PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO
TERHADAP RETURN ON ASSETS
PADA PT. SIANTAR TOP TBK
PERIODE 2012-2019
PROPOSAL SKRIPSI
Ditulis Oleh
DINI AMALYA
NIM: 171010550687
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi ini. Penulisan proposal
skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program studi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Judul proposal skripsi
penulis adalah “PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY
RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT SIANTAR TOP TBK.
PERIODE 2012-2019”.
Dalam penyusunan dan penulisan proposal skripsi ini tidak terlepas dari
bantuan, dorongan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis dengan
senang hati menyampaikan terimakasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr. (HC) Drs. H. Darsono., selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya yang
telah mewujudkan mimpi – mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya
pendidikan dengan biaya terjangkau dan berkualitas.
2. Bapak Dr. E. Nurzaman, A.M., M.M., M.Si selaku Rektor Universitas
Pamulang, Tangerang Selatan, Banten yang telah berupaya keras menjadikan
Universitas Pamulang semakin berkualitas.
3. Bapak Dr. H. Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA, CMA., selaku Dekan
Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah memajukan Fakultas
Ekonomi menjadi semakin baik.
i
4. Bapak Dr. Kasmad, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen
Universitas Pamulang.
5. Bapak dan Ibu jajaran staf Universitas Pamulang terkhusus staf manajemen,
yang telah membantu memperlancar upaya saya dalam menyelesaikan studi di
Universitas Pamulang.
6. Semua pihak yang telah membantu kelancaran proposal skripsi ini yang tidak
bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih atas dorongan, motivasi, bantuan,
dan doa yang telah diberikan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa propsal skripsi ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk kritik dan saran
yang bersifat membangun agar pada kesempatan lain penulis dapat lebih baik lagi
dalam berkarya.
Tangerang Selatan, 02 Maret 2021
Penulis,
Dini Amalya
NIM. 171010550687
DAFTAR ISI
ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................iii
DAFTAR TABEL..............................................................................................v
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian.....................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................7
1.3 Tujuan Penelitian..................................................................................8
1.4 Manfaat Penelitian................................................................................8
1.5 Sistematika Penulisan...........................................................................10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori......................................................................................11
2.1.1 Pengertian Manajemen..............................................................11
2.1.2 Fungsi Manajemen....................................................................12
2.1.3 Pengertian Manajemen Keuangan.............................................15
2.1.4 Fungsi Manajemen Keuangan...................................................17
2.1.5 Tujuan Manajemen Keuangan..................................................18
2.1.6 Pengertian Laporan Keuangan..................................................19
2.1.7 Tujuan Laporan Keuangan........................................................21
2.1.8 Manfaat Laporan Keuangan......................................................23
2.1.9 Jenis-Jenis Laporan Keuangan.................................................24
2.1.10 Syarat Laporan Keuangan........................................................28
iii
2.1.11 Rasio Keuangan.......................................................................30
2.2 Penelitian Terdahulu..............................................................................37
2.3 Kerangka Berfikir...................................................................................43
2.4 Pengembangan Hipotesis.......................................................................44
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian........................................................................................47
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian.................................................................48
3.3 Operasional Variabel Penelitian..............................................................48
3.4 Populasi dan Sampel...............................................................................50
3.5 Teknik Pengumpulan Data......................................................................51
3.6 Teknik Analisis Data...............................................................................52
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................62
DAFTAR TABEL
iv
Tabel 1.1 Indikator Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan Return On
Assets................................................................................................5
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu...........................................................................37
Tabel 3.1 Operasional Variabel...........................................................................50
Tabel 3.2 Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson (DW Test)...................56
Tabel 3.3 Pedoman Menginterprestasikan Koefisien Korelasi...........................59
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir............................................................................44
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting
bagi perusahaan. Perusahaan yang berskala besar atau kecil akan mempunyai
perhatian besar di bidang keuangan, terutama dalam perkembangan dunia
usaha yang semakin maju, persaingan antar satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya semakin ketat, belum lagi kondisi perekonomian yang
tidak menentu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tiba-tiba bangkrut.
Dunia usaha saat ini dalam era globalisasi semakin kempetitif
menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi agar terhindar dari
kebangkrutan dan unggul dalam persaingan. Untuk mengantisipasi persaingan
tersebut, perusahaan harus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya
sebagai upaya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Upaya yang
harus dilakukan adalah dengan menerapkan berbagai kebijakan strategis yang
menghasilkan efisiensi dan efektifitas bagi perusahaan. Usaha tersebut
membutuhkan modal yan tidak sedikit, yang meliputi usaha memperoleh dan
mengalokasikan dana tersebut secara optimal. Salah satu tempat untuk
memperoleh dana tersebut adalah melalui pasar modal.
Perusahaan makanan ringan merupakan salah satu kategori sektor
industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempunyai peluang untuk
tumbuh dan berkembang. Industri makanan dan minuman diprediksi akan
1
membaik kondisinya. Hal ini terlihat semakin menjamurnya industri makanan
dan minuman di negara ini khususnya semenjak memasuki krisis
berkepanjangan. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat sehingga
para manajer perusahaan berlomba-lomba mencari investor untuk
menginvestasikan dananya diperusahaan makanan dan minuman tersebut.
Barang konsumsi menjadi industri yang penting bagi perkembangan
perekonomian bangsa. Hal ini tidak terlepas dari perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam industri barang konsumsi di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri
bahwasanya dalam proses produksi barang konsumsi dibutuhkan banyak
sumber daya termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Industri barang
konsumsi mempunyai peranan dalam menyerap tenaga kerja dan
meningkatkan pendapatan pada suatu negara.
Pengukuran tingkat efektifitas manajemen yang ditunjukkan oleh laba
yang dihasilkan dari penjualan dan dari pendapatan investasi, dapat dilakukan
dengan mengetahui seberapa besar rasio profitabilitas yang dimiliki. Jumlah
perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
cukup banyak dibandingkan dengan perusahaan dibidang lainnya. Hal ini
yang membuat penelitian tertarik untuk menjadikan perusahaan makanan dan
minuman sebagai objek yang akan diteliti.
Menurut Fred Weston dalam buku Kasmir (2019:129), bahwa rasio
likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.
2
Menurut Agnes Sawir (2011:8), menerangkan bahwa current ratio
merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui
kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek, karena rasio ini
menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditor jangka pendek dipenuhi
oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama
dengan jatuh tempo utang”.
Menurut Kasmir (2019:134), Rasio lancar atau Current Ratio
merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat
ditagih secara keseluruhan.
Current Ratio merupakan rasio yang menggambarkan indicator
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban financial
jangka pendeknya. Akan tetapi current ratio yang tinggi akan berpengaruh
negatif terhadap kemampuan memperoleh laba (rentabilitas), karena sebagian
modal kerja tidak berputar atau mengalami pengangguran (Sondakh &
Lambey, 2012).
Menurut peneliti Current Ratio merupakan rasio yang digunakan
untuk melihat sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka
pendekya.
Menurut Brigham dan Houston (2013:142), Rasio Leverage
merupakan rasio yang mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan
pendanaan melalui hutang (financial leverage).
3
Debt to Equity ratio merupakan salah satu rasio pengelolaan mdal
yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membiayai usaha dengan
pinjaman yang disediakan oleh pemegang saham.
Menurut Kasmir (2012:151), Debt to Equity Ratio merupakan rasio
yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan
cara membandingkan antara seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan
seluruh ekuitas.
Menurut Harahap (2013:303), mendefinisikan Debt to Equity Ratio
sebagai berikut : “ Debt to Equity Ratio menggambarkan sejauh mana modal
pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar”
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa Debt to
Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar semua kewajibannya dengan menggunakan
modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
Menurut Kasmir (2019:198), Rasio Profitabilitas merupakan rasio
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.
Return On Assets sering disebut sebagai economic profitability yang
merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
dengan semua aktiva yang dimiliki perusahaan. Return On Assets mengukur
kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk mendapat
keuntungan. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah
dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang
dimilikinya.
4
Return on Assets (ROA) adalah perbandingan antara laba bersih
setelah pajak dengan aktiva untuk mengukur tingkat pengambilan investasi
total (Stoner dan Sirait, 1994 dalam Darnita, 2013).
Menurut Sutrisno ( 2017:229) Return On Assets sebagai rentabilitas
ekonomis merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.
Menurut peneliti Return On Assets merupakan rasio digunakan untuk
melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan
memanfaatkan aktiva yang dimiliki.
PT. Siantar Top, Tbk. Merupakan perusahaan makanan dan minuman
yang berkembang pesat dari tahun 1987 sampai sekarang. PT. Siantar Top
Tbk. Bergerak dalam bidang industri makanan ringan, yaitu mie ( snack
noodle ), kerupuk ( crackers ) dan kembang gula ( candy ). Hasil produksi
perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negri, khususnya Asia. PT.
