemu'unan tingkat kehamilan
remaja? Mungkin saja program KB (Keluarga Berencana) sudah
difokuskan pada remaja atau mungkin gereja setempat, dan lembaga
pelayanan sosial telah mensponsori program pendidikan seksual
remaja. Akses dan penggunaan metode kontrasepsi oleh remaja
mungkin telah meningkat, atau mungkin peraturan mengenai akses
metode kontrasepsi oleh remaja telah berubah.) Tidak ada satu
faktor pun yang dapat dihilangkan dalam hubungannya dengan
penurunan angka kehamilan remaja. Untuk menghilangkan pen
jelasan lain yang mungkin mengenai keefektifan program, kita
harus menambahkan satu kelompok kontrol.
~~~EL 13-3 Desaill ~,.t?!est-Posttlfst pada Sa!u K~lompok .
·····Waktu-4~);.><
- "":':'.:1. ',', ,.,"
--., ,.' .. -, '
" ;9bse~t~~p
-, -,. ", "".,::;,'.'0.
. -: ,,:,.,,-;.::,:.,
" -.:", -\,":;:'~'.~ '<. ~.':.
':.' ~
370 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
Desain Pretest-Posttest pada Dua Kelompok
Suatu pretest dan pOJltest dengan desain kelompok kontrol di
ilustrasikan pada Tabel 13-4. Desain ini memiliki sebuah kelompok
eksperimental dan sebuah kelompok kontrol. Pada Waktu-1, 0 bservasi
dilakukan pada kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol.
Antara Waktu-1 dan Waktu-2, eksperimen dilakukan pada kelompok
eksperimental. Pada Waktu-2, observasi yang kedua dilakukan baik
pada kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Evaluasi
program adalah perbedaan antara hasil Observasi 1 dan Observasi
ke 2 pada kelompok eksperimen ketika dibandingkan dengan
k..elompok pembanding (yang telah dipilih semirip mungkin dengan
keiompok eksperimental). Dapatkah desain pretest-posttest pada
kelompok kontrol menghilangka..'1 pengaruh dari faktor-faktor luar
yang muncul secara spontan dalam eksperimen yang mungkin akan
menyebabkan perubahan antara Observasi 1 dan Observasi 2,
masalah paling rumit pada desain pretest-postest pada satu kelompok?
Jawabannya adalah ya, jika kelompok eksperimental dan kelompok
kontrol serupa.
Agar lebih jelas, kita kembali ke kasus di Rosemont dan ide me
ngenai kelas pendidikan seksual untuk siswa tingkat 10 di Hampton
High School. Apabila kelompok siswa tingkat 10 memiliki karak
teristik sosial, ekonomik, dan geografik yang serupa, serta dipilih
secara random dan untuk kemudian dikelompokkan secara random
ke dalam kelompok kontrol atau eksperimen, dapat diasumsikan
bahwa faktor-faktor lain yang memengaruhi kelompok eksperimental
juga akan memengaruhi kelompok kontrol. Bagaimanapun, sering
kali ciiputuskan bahwa semua siswa harus diberikan program yang
sarna, sehingga hal ini akan menghilangkan kelompok pembanding.
Ketika didapatkan informasi di Rosemont Health Promotion Council,
bahwa senma slswa tingkat 10 harus diberikan program pendidikan
seksual yang diajukan oleh perawat sekolah sebagai respons ter
hadap peningkatan angka kehamilan remaja, muncul harapan bahwa
T A~EL 13-4 Desain Pretest-Posttes! pada Du~ J(el~mpok _. . .
Kelompok ()bserva~i 1 ,', '. Observasi2 "
eksperimental ' ",
:\
.. ~: .. ... ,.::, ", ".. ,.. . .:"
KeiompOk kontrol Obs¢rv1i j : ' "Qbservasi2
BAB 13 • EvaJuasi Program Kesehatan Komunitas 371
. Sekolah Menengah Vmum (SMU) lain dapat dijadikan kelompok
kontroL Bagaimana pendapat Anda mengenai harapan ini?Mung- _'..
k4t siS\ya_ tin~al.1Q pada SMU lain· dapatdijadikan ket6mpok·o:,'-"?~~': .
kontrol jiko .karakteristik. sosial, ekonomik, dan geograftk para - .
siswanya sarna dengan siswa di Hampton High Srhool (sebuah situasi
yang tidak mUDgki n).
Kemungkinan lain yang diungkapkan oleh Rosemont Health
Promotion Council adalah dengan memberikan program satu tahun
sekolah kepada setengah dari seltiruh siswa tingkat 10 (setengahnya
lagi dari siswa lain sebagai kontrol) eli Hampton High S rhoolkemudian
pada tahttnberikutnya, program tersebut diberikan kepada. sis'Wa
yang tersisa. Metode ini menjamin bahwa semuasiswa akan men
dapatkan program, dan memungkinkan desain eksperimen pretest
pastiest untuk,evaluasi.
Metode ketiga yang disarankan untuk meyakinkan desain eks
perimen adalah dengan memberikan pendidikan seksual kepada
kelompokkontrol serra memberikan pendidikan seksua1 dan pelatihan
asertivitas kepada kelompok eksperimentaI. Pelatihail asertivitas
akan membedakaJ;J. kedna kelompok tersebut dan rnemungkinkan
desain eksperimental. Semua saran yang ada didiskusikan dengan
pihak sekolah dan akhirnya kelas pendidikan seksual tradisional
disetujui untuk diberikan kepada setengah dari seluruh sis'Watingkat
10 (kelompok kontroQ; sisanya setengah siswa yang lain (kelompok
eksperimen) akan mendapatkan materi pendidikan seksual tradisional
besertakelas pelatihan asertivitas dan klarifikasi nilai. Desain tersebut
tidak dapai: digunakait untuk evaluasi kelas· pendidikan seksual tra
disional versus kelompok tidak diberikan informasi. Namun, de- .
sain terse but akan memberikan informasi kesehatankepada selu
ruh siswa (suatu kompromi etis) dan memungkinkan evaluasi
program pendidikan seksual tradisional versus program pendidikan
seksual tradisional yang dirangkaikan dengan informasi mengenai
asertivitas dan klarifikasi nilai (suatu pendekatan untuk menurunkan
[Link] remaja yang ditunjang dengan literatur).
.....
, Perlu diketahui bahwa keputusan untuk memberikan informasi
'/:'.;"'"
Ci\JATAN
mengenai asertivitas dan klarifikasi nilai sebagai bagian dari
pendidikan seksual remaja ditinjau oleh literatur•. RQsemont
bukanlal1 komunitas pertama yang memberikan program
.. ~otl)"' •• O ••••••
promosikesehatan. Banyak komunitas telah mengkaji status
372 BAGIAN /I • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
kesehatannya, menyadari kebutuhan kesehatan warganya,
dan menindaklanjuti program terencana serta terimplementasi,
kemudian yang dievaluasi, dan basitnya dim~~ukk~n'I<~,
dalam literatur. Satu kontribusi-yangdapat diberikan oleh
perawat kesel1atan komunitas adalah dengan meninjau
ulang dan mensintesis hasil program serupa serta meng
informasikan hasil ini kepada masyarakat sebagai bahan
pengambilan keputusan. Setelah topik program ditentukan,
Anda dapat mulai meninjau ulang literatur untuk mempelajari
. komunitas lain menjalankan .dan mengevaluasi program
cara
~erupa.
Kegunaan Evaluasi
Desain eksperimental dapat menghasilkan data mengenai apakah
program telah memberikan hasil yang diinginkan, jika dibandirtgkan
ketika cidak ada program, atau alternatif lain, apakah strategi program
memberikan hasil yang lebih baik dalam hubungannya dengan hasil
yang diingiitkan, jika dibandingkan dengan strategi lain. Bagai
manapun; desain eksperimental tidak berguha dalam evaluasi ke
majuan program atau efisiensi biaya. program.
Pemantauan (Proses)
Pemantauan mengukur perbedaan antara reneana program dan hal
hal aktual yang telah .terjadi. Pemar1tauan berfokus pacla serangkaian
aktivitas program, terutama pada bagaimana program diimple
mentasikan (aktivitas), oleh siapa (oleh petugas dan sumber-sumber
lain), dan bilaniana (waktu dari aktivitas). Pem"mtauan biasanya
dilakukan dengan menggunakan diagram, dan walaupun terdapat ber
maerup.-macam tipe diagram, semruinya. akan mengatur aktivitas [Link]
rangkaian tertentu dan menetapkan waktu penyelesaian setiap tugas.
~ambar 13-1 menunjukkan eontoh diagram pelllantauan,
Diagram Pemantauan
Untuk membuat diagram pemantauan dalam reneana program
Anda, dibutuhkan informasi mengenal. input (sumber-sumber yang
diperlukan untuk tnenjalarikan program seperti petugas, peralatan,
dan keuangan), proses (aktivitas program, rangkaian aktivitas, dan
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komuni(as 373
waktu) serta OUtpNt (hasil yang diharapkan dari program, termasuk
pengaruh kesehatan jangka pendek dan jangka panjang). Sangatlah
membantu jika kita membuat daftar inpNt, proses, dan output.
••• ".4'.0. Anda telah mencatat informasi ini sebagai bagian dari rencana
CATATAN
program Anda. Pelajari kembali Bab 11 dan harap dicatat
bahwa sumber, aktivitas program, dan tujuan khusus pem
belajaran ditujuk'ln untuk kelas khusus mengenai masalah
kesehatan urn urn pada anak. Sumber sarna dengan input;
aktivitas program berhubungan dengan proses; dan tujuan
khusus pembelajaran mengindikasikan hasil yang diingin
kan. Pada akhirnya, data dimasukkan ke dalam diagram
pemantauan.
Bagan 13-1 menjelaskan input, proses, dan OUtpN! untuk program
yang diusulkan di Rosemont, disertai dengan rangkaian waktu untuk
memulai dan menyelesaikan setiap kegiatan.
Sulit untuk memutuskan berapa banyak waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan setiap tug as. Setelah mengkaji struktur or
ganisasi. dan metode manajemen lembaga, Anda clapat menentukan
perkiraan -waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas pro
gram. Diagram pemantauan mudah dibuat danJika realistik, diagram
ini akan menyediak an informasi yang berguna untuk mengukur
evaluasi program. Daftar Bahan Bacaan yang Disarankan yang ter
dapat pada akhir bab ini, memuat literatur mengenai beberapa tipe
lain dari diagram pemantauan, di antaranya Gantt, Program Eva/Natiol1
and Review Tedmiqzte (PERT), dan Ctitica/ Path Method (CPM). Ketiga
tipe ini sedikit berbeda dengan diagram pemantauan-aktivitas pro
gram disertai rangkaian waktu yang terdapat pada Bagan 13-1.
Kegunaan Evaluasi
DiagraIIl pemantauan mengukur kemajuan dan dapat digunakan
untuk mengevaluasi apakah program berjalan sesual dengan jadwal
dan anggaran yang tersedia. Mungkin tidak ada metode evaluasi lain
yang benar-benar sesuai untuk eva/uasiproses seperti diagram pemantauan.
Selain itu, pemantauan dapat memberikan informasi mengenai
efisiensi biqya program dengan menghitung biaya rata-rata sumber
yang dibutuhkan untuk setiap klien yang dilayaninya. keefektifan pro
gram dapat diukur dengan memantau diagram jika diagram mencatat
374 BAG IAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
OUtpN! yang dicapai. Bagaimanapun, diagram pemantauan tida.L;: da
pat menentukan relevansi program atau pengaruh jangka panjang
dari program.
Analisis Keuntungan dan Efektivitas Biaya
Banyak ahli telah menulis dan mendiskusikan mengenai peningkatan
biaya pelayanan kesehatan dan cara untuk menurunkan pembiayaan
terse but. Kekisruhan se1ama reformasi pelayanan kesehatan di Arneri
ka dan perdebatan sengit mengenai pro dan kontra berbagai pendekat
an alternatif mengenai pemberian Iayanan kesehatan merupakan bukti
adanya kebutuhan untuk menekan pembiayaan dan juga untuk
Minggu
:2 3 4 5 6 7 8
Kelas yang diajukan oleh
CHN kepada sial mengenai
prinsip penyuluhan kelompok
Anggota sial ditugaskan untuk
mengoordlnasi aktivitas
Anggota stal ditugaskan untuk
mengumpulkan sumber
sumber pembelajaran
Memperoleh & mengidantiOkasi
sumber-sumber pembelajaran
Memperoleh ruangan kelas .
Penjadwalan
Pengelolaan is; program
Presentasi lsi program
kepada staf dan kelompok
kecil orang !ua
Revis; isi program kelas
diperbaikr menurut saran dari
s!al dan orang tua
Pene0emahan is! program ke da
lam bahasa Spanyol dan Vietnam
Presentasl isi program kelas
kepada orang tua
Evaluas! pengetahuan dan
perilaku orang tu~
Hasil program dipresentasiken
kepada Heanh Promotion
Council
2 3 4 5 6 7 8
Minggu
Bagan 13-1 Rangkaian aktivitas prigram: Masalah kesehatan umum pada anak
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 375
-
meningkatkan mes serta kualitas. Setiap program membutuhkan
biaya baik dari. segi sl,lm~ry,ang dibutuhkan untuk memberikan
'... -pr9gr~. (s¢bagai cQntoh).,-petUgas~da.U perlengkapan) danmeng
hasilkan keuntungan finansial yang diperoleh'dan peningkatan ke
sehatan (seperci peningkatan produktivitas petugas program).
Dua metode' paling umuin dalam menganaHsis, biaya dan ke
untung~ ekonomik suatu program adalah analisis biaya-keuntungan
(cost-benefit analysis, eM) dan anatisis efektivitas biaya (cost effectiveness
ana/ysis, CEA). Baik CBA ataupun CEA adalah teknik analitik formal
yang merinci seluruh biaya Qangsung dan tidak hingsung) dan
konsekuensi (positif-dan negatif) dari program tertentu. Perbedaan
antara CBA dan. CEA didasarkan kepada ni1ai yang terdapat pada '
konsekuensi program. Pada CBA, konsekuensi atau keuntungan '
program dinilai dalam dolar; hal, ini memungkinkan untuk mem-"
bandingkan proyek yang berbeda, karen a seluruh pengukuran
dilakukan dalam bentuk dolar. Oleh [Link], berharganya suatu
proyek dapat dinilai derigan mempertanyakan apakah keuntungan
lebih besar dari biaya yang dikeluarkan, jika ya, berapa banyak.
Sebaliknya, CEA tidak dinilai dengan dolar, baik pacta konsekuensi
maupun biaya proyek., Hasillain digunakan untuk" program, yang
'keuntungan atau biayanya sulit diukur. (Sebagaicontoh, bagaimana
dolar dapat menjadi tolok ,uk4r untuk menilai setiap upaya per
cobaan bunuh diri yang dicegah oleh program pencegahan primer
untuk menurunkan angkakejadian percobaan bunuh/diri yang di
lakukan oleh remaja?) OIeh karena itu, berbeda dengan CBA, CEA
tidakdapat menentukan apakah keuntungan total melebihi biaya
total..
Bagaimanapun, CEA dapat digunakan untuk membandingkan
prograrn dengan tujuan dan objektif yang serupa. (Sebagai contoh,
dua pendekatan pencegahan primer yang berbeda untuk menurunkan
msidens percobaan bunuh diri remaja mernberikan keuntungan yang
sarna, jadi hanya biaya yang perlu dibandingbn-CEA). CEA juga
dapat digunakan jika biaya program alternatif sarna besar atau jika
terdapat biaya yang tersedia dan tujuan digunakan untuk memilih
program yang dapat mernberikan keuntungan terbesar (tidak dinilai
dalam nilai dolar). Keputusannya jelas-pilih program yang paling
efekti:t; yaitu, program yang dapat menghasilkan keuntungan terbesar
untuk setiap biaya yangdike1uarkan atau biaya yang paling rendah
, untukkeuntungan setiap unit (mdividu, ke1uarga atau kornunitas).
376 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
PWhan antara CBA dan CEA bergantung pada jenis pertanyaan·
dan program terkait. Tidak ada teknik yang superior dari tekriik lain.
Kedua teknik tersebutdapaf~.dalam merencanakan program
masa depan [Link]-s~atu-strategiunttikmengevaluasi progcim
saat ini dan masa lalu. Prosedur aktual untuk melengkapi CBA atau
CEA eli luar fokus pembahasan buku ini; bagaimanapun, beberapa
referensi yangterkait dehgan laitgkah-langkah prosedural terse but
terdapat dalam daftar Bahan Bacaan yang Disarankan. Jelaslah, baik
CEA dan CBA adalah strategi untuk mengukur efisiensi biaya
program dan tidak eliarahkan [Link] re!evapsi, kemajuan,
efektiviw atau dampak. . .
RINGKASAN
Beberapa metode evaluasi telahelitampilkan dan dieliskusikan.
ridak ada satu metode. pun yang mengukur komponen re1evansi,
kemajuan, efisiensi biaya, efektivitas, dan .hasil secara- seimbang.
. Pencing untuk mengetahui berbagai metode evaluasi dan mendiskusi
kan keuntungan serta keterbatasan setiap metode tersebut dengan
komunitas ketika merencanakan program dan Sebelum unplementasi
. program. Tabel13-5 menampilkan ringkasan metode evaluasi yang
. sesuai uiltuk komponen program. Setelah menentukan metode
e~aluasi, metode (stuill kasus, desain eksperimental, atau diagram
pemantauan) telah menjaeli bagian dari rencana program.
Anda mungkin akan bertanya-tanya metode evaltiasi mana yang
digunakanimtukmengevalusi progrnmpromosikesehatan eli Rosemont.
Berbagai metode digunakan. Untuk mengevaluasi relevansi program
promosi kesehatan (pencegahan kriminalitas dan ke1as menjaeli orang
tua yang efektif), pertemuangrup nominal telah dijadwalkan yang
elihaeliri oleh penyedia pelayanan kesehatan maupun konsumen.
Selain itu~ penggunaan rates dan data demografik dari partisipan yang
mengikuti program promosi kesehatan telah dikaji, selain persepsi
partisipan terhadap nilai informasi. .
Kemajuan program elievaluasi dengan diagram pemmtauan seperti
pada Bagan 13-1. Efektivitasdan dampak dari program terhadap
individu elievaluasi dengan survei mendalam mengenai pengetahuan,
sikap, dan perilaku (melalui kuesioner, wawancara, dan tes) yang
eliberikan kepada partisipan sebelum program, segera setelah program,
. dan pada waktu tindak lanjut yang elitentukan sebelumnya (6 minggu
BAB 13 iii Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 377
Metode
Komponen Studi Kasus Survei Eksperimen tal Pemantauan
Relevansi Ya Ya Tidak Tidak
Kemajuan Ya Ya Tidak Ya
Efisiensi biaya Tidak Tidak Ya Ya
Efektifitas biaya Beberapa Tidak Ya Beberapa
Dampak Tidak Tidak Ya Tidak
dan 3 bulan setelah program). Karena sering kali dapat dipraktik
kan dengan mudah, desain riset evaluasi digunakan, seperti preleJ/
poylleJI pada satu kelompok. Ukuran lain yang dapat digunakan
untuk menentukan efektivitas dan dampak program adalah data
statistik komunitas mengenai angka kriminalitas, penganiayaan
anak, serta kehamilan remaja yang dibandingkan antara sebelum
dar.. sesudah program, serta perubahan kebijakan kesehatan yang
memengaruhi penduduk Rosemont (sebagai eontoh, akses sebagi
an kecil remaja terhadap kontrasepsi, praktik pendisiplinan di
sekolah pu'blik, dan persyaratan finansial untuk mendapatkan pe
layanan kesehatan). Analisis efektivitas biaya (eEA) telah selesai
dilakukan pada beberapa program.
Anda Jckaralzg siap untuk mengimplementasikan program dan
memulai proses keperawatan yang dinamakan pengkajian dampak
program. Ketika Anda mengimplementasikan program terencana,
data akan ditambahkan pada profil pengkajian komunitas, yang akan
menuntut penambahan, pengurangan, dan revisi diagnosis kepe
rawatan komunitas, dan reneana program serta intervensi terkait.
Mari kita tinjau kembali untuk terakhir kalinya model komunitas
sebagai mitra Oihat Gambar 8··2) dan tanyak:aIl: Apakah program
yang direncanakan membantu komunitas untuk meneapai, meraih
kembali, mempertahankan, dan meningkatkan kesehatan? Mem
perkuat kemampuan komunitas untuk bertahan terhadap stresor?
Meningkatkan kompetensi dan kepereayaan diri komunitas?
~.;~;~~~. Sungguh tepat jika bab terakhir dari bagian ini tentang pener
I apan proses keperawatan kesehatan komunitas, berakhir
ij dengan pertanyaan. Keperawatan kesehatan komunitas
..... ......... merupakan bidang yang mempertanyakan, mendorong,
378 BAGIAN II • PROSES KOMUNITAS SEBAGAI MITRA
memeriksa, dan mempertimbangkan secara konstan status
kesehatan masyarakat. Walaupun kesehatan individual dan
keluarga tetap menjadi hal yang penting, tetapi keunikan dari
area kita terletak pada aplikasi teknik keperawatan terhadap
kesehatan komunitas. Setiap komunitas unik dan khas. Tidak
ada satu komunitas yang benar-benar serupa dengan komuni
tas lain tempat Anda menerapkan asuhan keperawatan ko
munitas. KiJmi dengan senang hati membagi keunikan Rose
mont dengan Anda dan penerapan proses keperawatan
terhadap keperawatan kesehatan komunitas.
REFERENSI
Dignan, MB. & Carr, PA (1992). PrograJJJ plmmingfor health educatioll alld promotioll
(2nd ed.). Philadelphia, PA Lea & Febiger.
Green, LW & Lewis, FM (1986). MeaSfiremeJIt alJd eva/uatioll ill health educatioll alld
health prolllotioll. Palo Alto, CA: Mayfield.
Minkler, M. (Ed.). (1997). COlllll1llfliry orgallizing alld COIJllJ1l11lit) blfildillg for health. New
Brunswick, NJ: Rutgers University Press.
WK. Kellogg Foundation. (1998). Eva/llatioll handbook. Battle Creek, MI: .\uthor.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Allen, J. (1993). Impact of the cholesterol education program for nurses: f. pilot program
evaluation. CardiolJtJSCIIlar Nursillg, 29(1),1-5.
Birch, S. (1990). The relative cost effectiveness of water fluoridatioll across communities:
Analysis of variations according to underlying caries levels. Commllflil)' Dmtal
Health, 7(1), 3-10.
Fetterman, DM., Kaftarian, SJ" & Wmdersman, A (Eds.). (1996). ElJ1po}lIer1J1tJ1t
eva/llatiOll: Kllolllledge and tools for se!!·assesslJ1eJ1t alld accolllltabi/iry. Thousand Oaks,
CA:Sage.
Finnegan, JR, Murray, DM, Kurth, G, & McCarthy, P. (1989). Measuring a...ld tracking
education program implementation: The Minnesota Heart Health Program experience.
Hea!th Educatioll QllOrterly, 16(1), 77-90.
Kohler, GL, Dolce, JJ., Manzella, BA, Higgins, D., & Brooks, CM (1993). Use of focus
group methodology to develop an asthma self-management program useful for
community-based medical practices. Hea/th Education Quarterly, 20(3},421429.
Nas, T.F. (1996). Cost-benifit m;alysis: Tbeory and app/icatioll. Thousand Oaks, CA Sage.
O'Brien, K. (1993). Using focus groups to develop health surveys: An example from
research on social relationships and AIDS-preventive behavior. Hea/tI; Educatioll
Qllarterly, 20(3), 361·372.
Rossi, PH, Freeman, HE., & Lipsey, MW. (1998). Eva/uatiolt: A {Jstematic approach (6th
ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
BAB 13 • Evaluasi Program Kesehatan Komunitas 379
ThompS/;')u,).C (1992). Program evaluation within a health promotion frame'\VOl'k.
Calladiall JOIlf71l11 of Pllbli& H,alth, 8i(S1Ij>pl 1), S67-S71.
.Tollglet, It, S!;:!ron'gane, M., Lembo, M., waMukaIa~ M., Dramaix, M., & Hennart, P•
. (1993). Evaluation of immunization ooverage at local level WotU H,aIth FOrtml, 14 (iJ,
275-28i. . . . . . . .
'Wheeler, F.t:, [Link], D.T.. M.L., Reddick, A., HogdW,G., & Remington, PL (1991).
Evaluating South Carolina's oommunity cardiovascular disease prevention project.
Public·Health Report, 106(5), 536-543.
BAGIAN
III
STRATEGI PROMOSI lffiSEHATAN
Keberagaman dalam Area Praktik 381
Peningkatan Kemitraan yang Sehat
dengan Pengungsi dan ltnigran 392
Peningkatan Kemitraan yang Sehat
dengan Sekolah 404
Peningkatan Kemitraan yang Sehat .
dengan Komunitas Religius 422
Peningkatkan Kemitraan yang Sehat·
dengan Populasi Tunawisma 438
Peningkatan Kemitraan yang Sehat
, di Laban Kerja 450
Peningkatan Kemitraan yang Sehat
dengan Lansia Di Komunitas 465
Peningkatan Kemitraan yang Sehat
dengan Masyarakat Pedesaan 483
. Peningkatan Kemitraan yang Sehat
dengan Penderita Penyakit Kronis 495
380
Shirley Hutchinson dan Judith McFarlane
BAB
KEBERAGAMAN
DALAM AREA PRAKTIK 14
. . .
•TUJUAN
. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
. • Menghubungkan sejarah perkembangan keperawatan kesehatan komu
nitasdengan isu-isu kesehatan saatini. . ' .
• • Mengelaborasi faktor-faktor yangmemenga:ruhikeperawatan kesehatan •
komunitas abad 21 dan peran promosi kesehatan.
PENDAHULUAN
Abad 21 akhirnya tiba, dipenuhi dengan aktivitas yang memuncul
kan berbagai kesempatan yang fenomenal, seiring dengan muncul
nya berbagai masalah yang menjadi tantangan daJam pemberian
peIayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan komunitas. Tidak
ada waktu yang lebih tepat untuk menjadi perawat kesehatan ko
munitas selain saat ini. Hampir semua kelompok, baik dari kalangan
profesional, politik, agama, dan komunitas berupaya memandang ke
depan dan menentukan tindakan apa yang seperth"1ya paling di
butuhkan. Penting bagi perawat kesehatan komunitas, juga semua
perawat profesional, untuk mencoba mengantisipasi masa depan.
Diskusi kali it"1i akan menampilkan refleksi mengenai hal-hal apa saja
yang dipercaya akan menjadi karakteristik keperawatan kesehatan
komunitas abaci 21. Istilah keperall1atmz kesehatan komtmitasdigunakan
untuk menunjukkan praktik keperawatan yang dilakukan oleh
perawat profesional yang telah menda patkan pendidikan mengenai
proses keperawatan berbasis-populasi dengan klien utaman ya adalah
komunitas, atau agregrat sebagai suatu keseluruhan.
Secara tradisional, peran keperawatan berbasis-populasi sering
ka1i diasosiasikan kepada keperawatan kesehatan masyarakat. Perawat
kesehatan masyarakat biasanya bekerja di unit pelayanan kesehatan.
Buku ini menggunakan istilah keperawatan kesehatan komunitas, yang
381
382 BAGIAN III II STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
telah diadopsi selama beberapa tahun dan lebih inklusif ditujukan
untuk praktik keperawatan berbasis-populasi dan diterapkan dalarn
bermacam-rnacam lingkungan komunitas, ter masuk sekolah, ternpat
kerja, tempat penampungan, unit pelayanan kesehatan, dan lingkungan
lamnya. Beberapa lingkungan ini akan dibahas pada bab berikutnya.
Anda akan dihadapkan pada kedua istilah ini, keperal1Jatan kesehatal7
mO.[Jorakat dan keperawotml keJehatan kOJJlmtitaJ. Jenis dan lingkungan
praktik tidaklah selalu relevan dehgan sifat alamiah praktik itu
sendiri. Inti dan keberagaman praktik keperawatan komunitas akan
dibahas kemudian.
REFLEKSI PADAMASALALU
Ketika kita memasuki abad 21, adalah suatu tindakan yang ber
makna dan inspiratif jika kita berefleksi kepada kontribusi perawat
kesehatan komunitas pada masa lalu. Denga."l mengkaji akar ke
beradaannya, akan memungkinkan kita untuk mengambil hal-hal
terbaik dari rnasa lalu untuk rnembangun masa depan. Perawat ke
sehatan komunitas akan mendapatkan motivasi dan arahan dari
upaya yang dilakukan oleh Lillian Wald dan rekan-rekan yang lebih
dari 100 tahun lalu menghadapi datangnya abad 20. Setelah meng
observasi adanya industrialisasi berkembang cepat, perpindahan
besar-besaran masY<3rakat ke dalam kota, kondisi lingkungan yang
jauh dari sanitasi, perumahan kurnuh, kemiskinan, penanganan
kelahiran anak yang buruk, penyakit menular, usia harapan hidup
yang singkat, Lillian Wald dan Mary Brewster mulai beraksi. Ber
sama-sama mereka membangun Heney Street Settiemmt Home (pe
mukirnanHenryStreet) di kota New York Disanalah mereka tinggal
dan bekerja dengan masyarakat, mengajarkan praktik higiene,
rnengunjungi oang-orang sakit di rumah mereka, dan berjuang untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik di semua aspek
kehidupan komunitas. Lilian Ward menyadari keterkaitan antara
status kesehatan, sanitasi lingkungan, dan kekuatan sosial-politik.
Target pekerjaannya adalah penyebab sakit, yang berarti bahwa
Lillian melakukan pendekatan terhadap kebijakan institusional,
sosial, dan politik untuk memengaruhi perubahan dalam upayanya
meningkatkan kesehatan komunitas. Lillian Wald memiliki ke
mampuan lebih untuk memberikan informasi dan meyakinkan
masyarakat tentang pentingnya perubahan sosial (Backer, 1993).
BAB 14 • Keberagaman dalam Area Praklik 383
Wald lah' yang pertama kali memperkenalkan istilah keperawatan
kcsehatan komllnitas dan telah ·dianggap sebagai "[Link]
.[Link]" di AnierikiSerikat. Dari sekian banyak
kontribusi yang iliberikan oleh Lillian Wald, beberl;\pa di antaranya
adalah mendirikan sekolah keperawatan, advokasi untuk penyedian
pemukiman yang Iebih baik, berusaha inengubah kebijakan mengenai
pekerja anak, mengajarkan tindakan preventif, advokasi keperawatan
kesehatan kerja, dan memajukan pendidikan perawat kesehatan
masyarakat (Coss, 1989).
Seiring dengan penemuan antibiotik pada tahun 1940-an dan
vaksin untuk imunisasi masal seiring dengan pesatnya perkembangan
sanitasi lingkungan, di Amerika Serikat, terjadi penururian bermakna
dalam morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular. Mulai
tahun 1960an, seiring dengan penurunan penyakit menular, per
hatian dlalihkan pada pencegahan penyakit kronis dan faktor risiko
terkait seperti merokok dan diet Iemak. Perawat kesehatan komu- .
nitas yang bekerja di unit pelayanan kesehatan, niemfokuskan per
hatiann-y.t pacia skrining, temuan kasus, kunjungan rumah untuk: klien
individual, dan pendidikan kesehatan yang berhubungan dengan pen
cegahan penyakit. Kecenderungan ini berlangsung sampai aWal
tahun 1980an, ketika foms kesehatan bergeser ke arah promosi
kesehatan, yang diawali oleh era "Sehat untuk Semua" yang di
canangkanoleh WHO (W'HO, 1978). Bagairnanapun, tahun 1990
. an ditandai dengan penekanan yang dalam terhadap pe1ayanan k1inis
dan pengobatan bertelmologi tinggi dalam upaya meningkatkan usia
. harapan hidup di Amerika Serikat. Unit pelayanan kesehatan juga
mulai menekallkan perhatiannya. pada pelayanan klinis, seperci asuhan
prenatal, keluarga berencana, penanganan penyakit menular, dan
imunisasi terutama untuk warga yang1idak memiliki akses layanan
preventif [Link] 1990-an juga dikarakteristikkan sebagai era
bagi para pembuat kebijakan menyoroti bia}ll yang tinggi dari
pelayanan kesehatan. .
Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga resmitela..'-1Iebih terlibat
secara Iangsung dengan pelayanan klinis sehingga keperawatan ke
sehatan komunitas Iebih meningkatkan perhatiannya. pada asuhan
berfokus-penyakit dan klinisatau peran dan fungsi klinik, dibanding
kan dengan peran dan fungsi keluarga dan komunitas. Pergeserl;\ll ini
merupakan respons terhadap kemampuan untuk mengganti biaya
(reimbursement) layan~nklinis. Untuk menjawab tantangan yang
384 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
dihadapi oleh keperawatan kesehatan komunitas eli masa depan, kita
harus memahan:ii perubahan y~g m~cu1 dalatn pemberian pelayanan
kesehatan, term~uk _p~~uniukp~ta~~~~[Link] berbasis- ,
populasiyang tercakup ~ EsSelliial/o.{Pitblic Health Projed(United
States Department of Public Health SerV:ice [USDPHS], 1994),
KESEHATAN KOMUNITAS DI AMERIKA SERIKAT:
SITUAS! YANG ADA
Perdebatan yang terjadi eli masalalumengenai reformasi pelayanan
kesehatan hampir seluruhnya difokuskan pada .pelayanan -klin!s,
tanpa memerh~tikap kontribusi terhadap pelayanan ~esehatan ber
fokus-populasi, kecuali imunisasi. Mekanisme untuk memberikan
dan membaya,r -pelayanan kesehatan mendorong perubahan sistem
-pelayanan kesehatan terbaru. Perdebatan yang ada benar-benar
terbalik.; kita seharusn ya memikirkan apayang dapat dilakukan agar
-masyarakat kita menjadi Iebib sehat, hukan memperdebatkanbagai
-mana kim dapat membayar dengan-cara yangterbaik atas pelayanan
yang diberikan. Organisasi terpilih tampaknya enggan mendanai
-pelayanan promOsi kesehatan pada tingkatyang dib~. Persoalan
ini tidak boleh berianjut. Promosi kesehatan yang sangat baik
-dibutuhkan untuk meminirna1kan biaya pe1ayanan kesehatan. Promosi
kesehatan menghasilkan kesejahteraan. Kesehatan komunitas pada
abad 21 harus diupayakan dengan. cara mewujudkan pelayanan
kesehatan yang terintegrasi dan melakukan aktivitas yang me
minimalkan ancaman terhadap kesehatan sertamemromosikan
kesejahteraan yang kemudian memfokuskan pada pengelolaan
penyakit. Kenyataan ini akan sem~n -tampak ketika organisasi
managed care ti.:unbph menjadi organisasi yang Iebib berpengalaman
dan menyadari bahwakunci dari profityang diperoleh adalah mvestasi
dalam [Link] pr6mo~i kesehataII. Banyak organisasi tampaknya
telah mengalokasi lebih banyak dana untuk pendidikan kesehatan dan
aktivitas yang memberikan kesejahteraan bagi karyawan. Jelasnya,
untuk memajukan keperawatan kesehatan komunita.s, fokus pada
fungsi inti kesehatan komunitas (Institute of Medicine, i 988) [Link].
sepuluh layanall kesehatan komunitas esensial merupakan hal yang
sangat penting (United States Department of Public Health Service
BAB 14 • Keberagaman dalam Area Praktik 385
[USDPHS], 1994). Ketiga fungsi inti tersebut adalah pengkajian
komunitas yang teratur dan sistematis, pengembangankehijakan,
dan penjarninan-. tersedianya pelayanan [Link]
kesehatan komunitas esensial dapat dig\1nakan sebagai pedoman
untuk menjamin praktik keperawatan kesehatan komunitas yang
komprehensif. Sepuluh layanan esensial adalah sebagai berikut:
1. Memantau statuS kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan
(contoh, pengkajian kesehatan komunitas dengan menggunakan data
statistik vital dan profit risiko).
2. Mendiagnosis dan menyelidiki [Link] kesehat~ serta hal-hal yang
niembaha~ kesehatan di komunitas (contoh, sistem pengawasan
mclekat epidemiologis).
3. Menginformasikan; mendidik, dan memberdayakan masyarakat
mengenai isu kesehatan.
4; Memobilisasi kemitraan -komunitas dan tindakan· ulltuk. mengidentifikasi
dan memecahkan- masalah kesehatan (contoh, mendiskusikan dan
memfasilitasi kelompok komunitaS untuk promosi kesehatan).
5. Menymun rencana dan kebija.\an yang mendukung masalah kesehatan
komunitas dan individu (contoh,pengembangan kepemimpinan).
6. Mendorong kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang dan
peraturan yang me1indungi dan menjamin keamanan (contoh, undang
undang sanitasi).
7. Menghubungkan masyarakat kepada fasilitas pelayanan kesehatan
personal yang dibutuhkan danmemastikan penyediaan layanan ke
sehatan tersebut, jika tidak tersedia.
8. Memastikankompetensi petugas pelnberi layanan kesehatan masyarakat
-atau individu. ..
9. Mengevaluasi efektivitas, keterjangka~an, dan kualitas layanan ke
sehatan individu dan masyarakat.
10. Melakukan riset untuk mendapatkan wa'\1\la5an baru dan solusi inovatif
terhadap masalah kesehatan.
. Layanan di atas dijamin akan menarik, karena setiap layanan
esensial masih dapat digunakan untuk mengarahkan praktik ke
perawatan kesehatan komunitas dalam situasi yang beragam. Istilah
yang sering dibahas adalah manqjcmen hasil. Profesional diragukan
berkaitan dengan penguktiran apayang dapat mereka gunakan untuk
mencatat kemajuan kesehatan dan kesejahteraan. Perigukuran hasil
-digunakan untuk menentukan anggaran operasional.
386 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
MANAJEMEN HASIL DALAM KESEHATAN
KOMUNITAS . . . " . .
Manajemenhasil:beradadalam masa; depan kesehatan- kOnitUtltBt ..:~~.
dan konsekuensinya, juga berada dalam. keperawatan kesehatan
komunitas. Pa-awat kesehatan komunitas telah mengambil tindakan
untUk meningkatkan kesehatan warga Amerika dan hal tersebut
akan menjadi bagian [Link] evaluasi hasil praktik kesehatan komunitas.
National Public Health Peiformance Standards Program adalah upaya
kemitraan untuk ri::[Link] struktur, proses, dan standar hasil
praktik kepera,"\'\i'at;al1 k()muru,tas yang ~ dinilai [Link] depan.
[Link] dikembangkan dan diujikan pada tingkat loka! dan
nasional .(Center for Disease Control and Prevention, 1998). Pening
katan kualitas (quality improvement, QA), akuntabilitas, dan peningkatan
basis keilmuan unntk praktik keperawatan komunitas adalah be
berapa hal yang tercakup dalam tujuan evaluasi hasil kesehatan
masyarakat. Layanan kesehatan komunitas esensial (diuraikan eli
bawah iru) akan menjadi dasar untuk mengembangkan pengukuran
hasil spesifik.
ESENSI PRAKTIK KEPERAWATAN KESEHATAN
KOMUNITAS
. Untuk menggambarkan secara lebih jelas mengenai keperawatan
kesehatan komunitas, kelompok dari empat organisaSi keperawatan
mengadakan pertemuan. Keempat organisasi tersebut disebut Quad
Council, yang terdiri atas American Nurses Association, Council of
Community, Primary, and Long-Term Care; American Public Health Asso
Ciation--Public Health Nursing Section; Association 0/ Community Health .
Nurse Educator., dan Association 0/ State and Territon'al Directors 0/
Nursing. Komponen praktik keperawatan kesehatankomunitaS di-·
identifikasi sebagai berikut (Quad Council of Public Health Nursing
CXg~cion,1997):
• ·Pengkajian berbasis-populasi
• Kemitraan dengan pengambil keputusan (stakeholders)
• Pencegahan primer
• Menciptakan kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi yang sehat
• Menjangkau secara akcif populasi yang memerlukan layanan
BAB 14 • Keberagaman dalam Area Praktik 387
• Perhatianyang luas kepada kelompok sebagai kesatuan yang utuh
. • .P~p~lol~ dan_alokasisumber secara bijak.
. iGii.~ckpatlDen~guriakan prinsip inisebagai aepan praktik ke
perawatan kesehatan komunitaS, di mana pun' prinsip ini diterapkan.
Berikutnya, kita akan membahas faktor-faktor yang dapat me
mengaruhi'praktik keperawatan kesehatan koniunitas pada abad ini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS
ABAD21
Tidak: dapat disangkal bahwa sistem. pelayanan kesehatan tengah
mengalaml peruhahan besar-besaran. Banyak hal yang tampak fami
lier dan terasa nyarnan akan berubah, sebagian perubahan .dapat
mengarah pada hal yang buruk, tetapi kitaberharap, sebagian besar
mengarah pada hal yang baik. Semua profesional· kesehatan di.:.
. pengaruhi oleh perubahan yang sedang terjadi dalam sistem pela
yanan kesehatan kita. Faktor-faktor relevan yang membentuk ke
sehatan komurutas abad 21 dapat disimpulkan sebagai berikut:
• MunC1lIf!J'a sistetlipemberian. k:[yanan kesehatan. Seluruh aspek pelayanan
kesehatan semakin difokuskan pacia pelayanan berbasis-komunitas
dan populasi. Tujuan perubahaJl pemberian layanan kesehatan ber- .
pusat pada seputar pembatasan biaya. Persamgan berbasis-kekuatan
pasar adalah tenaga penggerak utama munculnya sistem pelayanan
kesehatan. Managed care telah mengambil alih hampir seluruh as~
pelayanan kesehatan individu dan ke1uarga, termasuk programyang
disponsori oleh peIrierintah. Sistem kesehatan yang terintegrasi dan
besar berkembang dengan cepat disertai merger rumah sakit-rumah
sakit besar,ke1ompokpraktik dokter, fasilitas pelayananpantijompo,
lembaga pelayanan kesehatan di rumah (home health agcndes), dan
kelompdk spesialis lainriya. Sentua faktor ini menciptakan tantangan
untuk menyeimbangkan kebutlIDan individu dalam konteks sosial
yang luas. Peningkatan jurnIah organisasi managed care iununmya
·mengandung arti babwa lebih sedikit pasien yang dirawat di unit
pelayanan kesehatan (dan lebih sedikit pendapatan), baik di klinik
. prenatal, kesejahteraan anak, dan ke1uarga berencana. Hal ini berarti
populasi Medicaid akan dilayani oleh kelompok managed care, yang
menyebabkan menurUnnya kebutuhan terhadap layanan'klinis dari
unit pelayanan kesel1atan. .
388 BAGIAN III • STRATECI PROMOSI KESEHATAN
• Demografik. Usia dan tingginya keberagaman etnis adalah dua
faktor demografik signifikan yang membentuk tnasa depan ke
perawatan kesehatan masyarakatdan seluruh pelayanan kesehat
. :-:arl.Diramalk3ribahwa pada tahuh 2040, sattidari lima warga
Amerika 3kan berusia 65 tabun atau lebih. "Penuaan Amerika"
ini akan· terus menggeser fokus pelayanan medis dari penyakit
akut ke arab penyakit krorus dan juga menciptakan tantangan
untuk mengembangkan strategi. promosi kesehatan yang baru
dan efektif untuk populasi ini. Ktialitas hidup akan menjadi
prioritas, bukan hanya rentang hidup yang panjang. Tidak ada
yang menyangkal pertumbuhan keberagaman etnis di negara ini.
P~ubahan 'undang-undang--k~imigrasian .dan arigka fertilitas
serta pola usia yang bervariasi cWam kelompok mmoritas telah
secara dramatis mengubah komposisi etnis yang adadi Amerika
Serikat. Secara keseluruhan, penduduk Asia dan penduduk
yang berasal dari Kepulauan Pasifik merupakan kelompok etnis
yang penwnbuhannya palingcepat, tctapi penduduk Hispa
nik akan [Link] paling banyak. Terdapat banyak im
plikasi sosial dan kesehatan akibat perubaban ini terhadap· ke
perawatan kesehatan komunitas.
• Teknologi. Teknologi.· bisa sangat dihargai dan dikecam di era mile
mum baru ini. Karenasekarang ini semua serba terbuka dan
rendahnya kontrol terhadap informasi yang disajikan di internet,
akses keperawatart kesehatan komurutas via dunia maya ini bisa
menjadi kenyataan. Pelecehan seksual, kekerasan, penyalahgunaan
obat:-obatan, kesalahim informasi kesehatan, dan "penyakit
penyakit" lainnya sudah menjadi sajian dalam internet. Pemanfaatan
teknologi secara rnaksimum akan meningkatkan ef~vitas upaya
promosi kesehatan -berbasis:-populasi oleh pera-wat kesehatan
komunitas. Telematika dan inforrnatika akan meluas ke tingkat
yang tidak dapat diduga dalam kesehatan komunitas. Telematika
meliputi pemanfaatan piranti lunak diagnostik, pencatatan, dan
penyebaran informasi mengenai pelayanan kesehatan dan individu .
.di seluruh dunia. TelemaOka memiliki potensi untuk mengembang
kan profil k:lien termasuk defmisi biokimia kesehatan, penyakit, dan
kesejahteraan individu. Teknologi tersebut diinanfaatkan dalam
banyak aspek pelayanan kesehatan, termasuk penilaian risiko
kesehatan. Keperawatan televideo akan meluas dan pemwatan
diri akan merajalela dengan pemanfaatan teknologi. ini. Sistem
BAB 14 • Keberagaman dalam Area Praktik 389
te/~medidne di rumah juga akan meningkat penggunaannya se
bagai metode peningkatankesehatandi rumah.
• Pesatnya 411fS glopa/i!asi... Pel!l-yan;m ke~ehatan secara global akan
[Link] tantangan dan kesempatan bagi perawat pemberi
asuhan kesehatan di selunih d~ Seiring dengan kesepakatan
perdagangan bebas yang semakin nyata, kesempatan untuk per
tukaran ide dan praktisi internasional akan semakin terbuka.
Dengan dernikian, terbuka pula potensi terjadinya penyebaran
cepat penyakit menular, terorisme, dan masalah kesehatanlain yang
tidak diinginkan.. Berbagai upaya untuk mencegah penyebaran
penyakit, melindungi lingkungan,dan mengurangi kemiskinan
akan terus mepjadi tantangan dunia. Sistem. pengawasan. ke- .
seha~ masyarakat internasional akan semakin menjadi prioritas
pac4 abad menclatang. Bahk;m mungkin akan terjadi perang dunia
berikutnya. Sejauh ini, tidak' ada satu abad pun yang Iuput dari
satu perang besar. Tragedi dari perang masa depan adalah dampak
penggunaan senjata (penghancur massal dan "perang kuman")
yang dapat ditransportasi dengan mtidah ke seluruh belahan .
dun1L .
• Peningkatan keterlibatan konsumen. Peningk~tan keterlibatan kon
sumen berada dalam masa depan kesehatarl komunitas dan se
mua pelayanan kesehatan. Penyebaran informasi yang Iuas,
didukung oleh ketersediaan akses· internet, te1evisi, dan media
cetak telah menciptakan konsumen yang pintar dan tampaknya
mengetahui apa yang mereka inginkan serta menuntut pelayan
an terbaik yang tersedia. Dalam reformasi sistem pelayanan kese
hatan, kesehatan masyarakat akan membentuk kemitraan antara
komunitas dan semua hirarki pemerintahan .. Karena fokus kon
sumen yang pintar semakin menekankan pada promosi kesehat
a.'l, penurunan risiko, dan isu kualitas hidup, pera-wat kesehatan
masyarakat akan terus rnemainkan peran yang besar dalam mem
berdayakan komunitas untuk mengambil tanggung jawab dalarn
peningkatan kesehatannya. Keterampilan inti yang dibutuhkan
oleh perawat kesehatan komunitas abaci 21 adalah kemampuan
membangun koalisi, kolaborasi, dan pengembangan kemitraan.
• Manajemen hasil. Ketika masyarakat terus berge1ut dengan
tingginya biaya [Link] kesehatan~ para pembuat kebijakan
tampaknya ingin menginvestasikan sumber-sumber dalam pela
yanan kesehatan yang tampaknya clapat menciptakan hasil yang
390 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
djjnginkan dalam hal efektiVitas biaya. Perawat kesehatan komuni
tas harbs menggunakan riset evaluasi untuk menunjukkan bagai
manapengaruh upay. nier~terhadap kesehatan komUnltas._ .
. •. Tatft1i/ bdh~·-Bany.if1tMaliipn~n y:urg:Clibutuhkanoleh' ke
sehatan komunitas pacla abad 21 tidak akan dipraktikkan secara
eksklusif oleh perawat kerehatan komunitas. Walaupun perawat
kesehatan komunita.s dahuluny.i memiliki kompetensi eli beberapa
bidang berbeda, dengan menunjuk.k;:m keterampilan eklektis,
profesional kesehatan lain menggunakan keterampilan khusus ini
(contoh, spesialis kesejahteraan, 'penyuluh kesehatan, dan ahli
farmasi yang niemberikan vaksin). :Pttawat kesehatan komunttas
harUs ¢empunyai kemauan untuk .membangun keniitr~ baru
danhitbungan kolabotatif dalam sistem pembe,rian layanan dan
tetap mempertahankan tradisiny.i untuk terjun ke komunitas.
KEPERAWATAN KFSEHATAN KOMUNITAS:
, HARAPAl~ DI MASA DEPAN
Abad 21 dipenuhi dengan berbag,p kesempatan untuk keperawatan
kesehatan komunitas. O'Neil (1998) [Link] bahwa dalam
upay.i memosisikan keperawatan P<lda abad 21, pendidikan dan
praktik keperawatan harus ,memfokuskan pada dua kompetensi dasar
yang akan selal~ menjadi bagian keperawatan yaitu: pendekatan
berbasis-populasi t~rhadap pelayanan kesehatan, sertamemasukkan
perspektif psikososial dan perilaku ke dalam sist~in pemberian
layanan kesehatan. Salmon (1999) mengidentifikasi 5 nilai ke
perawatan yang telah menopang profesi keperawatan padamasa
lampau dan sangat menjanjikan untuk inaSa depan keperawatan.
'Nilai-riilai terse but meIiputi asuhan (carinf), keberaniafi, keterlibatan,
berpikir reflektif, dan tanggung jawab sosial. Seiring dengan datangny.i
abad 21, perawat kesehatan komunitas hendakny.i tidak melupakan
nilai-nilai tersebut. .
Delapan bab ke depan akan mendeskripsikan keberagaman ling
~an praktik keperawatan kesehatan komunitas. ~tiap bah ber
. tumpu pada elemen dasar praktik- meningkatkan kemitraan yang
sehat wituk menunjang kesejahteraan komunitas. Setelah Anda
mempelajari bab-bab in:i, kami mengharnpkan Anda dapat mereneana
kan, mengimplementasikan, dan meng~uasi segala upaya untuk
BAB 14 • Keberagaman dalam Area Praktik 391
meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Kami juga
mengharapkan Anda akan merasa senang dan memiliki keinginan
untuk bermitra dengan masyarakat serta mempertahankan ke
mitraan ini selama-lamanya. Hal ini demi masa de pan Anda dan
masa depan kemitraan dalam promosi kesehatan yang Anda per
juangkan.
REFERENSI
Backer, BA (1993). Lillian Wald: Connecting caring with [Link]. NIII:>illg alld Health Care,
14(3),122-129.
Centers for Disease Control and Prevention: Division of Public Health Systems
Public Health Practice Program Office. (1998). NatioNal Public Health Perfortlltlllre
Stalldards Prograll1. Available at www [Link]/dphs/nphpsp/.
Coss, C. (1989). UlliaN [Paid: A progressive actilJist. New York, NY: Feminist Press.
Institute of Medicine. (1988). The fllillre of public hea/tI}. 'Xlashington, DC: National
Academy Press .
