0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12K tayangan71 halaman

Dini Amalya Revisi Bab 1-3

Proposal skripsi ini membahas pengaruh current ratio dan debt to equity ratio terhadap return on assets pada PT Siantar Top Tbk periode 2012-2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut dan memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan. Hasil penelitian diharapkan memberikan masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya.

Diunggah oleh

Dini Amalya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12K tayangan71 halaman

Dini Amalya Revisi Bab 1-3

Proposal skripsi ini membahas pengaruh current ratio dan debt to equity ratio terhadap return on assets pada PT Siantar Top Tbk periode 2012-2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut dan memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan. Hasil penelitian diharapkan memberikan masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya.

Diunggah oleh

Dini Amalya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO

TERHADAP RETURN ON ASSETS


PADA PT. SIANTAR TOP TBK
PERIODE 2012-2019

PROPOSAL SKRIPSI

Ditulis Oleh
DINI AMALYA
NIM: 171010550687

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan

karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi ini. Penulisan proposal

skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program studi

Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Judul proposal skripsi

penulis adalah “PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY

RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT SIANTAR TOP TBK.

PERIODE 2012-2019”.

Dalam penyusunan dan penulisan proposal skripsi ini tidak terlepas dari

bantuan, dorongan dan dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung

maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis dengan

senang hati menyampaikan terimakasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Dr. (HC) Drs. H. Darsono., selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya yang

telah mewujudkan mimpi – mimpi anak bangsa dengan mempelopori adanya

pendidikan dengan biaya terjangkau dan berkualitas.

2. Bapak Dr. E. Nurzaman, A.M., M.M., M.Si selaku Rektor Universitas

Pamulang, Tangerang Selatan, Banten yang telah berupaya keras menjadikan

Universitas Pamulang semakin berkualitas.

3. Bapak Dr. H. Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA, CMA., selaku Dekan

Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah memajukan Fakultas

Ekonomi menjadi semakin baik.

i
4. Bapak Dr. Kasmad, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen

Universitas Pamulang.

5. Bapak dan Ibu jajaran staf Universitas Pamulang terkhusus staf manajemen,

yang telah membantu memperlancar upaya saya dalam menyelesaikan studi di

Universitas Pamulang.

6. Semua pihak yang telah membantu kelancaran proposal skripsi ini yang tidak

bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih atas dorongan, motivasi, bantuan,

dan doa yang telah diberikan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa propsal skripsi ini masih jauh dari kata

sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk kritik dan saran

yang bersifat membangun agar pada kesempatan lain penulis dapat lebih baik lagi

dalam berkarya.

Tangerang Selatan, 02 Maret 2021

Penulis,

Dini Amalya
NIM. 171010550687

DAFTAR ISI

ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................iii

DAFTAR TABEL..............................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.........................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian.....................................................................1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................................7

1.3 Tujuan Penelitian..................................................................................8

1.4 Manfaat Penelitian................................................................................8

1.5 Sistematika Penulisan...........................................................................10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori......................................................................................11

2.1.1 Pengertian Manajemen..............................................................11

2.1.2 Fungsi Manajemen....................................................................12

2.1.3 Pengertian Manajemen Keuangan.............................................15

2.1.4 Fungsi Manajemen Keuangan...................................................17

2.1.5 Tujuan Manajemen Keuangan..................................................18

2.1.6 Pengertian Laporan Keuangan..................................................19

2.1.7 Tujuan Laporan Keuangan........................................................21

2.1.8 Manfaat Laporan Keuangan......................................................23

2.1.9 Jenis-Jenis Laporan Keuangan.................................................24

2.1.10 Syarat Laporan Keuangan........................................................28

iii
2.1.11 Rasio Keuangan.......................................................................30

2.2 Penelitian Terdahulu..............................................................................37

2.3 Kerangka Berfikir...................................................................................43

2.4 Pengembangan Hipotesis.......................................................................44

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian........................................................................................47

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian.................................................................48

3.3 Operasional Variabel Penelitian..............................................................48

3.4 Populasi dan Sampel...............................................................................50

3.5 Teknik Pengumpulan Data......................................................................51

3.6 Teknik Analisis Data...............................................................................52

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................62

DAFTAR TABEL

iv
Tabel 1.1 Indikator Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan Return On

Assets................................................................................................5

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu...........................................................................37

Tabel 3.1 Operasional Variabel...........................................................................50

Tabel 3.2 Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson (DW Test)...................56

Tabel 3.3 Pedoman Menginterprestasikan Koefisien Korelasi...........................59

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir............................................................................44

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting

bagi perusahaan. Perusahaan yang berskala besar atau kecil akan mempunyai

perhatian besar di bidang keuangan, terutama dalam perkembangan dunia

usaha yang semakin maju, persaingan antar satu perusahaan dengan

perusahaan lainnya semakin ketat, belum lagi kondisi perekonomian yang

tidak menentu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tiba-tiba bangkrut.

Dunia usaha saat ini dalam era globalisasi semakin kempetitif

menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi agar terhindar dari

kebangkrutan dan unggul dalam persaingan. Untuk mengantisipasi persaingan

tersebut, perusahaan harus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya

sebagai upaya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Upaya yang

harus dilakukan adalah dengan menerapkan berbagai kebijakan strategis yang

menghasilkan efisiensi dan efektifitas bagi perusahaan. Usaha tersebut

membutuhkan modal yan tidak sedikit, yang meliputi usaha memperoleh dan

mengalokasikan dana tersebut secara optimal. Salah satu tempat untuk

memperoleh dana tersebut adalah melalui pasar modal.

Perusahaan makanan ringan merupakan salah satu kategori sektor

industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempunyai peluang untuk

tumbuh dan berkembang. Industri makanan dan minuman diprediksi akan

1
membaik kondisinya. Hal ini terlihat semakin menjamurnya industri makanan

dan minuman di negara ini khususnya semenjak memasuki krisis

berkepanjangan. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat sehingga

para manajer perusahaan berlomba-lomba mencari investor untuk

menginvestasikan dananya diperusahaan makanan dan minuman tersebut.

Barang konsumsi menjadi industri yang penting bagi perkembangan

perekonomian bangsa. Hal ini tidak terlepas dari perusahaan-perusahaan yang

bergerak dalam industri barang konsumsi di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri

bahwasanya dalam proses produksi barang konsumsi dibutuhkan banyak

sumber daya termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Industri barang

konsumsi mempunyai peranan dalam menyerap tenaga kerja dan

meningkatkan pendapatan pada suatu negara.

Pengukuran tingkat efektifitas manajemen yang ditunjukkan oleh laba

yang dihasilkan dari penjualan dan dari pendapatan investasi, dapat dilakukan

dengan mengetahui seberapa besar rasio profitabilitas yang dimiliki. Jumlah

perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

cukup banyak dibandingkan dengan perusahaan dibidang lainnya. Hal ini

yang membuat penelitian tertarik untuk menjadikan perusahaan makanan dan

minuman sebagai objek yang akan diteliti.

Menurut Fred Weston dalam buku Kasmir (2019:129), bahwa rasio

likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan

dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.

2
Menurut Agnes Sawir (2011:8), menerangkan bahwa current ratio

merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui

kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek, karena rasio ini

menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditor jangka pendek dipenuhi

oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama

dengan jatuh tempo utang”.

Menurut Kasmir (2019:134), Rasio lancar atau Current Ratio

merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar

kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat

ditagih secara keseluruhan.

Current Ratio merupakan rasio yang menggambarkan indicator

kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban financial

jangka pendeknya. Akan tetapi current ratio yang tinggi akan berpengaruh

negatif terhadap kemampuan memperoleh laba (rentabilitas), karena sebagian

modal kerja tidak berputar atau mengalami pengangguran (Sondakh &

Lambey, 2012).

Menurut peneliti Current Ratio merupakan rasio yang digunakan

untuk melihat sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka

pendekya.

Menurut Brigham dan Houston (2013:142), Rasio Leverage

merupakan rasio yang mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan

pendanaan melalui hutang (financial leverage).

3
Debt to Equity ratio merupakan salah satu rasio pengelolaan mdal

yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membiayai usaha dengan

pinjaman yang disediakan oleh pemegang saham.

Menurut Kasmir (2012:151), Debt to Equity Ratio merupakan rasio

yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan

cara membandingkan antara seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan

seluruh ekuitas.

Menurut Harahap (2013:303), mendefinisikan Debt to Equity Ratio

sebagai berikut : “ Debt to Equity Ratio menggambarkan sejauh mana modal

pemilik dapat menutupi hutang-hutang kepada pihak luar”

Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa Debt to

Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam membayar semua kewajibannya dengan menggunakan

modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Menurut Kasmir (2019:198), Rasio Profitabilitas merupakan rasio

untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

Return On Assets sering disebut sebagai economic profitability yang

merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan

dengan semua aktiva yang dimiliki perusahaan. Return On Assets mengukur

kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk mendapat

keuntungan. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah

dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang

dimilikinya.

