0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
652 tayangan16 halaman

Tugas Makalah Stia

Makalah ini membahas tentang sistem ekonomi dan permasalahan ekonomi Indonesia. Sistem ekonomi dijelaskan sebagai aturan dan cara yang mengatur aktivitas ekonomi suatu negara. Ada empat sistem utama yaitu tradisional, terpusat, pasar, dan campuran. Sistem Indonesia adalah campuran berdasarkan Pancasila. Permasalahan ekonomi Indonesia meliputi tingginya inflasi, defisit neraca berjalan, dan pengangguran.

Diunggah oleh

Fahrul Okta Ramadan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
652 tayangan16 halaman

Tugas Makalah Stia

Makalah ini membahas tentang sistem ekonomi dan permasalahan ekonomi Indonesia. Sistem ekonomi dijelaskan sebagai aturan dan cara yang mengatur aktivitas ekonomi suatu negara. Ada empat sistem utama yaitu tradisional, terpusat, pasar, dan campuran. Sistem Indonesia adalah campuran berdasarkan Pancasila. Permasalahan ekonomi Indonesia meliputi tingginya inflasi, defisit neraca berjalan, dan pengangguran.

Diunggah oleh

Fahrul Okta Ramadan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SISTEM DAN PERMASALAHAN EKONOMI INDONESIA

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata Kuliah : Sistem Ekonomi Indonesia
Dosen : Ovita Charolina, SE, [Link]

Oleh :

ARMARANI SEPTIA DWIPUTRI


NPM. 1901.0095.P

SEMESTER III
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI BENGKULU
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga
saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul : SISTEM DAN PERMASALAHAN
EKONOMI INDONESIA” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada Program Studi
Administrasi Negara, mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia. Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan tentang Sistem Ekonomi Indonesia berikut dengan
permasalahan ekonomi Indonesia bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ovita Charolina, SE, [Link] dosen mata kuliah
Sistem Ekonomi Indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan program studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Bengkulu, 25 Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pembahasan

BAB II PEMBAHASAN

A. Sistem Ekonomi
B. Permasalahan Ekonomi Indonesia

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem perekonomian adalah sistem yang dipakai oleh sebuah negara untuk
mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik untuk perorangan ataupun instansi di
negara itu. Perbedaan utama antara satu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi yang lain
yaitu bagaimana cara sistem itu mengelola faktor produksinya. Dalam beberapa sistem,
seorang individu diizinkan memiliki seluruh faktor produksi. Sementara dalam sistem
lainnya, semua faktor tersebut dikuasai oleh pemerintah.

Sistem perekonomian yang diterapkan oleh negara Indonesia adalah Sistem


perekonomian Pancasila. Ini artinya sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia
harus berpedoman pada Pancasila. Sehingga secara normatif Pancasila dan UUD 1954
adalah landasan idiil sistem perekonomian di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Ekonomi


2. Apa sajakah macam-macam Sistem Ekonomi
3. Apa saja permasalahan pokok ekonomi?
4. Bagaimana Sistem Ekonomi di Indonesia
5. Permasalahan ekonomi Indonesia

C. Tujuan Pembahasan

Dengan dibuatnya makalah ini, penulis berharap rekan-rekan segenerasi penerus


bangsa dapat peka dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang akan terjadi
pada masalah ekonomi yang akan terus berkembang. Dengan kepekaan inilah maka
perkembangan masalah ekonomi di setiap waktunya dapat teranalisa. Sehingga di masa
yang akan datang diharapkan para generasi baru dapat menciptakan sistem perekonomian
yang sesuai dengan harapan dan juga sesuai dengan keadaan yang ada.
BAB II

