MAPING PRAKTIKUM
KIMIA ANORGANIK
SINTESIS GAS HIDROGEN
KELOMPOK IV/REGU 8
RASMIANTI RASYID (H311 07 046)
FITRIANI (H311 08 275)
IHSAN CHARISMAWAN (H311 07 251)
LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDIN
MAKASSAR
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidrogen berasal dari bahasa latin hydrogenium, adalah unsur kimia pada
table priodik yang memiliki simbol H dengan nomor atom 1. Pada suhu dan
tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam,
bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomic yang sangat mudah terbakar.
Dalam keadaan normal, hidrogen berada dalam keadaan gas diatomic (H2).
Namun, gas hidrogen sangat langka di atmosfer bumi karena beratnya yang ringan
sehingga menyebabkan gas hidrogen lepas dari gravitasi bumi. Walaupun
demikian, hidrogen masih merupakan unsur paling melimpah di permukaan bumi.
Baterai yang berbahan bakar hidrogen (Hydrogen Fuel Cell) adalah
teknologi baru yang sedang dikembangkan, dimana tenaga listrik dalam jumlah
besar dapat dihasilkan dari gas hidrogen. Pabrik-pabrik baru dapat dibangun dekat
dengan laut untuk melakukan proses elektrolisis air laut guna memproduksi
hidrogen. Gas yang bebas polusi ini lantas dapat dialirkan melalui pipa-pipa dan
disalurkan ke daerah-daerah pemukiman dan kota-kota besar. Gas hidrogen juga
dihasilkan oleh beberapa jenis bakteri dan ganggang.
Hidrogen dapat dibuat dalam laboratorium melalui proses elektrolisis air
atau dengan mereaksikan oksida-oksida alkali dengan logam Al.
1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan
1.2.1 Maksud Percobaan
Untuk mengetahui dan mempelajari pembentukan gas hidrogen.
1.2.2 Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui dan mengidentifikasi pembentukan gas hidrogen.
1.3 Prinsip Percobaan
Gas hidrogen disintesis dengan cara melarutkan pellet NaOH dengan
akuades, kemudian ditambahkan serbuk logam Al. Gas yang terbentuk kemudian
ditampung dengan menggunakan balon.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Setiap zat terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil (atom, molekul,
ion dan sebagainya). Partikel-partikel ini senantiasa bergerak dan karenanya
memiliki energi kinetik. Kecepatan gerak partikel-partikel ini bergantung pada
suhu dan keadaan fisik zat (gas, cair, padat). Berdasarkan keadaan tersebut,
keadaan gas inilah yang paling mudah dipahami (Bird, 1993).
Gas terdiri atas molekul-molekul yang bergerak menurut jalan-jalan yang
lurus ke segala arah, dengan kecepatan sangat tinggi. Molekul-molekul gas ini
selalu bertumbukan dengan molekul-molekul yang lain atau dengan dinding
bejana. Tumbukan terhadap dinding bejana ini menyebabkan adanya tekanan
(Sukardjo, 1997).
Gas sangat sensitif terhadap perubahan temperatur dan tekanan. Gas
mudah sekali ditekan dan dikembangkan, dapat mengisi semua bagian bejana
yang ditempati, berapapun besarnya bejana tersebut. Berlainan dengan gas, cairan
dan padatan hanya sedikit sekali dapat ditekan atau dikembangkan (Sukardjo,
1984).
Hidrogen telah digunakan bertahun-tahun sebelum akhirnya dinyatakan
sebagai unsur yang unik oleh Cavendish di tahun 1776. Dinamakan hidrogen oleh
Lavoisier, hidrogen adalah unsur yang terbanyak dari semua unsur di alam
semesta. Elemen-elemen yang berat pada awalnya dibentuk dari atom-atom
hidrogen atau dari elemen-elemen yang mulanya terbuat dari atom-atom hidrogen
(Mohsin, 2004).