4
Return on Assets (ROA) adalah perbandingan antara laba bersih

setelah pajak dengan aktiva untuk mengukur tingkat pengambilan investasi

total (Stoner dan Sirait, 1994 dalam Darnita, 2013).

Menurut Sutrisno ( 2017:229) Return On Assets sebagai rentabilitas

ekonomis merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.

Menurut peneliti Return On Assets merupakan rasio digunakan untuk

melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan

memanfaatkan aktiva yang dimiliki.

PT. Siantar Top, Tbk. Merupakan perusahaan makanan dan minuman

yang berkembang pesat dari tahun 1987 sampai sekarang. PT. Siantar Top

Tbk. Bergerak dalam bidang industri makanan ringan, yaitu mie ( snack

noodle ), kerupuk ( crackers ) dan kembang gula ( candy ). Hasil produksi

perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negri, khususnya Asia. PT.

Siantar Top Tbk merupakan perusahaan makanan dan minuman yang menjadi

pelopor perusahaan makanan dan minuman yang ada di Indonesia. PT.

Siantar Top Tbk beralamat Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Waru Sidoarjo. Saat

ini PT. Siantar Top Tbk memiliki satu anak perusahaan saja, yaitu PT. Siantar

Megah Jaya yang bergerak di bidang perdagangan.

Tabel 1.1
Indikator Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan Return On Assets
PT. Siantar Top Tbk Periode 2012-2019
Tahun CR (%) DER (%) ROA(%)
2012 99,74% 115,60% 5,97%
2013 114,24 111,78% 7,78%
2014 148,42 107,95% 7,26%

5
2015 118,97 90,28% 9,67%
2016 296,23 99,94% 7,45%
2017 261,92 69,15% 9,22%
2018 184,85 59,81% 9,69%
2019 285,30 34,15% 16,75%
Sumber: Laporan keuangan PT Siantar Top Tbk

Berdasarkan tabel indikator 1.1 dilihat bahwa Current Ratio

mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, 2013, 2014

mengalami kenaikan sebesar 99,75%, 114,24%, 148,42%. Dan pada tahun

2015 CR mengalami penurunan sebesar 118,97%. Pada tahun 2016 dan 2017

mengalami penurunan kembali sebesar 261,92%, 184,85. Dan pada tahun

2019 CR mengalami kenaikan sebesar 285,30%.

Berdasarkan tabel indikator 1.2 juga dilihat bahwa Debt To Equity

Ratio (DER) mengalami penurunan dari tahun ke tahun kecuali pada tahun

2016 mengalami kenaikan. Pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015 mengalami

penurunan sebesar 115,60%, 111,78%, 107,95%, 90,28%. Dan pada tahun

2016 DER mengalami kenaikan sebesar 99,94%. Pada tahun 2017, 2018,

2019 mengalami penurunan kembali sebesar 69,15%, 59,81%, 34,15%.

Berdasarkan tabel indikator 1.1 dilihat bahwa Return On Assets

mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 dan 2013 ROA

mengalami kenaikan sebesar 5,97% dan 7,78%. Pada tahun 2014 mengalami

penurunan sebesar 7,26%. Dan pada tahun 2015 ROA mengalami kenaikan

sebesar 9,67%. Pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 7,45%. Dan

pada tahun 2017, 2018 dan 2019 ROA mengalami kenaikan sebesar 9,22%,

9,69% dan 16,75%.

6
Penjabaran Tabel mengenai data-data variabel yang diteliti menjadi

fenomena pada variabel Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER)

dan Return On Assets (ROA) antara fakta yang terjadi dengan teori yang ada.

Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian

lebih lanjut dengan judul “PENGARUH CURRENT RATIO DAN DEBT

TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN ON ASSETS PADA PT.

SIANTAR TOP TBK PERIODE 2012-2019”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah diatas, maka

perumusan masalah dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut :

1) Apakah terdapat pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset PT.

Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?

2) Apakah terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset

PT. Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?

3) Apakah terdapat pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio

terhadap Return on Asset PT. Siantar Top Tbk. periode 2012-2019?

1.3 Tujuan Penelitian

Dengan dilakukannya penelitian mengenai permasalahan yang

diuraikan di atas, maka tujuan yang akan dicapai adalah

7
a. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset

PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019

b. Untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on

Asset PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019

c. Untuk mengetahui pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio

terhadap Return on Asset PT Siantar Top Tbk. periode 2012-2019.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan oleh penulis dalam menyusun

skripsi ini adalah agar dapat memberikan kontribusi kepada pihak-pihak

terkait, antara lain :

a. Manfaat Teoritis

1. Bagi Penulis

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti dalam penggunaan

perubahan rasio keuangan sebagai alat pengukuran kinerja perusahaan

dalam melihat perkembangan perusahaan. Selain itu penulis juga dapat

mempraktekkan pengetahuan secara teoritis yang telah didapatkan

selama perkuliahan dan membandingkannya dengan kenyataan melalui

objek penelitian yang diambil.

2. Bagi Universitas Pamulang

Penelitian ini sebagai informasi yang bermanfaat untuk mahasiswa

dalam memperluas pengetahuan di bidang manajemen keuangan.

8
b. Manfaat Praktis

1. Bagi Perusahaan

Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan masukan kepada

perusahaan tentang kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan

yang ada dalam perhitungan.

2. Bagi Investor

Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi investor

khususnya mengenai manfaat perubahan rasio keuangan yang

digunakan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan untuk satu

tahun ke depan sampai dua tahun ke depan sehingga investor dapat

mempertimbangkan dalam pengambilan yang kinerjanya baik.

3. Bagi Manajemen

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dan

bahan pertimbangan dalam menentukan dan mengambil kebijakan

berdasarkan informasi akuntansi yang ada dalam laporan keuangan.

4. Bagi Peneliti lainnya

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dan

tambahan referensi bagi peneliti lainnya yang sejenis dan tartarik untuk

mengkaji lebih lanjut topik ini

1.5 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penyelesaian dari penelitian ini, maka penulis

menyusun sistematika penulisan sebagai berikut :

9
1. Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan

2. Bab II Tinjauan Pustaka membahas tentang berbagai teori yang berkaitan

dengan manajemen keuangan, penelitian terdahulu, kerangka berfikir dan

pengembangan hipotesis.

3. Bab III Metode penelitian berisi tentang jenis penelitian, tempat dan waktu

penelitian, operasional variabel penelitian, teknik pengumpulan data, dan

teknik analisis data.

10
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan suatu proses yang menggunakan metode

ilmu dan seni untuk menerapkan fungsi-fungsi perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian pada kegiatan

sekelompok manusia yang dilengkapi dengan sumber ekonomi atau

faktor produksi untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

Pengertian menurut Malayu S.P Hasibuan (2016:09),

mengemukakan bahwa “manajemen adalah ilmu dan seni mengatur

proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber lainnya secara

efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Menurut Dian Wijayanto (2012:10) “manajemen merupakan

ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu disusun melalui proses

pengkajian yang panjang oleh para ilmuwan bidang manajemen dengan

pendekatan ilmiah. Dalam aplikasinya, manajemen merupakan seni

yaitu seni mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan

yang ingin diraih”.

Jadi pengertian manajemen dapat ditarik kesimpulan merupakan

ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya untuk

mencapai tujuan yang efektif dan efesien.

11
2.1.2 Fungsi Manajemen

Menurut Manullang (2004: 7) Manajamen memiliki beberapa

fungsi diantaranya sebagai berikut:

1. Forecasting

Forecasting adalah kegiatan meramalkan, memproyeksikan, atau

mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan

terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Misalnya, suatu akademi, meramalkan jumlah mahasiswa yang akan

melamar belajar ke akademi tersebut.

2. Planning

Planning adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai

suatu hasil yang akan diinginkan.

3. Organizing

Organizing dimaksud mengelompokkan kegiatan yang diperlukan,

yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi

dari setiap unit yang ada didalam organisasi, serta menetapkan

kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut.

4. Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan

personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja,

pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi

daya guna maksimal kepada organisasi.

12
5. Directing

Directing adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha

memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada

bahawan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas

dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan

yang telah ditetapkan semula.

6. Leading

Leading merupakan salah satu fungsi manajemen, dikemukakan oleh

Louis A. Allen yang dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan

oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak

seperti mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada

saling pengertian antara manajer dengan bawahan, memberi

semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya meraka

bertindak.

7. Coordinating

Coordinating merupakan salah satu fungsi manajemen untuk

melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,

percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan,

menyatukan, dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga

terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan

organisasi.

13
8. Motivating

Motivating merupakan salah satu fungsi manajemen berupa

pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar

bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang

dikehendaki oleh atasan.

9. Controlling

Controlling merupakan salah satu fungsi manajemen yang berupa

mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa

yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan

maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula.

10. Reporting

Reporting merupakan penyampaian perkembangan atau hasil

kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang

bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih

tinggi, baik secara lisan maupun tertulis sehingga dalam penerimaan

laporan dapat memperoleh gambaran bagaimana pelaksanaan tugas

orang yang memberi laporan.

