0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan15 halaman

Panduan Perkembangan Anak & Remaja

1. Masa akhir anak-anak (usia 6-12 tahun) merupakan periode penting untuk pengembangan fisik, mental, sosial dan emosional anak. 2. Pada masa ini, anak mulai membentuk kebiasaan dan sikap untuk mencapai kesuksesan serta belajar berinteraksi dengan teman sebaya. 3. Perkembangan kognitif anak meningkat sehingga mampu berpikir lebih kompleks.

Diunggah oleh

Ahmad Khaikal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan15 halaman

Panduan Perkembangan Anak & Remaja

1. Masa akhir anak-anak (usia 6-12 tahun) merupakan periode penting untuk pengembangan fisik, mental, sosial dan emosional anak. 2. Pada masa ini, anak mulai membentuk kebiasaan dan sikap untuk mencapai kesuksesan serta belajar berinteraksi dengan teman sebaya. 3. Perkembangan kognitif anak meningkat sehingga mampu berpikir lebih kompleks.

Diunggah oleh

Ahmad Khaikal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

--

kanak adalah usia sekolah.


Masa ini dipandang sebagai
Masa anak-anak akhir (late
periode kritis dorongan
childhood) berlangsung dari usia
berprestasi, anak membentuk
6 tahun sampai tiba saatnya
kebiasaan
individu menjadi matang secara
untuk mencapai sukses.
seksual (memasuki masa
pubertas) yaitu usia 12 tahun.
3. Label yg digunakan ahli
Akhir periode ini ditandai oleh
psikologi
kondisi yang mempengaruhi
Usia kanak-kanak akhir
penyesuaian pribadi dan sosial
adalah usia berkelompok.
anak.
Dimana perhatian pertama
anak tertuju pada keinginan
diterima oleh teman-teman
1. Label yg digunakan bagi
sebaya sebagai anggota
orang tua
kelompok
Usia yg menyulitkan dimana
anak tidak mau menuruti
perintah dan anak banyak  Belajar untuk memperoleh
dipengaruhi oleh teman keterampilan fisik untuk
sebaya. Anak laki-laki & melakukan permainan
perempuan saling mengejek  Belajar membentuk sikap yang
dan sering terjadi sehat terhadap dirinya sendiri
pertengkanraan dan sebagai makhluk biologis
serangan fisik.  Belajar bergaul dengan teman
sebaya
2. Label yg digunakan oleh  Belajar memainkan peran sesuai
para pendidik dengan jenis kelaminnya.
Para pendidik melabelkan
 Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan
berhitung
 Mengembangkan kata hati
 Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi
 Mengembangkan sikap positif terhadap kelompok

1) Tinggi : anak-anak tumbuh rata-rata 5 hingga 7,6 cm setahun,


sehingga pada usia 11 tahun tinggi rata-rata anak perempuan 147
cm dan anak laki-laki 146 cm.
2) Berat badan : anak-anak bertambah rata-rata 2,3 hingga 3,2 kg
pertahun.
3) Penglihatan dan pendengaran : pada usia ini anak-anak memiliki
penglihatan yang lebih tajam karena kedua mata berkoordinasi
baik sehingga berfokus lebih baik.
4) Gigi : perubahan bentuk gigi pada usia ini anak mengalami
tanggal gigi, dimana gigi susunya mengalami pergantian gigi tetap
(22 gigi tetap)
5) Perbandingan otot & lemak : jaringan lemak berkembang lebih
cepat daripada jaringan otot.

Menurut Piaget, di periode ini anak-anak mulai memasuki tahap


operasional konkret. Dimana kemampuan berpikir anak mulai berkembang
dan berfungsi, ditandai dengan :
1) Kemampuan berpikir lebih kompleks sehingga mampu melakukan
penalaran dan pemecahan masalah
2) Kemampuan anak menyesuaikan diri dengan pengalaman hidup
sehari-hari
3) Anak tidak lagi bersifat egosentris (hanya memandang dirinya
sendiri saja) sehingga berkurangnya ego anak dan mulai bersikap
social.
Pada periode ini, anak-anak sering mengalami emosi yang hebat.
Meningginya emosi pada akhir masa kanak-kanak dapat disebabkan
karena keadaan fisik atau lingkungan.