. O'Neil, E. (1998). Nursing in the next century. In J. Coffman (Ed.), Strategies for the f"tllre
of IIl1rsillg (pp 211-224). San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Quad Council of Public Health Nursing Organizations. (1997, July). The tmallts
of pllb/.:c health !limiNg 0' the Qllad .collllci/ of Ptlblic Health Ntlrsillg Orgalliza/ion.>.
Draft white paper, unpublished.
Salmon, M. (1999). Thoughts on nursing: Where it has been and [Link] it is going.
Nllrsillg alld Health Care Perspectives, 20(1), 2(}'25.
United States Department of Public Health Service [USDPHS]. (1994). P"blic /mJith
in Al.'mica. Available at [Link]/phfunctions/[Link].
World Health Organization. (1978, September). Repolt of tbe IIi/ema/ioNal COIi/erence 011
Prill1a1Y Health Care, held in Alma Au, USSR. Geneva, Switzerland: Anthor.
Charles Kemp
BAB
PENINGKATAN KEMITRAAN
YANG SEHAT DENGAN
PENGUNGSI DAN IMIGRAN 15
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda d'iharapkan m~mpu:
. • Membedakan antara istilah pengungsi dan imigran.
• • Mendiskusikan fase kesehatan dan penyesuaianhya untuk para pe·
ngungsi dan imigran. .
. • Menguraikan strategi promosi kesehatan yang berfokus pada individu .
keluarga dan komunitas.
PENDAHULUAN
Amerika Serikat mengalami gelombang terbesar imigrasi sejak awal
1900an, yang dimulai pada tahun 1970an dan terus berlanjut sam
pai sekarang. Pengungsi datang dari Asia Tenggara,·Eropa Timur,
Afrika dan Timur Tengah; dan para imigran (baik, legal ataupun
ilegal) juga telah berdatangan dari seluruh duhia, terutama
Amerika Latin. Walaupun sebagian pengungsi dan imigran tidak
berada dalam populasi dengan risiko spesifik terhadap kesehatan,
tetapi kebanyakan mereka memiliki risiko sangat tinggi untuk
mengalami masalah kesehatan disemua aspek kehidupan. Agar da
pat memahami kelompok masyarakat ini, ada baiknya jika kita
mengerti perbedaan antara pengungsi dan imigran.
~ PClzgmzgsi didefinisikan sebagai individu yang keluar dari negara
mereka dan tidak mau atau tidak mampu kembali ke negaranya
karena adanya penganiayaan atau mengalami ketakutan terhadap
penganiayaan yang didasarkan pada ras, agama, kebangsaan, bagian
dari kelompok sosial tertentu, atau opini politis (Rasbridge,
1998). .
• .Imigran adalah individu yang meninggalkan kampung halaman
mereka untuk mencari keuntungan sosial atau ekonomi, dan mereka
cenderung didorong untuk migrasi ke tempat baru atas keinginan
392
BAB 15 • Peningkatan Kemitraan Sehatdengan Pengungsi dan Imigran 393
nya sendiri atau tuntutan kebutuhan, hal ini bertolak belakang
-: .deng~ pengungsi yang dipaksa keluar dan tempat asal mereka.
. .
. -"::-:~: c~ ' .. ~Pembaca harus memaharni-bahwaperbedaan antara pengungsi
dim irnigran mungkin tidak sejelas defmisi yang ditarnpilkan di atas.
Bagi sebagian irnigran, keuntungan sosial dan ekonorni secara harfiah
mungkin rnengandung arti bertahan hidup, sedangkan bagi sebagi
an Jainnya, keuntungan yang didapat mungkin berupa gelar pendi
dikan atau pekerjaan dengan irnbalan yang lebih tinggi. Agar sejalan
dengan riljuan bab ini, fokus pembahasan akan ditekankan pada
komunitas pengungsi dan irnigran yang berisiko lebih tlnggi meng
a1ami masalahkesehatanakut._dan krorus dibandingkan populasi
urnurn (yaitu, meieka yang hidup da1irn kemiskinan, rnerniliki pen
didikan yang rendah, dan menunjukkan karaktenstik lain se
bagai populasi berisiko). ,
Seperti dijelaskan di bawah ini, pengungsi dan, untuk sebagian
besar, irnigran menjalani serangkaian fase yang relatif dapat di
perkirakan dalarn kaitannya dengan kesehatan dan penyesuaian
(Kemp, 1998; Rasbridge, 1998):
• Fase akut dimulai sejak kedatangan para pengungsilirnigran di
tempat .baru· Penyakit menular (seperti tubefkulosis, infeksi pa
rasit, dan hepatitis B) adalah hal-hal yang mendapat perhatian
khusus dan petugas kesehatan. Para pendatang baru sendiri
mungkin akan lebih rnengeluhkan masalah kesehatan sirnptomacik
krorus yang mereka alarni. Masalah kesehatan mental adalah hal
yang jarang tendentiftkasi baik oleh peridatang baru rnaupun
petugas kesehatan. .
• F'ase transisi ditandai dengan munculnya rnasalah kronis sekunder
atau terse-mbunyi setelah masalah kesehatan a-wal dan lebih akut
teratasi. Diabetes, hipertensi, dan goiter adalah contoh masalah
kesehatansekunder menurut banyakpengungsi dan irnigran.
Selain itu, muncul masalah kesehatan mental, khususnya stres
kronik pascatraurna (chronicposttraumatic stress disorder, PTSD) dan
depresi.
• Fase kronik adalah hasil negatif dari pengalaman pengungsi dan
irnigran. Sekuel jangka panjang dari hipertensi, diabetes atau
. penyakit kronik lain mulai muncul seiring dengan morbiditas dan
rnortalitas. Pendenta gangguan mental yangtidak tertangani akan
394 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
eenderung mengalami pengasingan individual atau bahkan· se- .
earn komunitas (di suatu area yang standar hidupnya tidak la
yak). Mereka sering kali adalah alkoholik' atau penyalahguna
.. [Link]' strUktur dan perm keluargayang ditandai oleh
per~ kekerasan pada kel~ dan keterlibatan anak muda
dalam geng merupakan kondisi yang lazim.
• Fase resolusi adalah hasi! positif dati pengalaman pengungsi dan
imigan.. Ketika muncul resolusi, individu dan keluarga dapat
mengakses pelayanan kesehatan dan sumber-sumber esensiallain.
Kebutuhan fisik, sosial, pendidikan, mental, dan spiritualterpenuhi
dalamJmgkat~g [Link] dengankelompok lain di dalam
,masyarakat. ,Hal ini-adalah karakteristik peiiting hidup bahagia;
harapan realistik terhadap masa depan.
Karena tahapan teoretis atau umum berlaku bagi individu, ke
luarga atau masyarakat, ada banyak pengecualian atau penyimpangan
dati apa yang telah disajikan. Bagaimanapun, fase ini [Link].
strukturuntuk mulai inemahami pengungsi dan imigran beserta kebu
tuhan kesehatan mereka.
S1RATEGI'PROMOSI KESEHATAN: "ASUHAN
KOMUNITAS"
"Asuhan Komunitas" berakar dati klinik keperawatan kesehatan
. komunitas ketikastaf pengajar dan mahasiswa bekerjauntuk pengungsi
Kamboja dalam lingktingan [Link] besar. Sebelum memulai
proyek kesehatan, para mahasiswa membaca "A Callfor Transforma
tion" yang merupakan artikel boom dati Elizabeth Anderson (1991).
Artikelterse'but membahas model kesehatan distrik yang digunakan
untuk seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat dalam komurutas.
Tampalmya sangattepat bagi kita untuk berhentisejenak, membaca,
dan mendiskusikcUi artikelyangsingkat, tetapi sangat bermanfaat ini.
Bagaimana penerapan artikel tersebut ke dalam komurutas AneW
pekerjaan Anda? sekolah AneW atau reneana pengalaman klinis
AneW
Sebagai bagian dari "Asuhan Komunitas", staf pengajar dan
mahasiswamempunyai tanggungjawab untukmemberikan pelayanan
. kesehatan kepada masyarakat dengan latar belakang budaya yang
BAB 15 • Peningkatan Kemitraan Sehat dengan Pengungsi dan Imigran 395
beragam (terutama pengungSi Asia dan Hispanik), serta betpenghasil
anrendahdengan masalahlkebutuhan yang signifikan. Daripada
11Jemtilai proses"pengkajim~/forma1 yang panjarig,lebih baik staf
.pengajar dan rpahasiswa dapat Plemulai proses asuhan. pada satu
blok komunitas untuk membantu anggota komunitas mendapatkan
pelayanan kesehatan dan sosial. Mahasiswa mendatangi masyarakat
dari satu pintu ke pintu lain, dan setiap kali mahasiswa menemui
individu yang kesehatan atau kebutuhan terkait tidak terpenuhi,
mereka akan [Link] proses, dan bekerja sarna dengan indi
vidu atau keluarga memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Hampir seluruh kasus ditindaklanjuti oleh mahasiswa. ','
Dengan memhantu masyarakat yang memiliki-masatah yang me
reka rasa sang at mengganggu, mahasiswa akan mampu' mengem
bangkan hubUIigan profesional dan saling percaya dengan komu
nitas; mengidentifikasi kebutullan dan masalah pada semua tingkat
asuhanlpencegahan/promosi; serta mengembangkan pemahaman
yang berarti terhadap ketersediaan layman komunitas yang tersedia.
Secara bertahap, melalui pengkajian komunitas berbasis-Iayanan
yang dinamis dan berkelanjutan ini, program dapat mduas secara
geograflS,mulai dari satu biok sampai lebih dari 30 bIok, serta dalarn
kaitannya dengan layanan luas terhadap individu,. keluarga, dan'
komunitas seperti dijabarkan berikut ini. Akhirnya, konsep kesehatan
distrik dapat direalisasikan. ,
Kesehatan distrik mengacu kepada kebutuhan individu, ke1uarga,
dan komunitas serta mencakup asuhan berorientasi-individu dan ke
luarga seperci program outreach, pelayanan primer, manajemen kasus,
dan pelayanan kesehatan di rumah; juga asuhan berorientasi
komunitas seperti pengkajian komunitas, pencegahan penyakit, dan
promosi kesehatan. Kolaborasi dengan sejumlah besar penyedia
layanan dan dengan profesional berbagai disiplin ilmu adalah hal
yang sangat dibutuhkan.
Selain mahasiswa keperawatan (dari 2 universitas), layanan pro
mosi kesehatan diberikan oleh mahasis-wa tingkat akhir, pekerja .
kesehatan masyarakat, petugas promosi kesehatan nonprofesional,
sukarelawan, dsb. Pelayanan secara luas dapat diklasifIkasikan Sr.!
bagai (1) pelayanan berorientasi-individudan'keluarga (2) pelayanan
berorientasi-komunitas. Perbedaan antara kedua jenis pelayanan ini
akan dije1askan berikutini.
396 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
PELAYANAN BERORIENTASI-INDIVIDU DAN
KELUARGA _,_
-, - ... ~~.,l~~.:~.-±".:-,,:~::,-~-:.-.-,::_:.~--.p, __, __ ..... _ _ - ___ .
Pelayanan berorientasi-inelividu dan keluatga me1iputi program
outreach, pelayanan primer, manajemen kasus, dan pelayanan kese
hatan eli rwnah (home health care). Pelayanan initerutama difokuskan
pada asuhan indlvidu yang sakit dan sebagai alat untuk menggerak
kan program ke arah pencega1)an penyakit dan promosi kesehatan.
Sebagai contoh, program outreach elifokuskan pada inelividu dan
keluarg~ tetapi tanpa kontak personal seperti ini, skrining kesehatan
tidak akan dapat menjangkau- masyaraka~ y~g paling terpencil eli -
suatukomunitas. --
Program Outreach
Sebagalmana telah disinggung 'eli atas, program outreach diimple
mentasikan dari pintu ke pintu eli beberapa apartemen di sebuah
distrik. Walaupun mahasiswa membawa selebaran mengenai program
dalam bahasa Spanyol, Inggris, Vietnam, Kamboja, dan Laos, mer~~
jarang meninggalkan selebaran tersebu~ eli bawah pintu. Tetap~ para
mahasiswa mengetuk pintu rumah dan apabila ada sese orang ill
rumah, mereka akan menanyakan masalah kesehatan dan meme
riksa tekanan darall, catatan vaksinasi, medikasi, dan mengidentifi
kasi bermacam-macam isu yang muncul selama ktinjungan. Selalu,
jika memungkinkan, para mahasiswa akan berhenti sejenak untuk
memecahkan masalah di mana pun mereka berada.
Bahasa adalah persoalan yang dihadapi program outreach dan juga
komponen program lain. Bahasa utama yang sering digunakan dalam
distrik ini (berdasarkan urutan)- adalah Spanyol, Inggris, Viet..'lam,
Kamboja, dan Laos. Setiap orang yang tedibat dalam proyek ini sering
kali menyadari bahwa terdapatjurang dalam komunikasi! Walaupun
terdapat caseworker/penerjemah bahasa yang bekerja eli program ini
dengan kemampuan berbahasa Spanyol, Vietnam, Kamboja, dan
Laos, harap diingat bahwa jika pelayanan tertunda karena kita
menunggu jasa penerjemah, beribu kesempatan untuk memberikan
pe1ayanan kepada komunitas mungkin akan terlewatkan.
Pelayanan Primer dan Manajemen Kasus
Ketika berhadapan dengan inelividu yang memiliki masalah kese
hatan ataumasalah terkait lainnya, mahasiswa keperawatan atau
BAB 15 • Peningkatan Kemitraan Sehat dengan Pengungsi dan Imigran 397
individu lain yang terlibat dalam program akan membantu klien
menemukan sumber yang tepat, membantu klien dalam mengakses
layanan, menindaklanjuti man yang diberikan l.U1tuk meyakin-:
kan pemahaman klien"terbadap tempi dan medikasi, dan akhirnya,
melakukan asuhan lanjutan untuk menentukan keefektifan terapi
dan munculnya masa1ah harp. Masalah individu yang sering ditemui
di komunitas adalah klien mengalami kesulitan untuk menclapat
kan dan memahami:
• Pelayanan primer untuk hipertensi, infeksi, dan masalah lain yang
serupa " "
.Pelayanan prenatal dan keluarga berencana
• Pelayanan khusus untuk kanker, diabetes, dan p~nyakit kronis
lain
• Pelayanan preventif, seperti. imunisasi anak; atau deteksi dini
penyakit
Banyak masalah kesehatan dan sosial ditangani di k:linik yang di
jalankan" oleh mahasiswa dalam komunitas. Klinik ini beracla di
gedung polisi bagian depan yang menghaclap ke jalan dengan program"
kesehatan gerejayang menyediakan layanan dokter spesialis penyakit
dalam pacla Selasa pagi ~ county hopi/a! community-orientedprimary care
clinic (COPe) yang menyediakan pelayanan dokter spesialis anak
pada Jumat pagi. Pelayanan klinik mencakup pelayanan medis,
penyuluhan, vaksinasi, skrining pengungsi, kerja sosial, -tes kehamilan
.dankonseling, serta layanan sukarelawan. Program terse but men
clapat penghargaan karena pada kenyataannya, pelayanan medis di
masukkan ke dalam programpendidikan keperawatan, bukan
fi!nomena yang lebih sering terjadi bahwa program pendidikan
keperawatan menjadi bagian dan pelayman medis.
Apabila pasien membutuhkan pera'Watan yang tidak dapat diberi
kan klinik, mahasiswa clapat membantu klien untuk mendapatkan
" [Link] yang dibutuhkan. Mahasiswa sering kali menemani pasien
untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan serta memberikan
advokasi yang esensial danlatau layman penyuluhan. Pada semua
kasus, tujuan pera'Watannya adalah meningkatkan kemandirian pasien
sehingga pacla akhirnya, pasien akan terdaftar pada penyedia layman
seperti COPC, mengetahui bagaimana membuat janji pertemuan
dengan penyedia layanan, dan dapat mengenali tuntutan untuk
mencari pelayanan kesehatan. Tujuan ini tidak selalu dapat diraih.
398 BAGIAN,III. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Pasien yang berbahasa non-Inggris atau Span}{>l tetap sulit untuk
mengakses pelayanan, dan kecenderungan terbaru dalam pelayanan
kesehatan telahmenyebabkanA;Uil~ pendokumentasian yang
sering kali tidak mungkin ~'okh' [Link] k1ien, dan bah
kan penyedia layarumkesehatan di masyanlkat. ,
Pelayanan Kesehatan di Rumah
Pelayanan kesehatan di rumah diberikan, secara mandiri atau be-
kerjasama dengan lembaga penyerua layanan kesehatan di rumah.
LeI;11baga tersebut telah meyakini bahwa dengan kerjasama ini,
, pelayanan' yangdiberikan;:dtan melebihi dari, yang diperkirakan
melalui sumber pendanaan. Beberapa staf perawatan di rumah dan
staf hospice menjadwalkan,kunjungan ketika mahasisWa tidak bet-ada
di tempat ,sehingga beban biaya pelayanan menjadi dua kali lipat
melalui pelayanan kooperatif. Namun, pada kondisi lain, tidak ter"'
dapat biaya yang dibebankan sehingga staf pengajar dan mahasiswa
mengambil tanggung jawab yang bermakna ,untuk memberikail
layanan kepada pasien.
Sebagai contoh, ketika para mahasiswa sedang menjalankan
'program outreach dari pintu ke pintu, mereka menemukan Ny. C, 58 '
tahun, seorang wanita Kamboja yaJ;lg menderita kanker serviks tak
terdeteksi. Ia memiliki seorang anak laki-Iaki berusia Il'tahun yang
menderita sindrom Do"WI1, seorang anak perempuan berusia 13
tahun yang banyak merawatNy. C, dan seoran:g anak laki-Iakiberusia
15 tahun yang masuk penjara ketika Ny. C berada dalam perawatan.
, Mahasiswa dan staf pengajar menolong agar kanker Ny. C dapat
terdiagnosis, dan juga berperan penting dalam membawa klien men
jalani dua program terapi (bedah dan radias~, serta mengambil alih
tanggung jawab untuk inemberikan pera-watan eli rUmah kepada Ny.
Csetelah krisis yang terkait dengan [Link] yang sang at berat
akibat penyakit dan terapi (septikemia, strck.e, kejang, obsttuksi
usus, malnutrisi, dan dehidrast). Selama 2 tahun, Ny. C menerima
setidaknya 3 kali kunjungan nimah setiap mirigg-unya. Ny. C
menyetujui untuk menjalani perawatan hospice sekitar 2 bulan se
belum wafat. Salah seorang staf pengajar mendarnpingi Ny. C ketika ia
wafat di rumahnya.
Asuhan dilakukan secara berkesinambungan antarmahasiswa da- ,
lam setiap semester. Pada musim panas, klinik dioperasikan oleh
sukarelawan, fakultas, staf kesehatan gereja dan, staf COPC.
BAB 15 • PeningkatanKemitraan Sehat dengan Pengungsi dan Imigran 399
PELAYANANBERORIENTASI-KOMUNITAS
Pelayanan komunitas yang sedang, berlangsung saat ini adalah
peiigkajian komunitas, '¥nunisasi, pelayanan ~esehatanwanita,'
kesehatan gereja, dan pengembangan komunitas. Ini bukan proyek
sesaat! Proyek ini adalah aktivitas asuhan komunitas berkelanjutan
yang seiring waktu, di~rtai dengan p~ngulangall dan penguatan,
akan mengubah kehidupan., Masing-masing aspek dari pelayanan ko
munttas tersebut disimpulkan di bawah ini.
Pengkajian Komunitas
P~ngkajiaD. komtirllt~adalah dasar dari pelayanan. Dengan kata
lain, komurutas (masalah, kebutUhan, kekuatan, dan sumber) dika
ji terutama melalui proses pemberian layanan. Data biostatistik
juga diguriakan, tetapi dalam ~ingkat yang lebih rendah diban
dingkan dengan pengalaman langsung di komunitas.
Buku ini dan bukti-buku lain te1ah membahas secara luas komunitas
berisiko. Sebagai contoh, diketahui secara umu.."ll bahwa wanita Asia
kunmg memanfaatkan skrining kanker. Lalu, apakah etis jika kita me
luangkan waktu untuk [Link] tingkatan wanita Asia mana
dalam komunitas yang memanfaatkan atan tida]{ memahfaat:kaO
sk..rining kanker? Atan, apakah komunitas lebih baik dilayani terlebih
dahulu dengan pengembangan prograni skrining kanker, dan me
lalui proses skrining tersebut, ditentukan tingkat pemanfaatan
skrining? Jawabannya jelas. !
Imunisasi
Selama menjalankan program outreach di komunitas, mahasiswa juga
mengkaji status imunisasi dari Setiap anak yang dikunjungi. Imunisasi
disediakan gratis setiap Rabu oleh staf dari sebuah mobil van milik
sekolah keperawatan yang berpartisipasi dalam program dan juga
tersedia setiap Jumat di klinik pediatrik oleh staf d¥i cope atau
departemen kesehatan daerah. Imunisasi influenza untuk orang
dewasa ~an oleh COPC dan departemen kesehatan daerah di
klinik yang ada di komunitas dan di pameran kesehatan yang di
selenggarakan di musim gugw:.
Kesehatan Wanita
, Selain program outnach yang telah dijelaskan tadi dan asistensi dalam
program keluarga ~encana dan asuhan prenatal, mahasiswa pada
400 BAGIAN 11/ • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
setiap semester merencanakan dan mengimplementasikan· kegiatan
skrining kanker dengan menyiapkan satu unit mamogramport;[Link]
eli rua!1:gan depan gedun.g ,lX>lisi danw,anita [Link] belWB..,
pemah diperiksa derigan mamagram aIcin mendapatkan peIayanan iill .
secara gratis. Selama pemeriksaan ini, m'ahasiswa juga mengajarkan
pemeriksaan payudara mandiri pada setiap wanita, dan melakukan
skrining kepada semtia partisipan (dan siapa pun yang datang) yang
mengalami masalah kesehatan lain (sebagai contoh, diabetes, hi
pertensi, kanker kolon, HIV) serta·melakukan tindak 1a..."1jut pera
watan terhadap selw:uh masalah. Mahasiswa bertanggung jawab
dalam semlia. aspek skrining, kecuali dalampengoperasian unit
mam,9gr.p;n dan pengujian HN.. .
Berlkut illi adalah persentase etnik dari240waruta yang men
jalani skrining dan data yang tersaji diambil dari delapan kali
kegiatan mamogram: Amerika-Mrika 10%; kulit putih non-His
panik 5,5%; Hispanik 0%; Kamboja 21%; Laos 14%, penduduk
asH Amerika kurang dari 1%, dan Vietnam 23%.
Sebuah contoh bagaimana skrining membantu [Link]
kebutuhan kesehatan keluarga yang lain dilukiskan dalam cerita
. Saratll berikut. Sarath adalah perempuan berkebangsaan Kamboja
berusia 15 tahun yang berada dalam hubungan penuh penganiayaan
yang membahayakan dirinya dengan seorang pria yang lebih tua.
Setelah awalnya penanganan awaI kasus ini menemui kegagalan,
akhirnya mahasiswa, polisi, dan lembaga kesejahteraan anak berhasil
membantu Sarath untuk kembali kepada ibunya'di California.
Pertama kali mahasiswa berhubungan dengan Sarath yaitu ket..ika
Sarath membantu menerjeroahkan bahasa untuk seorang wanita tua
pada satu kegiatan mamogram.
Sukarelawan Gereja dan Nonprofesional
Satu sumber teridentifikasi yang belum dimanfaatkan pada komunitas
ini adalah gereja. Dilandasi oleh pengkajian komunitas, mahasiswa
menghubungi seorang anggota kependetaan dm ia akhirnya berseelia
untuk bekerjasama dengan mahasiswa 1 hari setiap minggunya dalam
suatu usaha kecil kesehatan g~reja. Usaha illi dengan cepat meng
hubungkan mereka dengan kelompok relawan wanita Hispanik (Ire
banyakan orang Mexico) yang bemama "CoMadres", pada salah satu
sekolah dasar di komunitas. Bersama CoMadres, mahasiswa. me
ngembangkan sebuah kurikulum untuk petugas promosi kesehatan
BAB 15 • Peningkatan Kemitraan Sehat dengan Pengungsi dan Imigran 401
nonprofesional dan memberikan pelatihan kepada CoMadres. Kuriku
Iron irti, dapat dilihat di [Link]
, ·weli;[Link]:i:-Mah;lSiswa bekerja .rungguan dengan CoMadres dan
mengadakan satu pameran kesehatan yang sifatnya kerj~ama. di
sekolah CoMadres.
Kerjasama mahasiswa dengan CoMadres dan anggota kepende
taan telah menciptakan suatu hubungan yang erat dengan pro
gramkesehatan gereja' yang telah dibahas sebelumnya. Program
Asuhan Komunitas menjadi bagian integral dalam usaha kesehatan
gereja, dan staf pengajar dari dua sekolah keperawatan yang terti
bat adalah salah satiiperawatgerejapertama: Sebagaimana' telah
disinggung sebelumnya, program kesehatan gereja inenyediakan
layanan dokter spesialis penyakit dalam di klinik pada hari Kamis
dan layanan petugas promosi kesehatan nonprofesional di klinik dan
di komunitas pada hariKamis dan Jumat.
Pengembangan Komunitas
Dalam semua aspek aktivitas di komuniias, baik sebagai individu
atau sebagai bagian dari asuhan komunitas, mahasiswa memper
kokoh dan memperkuat kemampuan koomnitas untuk tumbuh dan
.memberikan asuhan padadiri mereka masing-masing. Banyak rujukan
yang dibutuhkan individu berasal dari individu lain yang pernah
bekerja sarna dengan mahasiswa pada masa lalu dan yang telah
mempelajari upay.t kesehatan dasar dari mahasisvva. Terjadi peningkatati
jumlahke1ompoksukarelawan dan tumbuh suatu jaringan kerja kuat
ymg terdiri at~ illdividu yang peduli terhadap masalah ini dan
mereka mendapat bantuan dan persiapan dari mahasiswa untuk
mencapai dan memberikan bantuan secara lebih efektif kepada
liitgkunganltetangga mereka. Daripada bergantung semata-mata
pada caseworker/jasa penerjemah, keluarga, tetangga, dan ternan
sering kali membantudalam menerjemahkan bahasa, sarana trans
portasi, dan pelayanan lain. Ke1ompok yang ada di komunitas
semaksimal mungkin diberdayakan untuk membantu dan mem
promosikan kesehatan.
Suatu prognun baru-baru ini berkembang pesat melebihi fasilitas,
kepolisian dan mahasiswa menyebutnya "home basI'. Sebuah gereja
Vietnam kecil yang terletak di pusat komunitas telah menawarkan
bagian dari fasilitasny.t untuk klinik. Masyarakat dari komunitas
terkait dan juga dari gereja di luar komunitas mengerahkan tenaga
402 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
nya yang takterhitung dalammelakukan pembersihan,· perubahan
bentuk, "pengecetan, dan pekerjaan lain untuk mempersiapkan
ill·
.£astas:· "
Tantangan dan Permasalahan "
Tindak lanjut dan evaluasi adalah tantangan yang konstan. Melalui
aliansi dengan program kesehatan gereja, program terse but rllamPU
menelusuri "rawat inap"yang dapat "dicegah" (diabetes, asma, dsb.)
ke area rumah sakit dari kode pos distrik. Data yang ada memang
meyakinkan, tetapi penyebab dan akibat langsung sulit diidentifikasi.
c Kepatuha,n ~~hadap_ terapi [Link] promosi kesehatan selalu men
jadi sebuahisu. Tmdak lanjut terhadip pasien hipertensi, diabetes, dan
diagnosis laiti -sering ka1i mendahulw tindak ianjut kepatuhan ter
hadap upaya prdmosi kesehatan seperti pemeriksaan payudara
mandiri yang dilakukan setelah'skrining kanker payudara. Upaya
memanfaatkan tenaga mahasiswa lain untuk mengidentifikasi
spektrumtotal dari perilaku sehat sedang [Link].
" .
RINGKASAN
Program ini dirancang dan telah dikembanglcin untuk satu tujuan
spesifik da1am memenuhi tuntutan akan pelayanan kesehatan dan
masalah yang ada di komunitas masih belum dapat dipenuhi dan
diatasi secara bermakn;t, meSkipun keberadaan bebetapa penyedia
pelayanan kesehatan dan sosial relatif dekat." Progrnm diarahkan dan
dibedakan berdasarkan padakebutuhan manusia. Oengan memenuhi
kebutuhan dan priontas komunitas, mahasiswa dan mitranya akan
mampu secara bertahap memperkenalkan: pelayanan yang diarahkan
.pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit serta deteksi dini.
Meskipun mahasiswa yang masuk ke dalamsisteni pelayanan ke
sehatan bertindak sebagai mahasiswa (pekerjaan mungkin akan
dilakukan terlepas dari ada atau tidaknya mahasiswa), namun mereka
dapat memberikan pelayanan yang mungkin tiM tersedia untuk
klien.
BA8 15 • Peningkatall Kemitraan Sehat dengan Pengungsi dan Imigran 403
REFERENSI
Anderson, E.T. (1991). A call for transformation. P"bli" [-]ealth Nunillg, 8(1), 1.
Kemp, c.E. (1998). Mental health issues among refugees. In C.E. Kemp & LA. Rasbridge
(Eds.), lZejllger health & ill/llligrallt poplliatiolls. Online at [Link]/
- Charles_Kemp/refugee_ [Link].
Rasbridge, L.A. (1998). Imwduction: Background on refugees. In C.E. Kemp &
L.A. Rasbridge (Eds.), Rejllgee heg!lh & illlll/ignllll pop"laljolls. Online at
[Link]/-Charles_Kemp/refugee_health.htm.
Nina Fredland
BAB
PENINGKATAN
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN SEKOLAH 16
. TUjllAN
. Sete!ah mempeiajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Merancang program yang spesifik [Link] khusus sekolah pada .
tingkatpencegahan primer, sekunder, dan tersier.
, • Mengimplementasikan program yang mengajarkan perilaku sehat kepa
. da anak usia sekolah, orang tua, dan personel sekolah ...
• Melibatkan wargakomunitasgeografikdi sekitarsekolah dalam peren-·
canaan program.
• Memanfaatkan sumber-sumber spesifik yang ada di komunitas untuk
anak usia sekolah .dan orang tuanya. .
PENDAHULUAN
Kebanyakan penyedia layanan kesehatan akan sepakat bahwa tujuan
utama pelayanan kesehatan pada abad 21 ini adalah menciptakan
negara dengan tingkat kesejahteraan anak yang optimal sehingga
anak berurnur panjang, bahagia, dan produktif. Bagaimana kita
sebagai seorang perawat mencapai tujuan ini? Bab ini berfokus pada
strategi dan kernitraan dalam lingkungan komul1itas sekolah. Perawat
sekolah atau perawatkesehatan komunitas, hergantung pada komunitas
setempat, idealnya ada untuk memberikan pelayanan kesehatan
kepada anak usia sekolah. Perawat yang memi1iki keahlian lebih
dalam bidang kesehatan anak, seperti praktisi perawat anak dan
praktisi perawat keluarga, juga dipersiapkan untuk memulai ke
mitraan dengan sekolah. Suatu model ideal adalah model yang
menggambarkan adanya kolaborasi antara perawat sekolah atau
perawat kesehatan komunitas dan perawat praktisi lanjutan. Dalam
hal ini, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemeliharaan
kesehatan adalah komponen penting yang termasuk dalam pem
herian pelayanan kesehatan. Anak usia sekolah adalah sekelompok
404
BAB 16 • Peningkatan Kemitraan yangSehatdengan Sekolah 405
audiens yang mau takmau harus mendengarkan, dan orang tua
mereka terhubung erat dengan komunitas sekolah. Oleh karena itu,
.. ko1Ilunitas sekolah adalah suatu puSat ideal untuk aktivitas prortl~i
kesehatan seluruh keluarga.
Kesehatan anak telah menjadi fokus perhatian untuk beberapa
[Link] ini. Hasil observasi informal yang dilakukan pacla beberapa
sekolah telah mencatat [Link] persentase anak yang memiliki
kelebihan berat badan, anak yang mudah lelah ketika bermaindi
halaman sekolah, serta anak yang mengonsumsi kudapan yang tidak
bernutrisi. Tentu saja, anak-anak ini berada dalam kerugian. Kesehatan
rnereka terganggu. Satu-satunya'cara adalah harusdi1lkukal1 0 bservasi
mOdel pei'an orang dewasa untuk memahami mengapa anak membuat
pilihan yang tidak sehat. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan
kesehatan ,harus komprehensif dan melibatkan anak-anak dan
semua kelompok individu yang terlibat dalam perawatan dan
pengawasan anak. Komunitas sekolah meliputi:
• Anak usia sekolah ~ remaja
• Q-ang tua dan wall
• Personel sekolah (staf pengajar, staf sekolah, dan administrasi)
• Warga di sekitar sekolah, perusahaan, dan lembaga penyedia
layanan
Selain upaya promosi kesehatan optimal dm pencegahan penyakit
melalui ~ndidikan terhadap semua anggoti komunitas sekolah,
program kesehatan sekolah harus secara jelas mengidentifikasi dan
menangani masalah kesehatan yang ada. Oleh karena itu, program
kesehatan sekolah yang komprehensif harus memfokuskan diri pada
pemberian layanan kesehatan berdasarkan undang-undang negara
dan sistem masing-masing sekolah serta pendidikan kesehatan. Selain
im, isu lingkungan internal maupun eksternal adalah area kritis
untuk pengkajian dan intervensi bagi perawat sekolah.
PEMBERIAN LAYANAN KESEHATAN UN1UK
PROMOSI KESEHATAN
Setiap negara mengatur kebutuhan tertentu untuk memelihara ke
sehatan anak usia sekolah. Program untuk penglihatan, pendengaran,
dan skrining spinal adalah hal yang dibutuhkan. Pengukuran berat
badan, tinggi badan, dan tekanan darah juga merupakan bagian dari
406 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
pelayanan kesehatan ini. Skrining [Link]~ gigi, dan perkembangan
mungkin juga dibutuhkan di lingkungan sekolah._Untuk .mengetahui
merigenai apa saja yang dibutuhl,{andi 4a~r~'" Anda,huhungi
·departemen kesehatan seten1pat BerikUt iniadalali [Link]·program
yang umwnnya dibutuhkari didaerah. ' .
Penglihatan: Skt:ining [Link] pada semna murid ~ dal~~ 120 hari
setelah pendaftaran. Skrining juga dilakukan pada bu1<in Mei setiap
taboo ajilran terhadap muriel TK, muriel tingkat 1,}, 5, 7dan'9.
Pendengaran: Skrining dilakukan pada semua"murid baru <4Uam 120 hari
setelah pendaft~ Skrining dllakukaD. pada bolari Mdsetiap tabun
:lj~ terhadap murid TK, murieltingkat·1, 3, 5, 7 dan 9~'·· <:'
Spinal' Skrining dilakUkan pacIa semua Ihurid titigkat 6 d·~~9;..
Sertiflkasidibutuhkanuntuk melakukan skriningpenglihatan dan
pendengaran. Sertiftkasi pelatihan tersedia di departemen kesehatan
pusat atau daerah yang telah diserahi kewenangan dalammemberi
kan sertiftkasi. Untuk mengetahlli cara [Link] sertifIkasi
pelatihan, hubungi departemen kesehatan setempatSertifikasi
. perawat terdaftar biasanya tidak dibutuhkan untuk.' nielakukan
skrining spinal, sedangkan personel tambahan atau. asisten suka
relaw.m dituntut untuk terlibat dalam program pendidikan yang
telah disetu']Ui. Oleh karena ito, penting untuk mengajarkanmahasisw-a
keperawatan prosedur yang cermat dalam mengkaji'deformitas
spinal sebagai bagian dari kurikulum pengkajian keseh~tan mereka.
. Irnunisasi· terbaru diwajibkan oleh undang-undang;daerah se
tempatdan harus tercatat sebelum atau pada hari pert~ sekolah.
Su~tu distriksekolah dapat memberlakukan kelonggaran waktu
dalam periode yang singkat, biasanya. 30 hari. Persyaratan imunisasi
haruS benar-benar didukur,.g oleh administrasi sekolah~ Setiap cIae'rah
telah menyu,sun standar imunisasi. Suatu distrik sekolah dapat
meningkatkan persyaratanimunisasi, tetapi harus tetap memasukkan"
standar minimum. Sebagai contoh, skrining tuberkulosis tintuk anak
usia sekolah mungkin tiM diharuskan oleh undang-undangdaerah,
tetapi distrik sekolah dapat menetapkap. standar yang lebih tinggi.
sehingga memungkinkan murid baru mendapatkan skriniiig tes kulit
untuk tuberkulosis cWam 1 tahun dari pendaftaran awa[pi samping
ito, distrik sekolah dapat mew-ajibkan pers~nel sekolah .untuk men
jalani tes .dua tahun sekali. Center for Disease Control tlJtd Prevention
(CDC) adalah sumber terbaik daIapl merekomendasikan jadwal
BAB 16 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah, 407
imunisasi untuk'anak·anak dan orang dewasa. 'Web site CDC adalah
" ," Pttp.:!/WWW·[Link]~ Inisaa1!I~ bagi Anda. untuk memb~ din
~~~':::--:deIigm~bsit8tersebutdan jachvalimurtisasi terbaruyang [Link]- ,
kan untuk anak usia sekolah. '
, Selain prognun skrining massal, perawat sekolah mengidenciflkasi
dan memantau masalah kesehatan yang ada, baik akut maupun
kronik,seperti infeksi pernapasan umumdan asma. Perawat sekolah
adalah agens rujukan dan manager kasus serta seorang pendidik
sesuai kompetensinya. .
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK PROMOSI
KESEHATAN
Isu-isu besar yang dialami anak-anak Amerika dapat dirna.,"Ukkm ke
dalam beberapa kategori seper'ti masalah nutrisi; [Link] inter
personal; penyalahgunaan zat; isu kesehatan mental; keamanan;
seksualitas; daIi. hal-hal yang berbahaya. di lingkungan seperti timbal,
abses, dan polusi udara. Strategi promosi kesehatan harus berfokus
pada area-area penting tersebut. Beberapa topik yang dapat Anda
pilih untuk programpendidikan kesehatan akan diuraikan. Ada
beberapa topik yang lebih tepat diberikan kepada anak-anak, orang
tua atau guru. Sambil Anela memikirkan topiknya, pertimbangkan
kelompok audiens yang menjadi target Anda. Sebagai contoh,
pilihan makanan sehat mungkin dapat disajikan melalui resep muc4h
bagi anak-anak da1am membuat makanan. Terdapat banyak buku
masak yang ditulis untuk anak~anak. Buku resep favorit saya. adalah
Children's Help Your Heart Cookbook yang diterbitkart oleh Asosiasi '
Jantung Amerika (American Heart Association).' Gangguan makan
adalah topik yang lebih tepat untuk sesi orang tua. Daftar pendidikan
'kesehatan ini cidak lengkap. Daftar ini disusun untuk membantu
Anda meningkatkan ide. Kenalilah bagaimana Anda aka.1l mengkaji
minat pada beberapa prognun berikut.
Ide Program Pendidikan Kesehatan
Nutrisi
Pilihan makanan sehat
Resep makanan untuk ke1uarga sibuk
Makan siang sehat yang dapat disiapkan oleh anak-anak
408 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Gangguan makan (seperti anoreksia, bulimia, dan makan yang
berulang-ulang)
Kekerasan
Kekerasan rumah tangga-efeknya,tethadap anak-anak dan
sOmber yang dapat membantu seluruh keluarga
Disiplin .versus penganiayaan anak
Manajemen marahlkontrol impuls
· Perilakuberkelompok (geng)
Pemerkosaan pada saat kencanlpemerkosaan pada saatkenalan
Tanda-tanda penganiayaan anakJIntest .
Penggllitaan Zat
Rokok dan mengunyah tembakau
Mengonsumsi alkohol eli ba~ umur .
Obat-obatan haram (mariyuana, kokain, inhalan, amfetamin,
heroin, dan sebagainya)
[Link]
· Harga diri
Demit rentang perhatianl hiperaktif
· Depresi
Bunuhdiri
Keainanan Personal
Anilk-anilk "Latchkd' (anilk yang kesehariannya tiM mendapat
. pengawasan dari orang tua)
Pemecahan masalahlketenlmpilan" membuat keputusan
Keamanan Rekreasional
Bersepeda:, in-line skates, olah raga .
Keainan,an berkenda..'"'a (sabuk pengaman, booster seats, berkencIara .
pada kendaraan terbuka) . .
Keamanan eli air (berenang, berperahu dan ski)
Seksualitas
Higiene personal
Penyakitmenular seksual
Kehamilan Remaja
Remaja yang menjadi orang tua
BAB 16 •. Penlngkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah 409
Lingkungan
... . ~ternal (~a"air, ruang). ' .
. . ·Eksterruu (polusi, kebisingan)
Psikologis (tingkatan stres, perselisihan antara orang tUa dan
anak; orang tua dan guru, serta konflik antarguru) ,
Pengaruh Sosial
Perubahan struktur keluarga
Tekanan teman sebaya ,
Pengaruh media massa (video games, film, televisQ
PROGRAM PRQMOSI KESEHATAN UNfUK ANAK
USIA SEKOLAH .
Program yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja di lingkungan
sekolah harus sesuru dengan usia. Jelas bahwa pemeriksaan payudara
mandiri dan pemeriksaan' testis mandiri bukan materi yang tepat
untuk anak sekolah dasar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat
perkembangan dan maturitas anak-anak sebelum menentukan isi
program atau strategi pendidikan. Walaupun Anda merasa sudah
memahami bagaimana berinteraksi dengan kelompok umur ter
tentu, tetap saja setiap kelas memiliki perbedaan. Anak kecil mungkin
termasuk ke1as termuda'dari tingkaran yang ada atau mungkin saja
mereka menjadi kelompok dengan tingkatan yang sangat lapjut.
Murid sekolah mungkin belum atau sudah dapat bersosialisasi.
Beberapa anak mungkin mengalami defisit perhatian atau hiperaktif.
Inf6rmasi penting didapat dengan mengobservasi populasi murid
sebe1um program perencanaan. Kunjungi selalu kelas danobservasi
interaksi antara murid dan guru. Kemampuan manajemen kelas
sangat penting. Keberhasilan dalam mengatur kelas akan sulit dicapai
. jika perawat hanya kadang-kadang melakukan kontak dengan anak
anak. Upayct terbaik lain yaitu dengan mengandalkan bantuan pada
guru kelas reguler. Sangatlah membantu jika kita melibatkan kry
person (orang kunC1)~ seperti g\lfu, konselor, perawat sekolah, dan
orang tua pada fase perencanaan di semua program kesehatan.
Dengan mengetahui harapan individual dari guru, konselor, perawat
sekolah, dan orang tua, maka hal ini akan memberikan kontribusi
terhadap kesuksesan seluruh program. Hal lain yang perlu di
perhatikan adalah marketing (pemasaran) program Anda. Mungkin
410 BAGIAN III ' . STRATEGI PROMOSI KESEHATAI'J
, ,ide Anda cukup hebat; tetapi jika tidak ada orang yang mau ikut
.serta atau menindaklanjuti ide tersebut, maka hal itu hanya akan
memb~g~waktu da:n·,sumber.o Gunakan:.::selebaran, majalah din
ding,-d;in:~ngumuniari publik 'untuk riiertjangkau audiens Anda.
Coba1ah [Link]-macam strategi untuk meoarik minat audiens. '
Sebagai contoh, dengan diagram atau tanda yang berwarna terang;
permainan tebakan, perlombaan poster; kompetisi meoghias pintu;
hadiah berupa makanan sehat sesuaiusia (contoh, batang jus, buah
, buahan). Berikut ini adalah contoh program, promosi kesehatan
untuk anak usia sekolah:
• Red Ribbon Week
• Program D.A.R.E
• PemeriksaanPayudara SendirilPemeriksaan Testis Sendiri' (re
maja) I ,.
• Musde Mover Club atali Triathlon atau Walk-A-ThonISwim to
Bermuda
• Majalah Dinding Kesehatan Bulanan
• Menlbuat Buku Masakan
• .Tanggung Jawab Terhadap Binatang Peliharaan
;Red Ribbon Week (Minggu Pita Merah)
. Red Ribbon Week diselenggarakan setiap bulan Oktober da1am rartgka
, memperingati kondisi bebas dari obat~batan terlarang. Kampa:r:1ye
. Red Ribbo" Week dimulai pada. tihun 1988 ketika K~ngres Amerika
Serikat mencanangkan Red Ribbon Week. Tujuan Red Ribbon Week
adalah meningkatkan kewaspadaan akan bahaya tembakau, alkohol,
dan obat-obatan terlarang. Sejak saat ito, Red Ribbon Week menjadi
[Link] hmyak sekolah. Dalam internet, kita dap;tt menemukan
ban}-ak contoh bagaimana Sekolah di seluruh penjuru negara mempe
ringati minggu ini. Fokus [Link] program untuk satuminggu ada1ah
pencegahan penyalahgunaan obat, yang dapat dimasukkan ke dalam
kurikulum sekolah dasar. Setiap murid membuat perjanjiari untuk
menjauhi obat-obatan terlarang dan meoggunakan pita merah selama
seriJinggu. Liliat kotak ContohAgenda untuk Minggu Pita Merah. '
Komunitas harus dilibatkan dalam program bersaWa dengan para
nruriddengan bermacam-macam cara. Orang tua dapat diundang
pada bebernpa program. Organisasi orang tua dapat diminta untuk
n;renghias sekolah dengan pita merah. Pemukaltokoh masyarakat
BAB 16 II Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah 411
Contoh Agenda untuk Minggu Pita Merah
SENIN Upacara bendera dan pengucapan ikrar bebas obat
obatan terlarang oleh organisasi siswa.
IKRAR:
SAYA TI DAK AKAN MENGG U NAKAN
ZAT-ZAT TERLARANG
ALKOHOL
DAN
OBAT-OBA TAN TERLARANG LAI N
TANDA TANGAN
Menentukan tempat penandatanganan ikrar oleh para
murid, staf pengajar/staf sekolah.
Memamerkan kartu-kartu ikrar pada lokasi sentral.
Bentuklah seb"uah kelompok yang terdiri atas murid, orang
tua, dan staf sekolah untuk mengirinikan kartu-kartu ikrar
yang tela~ ditandatangani kepada orang penting di
pernerintahan (sebagai contoh, walikota).
Pita merah dibagikan kepada seluruh kelas oleh murid
tingkat 5 (atau murid senior di sekolah). Setiap murid
mengenakan pita merah.
Menghias halaman sekolah dengan pita merah.
SELASA Menggunakan pakaian berwarna merah pad a hari sekolah
Kontes poster bebas obat terlarang pada saat pelajaran
kesenian
RABU Kontes menghias pintu kelas
Memamerkan poster yang sudah dibuat di lorang sekolah
KAMIS Program pencegahan obat-obatan pada setiap tingkat
JUMAT Menilai poster dan hiasan pintu kelas
Mengadakan pertemuan reguler antara guru-murid dan
berkumpul bersama untuk membangkitkan semangat bebas
obat-obatan terlarang
Pembicara motivasional.. . .
Nyanyian dan sorakan bebasobat-obatan terlarang
Pengumuman pemenang kontes
SABTU/ Parade di korilLinitas .
MINGGU
[Link] [Link]/pre/.[Link]
412 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
seperti tokoh (keagamaan, wakil pemerintahan setempat, polisi)
dapat menjadi juri dalam kontes tersebut. Polisi dan pemadam
kebakaran dapat memfasilitasi rute parade dan menjaga keamanan.
Liputan media, seperti koran lokal, siaran radio, dan televisi merupakan
strategi penting yang perlu dilakukan oleh sekolah. (Sering kali
kegiatan yang cukup bermakna tidak diliput oleh media massa,
karena personel media tidak diberi tahu adanya kegiatan terse but.)
Murid-murid yang lebih senior dan kepala sekobh dapat mem
berikan pengaruh positif bagi murid-murid yang lebih junior dengan
memberikan penekanan positif dalam kelompok, seperti dengan
ikut mengenakan pita merah, berpartisipasi dalam semua kegiatan,
dan memiliki peran yang besar dalam mengorganisasikan dan meng
implementasikan aktivitas.
Hal sangat penting adalah menyampaikan pesan yang jelas kepada
para pemuda, terutama berkenaan dengan masalah obat-obatan. Pera
wat harus sang at hati-hati dalam memilih pembicara. Pengguna
obat-obatan yang telah sembuh sebaiknya tidak dipilih untuk men
jadi pembicara di hadapan sekelompok murid yang bukan pemakai
cqat-obatan. Juga sangat berisiko untukmenampilkan profil seorang
model peran yang ternama, seperti atlet atau artis sebagai individu
yang be bas dari obat-obatan terlarang pada satu momen tertentu,
karena mungkin saja di kemudian hari, diberitakan bahwa ia ternyata
adalah pengguna obat-obatan terlarang atau pelaku tindak kekerasan.
Mintalah murid untuk berbicara selama 1 menit tentang alasan mereka
tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang. Adakan komes baca puisi
atau pidato. Libatkan klub bahasa dalam kegiatan terse but.
Program D.A.R.E
(DrNgAbttJe ReststaJti"!! Ed1lcation) adalah prograrn pencegahan
penyalahgunaan zat yang berasal dari LosAngeles Unijied Schoo! District.
Tujuannya adalah mengajarkan kepada para murid cara melawan
tekanan kelompok dan untuk berkata "tidak" kepada obat-obatan
terlarang. Program ini menekankan pada pengambilan keputusan
selain menggali ide-ide alternatif untuk mengatasi masalah. D.A.R.E
disponsori oleh departemen kepolisian setempat, dengan menugas
kan seorang petugas polisi khusus dan terlatih untuk memberikan
pengajaran secara serial selama 17 minggu kepada murid tingkat 5.
Mood tingkat lain juga dapat diikutsertakan dalam proses pendidikan
ini sampai tingkat terendah, selain murid tingkat 5 yang menjadi
BAB 16 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah 41 3
target.D.A.R.E juga meluas dengan target anak-anak SMA. Petugas
kepolisian yang terlibat menjadi bagian integral dari tim pengajaran
kelas. Aktivicis ini menitigkatkan hubungan positif antaia PetUga,s .._ _
penegak hukmn d3.n para pemuda dan memberikan informasi yang '"
akurat mengenai zat-zat berbahaya· dan' penggunaan obat-obatan
. terlarang, serta strategi yang berguna untuk tetap beradadalam kondisi
bebas dari obat-obatan terlarang.
Muscle Mover Club atau Triathlon atau Walk-A-Thon
The Muscle Mover Club menekankan pada aktivi~ flsik yang berupa
latihau aerobik, seperti berjalan, be:rlari, berertang, dan bersepeda:
Setiapanik diberikan lencana dan stiker tambahanuntUk setiap blok
kota atau putaran lintasan yang berhasil. diselesaikan. Kompetisi
yang sehat dapat ditingkatkan dengan;.berlomba mencapai tujuan,
baik secara mewakili individu maupun kelas. Strategi lain adalah
melibatkan partisipasi .orang tua dengan mengizinkan mereka me
lepas peserta perlombaan triathkn (kontes at1etik yang menggabung
kan antara berenang, bersepeda, ~ lari jarak jauh) atau walk-a-thon
Galan jarak jauh). Dorong orang tua· untuk me1akukan aktivitas
bersama dengan anak-anak mere4Suatu papanbuletin orang tual
'.. guruyang memuat prestasi atletik, seperti perlombaan lari 5 mil atau
maraton,menampilkan gaya hidup sehat orang dewasa ternama.
Anak-anak [Link] sangat bangga ketika orang tua dan guru
~enghargai prestasi yang mereka raih. .
PROGRAMPROMOSI KESEHATAN UNTIJK .
ORANGTUA
Berikut ini adalah gagasan kemitraan yang sehat dengan orang tua:
• Sesi pemberian informasi pada orang tua
• Kelompok perkumpulan orang tua
• Pertemuan setelah sarapan; "Second ctp if coffe(f meeting" .