Siantar Top Tbk merupakan perusahaan makanan dan minuman yang menjadi
pelopor perusahaan makanan dan minuman yang ada di Indonesia. PT.
Siantar Top Tbk beralamat Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Waru Sidoarjo. Saat
ini PT. Siantar Top Tbk memiliki satu anak perusahaan saja, yaitu PT. Siantar
Megah Jaya yang bergerak di bidang perdagangan.
Tabel 1.1
Indikator Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan Return On Assets
PT. Siantar Top Tbk Periode 2012-2019
Tahun CR (%) DER (%) ROA(%)
2012 99,74% 115,60% 5,97%
2013 114,24 111,78% 7,78%
2014 148,42 107,95% 7,26%
5
2015 118,97 90,28% 9,67%
2016 296,23 99,94% 7,45%
2017 261,92 69,15% 9,22%
2018 184,85 59,81% 9,69%
2019 285,30 34,15% 16,75%
Sumber: Laporan keuangan PT Siantar Top Tbk
Berdasarkan tabel indikator 1.1 dilihat bahwa Current Ratio
mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, 2013, 2014
mengalami kenaikan sebesar 99,75%, 114,24%, 148,42%. Dan pada tahun
2015 CR mengalami penurunan sebesar 118,97%. Pada tahun 2016 dan 2017
mengalami penurunan kembali sebesar 261,92%, 184,85. Dan pada tahun
2019 CR mengalami kenaikan sebesar 285,30%.
Berdasarkan tabel indikator 1.2 juga dilihat bahwa Debt To Equity
Ratio (DER) mengalami penurunan dari tahun ke tahun kecuali pada tahun
2016 mengalami kenaikan. Pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015 mengalami
penurunan sebesar 115,60%, 111,78%, 107,95%, 90,28%. Dan pada tahun
2016 DER mengalami kenaikan sebesar 99,94%. Pada tahun 2017, 2018,
2019 mengalami penurunan kembali sebesar 69,15%, 59,81%, 34,15%.
Berdasarkan tabel indikator 1.1 dilihat bahwa Return On Assets
mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 dan 2013 ROA
mengalami kenaikan sebesar 5,97% dan 7,78%. Pada tahun 2014 mengalami
penurunan sebesar 7,26%. Dan pada tahun 2015 ROA mengalami kenaikan
sebesar 9,67%. Pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 7,45%. Dan
pada tahun 2017, 2018 dan 2019 ROA mengalami kenaikan sebesar 9,22%,
9,69% dan 16,75%.
6
Penjabaran Tabel mengenai data-data variabel yang diteliti menjadi
fenomena pada variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER)
dan Return On Assets (ROA) antara fakta yang terjadi dengan teori yang ada.
Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian
lebih lanjut dengan judul “PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT
TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT.
SIANTAR TOP TBK PERIODE 2012-2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah diatas, maka
perumusan masalah dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut :
1) Apakah terdapat pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset PT.
Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?
2) Apakah terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset
PT. Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?
3) Apakah terdapat pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio
terhadap Return on Asset PT. Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?
1.3 Tujuan Penelitian
Dengan dilakukannya penelitian mengenai permasalahan yang
diuraikan di atas, maka tujuan yang akan dicapai adalah
7
a. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset
PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019
b. Untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on
Asset PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019
c. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio
terhadap Return on Asset PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diharapkan oleh penulis dalam menyusun
skripsi ini adalah agar dapat memberikan kontribusi kepada pihak-pihak
terkait, antara lain :
a. Manfaat Teoritis
1. Bagi Penulis
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti dalam penggunaan
perubahan rasio keuangan sebagai alat pengukuran kinerja perusahaan
dalam melihat perkembangan perusahaan. Selain itu penulis juga dapat
mempraktekkan pengetahuan secara teoritis yang telah didapatkan
selama perkuliahan dan membandingkannya dengan kenyataan melalui
objek penelitian yang diambil.
2. Bagi Universitas Pamulang
Penelitian ini sebagai informasi yang bermanfaat untuk mahasiswa
dalam memperluas pengetahuan di bidang manajemen keuangan.
8
b. Manfaat Praktis
1. Bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan masukan kepada
perusahaan tentang kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan
yang ada dalam perhitungan.
2. Bagi Investor
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi investor
khususnya mengenai manfaat perubahan rasio keuangan yang
digunakan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan untuk satu
tahun ke depan sampai dua tahun ke depan sehingga investor dapat
mempertimbangkan dalam pengambilan yang kinerjanya baik.
3. Bagi Manajemen
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dan
bahan pertimbangan dalam menentukan dan mengambil kebijakan
berdasarkan informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan.
4. Bagi Peneliti lainnya
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dan
tambahan referensi bagi peneliti lainnya yang sejenis dan tartarik untuk
mengkaji lebih lanjut topik ini
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan penyelesaian dari penelitian ini, maka penulis
menyusun sistematika penulisan sebagai berikut :
9
1. Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan
2. Bab II Tinjauan Pustaka membahas tentang berbagai teori yang berkaitan
dengan manajemen keuangan, penelitian terdahulu, kerangka berfikir dan
pengembangan hipotesis.
3. Bab III Metode penelitian berisi tentang jenis penelitian, tempat dan waktu
penelitian, operasional variabel penelitian, teknik pengumpulan data, dan
teknik analisis data.
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang menggunakan metode
ilmu dan seni untuk menerapkan fungsi-fungsi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian pada kegiatan
sekelompok manusia yang dilengkapi dengan sumber ekonomi atau
faktor produksi untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
Pengertian menurut Malayu S.P Hasibuan (2016:09),
mengemukakan bahwa “manajemen adalah ilmu dan seni mengatur
proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber lainnya secara
efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut Dian Wijayanto (2012:10) “manajemen merupakan
ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu disusun melalui proses
pengkajian yang panjang oleh para ilmuwan bidang manajemen dengan
pendekatan ilmiah. Dalam aplikasinya, manajemen merupakan seni
yaitu seni mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan
yang ingin diraih”.
Jadi pengertian manajemen dapat ditarik kesimpulan merupakan
ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya untuk
mencapai tujuan yang efektif dan efesien.
11
2.1.2 Fungsi Manajemen
Menurut Manullang (2004: 7) Manajamen memiliki beberapa
fungsi diantaranya sebagai berikut:
1. Forecasting
Forecasting adalah kegiatan meramalkan, memproyeksikan, atau
mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan
terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.
Misalnya, suatu akademi, meramalkan jumlah mahasiswa yang akan
melamar belajar ke akademi tersebut.
2. Planning
Planning adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai
suatu hasil yang akan diinginkan.
3. Organizing
Organizing dimaksud mengelompokkan kegiatan yang diperlukan,
yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi
dari setiap unit yang ada didalam organisasi, serta menetapkan
kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut.
4. Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan
personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja,
pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi
daya guna maksimal kepada organisasi.
12
5. Directing
Directing adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha
memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada
bahawan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas
dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan
yang telah ditetapkan semula.
6. Leading
Leading merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh
Louis A. Allen yang dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan
oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak
seperti mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada
saling pengertian antara manajer dengan bawahan, memberi
semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya meraka
bertindak.
7. Coordinating
Coordinating merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,
percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan,
menyatukan, dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga
terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan
organisasi.
13
8. Motivating
Motivating merupakan salah satu fungsi manajemen berupa
pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar
bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang
dikehendaki oleh atasan.
9. Controlling
Controlling merupakan salah satu fungsi manajemen yang berupa
mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan
maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula.
10. Reporting
Reporting merupakan penyampaian perkembangan atau hasil
kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang
bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih
tinggi, baik secara lisan maupun tertulis sehingga dalam penerimaan
laporan dapat memperoleh gambaran bagaimana pelaksanaan tugas
orang yang memberi laporan.
Jadi dapat disimpulkan fungsi dari manajemen antara lain
kegiatan untuk peramalan, penentuan kegiatan, pengelompokan
kegiatan yang diperlukan, penyusunan personalia yang dibutuhkan,
memberikan bimbingan atau perintah-perintah, melakukan
koordinasi dalam usaha mencapai tujuan organisasi,pemberian
14
inspirasi,melakukan penilaian terhadap kegiatan atau usaha,
penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan.