Selama masa akhir anak-anak, perbendaharaan kosa kata anak


meningkat dan cara anak menggunakan kata dan kalimat bertambah
kompleks serta lebih menyerupai bahasa orang dewasa. Mereka tidak
hanya belajar untuk menggunakan banyak kata, tetapi juga memilih kata
yang tepat untuk penggunaan tertentu.

Usia ini anak cenderung untuk bergaul dengan teman sebaya,


membentuk kelompok, dan membuat kesepakatan antara mereka.
Sehingga, sering kali periode ini disebut dengan “usia berkelompok”.
Terkadang teman-temannya mendapat perhatian dan prioritas daripada
orang tuanya. Hal ini adalah karena adanya minat terhadap aktivitas
teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima
sebagai anggota kelompok dan merasa tidak puas bila tidak bersama
teman-temannya.

Anak mulai mengenal konsep moral (mengenal benar, salah, baik atau
buruk.
2) Masa remaja sebagai periode
peralihan, dari kanak-kanak ke
Berlansung selama 13 tahun – 17
dewasa. Anak harus
tahun. Hurlock mengungkapkan
meninggalkan segala sesuatu yg
remaja sebagai periode peralihan,
bersifat kekanak-kanakkan &
artinya remaja tumbuh atau
mulai mempelajari pola perilaku
tumbuh menjadi dewasa. Di
sikap baru.
periode ini individu mulai
3) Masa remaja sebagai periode
meninggalkan peran sebagai anak-
perubahan, awal masa remaja
anak dan berusaha
perubahan fisik dan sikap terjadi
mengembangkan diri sebagai
dgn pesat (ex : terjadi
individu yang unik dan tidak
peningkatan emosi)
tergantung pada orang tua. Fokus
4) Masa remaja sebagai usia
periode ini adalah penerimaan
bermasalah, cenderung tidak
terhadap bentuk dan kondisi fisik
rapi, tidak hati-hati & sulit
serta adanya konformitas yang
menyelesaikan suatu masalah
kuat dengan teman sebaya.
dikarenakan sepanjang masa
Periode ini dimulai dengan
kanak-kanak masalah mereka
pubertas.
diselesaikan oleh orang tua/guru.
5) Masa remaja sebagai usia yg
menimbulkan ketakutan, merasa
1) Masa remaja sebagai periode banyak masalah.
penting, perkemb fisik & 6) Masa remaja cenderung
perkemb mental yg cepat memaksakan seperti yg ia
dan penting menimbulkan inginkan
perlunya penyesuaian mental, 7) Masa remaja sebagai masa
membentuk sikap, nilai & ambang dewasa, mencari hingga
minat baru. menemukan identitas diri sendiri.
Terjadi 4 perubahan fisik penting :
1) Perkembang fisik, pertumbuhan & perkembangan fisik sangat pesat
2) Perubahan proporsi tubuh, daerah tertentu yang tadinya terlampau
kecil, sekarang menjadi terlampau besar
3) Perubahan ciri seks primer, memungkinkan terjadinya reproduksi.
Meliputi perubahan pada vagina, tuba falopi, ovaries yang ditandai
dengan munculnya menstruasi (wanita). Meliputi perubahan pada
penis, testis, prostate yang ditandai dengan keluarnya sperma
untuk pertama kali/wet dream (pria).
4) Perubahan ciri seks sekunder, meliputi perubahan pada buah dada,
bulu-bulu pada bagian tertentu tubuh, pertumbuhan pada pinggul,
serta makin dalamnya suara.