• Grandparents Dt!)' .
• Kesadaran akan kanker payudara
• Komite nutrisi orang tua
• Sesi informasi orangtua
Bagian tersulit dalam merencanakan aktivitas promosi kesehatan
yang melibatkan orang tua adalah penentuan waktu yang tepat.
414 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Kebanyakan' orang tua bekerja dan jadwal kerjanya sangat padat.
Momen yang memungkinkan yaitu pertemuan singkat saat sarapan
dan dilakukan ketika orang tua mengantar anak mereka ke~kQl@...
Isu.:isu yang akari disampaikan harits nieriarik bagi'para orang'tUa
dan ide yang baik untuk. senantiasa melakukan ')teeds assessment"
(pengkajian kebutuhan). sebelum menentukan topik yang akan
elibahas. Dalam hal ini, Anda dapat memasukkan informasi ke
sehatan yang penting dan memenuhi harapano,rang tua. Di baw:m .
ini adalah contoh sebuah agenda untuk sesi pemberian informasi
pacia orang tua tentarig nutrisi. Program ini dilaksanakan sore hari.
Strategi marketing dapatberupa penghargaan kepada sukarelawan
. .diti<?r~g
tua a~ keikutsertaannya, demoll$ttasi melnasak dengan
contoh inasakrui, dan hadiah seperti berlanganan majalah menjaeli
orang tua selama 1 tahun atau buah-buahan sehat atau keranjang
sayur. Cobalah untuk selalu melioatkansponsoryang ada eli komunitas
sebagai donatur hadiah. Mungkin toko bahan makanan setempat
bersedia menyumbangkan buah-buahan [Link] keranjang sayur se
.bagai hadiah atau salon kecantikan mau memberikan layman
penataan rambut gratis. Semikin besar keterlibatan sPonsor yang
ada eli komunitas dalam kegiatan-kegiatan· sekoiah, semakin baik
.upaya promosi kesehatan yang ,dilakukan oleh perawat kesehatan
komunitas bagi warga eli lingkungan sekolah.
Kebiasaan Sehat, Anak Sehat! (Program bagi Qrang tua di
Sore Hari) -
Pendaftaran, mendaftar untUk mendapatkan hadiah, survei lengkap
yang terkait dengan pengetahuan tentang nutrisi
Sambutan panitia
Tinjauan mengenai Kebiasaan Sehat, Anak Sehat
Pengaruh kolestero~ gula, dan garatn pada diet harian kita
Menanamkan kesadaran terhadap label makanan
Menentukan pilihan yang tepat di toko bahan makananlgrosir
Menentukan pilihan di restoran .
Membuat resep seliat bagi keluarga Anda
Mendiskusikan topik mengenai jantung sehat
Acara pemberian hadiah
BAB 16 • Peningkatan KemitraanyangSehatdengan Sekolah 415
Kelompok Perkumpulan Orang tua
Pemb;ntukan -kelompc>k perkumpulan orang tua dapat membantu
. - [Link]-tttrseildiri dati persanel sekolah; eli da1amnya, orang tua dapat
menyepakati sejumlah peraturan atas tingkahlaku remaja atau anak
muda, sepecti pemberlakuan jam malam dan peraturan pesta. Orang
tua juga dapat menyepakati akan adanya larangan U..I1tuk meininum
.alkoho~ penggunaan tembakau, atau obat-obatan eli dalam rurnah
mereka masing-masing. Orang tua kemuelian akan merasa legaketika
anak-anaklremaja mereka· berkurnpul dengan ternan sebaya yang
orangruanya meng~9t peraturan yang sarna. Suatu pendekatanyang __
konsisten menciprakan batasan lintuk anak keUka menciptakan
suasana tekanan kelompok·yang positif.· Orang tua juga merasa
nyaman untuk mendiskusikan hal ini dengan orang tua lain, dan
membentuk suatu sistem pend~g..
Grandparents Day
. Grandparents Dqy adalah han keUka sekolah secara aktif melibatkan
lansii dalam aktivitasnya, yang ~ebanyakan mungkin belum pernah
mengecap penelidikan dalam waktu yang lama. Aktivitas' pada hari
tersebut dapat berupa mengunjungi ruangan kelas, lnakan siang
yang sehat, dan· pemeriksaan tekanan <farah. Murid tingkat tujuh
(atau eli atasnya) dapat diajarkan untuk mengukur tekanan darah
dalam kelas ilmiah, penelidikan jasmani, biologi, ma;tematika atau
kelas kesehatan. Anda dapat bekerjasama dengan pelWakilan guru
untuk melaksanakan sesi praktik bersama. Para murid dapat me
merlk:sa tekanan darah lansia dalatn pengawasan profesional kesehatan
seperti Anda sebagai perawat dan sukarelawan dan orang tua yang
berprofesi sebagai perawat atau orang dewasa terlatih lainnya.
Aktivitas ini bertujuan memberikan [Link] para lansia
.tamu dan meningkatkan kesadaran murid tentang pentingnya
pencegahan penyakit jantungdan pemantauan tekanan da,rah. Jika
elijumpai adanya peningkatan tekanan darah, buat rencana rujukan,
le..ngkap derigan nama .dan nomor telepon klinik, departemen ke
sehatan lokal, atau penyeelia layanan medis swasta yang dapat eli
jadikan rujukan bagi lansia yang mengalami peningkatan tekanan
darah. Tindak lanjuti ju"ga peningkatari tekanan darah yang elidapat
dari hasil tersebut dan berikan informasi tertulis mengenai peningkatan
416 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
tekanan darah dalam kaitannya dengan kondisi kesehatan yang
burukkepada seluruh partisipan.
'M(jJ7re~Daughter Program ...
Program pencegahan kanker untuk ibu dan anak perempuan dapat
mempromosikan pemeriksaan payudara sendiri dan mamografi.
Program sebaiknya disesuaikan dengan latar belakang budaya dan
dibuat untuk menarik perhatian wanita dengan latar belakang etnis
yang bermacam-macam. Sebagai contoh, jika pembicaraan mengenai
masalah payudara dalam pertemuanpublik tidak dapat diterima oleh
budaya setempat, mungkin Andadapatmelibatkan p~mbicara [Link]
pusat keagamaan setempat'atau Jembaga Wn yang, secarabudaya
, dapat diterima, sehingga informasi ini dapat diberikan. (pusat
keagamaan mungkin juga mampu menyediakan'pembicara bilingual
untukpara wanita yang tidak fasill berbicara Inggris.) Aspek lain yang
juga takkalah penting adalah kesadaran ayah dan anak lelakinya
terhadap kanker testis, serta teknik yang tepat dalam melakukan .
pemeriksaan testis mandiri. Mungkin pembicaraan mengenai program
Ibu dan anak perempuan dapat dijadwalkan padawaktu yang
bersamaan dengan program Ayah dan anak lelakinya. Ini akan
,-menjadi hal yang menyenangkan bagi seluruh anggota keh.~.arga,
dengan mengesampingkan latar belakang usia, dan sekali lagi dengan
tetap melibatkankomunitas secarakeselutuhan. Gerakan Pramuka atau
. Future Farmers of America clubs mungkin berminat untu.k ~sponsori
hari kesadaran terse but 'karena biasanya mereka rnau membantu
aktivitas yang melibatkan seluruh keluarga.
Kesadaran Terhadap Nutrisi
Apabila program makanan di sekolah tidak sehat, bentuk sebuah
komite ad hoc untuk .mempelajari masalah ini. Komite tersebut
[Link] -terdiri atas para orang tua, perawat sekbIarAomunitas, persanel
cafetaria, perwaIciIan staf pengajar dan administtasi, dan juga se
orang ahli gizi, jika memungkinkan. (petunjuk: Lakukan konsultasi
dengan orangtua. Sering kali terdapat orangtua murielyang merupakan
ahli gizi profesional.) Langkah kerjanya adalah sebagai berikut:
1. Lakukan survei untuk mengkaji minat orang tua dan area per
hatian. Perubahan apa yang orang tua harapkan? Apa yang
mereka ingin lakukan agar terjadi perubahan yang diharapkan?
BAB 16 •. Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah 417
2. Lakukan survei untUk mengkaji pendapat murid dan makanan
yang Wsukainya . ..
3. Lakukan [Link]~an Sisa(plate,wl:Jsle- Sf1l4Y)untuk me-
nentukan makanan apayang benar-benar dimakan oleh para mu
rid (lihat prosedur kajiail nampan [Link]).
4. Bentulclah sebuah komite, jangan lupa mengikutsertakan para
murid. .
5. Berdasarkan pada langkah 1,2, dan 3 yang Anda telah pelajari,
identiftkasi pilihan lain untuk menu yang tersedia, seperti dengan
menggnnakan jasa ahli gizi untuk menilai pelayanan makanan yang
. ada sehrang. Anda juga mungkln perIu mengorganisasi sebuah
komite untUk mengunjungi sekolah lain untuk melihat· contoh
makanan, daftar menu, dan berbicarakepada para murid niengenai
tingkat kepuasan mereka
6. J;Juat rekomendasi ke adminiStrasi sekolah.
7.. Lakukan presentasi di hadapan dewan sekolah.
8.. Uji coba terhadap alternatif yang ada.
Kajian Nampan Makanan Sisa
1 Rekrut sukarelawan dari orang tua, person~l cafetaria, dan guru
[Link] membantu Anda .
. 2. Lakukan kajian ini sekurang-kurangnya 2 hari setiap minggu.
3. Minta relawan untuk berada di tempat pengembalian nampan
dan dekat kontainerltempat.
4. Catat tipe dan jurnlah makanan yang dibuang ke tempat sampah.
5. Periksa tas makan siang terhadap makanan yang tumpah· dan
. tidak dimakan.
6. Catatlah semua informasi (mungkin pada format untuk setiap
tipe makanan).
7. Anda sekarang memiliki informasi penting, seperti sisa makanan.
bernutrisi dan banyaknya minuman ringan dan permen yang di
konsumsi (dari kertas pembungkus). .
8. Tulislah laporan sam halaman.
9. Berikan laporan ini kepada orang tua, staf sekolah, dan murid.
[Link] hasillaporan ini dihadapan staf administrasi
sekolah beSerta saran untuk menghindari terbuangnya makanan.
418 BAGIAN '" • STRATEGIPROMOSI KESEHATAN
STRATEGl PROMOSI KESEHATAN SEKOlAH
Berikut ini adalah ide. lain tentang strategipro~osi. ~e~eha~ y~g . ~ ..
. [Link]·pada lq~lompOkdilliigkurigansekolMt, ·s~pertt~:~:·,·-,·
dan staf. Harap diingat, daftar herikut tidakIah iengkap, tetapi dibuat
untuk membangkitkan ide terhadap strategi-strategi yang mungkin.
• Pemeriksaan tekanan darah pada hari yang sama setiap bulan.
• Program kesadaran terhadap kanker. .
• Mengisi amplop g'aji dengan materi promosi kesehatan.
• Makan siang yang sehat bagi jantung, seperti salad satu minggu
sekali. . '. . .
• ..Informasi sumber dan rujukan. .
·Pelaksanaantes kulit TB.·· .
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTIJK
..K01JUNITA5
• Melibatkan lansia dalam aktivitas sekolah, seperti program mem
. baca, mentoring, dan pemantauan jam makan siang..
• Melakukan kolaborasi dengan aparat pemerintahan setempat.
• Menetapkan zona bebas obat-obatan..
• Mengadakan parade bebas narkoba eli komunitas.
• Menetapkan pola berkendaraart yang aman:
• Menghubungi stasiun radio dan televisi serta media massadan.
merninta mereka untuk meliput kegiatan promosi kesehatan.
• Program imunisasi.
• Mendirikan klinik ke1uarga berbasis-sekolah..
RINGKASAN
Bab ini berlokus pada strategi promosi kesehatan yang dapatdi
implementasikan di lingkungan sekolah untuk mencapai tujuan
kesejahteraan yang optimum bagi anak usia sekolah. Kita telah
membahas komponen pe1ayanan kesehatan, pendidikan kesehatan,
dan isu-isu yang ada di lingkungan. Saran mengenai cara untuk
[Link] kelompok yang terkait dengaq. upaya promosi
kesehatan anak sekolah sepertiorang IDa, guru, staf, dan komunitas di
sekitar lingkungan sekolah telah dibabas. Sumber spesifik di komunitas
untuk lingkungan sekolah juga telah disertakan dalam bab ini.
BAB 16 II Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Sekolah 419
Sekarang, kami berharap, upaya meningkatkan kemitraan yang se
hat dengan sekolah akan menyenangkan Anda.
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]
American Academy of Pediatrics
An organization of primary care pediatrici~.ns includes information promoting
health, safety, and well-being of children.
www .[Link]
Americm Cancer Society
Not-for-profit voluntary health organization provides information to consunlers related to
the prevention of cancer.
[Link]
American Diabetes Association
Not-for-profit voluntary health organization provides information and resources
related to diabetes.
[Link]
American Heart Association
Not-for-profit volunt,lrY health organization provides information to consumers related to
prev<:ntion and trearment of cardiovascular diseases.
School site programs are highlighted.
[Link]
American Lung Association
Fights lung disease through community education, serVIce, ;>.nd research, parti
cuhrly [Link] to issues of tobacco use and asthma.
[Link]
American School Health Association
Promotes the health of the nation's youth by advocating for comprehensive school
health programs.
[Link]
Children, Youth, and Families Education and Research Network
Website includes resources for youth, parents, and professionals to promote healthy,
safe individuals, families, and communities. Links with national, state, and inter
national agencies, foundations, and associations.
[Link]
Centers for Disease Control and Prevention
An agency of the Department of Health and Huma.."l Services, which promotes health by
preventing or controlling disease, injury, and disability. Website indudes data, statis-tics,
and health information. .
[Link]
Department of Health and Human Services, The Administration for Children and
Families
[Link]/
The National Assembly on School-Based Health Care
Nonprofit private association promoting school-based interdisciplinar}\ accessible, quality
primary and mental health care
420 BAG IAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
[Link]
National Association of School Nurses, Inc.
Nonprofit specialty nursing organization. Website includes conference announcements
and publications related to school nursing practice.
[Link] schealthl
Pattnership for School Health
Website contains school health resources, information, and many links to health organi.
zations and agencies.
[Link] 1
School Nurse Forum
Accessible resource to link school nurses with current information and with each other
through the web for the purpose of sharing ideas.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Jurnal
jOIlJ71al of School HeaUb
Monthly journal, except for Julyl August
School Nurse
Health information publication; four issues per year
AJJuricOlI jourllal of School Nursing
Four issues per year
Buku dan Artikel
;
American Heart Association. (1993). Ameticall Hearl AssocialioJl Kid~ Cookbook. New York,
NY: Times Books. Random House, Inc. Healthful foo<4 for ages 8 through 12. Available
at local bookstores.
American Nurses Association. (1998). Stalldords of [Link] practice (2nd ed.). Kerneysville,
WV: American Nurses Publishing.
Birch, D. & Hallock, B. (1998). School nurses' perceptions of parental involvement in
school health. jourl/al of Sc/;ool Nurshrg. 14(3), 32·37.
Bryan, S. (1998). School nurses' perceptions of their interactions with nurse
practitioners. jourJIal of School Nllrsing. 14(5), 17·23.
Cavendish, R., Lunney, M., Draynyak, B., & Richardson, K. (1999). National survey to
identify the nursing interventions used in school settings. journal of School Nursing.
15(2), 14-21.
Co-well, ]., Warren, J., & Montgomery, A (1999). Cardiovascular risk prevalence among
diverse school-age children: Implications for schools. journal of School NlIrsing. 15(2), g.
12.
Gaffrey, E. & Bergren, M. (1998). School health services and managed care: A
unique partnership for child health. journal of School NUrJing. 14(4), 5-22.
Lunney, M, Cavendish, R., Luise, B., & Richardson, K. (1997). Relevance of NANDA and
health promotion diagnoses to school nursing. journal of School Nursing, 13(5), 16
22.
NewtOn, ]., Adams, R., & Marcontell, M (1997). The new school health haJldbook: A rea4J
reftrence for school IIImes and educators. Englewood Cliffs, NJ.: Pren-tice Hall.
Pavelka, L., McCarthy, A, & Deneh)! J. (1999). Nursing intervention used in school nursing
practice. journal of School Nursiltg, 15(1), 29-37.
BAB 16 II Peningkatan Kemilraan yang Sehat dengan Sekolah 421
SUMBER- SUMBER PENTING
DARE. (Drug Abuse Resistance Education). Contact your local police department
Guidelines/health manuals/continuing education progranls for school nurses developed
by local school districtS
State and local health department guidelines and laws
State associations for school nurses. Websites: access through state associations
Volunteer agencies such as the American Heart Association, American Lung
Association, American Cancer Society, and American Diabetes Association.
Nina Fredland
PENINGKATAN BAB
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN KOMUNIT~ 17
RELIGIUS
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
o Mendiskusikan peran perawat kesehatan komunitas dalam mem- .
promosikan kesehatan di komunitas religius.
o Menyusun dan merigimplementasikan program promosi kesehatan
untuk komunitas religius.
PENDAHULUAN
Dalam menghadapi perubahan aktivitas ekonomi berkenaan'dengan
pelayanankesehatan, semakin banyakkumpulan umatyangmenjalin
kemitraan dengan keperawatan untuk program promosi kesehatan.
Pergerakan keperawatan ke dalam komunitas religius didasarkan
pada prinsip keperawatan holistik yang dapat mengenali hubungan
e1inamis dari spiritualitas serta kesehatan pikiran dan raga selama
rentang kehidupan manusia (Solari-Twadell, 1999). Komponen lain
yang memengaruhi adalah tanggung jawab diri terhadap kesehatan,
meningkatnya peran otonomi dalam keperawatan, dan meningkat
nya tanggung jawab organisasi keagamaan dalam komunitas religius.
CongregatiolJal mming dan parish nm:ril'lg adalah istilah deskriptif yang
e1itemukan eli literatur dan sama-sama diterapkan dalam konsep
keperawatan komunitas religius. Untuk mencapai tujuan yang di
harapkan dalam bab ini, istilah komunitas rdigitfs akan e1igunakan.
Masyarakat dari komunitas ini akan disebut sebagai partisipan.
422
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 423
MEMlJLAI KFl\1lTRAAN YANG SEHAT DENGAN
KQMUNITAS RELIGIUS
Perm perawat da1un komunitas religius selalu diarahkan oleh ke- .
butuhan masyar~t dan juga termasuk-tetapi tidak terbatas pada
konsultan, pendidik, konselor, lembaga rujUkan, advokat,- dan
fasilitator (Westberg, 1999). Sering kali perawat komunitas religius
adalah seorang perawat profesional berlisensi, dengan berm;lcam
macam latar belakang pendidikan dan keahlian yang menggunakan
keterampilan [Link] sebagai alat untuk mengembalikan
sesuatu kepada komunitas dalam bentuk duktmgan spiritual.
(Bagaimanapun, di_ beberapa tempat,pera'Wat dapat "dipekerjakan"
olehkomunitasreligius.) Sering kali, perawatprofesional menyumbang
kan waktu dan keahlian serta peralatan pribadi mereka: (seperti
stetoskop dan!atau sfigmomanometer). Sebagian dari mereka sering
[Link] merupakan praktisi keperawatan lanjutan dengan posisi sebagai
spesialis klinis dalam perawatankegawatdaruratap, trauma, perawatan
ambulatori, atau praktisikeperav,"atan dengan sertifikasi dalam bidang
perawatan dewasa dan keluarga. Sebagian lainnya adalah perawat
profesional dalam rehabilitasi kesehatari di rumah, panti jompo, dan
. perawatan j,enyakit akut. Beberapa relawan adalah perawat profesional
yang telah pensiun. Kelomp<;>k ini kaya akan perawat dengan
pengalaman yang beragam.
Dari sejak awru, keperawatan komunitas religius telah memasuk
kan pendekatan holistik ke dalam pelayanankesehatan. Pendekatan
ini mengenali hubungan dinamis dari semua kebutuhan (fisik,
psikologis, eniosional spiritual, sosial, danekononu) terhadapkesehatan
seseorang (Solari-Twadell, 1999). Perawatkomunita,;; religius dikenal
sebagai anggota organisasi keagamaap. Pelayanan kesehatan di
rumah dan prosedur terapi invasif biasanya tidak terdapat dalam
cakupan praktik. keperawatan ini; bagaimanapun, prosedur Uti dapat
disertakan apabila komunitas religius dan perawat menyepakatinya.
Perawat komunitas religius tidak dimaksudkan untuk menjadi
kompetitorlpesaing organisasi pelayanan kesehatan pubJik atau
swasta. Namtin, program berbasis-komunitas religius merupakan
cara roudah lain untuk [Link] sistem pelayanan kesehatan.
424 BAGIAN III • STRATEGI piWMOSI KESEHATAN
Pendekatan keperaVlatan holistik dilandasi dengan- konsep dasar pen
c~gahan, tanggung jawab individu terhadap k~sehatannya, dan
kemitraan, antara ~~n ~ p~~di!\ Iay:a.n~{~f~, Weis. &
Mateus~ 1996). ,'. - - " -- '. . - ," '-,~-- 7:"--- "- - . - -'.
Apabila keperawatan komunitas reIigius didasarkan pada suatu
model seperti model pengkajian, interv-ensi, dan evaluasi keperawatan
komuilltas yang telah dibahas pada bagian IT huku ini, pertumbuhan
berkesinambungan dan [Link] program hams dipastikan., Pengkajian
(skrining bulanan), surveirahunan, dan arialisis komponen kebutuhan
partisipan menjadi indikator dalam menentukan intervensi program
.apa yang petlu diimplementasiJ:tqn (sebagai contoh,kelas pJakanan
sehat, [Link] olah raga, klub jalan kaki, atau 'instnlksi petia~
diabetes). Pr~[Link] ini diimpiementaSikan tepat ~aktu yang merupa
.kan cara. paling suportif bagi para partisipan. Evaluasi program
memberikan acuan kepada kita Untuk memperluas atau meminimal
kan program, bergantung pada efektivitas program. Efektivitas
diukur berdaSarkan pada jumlah partisipan dalam setiap program
dan pencapaian tujuan program serta kepuasan total terhadap hasil
kesehatan (contoh, penurunan [Link], peningkatankebugaran,
, penurunan kelelahan, kontrol diri yang lebih baik terhadap stres
dengan penurunan tekanan darah, serta kontrol aktual dan arahan
terhadap pilihan gaya hidup individu).
Berikut ini adalah beberapa strategi untuk mengidentifikasi. kebu.:
tuhan komunitas religius. I
• Ditribusikan sebuah survei tentang kebutuJ:-..an pendidikan kepada
bermacam-macam kelompok, seperti organisasi kewarutaan, ke
lompok pendukung ibu muda, kelompok lansia, organisasi pria,
dan kornunitas yap.g tidak berbahasa Inggris. Contoh survei di
tampilkan pada kotak Alat untuk Mengkaji Kebutuhan Pendidikan
.Komunitas Religius.
• Hadiri pertemuan kelompok yang berbeda.
• Bentukfocusgroup (kelompok fokus) untuk mendiskusikan pllihan
dalam meningkatkan kesehatan atau menggabungkan inisiatif
yang sudah berjalari, sepertikelompok rohaniwan atau ~elompok
fokus pembaru religius. .
• Secliakan kotak saran.
• 'Bentuk komite ad hoc untuk mengkaji organisasi keagamaan
yang berfokus pada kesehatan dan libatkan orang kunci seperti,
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 425
rohaniwan, pengurus organisasi keagamaan, kepala sekolah,
personel lembaga sosial dan kesehatan, dan lain-lain. Pastikan
bahwa pemimpm formal dan informal ikut terlibat.
• Ingat, jangan pernah membuat keputusan tanpa masukan dari
komunitas religius.
Survei kebutuhan pendidikan di atas dapat didistribusikan pada
_saat pertemuan kumpulan umat untuk memaksimalkan jurnlah
orang yang dapat dijangkau. Tentu saja, survei ini harus tersedia
dalam semua bahasa yang ada. Cukup membantu jika kita menye
diakan pensil sehingga survei dapat diselesaikan dan dikumpulkan
pada saat itu juga. Setelah informasi dikumpulkan dan disintesis,
maka perhatian dan topik diprioritaskan. Apabila digunakan baik
versi Inggris dan non-Inggris, prioritas dari masing-masing versi
harus dieatat.
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN UN11JK
KOMUNITAS RELIGIUS
Setelah mengkaji kecenderungan pendidikan ya.'1g diinginkan oleh
komunitas religius, perawat merencanakan' program intervensi
Alat untuk Mengkaji Kebutuhan Pendidikan Komunitas Religius
Data demografik anonim: mencakup kelompok usia, jenis kelamin,
bahasa yang digunakan
Waktu yang diinginkan untuk menjalankan program: jam, hari, tahun
Topik yang diminati oleh anggota komunitas religius: .
• Keterampilan resusitasi jantung-. Navigasi ManagedCare
paru (CPR) • Nutrisi untuk anak
• Pencegahan kanker (; Isu menjadi orang tua dan
• Faktor risiko kardiovaskular pengasuhan anak
- • Keamanan komunitas . • Isu tentang pensiun
. -. Pendidikan diabetes . '-4tProgram skrining
.• Kekerasan rumah tangga • Seksualltas' -
.• Isu pengakhiran hidup • Manajemenstres --
.Olah raga .'.• Tanda:.tandaperirigatcm:,
-• • Pertblongan pertama • ·'stroke/serang(mjarit~ng ' .
.• HIV+ informasi . - • Manajemenbe~at~9dan
. - ~ Lain..:lain - - .-
426 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
keperawatan berdasarkan pada hasil. Berikut ini adalah kelas-kelas
yang mungkin diminati oleh anggota komunitas religius:
Kelompok olah raga
Kelas nutrisi
CPRJpenanggulangan tersedakipertolongan pertama
Menjadi orang tua yang positif
Sesi infoffi1asi AIDS/HIV
Perencanaan masa pensiun yang sehat
Program imunisasi
Pameran kesehatan
Apabila komunitas tertarik dengan kelompok olah raga, sarankan
sebuah peta jalan kaki. Peta jalan kaki adalah suatu alat pengarah
olah raga mandiri, yang populer terutama di kalangan lansia. Peta ini
dilengkapi tanda rute serta jarak tempuh setiap tempat Banyak anggota
mungkin mencoba memulai program olah raga, tetapi mereka tidak
mengetahui dari mana harus memulainya. Setiap peta dapat mem
bantu dalam memulai dan menjaga kesinambungan program olah
raga harian yang berkontribusi terhadap perasaan sehat dan lebih
penting lagi, dapat mencegah atau mengontrol tekanan clarah tinggi.
Untuk membuat sebuah peta jalan kaki, Anda harus melakukan
hal-hal berikut:
• Rancang sebuah peta sejauh 1 mil (1 mil = 1,609 km) di sekitar
pusat peribadatan.
• Perluas peta dengan memasukkan mal perbelanjaan, sebuah
taman rekreasi, atau halaman sekolah.
" Pastikan bahwa area yang ada aman dan terjangkau.
• Tunjukkan penanda 1,4 mil, seperti sebuah toko ritel, tanda "di
larang parkir", kotak sur at, dan sebagainya.
• Berikan kesempatan para partisipan untuk belajar bagaimana
melakukan pemanasan dan pendinginan selama berolah raga.
• Ajarkan target denyut jantung yang diinginkan clan bagaimana
cara memantau nadi.
e Sediakan sebuah mekanisme agar partisipan clapat bertemu dan
mendapatteman untuk berjalan, seperti mengadakan pesta pem
bukaan, pertemuan di pusat peribadatan, atau pertemuan di mal jika
letaknya dekat.
• Berikan motivasi terus-menerus dan lakukan tindak lanjut.
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 427
KIub JaritungSehat (Healtl?J Heart ClHb) mengombinasikan n:utrisi
dan .pendidikan paWl pertemuan makan siang bulanan. Tindakan
keper.a'WataD:dapat ~ahkanpada orang de'WaSa,remaja, a:tau anak
anak. Tindakan ini dirancang untuk me~gajar kan prinsip diet
seimbang, memberikan tip bagaimana berbelanja yang bijak untuk
makanan Sehat, dan bagaimana menentukan pilihan yang tepat di
restoran. Berikut iIii adalah rencana aktivitas KIub Jantung Sehat
Aktivitas Klub Jantung Sehat
• Berkumpul di pusat peribadatan komunitas pada waktu yang.
telah ditentukan satu ka1i 5etiapbUlan.
• Kenali apakah ada diantara anggota komunitas' religius yang
berprofesi sebagai ahli diet, karena keberadaannya cenderung
menarik orang untuk menghadiri sesi. '
• Identifikasi kajian yang akan'dibahas, seperti pengenalan dan per
siapan makanan sehat, pembelian yang ekonomis, cara maan,
dan acara pera~n yang diisi dengan pilihan makanan sehat
o Masukkan aca:ra demo masak dengan minu~ sehatnonalkohol
atau resep makanaIi lembut yang dapat dibuat oleh blender dan
dapat dicicipi oleh semua partisipan. ,
• Berbagi resep yang menyertakan tradisi multikultural adalah
momen yang selalu populer di kalangan tua dan muda.
• Berikan tip bagaimana mempertahankan,rasa favorit pada resep
keluargadengan tetap makan makanan yang sehat, sebagai contoh,
substitusi 1% susu dengan susu-foll cream, telur kocok untuk telur,
atau minyak untuk minyak hew:mi.
• Dapat dijadwalkan untuk tnelakukan kajian lapangan dengan .me
lakukan kunjungan ke restoran etDik dan toko bahan makanan. '
Ide mengenai makanan sehat bagi jantung ini dapat diperluas
mencakup anak-,anak. Coba mulailah dengan menjalankan program
"Healtl?J Tots" (Todler yang Sehat) atau "Kid's Club" (Klub Anak)
yang berfokus pada pilihan makanan sehat untuk anak sehat Bagai
mana cara menyajikan ayam atau salad tuna dalam es krim cone.
Caranya: Campurkan sebuah pisang, sebuah persik (tanpa biji), jus
jeruk, dan yoghurtyang biasa dalam blender. Sajikan di atas es yang
dihancurm Tantang anak-anak untuk membuat campuran buah
buahan sehat Akhirnya, rayakan dengan sebuah pesta jantung sehat
Berikut ini adalah program gaya hidup sehat lintuk anak yang
428 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
memperkuat pernyataanbahwa pilihan yang sehat dapat disertakan
dalani ac~a~acara perayaan.
.. - -~~tmtuk Anak':"':Pesta Fir· dan ApeI' .
. .
• Pilih momen ketika ~ak-anak bei-kUmpul. (Mungkin momen
iN setelah kegiatan peribadataJ.?.)
• Peralatanlbahan yang Anda butuhkan: pir, buah ape!, tusuk gigi,
piring kecil, serbet, sebuah papan tulis ked! (untuk perhitungan
suaralpilihan), tatakan, dan pisau.
• Sediakan beberaP-;l macam apel (Red De/MoIlS, Jonathan, McIntosh,
Granny Smith, Go![Link])..
•. Sedi~an ~berapa macam pir(Aojo1(, J3~c,CotHice). ..
• P~tong apel dan pir ke dalam potongart-potongan kecil.
• Minta anak-anak untuk mencicipi S:etiap jenis ape! dan pir tersebut.
• Lakukan pemungutan suara'mengenai jenis apel dan'pir yang
paling disukai oleh anak-anak,
• Hitung suara yang terkumpul pada papan tulis kecil.
• Hiasi buah apel dan pir yang metldapat pilihan terbanyak.
• Ainbil foto dari setiap anak (tentu saja dengan pir dan apel)
• Rasakan dan nikmatiJ
Pelatihan resusitasi jantung-paru (CPR) adalah aktivitas gaya
hidup sehat lainnya. ,Instruksi inibiasanya bernilai tinggi dan dapat
menj~ kegiatan tahunan. Karena makna pelatih~· CPR bagi
~ompok komunitas'adalah sebuah sesi kewaspadaan~ bukan untuk
sertifikas~ maka pe1aksanaannya akan terasa mudah. Bagaimanapun,
kegiatan tersebut tetapdapat memberikan informasi dan keterampilan
yang berharga bagi partisipan sebagai bekal ~reka ketika menghadapi
situasi yang mengancamhidup. Para partisipan merasa percaya
kepada kemampuan merekaUJituk me.'lgenali tanda-tanda peringatan
. dan m~ tindakan penyelamatari yang mungkin dapat me
llyelamatkah nya-wa orang-orang yang mereka sayangi. Pelatihan ini
dapat diikuti oleh anak-anak di atas usia 10tahun dan juga remaja.
Apabilasuatukomunitasreligius ingin mengadakan proyek pameran
kesehatan, pemilihan waktu yang tepat sangat penting. Teorinya,
kegiatan tersebut sebaiknya diadakan pada waktu khusus setiap
tahunnya. Pandangan lain menyatakan bahwa kegiatan semacam ini
dapat diJakukan bersamaan dengan bazaar atau kegiatan pengumpulan
danatahunan. Secara pribadi, saya Iebih cenderung ingin mendapatkan
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan'Komunitas Religius 429
sebanyak mungkin kesenangan di Setiap kegiatan yang saya laku
kan. Bagaimana [Link] Anda? Karena komunitas biasanya selalu
memberikan dukungaQ pada kegiatanpengumpu1an:,dana, maka diha
dirkan audiens. Selain itu, individu terkac4mg lebih cenderung me
mandang kesehatan secara lebih serius ketimbang mencoba me
musatkan perhatiannya pada kesenangan dan permainan serta
skrining atau aktivitas pendidikan kesehatan yang dilakukan pada
waktu yang bersamaan. Bagaimanapun, jika imunisasi diberikan,
hal ini sering lali kurang menyenangkan bagi anak-anak yang telah
disiapkan untuk bersenang-senang. ,Kedua situasi ini dapat berjalan
'. baik dengan perencanaan dan marketing yang tepat, bergantu:ng pada .
komitmen dan dukungan darikomunitas religius; BerikUt ini adalah
beberapa langkah yang harus dipertimbangkan ketika mempersiap
kan pameran kesehatan. Langkah-iangkah ini bukan patokan, teta
pi dapat memberikan ide dan arahan. Walaupun komunitas religius
adalah sebuah gereja, sinagoga, atau kuil, penting untuk menyerta
kan komunitas terbesar dalam organisasi keagamaan benokus
kesehatan. Suatu pameran kesehatan adalah kesempatan baik un
tuk membuka batas komunitasre1igius.
Pengelolaan Pameran Kesehatan untuk Komunitas Religius
• Hubungi rohaniwan ,dan organis;lSi keagamaan.
• Atur waktu (sediakan setidaknya 6 sampai 8 niinggu 1+l1tuk
mengaturnya).
• Tentukan areakesehatan apayang akan dibahas, bergantung pada
audiens (orang dewasa saja, kcluarga, lansia).
• Undangorganisasi yang teridentifikasi untuk berpartisipasi.
• Undang penyedla layanan kesehatan, penjual jasa kesehatan, dan
sumber-sumberkomunitas setempat..
• Kumpulkan hadiah dari pedagang lokal.
• ' Berikan insentif uiItuk peserta, seperti hadiah kejutan dan kupon
layman gratis (sebagai contoh, man10gram, penapisa,:1 jantung).
• Kolaborasi dengan lembaga/ahli profesionallain, seperti sekolah
gigi, farmasi, atau optometriJl.
• Sediakahiniunisasi gratis.
• Dirikan stan kesehatan waruta, stan kesehatan pna, stan kesehatan
remaja, dan stan kesehatan anak-anak.
• Ikut sertakan pos skrining seperti penglihatan, pendengaran, gula
430 BAG/AN 1/1 • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
darali, te~ darah, program bimbingan, tes kulit tuberkul<r
sis, depresi, tes HIY, dan konse1ing.
:-~~!::~~·~~t2teilt1:mv-~~mem-
berikan informasi mengenai HIY, serta periyedia <Lui pusat peng
o~. ..
• Dirikan pos [Link] pada kesehatan lingkungan, termasuk
stan pengendalian nyamuk dan keamanan air. Masyarakat dari
area pedesaan dapat membawa sampel air untuk diuji cob~
• Stan keamanan di r~ yang disponson ol~ perusah~ per
. alatan dan!atau unit pemadamkebakaran dapat melayani hal-hal
. ~kenaan ~gan' ventilasi, alai-alat e1ektroni!4 dan [Link]
gas.
• StanPengamatan Kejahatanyang disponsori oleh kepolisian dapat
me1ayam hal-hal berkenaan' dengan pertahanan [Link] dan ke
amanan tumah.
• Siapkan komputer untuk program penilaian risiko kesehatan.
• Susun area stan berdasarkan pola jalur. Sediakanprivasi jika
pemeriksaan payudara mandiri didemonstrasikan atau jika di
l~ pemeriksaan kanker kulit.
• Undang media massa.
.• Sertakan aktivitas yang menyenangkan, misalnya dengan men
dirikan stan cenderamata untuk anak-anak dan dewasa.
Strategi promosi kesehatan tambahan untuk komunitai religius
~~~ .
• Skeining tekanan darah
• Skrining glukosa
• Penglihatan dan glaukoma
• Konsultasi dan rujukan
• Program penanggulangan rasa kehilangan
• Programmanajemen berat badan - bagaimana jika tema acaranya
"Weight to go!,1(
• Program penghentian merokok
• Ke1as pendidikan diabetes
• Ke1ompok pendukung pemberi asuhan
• Ke1ompok pendukung asma
• Program respite Ctlre
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 431
Perawat sukarelawan dari komurutas meyakinkan bahwa fak
tor multikultural di komunitas dapat tercermin dalam tim kepera
wataB. Masalah "bah~ dapat diatasi oleh para. sukareIawan yan~:j- ":-: ;.-:.: <
[Link] bahasa yang sarna dengan klien. Praktik kultural yang
berkontribusi terhadap gaya hidup sehat (sebagai contoh, diet ting
gi sayurim dari orang Vietnam dan Cina) ditekankan dalam aktivi
tas sosial dan pendidikan~ Pengenalan kultural dan adaptasi ditem
patkan pada POM penting dari perilaku pendukung kesehatan.
Selain faktor budaya, faktor ekonomi juga merupakan perhatian
yang eSensial dari identifikasi dan solusi masalah. Komunitas religius
.adalahnftDiatur dari pola ekonoini kota yang Iebih besar. Pe1ayanan "
hariis dapat diakses dengan baik oleh seluruh warga komunitas
religius. Kesejahteraan komunitas akan niemengaruhi ripe program
yang dapat diimplementasikan Oikup rasiorial jika keluarga dengan
penghasilan cukup Iebih mampu terlibat dalam aktivitas promosi
kesehatan. Hal ini akan memengaruhi kesehatan dari keseluruhan
komunitas. Kondisi ekonomi juga memengaruhi bagaimana warga
komumtas mengakses pelayanan kesehatan. Pe1ayanan komunitas
religius mungkin adalah satu-satunya. pelayaruin kesehatan konsisten
yang merekaterima.
MENCIPTAKAN KEMITRAAN YANG LANGGENG
DENGANKOMUNITASREUGruS
Setelah membahas informasi pendahuluan dan strategi-strategi
program, man sekarang kita memfokuskan pada elemen esensial
dalam menciptakari sebuah kemitraan dengan komunitas religius.
Berikut ini adalah cara untuk memulai hal tersebut:
• Dapatk:ari dukungan dari rohaniwan dan pemerintah setempat.
• IdentifIkasi sumber profesionaI kesehatan yangmemiliki kemau-"
an untuk berpartisipasi. Idealnya, mereka adalah bagian dari war
"ga komunitas rellgius itu sendiri.
• Ciptakan suatu sistem marketing.
• Temukan lembaga pendidikan keperawatan atau lembaga pen
didikan dalam komurutas untuk membantu Anda dalam me
ngembangkan kegiatan.
• ldentiftkasi dukungan sponS9r melalui anggota organisasi ke
agamaan dan perUsahaan di sekitar lingkungan komunitas. {pelaku
432 BAGIAN III •. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN .
bisnis loka! biasanya rnendUkung karena rnereki menyadari bah-.
wa klien mereka adalah anggota komunitas.) .
• Siapkan peralatan yang dibuwhkan, seperci swab, kapas, sarung
tangan, stetoskop, mansettekanan darah,- meter glukosa,dah laift~
lain, yang didapatkan dari sumber yang beragm .
• Rekrut sukarelawan profesional kesehatan tambahan untuk her
pu1iSipasi.
• Jadwalkan pert:effiuan tim dan rencanakan tindakan keperawatan.
Mungkin tindakan awal yang diperlukan adalah melakukan peng
kajian kebutuhan. Pastikan bahwa pengkajian kebutuhan tersebut
dilakukan dalam bahasa yang mencerminkan keberagaman
~pan. . .
Halyang wajar jika kita rnemulainya dengan jumlah relawan yang
[Link] atau dengan sejumlah re1~wa.i1 yang hanya dapat memberikan
sedikit waktunya. Organisasi keagamaan terbentuk dengan sendiri
nya sesuai dengan wakiu dan tuntutan kebutuhan masyarakat.
Strategi marketing yang baik adalah hal yang sangat penting untuk
memulai dan mempertahankan sebuah program yang aktiflsedang
berjalan. Beherapa pendekatan dapat [Link]. Bergantung
..pada sumber dan. pihak yang dapat dihubungi di komurutas, sebagian
..pendekatan mungkin bisa iebih. mudah diimplementasikan di
bandingkan dengan pendekatan [Link] kabar lokal, liputan radio
dan televisi, dan buletin asosiasi warga adalah sumber yang me
munglcinkan dalam strategi marketing program. Pemberitahuan
yang dipasang pada garduljalan masuk pintu pusat peribadatan atau
papan pengumuman di komunitas adalah sebuahcara yang biasanya
efektif dalam menginformasikan aktivitas~aktivitas programkepada
komunitas. Strategi yang paling efektif adalah dengan mengumum
kan inforrpasi selama atau sesegera mungkin setelah layanan yang
terjadwal reguler. Survei yang diselesaikan pada saat itu biasanya
'mengh~ilkm respons yang baik. Sebuah kolom perawat dalam
buletin komunitas religius yang mengumumkan aktivitas skrining
kesehatan terjadwal dan programpendidikan kesehatan dapat menjadi
topik reguler. Temayang menarik dan mudah diingat seperti 'Pilihan
Positif yang Sehat", "Catatan Perawat", atau"Inilah Pilihan yang
Sehat", akan memfokwkan perhatian pada informasi kesehatan,
yang harus dipublikasikan dalam ~ua bahasa yang biasa digunakan.
Jangan lupa jalin kemitraan dengan sekolah terdekat atau sekolahyang
berafiliasi dengan pusat peribadatan, dengan pertokoan komunitas,
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 433
dan restoran makanan cepat saji. Carilah inforrnasi ke pasar seputar
"beri~keperawatan" komuni~.religiusdan kegiatan-kegiatan yang
. adi:aaI~selebaran [Link] kabar·mereka serta yang elitempelkan .
pacJa pintu!dinding toko mereka.· ... ..
Hal yang sangat membantu untuk berkonsultasi dengan lenibaga
penelidikan eli komunitas atau fakultaskeperawatan dalam menetap
.kan program promosi kesehatan. Staf fakultas keperawatan mungkin
dapat nieinbantu ffienuliskan survei pengkajian kebutuhan. Keniudian,
komunitas keagamaan (cth, mesjid, gereja, dll.) dapat dikaji secara
tahunan dengan menggunakan suatu alat yang .merupakan bagian
taktetnilai·dalam prose·s~Mahasi~wa keperawatan yang sudah lu1us
dapat menjadi pemain kunci :dalam pengkajian. komurutas. Mereka
dapat bekerja sama dengan pengurus organisasi keagamaan dari
komunitas religiw dan membimbing pelaksanaan pengkajian yang
sebenarnya. Hal ini dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi
perawat karena kebanyakan dari mereka bekerja secara sukarela dan
sebagian pengkajian memakan waktu yang tidak sedikit. Sebaliknya,
para mahasiswa mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi dalam
pengalaman klinik yang nyata dan berharga Keurttungan lain bagi
dunia pendidikan adalah kesempatan untuk berbagi data penelitian.
SiStem penyedia layanan kesehatan (rumah sakit, HMOs, -PPOs)
telah menyadari pentingnyakolaborasi dengan program kesehatan
komunitas [Link] sebagai model yang berharga Sering kali, komunitas
religius akan menandatangani kesepakatan dukungan dengan sistem
manajemen kesehatan seperti rumah sakit, klinik swasta, [Link]
praktik bersama dokter. Bergantung pada jenis lembaga, pihak
sponor menyediakan layman pendidikan berkelanjutan bagi perawat
relawan, memberikan pelayanan skrinirig melalui unit kesehatan
keliling atau menetap, dan badan/juru bicara untuk program
.pendidikankesehatan (Gillis, 1993).Sponsorini, mungkin departemen
_ kesehatan setempat, juga dapat mengadakan imunisasi dengan biaya
rendah .dalam aktivitas promosi kesehatan (King, Lakin & Striepe,
1993). Selain itu, perawat komOOitas religius memanfaatkan sistem
sponsor pelayanan kesehatan dan penyedia layanan kesehatan lokal
lainnya, sebagai pilihan rujukan bagi partisipan di komunitas religius.
Jenis sponsor non-layanan kesehatan lain adalah restoran makanan
cepat saji, toko eceran, pe1aku biSnis, perguruan tinggi dan universitas,
dan juga organisasi layanan publik dan masyarakat (sebagai contoh,
Lions Clubs, Organisasi Wanita, League of Women Voters). Sering kali,
434 BACIAN III • STRATEcrPROMOSI KESEHATAN .
yayasan nasional sepeCti [Link] of Dimes (Gerakan Perkumpulan
.Dana untuk Anak-anak Cacat), atau pun yayasan lokal bersedia
_menjadi sponsor, dengan menyediakan dana untuk suplai, brosur,
hai~haie~Iisial laiiuiya. Karena ruangan eli da1am fasilitas
.. - : dan:
gerejalpusat peribadatan lainnya terbataS, program dapat seluruh
nya berpindah-pindah tempat. Banyakrelawmyang membawa per
alatannya sendiri (sebagai contoh, stetoskop dan sfigmomanometer).
Perwakilan perusahaan obat dan [Link]-alat medis
yang merupakan anggota komunitas religius, mungkin dapat me
nyuplaiperalatan lain yang diperlukan program.·
. Seb~ c;ontoh yang· n:teIlunjukkan begitu pentingnya program
ini adalah·oWalah yang 9jala·mi~rang jemaat yang merasa "sehat";
ia didesak old! pasangaruiya untUk memeriksakan tekanan darah dan
kadar glukosanya. HasiInya, tekanan darah dan kadar glukosanya
abnormal berdasarkan pada usia dan gender~ Kemudian, ia diberi
formulir hasil pemeriksaan tersebut, dikonsulkan, dan dirujuk ke
penyedia layanan kesehatan yang menjadi pilihannya. Sebulan
kemudian, istri jemaat ini melaporkan bahwa SUanllnya telah
sembuh cbigan baiksekali dari operasi pintas· jantung dan sedang
bdajar penatalaksanaan diabetes yang merupakan diagnosis penyakit
nya yang baru. Perawat terdaftar (&gistered Nurse, RN), yangahli
dalam penatalaksanaan diabetes, dan praktisi keperawatan disertai
dengan dukungan sponsor dapat menjadi pelaksana skrining gula
darah. Partisipan akan merasa nyaman dan yakin jlka data hasil skrining
!Jlereka berada dala.~ rentang yang normal Partisipan yang [Link]
Iaksana diabetes ripe IT Y3Jlg dideritanya tanpa pemanciuan di rumah,
biasanya karena peJ;!.dapatannya yang terbatas, dapat memanfaatkan
program slqining injuntuk evaluasi penatalaksanaan .mandiri dan
pendidikan kesehatan lanjutan.
Kelas pendidikan dengan materi dan target usia yang spesifik sering
kali populet dan diha'diri oleh banyak orang. Perawatyang memiliki
latar belakang pendidikan kesehatan pada pria dapat berbicara pada
klub pm Perawat pria dapat memberikan kontribusi khusus dengan
mempresentasikan kepada kelompok audiens pria mengenai pe
meriksaan testis mandiri, kanker prostat dan kolon, dan ma<;a}ah
ereksi penis. Perawat memiliki kesempatan untuk mendiskusikan
hal-hal berkenaan dengan penganiayaan dan kekerasan di rumah
[Link] presentasi aclalah mendefmisikan situasi kekerasan,
mengidentifikasi sumber-sumber di masyarakat yang tersedia untuk
BAB 17 • .Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Re/igius 435
korban dan pelaku penganiayaan, serta keterampilan khusus untuk
menjalin hubungan tanpa kekerasan. Per~uan khusus remaja
- [Link] cara berke1oJ,llpok Sebaikn:fa membahas mengenai kekerasari
ketika berkencan. .. ..
. Perawat dapat membantu organisasi keagamaan lain di da1am
komunitas religius dengan memberikan [Link] darurat Mereka'
mempromosikan kesehatan artggota organisasi kepanduan (B~ S~Ollls
dan Girl Scollis) serta ~s Clllbs dati Girls Clubs melaIui program
pendidikan dan Ununisasi. TIm keperawatan yang juga terdii:i atas
kelompok: pria dan wanita mengadakan perayaan bulanan. Semua
kegiatail menCakup kajian literatur kesehatan yang dipresentasikaii
dengan materi kesehatan yang sangatbanyak dan disajilcin' dalani
semua bahasa yang digunakan. Karena upaya ini, perawat dikenaI
sebagai bagian komunitas religius yang visibel. VISibilitas ini mem
berikan kontribusi terhadap kelangsungan keberhasilan kemitraan
antara perawat dan komunitas religius (Miles, 1997).
RIDgkasnya, keperawatan dalam komunitas religius masih berada
da!am fase awal perkembangannya. Keperawatan komunitas religius
memiliki potensi besar untuk t"umbuh dan berkembang ke dalam
sistem pemberian layanankesehatan yang maju. Perawat merupakan
sosok unik yang memiliki kemampuan Iuar biasa da1am mengguna
.kan keahlian mereka yang beragam serta keilmuannya yang Iuas
untuk. meningka:tkan status kesehatan individu, keluarga, dan'
komunitas dalam situasi pelayanan kesehatan yang berubah. Model
praktik perawat ini relatif baru dan merupakan cata efektif dari
sudut biaya, karena Papat membantu partisipanmengarahkan
lingkungan managed care. Hal ini merupakan bagian dari solusi
meningkatnya biaya asuhan kesehatan. Apabila program seperti ini
dapat mempertahankan segmen masyarakat menjadi lebih sehat
melaIuipromosi kesehatan, aktivitas pencegahan penyakit, dan
pilihan perawatan di rumah (home care), kualitru; pelayanan kesehatan
dapat ditingkatkan (RJdhohn, 1997).
Apabila peran perawatdiperluas, akan lebih banyak pelayanan
yang dapai: diberikan di komunitas religius. Hubungan dengan Iembaga
sponsor jugadapat memfru;ilitasi [Link].?ahan [Link]. Keperawatan .
komunitas religius dapat diperluas dengan mencakup pelayanan
asuhan kesejahteraan anak,kesehatan dewasa, dan asuhan akut minor.
Hal ini dapat dicapai dengan me1ibatkan praktisi keperawatan, yang
secara aktual melakukan praktik [Link] dalam komunitas religius
436 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
(Souther, 1997)~ Akhirnya, pengkajian kebutuhan di keseluruhan
komunitas religius dapat dilakukan untuk memperluas survei tahunan
.koplmUtas reUgius~ M~~:W.t;k!!perawatan dapat membantu aktivitas
ini. [Link]· dillikukan~untuk niengidentifikasi aset yang ada
di komunitas serta mengid~tifIkasi masalah sehingga dapat mem
berikan informasi untuk program.
