Laporan Pengamatan Biologi
“Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Pertumbuhan
Kecambah”
Kelompok 3 (XII MIPA 2)
1. Gazha Syawal D. F. (13)
2. Hijaz Putra J. M. (14)
3. Hydier Hadrian (15)
4. Khalisha Putri K. (16)
5. Marsya Rifa.P (17)
6. M. Fakhri Muzaffar A. (35)
Jl. Margasatwa No.1, RT.15/RW.1, Pd. Labu, Kec. Cilandak, Kota
1
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12450
DAFTAR ISI
I. Pendahuluan
1. Latar belakang…………………………………………...… 3
2. Rumusan masalah………………………………………….. 3
3. Variabel penetitian ……………………………………...… 3
4. Tujuan percobaan ……………………...………………….. 4
II. Metode Praktikum
[Link] dan bahan ……………………………………………... 5
2. Cara kerja ...…………………………………………..…… 6
III. Hasil dan pembahasan
1. Data hasil pengamatan ...………………………………….. 7
2. Jawaban pertanyaan ...…………………………………….. 7
IV. Penutup dan kesimpulan ...…………………………………… 11
V. Daftar pustaka ..…………………………………………..…… 12
2
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Banyak tanaman yang tumbuh menjadi besar dan tinggi dalam waktu yang singkat dan
juga tidak sedikit tanaman yang tidak kunjung tumbuh meskipun sudah sejak lama ditanam.
1.1 Landasan teori
Pertumbuhan adalah proses dalam kehidupan tanaman yang mengakibatkan
perubahan ukuran tanaman semakin besar dan juga yang menentukan hasil tanaman
(Sitompul & Guritno 1995).
Salisbury dan Ross (1995) menjelaskan bahwa terdapat dua macam pengukuran
pertumbuhan yang lazim digunakan untuk mengukur pertambahan volume atau ukuran,
yang sering ditentukan dengan cara mengukur perbesaran ke satu arah atau dua arah,
seperti tinggi, diameter dan luas.
Nyakpa et al. (1988), menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Faktor genetis Salah satu peran penting faktor genetis adalah kemampuan suatu
tanaman untuk berproduksi tinggi. Potensi hasil tinggi, serta sifat-sifat lainnya
(mutu, ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, kekeringan) berhubungan
erat dengan susunan genetika tanaman.
2) Faktor lingkungan Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman adalah suhu, ketersediaan air, energi matahari, mutu atmosfer, struktur
dan komposisi udara tanah, reaksi tanah dan organisme tanah.
Sitompul & Guritno (1995) menambahkan bahwa pertumbuhan adalah suatu proses
yang dilakukan oleh tanaman yang hidup pada lingkungan tertentu dan dengan sifat-sifat
tertentu untuk menghasilkan kemajuan perkembangan dengan menggunakan faktor
lingkungan. Energi matahari merupakan faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.
2. Rumusan Masalah
• Seberapa besar pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman?
• Apakah tanaman masih bisa tumbuh meskipun tidak ada cahaya yang menyinarinya?
• Apakah proses pertumbuhan awal (Saat tumbuhan masih mempunyai cadangan
makanan) membutuhkan sinar matahari?
3
4. Variabel
- Variabel Terikat:
Kecambah dan pertumbuhannya, seperti panjang batang, pertambahan jumlah daun, lebar daun
- Variabel Bebas:
Intensitas cahaya yang diberikan pada setiap wadahnya
- Variabel kontrol:
Wadah (kapas dan gelas), jumlah air yang diberikan, jarak peletakan kacang hijau, jumlah
kacang hijau, kualitas kacang hijau
5. Tujuan Percobaan
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab
permasalahan yang dikemukakan di depan, yaitu :
• Untuk mengetahui pengaruh yang diberikan cahaya matahari terhadap pertumbuhan
kacang hijau
• Untuk mengetahui perbedaan tumbuhan pada kacang hijau yang terkena cahaya
matahari dan tidak terkena sinar matahari langsung.
4
BAB II
METODE PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
• Alat :
- 2 buah gelas plastic
- Penggaris (untuk mengukur panjang batang dari hari ke hari)
- Alat tulis (untuk menuliskan pertumbuhan dan perkembangan pada
penelitian yang berbeda setiap harinya)
• Bahan :
- 8 buah kacang hijau, sebagai objek penelitian (4 biji tiap gelas)
- Kapas, sebagai media penelitian
5
- Air, sebagai bahan tambahan yang digunakan untuk membasahi atau /
membuat kapas lembab.
2. Cara Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2) Masukkan gumpalan kapas yang telah diberi air (tidak boleh terlalu basah dan
juga tidak boleh terlalu kering).
3) Masukkan kacang ke dalam gelas yang telah berisi kapas (kacang di simpan di
atas kapas).
4) Simpan kacang dalam jarak yang tidak terlalu rapat dengan kacang lain agar
pertumbuhannya lancar (tidak saling berdesakan).
