0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan4 halaman

Proses dan Metode Filtrasi Air Bersih

Dokumen tersebut membahas tentang filtrasi, proses pemisahan antara padatan dari cairan dengan cara melewatkan cairan melalui media berpori. Dibahas pula tujuan filtrasi untuk mengolah limbah air menjadi dapat digunakan, faktor yang mempengaruhinya seperti ketebalan media dan kecepatan aliran, serta jenis filter dan media filtrasi yang umum digunakan seperti pasir dan serat kelapa.

Diunggah oleh

Idham Fadjar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan4 halaman

Proses dan Metode Filtrasi Air Bersih

Dokumen tersebut membahas tentang filtrasi, proses pemisahan antara padatan dari cairan dengan cara melewatkan cairan melalui media berpori. Dibahas pula tujuan filtrasi untuk mengolah limbah air menjadi dapat digunakan, faktor yang mempengaruhinya seperti ketebalan media dan kecepatan aliran, serta jenis filter dan media filtrasi yang umum digunakan seperti pasir dan serat kelapa.

Diunggah oleh

Idham Fadjar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Idham Fadjar Prasetyo

09.2020.1.90187

FILTRASI

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak,
bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar
tetap dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain.
Sejumlah 40 juta mil-kubik air yang berada di permukaan dan di dalam tanah, ternyata
tidak lebih dari 0,5% (0,2 juta mil-kubik) yang secara langsung dapat digunakan untuk
kepentingan manusia, 97% dari sumber air tersebut terdiri dari air laut, 2,5% berbentuk salju
abadi yang baru dalam keadaan mencair dapat digunakan. Keperluan sehari-hari terhadap air,
berbeda untuk tiap tempat dan untuk tiap tingkatan kehidupan. Semakin tinggi taraf kehidupan
semakin meningkat jumlah keperluan akan air. (Maryani,2014).
Proses penjernihan/penyediaan air bersih merupakan proses perubahan sifat fisik, kimia
dan biologi air baku agar memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum. Tujuan dari
kegiatan pengolahan air minum adalah sebagai berikut: 1. Menurunkan kekeruhan 2.
Mengurangi bau, rasa dan warna 3. Menurunkan dan mematikan mikroorganisme 4.
Mengurangi kadar bahan-bahan yang terlarut dalam air 5. Menurunkan kesadahan 6.
Memperbaiki derajat keasaman (pH)
Pada dasarnya penjernihan air dilakukan dengan salah satu dari 3 metode atau
kombinasi dari 3 metode terebut, ke 3 metode tersebut adalah penjernihan air dengan metode
fisika, penjernihan air dengan metode kimia, penjernihan air dengan metode biologis, dapat
dijelaskan sebagai berikut : 1) Pengolahan secara fisika Pengolahan secara fisika adalah
pengolahan air yang terjadi tanpa adanya reaksi kimia seperti filtrasi, sedimentasi,
pengapungan dan pencampuran. 2) Pengolahan secara kimia Pengolahan secara kimia yaitu
pengolahan air dengan menggunakan bahan kimia atau alami untuk membantu proses
penggumpalan partikel yang terlarut seperti koagulasi dan flokulasi. 3) Pengolahan secara
biologi Pengolahan secara biologi adalah pengolahan air yang dilakukan untuk mematikan
bakteri, dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan secara fisika dan kimia atau dilakukan
secara khusus dengan pemberian disinfektan. Salah satu pengolahan air secara fisika yaitu
filtrasi. Pada umumnya proses filtrasi digunakan untuk melakukan penjernihan air. Media
filtrasi yang umum digunakan pada proses penjernihan air tersebut adalah pasir, serabut kelapa
dan arang tempurung kelapa.(Gultom,2018)
TUJUAN
1. Mengetahui pengertian dari proses filtrasi
2. Mengetahui tujuan dari proses filtrasi
3. Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi proses filtrasi
4. Mengetahui macam – macam filter, media filtrasi dan jenis jenis filtrasi

