0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan22 halaman

RPL 1

Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan manusia pada masa remaja dan perubahan yang terjadi. Masa remaja dimulai pada usia 10-12 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Pada masa ini terjadi perubahan fisik yang cepat seperti pertumbuhan tubuh dan kelamin, serta tugas perkembangan seperti mencapai kemandirian dan identitas diri.

Diunggah oleh

Nia Irmaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan22 halaman

RPL 1

Dokumen tersebut membahas tentang perkembangan manusia pada masa remaja dan perubahan yang terjadi. Masa remaja dimulai pada usia 10-12 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Pada masa ini terjadi perubahan fisik yang cepat seperti pertumbuhan tubuh dan kelamin, serta tugas perkembangan seperti mencapai kemandirian dan identitas diri.

Diunggah oleh

Nia Irmaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MASA REMAJA DAN PERUBAHANNYA

I. Perkembangan Manusia
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup [Link] tujuan pengorganisasian
dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase
perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut:
Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anakanak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja,
masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa. Perkiraan rata rata rentang usia menurut
periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah
penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia dalam buku Life-Span
Development oleh John Santrock:
a. Periode prakelahiran (prenatal period)
ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa
dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang
dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.

b. Masa bayi (infacy)


ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah
masa yang sangat bergantung pada orang [Link] kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai
permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.
c. Masa awal anak anak (early chidhood)
yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode
ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan
menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah,
mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman [Link]
telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
d. Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood)
ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira
kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar.
Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah [Link] secara
formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan [Link] menjadi tema yang lebih sentral dari
dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.
e. Masa remaja (adolescence)
ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada
usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada
perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan
perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan
dalamnya [Link] perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran
semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
f. Masa awal dewasa (early adulthood)
ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan
tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan
ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan
seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
g. Masa pertengahan dewasa (middle adulthood)
ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga
usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial
seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta
mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
h. Masa akhir dewasa (late adulthood)
ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir
pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali
kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.

II. Perkembangan Remaja


Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos mengenai penyimpangan dan tidakwajaran.
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan
emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-
perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.
            Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga dihadapkan pada
tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase
perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi.
Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan
penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan
keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya.
            Hurlock (1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18
tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah batasan tradisional, sedangkan aliran
kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun.
Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang
ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka  dalam kategori remaja. Adanya
peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang)
setamat SLTA, membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja,
dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia
tersebut.
Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.       Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun
b.      Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun
c.       Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun.
Pada usia tersebut, tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1.      Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan
jenis
2.      Mencapai peran sosial maskulin dan feminin
3.      Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
4.      Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5.      Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi
6.      Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
7.      Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
8.      Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai
warga negara
9.      Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial
10.  Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock,
1973).

a. Masa Pubertas
Masa puberitasas adalah masa saat organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas
bisanya dimulai saat berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa
inilah kamu berada sekarang.
 Apakah kamu pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu saat ini?
Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi.
Pada umumnya, organ reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak
laki-laki

[Link]-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :


1. Ciri kelamin primer

 Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan
sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur
(ovarium).
 Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali
mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai
dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.

2. Ciri kelamin sekunder


1. Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
Mulai tumbuh jakun.
2. Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat
3. Tumbuh kumis atau jenggot.
4. Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5. Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6. Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7. Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
8. Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
 Membesarnya payudara dan puting mulai timbul.
 Pinggul melebar.
 Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
 Suara lebih nyaring.
 Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

Salah satu ciri pubertas pada anak perempuan adalah menstruasi. Apakah menstruasi itu?
      Pada saat perempuan yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun
mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali.
Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi.
Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut,
lalu mati dan akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan
cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi
berlangsungselama i sampai 8 hari.
. Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis

      Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang
memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah [Link]-ciri pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai
berikut.

1. Mencari identitas diri

      Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu
kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak.
Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.

2. Mulai tertarik kepada lawan jenis

      Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan
lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum
siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.

III. Masalah – masalah yang muncul pada masa remaja

            Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock (1973) ada
beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:
1.      Masalah pribadi,
yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik,
penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
2.      Masalah khas remaja,
 yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian
kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar
dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
Elkind dan Postman (dalam Fuhrmann, 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir abad duapuluh, yaitu
berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak masa kini
mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan
masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis
untuk [Link]-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah,
penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.
Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang
sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Ketidakmampuan remaja mengikuti
perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga
diri, dan mengalami gangguan emosional.
Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual, stres
dan harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupa
gangguan pikiran, perasaan maupun gangguan [Link], kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada
diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann, 1990).(YUN)

 Cerita

            Selvina anak ke dua dari dua bersaudara, kakaknya duduk di kela XII sedangkan Selvina sekarang duduk
di kelas VIII. Ayah  Selvina bekerja sebagai sopir bus pariwisata, sedangkan ibunya bekerja di salah satu pabrik
yang dekat dengan rumahnya. Karena bekerja sebagai sopir, ayah Selvina memang sering tidak pulang ke
[Link] demikian Ibu Selvina selalu berusaha memberikan perhatian yang cukup untuk anak-anaknya.
Pada saat kelas VII Selvina adalah anak yang baik dan penurut pada orang [Link] selalu pulang sekolah
tepat waktu dan selalu membantu ibunya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah [Link] bidang
akademikpun Selvina juga tidak [Link] – nilainya selalu mencapai KKM.
Namun perubahan pada diri Selvina mulai tampak ketika ia duduk di kelas VIII. Selvina menjadi
tertutup dengan orang tuanya. Pulang sekolahpun ia sering terlambat dan sudah tidak mau membantu  ibunya
untuk pekerjaan rumah tangga. Kegiatan Selvina setiap hari hanya bermain HP di dalam kamar.  Nilai-nilai
ulangan Selvina juga banyak yang menurun. Selvina sudah benar-benar berubah.
Melihat kondisi yang seperti ini, orang tua Selvina datang ke guru Bimbingan Konseling untuk
membicarakan masalah [Link] tua Selvina tidak mengerti mengapa Selvina jadi berubah seperti [Link]
yang dulunya sangat peduli dengan lingkungan menjadi bersikap masa bodoh.
Setelah dilakukan observasi ternyata Selvina mulai tertarik pada lawan jenis  dan mulai berpacaran
dengan teman sekelasnya yang bernama Sultan.  Mereka berdua menjalin hubungan special sejak duduk dikelas
VIII. Orang tua Selvina sangat marah dan melarang Selvina melanjutkan hubungan itu mengingat usia mereka
berdua masih belum tepat untuk berpacaran. Orang tua Selvina  menasehati agar Selvina meniru kakaknya yang
sangat pandai. Namun Selvina menentang keinginan orang tuanya dan bersikeras untuk tetap melanjutkan
hubungannya dengan Sultan .
PENTINGNYA MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar sangat penting dalam pengembangan diri, sebab pengembangan diri adalah belajar,
belajar adalah pengembangan diri. Jika Anda ingin lebih sukses dibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya
ialah jangan pernah berhenti belajar. Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik.
Motivasi Belajar – Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai “ daya penggerak yang telah
menjadi aktif” (Sardiman,2001: 71). Pengertian Motivasi Belajar Siswa Menurut Para Ahli
Definisi Motivasi Belajar Siswa – Dalam buku psikologi pendidikan Drs. M. Dalyono memaparkan bahwa
“motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang bisa berasal dari dalam
diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005: 55).
Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang
kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau
perangsang (incentive). Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan
timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan sarat
bahwa perubahan atau munculnya tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh
adanya perubahan sementara oleh suatu hal (Nasution, dkk: 1992: 3).
Djamarah mengemukakan bahwa belajar adalah “suatu aktifitas yang dilakukan secara sadar untuk
mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari” (Djamarah,1991:19-21). Sedangkan menurut
Slameto belajar adalah ”merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya” (Slameto, 2003 : 2). Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang
terdapat pada diri seseorang individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai
tujuan.
Jenis-jenis Motivasi Belajar Berbicara tentang jenis dan macam motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut
pandang. Sardiman mengatakan bahwa motivasi itu sangat bervariasi yaitu:
1. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
a. Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir
b. Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari.
2. Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam sardiman:
a. Motif atau kebutuhan organismisalnya, kebutuhan minum, makan, bernafas, seksual, dan lain-lain.
b. Motof-motif darurat misalnya, menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dan sebagainya.•
c. Motif-motif objektif
3. Motivasi jasmani dan rohani
a. Motivasi jasmani, seperti, rileks, insting otomatis, napas dan sebagainya.
b. Motivasi rohani, seperti kemauan atau minat.
4. Motivasi intrisik dan ekstrinsik
a. Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu diransang dari luar,
karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
b. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya peransang dari luar.
(Sardiman, 1996: 90).
Adanya berbagai jenis motivasi di atas, memberikan suatu gambaran tentang motif-motif yang ada pada setiap
individu. Adapun motivasi yang berkaitan dengan mata pelajaran bahasa arab adalah motivasi ekstrinsik,
dimana motivasi ini membutuhkan ransangan atau dorongan dari luar misalnya, media, baik media visual,
audio, maupun audio visual serta buku-buku yang dapat menimbulkan dan memberikan inspirasi dan ransangan
dalam [Link] bentuk motivasi yang sering dilakukan disekolah adalah memberi angka, hadiah, pujian,
gerakan tubuh, memberi tugas, memberi ulangan, mengetahui hasil, dan hukuman.