Hidrogen diperkirakan membentuk komposisi lebih dari 90% atom-atom
di alam semesta (sama dengan tiga perempat massa alam semesta). Unsur ini
ditemukan di bintang-bintang dan memainkan peranan yang penting dalam
memberikan sumber energi jgat raya melalui reaksi proton-proton dan siklus
karbon-nitrogen. Proses fusi atom-atom hidrogen menjadi helium di matahari
menghasilkan jumlah energi yang sangat besar (Mohsin, 2004).
Walaupun hidrogen adalah benda gas, kita sangat jarang menemukannya
di atmosfer bumi. Gas hidrogen yang sangat ringan, jika terkombinasi dengan
unsur lain, akan berbenturan dengan unsur lain dan terkeluarkan dari lapisan
atmosfer. Di bumi, hidrogen banyak ditemukan sebagai senyawa (air) di mana
atom-atomnya bertaut dengan atom-atom oksigen. Atom-atom hidrogen juga
dapat ditemukan pada tumbuhan, petroleum, arang dan lain-lain. Sebagai unsur
yang independen, konsentrasinya di atmosfer sangat kecil (Mohsin, 2004).
Kegunaan hidrogen ataupun H2 antara lain (Admin, 2009):
1. Untuk mengikat nitrogen dengan unsur yang lain dalam proses Haber
(memproduksi amonia) dan untuk proses hidrogenasi lemak dan minyak.
2. Digunakan dalam jumlah yang banyak dalam produksi metanol didealkilasi
hidrogen (hydrodealkylation), katalis hydrocracking, dan sulfurisasi hidrogen.
3. Sebagai bahan bakar roket, hidrogen merupakan elemen yang sangat mudah
terbakar dan sudah lama digunakan sebagai bahan bakar roket, meskipun bisa
juga digunakan sebagai bahan bakar kendaraan lainnya, seperti mobil, sepeda
motor dan lain-lain.
4. Memproduksi asam hidroklorida.
5. Mereduksi biji-biji besi.
6. Sebagai gas pengisi balon, balon pertama yang diisikan dengan hidrogen
diciptakan oleh Jacques Charles pada tahun 1783. Hidrogen memberikan
tenaga dorong untuk perjalanan udara yang aman dan pada tahun 1852 Henri
Giffard menciptakan kapal udara yang diangkat oleh hidrogen.
7. Sebagai bahan hidrogenasi, terutama dalam peningkatan kejenuhan dalam
lemak tak jenuh dan minyak nabati (ditemukan di margarin), dan dalam
produksi metanol.
8. Digunakan sebagai pendingin motor pada generator pembangkit listrik karena
ia mempunyai konduktivitas termal yang paling tinggi di antara semua jenis
gas.
9. Untuk memproses bahan bakar fosil dan dalam pembuatan amonia.
Hidrogen molekular berupa gas tidak berwarna, tidak berbau (titik beku
20,28 oC) sebenarnya tidak larut dalam air. Paling mudah dibuat melalui reaksi
encer dengan logam seperti Zn atau Fe, dan melalui elektrolisis air. Secara
industri hidrogen diperoleh dari reaksi bolak-balik antara uap air dengan metana
atau minyak bumi ringan melalui katalis nikel (Cotton dan Wilkinson, 1989).
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi
serendah 4% H2 di udara bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol.
Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia:
2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)
Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak
seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 °C.
Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang
ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu,
sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus
meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal dari
pembakaran hidrogen. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api
cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan
hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon (Anonim, 2010).
Aluminium adalah logam putih yang liat dan dapat ditempa. Bubuknya
berwarna abu-abu, melebur pada 659 oC. Bila terkena udara, objek-objek
aluminium teroksidasi pada permukaannya, tetapi lapisan oksida ini melindungi
objek dari oksidasi lebih lanjut. Dengan hidroksida-hidroksida alkali, terbentuk
larutan tetrahidroksoaluminat (Svehla, 1985):
2Al + 2OH- + 6H2O 2[Al(OH)4]- + 3H2
BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1 Bahan Percobaan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah serbuk aluminium, soda
api (NaOH), akuades, tissue roll, sabun cair, lilin, korek api.