PEMBAHASAN

A. Pengertian Filtrasi
Filtrasi (penyaringan) adalah proses pemisahan antara padatan/koloid dari cairan (Rachma
dan Suparno, 2016). Filtrasi dapat juga diartikan sebagai proses pemisahan liquid-liquid
dengan cara melewatkan liquid melalui media berpori atau bahan-bahan berpori untuk
menyisihkan atau menghilangkan sebanyak banyaknya butiran-butiran halus zat padat
tersuspensi dari liquda (Pangestu, 2016).
Prinsip dasar dari penyaringan ini sangat sederhana yakni menyaring molekul – molekul
padatan yang tercampur dalam larutan, maka tingkat kemurnian dari fitrat yang di hasilkan atau
di dapatkan bersumber sebab penyaringan ini sangat bergantung pada ukuran dan kualitas pori
dari filter atau penyaring yang kita gunakan.Untuk cara penyaringan dimana jika yang kita
inginkan di hasil akhir adalah residu atau ampas umumnya di perlukan langkah selanjutnya
yaitu pengeringan supaya semua zat yang ada dan tersisa dalam padatan akan
menguap.Terdapat beberapa cara atau metode yang bisa kita gunakan dalam proses filtrasi.
Jenis dari metode yang akan di gunakan tergantung pada apakah padatan akan dilarutkan dalam
cairan atau tersuspensi atau partikular. Proses filtarsi banyak dilakukan di industri, misalnya
pada pemurnian air minum, pemisahan kristal-kristal garam dari cairan induknya, pabrik-kertas
dan lain-lain. Untuk semua proses filtrasi, umpan mengalir disebabkan adanya tenaga dorong
berupa beda tekanan, sebagai contoh adalah akibat gravitasi atau tenaga putar. Secara umum
filtrasi dilakukan bila jumlah padatan dalam suspensi relatif lebih kecil dibandingkan zat
cairnya

B. Tujuan Filtrasi

1. Memanfaatkan limbah atau air kotor untuk dapat digunakan kembali


2. Mengurangi resiko meluapnya limbah atau air kotor
3. Mengurangi terbatasnya air bersih menggunakan pembuatan filtrasi air
4. Mengurangi penyakit yang disebabkan oleh air kotor
5. Membantu pemerintah guna menggalakan air bersih

C. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Filtrasi

Faktor yang mempengaruhi efisiensi penyaringan ada 4 (empat) faktor dan menentukan hasil
penyaringan dalam bentuk kualitas efluen serta masa operasi saringan yaitu (Huisman, 1974):

1. Ketebalan lapisan media filter


Semakin tebal lapisan media filter, hasil dari proses filtrasi akan lebih baik karena luas
permukaan penahan partikel-partikel semakin besar dan jarak yang ditempuh oleh air
semakin panjang.

2. Suhu air
Suhu air akan berpengaruh terhadap kekentalan air, aktivitas biologi dan reaksi kimia
yang akan mempengaruhi proses filtrasi.
3. Kecepatan Filtrasi
Kecepatan aliran akan mempengaruhi proses penahanan mekanis terhadap bahan-bahan
tersuspensi. Apabila kecepatan filtrasi meningkat efektivitas filtrasi akan menurun.

4. Kualitas Air
Semakin rendah kualitas air yang akan difilter, maka memerlukan pengolahan yang
sempurna atau kompleks.

D. Macam Macam Filter

Secara umum filter dapat digolongkan dalam dua kelompok, yaitu filter dalam (depth filter)
dan filter saringan (screen filter). Filter dalam terbuat dari matriks serat atau butiran yang
tersusun secara acak sehingga membentuk suatu massa yang memiliki rongga-rongga. Partikel
akan terpisah dari cairan karena terperangkap dalam matriks filter. Sedangkan filter saringan
memisahkan partikel-partikel di atas permukaannya seperti halnya saringan. Strukturnya lebih
kuat, seragam dan sinambung dengan ukuran pori yang dapat diatur dengan baik pada waktu
pembuatannya