a) Memberi angka
Memberikan angka (nilai) artinya adalah sebagai satu simbol dari hasil aktifitas anak didik. Dalam
memberi angka (nilai) ini, semua anak didik mendapatkan hasil aktifitas yang bervariasi. Pemberian
angka kepada anak didik diharapkan dapat memberikan dorongan atau motivasi agar hasilnya dapat
lebih ditingkatkan lagi.
b) Hadiah
Maksudnya adalah suatu pemberian berupa kenang-kenangan kepada anak didik yang berprestasi.
Hadiah ini akan dapat menambah atau meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa karena akan
diangap sebagai suatu penghargaan yang sangat berharga bagi siswa.
c) Pujian
Memberikan pujian terhadap hasil kerja anak didik adalah sesuatu yang diharapkan oleh setiap individu.
Adanya pujian berarti adanya suatu perhatian yang diberikan kepada siswa, sehingga semangat bersaing
siswa untuk belajar akan tinggi.
d) Gerakan tubuh
Gerakan tubuh artinya mimik, parah, wajah, gerakan tangan, gerakan kepala, yang membuat suatu
perhatian terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Gerakan tubuh saat memberikan suatu respon
dari siswa artinya siswa didalam menyimak suatu materi pelajaran lebih mudah dan gampang.
e) Memberi tugas
Tugas merupakan suatu pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan. Pemberian tugas kepada
siswa akan memberikan suatu dorongan dan motivasi kepada anak didik untuk memperhatikan segala isi
pelajaran yang disampaikan.
f) Memberikan ulangan
Ulangan adalah strategi yang paling penting untuk menguji hasil pengajaran dan juga memberikan
motivasi belajar kepada siswa untuk mengulangi pelajaran yang telah disampaikan dan diberikan oleh
guru.
g) Mengetahui hasil
Rasa ingin tahu siswa kepada sesuatu yang belum diketahui adalah suatu sifat yang ada pada setiap
manusia. Dalam hal ini siswa berhak mengetahui hasil pekerjaan yang dilakukannya.
h) Hukuman
Dalam proses belajar mengajar, memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan kesalahan adalah hal
yang harus dilakukan untuk menarik dan meningkatkan perhatian siswa. Misalnya memberikan
pertanyaan kepada siswa yang bersangkutan.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Dalam aktifitas belajar, seorang individu membutuhkan suatu dorongan atau motivasi sehingga sesuatu yang
diinginkan dapat tercapai, dalam hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar antara lain:
1. Faktor individual, seperti ; kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi, dan faktor pribadi.
2. Faktor sosial, seperti ; keluaga atau keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat dalam
belajar, dan motivasi sosial
Dalam pendapat lain, faktor lain yang dapat mempengaruhi belajar yakni:
a) Faktor-faktor internal : faktor Jasmaniah (Kesehatan, cacat tubuh), faktor psikologis (Intelegnsi, minat dan
motivasi, perhatian dan bakat, kematangan dan kesipan), faktor kelelahan (jasmani, rohani)
b) Faktor-faktor eksternal : faktor keluarga ( cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana
rumah, keadaan gedung dan metode belajar), faktor sekolah (metode mengajar dan kurikulum, relasi guru dan
siswa, disiplin sekolah, alat pengajaran da waktu sekolah, keadaan gedung dan metode belajar, standar
pelajaran), faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media dan teman bergaul, bentuk
kehidupan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:

1. Cita-cita / aspirasi siswa


Cita-cita merupakan satu kata tertanam dalam jiwa seorang individu. Cita-cita merupakan angan-angan yang ada
di imajinasi seorang individu, dimana cita-cita tersebut dapat dicapai akan memberikan suatu kemungkinan
tersendiri pada individu tersebut. Adanya cita-cita juga diiringi oleh perkembangan dan pertumbuhan
keperibadian individu yang akan menimbulkan motivasi yang besar untuk meraih cita-cita atau kegiatan yang
diinginkan.
2. Kemampuan siswa
Kemampuan dan kecakapan setiap individu akan memperkuat adanya motivasi. kemampuan yang dimaksud
adalah kemampuan membaca, memahami sehingga dorongan yang ada pada diri individu akan makin tinggi.
3. Kondisi siswa dan lingkungan
Kondisis siwa adalah kondisi rohani dan jasmani. Apabila kondisi stabil dan sehat maka motivasi siswa akan
bertambah dan prestasinya akan meningkat. Begitu juga dengan kondisi lingkungan siswa (keluarga dan
masyarakat) mendukung, maka motivasi pasti ada dan tidak akan menghilang.
4. Unsur dinamis dan pengajaran
Dinamis artinya seorang individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, tempat dimana seorang
individu akan memperoleh pengalaman.
5. Upaya guru dalam pengajaran siswa
Guru adalah seorang sosok yang dikagumi dan insan yangt mempunyai peranan penting dalam dunia
pendidikan. Seorang guru dituntut untuk profesional dan memiliki keterampilan.
Salah satu tujuan belajar di kelas agar kita dapat naik ke kelas berikutnya sampai lulus. Untuk mencapai tujuan
tersebut kita perlu usaha. Berharap memperoleh hasil yang memuaskan adalah idaman setiap orang berusaha.
Agar kita memahami usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan, perhatikan hal-hal berikut ini :
Persyaratan akademis, meliputi:
 Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus
 Kehadiran disekolah hendaknya sesuai dengan ketentuan.
 Konsentrasi belajar baik di rumah maupun disekolah
 Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar.
 Kelengkapan catatan pelajaran.
 Mengerjakan tugas (PR) dengan baik
Persyaratan Budi Pekerti, meliputi: Kelakuan :
 Ketaatan terhadap tata tertib sekolah
 Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah
 Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya
 Memperhatikan pelajaran Kerajinan
 Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar
 Kehadiran dalam kegiatan ekstra kurikuler
 Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar
 Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera
 Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru
 Kelengkapan dan kerajinan buku catatan Kerapian/kebesihan:
 Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan
 Memakai pakaian bersih dan rapi
 Rambut disisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut (rambut anak laki-laki pendek)
 Menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
 Buku-buku pelajaran disampul rapi dan bersih
 Membuang sampah ditempatnya
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Manusia adalah makhluk sosial, dalam kehidupan bermasyarakat selalu berhubungan dengan banyak
orang. Dimana dalam melaksanakan hubungan tersebut, setiap orang berkeinginan untuk dapat bebas seenaknya
sendiri melakukan yang diinginkan, tanpa ada batasan. Namun hal itu tidk mungkin dilakukan karena akan
terjadi benturan dan pertentangan dengan kepentingan-kepentingan anggota masyarakat lainnya.

