KONSEP MANAJEMEN PROYEK
1. Dalono 030824417
2.Eko Prihandoko 030824947
3. Harmoko 030825229
4.Firman Hidayat 030822072
A. Pengertian Manajemen
Secara etimologi, manajemen berasal dari kata to manage -> mengelola.
Manajemen adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan
menggunakan prinsip-prinsip manajemen, dengan memberdayakan sumber daya manajemen
dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efesien.
Definisi menurut Robbins dan Coulter (2002:6)
Manajemen adalah suatu proses pengoordinasian
pekerjaan sehingga semua pekerjaan tersebut
dapat disempurnakan dengan melalui orang lain
secara efektif dan efisien.
Efektif ; suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan target sesuai jangka waktu
serta hasil yang diharapkan.
Efisien ; sesuai/ benar/ tepat dalam mengerjakan sesuatu sehingga tidak membuang tenaga,
waktu, dan biaya.
Identifikasi konsep manajemen, antara lain:
1. Kegiatan manajemen memiliki unsur; kumpulan orang, kerja sama, dan tujuan yang
hendak dicapai.
2. Kegiatan manajemen dapat berhasil jika didukung oleh prinsip-prinsip manajemen
mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian.
3. Kegiatan manajemen dapat berhasil jika didukung sumber daya manajemen mulai
dari sumber daya manusia, uang, material, metode kerja, dan mesin.
4. Kegiatan manajemen dilakukan dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara
efektif dan efisien.
B. Prinsip-Prinsip Manajemen
1) Perencanaan; menyusun dan menentukan lebih dahulu aktivitas-aktivitas yang akan
dilakukan pada masa yang akan dating dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Rencana yang baik harus disusun secara lengkap, menyeluruh, mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh berbagai tingkatan manajemen dalam organisasi.
2) Pengorganisasian; kegiatan membagi dan memberdayakan SDM dan pekerjaan yang
ada dalam organisasi. Penempatan orang yang tepat di tempat yang tepat.
3) Pengarahan; kegiatan untuk menggerakkan orang, mesin, dan pekerjaan dalam
organisasi. Sumber daya organisasi perlu digerakkan dengan motivasi,
kepemimpinan, koordinasi, dan komunikasi.
4) Pengawasan; mengadakan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan
dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Prosedurnya dengan menetapkan tujuan
yang ingin dicapai, penilaian terhadap pelaksanaan kerja, membandingkan nilai
pelaksanaan kerja dengan tujuan yang ditetapkan, dan melakukan koreksi terhadap
penyimpangan yang terjadi.
1) Manajemen puncak (top management)
2) Manajemen menengah (middle management)
3) Manajemen bawah (lowest management)
a) Peranan antarpribadi (interpersonal roles)
b) Peranan penyampai informasi (informational roles)
c) Peranan pengambil keputusan (decisional roles)
1) Keahlian teknis; pengetahuan atau kecakapan yang terspesialisasi
2) Keahlian hubungan manusia; kemampuan untuk bekerja sama dan berinteraksi
dengan rekan kerja
3) Keahlian konseptual; kemampuan berpikir dan mengabstrasikan adanya situasi
lingkugan yang rumit ataupun kompleks.
A. Pengertian Proyek
Proyek adalah suatu suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu
terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan
tugas sasarannya telah digariskan secara jelas.
Definisi proyek menurut Project Manajemen Institute adalah suatu kegiatan temporer
yang bisa dikerjakan untuk menghasilkan produk atau jasa yang unik sifatnya.
Ciri-ciri suatu proyek, antara lain:
1. Memiliki tujuan yang khusus
2. Standar kerja dan mutu kerja telah ditetapkan
3. Bersifat sementara
4. Sekali pakai dan tidak rutin
Perbandingan kegiatan proyek dengan kegiatan operasional
Kegiatan Proyek Kegiatan Operasional
1. Dinamis dan non rutin 1. Berulang dan rutin
2. Siklus kegiatan relatif pendek 2. Jangka panjang
3. Intensitas kegiatan dalam periode proyek 3. Intensitas kegiatan relatif lama
berubah-ubah (fluktuatif) 4. Batasan jadwal dan anggaran tidak
4. Kegiatan dibatasi anggaran dan jadwal setajam kegiatan proyek
yang ketat 5. Macam kegiatan terbatas
5. Interdisipliner 6. Keperluan sumber daya relatif
6. Keperluan sumber daya cenderung berubah konstan
Keunikan proyek, yaitu:
1. Proyek selalu berinteraksi dengan biaya, waktu dan kinerja.
2. Peminjaman dan pengintegrasian sumber daya fungsional dari departemen dalam
organisasi berpotensi menimbulkan konflik.