2.1.3 Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen dalam suatu perusahaan dibebankan kepada seorang
manajer keuangan dalam mengelola dana keuangan yang ada untuk
mencapai tujuan manajemen keuangan perusahaan. Keterbatasan dan
ketiadaan dana keuangan merupakan tugas manajer keuangan untuk
segera memenuhinya. Demikian pula dana yang dimiliki harus secara
tepat dan efisien. Disamping itu manajer keuangan harus bekerja sama
dengan departemen lainnya untuk menyatukan pandangan dan suatu
langkah yang harus ditempuh dalam rangka mencapai tujuan
perusahaan. Jadi manajemen keuangan merupakan fungsi manajemen
yang sangat penting bagi perusahaan. Karena sangat pentingnya
manajemen keuangan maka banyak para ahli mempelajarinya.
Menurut Gitman (2012:4) adalah sebagai berikut: “Finance can
be defined as the science and art of managing money”. Yang artinya
adalah keuangan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola
uang. Dari definisi tersebut maka dapat dikembangkan bahwa keuangan
sebagai seni berarti melibatkan keahlian dan pengalaman, sedangkan
sebagai ilmu berarti melibatkan prinsip-prinsip, konsep, teori, proposi
dan model yang ada dalam ilmu keuangan.
15
Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan segala sesuatu yang
berkaitan dengan uang, seluk beluk uang, urusan uang dan keadaan
uang. Dalam wikipedia Bahasa Indonesia, Keuangan adalah
mempelajari bagaimana individu, bisnis, organisasi, meningkatkan,
mengalokasikan dan menggunakan sumber daya moneter sejalan
dengan waktu dan juga menghitung resiko dalam menjalankan proyek
mereka.
Menurut Sutrisno (2013:3) Manajemen keuangan atau sering
disebut pembelanjaan dapat diartikam sebagai semua aktivitas
perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana
perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan
dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien
Menurut Brigham dalam Kasmir (2012:6) mengatakan bahwa
manajemen keuangan adalan seni (art) dan ilmu (science), untuk me-
manage uang yang meliputi proses, institusi/lembaga, pasar dan
instrument yang terlibat dengan masalah transfer uang di antara
individu, bisnis dan pemerintah.
Pengertian manajemen keuangan menurut Horne dan
Wachowicz Jr. (2012:2) mengemukakan bahwa: “manajemen keuangan
berkaitan dengan perolehan aset, pendanaan, dan manajemen aset
dengan didasari beberapa tujuan umum”.
Menurut James C. Van Horne dari buku Kasmir (2010:5)
mendefinisikan “manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang
16
berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva
dengan beberapa tujuan menyeluruh”.
Dari beberapa para ahli tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan
bahwa manajemen keuangan adalah seni mendapatkan uang untuk
membiayai biaya operasinal perusahaan demi mencapai tujuan
perusahaan.
2.1.4 Fungsi Manajemen Keuangan
Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2012:4)
manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan
pengendalian kegiatan keuangan. Mereka yang melaksanakan kegiatan
tersebut sering disebut sebagai manajer keuangan.
Ada beberapa fungsi manajemen keuangan menurut Sutrisno
(2013:5) antara lain:
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan
harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang
akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.
Bentuk, macam dan komposisi dari investasi tersebut akan
mempengaruhi dan tingkat keuntungan di masa depan.
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur
modal. Pada keputusan ini menajar keuangan dituntut untuk
17
mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-
sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai
kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya.
3. Keputusan Deviden
Keputusan deviden merupakan keputusan manajemen keuangan
untuk menentukan besarnya persentase laba yang dibagikan kepada
para pemegang saham dalam bentuk cash devidend, stabilitas
deviden yang dibagikan, deviden saham, pemecahan saham serta
penarikan kembali saham yang beredar, yang semuanya ditujukan
untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham. Maka
penerapan proses manajemen dalam bidang keuangan tentunya
disertai dengan tujuan tertentu, yaitu agar berbagai aktivitas yang
dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan sebaik-baiknya.
2.1.5 Tujuan Manajemen Keuangan
Menurut Sartono (2010: 15), tujuan dari manajemen keuangan
yaitu :
a. Memaksimumkan profit
Tujuan pokok pada umumnya yang ingin dicapai oleh seorang
manajer keuangan adalah memaksimumkan laba (profit). Namun
tujuan seperti ini memiliki banyak kelemahan. Pertama, standar
ekonomi memaksimumkan laba bersifat statis. Kedua, pengertian
18
dari laba tersebut dapat menyesatkan, ketiga merupakan risiko yang
berkaitan dengan setia alternatif pengambilan keputusan.
b. Memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham
Merujuk pada kelemahan-kelemahan tersebut, maka sebaiknya
tujuan yang harus dicapai oleh seorang manajer keuangan bukanlah
memaksimumkan laba, akan tetapi memaksimumkan kemakmuran
para pemegang saham (Maximization Wealth of Stockholders)
dengan memaksimumkan nilai perusahaan. Memaksimumkan
kemakmuran para pemegang saham dapat ditempuh dengan
memaksimumkan nilai sekarang (present value) dari semua
keuntungan pemegang saham yang diharapkan akan diperoleh pada
masa yang akan datang. Kemakmuran para pemegang saham akan
meningkat jika harga saham yang dimilikinya meningkat pula.
Tujuan utama manajemen keuangan suatu perusahaan
adalah untuk memaksimalkan laba dan memaksimalkan
kesejahteraan para pemegang saham yang dapat diukur dari harga
saham perusahaan tersebut.
2.1.6 Pengertian Laporan Keuangan
Pada dasarnya tujuan keuangan secara umum adalah
memaksimalkan nilai perusahaan (memaksimalkan kemakmuran
pemegang saham) yang diukur dari harga saham perusahaan. Dalam
praktiknya laporan keuangan oleh perusahaan tidak dibuat secara
19
serampangan, tetapi harus dibuat dan disusun sesuai dengan standar
atau aturan yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan
mudah dibaca dan dimengerti. Laporan keuangan yang disajikan
perusahaan sangat penting bagi manajemen, pemilik perusahaan,
pemerintah, kreditor, investor maupun para supplier.
Laporan keuangan bank pada umumnya terdiri atas neraca dan
laporan laba rugi. Laporan keuangan bank, terutama bagi analisis
ekstern merupakan sumber informasi penting untuk mengetahui dan
menganalisa keadaan keuangan suatu bank. Dalam pengertian yang
sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi
keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
Maksud laporan keuangan yang menunjukkan saat ini adalah
merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan
keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode
tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat
per periode, misalnya tiga bulan atau enam bulan untuk kepentingan
internal perusahaan. Sementara itu untuk laporan lebih luas dilakukan
satu tahun sekali. Disamping itu, dengan adanya laporan keungan, dapat
diketahui posisi perusahaan terkini setelah menganalisa laporan
keuangan.
Menurut Subramanyam (2010:4) menyatakan bahwa laporan
keuangan merupakan produk proses laporan keuangan yang diatur oleh
standar dan aturan akuntansi, insentif manajer, serta mekanisme
20
pelaksanaan dan pengawasan perusahaan. Pemahaman mengenai
lingkungan pelaporan keuangan perlu disertai pemahaman tujuan dan
konsep yang mendasari informasi akuntansi yang disajikan dalam
laporan keuangan. Pengetahuan ini akan membantu dalam melihat
posisi keuangan yang sesungguhnya dan kinerja perusahaan dengan
lebih baik.
Menurut kasmir (2019:7), Dalam pengertian sederhana, laporan
keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan
perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Maksud
laporan keuangan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini adalah
merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan
keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode
tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat
per periode, misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan
internal perusahaan.
2.1.7 Tujuan Laporan Keuangan
Dalam pembuatan ataupun penyajian laporan keuangan,
tentunya memiliki tujuan tertentu. Dalam praktiknya terdapat beberapa
tujuan yang hendak dicapai, terutama bagi pemilik usaha dan
manajemen perusahaan, disamping itu tujuan laporan keuangan disusun
guna memenuhi kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan
terhadap perusahaan.
21
Menurut Irham Fahmi (2011:5) tujuan laporan keuangan adalah
untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang
kondisi atau perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter.
Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi
keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada
periode tertentu.
Berikut ini beberapa tujuan pembuatan atau penyusunan laporan
keuangan menurut Kasmir (2010:87) yaitu:
1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang
dimiliki perusahaan pada saat ini
2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan
modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini
3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang
diperoleh pada suatu periode tertentu
4. Memberikan informasi tentanng jumlah biaya dan jenis biaya yang
dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu
5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi
terhadap aktiva, pasiva dan modal perusahaan
6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam
suatu periode
7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan
keuangan
8. Informasi keuangan lainnya.
22
2.1.8 Manfaat Laporan Keuangan
Pada akhir periode biasanya kuartal atau tahunan, laporan
keuangan disiapkan untuk melaporkan aktivitas pendanaan dan
investasi pada saat tersebut, dan untuk meringkas aktivitas-aktivitas
operasi selama periode sebelumnya.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan
maupun perkembangan suatu perusahaan antara lain, sebagai berikut:
1. Pemilik perusahaan
Dengan adanya laporan keuangan, pemilik perusahaan dapat menilai
sukses atau tidaknya manajer dalam memimpin operasional
perusahaannya dan salah satu indikator penilaian sukses atau
tidaknya manajer dalam memimpin perusahaan ialah seberapa besar
laba atau profit yang diperoleh perusahaan.
