Asesmen Kel 4
Asesmen Kel 4
Disusun Oleh :
Kelompok 4
BK Reguler C 2019
Yogi Yosafat Ginting (1193151020)
Lidya Munawarah Siregar (1193151026)
Putri Tasya Muri Handayani (1193351031)
Rahma Amelia Malik Siregar (1193351033)
Jhon Erikson Damanik (1193351074)
2020
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis
ucapkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah mengenai Tes
Minat RMIB.
Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan sesuai dengan kemampuan penulis. Terlepas
dari itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan
kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.Akhir kata penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada
umumnya.
Kelompok 4
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................ii
BAB I.............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.........................................................................................................................1
1.1. LATAR BELAKANG........................................................................................................1
1.2. RUMUSAN MASALAH...................................................................................................2
1.3. TUJUAN PENULISAN.....................................................................................................3
BAB II...........................................................................................................................................4
PEMBAHASAN............................................................................................................................4
2.1 Hakikat Tes Minat RMIB...................................................................................................4
2.2. Sejarah Tes Minat RMIB....................................................................................................4
2.3 Pengertian Tes Minat RMIB..............................................................................................5
2.4 Aspek-Aspek yang Diukur.................................................................................................6
2.5. Bentuk Tes Minat RMIB....................................................................................................9
2.6. Klasifikasi Tes Minat RMIB............................................................................................10
2.7. Kelebihan dan Kelemahan Tes Minat RMIB...................................................................11
2.8. Administrasi dalam Tes RMIB.........................................................................................13
2.9 Faktor dari Testee dan Tester yang Mempengaruhi Tes Minat RMIB.............................16
2.10 Kode Etik Penggunaan Tes Minat RMIB
2.11 Pemaknaan dan Pengunaan Data Hasil Tes Minat RMIB dalam Layanan BK
BAB III..............................................................................................................................................
PENUTUP.........................................................................................................................................
3.1 KESIMPULAN.......................................................................................................................
3.2 SARAN...................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................
ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Menurut Ellsworth.(1997), belajar ataupun bekerja pada bidang bidang yang diminati terlebih
lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan memberi semangat dalam
mempelajari atau menjalaninya. Tapi seringkali kita memilih suatu jurusan atau bidang studi
karena mengikuti kehendak orang lain, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat
mencerna terlebih dahulu dan memahami bidang yang akan dipelajari. Akibatnya tidak pernah
terpikirkan profesi apa yang akan dijalani setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi
mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang akan digelutinya sesuai dengan latar belakang
pendidikannya tersebut. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau
dikemudian hari mampu bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta
bakat dan minat yang dimilikinya sehingga dapat dikembangkan kapabilitas untuk belajar serta
bekerja secara optimal dengan penuh antusias.
Dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler seseorang tidak terlepas dari keterarikannya
terhadap kegiatan tersebut, seseorang cenderung akan memilih kegiatan yang mereka minati.
Ketertarikan itulah yang biasa disebut dengan minat. Aiken (1994) mendefinisikan minat
kesukaan terhadap kegiatan melebihi kegiatan lain. Minat berhubungan dengan gaya gerak yang
mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan,
pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri (Crow dan Crow dalam Djaali, 2007)
Jersild dan Tasch menekankan bahwa minat atau interest menyangkut aktivitas-aktivitas yang
dipilih secara bebas oleh individu. Sedangkan menurut Doyles Fryer (dalam Nurkencana, 1993)
minat atau interest adalah gejala psikis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang
menstimulir perasaan senang pada individu. Dari banyak definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa minat berhubungan dengan obyek, perasaan individu, dan kegiatan.
Minat yang timbul karena kebutuhan akan menjadi factor pendorong seseorang untuk
melakukan usahanya, jadi orang yang memiliki minat tidak perlu motifasi dari luar karena dia
1
sudah memilki motifasi yang tinggi dalam dirinya sendiri. Minat sangatlah penting terutama
dalam dunia pendidikan.
Tes adalah suatu cara penilalian yang diberikan kepada testee (orang yang dites) kemudian
dibandingkan hasilnya dengan nilai testee lain ataupun dengan nilai yang sudah distandarisasikan
untuk mengetahui kemampuan seseorang. Tes yang digunakan untuk mengetahui minat sering
disebut dengan inventory minat.
