ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
Diskusikanlah....
Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap daerah memiliki tingkat kompensasi yang berbeda.
DKI Jakarta misalnya, memiliki tunjangan pegawai di sektor publik dan privat yang sangat
tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Menurut pemahaman Bapak dan Ibu, apakah sistem
kompensasi yang berbeda di setiap wilayah sudah sesuai atau belum? Berikan alasannya
disertai data dukung dari berbagai referensi!
Kompensasi pada setiap wilayah sudah sesuai karena setiap wilayah itu berbeda-beda
sesuai dengan tunjangannya, apalagi wilayah jakarta dimana wilayah yang pusatnya bisnis
dan tingkat ekonominya sangat tinggi, dimana memiliki APBD yang tinggi, dan otomatis
kompensasinya besar dari wilayah lainnya, tetapi ada bebarapa wilayah yang memiliki UMR
nya rendah karena wilayah tersebut memiliki pendapatan yang rendah. Pada dasarnya
tunjangan tersebut dilihat dari pengahasilan setiap wilayah masing-masing. Setiap daerah
memiliki tingkat kompensasi yang berbeda karena adanya perbedaan Biaya Hidup, Perbedaan
tingkat biaya hidup antar-daerah dapat menyebabkan perbedaan kompensasi karyawan. Biaya
hidup tinggi juga melahirkan tuntutan pekerja atas upah yang lebih tinggi pula. Besarnya
kompensasi juga dipengaruhi oleh faktor peraturan perundang-undangan terkait upah.
Misalnya, pemberian kompensasi karyawan wajib mengacu pada upah minimum yang
berlaku di setiap daerah. UU Ketenagakerjaan dan PP Pengupahan melarang perusahaan
membayar upah karyawanlebih rendah dari upah minimum provinsi (UMP) dan upah
kota/kabupaten (UMK). Meski persentase kenaikan upah minimum setiap tahun ditentukan
oleh Kementerian Ketenagakerjaan, besarnya UMP dan UMK di setiap daerah tidak sama
karena ditetapkan oleh masing-masing gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dewan
pengupahan provinsi. Karena itu, besarnya gaji karyawan antar-daerah bisa berbeda meski
untuk jabatan dan sektor usaha yang [Link] Minimum Provinsi (UMP) akan berbeda-
beda di setiap provinsi. Masing-masing provinsi akan memilih standarnya masing-masing.
UMP ini akan ditentukan oleh pemerintah kota atau daerah di seluruh provinsi. Jumlah UMP
ini ditetapkan pemerintah berdasarkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan sehingga akan
menjadi ketetapan UMP yang tepat. UMP ini dihitung berdasarkan jumlah jam kerja yang
telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja, yaitu selama 40 jam kerja per
minggu. Ini ditetapkan berdasarkan UU No. 13 tahun 2013 Pasal 77 ayat 2 yang menjelaskan
tentang jam kerja karyawan per harinya. UMP di setiap daerah di Indonesia akan berbeda-
beda. Hal ini terjadi karena persebaran industri yang juga berbeda di seluruh Indonesia.
[Link]
provinsi/
[Link]
kompensasi-perusahaan/