Jadi dapat disimpulkan fungsi dari manajemen antara lain

kegiatan untuk peramalan, penentuan kegiatan, pengelompokan

kegiatan yang diperlukan, penyusunan personalia yang dibutuhkan,

memberikan bimbingan atau perintah-perintah, melakukan

koordinasi dalam usaha mencapai tujuan organisasi,pemberian

14
inspirasi,melakukan penilaian terhadap kegiatan atau usaha,

penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan.

2.1.3 Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen dalam suatu perusahaan dibebankan kepada seorang

manajer keuangan dalam mengelola dana keuangan yang ada untuk

mencapai tujuan manajemen keuangan perusahaan. Keterbatasan dan

ketiadaan dana keuangan merupakan tugas manajer keuangan untuk

segera memenuhinya. Demikian pula dana yang dimiliki harus secara

tepat dan efisien. Disamping itu manajer keuangan harus bekerja sama

dengan departemen lainnya untuk menyatukan pandangan dan suatu

langkah yang harus ditempuh dalam rangka mencapai tujuan

perusahaan. Jadi manajemen keuangan merupakan fungsi manajemen

yang sangat penting bagi perusahaan. Karena sangat pentingnya

manajemen keuangan maka banyak para ahli mempelajarinya.

Menurut Gitman (2012:4) adalah sebagai berikut: “Finance can

be defined as the science and art of managing money”. Yang artinya

adalah keuangan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola

uang. Dari definisi tersebut maka dapat dikembangkan bahwa keuangan

sebagai seni berarti melibatkan keahlian dan pengalaman, sedangkan

sebagai ilmu berarti melibatkan prinsip-prinsip, konsep, teori, proposi

dan model yang ada dalam ilmu keuangan.

15
Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan segala sesuatu yang

berkaitan dengan uang, seluk beluk uang, urusan uang dan keadaan

uang. Dalam wikipedia Bahasa Indonesia, Keuangan adalah

mempelajari bagaimana individu, bisnis, organisasi, meningkatkan,

mengalokasikan dan menggunakan sumber daya moneter sejalan

dengan waktu dan juga menghitung resiko dalam menjalankan proyek

mereka.

Menurut Sutrisno (2013:3) Manajemen keuangan atau sering

disebut pembelanjaan dapat diartikam sebagai semua aktivitas

perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana

perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan

dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien

Menurut Brigham dalam Kasmir (2012:6) mengatakan bahwa

manajemen keuangan adalan seni (art) dan ilmu (science), untuk me-

manage uang yang meliputi proses, institusi/lembaga, pasar dan

instrument yang terlibat dengan masalah transfer uang di antara

individu, bisnis dan pemerintah.

Pengertian manajemen keuangan menurut Horne dan

Wachowicz Jr. (2012:2) mengemukakan bahwa: “manajemen keuangan

berkaitan dengan perolehan aset, pendanaan, dan manajemen aset

dengan didasari beberapa tujuan umum”.

Menurut James C. Van Horne dari buku Kasmir (2010:5)

mendefinisikan “manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang

16
berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva

dengan beberapa tujuan menyeluruh”.

Dari beberapa para ahli tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan

bahwa manajemen keuangan adalah seni mendapatkan uang untuk

membiayai biaya operasinal perusahaan demi mencapai tujuan

perusahaan.

2.1.4 Fungsi Manajemen Keuangan

Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2012:4)

manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan

pengendalian kegiatan keuangan. Mereka yang melaksanakan kegiatan

tersebut sering disebut sebagai manajer keuangan.

Ada beberapa fungsi manajemen keuangan menurut Sutrisno

(2013:5) antara lain:

1. Keputusan Investasi

Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan

harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang

akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.

Bentuk, macam dan komposisi dari investasi tersebut akan

mempengaruhi dan tingkat keuntungan di masa depan.

2. Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur

modal. Pada keputusan ini menajar keuangan dituntut untuk

17
mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-

sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai

kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya.

3. Keputusan Deviden

Keputusan deviden merupakan keputusan manajemen keuangan

untuk menentukan besarnya persentase laba yang dibagikan kepada

para pemegang saham dalam bentuk cash devidend, stabilitas

deviden yang dibagikan, deviden saham, pemecahan saham serta

penarikan kembali saham yang beredar, yang semuanya ditujukan

untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham. Maka

penerapan proses manajemen dalam bidang keuangan tentunya

disertai dengan tujuan tertentu, yaitu agar berbagai aktivitas yang

dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan sebaik-baiknya.

2.1.5 Tujuan Manajemen Keuangan

Menurut Sartono (2010: 15), tujuan dari manajemen keuangan

yaitu :

a. Memaksimumkan profit

Tujuan pokok pada umumnya yang ingin dicapai oleh seorang

manajer keuangan adalah memaksimumkan laba (profit). Namun

tujuan seperti ini memiliki banyak kelemahan. Pertama, standar

ekonomi memaksimumkan laba bersifat statis. Kedua, pengertian

18
dari laba tersebut dapat menyesatkan, ketiga merupakan risiko yang

berkaitan dengan setia alternatif pengambilan keputusan.

b. Memaksimumkan kemakmuran para pemegang saham

Merujuk pada kelemahan-kelemahan tersebut, maka sebaiknya

tujuan yang harus dicapai oleh seorang manajer keuangan bukanlah

memaksimumkan laba, akan tetapi memaksimumkan kemakmuran

para pemegang saham (Maximization Wealth of Stockholders)

dengan memaksimumkan nilai perusahaan. Memaksimumkan

kemakmuran para pemegang saham dapat ditempuh dengan

memaksimumkan nilai sekarang (present value) dari semua

keuntungan pemegang saham yang diharapkan akan diperoleh pada

masa yang akan datang. Kemakmuran para pemegang saham akan

meningkat jika harga saham yang dimilikinya meningkat pula.

Tujuan utama manajemen keuangan suatu perusahaan

adalah untuk memaksimalkan laba dan memaksimalkan

kesejahteraan para pemegang saham yang dapat diukur dari harga

saham perusahaan tersebut.

2.1.6 Pengertian Laporan Keuangan

Pada dasarnya tujuan keuangan secara umum adalah

memaksimalkan nilai perusahaan (memaksimalkan kemakmuran

pemegang saham) yang diukur dari harga saham perusahaan. Dalam

praktiknya laporan keuangan oleh perusahaan tidak dibuat secara

19
serampangan, tetapi harus dibuat dan disusun sesuai dengan standar

atau aturan yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan

mudah dibaca dan dimengerti. Laporan keuangan yang disajikan

perusahaan sangat penting bagi manajemen, pemilik perusahaan,

pemerintah, kreditor, investor maupun para supplier.

Laporan keuangan bank pada umumnya terdiri atas neraca dan

laporan laba rugi. Laporan keuangan bank, terutama bagi analisis

ekstern merupakan sumber informasi penting untuk mengetahui dan

menganalisa keadaan keuangan suatu bank. Dalam pengertian yang

sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi

keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Maksud laporan keuangan yang menunjukkan saat ini adalah

merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan

keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode

tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat

per periode, misalnya tiga bulan atau enam bulan untuk kepentingan

internal perusahaan. Sementara itu untuk laporan lebih luas dilakukan

satu tahun sekali. Disamping itu, dengan adanya laporan keungan, dapat

diketahui posisi perusahaan terkini setelah menganalisa laporan

keuangan.

Menurut Subramanyam (2010:4) menyatakan bahwa laporan

keuangan merupakan produk proses laporan keuangan yang diatur oleh

standar dan aturan akuntansi, insentif manajer, serta mekanisme

20
pelaksanaan dan pengawasan perusahaan. Pemahaman mengenai

lingkungan pelaporan keuangan perlu disertai pemahaman tujuan dan

konsep yang mendasari informasi akuntansi yang disajikan dalam

laporan keuangan. Pengetahuan ini akan membantu dalam melihat

posisi keuangan yang sesungguhnya dan kinerja perusahaan dengan

lebih baik.

Menurut kasmir (2019:7), Dalam pengertian sederhana, laporan

keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan

perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Maksud

laporan keuangan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini adalah

merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan

keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode

tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat

per periode, misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan

internal perusahaan.

2.1.7 Tujuan Laporan Keuangan

Dalam pembuatan ataupun penyajian laporan keuangan,

tentunya memiliki tujuan tertentu. Dalam praktiknya terdapat beberapa

tujuan yang hendak dicapai, terutama bagi pemilik usaha dan

manajemen perusahaan, disamping itu tujuan laporan keuangan disusun

guna memenuhi kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan

terhadap perusahaan.

21
Menurut Irham Fahmi (2011:5) tujuan laporan keuangan adalah

untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang

kondisi atau perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter.

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi

keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada

periode tertentu.