B. Manajemen Proyek
Definisi manajemen proyek menurut Harold Kerzner (1982) adalah
merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan
sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang
telah ditentukan, dengan menggunakan pendekatan sistem dan hierarki
baik vertikal maupun horizontal.
1. Proyek merupakan suatu aktivitas utama organisasi
2. Sumber daya dan tanggung jawab dibagi antara organisasi fungsional dan proyek
3. Struktur organisasi matriks melengkapi proyek dari segi waktu, anggaran, dan kinerja
4. Perencanaan dan pengendalian merupakan teknik utama untuk mencapai tujuan proyek
dengan melengkapi tugas-tugas secara terpisah
5. Teknologi merupakan model utama untuk membuat improvisasi proyek
6. Koordinasi seluruh aktivitas proyek merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam
penggunaan sumber daya
7. Otoritas, tanggung jawab, dan sumber daya dapat dikelola melalui mekanisme fungsi
organisasi dan proyek
8. Pertumbuhan dapat terjadi melalui proses manajemen proyek
Supaya tujuan proyek yang bersangkutan dapat tercapai dengan lancar, sehingga secara
beruntun akan membawa sukses pula pada kegiatan selanjutnya.
Untuk memastikan resiko proyek dapat terkelola dan termitigasi dengan baik untuk
menghindari terjadi masalah di kemudian hari.
Agar proyek dapat terlaksana dengan baik, diperlukan kehati-hatian serta kecermatan
yang matang dalam menangani proyek tersebut.
Suatu proyek selalu memiliki spesifikasi dan ciri-ciri tersendiri, dengan perbedaan pada
masing-masing proyek tersebut, maka akan berbeda pula cara pengelolaannya.
1) Menggambarkan fokus suatu proyek; 6) Mencakup otoritas, sumber daya, dan
2) Penghargaan terhadap kegiatan produksi; responsibilitas;
3) Tercakup dalam fungsi organisasi; 7) Interaksi waktu, anggaran, dan kualitas kerja;
4) Mengikuti perubahan teknologi; 8) Proses fungsi organisasi;
5) Pengendalian dan perencanaan terhadap semua 9) Kerja sama dalam suatu tim kerja;
aktivitas; 10) Berorientasi kepada konsumen.
Pengaruh lingkungan eksternal yang turuh mempengaruhi para manajemen dalam
praktiknya (Robbins dan Coulter, 2002), antara lain:
Globalisasi; (1) alternatif pengambilan keputusan, (2) adanya persaingan ketat dalam hasil
keluaran proyek.
Beragamnya angkatan kerja; perbedaan usia, suku bangsa/ras, gender, jenjang pendidikan.
Kewirausahaan; (1) penumbuhkembangan inovasi, (2) hasrat untuk mencari dan mengisi
peluang, (3) pertumbuhan untuk sukses.
Pengelolaan dalam dunia elektronik-bisnis (e-business); (1) organisasi yang datar, (2) struktur
organisasi lebih fleksibel, (3) struktur organisasi proyek yang ramping.
Kebutuhan untuk inovasi dan fleksibilitas organisasi; untuk memberi nilai tambah pada hasil.
Manajemen kualitas; pemilahan, penataan, pembersihan, pemantapan, dan pembiasaan.
Organisasi pembelajar (learning organization); membangung kapasitas untuk terus menerus
belajar, beradaptasi dan berubah.
Manajemen pengetahuan (knowledge management); penguatan budaya pembelajar
Spiritualitas tempat kerja; pengenalan hakikat hidup yang bernilai.