0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan55 halaman

Dosen Pascasarjana Universitas Krisnadwipayana Jakarta

This document discusses factors that supported Singapore's success as one of the world's trade centers. It analyzes these factors from the perspective of multinational corporations in Singapore. The key factors identified are Singapore's competitive advantages and sustainable economic development dynamics, which directly influenced the business satisfaction of multinational corporations. Singapore's government services also impacted business satisfaction. Research found that these factors had a positive influence on both business satisfaction and Singapore's success as a global trade center. Indirectly, business satisfaction of multinational corporations was able to strengthen the relationship between competitive advantages, economic development, and Singapore's trade success.

Diunggah oleh

Bhara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan55 halaman

Dosen Pascasarjana Universitas Krisnadwipayana Jakarta

This document discusses factors that supported Singapore's success as one of the world's trade centers. It analyzes these factors from the perspective of multinational corporations in Singapore. The key factors identified are Singapore's competitive advantages and sustainable economic development dynamics, which directly influenced the business satisfaction of multinational corporations. Singapore's government services also impacted business satisfaction. Research found that these factors had a positive influence on both business satisfaction and Singapore's success as a global trade center. Indirectly, business satisfaction of multinational corporations was able to strengthen the relationship between competitive advantages, economic development, and Singapore's trade success.

Diunggah oleh

Bhara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Faktor Pendukung Keberhasilan Singapura Sebagai Salah Satu Pusat Perdagangan Dunia

(Kajian Perspektif Multinational Corporation di Singapura)


Oleh : Prista Tarigan
(Dosen Pascasarjana Universitas Krisnadwipayana Jakarta)
ABSTRACT
Singapore, that used to be known as a small country and poor natural resources, becomes a
country with the most competitive economic development in the world, even it successfully become the
world comerce center in 2000 era. Identifically, the success is supported by the competitive advantage of
the country and sustainable economic development dynamics that happen in Singapore. Those factors
are determined by the business satisfaction of Multinational Corporations. The service that is given by
the Singapore government is an indicator of the busines satisfaction of Multinational Corporation in
Singapore.
Are those factors mentioned above, will directly influence the business satisfaction of
multinationalocorporation and Singapore’s success as one of the world commerce center?. And how are
the indirect influence moderated by Multinational Corporation business satisfaction variable interesting
topics to be discussed in the survey research.
The results of the research are:
The Singapore’s success as one of the world commerce center is reached by several business
strategies. In order to cover it’s weakness, Singapore is capable to enhance it’s economy by the touch of
[Link] business strategies applied by Singapore in order to covers the weakness are able to
improve the economy indicator in line with the improvement reached by modern countries in the world.
Based on causalistic test, the competitive advantage and sustainable economic development
simultaneously and directly give positive influence (0,69), relatively strong, and significant to the
business satisfaction of MNC in Singapore.
Parcially and directly, the competitive advantage gives positive influence (0,301) and significance,
to the business satisfaction of MNC in [Link] and directly, sustainable economic
development gives positive influence (0,579) to the business satisfaction of MNC in Singapore. Parcially
and directly, the competitive advantage gives positive influence (0,207) and significance, to the success
of Singapore as one of the world commerce center. Parcially and directly, the sustainable economic
development gives positive influence (0,444) and significance, to the success of Singapore as one of the
world commerce center.
Directly, the business satisfaction of MNC gives positive influence (0,240) and significance, to the
success of Singapore as one of the world commerce center.
The competitive advantage in the context of geographic position gives positive influence (0,526) and
significance. The condusive security sector gives weak positive influence (0,089) and unsignificance. The
erection of law gives positive influence (0,574) and significance. Work discipline gives positive influence
(0.556) and significance. High business infrastructure gives positive influence (0,609) and significance.
Service sector development gives positive influence (0,456) and significance. Income percapita gives
positive influence (0,514) and singnificance to the business satisfaction of MNC in Singapore.
The sustainable economic development in context of limitation, and capability of natural
resources gives positive influence (0,467) and significance, the widening of regional market gives
positive influence (0,552) and significan, the birth of new enterpreneur gives positive influence (0,563)
and significance, the creation of new inovation gives positive influence (0,456) and significance, the
economy restructuritation gives positive influence (0,619) and significance to the business satisfaction of
MNC in Singapore.
Indirect influence of business satisfaction of MNC is able to moderate significant relation of
competitive advantage and sustainable economic development to the success of Singapore as one of the
world commerce [Link] business satisfaction of MNC could strengthen the direct relation of
competitive advantage and sustainable economic development to the success of singapore as one of the
world commerce center and at this chance of research could be made as one of unobservable moderating
variable

1
PENDAHULUAN adalah sebesar 1,05 juta per menit pada tahun
Singapura adalah Negara pulau “ajaib” yang 2005 dan meningkat menjadi 6,302 juta per menit
menjadi salah satu pusat perdagangan dunia saat pada tahun 2006. Kunjungan orang asing ke
ini, bahkan berbagai predikat yang mengagumkan Singapura (tidak termasuk Malaysia) adalah
diperolehnya, seperti sebagai negara yang sebanyak 7,7 juta orang pada tahun 2005,
pembangunan ekonominya paling kompetitif di kemudian meningkat menjadi 10,2 juta orang pada
dunia, memiliki indikator ekonomi yang kuat jauh tahun 2006 (Department of Statistic, 2007).
mengungguli negara-negara di Asia, bahkan Singapura adalah Negara yang berdaulat
termasuk yang tertinggi di dunia. pada tanggal 9 Agustus 1965, Negara yang miskin
Pada tahun 2004 Business Environment Risk sumber daya alam ini, memiliki luas daratan hanya
Intelligence (BERI), yaitu sebuah lembaga riset 682,7 km2, dengan penduduk berjumlah kurang
Internasional yang berkedudukan di Hongkong, lebih 4,4 juta (2005), yang terdiri dari multi ras,
menyebutkan bahwa Singapura sudah termasuk namun ras yang dominan adalah Cina (75,2%),
kategori negara maju dengan pembangunan Melayu (13,6%), dan India (8,8%), dan ras lain-
ekonominya paling kompetitif di dunia (EDB, lainnya (2,4%), (Departement of Statistic, 2005).
2004), bahkan sejak tahun 2000, Singapore Apabila dilihat dari sejarah pendirian Negara
berubah menjadi home base bagi perusahaan- Singapura menjadi sebuah negara yang berdaulat
perusahaan multinational (Kien Keong Wong, pada tahun 1965, Singapura waktu itu adalah sosok
2003). negara yang menurut Lee Kuan Yew (1999),
Dikatakan Negara Pulau “ajaib” yang menjadi “dipaksa cerai dengan talak tiga” oleh Malaysia.
salah satu pusat perdagangan di dunia, adalah Pada waktu itu Singapura, dihadapkan pada
sangat beralasan. Berdasarkan publikasi ancaman terjadinya pengangguran besar-besaran.
Department of Statistic Singapore (2006), Gross Infrastruktur di dalam negeri Singapura juga sangat
Domestic Product (GDP) Singapura tumbuh dari tidak mendukung untuk menopang
25,1 milyar Singapore Dollar pada tahun 2000, rodaperekonomian. Maraknya perjudian dan
kemudian naik menjadi 194,4 milyar Singapore gangster, serta tingkat pendidikan masyarakatnya
Dollar pada tahun 2005. Selain itu Singapura juga yang minim, dimana mayoritas penduduknya
sebagai sasaran expor terbesar bagi pelaku bisnis adalah pedagang dan nelayan, juga menambah
internasional, seperti negara-negara Asia, Amerika, beban berat Singapura. Namun, saat ini ketika
Eropa, Oceania, dan Afrika (dalam Million Dollar negara-negara anggota Asean belum siap “mental”
Amerika) tercatat sebesar 278,57 pada tahun dengan perdagangan bebas Asean (AFTA) pada
2003, sebesar 335,61 pada tahun 2004, sebesar tahun 2002, Singapura justru malah sebaliknya.
382,53 pada tahun 2005, dan sebesar 431,55 pada Negara Singapura merasa sangat siap, bahkan
tahun 2006. Inflasi rata-rata hanya 4% selama Singapura telah pula melakukan kesepakatan
lebih dari 25 tahun, sedangkan income per perjanjian perdagangan bebas dengan negara-
kapitanya dari hanya US$ 800 pada tahun 1965, negara kawasan Asia Pasific, seperti Selandia
naik menjadi US$ 22.638 pada tahun 2003, dan Baru, Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan
setelahnya berturut-turut mengalami kenaikan yang Canada.
signifikan, yakni US$ 26.198 pada tahun 2004 dan Mengacu [Link] (1998), bahwa visi
US$ 28.078 pada tahun 2005, kemudian US$ Negara Singapura adalah menjadi ekonomi
31.028 pada tahun 2006. Selama tahun 2004 berpengetahuan yang bersaing secara global dan
transportasi cargo laut adalah 325,5 juta ton dan maju pada dekade yang akan datang, dengan
pada tahun 2006 adalah 483,6 juta ton. Cargo manufaktur dan jasa sebagai mesin kembar
udara mencapai 1,7 juta ton pada tahun 2005 dan pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut dijelaskannya,
1.899,5 juta ton pada tahun 2006. Penggunaan bahwa negara ini berjuang menjadi suatu ekonomi
telepon sambungan langsung internasional (SLI) yang berpengetahuan dimana kekuatan daya saing

2
adalah kemampuan dan modal intelektual untuk menjadi salah satu pusat perdagangan dunia,
menyerap, memproses, dan menerapkan namun pada kondisinya negara ini adalah negara
pengetahuan tersebut. Dalam upaya pencapaian kecil yang tidak memiliki sumber daya alam, dan
maksud tersebut, Singapura berusaha memiliki dan jumlah sumber daya manusianya sangat terbatas,
menguasai kemampuan teknologi yang canggih tidak seperti Hongkong dan Taiwan. Letak
dan kultur wirausaha yang kondusif, kreatif, cepat, geografis Negara Singapura yang strategis, hanya
dan kondisi bisnis yang baik. Kemudian, dalam bagian kecil dari keunggulan kompetitifnya,
pengembangan pengetahuan ekonomi Singapura namun diawali penegakan hukum yang ketat,
membuka diri menjadi masyarakat kosmopolitan, kebijakan nasional yang jelas serta disiplin tinggi,
menarik bagi pakar global, dan dapat dihubungkan bahkan ditunjang pembangunan pertahanan dan
dengan pengetahuan global lainnya. Proses industri yang kuat, sejalan dengan infrastrastruktur
manufaktur tetap menjadi komponen yang integral bisnis, industri keuangan, pendapatan perkapita
dalam perekonomian Negara Singapura, dengan yang relatif tinggi, dan pengembangan sektor jasa
kemampuannya melakukan seluruh rantai nilai dapat diprediksikan menjadi keunggulan
manufaktur, dari riset dan pengembangan (R&D) kompetitif yang berkembang.
dan desain, sampai pemasaran dan penjualan. Pada Goh Chok Tong (2002), menegaskan bahwa
saat yang sama Singapura berkembang menjadi Negara ini tetap berniat menjadi negara yang
pusat perdagangan utama di Asia dengan orientasi berhasil mencapai puncak ekonomi Asia, karena
global, kompetensi yang kuat baik sebagai pusat itu program restrukturisasi ekonomi (Sektor
jasa yang telah ada selama ini, juga untuk jasa-jasa Ekspor, Manufactur, dan jasa), penciptaan
baru dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. wirausaha dan inovasi baru, penguasaan pasar
Negara Singapura memperkuat keberhasilan regional untuk batas 7 (tujuh) jam penerbangan,
kerjasamanya dengan sejumlah perusahaan dan dampak keterbatasan SDM yang membentuk
multinasional, strategi ini lebih dikenal dengan strategi pencarian “SDM kelas dunia”, adalah
“Singapura Baru” yaitu mengajak semua pelaku gebrakan pembangunan ekonomi dan bisnis yang
bisnis Singapura untuk meraih pasar baru di berkelanjutan, dan dapat diprediksikan mampu
negara-negara yang dapat ditempuh dalam menarik pihak investor asing (MNC) yang
penerbangan selama 7 (tujuh) jam dari Negara terkoneksitas berbagai negara di belahan dunia,
Singapura dan selanjutnya diharapkan mampu sehingga dengan kekuatan tersebut diharapkan
terkoneksi dengan semua negara di dunia, dalam mampu memperkuat keberhasilannya sebagai salah
membangun kemampuan domestik, dan satu pusat perdagangan dunia.
mempertajam jaringan strategisnya dengan negara- Untuk mengendalikan competitive
negara regional. Sejalan dengan itu, keberhasilan advantage of nations dianalisis melalui 4 (empat)
sejumlah perusahaan lokal harus dikembangkan faktor yang terkait dan aktif diantara kelompok
menjadi perusahaan kelas dunia (word-class), perusahaan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pro
disamping itu tenaga kerja harus memiliki daya aktif dari pemerintah. Keterkaitan antar faktor
saing dalam biaya (cost-competitive), mempunyai keunggulan bersaing dari suatu negara atau
motivasi serta produktivitas yang tinggi, dengan wilayah dalam diamond model digambarkan dalam
kemampuan kelas dunia dalam manajemen bisnis, kerangka kerja berikut :
tenologi, inovasi, produk dan jasa, dan
pengembangan perdagangan internasionalnya.
Memperhatikan fenomena yang diuraikan di
atas, hal yang menarik untuk diangkat
kepermukaan adalah, Negara Singapura berhasil

3
Gambar 1 : Porter’s Diamond Model

1. Strategi Perusahaan, Struktur Organisasi ketika cara yang ditempuh akan


dan Strategi Bersaing (Firm strategy, mempengaruhi biaya dan efektivitasnya.
srtucture and Rivalry) 4. Faktor Situasi (Factor Conditions)
Struktur organisasi dengan model Porter memperlihatkan “kunci” dari faktor-
perusahaan serta kondisi persaingan di faktor produksi atau disebutnya sebagai
dalam negeri merupakan faktor-faktor “specialized factors” adalah menciptakan,
yang akan menduduki dan mempengaruhi bukan yang diwariskan. specialized factors
competitive advantage perusahaan. dari produksi adalah, skilled labour, capital
Persaingan dalam negeri biasanya justru and infrastructure, lebih jauh dijelaskan
akan lebih mendukung perusahaan untuk specialized factor termasuk juga heavy dan
melakukan pengembangan dan sustained investment.
peningkatan produktivitas, efisiensi dan 5. Faktor Pemerintah
bahkan meningkatkan kualitas produknya. Peran dari pemerintah, dalam Porter's
2. Demand Conditions (Kondisi Permintaan) Diamond Model adalah bertindak sebagai
Demand conditions adalah merupakan suatu penantang dan katalisator untuk
salah satu faktor penting sebagai penentu mendorong atau mendesak perusahaan
keunggulan daya saing (competitive untuk bergerak ke tingkat yang lebih
advantage) suatu bangsa atau perusahaan tinggi. Mereka harus mendorong
dari produk atau jasa yang dihasilkannya. perusahaan untuk menaikkan pencapaian
Dalam hal ini perusahaan terus menerus mereka, merangsang permintaan awal
mengembangkan daya saing melalui untuk produk tingkat lanjut, menciptakan
pengembangan produk dan meningkatkan faktor produksi kunci serta untuk
kualitas produknya. merangsang persaingan lokal dengan
3. Related and supporting industry pembatasan kerjasama langsung dan
Untuk memelihara kelangsungan penerapan peraturan penentang monopoli
keunggulan daya saing, maka disamping industri.
tetap mempromosikan dan terus
melakukan perubahan ide dan inovasi, juga Keputusan suatu perusahaan untuk melakukan
perlu dijaga hubungan dan koordinasi PMA mungkin akan mempengaruhi faktor-
dengan pemasok (suppliers) terutama faktor penawaran, termasuk biaya produksi,
dalam menjaga dan memelihara value logistik, ketersediaan sumber daya alam, dan
chain. Lebih jauh dengan “value chain” akses ke teknologi utama.
Porter menjelaskan sebagai 1. Biaya Produksi.
interdependensi system atau network dari Perusahaan sering melakukan PMA karena biaya
suatu aktivitas yang dihubungkan melalui produksi yang lebih rendah. Lokasi diluar
pertalian (linkage). Pertalian ini terjadi, negeri mungkin lebih menarik dari pada

4
tempat-tempat di dalam negeri karena harga asing untuk menghindari hambatan
tanah, tarif pajak, sewa real estate perdagangan oleh negara tujuan atau untuk
perdagangan yang lebih murah, atau karena memanfaatkan insentif pembangunan
lebih tersedianya dan lebih rendahnya biaya ekonomi yang ditawarkan pemerintah
tenaga kerja yang terampil maupun tidak negara tujuan tersebut.
terampil. (Thomson JR Arthur A, 2005). Global Competitiveness Index (GIC)
2. Logistik. memperdalam tiang penyokong gagasan dan
Jika biaya tranportasi lumayan besar, suatu konsep Growth Competitiveness Index yang
perusahaan mungkin akan memilih lebih awal. Untuk tujuan membangun suatu
berproduksi di pasar luar negeri dari pada gugus berkala dari hasil sebelumnya. Index
mengekspor dari pabrik didalam negeri. yang baru merupakan satu set score
3. Ketersediaan Sumber Daya Alam. diterbitkan di Global Competitiveness
Perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan Report 2005-2006. Report tahunan tersebut
PMA untuk mengakses sumber daya alam telah dilengkapi indikator daya saing yang
yang berperan penting bagi utama untuk digunakan oleh Forum.
pengoperasiannya. Misalnya, karena Sekalipun Global Competitiveness Index
penurunan produksi minyak di Amerika (GCI) hanya sederhana di struktur, namun
Serikat, banyak perusahaan minyak yang menyediakan suatu ikhtisar yang holistic
berbasis di Amerika Serikat terpaksa tentang faktor yang kritis pengemudikan
melakukan investasi yang lumayan besar di daya saing dan produktivitas, dan
seluruh dunia untuk memperoleh cadangan menggolongkannya ke dalam sembilan
minyak baru. Bisnis internasional sering tiang:
bernegoisasi dengan pemerintah negara  Infrastruktur ( Infrastrukture )
tujuan untuk memperoleh ekses ke bahan  Institusi ( Institutions )
mentah sebagai imbalan PMA.  Makro economi ( Macro Economy )
4. Faktor Permintaan o Kesehatan dan pendidikan utama (
Perusahaan-perusahaan juga mungkin akan Healt And Primary Education)
terjun dalam PMA untuk memperluas pasar  pelatihan dan Pendidikan lebih tinggi
bagi produk-produknya. Faktor-faktor (Higher Aducation And Training )
permintaan yang mendorong PMA meliputi;  (Efisiensi Pasar ( Market Efisensi )
akses pelanggan, keunggulan pemasaran,  Kesiap-Siagaan Technnlogical
pemanfaatan keunggulan bersaing, dan (Technological Readlness )
mobilitas pelanggan.  Inovasi ( Inovation )
5. Akses Pelanggan.
 Kesempurnaan bisnis ( Business
Banyak jenis bisnis internasional
Sophistication )
mengaharuskan perusahaan hadir secara
Singapura merupakan negara terkecil dari
fisik di pasar tersebut. Misalnya, restoran
ketiga negara ini, memiliki tiga juta
cepat saji dan pengecer harus menyediakan
penduduk, wilayah terbatas, dan tanpa
akses yang dekat kegerai-gerainya karena
sumber daya alam. Tidak seperti Hong
alasan persaingan.
Kong dan Taiwan, Singapura adalah
negara multiras denag populasi terdiri dari
6. Faktor Politik
tiga kelompok etnis utama di Asia: Cina,
Faktor-faktor politik mungkin juga
Melayu,dan India. Negara ini memiliki
mempengaruhi keputusan suatu perusahaan
pengalaman pahit dengan masalah ras
untuk melakukan PMA. Perusahaan-
pada tahun 1960-an dan sejak 1970-an
perusahaan mungkin berinvestasi di negara

5
mereka telah berjuang untuk kohesi dan (sustainable economic development)
keharmonisan antar ras. Usahanya sukses berpengaruh terhadap terciptanya
besar. Singapura telah memfokuskan diri kepuasan bisnis (satisfaction of business)
pada peningkatan di sektor ekonomi. multinational corporation di Negara
Lokasi strategisnya hanya bagian kecil Singapura.
dari keunggulan kompetitifnya. Hal yang 2. Apakah secara parsial dan langsung
penting juga adalah fakta bahwa Singapura keunggulan kompetitif (competitive
berusaha dengan rasa sakit dalam advantage) Negara Singapura berpengaruh
membentuk kembali isi, konteks dan terhadap terciptanya kepuasan bisnis
infrastruktur dari diferensiasinya. (satisfaction of business) multinational
Sebagai pusat perdagangan internasioanal, corporation di Negara Singapura.
Singapura menganggapa efesiensi dan 3. Apakah secara parsial dan langsung
transparansi sebagai suatu keharusan, pembangunan ekonomi berkelanjutan
sementara selalu tetap responsif dengan (sustainable economic development)
perubahan kebutuhan konsumen. berpengaruh terhadap terciptanya
Pembentukan pemerintah yang relatif kepuasan bisnis (satisfaction of business)
bersih dan kompeten juga mendapat multinational corporation di Negara
sambutan. Negara ini telah membentuk Singapura.
peraturan yang jelas dalam sektor bisnis 4. Apakah secara parsial dan langsung
ekonomi. Sasaran Singapura adalah untuk keunggulan kompetitif (competitive
memutahirkan (up-to-date) teknologi, advantage) berpengaruh terhadap
infrastruktur yang berkelas dunia, orang- keberhasilan Negara Singapura sebagai
orang yang berwawasan luas, dan tenaga salah satu pusat perdagangan dunia.
kerja yang berpendidikan dengan 5. Apakah secara parsial dan langsung
kemampuan kelas dunia pula. pembangunan ekonomi berkelanjutan
Singapura terus melanjutkan usaha (sustainable economic development)
perbaikannya karena krisis yang terus berpengaruh terhadap keberhasilan Negara
Singapura sebagai salah satu pusat
berlangsung. Sebagai negara tanpa sumber
perdagangan dunia.
daya alam, ia berusaha untuk menjadi 6. Apakah secara langsung terciptanya
pusat internasional yang menarik, kepuasan bisnis (satisfaction of business)
multinational corporation di Negara
khususnya di kawasan Asia Timur, apakah
Singapura berpengaruh terhadap
itu sebagai terminal transportasi utama keberhasilan Negara Singapura sebagai
atau pusat kesehatan dan keuangan utama. salah satu pusat perdagangan dunia.
7. Apakah dengan terciptanya kepuasan bisnis
Tidak mengherankan bahwa Singapura
(satisfaction of business) multinational
tidak tersentuh oleh krisis Asia. Singapura
corporation dapat memperkuat hubungan
berada pada jalur yang sama.
langsung antara keunggulan kompetitif dan
Memperhatikan uraian yang dijelaskan di atas,
maka secara spesifik masalah dalam penelitian pembangunan ekonomi berkelanjutan
ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (competitive advantage and sustainable
1. Apakah secara simultan keunggulan
economic development) terhadap
kompetitif (competitive advantage) dan
pembangunan ekonomi berkelanjutan

