0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
479 tayangan2 halaman

BJ8 Wul4 PT1 Parikan

Dokumen menjelaskan tentang Parikan, yaitu ungkapan yang terdiri dari dua atau empat kalimat yang menggunakan persamaan bunyi. Terdapat pedoman membuat Parikan seperti persamaan bunyi akhir kalimat dan jumlah suku kata. Beberapa contoh Parikan juga diberikan berdasarkan jumlah suku kata.

Diunggah oleh

Kennard Wistara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
479 tayangan2 halaman

BJ8 Wul4 PT1 Parikan

Dokumen menjelaskan tentang Parikan, yaitu ungkapan yang terdiri dari dua atau empat kalimat yang menggunakan persamaan bunyi. Terdapat pedoman membuat Parikan seperti persamaan bunyi akhir kalimat dan jumlah suku kata. Beberapa contoh Parikan juga diberikan berdasarkan jumlah suku kata.

Diunggah oleh

Kennard Wistara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BJ8//WUL4//PARIKAN//PERTEMUAN1

PARIKAN
(Pantun Bahasa Jawa) kaca 54

Parikan, yaitu ungkapan yang terdiri dari dua kalimat atau empat kalimat yang menggunakan
purwakanthi swara (persamaan bunyi).

Pedoman Parikan:

1. Apabila terdiri dari dua kalimat, kalimat pertama disebut purwaka


(pembuka/pengantar), kalimat kedua disebut isi.
Contoh;
Sawo kecik ditandur ing tengah latar
Luwih becik kudu ulah ati sabar
Baris 1: purwaka
Baris 2: isi  luwih becik kudu ulah ati sabar (sebaiknya bertindak dengan
sabar)
2. Apabila terdiri dari dua baris, bunyi akhiran dari baris satu dan dua harus sama.
Contoh;
Sawo kecik ditandur ing tengah latar
Luwih becik kudu ulah ati sabar
Bunyi akhiran baris 1 dan 2 = a
3. Apabila terdiri dari empat baris, baris 1 dan 2 disebut purwaka, baris 3 dan 4 disebut
isi.
Yen kembang kembange lamtara,
Dudu kembang wora-wari,
Mumpung sira isih mudha,
Sing taberi lan ngati-ati.
Baris 1&2: purwaka
Baris 3&4: isi  mumpung isih mudha, sing taberi lan ngati-ati
 Masih muda supaya lebih rajin dan hati-hati dalam
bertindak.
4. Apabila terdiri dari empat baris, bunyi akhiran baris 1 dan 3 harus sama. Sedangkan
baris 2 dan 4 juga harus sama.
Yen kembang kembange lamtara, (a)
Dudu kembang wora-wari, (b)
Mumpung sira isih mudha, (a)
Sing taberi lan ngati-ati. (b)
Bunyi akhir baris 1&3= a
Bunyi akhir baris 2&4= i

INGAT!
Ukara = kalimat Gatra = baris
Tembung = kata Larik = baris
Wanda = suku kata Pada = bait
Aksara = huruf

Contoh Parikan menurut jumlah wanda (suku kata)

1. Parikan (4 wanda + 4 wanda) x 2


Pitik blorok, manak siji,  Pi-tik blo-rok, ma-nak si-ji,
Jare kapok, malah ndadi.  Ja-re ka-pok, ma-lah nda-di.
2. Parikan (4 wanda + 6 wanda) x 2
Ma-nuk em-prit, men-clok go-dhong te-bu
Da-di mu-rid, sing sre-gep si-na-u
3. Parikan (3 wanda + 5 wanda) x 2
Ba-ye-me, wis ku-ning-ku-ning
A-ye-me, yen u-wis nyan-dhing
4. Parikan (4 wanda + 8 wanda) x 2
Kla-pa sa-wit, wit-e dhu-wur who-e a-lit
I-sih mu-rid, a-ja se-neng ke-ceh dhu-wit
5. Parikan (8 wanda + 8 wanda) x 2
Ga-we ca-o Nang-ka sab-rang, ku-rang si-rup lu-wih ba-nyu
A-ja a-wa-tak gu-mam-pang, seng-kud gu-mre-gut si-na-u.

Anda mungkin juga menyukai