Berikut ini beberapa tujuan pembuatan atau penyusunan laporan

keuangan menurut Kasmir (2010:87) yaitu:

1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang

dimiliki perusahaan pada saat ini

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan

modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini

3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang

diperoleh pada suatu periode tertentu

4. Memberikan informasi tentanng jumlah biaya dan jenis biaya yang

dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu

5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi

terhadap aktiva, pasiva dan modal perusahaan

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam

suatu periode

7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan

keuangan

8. Informasi keuangan lainnya.

22
2.1.8 Manfaat Laporan Keuangan

Pada akhir periode biasanya kuartal atau tahunan, laporan

keuangan disiapkan untuk melaporkan aktivitas pendanaan dan

investasi pada saat tersebut, dan untuk meringkas aktivitas-aktivitas

operasi selama periode sebelumnya.

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan

maupun perkembangan suatu perusahaan antara lain, sebagai berikut:

1. Pemilik perusahaan

Dengan adanya laporan keuangan, pemilik perusahaan dapat menilai

sukses atau tidaknya manajer dalam memimpin operasional

perusahaannya dan salah satu indikator penilaian sukses atau

tidaknya manajer dalam memimpin perusahaan ialah seberapa besar

laba atau profit yang diperoleh perusahaan.

2. Manajer atau pimpinan perusahaan

Laporan keuangan digunakan sebagai alat untuk mempertanggung

jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang

telah diberikan kepadanya. Bagi manajer, laporan keuang yang

dibuat merupakan cermin kinerja mereka dalam suatu periode

tertentu. Pihak manajemen dapat menilai dan mengevaluasi kinerja

mereka dalam suatu periode serta dengan adanya laporan keuangan

ini, manajer juga akan melihat kemampuan mereka mengoptimalkan

sumber daya yang dimiliki perusahaan yang ada selama ini.

23
3. Kreditor

Kepentingan pihak kreditor terhadap laporan keuangan perusahaan

adalah dalam hal memberi pinjaman atau pinjaman yang telah

berjalan sebelumnya. Bagi pihak kreditor, prinsip kehati-hatian

dalam menyalurkan dana (pinjaman) kepada berbagai perusahaan

sangat diperlukan. Sebelum kreditor mengucurkan kreditnya,

terlebih dulu melihat kemampuan perusahaan untuk membayarnya.

4. Pemerintah

Laporan keuangan perusahaan memiliki arti penting bagi pihak

pemerintah untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan

seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan untuk

mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara dari hasil laporan

keuangan yang dilaporkan.

2.1.9 Jenis-Jenis Laporan Keungan

Laporan keuangan menggambarkan pos-pos keuangan

perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode. Pada umumnya sebuah

laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba rugi dan laporan

perubahan modal. Adapun definisi jenis-jenis laporan keuangan

menurut para ahli, yaitu :

24
a. Neraca

Pengertian neraca menurut Munawir (2007: 13), neraca

adalah laporan keuangan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta

modal dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

Menurut Tambunan (2008: 119) neraca adalah

pengungkapan atas assets (harta), liabilities (hutang), stockholder’s

equity (ekuitas pemegang saham). Dimana tampilan pada neraca

adalah mempresentasikan asset yang tersedia untuk digunakan dalam

rangka menghasilkan penjualan dan laba. Karena nilai asset ini terus

disusutkan, nilai tersebut (umumnya dikenal dengan nilai buku) akan

lebih rendah dibandingkan nilai perolehan barang baru.

Sedangkan pengertian neraca menurut Siegel dan Shim

dalam Kamus Istilah Akuntansi (2005: 43), neraca adalah laporan

yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode

akuntansi juga disebut laporan posisi keuangan. Bentuk atau susunan

dari neraca tidak ada keseragaman diantara perusahaan-perusahaan

tergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai, tetapi bentuk

neraca yang umum digunakan (traditional atau conventional) adalah

sebagai berikut :

1) Bentuk skontro (account form), dimana semua aktiva tercantum

sebelah kiri/debet dan hutang serta modal tercantum sebelah

kanan/kredit.

25
2) Bentuk vertikal (report form), dimana semua aktiva Nampak

dibagian atas selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek,

hutang jangka panjang, serta modal.

3) Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi

keuangan perusahaan dengan tujuan agar kedudukan atau posisi

keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.

b. Laporan Laba Rugi

Menurut Kasmir (2008: 29) laporan laba rugi adalah laporan

keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu

periode tertentu. Sedangkan Munawir (2007: 26), mengatakan bahwa

laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang

penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh suatu perusahaan

selama periode tertentu.

Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan

dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian, juga

tergambar jumlah biaya dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan

selama periode tertentu. Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya

ini terdapat selisih yang disebut laba atau rugi. Jika jumlah

pendapatan bersih lebih besar dari jumlah biaya, perusahaan

dikatakan laba. Sebaliknya, jika jumlah pendapatan lebih kecil dari

jumlah biaya, perusahaan dikatakan rugi.

c. Laporan Perubahan Modal

26
Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang

menunjukan sebab-sebab perubahan modal perusahaan dari jumlah

pada awal periode menjadi akhir periode.

Sedangkan menurut Darsono dan Ashari (2005: 24), laporan

perubahan modal adalah laporan yang menggambarkan saldo dan

perubahan hak pemilik yang melekat pada perusahaan. Informasi

yang disajikan dalam laporan perubahan modal antara lain adalah :

1) Jenis-jenis dan jumlah modal yang ada saat ini

2) Jumlah rupiah dalam setiap jenis modal

3) Jumlah rupiah modal yang berubah

4) Sebab-sebab berubahnya modal

5) Jumlah rupiah modal sesudah perubahan.

d. Laporan Arus Kas

Menurut Kasmir (2008: 29), laporan arus kas merupakan

laporan yang menunjukan semua aspek yang berkaitan dengan

kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak

langsung terhadap kas.

Mengacu pada IAI (2009: 89) unsur-unsur arus kas terdiri dari :

1) Aktivitas Operasi

Arus kas dalam kegiatan operasi antara lain dapat berupa

arus kas dari transaksi penjualan, pembayaran ke pemasok,

karyawan, bunga beban operasional lainnya dan pajak

penghasilan.

27
2) Aktivitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan

dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang

bertujuan untuk menghasilkan pendapatan arus kas masa depan.

3) Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendapatan dapat berupa

penerimaan kas dari saham dan obligasi, pembayaran dividen,

serta pelunasan pinjaman.

e. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang

memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang

memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen

atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan

terlebih dahulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-

pihak yang berkepentingan tidak salah dalam menafsirkannya.

2.1.10 Syarat Laporan Keuangan

Syarat-syarat laporan keuangan merupakan ciri khas

membuat informasi dalam laporan keuangan yang berguna bagi para

pemakai dalam pengambilan keputusan bernilai ekonomis. Berikut

syarat-syarat yang harus dipenuhi didalam membuat laporan keuangan :

a. Dapat dipahami

28
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan

adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para

pemakai. Dalam hal ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan

yang memadai tentang aktifitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta

kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketentuan yang wajar

b. Relevan

Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi

kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.

c. Keandalan

Agar bermanfaat, informasi juga harus andal. Informasi memiliki

kualitas andal jika bebas dari pengertian menyesatkan, kesalahan

material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang

tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan.

d. Dapat dibandingkan

Pemakaian laporan keuangan harus dapat memperbandingkan

laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi

kecenderungan posisi keuangan.

e. Mempunyai daya uji

Laporan keuangan yang telah disusun dengan panduan konsep-

konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah

disyahkan, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.

f. Netral

29
Laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak

memihak pada kepentingan pemakai tertentu

g. Tepat waktu

Artinya laporan keuangan harus disajikan tepat waktu

h. Lengkap

Artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi

syarat-syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.

2.1.11 Rasio Keuangan

Rasio keuangan berguna untuk melakukan analisa terhadap

kondisi keuangan dan menilai kinerja manajemen dalam suatu

perusahaan. Laporan keuangan melakukan aktivitas yang sudah

dilakukan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Aktivitas yang

sudah dilakukan dituangkan dalam angka-angka. Angka-angka ini akan

menjadi lebih apabila kita dapat bandingkan antara satu komponen

dengan komponen yang lainnya. Setelah melakukan perbandingan,

dapat disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan periode tertentu.

Menurut Kasmir (2014:104) rasio keuangan adalah Rasio

keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada

di dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu

komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar

komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian, angka yang

30
diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun

beberapa periode.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa rasio

keuangan merupakan suatu perhitungan matematis yang dilakukan

dengan cara membandingkan beberapa pos atau komponen tertentu

dalam laporan keuangan yang memiliki hubungan untuk kemudian

yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan

sebuah perusahaan.