6
keberhasilan Negara Singapura sebagai keberhasilan Negara Singapura sebagai
salah satu pusat perdagangan dunia. salah satu pusat perdagangan dunia.
7. Terciptanya kepuasan bisnis
Memperhatikan, latar belakang penelitian dan
multinational corporation secara
kerangka pemikiran tersebut di atas, maka
signifikan mampu memperkuat
hipotesisnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
hubungan langsung antara faktor-faktor
1. Secara simultan dan langsung
pendukung (competitive advantage) dan
keunggulan kompetitif (competitive
(sustainable economic development)
advantage) dan pembangunan ekonomi
terhadap Keberhasilan Singapura
berkelanjutan (sustainable economic
sebagai salah satu pusat perdagangan
development) berpengaruh positif dan
dunia
signifikan terhadap terciptanya kepuasan
bisnis (satisfaction of business)
multinational corporation di Negara BAHAN DAN METODE
Singapura. Penelitian menggunakan pendekatan
2. Secara parsial dan langsung keunggulan explanatory analysis, artinya setiap variabel
kompetitif (competitive advantage) yang diketengahkan pada hipotesis akan
Negara Singapura berpengaruh positif dijelaskan melalui pengujian kausalistik antara
dan signifikan terhadap terciptanya variabel independen (IV) terhadap variabel
kepuasan bisnis (satisfaction of business) dependen (DV), atau variabel competitive
multinational corporation di Negara advantage dan sustainable economic
Singapura. development Negara Singapura terhadap
3. Secara parsial dan langsung keberhasilan Negara Singapura sebagai salah
pembangunan ekonomi berkelanjutan satu pusat perdagangan dunia. Demikian
(sustainable economic development) halnya dengan variabel perantara dalam hal
berpengaruh positif dan signifikan ini adalah kepuasan bisnis (satisfaction of
terhadap terciptanya kepuasan bisnis business) MNC, adalah sebagai variabel yang
(satisfaction of business) multinational diamati mampu memperkuat atau
corporation di Negara Singapura. memperlemah hubungan langsung variabel
4. Secara parsial dan langsung keunggulan independen (competitive advantage dan
kompetitif (competitive advantage) sustainable economic development) Negara
Negara Singapura berpengaruh positif Singapura terhadap variabel dependen
dan signifikan terhadap keberhasilan (keberhasilan Negara Singapura sebagai salah
Negara Singapura sebagai salah satu satu pusat perdagangan dunia). Pengaruh dari
pusat perdagangan dunia. variabel perantara tersebut dapat memperkuat
5. Secara parsial dan langsung atau memperlemah hubungan antara variabel
pembangunan ekonomi berkelanjutan dependen dan independent (Uma Sakaran,
(sustainable economic development) 1992).
berpengaruh positif dan signifikan Memperhatikan paradigma penelitian ini
terhadap keberhasilan Negara Singapura bukan hanya mengamati secara langsung
sebagai salah satu pusat perdagangan antara variabel namun, juga mengamati secara
dunia. tidak langsung (indirect) sehingga telah terjadi
6. Secara langsung terciptanya kepuasan lintas jalur. Dengan demikian, hubungan
bisnis (satisfaction of business) variabel langsung dan tidak langsung tersebut
multinational corporation berpengaruh secara jelas dapat dianalisis melalui analisis
positif dan signifikan terhadap jalur (path analysis), dimana teknik analisis

7
jalur ini akan digunakan dalam penguji jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan
pengaruh dan besarnya sumbangan kausalistik antara variabel.
(kontribusi) yang ditunjukkan oleh koefisien

Gambar 2 : Pengaruh Kausalistik Paradigma Penelitian ( X 1 X 2 terhadap


X3) pada Kesempatan ini disebut sebagai Struktural -1 (Satu) atau
a Single Equation Model

Kemudian untuk langkah berikutnya dapat (pengaruh kausalistik empiris antara jalur),
dijelaskan dari pengaruh variabel X 1 dan atau pada kesempatan ini disebut structural-
2 (dua) adalah sebagai Two Equation Path
X 2 terhadap Y melalui variabel X3
Model ber
ikut:

Gambar 3 : Pengaruh Kausalistik Empiris X1, X2 Terhadap Y Melalui X3

Lebih lanjut, melalui struktural-1 dan dapat digambarkan melalui diagram jalur
struktural -2 (pengaruh antara jalur) dengan berikut :
menampilkan sub variabel dan indikator

8
Gambar 4 : Analisis Jalur Langsung (Direct) dan Tidak Langsung (indirect) Struktural 1 dan 2 Disebut
Sebagai Full Model

Keterangan =
Memperhatikan diagram jalur tersebut diatas,
Y : Keberhasilan Singapura sebagai salah satu
pusat perdagangan dunia. yang terkait dengan paradigma penelitian
X1 : Keunggulan kompetitif (competitive
dan sebagaimana yang dijelaskan oleh
advantage) Negara Singapura.
X2 : Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan Kenny David (2005) dapat dituliskan melalui
(sustainable economic development).
beberapa persamaan struktural berikut :
X3 : Terciptanya kepuasan bisnis MNC
(satisfaction of business ) MNC.

1. Pengaruh kausal empiris X1, X2, terhadap X3 adalah


X 3   Y X 1  Y X 2   Y  1 adalah, disebut persamaan struktural 1(satu).
2. Pengaruh kausal empiris X1,X2 terhadap Y melalui X3, adalah
Y  Y X 1   Y X 3  Y  X 3 X 1   Y  2 atau
Y  Y X 2  Y X 3  Y  X 3 X 2   Y  2 , adalah disebut persamaan struktural 2.
3. Pengaruh kausal empiris (sub variable) X1 terhadap X3, dan X2 terhadap X3, X1 terhadap Y dan
X2 terhadap Y, dan X3 terhadap Y adalah melalui persamaan sub struktural satu dan dua berikut:
X 3  X 3 X 1  X 3 1 dan, X 3  X 3 X 2  X 3 1 ,
Y  Y X 1  Y  2 dan Y  Y X 2  pY  2 , dan hal yang sama terjadi melalui persamaan sub-
sub struktural.
Penduga  X 3 1 dan Y  2 dapat diselesaikan melalui 1 R xk (Kenny David , 2005)
2

9
Pada diagram jalur digunakan dua macam anak atau X1 X2 terhadap Y (→), dan X1 ke X2 (↔),
panah, yaitu : anak panah satu arah yang adalah anak panah 2 arah yang menyatakan
menyatakan pengaruh langsung dari sebuah hubungan korelasional.
variabel independen (X1) atau X2 terhadap X3

Y  a  b1 X 1  b3 X 3  b4 ( X 1 X 3 ) +e, dan Y  a  b2 X 2  b3 X 3  b4 ( X 2 X 3 ) +e

Variabel X1X3 dan X2X3 adalah variabel menjelaskannya digunakan deviasi persamaan 1
interaksi, variabel X3 (kepuasan bisnis MNC) (satu):
merupakan variabel moderator. Untuk
Y Y Modeling adalah pada kesempatan ini, apabila
 b1  b4 ( X 3 )  b1  b4 ( X 3 )
X 1 atau X 2 variabel X3 sebagai variabel perantara yang
memoderasi pengaruh X1, X2 terhadap Y
sehingga pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dapat
Hal yang dapat diinterprestasikan: menjadi lemah. Kemudian, apabila pengaruh X3
Pengaruh keunggulan kompetitif (competitif terhadap X1 dan X2 terhadap Y, signifikan
advantage) / X1 pembangunan ekonomi yang dengan pengaruh X1, X2 ke Y juga signifikan,
berkelanjutan (X2) terhadap Y dimoderasi oleh maka variabel X3 dapat dinyatakan sebagai
sifat / orientasi kepuasan bisnis MNC (X3). variabel moderator yang bersifat unobservable
Berdasarkan persamaan tersebut diatas (Yuyun Wirasasmita, 2006).
(hubungan simultan), X3 adalah variabel
moderator apabila b4 dan b3 signifikan. Namun, Rancangan Pengujian Hipotesis (Model
karena variabel X3 yang pada kesempatan ini Analysis)
dijelaskan sebagai kepuasan bisnis MNC Model Analisis yang digunakan adalah teknik
(Satisfaction of Busines) merupakan variabel analisis jalur (PATH ANALYSIS), adalah :
yang unobservable, maka salah satu 1. Menghitung koefisien jalur secara
kemungkinan dari selain pendekatan tersebut simultan, uji simultan dapat dirumuskan sebagai
diatas mampu mengidentifikasi variabel beri
moderator yang bersifat unobservable yaitu
dengan menggunakan Struktural Equation
kut :
Ho : pyx1  pyx 2  .....  pyx k  0
Ho : pyx1  pyx 2  .....  pyx k  0
a. Kaidah pengujian signifikansi secara manualistik, menggunakan F. Hitung, adalah.

F = n  k  1R 2 yx1

k 1  R 2 yx1 
Keterangan :
n =  Sampel
k =  Observasi independent
R 2 yx k = R2 Square

Jika F hitung ≥ F tabel, maka tolak Ho. Artinya Jika F hitung ≤ F tabel, maka terima Ho artinya
signifikan tidak signifikans (  ) = 0,05. Kemudian, apabila

10
dijumpai signifikansi probability sig = < 0,05, Kemudian untuk menyelesaikan proses
maka dapat dilanjutkan dengan pengujian t perhitungan tersebut diatas, pada kesempatan ini
individual (Kenny David , 2005). menggunakan alat bantu sofware [Link].14.0
b. Kaidah pengujian signifikansi melalui terkecuali dalam konteks untuk mengidentifikasi
program SPSS apakah variabel X3 kepuasan bisnis MNC dapat
 Jika nilai probabilitas 0,05 ≤ nilai dijadikan variabel penguat yang unobservable
probabilitas sig atau (0,05 ≤Sig), maka Ho (Yuyun Wirasasmita, 2006) dalam kesempatan
diterima Ha ditolak, artinya tidak signifikan. ini digunakan alat bantu Sofware Lisrel 8.3.
 Jika nilai probabilitas 0,05 ≥ nilai
probabilitas sig atau ( 0,05 ≥Sig), maka Ha Populasi dan Sampel Penelitian
diterima, artinya signifikan. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
2. Menghitung koefisien jalur secara dari obyek atau subyek yang mempunyai
individual. karakteristik tertentu yang diteliti untuk dipelajari
Hipotesis penelitian yang akan diuji dirumuskan dan kemudian ditarik kesimpulannya (Cooper. R.
menjadi Hipotesis statistik berikut : Donad, Schindler.S, Pamela, 2006).
Ha : pyx1 > 0 Secara umum obyek analisis yang diteliti sebagai
Ho : pyx1 = 0 populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan
Secara individual uji statistik yang digunakan (MNC) di Singapura. Menurut Trade
adalah uji t yang dihitung dengan formulasi Development Board/TDB (2004), Singapura telah
Kenny David (2005). mampu menarik 6.293 perusahaan (MNC) yang
berasal dari berbagai belahan dunia dengan jenis
; df  n  k  1
pk
tk  usaha (sector bisnis) yang beraneka ragam.
Se px1
Namun dari sebanyak 6.293 perusahaan MNC,
Keterangan : teridentifikasi sebanyak 361 perusahaan MNC
Statistik Se px1 = diperoleh dari hasil (diwakili oleh para manajer / direktur) yang
konputerisasi pada spss untuk analisis regresi ditunjuk dan bersedia untuk merespon tentang
setelah data ordinal di transformasi ke data perspektif perusahaan MNC, terhadap
interval. Selanjutnya untuk mengetahui keberhasilan Negara Singapura yang ditentukan
signifikansi analisis jalur, bandingkan antara nilai oleh competitive advantage dan sustainable
probability 0.05 dengan nilai probability economic development yang berkembang pada
[Link] data keputusan sebagai berikut: saat penelitian dilakukan.
- Jika nilai probability 0.05 < (0.05 ≤ sig ), Agar dari 361 responden tersebut dapat mewakili
maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak 6 sektor bisnis yang diidentifikasi mampu
signifikan. mendorong keberhasilan ekonomi dan
- Jika nilai probability 0.05 ≥ probability sig. perdagangan Singapura, maka secara
Atau (0.05 ≥ sig.), maka Ho ditolak dan Ha proporsional dapat diamati melalui tampilan
diterima artinya signifikan. Tabel 3 berikut:

11
Tabel 1 : Multinational Corporation menurut Sektor Bisnis Di Singapura pada tahun 2006

Lebih lanjut, diestimasi karakteristik populasinya 361


n
adalah homogen. Artinya penelitian ini adalah 1  (361  0,01)
perusahaan-perusahaan yang teridentifikasi 361
sebagai perusahaan MNC di wilayah Jurong East 4.61
Street/International Business Part Singapore dan 3,61
Branch Office-nya di wilayah Raffles Place . 78,308 dibulatkan 78 responden
Kemudian mengacu dari Cooper R. Donald,
Scindler S. Pamela (2006), pengambilan sampel Dalam memperoleh jumlah sampel dari masing-
dapat didasarkan “proportionate stratified masing sub populasi diperlukan suatu satuan
random sampling” sebanyak 78 responden. yang disebut sampel fraction (f) sebagai faktor
Sebagaimana formulasi Slovin berikut: pengali. Dalam menentukan nilai f digunakan
N rumus:
n
1  Ne 2
fi 
N1
n
Dimana:
Dimana: N
n = ukuran sampel fi = Nilai sampel fraction dari masing-
N = ukuran populasi
masing sub populasi.
e = prosen kelonggaran
N 1 = Jumlah sub populasi
ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan
sampel yang masih dapat ditolelir yaitu sebesar N = Jumlah populasi
0,1. n = Jumlah sampel

Dengan model Slovin tersebut, maka diperoleh Maka diperoleh sampel fraction sebagai
angka n (sampel) sebagai berikut: berikut:
Tabel 2 : Distribusi Sampel Penelitian

Dengan demikian sampel yang representatif MNC yang bergerak dalam bidang Banking &
diambil adalah yang meliputi 11 MNC yang Finance, 10 MNC yang bergerak dalam bidang
bergerak dalam business service, 14 MNC yang Construction & Property, dan 17 MNC yang
bergerak dalam bidang Industrialist, 18 MNC bergerak dalam bidang Traders.
yang bergerak dalam Information Technologi, 8

12
1. Konsep Operasional dan Indikator (Negara Singapura) didalam menghasilkan
Variabel manfaat kompetisi yang didapat dalam industri
Dalam upaya memperjelas konsep variabel dan global Porter Michael E.(1998), yang
indikator (Sub variabel) penelitian yang kesempatan penelitian ini teramati melalui 2
diketengahkan, maka yang dimaksud dengan (dua) indikator variabel yaitu, faktor sosial (letak
variabel berikut adalah: geografis, stabilitas keamanan, penegakan
hukum, dan disiplin kerja tinggi), dan faktor
1. Keunggulan Kompetitif (Competitive (infrastruktur, pengembangan sektor jasa, dan
Advantage): pendapatan per kapita). Lebih jelasnya
Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) perhatikan Gambar 14. berikut:
Negara Singapura adalah peran suatu negara
Pembangunan ekonomi berkelanjutan
(sustainable economic development) Negara
Singapura adalah kebijakan-kebijakan dan
program-program ekonomi yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan suatu negara dari masa kini
dan kemasa depan (Goh Chok Tong, 2002), yang
dalam kesempatan penelitian ini teramati melalui
Gambar 5 : Konsep Operasional Keunggulan 5 (lima) indikator variabel yaitu, (keterbatasan &
Kompetitif (Competitive Advantage) kemampuan SDM, perluasan pasar regional,
penciptaan wirausaha baru, penciptaan inovasi
2. Pembangunan ekonomi berkelanjutan baru, dan restrukturisasi ekonomi). Lebih
(sustainable economic development) jelasnya perhatikan Gambar 15. berikut:

Gambar 6 : Konsep Operasional Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (sustainable


economic development)

3. Keberhasilan Negara Singapura sebagai  Kepadatan lalu-lintas pertelekomunikasian


salah satu pusat perdagangan dunia (pemakai saluran telefon internasional).
Keberhasilan Negara Singapura sebagai salah  Frekuensi pameran dagang internasional,
satu pusat perdagangan dunia, adalah dan besarnya jumlah perusahaan
keberhasilan Pemerintah Singapura menjadikan multinasional corporation masuk ke
Singapura sebagai “centre of business Singapura.
Internasional” (Hon Sui Sen, 2005).  Kinerja ekpor / Impor Singapura
Keberhasilan tersebut dijelaskannya melalui:
 Kepadatan lalu-lintas penumpang dan
barang (cargo) baik laut, udara dan darat.

13
Gambar 7 : Konsep operasional Keberhasilan Negara Singapura sebagai salah satu pusat
perdagangan dunia (centre of business Internasional)

4. Terciptanya kepuasan multinational Singapura, yang dalam kesempatan penelitian ini


corporation (satisfaction of business MNC) teramati melalui indikator quality of state service,
oleh Lovelock Cristopher (2004) yang
Terciptanya kepuasan multinational corporation diuraikannya dengan 5 (Lima) dimensi yakni,
(satisfaction of business MNC) adalah kepuasan (responsiveness to state, reliability to state,
bisnis perusahaan multinational corporation emphaty to state, assurance to state, and
terhadap kualiatas pelayanan pemerintah dalam tangibles to state) yang diberikan pemerintah
melaksanakan aktivitas bisnisnya di negara Negara Singapura.

Gambar 8 : Konsep Operasional Kepuasan Bisnis


(Satisfaction Of Business) Multinational Corporation (MNC)

5. Multinational corporation (MNC) perusahaan yang memiliki, mengontrol produksi


Multinational corporation (MNC) adalah dan fasilitas pelayanan di luar negri dari tempat
perusahaan asing dari masing-masing negara kedudukannya (home base-nya), Dunning John.
yang beroperasi di dua negara atau lebih atau H., 2004.

Gambar 9 : Konsep Operasional Multinational Corporation (MNC)

Masing-masing variabel independent, dan kurang setuju (uncertain), dan bobot 2 (dua)
variabel perantara / moderating variabel, dan adalah tidak setuju (disagree), dan bobot 1(satu)
variabel dependent pada instrument penelitian adalah sangat tidak setuju (strongly disagree).
(terlampir) akan diukur melalui skala (category Namun, dalam proses tabulasi penentuan skor
scale) menurut acuan Likert dengan bobot nilai; total masing-masing variabel telah dilakukan
diberikan bobot 5 (lima), apabila pilihan adalah proses aritmatik melalui transformasi data ordinal
sangat setuju (strongly agree), bobot 4 (empat) ke Interval yang pada kesempatan ini digunakan
adalah setuju (agree), bobot 3 (tiga) adalah methode successive Interval (MSI) / terlampir.