2. Manajer atau pimpinan perusahaan
Laporan keuangan digunakan sebagai alat untuk mempertanggung
jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang
telah diberikan kepadanya. Bagi manajer, laporan keuang yang
dibuat merupakan cermin kinerja mereka dalam suatu periode
tertentu. Pihak manajemen dapat menilai dan mengevaluasi kinerja
mereka dalam suatu periode serta dengan adanya laporan keuangan
ini, manajer juga akan melihat kemampuan mereka mengoptimalkan
sumber daya yang dimiliki perusahaan yang ada selama ini.
23
3. Kreditor
Kepentingan pihak kreditor terhadap laporan keuangan perusahaan
adalah dalam hal memberi pinjaman atau pinjaman yang telah
berjalan sebelumnya. Bagi pihak kreditor, prinsip kehati-hatian
dalam menyalurkan dana (pinjaman) kepada berbagai perusahaan
sangat diperlukan. Sebelum kreditor mengucurkan kreditnya,
terlebih dulu melihat kemampuan perusahaan untuk membayarnya.
4. Pemerintah
Laporan keuangan perusahaan memiliki arti penting bagi pihak
pemerintah untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan
seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan untuk
mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara dari hasil laporan
keuangan yang dilaporkan.
2.1.9 Jenis-Jenis Laporan Keungan
Laporan keuangan menggambarkan pos-pos keuangan
perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode. Pada umumnya sebuah
laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba rugi dan laporan
perubahan modal. Adapun definisi jenis-jenis laporan keuangan
menurut para ahli, yaitu :
24
a. Neraca
Pengertian neraca menurut Munawir (2007: 13), neraca
adalah laporan keuangan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta
modal dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.
Menurut Tambunan (2008: 119) neraca adalah
pengungkapan atas assets (harta), liabilities (hutang), stockholder’s
equity (ekuitas pemegang saham). Dimana tampilan pada neraca
adalah mempresentasikan asset yang tersedia untuk digunakan dalam
rangka menghasilkan penjualan dan laba. Karena nilai asset ini terus
disusutkan, nilai tersebut (umumnya dikenal dengan nilai buku) akan
lebih rendah dibandingkan nilai perolehan barang baru.
Sedangkan pengertian neraca menurut Siegel dan Shim
dalam Kamus Istilah Akuntansi (2005: 43), neraca adalah laporan
yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode
akuntansi juga disebut laporan posisi keuangan. Bentuk atau susunan
dari neraca tidak ada keseragaman diantara perusahaan-perusahaan
tergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai, tetapi bentuk
neraca yang umum digunakan (traditional atau conventional) adalah
sebagai berikut :
1) Bentuk skontro (account form), dimana semua aktiva tercantum
sebelah kiri/debet dan hutang serta modal tercantum sebelah
kanan/kredit.
25
2) Bentuk vertikal (report form), dimana semua aktiva Nampak
dibagian atas selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek,
hutang jangka panjang, serta modal.
3) Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi
keuangan perusahaan dengan tujuan agar kedudukan atau posisi
keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.
b. Laporan Laba Rugi
Menurut Kasmir (2008: 29) laporan laba rugi adalah laporan
keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu
periode tertentu. Sedangkan Munawir (2007: 26), mengatakan bahwa
laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang
penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh suatu perusahaan
selama periode tertentu.
Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan
dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian, juga
tergambar jumlah biaya dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan
selama periode tertentu. Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya
ini terdapat selisih yang disebut laba atau rugi. Jika jumlah
pendapatan bersih lebih besar dari jumlah biaya, perusahaan
dikatakan laba. Sebaliknya, jika jumlah pendapatan lebih kecil dari
jumlah biaya, perusahaan dikatakan rugi.
c. Laporan Perubahan Modal
26
Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang
menunjukan sebab-sebab perubahan modal perusahaan dari jumlah
pada awal periode menjadi akhir periode.
Sedangkan menurut Darsono dan Ashari (2005: 24), laporan
perubahan modal adalah laporan yang menggambarkan saldo dan
perubahan hak pemilik yang melekat pada perusahaan. Informasi
yang disajikan dalam laporan perubahan modal antara lain adalah :
1) Jenis-jenis dan jumlah modal yang ada saat ini
2) Jumlah rupiah dalam setiap jenis modal
3) Jumlah rupiah modal yang berubah
4) Sebab-sebab berubahnya modal
5) Jumlah rupiah modal sesudah perubahan.
d. Laporan Arus Kas
Menurut Kasmir (2008: 29), laporan arus kas merupakan
laporan yang menunjukan semua aspek yang berkaitan dengan
kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak
langsung terhadap kas.
Mengacu pada IAI (2009: 89) unsur-unsur arus kas terdiri dari :
1) Aktivitas Operasi
Arus kas dalam kegiatan operasi antara lain dapat berupa
arus kas dari transaksi penjualan, pembayaran ke pemasok,
karyawan, bunga beban operasional lainnya dan pajak
penghasilan.
27
2) Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan
dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang
bertujuan untuk menghasilkan pendapatan arus kas masa depan.
3) Aktivitas Pendanaan
Arus kas dari aktivitas pendapatan dapat berupa
penerimaan kas dari saham dan obligasi, pembayaran dividen,
serta pelunasan pinjaman.
e. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang
memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang
memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen
atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan
terlebih dahulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-
pihak yang berkepentingan tidak salah dalam menafsirkannya.
2.1.10 Syarat Laporan Keuangan
Syarat-syarat laporan keuangan merupakan ciri khas
membuat informasi dalam laporan keuangan yang berguna bagi para
pemakai dalam pengambilan keputusan bernilai ekonomis. Berikut
syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat laporan keuangan :
a. Dapat dipahami
28
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para
pemakai. Dalam hal ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan
yang memadai tentang aktifitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta
kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketentuan yang wajar
b. Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
c. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal. Informasi memiliki
kualitas andal jika bebas dari pengertian menyesatkan, kesalahan
material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang
tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan.
d. Dapat dibandingkan
Pemakaian laporan keuangan harus dapat memperbandingkan
laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi
kecenderungan posisi keuangan.
e. Mempunyai daya uji
Laporan keuangan yang telah disusun dengan panduan konsep-
konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah
disyahkan, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
f. Netral
29
Laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak
memihak pada kepentingan pemakai tertentu
g. Tepat waktu
Artinya laporan keuangan harus disajikan tepat waktu
h. Lengkap
Artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi
syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.
2.1.11 Rasio Keuangan
Rasio keuangan berguna untuk melakukan analisa terhadap
kondisi keuangan dan menilai kinerja manajemen dalam suatu
perusahaan. Laporan keuangan melakukan aktivitas yang sudah
dilakukan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Aktivitas yang
sudah dilakukan dituangkan dalam angka-angka. Angka-angka ini akan
menjadi lebih apabila kita dapat bandingkan antara satu komponen
dengan komponen yang lainnya. Setelah melakukan perbandingan,
dapat disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan periode tertentu.
Menurut Kasmir (2014:104) rasio keuangan adalah Rasio
keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada
di dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu
komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar
komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian, angka yang
30
diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun
beberapa periode.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa rasio
keuangan merupakan suatu perhitungan matematis yang dilakukan
dengan cara membandingkan beberapa pos atau komponen tertentu
dalam laporan keuangan yang memiliki hubungan untuk kemudian
yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan
sebuah perusahaan.
