Tugas 2 Manajemen Pemerintahan
Nama : Zulkipli Islamsyah
NIM : 041791451
Jawaban :
1. kinerja organisasi adalah kemampuan melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada
organisasi dengan sebaik-baiknya guna mencapai sasaran yang telah disepakati. Jadi disini
bukan hanya menitikberatkan pada pencapaian tujuan belaka melainkan juga pada proses
mengelola sub-sub tujuan dan hasil evaluasinya, kondisi intern organisasi pengaruh
lingkungan luar dan tenaga kerja atau pihak-pihak yang terlibat.
Kinerja organisasi merupakan gambaran mengenai hasil kerja organisasi dalam mencapai
tujuannya yang tentu saja akan dipengeruhi oleh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi
tersebut. Sumber daya yang dimaksud dapat berupa fisik seperti sumber daya manusia
maupun nonfisik seperti peraturan, informasi, dan kebijakan, maka untuk lebih memahami
mengenai faktor-faktor yang mampu mempengaruhi sebuah kinerja organisasi. Konsep
kinerja organisasi juga menggambarkan bahwa setiap organisasi publik memberikan
pelayanan kepada masyarakat dan dapat dilakukan pengukuran kinerjanya dengan
menggunakan indikator-indikator kinerja yang ada untuk melihat apakah organisasi tersebut
sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan untuk mengetahui tujuannya sudah tercapai
atau belum.
2. kerjasama antar daerah bisa diterapkan untuk berbagai isu strategis dan urgen yang ada
di daerah. Gary D. Taylor merinci beberapa kemungkinan bentuk yang bisa diwujudkan
dalam kerjasama antardaerah, yaitu:
1. Handshake Agreement, kerjasama antardaerah tanpa dokumen perjanjian formal. Bentuk
kerjasama didasarkan pada komitmen dan kepercayaan yang tinggi secara politis
antardaerah yang terkait.
2. Fee for service contracts (service agreements). Wujud kerjasama ini dimana satu daerah
“menjual” satu bentuk pelayanan publik atau melayani masyarakat dari daerah lain.
Misalnya fasilitas pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, dan sebagainya , dengan sistem
kompensasi (harga) dan jangka waktu yang disepakati bersama.
3. Joint Agreements (pengusahaan bersama). Diperlukan keterlibatan masing-masing daerah
dalam penyediaan atau pengelolaan pelayanan publik yang dilakukan secara bersama-sama.
4. Jointly formed authorities(pembentukan otoritas bersama). adalah miliknya.
5. Think strategically , act democratically (berpikir strategis, bertindak demokratis). Program
dan kebijakan publik bisa efektif dan tercapai melalui usaha kolektif dan proses kerjasama.
6. Recognize that accountability isn't simple ( mengakui bahwa akuntabilitas tidak
sederhana).
Pelayan publik harus lebih penuh perhatian/atensif daripada pasar.
7. Serve rather than steer (lebih melayani daripada mengarahkan). Nilai dasar
kepemimpinan public adalah membantu masyarakat mengartikulasikan kebutuhannya dan
sesuai dengan kepentingan bersama daripada mengontrol atau mengarahkan masyarakat.
8. Value people, not just productivity (nilai masyarakat, bukan hanya produktivitas).
Organisasi publik dan jaringan kerjanya bisa lebih berhasil apabila dilakukan melalui proses
kerjasama dan berdasar kepemimpinan bersama atas respek untuk semua masyarakat.