Satil langkah terpenting adalah menyediakan ruangan agar perawat
komunitas religius dapat memberikan pela~. Rohaniwan dan
staf administratif setempat yang suportif terhadapprogram dan .
sangat ingin memajukan program akail melihat hal tersebut sebagai
suatu kebutuhan. Jika rencana renovasisedang berjalan, ruangan
bagi . F.~rawat keseha~. komunit~ "ttarus disertaka!t. -W~au1?un
program secara keseluruhan dapat berpindah (mobil), alangkah
praktisnya jikatersedia ruangantertentu sebagai tempat penyimpanan
dan pemberiar{layanan. Untuk'mempertahankan fo:trus, menjamin
kualitas, dan menjaga komponen relawan dan multikultural dati
jemaat, dibutuhkan tujuan jangka pendek dan panjan& Identifikasi.
macam-macam strategi promosi dan kebutuban pendidikari kesehatan
yang diperlukan di masa depan. Keniudian, tetapkan tujuan jangka
pendek yang realistik berfokus pada area spesifik yang ter
. idencifikasi, seperti meningkatkan pendidikan mengenai diabetik, me
restrukturisasi kelas manajemen herat badan, atau menginformasikan
metode penur~nan stres (contoh, aromaterapi, teknik relaksasi
realistik, dukungan pemberi asuhan). ~arena anggotatim sering kali
telah memiliki karier, komitmen profesional, s~rta tanggung jawab
pribadi dan ke1uarga, upaya pembatasan fokus pada tahap awal per
kembangan adalah st:rategi terbaik untuk menjamin kontinuitas ke
herhasilan program. Model praktik kemitraan keperawatan dengan
komunitas religius yang telah dijelaskan dalam bab ini sedang berada
dalam evolusi. Perawat perIu proaktif dalam area yang terus meng
alami refotmasi kesehatan ini. Kita harus berpartisipasi dan mem
bantu membentuk pengambilan keputusan di .masa depan bagi
sistem pemberian pelayanan kesehatan. PerawatkomUnitas religius
Wi, baik dalam layanan sukarela atau pun dibayar, adalah cara untuk
meningkatkan sistem pemherian layanan kesehatan yang efektif
biaya. Kemitraan keperawatan" dengan komunitas religius adalah
.bagian dati solusi.
BAB 17 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Komunitas Religius 437
REFERENSI
Gillis. V (1993). Sponsorship networks. Henlth PlTIgm.f, 4. 34-41.
King,]., Lakin,]., & Striepe. J. (1993). Coalition building between public health nurses
and parish nurses. JOIll"llal of NursiNg Admillistratioll, 23(2), 27-31.
Miles, L. (1997). Getting started: Parish nursing in a rural community. jOllrl/oloj Christioll
[Link]. 14(/),22-24.
Rydholm, L. (1997). Patient-focused care in parish nursing. Holistic NIII:Jillg Practice,
4, 47-60.
Schank, M, weis, D., & Mareus, R (1996). Parish nursing: Ministry of healing. Celiatlic'
Nllrsil1$' 11(1),11-13.
Solari-Twadell, P. (1999). The emerging practice of parish nursing. In P. Solari-Twadell & M.
McDermott (Eds.), Palish Nursi1lg: Prolllotillg whole penoll health lvi/hill foith cotllmll1itieJ
(pp 3-24). Thousand Oaks, CA: Sage.
Souther, B. (1997). Congregational nurse praa:itioner: An ide-a whose time has come. jOllrnal
of Christiall Nursing, 14(1), 32-34.
Westberg, G. (1999). A personal historical perspective of whole person health and
the congregation. In P. Solari-Tw-adell&M. McDermott (Eds.), Pmifh wlrSillg: Prop/otillg
whole person health Ivi:hin faith COll1mlll!Tties (pp 35-41). Thousand Oaks, CA: Sage.
SUMBER-SUMBER INTERNET
[Link]/ihpnet
Internationai Network for Interfaith Health Practices
Includes practice models and resource links.
W\[Link]/library lintemet/[Link]
Parish nursing. Ecumenical perspective on health care ministry including In-ternet
resources for parish nursing. .
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Weis, D., Mateus, R., & Schank, M. (1997). Health care delivery in faith
communities: The parish nurse modeL Public Health Nursing. 14(6), 368-372.
Juenal dan Actikel
jotlmal of Christiall Nursing, published by [he Nurses Christian Fellowship, Box
7895, Madison, WI 53707. Inquire about reprints of parish [Link] articles
and the availability of pho[Qcopies of selected articles.
Parish Nltrse, a quarterly newsletter for practicing parish nurses. Issued by LCMS
Health Ministries, The LU[heran Church-Missouri Synod.
Nina Fredland
PENINGKATAN
BAB
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN POPULASI
TUNAWISMA
18
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Mendefinisikan tunawisma.
• Menjelaskan masalah unik yang terkait dengan para tunawisma.
• Mengirnplementasikan program untuk populasi tunawisma.
PENDAHULUfu'J
Perawat kesehatan komunitas memfokuskan perhatiannya pada
kebutuhan populasi risiko tinggi. TUriawisma adalah kelompok yang
sangat rentan terhadap penyakit clap. ketidakmampuan. Terdapat
sekitar 2 juta orang yang menjadi tu'nawisma selama satu tahun eli
Amerika Serikat. Lebih dari 700.000 orang menjadi gelandangan
setiap malamnya di seluruh penjuru negara. Hampir 10.000 orang
menjadi tunawisma pada setiap malamnya di beberapa kota besar,
terutama di bagian Selatan yang iklimnya lebih hangat, (National
Coalition for the Homeless, 1999a; 1999b; 1999c). Demografik
tunawisma telah berubah, terutama pada tahun-tahun terakhir ini.
Alkoholik atau pengguna obat-obatan terlarang bukan lagi menjadi
ciri khas tunawisma. Profil tunawisma menunjukkan bahwa ibuyang
memiliki anak merupakan proporsi paling besar dari tunawisma.
Penelitian yang dilakukan oleh Shinn dan Weitzman (1996) me
nemukan bahwa 40% masyarakatyang menjadi gelandangan adalah
keluarga yang memiliki anak. Tentu saja persentase ini lebih besar di
beberapa kota. Bagaimana kemitraan yang sehat dengan para tuna
wisma dapat dimulai dan dilakukan secara terus-menerus?
438
BAB 18 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Populasi Tunawisma 439
SIAPAKAHPARATUNAWISMAITU?
. Menurut Stewart B. [Link], 42 USC 11301, et seq. (1994), .
. . defmiSi tunawiSma adalahindividu yang "tidak memiliki tempat
tinggal yang pasti, tetap, dan adekuat pada malam hari"~ Menurut .
McKinney Act, 42 USC 11302, Yang termasuk ke dalam tunawisma
adalah mereka yang tempat tinggal ~ya padamalam hari adalah
tempat penampungan sementara yang diawasi, sebuah institusi yang·
menyediakan perlindungan sementara untuk mereka yang seharu:s
nya diinstitusionalisasikan, atau merekayangtinggal di tempat-tempat
lUDtQIlyangctidalt: diperuntukkan untuk tidur.(Nati()nal Coalition for
the Homeless, 1999d). iebi4 [Link], literatur membagi tunawisma ke
dalam beberapakeadaan yaitu tunaWisma aktual, tunawisma: margirial,
atau mereka yang berisiko menjadi tunawisma. Tunawisma yang
hidup di tempat petiampungan,. gedung-gedung terlantar atau area·
.pubJik lainnya dapat digolongkan ke dalam tunawisma ak:tual. Defmisi
McKinney sejalan dengan pandangan literarur bahwa tunawisma
ak:tual ~ merekayangakan menghadapi pengusiran dalam waktu
dekat (yaitiJ, dalam periode satu minggu). Para tunawisma marginal
hidup bersama pada teri1pat yang bukan miliknya atau tidak mereka
. seVla dan kondisi· tersebut untuk sementara Mereka yang berisiko
menjadi tunawisma tinggal di kediaman yang merekamiliki atau
sewa, tetapi rriereka hidup dalam ancaman pengusiran (Stt:iering
Committee Report for the Coalition for the Homeless of Houston!
Harris CountY,· 1989). Diramalkan bahwa jumlahpopulasi yang
berisiko menjadi tunawisma di US adalah sekitar 250.000 orang
(Harris· County Community Development Agency Report, 1995).
Populasi ini biasanya berada dalam kondisi sakit, mengalami kecela
kaan atau tidak memiliki biaya untuk menghindari pengusiran dan
seringkali bergantwig ·kepada bantuan. Ket:ika kelompok ini masuk
rumah sakit untuk pe1ayanan raVlat inap, setelah peraVlatan selesai,
biasanya mereka tidak memiIiki tempat untuk pulang.
SeringkaIi penyebab individu menjadi tunawisma bukan satu.
faktor saja Hal ini biasanya disebabkan oleh banyak faktor seperti,
upah rend3h, pekerjaan tidak tetap, dukungan sosial tidak adekuat,
dan!atau masalah kesehatan (National Coalition "for the Homeless,
199ge). Ketidakmampuan untukmemobilisasisumber, seperti ttans
portasi atau pengasuhart anak, mungkin menghalangi tnasyarakat
440 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Suatu studi dilakukan
oleh Coalition for the Homeless of Houston/Harris County bekerja sarna
deng~. Homeless Coordinqting Counc!l (National Coalition for. the.
HomeleSS, 1996). Pcida stUai ini,dilaktikari Wawancara terhadap 483
responden yang mencari bantuan publik dati mereka diminta untuk:
mengidentifikasi "kejadian terakhir" yang membawa mereka kepada
kondlsi tunawisma. Respons yang diperoleh dapat dikategorikan
. menjadi: Penyakit yang berhubungan dengan kesehatan (34%), ke
.kerasan domestik (31%), dan kehilangan pekerjaan (23%). Sebanyak
12% rewonden. yang menyatakan bahwa "kejadian terakhir" tidak
diketahui. HaBit S1¥di. [Link] mentinjukkan. bahwa karakteruttk ...
tunawisma. y~ diy~~keb.enarann1a adalah: .
51 % adalah wanita..
71 %. berusia lebih dari 29 tahup..
44% adalah Amerika-Afrika, 37% adalah kulit putih non-Hispanik,
dan 14% adalah Hispanik .
23% dilaporkan terlibat penyalahgunaan obat terlarang.
34%· mengalami masalah kesehatan, terutama kondisi kronik.
;l3%· adalah pengangguran. .
. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTUK.
POPULASI· TUNAWISMA
Pencegahari Primer
Dalam pencegahan primer, pencegahan populasi yaD.g berisikomen
jadi tunawisma adalah langkah· pertama dalam .promosi kesehatan
untuk populasi ini. Tujuannya adalah menjaga mereka tetap berada
di rumah. Strateginya adalah:
• Bantuan jinansial darurat - Sering kali, perusahaan layanan pubJik
memiliki dana darurat yang digunakan untuk mencegah ter
hentinya keperluan publik, seperti air dan listrik. Untuk me
ngetahui tersedianya dana ini, hubungi dan tanyakan hal ini kepada
dinaslperusahaan setempat Informasikan kepada individu yang
.berisiko menjadi tunawisma earn mengajukan permohonan untuk
mendapatkan bantuan, dan berikan saran mengenai informasi
yang mereka butuhkan jika mereka dipanggil untuk mendapatkan
bantuan.
• Bantua.n hukum - seperti konsultait atau mediator untuk men
cegah pengusiran - Apakah terdapat sekelompok relaW'all yang
BAB 18 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat d~ngan Populasi Tunawisma 441
berprofesi pengacara yang dapat memberikan bantuan hukum eli
komunitas? Kenali keberadaan banturuI hukum yang tidak me
murigut biaYIl..atJ;lU ,biaya yang tetiangkau. Hubungi organisasi
terkait dan peIajari' bagaimana meminta kesediaan waktu mereka
untuk membuat Pertemuan, dokumen yang elibutuhkan, dan
sebagainya. .'
• Saran finansial - Program konse1ing keuangan hiasanya terseelia
secara gratis eli sebagian besar komunitas. Program ini dapat mem- ,
bantu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai mana
jemen keuangan. Jika hal ini ditangani sejak dini, strategi ini dapat
mencegah tunawisma secara efektif.
'. PWgra!lI relokasi - Hubungi organisasi komunitas, seperti The' United
W~ pnsatkeagamaan, lembaga pelayanan sosial yangbesar dan
ajukan pertariyaan serta dapatkan informasi secara detail mengenai
program penampungan sementara. Tanyakan juga mengenai
lowongan pekerjaan. Adakah 'kesempatan untuk inelividu men
dapatkan dukungan sosial yang elibu~? Hal terpenting adalah
populasi yang berisiko tunawisma tidak terputus hubungannya
dengan sistem pendukung (support -!Jstem) yang mereka miliki saat
ini. Kadang-kadang, pinjaman lunak one-time bantuan dana ~
, hal yang paling elibutuhkari populasi tersebut untuk membayar
se-wa sehingga dapat mencegah ke arah tunawisma. Beberapa
:programkesejahteraan nasional telah meriaJ:ribahkan dana bantuan
darurat "one time" untuk meipbayar rumah dan kebutuhan dasar
(air, listrik) sebagai pengganti program kesejahteraan terus
menerus.' Dapatkan program bantuan yang ada; eli komunitas
Anda. Bantuan dana darurat untuk, mernbayar [Link], deposit ke
amanan, tagihan kebtituhan, dan pengeluar.m }-ang bergerak dapat
mempertahankan individu tetap memiliki rumahnya selama periode
kritis sampai cek pembayaran eliterima. .
Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder memfokuskan pada populasi tunawisma. Lang
kah ini dimulai dengan mendaftarsegala kebutuhan mereka. Penga
tegorisasian kebutuhan seperti kebutuhan pemukiman, pelayanan ke
sehatan atau pekerjaan akan sangat membantu. Kebutuhan terhad~p
pelayanan kesehatan harns menjadi perhatian utama. Identiflkasi
faktor-faktor yang menghambat para tunawisIilfl mendapatpelayanan
,kesehatan dan bagaimana, cara mengeliminasi faktor penghambat
ini. Sering kali, para tunawisma tidak dapat mengakses sistem pela
yanan kesehatan karena mereka tidak memiliki alamat tetap atau
format identifikasi yang adekuat seperci SIM (Surat Izin Menge
442 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
much) yang valid. Mungkin saja para tunawisma adalah veteran
perang, sehingga mereka berhak atas [Link] kesehatan atau
tunjart~ 1aiit se~rti tunjanzat1, finansial [Link] dengan ke
.. 'ca~~tui.~riiigkaIf,lligunggu di ~ sakit danidinik untuk~-
dapatkan pelayanan, kesehatan dapat :membantu tunawisina untuk
mendapatkan tempat bermalam. Hal ini sering terjadi karena keter
batasan .jumlah· tempat tidur di tempat penampungan tunawisma,
karena begitu semua tempat tjdur Sudah ditenipati, tidak ada tambahan
tempat untuk orang yang ingin tidur di tempat penampungan.
Dalam upaya D;leningka:tkan derajat kesehatan para tunawisma,
kaji dan evaluasi sumber--sulnberyang ada <:JikgmU,l!itas untuk mem
berikan pela~ kepada nmaWisina.l3erap.t:bariyakjiu:Wah·tempat
tidur yangtersedia Hi tempat penampungan? Apakah tersedia pe
nampungan untuk. ke1uarga? untuk remaja? untuk. ibu hamil? untuk
individu dengan keb'utuhan diet khusus (misal, penderita diabetes
atau individu dengan intoleransi laktosa)? Apakah tersedia tempat
penampungan daruratuntuksiapasaja yangmemerlokannya? Apakah
.tersedia dukungan sosial dan psikologis untuk para tunawisma?
Begitu berada di tempat penampungan, rehabilitasi mungkin dibutuh
kan untuk menangani masalah medis atau penyalahgunaan zat,
seperti alkohol atau ketergantungan obat ter1arang. Apakah tersedia
konselor di tempat penampqngan atau apakah tersedia perawat atau
dokter untuk kebutuhan medis darurat?
'Tujuan utuna pencegahan sekunQer untuk populasi tunawisma
adalah mengeluaI:kan populasi tersebut dari kondisi ini dan mengatasi
dampak yang timbul akibat menjadi J:unawisma. Untuk. membalik- '
. kan keadaan ini, dibutuhkan perumahan transisional. Perumahan
transisional sebaiknya disediakan tanpa dipungut biaya atau dalam
biaya yang rendah. Sering kali, para tunawisma diizinkan tinggal di
unit perumahan dalam waktuyanglama agar mereka dapat menabung
untuk membeli rumah yang permanen. Selain tempat peiIampungan,
biasanya tersediadukungan sosial (dan selalupenting) pada perumahan
transisional. Kita akan mendisknsikan mengenai dukungan sosial
secara lebih mendalam pada bagian lain Qab ini.
Hal yang menjadi persoalan umum bagi populasi tunawisma adalah
ketika mereka menjalani medikasi dan regimen tempi. Berikut ini ada
lab kondisi umtun yang menuntut perhatian terus-menerus ketika
Anda meningkatkan kemitraan yang sehat dengan para tunawisma.
BAB 18 • . Peningkatan Kemitraan vangSehatdengan Populasi Tunawisma 443
• Sering kali, obat-obatan tidak dapat disimpan secara mudah.
• Sulit untuk mengikuti ketentuan pembatasan makanan ketika
para tunawisma mendapat makanan di tempat penampringan..
Malcanao sering kali terlalu asm, tioggi lemak, dengan jWDlah.
. . buah·buahan dan sayuran yang tidak menci:tkupi. Penting bagi
perawat untuk mempelajari makanan yang disediakan di tempat
penampungan dan dt!J center. Mintalah izin agar Anda dapat ikut
serta da1am kegiatao makan di tempat penan1pting,an ters~but.
• Makanan tidak diperbolehkan dimakan di area tidur di tempat
penampungan, sehinggakecendeningan mengonsumsi obat bet·
samaan dengan malcaoan tidak muogkio terjadi.
• Terjadinya tukar-menukar obat di antara turuiwisma. TerkadaiIg,'
obat-obatan· dijual untuk mendapatkan Uang tunai' atau individu
sering kali "menyerang" untuk mendapatkan obat. Berikan
penyu1uban kepada para tunawisma mengenai tempat penyirnpanan
obat yang amao.
• Banyak tuoawisma [Link] vitamin untuk mengompensasi
defisitnutrisi.
• Pahamilah bahwa biasanya para tuoawisma selalu melakukan usaha
terbaik untuk mengikuti program terapi Pahamilah fakta ini
Bagian dari kemitraan yang sehat dengan populasi tunawisma
adalah pengkajian lanjutan terhadap sumber-sumber, pelayanan
kesehatan dan sosial. Lihatlah daftar berikut ini sebagai informasi
. tambahan pengkajian komunitas. (Saatnya Anda merujuk pada
pengkajian umum komunitas dan mengevaluasi pengkajian tersebut
berkaitan dengan informasi spesiflk mengenai tunawisma.)
• Apakah tempat penampungan memiliki [Link] klioik? Harian
atau mingguan? Pelayanan apa yang tersedia di temp at pe
liampuogan dan pelayaoan iujukan apa yang ada?
• Apakah unit pelayanan kesehatan setempat dan rumah sakit
daerah dapat dijangkau dengan mudah? Apakah tersedia "kareis
gratis" busuntuk menuju tempat; pelayanan medis? Seberapa
panjang antrianoya? .
• Apakah mobil van kesehatan beroperasi di area ini? Apakah
mereka konsisten dalam memberikan pe1ayanan kesehatan, artinya
apakah mereka datmg pada' hari yang sarna setiap minggunya di
tempat yang sarna? Pelayanan seperti apa yang mereka tawarkan?
, Beberapa pe1ayanan, seperti pemeriksaan lab· termasuk tes fllV
dan' konseling, sinar-X, dan pelayanan gig; adalah kuoei dalam
meoangapi masyarakat tuoawisma.
444 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
• Adakah pelayanan yang terkait dengan kelompok religius?
Mungkin terdapat pengbarapan y~ berkaitan dengan penerimaan
pelayan~, karena pelayanan tersebut belum tentu dapat diterima
oleh para tUilawisma: . .,.: ~ . . . ,~" ;. .
PENINGKATAN KEM1TRAAN YANG SEllAT
MELALUI PENDIDIKAN
Menjadi seorang tunawisma yang menderita diabetes merupakan
hal yang sangat sulit. Sebenarnya kondisi kronik yang dialami para
tuna-wisma akan menimbulkan banyak tantangan bagi mereka.
Berikut ini ~ahprogram pendidikan kesehatan untuk tunawisma
penderita diabetes. Anda dapat memiIih bahan yang Andabutuh
kan dan melakukan perubahan yang dirasa perlu untuk kondisi
. kronik lain seperti hipertensi. ,
• Bekerja sama dengan pengelola tempat penampungan untuk
mengadakan kelas pendidikan diabetes di area tunggu utama
r
pen~pungan,
• Tekankan pffitingnya perawatari kaki mela1ui pemasangan poster di .
tin~t 3 kelas pendidikan diabetes.
• Demonstrasikan perawatan kaki yang benar deIigan meminta para
tunawisma untuk menyabuni kaki mereka di baSin. Inspeksi kaki
sambi! memerhatikan adanya kemerahan, hengkak, pecah-pecah,
atau area terinfeksi. Pastikan untuk ~ndiskusik~ pentingnya
mengeringkan kaki secara benar. .
• Diskusikan pentin~ya mengguuakan kaus kaki yang bersih dan
sepatu yangkering serta pas di kaki.
• .. Tawarkan kaus kaki kepada para tunawisma, yang moogkin di
dapat dari sumbangan sponsor lokal atau dikumpulkan oleh
sekolah anak-anakdi sekitar tempat panampungan. Surat per
mohonan ll.'1tuk mendapatkan kaus kaki yang diajukan. kepada
pedagang lokal dapat dibuat atas nama institusi pendidikan yang
berafiliasi dengan mahasiswa keperawatan danlatau atas nama
tempat penampungan itu sendiri.
• Sepatu dapat dikumpulkan dengan menempatkan pengumpul
sumbanganlkontainer sumbangan di kota atau klub kebugaran
kota yang mengajak para pelari untuk menyumbangkan sepatu
atletik bekas mereka. (para pelari biasanya mengganti sepatu
lari mereka setiap 2 ·sampai 3 bulan. Walaupun sepatu tersebut
BAB 18 . • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Populasi Tunawisma 445
mungkin tidak lagidapat digunakan untuk Ian, tetapi biasanya'
masih dapat dipakaiuntuk kegiatan sehari-hari.) '.
.. Penting untuk mendistribusikan insentif dengan cam yang adil
dan terorganisasi Hal ini membutuhkan perencanaan lanjutan yang
detail. Distribtisi paling baik dilakukaD pada akhir program.
• Rujukan 'untuk kebutuhan. kesehatan (seperci infeksi. kaki,
pertumbuhan kuku jan kaki yang menembus daging, berjamur,
masalah sirkulas~. dan mekanisme tindak lanjut harus tersedia.
• Skrining tekanan darah dan gula darah dapat dilakukan pada saat
yang [Link] dalam hubungannya dengan program pendidikan.
SESI MENJADIORANG IDA YANG EFEKTIF
Agar orang tua di penampungan dapat mempelajari strategi yang
Iebili baik dalam menghadapi \anak-anak .mereka, kelas menjadi .
orang tua dapat dita'W'al'kan. Topik yang disarankan dapat berupa:
• Perilaku normal sesuai perkembangan usia
• Perilaku yang mengindikaslltan anak sedang sakii: .
• Berat dan tinggi badan yang normal sesuai usia
.• Cara menerapkan disiplin tanpa kekerasan (seperti time-out,
konsistensi, petariuan yang jelas)
• Pilihan makanan yang sehat dan inurah (buah-buahan, mentega
kacang, keju, telur)
• Bagaimana mempertahankan pandangan yang positif
• Pelatihan asertif dan pemberdayaan
PENGELOLAAN PAMERAN KESEHATAN 'DI
TEMPAT PENAMPUNGAN TUNAWISMA
Pameran kesehatan adalah carn lain untuk membahas berbagai per
masalahan dalam satuwaktu. Prosedur skeining seperti pemeriksaan
gigi, tekanan darah,kolestero~ gul~ darah, penglihatan, pendengaran,
zat-zat berbahaya, dan. skoliosis dapat dimasukkan ke dalam agen
da kegiatan. Langkah-langkah untuk: mengeloia pameran kesehat
an adalah sebagai berikut:
•. Hubungi pengelola tempai penampungan.
• Tetapkan waktU persiapannya (6 bulan sampai 1 tabun, jika
mungkin).
446 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
• Tetapkan area promoSi kesehatan apa yang dibahas, bergantung
"pada audiens (contoh, penampungankeluargaversus pria dewasa).
• Undang o~i yang telah diidentifikasi "untuk betpartisipasi. "
• Kuinpulkanliadiahdari sponsor lokal. " "
." Tawarkan insehtif bagi para audiens seperti sesi pendidikan
(kebanyakan tempat penampungan ingin berpartisipasi dalam
progrnm bantuan mandiri). "
• Kolaborasi dengan profesionallain seperti dokter"gigi sekolah.
• Tawarkan layanan imunisasi.
• Buat pos shining, yanK menyediakan btyanan skrining seperti
pengliha~ pendengaran, gula dar~ tekanan darah, bimbingan,
res
tes [Link]~osis, depresi, mv dan konse1itlg.
• Atur area stan berdasarkan polajalur. " "
• "Undang media massa.
• Seriakan aktivitas yang menyenangk~"1, seper~i tukang sulap
" untuk anak-anak atau terapi pijat untuk dewasa.
• Buat rencana rujukan dan tindak lanjut.
PENINGKATAN KElVllTRAAN YANG SEHAT
,DENGAN INDIVIDU YANG KELUARDARI "
KONDISI TUNAWISMA
Kebanyakan individu mampu keluar dari kondisi tuna~ma yang ia
"alami.. Agar kondisi ini ti<1ak terul~g kembali, [Link] ada sistem
pendukung yang kuat, tidak cukup hanya. dengan menyediakan pe
rumahan transisional. Dibutuhkan komitmen untuk mendukung
mereka yang pernah berada dalam koncli$ tunawisma dalam jangka
" waktu yang lama (biasanya. beberapa tahun). Strategi promosi ke
sehatan untuk mendukung para tunawisma adalah sebagai berikut:
• Koordinasi pelayanan, seperti pe1ayanan kesehatan, sosial,
penyalahgunaan zat, dan kesehatan niental
• Kesinambungan pelayanan
• Pelayanan manajemen kasus .
• Masalah transpoitasi
• Pe1atihan kerja
• Masalah pengasuhan anak
• Sumber-sumber pendanaan program
BAB 18 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Populasi Tunawisma 447
Masyarakat dunia harus menyadari bahwa tunawisma adalah
masalah [Link] besar. Jumlah individu yang menjadi tuna~
wisma 'ber~bahwalauptin demografIk Il1engalami perubahan.
Strategi multipel diperlukan untuk mengatasi masalah sosial ini.'
Untuk menghilangkan konsep tunawisma yang merupakan strata
sosial terendah di masyar-akat,' upaya bersama perlu diwujudkan
berdasarkan pada prognunyang sebelumnya telah berhasil dijalankan
sebagai model. Dibutuhkan lebih 'banyak pene1itian untuk meng
identifIkasi komposisi dan agregat tunawisma menurut lokasinya
dan masalah khusus yang mereka hadapi. Mungkin strategi terpenting
, adalah strategididasarkan pada perti.n;tbangan politis.
Perawatkesehatan komunitasdapat melobi perubahan legislasil
UUyang ~pat mencegah terjadinya kondisi tunawisma pada tingkat '
pencega.~ primer. Contohnya, dengan mendukung UU yang ber
kaitan dengan peningkatan upah minimum Nationai Coalition for the
Homeless (199ge) memformulasikan suatu agenda legislatif yang
berhubungan dengan populasi tunawisma, seperti perumahan, tun
jangan, pendapatan, perliudungan status sosial, veteran tunawisma,
dan remaja. (Lihat Sumber-Sumber Internet untuk informasi lebih
lanjut tentang The National Coalitionfor Homeless.) Kampanye untuk
meningkatkan upah minimum danmenyediakan perumahan yang
terjangkau dan' adekuat adalah prioritas utama. Terakhir, harns di
sadaribahwa sebagian orang memilih untuk tetap berada eli jalanan
dan terus menjalani kehidupan mereka sebagai gelandangan. Bagai
manapun, menurut pendapat pribadi penulis, kebanyakan mereka
tidak menginginkan un:tuk tetap menjaeli tunawisma. Mereka ter
jebak eli dalam situasi keputusasaan. Merupakan kewajiban perawat
kesehatan komunitas untuk meningkatkan kemitraan yang sehat
dengan populasi tunawisma. ,
REFERENSI
National Coalition for the Hom:e1ess. (1999a). Facls abolll homelmllesI. Available at
[Link]/[Link].
_ ' . (l999b). Homelessftwilies with chilJrefl. Na-I Fad Sheet #7. Available at
, [Link]
_ . (1999cj. How ma'!1 plOpk experiena homeksmm? NCH Fad Sheel #2. Available at
, [Link]
_ . (1999d). Who is homeless? NCH Fact Shill #3. Available at
[Link] . ,
_ . (199ge). WI!JII1't~lthom,lm? Na-IFactSheel#1. Available at
[Link]! [Link].
448 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
National Coalition for the Homeless (1996). Who/lIIfIJ thl /arl IlrtIJII that bnJIIght abolllYOIIf'
h,1II,lmnm? Survey conducted by the Coalition of Houston/Harris County.
Houston. TX: Author.
,~e,p~. rt£~e.&?ej:[Link]
'" }'-;u.J_.. _ ·01 .
~~e tr~~90~~e(vle99Io1?m~nt.
....,."......,.
,A.f:~~yJf~~~tion for th.e
5)• .J1f1!((I , _ " 111 nunu '-""lin!! RtI1I11III1JitJ
t1Mhpllmil dlGvtry ana. .
Report on Hunger and Homelessness (1995). Washii:lgton, D.C.: United States Con
ference of Mayors, 1995.
Shinn, M., &: Weitzman, B. (1996). Homeless families are different. In J. Baumohl (Ed.), .
H{)1II,klJ1lUl;n Ameri(a. Phoenix, AZ: Oryx Press.
Steering committee report prepared for the Coalition for the Homeless of Houston/
[Link] County. (1989). AiklnJJing [Link] oj' lxmt,ktmllS;n H,1ISfon and Honis CONntJ.
SUM B E R • SUM B E R I N T ERN E T
[Link]
National Coalition for the Homeless .
A network of homeless people, activists, service providers, and others committed to
ending hOJ;llelessness through advoca~ education. technology, and grassroots
organizing efforts.· . ' , . .
[Link]
NOiAdvocacyTtps:Comoutoic:ttingWtthCongress
Information on ways to influence elected officials Oli behalf of homeless people..
[Link]/[Link]
Housing and Urban Development
A federal agency that funds programs to help the homeless.
[Link]
CensusBureau
Current population reports and poverty statistics.
B A HAN B A C A ANY A N G D I SA RAN K A N
Anderson. R. (1996). Homeless violence and the informal rules of street life. JOII.'11I1I
of [Link] and Ih, H,lIJl/m, 5(4), 369-380.
DiIIon,D.&:Sternas,K. (1997). Designing asua::essfulhealthfairtopromote individual, family,
. and community health. JONrnaloj' Commllnity R,a/lh, 14(1), 1-14.
Helvie. C. Be Kunstmann. W. (1999). Hom,/m in Ihl Unilld SlallS, ENropl anti RJlllia.
Westport;. CT: Greenwood Publishers.
Kroloff. C. (1993). 54111'!JIYOll (an h,1p thl hOllJe/us. West Orange. NewJersey. Behrman
House Inc. This is out of print but available as a hyperbook at
[Link]
National Coalition for the Homeless. (1999). The M(Kinn!y A(/. NCH Fa(1 Shill # 18.
Available at [Link]/[Link]
__ • (1999).NCH:r 1999f,dm~//,gillaliv' agenda. Available at
[Link] . .
l'Wamathi, A.. Flaskerud, J., Be Leake, B. (1997). HIV-risk behaviors and mental health
characteristics among homeless of drug-recovering women and their closest
sources of social support. NNrsing RtIlt1r&h, 46(J), 13>137.
Tollett, J. &: Thomas, S. (1995). A theory-based n:ursinginterventionto instill hope
in homeless veterans. Advanm;n NNrsing Sdl1l(l, 18(2), 76-~. .
BAB 18 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Populasi Tunawisma 449
Unger, J., Kipke, M., Simon, 'I, Johnson, c., [Link], 5., & Iverson, E. (1998). Stress,
coping, and social support among homeless youth. fallnlal oj Adolescent ReJPOl"cb,
13(2),134-157.
US Conference of Mayors. (1998). A ,/a/IIS report Oil blll/ger alld bOlllelesslleJJ iN
Alllerim~r cities: 1998. Available for $15.00 from the US Conference of Mayors, 1620
Eye Street Nw, 4th Floor, '.%shington DC, 20006-4005; 202/293-7330.
Zirna, B., Wells, K., Benjamin, B., & Duan, N. (1996). Mental health problems among
homeless mothers. Archives ~r Gd/leral PfYChiatry, 53, 332-338.
Pam Willson dan Ann Malecha
PENINGKATAN
BAB
KEMITRAAN YANG SERAT
DI LAHAN KERJA 19
_.
• TUJUAN
; S~~elah mempelajari babini,Andadiharapkan mampu:
: • Mengkaji kebutuhan promosi kesehatan di lahan kerja .
. .• Mendiskusikan strategi untuk keberhasilan program promosi kesehatan .
. • Merencanakall,mengimplementasikan, dan mengevaluasi program yang;
, .. mengajarkan perilakusehatterhadap berbagai kelQmpokpekerja beserta .
keluarganya,' '..
PENDAHULUAN
Promosi kesehatan, pencegahan dan kontrol [Link], kesgahteraa!1, pem/
runan 1aktor fisiko, dan peiayanan kesehatan preventif adalah beberapa
istilah yang digunakan pada program kesehatan di laha,n kerja.
Dalam bab ini, istilah promosi kesehatan akan digunakan untuk me
nunjukkan sebuah proses pembelajaran para pekerja mengenai
bagaimana cara meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka
dengan mengembangkan gaya hidup yang baru. Proses promosi
kesehatan di lahan kerja biasanya dimulai dari para pekerja yang
mendapat pengetahuan mengenai perilaku, risiko kesehatan atau
proses penyakit. Setelah itu, mereka mempelajari keterampilan baru,
mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan me
nemukan makna [Link] perilaku yang telah dipelajari tersebut serta
mempertahankannya dalam jangka waktu yang lama.
Perawat kesehatan kerja sering kali bertanggung jawab terhadap
program promosi kesehatan di lahan kerja dan berada pada posisi
yang tepat untuk menciptakan kernitraan dengan komunitas. Apa
bila suatu organisasi tidak merni1iki perawat kesehatan kerja, program
kesehatan menjadi tanggung jawab staf keamanan kerja atau staf
departemen sumber daya man usia atau staf departernen keuangan.
Tanyakan siapa yang mengoordinasikan aktivitas kesehatan. Proses
450
BAB 19 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 451
I~perawatan untuk meningkatkan kesehatan eli lahan kerja berfokus
pada keseluruhan populasi ~usahaan dan mungkin meluas kepada
individti yang menjaelitang~gan pekerja (pasangan dan [Link])'7.:,..: ...
Aktivitas promosi kesehatan eli lahan kerja dimulai dengan meng-'
kaji kebutuhan kesehatan seluruh peka:ja,' termasuk manajemen.
Langkah berikutnya adalah menciprakafi kesadaran terhadap isu-isu
.kesehatan melalui penelidikan internal peruSahaan, shining, dan
. . intervensi yang berfokus pada perubahan gaya hidup. Bab ini mem
bahas strategi uhtuk mencapai keberhasilan program promosi ke
sehatan, menjelaskan langkah-Iangkah yang eligunakan dalam meng
impl~mentasikan berbagaiprogram, dan juga mencantumkan
sumber-sumber yang dapat digunakan;
PROMOSI KESEHATAN DILAHAN KERJA
.
[Link] dari 800/0 dari perusahaan Amerika yang mempekerjakan 50
atau lebih pekerja telah terlibat dalam aktivitas promosi kesehatan
(Hunnicutt & Dernmg, 1999). Perusahaanmengintegrasikan promosi
kesehatan ke dalam proses penerjmaan pegawai (contoh, keanggotaan
pada sebuah klub kesehataIl), pelatihan kerja (contoh, perawatan
punggimg), keamanan (contoh, perlindungan pendengaran), ke
sehatan (contoh, skrining dan profilrisiko), dan upaya rekreasional
(contoh, lari santai dan tim olah raga). Pengusaha tertarik dalam
meningkatkan kesehatan dan keamanan pekerja mereka karen a
banyak. alasan, antara lain meningkatkan produktivitas, menurunkan .
angka ketidakhadiran (absen), mempertahankan kepatuhan terhadap
standar keamanan, [Link] moral pekerja, serta menurunkan
kompensasi pekerja dan klaim asuransi.
JENIS AKTMTAS PROMOSI KESEHATAN
Aktivitas yangIazim dilakukandalam upaya mempromosikan kesehat
an atau mencegah cedera dan penyakit eli lahan kerja adalah' olah
raga, penghentian merokok, perawatan punggung, dan program
manajemen stres. Sering kali, perusahaan memberikan surat kabar
kesehatan, melakukan penilaian fisiko kesehatan, menyelenggarakan
pameran kesehatan, serta skrining seperti pemeriksaan tekanan
darah dan kadar kolesterol kepada para pekerjanya. Ada tiga jenis
promosi kesehatan eli laban kerja, yaitu:' . .
452 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN .
• Program kesadaran, meningkatkan tingkat pengetahuan dan minat
pekerja (contoh, dengan selebaran, seminar, dan surat kabar).
eAktiVitas perubahanperilakll,membantu para partisipan ~enge~- .'
bangkan perilaku yang lebih sehaf (contOh, 'Jileriglientika:ii. :K:e
biasaan merokok, olah raga teratur, dan nutrisi sehat).
• Lingkllngan penllnjang, menciptakan peluang kerja yang mening
katkan gaya hidup sehat (contoh, penyediaan makanan rendah
lemak di cafetaria, ke1as aerobik di tempat kerja, menyediakan
"W'aktu sengganguntukskriningkesehatan, kudapan sehat di etalase
makanan. ..
, .Se1:>e1um memutuskan untuk'memilih jenis program promosi
- keseha:tan yang ditaw.u-kan, pentinguntuk menentukin konsistensi
program dengan misi dan tujuan p~usahaan. Perhatikan juga biaya
dan manfaat aktivitas, baik bagi petigusaha maupun para pekerja.
Apabila para pengusaha menyaClari potensi manfaat fmansial yang
akan didapat dari aktivitas ini, seperti penurunan anglqt ketidak
hadiran atau meningkatkan hasil kerja, kebanyakan pekerja i.1rut
berpartisipasi dalam program promosi kesehatan karena alasan
pribadi (seperti menurUnkan beratbadan, meningkatkan kebugaran
fisik). [Link] memilikikeiriginan untuk merasa atau terlihat
lebih baik atau mengalanii [Link] kualitas hidup. Apabila kedua
kebutuhan, baik kebutuhan organisasi dan para pekerja terpenuhi,
programkesehatan ini akan mendapat dukungan luas dan partisipasi
yang tinggi dari pekerja dan mencapai kesuksesan besar.
PERENCANAAN PROGRAM FROMOSl
KESEHATAN
Pengkajian Kebutuhan . .
Kuesioner dan penilaian risiko·kesehatan umumnya digunakan untuk
mengidentifikasi,minat pekerja terhadap topik pendidikan dan
menggambarkan kondisi kesehatan saat ini serta perilaku yang
aman. Topik sw:vei kondisi kesehata.i1. dan gaya hidup yang akan
dikembangkan dalam kuesioner ditampilkan di bawah ini. Sangat
berlebihan jika semua topik eli bawah tercakup dalam satu kuesioner.
Bagaimanapun, jika suatu [Link] dibuat dengan fokus yang
berbeda-be4a setiap bulannya serta dimulai dengan kuesioner singkat
untuk mengetahui minat, keberhasilan program pasti tercapai.
BAS 19 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 453
Olah raga dan kebugaran
Nutrisi dan makan secara benar
."~=-.":-._}.zit~ dan pengobatan alami
Usaha mci1glientikan kebiasaan merOkOk
Manajemen berat badan
Perawatan penglihatan
Kesehatan pria "
Kesehatan wanita
Kehamilan dan perawatan bayi barn Wllr
Demam pada anak dan manajemen nyeri
Menopause, osteoporosis, dan tet'api [Link] estrogen
" Keamanan (sepeda,·helm untuk motor, sabUk pengaman, dan kantong
uc:Ia:ci mobilr . ""
Perjalanan yang aman ke luar negeri
"Kekerasan (wanita, anak-anak, dan lansia)
Depresi dan ansietas "
Manajemen stres dan relaksasi "
Manajemen njeri pada orang dewasa (punggung, leher, dan per
gelangan tangan)
Rasa terbakar pada dada dan indigesti
Kesehatan jantung (kolesterol dan hipertensi)
Diabetes
Kanker
Alergi dan asma
Kesehatan pekerja dan catatan asuransi juga dapat diguilakan
untuk mengidentifikasi prevalensi penyakit kronik" pekerja yang
Perlli ditangani. Catatan keamanan, formatkompensasi pekerja atau
wawancara dengan manajer dan pekerja adalah sumber tambahan "
untuk menentukan kebutuhan promosi kesehatan pekerja dan
perusahaan.
Setelah mengidentifikasi kebutuhan promosi kesehatan, Anda
dapat membantu perawat kesehatan kerja !'Itau komite penasihat .
perencanaan dalam menjamin dukungan manajemen terhadap
program promosi kesehatan. Presentasi proposal atau catatan
eksekutif sering kali merupaka!l salah satu langkah awal dalam me
yakinkan manajemen "mengenai "manfaat proyek. Suatu pendekatan
pcrencanaan bisnis untuk mengomunikasikan program Anda dapat
digunakan untuk menciptakan kesaniaan persepsi dan pengertian "
terhadap proyek dari semua orang yang ada di dalam organisasi. Di
bawah ini adalah contoh dari sebuah perencanaan bisnts:
454 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
• Catatan ekseklltif: Sebuah kesimpulan singkat mengenai rencana
promosi kesehatan, termasuk &dalamnya tujuati (contoh, untuk
..menurunkan m-ain pu! tggung bagian bawah), mehJtk(contoh, dilaku
kan melalui 3 kalipel tettlUaD., masing-masing selama 30 menit),
.keuntunganyang diharopkon (contoh, lebih sedikit absen pada hari
kerja, peningkatan produktivitas), tm,ya (contoh, biaya 'program,
seperti brosur, selebaran, waktu pengajaran, insentif, ketidak
hadiran,danbiaya takterduga, seperti biayaakibat penurunan
ansuransi dan klaim koni~aSi pekerja).
• TJtiua!J: ~ecara jelas menggambarkan apa yang ingin dicapai dan
J"[Link] ,TerIDasuk ~'UjuanMasyarakat Sehat 2010 (Health [>eopk
2f)10 Objectives). un1;Uk ~wasa .sehat. " '.
• Metode: Bagaimana, bilamana, dan di mana rencaria akan di-wujud
kan ke dalam tindakan. Uraikan setiap tugas yang harus diselesai
kan (contoh, rancangan brosur dan selebaran serta diseminas~ dan
individu yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas
ter,sebur, beserta batas waktu pen~lesaian program. Jelaskanisi
program, termasuk mengundang pembicara tamu, demonstrasi,
demonstrasi ulang, dan, metode untuk meningkatkan partisipasi
pekerja serta adaptasi dari perilaku yang diajarkan. Selain itu,
tentukan juga tujuan dan objektif program. Tujuan program
dapat berupa: Delapan puluh persen pekerja yang telah ,men
jalani program perawatan punggung melaporkan penurunan
pengajuan izin sakit yang berhubungan dengan nyeri punggung
bawah. dbjektif, program dapat berupa: Setelah' mengikuti
pemhelajaran daD. demonstrasi mengenai prosedur mengangkat
yang benar, 90% pekerjayang berpartisipasi akan mendemontrasi
kan proseduJ.' mengangkatyang benar. ' ,
• Manfaatyang'diharopkon: Tulislah hasil program (tontoh; jumlah
absensi pekerja karena nyeri punggung bawah menurun). Ide
yang bagus jika dalam proposal, dicantumkan jumlah absensi
pekerja pada tahun terakhirdan besarnya persentase keberhasilan
program yang diajukan dalam menurunkan ketidakhadiran. Selain
itu, cantUmkan pula pada laporan Anda, nama perusahaan lain
hasil temuan Anda dar:i literatur yang mengimplementasikan
program serupa, besertakeberhasi1ait yang dicapai oleh perusahaan
tersebut. '
BAB 19 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 455
• Biqya: Proyeksi akurat dari biaya program (material, waktu pant
pengajar, insentif), clanprof1ty~g Qiharapkan dari penurunan
ketidakhadiran dan.~gkatan produktivitas. Uniuk informasi
lebih Janjut mengeriai perencanaan hisnis, Arida dapat melihat pada
referensi di akhir bab ini yang disusuD. oleh Helmer dan ternan
teman(1995).
SUMBER PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
Penilaian Risiko· Kesehatan
Penilaian risiko kesehatan (Health -Risk Appraisa4 liRA) adalah
instrumen yang inudah digunakan 'dan bersifat rahasia untuk me
nentukan harapan hidup didas~kan pada perilaku beriSikoyang ada.
HRA juga dapat digunakan un~ menghitung jumlah risiko yang
dapat dihindari jika terjadi perubahan gaya hidup. Beberapa HRA
menentukan kesiapan individu untuk mengubah perilakunya. BRA
dapat eligunakan sebagai alat pengajaran yang memberikan lunpan
balik positif untuk perilaku sehat dan memberikan informasi serta
penguatan kepada individu uniuk mengubah perilaku tidak sehat.
I-iRA biasanya dilengkapi dengan program komputer interaktif dan
merupakan catatan akurat untuk setiappekerjadalam waktu tertentu
(selama 2 minggu). Data agregat anonim diberikan kepada perusahaan.
Kegtmaan informasi tersebut untuk perusahaan bergantung pada
proporsi signifikan dari populasi peketja yang menjaeli partisipan
(diharapkan sekurang-kuran,gnya 70% sampai 80% dari jumlah pe
kerja). Kerahasiaan. informasi HRA dan publikasi inti kesimpulan
agregat mungkin dapat meningkatkan tingkat pattisipan eli masa
depan.
Terdapat BRA spesifik untuk mengkaji status nutrisi, berat badan,
dan status kebtigaran umum. Apabila Anda siap untuk berhenti
sejenak, berhenti dan periksalah HRA diinternet. (Sete1ah Anda
membuka website, carilah mengenai HRA). Pertimbangkan bagai
mana setiap sirus dapat digunakan untuk program promosi ke
sehatan di lahan kerja.
• Healtl!J Eating-'- [Link]/[Link]
• American Cancer Socie{y- [Link]/[Link]
• National Cancer Instilllte- [Link]
456 8AGIAN III • STRATEGI PROMOSI [Link]
• National He{1rt, UlfIg, and Blood Institute- [Link].
• American Heart AlSociatioll- [Link]
PENERAi>AN [Link] PADA·
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
Karena kebanyakan program promosi kesehatan melibatkan per
ubahan periIaku gaya hidup, proses perubahan Procha5ka (prochaska
& DiClemente, 1983), Health Beliif model dari Pender (pender,
·1996) atau modeVteori yang Anda pilih dapat memberikan araban
proses, mulai dati perencanaan sampai eWluasi; UlaSansiogkat-qtengeriai
tahapan proses perubahan diuraikan di bawah inL -.
Tahapan Proses Perubahan
,
• [Link]: Pada tahap ini, para pekerja bahkan tidak pernah
. berpikir untuk mengubah periWrunya Tujuan tahap ini adalah
menumbuhkan kesadaran pada individu terhadap manfaat per
ubahan dan membuatnya mulai berpikir tentang kemungkinan
untuk berubah.
• [Link]: Setidaknya pada tahap ini, para pekerja membuat
keputusan untuk berusaha mengubah perilakunya; Pekerja mulai
mempenimbangkan sisi pro dan kontra. Para pekerja juga mungkin
tidak mengetahui bagaimana untuk berubah dan mungkin me
mandang perubahan terse but sebagai sesuatu yang mustahiL
Usaha untuk ~ubah tidaklah berharga ji,ka kegagalan yang akan
muncul. Oleh karena itu, tujuan tahap ini adalah membantu
pekerja mengidentifikasi. keuntungan dan memutuskan bahwa
usahanya dalam melakukan perubahan tersebut memberikan
·manfaat.
• [Link](Jpan: Pada tahap ini, individu telah membuat keputusan
untuk mencoba dan mengubah perilakunya. Pekerja memerlukan
bantuan dalam melakukan perubahan terse but dan siap untuk
.menerima informasi serta keterampilan guna mempertahankan
perubahan perilakunya.
• Tindakan: Pada tahap ini,.para pekerja mulai mempraktikkan peri
laku barll; bagaimanapun, peri1akunya ini belum menyatu dalam
gayahidupnya.· Perilaku baru menllntut banyak usaha, karena
pekerja b?risiko untuk kembali pada perilaku lama. Para pekerja
BAB 19 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 457
membutuhkan dukungan, insentif~ dan dorongan yang sungguh
sungguh. . . . .
• Pemelihara;n: [Link] telah melekat dalam perilaku· gaya·
hidup. Kfisis atau stresor utama di pekerjaan atau kehidupan
pribadi individu dapat menjadi pemicu uhtuk kembali kepada peri
laku lama. Para pekerja membutuhkan penguatan, dukungan,
dan kesempatan untuk mempraktikkan perilaku barunya. Para
pekerja mendapatkan keuntungan dengan berbagi perilaku baru
yang telah mereka pelajari.
IMJ>LEMENTASI PROGRAM
Marketing adalah bagian esensial dari keberhasilan implementasi .
program. Terrruisuk di dalam beberap~strategi marketingadalah:
• Poster. Harus tampak profeSional. Judul dan kata-kata yang
menarik adalah unsur penting {contoh, "Weigh To Go" untukprogram
penurunan berat badan).Ganti poster secara teratur untuk tetap
menarik perhatian.
• Surat elektronik/ e-mail. Hitungan mundut kegiatan; memberikan
pertanyaan kuis berkaitan dengan kesehatan dan memberikan
jaWaban serta rasionalnya pada hari berikutnya.
• Surat kabar kesehatan. D~ail mengenai cerita keberhasilan, seperti '
cerita mengenai [Link] dim melanomamaligna, program penurunan
. berat badan dengan program jalan kaki, individu yang mendenta
tekanan darah tinggi sampai ia berpartisipasi cla1a.m skrining ke
sehatan, dan bagaimana perubahan 'sederhana dari gaya hidup
dapat membantu individu mengontrol pe~yakit (tanpa peng
obatan).
• S urat dati pimpinan perusahaan atau manqjer keuangan. Memberikan
'kesempatan kepada perusahaan untuk melaksanakan skrining
kesehatan, mengumumkan bahwa perusahaan akan membayar
. sebagian atm seluruh biaya dari program penghentian kebiasaan
merokokltes skrining kesehatan, atau mengizinkan stan jual-beli
kebutuhan kesehatan selama 2 jam dengan kehadiran program
kesejahteraan.
• Membetikan haditih insentif kepada pekerjayang ikutberpartisipasi,·
seperti kaus oblong, topi, sampel tabir surya, kudapan buah
buahan,botolnttnurrian. .