PEMBAHASAN

A. SISTEM EKONOMI

1. Pengertian Sistem Ekonomi


Masalah ekonomi merupakan masalah mendasar yang terjadi di semua negara.
Oleh karena itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi tiap negara, masing-masing
negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara
yang bersangkutan.
Sistem menurut Chester. [Link], adalah suatu kesatuan yang terpadu, yang
di dalam nya terdiri atas bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan
batas tersendiri. Suatu sistem pada dasarnya adalah organisasi besar yang menjalin
berbagai subjek atau objek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.
Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat brupa orang – orang atau
masyarakat, untuk suatu sistem sosial atau sistem kemasyarakatan dapat berupa
makhluk – makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu sistem kehidupan atau
kumpulan fakta, dan untuk sistem informasi atau bahkan kombinasi dari subjek –
subjek tersebut. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah
tempat subjek ( objek ) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalain
hubungan subjek ( objek ) tersebut agar serasi. Kaidah atau norma yang dimaksud
bisa berupa aturan atau peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk
suatu sistem yang menjalin hubungan antar manusia.
Secara teoritis, pengertian sistem ekonomi dapat dikatakan sebagai perpaduan
dari aturan – aturan dan cara – cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk
mencapai tujuan dalam perekonomian. Sedangkan menurut Gilarso ( 1992 : 486 )
sistem ekonomi adalah keseluruhan cara untuk mengordinasikan perilaku masyarakat
( lpara konsumen, produsen, pemerintah, bank dan sebagainya ) dalam menjalankan
kegiatan ekonomi ( produksi, distribusi, konsumsi, investasi dan sebagainya )
sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat
dihindari. Lalu menurut McEachren, sistem ekonomi dapat diartikan sebagai
seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana,
dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
2. Macam – Macam Sistem Ekonomi
Secara garis besar, kita mengenai empat sistem ekonomi yang tumbuh dan
berkembang yang sesuai dengan situasi, kondisi serta ideologi negara yang
bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional,
sistem ekonomi terpusat atau komando, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi
campuran.

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh


masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai – nilai sosial,
kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam
bidang produksi, biasanya mereka hanya bisa diproduksi untuk diri sendiri saja.
Oleh karena itu, sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak
lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang.

Ciri – ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :

a) Aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan
b) Kehidupan masyarakatnya sangat sederhana
c) Kehidupan gotong – royong dan kekeluargaan sangat dominan
d) Teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana
e) Modal yang digunakan sedikit
f) Transaksi jual beli dilakukan dengan cara barter
g) Kegiatan produksi sepenuhnya bergantung pada alam dan tenaga kerja
h) Hasil produksi terbatas hanya untuk keluarga atau kelompoknya saja

2. Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando

Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis
atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang
menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat.
Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai
kegiatan ekonomi sangat dominan.
Tokoh yang memopulerkan sistem ekonomi komando adalah Karl Marx. Ia
adalah seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman. Bukunya yang terkenal berjudul
Das Capital. Dalam sistem ekonomi komando, semua kegiatan ekonomi diatur dan
direncanakan oleh pemerintah. Pihak swasta tidak memiliki kewenangan dalam
kegiatan perekonomian. Semua permasalahan perekonomian yang meliputi what,
how, dan for whom semuanya dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat
sehingga semua alat produksi dikuasai oleh pemerintah. Sistem ekonomi komando
banyak dianut oleh negara-negara di Eropa Timur dan Cina.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat
adalah sebagai berikut:
a)  semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;
b)  kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh
negara;
c)  semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu
atau pihak swasta tidak diakui.
Sistem ekonomi sosialis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang
dimiliki oleh sistem ekonomi ini, diantaranya :
a)   Tingkat inflasi dan pengangguran dapat ditangani dengan baik , sebab
perekonomian di kendalikan oleh pemerintah pusat;
b)  Kegiatan produksi dan distribusi dapat dilaksanakan dengan mudah, sebab
pemerintah memiliki seluruh sumber daya dan faktor-faktor produksi;
c)   Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh
pemerintah.
Kelemahan Sistem Ekonomi Terpusat, diantaranya sebagai berikut :
a)  menghambat kreativitas masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian
sebab kegiatan perekonomian telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat;
b) terjadinya monopoli yang merugikan masyarakat;
c)  terjadinya ketidaksesuaian barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, yang
disebabkan oleh sulitnya pemerintah daam menghitung semua kebutuhan
masyarakat.
Contoh negara yang dapat dikatakan mendekati sistem ekonomi komando
adalah Kuba, Rusia, Korea Utara, dan RRC, walaupun RRC saat ini mulai
meninggalkan

3. sistem ekonomi komando dalam perekonomiannya.