Studi tentang minat banyak dilakukan untuk keperluan konseling pekerjaan, pendidikan
maupun pengambilan keputusan dikedua bidang tersebut. Oleh karena itulah inventory test minat
sebagian besar dirancang untuk memperkirakan minat individu dalam berbagai bidang pekerjaan.
Sejumlah inventory juga memberikan analisis minat dalam kurikulum pendidikan yang pada
gilirannya terkait dengan keputusan karier.
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada
yang menyuruh. Untuk mengetahui minat seseorang, telah dikembangkan alat tes RMIB
merupakan singkatan dari The Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) yang merupakan suatu tes
yang disusun dengan tujuan untuk mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang
terhadap suatu pekerjaan. Penelusuran tes bakat dan minat ini memadukan kemampuan
intelektual atau keterampilan (skill) dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Tes
RMIB yang sudah ada merupakan tes manual yang masih menggunakan kertas.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Hakikat Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
2. Bagaimana Sejarah Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
3. Apa Pengertian Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
4. Apa saja Aspek-Aspek yang di Ukur dalam tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
5. Bagaimana Bentuk Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
6. Bagaimana Klasifikasi Hasil Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
7. Apa saja kelebihan dan kekurangan tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
8. Bagaimana administrasi dalam melakukan tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
2
9. Apa saja factor dari testee dan tester yang mempengaruhi hasil tes RMIB (Rothwell
Miller Interest Blank) ?
10. Apa saja kode etik penggunaan tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ?
11. Bagaimana pemaknaan dan penggunaan data hasil tes RMIB (Rothwell Miller Interest
Blank) dalam layanan BK ?
3
BAB II
PEMBAHASAN
Pemahaman akan keanekaragaman bentuk minat pada diri seseorang dapat membantu
memahami potensi karir dan kerja yang dimiliki. Potensi tersebut selanjutnya dapat digunakan
untuk memilih karir dan pekerjaan yang diminati. Seseorang akan lebih bersemangat dalam
melakukan pekerjaan sesuai potensi yang dimilikinya apabila yang dipelajari adalah sesuatu
yang sesuai dengan bakat dan minatnya dalam memecahkan masalah. Para ahli psikologi
memandang minat sebagai aspek non kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif.
Tes Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) merupakan salah satu tes psikologi untuk
menentukan minat dalam berbagai macam pekerjaan yang tersusun dalam beberapa kelompok.
Setiap kelompok terdiri dari 12 macam pekerjaan. Setiap pekerjaan merupakan keahlian khusus
yang memerlukan latihan atau pendidikan keahlian tersendiri. Di dalam tes ini testee (orang yang
akan dites) diminta untuk memilih pekerjaan mana yang ingin testee lakukan atau pekerjaan
mana yang testee sukai, terlepas dari besarnya upah atau gaji yang akan diterima, dan terlepas
dari apakah testee berhasil atau tidak dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.
Test inventori tidak hanya banyak digunakan untuk kepentingan asesmen mengenai
kepribadian seseorang atau individu saja, namun juga digunakan untuk melihat minat dan juga
bakat individu. salah satu test inventori yang secara khusus terfokus pada penilaian minat dan
bakat individu adalah RMIB atau Rothwell Miller Interest Blank.
Pada awalnya, test ini dikembangkan oleh Rothwell pada tahun 1947. Saat itu tes tersebut
hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada yaitu outdoor, mechanical,
computational, scientific, personal contact, aesthetic, literary, musical, dan social service.
Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Ini dilatar
belakangi karena ia menganggap bahwa, dari ke-9 kategori yang ada belom cukup untuk
mewakili semua bidang pekerjaan yang ada, sehingga ditambahkan 3 kategori lagi yaitu clerical,
practical, dan medical.
4
Sehingga pada akhirnya, pembaruan test ini memberikan nama Rothwell Miller Interest
Balank sebagai sebuah test minat bakat yang sudah terstandarisasi. Tes ini berbentuk blanko atau
formulir yang berisikan daftar pekerjaan yang disusun dalam 9 kelompok dengan kode huruf A
sampai I, serta dibedakan untuk kelompok pekerjaan pria dan wanita. Masing-masing kelompok
pekerjaan tersebut terdiri atas 12 jenis pekerjaan yang mewakili 9 kategori pekerjaan yang akan
diukur dalam tes ini. Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur minat seseorang
berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide stereotipe terhadap pekerjaan
yang bersangkutan.