3.2 Alat Percobaan
Gelas ukur 25 mL, sendok tanduk, neraca Ohauss, statif, 1 set alat pengalir
gas, penyumbat karet, balon, sikat tabung, labu semprot.
3.3 Prosedur Percobaan
1. Dibuat rangkaian alat seperti gambar berikut:
2. Pellet NaOH sebanyak tujuh biji dilarutkan dengan akuades sebanyak 50 mL.
3. NaOH yang telah dilarutkan, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat alir gas.
4. Ditambahkan 0,3 gram serbuk aluminium, kemudian alat ditutup dengan proof
karet.
5. Dihomogenkan dengan cara digoyangkan agar reaksi antara larutan NaOH dan
Al dapat berlangsung.
6. Diamati perubahan yang terjadi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Pengamatan
Kondisi Perlakuan
Sebelum ditambahkan Setelah ditambahkan
Sistem
serbuk Al serbuk Al
Satu set alat alir gas yang Tidak terjadi perubahan Bereaksi membentuk
berisi pellet NaOH dan pada balon. endapan abu-abu dan
akuades. balon mengembang.
4.2 Reaksi
2 Al + 2 NaOH + 6 H2O à 2 [Al(OH)4]Na + 3 H2
4.3 Pembahasan
Hidrogen merupakan salah satu unsur kimia yang paling ringan diantara
unsur-unsur kimia yang lain. Di atmosfer, hidrogen berada dalam wujud gas
diatomik (H2). Massa hidrogen yang ringan membuat hidrogen di atmosfer hampir
tidak dipengaruhi oleh gravitasi bumi sehingga jumlah hidrogen di atmosfer
sangatlah langka.
Pada percobaan ini dilakukan sintesis gas H2 dengan cara melarutkan
pellet NaOH dengan akuades, kemudian mereaksikannya dengan serbuk logam
Al. Reaksi ini menghasilkan ion kompleks tetrahidroksoaluminat dan melepaskan
gas H2.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah gas hidrogen dapat
disintesis dengan melarutkan pellet NaOH dengan akuades lalu direksikan dengan
serbuk aluminium dan gas hidrogen yang terbentuk dapat diidentifikasi dengan
mengalirkan gas ke sumber api.
5.2 Saran
Sebaiknya dilakukan uji lain untuk mengidentifikasi gas yang terbentuk.
Agar kita lebih yakin bahwa gas yang kita sintesis betul-betul adalah gas
hidrogen.
DAFTAR PUSTAKA
Admin, 2009, Hidrogen, (online) ([Link] diakses 28 Oktober
2010, pukul 14.00 WITA.
Anonim, 2010, Hidrogen, (online) ([Link] diakses 28
Oktober 2010, pukul 14.00 WITA.
Bird, T., 1993, Kimia Fisik untuk Universitas, PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Cotton, F.A., dan Wilkinson, G., 1989, Kimia Anorganik Dasar, Universitas
Indonesia, Jakarta.
Mohsin, Y., 2004, Hidrogen, (online) ([Link] diakses 28
Oktober 2010, pukul 14.00 WITA.
Sukardjo, 1984, Kimia Anorganik, Rineka Cipta, Yogyakarta.
Sukardjo, 1997, Kimia Fisika, Rineka Cipta, Yogyakarta.
Svehla, G., 1985, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro
Bagian I, PT Kalman Media Pustaka, Jakarta.
Bagan Kerja
7 biji pellet NaOH
- Dimasukkan dalam gelas kimia 100 mL
- Ditambahkan 50 mL akuades
- Diaduk hingga semua pellet larut
- Di tuangkan ke dalam alat alir gas
- Ditambahkan 0,3 gram serbuk Al
- Dihomogenkan dengan cara digoyangkan agar reaksi antara larutan
NaOH dan Al dapat berlangsung
- Diamati perubahan yang terjadi pada balon
Hasil
LEMBAR PENGESAHAN
Makassar, 30 November 2010
ASISTEN, PRAKTIKAN,
(KARDINOPEL KOMBONG) ( RASMIANTI RASYID)