Menurut Kasmir (2014:106) bentuk-bentuk rasio keuangan
adalah sebagai berikut:
1. Rasio likuiditas (Liquidity Ratio)
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
b. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio atau Acid Test Ratio)
2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
a. Total utang dibandingkan dengan total aktiva atau rasio utang
(Debt to Asset Ratio)
b. Total utang dibandingkan dengan total ekuitas (Debt to Equity
Ratio)
b. Jumlah kali perolehan bunga (Times Interest Earned)
c. Lingkup biaya tetap (Fixed Charge Coverage)
d. Lingkup arus kas (Cash Flow Coverage)
3. Rasio Aktivity (Activity Ratio)
a. Perputaran Sediaan (Inventory Turn Over)
31
b. Rata-rata jangka waktu penagihan/perputaran piutang
b. (Average Collection Period)
c. Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turn Over)
d. Perputaran total aktiva (Total Assets Turn Over)
4. Rasio Profitabilitas (Profitabilitas Ratio)
a. Margin laba penjualan (Profit Margin on Sales)
b. Daya laba dasar (Basic Earning Power)
c. Hasil pengembalian total aktiva (Return on Total Assets)
d. Hasil pengembalian ekuitas (Return on Total Equity)
5. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)
a. Pertumbuhan penjualan
b. Pertumbuhan laba bersih
c. Pertumbuhan pendapatan per saham
d. Pertumbuhan deviden per saham
6. Rasio Penilaian (Valuation Ratio)
a. Rasio harga saham terhadap pendapatan
b. Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku
Dalam penelitian ini menggunakan jenis rasio sebagai berikut :
1. Current Ratio (CR)
Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya atau utang
yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan
kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi
32
kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Current ratio
dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat
keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Current Ratio
merupakan rasio yang mengkoparasikan antara current asset dengan
short-term debt sangat bermanfaat untuk mengukur likuiditas
perusahaan. Current asset menggambarkan instrumen bayar dan
diasumsikan semua current asset benar-benar digunakan untuk
membayar. Sedangkan utang lancar menggambarkan yang harus
dibayar dan didasarkan semua current liabilities benar-benar harus
dibayar.
Unsur-unsur yang dipengaruhi nilai current ratio adalah
aktiva lancar dan utang jangka pendek. Dalam hal ini aktiva lancar
terdiri dari uang kas dan juga surat-surat berharga antara lain surat
pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap
derivatif dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu
kewajiban dari penerbit, bentuk yang lazim diperdagangkan dalam
pasar uang dan pasar modal. Di lain pihak hutang jangka pendek dapat
berupa utang pada pihak ketiga.
Menurut S. Munawir (2007:72), menerangkan bahwa :
“Rasio lancar (Current ratio) yaitu perbandingan antara jumlah aktiva
lancar dengan hutang lancar, rasio ini menunjukan bahwa nilai
kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) ada sekian kali
hutang jangka pendek”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
33
Current Ratio (CR) ini merupakan rasio untuk mengukur kemampuan
suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya atau
hutang yang sudah jatuh tempo pada saat ditagih keeluruhan dananya.
Rasio lancar juga dapat berguna untuk mengukur seberapa jauh aset
lancar yang dimiliki perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya,
semakin tinggi rasionya maka semakin terjamin hutang perusahaan
tersebut kepada kreditor.
Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini yaitu:
Aktiva lancar
Current Ratio = X 100%
Hutang lancar
2. Debt To Equity Ratio (DER)
Debt To Equity Ratio (DER) merupakan suatu
perbandingan antara total liabilitas dan ekuitas. Debt To Equity Ratio
(DER) digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat proporsi
Rasio Utang yang dimiliki perusahaan.
Menurut Ardilasari (2013:7) Debt To Equity Ratio (DER)
merupakan rasio yang digunakan untuk menilai liabilitas dengan
ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan seluruh
liabilitas, termasuk liabilitas lancar dengan seluruh ekuitas.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Debt
To Equity Ratio (DER) merupakan rasio utang terhadap modal sendiri
yang mengukur seberapa besar perusaahaan dibiayai liabilitas
34
dibandingkan ekuitas. Semakin besar Debt To Equity Ratio (DER)
menunjukkan kinerja perusahaan semakin buruk. Dengan demikian
tinggi presentase Debt To Equity Ratio (DER), maka kemampuan
perusahaan dalam membayar dividen akan semakin menurun.investor
memang sebaiknya menghindari perusahaan yang jarang membagikan
diividen karena profitabilitasnya rendah. Namun, tidak semua
perusahaan yang pelit membagikan dividen adalah buruk. Perusahaan
yang memilik tata kelola baik dengan prospek pertumbuhan laba yang
cerah, pelit bagi dividen justru baik bagi investor.
Debt To Equity Ratio (DER) untuk setiap perusahaan tentu
berbeda-beda, tergantung karakteristik bisnis dan keberagaman arus
kasnya. Perusahaan dengan arus kas yang stabil biasanya memiliki
rasio yang lebih tinggi dari rasio kas yang kurang stabil. Apabila
semakin tinggi proporsi dari rasio utang yang dimiliki oleh suatu
perusahaan, maka akan semakin tinggi juga risiko keuangan suatu
perusahaan. Namun, apabila semakin rendah proporsi dari rasio utang
yang dmiliki perusahaan, maka semakin rendah proporsi dari rasio
utang yang dimiliki perusahaan, maka semakin rendah pula risiko
keuangan pada suatu perusahaan. Apabila perusahaan memiliki risiko
yang kecil dalam usahanya maka peluang untuk menghasilkan suatu
laba sangat tinggi dan dapat meningkatkan nilai Eaerning Per Share
(EPS) perusahaan.
Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini yaitu:
35
Total Hutang ( Debt )
Debt ¿ Equity Ratio= × 100 %
T otal Modal( Equity)
3. Return On Assets (ROA)
Return On Assets sering disebut sebagai economic
profitability yang merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan dengan semua aktiva yang dimiliki
perusahaan. Return on assets mengukur kemampuan perusahaan
dalam memanfaatkan aktivanya untuk mendapat keuntungan. Rasio
ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh
perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang
dimilikinya. Rasio ini dapat dibandingkan dengan tingkat bunga
yang berlaku. Keuntungan yang dipakai adalah keuntungan sebelum
bunga, setelah pajak, untuk menggambarkan besarnya keuntungan
yang didapatkan perusahaan sebelum didistribusikan baik kepada
kreditor maupun pemilik perusahaan.
Menurut Eduardus Tandelilin (2010:372) rasio ini
mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih
berdasarkan tingkat aset tertentu. ROA sering juga disebut ROI
(return on investment).
ROA dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Laba Bersih Setelah Pajak
Return On Assets = X 100%
Total Aktiva
36
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh peneliti yang dapat
dipakai sebagai bahan pertimbangan yang berkaitan dengan permasalahan
penelitian ini, penelitian terdahulu tersebut dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 2.2
Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
1. Tri Wartono. Pengaruh Current Current Berdasarkan hasil penelitian
Ratio dan Debt to Ratio, Debt to diperoleh nilai F sebesar
(Vol. 6, No. 2, April Equity Ratio Equity Ratio 0.994 dengan tingkat signifikasi
2018) terhadap Return dan Return 0.417. Karena tingkat
On Asset Studi On Ratio signifikasi lebih besar dari
Jurnal Ilmiah Pada PT Astra 0.05, maka dapat dikatakan
International, bahwa hipotesis H3 ditolak,
ISSN : 2339 0689 Tbk. yaitu Current ratio, debt to
equity berpengaruh namun tidak
signifikan terhadap Return on
asset.
2. Mardhika, P.A. & Pengaruh Current Current Hipotesis pertama menunjukan
Marbun, D.P. Ratio Dan Debt Ratio, Debt to hasil terdapat pengaruh
To Equity Ratio Equity Ratio signifikan positif antara
37
(Vol 3 Maret 2016) Terhadap Return dan Return Variable Current Ratio terhadap
On Assets Pada On Ratio Return On Assets.
Jurnal Ilmiah PT. Bank Mandiri Hipotesis kedua menunjukkan
(Persero) Tbk hasil terdapat pengaruh
ISSN : 2337-7313 signifikan negatif antara
variable Debt to Equty Ratio
terhadap Return On
Assets.
3. Adeliana Anggran Pengaruh CR, Current Ratio Current Ratio (CR)
Darminto & Siti DER,TATO (CR), Debt To berpengaruh negatif dan tidak
Rokhmi Fuadati Terhadap ROA Equity Ratio signifikan terhadap retutn on
Pada Perusahaan (DER), Total asset (ROA). Debt to Equity
(Vol 9, No.3, Maret Rokok Di BEI Assets Turn Ratio (DER) berpengaruh
2020) Over (TATO), positif dan signifikan terhadap
Return On return on asset (ROA). Total
Jurnal Ilmu dan Riset Assets (ROA) assets Turnover (TATO)
Manajemen berpengaruh positif dan
signifikan terhadap return on
e-ISSN: 461-0593
asset (ROA)
4. Endang Puji Astutik & Pengaruh Current Current Dari hasil analisa uji F
Ammelia Novita Ratio dan Debt to Ratio, Debt menunjukkan Fhitung sebesar
Anggraeny Asset Ratio to Asset Ratio 4,926 dengan nilai signifikansi
terhadap Return (DAR), sebesar 0,046 dan F tabel 4,74.
Vol.3, No.1, September On Asset Pada Return On Maka (Fhitung > Ftabel)
38
2019 PT. Indocement Asset Ratio. dikarenakan 4,926 > 4,74 dan
Tunggal Prakarsa nilai signifikansi 0,046 < 0,05,
Jurnal Sekuritas Tbk periode sehingga Ha diterima dan Ho
2008-2017 ditolak. Maka dapat disimpulkan
ISSN : 2581-2696 bahwa secara simultan Current
Ratio dan Debt to Asset Ratio
berpengaruh signifikan terhadap
Return On Asset pada PT.