.458 BAGIAN '" • .STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
EVALUAS! PR<XiRAM
Proses evaluasi memberikan kesempatan untuk menentukan haSil
yang'-dicapru darl program -promosi:kesehatan-::oaa--mengaralikan
peningkatan pe1ayanan kesehatan kepada· para pekerja. Evaluasi
st17lktur program, proses pelaksanaan program, dan hasil program
adalah riga pendekatan yang umum dilakukan dalam meninjau ulang
jaminan mutu. .
Termasuk daIamevaluasi st17lktur adalah (l) meninjau ulang
mekanisme pelaporan yang diberikan kepada manajemen beserta
dukungan terhadap program promosi kese1t~tan; (2) menentukan
keadekuatan fasilitas fllik untuk menunjangprogram; (3) meIlg
identifikasi peralatan dan petsediaan yang -digtinakan; (4) meng
identifikasikebutuhankepegawaian dan k:ualifikasinya; (5) menganalisis
demografikpekerja dan kebutuhan status kesehatan; (6) menentu
kan apakah misi, tujuan, dan objektif program diformulasikan untuk
memenuhi kebutuhan kesehatan para pekerja dan kebutuhan bisnis
pengusaha.. .
Evaluasi prosesmencakup (1) apakah aktivitas promosi kesehatan
.. sesuai dengan kondisi; (2) apakah program promosi kesehatan di
bentuk untuk memenuhi kebutuhan·di lahan kerja (saatnya Anda
melakukan perbandingan terhadap pengkajian awal kebutuhan), dan
(3) apakah terdapat pendokUmentasian dan pencatatan.
Evaluasi hasilberfokus pada (1) apakah tujuan ~ objektif yang
.diharapkan dapat dicapai; (2) apakah program membawa hasil yang
positif; (3) apakah hasijkesehatan menunj~ pencegahan penyakit/
cedera, meningkatkan kepatuhan terhadap program; meningkatkan
pengetahuan pekerja tentang perawatan diri, mengembalikan fungsi
atau menurunkan ketidaknyamanan; (4) bagaimanaperbandingan
keuntungan yang dicapai program dengan biaya program; dan (5)
kepuasan (dari pekerja, pengusaha, dan orang:.orang yang bergan
twig pada pekerja) terhadap kualitas pelayanan promosi kesehatan
yang diterima. .
Metode yang lazim digunakan untuk ewluasi adalah skala rating
pascaprogram, observasi, dan wawancara dengan para pekerja
tentang pendapat, sikap, dan kepuasan mereka terhadap program
Tinjauan ulang hagan dan catatan dapat dilakukan unnik menentu
ka:n perbedaan tingkat morbiditas dan mortalitas.
BAB ~ 9 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 459
TIP UNTUK MEMELIHARA PROGRAM, PROMOSI
-KESEHATAN
Agar upaya promosi kesehatan tetap terpelihara, program yang eli
susun harus selalu mengacu pada tujuari organisasi. Libatkan dan
awal para pekerja kunci dan!atau manajer eli laban kerja yang eli·
identifIkasi. Sebagai bagian dari program promosi kesehatan, ajari
parapekerja eli mana, bilaniana, dan bagaimana memanfaatkan sumber
sumber yang ada eli komunitas. Masukkan evaluasi program jangka
pendek dan jangka menengah. Be...wn gambaran proyeksi kesukses
an jangka part;ang,tabungan, dantunjarigimkesehatan (contoh,
morbielitas dan biayayang dikel~kandalam menemtikan penyakit
fasedini serta menghindari kemllngkinan operasi, nyeti, hospitalisasi,
kompensasi pe~erja, dll.). Selalu upayakan 'untuk memasukkan
promosi kesehatan ke dalam [Link] n,mjangan pegawai.
CONfOH PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
Pencegahan KankerKulit
, Hal yang .mudah untuk menjadikan upaya penelidikan dan pen
cegahan kanker kulit sebagai bagian dari aktivitas perusahaan yang
, direncanakan, sepertikegiatan lari santai tahunan perusahaan, piknik
, musim panas, atau olah' raga. Berikut ini adalah jadwal kegiatan
tersebut. . '
• Dua minggu sebelNm 'kegiatan- Tambahkan visual grafIk padaikJan
kegiatan, misalnya menggambarkan para pe1ari'dengan mengguna
kan top~ seorang pemain bola voli sedang menggunakan tabir
surya atau aktivitas eli bawah terik matahari lainnya.
• Scpu/uh harf sebe/um kegiatan - Berikan pengajaran yang lengkap
atau mintalah seorang pembicara tamu ahli dari Ainencan Cancer
Socii!yuntuk mendiskusikan hal-hal mengenaikanker kulit (kejadian,
prevalensi, tipe, faktorrisiko, tanda peringatan, dan pencegahan).
Unumkan pada sesi pengajaran tersebut bahwa akan eliadakan
, skeining kanker kulit sebagai bagian dari kegiatan perusahaan.
• T'9ith harf sebelNm kegiatan - Siapkan sebuah poster meja yang
menampilkan jenis-jenis tabir surya yang elitawarkan setiap produk
(seperti topi dengan tepian lebar versus peci, kaus oblong putih
460 BACIAN 11/ • STRATECI PROMOSI KESEHATAN
versus kaus tenun" yang ketat, sun bltick versus tabir surra} atau
berbagai tipe dan bentuk tabirsurya (:yang berbahan dasar alkoho~
krim, [Link]) anti air, gel, sprc!y) dan juga sediakan contoh
produk untUk dicoba. . .
• lima han sebelum 'kegjatan - Sebarkan sebuah pengumurnan mela1ui
e-mail yang menginformasikan bahwa ahlidermatologi dan!atau
spesialis kanker kulit akan melakukan skrining kanker kulit pada
acara piknik. Mintalah [Link]. memesan tempat untuk 5
menit tatap muka pada setiap anggota keluarganya dengan
menelepon kepada nomor hotline perjanjian yang telah Anda atur.
e. Empat han sebe/llm kegiatan - Sebarkan·kuis-interaktif melalui e-.
mail mengenaisebtiah fakta yang t~kait dengan pencegahan
kanker kulit. Mintalah para pekerja· untuk [Link] kuis
tersebut melalui e-mail eli akhir waktu kerja. Simpan hadiah dan
kartu ucapan selamat eli meja kerja [Link] kotak surat mereka pacla
pagi berikutnya. Lanjutkan marketing .dengan memberikan
ucapan selamat selama beberapa hari. {Ide untuk hadiah dapat
berupa: pelembap yang mengandung tabir surya, kelep surya,
kaca mata anti uv, tabir surya, dan topO.
• Han pe/aksanaan kegiatan - Siapkan sebuah stan dan lakukan
. shining kanker kulit disertai dengan koDseling. Sebarkan daftar
[Link] ke dalam rencana tunjangan
kesehatan perusahaan. Siapkanpula pos untuk mendemonstrasikan
[Link]"suryayang benar. Bagikan sebuah mangkok obat
yang terisi penuh tabir surya kepada para pengunjung. Berikan
juga balon helium merah kepada anak-anak yang bertuliskan
''Balonlah yang merah, BUKAN anak-anak yang kemerahan
karena terbakar sinar matahari"...'
• SatNhansetelah [Link] - Kirimkan e-mail singkat kepada seluruh
.pegaWai" yang berisi evaluasi mengenai penggunaan produk
pelindung kulit dari sinar matahari, besertabanyaknya anggota
keluarga yang terbakar sinar matahari dan juga minta pendapat
mengenai kegunaan kegiatan skrining kanker kulit tersebut bagi
para pek~ja dan keluarganya.
• DNa dan empat minggu setelah kegiatan - Tindak lanjuti semua sumber
rujukan tertulis yang diberikan kepada parapekerja dankeluarganya
selama pelaksanaan skrining kanker kulit. Tentukan hasil yang
dicapai dan laporkan kepada manajemen perusahaan mengenai
evaluasi kegiatan. . .
BAB 19 • Peningkalan Kemitraan yang Sehat di lahan Kerja 461
Pencegahan Kekerasaan yang Dilakukan Oleh Pasangan Dekat
Setiap .tahOO eli .f\.inerika .Seri)tat, terjaeli hampir 1 juta insidens
· kekhaSall fiSik-terllaeutp·waruta yangdilakukan oleh pasangan de
kat, seperti yang dilakukan oleh pasangatl, mantan pasangan, atau
oleh kekasih. Imbas dari kekerasan :Yang [Link] oleh pasangan
dekat meluas sampai ke tempat kerja dan dapat memengaruhi
produktivitas kerja. Waqita' pekerja yang mendapatkan tindakan
penganiayaan di rumahnya, melaporkan bahwa ia telah diintimidasi
·oleh PaSangan yang menganiayanya me1alui telepon ketika wanita
·tersebut se4ang bekerja, atau menjadi terlalnbat masuk kerja, me
·ninggalkan pekerjaan 'sebelum waktun-ra,tidak [Link] karena
dianiaya, dan' mendapatkan teguran yang berhubungan' .dengan
masalah· penganiayaan. Wanita yang teraniaya juga dilaporkan ke
hilangan peketjaan karena kek,erasan yang meninipa kehidupan
mereka. Oleh karena itu, semakin banyak pengusaha yang me
nyadari bahwa kekerasan domestik adalah masalah utama eli lahan
kerja serta bersedia mengimplementasikan kebijakan dan prosedur
·yang [Link] mendukung tindakan pencegahan kekerasan domestik.
Berikut ini adalah elemen program pencegahan k~kerasan do
mestik yang berfokus pada pentU'unan tindak kekerasan yang eIi
terima wanita dari pasangan dekatnya.
• Pernyataan. terluiis mengenai kebjjakan pencegahan kekerasan domestik.
Ta.'1yakan apakah pernyataan terkait telah· dimiliki oleh
perusahaan. Apabila belum, Anda mungkin dapat memprakarsai
penyusunan pernyataan tersebut. Pernyatam kebijakan tertulis
perusahaan yang jelas menunjukkan kepedulian dan komitmen
terhadap kesehatan dan keamanan· para pekerja. Kebijakan .
tersebut harus mencakup tindakan nondiskriminatif terhadap
korban pengania}"'<Wl dalam peneriinaan pegawai, penggajian,
dan promosi jabatan, serta sensitivitas dalam evaluasi kinerja.
• Pendidikan manqjer dan para peketja. Peluang pendidikan, seperti
melalui seminar, surat kabar, poster, dan brosur mengenai ke
kerasan domestik akan membantu menciptakan budaya kerja
yang dapat mengenali dan mengupayakan pencegahan kekerasan
yang dilakukan oleh pasangan dekat. Oktober adalah bulan
Kesadaran terhadap Kekerasan Domestik Nasional, dan banyak
organisasi nasional yang memberikan sumber dalam upaya me
462 BACIAN III • STRATECI PROMOSIKESEHATAN
ningkatkan kesadaran para pekerja terhadap [Link] domestik.
Pertimbangkan untuk mengadakan .semacam diskusi panel
kom~~.xapg dihadiri Qleh para~ sepetti·petqgaskepolisian,
konsel5r, dan peraw-at. Maten diskusi bisa berupa jenis-jenis
kekerasan domestik, seperti membuntuti, penganiayaan selama
kehan1ilan, dan penyerangan seksual serta. berikan informasi
mengenaipelayanan kesehatan, sosial, dan hukum yang tersedia.
Pemajangan poster pada D;lajalah dinding keamanan' mengenai
pencegahan kekerasan domestik dan menggantinya dengan pos
t~ berbeda mengenai kekerasan domestik seperti penganiayaan
anak, atail [Link] be~apa kaJ.i dalam,setahun me
rupakan cara yang efel¢f imtuk meningkatkan kesadaran. Ou-a
lain ~ mendukUng upaya pencegahan kekerasan domestik
adalah dengan mengorganisasikan para pekerja untuk mengumpul
kan makanan dan pakaian yang dapat. disumbangkan untuk
tempat penampungan lokal wanita korban kekerasanlteraniaya.
• Kimseling dan intervensi pekerja. Setiap orang di lahan kerja perlu
menyadari tanda dan gejala. kekerasan yang dilakukan oleh
pasangan dekat. Lingkungan kerja yang empati dan fleksibel
memungkinkan pekerja teraniaya menyingkap kekerasan yang
dialaminya dan mencari pertolongan. Pekerj~ teraniaya mungkin
membutuhkan 0..11 sementara untuk ~ proses pengadilan
. sipil danlatau pidana, mendapatkan pelayanan kesehatan dan
konseling serta relokasi tempat tinggal yang aman QIltuk diri dan
anak-anaknya. Daftar telepon dan alamat terbaru dari sumber
sumberyang ada di komunitas dan lembaga pe1ayanan sosial untuk
kasus kekerasan domestik harus tersedia sepanjangwaktu. Metode .
yang aman untuk menyebarkaninformasi secara luas mengenai
s~mber adalah ~ngan memasang petunjuk yang berisi nomor
telepon hotline dan langkah-langkah rencana pengamanan di toilet
pekerja wanita dan menempatkan kotak atau keranjang yang
herisi kartu daftar sumher yang ada di komunitas dan nomor
te1eponnya (akan lebihbaik bila hal ini juga dipasang di masing
masing ruang toilet umum). Perusahaan yang menyediakan
Program Bantuan Pekerja (EmpP[yee Assistance Program, EAP) harus
menjamin bahwa konselor yang tersedia terlatih dengan baik untuk
menlberikan bantuan yang tepat terhadap korban kekerasan
domestik. .
BAB 19 • Peningkatan Kemilraan yang Sehal di Lahan Kerja 463
• Me'!Jediakan peng~manlJn yang adek~al IInlllk para peketja. Semua
pekerja perlu merasa yakin bahwa tempat kerja mereka aman,
bahkan ketika si penganiaya membuntutiatau mengganggu
..mereka di tempat ketjanya. Prosedur yang.menje1askan mengenai
penangan an penyelusupan, kekerasan·di lahan kerja, intimidasi,
dan bagaimana mengakses perliodungan hukum harus tersedia.
Rencana pengamanan pekerja teraniaya adalah melaporkan situasi
kepada pimpinan, memberikan foto si penganiaya, merelokasi
tempat tinggal sementara korban ke daerah yang amafi, menata
ulang ~ parkir, dan menemani korban ketika hendak berangkat
iDaui>un pulang dari tempat kerja. '.. .
• Me1!JCdiakan .banl1lait kmtingan kepada para peketja teraniqya. Bantuan
finansia} darurat ini clapat berupa (1) mengubah tunjangan yang
adekuatsewaktu-waktu setiap [Link].a untuk menjamin pe
nanggulangan biaya kesehatan untuk pekerja dan tanggungan;
(2) memperlancar permintaan untuk mengubah proses pembayaran
upah dengan cek elektronik menjadi cara pembayaran bank yang
lain; dan (3) menyediakan dana darurat untuk' pekerja' yang
beracla dalam krisis.
• Mengimplementasikan perta1!JOan meng~nai skrining kekerasan domestik
pada penerimaan pegawai dan pemeriksaan kesehatan tahunan.
Informasi mengenai kekerasan domestik, langkah-Iangkah peng
arnanan, dan sumber-sumber yang tersedia di komunitas harns
menjadi bagian dari setiap pameran kesehatan, skrining, dan
pendidikan kesehatan yang diadakan. Contoh pertanyaan yang
. diajukan pacla .skrining kekerasan domestik· dapat dipelajari dari
sumber yang ada pacla akhir bab ini.
. RINGKASAN
Bab ini telah mendiskusikan banyak strategi untbk meningkatkan
kemitraan yang sehat dengan individu di lahan kerjanya. Ketika
Anda merencanakan program promosi kesehatan di lahan kerja,
pertimbangkan juga program-program yang terdapat pacla bab lain,
seperti kemitraan yang sehat dengan komunitas religius dan se
kolah (mgat, sebagian besar pekerja memiliki anak). Kebanyakan
orang dewasa menghabiskan sepertiga waktunya setiap hari di tempat
464 BAGIAN"'. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
kerja. Ini adalah kesempatan baik bagi Anela untuk mempromosi
kan gaya hidup sehat.
REF E R- E 'N' S·' 1'" -<..::'.~~. -
Helmet, D.c.. Dunn, L.M., Eaton, K., Macedonio. c., &:. Lubritz, L (1995). Implementing
corporatewellness programs: A business approach to program planning. Amni(an
AJloaation OtrlljJational Healtb NlImngjollt'nnl, 43(11), 558-563.
Hunnicutt,D., &:'Deming, A (1999). Buik/[Link] \1CHl Workplace University.
Available at [Link]/why_wellness_worksl [Link].
Pender,N. (1996). Heal/f! promo/ion ill nllrsingpra&lire {3rd ed.}. Los A1ros, CA: Appleton &:.
LiUlge. . ' '. .
Procbaska,JO. &:.DiClemeore, Cc. (1983). Proteaionmotivation [Link] preventive health:
B~nd the health belief model H,allb [Link] Rmar.b: Thlory and [Link]"
1(J),1JJ~161. .
SUM B E R - SUM B E' R IN T E R·N E T
[Link]
American College of Nurse-Midwives
[Link]
American Dietetic,Association
[Link]
Association for Worksite Health Promotion
[Link]
Family VIOlence Prevention Fund
[Link]:7011lnhlbil aboutlotheomplopec! neep
National Cholesterol Education Program
[Link]/ncipc/[Link]
National Center for Injury Prevention and Control
[Link]
National Coalition Against Domestic Violence (NeADV)
[Link]/dollwb
US Department of Labor, \Xbmen's Bureau
[Link] .
USDepartmeot of :labor, Occupational Safety and Health Administration
Use a Search Engine and Request the Following:
American Association of Occupational Health Nurses, Inc.
American Indmtrial H' Association
Bureau of Labor S~
Industrial Health Foundation
National Institute for Occupational Safety and Health
National Safety Council Public Health Foundation
Occupational Safety and Health Administration
Society for Occupational and Environmental Health
Shirley Hutchinson
PENINGKATAN BAB
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN LANSIA
DI KOMUNITAS
20
TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Mendiskusikan faktor kesehatan dan sosial yang memengaruhi status
kesehatan dan kemampuan fungsionallansia.
, • Membedakan strategi promosi kesehatan berfokus-:individu dengan
berfokus-komunitas.
. • Merancang dan mengirnplementasikan program promosi kesehatan un
tuk lansia di komunitas.
PENDAHULUAN
Diyakini bersama bahwa tantangan terbesar yang dihadapi ke
perawatan dan pelayanan kesehatan pada abad ini adalah pemberian
asuhan pada lansia yang populasinya tumbuh pesat. Kebanyakan
penyedia layanan kesehatan sepakat bahwa persoalan terbesar saat
ini adalah bagaimana membantu para lansia hidup sehat dan produktif.
Pertumbuhan lansia yang cepat di Amerika menunjukkan suatu
kombinasi yang kuat antara penurunan angka kelahiran dan pe
ningkatan usia hidup, yang keduanya merupakan buah dari keefektifan
pelayanan kesehatan masyarakat dan kemajuan pelayanan medis.
Kebutuhan lansia di komunitas sarna bedanya dan ragarnnya dengan
individu lansia. Pemaharnan menyeluruh terhadap isu yang dihadapi
lansia di komunitas, yang mencoba mempertahankan kemandirian di
komunitasnya sendiri, adalah suatu landasan dalam membangun
komunitas, sehingga lansia komunitas terse but merasa puas dalam
menjalani hidupnya. Bab ini berfokus pada pengembangan strategi
promosi kesehatan berfokus-individu dan berfokus-komunitas, serta
kemitraan dengan lansia yang tidak berada di institusi. Istilah lansia,
465
466 bAG IAN III !II STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
dewasa tua, menua, dan 12l arga kota .fenior cligunakan secara bergantian
untuk mewakili inclividu berusia 65 tahun ke atas.
DEMOGRAFIK LANSIA DI AMERIKA SERIKAT
Pertumbuhan lansia telah melebihi pertumbuhan nonlansia setiap
tahunnya sejak tahun 1900. Persentase warga Amerika yang berusia
65 tahun ke atas telah meningkat 3 kali lipat (4,1 % pada tahun 1900
sampai 12,8% pada tahun 1996), dan jumlahnya telah meningkat
harnpir 11 kali lipat (dari 3,1 juta sampai 33,9 juta). Seorang anak
yang dilahirkan pada tahun 1996 diharapkan dapat hidup sampai
77,1 tahun dibanclingkan dengan pengharapan hidup sarnpai usia 29
tahun pada 1900. Pertumbuhan fenomenal ini terjacli karen a adanya
penurunan angka kematian anak dan dewasa muda yang sebagian
besar merupakan hasil dari upaya pelayanan kesehatan masyarakat
seperti imunisasi dan sanitasi lingkungan (American Association of
Retired Persons [AARP], 1996.) US [Link].r Bureau meramalkan bahwa
pada tahun 2040, satu dari lima warga Amerika akan berusia 65
tahUil atau lebih. Selain itu, cliperkirakan bahwa jumlah populasi
penduduk berusia lebih dari 65 tahun akan sarna dengan populasi
penduduk yang berusia kurang dari 20 tahun. Sebagai catatan, popu
lasi lansia Amerika yang tumbuh paling cepat adalah lansia berusia
85 tahun dan kelompok yang lebih tua. Pada tahun 2025, cliproyeksi
kan bahwa 7 juta warga Amerika akan berusia 85 tahun bahkan
lebih. Pertumbuhan populasi lansia cliperkirakan meningkat lebih
cepat clibanclingkan dengan "balry boomers" (mereka yang lahir selarna
fase ledakan populasi Amerika setelah Perang Dunia II, yang dimulai
pada tahun 1946) yang mulai menginjak usia 65 tahun (The US
Census Bureau, 1997).
TANTANGAN KESEHATAN, FAKTOR RISIKO,
DAN PERSOALANPADALANSIA
Status Kesehatan
Pola morbiclitas dan mortalitas lansia biasanya mengikuti pola ke
seluruhan populasi, dengan penyakit karcliovaskular dan kanker
sebagai penyebab utarna kematian. Selain itu, prevalensi penyakit
kronik cukup tinggi pada populasi lansia, terhitung 33% populasi
BAB 20 - . Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Lansiadi Komunitas 467 .
yang berusia 65 tahun ke atas mengidap penyakit kronik yang me
nyebab~ banyak warga Amerika mengalami berbagai tingkatan
Cli$rigsional. Pada t~un 1994, urutan teratas'gangguan fisikkronik
pada populasi lansia di Amerika antara lain adalah. artritis, tekanan
darah tinggi, gangguan pendengaran, pehyakit jantung, gangguan
ortopedik, sinusitis. kroWk, diabetes, dan gangguan .penglihatan.
Pada tahun 1994, dari 28%- lansia yang diperiksa kesehatannya,
status kesehatan mereka termasuk. ke dalam golongan sedang atau
buruk jika dibandingkan dengan 10% dari populasi umum (AARP,
1996). Seiling dengan peningkatan persentase lansia yang bertisia
85 tahun dan lebih tua, akan terjadi jugapeningkatan-jumlah dan
tingkat keparahan penyakit kronik. Karena penyakit kr?nik sering
kali berhubungan dengan kelemahan pada lansia,' chbutuhkan pen
dekatan multidisiplin yang kreatif da!am menangani penyakit kronik
untuk mengoptima1kan kemandirian dan kemampuan fungsional.
Pelayanan Kesehatan
Aksesibilitas dan keterjangkauan pe1ayanan kesehatan adalah tan
tangan bagi para lansia, terutama lansia miskin dan tinggal di daerah
pedesaan. B<1:l1yak di antara para lansia tidak memiliki perencanaan
adekuat untuk pengeluaran -medisyang sering kali menyertai pe
nyakit kronik yang mereka alami. Lansia sering kali mengalami
keterbatasan dalam mengakses pelayanan preventif. Tanggungan
biayayang ditawarkan oleh Medicare, asuransi kesehatan utama untuk
lansia, serlng kali sangatkeciluntuk menutupi biayaproniosi kesehatan
dan pelayanan preventif. Tanggungan biaya dati Medicare sering kali
sulit dipahami, dan kadang-kadang lansia dibiarkan untuk. membayar
pe1ayanan yang seharusnya menjadi tangguttg jawab Medicare. Selain
itu, banyak biaya terkait kesehatan yang penting, seperti biaya obat
yang diresepkan ketika rawat jalan tidak ditanggung oleh Bagian A
atau B Medicare. Telah diketahui secara umurn bahwa lansia adalah
pengonsumsi terbesar obat-obatan yangdiresepkan dan sering kali
membayar semua biaya obat-obatan tersebut. Selain itu, bahyak
fasilitas yang ditawarkan Medicare tidak menyediakan dana tambahan
untuk menanggung biaya obat-obatan yang diresepkan atau pe
ngeluaran medis lainnya. Banyak lansia m~aporkan bahw.a mereka
tidak memilik:i makanan karena uangnya digunakan__ untuk mem
bayar pengobatan. Walaupun program Medicaid disediakan bagi
masyarakat lansia berpenghasilan rendah, tetapi kateria persyaratan
468 BAG/AN 11/ • STRATEG/ PROMOSI KESEHATAN
pengajuaimya yang sulit dipenuhi, .banyak lansia tidak dapat meng
akses asuransi kesehatan dari Medicaid. Beberapa .negara bagian
telaIl me~anakan program bantuan_ <?bat-<>~a~an Jl,tl~~epgisi
, .' -kj;~[Link] cbat y;mgdiCesepkan bagi populasi ,non-
Medicaid yang' berpenghasilan rendah. Walaupun rentang' peIaym
an yang kontinuin diperlukan oleh popuJasi lansia dalam memenuhi
kebutuhan kesehatannya, tetapi tidak semuanya tersedia untuk lan
sia di berbagai lingkungan, sehingga kondisi ini dapat menimbul
kan potensi ketidaksinambungan pelayanan.
Pelayanan preverttif untuk Jansia sering kali terabaikan, karena
hanyak pe!lyedia layman [Link] melihat adanya keuntungan yang di
'hasilkan dari layman ini dalam tahtm-tahun terakhir" dari rentang
.kehidupan mariusia.· Isu yang berhubungan dengan- hal ini adalah
.[Link] pelatihan profesional keseh~tan untuk memberikan
pelayanan kesehatan dan medis 'kepada para lansia. Sampai dengan
pertengahan tahun 70-an, mata kuliah geriatrik memiliki proporsi
yang sedikit di sekolah-sekolah kesehatan (Gelfand, 1999). Bagai-'
manapun, profesi perawat te1ah memiliki pengalanlan dan telah
mengikuti pendidikan lanjutan praktik keperawatan g~ontologi dan
keperawatan k1ien dewasa, seiring dengan dimasukkannya mata ku
Iiah geriatrik dalam kUrlktilum pendidikan keperawatan. Biaya dari
pelay-aIlan kesehatan alternatif seperti akupunktur dan pengobatan
herbal mungkin tiM ditanggung oleh asuransi. Medicare dari Managed
Care saat ini .disediakan bagi lansia dalam ben~ asuransi tambahan
Medicartf, yang 1llenyediakan tanggungan biaya untuk [Link]
tentu yang tidak ditanggung oleh Medicare. Populasi lansia sering kali
membutuhkan bimbingan dalain rnemilih asuransi tambahan Medicare
yang menjadi pilihan terbaik dalam memenuhi kebutuhannya.
Transportasi menuju sarana kesehatan adalah isu lain yang me
mengaruhi aksesibilitas lansia terhadap pe1ayanan kesehatan,' ter
lebih lagi bagi lansia yang tinggal di daerah pedesaan yang sangat
sulit dijangkau karena sarana transportasinya yang kurang. Lansia
sering kali bergantung kepada terflan., anggota keluarga, pengemudi
taksi liar (orang yang menye-wakan mobil pribadi dan sering kali
menetapkan tarif yang sangat tinggt), relawan gereja, transportasi
publik, dan transportasi lain yang disponsori oleh masyarakat :I,l11tuk
mengakses pe1ayahan kesehatan. Perawat' dapat memainkan peran
kunci selama perdebatan niengenai Medicare ~ reformasi Jaring
Pengarnan SosialQPS) dengan meningkatkan cakupan program
BAB 20 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan lansia di Komunitas 469
pembiayaan. pelayanan kesehatan, bukan hanya mencegah penyakit,
tetapi juga menjaga tabungan para lansia Amerika agar tidak habis
. ,[Link] meIl1payar. pelayanan, ~atan yang menyebabkan mereka
'jatuh 'miskin atau menjadi lebih menderita lagi jika mereka sudah
berada dalam kemiskinan. .
Pengaoiayaan Lansia
Sejalan dengan menurunnya status fungsional dan keakuratan
sensoris, para lansia menjadirentan terhadap berbagai bentuk
penganiayaari dan pene1antaran. Menurut ,National Aging Informa
tion Center {NAIC} .(1998), terdapat tiga kategoridasar penganiayaan:
domestik, institusional, dan penelantaran diri. Penganiayaan domes,
Uk mengacu pada perlakuan buruk kepada lansia yang tinggal di
rumahnya sendiri atau di tempat tinggal pemberi asuhan'. Peng
. aniayaan institusional terjadi eli fasilitas rawat inap/penampung
anipanti, sedangkan penelantaran dirimengacu pada· pengacuhan
yang disebabkan oleh lansia yang tinggal seorang diri sehingga
membahayakan kesehatan dati keamanannya sendiri.
Menurut laporan National ,Center on Elder Abuse, terjadi pe
ningkatan sebesar 150% kasus penganiayaan lansia di negara bagian
di seluruh penjuru negara pada periode 10 tahWl, dari tabun 1986
sampai 1996 (NAIC, 1998). Bagaimanapun, karen a sebagian besar
penganiayaan dan penelantaran merupakan kasus tetse1ubung dan
menjadi rahasia keluarga, sebagian besar kasus tersebut tidak di
laporkan. Berdasarkan haSil studinya, National Elder Abuse Incidence
Stutfy meramalkan bahwa sam setengah jutl;l lansia, dalam situasi
domestik dianiaya dan/atau diterlantarkan atau mengalami pe
nelantaran diD selama taboo 1996 (NAIC, 1998). ,
Lansia yangteraniaya sering kali adalah individu yang lemah, tidak
mandiri, berusi~ di atas 70 tabun, dan wanita. Biasanya, anggota
keluarga adalah pelaku p='..Jlgamayaan lni,. bukan orang asing (Ham &:
Sloane, 1997). Lansia yang dahulu merupakan orang tua penganiaya
berisiko tinggi untuk dianiaya. Penganiayaan dan penelantaran lansia
me1iputi berbagai kejadian yang membahayakan lanSia, antara lain
trauma, penipuan, masalah kesehatan tanpa perawatan, higiene buruk,
dehidrasi, malnutrisi, pemukulan, penganiayaan verbal, paksaan
pengurung~ dan jenisperlakuan buruklainyang datang dan anggota
keluarga, tetangga, dan pemberi asuhan. Dalam menangani situasi
penganiayaan, diperlukan keterlibatan lembaga pelindung dan
470 BAG IAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
perlindungan hukum. Perawat komunitas perlu mengetahui dengan
jelas hukum yang ment,Ul~ perkara penganiayaan.
Keamanan Komunitas-d~J;l J<:£ta.k:ut.8D-:teM~a,p::~eker~san
Banyak lansia yang tinggal di komunitas,tampak menjadi tahanan
di rumahnya sendiri karena mereka takut akanmenjadi sasaran pe
nodongan, pencurian, pemerkosaan, dan perampokan. Lansia sering
kali merasa kesulitan dalam mengakses saranfltransportasi dan tidak
melakukan perjalanan jarak jauh; oleh karena itu, serangan terhadap
mereka lebih sering terjadi dekat dengan tempat tinggal mereka.
Lansia lebih rentan terhadapkej~tan~ l(.[Link] kekuatan
fisik untuk..mempertahankan diri, lansia, terut:amawanitayang'hidup
. seoratlg diii, adalah target'yang mudah menjadi korban kejahatafl.
Oleh karena itu, hanya sedikit lansia yang berani keluarrumah dan
kebanyakan [Link]-langkah pengamanan yang lebih
untuk melindungi .diri didalam rumahnya sendiri. Ketakutan ini
mempersulit lansia yang hidup di lingkungan dengan tingkat
kriminalitas yang tinggi. Dampak kejahatan bagi lansia sebagai
korbannya lebih parah dibandingkan jika hal ini dialanii kelompok
dewasa muda. Penghasilan lansia yang rendah atau terbatas me
nyulitbn mereka untuk memulihkan kondisi ekonominya akibat
perampokan yang dialaminya. Lansia sering kali hidup di komunitasnya
yang mengalarni perubahan dan penurunan dari segi ekonomi
. (Gelfand, 1999, hIm. 93). Ketakutan terhadapkeselaIrultandiridapat
menjadi penghalaiIg bagi para 1ansia untuk mengikutikegiatan jalan
kaki sebagai salah satu bentuk olah raga. Ketakutan ini dapat juga
menyebabkan isolasi sosial. Perawat kesehatan komunitas dapat mem
fasilitasi karnpanye keamanan di lingkungan, seperti program
pengawasan kejahatan (cri';;c watchprograms}
Kesehatan Mental dan Tantangan Kesejahteraan Mental
Kesehatan mental adalah aspek penting dari kesehatan lansia. Per
soalan .kesehatan mental yang dihadapi oleh lansia meliputi isolasi
sosial dan kesepian, depresi, bunuh diP., dan kecanduanalkohol.
Kehilangan yang besar dan transisi peran sering kali clihubungkan
dengan usia yang telah lanjut, seperti pensiun,kehilangan ternan atau
orang yang dicintai kareila kematian, kehilangan vitalitas clan .energi
yang diakibatkan oleh penyakit atau kecacatan, dan ~ banYak
BAS 20 • Peningkalan Kemilraan yang Sehal dengan lansia di Komunilas 471
kasus, kontak yang kurang dengan anak dan cucu yang tinggal di
kota atau negara lain. Isolasi sosial sering kali dihubungkan det;1gan .
.usia yang sangat lanjut (85 tahunatau lebih), kesehatan yang lema!i·;·
dan hidup sendiri. .
Depresi dipandang sebagai suatu rnasalah bermakna bagi '1ansia
(Miller, 1995). Prevalensi depresi yang dialami lansia bervariasi ber
gantung pada situasi, mengenai lebih dari 20% lansia yang tinggal di
koJilUnitas, 25% lansia yang berada di rumah sakit, ~an 40% .1ansia
penghuni panti jompo (Ham & Sloane, 1997). Depresi adalah satu
faktor ris~o yang paling lazim dari bunuh' diri. Kasus bunuh diri
. fY'ada 1ansia secidaknya 1ebih bariyak delapan kali lipat dibandingkan
dengan kasus bunuh dirl yangterjadi pada populasiumtim(US
Preventive Services Task Force, 1996). Perawatkesehatan komumtas
dan penyedia layman kesehatanlairinya perlu mewaspadai tanda dan
gejala depresi pada lansia serta kecenderungan bunuh diri. Sejunilah
skala depresi tersedia untuk mengkaji cingkat depresi pada klien
lansia. .
Kecelakaan
Jatuh adalah penyebab kecelakaan terbesai pada lansia yang ber-" .
usia di atas 70 tahun. Diperkirakan sekitar dua pertiga. kejadian
jatuh pada lansia dapat dicegah. Walaupun jatuh tidak menjadi
masalah serius jika dialami oleh individu yang lebih muda, tetapi
jatuh pada lansia dapat menimbulkan efek yang membahayakan.
Faktor risiko yang umum dari jatuh adalah penggunaan obat-obat
an atau alkohol,kondisi ftsik yang buruk, perubahan ketajaman
penglihatan, gangguan te1inga dalam, masalahpada kaki, ga~g
guan gaya berjalan dan keseimbangan, dan .hal-hal yang mem
bahayakan di sekitar rumah dan komunitas.
Beberapa alat pengkajian risiko jatuh te1ah dikembangkan dan
. tersedia secara luas. Skor dapat dihitung dan dicinjau ulang ber
. sarna lansia untuk merencanakan strategi pencegahan jatuh. Se1ain
itu, lansia juga berisiko mengalami'cedera akibat kecelakaan ketika
berkendaraan, kebakaran, medikasi yang berlebih, dan hipo- atau
hipertermia. Penurunan ketajaman penglihatan, gangguan ke
seirnhangan, penurunan kekuatan otot, dan penurunan waktu re
aksl,'hienghilangkankemampuan lansia untuk menginterpretasikan
lingkuDgan mereka. PeraWat kesehatan kOlnunitas berada daIam posisi
472 . BAGIAN III •. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
yang sangat tepat untuk memfasilitasi program ~ncegahan jatuh
pacla keseluruhan komunitas dan individu, dengan target para lansia.
.- MASYARAKAT SEHAT2010 DAN tANSIA C
--- ___ d "-
Masyarakat Sehat 2010 telah menetapkan suatu tujuan, yaitu
meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup sehat bagi seluruh
warga Amerika (USDHfIS, 1998). Dokumen ini inert~dikasikan
bahwa aspek terpenting dalam promosi kesehatan lansia adalah
mempertahankan kesehatan dan kemandirian fungsional. Banyak
tujuan yang ditetapkan untuk Masyarakat Sehat 2000 (USDHHS,
199:1) yang dicakupkanke dalam tujuan Masyatakat Sehat 2010:
Ketika merencanakan program promosi kesehatan untuk komuni-.
tas lansia, perawat korpunitas harus memasukkanarea prioritas
dan tujuan spesifik yang terc4pat dalam Masyarakat Sehat 2010,
Satu tujuan Masyarakat Sehat 2010 yang dapat diarahkan pada
lansia adalah: Meningltatkan setidaknya 90% proporsi individu
berusia 65 tahun atau lebih yang telah berpartisipasi pada tahun
sebe1umnya pada·setidaknya satu program promosi kesehatan yang
terorgarusasi.
Promosi Kesebatan dan Strategi Proteksi Kesebatan
untuk Komunitas LaJisia
Promosi kesehatan dan proteksi kesehatan adalah dua elemen pen
cegahan primer. Promosi kesehatan menekankan pacla upaya mem
bantu masyarakat mengubah gaya hidup mereka dan bergerak
menuju kondisi kesehatan yang optimum, sedangkan fokus proteksi
kesehatan adalah melindungi individu ·dari penyakit dan cedera
dengan memberikan imunisasi danmenurunkan pemajanan ter
hadap agens karsinogenik, toksin, dan hal-hal yang membahayakan
kesehatan di lingkungan sclciwr. Konsepkesehatan lansiaharus ditinjau
kembali dalam upaya merencanakan intervensi promosi kesehatan.
Filner dan Wtlliains (1997) mendefinisikan kesehatan lansia sebagai
"kemampuan lansia urituk hidup dan berfungsi secara efektif dalam
masyarakat serta untuk menumbuhbn ,rasa kepercayaan diri dan
otonomi sampai pada tahap rnaksimum, tidak hanya terbebas dari
penyakit. Apabila dibandingkan dengan kelompok usia lainnya di
Amerik.a, lansia lebih aktif dalam mencari informasi mengenai ke
sehatan dan rnempunyai kemauan untuk mempertahankan kesehatan
BAB 20 • Peningkatan'Kemitraan yang Sehat denganLansia di Komunitas 473
dan kemandiriannya. Promosi kesehatan harus benar-benar ber
fokus pada perilaku berisiko yang dapat dimodifikasi, yang elise
"',:-' ,suaikandeJlgan masalahkesehatan utama" menurut usia (US-'
DHHS, 1998). Secara umum, pelayanan kesehatan untuk lansia
memiliki tiga tujuan: (1) meningk~ kemampuan fungsional, (2)
memperpanjang usia hidup, dan (3) meningkatkan kenyamanan
dan menurunkan penderiiaan (O'Malley dan Blakeney, 1994).
, Dalam' memaksimalkan promosi kesehatan lansia di komunitas,
dibutuhkan suatu pendekatan multiaspek. Target intervensi harus
mengarah pada individu dan kduarga, serta' kelompok dan komu- '
, nitas. '~ ,
Intervensl Berfokus-Indivldu' atau KeJuarga
Intervensi promosi kesehatan!protdtsi kesehatan berfokus-individu
atau keluarga dirancang dalam dpaya meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan kompetensi individu atau keluarga untuk membuat
keputusan kesehatan yang memaksimalkan, promosi keser~tan
dan perilaku proteksi kesehatan. Tujuannya 'adalah mendayagunakan
lansia dan keluarganya dalam membuat keputusan kesehatan yang
rasional. Beberapa kategori yang termasuk ke dalam intervensi
promosi kesehatan danprote'ksi kesehatan derigan target individu
dan!atau kduarga adalah:' ,
• Skrining kesehatan
• Modifikasi gaya hidup
• Pendidikan kesehatan (mdividu atau kdompok)
• Konseling
• Kelompok pendukung
• Pelayanan kesehatan primer
• lmunisasi
• Keamanan eli ru.tru1h
• Perawatan di rumah (pelayanan kesehatan eli rumah,
perawatan personal atau bantuan rumah tangga)
• Makanan ya"lg dikirlmkan ke rumah
• Dukungan sosial (penjaminan kembal,i telepon dan kunjungan
rumah)
• Manajemen kasus
• Bantuan pemeliharaan di rumah
474 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Intervensi Berfokus-komunitas
Intervensi berfokus-komunitas adalah aktivitas dan program yang
_diarahkan paCia lansia di k-omunitas secara keseluruhan atau sub
kdompok lansia yang beragam di komunitas: Tujuan intervensi ber
.fokus-komunitas adalah meningkatkan kapasitas dan ketersediaan
komunitas terhadap pelayanan gabungan kesehatan dan sosial yang
sesuai dan dibutuhkan dalam upaya niempertahankan kemandirian
dan status fungsionallansia di komunitas. Intervensi di komunitas
. terutama melibatkan advokasi, tindakan politis, dan partisipasi dalam
pembuatan kebijakan yang memengaruhi lansia di komunitas.
Contoh intervensi berfokus-komunitas a~ah ~bagai berikut:
• K:ampanye pendldikan kesehatan di masyarakat luas yang me~
nekankan pada masyarakat lansia.
• Mengadakan kampanye pada btdan Mei yang teIah ditetapkan
sebagai "OlderAmerican Month" (Bulan Lansia Amerika).
• Koalisi komunitas untuk menangani isu spesiflk lansia, seperti
.pengembangan· pusat informasi lokal, hotiines telepon atau situs
internet.
.• Keterlibatan politis untuk advokasi kebutuhan lansia, seperti
mempertahankan ataumemperluas tanggungan Med~care untuk
pelayanan di rumah.
• Kolaborasi dengan universitas, gereja, pusat pekumpulan lansia,
proyek pemukiman lansia, serta organisasi komurutas lain yang
tersedia untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada
subkelompok lansia.
• Aktivitas pencegahan kejahatan.
.• Berpartisipasi dalam pamerankesehatan berfokus pada komunitas.
KEMITRAAN DENGAN KOMUNITAS LANSIA
. Secara umum, komunitas lansia terbuka untuk praktik kesehatan
baru dan berespons terhadap bermacam-macam pendekatan yang
berpotensi meningkatkan kesehatan mereka. Dalam merellcanakan
program kesehatan yang efek:cif, peravrat kesehatan komunitas barus
memvalidasistrategi dan tujuan bersama kelompok lansia yang ditar
getkan. Keterlibatan lamia dalam merencanakan promosi kesehatan
dan aktivitas pencegahan penyakit, adalah hal yang esensial, kare
na lansia sensitifterhadap kehilangan potensi kemandiriannya.
BAB 20 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengaii lahsia di Komunitas 475
Oleh karena itu, jika lansia dilibatkan, rasa kemandirian mereki
akan meningkat. Tahapantindakan yang dilakukan ketika bekerja
dengan lansia eli, komumtas -antara lain:
• Jalankan program di tempat-tempat biasa lansia berkumpul, se
pertigereja, senior c8nters, dan tempat perkwnpulan pensiunan.
• Libatkan aktivitas outreach ke dalam seluruh program.
• Siapkan sarana tiansportasi menuju tempat aktivitas kelompok.
• Antisipasi kebutuhan lansia yang memiliki pandangan dan/atau
penglihatan tidak adekuat (contoh, penggunaan tulisan yang be
sar, membatasi penggunaan makalah, penggunaan ruangan yang
tett-ang dan!atau pengeras suara yang adekllat). . .
• Pertahankan aktivitas secara perlahan dan berikan waktu..yang
cukup untuk berespons.
• Berikan waktu yang cukup bagi para lansia untuk berbagi penga
laman hidup.
• Pertahankan Pengajaran dalam waktu yang relatif singkat
• Lakukan pengulangaii ganda dan penguatan informasi.
• Susunlah aktivitas' pendidikan kesehatan yang dapat memberikan
rasa nyaman pada para lansia dalam mengajukan pertan yaan
dan/atau menanyakan informasi baru atauinformasi yang masih
meragukan mereka.
• Dorong keterlibatan keluarga, teman, dankerabat.
• Advokasiuntuk peningkatan sumber-sumber ya.'1g ada di komu
nitas serta kebijakan yang memengaruhi lansia.
Kebutuhan Promosi Kesehatan dauProteksi Kesehatan Lansia di
Komunitas
. Pelayanan Kesehatan
Lansia berusia Iebih dari 65 tahun membutuhkan pelayanan kese
hatan primer yang teratur' untuk mempertahankan kesehatan dan
mencegah penyakit kronik, kecacatan, serta kondisi yangmengan
cam hidupnya. Pelayanan promosi kesehatan yang dapat men
dasari intervensi keperawatan komunitas meliputi:
• Imunisasi (influenza, diftena, tetanus, vaksin pneumokokus).
• Skrining penyakitkronik, sepertikanker, penyakitkardiovaskular,
dan diabetes.
476 BAGIAN 1/1 • STRATEGfpROMOSI KESEHATAN
,. Manajemen dan pengendalian penyakit kronis yang ada
(pendidikan kese_h~tan, manajemen kasus, dan manajemen
me~asi) .. " _: .. _ . ..'
• Pengetahiwl tenting praktik penggantian' dan tanggungan biaya
(termasuk biaya pengobatan alternaili) dari Medicare/Medicare
Managed Care, asuransi Medicare tambahan, dan program asuransi
kesehatan spesifik.
• Program outreach dan upaya advokasi untuk menjamin akseS lansia
pada .sumber-sumber yang dibutuhkan, seperti advokasi ke
sehatan, pelatihan kesehatan, dan. pengendali akses di komunitas.
Persone! yang [Link] perusahaan SW'clSta; staf
gereja, dan karyawan perusa.h~.BUMN' yang dapat merujuk
larisiakepada~-sumberyangadadikanunitas(F1orioeta1, 1996).
• Rujukan kepada program bantuan farmasi negara yang ada serta
advokasi untuk membuat programyang mereka butuhkan.
• Pendidikan mengenai manajemen medikasi (penjadwalan, ke
patuhan, kalender, dan sebagainya).
• SumbCr berkelanjutan daripelayanan primer.
• One stop shopping untuk pelayanan kesehatan.
• Hubungan kepada kelompok pendukung penyakit kronik.
Nutrisi
Nutrisi adekuat adalah hal yang penting bagi lansia dalam mem
perfahankan kesehatari, mencegah penyakit, dan memperlambat
perkembangan penyakit kronis yang dideri~ Dilam upaya .mem
bantu lansia meningkatkan dan mempertahankan status nutrisinya,
pengkajian nutrisi dan membangun kekuatan yang ada adalah hal
yang sangar membantu. Daftar Periksa Skeining Nutrisi (Nutrition
Screening Checklis~yang dibuat olehAmericanAcade11!)l of FamilY Pl?ysicians,
American Dietetic Association, dan National Council on Aging (Nutrition
Screening Initiative, 1992) adalah alat pengkajian nutrisi yang sangat
baik. Berikut ini adalah program kemitraan dalam bidang kesehatan
nutrisi yang dapat Anda pertimbangkan.
"MAKAN SEHAT DAN ENAK!"
Rencanakan kelas atau seOal kelas nutrisi yang berfokus pada nutrisi
dasar dan manajemen risiko nutrisi (rendah garam, rendah lemak,
rendah gula, tinggi serat, dan sebagainya). Apabila kebutuhan ter
hadap diet khusus harus dibahas, percimbangkan untuk mengadakan
BAS 20 il Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Lansia di Komunitas477
serial kelas dan bentuk kelompok menurut tingkatan kebutuhan
diet spesifiknya. [Link] nutrisi akan lebih efektif jika penyajiannya
.sangat .interaktif dengan para partisipan-mencicipidan· berbagi .
resep, membangun kebia$aan positif yang ada, dan memasukkan
makanan khas etms. Pemasangan poster dengan tulisan yang be
sar dan berwarna-wanu serta tayangan video adalah langkah yang
tepat. Makalah juga bisa membantu. Ingat, lansia senang inembi
.carakan dan menceritakan pengalaman hidup mereka! Berikan
hadiah kepada lansia yang menghadiri kelas, seperti tongkat,
handuk kertas, makarom, dan makanan yang tidak cepat mem
busuk Dapatkan bantuan hadiah darito~o yang menjual bahan
makanan. Tantangan terbesarnya adalah menuInbtihkan minat para
lansia untuk menghadiri kelas ini~ Pertimbangkanindividu dari komu
nitas atauke1ompok teman sabaya untuk membantu marketing dan
program outreach. t
Olah raga dan Kebugaran
; Manfaat olah raga telah dibuktikan sepanjang fentang kehidupan
manusia. Olah ragauntuk lansia harus mempertimbangkan kesehatan
dan status fungsionalnya. Di ba'W'ah ini adalah .beberapa bentuk
program olah raga keb~aran.
"DUDUK, MENENDANG KE ATAS: OLAH RAGA UNTUK LANSIA"
Ketika mengadakan klinik skrining tekanan darah di pusat nutrisi .
lansia, perawat mengobservasi bahwa pengunjung sering kali datang
sekitar pukul 8 pagi. Mereka ~engisi waktu dengan duduk-duduk
sampai makan siang dihidangkan pada pukul12 siang. Mereka bel">
main permainan meja seperti kartu atau domino, tetapi aktivitas fisik
mereka sedikit. Ketika niemeriksa tekanan darah, perawat menanyakan
mengenai aktivitas fisik yang lansia lakukan dan memperoleh
[Link] bahwakebanyakan lansia tidak merasa aman untuk berjalan
di sekitar lingkungan mereka atau mereka belum mengetahui bentuk
lain dari olah raga. Setelah memvalidasi kebutuhan terhadap tipe
olah raga ringan (low-impact) yang dapat dilakukan di kursi, suatu
program dikembangkan dan beberapa partisipan dilatih· sebagai
instruktur olah raga. Program tersebut dinamakan "Duduk, Me
nendang ke Atas: Olah raga untuk Lansia". Dengan bimbingan
sukarela~ instruktur 6lah raga,' program telah dimasukkan secara
nyata ke dalam jadwal aktivitas sehari-hari.
478 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Pencegaban Jatob
Jatuh adalah masalah besar pada lansia. Anda mungkin hendak
membangun sebuah tim [Link] ter~pi ~kupasional dan, ahli
terapi fIsik untuk mengadakan kelas pencegmari'jafuh pada lokasi
tempat para lamia biasa berkwnpul (ya, mungkin saja Anda tidak
dapat memengaruhi para lansia untuk datang menghadiri kelas ini
yang justru sangatmereka butuhkan; para lansia terse but berada di
rumahnya karena mereka takut jatuh 'jika mereka pergi ke hiar).