Menurut Kasmir (2014:106) bentuk-bentuk rasio keuangan

adalah sebagai berikut:

1. Rasio likuiditas (Liquidity Ratio)

a. Rasio Lancar (Current Ratio)

b. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio atau Acid Test Ratio)

2. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)

a. Total utang dibandingkan dengan total aktiva atau rasio utang

(Debt to Asset Ratio)

b. Total utang dibandingkan dengan total ekuitas (Debt to Equity

Ratio)

b. Jumlah kali perolehan bunga (Times Interest Earned)

c. Lingkup biaya tetap (Fixed Charge Coverage)

d. Lingkup arus kas (Cash Flow Coverage)

3. Rasio Aktivity (Activity Ratio)

a. Perputaran Sediaan (Inventory Turn Over)

31
b. Rata-rata jangka waktu penagihan/perputaran piutang

b. (Average Collection Period)

c. Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turn Over)

d. Perputaran total aktiva (Total Assets Turn Over)

4. Rasio Profitabilitas (Profitabilitas Ratio)

a. Margin laba penjualan (Profit Margin on Sales)

b. Daya laba dasar (Basic Earning Power)

c. Hasil pengembalian total aktiva (Return on Total Assets)

d. Hasil pengembalian ekuitas (Return on Total Equity)

5. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)

a. Pertumbuhan penjualan

b. Pertumbuhan laba bersih

c. Pertumbuhan pendapatan per saham

d. Pertumbuhan deviden per saham

6. Rasio Penilaian (Valuation Ratio)

a. Rasio harga saham terhadap pendapatan

b. Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku

Dalam penelitian ini menggunakan jenis rasio sebagai berikut :

1. Current Ratio (CR)

Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan

perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya atau utang

yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan

kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi

32
kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Current ratio

dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat

keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Current Ratio

merupakan rasio yang mengkoparasikan antara current asset dengan

short-term debt sangat bermanfaat untuk mengukur likuiditas

perusahaan. Current asset menggambarkan instrumen bayar dan

diasumsikan semua current asset benar-benar digunakan untuk

membayar. Sedangkan utang lancar menggambarkan yang harus

dibayar dan didasarkan semua current liabilities benar-benar harus

dibayar.

Unsur-unsur yang dipengaruhi nilai current ratio adalah

aktiva lancar dan utang jangka pendek. Dalam hal ini aktiva lancar

terdiri dari uang kas dan juga surat-surat berharga antara lain surat

pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap

derivatif dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu

kewajiban dari penerbit, bentuk yang lazim diperdagangkan dalam

pasar uang dan pasar modal. Di lain pihak hutang jangka pendek dapat

berupa utang pada pihak ketiga.

Menurut S. Munawir (2007:72), menerangkan bahwa :

“Rasio lancar (Current ratio) yaitu perbandingan antara jumlah aktiva

lancar dengan hutang lancar, rasio ini menunjukan bahwa nilai

kekayaan lancar (yang segera dapat dijadikan uang) ada sekian kali

hutang jangka pendek”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

33
Current Ratio (CR) ini merupakan rasio untuk mengukur kemampuan

suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya atau

hutang yang sudah jatuh tempo pada saat ditagih keeluruhan dananya.

Rasio lancar juga dapat berguna untuk mengukur seberapa jauh aset

lancar yang dimiliki perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya,

semakin tinggi rasionya maka semakin terjamin hutang perusahaan

tersebut kepada kreditor.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini yaitu:

Aktiva lancar
Current Ratio = X 100%
Hutang lancar

2. Debt To Equity Ratio (DER)

Debt To Equity Ratio (DER) merupakan suatu

perbandingan antara total liabilitas dan ekuitas. Debt To Equity Ratio

(DER) digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat proporsi

Rasio Utang yang dimiliki perusahaan.

Menurut Ardilasari (2013:7) Debt To Equity Ratio (DER)

merupakan rasio yang digunakan untuk menilai liabilitas dengan

ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan seluruh

liabilitas, termasuk liabilitas lancar dengan seluruh ekuitas.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Debt

To Equity Ratio (DER) merupakan rasio utang terhadap modal sendiri

yang mengukur seberapa besar perusaahaan dibiayai liabilitas

34
dibandingkan ekuitas. Semakin besar Debt To Equity Ratio (DER)

menunjukkan kinerja perusahaan semakin buruk. Dengan demikian

tinggi presentase Debt To Equity Ratio (DER), maka kemampuan

perusahaan dalam membayar dividen akan semakin menurun.investor

memang sebaiknya menghindari perusahaan yang jarang membagikan

diividen karena profitabilitasnya rendah. Namun, tidak semua

perusahaan yang pelit membagikan dividen adalah buruk. Perusahaan

yang memilik tata kelola baik dengan prospek pertumbuhan laba yang

cerah, pelit bagi dividen justru baik bagi investor.

Debt To Equity Ratio (DER) untuk setiap perusahaan tentu

berbeda-beda, tergantung karakteristik bisnis dan keberagaman arus

kasnya. Perusahaan dengan arus kas yang stabil biasanya memiliki

rasio yang lebih tinggi dari rasio kas yang kurang stabil. Apabila

semakin tinggi proporsi dari rasio utang yang dimiliki oleh suatu

perusahaan, maka akan semakin tinggi juga risiko keuangan suatu

perusahaan. Namun, apabila semakin rendah proporsi dari rasio utang

yang dmiliki perusahaan, maka semakin rendah proporsi dari rasio

utang yang dimiliki perusahaan, maka semakin rendah pula risiko

keuangan pada suatu perusahaan. Apabila perusahaan memiliki risiko

yang kecil dalam usahanya maka peluang untuk menghasilkan suatu

laba sangat tinggi dan dapat meningkatkan nilai Eaerning Per Share

(EPS) perusahaan.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini yaitu:

35
Total Hutang ( Debt )
Debt ¿ Equity Ratio= × 100 %
T otal Modal( Equity)

3. Return On Assets (ROA)

Return On Assets sering disebut sebagai economic

profitability yang merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam

menghasilkan keuntungan dengan semua aktiva yang dimiliki

perusahaan. Return on assets mengukur kemampuan perusahaan

dalam memanfaatkan aktivanya untuk mendapat keuntungan. Rasio

ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh

perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang

dimilikinya. Rasio ini dapat dibandingkan dengan tingkat bunga

yang berlaku. Keuntungan yang dipakai adalah keuntungan sebelum

bunga, setelah pajak, untuk menggambarkan besarnya keuntungan

yang didapatkan perusahaan sebelum didistribusikan baik kepada

kreditor maupun pemilik perusahaan.

Menurut Eduardus Tandelilin (2010:372) rasio ini

mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih

berdasarkan tingkat aset tertentu. ROA sering juga disebut ROI

(return on investment).

ROA dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Laba Bersih Setelah Pajak


Return On Assets = X 100%
Total Aktiva
36
2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh peneliti yang dapat

dipakai sebagai bahan pertimbangan yang berkaitan dengan permasalahan

penelitian ini, penelitian terdahulu tersebut dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2.2
Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian
1. Tri Wartono. Pengaruh Current Current Berdasarkan hasil penelitian

Ratio dan Debt to Ratio, Debt to diperoleh nilai F sebesar

(Vol. 6, No. 2, April Equity Ratio Equity Ratio 0.994 dengan tingkat signifikasi

2018) terhadap Return dan Return 0.417. Karena tingkat

On Asset Studi On Ratio signifikasi lebih besar dari

Jurnal Ilmiah Pada PT Astra 0.05, maka dapat dikatakan

International, bahwa hipotesis H3 ditolak,

ISSN : 2339 0689 Tbk. yaitu Current ratio, debt to

equity berpengaruh namun tidak

signifikan terhadap Return on

asset.
2. Mardhika, P.A. & Pengaruh Current Current Hipotesis pertama menunjukan

Marbun, D.P. Ratio Dan Debt Ratio, Debt to hasil terdapat pengaruh

To Equity Ratio Equity Ratio signifikan positif antara

37
(Vol 3 Maret 2016) Terhadap Return dan Return Variable Current Ratio terhadap

On Assets Pada On Ratio Return On Assets.

Jurnal Ilmiah PT. Bank Mandiri Hipotesis kedua menunjukkan

(Persero) Tbk hasil terdapat pengaruh

ISSN : 2337-7313 signifikan negatif antara

variable Debt to Equty Ratio

terhadap Return On

Assets.
3. Adeliana Anggran Pengaruh CR, Current Ratio Current Ratio (CR)

Darminto & Siti DER,TATO (CR), Debt To berpengaruh negatif dan tidak

Rokhmi Fuadati Terhadap ROA Equity Ratio signifikan terhadap retutn on

Pada Perusahaan (DER), Total asset (ROA). Debt to Equity

(Vol 9, No.3, Maret Rokok Di BEI Assets Turn Ratio (DER) berpengaruh

2020) Over (TATO), positif dan signifikan terhadap

Return On return on asset (ROA). Total

Jurnal Ilmu dan Riset Assets (ROA) assets Turnover (TATO)

Manajemen berpengaruh positif dan

signifikan terhadap return on


e-ISSN: 461-0593
asset (ROA)
4. Endang Puji Astutik & Pengaruh Current Current Dari hasil analisa uji F

Ammelia Novita Ratio dan Debt to Ratio, Debt menunjukkan Fhitung sebesar

Anggraeny Asset Ratio to Asset Ratio 4,926 dengan nilai signifikansi

terhadap Return (DAR), sebesar 0,046 dan F tabel 4,74.

