Diskusi.
Pada diskusi minggu keempat ini, terlebih dahulu silahkan Anda simak materi Inisias 4 tentang
Proposisi Kategoris. Selanjutnya Anda jawab dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Jelaskan proposisi kategoris itu? Berikan contoh?
Kenapa ada negasi proposisi kategoris? Berikan contoh.
Silahkan berdiskusi,
Tutor
Re: Diskusi.4
by MUKHLAS 041087027
Jawaban 1 :
1. Subjek Universal dan Predikat Afirmatif disebut dengan Nama Proposisi Universal Afirmatif.
Proposisi Universal Afirmatif, disebut proposisi tipe A dalam ilmu Logika, yaitu proposisi
yang menerangkan keadaan yang berlaku kepada semua anggota di dalam suatu kelompok
benda tanpa kecuali.
Contoh :
Semua rakyat Indonesia berketuhanan Yang Maha Esa.
Indonesia adalah negara berdasar atas hukum.
Semua peserta ujian logika dapat nilai baik.
Pancasila menyeimbangkan dua sifat kodrat manusia.
Seluruh bangsa Indonesia terdiri dari manusia.
Dirumuskan: Vx(Sx => Px) atau (x)(Sx > Px).
Dibaca:
Untuk semua x jika S berlaku untuk x maka P berlaku untuk x, atau dibaca secara singkal:
"semua S adalah P", "setiap S adalah P". Untuk x, jika x adalah S maka x mempunyai silat
P. secara singkat dibaca: "S adalah P" Atau
2. Subjek Universal dan Predikat Negatif, disebut dengan Nama Proposisi Universal Negatif.
Proposisi Universal Negatif, disebut proposisi tipe E dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang
menerangkan keadaan yang tidak berlaku kepada semua anggota di dalam kelompok suatu
benda tanpa kecuali.
Contoh :
Semua rakyat Indonesia tidak berpaham komunis
Manusia bukanlah keturunan kera.
Peserta kursus logika bukan seorang guru.
Ajaran Pancasila bukan berpaham liberalis.
Semua manusia tidak abadi.
Dirumuskan: Vx(Sx -Px) atau (x)(Sx = -Px).
Dibaca: Untuk semua x jika S berlaku untuk x maka non P berlaku untuk X, atau cukup
dibaca: "semua S bukan P", "setiap S tidak P". Atau: Untuk x, jika x adalah S maka x
mempunyai sifat non P, cukup dibaca: "S bukan P",
3. Subjek Partikular dan Predikat Afirmatif disebut dengan Nama Proposisi Partikular Afirmatif.
Proposisi Partikular Afirmatif, disebut proposisi tipe I dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang
menjelaskan keadaan yang hanya berlaku bagi sebagian anggota di dalam kelompok suatu
benda.
Contoh :
Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.
Ada mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika.
Beberapa peserta ujian logika dapat nilai baik.
Ada negara yang beraliran sosialis.
Beberapa orang ada yang jahat.
Dirumuskan: 3x(Sx A Px). Dibaca: Ada x di mana S berlaku untuk x dan P berlaku untuk x,
atau cukup dibaca: "ada S yang P". "sebagian S adalah P". "beberapa S adalah P".
4. Subjek Partikular dan Predikat Negatif, disebut dengan Nama Proposisi Partikular Negatif.
Proposisi Partikular Negatif, disebut proposisi tipe O dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang
menjelaskan keadaan yang tidak berlaku untuk sebagian anggota di dalam kelompok suatu
benda.
Contoh :
Sebagian rakyat Indonesia tidak beragama Islam.
Ada negara yang tidak berpaham liberalis.
Beberapa anggota legislatif tidak korupsi.
Ada gempa yang tidak menimbulkan kerusakan.
Sebagian manusia tidak percaya Tuhan.
Dirumuskan: 3x(Sx ^~Px).
Dibaca: Ada x di mana S berlaku untuk x dan non P berlaku untuk x, atau cukup dibaca:
"ada S yang bukan P", "sebagian S bukan P", "beberapa S bukan P".
Jawaban 2 :.
Negasi proposisi kategorik merupakan ingkaran dari pernyataan atas hubungan dua term
sebagai subjek dan predikat. secara sederhana dibedakan atas 4 macam, yaitu proposisi
negasi universal afirmatif, proposisi negasi universal negatif, proposisi negasi partikular
afirmatif, dan proposisi negasi partikular negatif
contoh:
Hari ini adalah hari senin = Hari ini bukan hari senin.
Tidak ada candi borobudur di Magelang = Ada candi borobudur di Magelang.
Maximum rating: 77 (1)