William key & Havigrush mengemukakan tugas-tugas :


 Menerima fisiknya sendiri dan menggunakan secara efektif
 Mencapai kemandirian emosional dari orang tua/figure yg
mempunyai otoritas
 Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal (belajar
bergaul dengan sebaya)
 Menemukan manusia model yg dijadikan identitasnya
 Menerima dirinya sendirinya & memiliki kepercayaan terhadap
kemampuannya sendiri

1) Perubahan ukuran tubuh : mengalami perubahan fisik (tinggi &


berat badan) yang cepat. Remaja putri bertambah tinggi sekitar 3
inci, remaja putra bertambah tinggi lebih dari 4 inci/tahun. Berat
badan lebih sulit diprediksi karena dipengaruhi oleh diet, latihan
fisik & pola fisik. Tubuh remaja putri lebih berlemak daripada
remaja putra. Lemak remaja putra menurun sekitar 18 – 19%
menjadi 11% dari bobot tubuh. Remaja putri meningkat 21%
menjadi sekitar 26 - 27%.
2) Perubahan proporsi tubuh : badan yang awalnya kurus dan panjang
mulai melebar dibagian pinggul (sampai proporsi tubuh tampak
seimbang seperti orang dewasa)
5) Kematangan alat reproduksi (seks primer) : Meliputi perubahan
pada vagina, tuba falopi, ovaries yang ditandai dengan munculnya
menstruasi (wanita). Meliputi perubahan pada penis, testis, prostate
yang ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali/wet
dream (pria).
6) Perkembangan seks sekunder : Tanda-tanda seksual sekunder pada
pria misalnya kumis, suara yang berat, otot kuat, rambut tumbuh
pada daerah kemaluan. Tanda-tanda seksual sekunder pada
wanita misalnya pinggul membesar, payudara membesar, suara
yang lembut, tumbuh rambut pada alat kelamin dan ketiak.
7) Perubahan internal
 System pencernaan : perut menjadi lebih panjang dan tidak
lagi terlampau berbentuk seperti pipa, usus bertambah
panjang dan bertambah besar, otot-otot diperut dan
dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan lebih kuat, hati
bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
 System peredaran darah : jantung tumbuh pesat selama
masa remaja, pada usia 17 atau 18 tahun beratnya 12 kali
berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh
darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan
bilamana janatung sudah matang.
 Sistem pernapasan : kapasitas paru paru anak perempuan
hampir matang pada usia 17 tahun dan anak laki laki
mencapai tingkat kematangannya beberapa tahun kemudian.
 Sistem endokrin : Kelenjar kelenjar seks berkembang pesat
dan berfungsi, meskipun belum menncapai ukuran matang
sapai akhir masa remaja.
 Jaringan tubuh : perkembangan kerangka berhenti rata rata
pada usia 18, jaringan selain tulang terus berkembang
sampai tulang mencapai ukuran matang, khususnya bagi
perkembangan jaringan otot.

Remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, dimana


informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja kedalam
skema kognitif mereka. Remaja telah mampu membedakan antara hal-
hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja
juga mengembangkan ide-ide ini, sehingga memunculkan suatu ide baru.
Periode ini remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam
hubungan yg sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan
dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Beberapa
penyesuaian remaja mencapai tujuan pola sosialisasi baru :
 Kuatnya pengaruh kelompok sebaya, pengaruh teman – teman
sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, keterampilan dan perilaku
lebih besar dari pada pengaruh keluarga. Ex :
 Perubahan perilaku social, minat terhadap kelompok yang
terorganisasi yang kegiatannya direncanakan dan diawasi oleh
orang dewasa dengan cepat menurun karena remaja yang dewasa
dan merdeka tidak mau diperintah.
 Nilai baru dalam memilih teman, remaja ingin seorang teman yang
dapat diajak bicara dan diandalkan.

