0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan7 halaman

Diet Tinggi Serat untuk Divertikula

Pasien laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar dan nyeri perut. Didiagnosis menderita divertikula berdasarkan hasil kolonoskopi. Ahli gizi merencanakan menu tinggi serat dan konsultasi gizi untuk mengatur pola makan sehat guna mencegah penyakit lebih lanjut.

Diunggah oleh

rhytrtmm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
167 tayangan7 halaman

Diet Tinggi Serat untuk Divertikula

Pasien laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar dan nyeri perut. Didiagnosis menderita divertikula berdasarkan hasil kolonoskopi. Ahli gizi merencanakan menu tinggi serat dan konsultasi gizi untuk mengatur pola makan sehat guna mencegah penyakit lebih lanjut.

Diunggah oleh

rhytrtmm
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : AYU ASMARA KESUMAWATI

NIM: PO.71.31.1.13.002

KASUS DIVERTIKULA
1. Seorang pengusaha properti yang sukses, sex: LK, usia : 45 th, TB : 166 cm, BB :75 kg.
Datang ke dokter praktek dengan keluhan sulit BAB dan sering terasa nyeri jika akan
BAB ,perut terasa kram dan kembung, kebiasaan makan siap saji & tidak suka sayuran,
jarang berolah raga. Hasil pemeriksaan kolonoskopi ada nya kantong-kantong kecil di
dinding kolon. Dx medis : divertikula hasil recall : ( E=2700 kal, P=50 gr, L=75 gr, KH=225
gr)dokter menyarankan ke ahli gizi.
pertanyaan :
a.kaji kondisi px dg NCP!
b.buat menu dan daftar belanja!
c.buat rencana konsultasi !

penyelesaian :
A. IDENTITAS PASIEN
 Nama : Tn X
 Gender : laki-laki
 Umur : 45 th
 Pekerjaan : pengusaha
 Agama : -
 Tanggal mrs : -
 Alamat :-
 Diagnosa medis : divertikula

B.ASSESMENT

1. berkaitan dengan penyakit


- keluhan utama : sulit BAB dan sering terasa nyeri jika akan BAB ,perut
terasa kram dan kembung,kebiasaan makan siap saji & tidak suka
sayuran,jarang berolahraga.
- riwayat penyakit skrg : divertikula
- riwayat penyakit dahulu : tidak diketahui
- riwayat penyakit keluarga : tidak diketahui
- riwayat pola makan : siap saji dan tidak suka sayur
2. Berkaitan dengan gizi
- Aktivitas fisik : sedang
- Masalah G I : tdk diketehui
- Perubahan BB : tdk diketahui
- Riwayat pola makan : siap saji & tidak suka sayuran
- Hasil anamnesa gizi :

implementasi Energi protein lemak KH

asupan 2700 kal 50 gr 75 gr 225 gr

kebutuhan 2467,4 kkal 92,51 gr 41,11 gr 431,81 gr

% 109.4 54.04 182.37 52.10

3.pemeriksaan fisik :

Umur : 45 th

TB : 166 cm

BB A :75 kg

BBI : (TB-100)-10 % (TB-100)

= (166-100)-10% (166-100)

=66-6,6

= 59,4 kg

BB2 ( kg)
IMT =
TB2 ( m)

75 75
= 2 =
2,755
= 27,22 ( status gizi obesitas)
1,66

4. Pemeriksaan klinis : -
5. Pemeriksaan laboraturium : -
C.DIAGNOSISI GIZI

1. berat badan lebih berkaitan dengan kelebihan intake energi ( suka makan
makanan saji) di buktikan dengan IMT =27,22 NC (-3.3)
2. intake serat tidak adekuat berkaitan dengan ketidak kengganan mengonsumsi
makanan yang mengandung serat tinggi di buktikan dengan tidak suka makan
sayuran (NI-53.5)
3. perubahan fungsi gastrointestinal berkaitan dengan perubahan mortalitas GIT
dibuktikan dengan hasil kloneskopi ada nya kantong-kantong kecil di dinding
kolon/ divertikula. (NC-1.4)
4. Kebiasaan yang salah mengenai makanan berkaitan dengan kebiasaan makan
tidak untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dibuktikan dengan biasa makan
makanan siap saji dan tidak suka sayuran (NB-1.2)

D.INTERVENSI GIZI
A. planing
1. terapi diet : tinggi serat
bentuk makanan : makanan biasa
cara pemberian : oral
2.tujuan diet :

a.Untuk memberikan makan sesuai kebutuhan gizi yang tinggi srat sehingga
dapat merangsang peristaltik usus agar defikasi berjalan normal.

b. mencegah agar penyakit tidak berlanjut ketahap yang lebih serius.

3.syarat serat :

a. energi cukup sesuai dengan umur,gender dan aktifitas.

b.protein cukup yaitu 10-15 % dari kebutuhan energi total.

c.lemak cukup, yaitu 10-25 % dari kebutuhan energi total

d.karbohidrat cukup,yaitu sisa dari kebutuhan energi total.

e.vitamin dan mineral tinggi,terutama vit B untuk memelihara kekuatan otot


saluran cerna.
f.cairan tinggi yaitu 2-2,5 liter untuk membantu memperlancar
defekasi.pemberian minumansebelum makan akan membantu merangsang
peristaltik usus.

g.serat tinggi yaitu 30-50 g/hari terutama serat tidak larut air yang berasal dari
beras tumbuk,beras merah,roti whole wheat,sayuran dan buah.