14
Dengan demikian, data yang awalnya berskala Y = Skor total dari subyek
ordinal (Likert scale) telah berubah menjadi data yang diamati
yang berskala interval, sesuai dengan kebutuhan n = Jumlah Responden
model prediksi atau membutuhkan data-data 2. Uji Reliabilitas
parametric (dijelaskan pada sub teknik Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan
pengolahan data). dengan formula alpha cronbach, dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Dimana :
Penelitian ini membutuhkan data-data yang
rn = Reliabilitas k = Jumlah butir pernyataan
sifatnya primer dan sekunder. Dalam hal
mendapatkan data-data yang sifatnya primer  2
b = Jumlah varian butir  12 = Varian total
diperoleh melalui pengajuan daftar pertanyaan
(Quesioner) yang dikirimkan pada perusahaan-  k   b 
2

rn   
perusahaan multi nasional (MNC) baik melalui  k  1   1 
2

faksimili, pos, email atau kunjungan langsung


pada beberapa perusahaan yang pada saat survey 3. Transformasi Data (Peningkatan Data
dilakukan, mereka (pihak manajemen perusahaan Ordinal ke Data Interval)
/ MNC) dapat meluangkan waktunya. Menghitung SV (Scala Value) melalui model:
Kemudian, untuk mendapatkan data yang SV= Density at lower – density at upper
sifatnya sekunder diperoleh melalui kunjungan limit
langsung dan tidak langsung (by Webs Area under upper limit – area under
Site/Internet) pada kedutaan besar Indonesia di lower limit
Singapura (KBRI), dan beberapa Kementrian Lebih jelasnya hasil transformasi data ordinal ke
yang sangat berperan dalam pembangunan data interval dari questioned 1 sampai dengan
ekonomi Singapura, diantaranya Ministry of questioned 75 (terlampir).
Trade and Industry, Ministry of Manpower, 4. Pengujian Kelayakan Model dengan
Ministry of Community Development, Ministry of Asumsi BLUE
Communication and Information Tecnology. (a.) Normalitas
Dalam kunjungan ini akan sangat mendukung Untuk menguji apakah sampel penelitian
atas partisipasi para rekan dari staf KBRI dan merupakan jenis distribusi normal maka
praktisi pelaku bisnis (relasi peneliti) di wilayah digunakan pengujian Kolmorgov-smirnov
Negara Singapura. Goodness of Fit Test terhadap masing-masing
sample Hipotesis :
Pengujian Instrumen Ho : F(X) = FO(X) , Dengan F(X) adalah fungsi
1. Pengujian Validitas distribusi populasi yang diwakili oleh sample,
Pengujian validitas dalam kesempatan ini dan Fo(x) adalah fungsi distribusi suatu populasi
digunakan indikator formulasi ”Corelation berdistribusi normal.
Pearson” sebagaimana yang dituliskan sebagai
berikut. Ho : F(x) # Fo (X) atau distribusi tidak normal
12 =  1.2  n xy   x. y Pengambilan Keputusan
n 
1
2 2

  x  n Y 2   Y 
2
 - Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima
- Jika Probabiltas < 0,05 maka Ho ditolak
Dimana: 12 = Koefisien validitas
(b.) Asumsi Multicollinearity
item yang diamati Digunakan Koefisien Korelasi Pearson (Kutner
 = Skor dari subyek yang H. Michael, 2005) menyatakan secara umum
diamati korelasi dikatakan tinggi apabila nilai mutlak

15
koefisiennya lebih dari 0,4 sampai 1. Namun, sudah lumpuh total (Lee Kuan Yew, 2000).
konsep ini sulit diterapkan apabila digunakan mengemukakan bahwa saat itu (1960-1965),
lebih dari dua variabel Independent. Lebih jauh nasib perekonomian Singapura hanya
dijelaskan, jika digunakan lebih dari dua variabel, digantungkan kepada dua hal; pertama; aktifitas
maka untuk mengetahui adanya Multicollinerity dagang/trading yang masih berjalan; kedua:
digunakan konsep Faktor Inflasi Ragam masih dibukanya basis militer Inggris di
(Variance Inflation Factor = VIF. Apabila Singapura. Lee memberikan gambaran lebih
terdapat nilai VIF yang tingi menunjukkan jauh, bahwa apabila Inggris juga ikut menutup
adanya Multicollinearity yang tinggi basis militernya waktu itu, hampir dapat
mengakibatkan ketidakstabilan nilai koefisien dipastikan pelabuhan laut Singapura akan ikut
Independent variabel. mati, karena tidak akan ada lagi pasokan logistik
(c.) Asumsi Tidak Terjadi Heteroskedastisitas untuk militer. Lebih dari 40.000 orang akan
Adapun metode yang akan dibahas disini yaitu kehilangan pekerjaan, padahal tingkat
metode Glejser dalam Kutner H. Michael (2005). pengangguran sudah mencapai 10% waktu
Uji Glejser ini dilakukan dengan cara itu. Disisi lain, Singapura juga dihadapkan
meregresikan nilai absolut residues yang pada pertikaian antar etnis (Cina-Melayu) dan
diperoleh yaitu ei atas variabel X1 untuk model minimnya sumber daya manusia (Lee Kuan
ini yang dipakai dalam penelitian ini adalah : Yew, 2000). Dalam iklim pergolakan sosial
e a a
i 1 2
x v
1 1
seperti itu, dari studi yang penulis amati
Ada atau tidaknya heteroskedastisitas ditentukan diketahui, bahwa ada dua strategi
pembangunan yang dilakukan Pemerintah
oleh nilai  dan (Kutner H. Michael ,
1 2
Singapura, yaitu membangun sektor industri
2005). dengan mendatangkan investor dan tenaga
ahli, sehingga akan terbuka lapangan kerja baru
(d.) Asumsi Linearitas dan membentuk badan institusi baru (Trade
Hampir semua analisis multivariat (regresi Development Board /TDB, 2000). Untuk
berganda, analisis diskriminan, regresi log, mewadahi pengembangan ekonomi dan industri,
analisis faktor dan PATH) yang menggunakan dibentuk Economic Development Board/EDB
ukuran korelasi harus memenuhi asumsi (Dewan Pembangunan Ekonomi) pada Agustus
linearitas. Sebab korelasi hanya menunjukkan 1961, dan untuk memprosikan Singapura
hubungan linear antara variabel. Cara yang paling kepada calon investor dibentuk Singapore
sering dilakukan untuk mendeteksi kelinearan Tourism Promotion Board (STPB) pada
data adalah dengan normal probability plot antar tahun 1964. Sedangkan lokasi pengembangan
variabel, melalui plot akan terlihat hubungan sektor industri, baru selesai pembangunannya
linear dan non linear (Kutner H. Michael, 2005). pada 1 Juni 1968, yang disebut Jurong
Industrial Estate. Untuk tenaga ahli,
HASIL DAN PEMBAHASAN Singapura pernah menyewa orang asing untuk
A. Strategi Perekonomian Singapura duduk di parlement, dan untuk memegang
jabatan strategis lainnya, seperti Chairman
1. Periode 1960-1964 (Mendatangkan Tenaga EDB, dan STPB. (Tianwah Goh, 2002). Dari
Ahli) dua strategi yang dikembangkan Singapura itu,
setidaknya terjadi kenaikan PDB rata-rata 5,3%
Ketika terjadi pergolakan kepentingan ekonomi selama tahun 1960-1964. PDB Singapura
dengan kepentingan politik antara Singapura tahun 1960 adalah S$2,149 juta. Jika pada
dengan Malaysia tahun 1960-1965, mesin tahun 1960 peran sektor manufaktur hanya 12%
penggerak ekonomi Singapura boleh dikatakan terhadap pertumbuhan PDB, maka pada tahun

16
1964, peran sektor manufaktur naik menjadi negara.
14%.
Dari strategi pembangunan ekonomi pada
2. Periode 1965-1979 (Orientasi Ekspor) periode ini, terjadi kenaikan PDB rata-rata
Pada periode ini, kondisi ekonomi dan politik 10%. Bahkan, tahun 1979, pengangguran
Singapura belum dapat dikatakan stabil. berhasil ditekan sampai 3,3%. Sumbangan
Singapura baru saja merdeka dan kerusuhan sektor industri manufaktur terhadap PDB juga
sosial antar etnis masih terus berlangsung meningkat dari hanya 15% pada tahun 1965,
pada tahun 1965, meskipun sudah mulai kemudian pada tahun 1979 naik menjadi 27%
dapat diatasi oleh pemerintah. Tantangan (MTI, 2000).
paling berat yang dihadapi oleh Singapura
pada periode ini adalah; pertama: terjadinya 3. Periode 1980-1985 (Restrukturisasi Sektor
konfrontasi dengan Indonesia, sementara Industri)
Indonesia adalah pasar utama ekspor dan
Periode ini, Singapura sudah mulai memiliki
impor Singapura; kedua: penarikan pasukan
Inggris secara bertahap selama 5 tahun, yang tenaga ahli industri, yang sebelumnya sudah
akan mengancam 40.000 pekerja akan dikirim kebeberapa negara melalui program
kehilangan pekerjaan. Menghadapi tantangan Joint Government Training Centres, seperti
ini, setidaknya ada tiga langkah yang ke India, Belanda, dan Jerman, (EDB,
2000). Karena itu, pemerintah memandang
dilakukan Singapura yakni:
bahwa sudah saatnya dilakukan restrukturisasi
sektor industri melalui pengurangan tenaga
 Membangun sektor industri yang
ahli asing secara bertahap. Sementara
berwawasan ekspor dengan cara
kemudahaan untuk investasi tetap diberikan
mengundang investor asing, baik untuk
kepada calon investor asing.
membangun sektor manufaktur maupun
Program pendidikan calon tenaga ahli pada
untuk membangun sektor keuangan. Agar
periode ini terus ditingkatkan melalui joint
lahan yang digunakan investor lebih
corporation. Singapura menjalin kerjasama
strategis, maka dimulailah proyek
dengan Jepang, Jerman, dan Perancis, dengan
reklamasi, yaitu dengan cara menimbun
mendirikan German Singapore Institute, French
puluhan mil pantai dibagian selatan Pulau
Singapore Institute, dan Japan Singapore
Singapura.
Institute. Tujuannya adalah untuk mendidik
 Menetapkan undang-undang ketenaga-
tenaga-tenaga muda Singapura sehingga
kerjaan melalui sistim winwin solution.
memiliki kemampuan di bidang elektronik,
Disamping itu, untuk mewadahi aspirasi
engineering, dan manajemen keuangan.
tenaga kerja maka dibentuk National Trade
Disamping itu, Singapura juga mengundang
Union Congress (NTUC) dan National
tenaga ahli (termasuk dari Indonesia) untuk
Wage Council (NWC), pada tahun 1972.
mengajar di Singapura dalam bidang studi,
 Menasionalisasikan perusahaan-perusahaan
seperti; sosiologi, psikologi, pemasaran, clan
strategis yang sebelumnya dikelola oleh
disiplin ilmu lainnya.
swasta, seperti Singapore Airline (SIA),
Neptune Orient Line, Development Bank of
Disisi lain, terjadi pengurangan tenaga kerja
Singapore (DBS), dan Sembawang Shipyard.
oleh perusahaan, khususnya oleh perusahaan
 Membuka perwakilan-perwakilan promosi
Multi National Corporation (MNC), karena
(seperti EDB dan STPB) diluar negeri, dan
tingginya biaya tenaga kerja. Akibatnya,
mendidik calon tenaga ahli ke beberapa
tingkat pengangguran kembali meningkat,

17
bahkan sampai 3,5% pada tahun 1980. Padahal juga ada alokasi dana sebesar US$4 milyar, untuk
tahun sebelumnya tingkat pengangguran hanya proyek National Science and Technology Plan
3,3%. (MTI, 2000). (1996-2000).
Merespon hal ini, akhimya pemerintah
o Cluster Development (Pembangunan
memutuskan untuk memberikan insentif dan Berkelompok) Singapura menyadari bahwa
pemotongan pajak, kemudian diikuti dengan mereka sama sekali tidak memiliki sumber daya
kebijakan revisi Undang-undang Perpajakan alam. Artinya, mereka tidak akan pemah bisa
dan [Link] usaha yang mengandalkan sektor migas dan sektor non
dilakukan pemerintah selama periode ini, migas (selain industri manufaktur kimia,
tidak tercatat terjadinya pertumbuhan ekonomi elektronik, dan jasa) sebagai sektor andalan
secara signifikan. Pertumbuhan PDB rata-rata pembangunan ekonomi. Karena itu, strategi
hanya 6,8% per tahun, dimana sektor pembangunan berkelompok yang dijalankan
manufaktur menyumbang 6,9%. Padahal pada Singapura adalah; sektor industri utama
periode sebelumnya, sektor manufaktur pernah dibangun di Singapura, sedangkan sektor
menyumbang 27%. Perubahan yang sangat industri penunjang dibangun di luar
signifikan justru terjadi pada kemampuan Singapura. Saat ini, Singapura memiliki
(skills) tenaga kerja. Jika periode sebelumnya industri penunjang di Indonesia (Batam,
(1965-1979) Singapura hanya memiliki Bintan, dan Karimun), Malaysia, Hong Kong
tenaga kerja yang memiliki kemampuan (Cina), Cina (daratan), Australia dan Selandia
(skills) sebesar 11% saja, maka pada periode Baru.
ini, Singapura memiliki 22% tenaga kerja
yang memiliki kemampuan (skills), dilihat dari o Promoting Manufacturing and
jumlah tenaga kerja di Singapura secara Services as Twin Pillars of the Economy
keseluruhan. (Johnny Sung, 2006 ). (Mempromosikan Sektor Manufaktur dan Jasa
sebagai Dua Pilar Ekonomi). Singapura harus
4. Periode 1986-1998 (Kemampuan memiliki keunggulan atau setidaknya ada
Membangun dan Mengembangkan Jaringan yang diandalkan dalam mengimbangi
Ekonomi) kekuatan ekonomi negara tetangga (Malaysia
dan Indonesia). Sektor yang mungkin dapat
Ada beberapa momentum penting yang bersaing dan memiliki keunggulan adalah
dihadapi Singapura pada periode ini, antara lain; sektor manufaktur dan jasa. Karena itu ,
terjadinya pergerakan lambat pertumbuhan Singapura harus advanced dalam kedua sektor
ekonomi negara-negara di Asia Tenggara, ini. (Agnes Law, 2001).
terjadinya persaingan ketat antara negara maju o Regionalisasi:
dengan negara berkembang dalam pertumbuhan Singapura berupaya menghindari pengaruh
sektor industri, rendahnya tingkat penggunaan dari lambatnya pertumbuhan dan
teknologi informasi dikawasan Regional ASEAN. perkembangan ekonomi negara-negara di Asia
(MTI, 2000). Menghadapi situasi ini, ada empat Tenggara. Karena itu, Singapura harus
strategi yang digunakan Singapura dalam melakukan regionalisasi melalui jalinan
membangunan dan meningkatkan jaringan kerjasama dengan negara-negara OECD
ekonomi nya. (Organisation for Economic Corporation and
o Deepen Technology Base (Mendalami Development), seperti Uni Eropa, Amerika
Dasar-dasar Teknologi): Singapura Serikat, Australia, Selandia Baru, Korea
mengalokasikan dana sebesar US$2 milyar untuk Selatan, Jepang.
pengembangan jaringan teknologi, melalui proyek
National Technology Plan (1991-1995), selain itu

18
Dengan menggunakan empat strategi ini, milyar. Pemangkasan ini termasuk
PDB Singapura mengalami kenaikan rata- pengurangan besarnya pungutan pajak, dan
rata sebesar 8,5% untuk periode 19861998. sewa properti. Kemudian pada Nopember
Sumbangan sektor keuangan dan jasa terhadap 1998, Pemerintah juga menyetujui usulan
PDB, tejadi kenaikan dari 20% di tahun kedua CSC untuk melakukan pemangkasan
1986, menjadi 26% ditahun 1998. pajak sebesar US$10,5 milyar, atau setara
Sementara itu, jumlah ilmuwan dan tenaga dengan 7,6% dari total PDB Singapura tahun
ahli lainnya juga meningkat 13%, dimana 1998 (MTI, 2000).
pada tahun 1998, jumlahnya sudah mencapai
12.655 orang. Nilai ekspor produk teknologi  Look Beyond, the Crisis (Mencermati
tinggi (high technology) seperti komputer, Iklim di Luar Krisis)
televisi, mesin digital, dan lain-lain, juga Terlepas dari krisis yang dihadapi Negara-
meningkat pesat, dari hanya US$24 milyar negara di Asia Tenggara, secara umum,
pada tahun 1990, naik menjadi US$62 milyar tuntutan pasar global menuju Area Pasar
di tahun 1998 (Monetary Authority of Bebas (Free Trade Zone) sudah semakin
Singapore, 2001). dekat. Negara-negara ASEAN telah sepakat
untuk melakukan Asean Free Trade Zone
5. Periode 1998-seterusnya: Leap Frog (AFTA) pada tahun 2003. Anggota Asia
Strategy (Strategi Lompat Katak) Pacific Economic Coorperation (APEC) telah
 Perekonomian Singapura sempat goyang pula sepakat melakukan pasar bebas APEC
ketika terjadinya krisis moneter regional yang pada tahun 2010. Artinya, tingkat persaingan
diawali dengan terjadinya devaluasi mata antar negara berkembang dengan negara
uang Bath (Thailand) terhadap Dolar Amerika industri maju akan menjadi semakin ketat,
pada Juli 1997. Mata uang Dolar Singapura masing-masing negara dituntut untuk
yang pada awalnya hanya berbanding 1,41 menyiapkan struktur dan infrastrukturnya sebaik
pada tahun 1996, jatuh menjadi 1,48 pada dan sekuat mungkin.
akhir tahun 1997. Kemudian pada tahun
1998, nilainya jatuh lagi menjadi 1,67. Menghadapi kondisi yang akan terjadi (pasar
(Monetary Authority of Singapore (2), 2001). bebas), Singapura telah siap dengan 8
Menurunnya daya beli negara tujuan ekspor strateginya, yang dikenal dengan CSC
Singapura di kawasan Asia, telah berakibat Strategies. (MTI, 2000). Ke-delapan strategi itu
langsung terhadap pertumbuhan ekonominya adalah:
tahun 1997, dan tahun 1998. Jika pertumbuhan
ekonomi 8,4% pada tahun 1997, maka pada tahun - Manufacturing & Services as Twin Engine
1998, pertumbuhan ekonominya hanya 0,4%. (Sektor Manufaktur dan Jasa as Mesin
(MTI, 2000). Pada periode ini, setidaknya ada Penggerak)
tiga strategi yang dijalankan oleh Singapura; - Srengthening the External Wing
(Memperkuat Sayap Keluar)
 Reduced Business Cost (Memangkas
Biaya Usaha) - Building World-Class Companies
(Membangun Perusahaan Kelas Dunia)

Pada Juni 1998, Pemerintah menyetujui - Strengthening Our Base of Small


usulan Committee on Singapore's &"Medium Local Enterprises
Competitiveness (CSC) untuk melakukan (Memperkuat Fondasi Perusahaan Kecil
pemangkasan biaya usaha sebesar US$ 2 & Menengah Dalam Negeri)

19
- Human & Intellectual Capital as a Key bebas akan memberikan keuntungan besar bagi
Competitive Edge (Sumber Daya negara mereka, khususnya untuk sektor jasa
Manusia sebagai Kunci Keberhasilan) dan investasi. Singapura sudah melakukan
- Leveraging on Science, Technology & perjanjian perdagangan bebas dengan Selandia
Innovation (Mendalami Ilmu Pengetahuan, Baru, Australia, Jepang, Mexico, Jepang,
Teknologi dan Inovasi) Canada, dan Amerika Serikat.

- Optimising Resource
B. Perekonomian Singapura Setelah Meraih
Management
Keberhasilannya Sebagai Salah Satu Pusat
(Mengoptimalkan Kemampuan
Perdagangan Dunia
Manajemen)
- Government as Business Facilitator
1. Perekonomian Singapura
(Memanfaatkan Pemerintah sebagai Lokasi Singapura yang strategis di jalur
Fasilitator Usaha). pelayaran utama serta penduduknya yang giat
bekerja, telah menjadikan negara ini sangat
 Walk in to Free Trade Agreement berarti dalam perekonomian di Asia Tenggara,
with OECD Countries (Memulai hal ini tidak sebanding dengan ukuran
Perjanjian Perdagangan Bebas dengan wilayahnya yang kecil.
Negaranegara OEDC). Setelah merdeka pada tahun 1965, perekonomian
Singapura berhadapan dengan kurangnya sumber
Baru-baru ini, Dr. Mahathir Muhammad, daya secara fisik dan pasar domestik yang relatif
Perdana Menteri Malaysia, kembali kecil. Mengingat hal itu, pemerintah Singapura
mengingatkan bahwa Negara-negara ASEAN mengadopsi strategi perekonomian yang ahli
belum siap sepenuhnya menghadapi AFTA bisnis, ahli investasi asing, kerangka kebijakan
2003. Ketidak-siapan ini antara lain ekonomi yang berorientasi ekspor yang
disebabkan oleh krisis moneter yang dialami dikombinasikan dengan status, dimana negara
ASEAN sejak tahun 1997, kemudian, belum mengarahkan investasi-investasi di dalam
semua Negara ASEAN yang sanggup BUMN yang strategis.
menurunkan tariff nya sampai 5%. Di Strategi ekonomi yang diterapkan ini memetik
Indonesia, pemikiran seperti ini pun juga kesuksesan yang luar biasa. Dari tahun 1960
hangat dibicarakan di tingkat wacana, sampai 1999 tercatat perekonomian Singapura
meskipun pada akhirnya di counter oleh telah menghasilkan rata-rata pertumbuhan
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ekonomi riil sebesar 8,0% dan mencapai tingkat
Perindustrian dan Perdagangan Republik 9,4% pada tahun 2000, namun pada tahun 2001
Indonesia, bahwa tidak mungkin Indonesia laju pertumbuhan ekonomi (GDP) mengalami
mengajukan pengunduran AFTA di forum kemerosotan sebesar 2,4%, disebabkan
pertemuan Menteri-menteri Ekonomi ASEAN, kemunduran ekonomi di Amerika, Jepang, dan
karena AFTA sudah disepakati bersama ditingkat Uni Eropa (EU) serta kemerosotan pasar barang-
Kepala Pemerintahan ASEAN. Dari barang elektronik di seluruh dunia. Pada tahun
sinyalamen yang berkembang, kelihatannya 2002 perekonomian kembali bersinar, ditandai
sebagian Negara Anggota ASEAN belum siap dengan meningkatnya GDP mencapai 4,0%, dan
dengan AFTA 2003. Singapura yang dikenal pada tahun 2003 kembali mengalami
dengan budaya kiasu, memilih untuk kemerosotan sebesar 2,9% lebih lambat,
melakukan perjanjian perdagangan bebas disebabkan pengaruh sindrom pernafasan akut
lainnya dengan negara luar ASEAN. (SAR) selama setengah tahun pertama tahun
Singapura meyakini bahwa perdagangan 2003.