Periode ini dianggap sebagai penuh badai dan tekanan, dimana


ketegangan emosi meninggi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar.
Frekuensi ini mungkin berkaitan dengan ketengangan pubertas dan
pemenuhan kebutuhan mereka sehingga sering kali emosi
meluap/meledak-ledak.
2) Masa dewasa awal sebagai
Periode dewasa awal adalah masa reproduktif
masa dimana individu telah 3) masa dewasa awal sebagai
menyelesaikan pertumbuhannya masa penyesuaian diridengan
dan siap menerima kedudukan cara hidup baru,
dalam masyarakat dengan 4) masa dewasa awal sebagai
dewasa lainnya. Periode ini masa komitmen
dimulai pada umur 18 tahun – 5) masa dewasa awal sebagai
40 tahun. Dewasa awal adalah masa kreatif
periode peralihan dari masa 6) masa dewasa awal sering
remaja menuju masa dewasa, merupakan masa
peralihan dari ketergantungan ketergantungan
kemasa mandiri (ex : ekonomi) 7) masa dewasa awal sebagai
kebebasan menentukan diri, dan masa perubahan nilai
pandangan masa depan lebih 8) masa dewasa awal sebagai
realistis. masa bermasalah
9) masa dewasa awal sebagai
masa ketengangan emosional
10) masa dewasa awal sebagai
1) Masa dewasa awal sebagai masa keterasingan sosial
masa pengaturan, jika sudah
memasuki usia dewasa, hari-hari
kebebasan (periode remaja)
telah berakhir dan saatnya
untuk menerima tanggung
jawab. Ex : membentuk bidang
pekerjaan sebagai karier
Menurut havighurst, tugas perkembangan dewasa awal adalah :
 Memiliki pasangan hidup (menikah)
 Belajar hidup bersama sebagai pasangan suami-istri (membangun
suatu keluarga)
 Belajar mengasuh anak
 Mengelola rumah tangga
 Mulai bekerja/membangun karir
 Mulai bertanggung jawab sebagai warga Negara
 Bergabung dengan suatu aktifitas atau perkumpulan sosial

Kebanyakan orang dewasa awal berada di puncak kesehatan, kekuatan,


energi, daya tahan dan fungsi motorik. Ketajaman visual paling menonjol
di usia 20-40 tahun, pengecapan, pembauan serta sensitivitas terhadap
rasa sakit dan suhu umumnya bertahan hingga usia paling tidak 45
tahun. Namun, pendengaran secara bertahap berkurang, terutama suara
nadatinggi, mulai hilang sejak remaja dan makin jelas setelah usia 25
tahun.

Kecepatan respons maksimal terdapat pada periode ini, dalam belajar


menguasai keterampilan-keterampilan yang baru dewasa awal lebih
mampu daripada mereka yang mendekati usia dewasa madya atau
akhir. Individu mengandalkan kemampuan-kemampuan ini dalam situasi-
situasi tertentu.

Sebagian besar golongan dewasa muda telah menyelesaikan pendidikan


sampai taraf universitas dan kemudian mereka segera memasuki jenjang
karier dalam pekerjaannya. Kehidupan social dewasa muda makin
kompleks dibandingkan dengan masa remaja karena selain bekerja,
mereka akan memasuki kehidupan pernikahan, membentuk keluarga baru,
memelihara anak-anak, dan tetap harus memperhatikan orang tua yang
semakin tua.
3) Usia madya sebagai masa
stress, penyesuaian terhadap
Pada umumnya usia madya atau peran & pola hidup yang
usia setengah baya dipandang berubah disertai dengan
sebagai masa usia sekitar 40 perubahan fisik, hal ini
tahun & berakhir sekitar 60 cenderung merusak psikologis
tahun. Masa tersebut pada individu & membawa ke
akhirnya ditandai dengan adanya masa stress.
perubahan-perubahan jasmani 4) usia madya sebagai usia yg
dan mental. Akhir periode ini berbahaya, dimana individu
seringkali terjadi penurunan akan mengalami kesusahan
kekuatan fisik dan diikuti oleh fisik sebagai akibat dari
penurunan daya ingat. terlalu banyak bekerja,
cemas berlebihan, kurang
memperhatikan kehidupan
1) usia madya sebagai periode dsb
yang sangat di takuti, 5) usia madya sebagai masa
dikarenakan semakin berprestasi, menurut Erikson
mendekati usia tua merasa selama usia madya individu
tersingkir dan terabaikan, akan menjadi lebih sukses.
kesehatan dan karir semakin 6) Usia madya sebagai masa
terancam, & banyak streotip evaluasi, saat individu
yg kurang menyenangkan. mencapai puncak
2) usia madya sebagai masa prestasinya, maka masa ini
transisi juga merupakan saat
mengevaluasi prestasi tsb.
7) Usia madya merupakan masa jenuh, individu mangalami kejenuhan
pada akhir usia 30 tahun/40 tahun. Dimana individu jenuh dengan
kegiatan rutin sehari-hari dan kehidupan bersama keluarga yang
sedikit hiburan.