Oleh karena itu kehidupan bersama sebagai makhluk pribadi sosial selalu dilandasi oleh aturan-aturan
tertentu. Aturan yang dibuat disesuaikan dengan norma dan nilai yang sesuai dengan kaidah yang berlaku
dimasyarakat. Antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya mungkin memiliki nilai yang sama atau
berbeda. Seperti pepatah ‘Lain ladang lainbelalang, lain lubuk lain ikannya’. Pepatah itu menunjukkan adanya
perbedaan nilai diantara masyarakat atau kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tidaklah mudah, karena nilai
merupakan konsep abstrak yang hidup di pikiran para warga masyarakat. Manusia atau individu yang memiliki
moral baik, dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.
Misalnya ketika teman sedang belajar atau menjalankan beribadah, kita tidak boleh bernyanyi atau berteriak-
teriak meskipun sedang dalam keadaan bahagia. Meskipun sedang lapar, kita tidak boleh mengambil kue yang
dijual di kantin tanpa membayarnya.

Aturan-aturan diciptakan dan disepakati bersama untuk mencapai ketentraman dan kenyamanan hidup
bersama orang lain, yang selanjutnya aturan itu dipakai sebagai ukuran, patokan atau keyakinan terhadap
sesuatu itu baik atau buruk. Selama hidup banyak aturan yang wajib kita fahami dengan kesungguhan dalam
bermasyarakat.

A. Nilai Sosial

Nilai pada hakekatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyek. Nilai bersumber pada budi yang
berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia. Nilai merupakan kumpulan sikap dan
perasaan yang diwujudkan melalui perilaku sosial orang yang memiliki nilai sosial. Nilai sosial merupakan
kualitas perilaku, pikiran, dan karakter yang dianggap masyarakat baik dan benar, hasilnya diinginkan dan layak
ditiru orang lain. Nilai sosial merupakan sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan
merupakan dasar untuk merumuskan sesuatu yang benar dan penting.

Peran nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah:

a. Sebagai alat menentukan harga dan kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi. Misal kelompok
masyarakat ekonomi kaya, menengah dan kelas bawah.

b. Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai nilai-nilai yang ada dalam
masyarakat, agar tercipta integrasi dan tertib sosial.

c. Memotivasi untuk mewujudkan diri dalam berperilaku sesuai yang diharapkan oleh peran-perannya
dalam mencapai tujuan.

d. Sebagai alat solidaritas yang mendorong masyarakat untuk saling bekerjasama demi mencapai suatu
tujuan.

e. Sebagai pengontrol, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.

Nilai sosial dalam masyarakat bersumber pada tiga hal, yaitu:

a. Bersumber dari Tuhan, yaitu yang biasanya diketahui melalui ajaran yang ditulis dalam kitab suci. Berisi
nilai-nilai yang dapat memberikan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama, misal:
kasih sayang, ketaatan, kejujuran, hidup sederhana, dll. Nilai bersumber dari Tuhan disebut nilai
theonom.

b. Bersumber dari Masyarakat, yaitu masyarakat menyepakati sesuatu yang dianggap baik dan luhur,
kemudian dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Misalnya kesopanan dan kesantunan terhadap
orang tua. Nilai dari kesepakatan disebut nilai heterogen.

c. Bersumber dari Individu, yaitu setiap individu masing-masing pasti memiliki sesuatu yang baik, luhur
dan penting. Misalnya kegigihan, semangat, kerja keras adalah sesuatu yang penting untuk mencapai
suatu kesuksesan dan keberhasilan. Nilai berasal dari individu disebut nilai otonomi.
Nilai sosial memiliki ciri-ciri sbb:

a. Merupakan hasil dari interaksi sosial antar anggota masyarakat

b. Bisa dipertukarkan kepada individu atau kelompok lain.

c. Terbentuk melaui proses belajar.

d. Bervariasi antar masyarakat yang berbeda.

e. Bisa berbeda pengaruhnya terhadap setiap individu dan masyarakat.

f. Bisa berpengaruh positif atau negatif terhadap perkembangan pribadi seseorang.

g. Berisi anggapan-anggapan dari berbagai obyek dalam masyarakat.

B. Norma Sosial.
Norma adalah petunjuk atau patokan perilaku yang dibenarkan dan pantas dilakukan dalam menjalani
interaksi sosial di suatu kelompok masyarakat tertentu. Perbedaan nilai sosial dan norma sosial adalah, dalam
norma sosial ada sanksi sosial (penghargaan dan hukuman), bagi orang yang menuruti atau melanggar norma
tersebut.
Norma bersifat memaksa sehingga seluruh anggota kelompok harus bertindak sesuai dengan norma yang
telah dibentuk sejak lama. Misal menghormati tamu yang datang, bila tidak dilakukan akan dianggap tidak
sopan dan tidak berpendidikan. Norma tidak boleh dilanggar, yang melanggar akan kena sanksi misalnya, ke
sekolah datang terlambat akan dihukum tidak boleh masuk kelas, anak yang mencontek akan diberi sanksi tidak
boleh melanjutkan ulangan.
Norma social di masyarakat dibedakan menurut aspek-aspek tertentu tetapi yang satu dengan yang lain
saling berhubungan, yaitu:
1. Norma Agama(religi), yaitu peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau
diubah karena aturannya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma dikatakan
berdosa.
2. Norma kesusilaan, adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak.
Norma kesusilaan, seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan buruk. Pelanggaran
terhadap norma berakibat pengucilan secara fisik(dipenjara, diusir) atau secara batin (dijauhi). Misalnya,
kehidupan pelacur, tindakan korupsi, dsb.)
3. Norma Kesopanan, adalah peraturan sosial yang mengarah kepada hal-hal bagaimana seseorang
bertingka laku wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran terhadap norma akan mendapat
celaan, kritik, dan pengucilan.
4. Norma kebiasaan, adalah sekumpulan peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak, berisi tentang
petunjuk perilaku yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran terhadap norma
ini ber akibat celaan, kritik,atau pengucilan. Misalnya membawa oleh-oleh apabila pulang dari
bepergian, bejabat tabgan saat ketemu, dsb.
5. Norma hukum/ kode etik.
Norma hukum, adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misal lembaga
pemerintah, advokat, organisasi profesi dsb. Norma hukum juga disebut kode etik. Pelanggaran terhadap
norma hukum akan mendapat sanksi berupa sanksi denda atau hukuman fisik. Misalnya wajib bayar
pajak, pelanggaran lalu lintas, dsb.
Norma agama dan norma kesusilaan berlaku secara luas di setiap kelompok masyarakat, bagaimanapun
peradabannya, sedang norma kesopanan dan norma kebiasaan hanya dipelihara dan dilaksanakan oleh
sekelompok masyarakat tertentu saja.
Nilai berperan sebagai pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia, nilai manusia berada
dalam hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai
sistem nilai. Seorang pribadi yang taat pada aturan, kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dianggap
sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral
dalam perwujudannya berupa peraturan atau prinsip-prinsip yang benar, baik, terpuji dan mulia. Moral bisa
berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
BERSYUKUR DENGAN HATI YANG IKHLAS
1. Pentingnya Sikap Bersyukur Bagi Manusia

Menurut Kamus Arab – Indonesia, kata syukur diambil dari kata Syakara, yang artinya adalah
berterimakasih dan tasyakkara yang berarti mensyukuri-Nya, memuji-Nya. Syukur berasal dari kata syukuran
yang berarti mengingat akan segala nikmat-Nya.