20
Dilihat dari perluasan pasar yang dilakukan, pemerintah singapura pada Bulan April 2005
selama tahun 2004 sampai 2006 perluasan menyetujui pembangunan dua kasino yang
ekonomi Singapura secara berturut-turut adalah memerlukan investasi lebih dari US$ 5 Milyar.
sebesar 8,8%, 6,6% dan 7,9%, yang dikendalikan Untuk memelihara posisinya yang kompetitif,
oleh pertumbuhan permintaan pasar elektronik, pemerintah Singapura berusaha mempromosikan
farmasi, barang-barang pabrik lainnya serta jasa aktivitas nilai tambah yang lebih tinggi didalam
keuangan. Partner dagang Singapura yang utama sektor-sektor pabrikasi jasa. hal ini juga
adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, jepang, dan dilakukan dengan membuka jasa keuangan,
China dan juga mengembangkan pasar-pasar baru pertelekomunikasian dan memberikan peluang
di India. kepada penyedia-penyedia servis asing untuk
Singapura memiliki pemerintahan yang bebas berkompetisi lebih besar. Pemerintah juga
korupsi. Data yang dihimpun oleh Political And menekan biaya pemotongan sewa, termasuk
Economic Risk Counsultacy, Juni 2006, potongan pajak dan penyusutan-penyusutan upah
menunjukkan bahwa Singapura memiliki tingkat dan sewa, guna menurunkan biaya perdagangan
korupsi negara ”Country level of Coruption”, di Singapura.
yang rendah, bahkan paling rendah dikawasan Selain itu, Pemerintah Singpura juga aktif
Asia Pasifik yakni hanya 1,3 (untuk skala 0-10), bernegoisasi dengan free trade angreement
diikuti oleh Jepang (3,1), Hongkong (23,13), (FTAS) dengan 14 partner dagang utama
Macaou (4,78), South Korea (5,44), Taiwan Singapura dan telah menyimpulkan 11 FTAs,
(5,91), Malaysia (6,13), India (6,76) China termasuk dengan Amerika Serikat dan mulai
(7,54), Thayland (7,64), Philiphin (7,8), dan diberlakukan mulai 1 Januari 2004.
Vietnam (7,91).
Singapura didukung pula oleh tenaga kerja 2. Perdagangan dan Investasi Singapura
terampil, serta prasarana yang efisien dan maju, Pada tahun 2006 total perdagangan Singapura
dan mampu menarik investasi-investasi lebih dari berjumlah $510 Milyar, meningkat sebesar
7.000 perusahaan multinasional dari Amerika 13,2% dari tahun 2005. Total impor Singapura
Serikat, Jepang, dan Eropa. Perusahaan asing sebesar $239 Milyar, sedangkan total ekspor
ditemukan di dalam hampir semua sektor-sektor adalah sebesar $271 Milyar, pada tahun 2006.
perekonomian. Perusahaan multinasional telah Sumber impor terbesar Singapura adalah
berperan lebih dari dua pertiga dari ouput pabrik Malaysia yakni sebesar 13,1% , diikuti oleh Uni
dan penjualan ekspor langsung, serta beberapa Eropa sebesar 10,4%, Hongkong sebesar 10%,
sektor jasa yang dikuasai oleh pemerintah. dan Amerika Serikat sebesar 9,9%. Barang-
Produksi jasa adalah mesin ganda dalam barang impor Singapura yang utama adalah
perekonomian Singapura, sektor ini mencatat pesawat terbang, minyak mentah dan produk
26,9% dan 63,2% berturut-turut dari produk minyak dan gas bumi, komponen-komponen
domestik kotor Singapura pada tahun 2006. elektronik, elektronika konsumen, peralatan
Industri elektronika dan bahan-bahan kimia pabrikasi, mikro elektronik, kendaraan bermotor,
memimpin sektor manufaktur singapura dan telah bahan kimia, makanan dan minuman, besi atau
menyumbang sebesar 32,4% dan 32,5%, secara strika dan baja, benang-benang tekstil dan
berturut-turut dari keluaran pabrikasi Singapura pabrik-pabrik. Lebih jelasnya, perhatikan
pada tahun 2006. Gambar 20 berikut:
Guna mendorong sektor pariwisata yang telah
memberikan sumbangan uang masuk sebesar
20% selama tahun 1993 -2000, serta menghadapi
kemerosotan kemerosotan pendapatan dari
pariwisata Asia timur dari 8,2% ke 5,8%, maka

21
Malaysia
Malaysia
13%
13% EU
EU
10%
10%
Other Hong Kong
Other
countries Hong10%
Kong
countries
57% Amerika10%
57% Amerika
10%
10%

Gambar 10 : Sumber Impor Singapura pada tahun 2006 (MTI, 2007)

Singapura adalah salah satu mitra dagang Singapura adalah sebanyak 1.500 MNC. Hal
terbesar Amerika Serikat. Singapura telah yang sama terlihat pula pada Total Fixed
melakukan re-ekspor sebesar 47,3% dari total investment by Region selama tahun 2006,
penjualan Singapura ke negara-negara lain Amerika Serikat masih memegang investasi
selama tahun 2006. Produk-produk ekspor utama terbesar sebesar 27,0% dari Fixed Asets
Singapura adalah produk minyak dan gas bumi, investment by region, disusul oleh Uni Eropa
makanan dan minuman, bahan-bahan kimia, sebesar 23,6%, jepang sebesar 19,7%, sebesar
tekstil dan pakaian, komponen-komponen 21,0% adalah milik Singapura sendiri, dan
elektronik, alat-alat telekomunikasi dan peralatan gabungan dari berbagai negara lainnya adalah
pengangkutan . sebesar 7,8%. Sementara itu jika dilihat pada
Singapura melanjutkan untuk menarik dana distribusi Fixed Assets Investment By Cluster,
investasi secara besar-besaran meskipun sektor electronics tetap memegang investasi
lingkungan usahanya relatif mahal. Amerika terbesar yakni sebanyak 51,6% dari fix asset,
serikat memimpin didalam investasi asing, tecatat disusul sektor Chemicals (22.5%) precision
25% dari sektor manufacture di Singapura selama engineering (10,7%) dan biomedical (9,5%).
tahun 2006. Investasi perusahaan perusahaan Lebih jelasnya, perhatikan tampilan Gambar 11
Amerika Serikat di dalam sektor-sektor pabrikasi dan 12 berikut ini:
dan jasa di Singapura mencapai $60,4 Milyar
(total Asset). Bagian terbesar dari investasi
Amerika Serikat adalah investasi dalam pabrikasi
elektronika, penyulingan minyak, penyimpanan
(storage) dan industri kimia. Pada tahun 2006
perusahaan Amerika yang beroperasi di

Gambar 11 Gambar 12
Pemerintah Singapura juga mendorong

22
perusahaan-perusahaan lokal untuk keseluruhan investasi-investasi ke luar negeri,
yang diikuti oleh malaysia (9%), Indonesia (8%),
menginvestasikan dananya ke Luar Singapura. Hongkong (7%) dan Amerika Serikat (5%) dan
pada akhir tahun 2005 total investasi langsung gabungan ke berbagai negara (57.2%). Lebih
singapura mencapai $111 Milyar. Dalam jelasnya, perhatikan tampilan Gambar 23 berikut
investasi ke luar negeri ini, China adalah tujuan ini:
utamanya, tercatat 13,8% dari jumlah

Gambar 13 : Investasi Singapura pada Tahun 2005, (MTI. 2007)

3. Tenaga Kerja pengangguran menurun pada anggka 23%.


Mulai dari pertengahan tahun 2007, Singapura Sebagian besar pengangguran adalah struktural,
mempunyai angkatan kerja yang totalnya sekitar sebagai pelaksana pabrikasi yang
261 juta orang, dimana 99% dari jumlah berketerampilan rendah.
angkatan kerja tersebut terorganisir dalam sebuah
serikat kerja (The Sole Trade Union federation) 4. Transportasi dan Komunikasi
dan pemerintah, melalui Nation Trades Union Singapura terletak di persimpangan-
Congress (NUTC) serta Industrial Arbitration persimpangan pengiriman internasional dan
Court telah menangani manajemen tenaga kerja, perhubungan udara. Singapura adalah pusat
perundang-undangan meliputi hal-hal ketenaga transportasi dan komunikasi di Asia tenggara.
kerjaan dan serikat buruh, serta melakukan Bandara Internasional Changi adalah pusat
pembicaraan yang tidak bisa dipecahkan. penerbangan regional yang dilayani oleh 83
Pemerintah Singapura menekankan pentingnya perusahaan penerbangan. Demikian halnya
kooperasi antara perserikatan manajemen dan dengan pelabuhan-pelabuhan Singapura.
pemerintah. Mereka sangat menyadari bahwa, Pelabuhan Singapura adalah salah satu pelabuhan
pertikaian-pertikaian, hanya akan memukul paling sibuk didunia setelah Hongkong, sebagai
mundur perekonomian Singapura seperti pada pusat lalu lintas perpindahan pengangkutan peti
masa 15 tahun yang lalu. kemas.
Sejak tahun 1990, jumlah para pekerja asing di Pertelekomunikasian dan fasilitas-fasilitas
Singapura mengalami pertumbuhan yang sangat internet merupakan state of the art, telah
cepat, guna mengatasi kekurangan-kekurangan menyediakan komunikasi-komunikasi bermutu
tenaga kerja. Para pekerja asing tersebut tinggi dari seluruh dunia. Radio dan televisi
mencapai 30% dari angkatan kerja yang dimiliki oleh pemerintah, sedangkan media cetak
mayoritasnya adalah para pekerja tak mahir. dikuasai oleh suatu perusahaan yang bekerjasama
Pada saat pertumbuhan ekonomi lebih lambat dengan pemerintah dan surat kabar harian
pada tahun 2003, tingkat pengangguran mencapai diterbitkan didalam bahasa Inggris, China,
46%. Kemudian mulai akhir Juni 2007, tingkat Melayu dan Tamil.

23
378.92,1 Million Singapore Dollar, namun
C. Keberhasilan Singapura Berdasarkan kebocoran tersebut diatas masih relatif lebih
Kinerja Ekspor Impor rendah dibanding kenaikan ekspor .
Keberhasilan Singapura sebagai salah satu pusat 3. Melihat data pada tahun 2003 s/d 2006
perdagangan dunia, secara implisit dapat yang terkait dengan kinerja expor dan impor
dicerminkan melalui data-data perubahan dari negara Singapura, menunjukkan adanya surplus
total trade at curent prices yang dapat dijelaskan anggaran yang terus memproyeksikan perubahan
sebagai berikut: positif bagi Negara Singapura atau paling tidak
1. Total perdagangan internasional (eksternal dapat ditunjukkan surplus anggaran dari
trade) Singapura mengalami perubahan yang perdagangan external dari tahun 2003 (41.2405)
signifikan, hal itu dapat ditunjukkan dengan Million Singapore Dollar dan berlanjut pada
adanya kenaikan dari tahun 2003 atau sebesar angka 42.2780 pada tahun 2004 dan pada tahun
515.894,2 (Million Singapore Dollar) dan 2006 telah mencapai angka 52.635 Million
623.952,4 (tahun 2004), 715.722,8 (tahun 2005) Singapore Dolar.
selanjutnya terus mengalami peningkatan atau 4. Singapore berhasil, menstimulus impor
sebesar 810.483,3 (Million Singapore Dollar) dari tahun 2003 s/d 2006 sesuai dengan
pada tahun 2006, kemudian teridentifikasi pada kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Hal itu
tahun 2004 dimana pemerintah Singapura dengan tercermin sejak tahun 2003 s/d 2006 Singapore
lebih gencarnya menstimulus pihak investor mampu memodifikasi / mendesain dan
asing untuk berinvestasi ke negara Singapura dan menciptakan nilai guna produk menjadi
bahkan menjadikannya sebagai home base bisnis kebutuhan pasar internasional (Hon Sui Sen,
internasionalnya (Kien Keong Wong, 2003) 2005). Hal itu, ditunjukkan dari sejalannya
Singapura berhasil melakukan investasi ke dalam perubahan impor Singapura berhasil
aliran pendapatan melalui perubahan ekspor meningkatkan komoditi impor melalui kenaikan
sebesar 293.337,5, (Million Singapore dollar) re export dari tahun 2003 s/d 2006. Perhatikan,
yang relatif lebih tinggi dari tahun 2003 atau kenaikan re exports dari tahun 2003 sebesar
sebesar 237.316,5 dan dalam 2 tahun berjalan 128.019 (Million Singapore Dollar) dan
kedepan berhasil mencapai angka 378.927,1 155.416,6 (tahun 2004) kemudian terus
untuk tahun 2006. menunjukkan kenaikan atau sebesar 175.084,3
2. Sedangkan impor yang merupakan tahun 2005, dan 204.1812 Million Singapore
kebocoran dari pendapatan karena menimbulkan Dollar di tahun 2006.
aliran modal keluar negeri (Nopirin, 1999) tetap
menunjukkan indikasi peningkatan dari data Lebih jelasnya perubahan dari total trade at
tahun 2003 dan atau sebesar 237.316 (Million curent prices, sebagaimana yang diterangkan
Singapore Dollar) juga mengalami peningkatan diatas dapat dilihat pada tampilan Tabel 6
yang signifikan pada tahun 2006 atau sebesar berikut:

24
Tabel 3 : External trade (Exports by countries/regions (FOB Value)

D. Keberhasilan Singapura Menurut Rank- indikator keberhasilan Singapore’s Business


Position Antar Negara Success adalah dijelaskan sebagai berikut:
Keberhasilan Singapura sebagai salah satu pusat Negara Singapura mampu menempatkan
perdagangan dunia, sebagai mana yang posisinya di rangking 1 (satu) dalam kategori
dijelaskan KPMG competitive alternatives study, ”Biaya Bisnis Paling Kompetitif Didunia”
2006 dalam ( EDB, 2007) juga ditunjukkan oleh Perhatikan tampilan Gambar 24 berikut:

Gambar 14 : Rangking Singapura Dalam Kategori ”Biaya Bisnis Paling Kompetitif Didunia”
menurut KPMG competitive alternatives study, (EDB, 2007)

Mengacu pada EIU Country Forecast dalam dalam ”Lingkungan Bisnis terbaik di Asia
(EDB,2007), Negara Singapura mampu Pasific” dengan skor total 8,74,. Lebih jelasnya,
menempatkan posisinya di rangking 1 (satu) perhatikan tampilan Gambar 25 berikut:
9
8.74
8.61
8.45
8.5 8.36

8.05
8

7.37
7.5

6.5
Singapura Hong Kong A ustralia new Zealand Taiw an Malaysia

Gambar 15 : Rangking Singapura Dalam Kategori ”Lingkungan Bisnis Terbaik di Asia Pasific”
Menurut EIU Country Forecast, (EDB, 2007)
Berdasarkan World Competitiveveness Report dalam (EDB,2007), Negara Singapura berhasil
menempatkan diri pada posisi ke 2 (dua) untuk kategori perekonomian paling kompetitif (most
competitive economy). Lebih jelasnya perhatikan tampilan Tabel 4, dan Tabel 5 berikut:

25
Tabel.5
Tabel.4

Negara Singapura juga berhasil menempati posisinya pada ranking ke 4 (empat) dalam “ Dorongan
Paling Menarik Dalam Investasi di Asia (Most Attractive Investment Incentives In ASIA)”. Lebih
jelasnya perhatikan distribusi pada Tabel 9, dan Tabel 10 berikut:

Tabel.6
Tabel.7

Untuk kategori ” Kualitas Infrastruktur Infrastructure)”, Negara Singapura berhasil


Pelabuhan Terbaik (Best Quality for Port meraih posisi ke 1 (satu). Lebih jelaslam nya
perhatikan distribusi pada Tabel 11 berikut:

Tabel.8

Untuk kategori ” Investasi-investasi paling dirinya pada posisi ke 2 (dua). Lebih jelasnya
potensial di dunia (Investment Potensial In The perhatikan distribusi pada Tabel 12 berikut:
Word)“, Singapura berhasil menempatkan

26
Tabel.9

Hasil penelitian Zafar U. Ahmed dan EIU terbaik di Asia (The Best Business Enviroment in
Country Forcast, January 2006 dalan (EDB, Asia”. Perhatikan tampilan tabel 13 dan 14
2007), menunjukkan bahwa Singapura berikut:
merupakan negara dengan lingkungan bisnis

Tabel.10 Tabel.11

Mengacu dari data yang dikeluarkan oleh memiliki infrastruktur fisik y,ang berkualitas
Political and Economic Risk Consultancy, May (Quality of Phisical Infrastructure) terbaik. Lebih
2006 dalam (EDB, 2007) menunjukkan bahwa jelasnya perhatikan dalam tampilan berikut:
Singapura merupakan negara-negara yang

Tabel.12 Tabel.13

E. Keberhasilan Singapura Menurut akhirnya Singapura tampil sebagai salah satu


Indikator Penelitian pusat perdagangan dunia.
Singapura yang pada awal kemerdekaannya Singapura sebagai salah satu pusat
pada 9 Agustus 1965 tidak memiliki sendi perdagangan dunia dapat diamati dari
perekonomian yang kuat, dan bahkan menurut banyaknya transaksi bisnis yang terjadi dan
Lee Kuan Yew (1999) banyak kalangan banyak melibatkan negara didunia, kemudian
meramalkan Singapura tidak akan mampu untuk mengetahui banyaknya transaksi bisnis
bertahan sebagai suatu Negara berdaulat waktu di Negara Singapura dapat diukur melalui
itu, ternyata setelah ± 41 tahun berdaulat, kepadatan lalu lintas penumpang dan barang
(cargo), baik melalui udara, laut maupun darat,

27
kepadatan lalu-lintas pertelekomunikasian (IATA). Penelitian yang dilakukan IATA
(pemakaian saluran telepon internasional), adalah meliputi valume tingkat kunjungan,
tingginya pameran dagang internasional, jumlah pesawat terbang yang masuk dan
banyaknya jumlah perusahaan MNC yang keluar, tingkat kelipatan dan ketepatan
berinvestasi, dan ekspor impor Negara pelayanan, kebersihan, kedisiplinan jumlah
Singapura. Lebih jelasnya penjabaran indikator network penerbangan keseluruh dunia (Changi
tersebut diatas, maka pada kesempatan ini akan Air Port, 2004).
dianalisis melalui pendekatan naratif dan  Lalu-Litas Laut
analitis berikut: Lalu lintas laut di Singapura dikelola oleh Port
1. Kepadatan Lalu-Lintas Penumpang Dan Singapore Authority (PSA) selama tahun 2000,
Barang (Cargo) PSA telah melayani angkutan barang sekitar,
 Lalu-lintas Udara Singapura 325,5 juta ton, dengan jumlah konteiner 17,1
Lalu-lintas udara Singapura dikelola oleh civil juta TEU (Twenty Foot Units) Port Singapore
aviation authority of Singapore (CAAS). Authority (PSA) melayani 250 jalur pelayanan
Selama tahun 2000, pelabuhan udara internasional yang menghubungkan 600
Singapura (Changi Airport) telah melayani 63 pelabuhan laut diseluruh dunia (Departement
perusahaan penerbangan dunia dengan jadwal of Statistic,2004).
penerbangan sekitar 3.100 kali setiap minggu, Dalam hal kualitas palayanan dan tingkat
ke dan dari 185 kota strategis di 58 negara. efisiensi Port Singapore Authority (PSA)
Dari volume penerbangan tersebut, Bandar dipilih sebagai “ best container terminal”
Udara Changi telah melayani 7,7 juta 2000-2002 dari Lioyds List Maritime Asia.
penumpang atau meningkat 10,0% dibanding Port Singapore Authority (PSA) juga berhasil
tahun 1999 yang hanya melayani 7 juta melalui predikat pelabuhan container
penumpang, dan pada tahun 2005 10,5 juta penghubung terbesar didunia disamping itu,
penumpang, untuk lalu-lintas barang (cargo Port Singapore Authority (PSA) juga meraih
udara) pada tahun 1999 bandar udara Changi predikat “The Best Container Terminal
melayani 1,50 juta ton cargo, dan pada tahun Operator (ASIA)“ dan “The Best Seaport
2000, telah melayani 1,68 juta ton cargo. (ASIA)” dari Asian Freight Industry tahun
Sampai dengan tahun 2002 lalu lintas cargo 2001 (Economic Development Board, 2004).
terus mengalami peningkatan hingga mencapai
angka 2,34 juta ton, namun pada tahun 2003
mengalami sedikit penurunan atau sebesar 2,28  Lalu- Lintas Darat
juta ton, hal ini diestimasikan karena pada Lalu-lintas darat di Singapura dikelola oleh
tahun tersebut Singapura dipersoalkan dengan Land Transport Authority (LTA). Singapura
pengaruh sindrom pernafasan akut (SAR) dan memiliki armada angkutan darat yang terdiri
berakhir tahun 2004 sampai dengan 2005 terus dari:
mengalami kenaikan yang signifikan atau - Bis Umum, yaitu Singapore Bus Service
sebesar 2,97 juta ton (Departement of Statistic (SBS) yang saham moritasnya dimiliki
2006). pemerintah dan angkutan bis umum lainnya
Padatnya lalu-lintas udara menjadikan Changi yang dimiliki oleh 100% swasta.
Airport sebagai pelabuhan penghubung terbaik - Kereta Api (Singapore Mass Rapid Traffic
untuk kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2001 /SMRT), dan kereta api penghubung
Changi Airport dipilih sebagai pelabuhan perumahan penduduk (link rapid traffic –
udara terbaik didunia untuk kedua kalinya LRT), yang mayoritas sahamnya juga
(dimana sebelumnya diperoleh tahun 1998) dimiliki pemerintah.
Oleh Internasional Air Transport Association