Indocement Tunggal Prakarsa,
Tbk periode 2008-2017.
5. Felicia, Dwi Ariyanti, Pengaruh Current Current Hasil penelitian antara Current
Titi, Velycia, Ronald Ratio, Debt to Ratio, Debt Ratio (CR) terhadap Return on
Hasudungan Asset Ratio,dan To Asset Asset(ROA) diperoleh nilai
Rajagukguk. Perputaran Modal Ratio, Thitung = 6,697 sedangkan
Kerja Terhadap Perputaran Ttabel = 2,365 maka Thitung
(Vol. 12, No. 2, 2019) Return On Asset Modal Kerja, 6,697 > Ttabel 2,365 dengan
pada perusahaan dan Return nilai signifikansi 0,000 dimana
Junal Komunikasi sektor industri On Assets. 0,000 < 0,05 terdapat pengaruh
Ilmiah Akuntansi dan barang konsumsi yang positif dan signifikan
Perpajakan yang terdaftar di antara Current Ratio (CR)
BEI tahun 2013 – terhadap Return on Asset.
e-ISSN: 2622-1950 2017
6. Ihsan S. Basalama, Sri Pengaruh Current Current Secara simultan terdapat
Murni, Jacky S.B. Ratio, DER dan Ratio, DER, pengaruh yang signifikan antara
39
Sumarauw ROA terhadap ROA dan variable independent (Current
Vol.5 No.2 Juni 2017, Return Saham Return Saham Ratio, DER dan ROA) terhadapa
Hal. 1793–1803 pada perusahaan variable dependent (Return
Automotif dan Saham) pada perusahaan
Jurnal EMBA Komponen Automotif dan Komponen yang
Periode 2013- terdaftar di BEI. Current ratio
ISSN 2303-1174 2015 tidak memiliki pengaruh terhadap
return saham.Debt to Equity
memiliki pengaruh terhadap
return saham saham. Return on
Asset memiliki pengaruh
terhadap return saham saham.
7. Mitha Christina Ginting Pengaruh Current Current ratio, Current ratio dan debt to
Ratio dan Debt to Debt to, Equity equity ratio secara simultan
Vol 3. No. 2, p. 37-44 Equity Ratio Ratio dan berpengaruh signifikan
(DER) Terhadap Financial terhadap financial distress.
Jurnal Manajemen Financial Distress Distress Secara parsial, current ratio
pada Perusahaan maupun debt to equity ratio
p - ISSN : 2301 - 6256 Property & Real berpengaruh signifikan terhadap
Estate di Bursa financial distress. Secara
Efek Indonesia simultan current ratio dan debt
to equity ratio berpengaruh
terhadap financial distress
dengan nilai Sig. sebesar
40
0,000. Secara parsial, current
ratio berpengaruh positif
terhadap financial distress
dengan nilai Sig. sebesar
0,000 sedangkan debt to
equity ratio
berpengaruh negatif terhadap
financial distress dengan nilai
Sig. sebesar 0,003 pada
perusahaan Property dan Real
Estate di Bursa Efek Indonesia.
8. Aditya Pratama, Pengaruh Current Current Ratio, Berdasarkan hasil perhitungan
Teguh Erawati Ratio, Debt To Debt To analisis regresi, maka terlihat
Equity Ratio, Equity Ratio, bahwa nilai coefficients dari
VOL.2 NO.1 JUNI 2014 Return On Equity, Return On variabel yang memiliki
Net Profit Margin Equity, Net pengaruh signifikan terhadap
Jurnal Akuntansi Dan Earning Per ProfitMargin, harga saham perusahaan
Share Terhadap Earning Per manufaktur hanya variabel
Harga Saham Share, Stock Current Ratio, Debt to Equity
Price. Ratio, dan Earning Per Share.
Maka variabel tersebut dalam
penelitian ini menjadi variabel
yang dapat dijadikan acuan
untuk digunakan oleh para
41
investor dalam menentukan
strategi investasinya
9. Ifa Nurmasari Analisis Current Return stocks, Current Ratio (CR) tidak
Vol. 5, No.1, Oktober Ratio, Return On Current Ratio, berpengaruh secara signifikan
2017 Equity, Debt To Return on terhadap return saham, hal ini
Equity Ratio Dan Equity, Debt to ditunjukkan dari thitung<ttabel (-
Jurnal KREATIF : Pertumbuhan Equity Ratio, 0,1292<2,021) dan nilai
Pemasaran,Sumberdaya Pendapatan revenue growth signifikansi 0,8979>0,05. Return
Manusia dan Keuangan Berpengaruh on Equity (ROE) tidak
Terhadap Return berpengaruh secara signifikan
ISSN : 2339 – 0689 Saham Pada terhadap return saham, hal ini
Perusahaan ditunjukkan dari thitung<ttabel
Pertambangan Di (0.4786<2,021) dan nilai
Bursa Efek signifikansi 0,6352>0,05.Debt to
Indonesia 2010- Equity Ratio (DER) tidak
2014 berpengaruh secara signifikan
terhadap return saham, hal ini
ditunjukkan dari thitung<ttabel
(0.6427<2,021) dan nilai
signifikansi 0,5245>0,05.
Pertumbuhan pendapatan tidak
berpengaruh signifikan terhadap
return saham, hal ini
ditunjukkan dari thitung<ttabel
42
(1,0151<2,021) dan nilai
signifikansi 0,3168>0,05.
2.3 Kerangka Berfikir
Uma sekaran dalam bukunya Business Research (1992) dalam
(Sugiyono,2010) mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model
konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor
yang telah diidentifikasi sebagai masalah penting.
Untuk mendapatkan kerangka berfikir bukan suatu hal yang
mudah, diperlukan suatu pemahaman terhadap objek yang diteliti agar mudah
dipahami. Dalam membuat kerangka berfikir sebaiknya tidak hanya
menyimpulkan data yang terpenggal namun juga dari informasi-informasi
berdasarkan fakta yang ada. Selain itu diperlukan ketelitian dan kepekaan
akan setiap informasi yang dimiliki berupaya dengan baik sehingga
membuahkan kesimpulan atau gambaran yang meyakinkan.
Adapun penelitian ini berjudul Pengaruh Current Ratio (CR) dan
Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Return On Assets (ROA) Pada PT.
Siantar Top Tbk. Maka kerangka berfikir yang diajukan adalah sebagai
berikut:
Variabel (X1)
Current Ratio (CR)
Ha1 Variabel (Y)
Return On Assets
(ROA)
43
Ha2
Variabel (X2)
Debt To Equity
Ratio (DER)
Ha3
Gambar 2.1
Kerangka Berfikir
2.4 Pengembangan Hipotesis
Hipotesis menurut Wiratna (2018:65) “Hipotesis merupakan dugaan
sementara dari jawaban rumusan masalah penelitian. Hipotesis disertai
dengan narasi hubungan antar variabel, dimana diarahkan pada alasan dugaan
sementara penelitian kita disertai bukti pendukung dugaan sementara kita
berupa hasil penelitian terdahulu, penelitian terdahulu yang dijadikan
pendukung dugaan sementara dapat diambil dari penelitian terdahulu yang
ada di sub bab sebelumnya”.
Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teorotis
dianggap paling tinggi tingkat kebenaranya disebut hipotesis. Dengan kata
lain, ia merupakan perkiraan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya
melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Hipotesis merupakan
44
pernyataan keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sampel
(Sutanta,2019:36).
Berdasarkan kerangka berfikir diatas maka hipotesis penelitian
(dugaan sementara) adalah sebagai berikut :
Hₒ₁: Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On
Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.
Hₐ₁: Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets
(ROA) pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.
Hₒ₂: Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap
Return On Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 -
2019.
Hₐ₂: Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return On
Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.
Hₒ₃: Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) secara bersama-
sama tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA)
Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012- 2019.
Hₐ₃: Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh
signifikan secara bersama-sama terhadap Return On Assets (ROA) Pada
PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 – 2019.
45
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Ditinjau dari permasalahan yang diteliti, yaitu penilaian kinerja
keuangan selama beberapa kurun waktu, yang berkaitan dengan data mentah
yang diperoleh dalam bentuk laporan keuangan atau data yang berupa angka-
angka maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian
Kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif.
46
Menurut Sugiyono (2016:10) Penelitian kuantitatif merupakan
sebagai metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat positivisme,
digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan
data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik, dan data penelitian berupa angka-angka, dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah diterapkan.