Tes Rothwell Miller dapat diberikan kepada testee secara perorangan maupun klasikal.
Instruksi biasanya sudah terdapat dalam blanko sehingga bagi testee yang sudah dewasa dapat
diinstruksikan untuk membaca sendiri, kecuali untuk orang dewasa dengan intelegensi rendah
(dull-normal). Bagi testee dull-normal, dianggap kemampuannya kurang untuk memahami,
instruksi tes yang tertulis sehingga perlu diberikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya
dengan tepat. Bahkan terkadang masih harus dilengkapi dengan memeriksa pekerjaannya setiap
saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.
Rothwell-Miller Interest Blank adalah alat ujian yang pada asalnya dibentuk oleh Miller.
Ia kemudian diperbaiki dan dikemas kini oleh Rothwell (Sidek, 1998). Alat ujian ini dibentuk
dalam dua borang yang berlainan yaitu borang untuk laki-laki dan borang untuk wanita. Setiap
borang mengandungi 108 nama-nama pekerjaan yang dikemukakan dalam 9 kumpulan (A, B, C,
D, E, F, G, H dan I) yang mana setiap satu kumpulannya mengandungi 12 nama pekerjaan yang
berlainan.
Individu yang mengambil tes ini hendaknya memberi nomor pekerjaan-pekerjaan dalam
setiap kumpulan itu dari nomer urut 1 hingga 12 dengan mengikuti keutamaan pilihannya.
Terdapat perbedaan dalam kombinasi pekerjaan-pekerjaan dalam setiap kumpulan borang laki-
laki dan wanita berdasarkan kesesuaian pekerjaan-pekerjaan itu. Waktu yang digunakan untuk
menyelesaikan tes ini biasanya adalah 30 menit.
Tes ini sebenarnya bertujuan mengenal pasti minat individu terhadap 12 kategori
pekerjaan yaitu kategori Outdoor, Mechanical, Computational, Scientific, Personal Contact,
5
Aesthetic, Literary, Musical, Social service, Clerical, Practical, Medical. Jumlah skor yang
terkecil menunjukkan bidang minat yang utama yang menjadi pilihan individu yang mengambil
ujian ini, manakala jumlah skor yang terbesar menunjukkan bidang minat tersebut paling tidak
penting kepadanya (Sidek, 1998).
Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur minat seseorang berdasarkan sikap
seseorang terhadap suatu pekerjaan. Hal mana didasarkan pula atas ide-ide stereotype terhadap
pekerjaan yang bersangkutan. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa
setiap orang memiliki konsep-konsep stereotype terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau
yang disediakan oleh masyarakatnya, dan yang kemudian memilih pekerjaan sesuai dengan ide-
ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak berdasarkan pada ide-ide tertentu atau
tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang dimaksud.
Stereotype seperti ini lebih banyak mendasarkan konsepnya pada hal-hal yang menarik
dari pada hal-hal yang merupakan kekhususan dari pekerjaan tersebut. Dan keadaan semacam ini
sangat memungkinkan terjadinya atau timbulnya stereotype yang benar atau salah sama sekali.
Misalkan saja stereotype dari pegawai bank adalah orang yang selalu berhubungan dengan
pembayaran atau uang adalah benar.
Tetapi pendapat umum yang mengatakan bahwa pekerjaan seorang pramugari adalah
pekerjaan yang penuh dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti jalan-jalan keluar negeri, gaji
besar dan sebagainya adal tidak sesuai dengan kenyataannya, seperti tugas melayani penumpang
yang justru merupakan tugas pokok dari seorang pramugari. Tujuan terpenting dari pada tes ini
bukanlah hanya sekedar untuk mengetahui kebenaran daripada stereotype tersebut, tetapi untuk
mengetahui bahwa konsep tersebut benar-benar ada dan dapat merupakan pengaruh yang kuat
terhadap konsep-konsep seseorang mengenai suatu pekerjaan. Karena biasanya, apabila
seseorang menyatakan suka atau tidak suka terhadap suatu pekerjaan tertentu, maka mereka juga
memperlihatkan sikap yang sama terhadap ide-nya, meskipun secara kenyataan banyak
pekerjaan yang berbeda dengan konsepnya.