Menurut bahasa adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas
segala nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati maupun dilaksanakan melalui
perbuatan.

Dalam kamus besar Bahasa indonesia, memiliki 2 arti :

 Rasa berterima kasih kepada allah.


 Untunglah atau merasa lega senang dll.
Setiap manusia pasti pernah merasa bahagia, sering atau jarang. Kebahagian tersebut bersumber dari
mana saja atau disebabkan oleh apa saja, entah karena prestasi yang kita capai, penghargaan yang didapat,
berbagai fasilitas yang kita miliki, kebaikan yang kita terima dari orang lain atau apapun penyebabnya. Setiap
manusia wajib mensyukuri terhadap nikmat yang telah diberikan Tuhan. Kita memiliki orang tua yang telah
melahirkan, memiliki kondisi fisik yang sehat, saudara atau teman-teman yang mencintai, tanah yang subur
dan makmur, masyarakat / suku bangsa di indonesia yang beragam, dan lain sebagainya. Bersyukur dengan
ikhlas terhadap nikmat dari Tuhan akan memberikan kebahagian yang tak ternilai.

2. Cara Bersyukur Kepada Allah

Berikut cara bersyukur kepada Allah, diantaranya :

a. Bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang
bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah.
Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita
peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu
menganugerahkan nikmat-Nya.
b. Bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk
menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda,
``Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha
illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30
kebaikan.
c. Bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada
manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota
tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut,
kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah,
misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita
rasakan.

 Bentuk Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari


Rasa syukur yang ada dalam hati kita perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur berarti
mengetahui atau menyadari nikmat dari Pemberi nikmat (Tuhan), bergembira atau nikmat yang diterima, dan
melaksanakan apa yang mejadi tujuan Pemberi nikmat, yaitu beribadah kepada-Nya. Segala pikiran atau
perilaku baik, yang dilakukan untuk mengharap ridha Tuhan adalah ibadah. Sebagai contoh, menolong kakek
menyeberang di jalan raya adalah suatu ibadah ketika dilakukan hanya untuk mencari ridha Tuhan. Beberapa
bentuk syukur yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut :

1. Melakasanakan ibadah utama yang diperintahkan Tuhan kepada kita


Ibadah merupakan tanda syukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ibadah yang dapat
dilakukan misalnya shalat, puasa, zakat, haji bagi umat islam, ke gereja bagi umat Kristen, sembahyang
bagi umat hindu dan budha.
2. Menjaga Kesehatan Fisik
Tidak melakukan sesuatu yang membahayakan fisik dan mental berarti menjaga nikmat kesehatan yang
Tuhan berikan kepada kita. Makan teratur, olahraga, dan menjauhkan diri dari rokok, narkoba, seks bebas,
atau apa pun yang dapat merusak kesehatan fisik kita juga merupakan wujud rasa syukur kita kepada
Tuhan.
3. Menjaga Kesehatan Mental dan Pikiran
Tuhan menciptakan otak untuk berpikir, membantu kita dalam menyelesaikan masalah, dan membuat
keputusan sebaik mungkin. Oleh karena itu, kita patut menyukurinya dengan melakukan aktivitas yang
dapat mengembangkan pikirian, seperti ; rajin belajar, membaca, mengkaji ilmu sehingga pengetahuan
kita semakin bertambah. Sebaliknya, kita juga perlu menjaga pikiran dari hal-hal yang dapat merusak,
seperti dengan menjauhkan diri dari bacaan, tontonan atau apapun yang mengandung pornografi dan
pornoaksi karena dapat menganggu konsentrasi dalam belajar dan bekerja.
4. Mengembangkan Potensi untuk Masa Depan Kita
Cara kita menyiapkan masa depan merupakan bentuk syukur kita kepada Tuhan. Contoh aktivitas
mengembangkan potensi yang Tuhan berikan untuk kebaikan misalnya ketika mengetahui diri kita
berbakat dalam menulis, kita mengembangkannya dengan sering menulis cerpen atau ikut sanggar
menulis agar semakin terasah kemampuannya. Kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk
mengembangkan diri agar di kemudian hari berhasil mencapai kesuksesan. Kalaupun kita mengalami
kegagalan dalam usaha mencapai sukses, jadikan itu pengalaman dan pelajaran yang berharga untuk
mencapai keberhasilan.
5. Memanfaatkan Potensi untuk Membantu Sesama
Orang yang bersyukur ingin menjadi yang terbaik dengan memberikan manfaat bagi orang lain. Di Sekitar
kita, masih banyak orang yang menderita karena kemiskinan, pengangguran, cacat fisik, mental dan sosial,
tertimpa bencana alam, dan lain sebagainya. Gerakkan hati kita untuk bisa membantu orang yang
menderita dengan cara menyisihkan uang jajan untuk mereka, memberikan bantuan obat-obatan,
menyubangkan tenaga untuk membantu kegiatan sosial.
6. Tidak Menyebabkan Orang Menderita.
Menjauhkan diri dari sikap yang menyebabkan diri sendiri atau orang lain menderita merupakan wujud
syukur kita kepada Tuhan. Misalnya, tidak menjerumuskan teman ke pergaulan yang buruk ; tidak
melakukan perusakan terhadap barang milik orang lain dengan mencorat-coret tembok ; dan tidak
mengganggu keamanan dan kenyamanan orang lain dengan merokok, mengancam, menghina,
membentak, menyindir, mencederai atau melakukan tawuran pelajar.
NILAI SUATU SIKAP KEJUJURAN

Apakah Jujur atau Kejujuran itu ?

Jujur menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah tulus, tidak culas, dan lurus hati. Dalam
praktiknya, jujur terbagi tiga, yaitu jujur dalam berucap, jujur dalam niat, dan jujur dalam bertindak.

1. Jujur dalam niat adalah berniat dengan tulus


ikhlas, baik kepada Tuhan mauapun kepada manusia.
Misalanya dalam memberikan sumbangan, kita harus ikhlas melakukannya. Kita menyumbang
karena berniat untuk menyumbang, buka karena hal-hal lain yang dapat menguntungkan diri sendiri
dan/atau merugikan orang lain
2. Jujur dalam berucap adalah berkata benar dan tepat.
Lawan jujur dalam berucap adalah berbohong. Berbohong adalah mengucapkan sesuatu yang
bertentangan dengan apa-apa yang kita ketahui. Seseorang dilarang untuk berbohong karena bisa
menyesatkan dan menyengsarakan orang lain. Orang yang berbohong adalah orang yang lemah,
orang yang takut dan memiliki jiwa yang sakit.
3. Jujur dalam bertindak adalah melakukan segala tindakan dengan tidak merugikan orang lain
demi keuntungan pribadi.
Jujur dalam tindakan juga berarti tidak curang, tidak menipu, serta tidak memanipulasi fakta dan
data. Dalam bertindak, selain kita harus benar juga juga harus tepat. Misalnya, dalam bertindak
melawan kejahatan, bagi kita sebagai warga negara tindakan yang jujur adalah melaporkan
kejahatan kepada pihak kepolisian. Tidak jujur apabila kita main hakim sendiri