Dalam beberapa buku sumber, istilah sistem ekonomi pasar disebut juga
sebagai laissez-faire. Kata laissez-faire berasal dari bahasa Perancis yang artinya
“biarlah mereka melakukan pekerjaan yang sesuai dengan mereka”. Selain di
istilahkan laissez-faire, Sistem ekonomi pasar disebut sebagai sistem ekonomi
kapitalis. Istilah ini muncul dikarenakan dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku
“Free Fight Liberalisme” (sistem persaingan bebas), artinya siapa yang memiliki
dan mampu menggunakan kekuatan modal secara efektif dan efisien akan dapat
memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang mengagungkan kekuatan
modal sebagai syarat dalam memenangkan pertarungan ekonomi disebut
Kapitalisme. Tokoh yang memopulerkan sistem ekonomi pasar adalah Adam
Smith. Bukunya yang terkenal berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of
the Wealth of Nation. Adam Smith menyatakan bahwa “perekonomian akan
berjalan dengan baik apabila pengaturannya diserahkan kepada mekanisme pasar
atau mekanisme harga”. Teori ini kemudian dikenal dengan sebutan The Invisible
Hands. Sistem ekonomi pasar merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan
pereekonomian yang didasarkan kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi antara
permintaan dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada
kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, di antaranya sebagai berikut:
a)  setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;
b) perekonomian diatur oleh mekanisme pasar;
c)  peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu
untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan
efisiensi;
d) peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e) hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik
perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara;
f)  setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan;
g)  kegiatan perekonomian selalu berdasarkan keadaan pasar.
Sistem ekonomi pasar memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang
dimiliki oleh sistem ekonomi ini, diantaranya :
a)  Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian,
sebab masyarakat diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian;
b)  Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, sebab terjadinya persaingan
yang ketat;
c)   Efisiensi dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi dapat tercapau
dengan baik, sebab tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif
pencrian keuntungan yang sebesar-besarnya.
Kelemahan sistem ekonomi pasar, diantaranya sebagai berikut:
a)  Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku
adalah free fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan
adalah modal;
b) Tidak tertutup kemungkinan munculnya monopoli yang merugikan masyarakat;
c) Terapat kesenjangan yang besar antara pemilik modal dan golongan pekerja
sehingga yang kaya lebih kaya dan yang miskin bertambah miskin.
Contoh negara yang sistem ekonominya mendekati sistem ekonomi pasar
adalah Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis,
Kanada, Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik
Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria,
Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands,
Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia,
Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara
penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina,
Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino. Juga beberapa negara di
kawasan Asia seperti Hongkong , Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan
Singapura , India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand
dan Turki. Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya,
liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika
Selatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara
Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte D’Ivoire, Equatorial
Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles,
Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.

4. Sistem Ekonomi Campuran


Sistem ekonomi campuran merupakan suatu tata cara kehidupan
perekonomian yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat
masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiana
ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Sistem ekonomi campuran sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem
ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, maksudnya pemeintah dan
masyarakat atau pihak swasta bekerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi
sehingga perekonomian tidak lepas kendali. Kegiatan perekonomian pada sistem
ini diserahkan kepada kekuatan pasar.
Sistem ekonomi campuran terlahir sebagai konsekuensi logis atas upaya untuk
menghapus kekurangan-kekurangan pada sistem ekonomi pasar dan sistem
ekonomi terpusat. Pemikiran selanjutnya mengenai sistem ekonomi campuran
didasarkan pada fakta di lapangan yaitu tidak ada satu negara yang menerapkan
sistem ekonomi pasar atau sistem ekonomi koma ndo secara murni. Atau
sebaiknya, di suatu negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pemerintah
masih turut mengendaikan beberapa sektor yang di anggap menguasai hajat hidup
orang banyak.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran, di antaranya sebagai berikut:
a)  hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari
pemerintah;
b)  kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu
memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan
yang dimilikinya;
c)  kepentingan umum lebih diutamakan;
d)  campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-
faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
e)  pelaku ekonomi terdiri atas individu, pemerintah dan swasta.

