Nama : Asri Meliasari
Kelas : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga 04
NIM : 210208501001
Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah
A.Pengertian Ragam Bahasa Ilmiah
Ilmiah itu merupakan kualitas dari tulisan yang membahas persoalan dalam bahasa
indonesia bidang ilmu tertentu. Kualitas keilmuan itu didukung juga oleh pemakaian bahasa
dalam ragam ilmiah. Jadi, ragam bahasa ilmiah itu mempunyai sumbangan yang tidak kecil
terhadap kualitas tulisan ilmiah.
Ragam ilmiah merupakan pemakaian bahasayang mewadahi dan mencerminkan sifat
keilmuan dari karya ilmiah.sebagai wadah, ragam ilmiah harus menjadi ungkapan yang tetap
bagi kerumitan (sofistifikasi) pemikiran dalam karya ilmiah. Dari pemakaian ragam ilmiah itu
juga bukan saja tercermin sikap ilmiah, melainkan juga hati-hatian, kecendekiaan, kecermatan,
kebijaksanaan (wisdom) dan kecerdasandari penulisnya.
Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah merupakan salah satu ragam Bahasa Indonesia yang
digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan
fakta, konsep, prinsip,teori, atau gabungan dari keempatnya, Bahasa Indonesia diharapkan dapat
menjadi media yang efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan.
B.Ranah Penggunaan Bahasa Ragam Ilmiah
Penggunaan bahasa dalam berbagai karya ilmiah adalah sebagai berikut ;
a. Laporan berbentuk naskah
Contoh : artikel makalah, laporan hasil penelitian, laporan surat.
b.Skripsi (pada S1), Tesis (pada S2), Desertasi (pada S3)
c. Laporan pekerjaan yang berbentuk surat/ naskah
d. Laporan pertanggung jawaban
Contoh : laporan kegiatan, keuangan, laporan pemegang saham.
C.Ciri-ciri Bahasa Ragam Ilmiah
Ciri-ciri bahasa ragam ilmiah pada dasarnya ada dua, yaitu ciri umum dan ciri khusus. Ciri
umumnya adalah bahasa yang digunakan harus bersifat ilmiah, artinya sesuai dengan kaidah tata
bahasa baku bahasa Indonesia. Ciri-ciri khusunya adalah:
(a) Cendekia
(b) Lugas dan logis
(c) Jelas
(d) Ringks dan padat
(e) Formal dan objektif
(f) Gagasan sebagai pangkal tolak
(g) Penggunaan istilah teknis
(h) Konsisten
A.Cendekia
Ciri cendekia yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan
karya ilmiah mampu mengungkapakan hasil berpikir logis secara tepat. Hal itu diwujudkan
dalam penyusunan atau pengorganisasian bahasa secara sistematis, artinya teratur dan runtut
sehingga menunjukkan kelogisan berpikir seseorang atau penulis.
B.Lugas dan Logis
Ciri lugas yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya
ilmiah harus bermakna harafiah dan tidak bermakna ganda, sedangkan ciri logis adalah bahasa
Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah sesuai dengan logika atau dapat
diterima oleh akal sehat. Hal itu membantu penulis dalam mengungkapkan pola pikir atau
gagasannya dan membantu pembaca dalam memahami gagasan atau pola pikir penulis.
C.Jelas
Ciri jelas yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya
ilmiah jelas struktur kalimat dan maknanya. Hal itu sangat membantu penulis dalam
memaparkan gagasan atau pola pikirannya dan mempermudah pembaca untuk memahami makna
yang dimaksudkan.
D.Padat dan Ringkas
Padat yang dimaaksud adalah gagasan atau pola pikir yang akan diungkapakan tidak
tercampur unsur-unsur lain yang tidak ada hubungannya atau tidak diperdulikan. Ciri ringkas
yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan a ilmiah harus singkat,
tidak menggunakan kata-kata yang berlebihan (mubazir). Dengan demikian, penulisan karya tulis
ilmiah menunjukkan gagasan atau pola pikir yang padat dan tertuang dalam kalimat yang
ringkas.
E.Formal dan Objektif
Formal yang dimaksud mengacu pada pandangan bahwa komunikasi ilmiah melalui
tulisan ilmiah merupakan komunikasi formal atau resmi sehingga bahasa Indonesia yang
digunakannya harus bahasa Indonesia formal, artinya bahasa Indonesia yang digunakan harus
bahasa yang dalam situasi formal atau resmi pada struktur bahasa yang mencakup seluruh tataran
struktur kebahasaan. Penggunaan bahasa seperti itulah yang menunjukkan ciri objektif, yaitu
daoat diukur kebenarannya secara terbuka umum.