2.4. Aspek-Aspek yang diukur Dalam Tes Minat RMIB (Rothwell Miller Interest
Blank)
6
Rothwell Miller Inventory Blank (RMIB) merupakan instrumen tes baku/ formal yang
dibuat oleh Rothwell-Miller, serta telah banyak dipakai untuk mengukur Bakat dan Minat
seseorang. Pada dasarnya setiap orang memiliki Bakat dan Minat tertentu, oleh karena itu perlu
suatu pengukuran untuk mengetahui Bakat dan Minat yang ada dalam diri setiap individu. Alat
tes ini banyak digunakan untuk dunia pendidikan misalnya penjurusan di SMA dan Perguruan
Tinggi, serta dapat digunakan untuk dunia kerja dalam penentuan posisi jabatan seseorang
(placement). RMIB ini memiliki 12 kategori yaitu :
1. Outdoor
Out, singkatan dari Outdoor adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
aktivitas di luar ruangan atau di lapangan terbuka, misalnya kegiatan outbound,
travelling, eksplorasi pertambangan, dan sebagainya. Pekerjaan ini dilakukan diluar, di
udara terbuka, dan tidakberhubungan dengan hal-hal yang sifatnya rutin. Contoh
pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: petani, penjaga hutan, penyelidik, ahli sortir kulit,
nelayan, petani tanaman hias, juru ukur, nelayan, supir. Sedangkan untuk wanita: ahli
pertamanan, peternak, petani bunga dan tukang kebun, pekerjaan pertanian, guru
pendidikan jasmani, pramugari kapal, pembina keolahragaan, dan peternak.
2. Mechanical
ME, singkatan dari Mechanical adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang mekanik atau teknik, misalnya teknik mesin, teknik sipil, dan
sebagainya. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: insinyur sipil, montir, pembuat
arloji, tukang las, ahli pembuat alat-alat, tukang bubut, tukang listrik, montir,instalator,
pembuat arloji, montir radio, tukang las. Sedangkan untuk wanita: ahli kacamata, petugas
mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli reparasi jam.
3. Computational
Comp, singkatan dari Computation adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang perhitungan atau yang berhubungan dengan angka-angka,
misalnya ahli pembukuan, akuntan, dan sebagainya. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk
laki-laki: akuntan, auditor, kasir, petugas pajak. Sedangkan untuk wanita: pegawai urusan
gaji, juru bayar, pegawai pajak, guru ilmu pasti.
4. Scientific
7
Sci, singkatan dari Scientific adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang scientific, misalnya peneliti, ahli matematika, dan sebagainya.
Pekerjaan yang dapat disebut sebagai keaktifan dalam hal analisa dan penyelidikan,
eksperimen, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Contoh pekerjaan yang sesuai
untuk laki-laki: ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi dan insinyur kimia industry.
Sedangkan untuk wanita: ilmiahwati, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli
astronomi, asisten laboratorium
5. Personal Contact
Pers, singkatan dari Persuasif adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang persuasif, misalnya ahli komunikasi, marketing, dan sebagainya.
Pekerjaan ini banyak berhubungan dengan manusia, diskusi, membujuk, bergaul dengan
orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan
orang lain. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: penyiar radio, petugas
wawancara, sales asuransi, pedagang keliling. Sedangkan untuk wanita: sales girl,
pegawai rumah mode, penyiar radio, petugas humas.
6. Aesthetic
Aesth, singkatan dari Aesthetic adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang seni atau arsitektur, misalnya pelukis, senipatung, arsitek, dan
sebagainya. Pekerjaan ini berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan
menciptakan sesuatu. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: seniman, artis,
arsitek, decorator, fotografer dan penata panggung. Sedangkan untuk wanita: seniwati,
guru kesenian, artis, penata panggung.
7. Literary
Lith, singkatan dari Litheratur adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang literatur atau buku-buku, misalnya ahli perpustaan, petugas
administrasi, dan sebagainya. Pekerjaan ini berhubungan dengan buku-buku, kegiatan
membaca dan mengarang. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: wartawan,
pengarang, penulis scenario, ahli perpustakaan, penulis majalah. Sedangkan untuk
wanita: wartawan, kritikus buku, penyair, penulis sandiwara radio.
8. Musical
8
Mus, singkatan dari Musical adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang musik, misalnya ahli komposer musik, pemain musik, dan
sebagainya. Minat memainkan alat-alat musik atau untuk mendengarkan orang lain,
bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan musik. Contoh pekerjaan yang
sesuai untuk laki-laki: pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka dan
pramuniaga toko musik. Sedangkan untuk wanita: pemain organ, guru music, komponis,
pianis konser, pramuniaga toko music.