Beberapa individu dapat memberikan kuesioner mengenai peng
kajian jatuh, sebagiari lagi dapat melakukan 'tes keseimbang~ men
demonstraSikan cara-cara untuk mencegah ;atuh, dan memberikan
konseling individual mengenai hal-hal, yang dapat menyebabkan
jatuh. Proyek kola boratif multidisiplin ini dapat berdampak sangat
besar terhadap masalah yang terkadangmengakibatkan laysia ke
hilangan kemandiriann ya atau bahkan dapat membawa kepada
kematian. Anda mungkin perlu memasarkan proyek ini serta men
dapatkan tempat lmtuk skrining, tes keseimbangan, demonstrasi, dan
konseling. Pertimbangkan untuk memi1iki formulir pernyataan dan
persetujuan untuk menjalani tes keseimbangan pada setiap kejadian
jatuh. '~
Keamanan Komunitas
Dalam upaya menurunkanketakutan lansia terhadapkekerasan yang
, sering menghantui mereka, peravvat komunitas perlubekerja sarna
dengan Iembaga penegak hukum setempat untuk mengembangkan
programkomunitas. Prototipe program meliputi Neighborhood Crime'
Watch Programs, Citizens on Patrol, dan program keamanan organisasi
kemasyarakatan lainnya. Lansia membutuhkan pendidikan yang
mencakup program pertahanan diri, baik secara fisik maupun
psikologis. Kampanye media di masyarakat harus berkonsentrasi
pada upaya menumbuhkan kewaspadaan lansia terhadap tipe-tipe
kejahatan spesifik di dalam masyarakat, termasuk frekuensi dan
waktu kejadian. Selain itu, upaya menabungkan cek bulanan yang
diterima secara langsung harus ditingkatkan untuk menurunkan
kerentanan terhadap kejahatan. '
Keamanan Berkendara
Seiring dengan peningkatan persentase lamia di Amerika, junilah
pengendara lansia juga semakin banyak. Direkomendasikan agar
BAB 20 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan lansia di Komunitas 479
pengendara lansia belajar mengemudi kembali untuk mengakomo
dasikan perub~an neuromuskulardan sensorik yang terjadi seiring
proses" menua;~Pengendara' lansia diartj\lr~an untuk mellgeval~asi
kembali secara periodik kemampuan mereka dalam mengemudi,
termasuk penieriksaan penglihatanJpendengaran, dan evaluasi
perubahan fisik lainnya yang dapat memengaruhi rriereka dalam
berkendara. Dorong lansia untuk menanyakan kepada kel~ dan
teman jib mereka merasa· khawatir terhadap kemampuannya ber
kendara. AARP mensponsori 55 AlJVEIMature Driving Program
untuk membantu pengendara yang berusia lanjut meningkatkan
.keniampuan berkendaranya, mencegah tabrakan kendaraan, dan
. menghindari pelanggaian lalu lintas (AARP, 1999a). AARP juga
menerbitkan Older Driver Assessment and Resource Guide (panduan
Pengkajian dan Sumber Pengemudi Lansia) yang diSediakan Secara
gratis. Perigemudi yang berusia lahjut harnS mengacu kepada sumber
ini atau. sumber lain yang ada di komunitas.
LEGISLASI SIGNIFIKAN DAN LANSIA .AMERIKA
Akhimya, beberapa bagian legislasi yang penting patut utltuk didis
kusikan. Dua bagian penting dari legislasi yang memengaruhi ke
hidupan lansia Amerika adalah Social Securiry Act tahun 1935 dan
OlderAmericansAct (OAA) tahun 1965. Social Secun"[y Act berisi banyak
program bagi para lansia, termasuk bantuan finansial dan pelayanan
kesehatan. ~etentuan utamartya adalah menciptakan sistem
tunjangan bagi lansia danmemungkinkan negara untuk memberikan
santunan kepada para tunanetra, masyarakat yang sudah tua, serta
ariak-anakcacatdan terlantar. Undang-undang ini membentuk Social
$ecuriry Board (Badan Pengaman Sosial) dan mekanisme untuk me
ningkatkan nang pensiun dan tunjangan kesejahteraan. Satu· aman
demen paling signifikan muncul pada tahun 1965, yang ditandai
dengan berQirinya program asuransi kesehatan Medicare and Medicaid.
OAA mengarahkan atensi negara kepada kebutuhan lansia dan
mengesahkan the Administration on Aging within the Departement 0/
Health and Human Services. OAA mendanai riset serta pelatihan
gerontologi dan memfasilitasi program lokal, negara, dan nasional
guna meningkatkan kualitas hidup Iansia. Selama bertahun-tahun,
OAA telah menetapkan bermacam-macam pelayanan untuk Ian
sia, termasuk lembaga yang melayani lansia, pusat multiguna lansia,
480 BAG/AN III • STRATEGI PROMOSIKESEHATAN
, pelayanan nutmi, program relawan, pendidikan ,kesehatan; pela
yanan transportasi, pelayanan kesehatan di rumah, dan aktivitas
,kesehatan preyentif. Legislasi ,lain yang tnembantu peningkatan '
kualitas hieiup liDsiaadaIah the Age Discrimination Act tahoo'1974
yang mencegah diskriminasi terhadap lattsia dalam pekerjaan dan
metieegah pensiun yang dipaksakan; Research on Aging Act tahun ,
1974, yang membentuk National InstitllteoJAging dalam the National
Institllte oj Health; dan American Disabilities Act tahun 1990,yang men
jamin'hak-hak warga Amerika yang, mengalami kecaeatan.
RINGKASAN
Peningk:ttankenutraan yang sehat dengan lansia di komunitas
adalah upaya yang menarik. Dibutuhkan suatu paradigma kesehatan
yang komprehensif bagi lansia,yangmencakup kesehatan sosiat dan
lingkungan. Agar terlindungi, lansia di masa depan harus mempelajari
cara agar tetap sehat dan aktif secara politis' (Alford & Futtrell,
1998). Fokus pelayanan kesehatan untuk kelompok ini akan terus
mengalami pergeseran dari pelayanan medis akut menjadi perawatan
diri dan manajemen penyakit kronis. Selain itu, strategi promosi
kesehatan akan menekankan pacia isu kualitas hidup sesuai dengan
·harapan bahwa kebanyakan lansia dapat menampilan tingkat fung
sional terbaik pada usia 80 sampai 90 tahun. Perawat kesehatan
komunitas memillki kesempatan untuk mengembangkan pen
dekatan inovatit untuk meningkatkan kualitas hidup'lansia melalui
advokasi dan pemberian pelayanan. Berikut ini beberapa pertanyaan
untuk menggerakkan Anela dalam menjalankan promosi kesehatan
lansia di komunitas. '
• Apakah pengaruh promosi kesehatan di masa muda terhadap
fungsi dan status kesehatan di hari tua?
• Jika lansia yang lemah tinggal di dalam rumah mereka dan diberi
kan ' It!Y case management" (manajemen kasus umum) (seperti se
orang advokat kesehatan atau petugas kesehatan yang dipanggil
atau merigunjungi rumah secara periodik, yang disupervisi oleh
perawat profesional), akatikah mereka menjalani kehidupan
mandiri yang lebih lama, fungsi kesehatan dengan lebih baik,
kejadian jatuh yang lebih sedikit, dan hospitalisasi yang'lebih
sedikit dibandingkan dengan lansia yang tidak mendapatkan
dukungan tersebut?
BAB 20 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Lansia di Komunitas 481
• Apakahpelayanan gabungan kesehatan daD. sosial yang dapat
diberikan melalui senior ce1tter.r?,~'~ [Link] pusat' seperti itu
" ~fektif? -" - " .
REF ERE N S r
Alford, D.M. & Futtrell, M. (1998). ~ and health promotion of the elderly. In JA
Allender & C.L. Rector ~s.), Readings in gerontological nHrsing (pp 77-79).
Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins.
American Association of Recited Persons {AARP). (1999a). 55 ALIVEImat1l1'e driving
program. Available at [Link]/55 alive.
__ • (1996). Profile of olderAmericans. Available at [Link].
Filner,' B. & WilliaJ:ns, 'I (1979). Health promotion for the [Link] functional
de~InHealt~ People 2000. [Link],DC: US Gove:nment Printing Office.
•'Florio, ER, Rockwood, 1li, Hendryx. MS? Jensen, J.E., Raschko, R. & Dyck, D.G.
(1996). A model gatekeeper prognun to fmd the ,at-risk elderly. JOllrnal of Case
Management, 5(3), 106-114.
Gelfand, DE. (1999). The aging nel11lark; Pr,ograml and iervim (3rd ed.). (p 69). New YOrk.
.NY: Springer. ' ,
Ham, RJ. & Sloane, PD.. (1997). [Link] geriatrics; A case-baled approach (3rd ed). (p
262). St. Louis, MO: Mosby. ,
,., Miller, ~A (1~5). [Link] '.are of older adlllts: Theory andpractice (2nd ed.). (p 504).
Philadefphla: J-B. Lippmcott.
National Aging Information Center (NAle). (1998). Bider abHIc prevention.
.-Washington, DC: US Government Printing Office.
Nutrition Screening Initiative. (1992). Nlltrition smening checklist; A cooperative effort
of the American Dietetic Association, American Academy of Family Physicians,
and the National [Link] on Agin& W![Link], DC: Author. .
"O'Malley, TA &: Blakeney, B.A.(1994). Physical health problems and treatment for
the aged. In D.G. Satin (Eel.), The [Link] care of the agedperson: An interdisciplinary
perspective (pp 27-61). New York. NY: Oxford University Press.
US Bureau of the Census. (1997). PopHlation projectionI. Washington, DC: US
Government Printing Office. ' .
US Department of Health and Human Setvices (USDHHS). (1998). Healthy people 2010
oijectives: Draft for pllbli{: comment. Available at [Link] I pubsl
hp2000/progrvw/[Link]., '
__ . (1991). Healthy people 2000. WaShington, DC: US Government Printing Office.
US Preventive Services Task Force. (1996). Guide to clinicalpreventive services: Report of the
US Preventive Services Task Forre (2nd ed.). Baltimore, MD: Williams & WIlkins.
BAHAN BACAAN YANG DISARANKAN
Clark. M.J- (1999). NHrsing in the communtty: DimenIions of commHirity health nHrsing (3rd
ed.) (pp 551-588). Stamford, .CT: Appleton & Lange.
Clemen-Stone, 5., McGuire, S.L., & Eigsti, D.G. (1998). Comprehensive commllnity health
nursing (5th ed.). (pp 603-629). St. Louis, MO: Mosby.
Edleman, C.L. & MandIe, C.L. (1998). HealthpromoliQn throughout the lifepan (4th
ed.). (pp 633-663). St. Louis, MO: Mosby.
Gorin, S.G. & Arnold, J- (1998). Health promotion handbook. St. Louis, MO: Mosby.
Hulse, J- (1998). Humor: A nursing intervention for the elderly. In JoA. Allender &
CL. Rector (Eds.), Readings in gerontological nHrsing (p 87). Philadelphia, PA:
Lippincott Williams ~ Wilkins.
482 BAGIAN lit • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Pickering, S. at Thompson. J. (1998). ProllJoti1lgpolilivI practicl in 1INrling of old,rplOpll.
London: [Link] Tindall. . .
Swanson, E.A. &; Tri.e-Reimer, T. (1996). tivant'IJ i1l gtronlologitalnNrling: bINU for Ihl
A.
21 II [t1l/1I.!YlYoi 1}. New York; NY: Springer. .. .
SUMBER-SUMBER INTERNET
Administration on Aging (National Aging Information Center)
USDFDiS .
[Link]
Alzheimer's Asso<;.iation
www:[Link]
American Association of Retired Persons (AARP)
[Link] .
[Link] on hging
[Link]
National Council on Aging
[Link]
Social Security Administration
[Link]
-, " .. ~ ~ . ' .. ' .... ~
,
"" .. . .
'.' '
.
Mary Wainwright
PENINGKATAN BAB
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN MASYARAKAT
PEDESAAN
21
TUJUAN
. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Mendiskusikari faktor sosial dan geografik yang memengaruhi status
. keseiiatanmasyarakat pedesaan. . .. ...... ..... ..
• • Menjelaskan isupromosi kesehatan yang berhubungan dengan ma
syarakat pedesaan..· .
• Menyusundan mengimplementasikan proyel< promosi kesehatan dengan .
masyarakat pedesaan.
PENDAHULUAN
Garnbaran seperti apa yang tirnbul eli benak Anda ketika Anda rne
rnikirkan pedesaan? Apakah Anda rnernbayangkannya sebagai se
bum wilayah dengan lahan pertanian yang terletak eli ujung jalan
panjang dan berlurnpur, ternpat sebuah keluarga besar berkurnpul
untuk rnakan rnalarn bersarna? Sebuah ternpat dengan para tetangga
yang saling kenal dan saling rnernerhatikan satu sarna lain? Sebuah
ternpat yang penuh kekerabatan dan gaya hidup yang tenang?
Kebanyakan orang rnerniliki kesan yang rnenyenangkan rnengenai
pedesaan. Seperti kehidupan pedesaan itu sendiri, keperawatan di
lingkungan pedesaan dapat sangat berharga dan rnenantang. Bab ini
akan rnenjelaskan beberapa karakteristik urnurn dari rnasyarakat
pedesaan dan rnendiskusikan strategi untuk rnenjalin kernitraan yang
sehat dengan rnasyarakat pedesaan.
Walaupun kebanyakan orang dapat rnengenali pedesaan begitu
rnereka rnelihatnya, narnun pendefinisian pedesaan tetap rnenjadi
rnasalah yang tidak terpecahkan. Tidak terdapat definisi operasional
yang secara jelas rnernbedakan rnasyarakat pedesaan dengan rnasyarakat
483
484 Br\GIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
urban. Penamaan umum sebagai pembeda, terutama untuk program
federal, adalah area metropolitan dan nonmetropolitan. Kedua
nama ini dibuat oleh Ojlice Management and Buc(get (OMB) berdasarkan
pada integrasi negara yang memiliki kota besar dengan populasi
sekitar 50.000 orang atau lebih (Baer, Johnson-Webb & Gesler,
1997). Berdasarkan definisi ONIB terse but, jelas tidak tepat apabila
sebuah pedesaan kecil yang terisolasi di dalam suatu wilayah dinama
kan area metropolitan. Definisi yang Iebih umum dari populasi
p~desaan adalah masyarakatyang tinggal di daerah yang penduduk
nya jarang dan biasanya terletak pada daerah yang agak jauh dari kota
besar. Cukup sulit untuk mengukur tingkat kedekatan dan identitas
komunitas yang kuat dari masyarakat di pedesaan. Kita tidak perlu
mengadopsi suatu definisi tung gal dalam diskusi ini. Bagaimanapun,
perawat harus farnilier dengan definisi area metropolitan dan non
metropolitan yang ditetapkan OMB.
Engelken (1997) mengungkapkankonsepyangmenyatakan bahwa
pedesaan adalah aset yang nyata. Bagaimanapun, tidak semua atribut
masyarakat pedesaarr sesuai dengan bayangan ideal. Gambaran·
negatif tentang kehidupan pedesaan memiliki implikasi bagi ke
perawatan di daer3h pedesaan. Hal ini dicerminkan dari sangat
banyaknya keluarga yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki
asuransi. Penduduk pedesaan hidup l~bih lama, hal ini dib~
dengan persentase lansia di populasl pedesaan yang lebih besar
dibandingkan dengan persentase lansia di populasi urban (18% vs
15%) (Dansky, [Link], Shea, Vasey & Dirani, 1998). Faktor peng
halang yang lazim terhadap akses pelayanan kesehatan adalah jarak
geografikyangjauh dan transportasi yangtidak adekuat Konsekuensi
nya, penduduk pedesaan tampaknya lebih mungkin untuk memiliki
masalah pelayanan kesehatan yang kompleks dan kronik (Gariola,
1997). Akses juga terbatas karena penyebaran penyedia layanan
kesehatan yang tidak merata. Dari 20% warga Amerika yang hidup
di area nonmetropolitan, hallya 11% dokter yang berpraktik di
daerah terse but (Crittenden & Myers, 1997).
Sayangnya, perubahan yang dilakukan oleh Balanced Budget Act
tahun 1997 mempunyai potensi yang sangat signifikan untuk meng
ubah struktur sistem pemberian layanan kesehatan di pedesaan
(NIueller & McBride, 1999). Perubahan ini dapat berdampak pada
peningkatan penutupan rumah sakit desa, penurunan pelayanan
, BAB 21 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Masyarakat Pedesaan 485
kesehatan di rumah, dan peningkatan ketidakmerataan penyebaran
penyedia l~[Link] kesehatan. Dalam kebanyakall komunitas pedesaan,
perawat adalahdasar. dati. pelayanan, dan dalam beber~pa kasus,
adalahsatu-satunya siunber pelayanan kesehatan.
TEORl KEPERAWATAN PEDESAAN
Teori keperawatan pedesaan dari Long dan Weinert (1989) me
rupakan teori yang bermanfaat sebagai kerangka kerjauntuk
membangun kemitraan dengan .tna!tyarakat pedesaan. Teor! ini meng
identifIkasi karakteristik kuncidari masyarakat ped~saan yang
. 'memengaruhi [Link] keperaWatan: '
1 Kesehatan dan etos kerja
2. Jarak dan isolasi
i :{(epercayaan dirl' ,
4. Kurangnya anonimitas ,
5. ldentiflkasiorang dalamIorang luar dan, pendatang barUlpenduduk
lama
Kesehatan dan Etos Kerja
> P~duduk pedesarul me~gartikan kesehatan sebagai ketnampuari '
.[Link] bekerja. 'S~orang tukang tebang kayu dala:m sepuah us~lrta'
perkayuan des? niungkin akan meras.a,[Link]) kondisi yang"
sehat Jikaia ~ih mampullI1tuk.~erja. Ia: akan men,cobll ohat '
.yang lazim dipakai 9rt~mah daD. nasihat daripar~ tetangga'se belimi
, men~ pertolongan profesional._ Terapi yang,membuafnya d~at
,'cepat kembalibekerja adalah harapan utamanya daIaffi menCari per
Jolongan kesehatan. Nichols (1989) mendeskripsikan 'orientasi,
_pelayanan kesehatandari pendudhk desa sebagaiorientasi tc::rhadap
, kondisi keseliatan saat ini dan orientasi'krisis. Kat:eria,pan9angan
kesehatan/kerja mi, ~ara· pendud-uk desa hanya 'mernberikan
,perhatian yang-kecil pada' aktivitas pemelillaraan [Link] dah
pen~egahan penyalcit (MWdoon, Schootman & Morton, 1996; Parrot,
Steiner ~ Goldenhar, 1996). Jarangnya partisipasi penduduk ter- ,
hadap program penghentian kehiasaan merokok, pencegahan
penyakit, kebiasaan menganyah tembakau,obesitas, dan, adariya
sikap tidak'Peduli adalahhal'yan& biasa: terjadi.', "
486 BAGIAN III - . STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Jarak dan !solasi -
Penduduk menerima dan menyesuaikaJ:l diri terhadap jarak dan
isolasL Jarak;merupak nhal yang terinregrasi-- dala:m hiduV_:k-ti..:.·
sehanan. Peridud{ik mengantisipasi dan bahkan menikmati per~ .
jalanan untuk berbelanja yang membutuhkan waktu 1 sampai 3 jam
sekali jalan. Dengan hanya Sedikit keraguan, seorang tetangga-mungkin
akan menghabiskan waktu seharianuntuk mengantarkan temannya
menemui dokter spesialis. Bagaimanapun, bahkan dengan strategi
adaptif yang signiftkan, jarak tetap m~njadi penghalang yang
meningkatkan kecenderungari penundaan upaya masyarakat dalani
mencaripelayanari [Link] orcmg terse but benar-:beri~
sakit.- Lebih;lanjut, waktu-penyembuhandan rehabilitasi optimal
akan terganggu oleh terapiyangtidak adekuat dan tidak tepatwaktu.
Kepercayaan diri '
Untuk kelangsungan hidup, jarak dan isolasi menuntut individu
untuk menumbuhID,m motivasi yang kuat dan penuh percaya diri.
Adanya ni1ai yang tinggi dibalik kepercayaan diri tersebut telah
diobservasi baik secara individu maupun komunitas secara ke
seluruhan. Sebagai contoh, aspirasi dari sebuah penduduk pedesaan
untuk meridirikan pusatkesehatan regional- dan membuat komitmen
fmansial yang dibutuhkan untuk mendukung usaha tersebut
konsisten dengan keinginan_ komunitas untuk merawat dirinya
seneliri. Kepercayaan diri individu juga merupakan sesuatu yang
khas. Sebagai contoh, Tuan Kane, seorang penduduk desa Rosebud,
mengambil tanggungjawab terhadap kondisi istrinya yang sudah tua
dan imobil. Daripada menempatkan istrinya eli tempat perawatan
kesehatan, Tuan Kane lebih senang memberi makan sendiri istrinya,
memandikannya, dan mengganti balutan luka dekubitus istrinya
dalam [Link] yang ia dapatlakukan. Tuan Kane mempertahan
kan program perawatan yang melelahkan itu sampai -ia terkena
pneumonia darr harus dirawat di rumah sakit. -
Kurangnya Anonimitas
Komunitas pedesaan layaknya sebuah aquarium. Setiap orang tahu
banyak tentang orang lain. Pernyataan bahwa "Anda akan menyadari
. ~wa Anda berada di pedesaan Amerika, ketika Anda dapat menge
tahui hasil tes kehamilan menantu Anda sebelum menantu Anda
BAB 21 • Peningkatan Kemilraan yang Sehat dengan Masyarakat Pedesaan 487
sendiri mengetahui hasilnya" adalah benar adanya. Setiap orang
~tidan d.inJ4i$~ baik dari sisi kehidupan Personal maupun
..•... .tr:e_~puan profesio~ya. Seorang pen}edia·layanao. kesehatan .
.. . akan dikenal oleh seluruh masyarakat, sehingga privasinya terbatas.
Baik keUka berada di pusat pertokoan, sekolah aiaupun gerej'a, se- .
orang penyedia layanan kesehatan diharapkan menangani segala
persoalan" bet~tan dengan pelayanan kesehatan. Karena individu
yang tingkat pendidikannyatinggi atauyang memiliki kemampuan
kepemimpinan sering kali tidak ada atau pindah ke kota besar, sering
kali penyedia la}-anan kesehatan dl komunitas pedesaan diharapkan
. menjalankan perankepemimpinan. Hal ini memperkuat fakta bahwa'
kredibilitas, kepercayaan, dan efektivitas seorang perawat komunitas
pedesaan sebagai agens perubahan (r;ha1Jgeage1Jt) dalam upaya mem
bangun kemitraan, berganturig pada penilaiankomunitas terhadap
perawat komunitas tersebut secira keseluruhan.
Identifikasi .Orang Dalam/Orang Luar dan Pendatang Baru/
Penduduk Lama
Penduduk pedesaan cenderungkurang mobil dibandingkan·dengan
penduduk urban. Beberapa generasi hidup berdampingan, dan per
temanan tumbUh sertatetap hidup .bersama sepanjang hayat
Individu diidentifikasi dalam konteks hubungan yang mereka miliki
seperti "Anda pastimengenalnya. Dia adalah menantu Ny. Gray".
Apabila seseorang memiliki kakek buyut yang [Link] seorang
pemabuk, keturunannya akan selalu dikenal sebagai cucu dari se
orang pemabuk. Hal ini' senng kali diekspresikan dalam bentuk
komentar seperti '"Jill telah berhasil. dengan baik, tanpa dipengaruhi
fakta bahwaia adalah cocu dari si tua Jones". Dengan ungkapan
yang sama, mudah untuk mernahami siapa yang menjadi orang luar
dan siapa yang menjadi orang ~am, berdasarkankomentar seperti
"Yakinkan bahwa Anela memaSukkan Ny. 'Wallis dalamdaftar
undangan. Dia adalah seorang pemberi dana dalam setiap kornite
kota", atau komentar seperti "Mengapa i\ltda mengundang Ny.
Leroy? la tidak pernah terlibat dalam pertemuan seperti ini se
belumnya". Kenyataannya, pendatang baru mungkin tidak akan .
termasuk dalam kategori penduduk yang sudah lama menetap
sampai 15-2Q [Link]. Taylor da~g ke sebuah komurutas
pedesaan pada saat awaI ia menikah·dan selalu mendapat sebutan
488 BAGIAN m. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
~anita dari Missouri" sampaiketika cucunya Iahir., Lenz dan Ed
waz:ds (1~92) ,n1~pyatakanbah}Va pe-~ ini piasany-am~nin:t-',,' .' ,.
~.:.~~ .'periimha,ngan yang, ,le~ih ~en~nt\l!lgkaI1:,b~gi· orang:
-::' daIam daD' peridtiduk lama:, Bagairri.~~pj:tri~ posisi, orang hiar
kadang-kadang menguntwigkan kecika iSu yang menyangkut kera
hasiaan muncul dan lebih mengutamakan jarak emosional. Peneri
maan terhadap perawat desa dan peranannya dalam komunitas
dipengaruhi oleh pemikiran mengenai orang dalamIorang luar dan
penduduk lama!pendacing baru. '
, MEMBANGUN SEBUAHKEMITRAAN " ,
, Setelah mempelajari 5· konsep teori pera~t komunitas di pedesaan
ini, mari kita bahas bagaimana membangun sebuah kemitraan dengan
masyarakat pedesaan. D~am diskusi ini, kita akan menyertakan
contoh-contoh dari sebuah komunitas pedesaan yang bernama
Rosebud '
Pengkajian: Periduduk Lama dart Orang Dalam sebagai Informan
Kunci
, Dalam suatilkomunitas pedeSaan, perawat harus memberi perhatian
khusus pada kontak personal ketika mengimplementasikan strategi
pengkajian komunitas yang telah dibahas sebelumnya. Sebelum me
mulai prosespengkajian, atau setidaknya pada, tahap awal proses,
Anda harus mengidentiftkasi infonnan-informan kunci di komunitas.
Apabila Anda adalah orang IUal- atau pendatang baru, strategi yang
efekti£ adalah dengan memiliki seorang "sponsor" di komunitas
yang mengenalkan Anda kepada informan kunci, serta me
mungkinkan Anda merujuk kepada sponsor Andatersebut ketika
Anda ingin menibuat kontak dengan anggota masyarakat yang lain.
Diskusikan dengan informan kunci,tujuanpengkajian .J\nda dan
, tanyakan persepsi mereka mengenai aset dan kebutuhan kesehatan
komunitas. SelaiJ:! itu, minta mereka mengidentifikasi kontakpenting
lainnya. Komurutas p'edesaan adalah sebuah korrninitas yang memiliki
"kepercayaan diri" sehingga mereka mungkin akan menolak aktivitas
yang mereka persepsikan sebagai campur tangan dari orang luar.
Dengan melibatk~ penduduk lama dan orang dalam pada proses,
Anda dapat membangun sebuah jaringan kerja yang membantu
BAB 21 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Masyarakat Pedesaan 489
Anda mengkaji, merencanakan, dan mengimplementasikan strategi
untuk memenuhi keburuhan kesehatan komunitas yang ter
o identifikasi.-Jaringankerja-yang terdiri atas [Link]-informari
komunitas inidapat mengidentifikasi berbagaisumber, mengatasi
hanibaian, serta membantu menemukan jalaQ. keluar terhadap
~ yang merefleksikan petspektifkoII?-utlltas.
[Link] palingpenting untuk diingat adalah bahwa persepsi
komunitas mengenai kebutuhankesehatan komunitasnya. adalah
gambaran realitas cIari kebutuhan terse but. Banyak komunitas pe
desaan yang bersedia membantu mengidentifikasi kehutuhan
0
kebutuhan komuriitas mereka. [Link] yangreJiabel dan kom
prehensif sangat. penting dalam- melindungi [Link]
komunitas pedesaan, tetapi sumber-sumber yang menunjang peng
kajjan sering kali terbatas. Beberapa komunitas mungkin memiliki
opini publik yang kuat berkenaan dengan kebutuhan kesehatan
komunitas, dengan atau tanpa "manfaat"yang dihasilkan dari peng
kajian kebutuhan formal. Bagaimanapun, jika masyarakat me-
onempatkan suatu risiko masalah kesehatan pacIa prioritas yang tinggi
yang Anda nilai kurang kritis dibandingkan risiko kesehatan yang
. lain, masalah kesehatan yang menjadi perspektif komunitaslah yang
menjadi prioritas. ApabiIaAndame1akukan [Link] menanggulangi
risiko rnasalah kesehatanyang lebih besartanpa dukungan komunitas,
upaya. Anda akan menemui kegagalan sejak a~'a1 Dengan member
dayakan komunitas, yang dapat berkontribusi terhadap perilaku
"komunitas yang sehat", l\nda dapat menawarkan pelayanan yang
lebih besar. Sering kali,ketika Anda membantu komunitas meng
atasi risiko masalah kesehatan yang lebih rendah, sebenarnya. Anda
sedang membangun kesadaran komunitaS terhadap risiko masalah
kesehatan yang lebih besar. 0
Di pedesaan Rosebud, beberapa warga menaruh perhatian ter- .
hadap penggunaaritembakau olehmurid-muridSMU. Hasi1 pengkajian
komunitas yang komprehemif menunjukkan adanya. insidens tinggi
kanker paru eli komunitas dan tidak ada upaya. publikuntuk mengatasi
masalah tersebut Kita juga mengidentifikasi pameran lokal yang
banyak didatangi pengunjung sebagai sebuah aset, yang dapat mem
berikan kontribusi terhadap kesehatan ekonomi Rosebud dan
merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga. Atas dasar kebutuhan
komunitas yang teridentifikasi dan bukti empiris mengenai risiko
490 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
n1asalah. kesehatan yang ada, klta membuat suatu diagnosis komuni
tas: prevalensi [Link] paro yang berhubungan dengan peng
gun~teml;>~U"ntl~~,,:,·/~ .. -' . .
Perencanaan: Dirancang oleh Komunitas untUk Komunitas .
Komunitas membutuhan informasi mengenai hasil proses pengkajian
dalam bentuk sebuah format. Komunitas yang telah mendapatkan
informasi dapat berpartisipasi dalam perencanaan yang efektif.
Seka!i lagi, para informan kunci dapat menjadi narasumber yang
baik dalam memberikari saran pada proses' diseminasilpenyebaran
secara luas hasil pengkajian. :E>ibutuhkan·w~ dan!enagauntuk .
. meliba~ komunitas dalam perencanaan, tetapi "keterlibatan" ini '
adaiah bagian· dari proses. yang membangun kekuatan dan ke
mampuan komunitas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Pemberdayaan ini adalah kom~rien penting kesehatan komunitas.
Upaya melibatkan komunitas pada setiap tahap merupakan
bagian dari kemitraan, baik ketika Anda terlibat dalam pertemuan
seluruh warga kota atau dalam sebuah komite proses perencanaan
informal yang dihadiri oleh beberapa inf~rman kunci~ Rencana yang
disusunharus dapat dicapai dan sesuai dengan budaya pedesaan.
Sebagai contoh, aktivitas promosi kesehatan perlu digerakkan sejalan
dengan aktivitaskeseharian penduduk pedesaan. Sebrang penduduk
pedesaan mungkin tidak akan datang ke kota hanya uptuk ber
partisipasi dalam sesi skrining bebas kolesterol di [Link] kesehatan,
tetapi jika sesi skrining tersebut dilakukan di pertokoan desa pada
Sabtu sore,penduduk' terse but mungkin akait memanfaatkan ke
st:mpatan tersebut. Rencana tindakan harus menyangkut (1) tujuan
dan tahapan tindakan yang jelas; .(2) IdentifIkasi sumber-sumber
yang dibutuhkan, terniasuk sumber daya manusia, dana, dan material;
(3) identifikasi sumber-sumberyang ada, termasukpinjaman (bantuan
dana), pendanaan lain, dan waktu relawan; (4) penjadwalan; dan (5)
proses evaluasi.
. Di Rosebud, kami meng:irirnkan hasil pengkajian komunitas
dengan judul "10 Besar Masalah Kesehatan Rosebud" ke penokoan
dan toko bahan makanan· dan [Link] informasikan leWelt surat
kabar mingguan Rambling ROse. 'Kemudian, kami mengunclang lima
orang dalam kund Rosebud untuk menghadiri rapatyang membahas
cara mengatasi prevalensi tinggi kanker paru yang berhubungan
BAB 21 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan MasYi!rakat Pedesaan 491
dengan p~nggunaan tembakau pada jangka waktu yang lama.
P~pin kelompok informru adalah para ibu dari murid SMUYartg._
s~gatmenaruh perhittian pada kej~dian inerokokdi antarateman
ternan anak mereka. Setelah menetapkan tujuan, bertukar pikiran,
memi1ih intervensi, dan memprioritaskan aktivitas, kita dapat me
ngembangkan proyek perencanaan tindakan. Termasuk di dalam
rencana adalah meminta bantuan murid-murid SMU untuk membuat
sebuah stan ''Hidup Sehat" di pamef3:I1lokal untuk memromosikan
periiaku antitembakau dan -aktivitaspromosi kesehatan lainnya.
Implementasi: Satu Orang Dapat Membuat Perubahan
Dalam proses implementasi, penting- untuk meminta bantuan
indivipu di komUnitas yang bersernangat dan memiliki antusiasme
terhadap proyek ldealnya, individu ini akan: terlibat dalam fase peng
kajian kebutuhan dan fase perencanaan. Karena terdapat fenomena
"fishbowf (aquarium) pada komunitas pedesaan, keberhasilan proyek
dihubungkan dengan individu atau -masyarakatyang dipersepsilcin
sebagai pemimpin proyek. Individu tersebut mungkin bukan "pe
mimpin formal" di komunitas, tetapi ia harus mampu memengaruhi
individu lain imtuk ikut berpartisipasi dalam intervensi. Satu orang
.dapat secara nyata membuat perubahan di lingkungan pedesaan. Di
samping itu, komunitas dan para pemimpin komunitas mem
butuhkan penguatanlmotivasi. Perhatikan setiap kejadian yang
terjadilperkembangan baru yang signifikari. Ciptakan kesempatan
kepada publik untukmengetahui setiap keberhasilan yang dicapai.
Jalin hubungan yang efektif dengan media massa. Pemberitahuan di
pertokoan, artikel surat kabar, wa-.;vancara radio dan televisi adalah
strategi efektif dalam mempertahankan komitmen dan kekuatan
komunitas.
Di komunitas Rosebud, [Link], seorang iStri dokter
setempat dan aktivis kom~tas mempelajari proyek "Hidup Sehat"
kami,be1iau merasa tertarik dan memberikan bermacam-macam
bantuan. Beliau miunpu [Link] para guru SMU untuk me
nyertakan penugasan penelitian me~genai cara efektif dalam men
cegah dan mengubah kebiasaan menggunakan tembakau pada anak
muda. Para mood membantu menyusun materi dan aktivitas untuk
stan "Hidtip Sehat". Kepala [Link] yang merupakan teman dekat
1'0/. Carpenter mengizinkan para mood dan peserta pameran lainnya
492 BAGIAN III .STRATECI PROMOSI KESEHATAN
menggunakan toko kayu untuk membangun stan. Anggota tim lain
membantu .pengumpulan dana untuk materi dan juga membantu
· mengo~m:lilJ~jklU1 jadwal [Link]~9r-~t~.b~-Il}eii:[Link]- .
miritaan .kecil kepada Lumber indllstry Foittidatio~ -regionai untuk
membeli satu set (7\1r. Yllk MOllth" (fuanMulut Kotor), sebuah alat
peraga dengan model visual yang digambarkan memiliki bau m"!liut
tidak sedap dan bentuk gigi yang buruk akibat penggunaan tembakau
dengan targetpara pemuda. Tanda ucapan terima kasih dikirimkan
atas setiap kontribusi yang diterima. Reporter "investigatif" loka!
menulis serial artikel mengenai anak muda dan penggunaan tem
bakau serta menorijolkan aktivitas yang berhubungan dengan
proyek stan "J?ldup Sehat". . ... .
Evaluasi: Proses dan Hasil
Kebutuhan kesehatan'komunitas pedesaan jarang muncul secara
tiba-tiba. Kebutuhan tersebut lebih sering berupa masalah yang
kompleks, kronik, dan tersembunyi secta membahayakan. Strategi
evaluasi. untuk intervensi kesehatan komunitas harm mencakup
pengukuran terhadap hasil tujuan jangka panjang. Selain itu, kaji
. persepsi komunitas mengenai kesuksesan proyek yang ditekankan
'lebihke arah. [Link] jangka pendek seperti (1) menjalin dan mem
perkuat kemitraan; (2) banyaknya individu dan kelompok yang ter
libat, (3) kualitas dart kuantitas layman yang tersedia,(4) pengaruh
proyek terhadap ~agnosis komunitas. Beberapa hasil yang dicapai.
mungkin merupakan inisiatif baru untuk menga~asi masalah yang
ada atau masalah terkait lainnya. Pengakuan terhadap aset komunitas
adalah hasil yang sehat. Satuhasil palingkuatyang mungkin dicapai
adalah memberdayakan sebuah komunitas untuk dapat memenuhi
kebutuhannya sendiri. Akhirnya, pengukuran kuantitatif mengenai
perubahan. perilaku dan perubahan kecenderungari indikator ke
sehatan harus terus ditinjau ulang dalam kerangka waktuyang sesuai.
·Hasil evaluasi harus diinformasikan kepada komunitas.
Di komunitas Rosebud, sebuah artikel berjudul "Health-Wise
Smoking SlIccess" yang terdapat pada halaman depan Ramblin,g Rose,
memberitakan kesuksesan proyek komunitas. Hasil positif diterima
· dari anggota tim, termasuk murid-murid Sekolah Menengah Umum
yang mengevalmlsi setiap tahapan tindakan dan juga mengevaluasi
keseluruhan program. Walikota mengakui kesuksesan proyek tersebut
BAB 21 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Masyarakal Pedesaan 493
pada suatu pertemuan. dewan kota. Sebuah proyek. baru telah mulal
elijalankan eli sekolah dasar, dan pedagang lokal telah setuju untuk
'J:tieliiIlgka:tkan 'strategimereka daIam me~~gah penjualan 'tembakau' '
kepada anak-anak. Kelompok lain mular mengembangkan strategi
untuk mengukur penggunaan. tembakau aktual oleh anak-anak eli
komunitas meieka. Walaupun ~asil ini tidak tercakup dalam ren
eana sebenarnya, tetapi tetap merupakan hasil yang sah dan kuat dari
proyek. Pemberdayaankomunitas telah meningkat karena pengaruh
proyek ini, dan citra Rosebud membaik. Mungkin dibutuhkan upaya
yang akan sang at menyita waktu, mungkiri beberapa dekade,
sebelurii-iridili:ator'ihside.i:ls kanker paru' dapatelipengaruhi, tetapi ,
'W'aI'ga'Rosebud merasa bartgga atas perubahan yang telah berhasil'
mereka raih.
RINGKASAN
Komunitas pedesaan adalah tempat yang nyaman untuk tinggal
dan bekerja. Dengan memahanu keyakinan kesehatan dan etos
kerja para penduduk desa, tantangan jarak dan isolasi, konsep 'ke
pereayaan diri, kurangnya anonimitas, [Link] Qrang dalaml
orang luar dan penduduk lama!pendatang baru, keefektifan kita
dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat pedesaan akan me
ningkat. Melalui proses keperawatan, kita dapat meningkatkan
kekuatan kemitraan dan perilaku komunitas yang' sehat dengan
melibatkan komunitas pedesaan pada setiap tahapan proses. Satu
aspek paling berharga' dalam membangun, kemitraan dengan
masyarakat ped~an adalah realisasi dari "satu orang yang dapat
membuat perubahan" pada keseluruhan komunitas. Siapa tahu
Anda ter~, salah seorang pera-wat yang dapat, rneInbuat suatu
perubahan eli komunitas pedesaan Anela:.
REFERENSI
Baer, L,Johnson-Webb, 1<., & Gesler, W. (1997). What is rural? A focus on urban influence
codes. jOl/rnal of Rliral Heaith, 13(4), 329-333.
, Crittenden, B. lie Myers, W. {1997}. Can Medicare medical edueation policies better
address rural provider shortages? Rlira/ Policy Brief, 1(3). Available at
[Link]/brieflPB97-3/[Link]
Dansky, K., Brannon, D., Shea, D., Vasey,J., lie Dirani, R, {1998}. Profiles of hospital,
physician, and home health service use by older persons in rural areas. The
Gerontologist, 38, 320-330.
494 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Engelken, J. (1997). Awakeup call for [Link]. RNral Health FYI, 19(1), 42.
Gariola. G. (1997). Developing rural interdisciplinaiygeriatrics teams in a changing
health care environment. jOlll"1tlJloj Allied Health, Wutter,27-29•
. ~C&.[Link],J.(lm);~~p!imaryaJre:_Tappiogtherinlwn:ununit}r
· .. ... [Link]'ojNiifsiltfAiimiRiJiriilio'it,22f]), 57-61. . - .
- loug, K.: & Weinert, C. (1989). Rural nUrsing: Devdoping the theory base. Schtllar/y
111,/lliryfor Nllrling Practict: An Inltrnatitlnaljtlll1'lla4 3(2}, 113-127.
Mueller, K. & McBride, T. (1999). Taking:M:~careintothe 21st century: Realities of a
post BBA world and implications for rural health care. Rural Policy Research
Institure,RtralHealth Pand PubIication (pp 1-17),2/10/99 P99-2.
Muldoon, j., _Schootman, M., & Morton, R. (1996). Utilization of cancer early
detection services among farm and iura! nonfarm adults in Iowa. jOllrllal oj RNral
Heallh, 12(4},321-331.
NrchoJs. E. (1989).Response to ruraln~ Developing the theory base. Sehtllar/y
--litgiiirj for I:/llf'1illg PraiJi(t: Ai IiilirnaiiollaljOllrniJ4 3(2), 129-132. ..
Parrott, R., Steiner,C.. & Goldenhal', L (1996). Georgia's harvesting healthy habits:
A for-mariye evaluation. jOll1'llal ojRNral Htallh, 12(4}, 291-300.
SUMBER-SUMBE.R INTERNET
[Link]/ _
The National Rural Health Association-
[Link]/rhsr/defauILasp
NationalRural Health Services Research Database
[Link]/
Rural Health WebRing
•
-
~ ~ " . r: ~ , .... ...
.
:~ ; '/;-. ~. < ,1 . . . ; .: . .. • . •~ .'
Pamela Schultz
PENINGKATAN BAB
KEMITRAAN YANG SEHAT
DENGAN PENDERITA 22
PENYAKIT KRONIS
· TUJUAN
· Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
• Mendiskusikan karakteristik dari kondisi kesehatan kronis.
• Menjelaskan strategi promosi kesehatan untuk penderitapenyakit .
kronis. . . ".. .. . . .. .. .... .. ....
·• Mengimple~~ntasikan reneana promosi kesehatan untuk individuyang
kondisi kesehatannya kronis dengan menerapkan strategi yang telah
dibahas pada bab-bab sebelumnya.
PENDAHULUAN
Secara umum, sakit dipandang sebagai suatu kondisi yang dialarni
individu yang gagal mencapai kesehatan optimum. Sakit akut adalah
satu kondisi sakit pada inliividu yang berhasil ditangani oleh in
tervensi atau membaik seiring dengan waktu. Sakit kronis adalah
satu kondisi tidak adanya resolusi proses penyakit. Implikasinya
adalah individu akan menderita sakit ini sampai ia meninggal; tidak
ada pengobatan. Karena individu sering kali dapat hidup panjang
dan produktif dengan penyakit kronisnya, haruskah mereka disebut
"sakit"? Mungkin sebutan yang lebih tepat adalah kondisi kesehatan
kronis. Ban yak individu di berbagai komunitas hidup dengan kondisi
kesehatan kronis.
Jika dilihat sekilas, mengidentifikasi individu dengan kondisi ke
sehatan krorus adalah hal yang mudah. Namun, sebenarnya ini adalah
tugas yang berat. Bagaimanakah seharusnya "kondisi kesehatan
kronis" didefinisikan? Elemen apa yang harus ada untuk mem
bedakan antara kondisi kesehatan akut dan kondisi kesehatan
kronis? Dapatkah kondisi kesehatan terdiri atas kondisi akut dan
kronis? Dalam kondisi seperti apa?
495
496 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Pendekatan holistik terhadap asuhan keperawatan menolak
adanya penggolongan individual. Pendekatan holistik menekan
kan pada keterkaitan individual. Apabila ditinjau secara harfiah,
pendekatan ini dapat digunakan untuk menggambarkan individu
dengan kondisi kesehatan kronis. Kesehatan individu seharusnya
tidak digolongkan, seperti diabetik, penderita kanker, skizofrenik,
atau individu yang terinfeksi HIV. Bagaimanapun, perawat dipak
sa oleh pendekatan sistem pelayanan kesehatan untuk cenderung
mel abel dan mengategorikan kesehatan individu. Dengan demi
kian, dalam pembahasan ini, suatu upaya dilakukan untuk meng
gambarkan populasi ini dalam konteks yang sangat luas.
KARAKTERISTIK KONDISI KESEHATAN KRONIS
ProgreJif. Kondisi. kesehatan menjadi lebih buruk atau menjadi le
bih parah seiring perjalanan waktu. Periodenya mungkin meliputi
seluruh rentang kehidupan atau dalam waktu yang lama. Selama
kondisi kesehatan kronis, mungkin terdapat periode diam yang di
ikuti oleh peri ode eksaserbasilbertambah parahnya penyakit atau
memburuk secara perlahan. Contoh kondisi kesehatan kronis pro
gresif adalah beberapa jenis kanker yang tumbuh perlahan pada
penderitanya dan tidak dapat disembuhkan serta menyebabkan ke
matian yang tidak terclakkan. Penyakit paru obstruktif menahunl
kronis ditandai dengan penurunan kapasitas paru yang progresif
secara perlahan. Periode gagal jantung kronis meliputi peri ode
diam dan kontrol terhadap pola serangan akut gagal jantung. Dia
betes melitus, terutama tipe DM bergantung-insulin, menjadi pro
gresif sehingga lebih sulit ditanggulangi.
ImJersibef. Kondisi yangtidak clapat disembuhkan. Kondisi kesehatan
kronis dapat menyebabkan kematian. Muncul kerusakan yang tidak
dapat dikoreksi. Contohnya adalah kanker pankreas, yang meng
hancurkan kemampuan klien untuk memproduksi enzim digesti,
yang menyebabkan defisit nutrisi. Terdapat beberapa tipe penyakit
ginjal yang pada akhirnya menyebabkan penyakit gagal ginjal total
dan dapat merusak sistem utama lainnya seperti sistem saraf pusat
dan sistem kardiovaskular. Penyakit paru obstruktif kronis dapat
menyebabkan penurunan fungsi paru, yang tidak dapat kembali
BAB 22 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Penderita Penyakit Kronis 497
normallireversibel. Skizofre;1ia dan p~nyakit bipolar tjdak dapat
, "" "", dis~mbuhkan,. tetapi keduanya, dap~t,'diko~troli,bagaimanapun,
( ,- indiyip~,yang'pernahmenderita [Link] ini,da1api'waktu yang"
lama: dapat mengalami gangguan ,penilciian;' keterampilan sosial,-,
dan aktiVitas hldup sehari-hari. ' '
Kompleks: Kondisi krorus dapat memengaruhi berbagai sistem.
Pengaruh dari kondisi kesehatan kronis dapat menjangkau areayang
Iebili luas dibandingkan pacIa saat perplulaan proses. Pendenta asma
tidak hanya mengalami manifestasi fisik, tetapi merekasering kali rnem..
,batasi aktivitas dalam cara-cara tertentu yang dapat menyebabkan
[Link],sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental dan rekrea
sionalmeteka. Depresiadalah sekuel yang sering ditiinbUlkari oleh '
kondisi kesehatan krorus (Davidson & Meltzer-Brody, 1999). Terapi
terhadap kondisi kronis mungkin menimbulkan efek samping, sepeici
nyeri dan defisit nutrisi yang menjadi bagian dari kondisinya.
Diabetes melitus dapat menyebabkan neuropati;, retiriopati me
nyebabkan kebutaan; masalah sirkulaSimenyebabkan amputasi,
umumnyaterjadi pada kaki dati tungkai. Hipertensi dapai me
nyebabkanpenyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. ,
Terapi yang diarahkiln IIntuk mengontrol gtjala: Tujuan ierapi tidak
bertujuan untuk menyembuhkan penyakit, tetapi untuk mengontrol
gejala Hal ini terkait dengan pen~bab penyakityang tidak diketahui
dan/ atau rendahnya teknologi untuk menyembuhkan penyakit
terkait. Dalam beberapa kasus, kondisi menjadi akut dan, terapi
ditujukan untuk mcnyembuhkan kondisi akut terseb4t, tetapi jika
hal ini tidak dapat dicapai, kondisi akan menjadi kronis. Beberapa
kanker menglkuti pola seperci ini~
, Masalah keJllarga dan kesedihan bonis:' Kondisi 'kesehatan kronis
selalu memiliki pengaruh terhacIap orang-orang dekat individu yang
, terkena penyakit tersebut. Bergantung pada budaya dan dinam,ika di
dalam keluarga, hal ini akan dim:anifeStasikandalam bermacam
macam cara. Kesedihan kronis adalahsuatu kondisi yang. dapat
dialami oleh individu dan!atau keluarganya. Fenomena ini akan
. bertahan lama dan dapat terus berlanjut; bahkan setelah kematian
individu yang menderita penyakit kronis. K;esedihan yang dirasakan
akan berlangsung tanpa akliir dan meliputi akumulasi kehilangan
terus-menerus sepanjangwaktu (Krafft &,Krafft, 1998).
498 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
PERSEPSI KESEHATAN DAN PENYAKIT KRQNIS '
SERTA
.
PROMOSI
..
KESEHATAN .. . - '
Setiap individu rnemilikiperiepsi- yabg-\:I:iliK-'~ kondisi ke
sehatannya. Kondisi ini berfluktuasi dengan kejadian yang bervariasi,
tetapi ,biasanya setiap mdividu memiliki pandangan yang statis
mengenai kesehatannya. Penderita kanker fase terminal mungkin
akan mengatakan bahwa mereka berada dalam kondisi kesehatan
yang baik jika tidak menderita [Link] kanker tersebut
mungkin akan tetap beranggapan bahwa kondisi kesehatan mereka
~_tetapi ~eka akan ditolak oleh asuransi jiwa karena riwayat
m~ mereka. Mungkinjugapenderiril memersepsikan kondisi ke
,sehatan mereka sangat'buruk, tetapi mereka dapat hidup sejahtera
sampai berusia 90 tahunan. Bag~..imana persepsi seseorang terhadap
kesehatan dapat menjadi hal yang penting? Jika seseorang merasa
kondisi kesehatannya baik, tampamya mereka cenderung me
mandang kualitas hidupnya baik pula. Hasil i>enelitian telah me
- nunjukkan ketidakjelasan hubungan antara' status kesehatan dan
kualitas hidup (Covinsky' et al~ 1999). Covinsky dkk. (1999) telah
menunjukkan bahwa secaraumum, statuskesehatan seseorang adalah
indikator rasional dan kualitas hidup; bagairnanapun, ketidaksesuaian
,adalah hal yang lazim. Persepsi kesehatan individu terhadap kondisi
,kesehatannya kadang-kadang bertolak belakang dengan status
kesehatan aktualnya. Seorangwanita berusia 65 tahun diinformasikan
bahwa ia menderitaosteoporosisberatdan'berisiko ~alamifrakritr
pinggul Namun, wanita itu merasa sehat dan menganggap status
kesehatannya baik. Suatu saar, wanita tersebut mendapatkaninformasi
mengenai status kesehatannya yang menunjukkan bahwa ia berada
dalam kondisi kesehatan kronis.
Cara individu memersepsikan kesehatannya akan memberikan
pengaruh yang besar terhadap cara ia berespons terhadap ruategi
promosi kesehatan. Apabila individu memandang kesehatannya
dalam kon&si yang baik, mungkin ia akan resisten terhadap strategi
promosi kesehatan. Apabila individu memandang kesehat~1Jllya
dalam kondisiyangtidak baik, mungkin jugaia akan menjadi resisten
terhadap strategi ini karena ia merasastrategi ini tidak dapat mem
perbaiki kondisinya. Dalamhal ini, generalisasi tidak berlaku.
Individu yangkondisi kesehatannyakroWs biasanya telah mendapat
kan informasi mengenai kondisi kesehatannya. Mungkin ia kurang
BAB 22 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Penderita Penyakit Kronis '499
sabar dalam menjalani Strategi yang diarahkan terhadap area ke.:
se~hatan yang mereka anggap bukan bagian dari kondisi [Link].