Vol.3, No.1, September On Asset Pada Return On Maka (Fhitung > Ftabel)

38
2019 PT. Indocement Asset Ratio. dikarenakan 4,926 > 4,74 dan

Tunggal Prakarsa nilai signifikansi 0,046 < 0,05,

Jurnal Sekuritas Tbk periode sehingga Ha diterima dan Ho

2008-2017 ditolak. Maka dapat disimpulkan

ISSN : 2581-2696 bahwa secara simultan Current

Ratio dan Debt to Asset Ratio

berpengaruh signifikan terhadap

Return On Asset pada PT.

Indocement Tunggal Prakarsa,

Tbk periode 2008-2017.


5. Felicia, Dwi Ariyanti, Pengaruh Current Current Hasil penelitian antara Current

Titi, Velycia, Ronald Ratio, Debt to Ratio, Debt Ratio (CR) terhadap Return on

Hasudungan Asset Ratio,dan To Asset Asset(ROA) diperoleh nilai

Rajagukguk. Perputaran Modal Ratio, Thitung = 6,697 sedangkan

Kerja Terhadap Perputaran Ttabel = 2,365 maka Thitung

(Vol. 12, No. 2, 2019) Return On Asset Modal Kerja, 6,697 > Ttabel 2,365 dengan

pada perusahaan dan Return nilai signifikansi 0,000 dimana

Junal Komunikasi sektor industri On Assets. 0,000 < 0,05 terdapat pengaruh

Ilmiah Akuntansi dan barang konsumsi yang positif dan signifikan

Perpajakan yang terdaftar di antara Current Ratio (CR)

BEI tahun 2013 – terhadap Return on Asset.

e-ISSN: 2622-1950 2017


6. Ihsan S. Basalama, Sri Pengaruh Current Current Secara simultan terdapat

Murni, Jacky S.B. Ratio, DER dan Ratio, DER, pengaruh yang signifikan antara

39
Sumarauw ROA terhadap ROA dan variable independent (Current

Vol.5 No.2 Juni 2017, Return Saham Return Saham Ratio, DER dan ROA) terhadapa

Hal. 1793–1803 pada perusahaan variable dependent (Return

Automotif dan Saham) pada perusahaan

Jurnal EMBA Komponen Automotif dan Komponen yang

Periode 2013- terdaftar di BEI. Current ratio

ISSN 2303-1174 2015 tidak memiliki pengaruh terhadap

return saham.Debt to Equity

memiliki pengaruh terhadap

return saham saham. Return on

Asset memiliki pengaruh

terhadap return saham saham.


7. Mitha Christina Ginting Pengaruh Current Current ratio, Current ratio dan debt to

Ratio dan Debt to Debt to, Equity equity ratio secara simultan

Vol 3. No. 2, p. 37-44 Equity Ratio Ratio dan berpengaruh signifikan

(DER) Terhadap Financial terhadap financial distress.

Jurnal Manajemen Financial Distress Distress Secara parsial, current ratio

pada Perusahaan maupun debt to equity ratio

p - ISSN : 2301 - 6256 Property & Real berpengaruh signifikan terhadap

Estate di Bursa financial distress. Secara

Efek Indonesia simultan current ratio dan debt

to equity ratio berpengaruh

terhadap financial distress

dengan nilai Sig. sebesar

40
0,000. Secara parsial, current

ratio berpengaruh positif

terhadap financial distress

dengan nilai Sig. sebesar

0,000 sedangkan debt to

equity ratio

berpengaruh negatif terhadap

financial distress dengan nilai

Sig. sebesar 0,003 pada

perusahaan Property dan Real

Estate di Bursa Efek Indonesia.


8. Aditya Pratama, Pengaruh Current Current Ratio, Berdasarkan hasil perhitungan

Teguh Erawati Ratio, Debt To Debt To analisis regresi, maka terlihat

Equity Ratio, Equity Ratio, bahwa nilai coefficients dari

VOL.2 NO.1 JUNI 2014 Return On Equity, Return On variabel yang memiliki

Net Profit Margin Equity, Net pengaruh signifikan terhadap

Jurnal Akuntansi Dan Earning Per ProfitMargin, harga saham perusahaan

Share Terhadap Earning Per manufaktur hanya variabel

Harga Saham Share, Stock Current Ratio, Debt to Equity

Price. Ratio, dan Earning Per Share.

Maka variabel tersebut dalam

penelitian ini menjadi variabel

yang dapat dijadikan acuan

untuk digunakan oleh para

41
investor dalam menentukan

strategi investasinya
9. Ifa Nurmasari Analisis Current Return stocks, Current Ratio (CR) tidak

Vol. 5, No.1, Oktober Ratio, Return On Current Ratio, berpengaruh secara signifikan

2017 Equity, Debt To Return on terhadap return saham, hal ini

Equity Ratio Dan Equity, Debt to ditunjukkan dari thitung<ttabel (-

Jurnal KREATIF : Pertumbuhan Equity Ratio, 0,1292<2,021) dan nilai

Pemasaran,Sumberdaya Pendapatan revenue growth signifikansi 0,8979>0,05. Return

Manusia dan Keuangan Berpengaruh on Equity (ROE) tidak

Terhadap Return berpengaruh secara signifikan

ISSN : 2339 – 0689 Saham Pada terhadap return saham, hal ini

Perusahaan ditunjukkan dari thitung<ttabel

Pertambangan Di (0.4786<2,021) dan nilai

Bursa Efek signifikansi 0,6352>0,05.Debt to

Indonesia 2010- Equity Ratio (DER) tidak

2014 berpengaruh secara signifikan

terhadap return saham, hal ini

ditunjukkan dari thitung<ttabel

(0.6427<2,021) dan nilai

signifikansi 0,5245>0,05.

Pertumbuhan pendapatan tidak

berpengaruh signifikan terhadap

return saham, hal ini

ditunjukkan dari thitung<ttabel

42
(1,0151<2,021) dan nilai

signifikansi 0,3168>0,05.

2.3 Kerangka Berfikir


Uma sekaran dalam bukunya Business Research (1992) dalam

(Sugiyono,2010) mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model

konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor

yang telah diidentifikasi sebagai masalah penting.

Untuk mendapatkan kerangka berfikir bukan suatu hal yang

mudah, diperlukan suatu pemahaman terhadap objek yang diteliti agar mudah

dipahami. Dalam membuat kerangka berfikir sebaiknya tidak hanya

menyimpulkan data yang terpenggal namun juga dari informasi-informasi

berdasarkan fakta yang ada. Selain itu diperlukan ketelitian dan kepekaan

akan setiap informasi yang dimiliki berupaya dengan baik sehingga

membuahkan kesimpulan atau gambaran yang meyakinkan.

Adapun penelitian ini berjudul Pengaruh Current Ratio (CR) dan

Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Return On Assets (ROA) Pada PT.

Siantar Top Tbk. Maka kerangka berfikir yang diajukan adalah sebagai

berikut:

Variabel (X1)
Current Ratio (CR)
Ha1 Variabel (Y)
Return On Assets
(ROA)

43
Ha2
Variabel (X2)
Debt To Equity
Ratio (DER)

Ha3

Gambar 2.1
Kerangka Berfikir

2.4 Pengembangan Hipotesis

Hipotesis menurut Wiratna (2018:65) “Hipotesis merupakan dugaan

sementara dari jawaban rumusan masalah penelitian. Hipotesis disertai

dengan narasi hubungan antar variabel, dimana diarahkan pada alasan dugaan

sementara penelitian kita disertai bukti pendukung dugaan sementara kita

berupa hasil penelitian terdahulu, penelitian terdahulu yang dijadikan

pendukung dugaan sementara dapat diambil dari penelitian terdahulu yang

ada di sub bab sebelumnya”.

Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teorotis

dianggap paling tinggi tingkat kebenaranya disebut hipotesis. Dengan kata

lain, ia merupakan perkiraan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya

melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Hipotesis merupakan

44
pernyataan keadaan parameter yang akan diuji melalui statistik sampel

(Sutanta,2019:36).

Berdasarkan kerangka berfikir diatas maka hipotesis penelitian

(dugaan sementara) adalah sebagai berikut :

Hₒ₁: Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On

Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.

Hₐ₁: Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets

(ROA) pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.

Hₒ₂: Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap

Return On Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 -

2019.

Hₐ₂: Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return On

Assets (ROA) Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 - 2019.

Hₒ₃: Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) secara bersama-

sama tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA)

Pada PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012- 2019.

Hₐ₃: Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh

signifikan secara bersama-sama terhadap Return On Assets (ROA) Pada

PT. Siantar Top Tbk. Periode 2012 – 2019.

45
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Ditinjau dari permasalahan yang diteliti, yaitu penilaian kinerja

keuangan selama beberapa kurun waktu, yang berkaitan dengan data mentah

yang diperoleh dalam bentuk laporan keuangan atau data yang berupa angka-

angka maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian

Kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif.

46
Menurut Sugiyono (2016:10) Penelitian kuantitatif merupakan

sebagai metode penelitian yang berlandasakan pada filsafat positivisme,

digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan

data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat

kuantitatif/statistik, dan data penelitian berupa angka-angka, dengan tujuan

untuk menguji hipotesis yang telah diterapkan.

