LEMBAGA PENDIDIKAN DAN DAKWAH ISLAM
YAYASAN USMAN AL-FARSY PAMEKASAN
SMP PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN
Jalan Jokotole Indah Blok C, Kav. 4 Pamekasan
Kode Pos 69313, Telp. (0324) 328030
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Komponen
A Layanan dasar
Layanan
B Bidang Layanan Belajar
C Topik layanan Belajar efektif dengan memahami Gaya Belajar
D Fungsi Layanan Pemahaman, penerapan, dan pengembangan
Memberikan informasi dan pemahaman kepada siswa mengenai
E Tujuan Umum
pentingnya mengetahui tipe-tipe gaya belajar.
1. Membantu siswa agar dapat mengenal berbagai gaya
belajar.
F Tujuan Khusus 2. Memberikan pemahaman kepada siswa akan pentingnya
mengetahui macam-macam gaya belajar untuk
meningkatkan prestasi.
G Sasaran layanan Kelas IX
Memberikan pemahaman akan pentingnya mengetahui
konsep gaya belajar.
H Materi layanan
Mengetahui tipe-tipe gaya belajar menurut beberapa ahli
.
I Waktu 1 x 40 menit
J Sumber Buku, PDF, Internet
K Metode/ Teknik Diskusi dan tanya jawab
L Media/Alat Laptop, Proyektor, LCD.
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyapa
peserta didik dengan kalimat yang membuat siswa
a. Pernyataan bersemangat.
Tujuan 2. Pada tahap ini bisa juga diikuti dengan proses Ice Breaking
“kata otong”
3. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan tentang tujuan tujuan khusus yang akan
dicapai
b. Penjelasan
tentang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor menjelaskan
langkah- langkah-langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab peserta
langkah didik.
kegiatan
c. Mengarahka
n kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor memberikan
(konsolidasi penjelasan tentang topik yang akan dibicarakan
)
d. Tahap Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menanyakan
Peralihan kesiapan peserta didik melaksanakan kgeiatan, dan memulai ke
(Transisi) tahap inti
2. Tahap Inti
a. Kegiatan Peserta didik melakukan berbagai kegiatan sesuai langkah-
peserta langkah dan tugas serta tangggung jawab yang telah
didik dijelaskan.
b. Kegiatan
guru
Bimbingan
Pemberian materi oleh guru Bimbingan dan Konseling
dan
atau konselor.
Konseling
atau
konselor
3. Tahap Penutup
a. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor memberikan
penguatan
b. Penyampaian saran dan kritik untuk membangun
kepercayaan antara konselor dan para siswa.
c. merencanakan tindak lanjut.
N Evaluasi
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor melakukan
evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan : (contoh
:semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
1. Evaluasi Proses 3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau bertanya :
sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan topik/ tidak
sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor:
mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit dipahami
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, evaluasi
dilakukan dengan cara memberikan lembar kerja pada siswa
yang dikerjakan secara berkelompok, antara lain:
1. Pemahaman
1. Menurut anda seberapa penting mengetahui tipe-tipe
gaya belajar?
2. Kesulitan apa yang dihadapi dalam menentukan gaya
2. Evaluasi Hasil
belajar yang cocok untuk anda?
2. Sikap
1. Bagaimana gaya anda belajar selama ini?
3. Keterampilan
1. Solusi apa yang dilakukan untuk dapat meningkatkan
prestasi disekolah?
Lampiran : 1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap
2. Lembar kerja peserta didik
Mengetahui : Pamekasan,17 Juli 2021
Kepala Sekolah Guru BK/ Konselor
Syaiful Bahri, S. Pd Imsakiyah Homisah
Materi
A. Mengenal Tipe Belajarmu : Visual, Auditori atau Kinestetik
Setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang
belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan
sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik. Untuk
memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu
mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri.
Menurut DePetter dan Hearchi 2003, tipe belajar merupakan gaya belajar yang
dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan
mengolah informasi. Sutanto, 2006, membagi tipe belajar seseorang menjadi tiga hal:
1. Manusia visual, dimana ia akan secara optimal menyerap informasi yang
dibacanya/dilihatnya.
2. Manusia auditori, dimana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan
diserap secara optimal.
3. Manusia kinestetik, dimana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi
yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang
lain melakukan hal yang akan dipelajarinya.
Sejalan dengan hal tersebut, DePetter dan Hearchi, 2003, mendeskripsikan ciri-ciri
tipe belajar seseorang menjadi sebagai berikut:
1. Tipe Visual
Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan
ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang
dengan tipe belajar visual, yaitu :
Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan
Berbicara dengan cepat
Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
Mengingat dengan asosiasi visual
Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering
meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya.
Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat
Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat
Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
Lebih menyukai seni gambar daripada musik
Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban yang singkat ya atau tidak
Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang
tepat
Biasanya tidak terganggu dengan keributan
2. Tipe auditori
Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar.
Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara
menonjol pada tipe auditori. Seseorang yang sangat auditori memiliki ciri-ciri sebagai
berikut.
Suka berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan
Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, perubahan dan warna suara
Merasa kesulitan untuk menulis dan lebih suka mengucapkan secara lisan
Berbicara dalam irama yang terpola
Lebih suka musik daripada seni gambar
Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang
dilihat
Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti
memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
Biasanya pembicara yang fasih
3. Kinestetik
Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini
mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik.
Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu :
Berbicara dengan perlahan
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara
Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang
Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
Belajar melalui memanipulasi dan praktik
Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
Banyak menggunakan isyarat tubuh
Tidak dapat diam untuk waktu yang lama
Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di
tempat itu.
Menyukai permainan yang menyibukkan
Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk
pena, jari, atau kaki saat mendengarkan
Ingin melakukan segala sesuatu
Kemungkinan tulisannya jelek
Selain ketiga tipe belajar tersebut, DePetter juga menambahkan bahwa ada tipe
campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau
bisa ketiga-tiganya tapi biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi.
Jadi, menurutmu, yang manakah tipe belajarmu? Jika bisa ditemukan, maka ada
baiknya dimaksimalkan.
Sumber Bacaan:
[Link]
[Link] diakses pada tanggal 21 Juli 2017 pukul 22:45
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Jawablah pertanyaan berikut ini.
1. Menurut anda seberapa penting mengetahui tipe-tipe gaya belajar?
2. Kesulitan apa yang dihadapi dalam menentukan gaya belajar yang cocok untuk anda?
3. Bagaimana gaya anda belajar selama ini?
4. Solusi apa yang dilakukan untuk dapat meningkatkan prestasi disekolah?