.'Seba1iknjia, bebera~,iridividh ttiltIlgkin memilihmemfokuskan diri .
pada status kesehatannya yang dapat ditingkatkan.
IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI
KESEHATAN
Ketika merencanakan implementasi program promosi ~esehatan
untuk individu dengan kondisi kesehatan krorus, ada beberapa
prinsip yang harus dipahami.
, [Link] [Link]: Individu dengan
kondisi kesehatan krorus memiJiki kebutuhan kh~. Setiap ak
tivitas promosi kesehatan harusdisesuaikan imtuk memenuhi ke
butuhan secara individual: PeraWat harus dapat memahami status
kesehatan individu, termasuk nrenyangkut kondisi kesehatan kro
pjsnya. Hal ini [Link] penguasaan ilmudasar pelayanaiI kese
hatan. Sebagai contoh, perawat mungkin ingin menekankan kepa
da pasien pentingnya mengonsumsi air 8-10 gelas setiap harinya,
tetapi untuk pasien dengan dialisis ginjal, hal ini tentu tidak tepat.
Kesinambungan hubungan: Stanley (1999) telah menggambarkan
suatu program yang ditujukan bagi pasien yang mangalami masalah
medis dan psikiatrik krorus, dengan cara menempatkan mereka
dalam program terapi adiktif. Secara normal, pasien ini tidak di
izinkan untuk berparlisipasi dalani program terapi adiktif karena
masalah-masalah krorus mereka yang saling bertentangan. Namun,
karena program yang dibentqk ini memuhgkinkan profesional
kesehatan berespons terhadap bermacam-macamkebutuhan pe
layanan kesehatan yang lain, pasien ini dapat herhasil menyelesai
kan program yang ditujukan unWk mengatasi penyakit adiktif. Pro
gram seperti ini memungkinkanadanya kesinambungan hubungan.
Kemitraan yang tetbentuk memberikan peluang kepada perawat
untuk melakukan intervensi di semua tingkat pelayanan kesehat
an. Dengan demikian, perawat psikiatrik mampu ambil bagian
dalam praktik promosi kesehatan dan melakukan terapi untuk kon
disi kronis. Dalam lingkungan managed care, kesinambungan asuhan
mungkin akan terfragmentasi. Kesinambungan hubungantidak
hanya berguna dalam mengatasi kondisi kesehatan krorus~ tetapi
juga dalam menjalankan aktivitas promosi kesehatan.
500 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN '
DlIkNngan sodal: Dalam banyak studi, dukungan ~osial sering
dihubungkan dengan kesehatan dan usia lanjut (Lepore, 1998) dan
telah dibuktikan pula bahwa dukungan .sosial meningkatkan kese~
. ~tan. Banyakinalvldudengk kondiSilesehatan'honis menjalani
poIa' hidup terisolasi, yang dapat menyulitkan mereka untuk meng
ekspresikan dirinya dan berhubungan dengan orang lain aonsdottir,
1998). Banyak individu dengan kondisi kesehatan honis memiliki
akses terhadap terapi dan keiompok pendulrung yang memfokuskan
pada kondisi horus tertentu. Ada beberapa kelompok pendukung
seperti kelompok pendukung bagi penderita kanker, pengidap AIDS,
korbaIlpeIecehan seks~, dan sebagainya. KeIbmpok ini i:ne:m-.
be~ JtenJl3::l113han dan menimbulkan suasana' ~rsahab~tan di
antara [Link]. Sejak tallun 1960, terapi kelompok 'telah men
jadi alat berharga bagi [Link] (Bednar fx, Lawlis, 1971;
Dies, 1986; Dies, 1979; Kaul & Bednar, 1986; Orlinsky&Howard,
198.6). KelompQk ini adalah lahan subur bagi perawat dalam me~
1ikuka,[Link]..[Link] .Sering kali, kelompok 'inj :disponsori
oleh k6munitas. Duktulgan keIompok yang dlherikan dapat meluas,
kepada keluarga yang membetikan perawatan; hal. ini juga me
ningkatk3n kesetnpatan· utituk promosi keseha:tan, d~artl beberapa
. kisus, terhadap kesduruhan keluatga (Ellgring, 1999)..
Prdfesional kest=:.hirt:an,. [Link] perawat, perlu menibekali diri.
derigan pengetahuat}. mengenai ·[Link] ke1Qmp'o~: Hal ~ini bukan
.; . . . sekedarembel-embd yang inelekat 01 Sekeli)irig p:raktik-~~edis,atat1 .
" ke~raw:itan dan Juga' b~ ~uatu bagian· yang terpisah. da,i ·Su~·'
'. . sp~ialis (Samps<?n &; MarthaS,.-1 ?81)~'Keterampi1anY1Ulg rtIenuntut
'. kerja, :s~ efekti£dengankelompek hukansuatU hal yang bersifat
., '. intuitif; keterampil~ iQi perlu d,ipelajari.: .' "
" . Peraw-at [Link]~·bahwa pemberian. dukungan .kepadl. 'p~ien
. ~·prinsip. pemberlan [Link]:: [Link] di1:~tikmmetnb;m';
tu u;[Link] pengalamaimya'~ llle1l1ficahk3n
masalahQ'alam upaya [Link] dengan kondiSi: pelayanim'kesehat
ail (~Servellen,~1984), DeYoung dan Dickey (1967)menyatakan.
hahwa beberapa ·perilaku [Link]· mengekspresikan dukungan sepetti
yang. ditegaskan. oleh keperawatan. itu sendiri. Perilaku tersebut
meliputi ~tensi, ~ehadiran, keberadaan, penerimaan, kepedulian, ke-
prihatinan, ketertarikan,kete~libatan,. pengercian, dan empati. van
.,~ -, .S~enen
"~ ..
(1984} me~y.u:ak;m OOhwa [Link]
";', ......
menghadapi
' ~
" ,.'
BAB 22 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Penderita Penyakit Kronis SOl
. masalah berkenaan dengan kondisi kronis, dukungan perawat da
pat diberikan dalam [Link] bentuk, seperti mengupayakan pemu
lihalJ" ·.Jm!~rnf~Uit~ikekuatan, dan [Link] yang ada
uiltuk mempeitahankan tmgkat keSejahteraan yang mungkin.
Sampson dan Marthas (1981) mengidentifikasi peran proses
kelompok bagi profesional kesehatan.. Ketika kita meninjau ulang
tugas dari proses kelompok, akan tampak jelas adanya kondisi
timpang tindih dalam proses kelompo~ ini.
Pertumbuhan dan Perkembangan'Manusia:
Individu belajar untuk rilenjadimanusia dalam kelompok. Keluarga
inti biasanya adalah kelompok paling signiflkan. Sejalan dengan per
kembangan individu, Sekolah dan pertemanan membentuk kdompok
yang lain. KeUka dewasa, kelompok-kelompok ini berubah,. dan
setiap orangmemba'Wcl pengalaffiannyayang unik pada·setiap situasi
kelompok, yang akan membantu pernunbuhan dan petkembangan'
personal selanjutnya: Individu belajar b~gaimana untuk menjadi
IIlaIlusia ket:ika mereka rnasih kanak-kanak,kern}ldian'remaja;.dewasa" .
lartsia, menjadi orang yang bergantung pada orang lain, menderita
penyakii kronis, dati aldllrnra menjelang ketnatian;
.- Pemeliharaan danPerubahan Perilaku, .
Mari'usia dapat' mempelajari .& melihat perilaku .atau kebiasaan
baru at'au berbeda'yang' perin diub~h untuk kondisi·kesehatari
tertentu. Kelonipok pendulrung bagi 'pengheritian kebiasaan me- .
rokok, penyalahgunaan :Mt,' dMt, obesitas adalah contoh kelompok
~g menggunakan proses kelompok ulltuk mengubah perilaku, ~
kebiasaan yang berhubungandengan kesehatah.
Pron1osi dan Pemeliharaart Kesehacin
Kebugaran.f~ pera'W:1~at1 kanker: dan redu~i 'Stres acWah,coIltoh
prom,osi kesehatan: atau' merupakan tipe' tugas kelompok daJrurt
promosi atau pemelihCll<Wl kesehatan. lhdividu belajar melaluf'" .
interaksinya cWam kelompok mengenai kondisi kesehatan umum.
Perawat menggunakart format ini untuk rrtenlbagi keah1ia:ru.:Iya dan
mengarahkan kelompok dalam berbagi pengalaman yang ber
hubU11gaIl deng<in isu-isu menyangkut keseha~an!
502 BAGIAN III • STRATEGI PROMOSI KESEHATAN
Praktik Tim
Kita berada di era spesialisasi dan kelompok profesional bekerja
se~gai timOalam [Link] pe1ayanan k~St:!hatan kepada ~dividu.
TIrii iD.i jUga berfWigsi .sebagai kelompok.-~etiiip profesional memiliki
fungsi yang berbeda dan asuhan yang diberikan kepada pasien akan
menjadi lebih efektif jika tim memahami dan menggunakan ke
terampilan kelompok yang baik.
Vpaya Keluarga dan Komunitas
Sebagai contoh, penyakit kanker yang diderita pasien bukan hanya
:diakibatkan oleh pasien itu sendiri. Interaksipasien dengan keluarga·
dan komurutas memengaruhi proses:-penyakit [Link]
sering.ka1i menjadi penyedia asuhan; ada upaya dan perhatian sosial
dalam komurutas yang kritis unqlk mera-wat pasien ini: Pera-wat dapat
menjadi instrumen, tidak hanya sebagai konsultari, tetapi benar-benar
. melihatkebutuhan dan mengelolakelompok tertentu dalamkomunitas.
Pengajaran, Pelatihan, dan Pengawasan
Promosi kesehatan pada suatu kelompok adalah peran vital pera-wat
komunitas. Banyak contoh program promosi kesehatan telah diulas
dalam bab-babyanglain. Ketika Anda bekerja dalam kelompok-yang
anggotanya menderita penyakitkronis, Anda dapat menggunakan
strategi promosi kesehatan terkait seperti yang telah Pijabarkan da
lain bab yang lain. Berikut ini adaiah contoh kelompOk pendukung
untuk penderita kallker dan keluarganya. .
Pasien Kanker dan Terapi Kelompok Pendukung Keluarga:
Suatu Pengalaman Komunitas Selama 6 Tahun
lui adalah deskripsi ~ kelompok pendukung kontinu yang dimulai
eli dalam komunitas dan difasilitasi oleh dna perawat sukarela yang.
memiliki pengalaman dibidang psikiatrik dan onkologik. Tujuan
dasar kelompok ini adalah memberikan dukungan kepada pasien
kanker dan keluarganya. Bagaimanapun, jelasIah bahwa pasien dan
keluarga memerlukan lebih [Link] sekedar dukungan sosia:l seiring de
ngan isu promosi kesehatan tidak terk:Ut dengan kanker yang mulai
bernnmculan. Fasilitator harus memperluas pengetahuan da')ar yang
mereka miliki dalam area olah raga, nutrisi, [Link] lansia,
seksualitas, penyakit jantung, hipertensi, sindrom pascapolio, penyakit
BAB 22 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Penderita Penyakit Kronis 503
Parkinson, penggantian pinggul dan lutu!, dialisis ginjal, dan banyak
area lain. Prioritas perhatiap. kesehatan berada dalam fluktuasi yang
konstan secara individual. Pengalaffian [Link] .menekankan pada k~
butuhan terhadap· pendidikan kesehatan yang komprehensif dan
pada program promosi kesehatan. Inruvidu dengan kondisi k~
sehatan keoms mencan informasi tentang bagaimana untuk menja
di sehat. ·Ia juga menginginkan penguasaan keterampilan koping
dan teknik pemecahan masalah yang baru dalam menjalani hidup
dengan kondisi kronisnya. ..
Deskripsi Ke1ompok
Kelompok ini bertemu setiap bulan selama 90 menit. Kelompok ini·
hersifat terbuka dan hadii dalaln pertemuan bukan suatu kewajiban.
Kelompok ini bertemu di pusat peribadatan setempat, dan satu
peraturan yang harus ditaati adalah kerahasiaan. Tidak terdapat
agenda terstruktur dan seciap anggota kelompok mengidentifikasi
kebutuhan aktual mereka dan agenda kelompok.
Demografik Kelompok
Rentang usia partisipan bervariasi dati 29 sampai 83 tahun. Enam
puluh tujuh persen partisipan adalah wanita. Rentang waktu per
temuan yang clihadiri oleh anggota kelompok adalah 1 minggu sampai
6 tahun. Mayoritas anggotanya berasal dari masyarakat kalangan
menengah; kebanyakan partisipan adalah lulusan perguruan tinggi.
Diagnosis kanker terbanyak adalah kanker prostat dan kanker
payueJara.
Evaluasi
Evalu~ proses kelompok adalah [Link] problematis. Keberhasilan
suatu program paling baik diukur berdasarkan lama: program tef
sebut bertahan. Beherapa partisipan telah menghadiri kelompok ini .
selama 6 tahun. Dulrungan sosial yang ditenma tampak dari ke
sinambungan kehadiran mereka. Beberapa partisipan telah· me
ngetahui mengenai kondisi kesehatan mereka yang kronis, tetapi
mert?ka tetap saja hadir untuk mendapatkan dukungan sosial dan
. informasi kesehatan lain yang bisa mereka dapatkan untuk diri sendi
ri maupununtuk keluarganya. Keluarga yang anggotanya berada
dalam kondisi kesehatan honis membutuhkan kesempat:an untuk her
bicara dengan penyedia layanan kesehatan mengenai isu krialitas
504 BAGIAN III • STRATEGI PROMoslKESEHATAN
hidup. Kesempatan ini sulit cijperoleh di era lingkungan pelayanan
.·.kes~hatan .seperti. sekarang. ini. Perawat kQmunitas dengan latar
~Perididikan ~[Link],aapat menggunakan
pengetahuan mereka yang Uhik·daIani inemberikan pelayanan inidi
komunitas. .
Perawat telah membangun hubungan denganpara partisipan.
Mereka telah membangun sebuah kemitraandengan komunitas ini
dan mereka pun telah menjadi bagian darikomunitas. Para perawat ini
telah'merterapkan keahlian, komitmen, kasih sayang, dan yang lebih
penting lagi; mereka telah menghadirkan dirinya sendiri dalam
pengalaman ini. . .
RINGKASAN I "
Berbeda dengan bab lain dalam buku ini, bagian ini tidak mem
bahas program promosi kesehatan. spesifIk karena diharapkan
Anda akan mempelajari semua bab dan memilihprograin promosi
. kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan individu dengan kondisi
kesehatan kronis yang Anda tangani. Diharapkan Anda menikmati
semua strategi yan.g ada untuk menciptakan sebuah kemitraan yang
sehat. Sehqt untuk semua. .
REFERENSI
Bednar, RL. & Lawlis, G.F. (1971). Empirical research in group psychotherapy. In
A. Bergin & S. Garfield (Eds.), Handbook ofpsychotherapy and behavior change: An
empirical analYsis. New York, NY: JOM Wiley. .
Covinsky, K.E., Wu, A w., Landefeld, C.S., Collllors, A.F., Jr~ Phillips, R.S., Tsevar, J~
Dawson, N.V. Lynn,J.. & Fortinsky, RH. (1999). Health statt)S versus quality of life in
older patients; does the distinction matter? American Journa! of Medicine, 106,
435·440..
Davilison. J;R. & [Link], S.E. (1999). The underrecognition and
undertreatment of depression: What is the. breadth and depth of the problem?
Journal of Clinical Psychiatry, 60(Sgppl7), 4·9.
DeYoung,C. & Dickey, B. (1967). Support-Its meaning for psychiatric nurses. Joumal of
Psychialric Nursing, 5, 46-58.. .
Dies, R.R. (1986). Practical, theoretical, and empirical foundations for group
. psychotherapy. In AJ. Frances & R. E. Hales' (Eds.), The American [Link]
ASJocialion an1111al review, 110111111, 5. Washington, DC: American Psychiatric Press.
__ • (1979). Gr«::mp psychotherapy: Reflections on three decades of research.
Journal of Applied Behavioral Science, 15, 361-373.
BAB 22 • Peningkatan Kemitraan yang Sehat dengan Penderita Penyakit Kronis 505
Ellgring, JH (1999). Depression, psychosis, and dementia:, Impact on the family.
Nillrology, 52, SV-S20. .. ,
. Jonsdottir; II. (1998). Life patterns of people with chronic obstructiv!,-, pulmoDaf,Y.:
disease: Isolation and [Link] ihf!tNJlrsing Scil"CI Qllarlerfy, 1" 160-:166, '
Kaul, TJ. & Bednar, RL (1986). Experiential group research: Results, questions, and
suggestions. In S.L. Garfield & A.E. Bergin (Eds.), Handbook ojp!yrhotherapy and
b,hallior chan!". New York, NY: John [Link].
Krafft, S.K. & Krafft, L.J. (1998). Chronic sorrow: Parents'lived experience.
Holistic Nllrsing Practitl, 13, 59-67. .
Lepore, SJ. (998). Problems and prospects for the social support-reactiviIy hypothesis.
Annals of Behavioral Medicine, 20, 257-269. '
'Orlinsky; D.E. & Howard,K.I. (1986). Process and outcome in psychotherapy. In
S.L. Garfield & A.E. Bergin (Eds.), Handbook ofj)!ychotherapy and behavior change.
:New York, NY: John [Link]. .
Sampson,E,.E. & Marthas, M. (1981). GrolljJ process for the hoalthproJusion". New
. York, NY: John [Link] & Sons.
Stanley; Ali (1999). Primary care and addiction treatment: Lessons learned from
building bridges across traditions. ]ollrnal oj Addictive Diseases, 18, 65-82._
van ServeIlen, GM. (1984). GrolljJ andftmtify thert1f!J: A model for pfYchotherapelltic nllrsing
practice. St. Louis, MO: Mosby. ,
PENUTUP
Istilah perawat kesehatan [Link] yang kita kenal telah berusia
lebih dari 100 tahun sejak Lillian Wald menciptakan istilah terse
but. Tampaknya ada kecocokan antara k~berhasilan kami dala..'11
inenyeleSaik~buktl Bllkll Ajar [Link] Komllnitas: Teori dan
Prtiktik ini dan editorial yang [Link] keras Nn. Wald
di Kota New York pada permulaan abad yang lalu.
Kami sungguh berharap bah-wa editorial ~perti ini tidak perlu
·ditulis (atau diulang) pada suatu kesimpulan di akhir milenium men-
i~datang. .
pANGGILAN UNTUK TRANSFORMASI
Berdiri di sebuah ruangan di Henry Street, tempat yang pernah diting
.'. gali Lillian Wald merupakan pengalaman yang inspirasional. lebih dari
100 orang peserta pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Ameri
can Public Health Association hadir untuk mendengar Clair Coss mem
bawakan sebuah narasi mengenai wan ita yang menciptakan istilah "pera
wat kesehatan masyarakat" dan dilanjutkan dengan mengunjungi tempat
tinggalnya di Henry street yang bersejarah. Setiap peserta direfleksikan
'terhadapapa itu keperawatan kesehatan masyarakat pada awalnya: pera
watan terhadap kondisi. sehat dan sakit yang komprehensif dengan
memasukkan reformasi sosial dan politis..
Apa yang terjadi pada kelompok yang hebat ini, yang dahulu me
nentang peperimgan, mempe'rjuangkan hak wanita dan anak~anak,
membantu imigran, menjalankan program kesehatan sekolah, dan me
mandang bahwa rakyat miskin dan individu yang tercabut hak pilihnya
berhak mendapatkan upah yang adil dan akses terhadap pelayanan
"
kesehatan? Pada tah un 1920, perawat kesehatan masyarakat dideskripsi
kan sebagai ".,.satu agens terbesar dalam peningkatim kesehatan, baik
. '10 'individual maupun masyarakat, di negara ini"1, Profesional pemula ini
mencapai tujuan yang mereka tetapkan, yaitu menurunkan mortalitas
dan morbiditas dengan sangat baik sehingga mereka menjadi ancaman
bagi pihak-pihak berkuasa. Satu ,Iawan terkuat yang menentang
kunfungan rumah (home visiting) adalah American Medical Association
506
PENUTUP 507
(AMA), yangberhasil menghalangi pendanaan pem'erintah federal ter
• hadap program kesehatan masyarakat. Pada tahun 1930, AMA me
'ngecainprogtam ini dan menyebutnya "'...tidak kokoh dalamkebijakan,
~royal dan boros, hasil yang tidak produktif; dan memiliki kecenderungan
untuk meningkatkan komunisme... ".~ Kesehatan menjadi perhatian me
dis, dan akibatnya, masalah kesehatan didepolitisasi. Masalah yang
,berakar dari kekacauan sosial ini diturunkan terhadap faktor individual,
biologis,atau situasional, dan fokus perhatian menjadi lebih individual. '
Bahkan, kunj ungan rumah yang dianggap sud menjad i terbatas pada pe
nanganan masalah hasil diagnosismedis untuk melaksanakan aktivitas
.' medis yang diinstruksikan. Pendanaan program yang dilakukan di luar
rumah sakit dida$arkan pada pemberantasan penyakit (selalu disertai
dengan instruksi inedis untuk memperkuat alasan). Pendanaan lain Clitu
jukan pada masalah spesifik, sehingga kita memiliki (dan masih memiliki)
klinik imunisasi, program kesehatan bagi wanita, bayi, dan anak~anak,
klinik penyakit menular seksual, dan sebagainya. Namun, komunitas bu
kanlah sebuah serangkaian kelompok risiko yangterfragmentasi. Komuni
. tas merupakan kumpulan individuyang menginginkandan berhak atas
pelayanan kesehatan yang komprehensif: pelayanan kesehatan primer
yang didistribusikan kepada individu, baik dalam keadaan sakit atau
sehat. Perawat distr'ik melakukan nal tersebut pada permulaan abad inL
Ke manakah mereka sekarang?
Sekarang waktunya kita mengakhiri fokus kita pada program yang
terfragmentasi dan kembali ke persoalan terpenting, peningkatan ke
sehat~n: bukan kesehatan sebagai akhir, tetapi sebagai alat untuk men
• jalani keseluruhan hidup. Kesehatan tidak akan tercapai jika alat untuk
mendapatkan upah ,yang ,cukup untuk menyambung hidup dikontrol
oleh sebuah minoritas kecil; ketika suatu lembaga yang bertugas me
meliharadan meningkatkan lingkungan yang aman seperti polisi, di
pengaruhi oleh para koruptor; ketika keseluruhan struktur didasarkan
pada kesehatan, sebagai suatu komoditi yang dapat didermakan'kepada
"yang berhak" (yang diasuransikan) oleh sebuah kelompok yang misi
utamanya adaJah menyembuhkan penyakit; ketika kekera'san, dari
'. mulai penganiayaan anak sampai perang ditoleransi; ketika usia men
definisikan kegunaan dan dijadikan alasan untuk menunda asuhan dan
terapi; dan ketika mayoritas populasi diturunkan statusnya karena
gender, ras, dan' etnis.
Perawat kesehatan masyarakat dapat menransformasikan sistem
berorientasi-penyakit yang terfragmentasi, tidak dengan meratapi hi lang
nya kegemilangan kita pad a masa lalu, tetal'i melihat ke masa depan,
dengan memfokuskan pada tujuan dan strategi untuk meraih hal ter
sebut. "'Sehat untuk Semua" melalui pelayanan kesehatan primer
mengandung arti bahwa perawat terlebih dahulu menanyakan kepada
masyarakat apa yang mereka inginkan untuk meningkatkan kesehatan
nya, yang kemudian perawat mengemban tanggung jawab dalam
508 PENUTUP
bekerja sebagai mitra dengan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut
(pemberdayaan). Artinya, perawat bekerjasama dengan orang lain, tidak
,~ ~ .han'y~ [Link] tim kesehatan, tetapijuga dengan kelompok komunitas,
.. -', -p~fak~-[Link],d~m pimpim1ti di inst~msipendidikan,politisi, para in
:~." -sinyur,' d~m-Iain-Iain untuk mengatasi ketidakadilan.
- Perawat kesehatan masyarakat menurut model lillian Ward dapat
membuat perubahan. Marilah kita segera mulai-mengubah sistem pe
layanan kesehatan masyarakat kita (yang sekarang berada dalam like
kacauan") atau memulai dari diri kita sendir! seperti apa yang telah
dilakukan oleh Nn. Wald, mendapatkan sumber pendanaan sendiri,
dan memberikan perawatan sebagaimana mestinya. Kita mengetahui
bahwa kita dapat menurunkan mortalitasdan morbiditas seperti yang
• dilakukan oleh liUi~m Wald; penelitian karrii telahmenunjukkan hal lni.
Kita membutuhkan kekuatgrl pemicu untuk metakukan ~al tersebut.
Tantangan kita adalah: Bergabung dengan komllriitas untuk mentrans
formasikan sistem pelayanan kesehatan yang tidak adil dan salah,
menuju ke arah sesuatu yang merefleksikan sehat untuk semua, warisan
dari lillian W a l d . '
ELIZABETH T. ANDERSON, DR.P.H., R.N., F.A.A.N.
GALVESTON, TX
REFERENSI
. L Welch. w.H. {1920). Papers ond o4tfrme.r. Vol m (p.~). Baltimore. Johns Hopkins
Um~P~ -_
2. Donahue, MP. (1985). [Link]: _the .finest ort (p. 339). St. Louis: ·C.V. Mosby.
3. Committee for the Study of Future of Public Health, Division of Health Care
Services, Institute of Medicine. (1988). The/Ullin of public heolth (p. 19) Washing
thon, DC: National Academy Press. -
Sumber : Anderson; E.T. (1991). Editorial: A call for transformtion. -Public Heolth
Nursing, 8(1), hlm. 1-2.
" ....
MODEL PEDOMAN
PENGKAjIAN KEPERAWATAN A'
DJ LAHAN INDUSTRI _ _
Komponen Pertanyaan yang Diajukan
Perusahaan
Sejarah perkembang~ Bagaimana, rnengapa, dan oleh siapa perusahaan
didirikan?
Bagan organisasi Apakah sisteminstruksilperintah formal yang
direrapkan di perusahaan, dan kepada siapa [Link]
layman kesehatan bertanggung jawab?
Kebijakan perusahaah Adakah manUal mengenai kebijakan? Apakah para
pekerja menyadari adanya manual terse but?
Lama waktu kerja ruing- Berapa hari selama seminggu industri beropera,si?
guan
Lu-na waktu kerja Adakah shift? Berapa kali istirahat? Adakah libur?
Cutisakit Adakah kebijakan yang jelas dan [Link] para pekerja
mengetahui hal tersebut?
.Upayakeaman,an dan Apakah pihak manajemen menyadari situasi atau zat
pengamanan zat dalam pabrik yang dapat menitnbulkan potensi
kebakaran bahaya? Apakah terdapat latih;m pemadaman
kebakaran yang terorganisasi? (Federal Register adalah
suinber informasi mengenai standar federal serta
menjadi penuntun yang bermanfaat.)
Pelayanan pendukung
(tunjangan)
Program asuransi Adakah sistem untuk asuransi jiwa dan asuransi
kesehatan serta apakah ini diwajibkan? Apakah
perusahaan menanggung secara keseluruhan atau
hanya sebagian? Siapa yang mengisi formulir yang
dibutuhkan?
Program pensiun Apakah tunjangan yang ada realistis?
509
510 LAMPIRAN A
Komponen . . Pertanyaan yang Diajukan ". .'.
[Link]
Dukungan pendldikan -q;l~ruipar~pekerj;l me1arijUtkan pendidikan .
.i:iierelfa? Apakahperusm;tan membantu secata
finansial? .' . .
Komite Keamanan. ApabiJa komite ini tidak ~ ·adakm inelividu yang .
secara rutin nienangani rilasaIm kedaruratan?
Pelatihan P3K melalui instruksi yang eliprognunkan
adaIm upaya yang sangat baik (untuk informasi,
diskusikan hal ini dengan [Link] Merm setempat)
Komite rekreasi Apakah eli antara·pekerja memiliki komunikasi a~u
kepentingan satu de.D:gan yang lain eli luarpekerjaan?
Hubungan pegawai Adakm maSalah cWam hubungan mtar-pegawai?
(Informasi ini sulit elidapat, tetapi merupakm hal
yang penting untuk mengetmui apa yang dirasakan
oleh para pega~ secara umum terhada p .
Pabrik manajemen dan sebaliknya.) .
. KondiSi fisik secara Bagaimana penampilan fisik bangunan secara
umum. keseluruhan?
Komo-uksi Bagaimana ukuran dan kondisi umum dari bangunan
dan tanm?
_F..asili.t~ parm dan Seberapa jauh para pekerj~ harus berja1m untuk
tempat -pemberhentian memasuki tempat kerja?
tranSportasi pub1ik
Jalan masuk dan jalan Berapa banyak orang yang parus menggunakannya? .
keluai . Apakah mudm elicapai? _ .
Lingkungan fisik Kondisi apa yang teidapat dalam lingkungan fJSik?
(perhatikan pemanas, pendingin ruangan,
penerangan, cahaya, aliran udarn, dan sebagainya.)
Fasilitas komunikasi Adakm majalm dinding dan surat kabar?
Pemelibaraan Apakah pemeliharaan kondisi fisik adekuat?
Dekorasi interior Apakah lingkungan sekitar mendukung untuk
bekerja? Apakah lingkungan kerja menyenangkan?
Area Kerja
Ruang Apakah pekerja merasa terisolasi atau berdesakan?
Ketinggian: tempat Adakah kemungkinan pekerja terjatuh atau terluka
kerja dan area suplai oleh objek yang dapat jatuh? Gatuh dan objek yang
jatuh adalm hal yang berbmaya dan bisa merugikan
industri.)
LAMPIRAN A 511
Komponen Pertanyaan yang Diajukan .
Pabrik . ~. .' ",.
Stimp),asi Apakah para pekerja sudah sangat basaD. untuk.
memberi perhatiannya? i
Sinyal dan tanda Apakah area yang berbahaya telah ditandai dengan
pengamanan baik? .
Fasilitas untuk berdiri
danduduk· Apakah kursi anian dan nyaman? Adakah podiwn
untuk berdiri, terutama untuk proses yang basah (akan
membuat para pekerja menjadi basa4)? .
Peralatan keamanan . Apakah para pekerja menggunakan topi pengaman,
kacamata pengaman, masker muka, pelindung
radiasi, dan sebltgainya? Apakah mereka mengetahui
. peraIatan pengamanan yang diwajibkan o1eh peraturan
OSHA?
Bukan area non-kerja
lDker ApabiJa pekerjaanmengharuskan pekerja menjadi
kotor, para pekerja harus dapat mengganti pakaian
meteka. Apakah para pekerja secara tidak sengaja
memba"Wa agens beractm ke dalam rw:i1ah mereka
me1alui pakaian yang merekakenakan?
Fasilitas mencuci . Apabila fasilitas dan suplai tersedia, apakah pekerja
tangan mengetahui bagaimana dan bilamana merekaharus
mencuci tangan mereka?
Toilet Bagaimana akseS terhadap toilet dan seperti apa
kondisinya?
Airminum Dapakah para pekerja meninggalkan pekerjaan
mereka dalam waktu yang cukup lama untuk mengambil
air minumketika mereka ~ginginkann}"\?
Fasilitas rekreasional Dapatkah pekerja yang merasa tidak sehat
dan istirahat berbaring? Apakah para pekerja merasa bebas untuk
menggllnakan fasilitas?
Telepon Dapatkahpam pekerja meneJepon atau menerima
telepon? Apakah seorang ibu yang bekerja harus
berada di rumah-nya untuk menunggu telepon
karena ia tidak dapat dihubungi di tempat kerjanya?
Area Merokok Apakah individu djizinkan untuk merdmk di area
yang ditentukan? Apakah area itu merupakan area
yangaman? .
512 LAMPIRAN A
~omponen ·Pertattyaan yang Diajukan
Popuiasi· Pekerja: Termasuk pekerja dan manajemen, tetapi pisahkan
. data untuk perbandingan. . . . _.:-~ _~.~. , ..... e.
[Link] umum {Ketjakan seakurat mungkin, tetapi lakUkan perkiraan,
jika perIllo} .
Jumlah total pekerja . (Biasanya, jika sebuih industri memiliki 500 atau
lebih pegawai, diperlukan pelayanan kepera-watan
·purna~)
Penampilan umum Adakah catatan mengenai TB, BE, kebersihan, dan
sebagainya? Mmtalah untuk melihat data tersebut.
Distribusi usia dap.
~~~ proporsi kclqmpok yang berbeda-beda?
. jenis ke1amin
· (program skrining tertentu adalah spesifik untuk
de-wasa, sedaOgkari. program skrining lain lebih
dirujukan pa,da bnsia. Beberapa programlebih
· ditujukan pada wanita, sedangkan program lain
ditujukan pada pria.) Adakah perbedaan antara
populasi shiftpagidan shfftsore? Adakah masalah .
"jenis kelamin minoritas yang tidak tertanggulangi?
..Distribusi ras Adakah. dominasi dan salah satu ras? [Link]
kondisi ini jib dibandingkan dengan komunitas
secara umum?
...Distribusi sosial AMah perbedaan yang besar dalam gaji pega-wai?
Ekonomik (Hal ini terkadang menyebabkan masalah.)
. Distribusi agama Adakah dominasi dari salah satu agama? Apakah
hari liburkeagamaan diperhatikan?
Distribusi etnik Adakah hambatan bahaSa?
Status pernikah~ Berapa proporsi pekerja yang berstatus janda, lajang
· atau bercerai? (Ke1oI11p9k ini seting kali memilik.i
[Link]:m yang berbeda-beda.)
Latar.be1akang
Dapatkah semua peng·ajaran dilakukan pada tingkat
pendidikan
yang'sama?
Gaya hidup yang
Adakah ketidaksesuaian pacla gaya hidup tertentu?
dipraktikkan
Jenis pekerjaan yang
dita-warkan
Latar [Link] yang T~t pendidikan apa yang dibutuhkan? T~latih
dibutuhkan versus tidak terlati.h?
Tuntutanpekerjaan Tingkat kekuatan apa yang dibutuhkan? Apakah
yang terkait dengan pekerjaan bersifat menetap atau aktif?
kondisi iisik
LAMPIRAN A 513
Komponen Pertanyaan yang Diajukan
.- Populasi Pekerja: Termasuk pekerja dan manajemen, tetapi pisahkan
'. - ':. -_. _aata untuk}]i!rbandingan. . . .
.Status pekerjaan Berapa banyak pekerja yang bekerja pumawaktu?
paruhwaktu? Apakah ada lembur?
.Ketidakhadiran Apakah dilakukan pencatatari? Oleh siapa?
Mengapa?
Penyebab Apa 5 alasan yang paling lazim dari ketidakhadiran?
Jangka waktu Bagaimana pola ketidakhadiran? (Ketidakhadiran
[Link] perusahaan. Ada perbedaan antara
ketidakhadiran 10 han sekaligus dan total 10 han
kecldakhadiran yang dilakukan oleh pekerja yang
sarna.)'
Kecacatan flSik . Apakah perusahaan merniliki kebijakan untuk
mempekerjakan orang cacat?'
, Jumlah pekerja . Di manakah mereka bekeija? Apa yang mereka
lakukan? .
Tingkat kecacatan Apakah mereka dilatih secara khusus? Apakah
mereka menjalani program khnsus? Apakah mereka
menggunakan peralatan prostetik?
Persone1 yang . . Medikasi a~ yang digunakan oleh setiap pekerja? Di
menggunakan manakah setiap pekerja ini bekerja?
medikasi
'Personel dengan Pada tahap apa penyakit yang diderita peker-ja? Di
penyakit horus manakah ia bekerja? Apakah ia mampu me1anjutkan
pekerjaannya?
Proses Industrial: Apa yang dihasilkan. oleh p'erusabaan dan bagaimana?
Peralatan yang digunakan Apakah peralatan dapat dipindahkan atau terfiksasi
di tempatnya? Berat atau'ringan?
Deskripsi umum Tatiyakan adakah sebuah peta skala untuk
penempatan alat mengetahui setiap peralatan besar yang digunakan.
, Jenis peralatan Kipas angin, blower, peralatan yang bergerak cepat,
basah atau kering? .
Sifat operasional Tanyakan deskripsi singkatdari setiap tahapan
proses, sehingga Anda dapat membandingk:m
kebutuhan dan kemampuan pekerja dengan tuntutan
pekerjaan. .
Bahan mentah yang Bahan apa yang digunakan dan seberapa bahayakah
digunakan bahan tersebut? APakah bahan disimpan dengan
baik? Cek &girter Federal uhtuk petunjuk
penyimpanan.
514 LAMPIRAN A
Komponen Pertanyaan yang Diajukan
Proses Industrial: Apa yang dihasilkan oleh perusahaan da~ bagaimana?
[Link] pt:aduk akhir Dapatkah p:t(apekefja merasakan kebanggaan atau
. . .. mengalllbil bagian dati produk akhii?
Deskripsi kerja Siapa melakukan apa? Di lnana? (Beri label pada
peta.) .
~ah yang dihasilkan Apakah sistem yang digunakan untuk pembuangan
limbah? Apakah alat~alat untuk mengbntrol polusi
ada di tempat dan berfungsi dengan baik?
Terpajan zat beracun Zat beracun apa yang terpaj~ pada para pekerja?
Sejauh ~ luas pajanannya? (I'ermasuk. zat yang
[Link] {iSikdan emosionaL Ingat bah'wa
. efekkronis dati pajanmiridustri sering kali tidak
tatnpak dan individu sering kali merasakan gejala
ringan dan tidak melaporkannya. Register Federal
menyediakan informasi mengenai [Link] pajanan
zat beracun, dan masing-masing negara bagian memiliki .
standar.)
Program Kesebatan: Kenali program kesehatan apa yang benar·benar
ada dan dirasa pekerja barns ada
«(ebjjakan yang ada AMah kebijakan takteriulis dan informal?
Tujuan program Apakah tujuan jelas? .
, Pemeriksaan fisik Apakah pemeriksaan semacam ini dibutuhkan?
sebelum penerimaan Apakah dibiayai oleh perusahaan? Apakah informasi
pegawru. yang didapat digunakan untuk menyeleJm?
Fasilitas P3K Apa yang tersedia? Apa yang tidak tersedia?
Standing order Adakah seorang dokter perusahaan yang
bertanggung jawab untUk. pertolongan pertama atau
kebijakan kedaruratao.? O'ika ada, lakukan kerjasama
dengan dokter. terse but dalam merencanakan
pelayanan keperawatan Anda.)
Deskripsi kerja untuk Apakah disajikan secaJ;'ll tertulis? (fika tidak ada
personel kesehatan petunjuk untuk diikuti; buatlah.) .
Fasilitas dan sumber Kadang-kadang, suatu iIidustri menyangkal telah
sumber yang ada memiliki program kesehatan, tetapi sumber dan
f;1Silitas penunjang yang lebih, tersedia di [Link]
itu, tanpa disadari.
Personel terlatih Siapakah yang berespons terhadap situasi
kedaruratan?
Ruang Ke manakah para pekerja yang sakit dibawa? Di .
manakah peralatan kegawatdaruratan disimpan?
lAMPIRAN A 515
Komponen Pertanyaan yang Diajukan
Program Kesehatan: Kenan program kesehatan apa yang benar·benar
ada dan dirasa pekerla harus ada .
Suplai Apa saja? Di manakah suplai [Link]? (Buatlah
sebuah daftar dan gambarkan kondisi setiap item.)
Catatan dan pelaporan Apa yang ada? (OSHA mewajibkansetiap pengusaha
memiliki 3 ripe catatan: sebuah catatan mengenai
penyakit dan kece1akaan kerja, sebuah catatan
tambahan mengenai penyakit atau kecelakaan
tertentu, dan sebuah ringkasan tahunan (tersedia
formulir 100, 101, dan 102 yang dilindungi oleh
undang..uncIang). Pencatatan yang akurat .
menyediakan data untuk perencanaan yang baik.)
Pelayanan yang diberikan Gambarkan sespeSi:£ik IDimgkin.
paela masa yang lalu . .'
Perawatan yang Kronik atau akut? Mengapa?
dibutuhkan
Pe1aksanaan shining Di mana?' Oleh siapa? Mengapa?
pelayanan yang diberikan
pada masa lalu
Perujukan Oleh siapa? Kepada siapa?, Mengapa?
Konseling Formal atau informal? (Seringkali konseling
informal tidak diperhatikarL)
Pendidikan kesehatan Pendidikan individual atau kelompok apa yang
ditawarkan oleh perusahaan? . .
Kecelakaan pada masa Selama waktu kerja? Setelah waktu kerja? (fermasuk
lalu kecelakaan yang muncu1 sete1ah jam kerja;' seringkali
terkait secara langsung maupun tidak langsung
dengan pekerjaan.)
A1asan para pekerja Apakah lima alasan utaIDa?
mencari pe1ayanan
kesehatan
Stresor
Menu..+'Ut para pekerja Tekanan apa yang dirasakan oleh para pekerja terkait
dengan pekerjaan mereka?
Menurut penyedia Masalah apa yang mereka hadapi? .
iayanan kesehatan
Diadaptasi dati Secaf~ P. (1976). Nursing assessment in industry. A model Ameritap jOllrna/ oj .
, Pllb/it Hea/th, 66(8), 755-760. '
PENGKAjIAN LAMPmAN
SEBUAH INDUS1RI
B
'Kompone~ Deskripsi ' -"
'Perusahaan
Perusahaan kimia AAJ3
Kompleks Inpusui Hampton ,
Berlokasi eli State Highway Barat 519 dan Loop
177
. Perkemhangan sejarah . Perusahaan kimia AAl3 terpisah dengan kilang
minyakAAB pada tahun 1957, dan pembangunan
pabrik yang ada sekarang fui selesai pada tahun 1961.
.Perusahaan iriduk adalah sehuah perusahaan minyak
yang berpusat eli Chicago. Saat ini, pabrik kimia AAB
adaluh unit yang paling kompleks dan multiguna
dalam sistem AAB.
Bagan organisasi Tidak ada bagan organisasi yang formal eli
Perusahaan tersebut. Bagaimanapun, setelah
dilakukan observasi dan wa'WcUlcara, dapat diketahui
struktur [Link] yang terdiri atas seorang manager
pabrik, dengan seorang supervisor yang
bertanggung jawab di setiap area produksi,
keamanan, dan peme1iharaan. Terdaf,at pengawas
untuk setiap area operasi pada setiap shift kerja. Staf
medis yang terdiri atas 1 dokter dan 1perawat, tidak
dipekerjakan oleh departemen personalia pabrik,
tetapi oleb perqsahaan induk eli Chicago.
• Kebijakan perusahaan Operasional pabrik tidakpernah berhenti. Terdapat
. shift kerja untuk operator dan para juru ahli. Pegawai
seperti juru tulis, administrasi, dan staf medis bekerja
8 jamlhari, 40 jam per minggu.
516
lAMPIRAN B 517
Komponen Deskripsi
Perusahaan
Kebijakan perusahaan . _- Tersediaistir3ruit se1anla ~ode krja. Pegaw.n
ber:bak untuk ruti tahUDan selama 2 minggu setelah
bekerja se1ama 1 tahun. Curl ini akan dinaikkan
setiap 5 tabun. Setiap pega'W'ai yang te1ah bekerja
selama 20 tabun berhak:untuk mendapatkan cuti
taburum se1ama 5 minggu. Pega'W'ai berhak untuk
mendapatkan curl sakit setelah 6 bulan bekerja.
Tunjangan yang didapatkan bervariasi berdasarkan
padalama [Link] [Link] tersebut __
- dicantumkan daw,n buku saku pegangan pegaWai
yang dibefikaD. kepadaseluruh pegawru.
'Pihak manajemen sangat menyadarisituasi dan hal
'hal yang dapat membahayakan para pekerjanya.
. Programkeainanan (safety program) secara lu~
dijalankan oleh-seorang supervisor [Link]
seorang teknisi dalam bidang keamanan. Pela,tihan
mengettai penanganan kebakaran diadakan secara
terat:ur. Prosedur untuk menangani tumpahan min}2t
dan bahan-bahan berbahaya lain juga diterapkan
secara teratur. Peralatan pemadam kebakaran dan
mobil ambulans tersedia di pabrik setiap waktu.
Beberapa pega-wai dilatih sebagai petugas pemadam
kebakaran. [Link] EMT di dalam pabrik selain
perawat. Alat pemadam kebakaran ditempatkan
sepanjang pabrik pacla lokasi yang strategis.
Pelayanan pendukung - S~buah program pernbiayaan kesehatan yang
komprehensif diwajibkan kepada seluruh pegawai.
Di samping in., Cuti sakit sampai dengan 40 minggu
karena sakit atau cederayangterkait dengan
pekerjaan diberikan kepada seluruh pekerja tanpa
memperhitungkan 1amakerja. AsuranSi jiwa berjangka
yang berada dalam sebuah reneana kelompok,
tersedia dalam tarif yang mural!. Asuransi jangka
panjang tersedia untuk para pega'W'ai yang dicakup
dalam program asuransi jiwa dasar. Program perisiun
disediakan dengan biaya yang sepenuhnya
ditanggwig oleh perusahaan. Juga tersedia sebuah
program menabung bagi para pegawai yang dapat
518 lAMPIRAN B
Komponen Deskripsi
Perusahaan
. _.. _~~yatIan. pendukU1Jg menginy~uangnyap.~~ah~ p¢}'psaJr~t1 .
: • ,'J'
~patia-{jS [Link] pegawaielitaw.\tkm
sebuah program bantua:h penelidikan Janjutan dan
dianjUrkan untuk meningkatkan kariemya. Pelatiban
kerja langsung (On-linefob trainin~ [Link] untuk
membantu meningkatkankeablian pegawai.
Huhungan pegawai Para pekerja berafiliasi clengan Oil Chemical and
Atomic Wonf>m' I~ Union ($erikat pekerja
" _-4.. .,.- •
. ·perminyakan, kUnia, danatoni-inte:rna,sionaI), yang
. merup~ bagia.r,l <4d_AFLOO. Sulit untuk
memersepsikan. bagaimana pihak manajemen dan
pekerja saling berhubungan. Bagaimanapun, be
berapa pegawai menyatakan bahwa terdapat suasana
kekeluargaan eli antara para pegawai, dan hal ini
diliarapkan dapat menjembatani jurang pemisah
antara para pekerja dan pihak manajemen.
Bentrokan pekerja dan pihak manajemen terakhir
kali terjadi kira·kira 2 tabun yang Wu.
.. ·~;Pizbrik
:Kondisi ftsik secara Penampakan pabrik diintimidasi secara besar-besaran
1ltnum oleh pipa, menara,. dan saluran·saluran. Gedung .
utama, yang eli dalamnya terdapat klinik, adalah
sebuah gedung dengan arsitektur modern dan menarik
serta memiliki balaman yang tertata rapi. Terdapat
lapangan parkir yang luas, dan, area [Link]
dikhususkan untuk inelividu cacat. Gedung itu
dilengkapi dengan·pendingin ruangan, memi1iki
ruangan yang cukup luas dan bersib, clengan interior
yangindah.
Halaman dan bangunan eli dalam pabrik juga tampak
rapi dan terpelihara dengan baik~ Alat ~e bubbling
shower tersebar eli sekitar pabrik pada lokasi·lokasi yang
strategis untuk membasahi mata dan membilas diri
guna mengbjlangkan bahan-bahan iritan dari kulit.
Area berbabaya elitandai Secai'a je1as dengan cat ber
warna kuning dan tanda~anda peringatari. Pek:erja
yang bekerja di area dengan penggunaan asam
. hidrofluorik mengenakan alai pelindung keamanan
lAMPIRAN B 519
Komponeit Deskripsi
Pabrik _', " , '
jcp"Q,~,• •,IS,~fi,_=-, -'~_'", ,_""~Yatiglett~p~~~:~ek~,,~ger~,tnembersihkan din
S ik,,'_
'__
- - - ," -
umum. - DegttU rDefiinggaJhn atb:ketja.'penyumhat dan pe
" nutup te1inga digunakan dalam area dengan tingkat
kebisingan yang tinggi. Kepatuhan para pekerja ter
hadap penggunaan peralatan keamanan cukup baik
. dan IQereka menyadari ~t:uran OSHA (OcCtlpational
~ stift(j if! RealthAililliniltrdtion).
"'.~::':" ·~~~~~~::~_~_::.,=a~a2t
Beberapa area juga letaknya cukup tinggi. Satu '
masalah yang dieermati oleh perawat perusahaan
adalah stres pekerjaan akibat cuaca paD~ pada
musim p~ ketikapara pekerja yang bekerja di area
ini menggunakan peralatan yang niemantulkan panas.
Masa1ah Jain yang dicenmti adalah stees fisik pekerja,
yangditandai dettgan keluhan n}tti otot dan,
persendian ketika bekerja, terutama keUka pekerja
banyakbekerja [Link]-kadang para pekerja
terluka akibat ,objek yang jatuh seperti kunci inggris
- yangberat~ Lub bakaradalahtipecedeia yang
paling lazim. Operatoryang bekerja di unit
I "pemrosesan Untuk memantau ukuran serta
kecepatan aliran memiliki tingkat stees yang ringgi,
karena satukesalahan dapat mengakibatkan bahaya
dan kerugianyang besar.
~
Bukan area kerja Setiap area kerja memj]jkj dapur, toilet, dan sumber
air yang mudah dijangkau. Selain itu, tersedia loker
dan kamar mandi. Telepon tersedia di seluruh area
pabrik sebagai sarana komunikasi. Fasilitas di klinik
memungkinkan pekerja yang sakit untuk berbaring.
Bagaimanapun, di beberapa area, kunjungan ber
ulang ke klinik masih rendah. Sebagai bagian dari
orientasi, perawat memberikan pengajaran kepada
para pekerja mengenai cara mencuci tangan dan bagai
mana menangani luka-luka minor. Merckok diperbo
lehkan hanya di area khusus pabrik yang dikeliiingi
, pagar, dok, dan gudang.
520 LAMPIRAN B
Komponen Deskripsi
Populasi Pekerja
~a,r~_wnlJP:l_ .' -:~~~:~i?,~:95m~n ~_~_~~ - ~
- -.: ',-, - --::--=-='----:-~~-:'~pegaw.u."J)istnbusHli~a:uSra-CJa'il·jerus-·::",-- .. ,
keJamin tidak tersedia. Bagaimanapun, perawat
perUsahaan menyatakan biliwa usia pekerja bervariasi.
dan 18 tahun sampai pensioo pada usia 65 tahoo dan
jumIah pekerja pria lebih banyak dan pekerja wanita.
Perawat juga menyatakan bahwawanita mulai
bekerja di bidang yang dahulu didominasi oleh pria.
Data distribusi [Link] telsedia. Berdasarkan basil
. . .... -t;-.:-=::::' - -:':.-=' - .
_L __ ,."..~ .,.--t........... W .••..:.
'-'!......!b-....
U05C.... -.., UlSU'l.
_ ..
'~.LA3' w..LUJ:'[Link].Ll14
'.I~d'-'~,.· <.~
~~
•• "~~
• •••'
...
,-[Link]~t putih, diiku.!i Qleh pekerja k1.!llt.hiJa1n"
. [Link]~uldian61eh'pekerja Hispanik, yang sejalan
"' ;"'-
dengan distribusi ,populasi di komunitas. Data
mengenai st:at:W pemikahan dan agama tidak tersedia.
Upah dan gaji sepadan dengan tingkat pendidikan,
kualiflkasi, dan lama kerja. Latar belakang pendidikan
bervariasi dan lulusan S:MU sampai dengan tingkat
lanjutan daJam bidang ilmu pengetahuan dan teknik.
oieh karena itu; pendidikan kesehatan hams disesuai
kan dengan tingkat pendidikan kelompok yang akan
dididik.