 Memperoleh tanggung jawab sosial dan dan warga negara.


 Membangun dan mempertahankan standart ekonomi.
 Membantu anak remajauntuk menjadi orang dewasa danyang
bertanggung jawab dan bahagia.
 Membina kegiatan pengisi waktu senggang orang dewasa.
 Membina hubungan dengan pasangan hidup.
 Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan–perubahan
fisik.
 Menyesuaikan diri dengan pertambahan umur

1) Berat badan bertambah : lemak mengumpul pada perut dan paha.


Bahu sering kali berbentuk bulat, dan terjadi penggemukan pada
bagian seluruh tubuh yang membuat perut kejihatan menonjol
sehingga seseorang kelihatan lebih pendek.
2) Berkurangnya rambut & beruban : Rambut individu mulai jarang,
menipis, dan terjadi kebotakan pada bagian atas kepala. Rambut
di hidung, telinga dan bulu mata menjadi lebih kaku, sedangkan
rambut pada wajah tumbuh lebih lambat dan kurang subur. Baik
rambut pria dan wanita mulai memutih menjelang usia lima puluh
tahunan.
3) Perubahan pada kulit : kulit pada wajah, leher, lengan, dan tangan
menjadi labih kering dan keriput. Kulit di bagian bawah mata
menggembung seperti kantong, dan lingkaran hitam di bagian ini
lebih permanen dan jelas, warna merah kebiruan sering muncul di
sekitar lutut dan di tengah tengkuk.
4) Perubahan otot : otot menjadi lembek mengendur di sekitar dagu,
pada lengan bagian atas, dan perut.
5) Masalah persendian : mempunyai masalah pada persendian,
tungkai dan lengan, yang membuat sulit berjalan dan memegang
benda.
6) Perubahan pada gigi : Gigi manjadi lebih kuning dan harus lebih
sering diganti, sebagian atau seluruhnya dengan gigi palsu.
7) Perubahan pada mata : Mata kelihatan kurang bersinar daripada
ketika masih muda, dan cenderung mengeluarkan kotoran mata
yang menumpuk di sudut mata.
8) Perubahan fisik seksualitas : perempuan mengalami menopause.
Pria mengalami penurunan aktivitas horman seksual.

Kemunduran dalam daya ingat terjadi selama masa dewasa madya.


Kemerosotan daya ingat ketika informasi yg diperoleh bersifat baru atau
ketika informasi tidak sering digunakan. Individu mengalami kekurangan
yang lebih besar „mengenali‟ (recognition) daripada „mengingat kembali‟
(recall).

Pada periode ini biasanya individu lebih giat bermasyarakat dan


mengenal tetangga. Periode ini juga individu memiliki dua tanggung
jawab yaitu menjaga anak dan juga menjaga orang tua, sehingga rawan
stress. Pada akhir periode akan merasakan “sangkar kosong”, ex : ketika
anak-anak meninggalkan rumah.