Kejujuran adalah kebijakan terbaik, demikian kata pepatah. Kejujuran membuat orang lain
senantiasa percaya kepada kita. Kejujuran juga membuat orang berpikir bahwa kita dapat diandalkan.
Teman-taman memandang kita sebagai seorang sahabat. Orangtua melihat kita sebagai anak yang
membanggakan. Guru, masyarakat akan mengenal kita sebagai seorang yang berintegritas tinggi dan
dapat diandalkan.
Ada banyak alasan untuk selalu berkata jujur. Pamela Espeland, melalui Buku Pintar Remaja
Gaul mengungkapkan sebagai berikut :
1. “Kamu tidak akan terperangkap dalam kebohongan kalau kamu berkata jujur”.
2. Berkata jujur berarti tidak ada orang lain yang bakal disalahkan atas perbuatanmu.
3. Kebenaran selalu merupakan argumen yang paling kuat
4. Berkata jujur memberimu kesempatan untuk menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi
5. Berkat jujur biasanya tidak akan menjerumuskan ke dalam masalah sedalam jika kamu
berbohong
6. Berkata jujur pada seseorang adalah tindakan penuh cinta
7. Berbohong menyebabkan stress lebih berat daripada berkata jujur.
8. Berkata jujur membantu orang-orang yang kamu sayangi lebih percaya dan hormat
kepadamu.
9. Berkata jujur membantumu merasa tenang di dalam hati. Berbohong membuat perutmu
melilit tidak karuan.
10. Kebohongan adalah sebuah jebakan. Kebenaran bisa membebaskanmu dari jebakan itu dan
memungkinkanmu terus melangkah maju dalam hidup
11. Kamu tidak akan pernah menemukan siapa dirimu sebenarnya sampai kamu berani
menghadapi kebenaran.

Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari

Suatu perbuatan hanya bisa disebut baik apabila tujuannya baik, cara yang ditempuh untuk
mencapai tujuan itu juga baik, dan keadaan sekitar (termasuk orangnya) juga dalam keadaan baik.
Dalam kehidupan, kita harus berhati-hati dalam memahami kata jujur. Terkadang kita menghadapi
kesulitan karena batas antara jujur dan tidak jujur selalu jelas. Perhatikanlah contoh yang diberikan
oleh kees Bertens : Seseorang yang hendak menjual mobilnya karena pernah menambrak orang sampai
mati, tidak akan berkata hal yang sebenarnya. Ia akan berkata bahwa ia menjual mobilnya karena ingin
membeli mobil baru. Ini tidak sepenuhnya bohong, karena memamng ia ingin mengganti mobilnya
dengan yang baru karena mobilnya yang lama pernah menambrak orang hingga mati.
Kepada Siapa saja kita harus Jujur ?

Pertama kali, harus jujur pada diri sendiri, kepada oang lain dan pada Tuhan

1. Jujur Kepada diri Sendiri


Adalah suatu sikap memperlakukan diri sendiri dengan baik. Kita tidak bisa membohongi diri kita
sendiri karena yang membohongi dan yang dibohongi adalah diri sendiri.
2. Jujur kepada orang lain
Adalah memperlakukan orang lain dengan semestinya. Informasi atau perilaku yang dibuat tidak
merugikan hak dan kepentingan orang lain, apalagi demi keuntungan atau kepentingan pribadi.
Orang yang selalu JUJUR kepada orang lain akan dipercaya dan disenangi orang lain, sebaliknya.
3. Jujur pada Tuhan
Adalah mengakui fakta bahwa Tuhan itu Esa dalam segala sifat-Nya yang Agung, seperti Maha
Pemurah, Maha Penyayang. Dampak sebuah kejujuran ini adalah sebuah keikhlasan dan ketulusan
pada Tuhan dalam segala tindakan kita.

Kiat-kiat untuk dapat terus menjaga kejujuran adalah sebagai berikut :

a. Mencari teman yang jujur dan menghindari teman yang buruk


b. Mencari lingkungan yang jujur dan menghindari lingkungan buruk
c. Selalu mengingat dampak buruk darik ketidakjujuran
d. Selalu mengingat Tuhan.
TANGGUNG JAWAB SEORANG SISWA

Tanggung Siswa di Lingkungan Keluarga


Kita mengenal adanya tri pusat bagi anak, yaitu : di sekolah, masyarakat maupun keluarga. Keluarga
merupakan pusat pendidikan anak yang pertama dan utama bagi perkembangan anak selanjutnya. Karena
dari keluargalah anak berasal. Anak mengenal segala sesuatu dari yang paling sederhana sampai mengenal
lingkungan yang paling awal bermula dari lingkungan keluarga, maka tak mengherankan apabila cara
pendidikan yang diterapkan oleh keluarga pada diri anak mewarnai karakter dan pribadi anak selanjutnya.
Anak yang berasal dari keluarga yang harmonis tentu berbeda dengan anak yang berasal dari keluarga yang
kurang harmonis. Perbedaan itu bukan karena pada hakekatnya tiap individu memang memiliki kekhasan
melainkan juga karena faktor pendidikan yang diterima oleh anak semasa kecil dilingkungan keluarganya
akan sangat mewarnai kehidupan anak tersebut bagi perkembangan pribadinya. Oleh karena itu tak
berlebihan apabila kunci keberhasilan masa depan anak antara lain terletak bagaimana anak itu dididik
dalam keluarga. Setiap anak umumnya memiliki orang tua atau wali yang bertanggung jawab atas dirinya
dalam hal membesarkan, mengasuh, memberi nafkah, mendidik, dan lain-lain. Tanpa orangtua maupun wali,
seorang anak akan sangat kesulitan untuk menjalani hidupnya. Pada dasarnya orangtua / wali sangat sangat
sayang kepada anaknya dan ingin anaknya menjadi orang yang baik, mandiri, tangguh, cerdas, saleh dan
berbagai kebaikan dunia akhirat lainnya.
Dari sebegitu banyaknya kasih sayang dan rasa cinta yang diberikan orangtua / wali, seorang anak
terkadang tidak menyadarinya dan justru malah membenci orangtua / walinya. Memang tidak semua orang
tua mau memberikan rasa sayang dan perhatiannya dalam bentuk yang disukai anaknya, karena takut kalau
anaknya nanti akan menjadi manja, ketergantungan, boros, materialistis, cengeng, dan lain sebagainya.
Sudah sewajarnyalah apabila dalam lingkungan keluarga telah ditanamkan rasa tanggungjawab sebagai
anggota keluarga dalam porsi yang sewajarnya sesuai dengan tingkat perkembangan anak, misal anak diberi
tugas menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam keluarga seperti menyapu lantai setiap pagi, mencuci piring
sehabis makan, merupakan langkah-langkah awal bagi keluarga untuk menanamkan rasa tanggung jawab
anak sebagai anggota keluarga.
Ada banyak hal yang menjadi tanggung jawab, tugas atau kewajiban seorang anak kepada orangtua / wali
dari dirinya, yaitu :
1. Sayang Kepada Orangtua / Wali
Setiap anak harus menyayangi kedua orangtua yang telah dengan segala daya upaya berjuang
membesarkan anak-anaknya agar kelak nanti menjadi orang yang berhasil di dunia dan di akhirat. Bukan
sekedar uang dan harta yang diharapkan para orangtua dari anak-anaknya, namun yang paling utama
adalah kesuksesan dan perhatian anak-anaknya.