Menurut Sugiyono (2016:199) Statistik deskriptif adalah statistik
yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Dalam penelitian ini peneliti hanya mendeskripsikan tentang
kinerja PT. Siantar Top, Tbk dengan menggunakan Rasio Likuiditas, Rasio
Solvabilitas dan Rasio Profitabilitas. Sehingga bisa diketahui kinerja
keuangan serta kemampuan pembiayaan kedepannya.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
PT.Siantar Top, Tbk merupakan perusahaan yang telah terdaftar
(listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang bergerak dalam bidang
manufacturing makanan ringan. Telah terbukti sebagai salah satu
perusahaan yang produk berkualitas baik, dapat dilihat dari berbagai
penghargaan dan sertifikat yang sudah diperoleh perusahaan ini. Namun,
peningkatan keuangan perusahaan yang cenderung berfluktuasi dari tahun
ke tahun dan laba perusahaan yang tidak tetap sehingga tidak sesuai hasil
47
kinerja keuangan dengan tujuan perusahaan, sehingga penulis tertarik
untuk memilih perusahaan ini sebagai tempat penelitian. Data keuangan
PT.Siantar Top diperoleh dari ( https://www.idnfinancials.com/id/sttp/pt-
siantar-top-tbk )
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama tiga bulan yaitu
pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2021. Penelitian ini
dilaksanakan secara bertahap diambil dengan pra survey mulai dari
pendahuluan, pengajuan proposal, pengambilan data, pengolahan data dan
penyusunan skripsi.
3.3 Operasional Variable Penelitian
Menurut Sugiyono (2017:38) variabel penelitian adalah segala
sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya. Sedangkan Menurut Erlina (2008: 42), variabel penelitian
adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai yang dapat
berbeda pada waktu yang berbeda pula untuk obyek atau orang yang sama.
1. Variable Bebas (Independen)
Variabel independen/bebas sering disebut sebagai variabel
stimulus, predictor, antecedent adalah variabel yang mempengaruhi atau
yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
48
(terikat) (Sugiyono. 2012: 59). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
Current Ratio dan Debt to Equity Ratio.
2. Variable Terikat (Dependen)
Variabel dependen/terikat sering disebut variabel output, kriteria,
konsekuen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas (Sugiyono. 2012: 59). Dalam penelitian ini
variabel terikatnya adalah Return On Assets.
Tabel 3.1
Operasional Variabel
Variabel Definisi Indikator Skala
Ukuran untuk
menghitung kemampuan
perusahaan dalam
CR Aktiva Lancar
membayar kewajiban CR= Rasio
(X1) Hutang Lancar
jangka pendek dengan
aktiva lancar yang
tersedia
Ukuran untuk
DER perbandingan antara total Total Hutang( Debt )
DER= Rasio
Total Modal(Equity)
(X2) hutang dengan ekuitas
pemegang saham
ROA Kemampuan perusahaan Laba Bersih Setelah Pajak Rasio
ROA=
Total Ekuitas
(Y)
untuk menghasilkan laba
setelah pajak dengan
menggunakan asset yang
49
dimiliki perusahaan
Sumber : Data yang diolah
3.4 Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2016:80) Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
krakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi
juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar
jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh
karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Dalam
penelitian ini populasi yang digunakan peneliti adalah laporan keuangan
PT. Siantar Top, Tbk tahun 2012-2019.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2016:81) Sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Dalam penelitian ini
sampel yang diguanakan peneliti adalah neraca dan laporan laba rugi PT.
Siantar Top, Tbk tahun 2012-2019.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
50
Seperti sudah dijelaskan didepan bahwa teknik penelitian yang
dilakukan penulis adalah menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu
metode yang bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek
penelitian berdasarkan data variable yang diperoleh dari kelompok subjek
yang diteliti.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan
peneliti/penulis adalah sebagai berikut:
1. Penelitian kepustakaan
Yaitu dengan mengumpulkan dan mempelajari bahan-bahan yang
mendukung penelitian dari berbagai sumber, sehingga memperkuat
landasan teori untuk dilakukannya pengujian dan pembahasan terhadap
objek penelititan. Penelitian kepustakaan bisa dilakukan dengan cara
membaca literature, diktat mata kuliah dan bahan-bahan lain yang
berhubungan dengan masalah yang dibahas.
2. Penelitian Internet
Terkadang dalam informasi yang diperoleh peneliti dari buku
referensi atau literature yang peneliti miliki atau pinjam dari perpustakaan
kurang up to date dengan keadaan masa kini dikarenakan ilmu yang terus
berkembang sehingga peneliti mencari tambahan data yang diperlukan dari
internet agar penelitian tetap up to date
3.6 Teknik Analisis Data
51
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa dalam
penyusunan skripsi ini penulis menggunakan teknik atau pendekatan
deskriptif kuantitatif prosentase. Yaitu suatu metode yang bertujuan untuk
memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel
yang diperoleh dari kelompok subjek. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah
bentuk analisis yang menggunakan angka-angka dan perhitungan, antara lain
dengan metode:
1. Uji Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif menggambarkan atau mendeskripsikan suatu
data yang dilihat dari nilai rata–rata (mean), median, modus, standar
deviasi, maksimum dan minimum. Statatistik deskriptif merupakan
statistik yang menggambarkan atau mendeskripsikan data dari masing-
masing variable menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah
untuk dipahami.. Adapun pengujian yang dilakukan untuk uji statistik
deskriptif adalah dengan menggunakan program SPSS versi 20.
2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dimaksudkan untuk mengetahui ada atau
tidaknya pelanggaran terhadap asumsi klasik model regresi. Model regresi
yang baik, tidak akan terjadi pelanggaran terhadap asumsi klasik.
Pelanggaran terhadap asumsi klasik dapat menyebabkan koefisien
memiliki standar error yang besar dan hasil statistik yang dihasilkan tidak
akurat. Uji asumsi klasik terdiri dari:
52
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sampel yang
digunakan mempunyai distribusi normal atau tidak. Dalam model
regresi linier, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai error yang berdistribusi
normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang dimiliki
distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan
pengujian secara statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test
of Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS.
Menurut Singgih Santoso (2012:293) dasar pengambilan
keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic
Significance), yaitu:
1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah
normal.
2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah
tidak normal.
Uji normalitas juga dapat dilihat dalam normal probabilty plot
pada output regresi. Kriteria pengambilan keputusan yaitu sebagai
berikut:
a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah
diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti
arah, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
53
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam
model regresi ditemukan ada atau tidaknya korelasi antara variabel
bebas. Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan terdapat problem
multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi
kolerasi diantara variabel independen. Jika terbukti ada
multikolinieritas, sebaiknya salah satu independen yang ada dikeluarkan
dari model, lalu pembuatan model regresi diulang kembali (Singgih
Santoso, 2010:234).
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat
dari besaran Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Pedoman
suatu model regresi yang bebas multikolinieritas adalah mempunyai
angka tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, jika nilai VIF
dibawah 10, maka tidak terjadi gejala multikolinieritas (Gujarati,
2012:432).
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians atau residual dari
satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Menurut Gujarati
(2012:406) untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan
uji-rank Spearman yaitu dengan mengkorelasikan variabel independen
terhadap nilai absolut dari residual (error). Untuk mendeteksi gejala uji
54
heteroskedastisitas, maka dibuat persamaan regresi dengan asumsi tidak
ada heteroskedastisitas kemudian menentukan nilai absolut residual,
selanjutnya meeregresikan nilai absolute residual diperoleh sebagai
variabel dependen serta dilakukan regresi dari variabel independen. Jika
nilai koefisien korelasi antara variabel independen dengan nilai absolut
dari residual signifikan, maka kesimpulannya terdapat
heteroskedastisitas (varian dari residual tidak homogen).
d. Uji Autokolerasi
Uji autokolerasi yang dilakukan penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada kolerasi
antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada
periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan ada
problem autokorelasi. Tentu saja model regresi yang baik adalah regresi
yang bebas dari autokolerasi (Singgih Santoso, 2012:241). Pada
prosedur pendeteksian masalah autokolerasi dapat dgunakan besaran
Durbin-Waston. Untuk memeriksa ada tidaknya autokolerasi, maka
dilakukan uji Durbin-Watson dengan keputusan sebagai berikut:
Jika (D-W) < l d , maka ho ditolak.
Jika (D-W) > u d , maka ho diterima.
Jika l d < (D-W) < u d , maka tidak dapat diambil kesimpulan.
Tabel 3.2
Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson(DW test)
55
Nilai statistik d Hasil
0 < d < Dl Ada auto korelasi positif
dL ≤ d ≤ du Ragu – Ragu
du ≤ d ≤ 4- du Tidak ada korelasi positif/negative
4- du ≤ d ≤ 4- Dl Ragu – Ragu
4- dL ≤ d ≤ 4 ada korelasi negative
3. Uji Regresi Linear Sederhana
Menurut Sugiyono (2010: 260) analisis regresi digunakan untuk
memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependent bila
nilai variabel independen dirubah–rubah.