B. PERMASALAHAN EKONOMI INDONESIA

Permasalahan pokok ekonomi dibagi dua menjadi masalah ekonomi klasik dan masalah
ekonomi modern.

A. Permasalahan Ekonomi Modern


1. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce)
Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua
barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat  dapat diproduksi. Suatu masyarakat
ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang
dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi
kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi. Ini merupakan
masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam,
manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang
dan jasa.
2. Menentukan cara barang diproduksi (how to produce)
Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan
penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat
menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling
rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses
produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti
skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap
mental.
3. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) ,
Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang
keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang
bekerja lebih banyak daripada yang [Link] distribusi juga terkat dengan
pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan
hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak
sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi
berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi
masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan
jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang
dimaksud dengan  adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan
masing-masing.
B. Masalah Ekonomi Klasik
Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith.
para penganut teori tersebut mengemukakan bahwa permasalahan ekonomi merupakan
satu kesatuan proses yang terdiri dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi.
kesejahteraan/kemakmuran masyarakat dipengaruhi oleh :
1. Masalah Pokok Ekonomi
a. Konsumsi,  setiap kebutuhan manusia atau masyarakat didesak oleh kebutuhan-
kebutuhan atau keinginannya dalam menentukan jenis barang-barang dan jasa
yang hendak digunakan atau dikonsumsi.
b. Produksi, masalah produksi berkaitan erat dengan produk (barang dan jasa) apa
yang akan diproduksi, untuk siapa barang tersebut diproduksi, menggunakan
berapa tenaga kerja. Dalam kegiatan produksi, tidak terlepas dari cara
penggunaan bahan mentah, peralatan (modal), tenaga kerja, dan teknologi yang
menentukan kapasitas produksi atau kemampuan memproduksi barang dan jasa.
c. Distribusi, msalah distribusi adalah bagaimana menyalurkan barang dan jasa dari
produsen sampai ke konsumen serta saluran distribusi apa yang akan digunakan.
misalnya lewat distributor, agen, atau saluran lainnya

d. Pertumbuhan, masalah pertumbuhan ekonomi menyangkut bertambahnya


pendapatan nasional, di antaranya bertambahnya pendapatan/ masyarakat.
Pertumbuhan juga berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Pokok
masalahnya adalah bagaimana kehidupan ekonomi berjalan terus menerus dengan
sumber daya alam yang semakin berkurang, sementara pertambahan penduduk
dan kebutuhan masyarakat terus meningkat.
2. Masalah Ekonomi Lokal Dan Masalah Ekonomi Global
a.  Masalah Ekonomi Lokal

Masalah ekonomi dapat dipelajari dari berbagai sudut pandang yang dianalisis
berdasarkan pendekatan letak geografis, menimbulkan konsep ekonomi regional
(regional econimics) atau ekonomi lokal yang menyelidiki tata ruang sumber-
sumber yang langka serta hubungannya dengan pengaruh terhadap lokasi
berbagai macam usaha kegiatan baik ekonomi maupun social. Ilmu ekonomi ini
berguna karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan dan
manfaat dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi lokal atau dapat
dikelompokkan menjadi dua permasalahan yaitu sebagai berikut:

1) Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi

Masalah ini berhubungan dengan bagaimana mengatur perekonomian dari


waktu ke waktu (bulan, triwulan, semester, dan tahun). Ada tiga permasalahan
yang sering muncul, yaitu:

a) Inflasi berhubungan dengan masalah kestabilan harga- harga barang dan


jasa.

b) Pengangguran atau kesempatan kerja.

c) Ketidakstabilan neraca pembayaran suatu Negara.

2) Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi

Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi yaitu bagaimana


mengendalikan perekonomian supaya terjadi keseimbangan antara
pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana
untuk investasi. Masalah jangka panjang juga mengatur untuk dapat
menghindari masaJah ekonomi tersebut dalam waktu yang lebih panjang (lima
tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, dan seterusnya)

Masalah ekonomi jangka pendek, misalnya inflasi atau kenaikan tingkat harga
umum secara terus menerus, sebagai akibat keadaan jumlah uang yang beredar
lebih banyak dibandingkan dengan mengatur jumlah barang, dapat diatasi
dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Mengurangi jumlah uang yang
beredar dapat dilakukan dengan menaikkan tingkat suku bunga bank, dengan
harapan orang yang meminjam berkurang dan yang menabung meningkat,
sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. Disamping itu, juga dapat
ditempuh dengan cara pemerintah menjual surat- surat berharga, misalnya
setifikat Bank Indonesia, kepada masyarakat dengan harapan uang yang
beredar di masyarakat dapat di tarik oleh bank. Untuk mengatasi inflasi dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a) Kebijakan uang ketat (tight money policy) contoh: Politik diskonto


(menaikkan dan menurunkan tingkat bunga), pasar terbuka (kebijakan
pemerintah melalui bank sentral untuk menjual surat- surat berharga berupa
SBI), meningkatkan kas rasio yaitu perbandingan antara modal dengan dana
pinjaman, kredit selektif (kebijaksanaan bank sentral untuk memperketat
pemberian kredit).

b)  Kebijakan fiskal yaitu menentukan tarif pajak yang tingi dengan harapan
pajak yang ditarik pemerintah banyak, sehingga uang yang beredar sedikit.
Dapat pula dengan anggaran surplus yaitu penerimaan pemerintah lebih
banyak dibandingkan pengeluarannya
c)  Kebijaksanaan bidang produksi yaitu dengan cara mempertinggi jumlah
produksi, membeli subsidi kepada produse, sehingga produksi lebih
produktif untuk menghasilkan jumlah produksi lebih banyak. Pemerintah
dapat pula mendorong pengusaha untuk menanamkan modalnya
(invenstasi) baru.

d) Kebijaksanaan perdagangan interaksional yaitu dengan cara menurunkan


biaya impor, dengan harapan barang dan jasa yang beredar di masyarakat
dalam negeri melimpah.

e) Kebijaksanaan bidang harga yaitu kebijaksanaan pemerintah dalam


menetapkan harga maksimum bagi barang dan jasa.

Ketidakstabilan neraca pembayaran atau difisit surplus neraca pembayaran


merupakan masalah ekonomi suatu Negara. Pengertian neraca pembayaran adalah
catatan transaksi- transaksi internasional.

Defisit neraca pembayaran tidak berarti buruk dalam jangka pendek sebab, hal
ini merupakan kondisi aliran modal ke luar lebih banyak dibandingkan modal yang
masuk. Masalah ini dapat diselesaikan dengan meningkatkan penerimaan ekspor
yang lebih besar dibandingkan kewajiban membayar impor, akan tetapi dalam
jangka panjang merupakan masalah. Begitu pula sebaliknya, apabila neraca
pembayaran surplus berkepanjangan tidak baik, neraca pembayaran akan baik
apabiia dibeianjakan. Devisa yang terakumulasi hanya akan mendorong tingkat
harga umum naik.

b. Masalah Ekonomi Global

Akhir- akhir ini mungkin kalian sering mendengar kata global atau globalisasi.
Secara sederhana, kata globalisasi mengandung pengertian menyatunya negara-
negara di dunia menjadi negara yang sangat besar. Globalisasi terjadi akibat
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi dan sarana
transportasi, sehingga batas- batas negar menjadi kurang berarti secara ekonomi.
Pengaruh globalisasi dapat kalian rasakan dari segi budaya musik yang
didengarkan remaja Singapura, Jepang. Amerika, bahakan negara-negar di
Afrika. Begitu pula jenis mode pakaian, dan makanan yang hampir sama di
berbagai negara. Masalah ini dialami pula di bidang ekonomi, yang dikenal
dengan globalisasi ekonomi; mengandung pengertian semakin menyatunya
kegiatan ekonomi antara negara di dunia. Berbagai contoh dapat kalian lihat
terciptanya globalisasi ekonomi. diantaranya sebagai berikut.
1) Bidang Produksi
Dewasa ini kalian akan sering mengalami kesulitan dalam menentukan dimana
produk tersebut dibuat. Misalnya untuk produk pakaian yang dibuat di
Perancis, kapasnya dari Cina, kainnya dibuat di Indonesia, kancingnya dari
Itali, benangnya dari Amerika, dirancang dan dibuat di Perancis. Dengan
keadaan seperti itu, dapatkah produk tersebut buatan Perancis?