2. Patuh Terhadap Perintah Orangtua / Wali


Orangtua akan sangat senang sekali jika anak-anaknya mau menuruti segala apa yang diinginkan
orangtua. Namun yang jelas anak-anak tidak wajib menuruti kemauan orangtuanya yang melanggar ajaran
agama dan melanggar hukum seperti perintah untuk meninggalkan sholat lima waktu, melakukan korupsi,
mencontek saat ujian, dan lain-lain.
3. Menjadi Anak yang Baik
Anak yang baik akan menjadi kebanggaan keluarganya. Anak yang baik juga akan disukai orang-orang
yang ada di sekitarnya baik di rumah, sekolah, tempat ibadah, keorganisasian, dan lain sebagainya. Anak
yang nakal biasanya tidak disukai oleh orang-orang yang berada di sekitarnya, dan bahkan bisa dimusuhi
warga di lingkungannya jika perilakunya sudah keterlaluan melampaui batas.
2. Rajin Belajar Menimba Ilmu
Walaupun tidak cerdas dan mempunyai prestasi yang biasa-biasa saja di sekolah, anak-anak yang tekun
belajar tanpa disuruh-suruh bisa membuat orangtuanya bangga. Tidak hanya belajar pelajaran sekolah
saja, namun juga ilmu lainnya yang bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
3. Rajin Ibadah dan Mendoakan Orangtua / Wali
Orangtua akan sangat senang sekali jika anak-anaknya menjadi anak yang sholeh. Anak-anak yang
memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh serta selalu mendoakan kebaikan orangtuanya di mana
pun dirinya berada akan sangat disayang oleh orangtuanya. Doa anak kepada orangtua adalah hal yang
sangat penting yang dapat mendatangkan rahmat Tuhan pada orangtua.
4. Selalu Siap Membantu Orangtua / Wali
Tanpa diminta, anak yang baik selalu siap sedia memberikan bantuannya kepada orangtua atau walinya.
Berbagai bentuk pertolongan siap diberikan baik berupa tenaga, uang, waktu, pikiran, perasaan, dan lain
sebagainya. Namun sebaiknya jangan terlalu dipaksakan jika memang menemui kesulitan dan membantu
orangtua.

7. Tidak Membuat Marah Orangtua / Wali


Anak yang baik harus bisa memahami perasaan orangtuanya sehingga bisa menghindari berbagai hal yang
dapat membuat orangtuanya marah. Contoh hal-hal yang dapat membuat orang tua murka adalah seperti
bolos sekolah, berbohong, melakukan kenakalan, berbuat tindakan kriminal, melanggar perintah agama,
dan lain sebagainya.
8. Berupaya Menjadi Orang yang Mandiri dan Mapan
Setiap orang harus bisa menjadi orang yang mapan dan mandiri ketika memasuki usia dewasa. Akan jauh
lebih baik lagi jika mampu meraih kemapanan dan kemandirian sebelum mencapai usia dewasa. Dari
mandiri dan mapan seseorang bisa membahagiakan keluarga kecilnya, orangtua, keluarga besar, dan
bahkan orang banyak di luar keluarganya.
1. Menjaga Nama Baik Keluarga dan Orang Tua / Wali
Rahasia keluarga yang tidak pantas diketahui oleh orang lain harus dijaga dengan baik agar keluarga tidak
malu karena aibnya diketahui banyak orang. Dalam bersikap dan bertingkahlaku pun juga sangat penting
untuk selalu berhati-hati agar tidak mencoreng nama baik keluarga. Beberapa contoh perilaku yang
menciptakan aib keluarga yaitu seperti zina, selingkuh, melakukan tindakan kriminal, mengkonsumsi
minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya.
2. Memberi Nafkah Orangtua / Wali Ketika Lanjut Usia
Di kala orangtua pensiun atau karena suatu hal tidak sanggup untuk mencari nafkah bagi dirinya dan
keluarganya, maka orangtua akan sangat mengharapkan kebaikan dari anak-anaknya. Oleh karena itu
seorang anak harus memiliki keinginan untuk mandiri dan mapan saat dewasa kelak agar bisa
menggantikan peran orangtua sebagai tulang punggung keluarga.

Tanggung Siswa di Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal yang diupayakan baik oleh pemerintah maupun oleh
masyarakat dengan tujuan memberikan pendidikan formal bagi perkembangan fisik maupun psikis anak
terutama di bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendidikan di sekolah lebih cenderung mempersiapkan
anak dalam menguasai kemampuan atau kecakapan bidang akademik yang diperlukan untuk persiapan anak
kelak terjun di masyarakat sebagai makhluk sosial.

Berkaitan dengan pengembangan anak sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial perlu
ditanamkan pada anak mengenai tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat , anggota keluarga dan
sebafai peserta didik di lingkungan sekolah.

Tugas atau tanggung jawab seorang siswa di sekolah dibagi menjadi 5 unsur pokok yaitu:

A.  Belajar :

Belajar merupakan tugas pokok seorang siswa, karena melalui belajar dapat menciptakan generasi muda
yang cerdas. Tugas siswa di sekolah dibagi menjadi 3 diantaranya adalah :

1. Memahami dan mempelajari materi yang diajarakan

2. Mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

3. Mempelajari kembali materi yang telah diajarkan dan mengerjakan PR jika Ada PR.

B.  Taat pada peraturan sekolah

Setiap sekolah memiliki tatatertib yang harus ditaati oleh para siswa, demi terciptanya kondisi sekolah
yang kondusif, aman, nyaman untuk siswa dalam belajar dan menjalani aktivitas selama di sekolah. Selain
itu tatatertib sekolah juga sebagai patokan dan kontrol prilaku siswa di sekolah. Jika tatatertib dilangar
maka akan mendapatkan sangsi atau hukuman.

B. Patuh dan hormat pada guru


Tugas seorang siswa di sekolah selanjutnya adalah patuh dan hormat kepada guru. Rahmat, barokah dan
manfaat dari sebuah ilmu itu tergantung dari ridhonya guru. Oleh karena itu jika siswa ingin menjadi
siswa yang cerdas haruslah patuh, taat dan hormat pada guru. Contoh:
1. Menuruti semua perintah guru.
2. Menghargai guru.
3. Memperhatikan jika diterangkan materi oleh guru.

D.  Disiplin

Ada sebuah istilah “ kunci meraih sukses adalah disiplin” istilah ini memiliki makna yang kuat jika
seseorang memiliki disiplin yang tinggi maka dia akan sukses. Begitu juga dengan siswa jika seorang
siswa memiliki disiplin yang tinggi maka dia akan dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Bentuk dari
disiplin siswa adalah:

a.   Disiplin dalam belajar


b.   Disiplin dalam sekolah

E.   Menjaga nama baik sekolah

Menjaga nama baik sekolah adalah kewajiban setiap siswa, dengan menjaga nama baik sekolah maka siswa dan
sekolah akan mendapatkan nilai positif dari masyrakat. Dan jika siswa dapat memberikan prestasi bagi sekolah
akan menjadi sebuah kebangaan yang luar biasa.
POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Pengertian Pola Hidup Sehat.

Pengertian pola hidup sehat adalah Upaya setiap orang yang ingin selalu sehat, yaitu dengan memperhatikan
gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Tidak cukup hanya
mengetahuinya, anda juga harus mempraktekkannya. Dengan pola hidup sehat, tubuh anda akan selalu sehat
dan tampak segar serta bugar.

Pada era modern seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak menghiraukan kesehatan tubuhnya.
Contohnya mereka yang masih di usia muda, yang semangatnya masih besar dan beranggapan bahwa
tubuhnya masih kuat dan tidak bisa sakit. Padahal kita semua tahu bahwa penyakit bisa menyerang siapa
saja, baik muda maupun tua. Contoh lain orang yang tidak menghiraukan kesehatannya adalah orang yang
sibuk dengan pekerjaannya. Jangankan melakukan gaya hidup sehat, bahkan waktu untuk makan pun sering
kali lupa.