Rumusnya :
Y = a + bX
Dimana :
Y = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan
a = nilai Y ketika Nilai X=0 (nilai konstantan)
b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka
peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada
perubahan variabel idenpenden. Bila (+) arah garis naik dan bila (-) maka
arah garis turun.
X = subyek pada variabel idependen yang mempunyai nilai tertentu
Untuk mengetahui a dan b dapat digunakan rumus least square sebagai
berikut :
( ∑ Y ) ( ∑ X 2 )−( ∑ X )( ∑ XY )
a=
n (∑ X 2 )( ∑ X ) ²
b=n ∑ XY −¿ ¿ ¿
56
4. Uji Regresi Linear Berganda
Analisis ini dilakukan untuk meneliti apakah ada hubungan sebab
akibat antara kedua variabel atau meneliti seberapa besar pengaruh CR dan
DAR terhadap variabel dependen yaitu DPR (Ghozali, 2011:96). Adapun
rumus yang digunakan adalah:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan :
Y : Return On Asset
X1 : Current Ratio
X2 : Debt to Equity Ratio
a : Konstanta
b : Koefisien variabel independen.
e : Standart error
Setelah diketahui persamaan regresi maka hubungan antara
variable bebas dan variable terikat ditafsirkan berdasarkan atas nilai
koefisien dari variable bebas.
5. Uji Koefisien Korelasi
Analisis korelasi adalah salah satu teknik statistik yang
digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variable atau lebih
yang bersifat kuantitatif, untuk mengetahui besarnya korelasi yang
57
berkaitan dengan penelitian dapat dihitung dengan koefisien yaitu dengan
rumus sebagai berikut:
R= (∑X1X2Y)−(∑X1)(∑X2)(∑Y)
√{n(∑X12)(∑X22)−(∑X1)2(∑X2)2 }.{n(∑Y2)−(∑Y)2 }
Keterangan:
R : Koefisien Korelasi
X1 : Current Ratio
X2 : Debt to Equity Ratio
Y : Return On Asset
n : Banyaknya Data
Menurut Sugiyono (2011:250) pedoman untuk memberikan
interprestasi koefisien korelasi dapat dilihat dari table berikut:
Tabel 3.3
Pedoman Menginterprestasikan Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 − 0,19 Sangat Rendah
0,20 − 0,39 Rendah
0,40 − 0,59 Sedang
0,60 − 0,79 Kuat
0,80 − 1,00 Sangat Kuat
Sumber: Sugiyono (2011:250)
6. Uji Koefisien Determinasi
58
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa
besar presentase sumbangan pengaruh variable independen secara serentak
terhadap variable dependen (Duwi Prayitno, 2013:56).
Pengukuran varian variable tergantung rata-rata yang dapat
dijelaskan oleh variable bebas atau prediktornya. Jika nilai ini semakin
besar (mendekati satu), maka prediksi yang dibuat semakin akurat. Adapun
rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
KD = r2x 100%
Dimana:
KD : Koefisien Determinasi
R : Koefisien Korelasi
Adapun pengujian yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS
versi 20.
7. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang
didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun
dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa
dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak
mungkin disebapkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas
probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.
a. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Menurut Ghozali (2012: 98) Uji t (t-test) digunakan untuk
menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan
59
dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel
dependen secara parsial. Dasar pengambilan keputusan digunakan
dalam uji t adalah sebagai berikut:
1) Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak.
Hipotesis ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen tidak
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
2) Jika nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima.
Hipotesis tidak dapat ditolak mempunyai arti bahwa variabel
independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
b. Uji F
Menurut Ghozali (2012:98) Uji Statistik F pada dasarnya
menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas
yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-
sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat. Untuk menguji
hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan
keputusan sebagai berikut:
1) Jika nilai F lebih besar dari 4 maka H0 ditolak pada derajat
kepercayaan 5% dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatife,
yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak
dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
60
2) Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan F menurut tabel.
Bila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel, maka Ho
ditolak dan menerima Ha.
61
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Agnes Sawir, 2011, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4.
Yogjakarta: BPFE
Brigham, F. Eugene dan Joel F. Houston. 2013. Dasar-dasar Manajemen
Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Dian Wijayanto, 2012. Pengantar Manajemen, PT.Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Fahmi, Irham. 2011. Analisis Laporan Akuntansi. Bandung: ALFABETA.
Fahmi, I. (2012). Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Kedua. Bandung:
Alfabeta.
Gitman, L.J.; Zutter, C.J. 2012. Principles of Managerial Finance. 13e. Boston:
Pearson.
Ghozali,I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21.
Semarang: Undip.
Harahap, Sofyan Syafri, 2013, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan
Kesebelas. Jakarta: Rajawali Pers.
Harjito, D. A., & Martono. (2014). Manajemen Keuangan. Edisi Kedua, Cetakan
Keempat. Yogyakarta: EKONISIA.
Hasibuan, Malayu S.P (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hery. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Grasindo.
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi 2008. Jakarta:
PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.
Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Prenada Media Grup.
Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Kasmir, 2014. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh.
Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Kasmir. (2019). Analisis Laporan Keuangan . Depok: PT RajaGrafindo Persada.
62
Manulang. 2004. Management Personalia. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Liberty.
Yogyakarta.
Priyastama,R. (2020). The Book Of SPSS. Yogyakarta: Start Up.
Santoso,S. (2020). Panduan Lengkap SPSS 26. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti. 2012. Dasar – Dasar Manajemen Keuangan.
Edisi Keenam Cetakan Pertama. Yogyakarta : UPP STIM YPKN.
Sujarweni,V,W & Utami, L,R. (2019). Pintar Mengolah Data Statistik Untuk
Segala Keperluan Secara Otodidak. Yogyakarta: Start Up.
Sutanta. (2019). Belajar Mudah Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Thema
Publishing.
Sutojo, S. (2008). Manajemen Keuangan Modern. Jakarta: PT Damar Mulia
Pustaka.
Sutrisno. (2013). Manajemen Keuangan Teori Konsep & Aplikasi. Yogyakarta:
Ekonisia.
Widiyanti, A. (2013). Manajemen Keuangan . AURA.
Wijoyono,G. (2020). Merancang Penelitian Bisnis Dengan Alat Analisis SPSS 25
& SmartPLS 3.2.5. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Jurnal:
Adeliana Anggran Darminto, S. (2020). Pengaruh CR, DER,TATO Terhadap
ROA Pada Perusahaan Rokok Di BEI. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia Surabaya, Vol 9, No.3.
Aditya Pratama, T (2014). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Return
On Equity, Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga
Saham. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Sarjanawiyata Tamansiswa. Vol.2 No.1 Juni 2014
63
Endang Puji Astutik, A. (2019). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Asset Ratio
terhadap Return On Asset Pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
periode 2008-2017. LPPM & Prodi Manajemen Universitas Pamulang,
Vol.3, No.1.
Felicia, D, T, V, R. (2019). Pengaruh Current Ratio, Debt to Asset Ratio,dan
Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Asset pada perusahaan
sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2013 – 2017.
Universitas Prima Indonesia, Vol. 12, No. 2.
Ifa Nurmasari (2017). Analisis Current Ratio, Return On Equity, Debt To Equity
Ratio Dan Pertumbuhan Pendapatan Berpengaruh Terhadap Return Saham
Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia 2010-2014. Prodi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Vol. 5, No. 1,
Oktober 2017
Ihsan S. Basalama, S, J (2017). Pengaruh Current Ratio, Der Dan Roa Terhadap
Return Saham Pada Perusahaan Automotif Dan Komponen PERIODE
2013-2015. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas
Sam Ratulangi, Manado. Vol.5 No.2 Juni 2017
Mardhika, P.A. & Marbun, D.P (2016). Pengaruh Current Ratio Dan Debt To
Equity Ratio Terhadap Return On Assets Pada PT. Bank Mandiri (Persero)
Tbk. Program Studi Manajemen, Universitas Pembangunan Jaya. Vol 3
Maret 2016
Mitha Christina Ginting (2017). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio
(DER) Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Property & Real
Estate di Bursa Efek Indonesia. Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas
Methodist Indonesia. Vol 3. No. 2, p. 37-44
Tri Wartono. (2018). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap
Return On Asset Studi Pada PT Astra International, Tbk. Dosen
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Vol. 6, No. 2
WEB:
http://siantartop.co.id/id/hubungan-investor/laporan-tahunan/ ( diakses 20 februari
2021 ) pukul 10:00 WIB
http://siantartop.co.id/id/hubungan-investor/laporan-tahunan/ ( diakses 22
Februari 2021 ) pukul 13:00 WIB
64