28
- Taxi yang sebagiannya dimiliki oleh Tingginya tingkat pemakai telpon dari tahun
pemerintah dan sebagian lagi dimiliki oleh ke tahun di Singapura adalah sangat didukung
swasta. oleh pembangunan sarana dan pra sarana
Singapura memiliki armada angkutan darat telekomunikasi yang berteknologi tinggi,
yang sangat baik dan menyenangkan. disamping itu diprediksi tingginya pengguna
Penumpang tidak mengalami suasana yang jasa telepon umum dengan pelayanan saluran
berdesak desakan ketika akan menaiki bis, internasional bagi para pendatang (tourism,
kereta api ataupun taxi, karena budaya antri dan pelaku-pelaku bisnis internasional di
sudah sangat memasyarakat di Negara singapura).Telepon umum sangat mudah
Singapura. Kenyamanan dan keamanan ditemukan dimanapun di Singapura dan
penumpang juga sangat diperhatikan, hal ini bahkan dipusat layanan umum yang strategis
terbukti dengan lingkungan dan udara yang seperti pelabuhan udara laut dan kawasan
bersih dari asap rokok serta dari segala bentuk industri seperti kawasan Jurong Area. Telepon
sampah dan makanan. Untuk menjaga suasana umum dapat ditemukan hampir setiap lokasi
tersebut tetap bersih, pemerintah yang strategis, dan sebagai wujud pelayanan
menggerakkan denda mulai $100-$ 5.000 bagi terhadap investasi asing dikawasan tersebut
siapa saja yang melakukan pelanggaran dan pemerintah memberikan pelayanan telepon
hal itu benar-benar dilaksanakan. lokal gratis.
Singapura mengoperasikan 125 Singapore
Mass Rapid Traffic (SMRT) yang mampu 3. Jumlah Pameran Dagang di Singapura
mengangkut sekitar 2 juta penumpang setiap Pemerintah Singapura telah membangun tempat
harinya, sedangkan untuk bis umum Singapura pameran yang memiliki standar internasional,
mengoperasikan sekitar 15.000 bis yang ketiga tempat itu adalah Singapore Expo, World
mampu mangangkut 1 juta penumpang setiap Trade Center (WTC), dan Suntec exhibition and
harinya, dengan jarak waktu tunggu antara 1 convention centre, dimana salah satu dari
kereta (SMRT) ke 1 kereta (SMRT) atau 1 bis tempat tersebut, yakni Singapore Expo
ke bis lainnya berkisar antara 3 sampai dengan merupakan tempat pameran no. 2 terbesar dan
15 menit, kemudian untuk menciptakan tercanggih di Asia setelah Jepang, disamping itu
transportasi darat yang teratur dan berkualitas sebagian besar hotel dan pusat-pusat keramaian
pemerintah Singapura melakukan penguasaan (mall, supermarket) di Singapura
terhadap angkutan darat, dengan cara mengalokasikan sebagian ruangnya khusus
menguasai saham mayoritas perusahaan. untuk pengguna pameran. Selama tahun 2000
Singapura telah melaksanakan sebanyak
2. Kepadatan Lalu-Lintas pameran dagang internasional sebanyak 98 kali,
Pertelekomunikasian (Saluran Telepon kemudian pada tahun 2001 (105 kali), untuk
Internasional) tahun 2002 sebanyak 115 kali. Pada tahun 2003
Singapura termasuk kota dengan pemakaian mengalami penurunan yang signifikan yakni
saluran telepon internasional tersibuk di dunia. hanya 106 kali, namun diakhir tahun 2004
Dari data tahun 2000, disebutkan bahwa mengalami kenaikan hingga mencapai 131 kali,
pemakaian saluran telepon internasional rata- dan ditahun 2005 mampu melaksanakan
rata di Singapura (tidak termasuk saluran ke pameran yang bertaraf internasional sebanyak
Malaysia) pada tahun 2000 adalah 1.048 juta 142 kali
panggilan per 1 (satu) menit, dan tahun 2005 Di dalam setiap pameran internasional jumlah
mengalami perubahan yang signifikan yakni rata-rata negara yang mengikuti pameran
sebesar 2.121 panggilan per 1 menit (EDB, adalah sebanyak 29 negara, dengan kota-kota
2006). pengunjung 26 ribu orang (TDB, 2006).

29
Sebagai contoh pameran tersebut dapat ditulis Business Service (14,0), Industrialist (32,0%),
sebagai berikut: Information Technologi (12,0%), Banking &
- Food hospitaly, retail trade industry Finance (5,0%), Construction & Property
even (2001) yang dilaksanakan oleh Singapore (9,0%), Traders (21,0% ), sektor lain-lain
Exhibitas Service Pte dengan jumlah peserta (7,0).
pameran adalah sebanyak 2.462 perusahaan
yang berasal dari 66 negara dan jumlah 5. Pengujian Hipotesis
pengunjung mencapai 32.431 orang. Mengacu dari pendapat Kenichi Ohamae
- Meta Asia (2004) yang dilaksanakan (2005) bahwa, kemampuan untuk menangkap
oleh Singapore Exhibitis service Ltd dengan peluang atau mengatasi ancaman itu
jumlah peserta pameran adalah 1.201 orang tergantung pada kemampuan suatu negara.
yang berasal dari 40 negara. Selama pameran Lebih jauh dijelaskannya, bahwa kemampuan
berlangsung, jumlah pengunjung adalah suatu negara untuk mencapai keberhasilan
sebanyak 17.741 orang. negara sebagai salah satu pusat perdagangan
4. Jumlah Perusahaan Multinasional di dunia dapat ditentukan oleh faktor yang
Singapura dimiliki oleh negara tersebut. Faktor-faktor
Berdasarkan data Trade Development Board ( tersebut meliputi faktor keunggulan kompetitif
2007) jumlah perusahaan multinasional di (kompetitif advantage) dan faktor
Singapura pada tahun 2001 adalah sebanyak pembangunan ekonomi berkelanjutan
6.293 meningkat sebesar 22,9% dari 5.121 (sustainable economic development). Jika
perusahaan multi nasional pada tahun 2000, dikaji lebih mendalam, bahwa masing-masing
jumlah ini terus mengalami peningkatan keunggulan kompetitif negara Singapura
hingga mencapai 6.731 MNC pada tahun 2002. adalah ditentukan oleh faktor sosial (antara
Akan tetapi, jumlah ini mengalami penurunan lain : letak geografis, stabilitas keamanan,
pada tahun 2003, disebabkan berkembangnya penegakan hukum dan disiplin kerja tinggi).
isu penyakit sindrom pernafasan akut (SAR) Kemudian untuk keunggulan kompetitif negara
hingga jumlah MNC hanya sebanyak 5.729. dalam sektor ekonomi adalah (infrastruktur,
Pada tahun 2004 seiring kondisi ekonomi yang pengembangan sektor jasa dan pendapatan
kembali stabil jumlah MNC pun mengalami perkapita). Lebih lanjut, pembangunan
peningkatan hingga mencapai 6.832 MNC, hal ekonomi berkelanjutan Negara Singapura
ini terus berlanjut hingga tahun 2006 telah adalah ditentukan oleh keterbatasan dan
mencapai angka 8.964 MNC meningkat kemampuan SDM, perluasan pasar regional,
sebesar 7,08% dari tahun sebelumnya sebesar penciptaan wirausaha baru, penciptaan inovasi
8.371 MNC (perhatikan gambar IV, 09). baru dan restrukturisasi ekonomi.
Lebih dari 95,0% perusahaan multi nasional Melalui hasil pengolahan data dengan
tersebut adalah perusahaan multi nasional yang mempergunakan Software SPSS (14) dan
memilih kantor pusatnya di Singapura. Negara LISREL 8.30 (pengujian lintas jalur / PATH)
dengan jumlah perusahaan multinasional diperoleh beberapa hasil penelitian tentang
(MNC) terbesar di Singapura adalah Amerika faktor-faktor pendukung keberhasilan sebagai
Serikat, diikuti Jepang, Korea, Cina dan salah satu pusat perdagangan dunia
Inggris. Perusahaan multi nasional di (keunggulan kompetitif atau competitive
Singapura telah memasuki hampir semua advantage dan pembangunan ekonomi
sektor bisnis di Singapura. Berdasarkan data berkelanjutan atau economic development
yang dihimpun oleh Trade Development Board Singapura) terhadap terciptanya kepuasan
( 2007, sektor bisnis yang paling di minati oleh bisnis Perusahaan Multinational (MNC), baik
para pelaku bisnis MNC adalah dibidang itu secara simultan dan parsial dan selanjutnya

30
dapat diestimasikan dengan terciptanya kepuasan para pelaku bisnis (satisfaction of
kepuasan bisnis MNC sebagai variabel business) multinational corporation (MNC)
perantara atau moderating variable, maka akan sebesar 69%, sedangkan sisanya sebesar 31%
memperkuat keberhasilan Singapura sebagai dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar
salah satu pusat perdagangan dunia. Adapaun, model. Lebih jauh dengan pengaruh kausal
bahasannya dijelaskan sebagai berikut: empiris antara variabel (X1) keunggulan
kompetitif (compeitif advantage) dan (X2)
(a.) Pengaruh Simultan Keunggulan pembangunan ekonomi berkelanjutan
Kompetitif (Competitif Advantage) dan (sustainable economic development) terhadap
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan terciptanya kepuasan bisnis MNC (satisfaction
(Sustainable Economic Develoment) of business) MNC dapat digambarkan melalui
Terhadap Kepuasan Bisnis MNC persamaan sub struktural 1 (satu),
(Satisfaction of Business) MNC. X 3 :  X 3 X 1   X 3 X 2  X 3  1 , atau X3 =
0,301X1 + 0,579X2 +  X 3  1 .  X 3  1 = 0,554.
Memperhatikan kajian diatas, maka suatu hal
yang perlu ditindak lanjuti adalah apakah Melalui persamaan struktural tersebut diatas,
secara simultan dan langsung (directly) diperoleh koefisien jalur  X 3 X 1 = 0,301 yang
variabel keunggulan kompetitif (competitif
relatif lebih kecil dari  X 3 X 2 = 0,579, hal ini
advantage) dan pembangunan ekonomi
berkelanjutan (sustainable economic memberikan arti bahwa pembangunan
development) Singapura tersebut mampu ekonomi berkelanjutan (sustainable economic
memberikan kontribusi yang positif dan development) secara langsung pengaruhnya
signifikan terhadap terciptanya kepuasan relatif lebih kuat dibanding keunggulan
bisnis MNC?, mengingat Hans C Blomqvist kompetitif (competitive advantage) Negara
(2005), bahwa keunggulan kompetitif Singapura dalam menciptakan kepuasan bisnis
(competitive advantage) yang sejalan dengan (satisfaction of business) MNC, dan melalui
gejolak pembangunan ekonomi berkelanjutan persamaan struktural tersebut diatas, juga
(sustainable economic development) Negara terjadi secara signifikan. Perhatikan penduga F
Singapura dapat dijadikan pendorong para hitung > F probability (sig) atau atau 84,685
investor untuk bertahan dan bahkan > 0,000 (   0,01 ). Berkaitan dengan
memperluas jaringan bisnisnya di Singapura.  0.05 maka perlu dilanjutkan melalui
Berdasarkan hasil olah data dengan pengujian individual / t-hitung (Retherford
mengunakan Standardized Coefisient Beta dari Robert D, 2003) melalui pengujian individual,
Software SPSS. 14.0, keunggulan kompetitif juga menunjukkan pengaruh yang signifikan.
(competitive advantage) Negara Singapura Perhatikan penduga t
dan pembangunan ekonomi berkelanjutan hitung dari masing-masing variabel (X1) dan
berpengaruh relatif kuat terhadap terciptanya
kepuasan bisnis (satisfaction of business)
MNC, hal ini ditunjukan dengan penduga R2
(R Square) Sebesar 0,693 atau dibulatkan (X2) dimana t hitung X1 > t probability sig-
sebesar 69%, yang berarti bahwa sinergi nya (3,019 > 0,003) untuk ( )  0,05 ,
keunggulan kompetitif (competitive
demikian halnya dengan t-hitung X2 > t
advantage) Negara Singapura dan
probability sig-nya (5,809 > 0,000) untuk
pembangunan ekonomi berkelanjutan
( )  0,01 .
(sustainable economic development) mampu
secara simultan mempengaruhi terciptanya

31
Fenomena ini tentunya mampu menjelaskan, kepuasan bisnis bagi pelaku bisnis
bahwa secara simultan faktor-faktor internasional di Singapura, lebih jelasnya
pendukung keberhasilan Singapura pengaruh kausal empiris dari kedua variabel
(keunggulan kompetitif / competitive (competitive advantage dan sustainable
advantage dan pembangunan ekonomi economic development) dapat digambarkan
berkelanjutan / sustainable economic melalui diagram jalur (gambar 50) dan
development) dapat dijadikan indikator yang pendistribusiannya (Tabel 38) berikut:

Gambar 16

relatif kuat dan signifikan mempengaruhi

(b) Pengaruh Parsial dan Langsung


Keunggulan Kompetitif (Competitif
Advantage) Terhadap Kepuasan Bisnis MNC perusahaan asing, bahkan negara ini telah
(Satisfaction Of Business) MNC menerapkan strategi lanjutan agar MNC tidak
hengkang, bahkan merangsang MNC
Keunggulan kompetitif suatu negara kerap kali meningkatkan peran strategisnya dari sekedar
menjadi salah satu sasaran bagi perusahaan- manufacturing base menjadi business
perusahaan Asing (MNC), dalam meraih headquarter bagi Asia dan dunia. Selain insentif
keberhasilan usaha, dengan demikian keunggulan fiskal berupa kemudahan-kemudahan fasilitas
lokasi (location advantage) suatu negara dapat dan pajak, Singapura juga menyediakan insentif
dijadikan daya tarik bagi FDI yang pada non fiskal berupa penyediaan SDM berdisiplin
umumnya perusahaan multinasional (MNC), dan berkualitas tinggi, dan penegakan hukum.
MNC menjadi daya tarik karena membawa Pelayanan yang diberikan adalah sebagai wujud
modal dan teknologi serta manajemen, dimana penciptaan kepuasan bisnis bagi perusahaan
ketiganya sangat dibutuhkan terutama oleh Multinasional (Hans C Blomqvist, 2005).
negara-negara berkembang. Dengan demikian, Memperhatikan ulasan tersebut di atas, pada
dampak positif dari FDI kerap kali suatu negara kesempatan ini secara implisit keunggulan
melakukan strategi agar MNC yang telah masuk kompetitif (competitif advantage) Negara
tidak hengkang ke negara lain. Seperti Negara Singapura diamati dari akumulasi faktor sosial
Singapura, dilihat dari eksporproduk dan faktor ekonomi. Selanjutnya, untuk faktor
manufacturnya dan jasa terutama yang sosial, adalah letak geografis, stabilitas
berkandungan tinggi ternyata masih didominasi keamanan, penegakan hukum, dan disiplin kerja

32
tinggi, sedangkan faktor ekonomi, adalah memperhatikan pembentukan analisis jalur
infrastruktur, pengembangan sektor jasa dan tersebut diatas, ternyata tejadi secara signifikan,
pendapatan perkapita Negara Singapura. hal itu ditunjukkan oleh t hitung yang dihasilkan
Memperhatikan, output data terlampir diperoleh > t-probability sig atau 3,019> 0,003
penduga-penduga parameter kuantitatif adalah (  0,05) . Fenomena kuantitatif ini
sebagai berikut: memberikan arti, bahwa dengan keunggulan
Secara parsial dan langsung keunggulan kompetitif (competitive advantage) Negara
kompetitif (competitive advantage) / X1 Singapura, baik dari pengamatan sosial maupun
berpengaruh positif terhadap kepuasan bisnis ekonomi pada saat penelitian dilakukan ternyata
MNC (satisfaction of busines MNC). Hal itu secara signifikan mempengaruhi kepuasan bisnis
ditunjukkan melalui koefisien jalur yang (satisfaction of business) MNC di Singapura, atau
dihasilkan atau sebesar (  X 3 X1 = 0,301) dengan paling tidak dapat dinyatakan dengan keunggulan
kompetitif Singapura akan memotivasi pihak
kontribusi sebesar R 2 X 3 X 1 = 0,3012 atau 0,096
MNC untuk tetap bertahan dan bahkan
(9%), dan residue error atau  X 3  1 =0,950. menjadikan Singapura sebagai home basenya
Melalui diagram jalur, data tersebut dapat MNC. Pendistribusian data tersebut digambarkan
digambarkan dalam persamaan sub struktural -1 melalui tampilan gambar 51 dan pendistribusian
(satu) X 3  X 3 X 1  X 3 1 = atau datanya dapat dilihat pada tampilan Tabel 39
berikut:
X 3  0,301X 1  X 3 1 . Lebih lanjut,

Gambar 17

Memperhatikan hasil temuan diatas, maka suatu jasa, pendapatan per kapita), mengingat bahwa
hal yang perlu ditindak lanjuti adalah, bagaimana kedua faktor ini teridentifikasi nyata merupakan
pengaruh variabel keunggulan kompetitif faktor pembentuk keunggulan kompetitif (Yip,
(competitive advantage) Negara Singapura, George S, 2002).
dilihat dari faktor sosial (letak geografis,
stabilitas keamanan, penegakan hukum, disiplin Dalam pengaruh parsial letak geografis terhadap
tenaga kerja), dan bagaimana pula pengaruh kepuasan bisnis (satisfaction of business) MNC,
variabel keunggulan kompetitif (competitive letak geografis memberikan pengaruh positif.
advantage) Negara Singapura, dilihat dari faktor Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar
ekonomi (infrastruktur, pengembangan sektor 0,526 dengan kontribusi R 2 X 3X111 = 0,5262 =

33
0,277 (28%), untuk residue error atau  X 3  1 R 2 X 3X113 = 0,5742 = 0,330 (33%), untuk residue
=0,850. Dengan demikian, analisis jalurnya dapat error atau  X 3  1 =0,818, analisis jalurnya dapat
digambarkan melalui persamaan sub- digambarkan melalui persamaan sub-
substruktural-1 (satu) X3 = X 3 X 111 +  X 3  1 , substruktural-1 (satu) X3 = X 3 X 113 +  X 3  1 atau
atau X3 = 0,526 X 111 + 0,850  1 , dan terjadi X3 = 0,574 X 113 + 0,818 1 , dan terjadi secara
secara signifikan, perhatikan t hitung yang signifikan perhatikan t hitung yang dihasilkan > t
dihasilkan > t probability sig atau 5,379 > 0,000 probability sig atau 6,115 > 0,000 pada
pada   0,01 . Hal tersebut memberikan arti, (  0,01) .
bahwa dengan keunggulan lokasi (competitive
location) Singapura ternyata secara signifikan Faktor disiplin kerja para pekerja Negara
mampu menciptakan kepuasan bisnis Singapura ternyata secara langsung memberikan
(satisfaction of business) MNC di Singapura. pengaruh yang positif terhadap terciptanya
kepuasan bisnis (satisfaction of business) MNC.
Dalam pengaruh parsial faktor keamanan yang Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar
kondusif terhadap kepuasan bisnis (satisfaction of
0,556 dengan kontribusi R 2 X 3X114 = 0,509)2 =
business) MNC, faktor keamanan yang kondusif
memberikan pengaruh positif yang lemah. Hal itu 0,309 (31%), untuk residue error atau  X 3  1 =
ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar 0,089, 0,831, dan melalui analisis jalur tersebut dapat
dengan kontribusi yang relatif sangat lemah digambarkan melalui persamaan sub-
( R 2 X 3X112 = 0,0892 = 0,007 atau sebesar 1,0%), substruktural-1 (satu) X3 = X 3 X 114 +  X 3  1 atau
untuk residue error atau  X 3  1 = 0,996. Dengan X3 = 0,556 X 114 + 0,831 1 , juga terjadi secara
demikian analisis jalurnya dapat digambarkan signifikan perhatikan t hitung yang dihasilkan > t
melalui persamaan sub-substruktural -1 (satu) X3 probability sig atau 5,827 > 0,000 (  0,01) .
= X 3 X 112 +  X 3  1 , atau X3 = 0,089 X 112 + Hal tersebut, memberikan arti bahwa dengan
0,996 1 , dan terjadi secara tidak signifikan, disiplin kerja SDM yang tinggi ternyata secara
perhatikan t probability sig >  atau 0,479 > signifikan mampu menciptakan kepuasan bisnis
0,1. Fenomena ini, tampaknya dapat merubah (satisfaction of business) MNC di Singapura.
fenomena yang berkembang, bahwa daya tarik Fenomena diatas, dapat menegaskan bahwa pada
investor asing pada saat penelitian dilakukan saat penelitian dilakukan, disiplin kerja tinggi
tidak lagi didukung oleh daya tarik faktor sebagaimana yang terkumandang dapat
keamanan yang kondusif sebagaimana berpengaruh secara signifikan terhadap
dikemukakan oleh Celia Loe (2004), namun lebih terciptanya kepuasan bisnis pelaku bisnis
dari itu ditentukan oleh faktor lain. Hal yang internasional.
terkait dengan hal penolakan hipotesis tersebut
diatas, bahwa disamping keamanan yang Kemudian, hal yang menarik untuk diketahui
kondusif juga teridentifikasi kuatnya legalitas lebih lanjut adalah bagaimanakah pengaruh
hukum dan letak geografis yang strategis dalam faktor ekonomi (infrastruktur, pengembangan
muatan bisnis internasional. sektor jasa, dan pendapatan perkapita) terhadap
Faktor penegakan hukum Negara Singapura kepuasan bisnis (satisfaction of business) MNC.
secara langsung memiliki peran yang penting Dalam hubungan parsial faktor infrastruktur
terhadap terciptanya kepuasan bisnis (satisfaction terhadap kepuasan bisnis (satisfaction of
of business) MNC. Hal itu ditunjukkan oleh business) MNC, faktor infrastruktur memberikan
koefisien jalur sebesar 0,574 dengan kontribusi pengaruh positif. Hal itu ditunjukkan oleh

34
koefisien jalur sebesar 0,609 dengan kontribusi t probability sig atau 4,469 > 0,000 pada
R 2
X 3X 121
2
= 0,609 = 0,371 (37%), untuk residue   0,01 .
error atau  X 3  1 =0,793. Dengan demikian Pengaruh parsial antara faktor pendapatan
perkapita terhadap kepuasan bisnis ternyata juga
analisis jalurnya dapat digambarkan melalui
memiliki peran penting dalam menciptakan
persamaan sub-substruktural-1 (satu) X3 =
kepuasan bisnis (satisfaction of business) MNC.
X 3 X 121 +  X  1 atau
3
X3 = 0,609 X 121 + Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar
0,793 1 , dan terjadi secara signifikan perhatikan 0,514 dengan kontribusi R 2 X 3X123 = 0,5142 =
t hitung yang dihasilkan > t probability sig atau 0,264 (26%), untuk residue error atau  X 3  1 =
6,693 > 0,000 pada   0,01 . 0,857. Dengan demikian, dapat digambarkan
Pengaruh parsial antara faktor pengembangan melalui persamaan sub-substruktural-1 (satu) X3
sektor jasa terhadap terciptanya kepuasan MNC,
= X 3 X 223 +  X  1 atau X3 = 0,514 X 123 +
dapat memberikan pengaruh yang positif. Hal itu 3

ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar 0,456 0,857 1 , dan terjadi secara signifikan,
dengan kontribusi R 2 X 3X122 = 0,4562 = 0,208 perhatikan t hitung yang dihasilkan > t
probability sig atau 5,223 > 0,000 (  0,01) .
(21%), untuk residue error atau  X 3  1 =0,889.
Lebih jelasnya pendistribusian data dari pengaruh
Dengan demikian, melalui analisis jalurnya dapat
parsial indikator-indikator keunggulan
digambarkan persamaan sub-substruktural-1
kompetitif (competitive advantage) baik dari
(satu) X3 = X 3 X 122 +  X  1 atau X3 =
3 faktor sosial maupun faktor ekonomi dapat
0,456 X 22
2 + 0,889 1 , dan terjadi secara diamati melalui tampilan tabel 40 dan gambar
52 berikut ini:
signifikan. Perhatikan t hitung yang dihasilkan >

(c). Pengaruh Parsial dan Langsung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (Sustainable


Economic Development) Terhadap Kepuasan Bisnis (Satisfaction of business) MNC.