4.Perhitungan kebutuhan energi dan zat lain :

Umur : 45 th

TB : 166 cm

BB A :75 kg

BBI : (TB-100)-10 % (TB-100)

= (166-100)-10% (166-100)

=66-6,6

= 59,4 kg

BB2 ( kg)
IMT =
TB2 ( m)

75 75
= 2 =
2,755
= 27,22 ( status gizi obesitas)
1,66

a. Energi
BEE = 66+13,7 (BB)+(TB)- 6,8 (U)
= 66+13,7 (75)+(166)-6,8(45)
= 66+13,7(1027,5+830-306
= 1617,5
TEE = BEExFAxFS
= 1617,5x1,4x1,2
= 2717,4 kkal
Karena ststus gizi px obesitas maka di kurang 250 kkal dari energi total
2717,4 kkal-250 kkal=2467,4 kkal
b.protein c.Lemak d.kh
=1g/kgBB/hari =15 % x energi total =70 % x energi total
=1gx75 =15 x2467,5 kkal =70 x 2467,5 kkal
=75 g/hari =370,11 kkal/9 =1727,25 kkal/4
=75 gx4= 300 kkal =41,12 gram =431,81 gram

5.rencana parameter yang di monitoring

- antopometri : BB

- fisik dan klinis :

Fisik : -

Klinis : -

-dieteary : E,P,L,KH,vitamin dan mineral

6.rencana konsultasi

a. masalah gizi : pengaturan pola makan dan kualitas bahan makanan

b.tujuan : memberikan informasi tentang makanan dan pola makan yang


sehat.
c. Konsultasi gizi :
- Menjelaskan tentang bahan makanan yang di anjurkan, yaitu bahan makanan yang tinggi serat

dan vitamin B.

- Takaran makanan,interval dan bentuk makanan untuk menurunkan berat badan agar status gizi

menjadi normal.

MENU SEHARI

waktu menu bahan berat energ protei lema KH sera


y n k t
      g kcal g g g g
07.00                
  nasi goreng beras 75 270,5 5 0,5 59,6 0,6
    ayam 50 14,2 13,4 9,4 0 0
    sawi hijau 25 3,8 0,6 0,1 0,5 0,5
    Tomat 25 5,3 0,2 0,1 1,1 0,3
    Selada 25 3,2 0,3 0,1 0,5 0,3
    Kol 25 5,5 0,3 0,1 1,1 0,7
    minyak 3 25,9 0 3 0 0
    Kecap 20 12 2,1 0 1,1 0,2
  Buah pisang 100 92 1 0,5 23,4 2,4
                 
    sub total   432,3 22,9 13,7 87,5 5
10.00                
  puding kacang kacang 30 34,8 2,3 0,2 6,2 2
hijau hijau
    gula aren 30 110,7 0,2 0 28,3 0
    santan 50 52,9 0,5 5,1 2,3 0
    gula pasir 30 116,1 0 0 30 0
    Agar-agar 1 0 0 0 0 0
                 
    sub total   314,5 3 5,2 66,8 2
12.00                
  nasi beras 75 270,5 5 0,5 59,6 0,6
  pindang Ikan Segar 50 49 9,1 1,2 0 0
  skotel tahu sayur Tahu 100 76 8,1 4,8 1,9 1,2
    Telur Ayam 30 46,5 3,8 3,2 0,3 0
    Wortel 50 22,5 0,6 0,1 5,3 1,6
  sop Wortel 50 22,5 0,6 0,1 5,3 1,6
    Kol 25 5,5 0,3 0,1 1,1 0,7
    Buncis 25 8,7 0,5 0,1 2 0,8
  buah Apel 100 59 0,2 0,4 15,3 2,7
                 
    sub total   560,1 28 10,4 90,8 9,3
15.00                
  sop buah Pepaya 25 9,7 0,2 0 2,5 0,4
    mangga 25 16,3 0,1 0,1 4,3 0,4
    Semangka 25 9,6 0,2 0,1 2,1 0,1
    apel 25 14,8 0,1 0,1 3,8 0,7
    gula pasir 25 96,7 0 0 25 0
    skm 30 96 2,3 2,6 16,4 0
                 
    sub total   243,1 2,8 2,9 53,9 1,6
18.00                
  nasi beras 75 268,2 5,6 1,9 56,4 4,1
merah
  telur dadar telur 60 92,9 7,6 6,4 0,7 0
    Daun 100 21 1,2 0,7 5 2,4
Bawang
  tempe mendoan Tempe 50 99,4 9,5 3,8 8,5 0,7
sayur
    tepung 30 114,3 0,1 0 27,4 0,3
sagu
    Tepung 40 145,5 4,1 0,4 30,5 0
Terigu
    Wortel 50 22,5 0,6 0,1 5,3 1,6
    Kol 50 11 0,5 0,2 2,3 1,4
  jus jambu biji jambu biji 100 50,9 0,8 0,6 11,9 5,4
    gula pasir 25 96,7 0 0 25 0
    sub total   922,4 30 14,1 173 15,9
                 
    TOTAL   2472, 86,5 46,4 471, 33,7
5 8

Anda mungkin juga menyukai