100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
611 tayangan2 halaman

Panduan Pengelolaan Arsip

Mekanisme kontrol yang dapat diterapkan untuk mengelola arsip secara sistematis meliputi mengumpulkan, menyiangi, memilah, menyatukan berkas, memasukkan berkas ke folder, dan mencatat daftar arsip secara berurutan. Langkah penting lainnya adalah memindai seluruh arsip menjadi gambar digital untuk memudahkan pencarian dan mengurangi penyimpanan fisik.

Diunggah oleh

Anik Ariyanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
611 tayangan2 halaman

Panduan Pengelolaan Arsip

Mekanisme kontrol yang dapat diterapkan untuk mengelola arsip secara sistematis meliputi mengumpulkan, menyiangi, memilah, menyatukan berkas, memasukkan berkas ke folder, dan mencatat daftar arsip secara berurutan. Langkah penting lainnya adalah memindai seluruh arsip menjadi gambar digital untuk memudahkan pencarian dan mengurangi penyimpanan fisik.

Diunggah oleh

Anik Ariyanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Anda bekerja di kantor Arsip X dan oleh atasan diberi tugas 

  untuk  mengelola arsip secara


sistematis. Apa saja  mekanisme kontrol yang dapat Anda terapkan  untuk mengelola arsip secara
sistematis tersebut, Jelaskan !

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengelolaan arsip adalah sebagai berikut:

Mengumpulkan seluruh arsip. Arsip-arsip yang tidak teratur baik yang berada di bawa meja
atau ditempat lain, yang bertuan dan tidak bertuan dikumpulkan disatu tempat. Kecuali
arsip-arsip yang telah tertata rapih dan mempunyai daftar.

1. Menyiangi arsip.

Arsip tidak teratur harus terlebih dahulu disiangi dari non arsip atau membuang sesuatu
yang tidak ada hubungannya dengan arsip seperti; map kosong, amplop, blanko, kardus
berkas, plastik-plastik dan lain sebagainya, hal ini dimaksudkan agar arsip menjadi bersih
dan dapat diber diberkaskan dengan baik.

2. Memilah arsip

Arsip-arsip yang telah terkumpul harus dipilah-pilah berdasarkan tahun terbitnya dan dipilah
berdasarkan Unit kerja pencipta arsip.

3. Menyatukan berkas

Berkas adalah kumpulan surat-surat yang mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan
yang saling berhubungan. Berkas ada yang berkelompok dan pula yang tuggal. Berkas yang
berkelompok terdiri dari beberapa item seperti arsip pendukung yang berkaitan yang
mempunyai kesamaan masalah atau kegiatan dan lampiran-lampirannya. Apabila arsip yang
berkelompok tidak menyatu atau terpisah dengan item yang lain maka harus dicari dan
satukan sehingga menjadi berkas yang utuh.

4. Memasukkan berkas kedalam folder arsip

Folder adalah maf arsip yang mempunyai tab / telinga di sebelah kakan atas pada sisi
belakang folder. Pada tab ini di tulis judul / nama berkas. Folder ini hanya diisi dengan satu
berkas meskipun berkas tunggal (hanya satu lembar).

5. Mencatat / membuat daftar arsip

Berkas yang telah dimasukkan ke dalam folder dicatat dalam Daftar Arsip secara berurutan
sesuai dengan tahun arsip dan klasifikasi masalah. Daftar arsip terdiri dari beberapa
kelompok arsip. Daftar Arsip Aktif, Daftar arsip in aktif atau daftar arsip yang diserahkan.

Kesimpulan bahwa saat ini sudah saatnya tiap arsip memiliki dokumen dalam
bentuk image atau gambar sebagai pengganti arsip yang akan disimpan dalam almari arsip,
dalam rangka kemudahan dalam temu kembali arsip. gambar dapat disimpan dalam database
sehingga meringankan tugas arsiparis dalam mengelola arsip dan juga temu kembali secara
cepat, tepat dan efektif.

Sumber Referensi = [Link]

Anda mungkin juga menyukai