Memperhatikan hasil temuan diatas, maka suatu melalui indikator, keterbatasan dan kemampuan
hal yang perlu ditindak lanjuti adalah, apakah SDM, perluasan pasar regional, penciptaan
secara parsial variabel pembangunan ekonomi wirausaha baru, penciptaan inovasi baru, dan
berkelanjutan (sustainable economic restrukturisasi ekonomi juga mampu
development) yang dalam kesempatan ini diamati

35
mempengaruhi terciptanya kepuasan bisnis (  X 3 X 2 = 0,579) dengan kontribusi R 2 X 3 X 2 =
(satisfaction of business) MNC.
Sebagaimana yang dijelaskan Goh Chok Tong 0,579 2 atau 0,335 dibulatkan menjadi 33%
(2002), bahwa Singapura mampu menciptakan dengan Residue error (  X 3  1 )=0,815.
kepuasan para investor melalui 5 (lima) langkah Kemudian, melalui pendekatan analisis jalur
adalah pertama visi global yang didahului dengan dapat digambarkan sebagai persamaan sub
peralihan pasar regional dalam radius tujuh jam stutural 1 (satu) X 3   X 3 X 2  X 3 1 atau
terbang dari Singapura, kedua penciptaan
wirausaha baru dimana pemerintah akan X 3  0,579 X 2 + 0,815  1 , juga terjadi secara
memberikan dukungan dan fasilitas untuk signifikan. Perhatikan penduga uji individual-t 
wirausaha lokal dan internasional, ketiga adalah probability–t sig atau 5,809  0,000 (  < 0,01).
menggalakkan inovasi dengan membentuk dewan
Fenomena kuantitatif ini dapat diartikan, bahwa
inovasi nasional untuk menggalakkan penciptaan
dengan pembangunan ekonomi yang
produk dan jasa inovatif, dan hasil inovasi ini
berkelanjutan (sustainabel economic
diharapkan akan menyumbang ekonomi baru
development) dalam konteks keterbatasan dan
yang signifikan bagi Singapura dan relasi
kemampuan SDM, perluasan pasar regional,
bisnisnya, keempat adalah restrukturisasi
penciptaan wirausaha baru, inovasi dan
ekonomi yang dilakukan di Singapura untuk
restrukturisasi ekonomi Singapura pada saat
membuat sektor ekspornya lebih kompetitif.
penelitian ini dilakukan ternyata secara langsung
Sektor manufacture dimutakhirkan dan
akan mempengaruhi terciptanya kepuasan pelaku
dikembangkan dalam restrukturisasi ini,
bisnis (satisfaction of busines) Multinational
Singapura mengembangkan riset informatika dan
Corporation di Singapura atau paling tidak dapat
pengobatan atau kesehatan (life science)
dijelaskan dengan kebijakan pembangunan
disamping itu, kelima keterbatasan SDM
ekonomi Singapura yang terkait dengan
memaksakan pemerintah menarik dan menjalin
kemampuan SDM, perluasan pasar regional,
kerjasama dengan negara-negara yang beroperasi
penciptaan wirausaha baru, inovasi dan
di wilayah Singapura tersebut mampu
restrukturisasi ekonomi ternyata mampu
memberikan kontribusi yang positif terhadap
memberikan kepuasan bisnis tersendiri bagi
terciptanya kepuasan bisnis MNC.
pelaku perusahaan MNC di Singapura. Lebih
Merujuk hasil output data (terlampir) pengaruh
jelasnya pengaruh kausal empiris dan
parsial dan langsung variabel pembangunan
pendistribusian data di atas dapat diamati melalui
ekonomi kelanjutan (sustainable economic
tampilan diagram jalur (Gambar 53) dan
development) terhadap terciptanya kepuasan
pendistribusian datanya dapat dilihat pada
bisnis (satisfaction of business) Multinasional
tampilan Tabel 4.36 berikut:
Corporation MNC Singapura ternyata juga
berpengaruh positif. Hal itu ditunjukkan melalui
koefisien jalur yang dihasilkan atau sebesar

36
Memperhatikan pengaruh pembangunan ekonomi keterbatasan dan kemampuan SDM dapat
berkelanjutan (sustainable economic dijadikan indikator yang positif dalam upaya
development) terhadap terciptanya kepuasan menciptakan kepuasan bisnis multinational
bisnis (satisfaction of business) MNC, timbul corporation di Singapura.
suatu pertanyaan yang sangat menarik untuk Perluasan pasar regional yang dilakukan
ditindaklanjuti, yakni bagaimanakah pengaruh pemerintah untuk 7 jam penerbangan dari
pembangunan ekonomi berkelanjutan Singapura ternyata telah memberikan pengaruh
(sustainable economic development) dalam positif. Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur
konteks faktor keterbatasan dan kemampuan sebesar 0,552 dengan kontribusi
SDM, perluasan pasar regional, penciptaan R 2 X 3X 22 (0,552)2= 0,305 (31%), untuk residue
wirausaha baru, penciptaan inovasi baru dan
error (  X 3  1 )=0,833. Dengan demikian melalui
restrukturisasi ekonomi mengingat, bahwa faktor
ini yang juga teridentifikasi sebagai unsur analisis jalurnya dapat digambarkan sebagai
penguat dari “sustainable economic persamaan sub-substruktural - 1 (satu) X3 =
development” Negara Singapura.(Goh Chok X 3 X 22 +  X  1 atau X3 = 0,522 X 22 + 0,833 1 ,
3
Tong, 2002). dan terjadi secara signifikan, perhatikan t hitung
Pada hubungan parsial keterbatasan dan yang dihasilkan > t probability sig atau 5,771 >
kemampuan SDM terhadap kepuasan bisnis 0,000 pada   0,01 . Fenomena tersebut mampu
MNC dapat memberikan pengaruh yang positif.
dijadikan indikator yang positif terhadap
Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar
terciptanya kepuasan MNC, artinya dengan,
0,467 dengan kontribusi R 2 X 3X 21 = 0,4672 = terbukanya peluang pasar ke negara-negara
0,218 atau sebesar 22%, untuk residue error tetangga yang dapat ditempuh dalam 7 jam
(  X 3  1 )=0,884. Dengan demikian analisis penerbangan tentunya akan memperluas market
jalurnya dapat digambarkan melalui persamaan share dari perusahaan MNC (Kim W. Chan &
Peter Hwang, 2004).
sub-substruktural - 1 (satu) X3 = X 3 X 21 +
Demikian halnya, dengan hubungan kausal
 X  1 atau X3 = 0,467 X 21 + 0,884 1 , dan
3
empiris antara faktor penciptaan wirausaha baru
terjadi secara signifikan, perhatikan t hitung yang terhadap terciptanya kepuasan bisnis (satisfaction
dihasilkan > t probability sig atau 4,600 > 0,000 of business) MNC ternyata juga memberikan
pada   0,01 . Hal ini memberikan arti, bahwa kontribusi yang positif. Hal itu ditunjukkan oleh
koefisien jalur sebesar 0,563 dengan kontribusi

37
R 2 X 3X 23 = 0,5632 = 0,317 atau sebesar 32%, untuk Hal yang sama, restrukturisasi ekonomi secara
parsial, ternyata memberikan pengaruh yang
residue error (  X 3  1 )=0,826. Dengan demikian,
positif terhadap kepuasan bisnis (satisfaction of
analisis jalurnya dapat digambarkan melalui business) MNC. Hal itu ditunjukkan oleh
persamaan sub-substruktural-1 (satu) X3 = koefisien jalur sebesar 0,619 dengan kontribusi
X 3 X 23 +  X  1 atau X3 = 0,563 X 23 + 0,826 1 ,
3 R 2 X 3X 25 = 0,6192= 0,383 (38%), untuk residue
dan terjadi secara signifikan perhatikan t hitung error (  X 3  1 )=0,785, Dengan demikian analisis
yang dihasilkan > t probability sig atau 5,856 >
jalurnya dapat digambarkan melalui persamaan
0,000 (  0,01 ).
sub-substruktural-1 (satu) X3 =
Hubungan kausal empiris antara faktor
X 3 X 25 +  X  1 atau X3 = 0,619 X 25 + 0,785 1 ,
penciptaan inovasi baru terhadap terciptanya 3

kepuasan bisnis MNC memiliki pengaruh yang juga terjadi secara signifikan. Perhatikan t hitung
positif. Hal itu ditunjukkan oleh koefisien jalur yang dihasilkan > t probability sig atau 6,872 >
sebesar 0,456, dengan kontribusi R 2 X 3X 24 = 0,000 pada   0,01 .

0,4562 = 0,208 (21%), untuk residue error Lebih jelasnya pendistribusian data dari pengaruh
parsial untuk indikator-indikator variabel
(  X 3  1 )=0,889, dan melalui analisis jalurnya
pembangunan ekonomi berkelanjutan
dapat digambarkan melalui persamaan sub- (sustainable economic development) terhadap
substruktural - 1 (satu) X3 = X 3 X 24 +  X 3  1 atau kepuasan bisnis perusahaan multinasional
corporation dapat diamati melalui tampilan tabel
X3 = 0,456 X 24 + 0,889 1 , juga terjadi secara
42 berikut:
signifikan perhatikan t hitung yang dihasilkan > t
probability sig atau 4,469 > 0,000 pada
  0,01 .

Dalam upaya untuk mengetahui pengaruh empiris dari kelima indikator tersebut maka dapat
digambarkan melalui diagram jalur pada gambar 54 berikut:

38
(d). Pengaruh Parsial dan Langsung memiliki keunggulan sosial (lokasi bisnis yang
Keunggulan Kompetitif (Competitif strategis, negara yang kondusif/aman, penegakan
Advantage) Terhadap Keberhasilan Singapura hukum yang ketat, dan memiliki tenaga kerja
Sebagai Salah Satu Pusat Perdagangan Dunia. yang berdisiplin tinggi) berikut keunggulan
Dunia sekarang memasuki atmosfir persaingan ekonomi (memiliki infrastruktur bisnis kelas
paling sengit sepanjang sejarah. Keadaan ini dunia, pengembangan sektor jasa dan negara
terjadi karena dua arus besar terjadi secara yang pendapatan perkapitanya tinggi. Apakah
simultan yaitu perubahan revolusioner di bidang juga fenomena ini mampu memprediksikan
manajemen dan teknologi informasi serta keberhasilan singapura sebagai salah satu pusat
pelembagaan aturan-aturan yang memacu iklim perdagangan dunia ?. Mengingat keunggulan
kompetisi global. Penerapan ilmu pengetahuan sosial dan ekonomi negara Singapura pada saat-
dan teknologi yang inovatif telah menciptakan saat ini adalah menjadi salah satu daya tarik para
persaingan global yang hebat, Outputnya investor memasuki wilayah dari salah satu dari 4
terwujud dalam berbagai produk teknologi dan (empat) macan Asia di Asia Tenggara (Kotler
manajemen yang memungkinkan fleksibilitas dan Philip dan Hermawan Kartajaya, 2000).
aksesibilitas sangat tinggi dalam proses produksi, Secara parsial dan langsung keunggulan
komunikasi dan pengambilan keputusan. kompetitif (competitif advantage) Negara
Fenomena tersebut diikuti kompetisi Singapura memberikan pengaruh yang relatif
perdagangan bebas (free market). Setiap negara kuat terhadap keberhasilan Singapura sebagai
diharapkan pada keniscayaan untuk mengurangi salah satu pusat perdagangan dunia. Hal itu,
secara derastis ataupun menghapus kebijakan- dapat ditunjukkan melalui perolehan koefisien
kebijakan makro yang tidak kondusif terhadap jalur (PYX1=0,207), dengan kontribusi R 2 Y X 1 =
kompetisi, apakah itu subsidi, proteksi, dan 0,2072= 0,0428 atau dibulatkan menjadi 4,0%
hambatan-hambatan tarif. Hal pokok yang (sisanya 96,0% diluar model), dengan residual
mendasari lahirnya pasar bebas adalah semangat
error atau PY  2 = 0,978. Melalui analisis jalur,
persaingan antar [Link] perdagangan
dan penerapan aturan-aturan pasar bebas data-data tersebut dapat digambarkan sebagai
memiliki dampak sangat besar pada kompetisi persamaan sub struktural-2 (dua) atau Y=0,207X1
global, dan hal ini adalah warna khas dunia + 0,978  2 , juga terjadi secara signifikan. Hal itu,
dalam me masuki abad dan sekaligus melinium dapat ditunjukkan melalui indikator penduga t.
baru, yang berbeda dari abad sebelumnya. individual > t probability sig atau 1,929 > 0,045
Dengan demikian, setiap negara apakah negara (  < 0,05).
maju berkembang atau terbelakang berada dalam Hal yang sama, bahwa fenomena kuantitatif
satu kompetisi dengan tantangan sama aturan tersebut dapat diartikan melalui keunggulan
yang sama, namun latarbelakang dan kompetitif (competitive advantage) secara
kemampuan yang berbeda. Berbagai langsung ternyata mampu berpengaruh secara
kemungkinan, sebagai kon-sekuensi kompetisi, signifikan terhadap keberhasilan Singapura
dapat saja terjadi, apakah suatu negara itu telah sebagai salah satu pusat perdagangan dunia, atau
terjadi degradasi/kemunduran atau negara dalam paling tidak dapat dijelaskan “competitive
promosi (negara mengalami keberhasilan). Hal advantage” Negara Singapura dijadikan landasan
itu, sangat bergantung dari keunggulan awal pihak perusahaan MNC melakukan
kompetitif yang dimiliki, dan sedang investasi ke Negara Singapura. Dengan demikian,
dikembangkan oleh suatu bangsa (Kotler Phillip, akan mampu menstimulus keberhasilan
Maesince Jaturiptak, 1997). Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan
Melalui ulasan tersebut diatas, adalah yang dunia, misalnya Singapura “berhasil dalam
terjadi dengan negara Singapura, yang dikenal meningkatkan kinerja expor yang didominasi

39
oleh aktivitas bisnis perusahahaan multinasional” diagram jalur (Gambar 55). Kemudian,
Johnny Sung (2006). pendistribusian datanya dapat dilihat pada
Lebih jelasnya, pengaruh kausal empiris dari tampilan Tabel 43 berikut:
data-data diatas dapat diamati melalui tampilan

Kemudian untuk lebih jelas mengetahui koefisien jalur, pengaruh langsung, pengaruh total dan parsial
dari Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) terhadap keberhasilan Singapura sebagai salah
satu pusat perdagangan dunia dapat disajikan dalam tabel 43 berikut:

Melalui uraian diatas dapat diketahui pengaruh


variabel keunggulan kompetitif / competitive PM Singapura Lee Hsien Loong dalam
advantage Negara Singapura (X1) tanpa melalui Singapore year book (2007), dalam Forum
terciptanya kepuasan bisnis / satisfaction of Ekonomi Dunia tentang Asia Timur, menyatakan
business (X3) terhadap keberhasilan Singapura bahwa kerapkali keberhasilan suatu negara
sebagai salah satu pusat perdagangan dunia (Y) menjadi salah satu pusat perdagangan dunia
adalah positif, relatif kuat dan signifikan, atau adalah ditentukan oleh hubungan simbiosis nilai-
paling tidak dapat diprediksikan melalui nilai pembangunan ekonomi itu sendiri dengan
keunggulan kompetitif (competitive advantage) nilai ekologis, adalah dijelaskannya sebagai
yang dimiliki dan dikembangkan Negara gebrakan pembangunan ekonomi Singapura
Singapura berhasil menstimulus para investor antara lain; membangun kemampuan SDM,
dunia untuk memasuki Negara Singapura, perluasan pasar regional, penciptaan wirausaha
sehubungan daya tarik faktor sosial dan faktor baru dan pembangunan restrukturisasi ekonomi
ekonomi dapat dijadikan landasan awal meraih Singapura mampu mengantarkan Singapura
peluang (to get it chance) bagi pelaku bisnis sebagai salah satu pusat perdagangan dunia.
internasional. Menindaklanjuti pernyataan tersebut, adalah
sesuatu yang menarik, bila dikaitkan dengan
(e.) Pengaruh Parsial dan Langsung fenomena atau dari perspektif para investor,
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang dalam kesempatan ini sebagai objek
(Sustainable Economic Development) penelitian adalah bagi Perusahaan Multinasional
Terhadap Keberhasilan Singapura Sebagai yang memilih home base-nya di wilayah
salah satu Pusat Perdagangan Dunia. Singapura.