5) Simpan satu gelas pada tempat terang (misal : halaman rumah) dan gelas
lainnya pada tempat gelap (misal : bawah tempat tidur).
6) Jika kapas mengering, segera basahi kapas tersebut, sampai kapas menjadi
lembab.
7) Catat dan dokumentasikan hasil pengamatan setiap harinya.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Data Hasil Pengamatan
a) Di tempat gelap
Hari Ke- Pertumbuhan Batang Kacang (cm) Rata-rata
6
I II III IV (cm)
1 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2 0,25 0,25 0,25 0,25 0.25
3 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
4 2,00 2,00 2,00 1,50 1,88
5 3,00 3,00 2,25 2,00 2,57
6 5,00 5,00 5,00 3,50 4,72
7 9,5 9,5 9,00 7,00 8,75
b) Di tempat terang
Hari Ke- Pertumbuhan Batang Kacang (cm) Rata-rata
I II III IV
1 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2 0,25 0,25 - - 0,25
3 1,00 0,50 - - 0,75
4 1,25 - - - 1,25
5 4,00 - - - 4,00
6 5,00 - - - 5,00
7 - - - - -
2. Jawaban Pertanyaan
1. Perhatikan gambar 1.1 berikut ini (sesuai dengan tayangan)
Diskusikan dengan teman-teman sekelompokmu, ciri-ciri apakah yang
menunjukkan bahwa kacang merah pada gambar 1.1 sedang mengalami
pertumbuhan?
Ciri pertama yaitu munculnya rambut akar, yang kemudian bertambah banyak
dan bertambah panjang.
7
Kemudian terlihat pertumbuhan tunas yang mendesak kotiledon terdorong ke
atas bersama calon tunas yang terjadi karena perpanjangan hipokotil yang
mendesak epikotil, plumula, dan kotiledon terdorong ke atas.
Lalu terakhir, terlihat pertumbuhan daun dan akar yang merupakan fase
pertumbuhan tubuh (organ).
2. Perhatikan gambar 2.1 di bawah ini menunjukkan perkecambahan kacang hijau
yang disimpan dalam wadah yang berisi kapas yang dibasahi air kemudian di
simpan di tempat teduh.
Diskusikan dengan teman sekelompokmu, factor eksternal apakah yang
mempengaruhi perkecambahan biji kacang tersebut?
Faktor eksternal yang memengaruhi perkecambahan biji kacang tersebut yaitu
antara lain :
- Suhu (suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Contohnya pada padi yang ditanam pada awal
musim kemarau dimana suhu rata-rata tinggi akan lebih cepat dipanen
daripada padi yang ditanam pada musim penghujan dimana suhu rata-rata
lebih rendah. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan
dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan
pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu.)
- Ketersediaan air (tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air
merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh.)
- Cahaya matahari (cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya
matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat
menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak
hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.)
- Nutrisi (Nutrisi merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses
metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi akan mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan nutrisi
8
berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis,
air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanan. Zat hara tidak
berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan
agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.)
3. Siswa lain melakukan suatu penelitian tentang perkecambahan selama beberapa
hari. Data yang diperoleh dicantumkan pada Tabel 4.1 berikut ini
No Waktu Panjang batang kecambah (mm)
(hari
ke…)
1 1 5
2 2 10
3 3 17
4 4 26
5 5 40
Pertambahan Panjang Batang Kecambah (mm)
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke3 Hari ke 4 Hari ke 5
Pertambahan Panjang Batang Kecambah (mm)
4. Jelaskan hasil data yang diperoleh dari pengamatan anda!
Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa perpanjangan tanaman
kacang hijau di intensitas cahaya rendah lebih cepat dibandingkan dengan
tanaman kacang hijau di cahaya matahari, dikarenakan hormon auksin yang
terdapat pada biji kacang hijau aktif sehingga pertumbuhannya menjadi sangat
cepat namun kurang merata, sehingga batangnya menjadi lemah. Pada
tanaman kacang hijau di tempat gelap, batangnya cederung bengkok namun
kuat dan warnanya hijau karena mendapatkan cahaya yang cukup untuk
berfotosintesis. Pada tempat terang, kacang hijau mendapatkan sinar matahari
9
terlalu banyak karena hormon auksin menjadi terurai karena sinar matahari,
sehingga pertumbuhannya melambat.
BAB IV
PENUTUP DAN KESIMPULAN
Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan
perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi
proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap
tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji
kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai
perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung, pertumbuhannya
lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, dan kokoh. Sedangkan,
biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari pertumbuhannya lebih cepat tinggi,
daunnya tipis, berwarna pucat, dan batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena
cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi
(primer).
10
DAFTAR PUSTAKA
Sitompul, S.M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta : Gajah Mada University
Press
Nyakpa et al. 1988. Kesuburan Tanah. Lampung: Unila Ross, Cleon W. 1995.
Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB Press
[Link]
[Link]
Pertumbuhan-dan-Perkembangan-Tanaman
11