F.Gagasan sebagai Pangkal Tolak
Gagasan sebagai pangkal tolak yang dimaksud adalah bahasa yang yang digunakan
dalam penulisan karya ilmiah harus berorientasi pada gagasan atau pola pikir bukan pada
penulis. Gagasan sebagai pangkal tolak terkait dengan objektivitas
G.Penggunaan Istilah Teknis
penulis, artinya penggunaan bahasa tersebut secara dominan harus bertolak pada objek
yang dibicarakan dan bukan pada penulis secara pribadi. Oleh karena itu, objektivitas harus
ditandai dengan upaya penulis untuk menghindari penggunaan kata saya,kami, dan kita.
Ciri penggunaan istilah teknis yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan
dalam penulisan karya ilmiah harus berfungsi sebagai wacana teknis, artinya sesuai dengan
bidang keilmuannya yang dilengkapi dengan peristilahan teknis yang meliputi penulisan angka,
lambing, dan istilah sesuai dengan bidang ilmu.
H.Konsisten
Ciri konsisten yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan
karya ilmiah mulai dari tataran terkecil sampai dengan tataran terbesar dan terluas (keseluruhan
struktur bahasa) harus ajeg. Arti ajeg adalah taat asas atau selalu menggunakan bentuk-bentuk
atau unsur-unsur tersebut dari awal tulisan sampai akhir tulisan.
Contoh-contoh Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah
Keseluruhan ciri bahasa Indonesia ragam ilmiah seperti yang telah disebutkan harus terwujud
dalam karya tulis ilmiah yang dibuat oleh penulis. Untuk itu, perhatikan contoh-contoh dan ciri-
ciri penulisan karya ilmiah berikut. Contoh-contoh berikut disajikan dalam bentuk yang salah
sekaligus bentuk yang benar.
A.Cendekia
Contoh :
1) Kemajuan informasi pada era globalisasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai
moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke Negara Indonesia yang
dimungkinkan tidak sesuai dengan nili-nilai budaya dan moral bangsa Indonesia.
2) Pergeseran nilai-nilai budaya bangsa terjadi karena masuknya pengaruh budaya barat ke
Indonesia.
B.Lugas dan Logis
Contoh:
1) Kalau pada zaman Sunan Kalijaga dalam kesenian wayang termasuk ceritanya digunakan
sebagai media penyebaran agama. Maka di masa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi
pekerti dalam cerita wayang melalui pengajaran apresiasi.
2) Kalau pada zaman Kalijaga, kesenian wayang, termasuk ceritanya, digunakan sebagai media
penyebaran agama, sekarang, kesenian wayang digunakan sebagai media penanaman budi
pekerti melalui apresiasi.
3) Saat terjadi kekacauan di pasar, pencuri berhasil ditangkap sama polisi.
4) Saat terjadi kekacauan di pasar, polisi berhasil menangkap pencuri
C.Jelas
Contoh:
1) Untuk mengetahui apakah baik dan buruknya pribadi seseorang dari tingkah dan lakunya sehari-
hari.
2) Baik buruknya pribadi seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari.
3) Perkara diajukan kemeja hijau berjumlah lima puluh satu. Sedangkan perkara disidangkan
berjumlah dua puluh satu.
4) Perkara yang diajukan ke meja hijau berjumlah 51 buah, sedangkan perkara yang telah
disidangkan berjumlah 21 buah.
D.Padat dan Ringkas
Contoh:
1) Pendidikan agama di sekolah dasar bagaimanapun tidak akan terlaksana dengan baik tanpa
adanya dukungan yang baik pula dari orang tua murid dalam keluarga.
2) Pendidikan agama di SD tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan orang tua.
E.Formal dan Objektif
Contoh:
1) Menurut Moeliono mengatakan bahwa bahasa ilmiah itu lugas, eksak, dan menghindari
kesamaran dan ketaksaan dalam pengungkapan. (1989)
2) Menurut Moeliono (1989), bahasa ilmiah itu lugas, eksak, dan menghindari kesamaran dan
ketaksaan dalam pengungkapan.
3) Moeliono (1989) mengatakan bahwa bahasa ilmiah itu lugas, eksak, dan menghindari kesamaran
dan ketaksaan dalam pengungkapan.
F.Gagasan Sebagai Pangkal Tolak
Contoh:
1) Kita semua tahu bahwa pendidikan itu dilingkungan keluarga sangat penting dalam
menanamkan moral Pancasila.
2) Perlu diketahui bahwa pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting dalam penanaman
moral Pancasila.
G.Penggunaan Istilah Teknis
Contoh:
1) Hazard Analysis Critical Control Point/HACCP adalah sistem penjaminan mutu dan keamanan
pangan yang sangat dianjurkan oleh badan keamanan pangan internasional Codex Alimentarius
Commission untuk diterapkan di industry pangan.
2) Hazard Anaylisis Critical Control Point (HACCP) adala sistem penjaminan mutu dan keamanan
pangan yang sangat dianjurkan oleh badan keamanan pangan internasional Codex Alimentarius
Commission (CAC) untuk diterapkan di industri pangan.
H.Konsisten
Contoh:
1) Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Untik mereka yang
penting adalah pencabutan embargo senjata.
2) Perluncutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yang
penting adalah pencabutan embargo senjata.