Agar bisa menjalani pola hidup yang sehat, kita harus mempunyai niat yang kuat, bila memiliki niat
yang kuat maka yang harus dimiliki lagi adalah rasa kemauan yang kuat. Dengan adanya kemauan maka
akan tercipta rasa kemampuan untuk bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Berikut ini adalah langkah – langkah pola hidup sehat :


1. Berolahraga
Olahraga merupakan kegiatan yang mudah untuk dilakukan, tetapi juga ada banyak orang yang sering
mengabaikannya. Padahal olahraga ini merupakan kegiatan yang bisa menyehatkan tubuh kita. Apabila kita
berolahraga secara teratur, maka banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh kita seperti daya tahan tubuh
meningkat, bisa menguatkan tulang-tulang, menurunkan lemak pada tubuh, mengurangi stress, menambah
kebugaran tubuh dam masih banyak lagi.
2. Menjaga pola makan
Menjaga pola makanan yang harus makan tersebut memenuhi standart kesehatan. Untuk itu kita dianjurkan
mengetahui tentang makanan-makanan yang penting untuk kesehatan tubuh kita. Pada umumnya, banyak
orang sering tidak memperhatikan tentang hal ini. Banyak sekali makan yang bisa membahayakan bagi tubuh
kita. Seperti makanan yang banyak mengandung pengawet, makanan junk food atau makanan cepat saji.
Sebaiknya kita bisa mengatur pola makan kita seperti waktu-waktu yang baik untuk kita makan dan juga
makan menyehatkan.

3. Menciptakan lingkungan yang sehat


Apabila kita ingin menikmati kesehatan yang sesungguhnya maka kita juga harus memperhatikan lingkungan
kita yang harus kita jaga. Lingkungan yang perlu kita jaga adalah, air, tanah, udara, iklim, tumbuhan dan lain
sebagainya. Apabila kita hidup dilingkungan yang tidak baik seperti berkumpul dengan orang yang perokok,
lingkungan yang penuh dengan sampah, banyak terkena asap mobil dan lain-lain. Dengan lingkungan yang
tidak baik, juga akan bisa memicu kesehatan kita.

4. Istirahat yang cukup

Banyak sekali yang mempunyai aktivitas yang banyak yang terkadang lupa dan tidak menghiraukan waktu
istirahat kita. Bila kita mempunyai pola tidur yang berantakan seperti tidur yang terlalu larut malam dan
harus bangun pagi-pagi untuk bekerja. Padahal apabila kurang istirahat dapat menyebabkan kurangnya
konsentrasi. Sebaiknya apabila istirahat kerja di siang hari paling tidak kita bisa tidur sejenak selama 20
menit agar pikiran kita bisa segar kembali. Tetapi kita harus bisa menata pola tidur kita yang baik supaya
tidur bisa tepat waktu dan juga kan menyehatkan tubuh kita.

Sebenarnya pola hidup yang benar tidaklah susah akan tetapi juga tidaklah gampang, karena setiap
mempunyai kondisi tubuh yang berbeda-beda, ada yang bergadang tiap hari, akan tetapi tidak mempengaruhi
kesehatannya, akan tetapi ada yang bergadang hanya 1 hari langsung mengalami demam atau meriang. Hal
ini disebabkan daya tahan seseorang yang berbeda-beda.

Pengertian Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

PHBS sadalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau
keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan
kesehatan di masyarakat.
PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan,
minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A.
Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan. Setiap
rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.

Apa Manfaat PHBS ?

 Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.


 Anak tumbuh sehat dan cerdas.
 Anggota keluarga giat bekerja.
 Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal
usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Berikut beberap tips dalam pola hidup sehat

1. Penuhi Konsumsi Protein


Sebagian sumber protein yang amat baik meliputi ikan, kacang-kacangan, serta daging. tubuh
memerlukan protein untuk perkembangan serta ganti beberapa sel yang rusak.
2. Hindari Makanan Yang Mengandung Pengawet
Batasilah memakan makanan yang diolah dengan suhu tinggi, serta lama atau dengan pengolahan
spesifik yang dapat menyebabkan prokarsinogen layaknya makanan yang diasinkan, diasap, dibakar, dan
dipanggang hingga hangus. ada baiknya Anda mengomsumsi makanan yang sudah direbus.
3. Jauhi Makanan Berlemak
Kurangi terlampau banyak mengomsumsi makanan gorengan, serta makaan yang memiliki
kandungan protein serta lemak yanng culkup tinggi seperti makan jeroan.
4. Makan Buah buahan Fresh
Tahukah anda waktu paling baik makan buah yaitu di antara waktu makan atau sebelum saat
makan ? waktu makan buah setelah makan, daya buah cuma dapat disimpan tubuh serta tidak dipakai.

5. Kurangi Minuman Memiliki Kandungan Gula


Ada baiknya kurangi minuman yang memiliki kandungan kadar gula yang tinggi, karena gula
dapat mempercepat dampak penuaan, obesitas yang menyebabkan pada penimbunan lemak di lever. bisa
gunakan pemanis alami layaknya gula aren daripada gula pasir.

6. Meminum Banyak Air


Amat dianjurkan untuk konsumsi antara delapan sampi sepuluh gelas air dalam sehari. hal ini
merupakn panduan yang dapat dikerjakan yaitu dengan minum segelas air sebelum saat makan.
terkadang kita tidak betul-betul lapar namun cuma dehidrasi.

7. Mengawali Program Olahraga Dengan Teratur


Bila anda tidak memiliki rutinitas berolahraga awalilah dengan latihan mudah serta perlahan-
lahan beranjak ke type yang lebih berat. pastikan olahraga yang beri kesegaran, layaknya jalan-jalan saat
pagi hari.
8. Jauhi Berat Badan Berlebih atau Kegemukan
Timbanglah berat badan sekali dalam 1 minggu, penelitian menbuktikan bahwa, efek dari
kegemukan sangat beresiko berlangsungnya kanker semakin besar terutama kanker payudara, rahim,
usus besar, lambung, ginjal, dan kandung empedu., khusnya bagi kaum wanita
9. Istirahat Yang Berkualitas
Tidur saat malam hari sepanjang enam hingga delapan jam dalam sehari amat baik untuk
kesehatan. tubuh dapat bekerja mengobati dirinya sendiri waktu anda tertidur. disamping itu juga bisa
menyingkirkan stress dikarenakan orang yang kurang tidur kandungan kortisol atau hormon stress dapat
lima puluh persen semakin banyak di aliran darah di banding mereka yang tidur cukup. istirahat yang
berkwalitas pada malam hari juga bisa menambah kekebalan tubuh dari penyakit.
10. Hidup Sehat Dengan Berolahraga
Orang yang rajin berolahraga dapat memiliki daya tahan tubuh yang tambah baik. disamping itu
olahraga juga mempunyai banyak faedah yang lain antaralain membuat lancar aliran darah ke beberapa
sel otak, metabolisme serta pergantian beberapa sel tubuh berlangsung lebih cepat hingga bikin awet
muda, olahraga teratur serta teratur amat pas melindungi tubuh kita dari tumpukan lemak sumber
penyakit, serta menambah rasa yakin diri.
11. Mempunyai Lingkungan Yang Sehat
Pola hidup dibentuk oleh lingkungan. jika anda pingin menukar pola hidup mesti diawali dari
lingkungan. ubahnya bermakna anda dapat mempunyai banyak rekan untuk berkomitmen
mengaplikasikan hidup sehat.
12. Berpikir Positif Serta Menghindari Diri Dari Stress
Senantiasa berpikir positif dapat bikin anda jadi bahagia serta dengan demikian kesehatan rohani anda
lebih terjaga. berpikirlah positif serta optimis dan selalu bersyukur pada nikmat yang didapatkan tuhan.
serta sambutlah hari esok yang lebih cerah.