9. Social service
S.S. singkatan dari Social Service, adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang pelayanan sosial, misalnya sukarelawan, pekerjasosial, ahli
kemasyarakatan, dan sebagainya. Minat terhadap kesejahteraan penduduk dengan
keinginan untuk menolong dan membimbing atau menasehati tentang problem dan
kesulitan mereka. Keinginan untuk mengerti orang lain, dan mempunyai ide yang besar
atau kuat tentang pelayanan. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: guru SD,
psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama, petugas palang merah. Sedangkan
untuk wanita: guru SD, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan social, ahli penyuluh
jabatan, petughas palang merah.
10. Clerical
Cler, singkatan dari Clerical adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang ketrampilan tangan, misalnya sekretaris, notulen, pembuat
kerajinan, dan sebagainya. Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan
ketelitian. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: manajer bank, petugas arsip,
petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi (surat).
Sedangkan untuk wanita: sekertaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor,
penyusun arsip.
11. Practical
Prac, singkatan dari Practical, adalah kategori bakat dan minat yang mengarahpada
kemampuan di bidang praktis, misalnya montir, ahli memperbaiki mesin, dan sebagainya.
Minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang
memerlukan keterampilan. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: tukang kayu,
9
ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukan batu, tukang sepatu. Sedangkan untuk
wanita: ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas
mesin sulam, juru masak.
12. Medical
Med, singkatan dari Medical, adalah kategori bakat dan minat yang mengarah pada
kemampuan di bidang medis atau kesehatan, misalnya dokter, perawat, ahli kesehatan
dan sebagainya. Minat terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit,
penyembuhan, dan di dalam bidang medis, serta terhadap hal-hal biologis pada
umumnya. Contoh pekerjaan yang sesuai untuk laki-laki: dokter, ahli bedah, dokter
hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen. Sedangkan untuk wanita:
dokter, ahli bedah, dokter hewan, pelatih rehabilitasi pasien, perawat orang tua.
a. Jenis tes
Tes RMIB termasuk dalam jenis tes verbal, artinya materi tes diberikan dalam bentuk
tulisan. Tes ini juga temasuk tes individu atau kelompok, artinya dapat diberika secara
individual maupun kelompok.
b. Jumlah soal
Jumlah soal dalam tes ini adalah 216 soal pekerjaan yang terbagi dalam 9 kelompok. Per
kelompok terdiri dari 24 soal pekerjaan.
c. Waktu
Waktu dalam mengerjakan tes ini adalah tidak terbatas.
10
5. Score dapat disusun dengan cepat.
6. Lebih cocok diberikan pada orang dewasa.
7. Hasil keseluruhan akan memperlihatkan pola interest subjek.
2.7. Kelebihan dan Kelemahan Tes Minat RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
11
8. Score dapat disusun dengan lebih cepat.
Sesudah rengking di buat oleh peserta atau klien, maka hasil rating tersebut
kemudian di pindahkan ke dalam suatu kerangka yang terdapat di bagian terakhir
dari formulir tes RMIB ini.
9. Dapat dijelaskan secara merinci karena langsung bertatap muka dengan penguji
10. Mampu mengungkap minat pekerjaan seseorang hanya dengan memilih pekerjaan
yang tersedia
Sistem infomasi penelusuran minat pekerjaan dengan tes The Rothwell Miller
Interest Blank (RMIB) untuk mempermudah seseorang dalam mengembangkan bakat
dan minat agar seseorang mampu bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai
dengan kemampuan dan juga membantu seorang psikolog untuk dapat mengetahui
hasil tes lebih cepat dibandingkan dengan metode terdahulu yang masih
menggunakan hitung manual.
12
Cara scoring yang harus dilakukan adalah :
Hasil rangking yang dibuat oleh testee dipindahkan ke dalam suatu kerangka
yang caranya terdapat pada bagian dari formulir tes tersebut.
Jumlahkan masing-masing jenis pekerjaan ke kanan, tuliskan pada ? total.
Buatlah rangking dari ? total (point B) dimulai dari jumlah yang paling kecil
sehingga rangking 1 sampai dengan jumlah terbesar rangking 12. Apabila
terdapat angka yang sama, berikan rangking yang sama pula.