40
Melalui pengujian data, hubungan parsial dan kuantitatif ini memberikan arti, bahwa dengan
langsung yang dihasilkan oleh variabel pembangunan ekonomi Singapura yang
pembangunan ekonomi berkelanjutan berkelanjutan (Sustainable Economic
(sustainable economic development) terhadap Development) secara signifikan telah
keberhasilan Singapura sebagai pusat mempengaruhi keberhasilan Singapura sebagai
perdagangan dunia, adalah sebagai berikut: salah satu pusat perdagangan dunia, atau dapat
Secara langsung pembangunan ekonomi yang dijelaskan dengan dinamika pembangunan
berkelanjutan (sustainable economic ekonomi Singapura, sebagaimana yang dibahas
development) berpengaruh positif terhadap terdahulu dalam mempengaruhi kepuasan bisnis
keberhasilan Singapura sebagai salah satu pusat pelaku MNC, ternyata juga mampu
perdagangan dunia. Hal itu dapat ditunjukan mempengaruhi keberhasilan Singapura sebagai
melalui hasil perolehan koefisien jalur atau salah satu pusat perdagangan dunia, misalnya
YX 2 = 0,444 dengan kontribusi sebesar Singapura “berhasil” dengan pembangunan
ekonomi yang mampu menstimulus pihak
R 2YX 2 = 0,4442 atau 0,1971 dibulatkan menjadi
investor, Singapura menjadi home base bagi
20,0% (sisanya 80,0%, adalah diluar model), dan MNC yang terbesar di Asia pasifik, dan bahkan
nilai residual error atau  Y  2 = 0,896. mampu mengungguli negara-negara maju di
Kemudian, melalui pendekatan analisis jalur dunia, lebih jelasnya pendistribusian data-data
data-data tersebut dapat digambarkan sebagai diatas dapat diamati melalui tampilan diagram
persamaan sub structural 2 (dua) jalur, (Gambar 56) dan pendistribusian datanya
Y  YX 2  Y 2 atau Y= 0,444X2+ 0,896  2 , dapat dilihat melalui tampilan Tabel 44 berikut :
dan terjadi secara signifikan. Hal itu dapat
ditunjukkan melalui t. individual  t. probability
Sig atau 3,637  0,001 (  0,01) . Ulasan

(f). Pengaruh Langsung Kepuasan Bisnis Tingkat pelayanan yang diberikan oleh negara
(Satisfaction Of Business) MNC Terhadap terhadap perusahaan multinational corporation
Keberhasilan Singapura Sebagai Salah Satu (MNC) yang berdomisili pada negara yang
Pusat Perdagangan Dunia. bersangkutan, secara langsung kerapkali
memberikan dampak terhadap puas atau tidaknya
pelaku bisnis internasional, misalnya yang

41
dijelaskan oleh Dunning John H. (2004), bahwa  y X 3 =0,240, dan mampu memberikan
kinerja pelayanan fasilitas dari suatu negara
misal, infrastruktur bisnis yang tinggi dan efisien kontribusi sebesar R 2 y X 3 =0,2402 atau 0,0576
adalah salah satu wujud kepuasan bisnis para dibulatkan menjadi 6,0% (sisanya 94,0% diluar
pelaku bisnis internasional untuk tetap memilih model), dan atas perhitungan tersebut pula
alternatif lokasi bisnis (home base-nya), lebih diperoleh  y X 3 2 ,= 0,970. Kemudian, melalui
jauh dijelaskan oleh Dunning John H., bahwa pendekatan analisis jalur, data-data tersebut dapat
keberhasilan perdagangan suatu negara akan digambarkan melalui persamaan sub struktural 2
sangat dicerminkan oleh kinerja ekspor yang
(dua) adalah Y=  y X 3   X 3  2 atau
sudah barang tentu adalah dari dampak
keberadaan perusahaan–perusahaan Y=0,240X1 +0,970  2 dan pengaruhnya terjadi
multinasional. secara signifikan. Perhatikan perolehan t hitung
Memperhatikan, pernyataan tersebut di atas satu > t probability sig yang dihasilkan sebesar 2,045
hal yang menarik untuk diamati secara > 0,044 untuk (  <0,05). Hal ini memberikan
kuantitatif, apakah kepuasan bisnis MNC arti, bahwa melalui dengan terciptanya kepuasan
(melalui kualitas pelayanan bisnis yang diberikan bisnis pelaku bisnis multinational corporation
pemerintah Singapura) secara langsung (directly) akan mampu memproyeksikan keberhasilan
berpengaruh terhadap keberhasilan Singapura Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan
sebagai salah satu pusat perdagangan dunia?. dunia yang berkelanjutan. Lebih lanjut, pengaruh
Melalui hasil olahan data, ternyata kepuasan kausal empiris dari data-data tersebut diatas dapat
bisnis MNC berpengaruh positif terhadap diamati melalui tampilan diagram jalur
keberhasilan Singapura sebagai salah satu pusat (Gambaran pendistribusian datanya, juga dapat
perdagangan dunia. Hal itu ditunjukkan melalui diamati melalui tampilan Tabel IV.45 berikut:
hasil perolehan koefisien jalur atau

(g.) Pengaruh Keunggulan Kompetitif Salah Satu Pusat Perdagangan Dunia Melalui
(Competitif Advantage) dan Pembangunan Terciptanya Kepuasan Bisnis (Satisfaction of
Ekonomi Berkelanjutan (Sustainable Business) MNC.
Economic Develoment) Terhadap
Keberhasilan Negara Singapura Sebagai

42
Setelah mengetahui pengaruh langsung (directly) bila didukung dengan data-data empiris
yang diberikan oleh variabel keunggulan (terlampir).
kompetitif (competitive advantage) dan Menunjuk data terlampir, apakah keberhasilan
pembangunan ekonomi berkelanjutan (sustaiable Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan
economic development) Singapura, baik secara dunia dapat dimoderasi oleh variabel kepuasan
parsial maupun simultan terhadap keberhasilan bisnis MNC, maka dianalisis melalui beberapa
singapura sebagai salah satu pusat perdagangan pendekatan adalah diantaranya melalui uji
dunia. Selanjutnya, bagaimanakah pengaruh interaksi, uji nilai selisih mutlak, dan uji residue
variabel Kepuasan bisnis MNC yang dalam pada (Yuyun Wirasasmita, 2006). Namun pada
kesempatan ini diperlakukan sebagai variabel kesempatan ini, untuk mengamati apakah
perantara yang mampu memperkuat hubungan variabel kepuasan bisnis MNC dapat dijadikan
langsung antara variabel Keunggulan kompetitif variabel yang mampu memperkuat hubungan
(competitive advantage) dan pembangunan langsung antara variabel keunggulan kompetitif
ekonomi berkelanjutan (sustaianable economic (competitive advantage) dan pembangunan
development) terhadap keberhasilan Singapura ekonomi berkelanjutan (sustainable economic
sebagai salah satu pusat perdagangan dunia?. development) terhadap keberhasilan Singapura
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Dunning sebagai salah satu pusat perdagangan dunia,
(2004), bahwa dengan terciptanya kepuasan adalah disamping menggunakan selisih antar
bisnis bagi MNC di suatu negara, pemenuhan jalur, juga diperkuat melalui pendekatan uji
kebutuhan bisnis, dalam hal potongan pajak, signifikansi jalur melalui Running Test (Lisrel,
penyediaan infrastruktur kelas dunia, kemampuan 8.3), sebagaimana yang dijelaskan Yuyun
SDM, dan lingkungan yang kondusif maka Wirasasmita (2006), bila teridentifikasi ada
mampu mencerminkan tingginya investor masuk, variabel yang merupakan variabel unobservable
dan mampu pula menciptakan kinerja ekspor bagi atau dalam kesempatan ini adalah variabel
negara yang bersangkutan. kepuasan bisnis MNC (X3). Lebih jauh
Memperhatikan ulasan tersebut diatas adalah dijelaskannya, apabila teridentifikasi variabel
suatu hal yang dianggap menarik apakah (X3) dianggap variabel moderator memoderasi
keberhasilan Singapura sebagai salah satu pusat pengaruh variabel X1 terhadap Y, sehingga
perdagangan dunia, ternyata dapat dimoderasi pengaruh X1 terhadap Y dapat menjadi kuat atau
dengan terciptanya kepuasan bisnis pelaku menjadi lemah. Apabila pengaruh X3 terhadap
perusahaan multinasional, mengingat relatif X1 dan X1 terhadap Y signifikan, dan pengaruh
tingginya motivasi investor asing untuk tetap X1 terhadap Y signifikan, maka variabel (X3)
menjadikan Singapura sebagai home-base-nya merupakan variabel moderator. Kemudian
perusahaan multinasional. Kemudian, sebagai apabila pengaruh dari X3 ke X1 dan Y tidak
ilustrasi keberhasilan Singapura tersebut signifikan atau salah satunya tidak signifikan,
Mengacu dari data survei Zafar Al Ahmed dalam sedangkan pengaruh X1 ke Y signifikan maka X3
(Ali Abas J Robert, 2005) (President and CEO bukan variabel moderator, dan apabila pengaruh
Academy For Global Business Advancement ma X3 ke X1 signifikan dan pengaruh X3 ke X2
Texas A & M university at Comerce USA) bahwa signifikan dan pengaruh X3 ke Y signifikan akan
96% GDP Singapura dihasilkan melalui tetapi pengaruh X1 ke Y tidak signifikan, maka
kontribusi perusahaan multinasional corporation . variabel moderator semu. Hal yang menarik
Hal ini memberikan indikasi terciptanya dijelaskan, apabila hubungan itu semuanya tidak
kepuasan bisnis pelaku perusahaan multinasional terjadi secara signifikan, maka variabel X3 akan
telah mampu mendorong keberhasilan singapura memperlemah hubungan X1 terhadap Y dan hal
sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. yang sama dari hubungan X2 terhadap Y melalui
Fenomena diatas tampaknya sangat signifikan X3 jelasnya pengaruh kausalistik antara variabel

43
X1 dan X2 terhadap Y melalui X3. Variabel yang model and two equation path model) dapat
teridentifikasi memoderasi variabel Y adalah digambarkan melalui diagram jalur (PATH) full
dapat dijelaskan melalui analisis jalur (PATH models sebagai berikut:
Analysis) pada Gambar IV.39 berikut:
Kerangka pengaruh kausal empiris antara jalur
structural satu dan dua (a single equation path

Berdasarkan hasil perhitungan secara d. Secara parsial dan langsung keunggulan


keseluruhan, maka dapat dimaknai dan dibahas kompetitif (competitive advantage)/X1
sehingga memberikan informasi secara objektif berpengaruh positif (21,0%), dan mampu
sebagai berikut (Kenny David, 2005). memberikan kontribusi yang signifikan
a. Secara simultan keunggulan kompetitif terhadap keberhasilan Singapura sebagai
(competitive advantage)/X1 dan salah satu pusat perdagangan dunia (Y) atau
pembangunan ekonomi berkelanjutan atau sebesar 0,2072 x 100%=0,0428
(sustainable economic development)/X2 dibulatkan (4,0%).
berpengaruh positif (69,0%), dan mampu e. Secara parsial dan langsung pembangunan
memberikan kontribusi yang positif dan ekonomi berkelanjutan (sustainable
signifikan terhadap terciptanya kepuasan economic development)/X2 berpengaruh
bisnis MNC, atau sebesar 31,0% merupakan positif (44,0%), dan mampu memberikan
kontribusi dari variabel lain yang tidak kontribusi yang signifikan terhadap
dimuat dalam model. keberhasilan Singapura sebagai salah satu
b. Secara parsial dan langsung keunggulan pusat perdagangan dunia (Y) atau sebesar
kompetitif (competitive advantage)/X1 0,444 x 100% = 0,1971 dibulatkan (20,0%).
berpengaruh positif (30,0%), dan mampu f. Secara langsung dengan terciptanya
memberikan kontribusi yang signifikan kepuasan bisnis MNC (satisfaction of
terhadap terciptanya kepuasan bisnis MNC business) MNC /X3 berpengaruh positif
(X3) atau sebesar 0,3012 x 100% = 9,0%. (24,0%), dan mampu memberikan kontribusi
c. Secara parsial dan langsung pembangunan yang signifikan terhadap keberhasilan
ekonomi berkelanjutan (sustainable Singapura sebagai salah satu pusat
economic development) /X2 berpengaruh perdagangan dunia (Y) atau sebesar 0,2402 x
positif (58,0%), dan mampu memberikan 100% = 0,0576 dibulatkan (6,0%).
kontribusi yang signifikan terhadap g. Pengaruh tidak langsung (Indirect Effect
terciptanya kepuasan bisnis MNC (X3) atau atau IE) keunggulan kompetitif (competitive
sebesar 0,5792 x 100% = 33,0%. advantage)/X1 terhadap keberhasilan

44
Singapura sebagai salah satu pusat (  Y X 3 )= (0,579) (0,240) = 0,1390 atau
perdagangan dunia (Y) melalui terciptanya 14,0%. Dengan demikian, pengaruh total
kepuasan bisnis MNC sebesar (  X 3 X 1 ) (Total Effectt) pembangunan ekonomi
(  Y X 3 )= (0,301) (0,240) = 0,0722 (7,0%). berkelanjutan (sustainable economic
development )/X2 terhadap keberhasilan
Dengan demikian, pengaruh total (Total
Singapura sebagai salah satu pusat
Effectt) keunggulan kompetitif (competitive
perdagangan dunia (Y) melalui terciptanya
advantage) / X1 terhadap keberhasilan
melalui terciptanya kepuasan bisnis MNC
Singapura sebagai salah satu pusat
(satisfaction of business MNC)/ X3 adalah
perdagangan dunia (Y) melalui terciptanya
kepuasan bisnis MNC (satisfaction of
 
(  X 3 X 2 )  (  X 3 X 2 )( Y X 3 )  0,579 +
business MNC) adalah 0,1390 = 0,718 (72,0%) .
 
(  X 3 X 1 )  (  X 3 X 1 )( Y X 3 )  0,301 + i. Pengaruh simultan (Simultan Effect) dari
ketiga variabel (X1,X2 dan X3) terhadap
0,0722 = 0,373 (37,0%).
variabel Y (0,686) atau 69,0%, sedangkan
h. Pengaruh tidak langsung (Indirect Effect
sisanya 31,0% penelitian dipengaruhi oleh
atau IE) pembangunan ekonomi
faktor lain diluar paradigma penelitian
berkelanjutan (sustainable economic
(namun sebagai estimasi, dampak
development)/X2 terhadap keberhasilan
pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan
Singapura sebagai salah satu pusat
Jepang).
perdagangan dunia (Y) melalui terciptanya
kepuasan bisnis MNC sebesar (  X 3 X 2 )
Lebih jelasnya pendistribusian data-data
tersebut, dapat diamati melalui tampilan
Tabel 46 berikut:

Memperhatikan, jalur langsung (directly) antara kecil daripada mempergunakan jalur tidak
variable X1 ke variable Y adalah relative lebih langsung (indirectly) melalui variable X3, atau

45
melalui koefisien jalur langsung diperoleh 0,21 tersebut terjadi secara signifikan, maka melalui
(21,0%) dengan melalui jalur tidak langsung alat Bantu program Lisrel 8.3, analisis lintas jalur
diperoleh 0,37 (37%). Demikian halnya yang tersebut ternyata terjadi secara signifikan.
terjadi antar jalur variable X2 ke variable Y Artinya, melalui lintas jalur langsung (directly)
adalah 0,44 (44%), sedang jalur tidak langsung dan tidak langsung (indirectly) dalam PATH
melalui variable X3 terhadap Y adalah yang tidak ada jalur terputus atau yang tidak
dicerminkan total effectnya sebesar 0,718 atau signifikan, maka dapat dijelaskan variabel X3
72%. Melalui, pendekatan selisih jalur (PATH). adalah sebagai variabel moderating yang
Dengan demikian oleh Kenny D (2005) dapat unobservable (Yuyun Wirasasmita, 2006). Lebih
dinyatakan variable X3 mampu memperkuat jelasnya perhatikan alat bantu melalui lintas jalur
hubungan langsung dari variable X1 dan X2 (terlampir) dari hasil pengujian t valuenya,
terhadap variable Y. Namun, apakah fenomena perhatikan tampilan Tabel 47 berikut:

Menindaklanjuti beberapa pendekatan temuan yang mempengaruhi terciptanya kepuasan bisnis


diatas, maka data hasil dapat direkapitulasi (satisfaction of business) dapat dipreksikan
melalui besarnya koefisien yang dihasilkan antar variable (X2) mampu menunjuk peringkat ke-1
jalur menurut ranking yang diurutkan melalui (R.I) yang mempengaruhi kepuasan bisnis MNC
data runtun dalam peringkat naik tersebut diatas, atau sebesar (0,579) dengan kontribusi 33,0%
dengan demikian dilandasi data runtun melalui dan disusul oleh variable X1 (competitive
(Standardized Coefficients Beta) tersebut diatas, advantage) Singapura sebesar 0,301 dengan
maka pada kesempatan ini (Kutner H. Michael, kontribusi 9,0%. Lebih jelasnya, perhatikan
2005) dapat dijadikan beberapa estimasi prediksi runtun data pada Tabel 48 berikut :
sebagai temuan penelitian adalah sebagai berikut
(a). Melalui 2 (dua) variable independent yang
teridentifikasi sebagai faktor-faktor pendukung

46
Tabel 48 : Runtun data Variabel X1, X2 Terhadap X

(b).Pengaruh langsung dari masing-masing sub kontribusi 31,0%, faktor letak geografis (0,526)
subvariable X1 (competitive advantage) dengan kontribusi 28,0%, faktor pendapatan
Singapura terhadap terciptanya kepuasan bisnis perkapita (0,514) dengan kontribusi 26,0%,
MNC (satisfaction of business) MNC disusul oleh faktor pengembangan sektor jasa
teridentivikasi faktor infrastruktur mampu (0,456) dengan kontribusi 21,0% dan diakhiri
menunjukan peringkat ke-1 yang mempengaruhi oleh faktor stabilitas keamanan (0,089) dengan
kepuasan bisnis MNC atau sebesar (0,609) kontribusi yang sangat lemah (1,0%). Lebih
dengan kontribusi 37,0% dan disusul oleh faktor jelasnya, perhatikan runtun data pada tabel 49
penegakan hukum (0,574) dengan kontribusi berikut :
33,0%, faktor disiplin kerja (0,556) dengan

Tabel 49 : Runtun data Sub subvariabel X1 (Keunggulan Kompetitif)

(c) Pengaruh langsung dari masing-masing sub disusul oleh faktor penciptaan wirausaha baru
subvariable X2 (Pembangunan ekonomi (0,563) dengan kontribusi 32,0%, faktor
berkelanjutan) terhadap terciptanya kepuasan perluasan pasar regional (0,552) dengan
bisnis MNC (satisfaction of business) MNC kontribusi 31,0%, keterbatasan kemampuan SDM
teridentivikasi faktor restrukturisasi ekonomi (0,467) dengan kontribusi 22,0%, dan terakhir
merupakan faktor yang paling dominan dalam faktor penciptaan inovasi baru (0,456) dengan
mempengaruhi kepuasan bisnis MNC atau kontribusi (21,0%). Lebih jelasnya, perhatikan
sebesar (0,615) dengan kontribusi 38,0% dan runtun data pada Tabel 50 berikut

47
Tabel 50 : Runtun data Sub subvariabel X2 (Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan)

d. Keberhasilan Singapura sebagai salah satu sebesar (0,440) dengan kontribusi 20,0%, dan
pusat perdagangan dunia dipengaruhi oleh disusul oleh variable X3 (kepuasan bisnis MNC)
beberapa faktor pendukung. Teridentifikasi sebesar 0,240 dengan kontribusi 6,0%, kemudian
bahwa variabel X2 / pembangunan ekonomi variabel X3 (keunggulan kompetitif menunjuk
berkelanjutan (sustainable economic pada peringkat ke-3 sebesar 0,207 atau sebesar
development) mampu menunjuk peringkat ke-1 4,0%. Lebih jelasnya, perhatikan runtun data
(R.I) yang mempengaruhi keberhasilan Singapura pada Tabel 51 berikut :
sebagai salah satu pusat perdagangan dunia atau

SIMPULAN DAN SARAN tinggi, menjelang akhir tahun 1999


Singapura mampu memposisikan negaranya
Menindak lanjuti hasil dan pembahasan sebagai salah satu pusat perdagangan dunia.
penelitian yang telah diketengahkan pada bab IV, b) Keberhasilan Singapura dengan faktor-
maka pada bab V (lima) ini diuraikan beberapa faktor pendukungnya telah membangun
temuan penelitian dan rekomendasi (saran) yang sektor industri dan mendatangkan investor
dapat diberikan bagi pihak-pihak yang dan tenaga ahli dengan demikian akan
membutuhkan dan yang berkepentingan dalam membuka lapangan kerja baru. Telah terjadi
mengambil atau menentukan langkah-langkah kenaikan PDB rata-rata 5,3% selama tahun
kebijakan perdagangan internasional. 1960 s/d 1964.
Adapun temuannya adalah sebagai berikut: c) Periode 1965-1979 / orientasi expor,
a) Keberhasilan Singapura sebagai salah satu setidaknya ada 3 (tiga) langkah yang
pusat perdagangan dunia tentunya dilakukan Singapura yaitu :
membutuhkan suatu perjuangan yang tidak  Membangun sektor industri yang
mudah bagi Singapura yang sejak dini berwawasan expor dengan cara mengundang
dikenal sebagai negara kecil dan tidak investor asing.
memiliki sumber daya alam yang  Menetapkan undang-undang
mendukung. Namun, berkat keuletan dan ketenagakerjaan melalui sistem win-win
kemampuan pengembangan bisnis yang solution.