Kebersihan perorangan dan di dalam Rumah

Setelah kita mengetahui sedikit tentang pengertian pola hidup sehat dan pola hidup bersih dan sehat,
maka sekarang kita berusaha untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Agar
badan tetap sehat dan mempunyai semangat kerja yang tinggi, marilah kita perhatikan petunjuk dasar
untuk kebersihan.

a. Kebersihan perorangan
1) Cucilah selalu tangan Anda dengan sabun setelah Anda bangun tidur, setelah buang air besar,
dan sebelum dan sesudah makan.
2) Teratur mandi. Mandilah setelah bekerja keras dan berkeringat. Sering mandi akan mencegah
infeksi kulit, ketombe, jerawat, rasa gatal. Orang yang sakit, termasuk bayi harus dimandikan
minimal 2 kali sehari.
3) Membiasakan selalu memakai alas kaki. Bila kita tidak memakai alas kaki bisa terserang cacing
tambang yang memasuki tubuh melalui telapak kaki, dan cacing ini dapat menyebabkan
kekurangan darah.
4) Sikatlah gigi Anda sesudah makan dan sebelum tidur dan hindari makanan yang terlalu manis.
b. Kebersihan di dalam rumah
1) Jangan membiarkan hewan berkeliar di dalam rumah atau di tempat kita bermain.
2) Teratur mandi. Mandilah setelah bekerja keras dan berkeringat. Sering mandi akan mencegah
infeksikulit, ketombe, jerawat, rasa gatal. Orang yang sakit, termasuk bayi harus dimandikan
minimal 2 kali sehari.
3) Membiasakan selalu memakai alas kaki. Bila kita tidak memakai alas kaki bisa terserang cacing
tambang yang memasuki tubuh melalui telapak kaki, dan cacing ini dapat menyebabkan
kekurangan darah.
4) Sikatlah gigi Anda sesudah makan dan sebelum tidur dan hindari makanan yang terlalu manis.

5) Jangan membiarkan anjing menjilati bagian tubuh kita atau naik ke tempat tidur. Anjing dapat
menyebabkan penyakit rabies.
6) Jika buang air kecil maupun besar, biasakan di tempat yang telah ditentukan seperti kamar
mandi/ WC, jangan buang air kecil maupun besar di sembarang tempat.
7) Buang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan, jangan membuang sampah di
sembarang tempat.
8) Jangan meludah di lantai, air ludah dapat menyebabkan bakteri penyakit. Apabila Anda bersin
atau batuk, tutuplah mulut dengan sapu tangan.
9) Cucilah sprei, sarung bantal minimal satu minggu sekali dan jemrulah kasur dan bantal Anda.
10) Bersihkan dan pellah lantai Anda setiap hari, bersihkan perabot-perabot yang ada di dalam
rumah, dan bersihkan lingkungan di selalu rumah, dan lain-lain.
Dengan makan makanan yang penuh dengan gizi, sesuai dengan kebutuhan, badan kita akan sehat. Dengan
menghindari rokok, minuman keras, sabu-sabu, ganja, dan perkelahian atau tawuran hidup kita akan tenang,
damai, sejahtera, dan badan kita tetap punya semangat untuk bekerja dan belajar. Dengan menjaga kebersihan
diri kita sendiri dan lingkungan di sekitarnya, kita akan hidup sehat.
KIAT SUKSES BERPRESTASI DI SEKOLAH

Prestasi membutuhkan motivasi untuk mencapai kesuksesannya. Motivasi berprestasi merupakan


keinginan untuk menyelesaikan sesuatu, mencapai suatu standar kesuksesan, dan berusaha untuk mencapai
kesuksesan tersebut. Prestasi kita di masa depan ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini. Oleh kerena
itu, jadilah remaja yang berprestasi, jadilah remaja yang suskes di sekolah di bidang yang kamu sukai.
Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk meraih prestasi,
khususnya prestasi belajar. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan agar kita dapat berprestasi dalam belajar.
Mulai dari persiapan diri dalam menghadapi pelajaran, menciptakan pusat belajar di rumah, pengaturan
waktu, sampai pada kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam belajar.
Kalau kita mau sukses berprestasi di sekolah, kita harus menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam
menghadapi pelajaran, baik persiapan yang dilakukan di rumah maupun di sekolah. Menurut Pamela
Espeland dalam buku Pintar remaja gaul, ada beberapa langkah yang dapat kita jalankan untuk persiapan
menghadapi pelajaran.
Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Di rumah. Sebelum berangkat sekolah, periksa dulu barang-barang yang kita butuhkan hari itu ! Apakah
semuanya sudah lengkap untuk di bawa ?
2. Di Lokermu (bila sekolahmu menyediakan loker untuk setiap siswa) sebalum masuk kelas, periksa dulu
loker Anda! Pastikan semua yang kita butuhkan sudah tersedia !
3. Di Kelas. Sebelum ke luar kelas, catat tugas-tugas yang diberikan dan apa yang harus kita lakukan! Kalau
kita perlu bertanya atau memastikan petunjuk yang sudah diberika guru, lakukan sebelum Anda ke luar
kelas !
4. Kembali ke rumah. Periksalah jadwal harianmu ! cobalah berpegang teguh pada jadwal itu ! Tetapilah
komitmen belajar kita ! jika memungkinkan, kerjakan PR pada jam yang sama setiap hari !
5. Di rumah, Sebelum tidur, letakkan tas, alat tulis, buku, PR, tugas sekolah yang sudah ditandatangani,
tugas-tugas khusus, dan apa saja yang kita butuhkan esok paginya di satu tempat. Lebih baik, kita
meletakannya di tempat yang sama tiap malam.

Berikut ini tips-tips agar kita bisa belajar dengan lebih baik, diantaranya sebagai berikut :
a. Tempat,
Berusahalah menemukan tempat yang tenang dan bebas dari gangguan (suara telepon, TV, Radio, video
games, dan lain sebagainya). Pilihlah tempat yang bukan tempat kita melakukan hal lain. Misalnya, kalau
kita belajar di atas tempat tidur, kita akan mulai berpikir tentang tidur.

b. Pencahayaan,
Sebagian siswa menyukai cahaya terang, sementara yang lain memilih cahaya yang lebih redup. Cahaya
alami matahari adalah cahaya yang paling bagus untuk kita. Akan tetapi, cahaya seperti apapun yang kita
gunakan, haruslah cahaya yang memadai, agar mata kita tidak rusak apabila membaca atau bekerja.

c. Tempat duduk,
Boleh meringkuk di sofa empuk ketika membaca cerita. Akan tetapi, kita perlu berkonsentrasi. Oleh
karena itu, cobalah duduk di kursi berpunggung di depan meja

d. Keributan,
Carilah tempat yang jauh dari pusat keramaian. Tempelkan tanda DO NOT DISTURB, SEDANG
BELAJAR, atau JANGAN GANGGU, agar orang lain tahu bahwa kamu sedanga belajar atau bekerja.

e. Alat tulis,
Banyak yang membuang waktu yang berharga untuk mencari alat tulis. Kamu bisa lebih efisien dalam
memanfaatkan waktu. Siapkan alat tulis selengkap mungkin, seperti pensil, pulpen, karet penghapus,
penggaris, rautan, dan lain sebagainya di meja belajar Anda. Letakkan barang-barang tersebut dalam
sebuat tempat/kotak. Dengan begitu, emosi dan semangat Anda tidak terganggu karena lelah mencari alat
tulis.

f. Komputer,
Jika kamu memiliki komputer di rumah yang diletakkan bukan di tempat belajar, melainkan di tempat
umum yang bisa digunakan bersama anggota keluarga lain, Anda harus membuat jadwal untuk
menggunakan komputer tersebut.
g. Tempat menyimpan tugas berjangka panjang.
Sebagian tugas dari sekolah bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk
diselesaikan. Dalam merencanakan tugas berjangka panjang, pikirkan pula cara menata bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk tugas tersebut. Mungkin Anda perlu tempat penyimpanan, bisa berupa keranjang plastik
atau kardus untuk meletakkan barang-barang.

h. Rujukan,
Buatlah perpustakaan kecil yang berisi kamus, ensiklopedia, buku-buku pelajaran yang sudah lalau,
biografi tokoh, dan lain sebagainya

i. Papan tempel,
(mading = majalah dinding). Gunakan papan tempel (bisa dari gabus, karton atau triplek) untuk
menempelkan kalender, catatan penting maupun petunjuk untuk mengerjakan tugas khusus.

Anda mungkin juga menyukai