Tuliskan persentil sesuai dengan norma kelompok (apabila ada).
6. Ada nama – nama jenis pekerjaan yang tidak familiar sehingga membuat testee
bingung dalam memilih
Adapun 12 kategori pekerjaan menurut Rothwell-Miller adalah outdoor, mechanical,
computational, scientific, personal contact, aesthetic, literary, musical, dan social
service, clerical, practical, dan medical. Dari 12 kategori tersebut, terdapat beberapa
pekerjaan yang mungkin tidak dikenali oleh testee sehingga itu akan membuat testee
kebingungan dalam memilih jenis pekerjaannya.
2.8. Administrasi dalam Tes Minat RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
Dalam formulir test RMIB, terdapat beberapa macam pekerjaan, yang masuk ke dalam
beberapa kategori. Tugas dari peserta atau klien adalah cukup memberikan rating 1 hingga 12
pada masing – masing pekerjaan yang ada. Rangking 1 untuk pekerjaan yang paling disukai,
sedangkan rating 12 adalah pekerjaan yang tidak disukai. Rating disesuaikan dengan minat dan
juga pandangan dari peserta atau klien, dan tidak harus dilakukan secara berurutan.
13
3. Tanyakan apakah testee sudah jelas atau belum tentang tugasnya. Apabila sudah jelas,
dapat langsung mengerjakan tes. Tetapi apabila testee belum jelas, jelaskan lagi
tentang tugas testee.
4. Tekankan pada testee agar jangan ada yang terlewati.
5. Setelah testee menyelesaikan tugasnya (merangking dari kelompok A sampai dengan
kelompok I) kemudian instruksikan untuk menuliskan jenis pekerjaan yang tidak
disukainya. Tidak harus sama dengan pekerjaan yang terdapat dalam daftar.
6. Pada dasarnya waktu untuk mengerjakan tes tidak dibatasi, namun biasanya orang
dewasa normal dapat menyelesaikan tes ini dalam waktu 20 menit.
7. Sebelum dikumpulkan, testee diminta untuk mengecek pekerjaannya kembali apakah
terdapat kesalahan merangking atau tidak.
Instruksi biasanya sudah terdapat dalam formulir sehingga bagi mereka responden yang
sudah dewasa dapa di instruksikan untuk membaca sendiri kecuali untuk orang dewasa yang
mempunya intelejensi rendah.
Bagi yang terakhir ini di adakan pengevualian, disebabkan karna mereka di anggap atau
di ragukan kemampuannya untuk memahami maksud instruksi yang terrtulis, sehingga perlu di
berikan beberapa contoh untuk dapat mengerjakannya dengan tepat. Bahkan ini pun masi harus
di lengkapi dengan memeriksanya setiap saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.
14
sodara sukai, terlepas dari besar kecilnya upah atau gaji yang akan sodara terima atau
apakah sodara akan berhasil dalam mengerjakannya. Tugas sodara adalah
mencamtumkan no atau angka di belang setiap pekerjaan perkelompok, mulai dengan n0
1 untuk pekerjaan yang anda sukai dan seterusnya sampai no 12 untuk pekejaan yang
paling tidak disukai.Bekerjalah dengan secepatnya dan tuliskan nomor-nomor sesuai
dengan keinginan sodara yang pertama. Jangan ada yang terlewatkan.
3. Diberi waktu lagi untuk beberapa saat, dan….. ;“Ada pertanyaan?” Untuk responden
dengan intelejensi yag rendah dapat diberikan beberapa ilustrasi sebagai berikut :“
Seandainya saudara mempunyai suatu daftar beberapa buah-buahan misalkan jeruk,
nanas, dan rambutan. dan kemudian saya tanyakan kepada soudara buah mana yang
paling anda sukai. apabial sodara paling suka buah mangga maka sodara tulis no atau
angka 1 di belakang mangga, dan kemudian lebih suka nanas dari pada 2 yang lainnya,
maka angka sodara tulis angka 2 di belakang nanas. demikian seterusnya sehingga di
belakang setiap nama buah terdapat angka yang menunjukan urutan dari buah-buah
kesukaan sodar. Sekarang sodara sudah harus mengerjakan seperti tadi akan tetapi daftar
yang terdapat di dalam formulir ini adalah daftar pekerjaan bukan daftar buah-buahha.