48
 Menasionalisasikan perusahaan- ketika terjadi krisis moneter regional. Pada
perusahaan strategis yang sebelumnya periode ini ada 3 strategi yang dijalankan
dikelola swasta. oleh Singapura yang dikenal sebagai Leap
Melalui strategi tersebut, terjadi kenaikan Frog Strategy (Strategi Lompat Katak)
PDB rata-rata 10,0%, bahkan pada tahun adalah:
1979 penggangguran berhasil ditekan  Reduced business cost (memangkas biaya
sampai 3,3%. Sumbangan sektor industri usaha).
manufacture terhadap PDB juga meningkat  Look beyond the crisis (mencermati iklim
dari hanya 15,0% (1965) kemudian pada di luar krisis).
tahun 1979 naik menjadi 27,0%.  Work in to free trade agreement with
d) Periode 1980-1995 (restrukturisasi sektor OECD countries (memulai perjanjian
industri) periode ini Singapura telah perdagangan bebas dengan negara-negara
memiliki tenaga ahli industri yang OECD).
sebelumnya sudah dikirim ke beberapa g) Setelah lepas dari tahun 2000 perekonomian
negara karena itu, memandang sudah Singapura mengalami kemerosotan sebesar
saatnya dilakukan restrukturisasi sektor 2,4% disebabkan kemunduran ekonomi di
industri melalui pengurangan tenaga ahli AS, Jepang dan EU, serta kemerosotan pasar
asing secara bertahap, sementara kemudahan barang-barang elektronik diseluruh dunia,
untuk investasi tetap diberikan kepada kemudian tahun 2002 perekonomian
investor asing. Singapura kembali bersinar yang ditandai
e) Periode 1986-1998 (kemampuan dengan peningkatan GDP mencapai 4%
membangun dan mengembangkan jaringan (2003) kembali mengalami kemerosotan
ekonomi) terjadinya pergerakan lambat sebesar 2,9% lebih lambat, disebabkan
pertumbuhan ekonomi negara-negara di pengaruh Sindrom Pernafasan Akut (SAR)
Asia Tenggara, terjadinya persaingan ketat selama setengah tahun pertama di tahun
antara negara maju dan negara berkembang 2003, dan setelahnya naik kembali mencapai
dalam pertumbuhan sektor industri dan 8,0% ditahun 2006.
rendahnya tingkat penggunaan teknologi h) Keberhasilan Singapura menstimulus pihak
informasi dikawasan regional (ASEAN). investor asing sebagai patner bisnis
Menghadapi situasi ini, ada empat stategi internasional telah berdampak pada
yang digunakan Singapura dalam keberhasilan meningkatkan investasi ke
membangun dan meningkatkan peningkatan dalam aliran pendapatan melalui
ekonominya, adalah dikenal dengan: keberhasilan Singapura sebagai salah satu
 Deepen Technology base pusat perdagangan dunia Singapura mampu
 Cluster development memposisikan sebagai:
 Promoting manufacturing and service as  Negara dengan biaya bisnis yang paling
twin pillar of the economy kompetitif di dunia.
 Regionalisasi antar negara (uni eropa, AS,  Negara dengan lingkungan yang terbaik di
Australia, Selandia baru, Korea selatan dan Asia Pasifik.
[Link] 4 (empat) strategi ini, PDB  Negara yang perekonomiannya paling
Singapura naik rata-rata 8,5%, sumbangan kompetitif, setelah Amerika.
sektor keuangan dan jasa terhadap PDB  Negara yang memiliki pekerja terbaik di
naik 20,0% (1986) dan 26,0% (1998) dunia.
f) Periode 1998 seterusnya hingga tahun 2006
menjelang periode diatas tahun 1998
perekonomian Singapura sempat goyang

49
 Negara yang paling menarik untuk (sustainable economic development)
investasi di asia, setelah Slovak Republic, Negara Singapura ternyata berpengaruh
Czech Republik dan Ireland. positif, relatif kuat (69%) dan signifikan
 Negara yang memiliki kualitas transportasi terhadap terciptanya kepuasan Bisnis
dan infrastruktur udara terbaik di dunia. (satisfation of business) Multinational
 Negara yang memiliki kualitas Corporation di negara Singapura.
infrastruktur pelabuhan terbaik di dunia. b) Secara parsial dan langsung faktor
 Negara yang paling baik untuk berinvestasi keunggulan kompetitif (competitive
di dunia, setelah switzeland. advantage) berpengaruh positif (0,301),
 Negara yang memiliki lingkungan bisnis dengan kontribusi (9,0%) namun terjadi
terbaik di Asia. secara signifikan terhadap terciptanya
 Negara yang paling banyak memberikan kepuasan bisnis (satisfation of business)
keuntungan kepada investor. Multinational Corporation di Negara
 Negara yang memiliki infrastruktur phisik Singapura.
terbaik di dunia. c) Secara parsial dan langsung faktor
pembangunan ekonomi berkelanjutan
 Negara dengan perusahaan multinasional
(sustainable economic development)
(MNC) terbanyak di dunia.
Negara Singapura ternyata berpengaruh
positif (0,579), dengan kontribusi (33,0%)
2. Kesimpulan Uji Kausalistik
dan signifikan terhadap terciptanya
Melalui kajian kausalistik dari masalah yang
kepuasan bisnis (satisfaction of business)
diketengahkan dan yang diangkat pada
Multinational Corporation di Negara
hipotesis dadalah sebagai berikut :
Singapura.
a) Pada saat dilakukan penelitian, secara
simultan faktor keunggulan kompetitif
(competitive advantage) dan program
pembangunan ekonomi berkelanjutan
d) Secara parsial dan langsung faktor sehingga hanya mampu memberikan
keunggulan kompetitif (competitive kontribusi (6,0%) dan signifikan
advantage) berpengaruh positif (0,207) terhadap keberhasilan Singapura sebagai
dan mampu memberikan kontribusi salah satu Pusat Perdagangan Dunia.
(4,0%), signifikan terhadap keberhasilan g) Dengan terciptanya kepuasan bisnis
Singapura sebagai salah satu pusat multinasional corporation (MNC), maka
perdagangan dunia. mampu memoderasi pengaruh langsung
e) Secara parsial dan langsung faktor yang signifikan dari keunggulan
pembangunan ekonomi berkelanjutan kompetitif (competitive advantage) dan
(Sustainable Economics Development) pembangunan ekonomi berkelanjutan
berpengaruh positif (0,444), sehingga (sustainable economic development)
hanya mampu memberikan kontribusi terhadap keberhasilan Singapura
(20,0%), dan signifikan terhadap sebagai salah satu pusat perdagangan
keberhasilan Singapura sebagai salah dunia.
satu Pusat Perdagangan Dunia.
f) Secara parsial dan langsung terciptanya Saran Dan Implikasi
kepuasan bisnis (satisfaction of Memperhatikan hasil dan bahasan kausalistik
business) multinational corporation penelitian, yang telah dijelasklan pada bab IV
(MNC) berpengaruh positif (0,240), terdahulu, maka pada kesempatan ini

50
disampaikan beberapa saran (rekomendasi) b) Keunggulan kompetitif Singapura
kepada pihak Pemerintah Singapura sebagai (competitive advantage) secara langsung
pelaku kebijakan pembangunan ekonomi berpengaruh positif (relatif kurang kuat)
Singapura, adalah: namun, signifikan terhadap terciptanya
a) Faktor-faktor pendukung keberhasilan kepuasan bisnis perusahaan
Singapura menjadi salah satu pusat multinational corporation (MNC).
perdagangan dunia yang pada Berkaitan dengan itu, diharapkan pihak
kesempatan penelitian ini adalah pemerintah melalui badan pelaksananya
keunggulan kompetitif (competitive (EDB, Singapore) mampu memberikan
advantage) dan pembangunan ekonomi nilai tambah atas keunggulan
berkelanjutan (sustainable economic kompetitifnya dan mengembangkannya
development) ternyata berpengaruh sesuai dengan kebutuhan para Investor.
positif dan relatif kuat terhadap c) Pembangunan ekonomi berkelanjutan
terciptanya kepuasan bisnis MNC di secara langsung berpengaruh positif,
Singapura. Hal ini berarti, faktor-faktor (relatif kuat), dan signifikan terhadap
pendukung tersebut telah mampu terciptanya kepuasan bisnis perusahaan
menstimulus kepuasan bisnis multinasional corporation (MNC).
perusahaan multinational corporataion Berkaitan dengan itu, melalui lembaga
(MNC) untuk tetap berinvestasi ke pelaksananya, diharapkan pihak
Negara Singapura dan menjadikan pemerintah dapat menjalankan program
Singapura sebagai home base-nya pembangunan ekonomi yang strategis
Perusahaan Multinational (MNC). dan inovatif sesuai dengan kebutuhan
Berkaitan dengan itu, untuk tetap pasar domestic dan internasional.
mempertahankan kehadiran investasi d) Keunggulan kompetitif Singapura
asing ke Singapura melalui perusahaan (competitive advantage) secara langsung
MNC, maka sudah sewajarnya pihak berpengaruh positif (relatif kurang kuat).
pemerintah melalui badan pelaksananya Namun, signifikan tehadap keberhasilan
(EDB, Singapore) untuk lebih gencar Singapura sebagai salah satu pusat
mempromosikan keunggulan perdagangan dunia. Memperhatikan
kompetitifnya, sejalan dengan temuan tersebut, diharapkan pihak
pembangunan ekonominya yang pemerintah melalui badan pelaksananya
disesuaikan dengan kebutuhan pasar (EDB, Singapore) mampu menciptakan
internasional. keunggulan kompetitif
e) Singapura sebagai pendukung yang ekonominya sesuai dengan kebutuhan
mampu menstimulus Singapura sebagai pasar internasional, dan yang
pusat bisnis internasional. terkoneksitas ke negara-negara tetangga.
f) Pembangunan ekonomi yang g) Kepuasan bisnis (satisfaction of business)
berkelanjutan (sustainable economic MNC secara langsung berpengaruh positif
development) secara langsung (relatif kurang kuat). Namun, signifikan
berpengaruh positif (relatif kuat), dan terhadap Keberhasilan Singapura sebagai
signifikan terhadap keberhasilan Singapura salah satu pusat perdagangan dunia.
sebagai salah satu pusat perdagangan Memperhatikan, temuan tersebut
dunia. Memperhatikan, hal yang diharapkan pihak pemerintah melalui
demikian, diharapkan pihak pemerintah insitusi pelaksanaya (EDB, Singapore)
melalui institusi pelaksananya dapat mampu memberikan pelayanan bisnis
menciptakan kelangsungan pembangunan kelas dunia kepada para investor Asing

51
(MNC), yang kelak diharapkan salah satu pusat perdagangan dunia, maka
memberikan kontribusinya terhadap atas dasar demikian kepada pihak
keberhasilan Singapura sebagai salah satu pemerintah: dalam upaya menggerakkan
pusat perdagangan dunia. ekonomi dan perdagangan internasional
h) Memperhatikan temuan penelitian, dimana singapura tidak cukup hanya
melalui pengaruh langsung (directly) mengandalkan keunggulan kompetitif
antara keunggulan kompetitif (competitive (competitive advantage) dan pembangunan
advantage) dan pembangunan ekonomi ekonomi berkelanjutan (sustaianable
yang berkelanjutan (sustainable economic economic development) yang berkembang
development) terhadap keberhasilan pada saat itu. Namun, harus ditopang oleh
Singapura sebagai salah satu pusat keberadaan perusahaan multinasional
perdagangan dunia adalah lebih kecil (<) (MNC). Artinya, Singapura harus tetap
pengaruhnya dibandingkan dengan menggandeng dan bekerja sama
pengaruh tidak langsung (indirectly) antara (berkolaborasi) dengan perusahaan
keunggulan kompetitif (competitive multinasional (MNC), dan tetap
advantage) dan pembangunan ekonomi menjadikannya sebagai patner bisnis
berkelanjutan (sustainable economic internasional.
development) terhadap keberhasilan i) Walaupun secara ekspilisit tidak dibahas
Singapura sebagai salah satu pusat dalam kesempatan ini, namun hasil
perdagangan dunia melalui terciptanya penelitian ini bermanfaat (sebagai
kepuasan bisnis (satisfaction of bussiness) pembanding) bagi pemerintah Indonesia
MNC, atau melalui terciptanya kepuasan dalam upaya menarik, mempertahankan
bisnis MNC ternyata dapat memoderasi dan mengoptimalkan perusahaan
hubungan langsung keunggulan kompetitif multinasional (MNC) sebagai partner
dan pembangunan ekonomi berkelanjutan bisnis internasional.
terhadap keberhasilan Singapura sebagai

DAFTAR PUSTAKA The McGraw-Hill Company.


Cooper, Donald R, Emory William, 2001,
Agnes Law, 2001, Singapore Snapshot, by John Metode Penelitian Bisnis, Jilid 1 Edisi kelima,
Wiley and Sons (ASIA) Pte Ltd. Erlangga, Jakarta.
Arnold David, 2004, The Mirage of Global Cooper R. Donald, Schindler S. Pamela, 2006,
Markets, How Globalizing Companies Can Business Research Methods, Ninth Edition, Mc
Succeed as Markets Localize, FT Prentice Grawp-Hill.
Hall. Cafeora, Philip P, Graham John L, 2001,
Beamish , PW, A Dellos, 1997 “Incidence International Marketing, Eleventh Edition, The
Propensity of Alliance Formation”, in Beamish Mc Graw Hill.
P.W & P.J Killing (eds), Cooperative Child D. Faulkner, 1998, Strategies of
Strategies: Asia pacific Perspectives New Cooperation Managing Aliances, Network Joint
Lexington Press, Sanfrancisco. Venture, Oxford University.
Berdrow, Beamish, 1999, “Unfolding The Myth Dunning John H, 2004, Multinational
of IJV Learning”, Richard Ivey School of Enterprices and The Global Economy,
Business Working Paper Serius, University of Addison-Wiley Publishing Company.
Westerm Ontario. Departement of Statistics, 2005, Economi
Ball, Donald A, Wendell, 2000, International Survey Series, Information &
Business, Irwin, McGraw-Hill. Communications Service, Refrences year
Ball, Donald A, Wendell, 2005, International 2005, Singapore : Departement of Statistic.
Business:The Chalenge of Global Competition, Departement of Statistics, 2005, Singapore’s
Trade In Service, 2005, Singapore:

52
Departement of Statistics. Kim W Chan, and Peter Hwang, 2004, Global
Departement of Statistics, 2006, Determinant of Strategy and Multinationals Entry Mode
Export Peformance, Singapore : Departement Choise, Jurnal of International Business
of Statistics. Studies, 23, no 1, (First Quarter).
Departement of Statistics, 2006, Key Annual Kien Keong, Wong, 2003, The Singapore
Indicator, Singapore: Department Of Statistics Economy and Multinational Enterprices,
Departement of Statistics 2007, Monthly of Singapore : Institute of Southeast Asian
Statististics Singapore, Sinqapore: Departement Studies.
of Statistics. Kutner [Link], 2005, Applied Linear
.Departement of Statistics, 2007,Singapore’s Statistical Models, Fifth Edition, McGraw-Hill
Investment Abroad 2005, Singapore: International.
Departement of Statistics. Kenny, David, 2005, Estimation Path Analysis,
EDB, 2000, Annual Report 2000, Singapore: John Wiley & Sons Inc, New York.
Economic Development Board. Kwang, Han Fook, Warren Fernandez &
EDB, 2004, Annual Report 2003, Singapore: Sumiko Tan, 2000, Lee Kuan Yew: The Man
Economic Development Board. and His Ideas, Sinqapore : Press Holdings &
EDB, 2006, Singapore Economic Blueprint, Times Edition.
Singapore: Economic Development Board. Krugman R Paul, Obstfeld Maurice, 2004,
EDB, 2007, Singapore Rankings, Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan,
Singapore: Economic Development Board. Edisi Kelima, PT. Raja Grafindo Persada,
Friedmand Milton and Friedman Rose, 2003, Jakarta.
Capitalism and Freedom, Publisher Univercity Kenichi Ohmae, 2005 The Next Global Stage
of Chicago prosperity. Challenges and Opportunities in Our
.Goh Chok Tong, 2002, Challenge for Asia, Borderless World, Ideas Action Impact.
Columbia Press, Singapore. Wharton School Publishing.
Goh Chok Tong,2002, Future Development of Kogut, B, 2003, “ A Study of the life cycle of
Singapore, Press Holding &Time Edition, joint venture” in Contractor, FJ & P, Lorange
Singapore. (eds), Cooperative Strategies in International
Business. Lexington Press, Lexington, MA.
Grifin W,Ricky, Michael W,Pustay, 2005, Lopez–Claros and I Mia, S. Zahidi, 2005,
Bisnis International, [Link], Jakarta. “Policies And Institutions Underpinning
Greider, William, 1997, One World: Ready Economic Growth: Results From The
Or Not New York : Simon & Schutcer. Competitivenes Indexes“ The Global
Hans C Blomqvist, 2005, Swimming With Competitiveness Report 2005-2006,
Sharks, Global and Regional Dimensions of the Hampshire; Palgrave Macmilan.
Singapore Economy, Marshall Cavendish Loong Lee Hsian, 2007, Singapore Year Books,
International, Singapore. Ministry of Information, Comunication by Craff
Hon Sui Sen. 2005, Strategies of Singapore’s Print International.
Success, Marshal Cavendish International, Lee Kuan Yew, 2000, Form Third World to
Singapore. First, The Sinqapore Story. 1965 - 2000,
Hamdy Hady, 2000, Ekonomi Internasional Singapore : Press Holding & Times Edition.
Tiori dan Kebijakan Perdagangan Lee Kuan Yew 1999, Singapore History-
Internasional, Ghalia Indonesia, Jakarta. Memoir of Lee Kuan Yew, Singapore:Press
Johnny Sung, 2006 , Explanning the Economic Holding & Time Edition.
Success of Singapore, Edward Elgar Publishing, Lovelock H, Cristopher, 2004, International
Inc, USA. Trade, Theory And Empirical Evidense,
Kotler Philip, Jatusripitak, Maesincee, 1997, Enqlewood Cliffs, New Jersey: Rentice- Hall,
The Marketing of Nations, The Free Press A Inc.
Division of Simon & Schuster Inc, New York. Mc. Kinsey & Company, 1998, Responding To
Kotler Philip, Hermawan Kartajaya, 2002, The Economic Crisis In South-East Asia ; Risk
Reposititioning ASIA From Bubble to And Apportunity For Multinational
Sustainable Economy, by John Wiley and Sons Corporations.
(ASIA) Pte Ltd. Ministry of Trade and Industry (MTI), 2000,

53
Sinqapore Performance and Free Trade Executinq Strateqy The Quest for Competitive
Prospect, Singapore : Ministry of Trade and Advantaqe, Mc Graw-Hill International
Industry. Edition.
Ministry of Trade and Industry (MTI), Uma Sekaran, 1992, Research Methods For
2001, Sinqapore In Brief 2001, Sinqapore : Business, A Skill Building Approach, Second
Singapore Departement of Statistics. Edition, John Wiley & Sons, Inc.
Nopirin,1998, Ekonomi Internasional, Edisi ke World Bank, 2006, World Development
3, BPFE, Yogyakarta. Indicators, Washington:Development Data-
Monetary Authorithy of Singapore (2), 2001, World Bank Group.
Monthly Statistical Bulletin, Singapore : MAS, Yip, George S, 1992, Total Global
Mei 2001, Vol 22 No. 5. Strategy:Managing for Worlwide Competitive
Ministry of Trade and Industry (MTI), 2007, Advantage, Upper Saddle River Nj:Prentice
Sinagapore Performance and Free Trade Hall.
Prospect, Singapore Ministry of Trade Industry.
Port Singapore Authority (PSA), 1990, A Melalui Jurnal Ekonomi
Port's Story A Nation's Success, Sinqapore : Ali, Abbas J, Robert C, 2005, The Relevance of
The Port Singapore Authority & Time Firm Size and Information Business Experience
Editions, Jhon Wiley & Sons (ASIA) Pte Ltd. to Market Entry Strategies, Jurnal of Global
Porter Michael E, 1990, Competitive Strategy: Marketing, 6 no 4.
Techniques For Analyzing Industries and Baringer BR. Harrison, 2003 Walking A
Competitions, The Free Press, A Division of Tightrope: Creating Value Through
Simon & Schuster Inc, New York. Interorganizational Relationships, Journal Of
Porter Michael E, 1998, The Competitive Management, Vol 26.
Advantage of Nation, The Free Pres, A Division Barney, J. 2001, Firm Resources And Sustained
of Simon & Schuster Inc, New York. Competitive Advantage, Journal of
Rahmad. M, 2001, Analisis Faktor-Faktor Management Vol 17.
Dominan yang mempengaruhi Keberhasilan Blodgett, 2002, Factor In The Stability of
Singapura sebagai salah satu Pusat International Joint Ventures, An Event History
Perdagangan Dunia, Thesis. MM Universitas Analysis Strategic, Management Journal Vol
Krisnadwipayana, Jakarta. 13.
Retherford, Robert D , Ninja Kim Choe, 2003, Gray and Yan, 2004, Negotiations Model of
Statistical Model for Causal Analysis, New Joint venture Formation structure and
York:John Wiley & [Link]. Performance Implication for global
Subhas C Jain, 2001, International Marketing management, vol, 17.
Edition, by South-westerm Thomson Hennart, 2004, A Transaction Cost Theory of
Learning. Equity Joint Venture, Strategic Management
Shenkar Odded, Luo Yadong, 2004, Journal Vol 9.
International Bussiness, John Wiley & Sons Hoskisson, 1999, Theory And Research In
Inc. Strategic Management Swing of Pendulum,
Somkit Jatusripitak, 2004, A Strategic Jurnal of Management, Vol 25.
Approach To Building National Wealth, The Kien Keong, Wong, 2003, The Wall Street
Marketing Of Nations, The Free Press, New Journal, Asia, Wednesday,Juli 12,
York. 2005,[Link], No 19, Singapore.
TDB, 2000, Annual Report 1999, Singapore: Madhok, Anop, 2004, Revisiting Multinational
Trade Development Board. Firm., Tolerance for Joint Ventures: A Trust
TDB, 204, Annual Report 2003, Singapore : Based Approach, Jurnal of International
Trade Development Board. Business Studies, 26 no 1 (First Quarter).
TDB, 2007, Annual Report 2006, Singapore : Parkhe A, 2003,” Messy research,
Trade Development Board. methodological predispositions and theory
Tianwah, Goh, 2002, Hand book For development in international joint venture”,
Busisnessman (A Guide to Doing Business In Academy of Management Review, Vo 18.
Singapore), Singapore : Rank Books. Ring Ps & Vandeven, 2002, Structuring
Thomson, A. Arthur JR, 2005, Craftinq and Cooperative Relationship Between

54
Organization Strategic Management, Journal, [Link] data diakses tanggal 23
Vol 13. Maret 2006.
Shenkar, O, & J, Li,1999, “Knowledge search Yan Sulistyo, 2003, Marketing Place:
in international cooperative venture”, Platform Pengembangan, [Link] 24
Organization Science, Vol 10. September, 2004, Lokasi Internet:
http:// [Link]/, data diakses tanggal 2
Melalui Akses Internet Februari 2006.
Abun Loe, 2004, Human Resources of
Singapore, Jakarta Post 19 Agustus, 2005, Melalui Article & Paper
Lokasi Internet: Harry Chang, 2004, National Geographic and
[Link] [Link]/, data diakses tanggal Economic Singapore, Magazine, August 2004,
23 Maret 2006. Singapore.
Changi Airport, Awards and Acclolades 2004, Kien Keong, Wong 2005, Home The Straits
Lokasi Internet: http:/www//. Time, Wednesday, Juli 12, Singapore.
[Link]. sq /award s/award htrm, Universitas Borobudur, 2003, Penulisan
data diakses, 15 Maret 2006. Disertasi Program Doktor Ilmu Ekonomi
Celia Loe,2004, Singapura dengan Keamanan Program Pasca Sarjana ,Jakarta.
yang kondusif, Kompas 27 September, 2004, Yuyun Wirasasmita, 2006, Arti Penting
Lokasi Internet: Variabel Moderator dan Pendekatan
Http://[Link] / data diakses tanggal 23 Pengidentifikasiannya, Paper Disampaikan
Juni 2005. Pada Diskusi Terbatas, Pascasarjana UNPAD,
[Link], 2002, Kompas 15 September, Bandung.
2003, Lokasi Internet:

55

Anda mungkin juga menyukai