Tipe pekerjaan yang Tipe pekerjaan yang ada di perusahaan adaJah
ditawarkan pekerjalahli terlatih, operatQr, analis lab, ahlikimia,
insinyur, jure tulis dan perronel administrasi serta se
orang perawat dan dOkter. Latar belakangpendidikan
yang dibutuhkan untuk setiap area kerja berv:.uiasi se
suai kompJeksitas dan sifat pekerjaan. Kebanyakan pe
kerja bekerja purnawaktu dan juga bekerja lembur,
jika dibutuhkan.
- Ketidakhadiran , Catatan mengenai ketidakhadiran disimpan di sebuah
unit mja stat. Perawat mencatatketidakhadiran yang
berkaitan dengan penyakit atau cedera. Seorang _
pekerja yang tidak hadir karena menclerita penyakit
yang-parah/serius, cedera, atau menjalani operasiharus
me1apor kepada divisi medis perusahaan sebeluni.
kembali bekerja, dan jika terdapat ketidakmampuan
atau keterbatasan, ia harus memberikan surat
nkomendasi dari dokter yang menerangkan kondisi
lAMPIRAN B 521
Komponen Deskripsi
Populasi Pekerjaan
Ketidakhadiran lsetidakrna~ dan keterbatasanny.l ~pekfijZin~, .
.[Link] diperbolehkan, jika~ Divisi medis kemudian
menentukankondisi fisik [Link] memberitahukan
kepada supervisomyabal;twa pekerja tetsebut
sudah kembali bekerj~ Pericatatan yang ketat juga
. dibutuhkaiI untuk: metn~l:n,thi penyaratan OSHA.
M".enurut [Link]; alasan paling UIIluni dan
bridakhadiran ticbk berhubungan dengan pekerjaan.
Sering kali, ketidakhaQiran~eka teikait'dengan
!SPA dan masaJah kesehatari lain atau kece1akaan
yang dialami jauh dari' lok~Si ·pabrik.
. "::;;~.}-
Kecacatan ftsik . Perusahaan A4B ~ahkesempatan yang
sarna untuk para pek¢ija; Tu:Iak tersedia informasi
mengenai pekerja deng¢liecacatan, kondisi
kecacatan mereka, seria~~jaan yang mereka
Jakukan. ... ;\;::::; ",':.. .
"' .'W·~\i~/·:·;~~··,
Karyawan yang [Link] menyimpari~~:~f~genai medikasi para
menggunakan medikasi [Link]. Informasi ifil'~Uat rahasia. Kerahasiaan
Karyawan detlgan . catatan medis karyawap""irtgat tUiekankan.
'. ' : '! - ' .. -~.:
penyakit .kro~ ',: " '." ~. ." '
Proses Industrial
Peralabn y~g Operasional dasar pa~iilt~datah speSialisasi dalam
eligunakan memproduksi bahan-J;,ah.~kimia dan intermediet
Suat operasional pabrik petrokimia untuk produk~ufaktur yang ber
variaSi, dari kapallaut QaP; ~paipesiar sampai dengan
karpet dan fumitur. Pr9~'Ptoduksj bahan-bahari
kimia ini [Link],I,t~rida.h;m bahan-bahan
mentah (disebut "ftedsloCJ()t#ri kilang miuyak AAB
di Hamptott dan pabrlk~:lainnya, yang kemudian
bahan mentah tersehu.t~kan dengan xylene
dan benzene. Beberapa:baJl~~kimia yang diproduksi
adalah propyJene, styr&te"patax}rlene, metazylene,
pelarut aromatik, bahanlijmia yang mengekstrak
minyak (oil-recovering GhtilJM/~~ bahan kimia penghasil
rrUriyak (oil-protiJldng t:hel7ti~t1~~ dan polybutene.
Peralatanyang digunak~ad3Jah pipa y~g
panjangnya bermi1~mll¢ui~an:yak menara serra
, ; ,"" :"':
,"f ;,
522 lAMPIRAN B
Kot;nponen Deskripsi
Proses Industrial
Peralatanyang salurm: Unit pr~[Link] 9-Uru.k efisiensi ~~, " '
.digunakan , ,dan hidroka:rboii peflgb~1 eiierg;. adalah produk dari
, Silat operasiorial pabr,ik suatu proses. Zatihi kemudian didaur ulang'da,n
. digunakan sebagai bahan bakar untuk operasional
Iainnya.'
.
,
I
.
Kecendenmgan un~ terbakar danbahaya ledakan
, merupakan masalah utama keUka berhub'ungan de
ngan bahanlzat kimia yang telah disebutkan di atas.
. Penyimpanan yang [Link] Yang~gat'
, .penting dan dilakUkan seiring dengan Pera\W.~
pabrikini. .
Produk akhir dari proses produksi' adalah bahan
bahan kimia y~ jUm1a hnya berjuta-juta barel,Para
pekerja berperan untuk. mengatur bard-bard tersebut
daIam satu periode waktu dan menjaga pabrik
beroperasi secara efisien.
Penanganan limbah em dilakukan melalui sistem .
kendali pembuangan limbah cairyang merupakan saUl
sistem paling komplelts dalam p~ industri.
Fasilitas itu tidak hanya menangani limbah em dan
[Link] AAB,tetapi juga dari kilangminyak
'AAB dan dari pabrik-pabrik kimia lain yang bernda di
area tersebut:. P~anan polusi udara dilakUkan
dalam 2 tahap: P~ ~gan mengelj m inasi·
kontaminan potensial bila memllngkinkan, dan
• kemudian menggunakan alat-alat seperti,' scrubber
(penggosok), filter ([Link], fYClonc s~(pemisah
cyclone), dan flare system (sistem pembakaran)'untuk.
membakar sampah hidrokarbon.
, Terpajan zat beracun Zat yang menjadi perhatian utama adalah benzene
dan Xylene. Benzene adaIah zat berbentuk cairan .
yang tidak berwama, mudah terbakar, dan mudah
menguap. Hal yang paIing membahayakan dari zat ini
ada1ah keracunan kronis akibat menginhalasinya da1am
jum1ah sedikit, letapi dalam waktuyang Jama. Da1am
. penggupaanyangumutn; benzene merupakan,sa1ah
satu larutan yang paling ~[Link]
benzene yang u~ adalah pada organ pembentuk
darah. Kontak kulit juga harus dihindari. Benzene
diduga karsinogenik.
LAMPIRAN B 523
Komponen' Deskripsi
Proses Industrial
" Terpajan ~t beracun ' xyJeDe ~~Pu~dal3rnsejumlah sifat ' '
kimiawi dan properti fisik, teiapi xylene tidak
menyebabkan penyakit darah kronk Xylene
memiJiki efek narkOtik dan bila kontak 'benilang,
xylene dapat menyebabkan dermatitis. Skrining
~ dilakukan setiap tahun pada setiap pekerja.
Program Kesehatan
, Kebijakan yang ada ' Tujuan program keSehatan,di perusahaan ini adalah
memaDtau status kesehatan setiap pekerja dalam upaya
mend'eteksi masalab [Link] padatingkat awal dan
meI:nberikan perhatianyang tanggapt;erhadap .,-'
kece1ak aan atau kedan;ntan yang terjadi eli tempat
kerja. Pekerja memaDdangtujuan kedua dati
program lebih'll:[Link] dicapaidibandingkan tujuan
pertanJa. [Link] pekerja~gap pemeriksaan
tahumn memiJikj prioriw yang rendah.
pemeriksaan f~yang diadakan sebelum
penerimaan pegawai [Link] olehperawat dan
, dokter perusahaan daripemeriksaan ini'dilakukan
secara cuma-cuma serta digunakan sebagai dasar
untuk qierenSi di masa -depan. ,
Mobil ambulans yang tersedia di pabrik digunakan
untuk segala kejadian kedaruratan. Pegawai yang ter
luka atau sakit dan membutuhkan lel?ih dati sekedar
pertolongan pertama akan dirujuk/dibawa segera
menuju Jefferson Memorial Hospital.
Terdapat satu set standing orders komprehensif, yang
disusuo atas usaha kolaboratifantar~ perawat dan
dokter. P~aan kesehatan tahunan meliputi
rontgen dada, pemeriksaan darahyang mencalrup
skrioingbenzene, urioalisis, pemeriksaan penglihatan
dan pendengarao, serta pemeriksaan fisik oleh
dokter. Pekerja wanita yang sedang mengandung
diperiksa setiap bulan oleh dokter perusahaan selain
oleh dokterpribadi mereka. Tidak ada program
skrioiog yang dilakukan secara terpisah, tetapi
program tersebut [Link] dalam pemeriksaan
kesehataD tahunan. Petididikan kesehatan dan
kooSding informal dilakukan oleh perawat dan
dpkter sesuai kebutuhan individual.
524 LAMPI RAN B
Komponen < Deskripsi
Program Kesehatan
Kebij~~ yang ada , ~tasi ;antpng:-pant diajatkan oleh perawat <
'. ,kepada. perrone! terPilih; d313ni pabrik. ' <
Fasilitas dan sumber Divisi medis terdiri atas seorang perawat
yang ada Purnawaktu dan seorang doktei yang bertugas
" menangani kesehatan dalam area pabrik ini serta
pabrik AAB yang lebih besar debt Avina serta
seorang sek:retaris paruhwaktu. Fasilitas eli klinik
meliputi ruang perawat, 'sebagai tempat
. . ~ 'auatan medis dan tempat paQ
penyunpanan <,' ...,.
<
, nt..a": eli....:.":i....... ketib. mereka ' .. 1.1:_:1 ••
P~J a ~...,..,..,. - ,mengunJungt~
< •
ruang [Link];- seDtiah laboratoriwil keci1 dan:
apocik; sebuah ruang rontgen; sebuah ruang
pemeriksaan; dan ruang dokter. Fasilitas
pertolongan pertama tersedia dengan sangat baik
,dan meinadai."Terdapat juga r...ralatan EKG. '
. PeJ:awat meriarigaD.i antara 12 dan 15 klien eli [Link]
, 'settap harinya. Alasan utama para pekerja mencari
pe1a:yanan keSehatan adalah penyakit atau kecelakaan
yang tidak bethubungan dengan masa1ah kerja; ke1uhan
,.yang berkaitandengan stres, serta kecelakaanminor
yartg terkait dengan pekerjaan. '
'Stresor
Pekerja Tc!kananpekerjaan,seperti operator yang mengon
trolunit ptoSes < . ' '
Jam.1embur, ketika hal itu sering terjadi
Pemabiunan terhadap adanya potensi ledakanatau
kebakaran . ,
Shijt kerja yang mungkin tidak sesuai dengan ritme tu- .
buhnormal '
Pemogokan atau pemberhentian kerja
Penyedia layanan , .' MasaIah definisi ~ Perawat menginginkan untuk
kesehatan .lebih banyak [Link] kesehatan,
tetapi peramt merasa bahwa perannya tersebut
ter1Uu banyak'diambil aliholehBagianKeamanaD.
. [Link] merasa t1dak 'berday.. untuk mengubah situasi .
. ·<~ebut. Peramt juga merasa bahwa dokter
,./'>.~ perannya berada pada area tradisional
i:;~ ::),jiy#t terba~ dan spesifik. .
Indeks
NOn1Ol'bal3inanyang diikuti-oleh g berarti gambar; nomor halaman yang diikuti oleh t berarti
label; nmnorbalaman yang diikuti oleh k berarti kotak.
A
C
Abad ke-20, pemusnahan dalam; 5
Catatan
Advokasi,97-113 .
autopsi, 51
dan bebas unruk memillh, 104 medis, sumber data, 51
defiaisi, 103
rumah sakit, sumber data, 51
determmasi diri, 105-107 .
C,nters for ViI,asl Control find PrtIIIr.Ji8",¢lta,
kepera:wlltan-kesehatan niasyarakat. 110 50.
111
chl1i, infeksi penyakit, ~ swdi kasus
kerangka kerja erika, 103-108
_ekologi, 86-89, 92g
Afrika, infeksiHlV, 18
COl1grtgaIiMa/I1Nrsing, Lihai jHga [Link]
AIDS, ill Afrika, 18 .
komunitas, 422-436
Air bersiIi._ sebagai elemen dalam pelayanan
kesehatan primer, 20-21
Aktivitas unruk anak~ pir dan apel, 428
D
.[Link] sosial. 135-136
Data
.AmerhAfrika, jumlah kematial:i .bayi, 102 analisis komunitas, 272.;..273
sratistik vital, 50' .'
103
Anak usia sekolah, program pendidikan
DDT, efek ekologi. 78-81
kesehatan, 409-4 i2 .
Definisi tunawisma, 439
Anak-an3k
kelaziman, 438
anak usia sekolah, program pendidikao
Deinstitusionalisasi, 26
kesehatail, 409-412
Deklarasi
inf~ penyakit, dalam studi kasus ekologi, .
AlmaAtll, 13, V3
86-89,92g
.pada pelayanan kesehatan primer, 13,.14 .
pelayiman kesehatan primer, 21-23 .
. Jakarta, prioritas proamsi kesehatan, 174
. [Link] efektivitas biaya, 374-376 .
Demografi;- 33-34
An:ilisis keuntungan, 374-376
analisis komunitas, 274t
Angka keJahiran, 40t
dalam pengkajian komunitas, 212-215
. dan kesehatan, 9
pengkajian komunitas, 206t, 215t, 210t
Angka kematian bayi, 38
perubahanAS, 147 .
.Altribldabl4 risk, 45
Nursing Projm in HN111all Coring, 112
Vl11t1ff
Depresi, lansia, 470-472
Desain eksperiment;d. 368-372, 369t-37Ot
B
Desain prellJI-P1U1tu1 pada satu kelompok.
Bebas unruk memilih, advokasi, 104 368-369, 369t
[Link], 72-73
dna kelompok, 370t, 370-372
Berpikic kritis. dan pemberdayaan komunitas,
Dererminasi diri, advokasi, 105-107
131, 132g' .
Diabetes melitus; di antara' populasi tuna
Bio~ polutan, 71
wisma, program pendidikan, 444
Biomagnifikasi. polutan, 71-72
445
Biro sensus,49
Diagnosis keperawatan komunitas, 198-199,
Budaya, 151-152
199t, 299-305, 306t-309t
525
526 INDEKS .
validasi, 312-313 Etnisitas, 148, 151-152
D1![Link]. Lllmtjllgo Komunitas daIam pengkajian komunitas, 206t, 212,'
Keperawatan, 199t 213t
kompo~en, 2~·. '. . . ?tOs·~a, pada ~a.t pedesaan, 485
. rilOdeI:[Link] initra, 198~199 Evaluaii. . .. . "
Diagrampemantauan, 372-373, 374t berbasis-teori/361t
Di$ip~ di sekolah dasar, 346-348 daIam model komunitas sebagai .mitra, 200
D~kt:lmentasi, perencanaan program, 334 201
Domain . program promosi keSehatan di lahan
etika, Pelayanan Kesehatan komunitas, 97- kerja, 458 .
. 99 -proses keperawatan, 352-378
priba&, ke1uar, JihtJI universalis, 100 formatif, 354-356, 355t
DUkungan' ..... partWpasi, 36lt
ke1ompok, untuk pasien kanker/keluarga. sumatif, 356, 355t
. 502.-5Q4 .
SO$iaJ,' un~ populaSi pen~f kronis, 500 .
. untuk popuJaSrpenyaklt-kronis, 500' - F.
Faktor risiko
ekstema1, 43
E I intitnaI, 43
Eaith SlImmit, 28 Fasilitas pelayanan jangka pailjang;pengkajian
EfisienSi biaya, evaluas~ 359 komunitas,229, 229t
'EkoIOgi ••
• .[Link], 65-66
dan keseha~ 69-74
polusi dan, 70-71; LihtJIfogo Polutan G . . .
dan lll,ltriSi, 65-66 . Garis pertabanan; pada: model komunitas
. 'dao>organisasi hidup, 66-68 sebagai ~ 194, 1959-196g
penibahan dan, 63 Gaya hidup, dan penyakit, '12
intetkoneksi, 75-81 Global, transfQrmasi komunitas. 135-136
'. kompleksitas lingkungan dan, 82-86, 83g, Globalisasi, 4-5
.85g daIam .bk:tor-faktor penaingan. 5-6
sim;[Link], 72 keperawatan kesebatan komunitas, 389
srudikasus Grontlpmrnu Pl{J, 415-416 ' '.
. penyakit infeksius terhadap anak-anak, Grup, nominal, 364-365 . .
'. 86-89,92g
malaria, )5-81
Ekonomi
dati globalisasi; 4-5 I H
keten:agakerjaan, 242t-243t, 243 Hak ~asi trianusia, kesehatan sebagai, 30-31
pacla pengkajian k011;1unitas, 208t, 238-244, Harapan, me1alui dialog, dan pemberdayaan
'290-293, 291t-292t komunitas, 130
bisnis, 241-242 Hasil evaluasi,
EkosisJ;em, 83-84, 8Sg program, 458
En~ dan ekologi. 6~ programpromosi [Link] kerja,
EpidemiolOgi, . ,
458
aplilwi;34 . Hidup Modern, daIam penyakit, 11-12
defii:tis~ 33 HIV/AIDS
jaringan kausalitas, 58-59, 59g pelayanan keseharan komunitas terhadap
model orang..cempat-wakru. 58 .' manusia, 112-113, 233-234
penelitan kesehatan inasyaiakat, 55-59. 5Sg .di Afrika, 18
INDEKS 527
Hubwigan .
Kausalitas, jaringan, 59g ,
analis.i.s ukuran kesehatan,46-49
Keadilan sosiaJ. keterlibatan dalam prakclk
jiwa d:in raga, 106 .
[Link] komunitas, 'J
Hukum termodioamik, 65
Keagamaan, pengkajian komunitas. 21s:..218,
244-,248. 244t, 246t. 293.;.294.. .
,295t-297t .
I J\eam an3D
Identifikasfpenduduk iamaIbaru, masyarakat
berkendara, lansia, 478-479
pedesaan. 487-488
, lansia, 470, 478 '
Imigran.392
pangan,18
pelayanan individu dan keluarga, 396-398
sosial, 479-480
pehyanan komunitas, 399-402
tempat kerja, korban kekerasan di rum:ih,
[Link], 393
363
Implementasi, proses keperawatan, 336-350
Kebengaman
, Implikasi ~ijakan, ketentuiUJ imp~ ,
budaya. di Amerika [Link], 147
. ' . kebijakan, 93-94 .
de£inisi, 147
Imumsa$l
. latilWt penyadar.m. 161-163
••
~
399
. . Kebiasaan sehat, anak [Link], 414
sebagai elemen pelayanari kesellatan primer. Kebijakan
23~25 kesehatan publik, 175-177
syarat sekolah, 406
,konferensi. dunia; 173-174
Identi£ikasi orang dalamIluar, masyarakat '
pemerataan, 176
pedesaari, 487-488
,modern, dalam kekerasan, 12
Infeksi IllY di Afrika, 18'
publik sehat, kategori, 177
Influenza, pencegaban. penditian partisipa
identifikasi iN. 182-185
tori, 139-143 . . ,
kota sehat dan pergerakan komuniw,
Insektisida, efek ekologi,78-81
177-182, 18Ot-lS2t
Insidens, sebagai uktiran deskriptif kesehatan,
langkah, 18Ot-182t. 18Ot~182t . ,
37 . .
. pecan [Link], 185-186
11U1i1Hl~ oj MetNd;'t; faktor pelayanan
publik, ketentuan implikasi kebijakan. '
. kesehatan yang baik. 29
93-94
Interkoneksi, 75-81
polusi, 62'
Interpretivisme, 361t
Kesehatan. Uhal kebijakan kesehatan
Inrervensi, model komunitaS sebagai mitra,
publik, 62 .
199-200
Kebudayaan publik, promosi kesehatan, 174-
Inti komunitas, analisis, 273g, 273-282,
175
274t-277t, 279g .
Kebutuhan dasar. keteDtuan imp~
!solasi. masyarakat pedesaaii;486
kebijakan, 93-94
Kecelakaan, lansia, 471-472
Kedaruratan tersembunyi, 24
Keha m ;lan, medikalisasi, 101-103
J Kekayaan berhubungan [Link] istiIah, 2Qk
J~ kausalitas, 58-59,59g
Jatuh padalansia, 471-472, 478
lawan kemiskinan, perbedaannya. 28 ,
JumJah kematian bayi, [Link]-Afrika, 102 Kekerasan
103
dalam kebudayaan modem, 12
di rumah, program lahan kerja, 461-463
Kekerasan (lm[illfan)
K
takut, lansia, 470
Karakteristik: penyakit' hollis, 496-497'
Kelahiran. '
dan persepsikesehatan, 49&-499
medikalisasi, 101-103,
pendekatan holistik terhadap, 495-496 .
sebagai ukuran, 40t
528 INDEKS
Ke1aparan, di Amerika Serikar, penyebab, 18 . pelayanan kesehatan primer, 21-23
20 .
kebUtUhan dasar, implikasi kebijakan, 93
Kelompok
94: '
pendukung kanker, 502-504
kemiskinan dan;7....:8- ....
perkumpulan orang tua. 415
ke~a: Lihatfogq lah:in" kerja, 450-451
yang ddak mempunyai suara, advokasi,
kota Toronto; 183-184
keperawatan kesehatan masyarnkat,
langkah deskriptif, 39
HO-lil
mental
Keluarga
lansia, 470-472
dan penelitian. 361
tentang promos~ sebagai elemen
masyarakat penyakit homs, 5Q2
pelayanan kesehatari primer, '25-27
stukrur, dan kesehatan, 9-10
menyeluruh, dalam deklarasi Alma Au, 15
:Kematian ibn bersalln. 10
mode~ 1939
bayi, 10'
petaWat komunitas,.pemberdayaan
keibUan, 38 '
. komuni~ 121~122,
Kemiskinan
.persep~ penyakit hoWk daD.. 498-499
bCrhubUngm dengan istilah. 20k
, persyaratan, dati Olfalllf1 Chorltrfor Health
dan imunisasi tidak adekuat, 23-24
Promotion, 173
dan kesehatan, 7-8 .
I
ukuran deskriptif, 36, 42
,lawan kekayaan, perbedaannya, 28
sebagai angka, 37-38
KemitraaD, keperawatan komunitas keseha
demografi, 36
-tan, 312-3i3
sebagai insidens, 36
.Kepekaan, 53t
sebagai morbidiw, 36
Kepetawatan kesehatan .n:lasyarakat, .
sebagai mortalitas, 36
. keIompok yang ddak mempunyai
, sebagai preval~ 37 .
. .mara adyokasi,. 108-109
ukuran tentang analisis, 42-49, 44t
Keperawatan komunitas ~t3.n
odds ratio, 44, 45, 44t
•ancamaa, )90
. ,;Iativt rilk, 42-49 ,
'imigran, 399-402
untuk semua, Semua era, 1~14
;kenn~ 312-313
. hubungan, 45-49
komponen, 386-387
dan perubahan epidennologik,9-10
faktor-faktor yang memengaruhi,
l...._: rail, "tV\.
se",,,&_ AI'I.. .
."
!
387-390 .
allribNlabk rilk, 45
manajemen basil, 386
peringatan, 45
masa depan, 381-391
[Link], jaringan kausalitas, 58
eSensi pe1ayanan, 386-387
[Link], pengkajian komunitas,
sejarah. 382-384,
242t-243t, 243 .
Kepercayaan diri; pada ~t pedesaan,
[Link]:idakstabilan policik, 4
486 ,,'
Keyakinan komunitas
Keperawatan kesehatan publik, sejarah, 506 kem1traan, 423-425, 425k, 431-436
. 508
depan, 434-435.,
masa
Kerangka kerja, advokasi, 103-108
inemuIai, 431-432
Kesadaran penyembuhan, 133-135; 134g
[Link] kesehat.:in, 429-430 .
Kesehatan, 177-182, 182,. 151-152, 18ot .penyedia kolaborasi dengan program
. 18.?t
kesehatan, 433
dan ekolpgi, 69':"7,4
program promosi kesehatan, 425-431
dan'perubahan demograBk, 9-iO
sponsor, 433 '
defmisi suatu pergeseran paradigma, 6
Keyakinan masyaraka" dan pemberdayaan
definisi tunggaJ. uni~me, 100
. 'kOmunitas, 129
hak asasi manusia; 30-31
Klarifikasi [Link], teoti berubah, 317-322,
hubungan antara komunitas, 6
319k-320k
ibu dan anak, sebagai elemen pada
Klien, komunitas, 97
·INDEKS· 529
Klinik '. L .
di sekolah. ekspansi. pe1ayanan. 111,231 Laban kerja, program promosi kesebatao,
232, 232t, 286t . 450-451 . .
Klinik·Thini SImI,232t, 231-232, 28(,t
~uasi, 458
Program Bayi Sehat. 322
implementas.i, 457
struktur organisasi. 326
jenis; 451-452 .
Kolaborasi .
kekerasan di lUmah; 461-463
dengan populasi penyakit kronis, 502
meme1iim3, 459
perencalWUl program. 330
pedoman pengkajian, 509-515
. [Link]
pen~ kanker kulit, 459-460 .
anallsis komunitas, 294
peni1aian fisiko, 455-456
pada pengkajian komunitas, 20St
perencanaan, 452-455
peilgkajian komunitas, 255-256, 256t
tahapan proseS perubahan, 456-457
Komunitas, 127g, 132g .
Lansia
global, transformas.i, definis.i, 135-136
[Link], 466, 479-480 .
kesehatan 'perawat, definisi, kebijakan
jatuh:. 471-472, 478 . . .
publik, 185-186
keamaoa n berltendara, 479-480
.kllen. 97 ' .
keamanan, 470, 478
membangun hubungan, 127g. 131-132
• kece1ikaan, 471-472
. berpilcir kritis, 132g
kesehatan mental, 479-472
harapan melalui dialog. 130
Masyarakat Sehat 2010 dan lansia, 472
keyakinan masyarakat, 129
memengaruhi legislasi, 479-480
melaIui·penyembuhan, 131-132
nutrisi, 476-477
[Link], 127, 131
Olah raga, 4 7 7 . .
transformasi, 132g .
pelayanan kesehatan, 467-469,475-476
.pengkajian etnografik, 109
peng;u:liayaan, 469-470
.elemeh penting. 120, 120g
perubahan demografik, 466
.membangun hubungan, 122-133
.program proinosikeseha~, 473-481 .
penyeimbang. para ahli, defmisi, 101-103
. status kesehatail; 466-467
sekolah, definisi, 7, 405, 405-407, 418
Laporan penyakit, 50-51
kebijakan publik. 407-409
yang [Link], 50-51
teon fe.i:[Link], 136
Latihruipenyadaran budaya. 161-:-163
definisi, 116
Legislasi. '. .
Peranperawat, '121
. . [Link] Amerika, 479-480
Kondisi kesehatan,skrining. 52-55. 53t
, polusi, 61
Konsep model, 1939
Lembaga . ' .
Konsumen dan keperawataIl komunitas
.kesehatan, 389
keseharan di rumah, pengkajian komunitas, .
228
Kontruksivisme,361t
sensitif kultural, 167-168
Kota sehat, 177-182, 18Ot...;182t
Visiting nllf'1l!, pengkajian komunitas, 228
dan pergerakan komunitas, 177-182, 18Ot LiDgktmgm. . .
182t
fuik, pengkajian komurutas, 207t, 283,
identifikasi isu, 182-i85
284t
Kualitas udara, pengkajian komunitas, 249 Lingkungan (IanjHfan) .
250 '.
pada pengkajian komunitas. 207t, 218-224,
Kultural
218t, 283, 285t
[Link] keputusan. tentang peJayanan
. kesehatan, 156-157
sensitif, lembaga, 167-168 .
M (c.
Kurangnya~1linlitas, lllas)'lIrakat pedesaan,
Malaria, tempat belajar ekologi, 75-81
4$6-487
Malnutrisi .
.daIam bidang. 10 .
530 INDEKS
dan penyakit infeksius .terhadap amk-anak, publik, 184 .
studi kasus ekologi. 86-89, 92g
N'llai pengkajian komunitas, 206, 215-218
Manaj~)wi1. 386
Nominal. grup, 364-l65 .
Manajemen kasus, imigran. 396-398
Nutrlsi
Masyarakat. .
.. _~.ekplogi. ~ . . ...
. pedesaan. akses pelayanan kesehatan. 485
[Link],akit infeksius terhadap amk-aoak, .
. Sehat.2010 dan [Link], 472
stud.i kasus elcologi, 92g
MttliUlid, 467--469
lansia.
476-477
Mttli&m, 467-469
sebagai elemen pelayanan kesehatan prUner,
[Link]..ngun h\lbungan, 122-133, 127g
18-20 .
yang. tepat, 122-133, 127g, 132g
Nyamuk, resistensi i:erhadap insektisida, 78
Menggali keyakinan tentang, sakit, 163-165
81
sehat, 163-165
Mengindustriajisasika n bangsa, da1am
penyakir.12 .
o .. .
. Minoritas, definisi, 148 .
Observasi, pengumpulan data, 362-364 .
Model age~jamu:1ingkungan, 56-57, SSg
in~, 363 . .
Model keperawa~ 190-194, 192t, 1939
persepsi selektif. 363
kompoDeD, 192t Obstetrik, medikaJisasi, 101-103
model komuniw sebagai mitra, 194-198. I Oddt ratio, 44-45, 44t
.
Lihotjuga Model komunitaS sebagai. interprew~ 45-49
mitra, 1959-1%g Orang tua, Program promosi keseJtatan.
tujuan, 193-194
berbasis sekolah, 413-417
,ModeLkomunitas sebagai mitra, 194, 1959,
Organisasi
197-.198· .
.bidup, 66-68
cliagnosis keperawatan komunitas, 198 sukarel.a, sebagian data, j39t
199, 199t . ,
Ottawa mengenai promosi kesehatan, 16
,~!,evaluasi. ·200--201
O/tatlla Charierfor Health Promotion, ·175-176
wte.r:vens.i, 199-200
~pengkajian, 198-199
. rencana, 199
P
Model
.Paineran kesehatan.
konseptual. 190-194
keyakinan komunitas, 429-430
malis. 118, 191
penampungan tunawWha, 445-446
riset a1ami, 361t
Para ahli, komunitas [Link]
Morb:iditas, 36
univerSalis, 101-103
bay~ jaringan kausalitas, 59g
Parish IItmiitg, 422~436
jaringan kausalitas, 59g
Partisipasi komunitas, 116
sebagaJ. ukuran, 40t
dan penyembuhan, 118-·121, 119g, 120g
Mother-dtmghttr programs, berbasis sekolah, 416 .
pendekatan, 118, 119g
MllltiCity Action Pia":;, 184-185
Patemalisine, 104-106 .
MIIltinatiolll1l Andean Gmem and Health SIIf7J!1.
konsume...[Link], 104-107
87-88
PBB, deklarasi hak asasi manusia, 30
MNs.k MotItr. Chlbj 413
PCBs (po~hlorilltlted bjphe'!YIs). biomagni6kasi.
72
. Pejamu, segitiga epidemiologi. SSg, 57
N
Pelayadal1 Kesehatan
pal___ Primer. 2-31
.
wat darura .___
~_ 1..~:'
NAFfA (North [Link] Fret TraM Agret
....., - ga . t, ~JaD
';ltn~, 19
komunitas, 229-230, 230t
N atWnai Pllbli. Heallh Pttjol71Jante S landortls
Pelayanao. kesehataD
. . ProtpJ1ll. 386
akses. masyarakat pedesaan, 485
NeW .Castle, Indiana. inisiatif , kesehatan
daD kesehatan, 156-157
INDEKS 531
eli rumah, imigran, 396-398 PemeiataaD, kebijalcin kesehatan publik, 176
kqmunitas terhadap manusia, 233-234 . Pemerintah, pengbjian [Link],.208t,·
[Link], domain etika, 97-99 . 2 5 1 - 2 5 3 , 251t, 294 .
~. 467-469, 475-476 ".:- _P~[Link], p a abad ke-20, 5-6 .'
masyarakat, pengkajian komunitas, 226 penampllllgall.· ..' ..
.228
tunawisma, pameran kesehatan, 445-446 .
uiIai, :104
pameran kesehatan, 445-446 .
primer, 2-31. Lihotpl.t1 kesehatan primer
. Pencatatan, perencanaan program, 334 .
daIam. dek1arasi [Link] Ata, 14
Pencegahan ..
sebagaiteknologi, 25
kankerkulit, program khan keIja, 459-'-460
tentang penyediaan obat-obatan, 28 .
primer, 35, 199, 348'
faktor, lnslitllfe of M~tlitine, 29
populasi tunawisma, 440-444
keacJaan sekarang, 28-29'
sekunder, 35, 200•. 349
daJam eJemen, 17-27
populasi qm;lwisma,441-444
sebagai 'promosi tentang kesehatan
fersier, 35, 200. 349 .' .
mental, 25-27
Pendekatan ho~ 121-'::122 .
tentang imunisasi. 23-25
dan [Link] kroWk, 495-496
pada kesehatan ibulanak, 21-23
Pendidikan
sebagai air bersih dan sanitasi. 20-21
elemen pe1ayanan kesehatan primer, 17..:.18
sel>agai nutrisi; 18-20
pembebasan, 133-134 .
sebagai pendidikan, V-18
pengkajian komunitas; 208t-209t,275t
penilaian tentang keseh;uan dunia, 12-17
258, 256--264,294-299, 300t, 303t
kolllllliitas berdasarkan Iilosofi, 15-16
. intrakcmunitas, 259-264, 258t' .
daJam elemen, 16k
ekstrakomuniw, 263-264·
sebagai elemen, 20k
Penelitian kesehatan masyaraka.t, pencJebtan
[Link], 339-340
epidemiologi, 55-59, 55g
Amerika Serikat, 3:;9-340
.Penetapan tujUan. perencanaan prognim,
Pelayanan komunitas terhadap manusia, 112 325-327, 326k
113
PengambiI keputusan, tentang pelayanan
Pelayanan konseling, pengkajian komunitas,
~hatan, dan kultural. 156-157
235-237, 236t
Penganiayaan
Pelayanan primer, lawan pe1ayanan kesehatall
dewasa, 469-470:
primer,29
lansia, 469-470
Pelayanan sosiaI.
Pengkajian
pengkaJiankomunitas, 2OOt, 224-238,
. etnografik, 109
21St, 283, 284t, 285t, 283-290
fisik, pengkajian kultural, .165-167
ekstrakomunitas, 235-238
keburohan, perencanaan program promosi
intrakomunitas, 236t, 238
kesehatan, 452-455
Penwitauan, proses evaluasi,372-373, 374t
model komunitas sebagai mitra, 198-199
PembebaSali, melalui pendidikan, 133-134
PengkajiaD. (lanjllton)
Pe:[Link]:ib. kon!.uni:tas melalui penelitian
. sensitif kultural, 165-167
partisipatbri, 136-143
Pengkajian komuniw; 203-269, 239-243;
contdJi/1lg.:,.14l.
243, 264-267, 265t, 299; 258t,
metodol~gi, 136-137
290-293, 291t-292t
. penelitian tr~oria1. 137-138
contoh, 273, 308
tema, US..aa9 . . '
daerah pedesaan, 488-490
.p~J.J¥ha1PI.4 elemen pentUig
dalam pOlitik, 208t
'.. .' ..... ~. komunitas, 120,.120g
demografik dalam, 210t
Pen~~piPJl~·ii:!.·.·yangkornpetensecara
tenaga kerja dan, 242t-243t
data, 273 .
ekonomi. lO8t
imigran, 399 .
532 ' INDEKS
inti komwUtaS, 210-218, 21Ot-211t, 217g, ko~~,82-86, 83g
273g;:-'273-282, 274t-281t, 279g segiciga epidemiologi, 55
demografik, 212-215, 214t, 274t Pengkajian komunitas, dalam subsistem,
, ~taS,'2i2, 213t .' 206t-209t, .
~215-218 PeDf>Obatan alterilatif~ sedangpenelitian, 25
[Link] 215-218
Pengobatan, penyembuhan, 125
sejarah, 211-212
Pengumpulan data, 360-378, 361t, 369t
statistik vital. 215, 215t-216t, 275g,
370t, 374t
275t-277t
grup nominal, 364-365
keamanan, 244-248, 244t, 246t, 293-294,
studi kasus, 360
295t-297t, 205-210 '
surve~ 366-368
komponen,
teknik Delphi, 364-365
demograflk, 206t
P~
etnWtas, 206t
Kamboja, program Asuhan Komunitas:t
nilai, 206t
394-395
sejarah, 206t, 206t-209t
· ~ individu dan kduarga'.' 396-398
komunikasi; lO8t, 256t, 294
PengungsiKamboja, prOgnmiASuhan
komunitaS, 255-256
KomunitaS, 39~395 •
langkah. 270-273
Pengungsi, 392
Iingkungan, 218-224, 218t'·
• pelayanan komunitas,399-402
fisik; '283, 206t penyesuaian, 393
pe1;lyanan' gawat darurat, 229-230, 230t Peni!aian dalam -'l:omunitas, keputusan
.[Link], 229t pela~ kesebata n , 104'
intrakomwUtaS, 231t, 231-235, 232t Penilaian risiko kesehatan, eli laban ketja,
pelayanan kesehatan, 283-290 .
. 455-456
pelayanan kesehatan masyarakat, 226-228
. Penilaiantentang kesehatan d~ pandangan
pelayanan konsding; 235-237, 236t, 238 whadap pelayanan kesehatan
244
primer, 12-17
ekstrakomuniw, ~5-237, 236t
Peningkatan knalitas, 386
intrakomunitas, 238
Penyakit
bisDis, 241-242
dalam kehidupan modern, 11
pelayanan sosi:i1. 283-290
laporan;, 50-51
pemerintahan, 2OSt, 251t, 251-253, 294
menuJar, 10 . .
pendidikan, 256-264, 208t-209t; 275t skrining, 52-55,53t, 112-113
258t, 294-299,30Ot, 303t Penyakit infeksi terbadap anak-anak, studi
perseps~ .209:t kasus ekolo~ 86-89, 92g
piramida 'penduduk, 277-282, 273g, 279g, Penyediaan obat-<>batan, sebagai. elemen
28Ot, 281t
tentangpelayanan kesehatan primer,
politik, 251t, 251-253, 294
.28 .
rekreasi, 209t '
Penyembuhan, 119g, 120g, 121-122
pelayanan kesehatan, 22"':"238, 207t, 21St
dan partiSipasi. komunitas, 118-121
ekstrakomunitaS, 224-226, 225t
· model, 127g
simpul:ut, 271-272
pe1I1berdayaa.n komunitas, 131-132
si:stem informasi [Link], 271-272
Perawat pedesaan'
sistem., 221g, 221-223, 222t
evaluasi dala:m, 492-493 .
tanda-tanda vital, 220
· implementasi dalam, 49'1-492
transportas~ 208t, 293-294, 295t-297t
pengkapan 0.
...............
...1_1 __ 488-490
tujuan, 203 .
perencanaan dalam, 490-491
intrakomunitas, 259-264
Perawat, '
ekstrakomunitaS, 263-264
.inti konsep~ 191
Pengkajian Iingkungan ~ 55g
sebagai. mitr.1, 29
beracun, 72-74
sebagai. rekan komunitas, 30-31
INDEKS 533
Perencanaan ~ kegia~ 319k-320k, peJayanan sosial, 283, 284t-289t .
. 322-325, 322k-324k .
Politik, pada pengkajian komunitas, 208t,
identifilWi keterbatasaD. 330-334
251t, 251-253, 253-255, 254t, 294
identifikasi sumber, .330-334
'.'
Polusi
Libtltjlltp Tecir1 berubah, koJaborasi, 330 bukan berasat darisWnber pusat, 62
334
dan kesehatan, 69-74
menetapkan aktiviras. 327-328 '
[Link], 62
. pencatatail, 334 .
legislasi, 61
pertanyaan. 317-322,319k-320k
pengkajian komunitas, 249-250
perubahan terencana, 314-316, 314k-315k
Polutan
proses dalam, 311, 311g
· bioak;umul:isi, 71
revisi, 331-332
biom:ignifikasi, 71-;72
teon berubah, 316-325, 322k-324k
dan ukuran popuJasi manusia, 74-75
tujuan kesebatan komunita; 3&327, 326k
· pembuangan, 94-95 .
tujuaIJ. khusus pembeJaj~ 328-329 .
popuJasin:w;lUsia, 74-75
validasi diagnosis komunitas ~.
sinergisme. 72 .
. 3i2-313 · transforma:si, 71
Peren6waan, model komunitas seoogai mitra. transpor, 70-71.
199
Populer, sistem peJayanan kesehatan kurtural,
Petilaku sakit, budaya,.151
153-154
PeriJaku, dalam perubahan, dalam populasi
PopuJasi
. penyakit kroniS, 501
keluarga penyakit kronis, 502
Peringatan, 45-49
dengan popuJasi penyakit honis, 502 .
ketetapan, 46
iunawisma,' diabetes,
kriteria, penyebab, 48-49
pencegahan sekunder, 440-441, 441
variabe~ 46 . .
444
Perjanjiah perdagangan bebas Amerika Utua, program orang tua, f45
19 .
program pendidikan, 444-445
Pel'lindungan polisi, pengkajian komunitas,
keluar dari kondisi tunawisma, 446- .
245-248, 246t
447
Perlindungan terhadap kebakaran, pengkajian
Praktik kesehatan m3syarakat, sumber data,
komunitas, 245 .
49-51 .
Pe~~ .
Praktik perawat komunitas
pada pengkajiankomunitas, 209t
keadilan sosial, 2
selektif, dan observas~ 363
tingkatan. pencegahan. 35-36
PertaliyaaD, perencanaan program kegiatan, :(>raktik tim. dengan popuJasi penyakit kronis,
317-322, 319k-320k 502
Perubahan . '
Preval~ 37
dan ekologi, 63 .
Profesional, sistem peJayanan kesehatan
demografik, 388
kultural, 156
dan kesehatan,9~10 Program bayi sehat, 322
popUlasi lansia, 466
Program berbasis sekoiah, kesehatan promo~
epidemiologik, dan kesehatan, 9-10
. untuk orang rua, 413-417
program promosi kesehatan di lahan kerja,
Program CoMadres, 400-401
456-457
Program D.A:lm (D17Ig AInm ResistafJrt
terencana, 314-316, 314k-315k
BrillcfJ/iofJ), 412-413
tahap, 314-316, 314k-315k
Program kesehatan bayi. diagram organi,sasi,
Perumahan transisio~ 442
326k
Piramida penduduk, 273g; 277-282, 279g,
Program kesehatan komunitas, .
28Ot, 281t .
evaluasi. 352-378
lingkunganfisik. 284t
. formatif. 354-356
peJayanan kesehatan. 283, 284t-289t
prinsip, 353-354
534 INDEKS
proses, 354-357
dengan keyakinan komunitas, .425-431 "
formatif, 355t
elemen, 142 '
/
[Link], 336-350
kebijakan publik, 174-,175"
kepemilibn,337-341 "
~[Link] ~;a,4CKHlO1'
fobs keseh.a~ m-35Q
koriferensi duiUa, 1 7 4 " , "
kepemilikan kom~ 337-341, 339t
prioritas, Ddclarasi J~' 174 "
program terpadu, 341-342 "
Proses kelompok, dan popuIasi peny\ucit
tingkatan pencegahan, 348-349
keoms, 499-501 ',".,
proses keperawatan. 35~
Pusat [Link] yangdikelola oleh
S"Wll3tif, 355t, 356
'perawat, 111-113 "
" ana1isi.s keunrungan, 374-376
[Link] [Link], 368-372, 369t
370t
R
basil, 359
JUntai makanan, 67-68 •
komponen, 357-359
, "Rote (angka), 37, 42, 40t
metode perbandiogan:, 377t
kasar, 39-42 "
" "
p~j61t . pembunuhan, 43 " i.
pemantauan, 372.,..373, 374t
sebagai interpretas~ 37
[Link] data, 360-378, 361t.
sebagai perhitungan, 38
369t-37Ot. 374t
[Link]~ 39-42
strategi., 359
yang [Link], 39-42, 4Ot.,
Program pendidikan kesehatan. populasi
yang umum digunakan. 39-42·
tuna'Wisina diabetik, 444-445
Ratio, or1tls, 44-45, 44t '
Progriun kesehatan [Link], imigran, 399-400
ILId Ribbon Wetk, 410-412, 4i1k
Program latihan, 413
Re~ pada pengkajian komunitas, 209t,
Program masyacikat sehat, 342-345, 343g,
264-267, 265t, ?99 ,..
344t-345t"
,ILIlnli'vt risk, 42-49
" Program [Link], lansia, 477
Re1evansi, evaluasi, 358
Program orangtua, popUlasi ninawisma, 445
Reliabilitas, tes skeining, 52-53
"Program ON/reach, .imigrari, 3%
Rencana kegiatan, renema program, 322k,
Program pelayanan komunitas, permasalaha n,
. 322-325
402
Riga, Latvia, pertemuan pah ahli kesehatan
Program pendidikan kesehatan.
, intemasional, 28
komunitas sekolah, contoh"topik, 407-409
Ringlman, ana1isi.s komunitas; 273
untuk anak uSia sekolah, 409-412
Rilk
'Program [Link] nutrisi, berbasis sekolah, attributable, 36
416-417. " ,nlnlillt, 42-49
Program pendidikan obat-obatan, berbasis Roda pengkajian komunitas, 204g .
sekolah, 410-412, 411k Romnont Heah/; Center, 233-234; 287t
Prograin promosi kesehatan, di laban kerja,
Rumah saIcit, [Link] komuniw,224-226
450-451. !.ibnt j1(gaI..ahan ker;a,
program promosi kesehatan
Program promosi kesehatan, lamia, 473-481
S
dukungan sosial dalam,SCO
Sanitasi , . '
identifikasi prioritas'~ 499
pengkajian komuniras, 24~249 '.
kesinambungan hubungan, 499
sebagai eleme.n pelayanan ke~tan; primer,
perubahan perilaku dalam, 501 "
2 0 - 2 1 " . '.'
Program skeining, berbasis sekolah, 405-407
[Link] epidemiologi, 5Sg, 56 "
Promosi kesehatan
Sejarah, pengkajian komuni~:206t, 211
analisis .efektivitas, 384-385
'212 . ,' ••
area kegiat:a;t. 173
Seko1ah dasar, disipJin, 346,,:j4ii
INDEKS 535
Sekolah, disiplin, 346-348
324k
Sensitiviw kultural, 116
Teori berubab, 31~325, 319k-320k
[Link]. 165-167
klarifikasi masalab, 3V-322, 319k-320k
Sensus, ~r data. 49
menciptakan hubungao; perubahan, 317
Sistem informasi rerkomputerisasi, ana1isis
meneJusuri aIur akernatif. 322-325, 322k
komunitas, 271
324k' .
Sistem pelayanan kesebatan, ekstrako~
menUmbuhkan rasa kebutuhan dan
224-226 .
keinginan. 316-317 .
budaya rakyat, 153-154
rencana kegiatan, 322k-324k
kultural, 153-.:.156 .
Teod keper~watan pedesaan, 485-488
[Link] secara budaya. 15Z-156
Tun pelayanan kesehatan, pac4 :Lnggota
konflik di anura sektor, 157-160
[Link], 25
populer, 153-154
Tingkatan p¢ncegahan, 35 .'
profesiona1, 156 . .
.Implemenwi program kesehatan komuru
pengkajiarikomunitas, 206t, 224-238,
.taS, 348"-349 . .
225t, 283-290, 2~4t, 285t· primer, populas.i tunawiSma, 440-444
ekruakomunitas, 225t, 229t':'23Ot . sekunder, populasi tunawisma, 441-44:4
intrakomuniw, 231t, 231-235, 232t [Link], 35
sensiciviw, 167-168
Tmgkatan tropik, 67
Sistem, pe1lgkajian komuniw, 221g, 221 , Toronto, inisiatif kesehatan publik, 183-184
223, 222t
Toxic shock !}lrJrolllt, odds ratio untuk, 44, 45t
Skeining, 52-55, 53t
Transisi epidemiologik, 9 .
eris, 54-,55
Transportasi. pengkajian komunitas, 208t,
pertimbatigan. 52
251-253, 251t, ~93-294, 295t
reIiabilitas, 52
297t
validiw, 52-53, 53t
Tujuan kesehatankomuniw, perencanaan
Statistik vital, 215t-216t, 275t-277t
program, 325-327 .
pengkajian komunitas, 215
.Tujuan khusus pembelajaran, perencanaan
Stewr, model komuniw sebagai mitra, 197: program, 328-329
198
Tunawisma, sebab, 439
Studi kasus, 360
Tujuan kesehatan komunitas, perencmaan
. kegunaan. 365
program, 326k i
Stuktur evaluasi, program promosi kesehatan .
. di laban kerja, 458
Sukarelawan
u
gereja, keterlibatan dalam promosi
Ukuran demogra5. 36
kesehatan, 400-401
Ukuran, 40t
Sumber, identifikas~ perenainaan program,
Universalisme, 99-103
330-:-334
dandefinisi tungg3l dati kesehatan, 100
Survei, 366-368
dan pelayanan kesehatan komunitas, 99
103 .
keluar dati domain pribadi, 100
T pandangan para ahli, komuniw penyeim
Tanda-tanda vital, pengkajian komunitas, 220
bang, 101-103
Teknik D~lphi, 364-365
Teknologi .
keperawatari. kesehatan komunitas, 388 V
. 389,'
Variabel bebas, 47
sebagai demen pelayanan kesehatan primer,
VariabeJ pengacau, 48
25 . .
Variabel terikat, 47
yang me~tungkan, 4, 322-325, 322k Vektor, 69
536 INDEKS
y
Waeana relasionaJ. 107-108 YMCA program pengungsi. [Link], 288t .
Wanita, menuntut ~butuhan pelayanaq pemberdayaan komuWtas melalui penelitian
.' keSehatan, 22 . . .partisip9,toii;'13.Q.J143
. -'''''''' "" - ..
'.
,;,,'
..:.. ,-:"'-.,
~,
. WaWlU1Cal"a, sensitif secara buday.a. 165-167
We!fm njom, pengaruh yang kuat, 8
Wewenang, yang ah1i, universaJ. 101-103
WHO, 'pro~ kota ~at, 178
II . f
!
I 'FORMULIR PEMESANAN
I
-'
.-.~-'.'
I , ,Yang terhonnat
! .
i ~agian Pemasaran
I [Link] Buku Kedokteran EGC
I J1. Agung Timur '4 Blok Oil No.39
I Sunter Agung Podomoro, 1akarta 14350
I Telepon (021) 6530 6283, 65JU 6712 •
Fax. (02.1) 651 8178
I
.:............................... , 20 ........ .
I
Mohon dikirimkan: 0 Informasi buku baru o Daftar hargaJkatalog
I
Untuk. buku: 0 Kedokteran Umum '0 Kcdokteran Gigi
I
I
o Keperawa'tan o Arean
I
o FKlvl
Kami pun memesan buh:. berjudul
I
1.
I
I
3.
i
I
2.
I
I 4.
I 5.
I
I
Pembayaran sebesar Rp .............................. telah kami kirimkan melalui
I
o Wesel pos, dla CV EGC
I
11. AgWlg Timur 4 BIok 011 No,39
I
Sunter Agung Podomoro
I
1akarta 14350
I Formulir ini dapat diperbanyak denganJotokopi
i
,.l
/
Buku-Buku Tfi;!rkait Terf,iltln Kami:
o Buku Saku :Keper.....,atan Kom1,lnitas dan Kesehatan Rumah, "',. ,::;- _..;,
Stdnhope/ .'
' 0 Keperai.:.<an Keluarga, Ed. 3, Fnedman
o :rvf.. .·a~ [Link] di Rumah, Zang ,
,~ fedoman Perawatan di Rumah, DianaHastings
o Pedoman Perawatan Pilsien, WHO
o Prosedur Peiawatan di Rumah, Johnson
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:
BAGIAN PEMA~ARAN
PENERBIT BUKU KEDOKTERAN EGC
J1. Agung Timur 4 Blok, 01 No. 39
SunterAgung Podomoro, Jakarta 14350
Telepon: (021) 6530,6283, 6530 6712; Fax: (021) 651 8178
",