Menurut Sugiyono (2016:199) Statistik deskriptif adalah statistik

yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau

menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa

bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Dalam penelitian ini peneliti hanya mendeskripsikan tentang

kinerja PT. Siantar Top, Tbk dengan menggunakan Rasio Likuiditas, Rasio

Solvabilitas dan Rasio Profitabilitas. Sehingga bisa diketahui kinerja

keuangan serta kemampuan pembiayaan kedepannya.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

PT.Siantar Top, Tbk merupakan perusahaan yang telah terdaftar

(listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang bergerak dalam bidang

manufacturing makanan ringan. Telah terbukti sebagai salah satu

perusahaan yang produk berkualitas baik, dapat dilihat dari berbagai

penghargaan dan sertifikat yang sudah diperoleh perusahaan ini. Namun,

peningkatan keuangan perusahaan yang cenderung berfluktuasi dari tahun

ke tahun dan laba perusahaan yang tidak tetap sehingga tidak sesuai hasil

47
kinerja keuangan dengan tujuan perusahaan, sehingga penulis tertarik

untuk memilih perusahaan ini sebagai tempat penelitian. Data keuangan

PT.Siantar Top diperoleh dari ( https://www.idnfinancials.com/id/sttp/pt-

siantar-top-tbk )

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama tiga bulan yaitu

pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2021. Penelitian ini

dilaksanakan secara bertahap diambil dengan pra survey mulai dari

pendahuluan, pengajuan proposal, pengambilan data, pengolahan data dan

penyusunan skripsi.

3.3 Operasional Variable Penelitian

Menurut Sugiyono (2017:38) variabel penelitian adalah segala

sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik

kesimpulannya. Sedangkan Menurut Erlina (2008: 42), variabel penelitian

adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai yang dapat

berbeda pada waktu yang berbeda pula untuk obyek atau orang yang sama.

1. Variable Bebas (Independen)

Variabel independen/bebas sering disebut sebagai variabel

stimulus, predictor, antecedent adalah variabel yang mempengaruhi atau

yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen

48
(terikat) (Sugiyono. 2012: 59). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah

Current Ratio dan Debt to Equity Ratio.

2. Variable Terikat (Dependen)

Variabel dependen/terikat sering disebut variabel output, kriteria,

konsekuen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,

karena adanya variabel bebas (Sugiyono. 2012: 59). Dalam penelitian ini

variabel terikatnya adalah Return On Assets.

Tabel 3.1
Operasional Variabel

Variabel Definisi Indikator Skala


Ukuran untuk

menghitung kemampuan

perusahaan dalam
CR Aktiva Lancar
membayar kewajiban CR= Rasio
(X1) Hutang Lancar

jangka pendek dengan

aktiva lancar yang

tersedia
Ukuran untuk

DER perbandingan antara total Total Hutang( Debt )


DER= Rasio
Total Modal(Equity)
(X2) hutang dengan ekuitas

pemegang saham
ROA Kemampuan perusahaan Laba Bersih Setelah Pajak Rasio
ROA=
Total Ekuitas
(Y)
untuk menghasilkan laba

setelah pajak dengan

menggunakan asset yang

49
dimiliki perusahaan
Sumber : Data yang diolah

3.4 Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2016:80) Populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan

krakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi

juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar

jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh

karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Dalam

penelitian ini populasi yang digunakan peneliti adalah laporan keuangan

PT. Siantar Top, Tbk tahun 2012-2019.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2016:81) Sampel adalah bagian dari jumlah

dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar,

dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,

misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat

menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Dalam penelitian ini

sampel yang diguanakan peneliti adalah neraca dan laporan laba rugi PT.

Siantar Top, Tbk tahun 2012-2019.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

50
Seperti sudah dijelaskan didepan bahwa teknik penelitian yang

dilakukan penulis adalah menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu

metode yang bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subjek

penelitian berdasarkan data variable yang diperoleh dari kelompok subjek

yang diteliti.

Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan

peneliti/penulis adalah sebagai berikut:

1. Penelitian kepustakaan

Yaitu dengan mengumpulkan dan mempelajari bahan-bahan yang

mendukung penelitian dari berbagai sumber, sehingga memperkuat

landasan teori untuk dilakukannya pengujian dan pembahasan terhadap

objek penelititan. Penelitian kepustakaan bisa dilakukan dengan cara

membaca literature, diktat mata kuliah dan bahan-bahan lain yang

berhubungan dengan masalah yang dibahas.

2. Penelitian Internet

Terkadang dalam informasi yang diperoleh peneliti dari buku

referensi atau literature yang peneliti miliki atau pinjam dari perpustakaan

kurang up to date dengan keadaan masa kini dikarenakan ilmu yang terus

berkembang sehingga peneliti mencari tambahan data yang diperlukan dari

internet agar penelitian tetap up to date

3.6 Teknik Analisis Data

51
Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa dalam

penyusunan skripsi ini penulis menggunakan teknik atau pendekatan

deskriptif kuantitatif prosentase. Yaitu suatu metode yang bertujuan untuk

memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel

yang diperoleh dari kelompok subjek. Metode analisis yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah

bentuk analisis yang menggunakan angka-angka dan perhitungan, antara lain

dengan metode:

1. Uji Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif menggambarkan atau mendeskripsikan suatu

data yang dilihat dari nilai rata–rata (mean), median, modus, standar

deviasi, maksimum dan minimum. Statatistik deskriptif merupakan

statistik yang menggambarkan atau mendeskripsikan data dari masing-

masing variable menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah

untuk dipahami.. Adapun pengujian yang dilakukan untuk uji statistik

deskriptif adalah dengan menggunakan program SPSS versi 20.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dimaksudkan untuk mengetahui ada atau

tidaknya pelanggaran terhadap asumsi klasik model regresi. Model regresi

yang baik, tidak akan terjadi pelanggaran terhadap asumsi klasik.

Pelanggaran terhadap asumsi klasik dapat menyebabkan koefisien

memiliki standar error yang besar dan hasil statistik yang dihasilkan tidak

akurat. Uji asumsi klasik terdiri dari:

52
a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sampel yang

digunakan mempunyai distribusi normal atau tidak. Dalam model

regresi linier, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai error yang berdistribusi

normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang dimiliki

distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan

pengujian secara statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test

of Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS.

Menurut Singgih Santoso (2012:293) dasar pengambilan

keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic

Significance), yaitu:

1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah

normal.

2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah

tidak normal.

Uji normalitas juga dapat dilihat dalam normal probabilty plot

pada output regresi. Kriteria pengambilan keputusan yaitu sebagai

berikut:

a) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah

diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti

arah, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

53
b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam

model regresi ditemukan ada atau tidaknya korelasi antara variabel

bebas. Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan terdapat problem

multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi

kolerasi diantara variabel independen. Jika terbukti ada

multikolinieritas, sebaiknya salah satu independen yang ada dikeluarkan

dari model, lalu pembuatan model regresi diulang kembali (Singgih

Santoso, 2010:234).

Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat

dari besaran Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Pedoman

suatu model regresi yang bebas multikolinieritas adalah mempunyai

angka tolerance mendekati 1. Batas VIF adalah 10, jika nilai VIF

dibawah 10, maka tidak terjadi gejala multikolinieritas (Gujarati,

2012:432).

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians atau residual dari

satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Menurut Gujarati

(2012:406) untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan

uji-rank Spearman yaitu dengan mengkorelasikan variabel independen

terhadap nilai absolut dari residual (error). Untuk mendeteksi gejala uji

54
heteroskedastisitas, maka dibuat persamaan regresi dengan asumsi tidak

ada heteroskedastisitas kemudian menentukan nilai absolut residual,

selanjutnya meeregresikan nilai absolute residual diperoleh sebagai

variabel dependen serta dilakukan regresi dari variabel independen. Jika

nilai koefisien korelasi antara variabel independen dengan nilai absolut

dari residual signifikan, maka kesimpulannya terdapat

heteroskedastisitas (varian dari residual tidak homogen).

d. Uji Autokolerasi

Uji autokolerasi yang dilakukan penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada kolerasi

antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada

periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan ada

problem autokorelasi. Tentu saja model regresi yang baik adalah regresi

yang bebas dari autokolerasi (Singgih Santoso, 2012:241). Pada

prosedur pendeteksian masalah autokolerasi dapat dgunakan besaran

Durbin-Waston. Untuk memeriksa ada tidaknya autokolerasi, maka

dilakukan uji Durbin-Watson dengan keputusan sebagai berikut:

 Jika (D-W) < l d , maka ho ditolak.

 Jika (D-W) > u d , maka ho diterima.

 Jika l d < (D-W) < u d , maka tidak dapat diambil kesimpulan.

Tabel 3.2
Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson(DW test)

55
Nilai statistik d Hasil
0 < d < Dl Ada auto korelasi positif
dL ≤ d ≤ du Ragu – Ragu
du ≤ d ≤ 4- du Tidak ada korelasi positif/negative
4- du ≤ d ≤ 4- Dl Ragu – Ragu
4- dL ≤ d ≤ 4 ada korelasi negative

3. Uji Regresi Linear Sederhana

Menurut Sugiyono (2010: 260) analisis regresi digunakan untuk

memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependent bila

nilai variabel independen dirubah–rubah.