Disini juga sodara harus memilih pekerjaan mana yang paling anda sukai beri angka 1 di
belakangannya, nomor 2 untuk pekerjaan yang anda sukai dan demikian seterusnya.
sehingga semua mempunyai angaka di belakangnya yaitu no 1 sampai dengan no 12.
4. Apabila tidak terdapat pertanyan maka instruksi data di teruskan: “sekarang kerjakan,
dan lengkapilah formulir itu sesuai dengan instruksi tadi. mengenai beberpaa pekerjaan
yang belum atau kurang saudara kenal dapat anda baca keterangannya dibagian akhir
formulir ini.
5. Apabila saudara membuat kesalahan coretlah no yang salah tersebut dan tulislah angka
ynag benar di samping angka yang salah. Sodara selesai mengerjakannya dapat
mengembalikan formolir tersebut.
6. Kemudian sesudah responden selesai mengisi atau membuat rengking kepada mereka di
instruksikan untuk menulis 3 jenis pekerjaan yang di sukainya, tidak tergantung pada
jenis pekerjaan yang terdapat di dalam daftar. boleh menulis pekerjaan yang terdapat
15
dalam daftar boleh juga tidak. Waktu pengambilan tes tidak terbatas akan tetapi biasanya
seorang dewasa dapat mengerjakannya 20 menit.
2.9. Faktor dari Testee dan Tester yang Mempengaruhi Tes Minat RMIB (Rothwell
Miller Interest Blank)
2.10. Kode Etik Penggunaan Tes Minat RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
2.11. Pemaknaan dan Penggunaan Data Hasil Tes Minat RMIB dalam Layanan BK
Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah bisa memperoleh petunjuk mengenai minat
seseorang siswa dengan cara mengamati tingkah lakunya seharihari secara tipikal disekolah.
Situasinya adalah bahwa tingkah laku itu harus terjadi dalam suasana kebebasan artinya siswa itu
bebas untuk memilih perbuatan apa yang mau dilakukannya. Hal pokok yang harus diperhatikan
disini adalah adanya kebebasan berbuat. Selain tes minat, untuk mengoptimalkan layanan
bimbingan dan konseling dalam hal membantu peserta didik memahami potensi diri, seorang
konselor atau Guru BK dituntut untuk memiliki instrumen yang dapat mengungkapkan berbagai
data untuk mengetahui potensi termasuk minat peserta didiknya terhadap suatu jurusan. Dengan
adanya instrumen tersebut akan membantu Guru BK atau konselor dalam memberikan layanan
bimbingan dan konseling.
Hasil dari instrumen dapat digunakan oleh pembimbing untuk memperoleh gambaran
tentang minat yang dimiliki oleh peserta didiknya. Instrumen yang bisa digunakan yaitu
instrumen yang dapat mengungkap variabel. Guru BK juga bisa mengetahui minat siswa dengan
jalan menanyai atau melakukan wawancara secara langsung apa yang senang dilakukan siswanya
tersebut. Tetapi jawaban tentang kesukaan siswa itu tentu harus ditafsirkan secara berhati-hati
dan bisa diterima sebagai keterangan yang bersifat sementara atau bahwa keterangannya itu
belum pasti lengkap.
Cara sistematis dan baku untuk mengetahui minat seseorang adalah dengan menggunakan
tes minat atau yang lebih dikenal dengan inventori minat. Cara-cara baku mengungkapkan minat
melalui inventori ini memungkinkan diadakannya pembandingan jawaban dengan kelompok
pembanding. Salah satu tes minat yang bisa digunakan di sekolah yaitu tes RMIB. Tes RMIB
yang merupakan singkatan dari Rothwell Miller Interest Blank, merupakan suatu tes yang
16
disusun dengan tujuan untuk mengukur minat seseorang terhadap suatu pekerjaan. Tes RMIB
terdiri dari 12 jenis minat yang digambarkan melalui kelompok-kelompok pekerjaan. Untuk
mengetahui minat siswa di sekolah biasanya pihak sekolah bekerj asama dengan lembaga diluar
sekolah dan hanya diadakan sekali pada saat penerimaan peserta didik baru, padahal minat
seseorang dapat berubah- ubah. Jika hanya dilakukan diawal masuk sekolah bisa jadi minat siswa
sudah berubah dan guru BK dalam membuat rekomendasi mengenai sekolah lanjutan kurang
tepat sasaran.