Diusia madya akhir ini, individu sangat menghargai adat istiadat dan
daya tarik kearah religi mulai terlihat.
3) Sikap social terhadap usia
Menurut Santrock ada dua lanjut, Kebanyakan
pandangan tentang definisi masyarakat menganggap
orang lanjut usia atau lansia, orang berusia lanjut tidak
yaitu menurut pandangan orang begitu dibutuhkan karena
barat dan orang Indonesia. energinya sudah melemah.
Pandangan orang barat yang Tetapi, ada juga masyarakat
tergolong orang lanjut usia atau yang masih menghormati
lansia adalah orang yang sudah orang yang berusia lanjut.
berumur 65 tahun keatas. 4) Mempunyai status kelompok
Sedangkan pandangan orang minoritas, status yg dalam
Indonesia, lansia adalah orang beberapa hal mengecualikan
yang berumur lebih dari 60 mereka untuk tidak
tahun karena pada umumnya di beinteraksi dgn kelp lainnya.
Indonesia dipakai sebagai usia 5) Adanya perubahan peran,
maksimal kerja dan mulai karena tidak dapat bersaing
tampaknya ciri-ciri ketuaan. lagi dgn kelompok yg lebih
muda.
6) Penyesuaian diri yg buruk,
1) Adanya periode karena adanya konsep diri
penurunan/kemunduran, yang negative yg disebabkan oleh
disebabkan oleh faktor fisik sikap social yg negative.
dan psikologis. 7) Ada keinginan untuk menjadi
2) Ada streotipe mengenai usia muda kembali, mencari
lanjut, yang mengambarkan segala cara untuk
masa tua tidaklah memperlambat penuaan.
menyenangkan.
 Menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik : misalnya adanya
perubahan pada penampilan wajah wanita, menggunakan kosmetik
untuk menutupi tanda-tanda penuaan pada wajahnya. Pada bagian
tubuh, khususnya pada kerangka tubuh, mengerasnya tulang
sehingga tulang menjadi mudah retak/patah.
 Menyesuaikan diri dengan masa pension dan berkurangnya
penghasilan keluarga.
 Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
 Menjalin hubungan dengan orang-orang disekitarnya
 Menyesuaikan diri dengan peran social secara fleksibel

Periode dewasa akhir ditandai dengan gejala kemunduran fisik, antara


lain :
 Fungsi sensoris & psikomotorik penglihatan
Penglihatan : banyak individu yg kesulitan melihat warna atau
melakukan aktivitas sehari-hari, ex : membaca, menjahit, memasak,
berbelanja, dll. Sebagian besar kerusakan penglihatan (termasuk
kebutaan) disebabkan oleh katarak (Bidang berkabut atau buram di
sekeliling lensa mata yg menyebabkan pengaburan pandangan)
Pendengaran : 40% individu menderita kehilangan pendengaran.
Rasa & bau : daya penciuman & perasa menjadi kurang tajam,
sehingga menyebabkan jenis makanan yg paling lezat menjadi
terasa tidak enak.
 Kulit mereka yang sudah menua menjadi memucat dan kurang
elastis, dan seiring dengan mengkerutnya lemak dan otot, kulit
tersebut bisa jadi mengkerut.
 Rambut dikepala menjadi putih dan menjadi semakin tipis, dan
semakin jarang.
 Orang dewasa yg lebih tua menjadi lebih pendek dan postur
bungkuk menjadikan mereka semakin kecil.

 Kecerdasan & kemampuan memproses, kecepatan memproses


informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir.
 Kemerosotan intelektual lansia ini pada umumnya merupakan
sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, disebabkan berbagai faktor,
seperti penyakit, kecemasan atau depresi. Tetapi kemampuan
intelektual lansia tersebut pada dasarnya dapat dipertahankan.
Salah satu faktor untuk dapat mempertahankan kondisi tersebut
salah satunya adalah dengan menyediakan lingkungan yang dapat
merangsang ataupun melatih ketrampilan intelektual mereka, serta
dapat mengantisipasi terjadinya kepikunan.

Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan
sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan
lingkungannya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-
angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena
berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan
interaksi sosial para lansia menurun, sehingga hal ini secara perlahan
mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu :
kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan
berkurangnya komitmen.

Memasuki masa tua, sebagian besar lanjut usia kurang siap


menghadapi dan menyikapi masa tua tersebut, sehingga menyebabkan
para lanjut usia kurang dapat menyesuaikan diri dan memecahkan
masalah yang dihadapi. Sehingga munculnya rasa tersisih, tidak
dibutuhkan lagi, ketidakikhlasan menerima kenyataan baru seperti
penyakit yang tidak kunjung sembuh dan kematian pasangan.
Sejalan dengan bertambahnya usia, terjadinya gangguan
fungsional, keadaan depresi dan ketakutan akan mengakibatkan lanjut
usia semakin sulit melakukan penyelesaian suatu masalah. Sehingga
lanjut usia yang masa lalunya sulit dalam menyesuaikan diri cenderung
menjadi semakin sulit penyesuaian diri pada masa-masa selanjutnya.

Anda mungkin juga menyukai