Masalah serupa dapat kalian temukan pada industri- industri mobil, elektronik,
computer, pesawat terbang, dan sebagainya. Hal itu terjadi karena sangat
jarang suatu negara yang dapat memproduksi suatu barang dari hulu sampai
hilir. Di samping itu, penggunaan bahan dari negara lain juga dilakukan
dengan alas an efisiensi; apabila salah satu bahan diproduksi sendiri biayanya
terlalu mahal.
2) Bidang Tenaga Kerja
Mungkin kalian sering mendengar bahwa di Jakarta banyak terdapat orang
asing bekerja pada suatu kantor atau banyak tenaga i kerja kita yang bekerja di
luar negeri. Hal ini dapat saja terjadi, dan sekarang menjadi wajar, karena
siapa pun apabial ada kesempatan dan memenuhi syarat maka ia dapat bekerja
dimana pun. Misalnya sebuah perusahaan di Indonesia memperkerjakan orang
Philipina karena kemampuannya berbahasa Inggris, atau memperkerjakan
orang Jepang karena etos kerjanya yang tinggi.
3) Bidang modal
Globalisasi ekonomi memudahkan pengusaha mendapatkan modal untuk
memperluas perusahaannya. Misalnya perusahaan tambak ikan di Indonesia
memerlukan modal untuk memperluas tambaknya, dapat saja meminjam
modal dari Hongkong, karena tingkat bunga di Indonesia dianggap terlalu
mahal.

Masalah ekonomi global semakin kompleks seiring dengan dorongan


perdagangan bebas. Negara berkembangan semakin ketinggalan dalam banyak
hal; misalnya masuknya barang- barang negara maju mudah (tanpa proteksi),
akan menimbulkan ketergantungan, kualitas sumber daya manusia yang
ketinggalan, produk- produk dalam negeri yang tidak laku karena kualitas, dan
harga produk luar yang lebih baik.

Bagaimana akibat dari masalah ekonomi global dan perdagangan bebas itu
terhadap masalah ekonomi nasional? Jawabannya dapat beraneka ragam. Salah
satunya adalah pereknomonian nasional kalah dalam bersaing. Oleh karena itu,
agar tidak ketinggalan, harus memenangkan persaingan. Ada tiga cara untuk
memenangkan persaingan yaitu:

a) Meningkatkan efisiensi yaitu dengan cara melakukan penghematan di segala


bidangdan sector kegiatan ekonomi; misalnya menghilangkan biaya yang
tidak perlu (efisiensi ekonomis), dan pengalokasian sumber daya yang
terbaik (efisiensi teknis)
b) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu meningkatkan
kemampuan. keterampilan, etos kerja yang tinggi, ulet. dan tidak mudah
menyerah. Berbagai cara dapat dilakukan. seperti melalui pendidikan.
pemagangan, latihan kerja. dan lain- lain.
c) Mengadakan progam penelitian dan pengembangan (research and
development) atau litbang. Dengan tujuan untuk: perbaikan, penyesuaian
ide- ide serta pengembangan yang berakhir dengan suatu produk yan lebih
bermanfaat. Penelitian dan pengembangan berkaitan erat dengan penemuan
(invention) yang mencakup penemuan metode- metode baru, teknik- teknik
produksi baru, dan produk- produk baru, serta pembahanian (innovation)
yaitu membawa penemuan baru ke masyarakat (pasar). Perekonomian yang
efisien akan mampu memproduksi barang dengan kualitas yang tinggi dana
harga yang murah, sedangkan sumberdaya yang berkualitas dan penelitian
yang baik akan memungkinkan perekonomian untuk menghasilkan produk-
produk yang berkualitas dan kemungkinan lebih murah.

Anda mungkin juga menyukai