17
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Test Rhotwell adalah salah satu jenis tes inventory minat yang disusun dengan tujuan
untuk mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-
ide stereotipe terhadap pekerjaan yang bersangkutan. Tes Rothwell Miller dapat diberikan
kepada testee secara perorangan maupun klasikal, tergantung kebutuhan dengan sistematika yang
telah diatur oleh Rothwell. Instruksi biasanya sudah terdapat dalam blanko sehingga bagi testee
yang sudah dewasa dapat diinstruksikan untuk membaca sendiri, kecuali untuk orang dewasa
dengan intelegensi rendah (dull-normal). Bagi testee dull-normal, dianggap kemampuannya
kurang untuk memahami, instruksi tes yang tertulis sehingga perlu diberikan beberapa contoh
untuk dapat mengerjakannya dengan tepat. Bahkan terkadang masih harus dilengkapi dengan
memeriksa pekerjaannya setiap saat untuk mencegah kemungkinan berbuat kesalahan.
Test inventori tidak hanya banyak digunakan untuk kepentingan asesmen mengenai
kepribadian seseorang atau individu saja, namun juga digunakan untuk melihat minat dan juga
bakat individu. salah satu test inventori yang secara khusus terfokus pada penilaian minat dan
bakat individu adalah RMIB atau Rothwell Miller Interest Blank.
Pada awalnya, test ini dikembangkan oleh Rothwell pada tahun 1947. Saat itu tes tersebut
hanya memiliki 9 jenis kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada yaitu outdoor, mechanical,
computational, scientific, personal contact, aesthetic, literary, musical, dan social service.
Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Ini dilatar
belakangi karena ia menganggap bahwa, dari ke-9 kategori yang ada belom cukup untuk
mewakili semua bidang pekerjaan yang ada, sehingga ditambahkan 3 kategori lagi yaitu clerical,
practical, dan medical.
Sehingga pada akhirnya, pembaruan test ini memberikan nama Rothwell Miller Interest
Balank sebagai sebuah test minat bakat yang sudah terstandarisasi. Tes ini berbentuk blanko atau
formulir yang berisikan daftar pekerjaan yang disusun dalam 9 kelompok dengan kode huruf A
sampai I, serta dibedakan untuk kelompok pekerjaan pria dan wanita. Masing-masing kelompok
18
pekerjaan tersebut terdiri atas 12 jenis pekerjaan yang mewakili 9 kategori pekerjaan yang akan
diukur dalam tes ini.
Tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap
seseorang terhadap suatu pekerjaan. hal yang didasarkan atas ide-ide stereotype terhadap
pekerjaan yang bersangkutan. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa
setiap orang memiliki konsep-konsep stereotype terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau
yang disediakan oleh masyarakat, dan yang kemudian memilih pekerjaan yang sesuai dengan
ide-ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak berdasarkan ide tertentu atau tidak
ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang dimaksud. Stereotype seperti ini lebih
banyak mendasarkan konsepnya pada hal-hal yang menarik daripada hal-hal yang merupakan
kekhususan dari pekerjaan tersebut. dan keadaan semacam ini sangat memungkinkan terjadinya
atau timbulnya stereotype yang benar atau salah sama sekali.
Untuk mengetahui minat seseorang bukan hanya melalui tes minat, karna meskipun tes
minat memiliki sistematika yang sudah disusun sedemikian rupa namun jangan dijadikan sebagai
patokan utama dan satu-satunya dasar untuk mengetahui minat seseorang. Karena setiap individu
adalah unik. Dan setiap test pasti memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing.
3.2 SARAN
Demi kelancaran dan kesempurnaan pembuatan makalah ini, penulis mohon kepada para
pembaca untuk memberikan saran dan kritiknya yang membangun. Karena penulis menyadari
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kesalahan dan khilafannya.
19
DAFTAR PUSTAKA
Wibowo, Ugung D. A. 2013. Diktat Ajar Tes Inventori. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Psychologymania: http://networkedblogs.com/kY1mx (diakses pada tanggal 20 February 2021)
http://psikologi45.blogspot.com/2011/02/instruksi-test-rothwell-miller-interest.html(diakses pada
tanggal 20 February 2021)
http://salmanump.blogspot.com/2011/10/rothwell-miller-interest-blank-test.html (diakses pada
tanggal 20 February 2021)
20