E. Media Filtrasi

Media filter adalah bahan yang digunakan untuk filtrasi dan merupakan bagian dari filter
yang menyebabkan efek filtrasi. Media filter terdiri dari material yang mengisi atau yang
tersusun di dalam filter, dimana media filter dipasang diantara aliran masuk dan aliran keluar.
Supaya air dapat melewati media filter, maka media filter harus mempunyai sistem pori
terbuka. Sistem pori itu disebut sebagai permukaan luar media filter. Sebagian dari pori-pori
media filter diisi dengan air yang tidak mengalir, dimana bagian itu disebut permukaan dalam.
Media filtrasi yang umum digunakan pada proses penjernihan air adalah
1. Pasir
2. Serabut kelapa
3. Arang tempurung kelapa

F. Jenis Jenis Filtrasi menurut Prinsip Kerjanya


Menurut prinsip kerjanya filtrasi dapat dibedakan atas beberapa cara, yaitu:
1. Pressure Filtration Filtrasi yang dilakukan dengan menggunakan tekanan.
2. Gravity Filtration Filtrasi yang cairannya mengalir karena gaya berat.
3. Vacum Filtration Filtrasi dengan cairan yang mengalir karena prinsip hampa udara
(penghisapan).
PENUTUP

KESIMPULAN

Filtrasi (penyaringan) adalah proses pemisahan antara padatan/koloid dari cairan. Filtrasi
dapat juga diartikan sebagai proses pemisahan liquid-liquid dengan cara melewatkan liquid
melalui media berpori atau bahan-bahan berpori untuk menyisihkan atau menghilangkan
sebanyak banyaknya butiran-butiran halus zat padat tersuspensi dari liquda. Tujuan Filtrasi
yaitu memanfaatkan limbah atau air kotor untuk dapat digunakan kembali, mengurangi resiko
meluapnya limbah atau air kotor, mengurangi terbatasnya air bersih menggunakan pembuatan
filtrasi air, mengurangi penyakit yang disebabkan oleh air kotor, membantu pemerintah guna
menggalakan air bersih. Faktor yang mempengaruhi efisiensi penyaringan ada 4 (empat) faktor
dan menentukan hasil penyaringan dalam bentuk kualitas efluen serta masa operasi saringan
yaitu Ketebalan lapisan media filter, suhu air, kecepatan filtrsi, dan kualitas air. Secara umum
filter dapat digolongkan dalam dua kelompok, yaitu filter dalam (depth filter) dan filter
saringan (screen filter). Media filtrasi yang umum digunakan pada proses penjernihan air yaitu
pasir, serabut kelapa, dan arang tempurung kelapa. Menurut prinsip kerjanya filtrasi dapat
dibedakan atas beberapa cara, yaitu Pressure Filtration, Gravity Filtration, dan Vacum
Filtration.

DAFTAR ISI

Gultom Sarman Oktovianus, Trhessya N. Mess , Isak Silamba. 2018. Pengaruh Penggunaan

Beberapa Jenis Mediafiltrasi Terhadap Kualitas Limbah Cair Ekstraksi Sagu. Papua

Huisman. 1974. Rapid Filtration. Delf University of Technology.

Maryani Deni, Masduki Ali, Moesriati Atiek. 2014. Pengaruh Ketebalan Media dan Rate

filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform. Surabaya.

Pangestu, A. & Abriyani, D. 2016. Pengaruh Perbedaan Tekanan Terhadap Nilai Efisiensi

Proses Filtrasi CaCO3 Dengan Menggunakan Plate and Frame Filter Press. Jurnal
Laboratorium Operasi Teknik Kimia.

Rachma, Z.N. & Suparno. 2016. Sistem Filtrasi Dengan Karbon Aktif Kayu Sengon, Kerikil

Aktif Sungai Krasak, Dan Pasir Aktif Pantai Indrayanti Pada Air Sumur Di Lppmp
Uny Sebagai Air Minum. E-Journal Fisika, 5(2):76-81

Anda mungkin juga menyukai