Rumusnya :

Y = a + bX

Dimana :

Y = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan

a = nilai Y ketika Nilai X=0 (nilai konstantan)

b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka

peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada

perubahan variabel idenpenden. Bila (+) arah garis naik dan bila (-) maka

arah garis turun.

X = subyek pada variabel idependen yang mempunyai nilai tertentu

Untuk mengetahui a dan b dapat digunakan rumus least square sebagai

berikut :

( ∑ Y ) ( ∑ X 2 )−( ∑ X )( ∑ XY )
a=
n (∑ X 2 )( ∑ X ) ²

b=n ∑ XY −¿ ¿ ¿

56
4. Uji Regresi Linear Berganda

Analisis ini dilakukan untuk meneliti apakah ada hubungan sebab

akibat antara kedua variabel atau meneliti seberapa besar pengaruh CR dan

DAR terhadap variabel dependen yaitu DPR (Ghozali, 2011:96). Adapun

rumus yang digunakan adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan :

Y : Return On Asset 

X1 : Current Ratio

X2 : Debt to Equity Ratio

a : Konstanta

b : Koefisien variabel independen.

e : Standart error

Setelah diketahui persamaan regresi maka hubungan antara

variable bebas dan variable terikat ditafsirkan berdasarkan atas nilai

koefisien dari variable bebas.

5. Uji Koefisien Korelasi

Analisis korelasi adalah salah satu teknik statistik yang

digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variable atau lebih

yang bersifat kuantitatif, untuk mengetahui besarnya korelasi yang

57
berkaitan dengan penelitian dapat dihitung dengan koefisien yaitu dengan

rumus sebagai berikut:

R= (∑X1X2Y)−(∑X1)(∑X2)(∑Y)
√{n(∑X12)(∑X22)−(∑X1)2(∑X2)2 }.{n(∑Y2)−(∑Y)2 }

Keterangan:

R : Koefisien Korelasi

X1 : Current Ratio

X2 : Debt to Equity Ratio

Y : Return On Asset 

n : Banyaknya Data

Menurut Sugiyono (2011:250) pedoman untuk memberikan

interprestasi koefisien korelasi dapat dilihat dari table berikut:

Tabel 3.3
Pedoman Menginterprestasikan Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 − 0,19 Sangat Rendah
0,20 − 0,39 Rendah
0,40 − 0,59 Sedang
0,60 − 0,79 Kuat
0,80 − 1,00 Sangat Kuat
Sumber: Sugiyono (2011:250)

6. Uji Koefisien Determinasi

58
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa

besar presentase sumbangan pengaruh variable independen secara serentak

terhadap variable dependen (Duwi Prayitno, 2013:56).

Pengukuran varian variable tergantung rata-rata yang dapat

dijelaskan oleh variable bebas atau prediktornya. Jika nilai ini semakin

besar (mendekati satu), maka prediksi yang dibuat semakin akurat. Adapun

rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

KD = r2x 100%

Dimana:

KD : Koefisien Determinasi

R : Koefisien Korelasi

Adapun pengujian yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS

versi 20.

7. Uji Hipotesis

Uji Hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang

didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun

dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa

dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak

mungkin disebapkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas

probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.

a. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

Menurut Ghozali (2012: 98) Uji t (t-test) digunakan untuk

menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan

59
dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel

dependen secara parsial. Dasar pengambilan keputusan digunakan

dalam uji t adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai probabilitas signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak.

Hipotesis ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2) Jika nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima.

Hipotesis tidak dapat ditolak mempunyai arti bahwa variabel

independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b. Uji F

Menurut Ghozali (2012:98) Uji Statistik F pada dasarnya

menunjukkan apakah semua variabel independen atau variabel bebas

yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-

sama terhadap variabel dependen atau variabel terikat. Untuk menguji

hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan

keputusan sebagai berikut:

1) Jika nilai F lebih besar dari 4 maka H0 ditolak pada derajat

kepercayaan 5% dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatife,

yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak

dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

60
2) Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan F menurut tabel.

Bila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel, maka Ho

ditolak dan menerima Ha.

61
DAFTAR PUSTAKA

Buku:
Agnes Sawir, 2011, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4.


Yogjakarta: BPFE

Brigham, F. Eugene dan Joel F. Houston. 2013. Dasar-dasar Manajemen


Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Dian Wijayanto, 2012. Pengantar Manajemen, PT.Gramedia Pustaka Utama,


Jakarta.

Fahmi, Irham. 2011. Analisis Laporan Akuntansi. Bandung: ALFABETA.

Fahmi, I. (2012). Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Kedua. Bandung:


Alfabeta.

Gitman, L.J.; Zutter, C.J. 2012. Principles of Managerial Finance. 13e. Boston:
Pearson.

Ghozali,I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21.
Semarang: Undip.

Harahap, Sofyan Syafri, 2013, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan
Kesebelas. Jakarta: Rajawali Pers.

Harjito, D. A., & Martono. (2014). Manajemen Keuangan. Edisi Kedua, Cetakan
Keempat. Yogyakarta: EKONISIA.

Hasibuan, Malayu S.P (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.
Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hery. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Grasindo.

Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi 2008. Jakarta:
PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.

Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Prenada Media Grup.

Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Kasmir, 2014. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh.


Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Kasmir. (2019). Analisis Laporan Keuangan . Depok: PT RajaGrafindo Persada.

62
Manulang. 2004. Management Personalia. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Liberty.


Yogyakarta.

Priyastama,R. (2020). The Book Of SPSS. Yogyakarta: Start Up.

Santoso,S. (2020). Panduan Lengkap SPSS 26. Jakarta: PT Elex Media


Komputindo.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:


Alfabeta.

Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti. 2012. Dasar – Dasar Manajemen Keuangan.
Edisi Keenam Cetakan Pertama. Yogyakarta : UPP STIM YPKN.

Sujarweni,V,W & Utami, L,R. (2019). Pintar Mengolah Data Statistik Untuk
Segala Keperluan Secara Otodidak. Yogyakarta: Start Up.

Sutanta. (2019). Belajar Mudah Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Thema


Publishing.

Sutojo, S. (2008). Manajemen Keuangan Modern. Jakarta: PT Damar Mulia


Pustaka.

Sutrisno. (2013). Manajemen Keuangan Teori Konsep & Aplikasi. Yogyakarta:


Ekonisia.

Widiyanti, A. (2013). Manajemen Keuangan . AURA.

Wijoyono,G. (2020). Merancang Penelitian Bisnis Dengan Alat Analisis SPSS 25


& SmartPLS 3.2.5. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Jurnal:

Adeliana Anggran Darminto, S. (2020). Pengaruh CR, DER,TATO Terhadap


ROA Pada Perusahaan Rokok Di BEI. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia Surabaya, Vol 9, No.3.

Aditya Pratama, T (2014). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Return
On Equity, Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga
Saham. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Sarjanawiyata Tamansiswa. Vol.2 No.1 Juni 2014

63
Endang Puji Astutik, A. (2019). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Asset Ratio
terhadap Return On Asset Pada PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
periode 2008-2017. LPPM & Prodi Manajemen Universitas Pamulang,
Vol.3, No.1.

Felicia, D, T, V, R. (2019). Pengaruh Current Ratio, Debt to Asset Ratio,dan


Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Asset pada perusahaan
sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2013 – 2017.
Universitas Prima Indonesia, Vol. 12, No. 2.

Ifa Nurmasari (2017). Analisis Current Ratio, Return On Equity, Debt To Equity
Ratio Dan Pertumbuhan Pendapatan Berpengaruh Terhadap Return Saham
Pada Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia 2010-2014. Prodi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Vol. 5, No. 1,
Oktober 2017

Ihsan S. Basalama, S, J (2017). Pengaruh Current Ratio, Der Dan Roa Terhadap
Return Saham Pada Perusahaan Automotif Dan Komponen PERIODE
2013-2015. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas
Sam Ratulangi, Manado. Vol.5 No.2 Juni 2017

Mardhika, P.A. & Marbun, D.P (2016). Pengaruh Current Ratio Dan Debt To
Equity Ratio Terhadap Return On Assets Pada PT. Bank Mandiri (Persero)
Tbk. Program Studi Manajemen, Universitas Pembangunan Jaya. Vol 3
Maret 2016

Mitha Christina Ginting (2017). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio
(DER) Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Property & Real
Estate di Bursa Efek Indonesia. Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas
Methodist Indonesia. Vol 3. No. 2, p. 37-44

Tri Wartono. (2018). Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap
Return On Asset Studi Pada PT Astra International, Tbk. Dosen
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Vol. 6, No. 2

WEB:

http://siantartop.co.id/id/hubungan-investor/laporan-tahunan/ ( diakses 20 februari


2021 ) pukul 10:00 WIB

http://siantartop.co.id/id/hubungan-investor/laporan-tahunan/ ( diakses 22
Februari 2021 ) pukul 13:00 WIB

64

Anda mungkin juga menyukai